Anda di halaman 1dari 14

ILMU PENGETAHUAN LINGKUNGAN

- Lingkungan dan hidup manusia didalamnya Bumi terbentuk sekitar 4000 juta tahun yang lalu. Untuk mengaetahui umur bumi dapat dilakukan dengan menggunakan zat radioaktif. Pada saat itu zat yang ada hanya karbondioksida dan Oksigen. Pada 3000 juta tahun yang lalu mulai muncul kehidupan dibumi, yaitu adanya tanaman air yaitu ganggang, pada saat itu mulai muncul zat baru yaitu air,karbondioksida, Oksugen, dan Ozon.. Ozon terbentuk karena adanya gas oksigen yang bereaksi dengan sinar matahari. Ozon adalah pelindung bumi, bersifat paling ringan lebih ringan dari Helium. Sekitar 25 juta tahun yang lalu baru muncul manusia di bumi, yaitu manusia kera atau Australopithocus. - TATA LINGKUNGAN Ada dua ciri lingkungan :

Selalu dikaitkan dengan unsur atau kesatuan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Adanya kekomplekkan secara timbal-balik, berkaitan atau searah sehingga terjadi hubungan antara yang mati maupun yang hidup dalam lingkungan manusia. Dua ajaran untuk memahami tata lingkungan, yaitu :

*Ajaran ekologi produksi ( contohnya Fotosintesis) Ekologi produksi maksudnya adalah yang menghasilkan atau memproduksi sesuatu yang dapat diolah oleh makhluk hidup lainnya. Pada proses fotosintesis, tumbuhan mengahasilkan Oksigen yang dapatdigunakan oleh manusia untuk bernapas, sedangkan manusia memproses Oksigen tadi menjadi Karbondioksida yang diperlukan tumbuhan untuk memperoleh makanannya. Hal ini sesuai dengan ciri lingkungan. *Ajaran struktur ekologi Ada beberapa bagian dari struktur ekologi: 1. Ruang. Ruang yang sempit maka energi sedikit tapi jika ruang yang luas, keanekaragaman bertambah. 2. Waktu. Berkaitan dengan stabilitas lingkungan. 3. Relasi Ada dua tipe tatanan lingkungan : 1. Memiliki instabilitas yang tinggi disertai dengan keseragaman unsur dalam lingkungan
2. Adanya ekosistem yang konstan atau kestabilan mantap disertai

dengan keanekaragaman unsur dalam lingkungan. - Ilmu Ekologi sebgai tulang punggung Lingkugan Ekologi berasal dari kata ekos (tata rumah) dan logos (ilmu). Jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata kehidupan. Biomas

adalah bahan organik dari tumbuhan atau hewan yang diperoleh melalui proses fotosintesis. Piramida kehidupan atau komposisi kehidupan organisme dari suatu kehidupan atau lingkungan. Komunitas biotik keberadaannya selalu simbang. Untuk menjaga keseimbangannya harus adanya regulasi aau pengaturan secara alamiah. Gangguan keseimbangan misalnya polusi, dan banjir.

- Ajaran struktur Ekologi Adanya unsur-unsur ruang, waktu, relasi atau hubungan timbal balik antar elemen-elemen. Dalam struktur ekologi, unsur waktu, ruang dan keanekaragaman tidak bisa dipisahkan. Dalam hal ini bersangkutpaut terhadap ekosistem. Pembagian ekosistem secara dimensional ada lima macam, yaitu : 1. Marine ekositem (lautan) 2. Limnis ekosistem (perairan tawar) 3. Semi teristis (ekosistem tanah basah) 4. Teristis

5. Daerah perindustrian atau perkotaan Ada tiga cara adaptasi : 1. Proses Fisiologi ( suatu kebiasaan ). Contohnya orang-orang desa terbiasa jalan tanpa alas kaki
2. Proses Morfologi. Contohnya orang-orang indian beradaptasi dengan

kadar oksigen yang rendah, karena persediaan oksigen didaerah indian yang rendah.
3. Proses perlakuan. Pengaruh lingkungan yang menyebabkan terjadinya

adaptasi. Adaptasi yang berkaitan dengan pranata sosial budaya disebut dengan adaptasi kultural. Ada beberapa hasil adaptasi pada lingkungan yaitu antara lain, *Adaptasi yang gagal disebut dengan mall adaptasi *Adaptasi yang berlangsung lamban disebut dengan evolusioner *Koevolusi atau evolusi bersama. Contohnya pertumbuhan tanaman disertai pertumbuhan hama.

