P. 1
tangerang selatan

tangerang selatan

|Views: 349|Likes:
Dipublikasikan oleh Vera Bakara

More info:

Published by: Vera Bakara on Jul 10, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2011

pdf

text

original

Sections

  • 1. Pertanian ######## ######## ######## ########
  • 2. Pertambangan dan penggalian 95.649 115.127 141.232 168.560
  • 3. Industri pengolahan ######## ######## ######## ########
  • 4. Listrik, gas dan air bersih ######## ######## ######## ########
  • 5. Konstruksi ######## ######## ######## ########
  • 6. Perdagangan, hotel & restoran ######## ######## ######## ########
  • 7. Pengangkutan dan komunikasi ######## ######## ######## ########
  • 8.1. Perkembangan PDRB
  • 8.2. Struktur Ekonomi
  • 9. Pembelian pakaian baru setiap anggota rumah tangga dalam setahun
  • 10. Frekuensi makan dalam sehari untuk setiap anggota rumah tangga adalah
  • 11. Tidak mampu membayar untuk berobat ke Puskesmas/Poliklinik
  • 12. Lapangan pekerjaan utama kepala rumah tangga adalah petani dengan
  • 13. Kepala rumah tangga memiliki tingkat pendidikan tidak sekolah, tidak
  • 14. Pemilikan asset / harta bergerak / harta tidak bergerak, tidak mempunyai
  • 15.000 sambungan listrik kecuali di Setu yang hanya berjumlah 9.686 sambungan

Pengenalan Inflasi Definisi Inflasi I Disagregasi Inflasi I Pentingnya Kestabilan Harga

Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi. Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota. Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain: 1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar

berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. [Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id] 2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan. Pengelompokan Inflasi

Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu : 1. Kelompok Bahan Makanan 2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau 3. Kelompok Perumahan 4. Kelompok Sandang 5. Kelompok Kesehatan 6. Kelompok Pendidikan dan Olah Raga 7. Kelompok Transportasi dan Komunikasi.

LAPORAN INFLASI (Indeks Harga Konsumen) Berdasarkan perhitungan inflasi tahunan

Bulan Tahun Mei 2011 April 2011 Maret 2011 Februari 2011 Januari 2011 Desember 2010 November 2010 Oktober 2010 September 2010 Agustus 2010 Juli 2010 Juni 2010 Mei 2010 April 2010 Maret 2010 Februari 2010 Januari 2010 Desember 2009 November 2009 Oktober 2009

Tingkat Inflasi 5.98 % 6.16 % 6.65 % 6.84 % 7.02 % 6.96 % 6.33 % 5.67 % 5.80 % 6.44 % 6.22 % 5.05 % 4.16 % 3.91 % 3.43 % 3.81 % 3.72 % 2.78 % 2.41 % 2.57 %

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat

Pinjaman yang Diberikan Kredit UMKM 19,776,436 85,790,534 25,916,291 45,003,737 17,292,365 37,466,493 8,419,194 31,047,792 4,499,167 19,267,639 661,799,491 229,071,674 123,157,723 14,741,165 184,164,693 78,203,286 31,784,695 11,809,544 9,318,585 21,424,948 18,329,802 23,123,475 51,170,843 16,827,856 11,934,104 48,403,578 7,689,670 3,858,932 2,970,058 5,079,694 22,431,896 7,086,397 11,316,434 5,412,458 9,360,558 2,262,353 7,388,921 1,398,237 3,553,417 73,921,714 46,316,264 36,636,974 4,497,045 55,130,757 12,909,736 10,817,441 2,759,855 2,171,723 4,769,970 2,579,153 5,331,650 15,084,646 4,958,918 3,759,538 14,599,505 2,093,298 1,136,060 1,075,147

774.808.944. Total Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 5.070 9.557. 33.337 1.30.496 3. 31. 32.865.742.007 885.539 383.912 2.493 3.582 1.160.892 .426.091 1.452.015.

