Anda di halaman 1dari 32

1

ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA SEHAT DI BPS NY. S MAGETAN

Tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Lanjut I Dosen Pengajar : Tinuk Esti Handayani, S.S.T., M.Kes Disusun Oleh : Fitri Yuliana, AM.Keb

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA JURUSAN DIV BIDAN KLINIK PROGRAM STUDI KEBIDANAN MAGETAN TAHUN 2011

BAB I LANDASAN TEORI A. Pengetian Anak (menurut U RI No. 4 tahun 1979) adalah seorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah (Suryanah, 1995 : 1) B. Patofisiologis 1. Proses tumbuh kembang anak Proses pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sejak dalam kandungan. Setiap organ dan fungsinya mempunyai kecepatan yang berbeda-beda. Perkembangan yang dialami anak merupakan rangkaian perubahan yang teratur dari satu tahap perkmebangan ketahap perkembangan berikutnya yang berlaku secara umum misalnya : anak terdiri dengan satu kaki, berjingkrak (berjinjit), berjalan menaiki tangga, berlari dan sebagainya (Nardho, 1993 : 2). 2. Perkembangan Adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang kompelks dalam pola yang teratur dan sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa hingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan (Soetjiningsih, 1995 : 1). 3. a. 30) Melalui Denver Developmental Skrening test (DDST) mengemukakan 4 parameter perkembangan yang dipakai dalam menilai perkembangan anak balita yaitu : 1) Aspek yang Personal sosial (kepribadian/tingkah laku sosial) berhubungan dengan kemampuan mandiri, Teori perkembangan Teori perkembangan menurut Soetjiningsih, 1995 : 29-

bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungan.

2)

Fine motor adaptive (gerakan motork halus)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk 1 mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagianbagian tubuh tertentu saja, dan otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat misalnya kemamlpuan untuk menggambar, memegang sesuatu benda, dan lain-lain. 3) Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara mengikuti perintah dan berbicara spontan. 4) b. Gross motor (perkembangan motorik kasar) Teori Perkembangan menurut Sigmen Frued dan Ericsen Aspek yang berhubungan dengan gerakan dan sikap tubuh. Menurut Suryanah, 1995 : 44-45 Keluarga menyoroti perkembangan dan beberapa aspek yang berbeda, namun semua sepakat bahwa perkembangan terjadi selangkah secara urut dan teratur. Bila anak menguasai tugas perkembangan tahap berikutnya yang lebih kompleks. Gangguan perkembangan akan terjadi bila tidak berhasil menyelesaikan tugas perkembangan tahap tertentu. Tahap-tahap perkembangan menurut Sigmund Freud : 1) Fase oral Antara umur 0-15 tahun Dimana anak mendapat kepuasan dan kenikmatan melalui mulutnya. Hubungan antara ibu dan anak menjadi dasar perkembangan mental anak pada fase ini. Fase oral ini mencakup tahap pertama kehidupan anak (anaklahir). Fase menyapih ibu didampingi bapak. Seandainya ibu berhasil dalam pemenuhan kebutuhankebutuhan dasar maka anak akan merasa aman dan dapat melangkah ke fase berikutnya dengan mantap.

Dan bila fase pertama belum terselesaikan, maka akan terbawa pda fase berikutnya. 2) Fase anal Terjadi pada anak antara umur 1-3 tahun. Sifat akunya mulai muncul (egoitas). Perkembangan pembicaraan dan bahasa. Sifat kemandirian anak mulai muncul. Tugas utama anak pada fase ini adalah latihan dan kebersihan/latihan toilet (toilet training). Yang harus dilakukan orang tua melatih anak dapat BAK dan BAB secara bersih dan teratur. Bila latihan dilakukan dengan kekerasan/hukuman akan berakibat yang buruk pada anak tersebut. Akhir masa anak akan menimbulkan kepribadian yang anal. 3) Fase falik/oedipal Antara mur 3-5 tahun. Anak mulai mengenal bagian tubuhnya sendiri. Anak mulai bisa merasakan dorongan seksual yang kemudian ditujukan pada orang tuanya dengan jenis kelamin berbeda dengan dirinya. Perasaan ini menimbulkan persaingan dengan orang tua yang mempunyai jenis kelamin sama untuk mendpatkan perhatian dari orang tua yang lainnya. Biasanya orang tua merasa tidak terancam dengan tingkah lakunya dan berusaha untuk menahan diri dengan demikian super egonya mulai berkembang. 4) Fase laten (7-12 tahun) Periode intergrasi. Ciri-cirinya : anak harus berhadapan dengan berbagai macam tuntutan, misalnya hubungan kelompok, pelajaran sekolah, dan lain-lain.