- Azas Ilmu Lingkungan Ada beberapa azas ilmu lingkungan, yaitu :

1. Semua energi yang memasuki jasad hidup atau ekosisitem dianggap

sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Dalam hal ini berlaku hukum termodinamika I. 2. Tidak ada sistem pengubahan energi yang efisien. Berlaku hukum termodinamika II.
3. Materi, energi, waktu, keanekaragaman, ruang merupakan sumber

alam. 4. Kenaikan pengadaan sumber daya alam mempengaruhi pertumbuhan populasi. 5. Adanya sumber daya alam yang merangsang penggunaan kalau ditambah penyediaannya. 6. Jasad hidup yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya akan lebih berhasil mengalahkan saingannya. 7. Keanekaragaman suatu komunitas akan lebih mantap dialam lingkungan yang memiliki keteraturan tatanan. 8. Kejenuhan atau ketidakjenuhan habitat oleh keanekaragaman takson tergantung dari pada cainisia (keadaan lingkungan yang khas). 9. Keanekaragaman komunitas apapun akan sebanding dengan rasio antara biomas dan produktivitas. 10.Evolusi perbandingan antara biomassa dengan produktivitas pada lingkungan yang stabil akan naik mencapai sebuah asimtot 11.Sistem yang sudah mantap akan mengeksploitasisistem yang belum mantap.
12. kemampuan adaptasi suatu tabiat tergantung dari kepentingan

relatifnya dalam keadaan suatu lingkungan. 13.Lingkungan fisik yang stabil memungkinkan keanekaragaman biologi.

14.Derajat pola keteraturan fluktuasi populasi tergantung dari pengaruh sejarah populasi sebelumnya.

Tata lingkungan adalah suatu sistem yang didalamnya ada makhluk hidup, udara, air, dan tanah. Tujuan dari penataan lingkungan adalah sebagai berikut : 1. Menjamin kesehatan dan kesejahteraan manusia
2. Melindungi alam 3. Mengahapus,

menghilangkan,

memberantas

bahaya

kerusakan,

kerugian, dan beban-beban lain oleh perilaku manusia


4. Memperbaiki mutu lingkungan

- Kebutuhan dasar lingkungan hidup Kebutuhan dasar dapat dibagi secara hierarkis yaitu antara lain, *Kebutuhan dasar kelangsungan hidup hayati *Kebutuhan dasar kelangsungan hidup manusiawi *Kebutuhan dasar untuk kehidupan hayati Kebutuhan dasar untuk memilih antara lain adalah, *menentukan nasib sendiri *menentukan keluarga *menentukan masyarakat

- Ekologi Kependudukan Daya dukung lingkungan adalah besarnya kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan. Daya dukung terbagi beberapa macam, yaitu : *Daya dukung maksimum. Maksudnya adalah jumlah maksimum hewan yang dapat hidup dengan tidak baik per satuan luas lahan. Hewan yang menempati suatu lahan banyak, namun makanan tidak mencukupi, akibatnya adanya pemangsa. *Daya dukung subsistem. Jumlah hewan berkurang, persediaan makanan banyak, mudah terserang penyakit. *Daya dukung optimum. Jumlah hewan sedikit, terdapat keseimbangan antara jumlah hewan dan persediaan makanan dan tidak mengalami kerusakan. *Daya dukung suboptimum. Jumlah hewan sedikit, persediaan makanan berlebih, akibatnya lingkungan mengalami kerusakan. Daya dukung ditentukan oleh produktivitas primer. Produktivitas lingkungan ditentukan oleh berbagai faktor : Faktor jenis tumbuhan Intensitas cahaya Persediaan air Kesuburan tanah Suhu Ada beberapa daya dukung dalam lingkungan sehari-hari, antara lain :

Daya dukung agraris. Pada konsepnya populasi manusia hidupnya tertumpu pada pertanian, peternakan, dan perikanan. Daya dukung lingkungan terhadap manusia. Contohnya masyarakat pemburu ciri-cirinya mengumpulkan makanan.

Daya dukung lingkungan alamiah atau lingkungan tak bersubsidi. Maksudnya jumlah biomas yang dapat dikumpulkan dan ditangkap persatuan luas dan waktu didaerah itu.

Karena berkembangnya budaya manusia, maka daya dukung lingkungan semakin sulit. Contohnya pada bidang pertanian adanya pupuk buatan, adanya racun hama (intensifikasi pertanian) Kepadatan penduduk disebabkan oleh beberapa hal, antara lain : *Adanya orang yang merantau kedaerah yang lebih maju, mengakibatkan daerah yang maju lebih padat jika orang yang merantau tersebut menetap didaerah itu. *Adanya dominasi seks atau poligami Kepadatan penduduk juga dapat berkurang antara lain dikarenakan, *Adanya peperangan *Adanya pranata. Contohnya Invansitida, yaitu jika seorang ibu melahirkan anak perempuan tertua atau anak pertama perempuan harus dibunuh. Tradisi ini ada pada suku Asmat.

