SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno.1999:187). yaitu: 1. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. tinta hitam. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). halaman: 35. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta.4. Ukuran. Edi S. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. bahan naskah: Dluwang. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. 1 halaman kosong. bentuk: Prosa. gaya Cirebon. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu.5 cm. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat).5 cm. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. aksara: Cacarakan. sudah berusia lebih dari 100 tahun. 2. dapat diketahui. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. Walaupun demikian. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. tulisan: 32 x 22 cm. yaitu halaman awal dan akhir.5 x 27. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. sampul: 35. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. tebal: 214 halaman. sebagian dari Serang (Yusuf. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. Bahasa: Jawa Cirebon. halaman yang ditulis: 213 halaman.5 x 27. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. tulisan umumnya masih terbaca. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman.

dari daerah lain. Pustaka Nagara Kretabhumi. penyusun. hukum. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. Di antara mereka itu. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. tujuan penyusunan. yaitu: 1. alasan penyusunan. sumber. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. nama naskah. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. Menurut Pangeran Wangsakerta. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. seperti misalnya sejarah. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . pencarian sumber dan bahan. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. 4. kepada Sultan Cirebon. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. parwa dan sarga. Kolofon Bagian purwaka. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. dibawa kembali ke negaranya. Balikuna. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. Pustaka Carita Parahiyangan. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. pengundangan nara sumber. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). Selain itu. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Purwaka 2.3. terdiri dari tiga bagian. Melayukuna. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. pembentukan panitia. dan Sundakuna. dan kesehatan.1985: 537).

agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Musyawarah tersebut diadakan. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. 1. 5.masalah yang muncul dalam sawala. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. 4. Bagian kedua. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .1985: 530-557). adalah sebagai berikut: a. 2. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. 3. d. Pelaksanaannya. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Jaksa Pepitu Cirebon. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Panitia Pelaksana. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. bahwa dalam tahun 1677 M. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. Penasehat: 1. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. 4. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. III. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). kadang-kadang amat ringkas.

Tumasik. Semarang. Makasar. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Demak. Pendengar (pangreungeu).5. dan Trengganu. Kediri. Kuta Lingga. Madura. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. e. Sangga IV: Sumedang. Berunai. Tuban. Namun di antaranya. Galunggung. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Lasem. b. f. Cirebon. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Mojoagung. Luragung. Kudus. Galuh. Rajagaluh. Gurun. Banggawi. d. Tanjung Nagara. yaitu: Sangga I: Surabaya. Sindangkasih. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Pasuruan. Galiyao. Campa. Sangga V: Jambi. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Nayapati. Lwah Gajah. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. setelah disepakati bersama. Dermayu. Bantayan. Banten dan Palembang. Bali. Losari. Sukapura. Barus. Ukur. c. Kertabumi. Parakan Muncang. Tanjung Puri. Bagelan. Tembayat. Imbanagara. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Kuningan. Bangka. Lamuri. Tanjung Kutai. Malaka. Brebes. Jepara. Sri Langka. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Cina. Seran. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Talaga. Tegal. Ambon. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). f. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. dibuat risalah resmi. Arab. Cangkuang. Pasai. Geresik. Wirasaba. Sangga II: Mataram. Para Peserta. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Sedayu. Benggala. Tanjungpura Karawang. Taliwang. Lamongan. Panarukan. Rancamaya. Perelak. Minangkabau. Maluku. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Giri dan Sendang Duwur. Balambangan. India. undangan dan juru bahasa 6. Anggadipraja: duta keliling.

tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. istri raja. tahun pemerintahan raja-rajanya. IV. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya.g. keturunan raja-rajanya. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. dalam upaya menyusun naskah sejarah. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Madura dan Banten. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. meletusnya suatu pemberontakan. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. tahun berdirinya sesuatu kerajaan.

Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana).Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. tidak lagi dibuat-buat. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Tetapi mereka memberikan catatan. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Lebih. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Walaupun demikian. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. lebih-lebih dengan para sesepuh.

la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. Patut disayangkan. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. Kemudian. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. baik secara khusus maupun sambil lalu. Bila demikian halnya. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. agamanya. memang baru dilakukan kemudian. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut.beserta kerajaannya. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam jilid yang lain. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. Karena itu. oleh Jaksa Pepitu. Dapat diketahui. Dilihat dari gaya tulisannya. dan Panembahan Anom. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. Tanggal tersebut.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. sebagai para penguasa Cirebon. musyawarah itu telah berlangsung. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. Penulisan naskah menjadi pustaka. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan.

Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Sultan Kanoman. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. ada dua hal yang menarik. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. 2. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Dalam kenyataannya. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Alasan pertama. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. karena para penyusun memperoleh tugas. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Tahun 1676. Permasalahannya. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Pangeran Abulfath Abdulfatah. walaupun tidak dijelaskan. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. dari orang yang sangat mereka hormati. sehingga Karta ibukota Mataram. yaitu: 1. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. Setelah itu. dan 3. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan).terjadi penyerbuan Trunojoyo. Dengan demikian. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. dan Panembahan Kacirebonan). Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Alasan kedua ialah. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. ialah karena melihat kenyataan. adalah keterangan Wangsakerta.

lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Bila hal itu tidak mungkin. Sedangkan beberapa hal lainnya. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. pada salah sebuah nisan. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). Secara runtut berlangsung. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Tatar Sunda. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. Jawa Timur. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. dekat Bukit Gempol tahun 1528. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. Dalam hal yang demikian. Jawa Tengah. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. Samudera Pasai. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. Dalam ambahan sumber. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Disana. dalam beberapa hal. dapat dikatagorikan logis. Banjarmasin dun Nusa Bali. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Dari naskah-naskah yang terkumpul. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. dengan cara mengkompromikannya. Sriwijaya. Bahkan. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di bagian bawah naskah sebelah kiri. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. Dalam naskah tersebut. Menurut Saleh Danasasmita. dikenal adanya sebuah naskah wawacan.V. sama sekali bukan. tokoh Pangeran Wangsakerta. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. dalam pertengahan kedua abad ke-17. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. Catatan Harian Kompeni. ternyata benar-benar ada. tersimpan sebuah dokumen. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. dicantumkan dengan tegas. van der Meer dan Jan Mulder. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. Pada urutan ketiga. pada tanggal 9-11 Maret 1986. De Haan mengumpat Caeff. nyaris tidak dikenal oleh umum. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . tanpa nilai khusus. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. de Haan dalam buku Priangan II (1912). ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. F. Sebagai Sejarawan Abad XVII. bahwa berita tersebut "tidak benar". kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. Sedangkan Dipati Topati. Dr. Di gedung Arsip Nasional. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. Tulisan tersebut berupa makalah. De Haan (1912. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. Karena kesal. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. Dalam sumber Kompeni lainnya. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?).

kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Setelah Panembahan Ratu wafat. adiknya. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. termasuk kedudukannya di Cirebon. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Anggadiprana. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Dari perkawinan tersebut. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Tapi raja Matararn. Empat tahun kemudian. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. senantiasa ingin merebut Cirebon. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. Panembahan Girilaya berputra tiga. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Purbanagara. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Nayapati. Anggadireksa. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. pada tahun 1599 Saka (1677 M). masih sangat kabur. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Singanagara. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Sunan Tegalwangi. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Anggaraksa. Dari puteri Mataram.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Dipati Anom. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. yaitu aku sendiri. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Setelah itu putranya. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Sementara itu raja Mataram. Setelah wafat. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Mataram dan Belanda. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n .bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. adiknya. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon.

Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. Akhirnya Panembahan Sepuh. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Kutipan di atas. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain.

.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). PURWAYUGA Sedemikian jauh. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.BAGIAN : 2. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. antara lain sebagai berikut: . dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). Akan tetapi. (Wangsakerta. SALAKANAGARA I.. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . bisa saja terjadi di Tatar Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebelum kemungkinan itu terbukti. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba).

besar dan tinggi sosok tubuhnya. hutan Makasar. Ada yang tinggal di atas pohon. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. manusia hewan. terutama di Pulau Jawa. Ada pula yang seperti raksasa. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. belum ada mahluk hidup. Akan tetapi. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . tanpa busana. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. Beberapa juta tahun kemudian. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. Di antaranya ada yang menyerupai kera.menjadi dingin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain.000 tahun sampai 600. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Berjuta juta tahun kemudian. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna.000. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan.000 tahun yang silam di Nusantara. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia.000 sampai 300. Di daerah lain di Pulau Jawa. Mereka mirip kera. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. di lereng gunung dan tepi sungai. Kira-kira 1. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. hutan Sumatera. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). Mereka adalah manusia purba. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. Kemudian.000 tahun yang silam. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). antara 750. hanya menggunakan tangan. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Namun demikian. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Kulitnya berwarna gelap.

000 tahun yang silam. Sumatera. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). mahluk jenis inipun akhimya punah. Mereka hidup antara 50. Sementara itu.000 tahun yang silam. antara 300. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba.000 tahun yang silam. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. musuh. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). tidak banyak berbulu.000 tahun yang silam. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Sumatera. diburu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. jumlahnya tidak banyak.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah.000 sampai 25. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. saling bunuh di antara sesamanya. ataupun binatang.000 sampai 50. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Seterusnya. Selanjutnya.000 sampai 300. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Mereka tidak cerdas. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600.000 sampai 20. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Kira-kira 250. antara 500. tetapi buatannya tidak bagus. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. dan Pulau Jawa. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara.000 tahun yang silam. Ke dalam zaman tersebut. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. berwarna kuit agak gelap. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. tunas. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. daundaunan. mengalahkan musuhnya. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. ikan. mereka menderita kekurangan makanan. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. Setibanya di sini. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. umbi-umbian. dan rempah-rempah. mengharapkan berumur panjang. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya.Akibatnya. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Karena itulah. tumbuhan. bulan dan bintang. matahari. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. hampir sama seperti di negeri asal mereka. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. darah. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Lama kelamaan. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. selalu bertapa. dan daging hasil buruan. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. pohon besar. batu. Untuk sementara. mengharap terlepas dari penderitaan. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. Mereka berburu hewan. Rumah mereka itu berderet. dan keluarga. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. melaksanakan sembah-hiyang. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Anak. arwah leluhur. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. gunung. sungai. melindungi adat. tunas. lalu menetap di sana. cucu. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. menguasai berbagai ilmu mantera. kayu. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing-masing membuat rumah. Makanan sehari-harinya adalah daging. Singkatnya. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. memberi berkah. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. buah-buahan. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera.

merasa terhina dan sangat takut. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. hutan dan gunung. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. gempa bumi. perak. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. Zaman ini. telah mengenal emas. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. tentang gunung. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan.lukisan menurut kehendak masing-masing. Di samping itu. Akan tetapi. tumbuhan. kesengsaraan. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. lalu ilmu tentang rempah-rempah. membuat api dengan batu api dan besi. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan kenistaan bagi orang pribumi. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). musim hujan. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. hari. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. serta membuat aneka obat-obatan. akan ditangkap dan dibunuh. tentang tanah. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. Kaum pribumi. pendatang baru makin lama makin banyak. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. Kaum pendatang kelompok ini. ilmu tentang hutan. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. permata. sedangkan batu-batuan dan tulang. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. makanan. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. tentang hewan. serta membuat wayang dari kulit diukir. manik. dan perahu dengan baik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. tentang ucapan. segera dikalahkan. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. Terjadilah pengungsian besar-besaran. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. Sebaliknya. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra).600 sebelum tarikh Saka. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. tiba kira-kira tahun 1. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. Kaum pribumi itu selalu kalah. ukuran. musim kemarau. dan ilmu memanah (dhanurweda).

Oleh karena itu. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. dalam naskah tersebut dikemukakan. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. 1980. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. putera Datuk Waling namanva. Sang Aki Bajulpakel. Yu-wan dalam bahasa Cina. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. di wilayah Propinsi Yunnan. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. Selanjutnya Aki Dungkul. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kota Yu-wan. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Selanjutnya. Sedarrgkan Yunnan sendiri.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. USA). berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. putera Ki Srengga namanya. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. putera Datuk Pawang Marga namanya. Datuk Banda putera Nesan namanya. putera Ki Pawang Sawer namanya. berdiaiu di wilayah Langkasuka. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. menurut para akhli. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Datuk Pawang Marga. Ki Pawang Sawer. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. Ki Bagang.

26 | S e j a r a h K e r a j a a n . membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. berkeliaran tanpa tujuan. karena bodoh. segalanya terbelakang. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China.000 depa). pengetahuan tentang hari. (musim) penghujan dan kemarau. dibuat dari kulit yang diukir. orang yang datang baru bertambah banyak. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. berbagai tumbuh-tumbuhan. kristal. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. berbagai perkakas dari besi. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. Biarpun sering melawan. perak. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. kendaraan. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. IV. Karena orang pendatang baru. Selanjumya. begitu pula membuat perahu bagus. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. India dan Burma (Myanmar). akibat pencairan es. tentang makanan yang lezat. pengetahuan tentang berbagai binatang. juga pengetahuan tentang tanah. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. ialah membuat senjata dari besi. Penyebabnya. dan pengetahuan tentang tutur kata. pengetahuan tentang laut. Mereka telah mampu membuat rumah besar. gempa bumi. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. pengetahuan tentang memanah. Kenyataannya. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. juga emas.arah barat di wilayah Kashmir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Golongan pribumi senantiasa dihinakan. perilaku mengenai alat penukar. juga membuat berbagai obat-obatan. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. gunung. di puncak Himalaya pada saat musim semi. menimbulkan gempa tektonik. Wayang. Mereka menanam padi. membuat perlengkapan perang dari besi. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. yang dijadikan makanan sehari-hari. Adanya benturan dua lempeng tersebut. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. manik. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

30 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. telah banyak golongan warga masyarakat. Di antara mereka. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Dukuh besar ada di tepi laut. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Dengan demikian. Di sini. negeri Gaudi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang sangat banyak berdatangan di sini. ada yang kecil. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. negeri Singhala. atau tidak jauh dari muara sungai. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. Mereka senantiasa datang di sini. yang tiba di Pulau Jawa. Di antaranya ada yang bermusuhan. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Dukuh itu ada yang besar. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. Tetapi. Terutama para pendatang. Dua wangsa inilah. Permulaan pertama tahun Saka. yang menjadi pribumi tiap dusun. negeri Cina dan sebagainya. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). di pulau-pulau Nusantara. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan.

