Anda di halaman 1dari 5

Definisi Biofilm/ Plak

Plak adalah lapisan bening dan tipis yang melekat pada permukaan gigi. Isi lapisan ini antara lain air liur, kuman dan sisa makanan. Plak dapat berkembang biak seperti layaknya microorganisme lainnya dengan cara membelah diri. Plak membelah diri setiap dua puluh menit sekali. Plak Plak adalah deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi, tidak hilang hanya dengan berkumur, dan akan menyerap warna jika diberi disclosing solution

Kenapa Plak merugikan?


Musuh gigi sehat adalah plak, kenapa? Karena Plak mengandung kuman. Kuman dalam plak dapat menghasilkan zat asam dan zat racun. Zat asam yang dihasilkan plak inilah yang akan mengikis mineral- mineral yang terdapat di gigi (demineralisasi). Karena mineral- mineral gigi tersebut terkikis, akibatnya gigi menjadi rapuh dah akhirnya berlubang. Kuman yang juga terdapat dalam plak akan terus menggerogoti gigi tersebut sampai akhirnya lubang semakain dalam dan semakin dalam lagi. Apabila tidak ditindak lanjuti, lubang tersebut akan semakin dalam dan akan mencapai pusat hidupan gigi yaitu jaringan pulpa. Apabila jaringan pulpa sudah terinfeksi dan tidak ditindaklanjuti akhirnya gigi tersebut akan mati (mati dan keropos habis, tinggal tersisa akar gigi saja). Sedangkan zat racun yang juga dihasilkan plak, dapat menyebabkan radang gusi. Penumpukan plak pertama akan terjadi disela-sela gigi diatas gusi. Ini juga sangat merugikan, karena radang gusi tersebut bias bertambah parah dengan adanya gusi berdarah atau gusi bernanah.
2.2 Mekanisme Pembentukan Plak Proses pembentukan plak dibagi atas empat fase yaitu fase I, II, III dan IV : Fase I : Pembentukan awal mikroorganisme disebut pioneer colonizers karena tahan dan dapat bersaing dengan flora mulut lainnya. Bakteri awal adalah Streptokokus oralis, Streptokokus mitior dan Streptokokus sanguis. Penumpukan dari mikroorganisme ini adalah karena interaksi antara adhesi protein pada permukaan mikroorganisme yang berkolonisasi dan reseptor karbohidrat dari komponen saliva yang terdapat pada permukaan gigi. Setelah deposisi awal, Streptococcus sanguis mulai berekspansi menjauhi permukaan gigi membentuk plak. Dalam jangka waktu yang pendek, permukaan gigi yang dekat dengan gingiva ditutupi dengan mikroorganisme . Semua aktivitas ini terjadi dalam 2 hari pertama pembentukan plak. Setelah 24 hingga 48 jam, plak terus terbentuk pada margin gingiva. Fase II : Terjadi pertambahan ketebalan plak setelah 3 dan 4 hari dibandingkan 2 hari yang pertama. Plak gingiva menjadi matang dan dapat hidup diantara mikroorganisme berbeda. Fase III : Setelah inisiasi 5 hingga 7 hari, plak mulai berpindah ke subgingiva dan mikroorganisme beserta produk-produknya berpenetrasi dan bersirkulasi pada poket. Fase IV :

Tujuh hingga 11 hari setelah inisiasi, berbagai flora bertambah termasuk spirochetes, vibrous, dan fusiforms. Plak gingiva memenuhi sulkus gingiva sementara spirochetes dan vibrous bergerak disekeliling luar dan apikal sulkus

Pembersihan Plak
Lapisan plak dapat dibersihkan dengan cara sikat gigi. Apabila kita melakukan pembersihan gigi secara teratur dua kali sehari dengan mengunakan sikat gigi dan pasta gigi yang baik, dan tentu saja dengan cara yang benar, kita akan terhindar dari penumpukan plak (gigi berlubang dan radang gusi)