338 12.409.267 4. Juta Rp.109 11.761 6. Juta Rp.901 17.258 21. Juta Februari 20 11 59.428.795 79.820 27.881* 277.302.019.812 6.Volume 5 Impor Non Migas .689. Juta Rp. Juta Rp.343. Juta Rp.968.Nilai USD ribu 147.909.736 2.Giro .312.286 33.054.262 April 2011 62.977 34.590.906 6.Simpanan Berjangka 2 Pinjaman yang diberikan .Indikator Ekonomi Provinsi Banten Indikator 1 Simpanan .869.335* Satua n Rp.784 28.547.999 78.305.814 799.172.236.072. Juta Rp.686 34.501 2. Juta Rp.450.638.902.446.548.726.276 13.Nilai .717 29.917. Juta Rp.562 16.936 20.341 2.931.625 3.203. Juta Rp.904 12.9 56 1.537 1.437 80.117 290.344 17.180.Modal Kerja .904.061.355.19 6* USD ribu ton 686. Juta Rp.Tabungan .648.386.992 11.Menengah 4 Ekspor Non Migas . Juta Rp.922.955 21.115 Maret 2011 62.202 .Kecil .626.Mikro .808.440.628 3.659.106.509 28.532.655.232.926 788.419.464 377.164.295 27.515 11.Konsumsi 3 Kredit UMKM .735 29.Investasi .886.

188.76 130.252.031.447 982.4700 126..5600 125.IHK .76 126.84 0.2800 -0.0700 126.Inflasi (mtm) ton 110.84 0. Badan Pusat Statistik (IHK dan PDRB).IHK .Inflasi (mtm) 8 Hargaharga Kota Tangerang .84 % 0.Inflasi (mtm) 7 Hargaharga Kota Cilegon .2000 Keterangan : Sumber Data : Bank Indonesia (data Simpanan dan Pinjaman).6300 127.8000 126.76 130.270 1.Volume Harga6 harga Kota Serang/Cileg on .55 7* 130.IHK .6400 0.4900 -0.4100 % 0.3900 -0.9900 % 0. Ditjen Bea dan Cukai (Ekspor dan Impor Nonmigas) * Angka sementara ** Angka sangat sementara .

Pertambangan Minyak dan Gas Bumi b.232 0 29.V. Pertambangan dan penggalian a.586 84.127 0 30. Listrik b. Tanaman bahan makanan b.954 ######## ######## ######## 137. gas dan air bersih a.988 ######## ######## ######## 105. Industri pengolahan Industri Migas 1. Perdagangan besar & eceran b.1. Hotel ######## ######## 633.164 95.688 601.538 ######## 57.386 65.541 ######## 0 0 0 ######## ######## ######## 939. Kehutanan e.683 953. Konstruksi 6. Perikanan 2. hotel & restoran a.960 115. Listrik.114 ######## ######## 578.329 141.613 ######## 48.574 ######## ######## 776.539 71.639 . Gas c.558 ######## ######## 701.172 ######## ######## ######## 85.598 ######## 51. Pengilangan minyak bumi 2.864 ######## ######## ######## 122.492 ######## 0 0 0 ######## ######## ######## ######## 92. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DAS (Juta Rp) LAPANGAN USAHA 2006 2007 2008 2009 1. Pertambangan Bukan Migas c. Perdagangan. Penggalian 3. Gas alam cair Industri Non Migas 4.068 136. Tanaman perkebunan c.526 707.649 0 24. Peternakan dan hasil-hasilnya d. Pertanian a.275 75.723 111. Air bersih 5.110 ######## 0 0 0 ######## ######## ######## 470.778 ######## 168.560 0 32.744 ######## 53.509 ######## 0 0 0 ######## ######## ######## ######## 84.

Jasa Hiburan dan rekreasi 3. Lembaga keuangan bukan bank c. Angkutan laut 4. Jasa perusahaan 9. Angkutan sungai.281 ######## ######## ######## 0 0 ######## ######## 230. Jasa penunjang keuangan d.379 ######## ######## ######## 0 0 ######## 912.709 0 ######## 364. Jasa Sosial dan kemasyarakatan 2. a.181 ######## ######## 0 0 ######## ######## 104.817 ######## ######## ######## 0 ######## ######## ######## 55.920 ######## ######## ######## 0 . Administrasi. Pos dan Telekomunikasi 2.971 ######## ######## 203.297 ######## ######## ######## 0 0 ######## ######## 262. Pengangkutan dan komunikasi a. Jasa Perorangan dan rumah tangga Produk Domestik Regional Bruto Produk Domestik Regional Bruto Tanpa Migas Jumlah Migas dan Hasil-Hasilnya Sumber : Badan Pusat Statistik Menggunakan tahun dasar 2000=100 ######## ######## ######## 35.411 ######## ######## 161. real estate & jasa persh. pemerintahan dan pertahanan 2. Jasa Penunjang Angkutan b.465 75. Restoran 7. Swasta 1.223 ######## ######## ######## 0 ######## ######## ######## 39.810 ######## ######## 0 0 ######## 682. Pemerintahan Umum 1. Real Estate e.834 ######## ######## 174. Komunikasi 1.154 ######## ######## 0 0 ######## 790. Angkutan jalan raya 3.938 84.116 ######## ######## 163.707 ######## ######## 0 0 ######## 987. Jasa-jasa a.362 0 ######## 456. Pengangkutan 1. Keuangan.c. Jasa pemerintah lainnya b. Jasa Penunjang Angkutan 8.261 ######## ######## ######## 0 0 ######## ######## 277.269 70.013 ######## ######## ######## 0 ######## ######## ######## 42. Angkutan rel 2.737 190. danau dan penyeberangan 5. Angkutan udara 6.770 0 ######## 321. Bank b.347 0 ######## 305.