Dewi Dwanu Rahayu. Dewawarman dan pasukannya. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Selanjutnya. sebab jalur ini merupakan gerbang laut.daerah sepanjang pantainya. dengan nama nobat. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. Tatkala Aki Tirem sakit. puteri Sang Aki Luhur Mulya. dan Abasid (Mesopotamia). diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. China. diperisteri oleh Sang Dewawarman. Sedangkan adiknya yang lain. serta barang barang lainnya. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Yawana. dan pesisir Sumatera bagian selatan. Oleh karena itu. masuk pula dalam wilayahnya. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Kota besar lainnya lagi. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini.namanya terkenal. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Daerah kekuasaan Salakanagara. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Demikian pula para pengikut Dewawarman. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. lalu beranak pinak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebelum meninggal. daerah. Bumi Sopala. adik Dewawarman. Beberapa tahun sebelumnya. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Nusa Api (Krakatau). dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. Agrabhintapura. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. tidak ingin kembali ke negerinya. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Oleh karena itu. Setelah Aki Tirem wafat. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. sedangkan isterinya. Dewawarman ini. Syangka.

seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi.238 Masehi). Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Dari perkawinannya dengan puteri India. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). laki-laki. Yang kelima. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Pada masa pemerintahannya. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Yang kedua. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah.252 Masehi). la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . Anak yang tertua. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV.VI. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Yang keempat. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. Kelak. sang rani.308 Masehi). terjadi serangan bajak laut dari negeri China. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun.

ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. bersenjata lengkap. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Pada tahun 270 Saka. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. puteri sulung Dewawarman VII. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. ketika sedang berburu di hutan. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. karena ia tewas tertimpa batu besar. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Akibat peristiwa itu. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Krodamaruta tidak lama berkuasa. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . puteri sulung Dewawatman VII. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. putera Sri Gandari Lengkaradewi. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Setelah pernikaharmya. Akhli waris tahta yang sah. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Sphatikarnawa Warmandewi. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Dari puteri ini dengan Atwangga.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Akan tetapi. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga.

herkencl. kehidupan penduduk makmur sentosa. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. sebab puteranya.I (1987: 31). Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. ada yang memuja Ganesha. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. Ekadjati. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. VII. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. selama 233 tahun (130-363 Masehi). Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. Ada yang memuja Siwa. Kelak setelah ayahandanya wafat. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. ada yang memuja Wisnu. genaarnd Pien. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. kemudian. Yang sulung. dan Jawa Tengah. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Dewawarman VIII. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. seorang putera bernama Aswawarman. Yang ketiga. Yang kedua. tinggal di Yawana dan Semenanjung. een gezantschap naar Cina. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. bernama Candralocana. Permaisuri yang kedua. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. C. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. namun jumlahnya tidak seberapa. Anggota keluarganya yang lain. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Semenanjung. Dewawamm IX. J. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. Di antara penduduk. telah dilacak oleh N. Java-eiland. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. Raja Indraprahasta yang pertama. In den nanm van het land ia Yawadwipa. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang.

1950:11). telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. tetapi djuga akan menerangkan. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. jang mana akan berarti. Hal ini katanya tidak mengherankan. Memang mungkin sekali. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa).eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang disebut di dalam Hou Han-shu. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. Untuk lebih dipahami. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. jang bukan sadja berarti. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. di dalam hal ini. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

mengemukakan hal yang sama. dihuni oleh pemakan daging manusia. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. mengutip tulisan NJ. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. E. Javadvipa. D. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . pulau Jawa. G. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. 1958 dalam Soewarsa. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. Hall. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. Sartono Kartodirdjo. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. (Atja & Ekadjati. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. "Chryse Chersonesus". sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. secara detail berisi tentang Asia Tenggara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama".G. Di dalam berita itu disebutkan. tahun 132. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Buku VII dari Geographianya. Pendapat D.E. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. "Sabadeibai Tiga". sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta.1987:32). Hall. Menurut dugaan Sarjana Perancis G.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Ferrand.. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai.1988:1718). dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M.

mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. memberitakan. Pulau Panaitan. Tiao artinya Dewa. la. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. Menggunakan sumber yang sama. ujung utara Sumatera. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam Michrob 1993: 32). India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. semenanjung emas. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre.Dalam buku Geographike. Selat Sunda. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. menyatakan bahwa pada abad ketiga. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. dan Pien artinya Warman. Menurut Ayatrohaedi. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. negeri emas dan Chryse Chersonensos. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. Chryse Chora. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Vietnam. yaitu emas dan perak. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. yang merupakan hasil utama kawasan itu. dengan sendirinya diduga kuat. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi).1977: 6). Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. yaitu negeri Perak. Hasan Mu'arif Ambary. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara.

berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. Pandeglang. Glory and Gospel. Hasan Mu'arif Ambary.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pernah melakukan penggalian di Palembang. India. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. yang berarti perak. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lebak Munjul. yang diperkirakan berasal dari abad V. dapat diduga. adalah "terjemahan" dari Merak. Prasasti ini. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. dan kembali ke Venesia. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. mengemukakan pendapatnya. Temuan selanjutnya. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. Teluk Aden (Yaman). Cina.1977: 36). antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul.1993: 37). Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang).1956:10). 1996:15). yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. Bahkan. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. sudah ada jalur bisnis di Asia. Rute Ptolemeus adalah Venesia. terdapat di Jawa Barat (Krom. Barus. Cina. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Iskandaria. dan Persia. Berdasarkan temuan tersebut di atas. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. dan nyatanya. terjemahan Effendi. Sartono Kartodirdjo. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. Ayatrohaedi dan Edi S. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

dari desa sekitarnya. Dua tahun kemudian. yang ditulis pada batu. pakaian. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Semua mereka itu. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. Prasati itu. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. dengan iringan suara gamelan yang merdu. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. Tiap tahun. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. kuda 20 ekor. ikut serta berkarya bakti di situ. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. Kemudian. Raja-raja bawahan itu. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Tahun 410 Masehi. ditandai lukisan telapak tangan. ialah: sapi 400 ekor. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman.raja-raja sesamanya (panji segala raja). dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). Setiap orang. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. dan makanan lezat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang biasa membawa perahu. Sungai yang bagian hilirnya. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. pakaian. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. mendapat hadiah dari raja. Demikian pula para pedagang. disebut Cisuba. gajah seekor. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Pengerjaan. Sang Purnawarrnan. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Sang Purnawarman. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. yang diibaratkan Dewa Wisnu. datang ke ibukota (Sundapura). tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). Para petani merasa senang hatinya. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengalir sampai di istana kerajaan.

Sang Purnawarman. Sang Purnawarman. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. pakaian serta makanan lezat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ribuan penduduk. memperbaiki. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. Sang Purnawarman. banyak membuat prasasti batu. Sang Mahamantri. Sedangkan para pemuka dari daerah. dari desa-desa sekitarnya. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. sebuah bendera Tarumaragara. Sang Maharaja. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. Sang Purnawarman sedang sakit. Para petani menjadi senang hatinya. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. Ada pun kali Candrabaga itu. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. Sang Maharaja Purnawarman. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. Demikian pula di tempat-tempat lain. Panglima Angkatan Laut. kuda 10 ekor. Mereka itu.000 ekor. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Dengan demikian. berkarya-bakti siang-malam. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). lukisan telapak kakinya. laki-laki dan perempuan. pakaian bagi para Brahmana. Kemudian.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). berjajar memanjang di tepi sungai. kerbau (mahisa) 80 ekor. dengan membawa berbagai perkakas. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Di situ. Jadi. Sang Tanda. kepada para Brahmana. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. sambung menyambung tidak terputus. beberapa puluh tahun sebelumnya. membuat prasasti yang ditulis pada batu. sebuah patung Wisnu. Setiap orang. beserta pengiring lengkap. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. Selanjutnya. Sang Adyaksa. dan bahan makanan. Sang Juru. kakek Sang Purnawarman. telah diperbaiki. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. lukisan telapak kaki tunggangannya. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya.

Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. pakaian. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. Dahulu. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. Sernua itu.sanghyang tapak. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). perompak yang ditawan itu. memperbaiki. Sehingga. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. diperbesar dan diperkuat. makanan lezat. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. mengepung dua buah kapal perompak. Seorang demi seorang. bunga teratai. Sisanya. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. dengan tulisan pada batunya. Dari 80 orang perompak. Hadiah berupa sapi 800 ekor. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. Selamatan dan hadiah harta. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pembersihan terhadap kaum perompak ini. dibunuh dengan berbagai cara. terjadi di perairan Ujung Kulon. di tengah laut. sebahagian terbunuh dalam perang. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). pasukan Tarumanagara. ditulis pada prasasti batu. kerajaan ini tidak seberapa. harimau dan sebagainya. la pun seorang pemuja Batara Indra. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. selalu memenangkan pertempuran. Tetapi. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. Perang pertama dengan kaum perompak ini. Karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang merajalela di perairan barat dan utara. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. Karena itulah. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. di antara mereka. Kemudian. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. Demikian pula halnya Angkatan Laut. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. Sang Purnawarman. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). Angkatan Laut Tarumanagara. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. sebanyak 52 orang dapat ditawan. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi).

barat dan timur. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikuasai kaum perompak. perairan Pulau Jawa sebelah utara. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. 1984: 3-1). yang menjadi panji segala raja.Telah lama. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. bercokol di perairan Teluk Lada ini. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. Kemungkinan besar. dipinta atau dirampas. Pada bagian ini. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. Semua barang yang ada di dalamnya. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Semua kapal diganggu. barulah keadaan menjadi aman. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta.

Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. berlukiskan berbagai macam binatang. Sopala. Salah seorang anggota keluarga Sungga. Sang Kudungga. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Kudungga putera Sang Atwangga. kemudian diubah namanya. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. laki-laki dan perempuan. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Bendera Angkatan Lautnya. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Beberapa ratus tahun sebelumnya. telah beberapa puluh keturunan. menjadi Bakulapura. dimulai dari Sang Pusyamitra. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. berasal dari Bakulapura. datang dari India. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. keluarga itu. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. bersama keluarga dan pengiringnya.Adik Sang Purnawarman. banyak di antara anggota keluarga ini. raja Tarumanagara pertama. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. bernama Nagawarman. yang diberi nama Kuta (Kutai). Sedangkan pamannya dari pihak ayah. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. la pernah mengunjungi Semenanjung. untuk mempererat persahabatan. Adapun bendera kerajaan Taruma. Bakulapura. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Sumatera dan lain-lain. Karena itulah. Kakak perempuan Sang Aswawarman. Pangkal silsilah mereka. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). yang mengungsi ke berbagai negara. Sang Nagawarman. menjadi Panglima Perang. bernama Cakrawarman. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Puteri Sang Kudungga. mempunyai bendera. Keluarga itu. negeri Syangka. berada di situ dan menjadi penguasa. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Cambay (di India). Yawana. Negeri ini. diperistri oleh Sang Aswawarman. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cina.

Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ujung Kulon (Pandeglang). Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Kelak. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Bumi Sagandu. Adik Wisnuwarman yang perempuan. menjadi penguasa Bakulapura. Paladu. kelak menggantikan ayahnya. Sri Maharaja Purnawarman. Aswawarman berputera tiga orang. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Galuh Wetan (Ciamis). Sabara. sebagai penguasa Bakulapura. Bakulapura. bernama Wisnuwarman. Dari permaisuri ini. Gunung Kidul. Alengka. Dalam masa pemerintahannya. Agrabinta (Cianjur). ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. adalah keturunannya. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Siasat Perang. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Purwakerta (Purwakarta). Putera sulungnya. Purwanagara. Wanagiri. masih saudara satu-buyut. Permaisuri Sang Purnawarman. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Legon (Cilegon). berasal dari: Sumatera. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Ia dipusarakan di tepi Citarum. penduduk. Penganut Budha. Silsilah Dinasti Warman. Gunung Cupu. menjadi semakin erat. seorang raja besar di pulau itu. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah Sang Kudungga wafat. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Sindang Jero. Nusa Sabay. Sang Aswawarman menggantikannya. Sang Purnawarman. Malabar (Bandung). Gunung Manik (Manikprawata). Kecuali di Pulau Sumatera. Indraprahasta (Cirebon). Aswawarman dengan isterinya. tidak seberapa banyak. Cupunagara (Subang). Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Akan tetapi. Kosala (Lebak). Cangkuang (Garut).Jadi. Sri Jayanasa. Peraturan Ketentaraan. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Sagara Kidul. Purwalingga (Purbalingga). Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Manukrawa (Cimanuk). Yang sulung bernama Mulawarman. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Karang Sindulang. Penduduk pribumi. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Gunung Kubang (Garut).