KALKULUS
1. Definisi Karang gigi yang disebut juga kalkulus atau tartar adalah lapisan kerak berwarna kuning yang menempel pada gigi dan terasa kasar, yang dapat menyebabkan masalah pada gigi. 2. Patogenesis Kalkulus terbentuk dari dental plak yang mengeras pada gigi dan menetap dalam waktu yang lama.Dental plak merupakan tempat ideal bagi mikroorganisme mulut, karena terlindung dari pembersihan alami oleh lidah maupun saliva. Akumulasi plak juga dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi gusi yang gingivitis. Jika akumulasi plak terlalu berat, maka dapat menyebabkan periodontis. Maka plak, sering disebut juga sebagai penyebab primer penyakit periodontis. Sementara, kalkulus pada gigi membuat dental plak melekat pada gigi atau gusi yang sulit dilepaskan hingga dapat memicu pertumbuhan plak selanjutnya.Karena itu kalkulus disebut juga sebagai penyebab sekunder periodontis. Kalkulus dapat terbentuk di atas gusi atau supragingival, atau pada sulcus, yaitu saluran antara gusi dan gigi. Ketika terjadi plak supragingival, maka bakteri yang terkandung di dalamnya hampir semuanya merupakan bakteri aerobik, atau bakteri yang dapat hidup di lingkungan penuh oksigen. Plak subgingival, terutama terdiri dari bakteri anaerobik, yaitu bakteri yang tidak dapat hidup pada lingkungan yang mengandung oksigen. Bakteri anaerobic inilah yang berbahaya bagi gusi dan jaringana yang menempel pada gigi, yang menimbulkan periodontis. Pada umumnya, orang yang mengalami periodontis memiliki deposit kalkulus subgingival. 7 Untuk menghilangkan dental plak dan kalkulus perlu dilakukan scaling atau root planing, yang merupakan terapi periodontal konvensional atau non-surgikal. Terapi ini selain mencegah inflamsi juga membantu periodontium bebas dari penyakit. Prosedur scaling menghilangkan plak, kalkulus, dan noda dari permukaan gigi maupun akarnya. Prosedur lain adalah root planing, terapi khusus yang menghilangkan cementum dan permukaan dentin yang ditumbuhi kalkulus, mikroorganisme, serta racun-racunnya. Scalling dan root planning digolongkan sebagai deep cleaning, dan dilakukan dengan peralatan khusus seperti alat ultrasonik, seperti periodontal scaler dan kuret.

Bagaimana karang bisa terbentuk? Plak yang menempel pada permukaan gigi kita terdiri atas, air ludah, sisa makanan dan bakteri. Plak yang tak dibersihkan akan menerima timbunan calsium yang berumber dari air ludah dan cairan gusi, yang akhirnya membentuk karang. Daerah yang merupakan muara kelenjar ludah mayor akan lebih mudah terjadi karang gigi yaitu di permukaan gigi rahang bawah yang menghadap lidah, dan permukaan gigi geraham atas yang menghadap ke pipi. Sedangkan cairan ludah akan membentuk karang gigi pada daerah di perbatasan gusi dengan gigi

Definisi Calculus
Lapisan plak yang bertumpuk-tumpuk akan mengeras menjadi karang gigi / calculus. Apabila kita tidak menyikat gigi kita selama tiga hari, lapisan plak tersebut konsistensinya sudah kenyal seperti jeli. Apabila dibiarkan terus plak akan mengeras menjadi karang.
* Beberapa ciri orang yang Gampang Timbul Karang Giginya Sikat gigi yang tidak benar dan tidak teratur Kondisi pH air liur yang basa (pH tinggi) akan lebih cenderung membuat endapan air liur Pada Penderita gagal ginjal yang memiliki kandungan amonium yang tinggi dalam air liurnya yang akan meningkatkan pH air liur sehingga membuat endapan air liur. Gigi geligi yang tidak pernah di pakai atau di gunakan untuk mengunyah juga cenderung mempunyai endapan karang gigi. Gigi geligi yang berantakan, berjejal, mengakibatkan sisa makanan tertinggal di sela-sela atau permukaan gigi. Pemakaian kawat gigi mengakibatkan sisa makanan jadi mudah menempel. * Kenapa Karang Gigi dapat menyebabkan gigi berlubang,rasa ngilu dan sakit yang luar biasa ? Dengan adanya karang gigi, maka akumulasi bakteri akan lebih stabil pada mulut,akibatnya bakteri tersebut memproduksi asam yang dapat melarutkan email (lapisan terluar paling keras dari gigi) sehingga email menjadi lunak dan dentin menjadi terbuka (gigi berlubang) yang berpotensi membawa kuman masuk kedalam syaraf gigi.Mengikuti Proses kerusakan gigi,bakteri terus melakukan kerusakan destruktif sehinga menyerang pembuluh saraf gigi yang mengakibatkan gigi terasa ngilu hingga rasa sakit yang luar biasa dan menimbulkan bengkak dibawah gusi yang berisi nanah.

