Sistem Berkas

I.

PENDAHULUAN

Data merupakan asset penting dalam organisasi. Berbagai pendapat yang berkaitan dengan sistem computer yang fontemporer adalah : perangkat keras memiliki umur yang singkat, perangkat lunak memiliki umur yang lebih panjang, sedangkan data memiliki umur yang paling panjang. Disk pada umumnya adalah peralatan yang diakses secara random yang memungkinkan pembacaan kembali sejumlah rekaman dengan waktu pembacaan yang tidak bergantung pada posisi dimana rekaman disimpan. Hal yang paling penting berkaitan dengan rekaman dan berkas adalah kinerja berkas. Pertama, bisa diasumsikan bahwa berkas memiliki sifat dinamis. Sekali berkas diciptakan, berkas tersebut akan di-update secara berkelanjutan; rekaman baru ditambahkan dan rekaman yang sudah ada dimodifikasi atau dihapus. Asumsi berikutnya adalah rekaman disimpan hanya dengan tujuan untuk dibaca kembali pada masa mendatang.

Pengertian Berkas dan Akses
Sistem berkas atau pengarsipan adalah : Suatu sistem untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari suatu file tertentu dan organisasi file yang digunakan.

Sistem akses adalah : Cara untuk mengambil informasi dari suatu file.

Jadi pengarsipan dan akses adalah : “Cara untuk membentuk suatu arsip / file dan cara pencarian record-recordnya kembali.” 1

Prind Triajeng Pungkasanti, S.Kom.

Sistem Berkas
“Sistem berkas dan akses adalah sistem pengoperasian, pengelolaan dan penyimpanan data pada alat penyimpanan eksternal dengan organisasi file tertentu.” “Teknik yang digunakan untuk menggambarkan dan menyimpan record pada file disebut organisasi file.”

Pengarsipan dan akses berhubungan dengan : a. Insert : Menyisipkan data baru atau tambahan kedalan tumpukan data lama. b. Up-date : Mengubah data lama dengan data baru, perubahan ini bias sebagian atau keseluruhan. c. Reorganisasi : Penyusunan kembali record-record dari suatu file (untuk jumlah data tetap).

Algoritma
Algoritma untuk pengolahan data selalu dikaitkan dengan struktur untuk

mengorganisasikan data. Terdapat dua bentuk algoritma, yaitu : bentuk kalimat-kalimat sederhana seperti resep masakan dalam buku-buku tata boga, dan yang kedua, dalam bentuk pseudo-code.

Contoh algoritma yang berbentuk kalimat untuk menghitung total bayar penjualan : 1. Mulai. 2. Definisi tipe-tipe data untuk ; H, J, dan Total = Integer. 3. Masukkan harga barang. 4. Masukkan jumlah barang. 5. Hitung Total = H x J. 6. Tampilkan Total Bayar. 7. Selesai.

2

Prind Triajeng Pungkasanti, S.Kom.

S. :’). Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan keberadaan tipe-tipe media penyimpanan. :’. Readln (J). Total). maupun langsung. Penyimpanan pendukung (auxiliary memory / storage) atau penyimpanan sekunder (secondary storage). Readln (H). Media Penyimpanan Agar suatu data dan berkas dapat diakses. Total : Integer. sementara disk magnetis memiliki kemampuan akses baik secara sekuensial. yaitu : 1. 3 Prind Triajeng Pungkasanti.Kom. 2. Keterbatasan secara fisik dan ekonomi. J. yaitu: Tidak semua informasi dapat ditampung dalam penyimpanan primer berkecepatan tinggi. Write (‘Total Bayar Readln End. tetapi masih belum menyamai penyimpanan sekunder. Penyimpanan primer (primary memory / storage). • • Fisik : besarnya kapasitas penyimpanan primer ditentukan oleh skema pengamatan oleh sistem komputer.Sistem Berkas Contoh algoritma yang berbentuk pseudo-code dengan menggunakan pascal : Var H. random. :’). maka dibutuhkan sebuah media penyimpanan. . Ekonomis : harga murah. Begin Write (‘Masukkan Harga Write (‘Masukkan Jumlah Total := H*J. Teknologi media penyimpanan dapat dikelompokkan menjadi dua tipe. Media seperti pita magnetis hanya dapat digunakan secara sekuensial.

seperti kapasitor. sembarang alamat dapat diakses dari sembarang alamat lainnya dalam waktu yang konstan.Sistem Berkas • Penyimpanan Primer : akses sangat cepat. S. Karakteristik dari penyimpanan mekanis adalah : Penulisan data dilakukan pelubangan kartu untuk menyandikan satu karakter per kolom. digunakan untuk menyusun table dalam perhitungan komersil. 1.Kom. kapasitas lebih besar tetapi lebih lambat. yaitu : Mechanical Storage (penyimpanan mekanis). harga mahal. Teknologi card digunakan awal tahun 1890. Magnetic Tape (tape magnetic). 2. penyimpanan sekunder bersifat nonvolatile (tidak membutuhkan tenaga listrik) dan tetap menyimpan data meskipun computer dalam keadaan OFF. Penyimpanan Sekunder Akses terhadap informasi yang disimpan dalam penyimpanan primerbersifat elektronis dan terjadi hamir mendekati kecepatan sinar. tetapi harga per bitnya jauh lebih mahal • dibandingkan penyimpanan sekunder dan kapasitasnya lebih kecil. . Penyimpanan Sekunder : kecepatan akses lebih murah. Sementara itu. namun penyimpanan primer memiliki keistimewaan yaitu. 4 Prind Triajeng Pungkasanti. Property dari penyimpanan primer antara lain adalah dapat diakses dengan cepat. Magnetic Disk (disk magnetic). Media penyimpanan ini dibedakan menjadi 3. jenisnya seperti punch card (Hollerith Card) dan paper tape. Penyimpanan mekanis. Penyimpanan Primer Penyimpanan primer biasanya diimplementasikan dengan menggunakan teknologi semikonduktor. dan kapasitas yang kecil. Teknologi lain yang digunakan sebagai penyimpanan primer adalah komponen yang diberi muatan.

