Anda di halaman 1dari 38

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam beberapa kurun waktu terakhir, masalah kesehatan mendapat sorotan yang serius dari berbagai elemen masyarakat. Seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, antusias masyarakat terhadap kesehatan juga meningkat, masyarakat sudah membuka mata bahwa kesehatan merupakan kebutuhan pokok yang dapat menentukan mutu hidup mereka nantinya. Sudah merupakan suatu kewajiban bagi penyelenggara kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan selalu bertindak profesional dalam memberikan pelayanan sehingga masyarakat puas dengan pelayanan kesehatan. Dalam rangka menghasilkan tenaga yang profesional, maka diperlukan adanya sumber daya kesehetan yang siap terjun ke lapangan, megelola masalah kesehatan di suatu daerah dan memberikan kontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Untuk mewujudkan semua itu, Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang, khususnya jurusan Kebidanan melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kebidanan Komunitas dengan pusat kegiatan di Jorong oto Tinggi dari tanggal 1 s/d 31 Maret 2011. Kegiatan PKL Kebidanan Komunitas ini merupakan suatu penerapan ilmu dan teknologi oleh mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang Tahun Ajaran 2010/2011 yang menyeluruh sepanjang daur kehidupan wanita, dalam rangka pemecahan masalah kesehatan dan peningkatan status kesehatan masyarakat. Dalam prosesnya mahasiswa diharapkan mampu mengenal masalah, menemukan prioritas masalah dan merumuskan alternatif dalam pemecahan masalah. Setelah itu menyusun rencana pemecahan masalah sesuai dengan keahlian yang dimiliki dengan memperhatikan sumber daya yang ada di masyarakat. Kegiatan PKL Kebidanan Komunitas ini, diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang secara maksimal sehingga outputnya dapat berperan di berbagai sektor kesehatan masyarakat dan mampu bersaing dalam menghadapi era globalisasi. Peningkatan pelaksanaan program kesehatan masyarakat
1

menuntut

peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengenalan masalah dan

penyebab terjadinya masalah serta alternatif cara pemecahan masalah, yaitu Perencanaan, Pengolahan Teknis, dan Administrasi serta Penilaian Program di Tingkat Jorong. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Setelah selesai mengikuti PKL Kebidanan Komunitas di lapangan mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan bermutu dan komprehensif kepada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat. 1.2.2 Tujuan Khusus Setelah selesai mengikuti pratikum asuhan kebidanan komunitas di lapangan mahasiswa dapat: 1. Mampu mengumpulkan data secara lengkap dan sesuai kebutuhan

2. Mampu melakukan tabulasi data dan memprioritaskan masalah 3. Mampu mengadakan Musyawarah Mayarakat Jorong (MMJ) yang menghasilkan rencana intervensi pemecahan masalah (POA) 4. Mampu menggerakkan upaya KIA di wilayah praktek 5. Mampu membangun jaringan pada pelayanan kebidanan komunitas 6. Mampu melaksanakan kunjungan rumah pada kasus kebidanan dan neonatal 7. Mampu melaksanakan ANC di komunitas 8. Mampu melaksanakan upaya promotif dan prventif pada wanita selama daur kehidupan (remaja, pra-nikah, PUS dan menopause)

1.3 Manfaat 1.3.1 Bagi Mahasiswa 1) Dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan secara nyata di wilayah PKL. 2) Mahasiswa mendapat pengalaman dalam menyelenggarakan PKL serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam menangani masalah kesehatan yang ada di masyarakat yang berhubungan dengan KIA / KB 3) Dapat
2

4) bekerjasama dengan institusi terkait dalam rangka mengurangi masalah kesehatan di tingkat Jorong 1.3.2 Bagi Pemerintahan Dengan adanya PKL Kebidanan Komunitas diharapkan hasil temuan yang ada di lokasi PKL Kebidanan Komunitas dijadikan masukan bagi pemerintah untuk merencanakan program kesehatan dimasa yang akan datang. 1.3.3 Bagi Masyarakat Dapat menambah pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan dan termotivasi untuk bertindak sesuai perilaku hidup sehat. 1.3.4 Bagi Institusi Pendidikan Sebagai bahan masukan untuk pelaksanaan PKL Kebidanan Komunitas di masyarakat yang akan datang.

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI WILAYAH

2.1

Gambaran Geografi Keadaan geografi Jorong Koto Tinggi mempunyai batas sebagai berikut : Sebelah utara : Jorong Baso

Sebelah selatan : Jorong Kubang Pipik Sebelah timur Sebelah barat : Jorong Batu Taba : Jorong Sungai Sariak

2.2

Gambaran Demografi Jorong Koto Tinggi mempunyai penduduk sebanyak 869 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 254 KK. Dan terdiri dari 106 KK PUS, terdiri dari 218 jiwa lakilaki dan 243 jiwa perempuan.

Jenis mata pencaharian penduduk : 1) Petani 2) Pekerja buruh kasar 3) Pengrajin 4) Pedagang 5) Pegawai negri 6) Swasta 7) Tenaga usaha jasa 8) Dan lain-lain : 45 :8 :4 : 20 : 16 : 54 : 16 :4

2.3

Gambaran , Fasilitas Sarana dan Prasarana Umum Jorong Koto Tinggi mempunyai : 1) Sarana pendidikan 2) Sarana ibadah 3) Sarana kesehatan : TK 1 buah : Mesjid/mushala 2 buah : Posyandu 2 buah

BAB III HASIL PENGUMPULAN DATA 3.1 Hasil Analiasis Masalah


I.