Kenapa Calculus merugikan?


Calculus yang dibiarkan secara terus menerus,akan menumpuk dan terus menumpuk sampai akhirnya menutupi perbatasan antara gusi dan mahkota gigi). Lama kelamaan gigi yang tertutup karang ini akan goyang. Sulkus yang menopang gigi akan semakin dalam (akibatnya topangan gigi menjadi tidak kuat), ini disebabkan karena infeksi jaringan periodontal.

Pembersihan Calculus
Apabila plak sudah menjadi Calculus,ini tidak dapat dibersihkan hanya dengan sikat gigi, tetapi harus pergi ke dokter gigi untuk dilakukan scaling/ pembersihan karang gigi, baik secara manual ataupun dengan alat khusus
Jika menggunakan ultrasonic scaller tidak mengikis permukaan gigi sama sekali karena kerjanya hanya menggetarkan sampai karang tsb pecah. Kalo ngilu dengan perawatan ini hanya sebentar karena akar gigi terbuka sedikit jadi sedikit sensitif. Jika gusi sudah sembuh maka akar gigi akan tertutup kembali (jika kondisi gusi sehat dan hubungan gusi dan gigi normal).

Berikut akibat buruk dengan adanya karang gigi atau kalkulus:

1. Dengan adanya kalkulus, maka akumulasi bakteri akan lebih stabil pada mulut, akibatnya bakteri atau kuman tersebut memproduksi asam yang bisa mengakibatkan kerusakan email gigi (gigi berlubang). Proses kerusakan akibat kuman tersebut akan destruktif hingga menyerang pembuluh saraf gigi, dan setelah demikian maka gigi akan timbul rasa ngilu hingga rasa sakit yang tak terkirakan. 2. Dengan adanya kalkulus pada gigi, maka bisa dipastikan bau mulut akan menjadi langganan anda setiap saat. Walau setiap saat menyikatnya, tetap saja akan mengakibatkan bau mulut, karena toksin-toksin produk bakteri dan viskositas saliva yang tak normal menjelma menjadi bau yang sangat tak sedap. Bahkan bagi anda sendiri. 3. Dengan adanya kalkulus maka akan dapat menimbulkan penyakit gusi, dimana ditandai dengan adanya warna kemerahan pada gusi,mudah berdarah jika sikat gigi. penyakit ini biasa disebut sebagai GMK (gingivitis Marginalis kronis) 4. Dengan adanya kalkulus gigi, maka anda jangan heran suatu ketika anda akan merasakan gigi geligi anda terasa goyang, karena penumpukan karang gigi yang berlebihan akan mendorong gusi turun dan merusak perlekatan anatomisnya sehingga gigi tidak tertanam pada rahang secara kuat dan normal. 5. Dengan adanya kalkulus gigi, jika kerusakan yang ditimbulkan oleh akumulasi toksin dan produk asam bersifat masif di dalam mulut, maka yang paling ekstrim yang bisa terjadi adalah adanya penyakit yang merusak gigi dan tulang rahang secara keseluruhan. Biasanya di tandai dengan destruksi tulang dan gigi geligi goyang dan menjadi jarang. Inilah yang biasa di sebut sebagai penyakit SPP (slowly Progressif Periodontitis) atau RPP (rapidly progressif perioDari segi penampilan karang gigi memang kurang sedap dipandang mata sehingga bagi yang memperhatikan penampilan sebaiknya membersihkannya dengan cara yang baik dan benar.
Agar kalkulus tidak kembali lagi ke gigi kita atau jangka waktu yang lebih lama, kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan karang gigi sebagai berikut di bawah ini : 1. Rajin gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan pasti gigi / odol yang mencegah plak. 2.Rajin minum air putih yang bersih sambil kumur-kumur. 3. Rajin membersihkan bekas sisa makanan / jigong yang ada di pojok dan sela-sela gigi dengan benang gigi. 4. Rajin kumur-kumur dengan cairan pembersih mulut / dental floss yang bisa mencegah plak karang gigi. 5. Rajin makan buah dan atau sayur karena seratnya dapat membantu menghilangkan sisa makanan di gigi dan gusi kita. PENYEBAB GUSI BERDARAH