Anak belajar untuk mengucapkan dan mengintegrasikan pengalaman baru yang didapatkannya. 5) Fase genital Anak harus dapat menghadapi berbagai Diharapkan dapat bersikap dewasa dalam permasalahan yang kompleks menghadapi berbagai persoalan walaupun sebenarnya masih dalam masa transisi. c. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) d. berikut : 1) 2) 3) 4) Periode perinatal (sejak konsepsi sampai lahir) Germinal Embrionik Fetal : konsepsi -2 minggu. : 2-8 minggu Menurut buku petunjuk program BKB (Bina Keluarga Tingkah laku sosial. Menolong diri sendiri. Intelektual. Gerakan motorik halus. Komunikasi pasif. Komunikasi aktif. Gerakan motorik kasar. Periode perkembangan umur dapat dikategorikan sebagai dan Balita) ada 7 aspek pertumbuhan balita yaitu :

: 8-40 minggu (lahir) : sejak lahir-28 hari. : 1 bulan -1 tahun. : 1-3 tahun : 3-6 tahun

Periode infancy (sejak lahir sampai 12-18 bulan) Neonatal Inpancy Toddler Preschool

Periode early childhood (umur 1 tahun-6 bulan)

Periode middle childhood

Sejak umur 6 tahun-12 tahun : usia sekolah. 5) diperlukan Periode later childhood (usia 11-19 tahun) Pra pubertas Adolesence rancangan/stimulasi : 10-13 tahun. : 13-18 tahun. yang berguna agar potensi

Didalam teori perkembangan anak terdapat masa kritis, dimana berkembang dengan baik. Perkembangan anak optimal bila interaksi sosial anak diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai ahap perkembangan bahkan sejak dalam kandungan. e. 1) Tahap perkembangan menurut ericson terbagai 8 fase : Bayi (0-1 tahun) Rasa percaya (trust) mencapai harapan, dapat menghadapi prestasi dalam jumlah kecil, mengenal ibu sebagai orang lain dan berbeda dari dirinya sendiri. 2) Usia bermain Perasaan otonomi, mencapai cita-cita/keinginan, anak memulai kekuatan baru, menerima kenyataan. 3) Usia pra sekolah (3-6 tahun) Perasaan inislatif, mencapai cita-cita/keinginan, anak memulai kekuatan baru, menerima kenyataan. 4) Usia sekolah (6-12 tahun) Perasaan berprestasi dapat menerima dan melaksanakan tugas dari orang tua dan guru. 5) Remaja (12-20 tahun) Rasa identitas, mencapai kesetiaan yang menuju pada pemahaman besero seksual, memilih pekerjaan, mencapai kebutuhan pribadi, contoh : mementingkan kepentingan orang lain). 6) Remaja akhir dan dewasa muda Rasa keintiman dan solidaritas, memperoleh cinta, mampu membuat hubungan dengan lawan jenis, belajar kreatif dan produktif.

7) perasaan

Dewasa generativitas/keturunan, memperoleh perawatan/

perhatian, belajar ketrampilan, efektif dalam berkomunikasi dan mengasuh anak, menggantungkan minat aktifitas pada keturunan 8) dengan Dewasa akhir bijaksana, belajar untuk menerima kematian, Perasaan integritas, mencapai kebijaksanaan, penyelesaian hidup menyelesaikan urusan hidup, menerima masa pensiun tanpa berhenti hidup. 4. a. Pertumbuhan perkembangan sesuai umur Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran berbagai organ. Perasaan integritas, mencapai kebijaksanaan, penyelesaihan hidup dengan bijaksana, belajar untuk menerima dari masing-masing sel dalam kesatuan sel yang membentuk organ tubuh/pertumbuhan, jumlah keseluruhan sel/kedua-duanya b. 1) Tumbuh kembang anak menurut umur Usia 0-1 bulan Fisik : BB meningkat 150200 gram/minggu. TB meningkat 2.5 cm/bulan - Lingkar kepala meningkat 1.5 cm/bulan sampai usia 6 bulan. dibantu. Tubuh ditengkurapkan dan menoleh. - Reflek primitif baik, sucking, rotting, moro reflek, menelan dan menggenggam 2) Sensorik Usia 2-3 bulan : Mengikuti sinar ke tengah. Mulai tersenyum Sosialisasi : Motorik : Mengangkat kepala Menurut Soetjiningsih, 1005 : 33-36

menutup. Motorik tangan. :

Fisik

Fontanela

posterior

sudah

- Mengangkat kepala bayi ditahan dengan Memasukkan tangan ke mulut.

