Pengenalan Inflasi Definisi Inflasi I Disagregasi Inflasi I Pentingnya Kestabilan Harga

Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi. Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota. Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain: 1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar

berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. [Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id] 2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan. Pengelompokan Inflasi

Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu : 1. Kelompok Bahan Makanan 2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau 3. Kelompok Perumahan 4. Kelompok Sandang 5. Kelompok Kesehatan 6. Kelompok Pendidikan dan Olah Raga 7. Kelompok Transportasi dan Komunikasi.

LAPORAN INFLASI (Indeks Harga Konsumen) Berdasarkan perhitungan inflasi tahunan

Bulan Tahun Mei 2011 April 2011 Maret 2011 Februari 2011 Januari 2011 Desember 2010 November 2010 Oktober 2010 September 2010 Agustus 2010 Juli 2010 Juni 2010 Mei 2010 April 2010 Maret 2010 Februari 2010 Januari 2010 Desember 2009 November 2009 Oktober 2009

Tingkat Inflasi 5.98 % 6.16 % 6.65 % 6.84 % 7.02 % 6.96 % 6.33 % 5.67 % 5.80 % 6.44 % 6.22 % 5.05 % 4.16 % 3.91 % 3.43 % 3.81 % 3.72 % 2.78 % 2.41 % 2.57 %

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat

Pinjaman yang Diberikan Kredit UMKM 19,776,436 85,790,534 25,916,291 45,003,737 17,292,365 37,466,493 8,419,194 31,047,792 4,499,167 19,267,639 661,799,491 229,071,674 123,157,723 14,741,165 184,164,693 78,203,286 31,784,695 11,809,544 9,318,585 21,424,948 18,329,802 23,123,475 51,170,843 16,827,856 11,934,104 48,403,578 7,689,670 3,858,932 2,970,058 5,079,694 22,431,896 7,086,397 11,316,434 5,412,458 9,360,558 2,262,353 7,388,921 1,398,237 3,553,417 73,921,714 46,316,264 36,636,974 4,497,045 55,130,757 12,909,736 10,817,441 2,759,855 2,171,723 4,769,970 2,579,153 5,331,650 15,084,646 4,958,918 3,759,538 14,599,505 2,093,298 1,136,060 1,075,147

091 1.426.582 1.742.30. 33. Total Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 5.070 9.865.496 3. 31.160.774.007 885.892 . 32.452.944.493 3.557.337 1.808.015.912 2.539 383.

437 80.115 Maret 2011 62.Giro .562 16. Juta Rp.232. Juta Rp.509 28. Juta Rp.902.795 79.628 3.977 34. Juta Rp.Simpanan Berjangka 2 Pinjaman yang diberikan .Kecil .286 33.386.172. Juta Rp.464 377.532.Modal Kerja .638.501 2.072.906 6.419.Konsumsi 3 Kredit UMKM .968.686 34.936 20.881* 277.926 788.409. Juta Rp.117 290.180.440. Juta Rp.655.931.717 29.Indikator Ekonomi Provinsi Banten Indikator 1 Simpanan .450.917. Juta Rp.338 12.9 56 1.355.258 21. Juta Februari 20 11 59.061.590.869.904.236.886.109 11.335* Satua n Rp.814 799.Nilai .Mikro .446.106.305.648.761 6.19 6* USD ribu ton 686.689.992 11.276 13.302.Investasi .Volume 5 Impor Non Migas .547.784 28. Juta Rp.164.909.812 6.820 27.312.344 17.295 27.955 21.548.Nilai USD ribu 147.736 2.904 12.202 . Juta Rp.267 4.659.922.626.262 April 2011 62.341 2.537 1.428.901 17.Tabungan .515 11.625 3. Juta Rp.999 78.808.054.Menengah 4 Ekspor Non Migas .019.203.726.343.735 29.

IHK .3900 -0.270 1.252.2800 -0.4900 -0.447 982.031.9900 % 0. Badan Pusat Statistik (IHK dan PDRB).6300 127.84 % 0.4700 126.76 126. Ditjen Bea dan Cukai (Ekspor dan Impor Nonmigas) * Angka sementara ** Angka sangat sementara .84 0.8000 126.IHK .76 130.0700 126.Inflasi (mtm) 8 Hargaharga Kota Tangerang .84 0.4100 % 0.5600 125.Inflasi (mtm) 7 Hargaharga Kota Cilegon .55 7* 130.IHK ..Inflasi (mtm) ton 110.2000 Keterangan : Sumber Data : Bank Indonesia (data Simpanan dan Pinjaman).6400 0.Volume Harga6 harga Kota Serang/Cileg on .188.76 130.