jasa-jasa. sektor primer dan sekunder mengecil kontribusinya secara signifikan sedangkan sektor tersier meningkat kontribusinya. dan bank.1) Struktur ekonomi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Tangerang Selatan didominasi oleh sektor tersier.40%).042 Juta. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2007 mencapai 1.05 Juta.863. yang memberikan kontribusi hampir 90%. gas dan air bersih.D.76%. listrik. Struktur Ekonomi Berdasarkan data PDRB tahun 2007. yaitu pengangkutan dan komunikasi. sedangkan PDRB atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp.5.517 sedangkan pada tahun 2007 adalah sebesar Rp. PDRB per kapita adalah sebesar Rp.71.042.39%) dan bank. persewaan dan jasa perusahaan.74 Trilyun atau 1.Pendapatan Regional 8. Perkembangan PDRB Kota Tangerang Selatan cenderung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun demikian juga dengan PDRB per kapita.93% dari total PDRB sedangkan yang terkecil adalah Setu dengan Rp. Jika dilihat kecenderungan sejak tahun 2004 hingga tahun 2007.51%. Lima sektor lain masing-masing memberikan kontribusi di bawah 10%.1. pertambangan dan penggalian) hanya memberikan kontribusi kurang dari 2%. 8. Kecamatan yang memberikan kontribusi paling besar adalah Ciputat Timur yaitu sebesar Rp.739. Pada tahun 2003. PDRB per kapita atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp. persewaan dan jasa perusahaan (15.17 Juta.682. (Gambar 8.29%) dan perdagangan hotel dan restoran (26. Pada tahun 2007.81%). struktur ekonomi Kota Tangerang Selatan didominasi oleh sektor lapangan usaha pengangkutan dan komunikasi (30. Sektor sekunder (industri pengolahan.256.882.1.2.042. Tabel 8. laju pertumbuhan ekonomi (LPE) adalah sebesar 6.1 Produk Domestik Regional Bruto A.35%.29 Trilyun atau 31.768. perdagangan hotel dan restoran.H Berlaku Menurut Kecamatan dan Lapangan Usaha Tahun 2007 (Juta Rupiah) . Perkembangan PDRB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Tangerang Selatan pada tahun 2007 adalah sebesar Rp. dan sektor primer (pertanian.045.678.1.5. Sektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar adalah jasa-jasa (17.682 orang. dan konstruksi) memberikan kontribusi 8.787.2.

2007 (Juta Rupiah) .1.H Konstan 2000 Menurut Kecamatan Tahun 2004 .D.H Berlaku Menurut Kecamatan dan Lapangan Usaha Tahun 2007 (Juta Rupiah) Gambar 8.Tabel 8.2 Distribusi Produk Domestik Regional Bruto A. Struktur ekonomi berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2007 Tabel 8.3 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto A.D.

2007 (Juta Rupiah) .D. Perkembangan nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Tahun 2004 ± 2007 Tabel 8.H Berlaku Menurut Kecamatan Tahun 2004 .2.5 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto per Kapita A.2007 (Juta Rupiah) Tabel 8.Gambar 8.4 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto A.D.H Berlaku Menurut Kecamatan Tahun 2004 .