- Meraih benda-benda yang menarik. - Sudah dapat didudukan dengan punggung ditopang. tepi. seseorang. 3) Usia 4-5 bulan Fisik Motorik mulai kuat. - Tengkurap susa bisa miring dan kepala tegak lurus - Reflek primitif mulai menghilang. - Meraih benda dengan tangan. orang. - Akomodasi mata baik. Sosialisasi : Senang berinteraksi dengan orang lama. Sensorik : Sudah mengenal : : Ngeces menelan). - Duduk kepala mulai seimbang dan punggung BB 2 kali BBL. (belum ada koordinasi Senang tertawa keras. Menangis sudah mulai kurang. Koordinasi vertikal dan horisontal Mendengarkan suara. Tertawa pada Sensorik : Mengikuti sinar ke

Sosialisasi :

- Mengeluarkan suara tidak senang bila mainnya diambil orang. 4) gr/minggu. TB meningkat 1.25 cm/bulan. - Lingkar kepala meningkat 0,5 cm/bulan sampai 12 bulan. - Gigi mulai tumbuh. Motorik : Membalikan tubuh. - Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya. - Mengambil dengan tangan, kaki, dan mulut. - Makanan ke mulut. Sensorik : Dapat membedakan orang yang Usia 6-7 bulan Fisik : BB meningkat 90-150

Sosialisasi : lagi.

orang yang dikenalnya. Merangkul/memeluk dicintai. Menyebutkan (ma.ma). Dapat menangis cepat lalu tertawa

5)

Usia 8-9 bulan Fisik Motorik : BB3 kali BBL. TB lebih kali BBL. : Duduk sendiri.

- Gigi atas dan bawah sudah tumbuh. Koordinasi tangan ke mulut lebih

sering. - Tengkurap dan merangkak.

10

- Mengambil dengan jari. tua. - Mengulang kata tidak ada arti. 6) Usia 10-12 bulan Fisik Motorik : BB 3 kali BBL. TB lebih kali BBL : Berdiri tidak lama. Sensorik : Tertarik dengan benda kecil. Cemas terhadap orang

Sosialisasi :

- Gigi atas dan bawah sudah sembuh. Berjalan dengan bantuan.

- Berdiri dan duduk sendiri. - Mulai makan dengan sendok. - Main ciluk.ba - Senang mencoret kertas. Sensorik : Dapat membedakan bentuk. Emosi berlebihan,

Sosialisasi : -

cemburu, marah. Senang lingkungan yang dikenal. Takut lingkungan asing. Mengerti perintah sederhana. : : & & & & Sensorik : Sosialisasi : Motorik kasar.

7)

Usia 15 bulan Fisik Motorik

Motorik halus. Memegang cangkir. Memasukkan jari ke lubang. Membuka kotak. Melempar benda. -

11

8)

Usia 18 bulan Fisik Motorik & & & & & & Sensorik Usia 24 bulan Fisik Motorik : : B 4 kali BBL Motorik kasar. TB 50% TB dewasa & Berlari & Naik tangga sendiri. - Motorik halus & Membuka pintu & Membuka kunci & Menggunting & Minum dengan gelas. & Menggunakan sendok dengan baik Sensorik Usia 36 bulan kg/tahun Peningkatan IB : 6-8 cm/tahun - Lingkar kepala : 50 cm Fisik : Peningkatan BB : 2-3 : Sosialisasi : : Sosialisasi : : : Motorik kasar. Berlari sering jatuh Menrik mainan Senang naik turun tangga tanpa Motorik halus Menggunakan sendok. Membuka buku halaman. Menyusun balok. -

bantuan

9)

10)

12

Motorik

Motorik kasar

& Naik turun tangga tanpa bantuan. & Memakai baju dengan bantuan. - Motorik halus & Menggambar & Mencuci tangan & Menggosok tangan. Sosialisasi : perkembangan sosial. 11) Usia 4 tahun Motorik : Motorik kasar & Berjalan jinjit. & Melompat. & Melompat dengan satu kaki. & Menangkap dan melempar bola - Motorik halus & Menggunakan gunting & Menggambar & Menggambar garis vertikal. & Belajar membuka dan memasang kancing. 12) kg/tahun. Motorik TB meningkat 6.75-7.5 cm/tahun. : Motorik kasar Usia 5 tahun Fisik : BB meningkat 2.3 Solitary play. Sensorik - Bermain : : senang, penting untuk

& Berjalan mundur. & Melompat dengan kaki bergantian

13

- Motorik halus & Menulis angka, huruf & Melompat dengan kaki bergantian & Menggosok tangan. Sosialisasi : Sensorik : -

- Sosial emosional & Bermain sendiri & Berkumpul dengan teman & Interaksi sosial meningkat & Mulai menggunakan alat dengan baik

13) kg/tahun

Usia sekolah Fisik : BB meningkat 2-3

TB meningkat 6-7 cm/tahun.

