Anda di halaman 1dari 12

Definisi Drive Test Proses pengukuran sistem komunikasi bergerak pada sisi gelombang radio di udara yaitu dari

arah BTS ke MS atau sebaliknya, dengan menggunakan handphone yang didesain secara khusus untuk pengukuran. Tujuan Drive Test Mengukur kualitas sinyal dan perbaikan masalah yang berhubungan dengan sinyal. Vendor Alat Drive Test 1. Ericsson : TEMS Tipe-tipe TEMS 1. TEMS Investigation Digunakan untuk drive test di luar ruangan (outdoor). Mulai versi 4 sudah dapat digunakan untuk drive test dalam ruangan (indoor). Menggunakan GPS (Global Positioning System) sebagai alat navigasi dan plotting parameter pada rute drive test yang dilalui. Perangkat TEMS 4. Software TEMS : Investigation, Light 5. Handphone TEMS : K790 sama K800 6. Kabel Data : USB, Serial 7. Lisensi TEMS 8. GPS 9. Aksesoris : USB Hub, Inverter, USB to RS-232, Charger hand phone untuk mobil dll. Mode TEMS 1. Drive Test (online) connect 2. Replay (offline) tdk ter-connect 1. Drive Test

Informasi yang ditampilkan didapat dari perangkat TEMS secara online. Untuk drive test dan perekaman / recording logfile. Kondisi peralatan ter-connect. 2. Replay Informasi yang ditampilkan dibaca dari logfile. Dalam mode ini kita bisa replay logfile untuk inspeksi dan analisa. Kondisi peralatan tidak ter-connect. Dua mode ini bekerja secara berlawanan. Saat TEMS dibuka maka dalam mode replay. Setelah peralatan kita connect maka mode berubah ke mode drive test. Peralatan didisconnect akan kembali ke mode replay. Hal ini berarti : Jika kita telah membuka logfile, maka harus diitutup terlebih dahulu sebelum peralatam bisa d connect Agar dapat membuka logfile, maka semua peralatan harus di-disconnect terlebih dahulu Configuring the PC for TEMS Investigation For TEMS Investigation to operate properly, your computer must be appropriately configured in a variety of respects. This chapter covers those procedures that should be performed before installing TEMS Investigation itself. Further configuration procedures, required for data service testing, are described in chapter 6. 1. Screen Savers and Energy Saving Features You should make sure that the computer used for measurement and recording does not go into any kind of standby mode: Disable the Windows screen saver under Control Panel Display Screen Saver. In the same dialogs, make appropriate settings under "Energy saving features..." so that these features are never activated during measurement. Disable any other screen savers. 2. Port-Scanning Software You should not have any software installed that periodically scans COM or USB ports. The reason is that such software may cause difficult connect problems in TEMS Investigation. Logfile

Merupakan file hasil rekaman (recording) drive test yang dapat kita replay di TEMS atau kita olah dengan alat pengolahan lainnya .di proses di map agar terlihat level yang bagus dan jelek. Trace Mode atau Hasil pengukuran drive test bisa dilihat dalam bentuk peta, dimana pada peta tersebut diperlihatkan plot-plot jalur yang ditelusuri saat drive test. Sehingga dari indikasi warna pada peta tersebut dapat diketahui daerah yang mengalami masalah.

Tipe Drive Test 1. Outdoor 2. Indoor Tidak bisa pakai GPS Plotting/pinpoint manual Peta menggunakan denah gedung 3. Benchmark Metode pengukuran dengan menggunakan Drive Test Drive Test adalah pengukuran yang dilakukan untuk mengamati dan melakukan optimasi agar dihasilkan kriteria performansi jaringan. Prosedur optimasi sendiri dibagi dalam tiga tingkata, yaitu single cell function test, cluster optimization dan system optimization. 1. Single cell function test Dilakukan untuk menguji secara individu BTS. 2. Cluster optimization Dilakukan untuk mneguji beberapa BTS dalam satu cluster, menguji hubungan dan performansi antar BTS. 3. System optimization Dilakukan untuk menguji perfomansi jaringan yang lebih luas.