D.H Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 .6 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto A.2007 (Juta Rupiah) Tabel 8.7 Perkembangan Distribusi Produk Domestik Regional Bruto A.D.H Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 .2007 (Juta Rupiah) WAKIL WALIKOTA TANGERANG SELATAN .Tabel 8.

kacang panjang. .794.Penggunaan Lahan Penggunaan lahan Kota Tangerang Selatan sebagian besar adalah untuk perumahan dan permukiman yaitu seluas 9. jagung.41 Ha atau 18. Sawah ladang dan kebun menempati posisi kedua terluas dengan 2.1%.99%.719 Ha.41 Ha atau 67. kacang tanah.54% dari 14.Komoditas Pertanian Janis komoditas pertanian yang diproduksi antara lain adalah padi sawah.941.WALIKOTA TANGERANG SELATAN Pertanian . . Penggunaan lahan paling kecil adalah untuk pasir dan galian yaitu seluas 15. cabe rawit. ubi kayu. bayam.27 Ha atau 0. terung. ubi jalar.

kambing memiliki populasi terbesar yaitu 14. . Unggas-unggas lain adalah ayam ras petelur (populasi 490.888 ekor. Tabel 5. Komoditas dengan luas panen terbesar. Produksivitas dan Produk Padi Sawah Menurut Kecamatan .946 ekor) dan itik (38.279 ekor. yaitu 121 Ha dengan produksi 725 Ton GKP. ayam buras (214. dibandingkan dengan domba dan babi. Unggas yang paling besar populasinya adalah ayam ras petelur dengan 1. sedangkan komoditas dengan luas panen terkecil adalah cabe rawit yaitu 4 Ha dengan produksi 17 ton. kerbau dan kuda didominasi oleh sapi potong dengan populasi 5. Ternak besar yang terdiri dari sapi potong.100 ekor).073 ekor.244. Pada ternak kecil.868 ekor). petsai/sawi.1 Luas Penggunaan Lahan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 5.Komoditas Peternakan Berbagai jenis ternak terdapat di Kota Tangerang Selatan dengan populasi yang beraneka ragam.3 Luas Panen. dan cabe besar.kangkung.2 Luas Penggunaan Lahan Sawah dan Lahan Kering Menurut Kecamatan Tahun 2007 Tabel 5.

5 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Uby KayuMenurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.6 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Uby Jalar Menurut Kecamatan . Produksivitas dan Produk Jagung Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.4 Luas Panen.

Produksivitas dan Produk Cabe Rawit Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 .Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.8 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Kacang Panjang Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.9 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Kacang Tanah Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.7 Luas Panen.

10 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Bayam Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5. Produksivitas dan Produk Tepung Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.12 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Kangkung Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 .11 Luas Panen.Tabel 5.

Produksivitas dan Produk Petwai / Sawi Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.13 Luas Panen.Tabel 5. Produksivitas dan Produk Cabe BesarMenurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.15 Populasi Ternak Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan .14 Luas Panen.

098 orang. Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) 1 unit. tidak tercatat penduduk yang tidak lulus SD atau penduduk buta huruf (belum melek aksara) namun di Setu masih ada dengan angka sebesar 0. Jumlah rumah sakit yang berada di Kota Tangerang Selatan ada 9 unit yang seluruhnya milik swasta karena Kota belum memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (Kabupaten Tangerang Dalam Angka Tahun 2007/2008). kecuali Setu. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) biasa berjumlah 10 unit.56%. Penduduk dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi (sarjana muda dan sarjana) juga cukup tinggi.37% gizi buruk. 0.22%.169 ruang atau 18. 5 madrasah negeri. 5.74% gizi lebih. Dari jumlah tersebut. Ruang kelas rusak SD negeri mencapai 213 ruang dari total ruang kelas SD negeri sebanyak 1. 292 sekolah swasta dan 134 madrasah swasta. sebesar 92.45%.10% Jumlah total unit sekolah adalah sebesar 667 unit dengan rincian 236 sekolah negeri.05%.22%. juga disajikan data terkait kondisi kesehatan ibu. Profil penduduk berdasarkan tingkat pendidikan cenderung mirip antar kecamatan. Penduduk dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi di kecamatan lain melebihi angka 29% namun di Setu hanya sebesar 15. . Selain keadaan gizi balita.52%. kesehatan keluarga miskin. Pada kecamatan lain.Pendidikan Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2008 menunjukkan bahwa penduduk dengan tingkat pendidikan SLTA berjumlah paling besar yaitu 29.18% gizi kurang dan 1.70% dalam keadaan gizi baik.Tahun 2007 Sosial . sedangkan SMA negeri mencapai 17 ruang dari total 312 ruang atau 5. dan kesehatan orang lanjut usia. Ruang kelas rusak SMP negeri mencapai 27 ruang dari total ruang kelas SMP negeri sebanyak 486 ruang atau 5.Kesehatan Jumlah Balita yang ditimbang adalah sebanyak 82. yaitu 29. Puskesmas Pembantu 8 unit dan Puskesmas Keliling 10 .