- Lingkar kepala : 50 cm meningkat - Motorik halus - Wanita > laki-laki teman. Sosialisasi : - Sekolah dengan teman - Sekolah senang berperan dalam Sosialisasi : Bermain dengan Motorik : Motorik kasar

pembentukan kepribadian - Peran guru besar. 14) pesat 25% Adolensence Fisik : Pertumbuhan BB

14

- TB 25% semua sistem berubah terutama untuk sistem endolirin meningkat Relasi dengan teman lawan jenis. Penampilan fisik (penting) Sosialisasi : Bersosialisasi

- Persepsi terhadap badannya mempengaruhi konsep diri & Tahap awal Orang tua berperan dalam tumbuh kembang fisik sosial emosional tapi tidak berlebihan. & Tahap kedua Independent 5. a. dengan orang tua, independent dalam fungsi di masyarakat. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak Faktor dalam Yaitu faktor-faktor yang ada dalam diri anak itu sendiri baik faktor bawaan maupun faktor yang diperoleh, antara lain : 1) tubuh. 2) 3) Untuk berpikir dan kemampuan intelektual Keadaan kelenjar zat-zat dalam tubuh Misal : kecepatan berfikir. Misal : kekurangan hormon yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. 4) b. Emosi dan sifat-sifat (tempramen) tertentu Faktor luar Misal : pemalu, pemarah, tertutup, dan lain-lain. Menurut Mardho, 1993 : 2-4 Hal-hal yang diturunkan dari orang tua, kakek, nenek atau generasi sebelumnya, misal : warna rambut, bentuk

15

1) lebih.

Keluarga Umur ibu kurang dari 20 tahun. Jumlah anak usia dbawah 3 tahun (balita) 2 atau Ibu/pengasuh anak tidak tahu mengenai kebutuhan Ibu/pengasuh anak menderita gangguan mental atau Ibu/pengasuh anak mengabaikan atau tak acuh Rmah kacau/kotor yang ditandai oleh kurangnya Ayah yang sering melakukan kejahatan, minum Hubungan suami istri yang buruk. Gizi Budaya Teman bermain dan sekolah

anak dan sulit menerima pesan-pesan kesehatan. tekanan jiwa yang berat. terhadap kesejahteraan/perkembangan anak. perhatian terhadap keselamatan anak dan perawatan rumah. alkohol atau ada gangguan jiwa 2) 3) 4) 6. a. 1) 2) 3) 4) 5) b.

Klasifkasi perlakuan salah Didalam keluarga Penganiayaan fisik Kelalaian/penelantaran anak Pemeliharaan yang kurang memadai. Pengawasan yang kurang Kelalaian dalam pengobatan Penganiayaan emosional Penganiayaan seksual Sindrom munchausen Diluar keluarga

Menurut Soetjingsih, 1995 : 166

16

1) 2) 3) 4) C. Pengkajian Data 1. Identitas / Biodata a.

Didalam institusi/lembaga Ditempat kerja Di jalan Dimedan perang

Anak (nama, jenis kelamin, tempat sekolah dan kelas) sangat

penting diketahui untuk memperlancar perawatan, tingkah laku dan kemampuan anak untuk beradaptasi terhadap lingkungannya. b. Umur paling rawan adalah masa balita oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. Disamping itu dasar pemberitahuan kepribadian anak. (Soetjiningsih, 1995 : 6) c. Penanggung jawab (orang tua) meliputi nama, pekerjaan : untuk menentukan jenis perawatan yang sesuai dengan kemempuan orang tua mengantar anaknya, alamat : untuk lebih menegaskan identitas anak sehingga kartu status tidak terlihat dengan pasien yang lain. 2. Riwayat Kesehatan Anak Menurut Ismu Suharsoso, 1991 :7 a. b. Riwayat kesehatan sekarang Alasan masuk rumah sakit (MRS) Keluhan waktu didata Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kehamilan ibu