KEPENDUDUKAN Tabel 3.1 Distribusi Frekuensi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kelompok Umur 0 11 bulan 1 4 tahun 5 14 tahun 15 49 tahun 50 59 tahun Lebih dari 60 tahun Jumlah

Laki-laki Jml 7 19 46 122 18 6 218 % 1,5 4,1 10 26,4 3,9 1,3 47,2

Perempuan Jml 8 22 59 136 7 12 243 % 1,7 4,8 12,8 29,4 1,5 2,6 52,8

Jumlah 15 40 105 258 25 18 462

% 3,2 8,9 22,8 55,8 5,4 3,9 100

KET

Beradasarkan tabel 3.1 di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (55,8%) penduduk berumur 15-49 tahun. II. PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN Tabel 3.2 Distribusi Frekuensi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Diatas Usia 4 Tahun di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011
N o 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat Pendidikan Belum tamat SD Tamat SD / sederajat Tamat SMP / sederajat Tamat SMU / sederajat Perguruan Tinggi Jumlah Laki-laki Jml 48 40 33 49 7 177 % 12,1 10,1 8,3 12,3 1,8 44,6 Perempuan Jml 58 73 36 37 16 220 % 14,6 18,4 9,1 9,3 4,0 55,4 Jumlah 106 113 69 86 23 397 % 26,7 28,5 17,4 21,6 5,8 100 KET

Beradasarkan tabel 3.2 di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan penduduk terbanyak adalah tamat SD atau sederajat yaitu 113 orang (28,5%)
5

Tabel 3.3 Distribusi Penduduk Menurut Mata Pencaharian (15 tahun keatas) di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12 Jenis Pekerjaan Petani Nelayan Peternak Berburu Pekerja Buruh Kasar Pengrajin Pedagang Pegawai Negeri Swasta Pensiunan Tenaga Usaha Jasa Dan Lain-lain Jumlah Jumlah 45 0 0 0 8 4 20 16 54 0 16 4 167 % 26,9 0 0 0 4,8 2,4 12 9,6 32,3 0 9,6 2,4 100 KET

Beradasarkan tabel 3.3 di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan penduduk terbanyak adalah swasta yaitu 54 orang (32,3%) Data Penduduk Sasaran Program Kesehatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Jumlah Ibu Hamil Jumlah Ibu Nifas Jumlah Ibu Meneteki Jumlah Bayi Jumlah Balita Jumlah P U S Jumlah W U S Jumlah Akseptor Aktif Jumlah Anak SD Kelas I : : : : : : : : : : 4 3 12 15 41 106 51 47 13 10 orang orang orang orang orang orang orang orang orang -DT orang - TT orang

10. Jumlah Anak Wanita Kelas VI

11. Jumlah Manula ( Pria / Wanita 49 Tahun Keatas ): 42

Beradasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa sasaran Program Kesehatan tertinggi adalah PUS yaitu 106 orang

III.

STATUS KESEHATAN KELUARGA Tabel 3.4

Distribusi Frekuensi Jenis Penyakit Yang Diderita Keluarga Pada Saat Survey dan Dalam 1 Tahun Terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari koto Tinggi Tahun 2011 Pada Saat Survey Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 16 Rematik Asma ISPA Hepatitis Campak Anemia Stroke Penyakit Kulit Demam Hipertensi Diare Magh Radang Paru Sakit Gigi Asam Urat 5 0 11 0 0 1 1 1 4 0 2 3 0 0 1 % 1,1 0 2,4 0 0 0,2 0,2 0,2 0,9 0 0,4 0,6 0 0 0,2 Dalam 1 Tahun Terakhir Jumlah 3 5 44 1 1 2 0 0 10 1 4 5 1 1 1 % 0,6 1,1 9,5 0,2 0,2 0,4 0 0 2,2 0,2 0,9 1,1 0,2 0,2 0,2

No

Jenis Penyakit

*) Jenis Penyakit Disesuaikan Dengan Keadaan Yang Ditemui Beradasarkan tabel 3.4 di atas dapat disimpulkan bahwa penyakit terbayak adalah ISPA yaitu 11,9%

IV. KEMATIAN Tabel 3.5 Distribusi Frekuensi Kematian Dalam 1 Tahun Terakhir Menurut Golongan Umur di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok Umur 0 11 bulan 1 4 tahun 5 14 tahun 15 49 tahun 50 59 tahun Lebih dari 60 tahun Jumlah Populasi 15 41 105 258 25 18 462 Jumlah Yang Meninggal 0 0 0 0 0 1 1 % 0 0 0 0 0 0,2 0,2

Beradasarkan tabel 3.5 di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat satu orang (0,2%) yang meninggal pada kelompok umur >60 tahun

Tabel 3.6 Distribusi Frekuensi Penyebab Kematian Dalam 1 Tahun Terakhir Menurut Golongan Umur di Jorong Koto Tinggi Nagari koto Tinggi Tahun 2011
N o 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok Umur 0 11 bulan 1 4 tahun 5 14 tahun 15 49 tahun 50 59 tahun > 60 tahun Jumlah 1 1 0,2 0,2 Diare % Kejang % Campak % Kecelakaan % P.Kronis % dll %

Beradasarkan tabel 3.6 di atas dapat disimpulkan penyebab kematian satu tahun terakir adalah penyakit kronis. Tabel 3.7 Distribusi Frekuensi Kelahiran dan Kematian Dalam 1 Tahun Terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 Jumlah Kelahiran Hidup 15 Orang Jumlah Kelahiran Mati -

Beradasarkan tabel 3.7 di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah kelahiran hidup dalam satu tahun terakir adalah 15 orang.

V.

DATA KESEHATAN KELUARGA A. IBU HAMIL Tabel 3.8 Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Yang Memeriksakan Diri Sesuai Dengan Umur Kehamilan di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 Jumlah Pemeriksaan No Kelompok umur Lengkap 3 Tidak Lengkap Keterangan

1 2 3

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Jumlah

1 4

Beradasarkan tabel 3.8 di atas dapat disimpulkan bahwa semua ibu hamil (4 orang) melakukan pemeriksaan lengkap

Keterangan Triwulan I : 1 kali Sesuai dengan Standart 7 T

Triwulan II : 1 kali Triwulan III : 2 kali

Tabel 3.9 Distribusi Frekuensi Jumlah Tempat Pemeriksaan Kehamilan di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 Tempat RS / Puskesmas / Pustu Dokter / Bidan praktek / RB Polindes Posyandu Dukun terlatih Dukun tak terlatih Jumlah Jumlah 2 2 0 0 0 0 3 % 50 50 0 0 0 0 100 Keterangan

Beradasarkan tabel 3.9 di atas dapat disimpulkan bahwa 100% tempat pemerikasaan kehamilan adalah ke tenaga kesehatan.