Sisanya. Tingkat kesejahteraan keluarga terbagi ke dalam 5 kategori yaitu Keluarga Pra Sejahtera. karang taruna dan panti sosial.963 rumah tangga.Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga Petugas Keluarga Berencana (KB) berjumlah 48 orang yang terdiri dari 24 orang dokter dan 24 orang bidan. Jumlah total pos pelayanan terpadu (Posyandu) berjumlah 771 unit yang terdiri dari Posyandu Pratama. bambu atau kayu murahan Dinding bangunan berupa bambu. Miskin dan Mendekati Miskin. kayu kualitas rendah dan tembok tanpa plester Tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar atau berbagi dengan 4. 2.522 peserta atau 56. Empat belas (14) variabel kemiskinan rumah tangga penerima BLT adalah sebagai berikut: 1. yaitu sebanyak 192. Purnama dan Mandiri dengan 4. Panti sosial yang terdapat di Kota Tangerang Selatan adalah panti asuhan anak sejumlah 14 panti dan tresna werdha sejumlah 5 panti dan bina grahita sejumlah 1 panti.unit. Rumah tangga penerima BLT ditentukan berdasarkan 14 variabel dan diklasifikasikan ke dalam 3 kategori yaitu Sangat Miskin. rumbia.104 RT.65% dari total 24. Selain itu juga terdapat 108 pos pembinaan terpadu (Posbindu) dengan 501 orang kader aktif.34%. Dapat terjadi perbedaan angka antara masyarakat miskin dalam BLT dengan masyarakat miskin berdasarkan tingkat kesejahteraan BKKBN karena terdapat perbedaan kriteria dan kategori dalam penentuan kelompok masyarakat miskin. Jumlah penerima paling banyak di Pamulang yaitu sebanyak 5.37% dari total pasangan usia subur. Selain itu juga terdapat Balai Pengobatan.01% adalah Keluarga Sejahtera Tahap II. Selain petugas KB. Berdasarkan validasi data Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2008. Tahap III dan Tahap III Plus. Madya.685 rumah tangga. Tahap III dan Tahap III Plus.319 Keluarga atau 16. . sedangkan tingkat kesejahteraan KS I adalah sebesar 39. jumlah keluarga dengan tingkat kesejahteraan Pra Sejahtera adalah sebesar 8. organisasi masyarakat. sedangkan paling sedikit di Ciputat Timur yaitu sebanyak 1.592 Keluarga atau 80. Jumlah peserta KB baru adalah sebesar 10. Sejahtera Tahap I.700 keluarga. . Sejahtera Tahap II.52% dari total perkiraan permintaan masyarakat (PPM) sedangkan jumlah peserta KB aktif adalah sebesar 120.081 peserta atau 63. Potensi dan sumber daya kesejahteraan sosial di antaranya adalah tenaga kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan tingkat kesejahteraan. Luas lantai tempat tinggal kurang dari 8 m2 per kapita Jenis lantai berupa tanah.127 orang kader aktif. Praktek Dokter dan Rumah Bersalin. (Dinas kesehatan Kota Tangerang Selatan. 3.789 Keluarga atau 3. juga terdapat institusi masyarakat dalam kegiatan KB. jumlah rumah tangga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Tangerang Selatan adalah sebanyak 19.

9. Tidak mampu membayar untuk berobat ke Puskesmas/Poliklinik 12.500 ribu seperti sepeda motor. tidak tamat SD atau tamat SD 14. 6. arang atau minyak tanah Konsumsi daging/ayam per minggu satu kali atau tidak mengkonsumsi Pembelian pakaian baru setiap anggota rumah tangga dalam setahun sebanyak satu stel atau tidak membeli 7. Kategori-kategori dalam penentuan penerima BLT adalah: 1.600 ribu per bulan 13. emas.5 Ha. 8. 4. nelayan. sungai atau air hujan Bahan bakar untuk masak berupa kayu bakar. Pemilikan asset / harta bergerak / harta tidak bergerak. 3. atau pekerjaan laing dengan pendapatan rumah tangga kurang dari Rp.rumah tangga lain 5. 2. buruh tani. mata air tidak terlindung. Sumber penerangan rumah tangga bukan listrik Sumber air minum berupa sumur. ternak. kapal/perahu motor atau barang modal lainnya. 10. Lapangan pekerjaan utama kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan kurang dari 0. buruh angunan. Kepala rumah tangga memiliki tingkat pendidikan tidak sekolah. Indikator Ekonomi . perhiasan. tidak mempunyai tabungan atau barang yang mudah dijual dengan nilai kurang dari Rp. Sangat Miskin Miskin Hampir miskin : memenuhi 14 variabel kemiskinan : memenuhi 11-13 variabel kemiskinan : memenuhi 9-10 variabel kemiskinan Tidak layak menerima BLT : memenuhi ”8 variabel kemiskinan Indikator tingkat kesejahteraan keluarga BKKBN adalah sebagai berikut: (1) Keluarga Pra Sejahtera (Sering dikelompokkan sebagai ³Sangat Miskin´) Belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator yang meliputi: a. Frekuensi makan dalam sehari untuk setiap anggota rumah tangga adalah 1 kali atau 2 kali 11. buruh perkebunan.