- Lingkungan hidup dan Pembangunan Pembangunan yang terjadi saat ini sangat berkembang pesat. Dampak pembangunan terhadap kesehatan manusia ada yang positif dan ada yang negative. Dampak tersebut ada dalam beberapa bidang antara lain, yaitu : 1. Perhutanan Sumber daya alam dan luas yang ada, akibat pembangunan luasnya semakin merosot. Pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan merupakan penyebab langsung kerusakan hutan.
2. Penduduk yang masih tradisional.

Kondisi masyarakat yan amsih tradisional mengakibatkan mata pencaharian mereka yang berburu dan membuka lahan yang berpindahpindah mengakibatkan hutan rusak. 3. Kebakaran hutan. Hutan Indonesia hutan tropis yang luas yaitu sekitar 143 juta hectare pada tahun 1966. jika jumlah luas hutan semakin berkurang maka akan mengakibatkan global warming atau pemanasan global.
4. Erosi, banjir dan kekurangan air.

Kerusakan hutan yang terjadi semakin membuat daerah resapan air ke dalam tanah berkurang. Kerusakan sanitasi lingkungan adalah salah satu yang menakibatkan banjir. 5. Pertanian

Pertanian merupakan tulang punggung pembangunan. Oleh karena itu harus diadakannya swasembada pangan. Adanya pembangunan mengakibatkan penyempitan lahan pertanian.
6. Penurunan keanekaragaman hayati 7. Pupuk.

Jika pemakaian diluar dosis takar akan terjadi kerusakan tanah. 8. Eutrofikasi Penyuburan perairan akibat penggunaan pupuk yang over. Akibatnya kadar oksigen dalam air rendah menyebabkan tidak ada tanaman dan hewan didalam air. 9.Industri dan transportasi Dalam bidang industri dampak positifnya adalah menambah atau meningkatkan kesejahteraan manusia. Sedangkan dampak negatifnya adalah penggusuran lahan yaitu lahan pertanian menjadi lahan industri, menurunnya resapan air, naiknya volum air larian, terjadinya pencemaran udara dan air. Dalam bidang transportasi dampak negatifnya adalah menghasilkan polusi udara. 10. Iklim Akibat dari pembangunan dapat mempengaruhi iklim. Contohnya adalah pulau bahang, yaitu kenaikkan suhu didaerah sekitarnya. Penyebabnya adalah antara lain adanya energi yang terbuang dari mesin

mobil, industri, alat-alat pendingin dan pemanasan jalan raya dan sebagainya. 11. Hujan asam Penyebab hujan asam adalah meningkatnya oksida belerang dan nitrogen diudara. Akibat dari hujan asam adalah menurunnya pH tanah yang dapat merusak tanaman. 12. Lubang ozon Kadar ozon dalam lapisan stratosfera berada dalam keadaan kesetimbangan dinamik. Akibat dari lubang ozon tersebut adalah kenaikkan jumlah UVB sampai kebumi akan meningkatkan mortalitas penyakit kanker kulit, mata katarak, dan menurunnya kekebalan tubuh. 13. Pemanasan global Akibat dari pemanasan global adalah menipisnya hutan, terjadi penyusutan sebagainya. karbon dan karena itu meningkatnya karbondioksida, mengakibatkan efek rumah kaca, meningkatnya vektor penyakit dan lain

- Ekologi Pangan Pangan merupakan kebutuhan esensial bagi manusia. Pada zaman dahulu, banyak manusia tidak menggunakan bahan pangan secara baik. Saat ini dikenal dengan istilah ekoefisiensi yaitu sebuah konsep atau pendekatan

yang mengkombinasikan efisiensi ekonomi dan efisiensi ekologi. Ada dua prinsip dalam ekoefisiensi : 1. Memaksimumkan layanan ekologi lingkungan 2. Meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku keuntungan dalam penggunaan konsep ekoefisiensi ini adalah antara lain : 1. Mengurangi produksi limbah bahan B3 ( BAHAN BERBAHAYA dan BERACUN ) 2. Memiliki sertifikasi ISO 14.000

TUGAS RANGKUMAN ILMU PENGETAHUAN LINGKUNGAN

NAMA NIM PRODI

: SITI HAJIR : 1005132992 : Pend.KIMIA