Tabel 3.10 Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Yang Mempunyai Buku JICA & KMS Yang Telah Mendapat Imunisasi TT di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 Populas i 3 1 4 Buku JICA / KMS 1 1 2 25 25 50
10

No

Ibu Hamil

TT.1

TT.2

FE

1. 2. 3.

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Jumlah

1 1

50 5

3 1 4

50 50 100

1 1

25 25

Beradasarkan tabel 3.10 di atas dapat disimpulkan bahwa sebahagian ibu hamil (50%) tidak memiliki buku JICA.

B. IBU BERSALIN

Tabel 3.11 Distribusi Frekuensi Bersalin Menurut Penolong Persalinan 1 Tahun Terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dokter Bidan Perawat Dukun Terlatih Dukun Tak Terlatih Dan Lain-Lain Jumlah Penolong Jumlah 2 13 0 0 0 0 15 % 13,3 86,7 0 0 0 0 100 Keterangan

Beradasarkan tabel 3.11 di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya penolong persalinan adalah bidan (86,7%).

C. IBU NIFAS DAN NEONATUS

Tabel 3.12 Distribusi Frekuensi Kontak Tenaga Kesehatan Terhadap Ibu Nifas Sesuai Dengan Periode Masa Nifas di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1. 2. 3. Periode 2 6 jam 2 6 Hari 2 6 Minggu Jumlah
11

Populasi 0 0 3 3

Jumlah 0 0 3 3

% 0 0 100 100

Beradasarkan tabel 3.12 di atas dapat disimpulkan bahwa semua ibu nifas telah melakukan kontak dengan tenaga kesehatan

Tabel 3.13 Distribusi Frekuensi Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas Sesuai Dengan Periode Masa Nifas di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1. 2. 3. Periode 2 6 jam 2 6 Hari 2 6 Minggu Jumlah Populasi 0 0 3 3 Jumlah 0 0 3 3 % 0 0 100 100

Beradasarkan tabel 3.13 di atas dapat disimpulkan bahwa semua ibu nifas telah mendapatkan Vitamin A.

Tabel 3.14 Distribusi Frekuensi Jumlah Ibu Yang Memberikan ASI Ekslusif di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 Jenis ASI Ekslusif Tidak Ekslusif Jumlah Populasi 26 20 46 Jumlah 26 20 46 % 56,5 43,5 100 Keterangan

Beradasarkan tabel 3.14 di atas dapat disimpulkan bahwa Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 orang (43,5%)

12

Tabel 3.15 Distribusi Frekuensi Kontak Tenaga Kesehatan Terhadap Neonatus Sesuai Dengan Periode Neonatus di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 Periode 1 7 Hari 8 28 Hari Jumlah Populasi 0 1 1 Jumlah 0 1 1 % 0 100 100

Beradasarkan tabel 3.15 di atas dapat disimpulkan bahwa 100% neonatus telah kontak dengan Nakes. D. KELUARGA BERENCANA Tabel 3.16 Distribusi Frekuensi Akseptor Menurut Golongan, Umur, PUS, dan Jenis Kontrasepsi Yang Digunakan di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011
Akseptor No Golongan Populasi Jml % Pil Jenis Akseptor Kontrasepsi IUD Suntik Kondom Implan Dll

1 2 3

15-20 th 21-35 th 36-49 th Jumlah

1 58 47 106

0 35 20 55

0 33 18,9 51,9

0 5 2 7

0 2 4 6

0 28 13 41

0 0 1 1

0 0 0 0

0 0 0 0

Beradasarkan tabel 3.16 di atas dapat disimpulkan bahwa akseptor terbanyak berada pada rentang umur 21-35 tahun yaitu 35 orang (33%)

Tabel 3.17 Distribusi Frekuensi Alasan PUS Tidak Akseptor di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 Alasan Ingin Tambah Anak Tidak Izin Suami Dan lain-lain Jumlah
13

Jumlah 11 0 40 51

% 21,6 0 78,4 100

Beradasarkan tabel 3.17 di atas dapat disimpulkan bahwa alasan PUS tidak akseptor terbanyak adalah DLL (Tidak ingin, takut efek samping dan tidak cocok) yaitu 78,4%

E. BAYI Tabel 3.18 Distribusi Frekuensi Berat Badan bayi Baru Lahir 1 Tahun Terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No Berat Badan 1 < 2.500 gr 2 2.500 4.000 gr 3 > 4.000 gr Jumlah Populasi 0 14 1 15 Jumlah 0 14 1 15 % 0 93,3 6,7 100

Beradasarkan tabel 3.18 di atas dapat disimpulkan bahwa 93,3% berat badan BBL berada pada rentang 2500 4000 gr.

Tabel 3.19 Distribusi Frekuensi Keadaan Bayi Baru Lahir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 Keadaan BBL Menangis Tidak menangis Jumlah Populasi 14 1 15 Jumlah 14 1 15 % 93,3 6,7 100

Beradasarkan tabel 3.19 di atas dapat disimpulkan bahwa tedapat 6,7% bayi lahir tidak menangis.

14

Tabel 3.20 Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi Yang Mendapat Imunisasi BCG Dan Campak di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 Imunisasi Golongan Umur 0 3 bulan 4 6 bulan 7 11 bulan Jumlah Populasi 5 5 5 15 BCG Sudah 5 5 5 15 % 100 100 100 100 Campak Populasi Sudah 5 5 5 15 0 0 2 2 % 0 0 40 40

Beradasarkan tabel 3.20 di atas dapat disimpulkan bahwa 100% Bayi telah mendapat imunisasi BCG dan 40% bayi usia 7-11 bulan belum diberi imunisasi campak, karena umur bayi yang belum cukup.