Tanaman perkebunan c. Pertambangan Bukan Migas c.558 ######## ######## 701. Pertambangan Minyak dan Gas Bumi b.538 ######## 57. Hotel ######## ######## 633. Penggalian 3.172 ######## ######## ######## 85.492 ######## 0 0 0 ######## ######## ######## ######## 92. hotel & restoran a. Tanaman bahan makanan b.232 0 29. Gas alam cair Industri Non Migas 4.586 84. Pertanian a. Listrik.V.127 0 30.613 ######## 48.386 65. Industri pengolahan Industri Migas 1. Pengilangan minyak bumi 2.068 136.778 ######## 168.541 ######## 0 0 0 ######## ######## ######## 939. Listrik b. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DAS (Juta Rp) LAPANGAN USAHA 2006 2007 2008 2009 1.110 ######## 0 0 0 ######## ######## ######## 470.526 707.723 111. Perdagangan besar & eceran b.864 ######## ######## ######## 122.688 601. Peternakan dan hasil-hasilnya d.954 ######## ######## ######## 137. Air bersih 5. Perikanan 2.329 141. gas dan air bersih a.988 ######## ######## ######## 105. Gas c.683 953.639 .114 ######## ######## 578.509 ######## 0 0 0 ######## ######## ######## ######## 84.164 95. Perdagangan.960 115.574 ######## ######## 776.1. Kehutanan e.598 ######## 51.275 75.744 ######## 53. Konstruksi 6. Pertambangan dan penggalian a.649 0 24.560 0 32.539 71.

Bank b.920 ######## ######## ######## 0 . danau dan penyeberangan 5. real estate & jasa persh. Pemerintahan Umum 1. Angkutan sungai. Pos dan Telekomunikasi 2.737 190.013 ######## ######## ######## 0 ######## ######## ######## 42.938 84.707 ######## ######## 0 0 ######## 987.465 75. Angkutan udara 6. a.709 0 ######## 364.347 0 ######## 305.281 ######## ######## ######## 0 0 ######## ######## 230.817 ######## ######## ######## 0 ######## ######## ######## 55. pemerintahan dan pertahanan 2.770 0 ######## 321. Keuangan. Angkutan rel 2. Lembaga keuangan bukan bank c. Jasa Penunjang Angkutan 8.261 ######## ######## ######## 0 0 ######## ######## 277.971 ######## ######## 203. Komunikasi 1. Pengangkutan 1.223 ######## ######## ######## 0 ######## ######## ######## 39. Jasa Hiburan dan rekreasi 3. Angkutan laut 4.269 70. Pengangkutan dan komunikasi a.154 ######## ######## 0 0 ######## 790. Jasa perusahaan 9.362 0 ######## 456.834 ######## ######## 174.297 ######## ######## ######## 0 0 ######## ######## 262.411 ######## ######## 161. Angkutan jalan raya 3.379 ######## ######## ######## 0 0 ######## 912. Administrasi. Jasa pemerintah lainnya b. Jasa penunjang keuangan d. Real Estate e.810 ######## ######## 0 0 ######## 682.181 ######## ######## 0 0 ######## ######## 104.116 ######## ######## 163.c. Jasa Penunjang Angkutan b. Swasta 1. Jasa-jasa a. Jasa Perorangan dan rumah tangga Produk Domestik Regional Bruto Produk Domestik Regional Bruto Tanpa Migas Jumlah Migas dan Hasil-Hasilnya Sumber : Badan Pusat Statistik Menggunakan tahun dasar 2000=100 ######## ######## ######## 35. Jasa Sosial dan kemasyarakatan 2. Restoran 7.

