P. 1
Angkatan Balai Pustaka

Angkatan Balai Pustaka

|Views: 936|Likes:
Dipublikasikan oleh Ngg Mitraa Castaryy

More info:

Published by: Ngg Mitraa Castaryy on Jan 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

Angkatan Balai Pustaka

Abdul Muis sastrawan Indonesia Angkatan Balai Pustaka Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini. Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak, dan bahasa Madura. Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.[2] Pada masa ini, novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Dalam perkembangannya, tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu. Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:

Merari Siregar
• • •

Azab dan Sengsara (1920) Binasa kerna Gadis Priangan (1931) Cinta dan Hawa Nafsu Siti Nurbaya (1922) La Hami (1924) Anak dan Kemenakan (1956) Tanah Air (1922)

Marah Roesli
• • •

Muhammad Yamin

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Indonesia. Tumpah Darahku (1928) Kalau Dewi Tara Sudah Berkata Ken Arok dan Ken Dedes (1934) Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923) Cinta yang Membawa Maut (1926) Salah Pilih (1928) Karena Mentua (1932) Tuba Dibalas dengan Susu (1933) Hulubalang Raja (1934) Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) Tak Disangka (1923) Sengsara Membawa Nikmat (1928) Tak Membalas Guna (1932) Memutuskan Pertalian (1932) Darah Muda (1927) Asmara Jaya (1928) Pertemuan (1927) Salah Asuhan (1928) Pertemuan Djodoh (1933) Menebus Dosa (1932) Si Cebol Rindukan Bulan (1934) Sampaikan Salamku Kepadanya (1935) Nur Sutan Iskandar Tulis Sutan Sati Djamaluddin Adinegoro Abas Soetan Pamoentjak Abdul Muis Aman Datuk Madjoindo [sunting] Pujangga Baru .

Tatengkeng ○ ○ ○ ○ • Armijn Pane ○ ○ ○ ○ ○ Fatimah Hasan Delais Said Daeng Muntu Karim Halim ○ . Pada masa itu. dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana.1942). Selain Layar Terkembang. terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana. pada periode ini novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Kalau Tak Untung menjadi karya penting sebelum perang. Karyanya Layar Terkembang. beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane. menjadi salah satu novel yang sering diulas oleh para kritikus sastra Indonesia. terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 .kumpulan sajak (1935) Layar Terkembang (1936) Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940) Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938) Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1939) Tuan Direktur (1950) Didalam Lembah Kehidoepan (1940) Belenggu (1940) Jiwa Berjiwa Gamelan Djiwa . Armijn Pane dan Rustam Effendi.kumpulan sajak (1960) Djinak-djinak Merpati sandiwara (1950) Kisah Antara Manusia kumpulan cerpen (1953) • • • • • • Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan Pertjikan Permenungan Kalau Tak Untung (1933) Pengaruh Keadaan (1937) Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935) Sukreni Gadis Bali (1936) I Swasta Setahun di Bedahulu (1938) Rindoe Dendam (1934) Kehilangan Mestika (1935) Pembalasan Karena Kerendahan Boedi (1941) Palawija (1944) Sariamin Ismail ○ ○ ○ ○ ○ • Hamka ○ ○ ○ ○ Anak Agung Pandji Tisna J. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru • Sutan Takdir Alisjahbana ○ ○ ○ ○ • Roestam Effendi ○ ○ Dian Tak Kunjung Padam (1932) Tebaran Mega .E. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual. Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu : 1. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana. nasionalistik dan elitis.Sutan Takdir Alisjahbana pelopor Pujangga Baru Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut. Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah 2.

Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945 • Chairil Anwar ○ Kerikil Tajam (1949) . Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang". Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik. Selain Tiga Manguak Takdir. pada periode ini cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dan Atheis dianggap sebagai karya pembaharuan prosa Indonesia.• Sanusi Pane ○ ○ ○ ○ ○ Pancaran Cinta (1926) Puspa Mega (1927) Madah Kelana (1931) Sandhyakala Ning Majapahit (1933) Kertajaya (1932) Nyanyi Sunyi (1937) Begawat Gita (1933) Setanggi Timur (1939) • Tengku Amir Hamzah ○ ○ ○ [sunting] Angkatan 1945 Chairil Anwar pelopor Angkatan 1945 Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45.

drama satu babak (1962) Kasih Ta' Terlarai (1961) Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) Pertjobaan Setia (1940) Asrul Sani. ○ ○ ○ [sunting] Angkatan 1950 .1960-an Pramoedya Ananta Toer novelis generasi 1950-1960 Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. Timbullah . yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan.B. Jassin. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar Idrus ○ ○ ○ • • • Achdiat K. Mihardja ○ ○ ○ ○ ○ Trisno Sumardjo Utuy Tatang Sontani • Suman Hs.○ • • ○ Deru Campur Debu (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) Aki (1949) Perempuan dan Kebangsaan Atheis (1949) Katahati dan Perbuatan (1952) Suling (drama) (1948) Tambera (1949) Awal dan Mira . Sastra.

S.kumpulan sajak 1950-1955 (1958) Priangan si Jelita (1956) Balada Orang-orang Tercinta (1957) Empat Kumpulan Sajak (1961) Ia Sudah Bertualang (1963) Simphoni (1957) Hujan Kepagian (1958) Rasa Sajangé (1961) Tiga Kota (1959) Angin Laut (1958) Dimedan Perang (1962) Laki-laki dan Mesiu (1951) Pulang (1958) Gugurnya Komandan Gerilya (1962) Daerah Tak Bertuan (1963) Mendarat Kembali (1962) Datang Malam (1963) Ramadhan K. Rendra • Nh.1960-an • Pramoedya Ananta Toer ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Toto Sudarto Bachtiar ○ ○ Kranji dan Bekasi Jatuh (1947) Bukan Pasar Malam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951) Keluarga Gerilya (1951) Mereka yang Dilumpuhkan (1951) Perburuan (1950) Cerita dari Blora (1952) Gadis Pantai (1965) Dua Dunia (1950) Hati jang Damai (1960) Dalam Sadjak (1950) Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954) Pertempuran dan Saldju di Paris (1956) Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953) Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955) Tak Ada Esok (1950) Jalan Tak Ada Ujung (1952) Tanah Gersang (1964) Si Djamal (1964) Putra Budiman (1951) Pahlawan Minahasa (1957) Tahun-tahun Kematian (1955) Ditengah Keluarga (1956) • • • • • • Etsa sajak-sajak (1956) Suara . menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia.perpecahan dan polemik yang berkepanjangan di antara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960.H ○ ○ ○ ○ W. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 . Dini ○ ○ • • Subagio Sastrowardojo ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Sitor Situmorang ○ ○ ○ ○ ○ Nugroho Notosusanto Trisnojuwono • Mochtar Lubis ○ ○ ○ ○ Toha Mochtar Purnawan Tjondronagaro Bokor Hutasuhut • Marius Ramis Dayoh ○ ○ • Ajip Rosidi ○ ○ .

Arifin C. Taufik Ismail. Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini. Bur Rasuanto. dan absurd. Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966 • Taufik Ismail ○ ○ ○ • Djamil Suherman ○ ○ Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia Tirani dan Benteng Buku Tamu Musim Perjuangan • Perjalanan ke Akhirat (1962) Manifestasi (1963) Titis Basino . H. Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia. Noer. Leon Agusta. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik. Arief Budiman.B. Wisran Hadi.[3] Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Goenawan Mohamad. Putu Wijaya. Jassin. dan banyak lagi yang lainnya.kumpulan cerita pendek (1963) Hujan Panas (1964) Kemarau (1967) Ali Akbar Navis [sunting] Angkatan 1966 . Purnawan Tjondronegoro. arketip.8 cerita pendek pilihan (1955) Bianglala . Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye. Wing Kardjo. arus kesadaran.○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957) Cari Muatan (1959) Pertemuan Kembali (1961) Robohnya Surau Kami . Darmanto Jatman. Goenawan Mohamad. Hamsad Rangkuti.1970-an Taufik Ismail sastrawan Angkatan 1966 Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis. Budi Darma. Djamil Suherman. Ikranegara.