Bagaimana kesehatan ibu waktu kehamilan anak tersebut trauma? 3. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Riwayat kelahiran

Bagaimana kelahiran anak? cukup bulan atau prematur atau ada

17

a. = 14,5 kg b. badan c. d. memasang kancing. 4. Riwayat Imunisasi

BB = 8 + 2n Kg (n = tahun_ atau ( 9 + (2n 1))

PB = 80 + 5n = 88 cm, 2k 1/6 panjang Motorik kasar : berjalan jinjit, melompat, Motorik halus : menggunakan gunting,

melompat dengan satu kaki, menangkap dan melempar bola. menggambar kotak, menggambar garis vertikal, belajar membuka dan

Menurut Pusdiknakes RI, 1993 : 47 a. b. c. d. e. Umur 1 bulan : Umur 2 bulan Umur 3 bulan Umur 4 bulan Umur 9 bulan BCG, Polio I, Hepatitis I : : : : Polio II, Hepatitis II, DPT I Polio III, Hepatitis III, DPT II Polio IV, DPT III Campak

5. Riwayat Penyakit yang pernah dialami Penyakit akut yang berat dapat menghambat pertumbuhan anak, tetapi bila hambatan yang terjadi tidak besar maka keterlambatan pertumbuhan tersebut masih dapat dikejar. Penyakit krais juga akan menghambat pertumbuhan dan keterlambatan pertumbuhan yang diakibatkan lebih sukar. (FKUI, 1985 : 149) 6. Riwayat kesehatan keluarga Tuberkolusis paru mudah menular kepada orang lain yang bergaul (rapat, terutama mereka yang rentan terhadap penyakit ini. Bahaya penularan yang tinggi terdapat pada golongan umur 1-6 tahun dan 7-14 tahun. (FKUI, 1985 : 141) Penyakit keluarga yang bisa menurun dan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak adalah Diabetes melitus, asma dan kelainan darah (hemofili). 7. Kebutuhan sehari-hari

18

a.

Nutrisi

Kebutuhan zat gizi anak usia 1-5 tahun menurut Pusdiknakes, 1983: 42-43 hendaknya berprinsip sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Bahan makanan sumber kalori harus dipenuhi baik Berikan sumber protein nabati dan hewani. Jangan memaksa anak makanan yang tak disenangi, Berilah makanan selingan (makanan ringan, berasal dari makanan pokok, minyak dan zat lemak serta gula.

berikan makanan lain yang dapat diterima. diberikan antara waktu makan pagi siang atau malam) Anak golongan umur itu rentan terhadap gizi. b. Eliminasi Anak umur 1 tahun berhenti mengompol pada siang hari 2 -tahun berhenti mengompol pada malam hari. Anak perempuan lebih dulu berhenti mengompol, bila umur 3-4 tahun masih mengompol. Dicari penyebabnya. Toilet (latihan defikasi perlu dimulai penyebabnya agar evakuasi sisa makanan dilakukan secara teratur yang mempermudah kelancaran pemberian makanan (FKUI, 1985 : 55). c. Istirahat dan tidur Anak yang mulai besar akan berkurang waktu istirahatnya, karena kegiatan fisiknya meningkat seperti bermain. Kebutuhan tidur 2-3 jam tidur siang, 7-8 tidur malam (Suryanah, 1996 : 80) d. Olahraga dan rekreasi Olahraga akan meningkatkan sirkulasi, aktifitas fisiologis dan stimulasi perkembangan otot-otot (Pusdiknakes, 1993 : 16). e. Personal hgyiene Anak mandi 2 kali sehari, keramas 3 kali seminggu, potong kuku 1 kali, membersihkan mulut dan gigi untuk bai yang sudah tumbuh gignya dengan pasta gigi dan sikat yang sesuai dengan umur.

19

Kebersihan lingkungan perlu diperhatikan karena anak sula bermain dilantai. f. 1) Ketergantungan Menghisap jempol merupakan salah satu bentuk manipulasi atas tubuh yang normal yang terjadi pada usia dini. Hal ini dapat menjadi berlebihan pada keadaan akibat depresi aktifitas dalam usia yang masih dini atau karena suatu regrasi bila anak sedang lelah atau tegang. 2) obat/makanan tertentu ? apa ? kebiasaan buruk ? apa ? g. 1) Pemeriksaan fisik Ukuran pertumbuhan BB tumbuh kembang seorang anak. kelainan secara dini dibandingkan TB. malnutrisi. Kehilangan BB kronik menunjukkan adanya penyakit menahun. Kehilangan BB akut menunjukkan adanya penyakit akut, dehidrasi, atau Untuk mendeteksi Untuk menilai Menurut Lewis. A Barness, 1994 : 7-9 Apakah anak mempunyai Menggunakan kempongan/empeng akan Apakah anak pernah dirawat Apakah anak alergi mengganggu bentuk rahang. dirumah sakit ? sakit apa ? kapan ?.