042. dan konstruksi) memberikan kontribusi 8.1.35%. PDRB per kapita adalah sebesar Rp.042.71. Sektor sekunder (industri pengolahan. Sektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar adalah jasa-jasa (17. Pada tahun 2003.863.042 Juta. gas dan air bersih. dan sektor primer (pertanian. sedangkan PDRB atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp. yang memberikan kontribusi hampir 90%. persewaan dan jasa perusahaan. Perkembangan PDRB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Tangerang Selatan pada tahun 2007 adalah sebesar Rp. perdagangan hotel dan restoran. 8.40%). persewaan dan jasa perusahaan (15.Pendapatan Regional 8.2. PDRB per kapita atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp. Struktur Ekonomi Berdasarkan data PDRB tahun 2007. Perkembangan PDRB Kota Tangerang Selatan cenderung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun demikian juga dengan PDRB per kapita. dan bank.256. struktur ekonomi Kota Tangerang Selatan didominasi oleh sektor lapangan usaha pengangkutan dan komunikasi (30. sektor primer dan sekunder mengecil kontribusinya secara signifikan sedangkan sektor tersier meningkat kontribusinya. Pada tahun 2007.H Berlaku Menurut Kecamatan dan Lapangan Usaha Tahun 2007 (Juta Rupiah) . Kecamatan yang memberikan kontribusi paling besar adalah Ciputat Timur yaitu sebesar Rp.74 Trilyun atau 1. listrik.739.1 Produk Domestik Regional Bruto A. yaitu pengangkutan dan komunikasi.1) Struktur ekonomi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Tangerang Selatan didominasi oleh sektor tersier. Jika dilihat kecenderungan sejak tahun 2004 hingga tahun 2007.045. jasa-jasa.5.51%. (Gambar 8.1.2. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2007 mencapai 1.39%) dan bank. Tabel 8.682 orang.29 Trilyun atau 31.517 sedangkan pada tahun 2007 adalah sebesar Rp. pertambangan dan penggalian) hanya memberikan kontribusi kurang dari 2%.1.5.882.17 Juta.93% dari total PDRB sedangkan yang terkecil adalah Setu dengan Rp.76%.05 Juta.D.29%) dan perdagangan hotel dan restoran (26.768. laju pertumbuhan ekonomi (LPE) adalah sebesar 6.682.81%).787.678. Lima sektor lain masing-masing memberikan kontribusi di bawah 10%.

2 Distribusi Produk Domestik Regional Bruto A.3 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto A.1.D. Struktur ekonomi berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2007 Tabel 8.D.H Konstan 2000 Menurut Kecamatan Tahun 2004 .Tabel 8.2007 (Juta Rupiah) .H Berlaku Menurut Kecamatan dan Lapangan Usaha Tahun 2007 (Juta Rupiah) Gambar 8.

Gambar 8.H Berlaku Menurut Kecamatan Tahun 2004 .2007 (Juta Rupiah) .H Berlaku Menurut Kecamatan Tahun 2004 .2007 (Juta Rupiah) Tabel 8.2.D.4 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto A. Perkembangan nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Tahun 2004 ± 2007 Tabel 8.5 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto per Kapita A.D.

D.7 Perkembangan Distribusi Produk Domestik Regional Bruto A.Tabel 8.2007 (Juta Rupiah) Tabel 8.H Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 .H Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 .2007 (Juta Rupiah) WAKIL WALIKOTA TANGERANG SELATAN .6 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto A.D.

Penggunaan Lahan Penggunaan lahan Kota Tangerang Selatan sebagian besar adalah untuk perumahan dan permukiman yaitu seluas 9. terung.1%. ubi jalar. kacang tanah.Komoditas Pertanian Janis komoditas pertanian yang diproduksi antara lain adalah padi sawah.41 Ha atau 67.99%.719 Ha.941. . kacang panjang.41 Ha atau 18. Penggunaan lahan paling kecil adalah untuk pasir dan galian yaitu seluas 15.WALIKOTA TANGERANG SELATAN Pertanian . . jagung. cabe rawit. bayam.27 Ha atau 0. Sawah ladang dan kebun menempati posisi kedua terluas dengan 2. ubi kayu.54% dari 14.794.