600. Hanya sekali digunakan untuk perekaman data.Kom. informasi tersebut juga dapat dihapus atau digunakan kembali. .5 inchi. S. 3. Secara ekonomis mahal. Tape magnetic merupakan media penyimpanan utama pada pemakaian computer generasi pertama tahun 1950an. Disk magnetic merupakan piranti masukkan / keluaranyang paling banyak digunakan saat ini. informasi yang disimpan bisa diproses kembali atau diulang kembali setiap waktu. Lebar pita 0. 1200. tidak terlalu sensitive serta organisasi file yang digunakan adalah organisasi langsung. 2400 feet.15 inchi dengan panjang 300. Media ini dibuat dari satu pita tape tipis dengan material lapisan magnetic yang sangat halus yang digunakan untuk merekam data analog atau data digital. Paper tape digunakan untuk menyimpan pesan komunikasi dan untuk merekam baris data dari instrument pengukur. Kapasitas dinyatakan dengan bpi (bit per inchi) yang diukur setiap track. Karakteristik dari media ini adalah : 1. 5 Prind Triajeng Pungkasanti. Seperti pada kaset tape. Kelebihan dari tape magnetic yang lain adalah mudah dipelihara.Sistem Berkas Posisi card adalah 80 kolom dan 12 bit. Tebal pitanya 0. Media ini digunakan untuk mengakses secara serial. Contoh. disket. 2.

Membuat algoritma dan struktur data. struktur dari direktori. diperlukan untuk mengeluarkan perintah generic ke device driver untuk baca dan tulis pada suatu blok dalam disk. informasi tentang alamat logika dan alamat fisik dari system berkas tersebut.Sistem Berkas II. Basic File System. dan proteksi dan sekuriti dari berkas. . Yang memetakan strukturlogikal system berkas ketempat penyimpanan sekunder. tingkat ini berisi informasi tentang symbol nama berkas. dan struktur direktori dalam mengorganisasikan berkas-berkas. Fungsi dari mengorganisasikan berkas adalah agar data yang disimpan dalam memori/ storage menjadi terstruktur sehingga efisien dan efektif bila dilakukan pengaksesan. terdiri atas driver device dan interrupt handler. operasi ke berkas. S. Driver device adalah perantara komunikasi antara system operasi dengan perangkat keras. Pada dasarnya system berkas tersusun atas beberapa tingkatan. yaitu (dari yang terendah) : I/O Control. ORGANISASI FILE Pengertian Organisasi Berkas Organisasi berkas adalah teknik yang digunakan untuk menyimpan dan mengakses file/ berkas. Logical File System.Kom. System operasi menyediakan system berkas agar data mudah disimpan. diletakkan. File – Organization Module. Mencakup definisi berkas dan atributnya. dan diambil kembali dengan mudah. 6 Prind Triajeng Pungkasanti. Terdapat dua masalah desain dalam membangun suatu system berkas. yaitu : Definisi dari system berkas. Modul ini juga mengatur sisa disk dengan melacak alamat yang belum dialokasikan dan menyediakan alamat tersebut saat user ingin menulis berkas dalam disk.

2. Ukuran Memori. Metode Cari. Aspek Organisasi Berkas Aspek dalam organisasi berkas terdiri dari : 1. 7 Prind Triajeng Pungkasanti. 3.Kom. metode yang digunakan untuk mengakses data dalam storage. metode yang digunakan untuk menyimpan data dalam penyimpanan / storage. Memori berukuran P mempunyai nilai 0 … P-1. yaitu menentukan prediksi / perkiraan besarnya ukuran memori. Setiap record diwakili dengan kunci. digunakan beberapa asumsi seperti : • • • • Divisualisasi sebagai array yang berisi data. . Data yang disimpan berupa record dalam basis data. Metode Simpanan. disajikan dengan M (0 … P-1).Sistem Berkas Application Program Logical File System File – Organization Module Basic File System I / O Control Device Asumsi Organisasi Berkas Dalam organisasi berkas. S.