A Salmoen Parakitri Tahi Simbolon Chairul Harun Kuntowijoyo M. Surat Keputusan (1963) Lesbian (1976) Bukan Rumahku (1976) Pelabuhan Hati (1978) Pelabuhan Hati (1978) Monumen Safari (1966) Catatan Putih (1975) Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978) Hukla (1979) Ziarah (1968) Kering (1972) Merahnya Merah (1968) Keong (1975) RT Nol/RW Nol Tegak Lurus Dengan Langit Masa Bergolak (1968) Ibu (1969) Warisan (1979) Khotbah di Atas Bukit (1976) Lingkaran-lingkaran Retak (1978) Dari Hari ke Hari (1975) Pergolakan (1974) Perjanjian dengan Maut (1976) Sutardji Calzoum Bachri Leon Agusta Abdul Hadi WM Iwan Simatupang Sapardi Djoko Damono Goenawan Mohamad M. Hartowardojo Nasjah Djamin . Hotel. dan Kita (1980) Seribu Kunang-kunang di Manhattan Sri Sumarah dan Bawuk Lebaran di Karet Pada Suatu Saat di Bandar Sangging Kelir Tanpa Batas Para Priyayi Jalan Menikung • • • • • • • • • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Dia. Sastra.○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ • ○ ○ ○ • ○ ○ • ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ • Sajak Ladang Jagung Kenalkan Saya Hewan Puisi-puisi Langit O Amuk Kapak Meditasi (1976) Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975) Tergantung Pada Angin (1977) Dukamu Abadi (1969) Mata Pisau (1974) Parikesit (1969) Interlude (1971) Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972) Seks. Balfas Umar Kayam Mahbub Djunaidi ○ ○ ○ Danarto Godlob Adam Makrifat Berhala Wildan Yatim Harijadi S.

Tarman Effendi Tarsyad. . Karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum. Arifin Noor Hasby. dan Tajuddin Noor Ganie. Pipiet Senja. ditandai dengan banyaknya roman percintaan.1990an Hilman Hariwijaya penulis cerita remaja pada dekade 1980 dan 1990 Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980. Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an ini antara lain adalah: Remy Sylado. dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T.○ ○ • Hilanglah si Anak Hilang (1963) Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968) • • Putu Wijaya ○ ○ ○ ○ ○ ○ Ismail Marahimin ○ ○ ○ Bila Malam Bertambah Malam (1971) Telegram (1973) Stasiun (1977) Pabrik Gres Bom Dan Perang Pun Usai (1979) Empat Orang Melayu Jalan Lurus Wisran Hadi [sunting] Angkatan 1980 . Micky Hidayat. Nh. Yudistira Ardinugraha. Noor Aini Cahya Khairani. Ahmad Fahrawie. Seno Gumira Ajidarma. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada dekade 1980-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal. Noorca Mahendra. Kurniawan Junaidi. Namaku Hiroko.