kerbau dan kuda didominasi oleh sapi potong dengan populasi 5.100 ekor).279 ekor. Unggas yang paling besar populasinya adalah ayam ras petelur dengan 1. . Pada ternak kecil. petsai/sawi. yaitu 121 Ha dengan produksi 725 Ton GKP. Komoditas dengan luas panen terbesar. dan cabe besar.888 ekor.946 ekor) dan itik (38. ayam buras (214.3 Luas Panen.073 ekor. dibandingkan dengan domba dan babi. Produksivitas dan Produk Padi Sawah Menurut Kecamatan .Komoditas Peternakan Berbagai jenis ternak terdapat di Kota Tangerang Selatan dengan populasi yang beraneka ragam. Unggas-unggas lain adalah ayam ras petelur (populasi 490. sedangkan komoditas dengan luas panen terkecil adalah cabe rawit yaitu 4 Ha dengan produksi 17 ton.2 Luas Penggunaan Lahan Sawah dan Lahan Kering Menurut Kecamatan Tahun 2007 Tabel 5. kambing memiliki populasi terbesar yaitu 14.868 ekor).1 Luas Penggunaan Lahan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 5.kangkung.244. Tabel 5. Ternak besar yang terdiri dari sapi potong.

Produksivitas dan Produk Uby KayuMenurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.6 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Jagung Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5. Produksivitas dan Produk Uby Jalar Menurut Kecamatan .5 Luas Panen.4 Luas Panen.

Produksivitas dan Produk Kacang Panjang Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5. Produksivitas dan Produk Cabe Rawit Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 . Produksivitas dan Produk Kacang Tanah Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.7 Luas Panen.9 Luas Panen.8 Luas Panen.

Tabel 5. Produksivitas dan Produk Tepung Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.12 Luas Panen.10 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Bayam Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5. Produksivitas dan Produk Kangkung Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 .11 Luas Panen.

15 Populasi Ternak Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan . Produksivitas dan Produk Cabe BesarMenurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.14 Luas Panen.13 Luas Panen. Produksivitas dan Produk Petwai / Sawi Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 5.Tabel 5.

Profil penduduk berdasarkan tingkat pendidikan cenderung mirip antar kecamatan. Pada kecamatan lain. tidak tercatat penduduk yang tidak lulus SD atau penduduk buta huruf (belum melek aksara) namun di Setu masih ada dengan angka sebesar 0. Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) 1 unit. Ruang kelas rusak SMP negeri mencapai 27 ruang dari total ruang kelas SMP negeri sebanyak 486 ruang atau 5. Penduduk dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi (sarjana muda dan sarjana) juga cukup tinggi. 5.10% Jumlah total unit sekolah adalah sebesar 667 unit dengan rincian 236 sekolah negeri. 0.22%. 292 sekolah swasta dan 134 madrasah swasta. juga disajikan data terkait kondisi kesehatan ibu. dan kesehatan orang lanjut usia.56%. sebesar 92.37% gizi buruk.169 ruang atau 18. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) biasa berjumlah 10 unit.098 orang. sedangkan SMA negeri mencapai 17 ruang dari total 312 ruang atau 5. Dari jumlah tersebut. yaitu 29. .22%. Puskesmas Pembantu 8 unit dan Puskesmas Keliling 10 .74% gizi lebih. Jumlah rumah sakit yang berada di Kota Tangerang Selatan ada 9 unit yang seluruhnya milik swasta karena Kota belum memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (Kabupaten Tangerang Dalam Angka Tahun 2007/2008). Penduduk dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi di kecamatan lain melebihi angka 29% namun di Setu hanya sebesar 15. kesehatan keluarga miskin. Selain keadaan gizi balita.Pendidikan Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2008 menunjukkan bahwa penduduk dengan tingkat pendidikan SLTA berjumlah paling besar yaitu 29.05%. kecuali Setu. 5 madrasah negeri.18% gizi kurang dan 1. Ruang kelas rusak SD negeri mencapai 213 ruang dari total ruang kelas SD negeri sebanyak 1.70% dalam keadaan gizi baik.45%.52%.Kesehatan Jumlah Balita yang ditimbang adalah sebanyak 82.Tahun 2007 Sosial .