Pakuan Sumurwangi. Rangkas (Lebak). Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Sang Kretawarman. Indihiyang (Tasikmalaya). Pura Dalem (Karawang). Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Wanadatar. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. Tanjung Camara (Pandeglang). Digantikan oleh puteranya. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. Sang Wisnuwarman. Pasir Muhara. Sang Candrawarman. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi).(Majalengka). Sang Sudawarman. Jati Ageung. la. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). putera sulungnya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Digantikan oleh puterannya. Wanajati. sebagai raja Tarumanagara keenam. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Digantikan oleh puteranya. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Digantikan oleh puteranya. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Indrawarman. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Dua Kalapa. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. digantikan oleh adiknya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Karena tidak punya keturunan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Digantikan oleh puteranya. Sang Dewamurti. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Sagara Pasir. Setyaraja. Sang Suryawarman. Linggadewata. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. sebagai raja Tarumanagara kelima.

dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. Sang Tarusbawa. Kerajaan Sunda. menantu Sang Linggawarman lainnya. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Ketika ia naik tahta. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). sebagai penerus tahta Tarumanagara. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. Digantikan oleh puteranya. dalam sumber Cina yang terakhir. Dari sejak itulah. Oleh sebab itulah. Kosala. Peristiwa tersebut berakibat fatal.Digantikan oleh puteranya. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. ke berbagai negara sahabat. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. la digantikan oleh menantunya. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Dalam tahun yang sama. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Ujung Kulon. Sang Nagajaya. memerdekakan diri. Sang Linggawarman. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. dengan nama nobat. mengganti nama Tarumanagara. menjadi Kerajaan Galuh. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Dengan berbagai akibatnya. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. dengan Batas sungai Citarum. Wilayah timur Tarumanagara. menjadi Kerajaan Sunda. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. II. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Sang Tarusbawa. dan Rangkas). dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi.

dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). Jumlah 5 keraton tersebut. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. Setelah 9 tahun berkuasa. cucu Sang Tarusbawa. Dalam Prasasti Canggal. sering disebut Panca Persada. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. Punta. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Setelah keraton selesai dibangun. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. dan Suradipati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. dalam sastra klasik. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. tetapi ia wafat dalam usia muda. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. adalah ayahnya Teja Kancana. Sena-Sanaha. Madura.Suradipati. 3. memindahkan ibukota kerajaan. Seharusnya. yang terusir oleh Sang Purbasora. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. di Kerajaan Sunda. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. di Kerajaan Galuh. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). Sebab. 2. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Sanjaya. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. dalam usia 91 tahun. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. Sebagai penggantinya. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah".Madura. Prinsipnya. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). Narayana. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya.

Rakeyan Wuwus. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. Disebut demikian. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Rakeyan Diwus. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. Setelah Prabu Hulukujang wafat. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). Dari permaisurinya.Saunggalah (Kuningan). pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). pada tahun 795 Masehi. memperisteri Dewi Saraswati. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. karena putera Sang Banga tersebut. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. pada tahun 825 Masehi. bernama Rakeyan Medang. Batara Danghiyang Guruwisuda. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Dewi Sawitri. Sebagai putera laki-laki. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). ketika ia wafat. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. kemudian diberi nama Dewi Samatha. pada tahun 852 Masehi. Rakeyan Hujungkulon. Sang Banga mempunyai putera. digantikan oleh puteranya. diwariskan kepada Sang Arya Banga. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. Setelah prabu Gilingwesi wafat. selama 8 tahun. Dari Dewi Kirana. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. digantikan oleh menantunya. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Batara Danghiyang Guruwisuda. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. Sedangkan Dewi Sawitri. digantikan oleh menantunya. ialah: 1. Dengan demikian. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. dan 2. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. Raja Galuh tersebut. Rakeyan Medang.

tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Rakeyan Jayagiri. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. yang besar dan lengkap. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. sebelah barat Citarum. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). Prabu Wanayasa Jayabuana. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. Rakeyan Limbur Kancana. Serbuan inipun. dan 2.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. memperoleh dua orang putera. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Rakeyan Windusakti. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. oleh Rakeyan Umbur Kancana. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. 3. yang dibunuh oleh adiknya. Kerajaan Galuh. di bawah naungan Prabu Jayadrata. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Pasukan Kerajaan Sunda. sebab pada tahun 916. antara lain: 1. Rakeyan Jayagiri naik tahta. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. Di pihak lain. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. atas perintah Prabu Jayadrata. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Rakeyan Jayagiri. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. karena dibunuh dan digulingkan. Rakeyan Jayagiri. Selanjutnya. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. Rakeyan Kamuning Galling. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. Baru empat tahun memerintah. dikerahkan kemudian.

Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Pada tahun 1012 Masehi. calon pengganti ayahnya. Prabu Limbur Kancana. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. Dewi Somya. di antaranya: 1. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Sunda Sembawa. berputera dua orang. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. bergelar Maharaja. di antaranya: 1. atas perintah Dewi Ambawati. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. Rakeyan Sunda Sembawa. suanii Dewi Ambawati. Rakeyan Gendang. Prabu Wulung Gadung. beralih ke Rakeyan Watuageng. dan 2. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. dibunuh oleh seseorang. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. Tahta Kerajaan Sunda. dan 2. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. mengangkat keponakannya. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. damai kembali. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Sebagai tindakan balas dendam. ketika wafat. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Dewi Somya. dari tahun 973 sampai 989 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Resiguru Darmasatyadewa. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. kemudian ia naik tahta. menantu Prabu Limbur Kancana.Di Kerajaan Galuh. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. Prabu Brajawisesa wafat. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Prabu Dewa Sanghiyang. Dewi Rukmawati. naik tahta pada tahun 930 Masehi.

adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Sang Wikramajaya. pemberontakannya dapat ditumpas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 3. dimulal pada tahun 1019 Masehi. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. Akan tetapi. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. dan 2. dipercayakan kepada adik isterinya. keduanya memerintah. Darmanagara. yaitu Dewi Sumbadra. tiga di antaranya ialah: 1. Sri Dharmawangsa Teguh. la berputera beberapa orang. Hadiah nama gelar semacam itu. sampai tahun 1065 Masehi. Wirayuda. menjadi Mangkubumi kerajaan. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. dan menyandang gelar Maharaja. Dewi Puspawati. diterima pula oleh Prabu Airlangga. Prabu Sanghiyang Ageung. berusaha merebut kekuasaan. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. dua di anataranya ialah: 1. dan digunakan sebagai gelar resmi. Dewi Citrawati. adalah Sang Darmaraja.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. Sedangkan Dewi Sumbadra. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. memerintah di Kerajaan Galuh. menjadi Panglima Angkatan Perang. ditunjuk Sang Wirakusuma. digantikan oleh puteranya. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Prabu Langlangbumi. Ketika mengawali masa pemerintahannya. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Bersama-lama. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. dari tangan saudara seayahnya. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja.

dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Dahiyang Guru Darmayasa. Senapati Suryanagara. Kemudian ditempuh jalan damai. Ratu Batari Hiyang. Resiguru Sudakarena. Senapati Wirayuda. Permaisuri Puspawati. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Selesai membangun ibukota yang baru. Mangkubumi Darmanagara. dengan cara mengadakan pendekatan. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Sang Maharaja Langlangbumi. di antara keturunan Sri Jayabhupati. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Sebenarnya. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Akan tetapi. dan Galunggung. yaitu Dewi Citrawati. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. Akan tetapi. Senapati Kusumajaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Di pedesaan antara wilayah Galuh. kalau tidak segera diatasi. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Galunggung. akibat ulah kawanan perampok. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. la pun tidak menghendaki. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Maharaja Langlangbumi. akan jadi duri dalam daging. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Oleh karena itu. membentuk angkatan perang. Sunda. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Yuwaraja Menak Luhur. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. tingkat keamanannya menjadi rawan. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. timbulnya perpecahan.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Kemudian. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. penguasa Kerajaan Galunggung. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas.

Prabu Menakluhur. pindah ke Pakuan (Bogor). tahun 1175 Masehi. beribukota di Saunggalah (Kuningan). la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. maka kedudukan Raja Sunda. memperoleh putera. Dari perkawinannya. Puteri Darmageng. puteranya. dua di antaranya: 1. Ratu Galunggung. puterinya Mahisa Campaka. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . menggantikan tahta ayahnya. la bergelar Maharaja. Puteri Saungggalah. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. yang bergelar Dyah Lembu Tal. menjadi Mangkubumi. kedudukan pusat pemerintahan. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. Sebagal penggantinya. wafat tahun 1155 Masehi. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Dari pernikahannya Dewi Puspawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Menakluhur. dan 2. memperisteri Ratna Satya. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. memperoleh putera. Darmasiksa. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. Galuh dan Sunda. Sang Darmasiksa. dan dijadikan permaisuri. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. dengan ibukotanya di Galunggung. yaitu: 1. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Ratna Wisesa. lahir tahun 1168 Masehi. 3. Kemudian. memperoleh putera: Rajapurana. mempunyai seorang puteri. 2.2. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. cucu Batari Hiyang Janapati. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. Sang Cakranagara. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. tahun 1187 Masehi. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh.

Dewi Antini. dikaruniai umur panjang. tidak sempat menjadi Raja. Karena sebelumnya. menjadi raja di Kerajaan Sunda. Prabu Darmasiksa. Suryadewata. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Kemudian digantikan oleh puteranya. Ragamulya Luhur Prabawa. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Prabu Citraganda. Sedangkan Prabu Rajapurana. Rahiyang Saunggalah. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). pulang ke Tumapel Jawa Timur. atau Aki Kolot. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. Setelah dewasa. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Pada masa pemerintahannya. puteranya. 3. Dewi Kiranasari. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Rahiyang Jayadarma. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). disebabkan wafat muda. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Pengganti Prabu Ragasuci. 2. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. dari Puteri Saunggalah. Pengganti Prabu Citraganda. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Kelak. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). di antaranya: 1. puteranya. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Prabu Ajiguna Linggawisesa. ibukota Kerajaan Sunda beralih. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. dalam usia 44 tahun. adalah puterinya Prabu Rajapurana. Permaisuri Prabu Citraganda. Oleh karena itu. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Karena. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). adik iparnya. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Prabu Linggadewata. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai pengganti Prabu Citraganda. sampai tahun 1333 Masehi. berjodoh dengan Dara Puspa.

Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. Karena itu. janji tersebut tidak ditepatinya. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. Dyah Pitaloka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. Akan tetapi. sebelumnya. Sesungguhnya. hal itu. Wastu Kancana. Bahkan ia. Semua orang mengetahui. tidak bersedia menyerahkan puterinya. digantikan oleh puteranya. 2. lahir tahun 1339 Masehi. bahwa sang puteri Citraresmi. Sesungguhnya. Semua pasukan Majapahit. menginjak usia 18 tahun. Prabu Linggabuana. dengan janji Bre Majapahit sendiri. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. siap untuk bertempur. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. Putera ketiga laki-laki. Sang Prabu Hayam Wuruk. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. dengan Sang Patih Gajah Mada. lahir tahun 1348 Masehi. Demikianlah. yang bergelar Mangkubumi Saradipati.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Tibalah saat yang bahagia. 4. lalu memerintahkan laskar Majapahit. puteri mahkota Sunda itu. Putera kedua laki-laki. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. ada yang menunggang gajah. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. Prabu Maharaja Sunda. meninggal dalam usia 1 tahun. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. selalu menyetujui keinginan Patihnya. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. Akhirnya. Sang Bunisora. la menjadi berang. Di antara mereka. hal itu amat bertentangan. dan dijadikan permaisuri. sebagai isteri persembahan (upeti). meluaplah hati Sang Patih Mada. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. meninggal dalam usia 1 tahun. akan diperisteri (resmi). Setiba di sana. didampingi oleh adiknya. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. ada yang berkuda. adalah Sang Patih Mada. Sesungguhnya.

Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. Rakeyan Mantri Saya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena itu. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. namun. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Rakeyan Mantri Sohan. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pertempuran berlangsung sengit. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Pengecut perbuatannya. dengan persenjataan lengkap. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. sebagai panglima perang. Hatinya cemas dan ragu-ragu. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Namun akhirnya. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Ki Panghulu Sura. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Sang Ratna Citraresmi. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Sang Panji Melong Sakti. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). lalu menundukkan kepala. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan.ada yang naik kereta. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Rajaputri Dyah Pitaloka. Ki Mantri Supit Kelingking. bersama semua pengiringnya. semuanya hanya 98 orang. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. melakukan mati-bela (bunuh diri). Betapapun. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Sang Mantri Patih Wirayuda. Ki Mantri Sebrang Keling. tibalah pasukan besar Majapahit. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). Rakeyan Juru Siring. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Kemudian. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Rakeyan Rangga Kaweni. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Ki Juru Wastra. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul).