berapa % tiket tersebut terjual? 2.Faktor muatan yaitu : f = n/p. . 8 Prind Triajeng Pungkasanti. . dimana sudah 215 orang yang mendaftar.Sistem Berkas Penentuan Besar Memori Aspek organisasi berkas yang pertama adalah penentuan besar atau ukuran memori. dengan penumpang 40. Hal ini disebabkan agar ukuran memori yang digunakan atau disediakan oleh system menjadi efisien dan efektif. sedangkan beasiswa digunakan untuk 264 orang. S. dengan n = volume data. Jika jumlah tiket yang terjual 30.Kom. Suatu flash disk telah digunakan sebanyak 30% dari kapasitas sebesar 256. Kriteria yang harus diperhatikan adalah : Banyak data yang harus disimpan diketahui/ diprediksi. 3. sedangkan jumlah tiket yang disediakan 70. maka : F = n/p => 40/50 = 80% 1. Berapa % tempat yang digunakan untuk beasiswa. Contoh : Jika terdapat 50 kursi. Berapa besar kapasitas sebuah pesawat terbang apabila jumlah penumpang 81 orang. p = volume memori. merupakan 75% dari kapasitas yang seharusnya.p bilangan prima terdekat dari n. Penentuan ukuran memori jika dimisalkan banyak data yang disimpan adalah n maka : Wajib Pilihan :p>n : . 4.

rekaman yang ke i + 1 akan diletakkan tepat sesudah rekaman ke i. Susunan berkas sekuensial Berikut ini merupakan contoh penyimpanan dan pengaksesan berkas sekuensial. dengan mengambil contoh nama mahasiswa..1. maka rekamanrekaman tersebut harus diurutkan berdasrkan kunci tertentu. Dalam berkas sekuensial. sebagai contoh : 1 2 3 …. BERKAS SECARA SEKUENSIAL Berkas Sekuensial Penyimpanan berkas secara sekuensial dilakukan secara berurutan. Data yang disimpan. Berkas mahasiswa Nama Mieke Indra P. Tabel 3.Kom.Sistem Berkas III. maka sistem akan membaca rekaman dengan nama mahasiswa = Yuliana.1. Angky Nim 0124 0110 0134 0257 0549 0212 0145 Jurusan Sistem Informasi Teknik Informatika Teknik Informatika Sistem Informasi Teknik Informatika Sistem Informasi Sistem Informasi Bila diinginkan nama mahasiswa Yuliana untuk ditampilkan.. . S. diurutkan berdasarkan urutan pemasukan data (urut berdasarkan nomor record). yang 9 Prind Triajeng Pungkasanti. Dalam contoh ini. Yuliana Ardhi Mira Dian W. nim dan jurusan masing-masing. i i+1 i+2 ……. Dalam metode sekuensial. Maka diperlukan probe (akses terhadap lokasi yang berbeda) sejumlah 3 kali. n+1 n Gambar 3. berarti proses akan berpindah dari satu record ke record berikutnya secara langsung. agar kinerja pembacaan rekaman lebih baik. Melakukan akses secara sekuensial..

Kom. . maka bagian berkas dimulai dari depan sampai dengan kunci tengah dieliminasi. Dengan demikian. Jika kunci cari < kunci tengah. maka proses pencarian dihentikan.2. Pencarian Biner Jumlah probe (yang diperlukan untuk membaca sebuah rekaman) pada sebuah berkas dengan rekaman yang sudah diurutkan. Karena kalau pembacaan diteruskan sampai melewati posisi dimana rekaman seharusnya berlokasi (karena sudah diurutkan). maka lokasi rekaman yang diinginkan akan ditemukan atau diketahui bahwa rekaman yang diinginkan tersebut tidak berada dalam berkas. 10 Prind Triajeng Pungkasanti. Sebaiknya. Mieke Yuliana Angky Dian W.Sistem Berkas digunakan dalam bentuk pengurutan adalah nim. Dengan mengulang proses perbandingan terhadap rekaman tengah. untuk berkas dengan jumlah rekaman yang sangat besar.2 terlihat bahwa data telah diurutkan dari kecil ke besar berdasarkan nim. Karena nim bersifat unik. Ardhi Mira Nim 0110 0124 0134 0145 0212 0257 0549 Jurusan Teknik Informatika Sistem Informasi Teknik Informatika Sistem Informasi Sistem Informasi Sistem Informasi Teknik Informatika Dari tabel 3. S. Sehingga tabel mahasiswa menjadi : Tabel 3. hanya n/2 rekaman yang perlu diperiksa untuk menentukan rekaman yang diinginkan. maka bagian berkas dimulai dari kunci tengah sampai akhir berkas dieliminasi. jika kunci cari > kunci tengah. dapat diperkecil dengan menggunakan teknik pencarian biner. Berkas mahasiswa urut Nama Indra P. Namun teknik ini dirasa kurang memuaskan.