Drive Test dilakukan pada beberapa kondisi :

Drive Test awal yag dilaksanakan ketika suatu BTS telah selesai di-instal untuk mengetahui data awal suatu BTS juga menunjukkan tingkat kelayakan suatu jaringan. Drive Test maintaining dalam rangka memonitoring performansi BTS sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dilaksanakan dalam keadaan yang sangat diperlukan, yaitu jika ada keluhan dari pelanggan ataupun terdapat penurunan performansi BTS yang dilihat dari laporan harian.

Data-data yang bisa didapatkan adalah sebagai berikut:

Mengetahui informasi tentang BTS mana yang menangani MS, diketahui dari pilot sektor BTS mana yang meng-handle. Memuat informasi tentang site yang menangani MS dan site disekitarnya yang memiliki sinyal pilot terkuat yang memungkinkan untuk handoff. Mengamati level sinyal (Rx_lev), kualitas sinyal (Ec/Io), jarak antena BTS dan MS ketika pengukuran dilakukan, Tx power, Forward/Reverse FER dalam %, kualitas call, persentase panggilan yang drop, active set, candidate set, finger information, jumlah call yang dihubungi, persentase call yang gagal, dan total call.

Adapun parameter untuk mengetahui kualitas sinyal, level daya terima MS, dan interferensi adalah sebagai berikut :

Ec/Io

Menunjukkan level daya minimum (threshold) dimana MS masih bisa melakukan suatu panggilan. Biasanya nilai Ec/Io menentukan kapan MS harus melakukan handoff.

Jarak BTS dan MS (near far effect)

Jarak BTS dan MS saat pengukuran juga memiliki pengaruh, dimana pada jarak yang cukup dekat kualitas sinyal lebih bagus dan sangat memungkinkan melakukan panggilan. Tetapi dalam CDMA perbedaan jauh dekat jarak BTS-MS sudah diatasi dengan kontrol daya.

RSSI (Received Signal Strength Interference)

Hampir sama dengan Ec/Io tetapi RSSI digunakan dalam coverage. ? Mobile Station (MS) Tx power Kenaikan daya pancar pada MS akan menyebabkan interferensi terhadap user lain. Sehingga user yang lain juga akan meningkatkan daya pancarnya.

FER (Frame Error Rate)