20

Kenaikan

BB

yang cepat menunjukkan adanya overhidrasi atau edema, kelebihan BB (obesitas) disebabkan oleh makan yang berlebihan. mengetahui pertumbuhan anak. TB yang abnormal pendek disebabkan oleh berbagai penyakit menahun yang menggangu absorsi atau penggunan nutrisi, termasuk malnutrisi, gangguan fisik (terutama deprivasi), alergi makanan, kesukaan memilih-milih makanan, penyakit ginjal, penyakit jantung, penyakit hati, fibrosis pankreas dan berbagai gangguan atau anomali gastro internial lainnya. Anak dengan defidiensi mental, anemia hemolitik oleh sebab apapun, penyakit rickets atau diabetes juvenilis memiliki tubuh yang pendek. Nilai normal tinggi pada waktu duduk kurang lebih 70% dari tinggi total pada saat lahir sampai 60% pada waktu usia mencapai 2 tahun dan 52% pada usia 10 tahun. Jika tinggi pada waktu duduk lebih besar dari setengah kali TB pada saat berdiri maka bentuk tubuh pasien adalah infansil. bentuk tubuh pasien adalah tipe dewasa. LK Jika berkisar antara setengah dari tinggi pada saat berdiri, maka TB Diukur bersama dengan BB, merupakan cara yang baik untuk

21

berusia lebih dari 2 tahun.

Penguku

ran ini biasanya tidak dilakukan pada anak yang telah Ukuran

lingkaran kepala yang terbesar dan lingkar dada diukur dengan melewati garis yang melalui ke 2 putting susu. lingkar kepala rata-rata Saat bayi lahir : 34-37 cm (LD lebih pendek 2 cm). Lingkar kepala akan mendekatio lingkar dada jika Ukuran

anak telah berusia 2 tahun, setelah itu dada akan tumbuh lebih cepat, sedangkan lingkar kepala hanya sedikit bertambah. Menurut Soetjiningsih, 1995 : 41 Mencer minkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairab tubuh dibanding dengan BB. umur pra sekolah. gan gizi/pertumbuhan yang berat. Sukar menentukan pertengahan LILA. Alat murah, bisa dibuat sendiri. Mudah dibawa. Cepat penggunaannya. Dapat digunakan oleh tenaga yang tidak terdidik. Kerugian Hanya untuk identifikasi anak dengan gangguan Keuntun Untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang pada kelompok LILA

22

Hanya untuk anak umur 1-3 tahun. Pertumbuhan gigi Jumlah

gigi primer/gigi susu pada anak-anak sebanyak 20 buah yang lengkap pada umur 2.5 tahun. tumbuhnya gigi bervariasi antara 7-9 Mulai tahun dan

lepas/tanggal umur 6-11 tahun, dengan jumlah gigi permanen sebanyak 32 buah. 2) yaitu : Menurut Syahlan, 1992 : 8 mulut, rektum atau axilla. Pada mulut sebaiknya dilakukan pada anak yang dapat diajak kerja sama untuk menghindari hal-hal yang akan terjadi misalnya termometer yang digigit. melalui ketiak atau mulut. sering melalui ketiak. batas normal. Nadi Frekuensi kenalkan suhu pada bayi sering berbeda sekitar 0.5-1oC masih dalam Pengukuran melalui rectum dan mulut tidak terlalu umum dilakukan yang paling Pengukuran lewat rectal dilakukan pada anak yang tidak dapat dilakukan Dapat diukur melalui Suhu Tanda-tanda vital Merupakan kunci untuk mengevaluasi status fisik dan fungsi vital