1) sehingga. dengan address dimulai dari 0!. Simpanlah data 40. Carilah data 40. 100 berikut ini ke dalam memori komputer. 50. 50. Carilah data 40. 2. 50. . 3. 4. dan 100 dengan menggunakan metode sekuensial serta hitung pula rata-ratanya. namun pencarian interpolasi memiliki unjuk kerja yang baik untuk rekaman-rekaman yang memiliki kunci yang mendekati seragam. 11 Prind Triajeng Pungkasanti. dan 100 dengan menggunakan metode biner serta hitung pula rataratanya. pencarian interpolasi menentukan posisi yang akan diperbandingkan berikutnya berdasarkan posisi yang diestimasi dari sisa rekaman yang belum diperiksa. Carilah data 40. 1 Seperti yang telah dijelaskan pada awal pembahasan bab 3. maka yang digunakan adalah tabel setelah diurutkan. 20.Kom. S. dalam visualisasi komputer menjadi : 40 5 20 50 100 5 20 40 50 100 Sebelum diurutkan Setelah diurutkan Untuk menjawab soal no 2. 50. 5. Meskipun pencarian interpolasi memiliki kerumitan dalam perhitungan. dan 100 dengan menggunakan metode interpolasi serta hitung pula rata-ratanya. 50. Sehingga visualisasi tabel menjadi seperti di bawah ini (Anda boleh menggunakan visualisasi memori secara horisontal atau vertikal). 3 dan 4. dan 100 disimpan ke dalam memori komputer secara berurutan/sekuensial (gambar 3. 5. Jawaban no. namun menentukan posisi berikutnya. 20. Latihan Soal 1.Sistem Berkas Pencarian Interpolasi Berbeda dengan pencarian biner yang memilih posisi rekaman yang akan diperbandingkan berikutnya sebagai tepat berada di tengah sisa berkas yang belum diperiksa. data 40. Pencarian interpolasi tidak mencari posisi TENGAH.

S.Kom. 2 (Metode Sekuensial) Data Langkah Address Data M (Address) 40 1 2 3 0 1 2 5 20 40 Data : M (Address) > > = 40 : 5 40 : 20 40 : 40 > > = Keterangan 50 1 2 3 4 0 1 2 3 5 20 40 50 > > > = 50 : 5 50 : 20 50 : 40 50 : 50 > > > = 100 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5 20 40 50 100 > > > > = 100 : 5 100 : 20 100 : 40 100 : 50 100 : 100 > > > > = Rata-rata = langkah 40 + langkah 50 + langkah 60 3 =3+4+5 3 = 4 langkah. . 12 Prind Triajeng Pungkasanti.Sistem Berkas 5 20 Data 40 50 100 0 1 2 3 4 Address dimulai dari 0 Jawaban no.

3 (Metode Biner) Data Langkah Lower Upper M (t) Data : M (Address) 40 1 0 4 40 = 40 : 40 = Keterangan 50 1 2 0 2 + 1= 3 4 4 40 50 > = 50 : 40 50 : 50 > = 100 1 2 3 0 2+1=3 3+1=4 4 4 4 40 50 100 > > = 100 : 40 100 : 50 100 : 100 > > = Rata-rata = 1 + 2 + 3 3 Keterangan : = 2 langkah. terutama untuk menentukan kunci lower. . Upper adalah address/alamat tertinggi dalam memori. 2. 3. Tengah adalah alamat tengah dalam memori. ingatlah dengan aturan pencarian biner pada subbab 3.Sistem Berkas Jawaban no. yaitu mengeliminasi kunci-kunci yang tidak terpakai. upper dan tengah. Untuk mempermudah dalam pencarian. 13 Prind Triajeng Pungkasanti.2. 5. tapi bisa juga menggunakan pembulatan ke atas/round up (tergantung konsekuensi Anda!!).Kom. 1. Jawaban di atas menggunakan pembulatan ke bawah/round down. Lower adalah address/alamat terendah dalam memori. diperoleh dari Lower + Upper. 2 4. S.

maka untuk mendekati data 50. maka address 0 dan 1 dieliminasi atau tidak diperhatikan.Sistem Berkas Contoh : Untuk mencari 50. sehingga kunci tengah ( 2 ) menjadi lower dengan ditambah 1.5 = 2 (100 – 5) 40 = 50 1 0 4 0 + (50 – 5) * (4 – 0) = 1. 14 Prind Triajeng Pungkasanti. S. sebab metode simpan menggunakan sekuensial). Jawaban no. 4 (Metode Interpolasi) Data Langkah Lower Upper Tengah M (t) Data : M (t) 40 1 0 4 0 + (40 – 5) * (4 – 0) = 1.9 = 2 (100 – 5) 40 > 2 2+ 1= 3 4 3 + (50 – 5) * (4 – 3) = 3 (100 – 5) 50 = 100 1 0 4 0 + (100 – 5) * (4 – 0) = 4 (100 – 5) 100 = Rata-rata = 1 + 2 + 1 3 = 1. Setelah ditemukan kunci tengah adalah pada address 2. mengapa lower yang ditambah 1 ( 2 + 1 = 3 ) ? 5 20 40 50 100 0 1 2 3 4 Agar tidak membingungkan. address harus digeser ke atas (karena 50 terletak pada address 3).3 langkah. Sehingga upper tetap 4 sedangkan lower adalah berasal dari kunci tengah ( 2 ) ditambah 1 (ditambah 1 atau dikurangi 1. .Kom.