FER didefinisikan sebagai rata-rata kesalahan frame. Parameter yg harus diketahui utk drive tester pemula adalah sebagai brikut : 1. BCCH : Broadcast Control Channel = frekuensi yg digunakan dlm GSM untuk downlink BTS ke MS (berkisar 890MHz-915MHz utk yg GSM 900) 2. ARFCN : Absolute Radio Frequency Channel = sebutan kanal yg digunakan untuk mewakili brapa nilai dari frekuensi. Jd misalnya disebut ARFCN BCCHnya 18 , nah artinya nti 18 itu dikonversi menjadi nilai MHz td. 3.CGI terdiri atas : a.MCC / Mobile Country Code, klo Indonesia pakenya 510 b.MNC /Mobile Network Code, nilainya tergantung operator c.LAC / Local Area Code, setiap area atw daerah punya kode yg ditentukan operator d.Cell Id, parameter ini yg hrs diperhatikan agar tidak salah site ketika ingin melakukan drive test karena setiap cell punya kode ID masing". 4. BSIC / Base Station Identity Code, Membedakan antar BTS terutama BTS-BTS yg mempunyai BCCH ARFCN yg sama (dalam reuse freq) 5. RxLev = Tingkat kuat level sinyal penerima di MS (rentang dalam minus dB),makin kecil mkin lemah 6. RxQual = Tingkat kualitas sinyal penerima di MS (rentangnya skala 0-7),makin besar makin jelek 7. SQI (Speech Quality Indicator) = Indikator kualitas suara dalam keadaan dedicated atau menelpon dengan rentang -20 s.d 30 , makin besar makin baik 8. TA(Timing Advance) = jarak antar MS dengan BTS (rentang dari 0-8), makin besar makin jauh 9. Speech Codec = adalah indikator speech codec yang dialami oleh MS. Terdiri dari EFR (Enhanced Full Rate), HR (Half Rate), FR (Full Rate) maupun Adaptive Multi Rate (AMR-FR & AMR-HR). Oh iya juga memahami sektorisasi juga tidak kalah penting untuk mengetahui apakah site melayani sektor yg tepat (di outdoor). Caranya mudah saja, kita tinggal pakai kompas dan mengetahui arah utaranya kemana. Antena yg mengarah mendekati arah utara di atas 0 derajat itulah merupakan antena sektor 1 (normally yah). Lalu tinggal kita lihat dr CI-nya karena disana menunjukkan sedang melayani sektor brpkah saat itu. Contoh : di CI tertera nilai 60201 , berarti saat itu yg sedang serving adalah antena sektor 1 (lihat nilai paling akhir dr CI, jika 60202 berarti sektor 2, jika 60203 maka sektor 3. Dan jika 60204 maka sektor 1, 60205 sektor 2, dst) . Perhatikan juga contoh yg saya berikan tsb adalah untuk antena directional 3 sektor. Window pada TEMS dapat diatur sedemikian rupa tergantung anda yg membutuhkan dan memudahkan anda saat melakukan DT, namun window yg biasa ditampilkan adalah GSM Current Channel, GSM Serving+Neighbor(MS1), GSM Radio Parameter, dan tentu saja Map/peta yg akan kita DT beserta data Site/BTSnya. Juga pastikan GPS dan MS sudah terkoneksi dengan baik dan benar. GSM nih. Global System for Mobile communication (GSM) adalah sebuah standar global untuk komunikasi bergerak digital. Arsitekturnya??? network element(membentuk PLMN atau Public Land Mobile Network): 1. Mobile Station (MS)

2. Base Station Sub-system (BSS) 3. Network Sub-system (NSS), 4. Operation and Support System (OSS) 1. MS: terminal pelanggan untuk komunikasi.Mobile Equipment (ME)/HP dan Subscriber Identification Module (SIM).

Me merupakan terminal tranceiver yang diidentifikasi IMEI(International Mobile Equipment Identity) SIM adalah sebuah smart card yang berisi which stores seluruh informasi user (berupa Authentication Key Ki,2 algorithma enkripsi. Yaitu algoritma autentikasi A3 dan A8 sebagai cipher key,IMSI and TMSI) dan beberapa feature dari GSM

Data yang disimpan dalam SIM secara umum, adalah: 1. IMMSI (International Mobile Subscriber Identity), merupakan penomoran pelanggan. 2. MSISDN (Mobile Subscriber ISDN), nomor yang merupakan nomor panggil pelanggan. 2. Base Station SubSystem(BSS) BTS Base Transceiver Station, merupakan tranceiver yang mendefinisikan sebuah sel dan menangani hubungan link radio dengan MS(melalui Um Interface) dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal. BSC Base Station Controller, mengatur sumber radio untuk sebuah BTS atau lebih dan menangani radio-channel setup, frequency hopping, and handover intern BSC dan merupakan perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang berada di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC 3.

Network Sub System atau NSS Mobile Switching Center atau MSC, merupakan sebuah network element central dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler, dimana MSC berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antar selular maupun dengan jaringan kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data. Mengatur BSC melalui A-interface dan juga penghubung antara satu jaringan GSM dengan jaringan lainnya melalui Internetworking Function (IWF) Home Location Register atau HLR, yang berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara permanen. rekaman database permanen dari pelanggan,database user yang utama,rekaman lengkap lokasi terkini dari user. Visitor Location Register atau VLR, yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan. database smentara dari pelanggan. untuk pelanggan lokal dan roaming,memiliki pertukaran data yang luas daripada HLR, diakses oleh

