Anda di halaman 1dari 5

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Abigail-Alexander-Meyliana-Silviana Pernyataan Penjelasan Definisi Ditemukan oleh ADHD (Attention Deficit - Penyakit kelainan otak dimana otak tidak dapat memproduksi Hyperactivity Disorder) bahan kimia tertentu yang berfungsi untuk mengorganisasikan pikiran-pikirannya. Tanpa adanya bahan kimia tersebut maka proses pengorganisasian di otak tidak berjalan sebagaimana mestinya. - Gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktifitas yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. - Gangguan perkembangan mental (developmental disorder) yang ditandai dengan adanya gangguan pemusatan perhatian dan tingkah laku yang hiperaktif. - Jadi ADHD adalah penyakit dimana seorang anak yang memiliki perilaku yang berlebihan (hiperaktif) dan aktifitas yang tidak lazim yang disebabkan oleh kelainan otak yang tidak dapat memproduksi bahan kimia tertentu (berhubungan dengan dopamine transporters) Ciri-ciri/karakteristik (identifikasi) 1. Gangguan pemusatan perhatian (inattention) a. Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas. b. Mainan, dll sering tertinggal. c. Sering membuat kesalahan. d. Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara). e. Sulit menyelesaikan tugas atau pekerjaan sekolah. 2. Hiperaktivitas a. Banyak bicara. b. Tidak dapat tenang/diam, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak. c. Sering membuat gaduh suasana. d. Selalu memegang apa yang dilihat. e. Sulit untuk duduk diam. f. Lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia. 3. Impulsivity a. Sering mengambil mainan teman dengan paksa. b. Tidak sabaran. c. Reaktif. d. Sering bertindak tanpa dipikir dahulu. 4. Sikap menentang a. Sering melanggar peraturan. b. Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas. c. Lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia). 5. Cemas a. Banyak mengalami rasa khawatir dan takut. b. Cenderung emosional. c. Sangat sensitif terhadap kritikan. d. Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak Sumber http://beritasub ahoon.blogspot. com

http://accurate health.forumsh ealth.com http://www.par enting.co.id/arc hive/web/issue/ default.asp?id= 140 http://www.par enting.co.id/arc hive/web/issue/ default.asp?id= 140

familiar. e. Terlihat sangat pemalu dan menarik diri. 6. Problem sosial a. Hanya memiliki sedikit teman. b. Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri. Penyebab - Kadar logam berat dari ibu/anak itu sendiri seperti timbal, mercury, dll - Kandungan CO2 dalam udara yang dihirup saat ibu hamil berlebihan - Kadar stress dari ibu - Pola makan dan kebiasaan makan yang buruk - Zat tambahan pada makanan (aspartame&tartrazine) - Kadar gula terlalu tinggi - Alergi Penderita Diperkirakan antara 3 -7% dari anak usia-sekolah dan 4% dewasa (jenis kelamin, ras/suku, menderita ADHD. Biasanya mulai dikenali saat anak berusia sekolah, meskipun dapat bangsa, usia) didiagnosa pada semua golongan umur. Penelitian memperkirakan bahwa dalam rata-rata kelas dengan 30 murid, 1 diantaranya menderita ADHD. Permasalahan Penyakit yang menyertai : 1. Gangguan pola perilaku yang menentang peraturan (Oppositional Defiant Disorder / ODD) Gangguan kelakuan (Conduct disorder) Anak dengan ODD sering tidak patuh kepada peraturan dan punya kecenderungan untuk menyusahkan orang lain. Sejumlah anak dengan ADHD yang menunjukkan masalah tingkah laku dapat didiagnosa dengan gangguan perilaku. Gangguan perilaku adalah kelainan psikiatrik yang serius dimana anak bersifat agresif terhadap orang dan binatang, merusak barang, dan seringkali melanggar aturan di masyarakat. 2. Ketidak-mampuan belajar dan berbahasa (Learning and language disabilities) 25 sampai 30 persen anak dengan ADHD juga mengalami masalah dalam bahasa atau belajar. Anak dengan kondisi penyerta ini dapat mengambil manfaat dari terapi sekolah dan bahasa, juga bantuan tambahan di sekolah. 3. Gangguan cemas (Anxiety disorder) dan Depresi (Depressive disorder) Tambahan pula, 33 persen anak dengan ADHD juga memiliki kecemasan (anxietas) atau gangguan alam perasaan (seperti depresi). Anak dengan masalah ini dapat ditolong dengan pengobatan tambahan, termasuk terapi bicara, obat, atau keduanya. 4. Gangguan bipolar (Bipolar disorder) Salah satu keadaan yang lebih serius yang mungkin terjadi bersamaan dengan ADHD adalah gangguan bipolar. Sejumlah tanda yang menunjukkan anak anda mempunyai gangguan bipolar adalah rasa gembira yang berlebihan, pola pikir cepat, dan kurang perlu tidur, sensitif dan reaktif secara berlebihan serta emosinya sering dikatakan seperti roller-coaster .