23

Diukur Pada

pada

arteri bayi

radialis dan arteri femoralis bagi anak umur lebih 1 tahun. menggunakan stetoskop pada apex jantung. Nadi dihitung waktu Apabila nilai nadi sisa menit, karena kemungkinan iramanya kurang teratur. berbeda pada arteri radialis dengan arteri femoralis, maka kemungkinan adanya gangguan sirkulasi seperti coarc rasio. Nilai nadi pada anak (denyut per mrnit) Usia Bayi baru lahir 1 minggu -3 bulan 3 bulan-2 bulan 2-10 tahun 10 tahun-dewasa 3) diafragma atau gerakan abdominal menit sesuai umur Usia Bayi baru lahir 1-11 bulan 2 tahun 4 tahun 6 tahun 4) Nilai pernafasan/menit 35 30 25 23 21 Tekanan darah Tidur 8 tahun 10-12 tahun 14 tahun 16 tahun 18 tahun Demam 20 19 18 17 16-18 Nilai rata-rata setiap Waktu bangun 100-180 100-220 80-150 70-110 55-90 Pernafasan Dihitung sama dengan orang dewasa kecuali pada bayi dihitung dari gerakan Tidur 80-160 80-200 70-120 60-90 50-90 Demam > 200 > 200 > 200 > 200 > 200

Menurut Syahlan, 1992 : 9

24

tahun keatas. cukup melingkari lengan.

Diukur pada anak 3 Lebar manset harus

mencukupi 2/3 lengan atas sedangkan panjang manset harus Cara pengukuran

tekanan darah pada anak sama dengan pengukuran tekanan darah pada orang dewasa, dimana lengan diletakkan sejajar jantung.bila letaknya lebih rendah maka tekanan akan lebih tinggi atau sebaliknya. h. Rambut Mata Mulut/gigi Telinga Leher Dada Abdomen Kulit Kuku Ekstermitas Pemeriksaan umum : Pertumbuhan, warna. : Konjungtiva, sklera, simetris/tidak struktur, ukuran, cornea, dan retina, apakah ada infeksi. : Caries, warna, stomatitis, apakah ada tonsil, retak, apakah ada pembengkakan, merah. : Seruman, simetris tidak, adakah infeksi seperti otitis media dan berbau. : Ada pembesaran tyroid/tidak, kelenjar limpa, bendungan vena jugularis. : Bentuk dinding thorax, tetraxsi otot intercostal, gerak, pernafasan, ronchi/wheezing. : Kembung, peristaltik usus, benjolan abnormal, hepar, limfa. : Struktur, warna, turgor, suhu, kelembaban, elastisitas dan kebersihan. : Keadaan panjang dan pendek. : Apakah simetris/tidak, lengkap/tidak terutama jari, kebersihan, kuku, kaki dan ketiak. Menurut Syahlan, 1992 : 12

25

Genetalia

: Apakah glans penis baik bentuknya, adakah hernia, keadaan skrotum dan testis, apakah sudah turun benar, bagaimana BAK lancar/tidak, terdapat penyumbatan.

Anus i.

: Keadaan lubang anus adakah hemoroid, prolaps Data psikosial

Anak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan dengan baik mampu menyebutkan nama umur dan jenis kelamin, mudah dipisahkan dengan ibu, jarang menangis oleh sesuatu yang mengganggunya : anak tampak ramah dengan sekelilingnya (Soetjiningsih, 1998 ) j. 1) tahun Menurut Soetjningsih, 1995 : 35 mengunjungi tetangga. kaki. dan membuka pakaian sendiri. silang. hanya kepala dan badan. warna. jenis kelamin dan umurnya. Banyak bertanya. Bicara dengan baik. Menyebut namanya Mengenal 2 atau 3 Menggambar orang Menggambar garis Belajar berpakaian Berjalan pada jari Berjalan-jalan sendiri Data penunjang Perkembangan mental anak usia 3-4

26

anak dilahirkan. sisi bawah, sisi muka, sisi belakang. cerita. lain. sayang kepada saudara-saudaranya. tugas-tugas sederhana. 2) teman. bantuan. (kartu). eniru garis vertikal. enara dari 8 kubus. engoyangkan ibu jari

Bertanya

bagaimana

Mengenal sisi atas, Mendengarkan ceritaBermian dengan anak Menunjukkan Dapat rasa

melaksanakan

DDST anak umur 3 tahun 7 tahun Personal sosial Menyebut nama

Menurut Soetjiningsih 1993

Memakai T-Shirt Berpakaian tanpa

Bermain ular tangga Motorik halus M M M

27

encontoh O Loncat jauh. Berdiri 1 kaki 1 detik. Berdiri 1 kaki 2 detik. Melompat dengan 1 kaki Berdiri 3 detik. Menyebut dari gambar. Mengetahui 2 kegiatan. Mengerti 2 kata sifat. Menyebut 1 warna Kegunaan 2 benda. Menghitung 1 kubus. Kegunaan 3 benda. Mengetahui 4 kegiatan Motorik kasar Bahasa

D. Diagnosa Kebidanan Anak sehat umur ..laki-laki/perempuan, status gizi baik, tumbuh kembang anak normal Dengan masalah yang mungkin timbul : 1. 2. 3. Resiko cerada karena pertumbuhan dan perkembangan. Kurangnya pengetahuan orang tua terhadap perawatan anak. Resiko kekurangan nutrisi karena ketidakmampuan anak.