Carilah data 101. 101. 5. 98. Carilah data 101.Sistem Berkas Keterangan : 1. 63 berikut ini ke dalam memori komputer. Simpanlah data 56. 3. Carilah data 101. . Soal 1. 5. 37. dan 11 dengan menggunakan metode biner serta hitung pula rataratanya!. 7. 34. 15 Prind Triajeng Pungkasanti. S. 5. 5. dan 11 dengan menggunakan metode sekuensial serta hitung pula rata-ratanya!. 76. Tengah = lower + ( data – M ( lower )) * ( upper – lower ) M ( upper) – M (lower) 2. 11. 2. 84. 4. dan 11 dengan menggunakan metode interpolasi serta hitung pula rata-ratanya!.Kom. 2. Pembulatan yang digunakan untuk jawaban tersebut adalah pembulatan ke atas.

S. Menentukan Alamat dengan Konversi Kunci Salah satu usaha yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja dalam mengantisipasi kerugian yang ditimbulkan oleh subbab 4. ORGANISASI BERKAS LANGSUNG Metode pencarian biner maupun interpolasi masih belum dapat mengimbangi ketidaksabaran manusia terhadap penyediaan informasi yang cepat dan akurat. . merupakan alasan untuk menilai bahwa subbab 4.Sistem Berkas IV.1 adalah dengan melakukan konversi terhadap kunci rekaman menjadi satu alamat yang unik (Wahyuni. Alamat untuk menempatkan rekaman yang diperoleh dari fungsi hash 16 Prind Triajeng Pungkasanti. sangat diharapkan agar proses langsung menuju ke alamat tempat rekaman dengan kunci tertentu disimpan. Keluaran dari fungsi hashing bukan lagi alamat yang unik. sehingga diperlukan sebuah fungsi untuk mengatasi keadaan tersebut. Hal tersebut hanya mungkin terjadi bila kunci rekaman juga merupakan alat lokasi rekaman. Dalam bab ini akan membahas menganai berbagai teknik yang digunakan untuk merancang suatu sistem yang berhubungan dengan penentuan lokasi rekaman yang akan disimpan serta pembacaan kembali rekaman tersebut. Keuntungan dari sistem ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencari data menjadi cepat. Tidak sebanding antara kunci actual dengan jumlah ruang kunci yang harus disediakan.1 tidak efisien. Kunci Sebagai Alat Rekaman yang Unik Untuk mendapatkan rekaman yang diasosiasikan dengan suatu kunci primer. Hal ini terjadi karena harus tersedia 1 lokasi untuk setiap kemungkinan rekaman kunci. 2005).Kom. Fungsi ini diberi nama fungsi hash. Perkembangan media perekaman data yang dapat menampung volume data dalam jumlah yang besar harus diimbangi dengan peningkatan teknik pencarian kembali data yang tersimpan. namun kerugiannya volume ruang penyimpanan yang dibutuhkan sangat besar. melainkan kemungkinan bagi alamat yang di hash.

Pada rumus tersebut. Hashing dengan kunci modulus N F ( kunci ) = kunci mod N Fungsi ini merupakan fungsi yang paling popular dan peling sering digunakan.Sistem Berkas disebut home address. Sedangkan untuk mekanisme resolusi kolisi (untuk mencegah terjadinya kolisi) akan dibahas pada bab tersendiri. Hashing dengan kunci modulus P F ( kunci ) = kunci mod P Fungsi hashing ini merupakan variasi dari fungsi hashing kunci modulus N. P ini kemudian akan menggantikan n sebagai ukuran table yang baru. Dalam bab ini diasumsikan bahwa satu lokasi memiliki kapasitas satu rekaman. b. Berikut ini beberapa fungsi hash. Diharapkan fungsi tersebut menghasilkan kemungkinan alamat yang: 1. 17 Prind Triajeng Pungkasanti. Maksud dari pendistribusian dalah untuk mengurangi terjadinya kolisi (tabrakan) yang disebabkan hasil hashing dua kunci rekaman yang berbeda menunjukkan alamat yang sama persis. . pemotongan dilakukan pada bagian yang memiliki kemiripan saja. dan N adalah ukuran table. dengan P merupakan bilangan prima terkecil yang lebih besar atau sama dengan N. dimaksudkan agar waktu pembacaan menjadi ditekan seminimal mungkin. c. dimulai dari yang paling sering digunakan : a. Hasil fungsi modulus adalah sisa pembagian kunci dengan N. Keuntungan fungsi ini adalah hanya menghasilkan nilai dalam rentang ruang alamat 0 sampai dengan N-1. N merupakan ukuran table atau berkas. Dapat dieksekusi dengan efisien. 2. S. Hashing dengan pemotongan Hashing dengan pemotongan tidak mempunyai rumus yang pasti. Mampu mendistribusikan kunci secara merata ke dalam cakupan alamat. Dimisalkan nim seseorang yang terdiri dari 8 digit dengan 4 digit pertama menunjukkan jurusan dan tahun akademik.Kom.