Tabel 3.21 Distribusi Frekuensi Jumlah Bayi Yang Mendapat Imunisasi DPT di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 Imunisasi Golongan Umur 0 3 bulan 4 6 bulan 7 11 bulan Jumlah Populasi 5 5 5 15 DPT I 3 5 4 11 % 60 100 80 73,3 II 2 4 4 10 % 40 80 80 66,7 III 0 4 4 8 % 0 80 80 53,3

Beradasarkan tabel 3.21 di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bayi telah mendapatkan imunisasi DPT (73,3%).

15

Tabel 3.22 Ditribusi Frekuensi Jumlah Bayi Yang Mendapat Imunisasi Polio di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 Imunisasi Golongan 0 3 bulan 4 6 bulan 7- 11 bulan Jumlah Populasi 5 5 5 15 I 5 5 4 14 % 100 100 80 93,3 II 3 5 4 12 POLIO % III 60 100 80 80 2 4 4 10 % 40 80 80 66,7 IV 0 4 4 8 % 0 80 80 53,3

Beradasarkan tabel 3.22 di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bayi telah mendapat imunisasi polio (93,3%)

Tabel 3.23 Jumlah Bayi Yang Mendapat Imunisasi Hepatitis B di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 Imunisasi Golongan Umur 0 3 bulan 4 6 bulan 7 11 bulan Jumlah Populasi 5 5 5 15 I 3 5 4 12 % 60 100 80 80 Hepatitis B II % 2 40 4 80 4 80 10 66,7 III 0 4 4 8 % 0 80 80 53,3

Beradasarkan tabel 3.23 di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bayi telah mendapat imunisasi Hepatitis B (80%) F. BALITA Tabel 3.24 Distribusi Frekuensi Jumlah Balita Ditimbang 1 Bulan terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 Golongan Umur 0 11 Bulan 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun Jumlah
16

Populasi 15 10 12 9 10 56

Ditimbang 15 9 10 6 7 47

Keterangan

Berdasarkan Tabel 3.24

dapat disimpulkan bahwa dari 56 Bayi Balita,

terdapat 9 orang (19%) yang tidak ditimbang.

Tabel 3.25 Distribusi Frekuensi Status Gizi Balita 1 Bulan Terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 Status Gizi No Golongan Umur Polpulasi Baik Jumlah 1 2 3 4 5 0 11 Bulan 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun Jumlah 15 10 12 9 10 56 14 9 10 8 10 51 % 93,3 90 83,3 88,9 100 91 Sedang Jumlah 1 1 2 1 0 5 % 6,7 10 12,7 11,1 0 9 Jelek Jumlah 0 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 0

Berdasarkan Tabel 3.25 dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 orang (12,7%) balita usia 2 tahun dengan status gizi sedang

Tabel 3.26 Distribusi Frekuensi Jumlah Balita Yang Menderita Diare 1 Bulan Terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 Golongan Umur 0 11 Bulan 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun Jumlah Populasi 15 10 12 9 10 56 Diare 2 1 2 0 0 5 % 3,6 1,7 3,6 0 0 8,9

17

Berdasarkan Tabel 3.26 dapat disimpulkan bahwa dari 15 orang bayi terdapat 2 orang (3,6%) yang menderita diare

Tabel 3.27 Distribusi Frekuensi Tempat Berobat Balita Yang Menderita Diare 1 Bulan Terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 Tempat berobat RS/Puskesmas Pustu/Polindes Posyandu Mandiri Tidak Berobat Jumlah Jumlah 1 2 2 0 0 5 % 20 40 40 0 0 100

Berdasarkan Tabel 3.27 dapat disimpulkan bahwa dari 5 orang balita yang diare, 40% berobat di pustu.

Tabel 3.28 Distribusi Frekuensi Tindakan Yang Dilakukan Pada Anak Balita Yang Menderita Diare 1 Bulan Terakhir di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 Tindakan Infus Oralit LGG Cairan lain Obat Modern Obat Tradisional Dibiarkan saja Jumlah Jumlah 0 5 0 0 0 0 0 5 % 0 100 0 0 0 0 0 100

Berdasarkan Tabel 3.28 dapat disimpulkan bahwa semua anak balita yang diare diobati dengan oralit.

18

G. ANAK USIA PRA SEKOLAH DAN USIA SEKOLAH

Tabel 3.29 Distribusi Frekuensi Jumlah Anak Usia 5 14 Tahun Yang Ditimbang di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 Golongan Umur 5 8 Tahun 9 11 Tahun 12 14 Tahun Jumlah Populasi 49 33 23 105 Ditimbang Jumlah % 42 40 32 30,4 21 20 95 90,4 Keterangan DT 35 30 19 84 TT 15 19 34

Berdasarkan Tabel 3.29 dapat disimpulkan bahwa 40% anak usia 5-8 tahun telah ditimbang.

VI.

KESEHATAN REMAJA

Tabel 3.30 Distribusi Frekuensi Jumlah Anak Remaja yang Mendapatkan Pendidikan Tentang Kesehatan Reproduksi di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No Pendidikan kesehatan 1 Ya 2 Tidak Jumlah Jumlah 22 9 31 % 71 29 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.30 dapat disimpulkan bahwa dari 31 remaja 9 orang (29%) tidak mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi.

19

VII.

KESEHATAN KLIMAKTERIUM / MENOPAUSE Tabel 3. 31 Distribusi Frekuensi Kesehatan Reproduksi Ibu Klimakterium & Menopouse di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011

No 1 2 3 4 5

Golongan Umur 40 44 Tahun 45 49 Tahun 50 54 Tahun 55 59 Tahun 60 64 Tahun Jumlah Ya 6 12 0 0 1 19

Haid Tidak 0 3 2 2 5 12

% 0 9,7 6,4 6,4 16,1 38,7

Masih Haid Teratur Tidak % 5 1 5,2 7 5 26,3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 6 31,5

Ket -

Berdasarkan Tabel 3.31

dapat disimpulkan bahwa dari 31 orang wanita

klimakterium dan menopouse terdapat 12 orang (38,7%) yang tidak haid.