Diah Hadaning. Yvonne de Fretes. karya-karya pada era 1980-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya.11 novel (1995-2005) • • Y. Namun yang tak boleh dilupakan.La Barka. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad ke-19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme. Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih berat. yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya.B Mangunwijaya ○ ○ ○ Darman Moenir • Budi Darma ○ ○ • • • Sindhunata ○ ○ ○ ○ ○ ○ Arswendo Atmowiloto Hilman Hariwijaya . Ada nama-nama terkenal muncul dari komunitas Wanita Penulis Indonesia yang dikomandani Titie Said. Lastri Fardhani. tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. dan Oka Rusmini. Pada umumnya. di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur. Salah satu ciri khas yang menonjol pada novel-novel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat. dan Hati Yang Damai.13 novel (1989-2003) Olga Sepatu Roda (1992) Lupus ABG . [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 . Pertemuan Dua Hati.1990an • Ahmadun Yosi Herfanda ○ ○ ○ ○ ○ Ladang Hijau (1980) Sajak Penari (1990) Sebelum Tertawa Dilarang (1997) Fragmen-fragmen Kekalahan (1997) Sembahyang Rumputan (1997) Burung-burung Manyar (1981) Bako (1983) Dendang (1988) Olenka (1983) Rafilus (1988) Anak Bajang Menggiring Angin (1984) Canting (1986) Lupus . pada era 1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop.28 novel (1986-2007) Lupus Kecil . antara lain: La Rose.

Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi • Widji Thukul ○ Puisi Pelo . seperti Sutardji Calzoum Bachri.• Dorothea Rosa Herliany ○ ○ ○ ○ ○ Nyanyian Gaduh (1987) Matahari yang Mengalir (1990) Kepompong Sunyi (1993) Nikah Ilalang (1995) Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999) Segi Empat Patah Sisi (1990) Segi Tiga Lepas Kaki (1991) Ben (1992) Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999) Ca Bau Kan (1999) Kerudung Merah Kirmizi (2002) Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (1987) Yang Berdiam Dalam Mikropon (1990) Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (1991) Dinamika Budaya dan Politik (1991) Arsitektur Hujan (1995) Pistol Perdamaian (1996) Kalung dari Teman (1998) • Gustaf Rizal ○ ○ ○ ○ • Remy Sylado ○ ○ • Afrizal Malna ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ [sunting] Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. Di rubrik sastra harian Republika misalnya. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karyakarya sastra. Bahkan. cerpen. khususnya seputar reformasi. puisi. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra -. maupun novel. muncul wacana tentang "Sastrawan Angkatan Reformasi". Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. dan Hartono Benny Hidayat dengan media online: duniasastra(dot)com -nya. Acep Zamzam Noer. Ahmadun Yosi Herfanda. penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik. cerpen.pada saat itu. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. yang bertema sosial-politik.puisi. dan novel -.

Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000". Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. cerpenis. Seratus lebih penyair. seperti Afrizal Malna. Jakarta pada tahun 2002. termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an. serta yang muncul pada akhir 1990-an. dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia. eseis. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki juru bicara.1: Akar (2002) Supernova 2.○ Darman [sunting] Angkatan 2000-an Andrea Hirata salah satu novelis tersukses pada dekade pertama abad ke-21 Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi muncul. novelis. seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. Puteri dan Bintang Jatuh (2001) Supernova 2. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000 • Ayu Utami ○ ○ Saman (1998) Larung (2001) Atas Nama Malam Sepotong Senja untuk Pacarku Biola Tak Berdawai Supernova 1: Ksatria.2: Petir (2004) • Seno Gumira Ajidarma ○ ○ ○ • Dewi Lestari ○ ○ ○ • Raudal Tanjung Banua .

○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ • Pulau Cinta di Peta Buta (2003) Ziarah bagi yang Hidup (2004) Parang Tak Berulu (2005) Gugusan Mata Ibu (2005) Ayat-Ayat Cinta (2004) Diatas Sajadah Cinta (2004) Ketika Cinta Berbuah Surga (2005) Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007) Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007) Dalam Mihrab Cinta (2007) Laskar Pelangi (2005) Sang Pemimpi (2006) Edensor (2007) Maryamah Karpov (2008) Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas (2010) Negeri 5 Menara (2009) Ranah 3 Warna (2011) Lukisan Jiwa (puisi) (2009) Melan Conis (2009) Habiburrahman El Shirazy Andrea Hirata Ahmad Fuadi Tosa ○ ○ .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->