.Sistem Berkas sedangkan 4 digit terakhir adalah nomor yang membedakan mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lain. Maka akan lebih midah untuk menjadi kunci hashing pemotongan adalah bila dari digit tersebut yang dipotong adalah 4 digit pertama. 3. maka 25 mod P = ? Diperoleh dari 25 dibagi 5 menghasilkan 5 dengan sisa 0.Kom. maka 30 mod P = ? Diperoleh dari 30 dibagi 21 menghasilkan 1 dengan sisa 9. sebab kemungkinan kemiripannya lebih besar daripada 4 digit terakhir. 6. 2. Berapakah hasil dari 100 mod 9 ? Diperoleh dari 100 dibagi 9 menghasilkan 11 dengan sisa 1. 18 Prind Triajeng Pungkasanti. S. Bila N = 5. 5. Contoh Soal 1. Berapa N bila 25 mod N = 1 ? Diperoleh dari 25 dibagi 24 menghasilkan 1 dengan sisa 1. Berapa N bila 30 mod N = 2 ? Diperoleh dari 30 dibagi 14 menghasilkan 2 dengan sisa 2. Bila N = 21. Berapakah hasil dari 5 mod 2 ? Diperoleh dari 5 dibagi 2 menghasilkan 2 dengan sisa 1. 4.

Rumus faktor muatan telah dijelaskan pada subbab pada bab 2. Algoritma yang digunakan adalah : 19 Prind Triajeng Pungkasanti. Beberapa cara untuk mereduksi kolisi adalah dengan mengganti fungsi hashing atau dengan mereduksi packing factor (faktor muatan). Fungsi hash menurut Wahyuni (2005) yang menghasilkan banyak kolisi dikatakan sebagai memiliki kluster primer.Kom. Bila terjadi sinonim jamak pada satu home address tertentu. akan dibentuk rantai rekaman sinonim. Makin sedikit kolisi maka semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk mengakses tempat-tempat yang berbeda (probe menjadi sedikit). Resolusi Kolisi Merubah fungsi hashing atau mengurangi faktor muatan akan dapat mengurangi jumlah kolisi tapi tidak akan mengeliminasi kolisi (Wahyuni.2005). S. Fungsi hash seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya adalah mendistribusikan data secara merata ke dalam berkas. Jika tujuan tersebut tidak tercapai maka strategi yang digunakan adalah mengkombinasikan beberapa fungsi sederhana dalam satu aplikasi.Sistem Berkas V. Coalesced Hashing Adalah metode resolusi yang menggunakan penunjuk untuk menghubungkan elemenelemen dari sebuah rantai sinonim. Penyelesaian yang dilakukan bila terjadi kolisi adalah memberikan penunjuk pada lokasi rekaman yang sinonim. . Tujuan utama dari resolusi kolisi adalah menempatkan rekaman sinonim pada suatu lakasi yang membutuhkan probe tambahan yang minimum dari home address rekaman tersebut. MANAJEMEN KOLISI Latar Belakang Mekanisme manajemen kolisi diperlukan untuk mengatasi terjadinya jumlah rekaman yang dikonversikan ke suatu lokasi melebihi kapasitasnya.

Cari lokasi paling bawah dalam berkas (atau yang memiliki alamat paling besar). maka : Tabel 5. Cari lokasi terakhir rantai sinonim dengan mengikuti penunjuk pada medan penghubung sampai menemukan simbol ^ yang menandakan akhir dari rantai.1. b. . S. akhiri program dengan pesan "Berkas Penuh". 61. jika rekaman ternyata kembar akhiri program dengan pesan "rekaman kembar”.Sistem Berkas 1. 83. Sisipkan rekaman ke dalam lokasi yang kosong yang teridentifikasi dan atur medanpenghubung rekaman terakhir dalam rantai-sinonim agar menunjuk ke lokasi rekaman yang baru saja disisipkan. 51. 2. 24 dan 60 ke dalam berkas dengan kapasitas 11. a. sisipkan rekaman pada lokasi tersebut. 40. jika tidak . Jika tidak ditemukan.Kom. Contoh : Akan dilakukan penyisipan rekaman-rekaman dengan kunci 38. Jika home address kosong. Lakukan hashing pada semua kunci rekaman yang akan disisipkan untuk mendapatkan home address atau calon address yang mungkin untuk ditempati oleh rekaman-rekaman tersebut. Coalesced Hashing Kunci 38 51 40 61 83 24 60 Kunci mod 11 38 mod 11 = 5 51 mod 11 = 7 40 mod 11 = 7 61 mod 11 = 6 83 mod 11 = 6 24 mod 11 = 2 60 mod 11 = 5 20 Prind Triajeng Pungkasanti. c.

. Langkah Kerja Metode Coalesced Hashing Berkas Kosong Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penyisipan 38 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penyisipan 51 Almt 0 1 2 Rekam Penghub ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ Rekam Penghub ^ ^ ^ ^ ^ Rekam Penghub ^ ^ ^ 3 4 5 6 7 8 9 10 ^ ^ 38 ^ ^ 51 ^ ^ ^ ^ 38 ^ ^ ^ ^ ^ ^ Penyisipan 40 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penyisipan 61 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penyisipan 83 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rekam Penghub ^ ^ ^ ^ ^ Rekam Penghub ^ ^ ^ ^ ^ Rekam Penghub ^ ^ ^ ^ ^ 38 ^ ^ 38 61 51 ^ ^ 10 ^ ^ 38 61 51 ^ 9 10 ^ 51 10 ^ ^ 83 40 ^ ^ 40 ^ 40 ^ 21 Prind Triajeng Pungkasanti.Kom. S.Sistem Berkas Tabel 5.2.