Dalam menjalankan pemerintahan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disebut sebagai Satmata. suraloka. di antaranya. 1. dan 4. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. gurugama. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Bunisora. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Oleh karena itu. cenderung sebagai raja pendeta. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. Sang Bunisora mempunyai putera. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). dan nirawerah. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). usai terjadi sebelum tengah hari. Banawati. pemerintahan Kerajaan Sunda. Menurut naskah Kropak 630. ia memperoleh putera. tidak seorangpun yang tersisa. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. tuhagama. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. Sang Haliwungan. yang diwarnai suasana religius. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). satmata. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. Semua orang Sunda. padamlah segala hasrat dan nafsu. Satmata adalah tingkatan ke-5. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. memperisteri gadis pilihannya.menyerang Kerajaan Sunda. Setelah satu tahun. ketika usianya sudah 20 tahun. Dalam naskah Carita Parahiyangan. Bratalegawa. Sang Niskala Wastu Kancana. merupakan tahap tertinggi. baru berusia 9 tahun. binasa. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. yang datang di Bubat. Sang Bunisora. 2. adigama. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. Mayangsari. Dari permaisuri Laksmiwati. 3.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1984: 42). penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). ada dua kejadian penting yang patut dicatat. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Apah (air). merasa betah berada di bawah pemerintahannya". dipusarakan di Nusalarang. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Menurut Chau ju-kua. tercatat dalam kaol Cina. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. Akibatnya. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Pakeun heubeul jaya dina buana. Majapahit tidak mempunyai raja. untuk unggul dalam perang). Setelah wafat. yang terjadi pada tahun 1453 . Sang Bunisora wafat. selama 3 tahun. la masih sempat mendengar. teja (cahaya). Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. serta bu (eter).1456 Masehi. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. memerintah di Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. naik tahta pada usia 23 tahun. Untuk hidup lama berjaya di dunia. Majapahit dilanda Perang Paregreg.1999: 24). pada tahun yang sama. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. akasa (langit). akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. bayu (angin). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. Selama masa pemerintahannya.Pada tahun 1371 Masehi.

meminta bantuan dan perlindungan. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. Salahsatu catatannya mengemukakan. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. catatan Chau ju-kua itulah. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). Kedua-duanya menderita kerusakan berat. 2. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. tanpa diketahui. yang sering menjadi sumber dugaan. Pertempuran tersebut. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). setelah masing masing mengundurkan diri. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Dalam masa "gencatan senjata". mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hanya saja.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). diakhiri oleh kedua belah pihak. antara lain: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. Rupa-rupanya. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). bekas ibukota Tarumanagara). yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan isi yang sama. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda.

1996:119). Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Upaya penyelesaian jalan damai. dibahas pula oleh Heuken. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n .3. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan).1999: 107). Jakarta). masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". dan menuju arah 187. Pelabuhan Banten dimaksud. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Chia-lie-pa (Kalapa. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. Dalam catatan kaki. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas).5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). dibahas pula oleh para akhli. "Banten dinamakan Sunda". lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. melalui Chia-liu-pa (Kelapa). Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1996:119). demikian ungkap Guillot. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. kapal-kapal menuju arah 97. apapun bahasanya(Guillot. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot.

yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jerman). Menurut Chau Ju-kua. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?.jadi sama dengan catatan Portugis. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch.1999: 24). Lukman Nurhakim. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sedangkan candi yang terletak di G. Kapalembangan diinaksud. jalan untuk menuju ke Banten Girang. melihat arca-arcanya. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. dan Sonny Wibisono. Sangat menarik. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. masih dilanda kegelapan. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. Akan tetapi. untuk memperkuat suatu anggapan. telah sering dilakukan. belum menemui titik terang. Pembuktian arkeologi ditampilkan. angka tahun tersebut. Artinya. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). terutama melalui penelitian arkeologi. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. Pulasari. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10.1996:111). Claude Guillot. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken.1996: 111). dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. boleh. sekaligus merupakan daya dukung. 1996). yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?).

pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. ia menuliskan tahun 942 Masehi. bernilai angka 8. kala untuk cakakala atau sakakala. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. 6888).V 1923. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). no. perintah. bujur sangkar. bacaan yang benar adalah 854 Saka. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. saat yang pantas diperingati. pangambat. yang bentuknya tidak beraturan. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. Bogor. kata. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. sepadan dengan bujangga. terdiri atas 4 baris huruf. dan pasagi. adalah kata majemuk tatpurusa. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. bunyi. bahwa ia seorang pembesar istana. Batutulis ini kini telah hilang. halaman 18. distrik Leuwiliang. panca = 5. sesuatu untuk diperingati. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. sabda. bernilai angka 4. padahal seharusnya 932 Masehi. Candrasangkala: kawiraja.Untuk lebih jelasnya. mengenai prasasti Kebonkopi II.

Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. parwa I sarga 3. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. 1. menampilkan angka tahun 932 Masehi. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. halaman 13-14. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. Sriwijaya (Atja & Ekadjati.1989:186-187). menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. Timbulnya perbedaan anggapan. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Menurut pengakuannya. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. Guillot menampilkan angka tahun 932?.Bunyi prasasti. Satyawati Suleiman. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. karena itu ia mengajukan dugaan. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. antara lain sebagai berikut: . dan 3. Sewaka Darma. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa.. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. Peristiwa sejarah.

menghadiri upacara "Barpulihkan". secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. ikhwal "Sunda" dijelaskan. Akan tetapi. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. Sriwijaya". yang menjadi Menteri Tarumanagara. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). antara lain sebagai berikut: . dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. tempat lahir Sang Tarusbawa. Pada prasasti Kebonkopi II. Mahisawarman namanya. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. Yang keempat perempuan. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). Putera yang kedua. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Matsyawarman namanya. tentu ada nilai-nilai sakral.tahun. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali.. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". seperti dugaan Bosch.561 Masehi). tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. Dengan demikian. Yang ketiga. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Kemudian. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II..

yang menikah dengan Dewi Manasih. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . telah melakukan perjanjian bersama. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. disebabkan. pada tahun 536 Masehi. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. raja keduabelas Tarumanagara. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). Kerajaan Sriwijaya... Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali.. parwa 11 sarga 3. Sedangkan Sriwijaya. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. raja Sriwijaya. Sebagai pengganti. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Sunda Sembawa (Bekasi).. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. kerajaan Sriwijaya. oleh Sri Maharaja Tarusbawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan menjalin persahabatan. Adik Dewi Manasih. antara lain sebagai berikut: . menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. menantu Sri Maharaja Linggawarman. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. Sang Tarusbawa.catatan. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya".. yaitu Dewi Sobakancana. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. karena nama kerajaan tersebut. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. Kekecewaan Guillot. Pergantian nama kerajaan. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi.. Pada tahun 669 Masehi. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . halaman 176. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. mengakhiri kekuasaannya. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. Sri Maharaja Linggawarman.

Kehadiran Salakanagara. Salakanagara. Untuk diketahui secara objektif. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. merupakan tindakan balas dendam. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. tetap setia mengikuti alur waktu. tidak berdiri sendiri. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. 1996:100). bahkan kesan tersebut harus dicermati. tidak ia hiraukan. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. Banten di masa silam. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. seperti Banten Girang. sebagai pembanding. Persoalan yang muncul. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. yang pernah menaklukan Banten Girang.1996:137). III. yang diperankan sebagai "musuh Banten".Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. dengan segala perkembangan kehidupannya. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tarumanagara. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). menelusuri kurun zaman. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. Kerajaan Sunda. Ibukota Pajajaran misalnya. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. semakin samar untuk ditemukan.

tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. nu mikadatwan sri bima. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). kawasan bekas Tarumanagara. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana.sarga 5. dengan nama Kerajaan Galuh. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. Selanjutnya. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda.yang haluwesi. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). Kemudian Sang Ningrat Kancana. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. Sumatera Selatan). Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. kini sudah menjadi bangunan permanen. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. lawasnya ratu saratus tahun. mangka premana raja utama. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. sebagai tanda keutamaan raja. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan.punta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). Sang Haliwungan. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. dari sejak tahun 1382 Masehi.narayana-madura-suradipati. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). yang terletak di bukit Badigul (Bogor). sirna tanpa bekas. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. kembali terbagi dua. Sebelumnya. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. Lokasi bekas keraton tersebut. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan.

Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. meninggalkan ibukota. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. memperisteri perempuan terlarang dari luar. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. Di Palembang. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Yang di pertuan di Galuh. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Dari ibunya. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. Prabu Kertabumi. Akibat salah perilaku. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Raden Patah mendapat nama Jin Bun. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). diberi nama Raden Praba. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Uniknya. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. atas permohonan Ratu Darawati. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. untuk kepentingan membuka pesantren. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). menggempur Majapahit. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). dengan ibukota di Keling. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Raden Patah. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. Sunan Ampel sendiri. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. hingga memerangi kerajaan ayahnya. tokoh Sang Ningrat Kancana. Baru kemudian. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. mengakhiri kekuasaan ayahnya. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). sebagal guru dan juga mertuanya. Kemudian. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. maka dalam tahun 14'75 Masehi.. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. akibat perceraian dengan suaminya. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. lawasnya ratu tujuh tahun. adalah kemenakan Ratu Darwati. Dalam tahun 1473 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Tiga tahun kemudian. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. kena salah twah. inya nu surup di guna tiga. la adalah tohaan di galuh. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu.

memperoleh seorang puteri. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Raden Baribin. diterima dengan tangan terbuka. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Oleh karena itu. Puteri Ratna Ayu Kirana. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menurut versi lain. dengan Raden Baribin. Kemudian. wanita itu terpisah dari tunangannya. 2. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. dilakukan oleh Girindrawardana. Dalam pengungsian. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Rombongan pengungsiannya. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Prabu Dewa Niskala. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Prabu Dewa Niskala. yang mendirikan Mataram Islam. keluarga keraton Kawali. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. Di sana. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. ia tersamar dalarn cerita rakyat. Menurut hukum waktu itu. telah menjodohkan puterinya. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Prabu Dewa Niskala. Dari Wandan Bondri Cemara. saudara seayah Prabu Kertabumi. yang sudah bertunangan. keluarga keraton Majapahit. Kelak. Dalam hal ini. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. diberi nama Raden Bondan Kejawan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada juga yang sampai ke Kawali. Selaln itu. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Dari pernikahannya. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. Oleh karena itu. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh).. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. ibukota Kerajaan Galuh. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1.

2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa: 1. Menantu Prabu Susuktunggal. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Peristiwa penobatannya di Pakuan. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. dari permalsuri. Untuk menyelamatkan keadaan. konflik kedua pemimpin negara. Begitu pula Prabu Susuktungggal. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. dan memutuskan. Peristiwa tersebut. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. samasama mengerahkan pasukannya. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). penguasa Kerajaan Sunda.Prabu Susuktunggal. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. harus diserahkan kepada Jayadewata. karena kekuasaan pemerintahannya. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. prebu ratu purane pun. di wilyah netral. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. B. Prabu Susuktunggal. sangat marah. Tentu saja. Selanjutnya. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. 2. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. adalah: 1. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung).

Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. Maksudnya. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. Jika seorang raja wafat. kesatrian (asrama prajurit). yang terjemahan langsungnya. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. Pembuatan prasasti tersebut. Sri Baduga Maharaja. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. pagelaran (macam-macam formasi tempur). Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. kemudian kerangkanya diperabukan. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat.samida. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. agar sukma raja tersebut. pada tahun 1533 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ya dialah (yang membuat semua itu). maka raja tersebut digali dari kuburnya. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . la memperteguh pertahanan ibukota. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. memperkuat angkatan perang. 1981: 25). membuat samida. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. Upacara semacam itu.

Pare-dongdang atau panggeres reuma. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. yang ditemukan di Desa Kabantenan. Kata dasa. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. yang gugur di Palagan Bubat. serta ancaman hukum mati. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. Pengukuhan itu. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. Calagara (di Majapahit: walagara).Silih Wangi. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). Kecamatan Tarumajaya. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. adalah pajak tenaga perseorangan. harus diserahkan kepada raja. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. adalah pajak tenaga kolektif. Kabupaten Bekasi. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. isinya dapat diketahui. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. Kapas-timbang atau upeti kapas. diambil dari bahasa Sanskerta. harus diserahkan tiap tahun. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Gunung Samaya dan Jayagiri. Silih artinya pengganti. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Dasa. Wangi artinya harum. Bila petani telah berpindah ladang (huma). Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. adalah pare turiang. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). yang berarti pelayanan (service). Oleh karena itulah. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. Keharuman Sri Baduga Maharaja. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. calagara.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. bagi siapapun yang melanggar keputusannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). disebutkannya. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Omzet perdagangan kuda. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Tome Pires (k.271 orang. Dalam angkatan perang kerajaan. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1996: 59). 1999: 41). Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. berada di pedalaman. penduduk kota Pakuan ada 48. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis.000 orang. terdapat 40 ekor gajah. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. nama resmi kenegaraan. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil).121 jiwa. 1468-1539 Masehi). dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda.000 ekor tiap tahun. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. serta pada puncaknya berukir indah. Tetapi yang lebih penting. Tentang Sri Baduga Maharaja. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). Dengan jumlah itu. pelabuhan Pontang (Pomdam). Tome Pires memberitakan.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. baru berpenduduk 23.l.197 orang). pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). bandar Cheguide. dapat mencapai 4. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. sebagai kota terbesar ketiga. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. Pasai. Dalam perkembangan selanjutnya. parwa I sarga 4). Istana raja.

ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. seorang ulama mazhab Hanafi. raja Cirebon Girang. seorang ulama mazhab Safi'i. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. yaitu Pangeran Walangsungsang. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. dalam tahun 1416 M. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. cucunya yang bernarna Hadijah. didirikan oleh Syekh Hasanudin. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. Ketiga anaknya. Inilah Sunda. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Walaupun berbeda agama. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. Bratalegawa. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. Sesungguhnya. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. dan Raja Sangara. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. Kemudian dari Gujarat. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). bukan "Islamnya". bernama Farhana binti Muhammad. Kalapa (Calapa). sebagian ditempatkan di Cirebon. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. hubungan politis yang terlalu akrab. Akan tetapi. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. antara Cirebon dengan Demak. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. Cimanuk (Chemano). Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). C. Puteri Subanglarang. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. 1999: 37). dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng).Tangerang (Tamgaram). di Pura Dalem Karawang. bersama isterinya. Larasantang. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. Kelak. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta.

sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. kapten perjalanan ini. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. Kunjungannya ke Pakuan. pada tahun itu. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. menentukan dan menunjuk tempat. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). seberang awal pelabuhan. Maka. Akan tetapi. Maka. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). pada tanggal 21 Agustus 1522 M. utusan Jorge d'Alboquerque. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. disebut Laksamana Bungker). Tuan Kami. menghadiahkan kepada Raja. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Kawasan ini yang disebut Kalapa. Tuan kami. Untuk maksud ini. Kapten Malaka. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. menegakkan sebatang padrao dari batu. M. sebagai duta resmi negara. jadi di sebelah kanan muara sungai. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. Leme. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Selain itu banyak orang baik. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai.Portugis. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi.

bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. Tuan kami. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. Padahal. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. Dibuat pada hari. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. dan Diogo Diaz. Sangat disayangkan. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. Raja-raja penerusnya. penulis dari kapal San Sebastian. saya memberi kesaksian. selaku perwira Raja. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk buktinya. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. yang dicurigai para akhli sejarah. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. dan Franscisco Annes. Hubungan internasional bilateral inilah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. Sri Baduga Maharaja itu. 1999: 54). tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. Dengan demikian. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa.600 caxas Java. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. penulis. sangat wajar terjadi. semuanya tentara. Berbeda dengan pelaut Belanda.10. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. Tuan kami. yang diwakili oleh pedagang Portugis. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. saya. yang selalu berambisi. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. membuat dokumen ini. juru mudi dan banyak (orang) lagi. masih sebagai pelaut murni. Tentang seluruhnya itu. Balthasar Memdes. Maka. pedagang Portugis pada waktu itu. pada perjalanan ini. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya.

Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. Dalam cerita Pantun sekalipun. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha.toleransinya terhadap agama Islam. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Sumedang. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sampai saat kini. Mwakta atau Moksa. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. Setelah Indonesia merdeka. umum masih beranggapan. kalau tidak Hindu tentunya Budha. dimanakah bekas candi-candinya. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. Akan tetapi. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". kalau ditanyakan. yang artinya dipusarakan. digunakan kata lumah (pusara). disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Cirebon. Penyempurnaan sukma tersebut. yang sesungguhnya keturunan Galuh. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. Terbukti. Dzat Asal dalam religi Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengenai tokoh Prabu Siliwangi. dengan tujuan utama. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Para Pohaci dan Para Bujangga. dan Talaga. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. secara arkeologis. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. belum dapat membuktikan secara pasti. Cukup banyak Babad yang ditulis. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. dapat kembali kepada Asal-nya. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. Oleh karena itu. adalah tokoh Sunan Ambu. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha.

kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. D. karena ia adiknya Larasantang. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. jati Sunda teka. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. Hiyang Seda Niskala. Niskala. Disunat ka tukangnya. Selain itu. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). Kian Santang yang konon katanya. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi).. bersih suci bila dibasuh. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Adakah masuk di akal. Seda. Ada pula yang menafsirkan. Disunat kepada akhlinya. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. bagi orang Sunda. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). setega itukah. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. sudah demikian lama. sesungguhnya tidak jadi masalah. cita-cita urang Sunda yang saleh. artinya Gaib. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. bukan dengan Dewa). Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". Kedatangan Islam. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. bahwa tokoh Kian Santang itu. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. Sebutan lain untuk Hiyang. artinya Sempurna. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kisah tersebut.

terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Perang ke Gunung Batu. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Pagoakan. Rata gagah perkasa. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Untuk mencari kebenaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17.alias Fatahillah. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Perang ke Gunung Banjar. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Perang ke Muntur. Perang ke Wahanten Girang. berdasarkan ilmu sejarah. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). Perang ke Simpang. Perang ke Ancol Kiji. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). teguh dan pemberani. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Perang ke Tanjung. ia disebut Raja Samiam. menimbulkan persoalan baru. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta.Portugis. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Padang. perlu penelusuran ilmiah. Perang ke Hanum. Dalam catatan Portugis. Lima betas kali perang tak pernah kalah.

meninggal dunia. Prabu Ratu Dewata. jangan hidup pura-pura berpuasa. tertimpa tapak kikir.Perang ke Pager Wesi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Disunat oleh akhlinya. Puasa. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Sang pandita di Ciranjang. hanya meminum susu. kembali ke Pakuan lagi. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. ditenggelamkan ke laut. lamanya jadi raja 8 tahun. Setelah itu. Datang bencana serangan musuh kasar. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Tidak sampai setahun. Perang ke Medang Kahiyangan. Begitulah keadaan jaman susah. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n .sang kawuri / hayzaa to . hati-hatilah yang hidup di kemudian hari.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. tidak diketahui identitasnya. pandita di Sumedang. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Disunat. Sang Pandita di Jayagiri. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. masih hidup. supaya bersih suci dari kotoran. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. itulah tradisi orang Sunda. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). ditenggelamkan ke laut. Oleh sebab itu. Ada pendeta sakti dianiaya. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. dibunuh tanpa dosa. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna .sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. tidak mati.

hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. Lamanya jadi ratu 8 tahun. zaman besi. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . menghina pendita. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. tidak hormat pada yang tua. seterusnya diganti dengan zaman kali.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. zaman perunggu. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Sering membunuh orang tanpa dosa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Yang membangun bale bobot 17 jajar. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. Dalam zaman Dopra. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. Mempunyai anak. merampas tanpa perasaan. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. Begitulah riwayat Sang Ratu. tindakan ratu seperti itu. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. menghiasi Kedaton. Sang Nilakendra.

Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Pertama datangnya perubahan. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Perang dengan Gegelang. perang dengan Galuh. Perang berlayar ke Salajo. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). 2. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). Manusia yang berhuma rakus makannya.perdaya. perang dengan Jawakapala. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Perang dengan Pakuan. perang dengan Mandiri. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. perang dengan Patege. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perang dengan Datar. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. menurunkari pertapa. Iamanya jadi rata 16 tahun. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. 4. antara lain: 1. cucu tiri. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . timbul kerusakan dari Islam. 5. Lamanya jadi ratu 12 tahun. tidak mengikuti adat kebiasaan. Perang dengan Rajagaluh. kalah Rajagaluh. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. kalah Jawakapala. 3. Dunia halus masuk ke yang kasar. semua kalah oleh orang Islam. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). kalah Kalapa. Perang dengan Kalapa.

Sanghiyang Surawisesa. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Oleh karena itu. ialah. Status Pangeran Walangsungsang. berputera beberapa orang. Syekh Hasanudm. 2. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Surasowan.IV. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. berperan sebagai anak sulung. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. Cirebon. Dalam Carita Parahiyangan. 1. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. bahwa dari Subanglarang. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. dari pendahulunya. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. Ekadjati (1989). Status ini sangat memungkinkan. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. Dari isterinya yang pertama. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. yang disusun oleh Atja dan Edi S. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. untuk membahas Banten. 1989:165). mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. di antaranya: 1. 2. dan 3. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. adalah murid Syekh Hasanudin. Dua di antaranya. bernama Rajasangara. jika Pangeran Walangsungsang. Dewi Surawati. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n .

meneruskan pelayarannya ke Majapahit. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin.800 orang. armada laut Cina. la bermaksud. Syekh Hasanudin. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. Oleh karena sesama muslim. Tan Go Wat. Dari perkawinannya. Peristiwa penting ini. di Jawa Timur. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. Syekh Hasanudin. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. pada tahun 1416 Masehi. untuk menjalin persahabatan. Kelak. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Di antara sekian banyak awak kapal. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. dan lebih kikir lagi dengan pujian. puterinya Ki Gedeng Karawang. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho. terdapat beberapa orang penumpang. sebanyak 63 buah kapal layar. menyebarkan ajaran agama Islam. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. adik iparnya. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. di Pulau Jawa. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. kakeknya Sri Baduga Maharaja. Ki Gedeng Karawang. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. Armada laut Cina tersebut. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Selama 59 tahun. mengadakan pelayaran keliling. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. memohon diri untuk turun. dikenal sebagai Syekh Bantong. disertai pula oleh puteranya. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. Islam bukan hal yang baru dan acing. Tujuan pelayaran mereka. la didampingi oleh jurututulisnya. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. Bagi Sang Mahapraburesi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. dengan prajurit laut sebanyak 27. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. di pesisir Pura Dalem Karawang. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. Sebab. Ma Huan. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda.Pada tahun 1416 Masehi. Tan Go Wat. memperoleh anak. yang juga beragama Islam. ketika turun di Pura Dalem Karawang. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Kenyataan seperti itu. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . walaupun dengan berat hati. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. Ki Gedeng Tapa. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. Selain sebagai ibunda tercinta. seorang bangsa Ajam. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Pangeran Walangsungsang. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. Ketika Subanglarang wafat. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. Perlu dicatat.sanggup memujinya. la dengan kedua adiknya. la. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Sebagai catatan. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). bahwa Pangeran Walangsungsang itu. Subanglarang. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. diteladani dari kakeknya. merasa sangat kehilangan.1984: 42). Tentu saja. hanya ibunya. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. memohon izin kepada ayahnya. adalah Guru Agama. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. dibina langsung oleh kakeknya. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. mendorong Pangeran Walangsungsang. bagi Sri Baduga Maharaja. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. Sementara itu. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. untuk pergi mengembara. akibat konflik agama dengan ayahnya. oleh para penulis babad. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). madzhab Hanafi. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Afganistan. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. tidak menjadi masalah. Peristiwa-peristiwa itulah.

Oleh Ki Gedeng Tapa. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. dari Syekh Datuk Kahfi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Walangsungsang. setelah Pondok Quro Karawang. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. Dalam pemerintahan sehari-hari. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Syekh Nurjati. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Kemudian. Ki Gedeng Tapa. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. Dalam pengembaraannya. masih hutan belantara tempat binatang buas. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Pondok Quro Amparan Jati. Sebagai catatan. Di tepi pantai. ular. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon.Amir Abdullah Khanudin. di kampung Ghuzah. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Ki Gedeng Tapa. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). gajah. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Nyai Larasantang. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Di bagian selatannya. dari kakeknya. Syekh Datuk Kahfi. Cirebon namanya. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. harimau. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Seperti babi hutan.

yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. Diberi nama demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). banyak kuda liar. Ki Sarmawi (pembantunya). adalah adiknya Ki Danuwarsih. bersedia masuk Islam. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. atau Lemah Wungkuk. Mereka. banyak ikan dan rebon (udang kecil). Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. Sebab. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. Di sungai. Sedangkan Ki Danuwarsih. Atas kesepakatan bersama. Pangeran Walangsungsang. pindah dari tempat tinggal asalnya. seorang ulama agama Budha. disebut Kebon Pasisir. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. dan adiknya (Nyai Larasantang). kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Setelah melihat ada pemukiman baru. Nyai Arumsari (isterinya). Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). Semula. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati.laut (camar). Kemudian. di Kebon Pasisir. puteri Ki Danuwarsih. Sedangkan di Gunung Ciremai. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nama itu diperoleh dari gurunya. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. atau Tegal Alang-Alang. Ki Danusela. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Cirebon Girang. membuka hutan Kebon Pasisir. penduduk Cirebon Pasisir. yang disebut Cirebon Girang. dibangunlah pemukiman baru. Pada awalnya. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. yaitu Nyai Indang Geulis. Syekh Datuk Kahfi. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. telah bermukim 5 orang penduduk.

Berbagai bangsa ada di sana. namanya. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. bahasa dan tulisannya. India 2 orang. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Arab 11 orang. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jawa 106 orang. masing-masing berbeda. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. sebelum tidur. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). Pedagang. Rinciannya: Sunda 196 orang. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Mereka menumbuk rebon dan ikan. Hujung Mendini 4 orang. dan Cina 6 orang. petis dan garam. adalah 346 orang. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. keakhliannya. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Parsi 2 orang. tingkah lakunya.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). Macam-macam anutannya. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. Syam 3 orang. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. para petani. Sumatera 16 orang. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

mendirikan Tajug (Masjid). pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. Bersama santri-santrinya. Di tengah perjalanan. Sehingga. Ki Samadullah. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. Syarif Abdullah. pustaka yang disusunnya. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Akhirnya. Cirebon. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. Cirebon. (Jala=air. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. berlayar menuju Tanah Arab. Padahal. ci berarti sungai. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. la. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. diberi nama Jalagrahan. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Nyai Indang Geulis. dan rebon berarti udang kecil. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. degan maksud yang sama. "Anakku. grahan=rumah). Hal itu. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. yang terletak di tepi laut. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. Sang guru mengingatkan. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. Ki Samadullah dan adiknya. naik ke kapal layar. karena sedang hamil. tidak bisa ikut. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". kata "Cirebon" sendiri. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. adalah keturunan Bani Hasyim. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. mengingat penduduk Cirebon pertama. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. tiba di pelabuhan Jedah. Di dukuh Cirebon Pasisir. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina.

Dan adiknya menetap di sana. Kembali kepada Syarif Abdullah. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Tiga bulan kemudian. Di tanah suci Mekah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. dari Bani Mameluk. Ternyata. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adiknya Syekh Datuk Kahfi. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im.menjadi Walikota Mesir. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. kepada Nyai Larasantang.

dijadikan sebuah kota besar. Ki Gedeng Tapa. semua kekayaan dari kakeknya itu. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. sama dengan nama puterinya.. la membangun Keraton. Kata pakung. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. Tidak lama kemudian.. kemudian diberi nama Pakungwati. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. selain sebagai penguasa Singapura. Maka jadilah Cirebon. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . kakeknya. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. wafat. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Nyai Pakungwati namanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Sesudahnya. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. mempunyai anak perempuan.. Dan perkawinannya. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. Kemudian. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. tiba di Cirebon. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n .

atau Pangeran Cakrabuana. untuk menobatkan puteranya. Kemudian. Pangeran Walangsungsang. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. Sri Baduga Maharaja. atau Ki Cakrabumi. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. atau Ki Samadullah. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. oleh ayahnya. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. disertai pasukan pengawalnya. B. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya.

Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Sayid Abdul Malik. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. mempunyai anak beberapa orang. asalnya merupakan satu keluarga. Oleh karena itu. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan.Kemudian. diperisteri oleh Sayid Hassan. Mempunyai anak beberapa orang. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Salah seorang di antaranya. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. kepada puteri pejabat daerah negeri India. la meninggal dunia di Jawa Timur. Sebab. Salah seorang di antaranya. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Alwi Amir Pagih anak Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. mempunyai anak beberapa orang. Dari sejak itulah. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Adapun Abdul Malik. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Kedua-duanya. mempunyai anak beberapa orang. Riwayat selanjutnya. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. yaitu Sarah. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sayid Alwi anak Muhammad. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. mempunyai anak beberapa orang. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Dari perkawinannya. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Dari perkawinannya. Salah seorang di antaranya wanita. anak Alwi Amir Pagih. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Muhammad anak Ubaidillah.

tiga di antaranya: 1. menjadi anak angkat uwanya. Hal itu tetjadi. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. mempunyai anak beberapa orang. tidak mempunyai anak. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. mempunyai anak beberapa orang. Syarif Abubakar. 4. 2. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). 4. Syarifah Halimah. Mempunyai anak beberapa orang. Dari India. sebagai guru agama Islam. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. empat di antaranya: 1. Ali Nurul Alim. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). Syarif Abdurakhman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Ketika menetap di negeri Bagdad. Syarif Sulaiman Al Bagdad. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. 3. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. pergi ke Jawa dwipa. Ali Nurul Alim. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. 2. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). disebut juga Syarif Ungkah Jutra. yang seterusnya menetap di sana. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. mempunyai anak 4 orang. Barkat Zainal Alim. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. 3. Syarif Hafiddin Abbas. 2. Riwayat yang menjadi penyebab. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. Syarif Abdurakhim. masing masing ialah: 1. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. 3. Riwayat selanjutnya. Syarifah Bagdad. mengajar penduduk di sana.Abdullah Khannudin. Syarif Abdullah Al Masir. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi Walikota di negeri Mesir. menetap di negeri Mesir. mempunyai anak beberapa orang. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran.

dari setiap turunan Rasul Muhammad. Japura. menikah dengan Hadijah. Syekh Datuk Kahfi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bharatanagari (India). Juru Labuan Muara Jati Cirebon. cucunya Haji Purwa Galuh. pada naskah yang sama ditegaskan pala. oleh Ki Gedeng Tapa. ia menjadi duta negeri Parsi.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Campa. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. Pasambangan. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panjunan dan beberapa desa lainnya. Junti. Kamboja. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi.

pertama. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. Selanjutnya. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Syekh Datuk Soleh. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. Tiga orang di antaranya yaitu. di antaranya: 1. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). yang menetap di negeri Malaka. kedua. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. Syekh Datuk Ahmad. 2. adalah sebagai berikut: 1. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. Syekh Khadir Kaelani. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. dan 3. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. Dua orang di antaranya. yang pertama perempuan. Selanjutnya. Sunan dan Guru Agama Islam. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. 2. menetap di Kamboja. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. dua orang di antaranya. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah.Maka jelaslah sudah. dan yang ketiga Syekh Bayan. mempunyai anak beberapa orang. Dua orang di antaranya. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang mempunyai anak beberapa orang. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. yaitu: 2. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu: 1. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. mempunyai anak beberapa orang. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim.

memeluk agama Rasul Muhammad. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. yaitu Dewi Darawati. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Di Keraton Majapahit. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). menuju ke Jawa Timur. Ali AI Mustada. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. Setelah menetap beberapa lama. Dua di antaranya yaitu. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Atas usulan Ratu Darawati. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Setelah enam bulan di Palembang. Arya Dillah atau Arya Damar.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. yaitu Dewi Candrawulan. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ratu Darawati. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Di Palembang. 3. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. oleh Prabu Kertabumi. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Sumatera. Adik Dewi Candrawulan. Karena pada waktu itu. Dalam jangka 3 tahun. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. dikaruniai beberapa orang anak. semua penduduk Ampel Denta. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. yaitu Siu Ban Ci. 1. singgah di Palembang. dan singgah di negeri Banten. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Kemudian. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. Ali Rakhmatullah. Dalam perjalanannya. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta.

Penambahan Joko. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. 3. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Selanjutnya. 7. Nyai Ageng Pembayun. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Mereka dikaruniai tiga orang anak. dikaruniai anak laki-laki. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Panembahan Kodi. puteri Ki Wiryosarojo. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing masing: 1. Dari isterinya yang lain. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. 5. yaitu Dewi Sujinah. 3. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. memperisteri puteri Sunan Undung. Ratu Pakoja. dan 8. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Di antaranya. yaitu Raden Amir Hassan. 4. 2. 6. empat orang di antaranya: 1. Dewi Sofiyah. antara lain: 1. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Dewi Rukayah. 3. dan 4. yaitu Dewi Rukhil.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. 2. Dari perkawinannya. dan mempunyai anak laki-laki. Panembahan Karimun. puterinya Maulana Ishak. Ratu Prodo Binabar. Panembahan Palembang. 2. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. Selain dengan puteri Sunan Ampel. dikaruniai anak beberapa orang. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Puteri. yaitu Siti Khorimah. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan.

Siti Mursimah. antara lain sebagai berikut: . mempunyai anak laki-laki. di antaranya masing-masing ialah. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi).1. dari isterinya yang berasal dari Blambangan. Siti Murtasiyah. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. adalah puteranya Maulana Ishak. mempunyai anak dua orang. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. 2. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya.. . puterinya Ki Ageng Bungkul. parwa II sarga 4.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. parwa I sarga 4. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.. Syarif Hidayat namanya. Raden Paku alias Sunan Giri. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n .

parwa parwa I sarga 4. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lamanya dua tahun. yang semuanya berjumlah 98 orang. Pada waktu itulah. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. singgah di Gujarat. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat.. Selesai dua tahun. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. Kemudian. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. Dalam perjalanannya. yaitu Sayid Al Kamil. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. menuju Pulau Jawa .ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Tinggal di sana lamanya tiga bulan. antara lain sebagai berikut: . Ketika singgah di Gujarat. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. bersama 98 anak buahnya. Oleh karena itu pergi dari Mekah. baru berusia dua puluh tahun. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka berlayar bersama-sama. dari Syekh Athallahi Sajjilli.

untuk menemui uwanya (kakak ibunya). singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. (singgah) di negeri Pasai. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat singgah di Banten. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Selanjutnya. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. menemui uwanya. Kunjungannya ke Cirebon. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. berlayar menuju Cirebon. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Kawung Anten. Sumatera. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengajarkan agama Islam di sana. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Selanjutnya. Sesungguhnya.

. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. yaitu Sayid Al Kamil. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. Nyai Mas Pakungwati. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menetap di Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Alangkah sukacitanya Sri Mangana.. Setelah beberapa lama kemudian. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. sangat gembira. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. kepada suwan yang sekaligus menantunya. Syarif Hidayat.. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Begitu pula Syarif Hidayat. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Syarif Hidayat. dapat bertemu dengan uwanya.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n ..Iman. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Akhirnya.. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi.. Adapun Syarif Hidayat. di Kerajaan Sunda.

pesta meriah. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. Pejabat penguasa daerah. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana.. .// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dengan gelar Susuhunan Jati. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati.. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan semua memberikan dukungan... Pada waktu itu. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa.. menyerukan pujian atas penobatannya. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.

" itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). puteranya sendiri. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. atas pernikahannya dengan Pakungwati. Hal yang hampir sama. dan 3. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah menantu Walangsungsang. dalam buku Pakern Banten. Sang Kakek memerangi cucunya. 2. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. atas usul orang tuanya. Akan tetapi. lama tidak kembali ke Pakuan. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. bahwa: 1. Syarif Hidayat. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. sebutan Sorasowan.1983: 35). niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. akhirnya masuk agama Islam. "Betapa tidak terpujinya. terkesan Surasowan di sana. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. V. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. Syarif Hidayat. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. Penobatan awal Syarif Hidayat. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913).

antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada mulanya. Soera artinja berani. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. Kemudian digunakan sebagai nama keraton.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Soan atau Sadji artinja Radja. puterinya Pangeran Cakrabuana. bagi kata yang ada di depannya. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. Berdasarkan gejala itu. Pakungwati sebagai nama keraton. Pakungwati adalah nama orang. Saleh Danasasmita (1984). Pakungwati sebagai nama kesultanan. Surasowan. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan.1984:44). menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Surasowan dan Surosowan. Selanjumya berkembang. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. menjadi Keraton Pakungwati. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. menjadi Kesultanan Cirebon. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. Pakungwati sebagai nama orang. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan).1935: 60-61). semua itu menarik untuk dikaji. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. atau Surosowan? Hal tersebut. yang dibangun di Dukuh Cirebon. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon.

juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. antara lain ialah. menjadi bupati Banten Pasisir. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Islam sudah mulai bersemi. Atja & Edi S. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. dan 2. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. 1. (Atja & Ekadjati. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. Sang Surasowan. Nyai Kawunganten. berputera beberapa orang.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. Prabu Surawisesa. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera.1989:144 dan 153). Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Sang Arya Surajaya. dan mampu mendirikan keraton yang memadai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari kutipan tersebut di atas. dua orang di antaranya: 1. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata.

Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. di kemudian hari. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. dalam waktu yang relatif singkat. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Kelak. banyak mendapat simpati dari penduduk. Atas seijin Sang Surasowan. singgah sebentar di Negeri Banten.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Secara tersamar. Tentang "seorang yang keramat. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. bahwa "seorang yang keramat" itu. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. dari pada substansi historisnya. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. Untuk mempererat kekerabatan. yaitu Pakungwati. yaitu Pakungwati. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. Sesunguhnya. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. kemudian dijelaskan. 1983: 33). sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. pada tahun 1478 Masehi. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". tentang "orang tua" Hasanuddin. lalu terus ke selatan. la mempunyai dua orang anak. tiba di Banten Girang. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. Akan tetapi. untuk meng-Islam-kan daerah ini. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Oleh Syarif Hidayat. masih saudaranya juga. Oleh Sang Surasowan. Apalagi setelah diketahui. untuk meng-Islamkan daerah ini. cucu Sri Baduga Maharaja. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . diberi nama Hasanuddin. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hanya saja. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. para penulis Babad. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. dari Mandarsah ia datang di Jawa. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Dalam waktu yang relatif singkat. puterinya Sang Surasowan. sangat terbatas. seorang perempuan (yang tua). yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail.

Sedangkan.1953: 24). yang hampir malah sudah musnah. menggunakan sumber "Parimbon Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. sangat gelap (peteng). Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. Pakem Banten. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. para penulis Parimbon Banten. soepaja datang ke negeri Banten. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. Kg. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Banten dan Demak. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. dalam proses meng-Islam-kan Banten.l. Hanya saja. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). koerang lebih hidjrah Nabi 887. tahoen Belanda k. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. mengemukakan hal yang sama. pada kalimat selanjutnya. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. antara lain: Pada abad 15.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). Berdasarkan kaol Cibeber. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. Kg. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka Kg. 1472. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". Berdasarkan kutipan tersebut di atas. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. disaat Kg.

patut dicermati. Maulana Hasanuddin. pernyataan selanjutnya. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". mengemukakan hal yang hampir sama.Ag.1984: 41). Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . Amanat Dari Galunggung. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. (2000).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . melakukan "Tapa di Mandala". adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Hafidz Rafiuddin. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. S. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". sudah tidak diragukan lagi. 2000: i & 9). yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. Carita Parahiyangan. Mereka bertugas. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Tuduhan Animisme. Akan tetapi. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. Dengan adanya hal-hal semacam itu. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". tidak mendasar. sulitlah bagi kita untuk menentukan. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten.

dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. masih dipuja dan dikeramatkan. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. serta hamba sahayanya. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. "dipaksa". Bangunan berundak di Kosala. ditemukan dekat bangunan berundak. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. Atja dan Edi S. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . menantu. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. anak. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. menjadi pemeluk agama Islam. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. 1984: 219). dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. "takluk" atau "ditaklukkan". yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. Dari kutipan tersebut di atas. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. (2) Tumenggung Jayamanggala. dengan ikhlas "beralih agama". dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan".1993: 27). dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture.1989 :144). sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. yang seluruhnya setinggi 6 meter. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dia kemudian memeluk agama Islam. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. Anak menantu dan hamba sahayanya. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. Menurut kepercayaan orang Baduy. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat..

maksudnya itu-itu juga. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". tahtanya diwariskan kepada puteranya. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Sebab.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. Sang Adipati Surasowan. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan.1996:119). kedua-duanya sejaman. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. Boleh jadi. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. dalam kajian ilmiah. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari hulu Gunung Karang Pandeglang. Portugis pun melakukan hal yang sama. terdapat dua negeri Wahanten. Oleh karena itu. sebutan wahanten menjadi banten. mertua Syekh Syarif Hidayat. baik oleh orang Cina. sudah merupakan petunjuk tersendiri. membelah kota Serang. Ketika Sang Surasowan wafat. hanya pelafalan yang berbeda. Sang Arya Surajaya. Bahwa. Gambaran semakin jelas. Mecermati fakta seperti itu. ayahanda Nyai Kawung Anten. Secara lingual. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. Dari bahasan Atja & Edi S. apapun bahasanya (Guillot. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). dapat dimaklumi. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). sudah tidak tepat lagi. Jika terdapat perubahan lafal. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Hendaknya digarisbawahi. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. dan bermuara di Banten Pasisir. berkelok melalui wilayah Banten Girang. Ekadjati. Sang Adipati Surangggana. tapi nyata). para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. dalam usia terhitung masih muda. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. Akan tetapi. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional".