MSC untuk setiap panggilan, Setiap MSC terhubung dengan sebuah VLR, tetapi satu VLR dapat terhubung dengan beberapa MSC Authentication Center atau AuC, yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan. Sehingga pembicaraan pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan. Berisi parameter authentikasi (Ki, algorithma A3 atau A8) pelanggan untuk mengakses jaringan GSM dan juga memproduksi tiga buah parameter autentikasi (SRES, RAND, Kc) dan menyimpannya di VLR. Equipment Identity Registration atau EIR, yang memuat data-data pelanggan. register penyimpan data seluruh mobile stations

Operation and Support System atau OSS, merupakan sub sistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian, diantaranya fault management, configuration management, performance management, dan inventory management. Operation and Maintenance Pengaturan pelanggan dan tagihan Pengaturan Mobile Equipment GSM900 l l Down link : 935 - 960 MHz ( E-GSM 925 - 960 MHz ) Uplink : 890 - 915 MHz ( E-GSM 880 - 915 MHz)

DCS1800 Mhz Downlink: frekuensi 1805-1880 Mhz Uplink: frekuensi 1710-1785 Mhz Bandwidth :75 Mhz Lebar kanal : 200 Khz Terdapat 375 kanal Pertanyaan: Teknologi 2G 3G TEMS yang digunain investigation DCS1800? Drive Test Outdoor Langkah-Langkah Drive Test 1. Pasang kabel data dan GPS ke komputer

2. Pasang HP pada kabel data 3. Buka TEMS Investigation 4. Aktifkan semua COM 5. Identify Equipment 6. Connect all 7. Cek status MS dan GPS 8. Start Recording 9. Buat call, bisa menggunakan command sequence 10. Jalan drive test 11. Stop 12. Disconnect 13. Tutup TEMS Investigation 14. Cabut kabel data, GPS dan hand phone Command Sequence Digunakan untuk otomatisasi perintah, seperti 1. Voice Contoh : menelpon ke nomor 123 selama 2 menit (120 detik) kemudian berhenti 5 detik kemuadian baru menelpon ke 123 lagi Dial : 111 Wait : 100 End call Wait : 5 Properties -> Sequence Handling -> Repeat Cell File -> Infinity 2. GPRS

Dial-up HTTP Load Hang-up Window Detail Parameter Jenis-jenis Pengukuran 1. Voice : Idle, Dedicated 2. Data : Download file, dial up 3. Scan Frequency 2G 2G (atau 2-G) / teknologi generasi kedua telepon seluler. menggantikan sistem analog seperti AMPS (Advanced Mobile Phone System). 2G merupakan jaringan telekomunikasi selular yang diluncurkan secara komersial pada jaringan GSM standar menggunakan sistem digital melayani komunikasi suara dan teks(SMS). Teknologi 2G Time Division Multiple Access (TDMA) Cara kerjanya membagi alokasi frekuensi radio berdasarkan satuan waktu. sebuah channel frekuensi dapat melayani tiga sesi peneleponan pada jeda waktu yang berbeda, tetapi tetap berpola dan berkesinambungan. Dengan merangkaikan seluruh bagian waktu tersebut, maka akan terbentuk sebuah sesi komunikasi. Global System for Mobile (GSM) Teknologi GSM menggunakan sistem TDMA dengan alokasi kurang lebih sekitar delapan pengguna di dalam satu channel frekuensi sebesar 200 KHz per satuan waktu. Kelebihan dari GSM adalah interface yang lebih bagi para provider maupun para penggunanya. Selain itu, kemampuan roaming antarsesama provider membuat pengguna dapat bebas berkomunikasi. Perkembangan Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5G yang merupakan pengembangan dari 2 G. 2.5G mengaktifkan layanan kecepatan tinggi transfer data melalui jaringan 2G yang ada