www.sabda.org

http://adhd.or.i d/

http://adhd.or.i d/

Hanya klinisi yang berkualifikasi kesehatan jiwa yang dapat menentukan apakah kelakuan anak anda disebabkan oleh ADHD, kondisi lain, atau kombinasi keduanya. Cara penanganan (terapi) Terapi Medical Penyembuhan lewat suntik Ritalin yang berfungsi sebagai obat stimulan untuk memberikan efek normal pada penderita ADHD. Masalahnya adalah terapi tersebut hanya sebagai obat penenang sementara sehingga jika dikonsumsi secara terus menerus akan menyebabkan kematian. terapi ini menjadi perdebatan karena efeknya seperti narkoba (candu). b. Terapi Educational - Memberikan guru pendamping pada anak-anak yang mengalami ADHD - Remedial/tutoring - Memberikan instruksi yang benar-benar jelas, lebih dari anak yang lain. c. Terapi Phsycological - Memberikan peraturan - Reward&punishment - Mendapatkan perhatian si penderita - Diberi tanggung jawab - Perhatian yang intensif terhadap penderita Pendidikan inklusi dimana penderita harus bergabung dengan siswa lainnya agar anak tersebut dapat dididik bersama anakanak lainnya untuk mengoptimalkan potensi dalam dirinya (Freiberg, 1995) Sekolah Talenta, Jl. Letjen S. Parman Flat A-1, Slipi, JakBar (021) 539 72989 Sekolah Pantara, Gedung STIE Widya Jayakarta, Jl. Tebet Barat Dalam VI, JakSel (021) 837 96990, 873 00683 Sekolah Madania, Parung, Bogor (0251) 860 2777 Sekolah SUBUD Pasar Minggu, JakSel Sekolah Global Jaya, Bintaro (021) 745 7562 Sekolah Lazuardi, Cinere, JakSel (021) 753 4841 Sekolah Global Mandiri, Cibubur (021) 824 96200 Sekolah Al-Fath, JakTim Sekolah Montesory, Kelapa Gading, JakUt Sekolah Cikal, TB Simatupang Kav. 18, JakSel (021) 759 02570 Sekolah High Scope, JakSel (021) 759 17888 Sekolah Mutiara Indonesia, JakSel (021) 769 1616 Sekolah Dua Mei, JakSel (021) 747 07557 www.google.co m a. Wender, Paul H. (1934). ADHD: attention deficit hyperactivity disorder in children, adolescents, and adults. New York: Oxford. www.forumbett or.com/showthr ead.php?t=8583 5

Strategi pembelajaran yang tepat (bible learning)

http://Blog.uinmalang.ac.id

Sekolah (klinik terapi) yang akan dikunjungi

y y y y y y y y y y y y y

http://rumahad hd.blogspot.co m

Tokoh inspirasi (film, buku, dll)

Thomas Alfa Edison, Bill Gates, Benjamin Franklin, Walt Disney, Leonardo da Vinci, Beethoven, Stefie Wonder, Robin William, J. F. Kennedy

Perspektif Kristen

1. Efesus 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Anak ADHD sebaiknya dididik dengan penuh kesabaran, kasih sayang, serta tanggung jawab yang penuh dari orang tua dan guru (pendidik). Orang tua sebaiknya tidak menyulut emosi anak ADHD karena mereka sangat mudah terpancing emosi. 2. Matius 18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Pendekatan dari hati ke hati dengan mendengarkan curahan hati dan keluh kesah dan mencoba memahami jalan pikirannya.

***Tidak ada alat yang akurat untuk tes ADHD.