VIII. KESEHATAN LINGKUNGAN KELUARGA Tabel 3.32 Distribusi Frekuensi keluarga Menurut Jenis Rumah di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No Jenis Rumah 1 Permanen 2 Semi permanen 3 Tidak Pemanen Jumlah Jumlah 78 18 10 106 % 73,6 17 9,4 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.32 dapat disimpulkan bahwa dari 106 rumah KK, 78 rumah (73,6%) permanen. Tabel 3.33 Distribusi Frekuensi i keluarga Menurut Sumber Penerangan di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No Sumber Penerangan 1 Listrik 2 Disel 3 Lampu Tempel Jumlah Jumlah 105 0 1 106 % 99,1 0 0,9 100 Keterangan -

20

Berdasarkan Tabel 3.33 dapat disimpulkan bahwa 99,1% (105KK) sumber peneragan adalah listrik.

Tabel 3. 34 Distribusi Frekuensi Keluarga Menurut Sumber Air Minum di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 Sumber Air Minum PAM Sumur Gali Pakai Cincin SPT dangkal/Dalam Mata Air Terlindung Sumur Gali Tidak Pakai Cincin Sungai Jumlah Jumlah 6 37 0 23 40 0 106 % 5,6 35 0 21,7 37,7 0 100 Keterangan -

Tabel di atas menggambarkan 37,7% sumber air minum keluarga adalah sumur gali tidak pakai cincin.

Tabel 3.35 Distribusi Frekuensi Keluarga Menurut Cara Pembuangan Sampah di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 Cara Pembuangan Lobang Sampah Dibakar Ditimbun Sembarangan TPS Jumlah Jumlah 7 87 5 3 4 106 % 6,6 82,1 4,7 2,8 3,8 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.35 dapat disimpulkan bahwa 82,1% cara pembuangan sampah keluarga adalah dibakar.

21

Tabel 3.36 Distribusi Frekuensi Keluarga Menurut Pembuangan Tinja di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No Jenis 1 Kakus 2 Kolam 3 Sembarangan Jumlah Jumlah 99 6 1 106 % 93,4 5,7 0,9 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.36 dapat disimpulkan bahwa pembuangan tinja terbanyak adalah kakus, yaitu 93,4%

Tabel 3.37 Distribusi Frekuensi Keluarga Menurut Cara Pembuangan Limbah di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 Cara Pembuangan Dialirkan Dibuang Ke Sungai Septik Tank Ditampung Jumlah Jumlah 70 0 36 0 106 % 66 0 34 0 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.37 dapat disimpulkan bahwa pembuangan limbah terbanyak adalah dialirkan ke got , yaitu sebanyak 66%.

Tabel 3.38 Distribusi Frekuensi Keluarga Menurut Jarak Kandang Ternak di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 Jarak Kandang Ternak 0 10 Meter Lebih dari 10 Meter Jumlah Jumlah 54 52 106 % 51 49 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.38 dapat disimpulkan baahwa dari106 KK, terdapat 54 KK (51%) yang memiliki rumah dengan jarak kandang ternak 0 10 meter.

22

IX. PERAN SERTA MASYARAKAT Tabel 3.39 Distribusi Frekuensi Keluarga Menurut Sumber Informasi Kesehatan di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 Sumber Informasi Tahu Sendiri Petugas Kesehatan Media Masa Dan Lain lain Jumlah Jumlah 18 75 66 0 159 % 11,3 47,2 41,5 0 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.39 dapat disimpulkan bahwa terdapat 47,2% sumber informasi diperoleh dari tenaga kesehatan.

Tabel 3.40 Distribusi Frekuensi Keluarga Menurut Kepemilikan kendaraan Yang Bisa Dimanfaatkan di Jorong K oto Tinggi Nagari Koto TinggiTahun 2011 No 1 2 3 4 Jenis Kendaraan Sepeda Motor Mobil Dan Lain lain Jumlah Jumlah 8 72 16 0 96 % 8,3 75 16,7 0 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.40 dapat disimpulkan bahwa 75% keluarga memiliki motor sebagai kendaraan yang bisa dimanfaatkan.

Tabel 3.41 Distribusi Frekuensi Keluarga Menurut Jaminan Sosial Kesehatan di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 Jenis Jaminan Sosial Askes Jamsostek Askeskin Dan Lain lain Jumlah Jumlah 9 8 9 4 30 % 30 26,7 30 13,3 100 Keterangan -

23

Berdasarkan Tabel 3.41 dapat disimpulkan bahwa Jaminan sosial keluarga terbanyak adalah jamsostek, yaitu 26,7%.

Tabel 3.42 Distribusi Frekuensi Kegiatan Masyarakat Dalam Jaringan Sosial di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Jaringan Sosial Dana sehat Ambulan desa Tabulin Kumpulan Donor Darah Dasa Wisma Posyandu Dan Lain lain Jumlah Jumlah 5 1 2 1 3 15 8 35 % 14,3 2,9 5,7 2,9 8,6 42,8 22,8 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.42 dapat disimpulkan abhwa kegiatan sosial yang paling banyak diikut masyarakat adalah posyandu, yaitu 42,8%

X.

PERILAKU

TRADISI

MASYARAKAT

YANG

MERUGIKAN

KESEHATAN Tabel 3.43 Distribusi Frekuensi Prilaku/Tradisi Masyarakat Yang Merugikan Kesehatan di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 Prilaku/Tradisi Merokok Jumlah 90 % 19,5 Keterangan

Jumlah

90

19,5

Berdasarkan Tabel 3.43 dapat disimpulkan bahwa 90 orang (19,5%) masyarakat merokok.

24

XI. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KELUARGA Tabel 3.44 Distribusi Frekuensi Pengambil Keputusan Dalam Keluarga di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 Pengambil Keputusan Suami Orang Tua Ibu sendiri Dan Lain lain Jumlah Jumlah 91 3 5 7 106 % 85,9 2,8 4,7 6,6 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.44 dapat disimpulkan bahwa dari 106 KK, terdapat 91 KK (85,9%) yang pengambilan keputusannya tergantung pada suami.