ditingkatkan. 2,5G adalah layanan komunikasi suara, sms dan data 153 kbps. Teknologi 2,5 G yang terkenal adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhanced Data for GSM Evolution). Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan WCDMA (Wideband - Coded Division Multiple Access). Kelebihan terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi dalam ruangan. 3G menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, dan lain-lain. Pengembangan dari 3G adalah 3,5 G yang memiliki kecepatan transfer data 2 mbps. Kini, teknologi yang sedang berkembang di dunia adalah 4G. Teknologi 4G adalah kecepatan data berbasis 802.11b (11 mbps) bahkan 802.11g (54 mbps) dan untuk masa depan 802.11n (115 mbps). 3G 3G (third-generation technology) merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan telepon selular. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan kaki.Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan video. 1. Generasi kedua: digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. Berkembang di awal 1990-an saat operator seluler mengeluarkan 2 macam standar suara digital, GSM dan CDMA, dimana GSM menggunakan sistem TDMA (Time Division Multiple Access) yang mampu mengirimkan panggilan sampai 8 saluran di pita 900 dan 1800 MHz, sedangkan CDMA sendiri adalah singkatan dari (Code Division Multiple Access) yang mampu mengirimkan sinyal panggilan sampai 16 saluran di pita frekuensi 800 MHz.[6] 2. Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. 3G merupakan terobosan dalam pengiriman paket data yang memungkinkan berbagai aplikasi jaringan diterapkan. Dengan kata lain, 3G menghadirkan sebuah perubahan evolusioner dalam kecepatan pemindahan data.
[6]

Definisi International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 1999 telah mengeluarkan standar yang dikenal sebagai IMT-2000 (International Mobile Telecommunications2000) yang meliputi GSM, EDGE, UMTS, CDMA, DECT dan WiMAX, dimana 3G berada di bawah standar IMT-2000 tersebut[1]. Secara umum, ITU, sebagaimana dikutip oleh FCC mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses[2]:

Sebesar 128 Kbps untuk kondisi bergerak cepat atau menggunakan kendaraan bermotor. Sebesar 384 Kbps untuk kondisi bergerak. Paling sedikit sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik atau pengguna stasioner. Penggunaan General Packet Radio Service (GPRS) mencapai 114 Kbps[6].

Teknologi 3G Teknologi 3G terbagi menjadi GSM dan CDMA. Perkembangan 3G Secara evolusioner Standar IMT-2000 menerapkan 2 macam evolusi ke 3G, yaitu: 1. Dari 2G CDMA standard IS-95 (cdmaOne) ke IMT-SC (cdma2000). 2. Dari 2G TDMA standars (GSM/IS-136) ke IMT-SC (EDGE). Secara revolusioner Ini adalah standar IMT-2000 yang memerlukan alokasi spektrum yang baru, sebagai contoh IMT-DS (W-CDMA) karena saluran yang diperlukan cukup luas (5MHz), dan TMT-TC (TD-SCDMA/UTRA TDD) ditambah dengan IMT-FT (DECT) karena memerlukan frekuensi TDD. Kemajuan 3G 3G ke 3,5G Secara evolusioner teknologi 3G telah dikembangkan menjadi 3.5G melalui peningkatan kecepatan transmisi data dengan teknologi berbasis HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access). 3G ke 4G Belakangan ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G, meskipun sebenarnya teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4 G. Salah satu teknologi 4G yaitu WiMax mobile standard telah diterima oleh ITU untuk ditambahkan pada IMT-2000, sehingga teknologi baru ini masih digolongkan ke dalam keluarga 3G. International Telecommunication Union (ITU) sedang mempelajari kemampuan mobile broadband yang disebut IMT-advanced yang disebut teknologi generasi keempat (4G). Salah paham tentang 3G

Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G di dalam masyarakat umum: 1. Layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator. Hanya membeli sebuah handset 3G, tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati. Handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila, pelanggan tidak menerima cakupan 3G. Sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus. 2. Layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa dikenal sebagai spektrum PCS (Personal Communication System).