meliputi: y o Memiliki tabungan keluarga . ber-KB (3) Keluarga Sejahtera II Adalah keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi: y o o o o o o o Memiliki tabungan keluarga Makan bersama sambil berkomunikasi Mengikuti kegiatan masyarakat Rekreasi bersama (6 bulan sekali) Meningkatkan pengetahuan agama Memperoleh berita dari surat kabar. dan majalah Menggunakan sarana transportasi (4) Keluarga Sejahtera III Sudah dapat memenuhi beberapa indikator. Indikator Non-Ekonomi y y y y y y Ibadah teratur Sehat tiga bulan terakhir Punya penghasilan tetap Usia 10-60 tahun dapat baca tulis huruf latin Usia 6-15 tahun bersekolah Anak lebih dari 2 orang. bekerja/sekolah dan bepergian) Bagian terluas lantai rumah bukan dari tanah b.y y y Makan dua kali atau lebih sehari Memiliki pakaian yang berbeda untuk aktivitas (misalnya di rumah. radio. (2) Keluarga Sejahtera I (Sering dikelompokkan sebagai ³Miskin´) Adalah keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi: a. Indikator Non-Ekonomi · Melaksanakan ibadah ·Bila anak sakit dibawa ke sarana kesehatan. Indikator Ekonomi y y y Paling kurang sekali seminggu keluarga makan daging atau ikan atau telor Setahun terakhir seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru Luas lantai rumah paling kurang 8 m untuk tiap penghuni b. TV.

268 buah. angka yang digunakan adalah angka persentase dan bukan angka absolut dengan asumsi bias tersebar ke dalam semua kelompok data. TV. radio.Agama Berdasarkan komposisi penduduk menurut agama yang dipeluk. Pondok pesantren berjumlah 24 buah dengan 66 orang kiai dan 295 orang ustadz serta 4. Tabel 4. meliputi: y o o Aktif memberikan sumbangan material secara teratur Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan.405 orang santri. (5) Keluarga Sejahtera III Plus Sudah dapat memenuhi beberapa indikator meliputi: y y Aktif memberikan sumbangan material secara teratur Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan. gereja 42 buah.21%) dan Hindu (0. Kristen (3.98%.60%). Penduduk selebihnya memeluk agama Protestan (4. .Pariwisata Fasilitas olah raga dan rekreasi yang terbanyak adalah berupa lapangan bulutangkis sebanyak 43 buah dan lapangan sepakbola sebanyak 41 buah. vihara/kuil 7 buah. sebagian besar penduduk memeluk agama Islam yaitu sebanyak 90.1. Budha (1. langgar/mushola 1. dan majalah Menggunakan sarana transportasi Belum dapat memenuhi beberapa indikator.07%). Komposisi penduduk berdasarkan agama yang dipeluk diolah dari Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan. .14%). Karena ada ketidakcocokan antara jumlah total penduduk yang ada dalam Kabupaten Tangerang Dalam Angka Tahun 2007/2008 yang digunakan sebagai acuan. Sarana peribadatan yang tersedia untuk para pemeluk agama adalah mesjid sebanyak 436 buah.1 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan 2008 .o o o o o o Makan bersama sambil berkomunikasi Mengikuti kegiatan masyarakat Rekreasi bersama (6 bulan sekali) Meningkatkan pengetahuan agama Memperoleh berita dari surat kabar. Selain itu juga terdapat 11 mal dan 125 rumah makan.

2 Jumlah Sekolah.1.3 Angka Partisipasi Kasar (APK) Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan 2008 .Tabel 4. Ruang Kelas Dan Ruang Kelas Rusak Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 4.1.