XII. PENANGGULANGAN KEGAWATDARURATAN

Tabel 3.45 Distribusi Frekuensi Tindakan Yang Dilakukan Dalam Penanggulangan Kegawat daruratan di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 Tindakan Ditanggulangi Sendiri Memberitahu Masyarakat Dibawa Ke Petugas Kesehatan Dan Lain lain Jumlah Jumlah 9 0 97 0 106 % 8,5 0 91,5 0 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.45 dapat disimpulkan bahwa tindakan terbanyak yang dilakukan dalam penaggulangan kegawat daruratan adalah dibawa ke petugas kesehatan, yaitu 91,5%.

25

XIII. SARANA YANG ADA DI MASYARAKAT Tabel 3.46 Distribusi Frekuensi Jumlah Fasilitas Yang Ada Di Masyarakat di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 Fasilitas Puskesmas Dokter/Bidan Praktek Polindes Posyandu Dukun Terlatih Dukun Tak Terlatih Jumlah Jumlah 0 0 0 2 0 0 2 % 0 0 0 100 0 0 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.46 dapat disimpulkan bahwa fasilitas kesehatan fasilitas kesehatan yang terdapat di jorong koto tinggi adalah posyandu.

Tabel 3.47 Jumlah Sarana Yang Ada Di Masyarakat di Jorong Koto Tinggi Nagari Koto Tinggi Tahun 2011 No Jenis Sarana 1 SARANA PENDIDIKAN y TK y SD y SLTP y SLTA y Akademi/PT y Pesantren 2 Sarana Ibadah y Mesjid/Mushalla y Gereja y Pura y Wihara 3 Sarana Olahraga y Lapangan Bola y Lapangan Volly y Lapangan badminton y Lapangan Takraw y Dan Lain -lain Jumlah
26

Jumlah

Keterangan

33,3

66,7

100

Berdasarkan Tabel 3.47 dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 posyandu dan 1 mesjid serta 1 mushola di jorong koto tinggi.

Tabel 3.48 Jumlah Sumber Daya Kesehatan Di Masyarakat Balita yang diare 1 bulan terakir No 1 2 3 4 5 6 Jenis SDM Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Perawat Dan Lain lain Jumlah Jumlah 0 0 0 1 0 0 1 % 0 0 0 100 0 0 100 Keterangan -

Berdasarkan Tabel 3.48 dapat disimpulkan bahwa terdapat 1 bidan di Jorong Koto Tinggi

3.2 Daftar Masalah Dari hasil pengolahan data didapatkan masalah-masalah kesehatan yaitu : 1) PUS yang tidak akseptor Dari 106 PUS, yang tidak akseptor 55 orang (48,1 %) 2) Ibu hamil yang tidak punya buku jica Dari 4 orang Ibu hamil, yang tidak punya buku jica 2 orang (50 %) 3) Balita diare 1 bulan terakhir Dari 56 orang, yang diare 1 bulan terakhir 5 orang (8,9 %) 4) Ibu yang tidak memberikan ASI Ekslusif Dari 46 populasi, yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak20 orang (43,5 %) 5) BBL yang tidak menangis Dari 15 bayi, yang tidak menangis 1 bayi (6,7 %) 6) Anak usia 5-14 tahun tidak ditimbang Dari 105 orang, yang tidak ditimbang 10 orang (9,5%) 7) Balita yang tidak ditimbang 1 bulan terakir
27

Dari 56 orang, yang tidak ditimbang orang 9 orang (16%) 8) Jarak kandang ternak 0-10 meter Dari 106 KK, yang jarak kandang ternak 0-10 meter 54 KK (50,9 %) 9) Pembuangan limbah dialirkan Dari 106 KK, yang pembuangan limbahnya dialirkan ke got sebanyak 70 KK (66%) 10) Remaja tidak mempunyai pendidikan tentang kespro Dari 31 remaja, yang tidak mendapatkan pendidikan kespro sebanyak 9 (29 %)

3.3 Langkah-Langkah Pemecahan Masalah 3.3.1 Prioritas Masalah Setelah dilakukan pembobotan pada semua rumusan masalah maka didapatkan prioritas masalah sebagai berikut : 1. PUS tidak akseptor ((49,1 %) 2. Ibu yang tidak memberikan ASI ekslusif (43,5%) 3. Balita tidak ditimbang 1 bulan terakir (16%) 4. Remaja Yang Tidak mendapatkan Pendidikan Kespro (29%)

3.3.2 Analisa Penyebab Masalah 1. PUS Tidak Akseptor Penyebab : Ingin tambah anak Tidak izin suami Tidak cocok / takut efek samping 2. Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif Penyebab : Pendidikan Ibu Balita Rendah (85,2%) Ibu yang bekerja (27,8) 3. Balita tidak ditimbang 1 bulan terakir Penyebab : Tidak memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan (50%) 4. Remaja Yang Tidak mendapatkan Pendidikan Kespro (29%) Penyebab : Informasi Kesehatan Remaja Yang Kurang (46,7%)

28

3.3.3 Alternatif Pemecahan Masalah No 1 2 3 Masalah PUS yang tidak akseptor Ibu yang tidak Memberikan ASI Eksklusif Balita tidak ditimbang 1 bulan terakir Remaja yang tidak mendapatkan pendidikan kespro Alternatif Pemecahan Penyuluhan Pemasangan KB Gratis Penyuluhan Penyuluhan Posyandu ekstra Penyuluhan Posyandu Remaja

3.4 Kegiatan Tindakan Terpilh No 1 2 3 Masalah PUS yang tidak akseptor Ibu yang tidak Memberikan ASI Eksklusif Balita tidak ditimbang 1 bulan terakir Remaja yang tidak mendapatkan pendidikan kespro Alternatif Pemecahan Penyuluhan Pemasangan KB Gratis Penyuluhan Penyuluhan Posyandu ekstra Penyuluhan