52% dari total perkiraan permintaan masyarakat (PPM) sedangkan jumlah peserta KB aktif adalah sebesar 120. Luas lantai tempat tinggal kurang dari 8 m2 per kapita Jenis lantai berupa tanah. Sejahtera Tahap I. organisasi masyarakat. sedangkan tingkat kesejahteraan KS I adalah sebesar 39. Berdasarkan tingkat kesejahteraan. Selain itu juga terdapat Balai Pengobatan. jumlah keluarga dengan tingkat kesejahteraan Pra Sejahtera adalah sebesar 8.127 orang kader aktif. sedangkan paling sedikit di Ciputat Timur yaitu sebanyak 1. Selain itu juga terdapat 108 pos pembinaan terpadu (Posbindu) dengan 501 orang kader aktif. Tingkat kesejahteraan keluarga terbagi ke dalam 5 kategori yaitu Keluarga Pra Sejahtera.700 keluarga. bambu atau kayu murahan Dinding bangunan berupa bambu. Miskin dan Mendekati Miskin. rumbia. 3. Panti sosial yang terdapat di Kota Tangerang Selatan adalah panti asuhan anak sejumlah 14 panti dan tresna werdha sejumlah 5 panti dan bina grahita sejumlah 1 panti. .081 peserta atau 63.963 rumah tangga. Selain petugas KB. juga terdapat institusi masyarakat dalam kegiatan KB.592 Keluarga atau 80. Purnama dan Mandiri dengan 4. Praktek Dokter dan Rumah Bersalin. Jumlah peserta KB baru adalah sebesar 10. kayu kualitas rendah dan tembok tanpa plester Tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar atau berbagi dengan 4.unit. Empat belas (14) variabel kemiskinan rumah tangga penerima BLT adalah sebagai berikut: 1.104 RT. Tahap III dan Tahap III Plus.789 Keluarga atau 3. jumlah rumah tangga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Tangerang Selatan adalah sebanyak 19.685 rumah tangga. Rumah tangga penerima BLT ditentukan berdasarkan 14 variabel dan diklasifikasikan ke dalam 3 kategori yaitu Sangat Miskin. karang taruna dan panti sosial.319 Keluarga atau 16. Madya. . (Dinas kesehatan Kota Tangerang Selatan. Tahap III dan Tahap III Plus. 2. Jumlah total pos pelayanan terpadu (Posyandu) berjumlah 771 unit yang terdiri dari Posyandu Pratama.01% adalah Keluarga Sejahtera Tahap II. Jumlah penerima paling banyak di Pamulang yaitu sebanyak 5. Potensi dan sumber daya kesejahteraan sosial di antaranya adalah tenaga kesejahteraan masyarakat.37% dari total pasangan usia subur. Sejahtera Tahap II.Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga Petugas Keluarga Berencana (KB) berjumlah 48 orang yang terdiri dari 24 orang dokter dan 24 orang bidan. Berdasarkan validasi data Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2008. Sisanya. Dapat terjadi perbedaan angka antara masyarakat miskin dalam BLT dengan masyarakat miskin berdasarkan tingkat kesejahteraan BKKBN karena terdapat perbedaan kriteria dan kategori dalam penentuan kelompok masyarakat miskin. yaitu sebanyak 192.65% dari total 24.522 peserta atau 56.34%.

Frekuensi makan dalam sehari untuk setiap anggota rumah tangga adalah 1 kali atau 2 kali 11. 3. Kepala rumah tangga memiliki tingkat pendidikan tidak sekolah.600 ribu per bulan 13. nelayan. Sangat Miskin Miskin Hampir miskin : memenuhi 14 variabel kemiskinan : memenuhi 11-13 variabel kemiskinan : memenuhi 9-10 variabel kemiskinan Tidak layak menerima BLT : memenuhi ”8 variabel kemiskinan Indikator tingkat kesejahteraan keluarga BKKBN adalah sebagai berikut: (1) Keluarga Pra Sejahtera (Sering dikelompokkan sebagai ³Sangat Miskin´) Belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator yang meliputi: a. emas.5 Ha. buruh perkebunan. Pemilikan asset / harta bergerak / harta tidak bergerak. 9. 2. tidak mempunyai tabungan atau barang yang mudah dijual dengan nilai kurang dari Rp. mata air tidak terlindung. arang atau minyak tanah Konsumsi daging/ayam per minggu satu kali atau tidak mengkonsumsi Pembelian pakaian baru setiap anggota rumah tangga dalam setahun sebanyak satu stel atau tidak membeli 7. Indikator Ekonomi . Sumber penerangan rumah tangga bukan listrik Sumber air minum berupa sumur.rumah tangga lain 5. kapal/perahu motor atau barang modal lainnya. tidak tamat SD atau tamat SD 14. sungai atau air hujan Bahan bakar untuk masak berupa kayu bakar. Tidak mampu membayar untuk berobat ke Puskesmas/Poliklinik 12. ternak.500 ribu seperti sepeda motor. Lapangan pekerjaan utama kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan kurang dari 0. atau pekerjaan laing dengan pendapatan rumah tangga kurang dari Rp. 4. buruh tani. 6. 8. buruh angunan. 10. perhiasan. Kategori-kategori dalam penentuan penerima BLT adalah: 1.