S. Bila penyimpan. tambahan tersebut tidak tersedia. 7. ditempatkan di alamat 5. kunci 61. maka penghubung yang sifatnya fisik tidak dapat disediakan. .4 Keterangan : 1. sehingga perlu dipertimbangkan teknik resolusi kolisi yang menggunakan suatu bentuk untuk menentukan kemana selanjutnya rekaman harus dicari. Rekaman dengan kunci 38. sehingga 40 ditempatkan pada alamat 10. Rekaman dengan kunci 40 tidak dapat ditempatkan di alamat 7 sebab alamat tersebut sudah terisi dengan kunci 51. Lokasi yang masih kosong dengan alamat terbesarlah yang diisi terlebih dahulu. 22 Prind Triajeng Pungkasanti. 2. kunci 51. Progressive Overflow Kerugian penggunaan coalesced-hashing adalah diperlukannya penyimpan tambahan untuk medan-penghubung. Penunjuk pada medan penghubung yang berada di alamat 7 ditujukan ke 10.Kom. 6 dan 2 sesuai dengan home addressnya. kunci 24 langsung.Sistem Berkas Penyisipan 24 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penyisipan 60 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rekam Penghub ^ ^ Rekam Penghub ^ ^ 24 ^ ^ ^ 24 ^ ^ ^ 38 61 51 ^ 9 10 ^ 38 61 51 60 83 40 8 9 10 ^ ^ ^ 83 40 ^ ^ Rata-rata = ( 1 + 1 + 2 + 1 + 2 + 1 + 2 ) / 7 = 1.

hal ini dilakukan terus menerus sampai diperoleh lokasi kosong untuk menempatkan rekaman. 83. 40. sedangkan p adalah bilangan prima terdekat dari x. . 51.Kom. Bila sudah maka dilihat lokasi selanjutnya apakah masih kosong/terisi. maka penyelesaiannya menggunakan metode progressive overflow sehingga ditentukan dahulu fungsi hashnya : Tabel 5. S.Sistem Berkas Progressive overflow adalah menentukan lokasi di memori dengan melihat apakah lokasi yang dituju sudah ditempati atau belum. Fungsi hash yang digunakan : Hash (x) = x mod p Dengan x adalah kunci. 61. 24 dan 60 ke dalam berkas dengan kapasitas 11.3. Progressive Overflow Kunci 38 51 40 61 83 24 60 Kunci mod 11 38 mod 11 = 5 51 mod 11 = 7 40 mod 11 = 7 61 mod 11 = 6 83 mod 11 = 6 24 mod 11 = 2 60 mod 11 = 5 23 Prind Triajeng Pungkasanti. Contoh : Akan dilakukan penyisipan rekaman-rekaman dengan kunci 38. Progressive overflow menggunakan home address untuk menempatkan kunci ke dalam memori.

4.Sistem Berkas Tabel 5.Kom.3 24 Prind Triajeng Pungkasanti. Langkah Kerja Metode Progressive Overflow Sisip 38 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sisip 51 Almt 0 1 2 3 4 Sisip 40 Almt 0 1 2 3 4 Sisip 61 Almt 0 1 2 3 4 Kunci Kunci Kunci Kunci 38 5 6 7 8 9 10 38 5 6 38 5 6 38 61 51 40 51 7 8 9 10 51 40 7 8 9 10 Sisip 83 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sisip 24 Almt 0 1 2 3 4 Sisip 60 Almt 0 1 Kunci Kunci Kunci 24 2 3 4 24 38 61 51 40 83 5 6 7 8 9 10 38 61 51 40 83 5 6 7 8 9 10 38 61 51 40 83 60 Rata-rata = ( 1 + 1 + 2 + 1 + 4 + 1 + 6 ) / 7 = 2. S. .

kunci 51. 7. S. Untuk Progressive Overflow bisa inkremennya konstan yaitu 1 sedangkan pada pembagian linier inkremennya bersifat variabel. kunci 61. Lokasi yang masih kosong diperoleh dengan menggunakan increament 1 (menaik 1). . Pembagian Linier Pembagian Linier atau Linies Quotient adalah merupakan varian dari Progressive Overflow. Begitu pula dengan kunci 83 dan 60. kunci 24 langsung di tempatkan di alamat 5. Lokasi 8 masih kosong sehingga 40 ditempatkan di alamat tersebut. Rekaman dengan kunci 38.Kom.Sistem Berkas Keterangan : 1. Hal ini bertujuan untuk mengurangi probe. Linier Quotient Kunci 38 51 40 61 83 24 60 Kunci mod 11 38 mod 11 = 5 51 mod 11 = 7 40 mod 11 = 7 61 mod 11 = 6 83 mod 11 = 6 24 mod 11 = 2 60 mod 11 = 5 Kunci div 11 38 div 11 = 3 51 div 11 = 4 40 div 11 = 3 61 div 11 = 5 83 div 11 = 7 24 div 11 = 2 60 div 11 = 5 25 Prind Triajeng Pungkasanti.5. 2. Rekaman dengan kunci 40 tidak dapat ditempatkan di alamat 7 sebab alamat tersebut sudah terisi dengan kunci 51. 6 dan 2 sesuai dengan home addressnya. Fungsi hash yang digunakan adalah : incr (x) = x div p Tabel 5.