3.5 Plan Of Action Untuk memecahkan masalah kesehatan dilaksanakan musyawarah

masyarakat di Jorong Koto Tinggi yang bertujuan agar tersusunnya rencana pemecahan masalah. Plan Of Action (POA)
N Prioritas O masalah . 1. PUS yang tidak akseptor (48,1%) Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu dan tempat
Sabtu/ 19 Maret 2011 jam 09.00 WIB di MDA Jorong Koto Tinggi

Biaya

Pelaksa na
Mahasis wa

Penanggung jawab
Bu Loli,Siska Oklarita.S,Vivi Ferdiana, Warta Benita Gulo, Tilka Dwi saputri

Penyuluh an KB Safari

PUS mengerti perlunya KB

PUS

50.000

29

2. Ibu yang tidak ASI eksklusif (43,5 %)

Penyuluh an

Ibu mengerti Pentingny a ASI esklusif

PUS yang tidak akseptor

3. Balita yang tidak ditimbang dalam 1 bulan terakhir (16%) 4. Remaja yang tidak mendapatk an pendidikan kespro (29%)

Posyandu ekstra

Penyuluh an

Seluruh balita yang ada melakuka n penimban gan berat badan Remaja mangerti dan mengetah ui tentang pendidika n reproduksi

Balita yang belum ditimbang

Remja di jorong koto tinggi

Sabtu/ 19 Maret 2011 jam 09.00 WIB di MDA Jorong Koto Tinggi Sabtu/ 19 Maret 2011 jam 09.00 WIB di MDA Jorong Koto Tinggi Sabtu/ 19 Maret 2011 jam 09.00 WIB di MDA Jorong Koto Tinggi

50.000

Mahasis wa

Bu Elin, Fitria Wahyuni, Puji Sutama Putri, Wirya Ningsih, Silfany

50.000

Mahasis wa

50.000

Mahasis wa

Bu Loli, Susanti Widiastuti, Sucia Ramadhani Samudra, Suci Tri Annisa,Nikmah Febriani Deni. S, Vanny Susila Putri, Rahmah Harlima Persia, Mira Laila Febriana, Wiwit Febriani

30

BAB IV PELAKSANAN KEGIATAN PEMBINAAN 4.1 Langkah-langkah Pelaksanaan Kegiatan Tindakan Terpilih Kegiatan yang dilakukan : 1. Kegiatan individu Setiap mahasiswa masing-masing mempunyai 3 KK binaan . Pembinaan dilakukan dengan melakukan penyuluhan , yang terdiri dari:
y y y y

Penyuluhan tentang KB Penyuluhan tentanh ASI eksklusif Penyuluhan tentang Kespro remaja Penyuluhan tentang PHBS

2. Kegiatan kelompok
y

KB Safari Sasaran Tempat Hari / Tanggal : PUS yang tidak akseptor : Puskesmas Baso : Rabu / 23 Maret 2011

KB safari dihadiri oleh Dokter puskesmas, bidan, perawat, tim dari BKKBN, dosen pembimbing dan mahasiswa Poltekkes. Dilakukan pemasangan KB gratis IUD dan Implant pada 7 orang PUS oleh tim puskesmas dan mahasiswa.
y

Penyuluhan kelompok

a. Penyuluhan KB Sasaran Tempat Hari / Tanggal : PUS yang tidak akseptor : MDA Jorong Koto Tinggi : Sabtu / 19 Maret 2011

31

Pertemuan dihadiri oleh, a. Ibu ibu yang mempunyai balita b. Kader c. Mahasiswa Susunan Acara: a. Pembukaan b. Penyajian/penyuluhan c. Tanya jawab d. Penutup b. Penyuluhan ASI Ekslusif Sasaran Tempat Hari / Tanggal :Ibu yang Memiliki Balita : MDA Jorong Koto Tinggi : Sabtu / 19 Maret 2011

Pertemuan dihadiri oleh, a. Ibu ibu yang memiliki balita b. Kader c. Mahasiswa Susunan Acara : a. Pembukaan b. Penyajian/penyuluhan c. Tanya jawab d. Penutup c. Penyuluhan Tentang Gizi Pada Balita Sasaran Tempat Hari / Tanggal :Ibu yang Memiliki Balita : MDA Jorong Koto Tinggi : Sabtu / 19 Maret 2011

Pertemuan dihadiri oleh, a. Ibu ibu yang memiliki balita b. Kader c. Mahasiswa Susunan Acara: a. Pembukaan b. Penyajian/penyuluhan c. Tanya jawab d. Penutup

32

d. Posyandu Ekstra Sasaran Tempat Hari / Tanggal : Balita yang belum di timbang : MDA Jorong Koto Tinggi : Sabtu / 19 Maret 2011

Pertemuan dihadiri oleh, a. Ibu ibu yang memiliki balita b. Kader c. Mahasiswa Susunan Acara: a. Pembukaan b. Penyajian/penyuluhan c. Tanya jawab d. Penutup e. Penyuluhan Kespro Remaja Sasaran Tempat Hari / Tanggal : Remaja di jorong Koto Tinggi : Rumah Remaja : Selasa / 22 Maret 2011

Pertemuan dihadiri oleh, a. Remaja jorong Koto Tinggi b. Kader c. Mahasiswa Susunan Acara: a. Pembukaan b. Penyajian/penyuluhan c. Tanya jawab d. Penutup 4.2 Latar Belakang Pelaksanaan Kegiatan Masalah utama yang kami temukan di lokasi kebidanan komunitas adalah permasalahan kesehatan yang dialami oleh masyarakat seperti PUS tidak akseptor ( 48,1 %), ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif ( 43,5%), balita tidak ditimbang 1 bulan terakhir ( 16% ), dan remaja tidak mempunyai pendidikan tentang kespro ( 29 %). Mengingat waktu, tenaga, biaya dan kemampuan yang kami miliki maka kami melakukan beberapa tindakan non fisik yang terpilih yaitu penyuluhan tentang KB, Penyuluhan tentang ASI eksklusif, penyuluhan tentang gizi balita
33

dan penyuluhan tentang Kespro. Selain dari penyuluhan kami juga melakukan beberapa kegiatan fisik yaitu KB safari dan Posyandu extra.