radio. (2) Keluarga Sejahtera I (Sering dikelompokkan sebagai ³Miskin´) Adalah keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi: a.y y y Makan dua kali atau lebih sehari Memiliki pakaian yang berbeda untuk aktivitas (misalnya di rumah. meliputi: y o Memiliki tabungan keluarga . Indikator Non-Ekonomi y y y y y y Ibadah teratur Sehat tiga bulan terakhir Punya penghasilan tetap Usia 10-60 tahun dapat baca tulis huruf latin Usia 6-15 tahun bersekolah Anak lebih dari 2 orang. TV. Indikator Non-Ekonomi · Melaksanakan ibadah ·Bila anak sakit dibawa ke sarana kesehatan. dan majalah Menggunakan sarana transportasi (4) Keluarga Sejahtera III Sudah dapat memenuhi beberapa indikator. bekerja/sekolah dan bepergian) Bagian terluas lantai rumah bukan dari tanah b. ber-KB (3) Keluarga Sejahtera II Adalah keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi: y o o o o o o o Memiliki tabungan keluarga Makan bersama sambil berkomunikasi Mengikuti kegiatan masyarakat Rekreasi bersama (6 bulan sekali) Meningkatkan pengetahuan agama Memperoleh berita dari surat kabar. Indikator Ekonomi y y y Paling kurang sekali seminggu keluarga makan daging atau ikan atau telor Setahun terakhir seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru Luas lantai rumah paling kurang 8 m untuk tiap penghuni b.

gereja 42 buah. radio. (5) Keluarga Sejahtera III Plus Sudah dapat memenuhi beberapa indikator meliputi: y y Aktif memberikan sumbangan material secara teratur Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan. . sebagian besar penduduk memeluk agama Islam yaitu sebanyak 90.21%) dan Hindu (0. langgar/mushola 1. angka yang digunakan adalah angka persentase dan bukan angka absolut dengan asumsi bias tersebar ke dalam semua kelompok data.Pariwisata Fasilitas olah raga dan rekreasi yang terbanyak adalah berupa lapangan bulutangkis sebanyak 43 buah dan lapangan sepakbola sebanyak 41 buah. Kristen (3. Pondok pesantren berjumlah 24 buah dengan 66 orang kiai dan 295 orang ustadz serta 4.1. vihara/kuil 7 buah. Karena ada ketidakcocokan antara jumlah total penduduk yang ada dalam Kabupaten Tangerang Dalam Angka Tahun 2007/2008 yang digunakan sebagai acuan.07%). Penduduk selebihnya memeluk agama Protestan (4.268 buah.14%).405 orang santri.Agama Berdasarkan komposisi penduduk menurut agama yang dipeluk.98%. meliputi: y o o Aktif memberikan sumbangan material secara teratur Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan. Komposisi penduduk berdasarkan agama yang dipeluk diolah dari Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan. . dan majalah Menggunakan sarana transportasi Belum dapat memenuhi beberapa indikator. Selain itu juga terdapat 11 mal dan 125 rumah makan. Sarana peribadatan yang tersedia untuk para pemeluk agama adalah mesjid sebanyak 436 buah. Budha (1.o o o o o o Makan bersama sambil berkomunikasi Mengikuti kegiatan masyarakat Rekreasi bersama (6 bulan sekali) Meningkatkan pengetahuan agama Memperoleh berita dari surat kabar. TV.1 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan 2008 . Tabel 4.60%).

1.1.2 Jumlah Sekolah.Tabel 4.3 Angka Partisipasi Kasar (APK) Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan 2008 . Ruang Kelas Dan Ruang Kelas Rusak Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 4.

2 Data Terkait Kesehatan Ibu Pada 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 4.3 Data Terkait Kesehatan Keluarga Miskin 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 .1 Jumlah dan Presentase KEadaan Gizi Balita Yang Ditimbang Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Gambar 4 .2.1. Persentase keadaan gizi Balita yang ditimbang pada tahun 2007 Tabel 4.2.2.Piramida 4.

Tabel 4.5 Jumlah Prasarana Kesehatan Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 4.2.4 Jumlah Lansia Sasaran di Wilayah Pukesmas dan Panti Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 4.2.6 Jumlah Tenaga Kesehatan Pada 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 .2.