Masalah gusi berdarah bisa jadi pernah dialami sebagian besar orang. Umumnya masalah ini disadari saat menyikat gigi. Namun, mungkin belum semua orang tahu apa sebenarnya penyebab dari gusi berdarah dan bagaimana cara penanganan yang tepat.

Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab yang paling sering adalah adanya plak dan karang gigi (kalkulus) yang menempel pada permukaan gigi. Gigi kita dilapisi oleh lapisan transparan licin yang disebut pellicle. Pellicle yang dikolonisasi oleh bakteri disebut plak. Selanjutnya, bila tidak dibersihkan maka plak dapat mengalami mineralisasi (pengerasan) sehingga membentuk karang gigi yang melekat pada permukaan gigi. Biasanya karang gigi dijumpai pada leher gigi. Karang gigi tidak hanya melekat pada permukaan gigi yang tampak (terletak di atas garis gusi) tapi juga dapat melekat pada permukaan gigi yang tertutup oleh gusi. Pada permukaan karang gigi biasanya juga terdapat koloni bakteri. Koloni bakteri pada plak dan karang gigi inilah yang mengakibatkan kerusakan jaringan penyangga gigi, yang dimulai dari gingiva (bagian gusi yang dapat kita lihat). Keadaan ini disebut gingivitis (radang gusi). Karena ada peradangan maka gusi menjadi mudah berdarah apabila terkena trauma mekanis, misalnya sikat gigi atau tusuk gigi. Jadi, gusi berdarah adalah tanda awal adanya kerusakan gusi. Apabila tidak segera ditangani maka karang gigi dapat terus bertambah sehingga perlekatan gusi pada permukaaan gigi menjadi lepas dan terbentuk adanya kantung pada gusi (disebut periodontal pocket). Kondisi ini disertai juga dengan perdarahan gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi. Akibatnya bila tidak segera ditangani gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. Keadaan ini disebut periodontitis. Karena penyebabnya adalah koloni bakteri pada plak dan karang gigi, maka solusi masalah ini adalah dengan melakukan pembersihan plak dan karang gigi. Plak dapat dibersihkan dengan cara menyikat gigi secara teratur dan benar. Frekuensi menyikat gigi minimal dua kali tiap hari, pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Arah menyikat gigi adalah dari gusi ke arah gigi. Penyikatan gigi dalam arah horizontal tidak dibenarkan karena akan menyebabkan abrasi leher gigi dan resesi gingiva (gusi rahang atas tampak naik, gusi rahang bawah tampak turun, sehingga permukaan akar gigi terlihat). Karang gigi tidak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi. Jadi apabila terdapat karang gigi maka perlu datang ke dokter gigi untuk dilakukan scaling (pembersihan karang gigi). Selanjutnya dokter gigi akan melihat sampai mana kerusakan jaringan penyangga gigi yang terjadi. Apabila hanya terjadi gingivitis, maka tindakan scaling biasanya sudah mencukupi. Tapi bila sudah terjadi periodontitis, maka akan dilakukan perawatan periodontal lebih lanjut. Sebaiknya kita datang ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sehingga masalah dapat ditangani sejak dini.