2.1.3 Data Terkait Kesehatan Keluarga Miskin 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 . Persentase keadaan gizi Balita yang ditimbang pada tahun 2007 Tabel 4.2.Piramida 4.2.1 Jumlah dan Presentase KEadaan Gizi Balita Yang Ditimbang Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Gambar 4 .2 Data Terkait Kesehatan Ibu Pada 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 4.

4 Jumlah Lansia Sasaran di Wilayah Pukesmas dan Panti Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 4.2.2.2.Tabel 4.5 Jumlah Prasarana Kesehatan Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 4.6 Jumlah Tenaga Kesehatan Pada 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 .

2 Jumlah institusi dalam Kegiatan Keluarga Berencana Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 .1 Jumlah Petugas Keluarga Berencana Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.3.3.7 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Di Wilayah 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 4.Tabel 4.2.

4 Jumlah Peserta KB Aktif Berdasarkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.3 Jumlah Peserta KB Baru Berdasarkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.3.5 Jumlah Panti Sosial Menurut Jenis dan Kecamtan .Tabel 4.3.3.

3.di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.7 Jumlah Potensi dan Sumberdaya Kesejahteraan Sosial Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 .3.6 Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.

Tabel 4.3.9 Penerima Bantuan LAngsung Tunai (BLT) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 4.8 Jumlah Keluarga Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.3.3.10 Penerima Bantuan LAngsung Tunai (BLT) Menurut Desa Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 .

.

3 JumlahPondok Perantren.1 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama Yang Dipeluk Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan 2008 Tabel 4.4.5.4.1 Jumlah Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi Per Kecamatan di Kota Tangerang Selatan . Kiai/Ustadz dan Santri Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.2 Jumlah Fasilitas Peribadatan Menurut Jenis dan Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.Tabel 4.4.

37% dalam kondisi sedang dan 11. Jalan kota Tangerang Selatan berdasarkan Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008) memiliki total panjang 115. Titik rawan kemacetan utamanya terdapat pada 12 titik yang umumnya terdapat pada sekitar persimpangan jalan atau pasar.Energi dan Telekomunikasi . 18.Tahun 2008 Tabel 4. Stasiun kereta rel listrik (KRL) berjumlah 5 buah dan tersebar di tiga kecamatan yaitu Serpong. 5% rusak sedang dan 20% rusak berat.81 Km dengan 70.28% dalam kondisi rusak. Data ini berbeda dengan data Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan yang menyatakan bahwa total panjang jalan kota adalah 137. desa dan kecamatan diperoleh berdasarkan informasi dari Jakarta Jabotabek Street Atlas and Index CD-ROM 2005/2006 karya Gunther W. Ciputat dan Ciputat Timur.2 Jumlah Rumat Makan dan Counter Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Infrastruktur dan Permukiman . Titik rawan kemacetan dan titik lokasi stasiun KRL didapatkan dari Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008) sedangkan nama lokasi.773 Km dan diperkirakan 5% rusak ringan.36% dari panjang total tersebut dalam kondisi baik.Transportasi Jalan merupakan salah satu infrastruktur terpenting sebagai salah satu faktor daya tarik investasi di suatu daerah. . Holtorf.5.

529 sambungan. dan Situ Legoso.447 sambungan sedangkan paling sedikit terdapat di Setu dengan 5.686 sambungan. Di setiap kecamatan terdapat lebih dari 15. Tower GSM/BTS berjumlah 83 unit sedangkan sambungan telepon berjumlah 108. Kali Serua.1 Kondisi Jalan Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 . Situ-situ tersebut adalah Situ Pondok Jagung / Rawa Kutup. Situ Bungur. Situ Antak. Di Kota Tangerang Selatan terdapat tiga kantor PLN. Situ Rompang.Selain prasarana transportasi. yang tersebar di 5 kecamatan. Kantor Telkom berjumlah 5 buah dan tersebar di 5 kecamatan. Gardu listrik berjumlah 71 unit dengan 195. Titik-titik lokasi rawan banjir tersebut dapat dilihat pada Tabel 6.Utilitas Terkait dengan pengelolaan limbah baik limbah padat (sampah) maupun limbah cair. Situ Parigi. Situ Gintung. sedangkan tempat pemakaman umum (TPU) berjumlah 26 unit dengan jumlah terbanyak terdapat di Ciputat yaitu sebanyak 6 unit. Kali Pasanggrahan. terdapat 21 tempat pembuangan sementara (TPS) yang sebagian besarnya menurut Dinas Kebersihan dan Pertamanan adalah TPS liar. Situ Pamulang / Pondok Benda. Namun. . di antaranya Kali Angke.1. Ada dua makam pahlawan yang terdapat di Pondok Aren dan Setu. Tabel 6. Kali Ciputat dan Kali Kedaung. dan Situ Ciledug / Kedaung. Selain itu juga terdapat 5 unit water treatment plant (WTP) yang tersebar di Serpong.Lainnya Bencana banjir merupakan masalah yang harus dihadapi oleh penduduk yang bahkan di lokasi tertentu harus dihadapi secara rutin. Di Serpong Utara dan Pondok Aren masing-masing hanya terdapat 2 unit TPU. prasarana dan sarana terkait energi dan telekomunikasi juga sangat penting. Situ Antak. Situ Gintung saat ini tidak berfungsi akibat jebolnya tanggul pada akhir Maret 2009. Situ Legoso. Sambungan telepon paling banyak terdapat di Pamulang dengan 26. .381 sambungan.1.4. Di Kota Tangerang Selatan terdapat 9 situ. yaitu Situ Bungur.000 sambungan listrik kecuali di Setu yang hanya berjumlah 9. yaitu di Serpong. ada 4 situ yang sudah tidak tertera pada peta.352 sambungan listrik. Ciputat dan Pamulang. Serpong Utara dan Pondok Aren. Lokasi rawan banjir terdapat di sepanjang beberapa sungai yang mengalir di Kota Tangerang Selatan. Situ Rompang.