1 Jumlah Petugas Keluarga Berencana Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.2 Jumlah institusi dalam Kegiatan Keluarga Berencana Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 .2.3.3.7 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Di Wilayah 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 4.Tabel 4.

3 Jumlah Peserta KB Baru Berdasarkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.3.4 Jumlah Peserta KB Aktif Berdasarkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.3.5 Jumlah Panti Sosial Menurut Jenis dan Kecamtan .3.Tabel 4.

3.di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.6 Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.7 Jumlah Potensi dan Sumberdaya Kesejahteraan Sosial Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 .3.

3.8 Jumlah Keluarga Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.Tabel 4.10 Penerima Bantuan LAngsung Tunai (BLT) Menurut Desa Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 .9 Penerima Bantuan LAngsung Tunai (BLT) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 4.3.3.

.

1 Jumlah Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi Per Kecamatan di Kota Tangerang Selatan .2 Jumlah Fasilitas Peribadatan Menurut Jenis dan Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.5.Tabel 4. Kiai/Ustadz dan Santri Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tabel 4.4.4.4.1 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama Yang Dipeluk Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan 2008 Tabel 4.3 JumlahPondok Perantren.

81 Km dengan 70.Energi dan Telekomunikasi . Ciputat dan Ciputat Timur. Holtorf.5. Data ini berbeda dengan data Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan yang menyatakan bahwa total panjang jalan kota adalah 137. Titik rawan kemacetan dan titik lokasi stasiun KRL didapatkan dari Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008) sedangkan nama lokasi. Titik rawan kemacetan utamanya terdapat pada 12 titik yang umumnya terdapat pada sekitar persimpangan jalan atau pasar.28% dalam kondisi rusak. 5% rusak sedang dan 20% rusak berat. Jalan kota Tangerang Selatan berdasarkan Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan (2008) memiliki total panjang 115.2 Jumlah Rumat Makan dan Counter Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Infrastruktur dan Permukiman .37% dalam kondisi sedang dan 11.Transportasi Jalan merupakan salah satu infrastruktur terpenting sebagai salah satu faktor daya tarik investasi di suatu daerah.Tahun 2008 Tabel 4. .773 Km dan diperkirakan 5% rusak ringan. 18.36% dari panjang total tersebut dalam kondisi baik. desa dan kecamatan diperoleh berdasarkan informasi dari Jakarta Jabotabek Street Atlas and Index CD-ROM 2005/2006 karya Gunther W. Stasiun kereta rel listrik (KRL) berjumlah 5 buah dan tersebar di tiga kecamatan yaitu Serpong.

Situ Pamulang / Pondok Benda.Selain prasarana transportasi. terdapat 21 tempat pembuangan sementara (TPS) yang sebagian besarnya menurut Dinas Kebersihan dan Pertamanan adalah TPS liar. Di Kota Tangerang Selatan terdapat 9 situ. Situ-situ tersebut adalah Situ Pondok Jagung / Rawa Kutup.686 sambungan.4. dan Situ Ciledug / Kedaung.1 Kondisi Jalan Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 .1.381 sambungan.Lainnya Bencana banjir merupakan masalah yang harus dihadapi oleh penduduk yang bahkan di lokasi tertentu harus dihadapi secara rutin. Gardu listrik berjumlah 71 unit dengan 195. yang tersebar di 5 kecamatan. yaitu Situ Bungur. Situ Antak. Ada dua makam pahlawan yang terdapat di Pondok Aren dan Setu. Situ Bungur. di antaranya Kali Angke. Situ Gintung. Sambungan telepon paling banyak terdapat di Pamulang dengan 26.1. prasarana dan sarana terkait energi dan telekomunikasi juga sangat penting. yaitu di Serpong. Serpong Utara dan Pondok Aren.447 sambungan sedangkan paling sedikit terdapat di Setu dengan 5. Tower GSM/BTS berjumlah 83 unit sedangkan sambungan telepon berjumlah 108. dan Situ Legoso. Tabel 6. Kali Serua. ada 4 situ yang sudah tidak tertera pada peta. Situ Rompang. Situ Legoso.Utilitas Terkait dengan pengelolaan limbah baik limbah padat (sampah) maupun limbah cair. Kantor Telkom berjumlah 5 buah dan tersebar di 5 kecamatan. Situ Rompang. . Titik-titik lokasi rawan banjir tersebut dapat dilihat pada Tabel 6. Situ Parigi.352 sambungan listrik. Di Kota Tangerang Selatan terdapat tiga kantor PLN. Selain itu juga terdapat 5 unit water treatment plant (WTP) yang tersebar di Serpong. Di setiap kecamatan terdapat lebih dari 15.529 sambungan. Situ Gintung saat ini tidak berfungsi akibat jebolnya tanggul pada akhir Maret 2009. Namun. Lokasi rawan banjir terdapat di sepanjang beberapa sungai yang mengalir di Kota Tangerang Selatan. sedangkan tempat pemakaman umum (TPU) berjumlah 26 unit dengan jumlah terbanyak terdapat di Ciputat yaitu sebanyak 6 unit. Di Serpong Utara dan Pondok Aren masing-masing hanya terdapat 2 unit TPU. . Kali Pasanggrahan. Situ Antak. Kali Ciputat dan Kali Kedaung.000 sambungan listrik kecuali di Setu yang hanya berjumlah 9. Ciputat dan Pamulang.