4.3 Tujuan Kegiatan 4.3.1 Tujuan Umum Mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan dari perencanaan kegiatan yang telah dirincikan dalam bidang kebidanan 4.3.2 Tujuam Khusus Dalam proses perencananan kegiatan diharapkan masyarakat mampu :
y y y y

Melaksanakan pemasangan alat kontrasepsi Meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif Meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita Meningkatkan pengetahuan remaja tentang Kespro

4.4 Tahap-Tahap Pelaksanaan a. Persiapan materi penyuluhan b. Persiapan tempat penyuluhan c. Persiapan posyandu ekstra d. Membagikan undangan e. Pelaksanan kegiatan penyuluhan f. Pelaksanaan posyandu ekstra

4.5 Partisipasi 1. Biaya dan Dana dalam pelaksanaan kegiatan intervensi mahasiswa Kebidanan komunitas memperoleh dana dari BKKBN dan Mahasiswa poltekkes khususnya kebidanan 2. Tenaga Dalam pelaksanaan kebidanan komunitas enaga berasal dari masyarakat, pegawai puskesmas
34

3. Waktu dan material Seluruh pelaksanaan kegiatan telah disusun waktu dan tempat yang telah disetujui oleh kepala jorong, kader, tenaga kesehatan, ketua pemuda di jorong koto tinggi. 4. Dukungan politis Secara garis besar, seluruh rencana kegiatan yang dilakukan mendapatkan dukungan dari wali nagari dan kepala jorong tabek panjang.

4.6 Hasil Kegiatan Tindakan Terpilih a. Penyuluhan KB PUS khususnya PUS yang tidak akseptor KB yang ikut sebanyak : 26 orang b. Konseling KB door to door PUS yang bersedia menjadi akseptor IUD sebanyak 4 orang dan Implant sebanyak 3 orang c. KB Safari PUS yang menjadi akseptor IUD sebanyak 4 orang dan Implant sebanyak 3 orang d. Penyuluhan tentang ASI Eksklusif Masyarakat khususnya ibu balita di jorong tabek panjang yang hadir sebanyak : 26 orang e. Penyuluhan Tentang Gizi Pada Balita Ibu yang mempunyai balita yang hadir sebanyak: 26 orang f. Posyandu Ekstra Balita yang hadir dan telah ditimbang sebanyak : 26 orang g. Penyuluhan tentang Kesehatan reproduksi remaja Remaja yang telah mendapatkan penyuluhan kesehatan reproduksi sebanyak 10 orang

4.7 Faktor Pendukung dan Penghambat 4.7.1 Faktor Pendukung 1. Dinas Kesehatan Kab.Agam , BKKBN dan Puskesmas Baso serta jajaran secara teknis mendukung baik dalam pelaksanaan PKL Kebidanan
35

Komunitas Politeknik Kesehatan KemenKes Padang di Jorong Koto Tinggi Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Baso Tahun 2011. 2. Bapak Camat Kab.Agam, Bapak Wali Nagari, Bapak Jorong, Bidan Desa, Tokoh Masyarakat, Kader Kesehatan dan Pemuda-pemudi berperan aktif dalam pelaksanaan PKL Kebidanan Komunitas Politeknik Kesehatan KemenKes Padang di Jorong Koto Tinggi Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Baso Tahun 2011. 3. Ada dukungan dan respon yang baik dari masyarakat atas kehadiran mahasiswa jurusan kebidanan yang melaksanakan PKL Kebidanan Komunitas di Jorong Koto Tinggi, Kenagarian Koto Tinggi. 4. Pelaksanaan Kegiatan Musyawarah Masyarakat Jorong berjalan lancar dan mengasilkan kesepakatan tindakan yang akan di lakukan selama Kebidanan Komunitas berlangsung.

4.7.2 Faktor Penghambat 1. Minat masyarakat tinggi tapi masyarakat sibuk dengan pekerjaan masingmasing sehingga untuk mengumpulkan masyarakat agak susah. 5. Jarak pemukiman antar dusun, sehingga kegiatan intervensi tidak bisa dilakukan secara merata disetiap dusun atau umpuak di Jorong Tinggi Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Baso. Koto

36

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Setelah pelaksanaan kebidanan komunitas mahasiswa kebidanan poltekkes yang berlangsung dari tanggal 1 Maret sampai 31 Maret 2011 di Jorong Koto Tinggi Kecamatann Baso Kabupaten Agam dapat di ambil kesimpulan bahwa masalah kesehatan yang ada di jorong Koto Tinggi adalah sebagai berikut : Masih rendahnya akseptor KB ( 48,1%), ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif ( 43,5%), balita tidak ditimbang 1 bulan terakhir ( 16%), dan remaja tidak mempunyai pendidikan tentang kespro ( 29%). Setiap masalah yang ditemukan, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Seperti masalah rendahnya akseptor KB dapat dipengaruhi oleh :
y Karena Pus ingin tambah anak y PUS takut dengan efek samping alat kontrasepsi y PUS tidak mendapat izin suami

Dari masalah yang ditemukan diatas maka didapatkan alternatif pemecahan masalah dengan mengadakan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi masalah kesehatan yang ada yang ditemukan dalam bentuk POA. Pelaksanaan tiap program dilaksanakan sesuai dengan waktu yang direncanakan

5.2 Saran 1. Pada Maasyarakat Dari seluruh kegiatan yang dilakukan baik fisik maupun non fisik diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, di pertahankan dan dikembangkan 2. Instansi Pemerintahan Mohon seluruh instansi dalam unit kerja baik lintas program maupun sektoral untul selalu memberikan dukunan dan pengarahan pada masyarakat dalam menngkatkan status kesehatan
37

3. Instansi Kesehatan Mohon pihak puskesmas dapat menjadikan data-data yang telah kami peroleh sebagai bahan acuan bagi pihak puskesmas. 4. Panitia Poltekkes Mohon disiapkan lokasi Kebidanan Komunitas yang dapat memenuhi target yang diharapkan.

38