6.Sistem Berkas Tabel 5. S.Kom. . Langkah Kerja Metode Linier Quotient Sisip 38 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sisip 51 Almt 0 1 2 3 4 Sisip 40 Almt 0 1 2 3 4 Sisip 61 Almt 0 1 2 3 4 Kunci Kunci Kunci Kunci 38 5 6 7 8 9 10 38 5 6 38 5 6 38 61 51 51 7 8 9 10 51 7 8 9 40 10 40 Sisip 83 Almt 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sisip 24 Almt 0 1 Sisip 60 Almt 0 1 Kunci Kunci Kunci 83 2 3 4 83 2 3 83 24 38 61 51 4 5 6 7 8 9 24 38 61 51 38 61 51 5 6 7 8 9 60 40 40 10 40 10 Rata-rata = ( 1 + 1 + 2 + 1 + 2 + 2 + 4 ) / 7 = 1.9 26 Prind Triajeng Pungkasanti.

29. Begitu pula dengan kunci 83 dan 60. 7 dan 6 sesuai dengan home addressnya. Rekaman dengan kunci 38. Progressive Overflow dan Linier Quotient ! 2. kunci 51. sehingga lokasi yang kosong ditentukan dengan kenaikan (increment) dari fungsi hash (x) sebanyak 3 kenaikan. 16.Sistem Berkas Keterangan : 1. 23. kunci 61 langsung di tempatkan di alamat 5.Kom. Untuk mencari lokasi yang kosong gunakan rumus incr (x). Diantara ketiga metode probe milik metode yang manakah yang paling sedikit? Mengapa? 27 Prind Triajeng Pungkasanti. 2. S. Rekaman dengan kunci 40 tidak dapat ditempatkan di alamat 7 sebab alamat tersebut sudah terisi dengan kunci 51. 42 dan 17 dengan menggunakan Coalesced Hashing. 18. 13. 3. 39. Soal 1. maka Iokasi yang tepat untuk kunci 40 adalah alamat 10. Sisipkan data dengan menggunakan kunci sebagai berikut 27. . Tentukan rata-rata probenya untuk nornor 1 !.

Struktur Dasar Pada umumnya rekaman yang akan disimpan mempunyai volume yang besar daripada penyimpanan primer sehingga diperlukan penyimpan sekunder seperti disk. dan silinder 3. . bahwa komponen pembentuk file sekuensial berindeks ada 3. dan (3) overflow. yaitu 250.Sistem Berkas VI. Struktur dasar pengamatan dengan menggunakan track sebagai unit terkecil untuk mengelompokkan informasi. yaitu : (1) file utama yang berisi data. Metode yang digunakan adalah ISAM atau Indexed Sequential Access Methods. kemudian tercapai unit tambahan yaitu indeks.Kom. Hariyanto (2003) mengatakan. Contoh berikut akan memberikan gambaran cara penyimpanan berkas sequensial berindeks. ORGANISASI BERKAS SEKUENSIAL BERINDEKS Pendahuluan Berkas sekuensial berindeks. Unit berikutnya dalah silinder. silinder 2. yaitu : (1) memiliki indeks terhadap berkas sehingga menghasilkan pengaksesan random yang lebih baik dan (2) area overflow untuk menyediakan ruang bila dilakukan penambahan rekaman ke dalam berkas. menurut Wahyuni (2005) mempunyai 2 sifat. (2) indeks. Ilustrasinya adalah sebagai berikut : Kunci tertinggi pada silinder 1 Silinder 1 Silinder 2 Silinder 3 Indeks silinder 250 250 250 250 250 250 Indeks track (untuk silinder = 1) 28 Prind Triajeng Pungkasanti. Terdapat 3 buah silinder yaitu. S. kunci tertinggi terletak pada silinder 1. silinder 1. Keunggulan dari file sekuensial berindeks adalah file dapat diproses secara sekuen maupun langsung secara efisien.

1.1. Struktur awal berkas sekuensial berindeks 2 3 4 Keterangan : 1-0 menunjukkan notasi x-y. lakukan penyisipan rekaman dengan kunci 13 pada struktur awal gambar 6.1 rekaman overflow dialokasikan pada track 9. rekaman tersebut dialokasikan pada posisi yang tepat. untuk memperjelas penjelasan di atas. . sebab belum dilakukan penyisipan rekaman yang dialokasikan pada area overflow. S. urutan harus tetap dipertahankan untuk mempertahankan mekanisme pembacaan. 29 Prind Triajeng Pungkasanti.Sistem Berkas Nomor track 0 1 2 3 25 7 28 73 1 9 38 75 70 15 55 79 2 20 57 80 85 25 70 85 3 25 ^ 12 41 77 70 ^ 22 65 83 85 ^ Penyimpanan overflow 1 9 Gambar 6. Sehingga 1-0 diartikan sebagai track 0 pada silinder 1. Pada gambar 6. Pada saat ini nilai kunci tertinggi pada area primer sama dengan kunci tertinggi pada area overflow. Simbol ^ pada penunjuk overflow mengindikasi bahwa tidak ada rekaman dalam area overflow. Penyimpanan Rekaman Pada saat melakukan penyisipan. dengan x adalah nomor silinder sedangkan y adalah nomor track.Kom. Hal ini berarti pada saat menyisipkan rekaman.