1.1. Kantor PLN Menara Telekomunikasi/BTS dan Kantor Telkom/STO .Tabel 6.2.1 sebaran Gardu Listrik.3 Stasiun KEreta Rel Listrik di Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 6.2 Titik Rawan Kemancetan Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 6.

Di Kota Tangerang Selatan Tabel 6.4.1 Lokasi Rawan Banjir di Kota Tangerang Selatan .2 Makam Pahlawan Dan Temapat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Tabel 6.1 Sebaran TEmpat Pembuangan Sementara (TPS) dan Water Treatment Plant (WTP) di Kota Tangerang Selatan Tabel 6.3.3.

Berdasarkan tanda daftar perusahaan (TDP). Seluruhnya berfungsi kecuali Pasar Gedung Hijau. Pasar Ser pong. kain 293 unit dan makanan 164 unit. comanditer venotschaap / perseroan komanditer (CV). jumlah anggota mencapai 24. kompleks ruko dan minimart. dan bentuk usaha lain yang keseluruhannya berjumlah 5.795 pedagang kaki lima.1. koperasi yang terdaftar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang baru sejumlah 81 unit.Perdagangan dan Jasa Fasilitas perdagangan dan jasa yang tersedia berupa pasar. .966 kios. baik mode maupun tradisional. koperasi.Koperasi Koperasi seluruhnya berjumlah 330 unit yang terdiri dari koperasi karyawan (Kopkar). Namun. BPR. Yang paling banyak adalah adalah PT yaitu berjumlah 2. koperasi simpan pinjam (KSP). .Industri Ada lima jenis industri kerajinan yang terdapat di Kota Tangerang Selatan.146 unit. Secara total.1 Sebaran Industri Kecil. firma. 865 los dan 1. Tabel 7. koperasi serba usaha (KSU).Tabel 6. Secara keseluruhan. dan Pasar Gedung Hijau. KUD/koperasi.553 orang. perusahaan perorangan (PO). gerabah 1 unit. juga terdapat 7 unit pabrik yang di dalamnya terdapat 1 kawasan industri.721 m2 dengan 1. Pasar Ciputat Permai. rn bank.2 Situ di Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 Industri. yaitu Pasar Ciputat. Menengah / Besar di Kota Tangerang Selatan . yaitu kerajinan kayu berjumlah 165 unit.467 unit sedangkan yang paling sedikit adalah firma yang hanya berjumlah 2 unit. Pasar Bintaro Sektor 2. terdapat perseroan terbatas (PT). danKoperasiPegawai Republik Indonesia (KPRI). luas lahan yang ditempati oleh pasar-pasar tersebut adalah 25. Perdagangan dan Koperasi . anyaman 28 unit. Pasar Jombang. Selain itu industri kerajian tersebut. Pasar tradisional yang terdapat di tanah milik pemerintah daerah adalah sebanyak 6 unit.4.

2.Tabel 7.1 Koperasi Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 .2.3 Perusahaan Perdagangan Berdasarkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 7.2 Pasar Tradisional di Tanah Milik Pemerintah di Kota Tangerang Selatan Tahun 2009 Tabel 7.3.2.1 Sebaran Fasilitas Perdagangan dan Jasa di Kota Tangerang Selatan Tabel 7.