E. Perencanaan Menurut Soetjiningsih 1. Diagnosa : Anak sehat umur ..laki-laki/perempuan, status gizi baik, tumbuh kembang anak normal. Tujuan : Tumbuh kembang anak optimal.

28

Kriteria Intervensi a. b.

: - Anak sehat bertambah umur bertambah tinggi dan besar. Tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya.

Jelaskan pada ibu tumbuh kembang anak sesuai usia. Jelaskan permainan anak untuk anaknya. anak di aspek motorik halus dan kasar.

R/ Ibu mengerti dan kooperatif dengan petugas. R/ Alat permainan yang sesuai dapat menstimulasi perkembangan c. Jelaskan pada ibu tahap perkembangan yang perlu

dorongan orang tua. R/ Bergaul meningkatkan kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungan. d. Jelaskan pada ibu kebutuhan dasar anak. nyaman dan percaya diri. e. Jelaskan pada ibu manfaat hadir dalam pertemuan BB. sehingga betul pengetahuan ibu dalam mengasuh anak. f. Motivasi ibu untuk tetap memantau pertumbuhan sebagai pusat kegiatan masyarakat, melayani balitanya setiap bulan. R/ Posyandu balita. 2. Tujuan Kriteria Intervensi a. Jelaskan pada ibu ketrampilan/perkembangan anak yang perlu pengamanan/penataan lingkungan yang aman Masalah I : Resiko cedera karena pertumbuhan dan perkembangan : Balita tidak mengalami cedera karena tumbuh kembangnya seumur hidup. : Tidak ada cacat karena kecelakaan tumbuh kembang. pemeriksaan kesehatan dan memantau adanya kelainan tumbuh R/ Dalam pertemuan BKB dibahas tentang tumbuh kembang anak R/ Kasih sayang yang terpenuhi akan menimbulkan rasa aman,

29

b. 3. Tujuan Kriteria Intervensi a. b. c. untuk anak d. 4. anak. Tujuan Kriteria Intervensi a. b. c. d. bimbang. F. Evaluasi

Jelaskan pada ibu perabot rumah tangga, bahan-bahan Masalah II : Kurangnya pengetahuan orang tua terhadap : Pengetahuan orangb tua tentang perawatan aank bertambah. : - Anak sehat bertambah umur bertambah tinggi dan besar. Tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya.

yang dapat membahayakan balita. perkembangan anak.

Jelaskan pada orang tua tentang kemampuan yang normal Jelaskan antisipasi yang perlu diperhatikan orang tua pada Jelaskan pada orang tua manfaat stimulasi/alat permainan Jelaskan pada orang tua alat stimulasi perkembangan Masalah III : Resiko kekurangan nutrisi karena ketidakmampuan : Tumbuh kembang anak optimal : Identifikasi tubuh dengan ukuran antropometri normal/antara 90-110%. Jelaskan pada orang tua tentang pola asuh pada balita. Atur nutrisi sesuai dengan standar/kebutuhan anak. Antisipasi selera makan ank. Dorong orang tua untuk menentukan pilihan ketika

dicapai anak sesuai usia. tahap-tahap perkembangan.

sesuai usia anak.

Dilakukan evaluasi ketelitian dimasukkan yang sudah diberikan meliputi pemeriksaan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi

30

sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah didefinisikan dalam diagnosa dan masalah.

31

DAFTAR PUSTAKA A Barnes, Lewis, 1994, Menilai Diagnostik Pada Anak, Edisi Ke Enam. Mardho G,dr.H.S.MPH, Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita, Dep Kes RI, Jakarta. Pusdiknakes, 1992, Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga, Dep Kes RI, Jakarta. Soetjiningsih, Dr Ds Ak, 1995, Tumbuh Kembang Anak, EGC, Jakarta. Surjanah, 1995, Perawatan Untuk Siswa SPK, EGC, Jakarta. Suwelo Ismu Suharsono, 1991, Petunjuk Praktis Sistem Perawatan Gig.,

32