2 Titik Rawan Kemancetan Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 6.2. Kantor PLN Menara Telekomunikasi/BTS dan Kantor Telkom/STO .1 sebaran Gardu Listrik.1.1.3 Stasiun KEreta Rel Listrik di Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 6.Tabel 6.

3.4.2 Makam Pahlawan Dan Temapat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 6.1 Sebaran TEmpat Pembuangan Sementara (TPS) dan Water Treatment Plant (WTP) di Kota Tangerang Selatan Tabel 6.1 Lokasi Rawan Banjir di Kota Tangerang Selatan .3.Di Kota Tangerang Selatan Tabel 6.

jumlah anggota mencapai 24.721 m2 dengan 1. 865 los dan 1. Selain itu industri kerajian tersebut. koperasi yang terdaftar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang baru sejumlah 81 unit. BPR. KUD/koperasi.467 unit sedangkan yang paling sedikit adalah firma yang hanya berjumlah 2 unit. koperasi simpan pinjam (KSP).4.Koperasi Koperasi seluruhnya berjumlah 330 unit yang terdiri dari koperasi karyawan (Kopkar). yaitu kerajinan kayu berjumlah 165 unit.Perdagangan dan Jasa Fasilitas perdagangan dan jasa yang tersedia berupa pasar. . Menengah / Besar di Kota Tangerang Selatan .1. koperasi.795 pedagang kaki lima. comanditer venotschaap / perseroan komanditer (CV). dan Pasar Gedung Hijau. perusahaan perorangan (PO). rn bank. Yang paling banyak adalah adalah PT yaitu berjumlah 2. Berdasarkan tanda daftar perusahaan (TDP). Pasar tradisional yang terdapat di tanah milik pemerintah daerah adalah sebanyak 6 unit.553 orang. Perdagangan dan Koperasi . Seluruhnya berfungsi kecuali Pasar Gedung Hijau. yaitu Pasar Ciputat. Pasar Ser pong. koperasi serba usaha (KSU). terdapat perseroan terbatas (PT).1 Sebaran Industri Kecil. .966 kios.Tabel 6. kain 293 unit dan makanan 164 unit. dan bentuk usaha lain yang keseluruhannya berjumlah 5. Tabel 7. gerabah 1 unit. Namun. Pasar Bintaro Sektor 2. anyaman 28 unit. kompleks ruko dan minimart. Secara total. juga terdapat 7 unit pabrik yang di dalamnya terdapat 1 kawasan industri. Secara keseluruhan.2 Situ di Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Industri. firma. baik mode maupun tradisional. luas lahan yang ditempati oleh pasar-pasar tersebut adalah 25.146 unit. Pasar Jombang.Industri Ada lima jenis industri kerajinan yang terdapat di Kota Tangerang Selatan. Pasar Ciputat Permai. danKoperasiPegawai Republik Indonesia (KPRI).

2.2.1 Sebaran Fasilitas Perdagangan dan Jasa di Kota Tangerang Selatan Tabel 7.3 Perusahaan Perdagangan Berdasarkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 7.Tabel 7.3.1 Koperasi Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 .2 Pasar Tradisional di Tanah Milik Pemerintah di Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 7.2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->