116 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Mereka dapat ditaklukkan. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi penerus ayahnya. dan persenjataannya pun tidak lengkap. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. Dari perkawinannya. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). menjadi tidak harmonis lagi. Sehingga. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Oleh karena itu. Adipati Arya Surajaya. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. lahir pertama Ratu Winahon. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. Sabakingkin atau Hasanuddin. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Pangeran Arya (Pangeran Japara). pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. Untuk jaringan politik. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). puteri sulung Raden Patah. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. kekuatannya tidak seberapa. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. Itulah sebabnya. diberi nama Yusuf. B. Putera kedua. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. serta memperoleh putera laki-laki. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). hubungan kekerabatan dengan uwanya itu.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. Pangeran Sabakingkin. Pada waktu itu. telah mengalahkan kharisma uwanya.

11. Raja Daerah Simpang. Raja Daerah Pagawok. Oleh karena itu. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . akan menyerang Pakungwati Cirebon. Karena sudah tersiar berita. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. 9. akan tiba armada tempur Portugis. Pada saat itu. Raja Daerah Rumbut. 3. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Raja Daerah Wahanten Girang. tersumbat. 6. Raja Daerah Gunung Batur. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). 8. Tumenggung Linggageni. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. 15. Kekhawatiran Sultan Demak. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). 4. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Sang Aryya Suraprasa. Ratu Hyang Banaspati. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. bahwa tidak lama lagi. Sang Aryya Wuludada. Raja Daerah Gunung Banjar. 5. Jelas. Sang Prabhu Walahar. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. 2. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Sang Aryya Wirasakti. adalah: 1. Raja Daerah Muntur. Karena Pakungwati. Pradharmaya. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Raja Daerah Hanum.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Aryya Pulunggana. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. 16. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. 7. 13. 14. Raja Daerah Pager Wesi. Kyai Wudhubasuraga. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. 12. Adhipati Suranggana. Sang Adhipati Patala. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. 10. Raja Daerah Gunung Ageng. Sultan Demak (Raden Patah). Aryya Senapati Bhimajaya. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ratu Ancol.

janda Pangeran Sabrang Lor. kembali ke Demak. adalah putera mahkota Demak. desa. terdiri dari 1. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. Susuhunan Jati. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. kembah ke Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. sedang dalam pelayaran. Kekuatan pasukan gabungan.967 tentara. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. Setelah itu. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin.Oleh sebab itulah. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. menyusup berkehling kota. Tak lama kemudian. Pangeran Sabrang Lor. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. perdukuhan. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. Beberapa bulan kemudian. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Kemudian mengadakan gerilya. bandar. Sebagaimana yang telah dikemukakan. sebagai "gerakan pendahuluan". Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. la gugur pada usia muda. sambil menjajakan bermacam-macam barang. Ratu Ayu. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. barulah Panglima Fadhillah Khan. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Singgah di Pakungwati Cirebon. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir.

Sesuai rencana. tibalah serangan mendadak. untuk menumpas huru-hara tersebut. bergegas menuju Pakuan (Bogor). telah lebih dahulu masuk agama Islam. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . Serangan dahsyat. Sang Adipati Arya Surajaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebab.Adipati Sang Arya Surajaya. Kemungkinan. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. penguasa Wahanten Girang. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". Secara diarn-diam. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Sangat masuk akal. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. dalam usia 48 tahun. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. pusat pemerintahan Banten. lebih siap untuk bertempur. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. sempat dibinasakan. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). Akhirnya. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi.1988: 8). dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. sesungguhnya. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". Akan tetapi.1993: 68). Kemudian. Karena hal ini. Adipati Wahanten Pasisir inilah. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Di balik peristiwa itu. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". menerobos hutan lebat. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. menyelamatkan diri.

Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sayangnya. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. kemudian berkembang menjadi dua orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang bergelar Ki Bagus Molana. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. bahkan tidak dilemahkan. makaYusuplah lagi . anak Hasanuddin. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". Berdasarkan kutipan tersebut. sulit dibenarkan. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. di komplek makam Tempat Suci itu. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. Akan tetapi. antara lain: Apabila Ki Jongjo. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana.1983: 34). Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. seorang dari Pakuwan. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. Secara kekerabatan. mengemukakan usulnya kepada panembahan. Kemungkinan besar. oleh pernyataan. maka Molana Yusuplah.Suranggana alias Ki Bagus Molana. yaitu Hasanudin. bahwa setelah selesainya ekspedisi. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. dari seorang tokoh. rupanya telah terjadi manipulasi. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta.

seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. gelar "Agus" itu. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. putera Sri Baduga Maharaja. Oleh karena itu. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang terlebih dahulu masuk Islam. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. Kembali ke Wahanten Girang. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. seharusnya. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Dengan demikian. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Setelah makamnya dikeramatkan. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. sependek nama Jong dan Jo. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Pertanyaannya. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. dan memperoleh gelar Panembahan. Seandainya. Pengertian panembahan. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. merangkap jadi penguasa. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan.1983:149-150).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. dengan sebutan Sultan. Konon menurut dongeng. Setidaknya. Gelar itu. Kropak 408 Sewaka Darma.

tewas binasa. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Setahun kemudian. dan para pengiringnya. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Pelabuhan Sunda Kalapa. setelah memeluk agama Islam. beralur darah trah Rasul Muhammad. Selanjutnya. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. keraton ia dirikan. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. Kemudian. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. kakaknya Sang Arya Surakreta. Sebagai catatan. terdesak dan menderita kekalahan. Beberapa bulan kemudian. Dalam pertempuran itu. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). menyelamatkan diri. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). hanya 6 tahun lamanya. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sisa yang masih hidup. Sang Arya Surakreta. saudagar kaya dari Perlak. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. Armada Portugis dipukul mundur. Permaisuri. Sebagian besar penduduknya. Anggota pasukan yang tersisa. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. Nyai Arya Baroh. Ia puteri Adipati Kranda. Jati Cirebon. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. yaitu Nyai Arya Baroh. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. sebanyak 1. Panglima Fadhillah Khan. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. oleh Susuhunan.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). tiba di perairan Sunda Kalapa. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. Mereka tidak mengetahui. bahwa wilayah Sunda Kalapa. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). sehingga banyak tentaranya yang tewas. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. diberi nama Keraton Surasowan.

segera mengirimkan berita ke Pakungwati. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. adalah adik Sri Baduga Maharaja. oleh Susuhunan Jati Cirebon. telah terjadi perubahan situasi politik. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. Akan tetapi. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). memanfaatkan situasi seperti itu. cucu Prabu Dewa Niskala. sambil memuntahkan logam panas". permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. Oleh karena itu. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. pada tahun 1501 Masehi. adalah putera Prabu Ningratwangi. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat. Kalau tidak. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. Susuhunan Jati Cirebon. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. la. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Oleh karena itu. oleh Susuhunan Jati Cirebon. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. Prabu Ningratwangi. di dekat Bukit Gundul. wilayah Pakungwati Cirebon. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. Berdasarkan riwayat hak waris. la. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. mengeluarkan asap hitam. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Dalam pertempuran ini. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. Serangan. dilengkapi senjata meriam. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Jayaningrat. seperti kebiasaan di masa silam. jumlahnya banyak. akan digempur". Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. terdesak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. memohon bala bantuan. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. menggantikan posisi ayahnya. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba.

Silih asih (saling menyayangi). beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. dapat ditaklukkan. berhasil direbut. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). yang mewakili Susuhunan Jati. Perang lima belas kali. Sejak itulah. atuntunan tangan (kerjasama). wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. tidak kalah). Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. Pada saat itu. Demak. dan Kuningan. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Peristiwa tersebut. Akhirnya Talaga. Kebijakan itu dilakukan. Tidak saling menyerang. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. kuwanen. menyepakati. menjadi pembesar kerajaan. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . oleh pasukan Pakungwati Cirebon. janganlah putus. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. perkasa. 2. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. agar Pangeran Pasarean. pemberani. kehilangan tokoh penting yang disegani. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). Akan tetapi. pasukan gabungan Pakungwati. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Palimanan. kasuran. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). bahwa: 1. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. Maksud "tidak kalah" tersebut. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. 3. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak.

Pada kesempatan itu. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. ia merenungi hidupnya. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). Pada masa pemerintahannya. adik Ratu Wiratala. Sri Baduga Maharaja. yang telah disepakati ayahnya. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. Pendeta di Jayagiri. Sanghiyang Siksakandang Karesian. direbutnya kembali. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Sang Prabu Ratudewata. Dalam suasana tenang dan damai. la digantikan oleh puteranya. Pendeta sakti di Sumedang. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. tapi tidak mati. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). Akan tetapi. Prabu Ratudewata. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Oleh karena itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. C. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). ada pendeta sakti. la tetap hidup. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Pendeta di Ciranjang. Rasa hormat dan kekaguman itu. keonaran. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. dianiaya. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Berpuasa. mati ditenggelamkan ke dasar laut. senantiasa menciptakan huru-hara. ditenggelamkan ke dasar laut. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). menghilang tanpa meninggalkan jejak. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. Munding Rahiyang namanya. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. dibunuh tanpa dosa.

tidak hormat terhadap yang tua. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. Atau boleh jadi. pejabat. Kemungkinan. ngarampas tanpa prege. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). berdasarkan hak historis alur darah keturunan. sangat beralasan. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). merampas tanpa rasa malu. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. ponggawa-ponggawa kerajaan. Ciranjang dan Jayagiri. Mengingat. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Sang Prabu Ratudewata. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja. ayahnya. selama 8 tahun. ia bertindak sesuka hatinya. Serangan laskar Surasowan Wahanten. sekaligus merupakan "unjuk rasa". pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. melanjutkan gerakannya ke arah utara. tidak sungguh-sungguh. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena. puteri Prabu Ratudewata. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. la membunuh orang tidak berdosa. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. tewas berjatuhan. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. lan bakti ring wong atuha. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). di bawah komando Panembahan Hasanuddin. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. Sesungguhnya. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. Susuhunan Jati Cirebon. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. perwira. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. pengawal raja. haywa ta sira kabalik pupuasaan). didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf).Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). asampe ring sang pandita). Sebab. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari.

I Madura. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Ratudewata. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. mencatat semua kejadian. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. Akan tetapi. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. Pada masa pemerintahannya. Angenia. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. janda dari ayahnya. tempat orang Portugis biasanya berdagang. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. Emperador de toda a illla da Iaoa. Keberangkatannya ke Demak. Sebagian dari catatan perjalanannya. cotodas as mail ilhas deste arapelago. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno.Puncak kebiadabannya. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. Prabu Sakti masih beruntung. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. akibat perilaku buruk seorang raja. untuk ikut menyerang Pasuruan. paraque pessoalmete. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Bale. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. dan memperisteri ibu tirinya. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). Keberadaannya di sana. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere).

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. isterinya Fadhillah Khan. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan.000 orang. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. adalah Ki Fadil. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. 1984: 46-47). Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Berdasarkan pendengaran. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. Raja Sunda. Bali. Fernao Mendes Pinto. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. adik Sultan Trenggono. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. Kangean. tidak terbitung para pendayung. -yang juga menjadi bawahannya. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. Maksudnya. Dialah kaisar Pulau Jawa. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. adalah Nyai Pembayun.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan.1999: 90).

baru berperan sebagai Adipati Wahanten. polah sang nata). Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. la wafat di Pengpelangan.Pakungwati . yang penting diperhatikan. Adanya anggapan seperti itu. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). antara Wahanten . memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Dari pendengaran. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran).Sunda Kalapa . mencatat pada masa pemerintahannya. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Sebab. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". Kembali kepada Prabu Sakti. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". Sang Prabu Nilakendra. Pada masa pemerintahannya. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Bali. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). serta menempatkan armada lautnya di sana. Madura. Bahkan. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. bagi kepentingan mitra dagang. Portugis yang semula dimusuhi.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Sedangkan Maulana Hasanuddin. mempunyai kedudukan penting lainnya. Oleh karena itu dapat dimaklumi. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. akhirrrya menjadi "negara sahabat". adalah tentang adanya hubungan multilateral. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Angenia. Portugis menerima kenyataan seperti itu. Fadhillah Khan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Portugis.Demak . Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin.

Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. Akan tetapi. serta dihantui bencana kelaparan. Pada tahun 1567 Masehi. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. menembus jantung ibukota Pakuan. manteramantera Tantrayana. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. secepat kilat. Setiap saat. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. keraton Pakuan Pajajaran. akibat angkara-murka penguasanya. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. sudah dicampakkan jauh-jauh. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. bendera keramat. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda).jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. dalam mendahului upacara Tantrayana. Bagi Prabu Nilakendra. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. Makan minum sampaimabuki. bahwa tidak akan lama lagi. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). itulah. mahayu na kadatwan. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. dilukis dengan emas. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. dimeriahkan oleh pesta pora. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. Tantrayana. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. adalah kepercayaan mistis sinkretis. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan.berada di ambang pralaya (kiamat. jimat-jimat. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. kehancurarr). serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. tidak ada ilmu yang disukainya. Makan enak. Petani menjadi serakah akan makanan. telah. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. tan igar yan ta pepelakan). yang mengapit gerbang terlarang. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan).

Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. Pada mulanya. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. ayahnya Prabu Nilakendra. Latar belakang tragedi. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. hanya tertulis secara singkat. Sebab. wafat dalam usia muda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . calon pengganti Susuhunan Jati. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. diharapkan oleh puteranya. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. yaitu Prabu Sakti. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. sangat menarik untuk dicermati. mempunyai hak yang sama. Bupati Jipang. bahwa Surasowan Wahanten. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. ia telah membuktikan. Mungkin dia tewas di pengungsian. oleh bocah pengiringnya. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Tidak pernah ada berita. Selain itu. Nasib kehidupan kota Pakuan. yang tidak menyertainya ke pengungsian. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Sunan Prawoto. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Kekosongan tahta Demak. Susuhunan Jati Cirebon. adalah negeri yang kuat. Tohaan di Majaya kalah perang. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. adalah menantu Prabu Ratudewata. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. dari Nyai GedengTepasan.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). Kemudian. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. D. adalah putera Susuhunan Jati.

putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. pada waktu itu masih kanak-kanak. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Pangeran Suwarga. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. juga warga Demak. Susuhunan Jati. Jipang menyerang Demak. Sultan Trenggono. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. Karena Pangeran Emas. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. Sedangkan Pangeran Bratakelana. karena berupaya membela Prawoto. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. tewas pula. adiknya Prawoto. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). Pangeran Suwarga. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. Sedangkan pada waktu itu. Mengingat. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . Atas restu gurunya. secara terselubung. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. mendahului kakeknya. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. sebagai Susuhunan Cirebon. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. Pada saat peristiwa itu terjadi. Wanawati Raras. Syarifah Fatimah. putera mahkota Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Naik tahtanya Fadhillah Khan. Kedudukan tertinggi itulah. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. diharapkan adalah cucunya. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. pemerintahan Pakungwati Cirebon. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. sedang berada di Demak. Sunan Kudus. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). yang bergelar Pangeran Suwarga. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. adalah putera Susuhunan Jati.Pangeran Sekar. dianggap tidak semestinya.

Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. mendadak berubah menjadi licin. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. Menurut "Serat Banten". berdaulat. mampu berdiri sendiri. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. Surasowan. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa".kelak menjadi isteri Tubagus Angke.1964: 48). Wahanten Pasisir. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Misalnya. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. digantikan oleh puteranya.Melihat kenyataan seperti itu. Sekaligus. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. bila tidak dikenal asal-usulnya. Sedangkan dari isterinya yang kedua. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. Sendi-sendi Islam. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. walau sesungguhnya tokoh tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. dan Pangeran Arya. . Pangeran Yusuf. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). . pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. kisah tentang watu gilang. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. dengan "doa" Hasanuddin. Bagi penulis "Serat Banten". berhasil menjadi negari niaga maritim. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Bupati Jayakarta (Jakarta). melainkan Hasanuddin. mengkilap dan berseri. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". ketika ia bersalat di permukaan laut. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". Panembahan Hasanuddin. Karena itulah. dipandang oleh masyarakat Banten. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. dalam kisah "Serat Banten". Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat.

Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. nila. membeli rempah-rempah. sutra. Palembang dan lainnya. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. menjual kain dari kapas. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. buah pala. sudah demikian menurun kharismatiknya. berdagang permata dan obat-obatan. Minyak kelapa dari Belambangan. kulit penyu dan gading gajah. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. Dari segi hubungan kerabat. penguasa Kesultanan Pajang.1993: 81). sutera. Banjarmasin dan Palembang. Pedagang-pedagang dari Cina. Ketika mereka kembali. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Ketika kembali ke negerinya. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan.1961:13. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. rempah-rempah dari Maluku. digambarkan sebagai berikut: 1. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. ikan kering dari Karawang. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. dan kain putih dari Coromandel. 2. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. Orang Arab dan Persia. porselen. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. beludru. jarum. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. payung. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. 3. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . cengkeh. Situasi perdagangan di Karangantu.Sunda (Pajajaran). kipas. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). dalam Michrob. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. mereka membeli lada. lada dan Lampung dan Solebar. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. benang emas. sisir. di Pakungwati Cirebon. berhasil ditundukkan. Makasar. beras dari Makasar dan Sumbawa. Sumbawa. Panembahan Ratu. kain sulaman. kertas. dan sebagainya. selop. Orang Gujarat. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. kayu cendana. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. gula dari Jepara dan Jayakarta.

cendana dan kepulauan Sunda kecil. Bali (Tjandrasasmita. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Laskar Surasowan Wahanten. dari sejak pemerintahan ayahnya. dapat diatasi dengan baik. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. Kedah dan Selong di Malaka. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. keamanan wilayah.1983: 38 dan 59). bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Bugis. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Makasar. gangguan keamanan. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang.1983: 31). Ternate.1977: 448). gading gajah dari Andalas. 1975: 160). Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Dengan demikian. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Banjar. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. perdagangan dan pertanian. orang Arab. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. dan sebagainya. timah putih dan timah hitam dan Perak. Cina. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. Turki. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. besi dari Karimata. mulai dipersiapkan. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob.1981: 56-58). ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Sasaran utama penyerangan. 1950:182). Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. Persia. adalah Pakuan. Siam. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. perkampungan orang Pegu. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Pada masa Maulana Yusuf. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut.

Oleh karena itulah. Sekarang. mengungsi ke pantai selatan. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. Palangka itu. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Pandeglang. Disebut demikian. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. Prabu Ragamulya Suryakancana. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. merupakan upaya "pembersihan". setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. Pada masa pemerintahannya. maka di kota Pakuan. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. keturunannya masih merupakan kaum-adat. la tidak menghendaki. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Kota Pakuan Pajajaran. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. laskar Surasowan Wahanten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. Dari peninggalan yang ada. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran.rover. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". digantikan oleh puteranya. terhadap kedzaliman. Prabu Ragamulya Suryakancana. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. tetapi di Pulasari. beserta ketiga saudaranya. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. Sampai sekarang. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. sangat memungkinkan. Bila kenyataan yang terjadi. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. di Cisolok dan Bayah. Bagi Panembahan Yusuf. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. Dengan diboyongnya batu tersebut. Padahal. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Kelak.

di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. akhirnya berpusara di tempat lahir. Menurut cerita leluhurnya. yang meninggalkan urusan duniawi. dibinasakan. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". Prabu Ragamulya Surya Kancana. Pandeglang. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. Akan tetapi. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi.Puasari. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir).Kampung Ciptarasa. Jejak peristiwa itu. napas tertua bentuk kerajaan. secara samar-samar. dalam Pantun Bogor. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. hanya berusaha mempertahankan diri. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Mungkin ia pergi ke Pulasari. Sekelompok kecil yang bernasib baik. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. tentunya tidak membuat babak baru. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. Prabu Ragamulya Suryakancana. beribukota d. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. penguasa masyarakat Sunda pertama. la hanya sebagai "rajaresi". Sesungguhnya. mereka meninggalkan kota Pakuan. sambil menyongsong ajal tiba. bahwa di sanalah. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. dikisahkan Ki Baju Rambeng.

Pangeran Japara. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). Pangeran Arya. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Rata Winahon. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. dan 2. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Panembahan Yusuf. kepada Pangeran Japara. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. pengembangan areal pertanian. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi).Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. Sedangkan Panembahan Yusuf. Maulana Yusuf meninggal dunia. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. antara lain: 1. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tinggal di keraton Japara. D. semakin berkembang pesat. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. baru berusia 9 tahun. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. Akan tetapi. Pangeran Japara bersama pasukannya. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). Konflik tidak dapat dihindari lagi. putera mahkota Pangeran Muhammad. Melihat kenyataan seperti itu. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). niaga maritim. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). Oleh karena itu. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. Sejak kecil. terutama dalam hal pembangunan kota. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika itu. Pangeran Muhammad. ia dikenal juga dengan sebutan. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Pada tahun 1580. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Panghulu Negara (Kadhi).

Setelah persitiwa itu. Rupa-rupanya. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis.1993: 89). sebagai pencatat perjalanan. seperti dari Bugis. pada tanggal 22 Juni 1596. tidak tercapai. dari berita pedagang Portugis. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. dan akhirnya diusir dari Banten. Malaya. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. Pegu. Gujarat. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. Bersama 249 pasukannya.1993: 89). yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. temboknya dilapisi porselen. bertindak sebagai walinya. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Arab. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. hingga ke pelosok-pelosok desa. Pasar kedua terletak di Paseban. Dalam pelayarannya. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. yaitu daerah Karangantu. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. Bengali. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. terletak di Pacinan. di bagian utara Kerajaan Belanda. Turki. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Jawa. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Malabar. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Abesinia. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Keling. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis.itu. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. dan lain-lain. Diceritakan pula. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Cina. Dan pasar yang ketiga. Mangkubumi Jayanagara. Melalui Tanjung Harapan. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan.

Akan tetapi. jabatan Wali Kerajaan. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pertempuran sengit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai Wali Kesultanan. Sebab. Ratu Wanagiri. pada tanggal 13 November 1596. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. ia diturunkan dari jabatannya. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. karena kecongkakannya. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. ia melanjutkan perjalanan. yang baru berusia 9 bulan. pada tanggal 17 Nopember 1602. pada tahun 1602. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. Bahkan. Akhirnya. Sultan Maulana Muhammad. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. Akhirnya. la memimpin langsung pasukannya. Perwalian. tidak menghasilkan apa-apa. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. Selanjutnya. Karena sikap congkaknya. di negeri rencong itu. yang kasar dan tidak bijaksana. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). berlangsung di sekitar Sungai Musi. Mangkubumi Jayanagara. berputera Abdulmafakhir. cucu Sunan Prawoto Demak. ditarik mundur. hampir memukul mundur pasukan Palembang. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. didampingi oleh kakeknya. Mereka tiba di sana. Kemudian. putera Aria Pangiri. armada Kesultanan Surasowan Banten. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Akan tetapi. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. ia tewas terbunuh. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan.Sikap Cornelis de Houtman. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Sultan yang masih bayi itu. Armada dagang yang dipimpinnya. Sementara itu. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang.

Peristiwa tersebut. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. mencapai puncaknya. yang diberi nama Batavia. di kalangan Keraton Surasowan Banten. pada tahun 1604. pada tanggal 30 Mei 1619. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Melihat situasi seperti itu. yaitu suku Bataav. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Melihat kondisi seperti ini. Pangeran Mandalika bersama adiknya. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Di sana mereka membangun sebuah benteng. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. yaitu Pangeran Mandalika.Sementara itu. Pada tanggal 13 Mei 1626. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. oleh penduduk Nusantara. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Snouck Hurgronje (Roesjan. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Akan tetapi. pada tahun yang sama (1602). dalam Michrob. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Kekuasaan sepenuhnya. Mangkubumi terbunuh. terjadi kembali huru-hara besar. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. pada bulan juli 1608. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. di antaranya Insan Kamil. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Sementara itu.1993:127). Kongsi dagang tersebut. Rasa ketidakpuasan itu. agar Sultan Abdulmafakhir. yang kelak diambil oleh Dr. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Didukung pula oleh pihak Inggris. di Belanda terjadi peristiwa penting. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. Pangeran Arya Ranamanggala. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. Pada tanggal 23 Oktober 1608.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Bahkan. Akhirnya. Huru-hara untuk sementara dapat diredam.

Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). E. Pada tahun 1645. pada tahun 1650. Pangeran Surya. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. bersikap bebas. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Pangeran Raja. Kesepakatan perdagangan. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. . Sultan Abdulmafakhir. Ratu Pembayun. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. dan 5. kedudukan Sultan Anom. merupakan masa kemakmuran. dilanjutkan oleh cucunya.Gelar ini diperolehnya. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. bagi Kesultanan Surasowan Banten. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). diangkat menjadi Sultan Anom. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak.Sultan Abdulmafakhir. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Lor. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. la seorang Sultan yang cepat tanggap. Perjanjian itu. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. akan tetapi. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. antara lain: 1. Pada tahun 1640. Begitu juga dengan putera mahkotanya. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. sering "terjun ke lapangan". putera mahkota. ia mencapai perjanjian perdagangan. diserahkan kepada Pangeran Surya. ia meninggal dunia dalam usia muda. Akan tetapi. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Selanjutnya. Pangeran Arya Kulon. 2. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . 4. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. Abdulma'ali. 3.

merupakan pekerjaan yang sulit. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Pangeran Wetan. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. dan Ratu Tinumpuk. empat orang saudara kandungnya. yaitu: 1. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. bahkan kemungkinan besar akan gagal". Pangeran Raja. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. Terhadap Kompeni Belanda. 2. Ratu Kulon.Pangeran Surya. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. Pangeran Lor. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. 3. Pangeran Kidul. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari manapun asalnya. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Ratu Inten. yaitu: 1. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. 4. Pangeran Kilen. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Oleh karena itu. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. baik orang-orangnya. Antara lain. Serta empat orang saudara seayah. sebagai pejabat tinggi negara. dan 4. 3. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir).

Kompeni Belanda. Sebagai catatan. Setidaknya. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. Semua aksi-aksinya. Di wilayah perbatasan. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. supaya kapal-kapal itu.1. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . memusnahkan tanaman tebu. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Akan tetapi. 2. setiap ada kesempatan. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. Kompeni Belanda. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. Mengenai satuan tempur di darat. yang tidak diinginkannya. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". Panembahan Hasanuddin. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. dan 3. Untuk memenuhi strategi itu. tidak akan pernah sampai ke Batavia. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. yaitu sebelah Timur Cisadane. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. Di laut. Pasukan "gerak cepat" itulah. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. dan menghancurkan kilang penggilingan gula.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jalur angkutan laut. dan 2. Tujuannya. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. harus dipancing keluar dari sarangnya. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. harus dipotong. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. menurut perjanjian 1645. Padahal Kompeni Belanda berharap. dalam satuan-satuan kecil. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. Di darat. tanpa basis yang tetap (gerilya). pasukan patroli Kompeni Belanda. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. terlihat watak maritim Banten murni. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. satuan-satuan armada kecil.

sangat puas atas prestasi Maetsuycker. Maetsuycker. dan Speelman. yang membantu Dewan Hindia Belanda. adalah hasil dari buah tangannya. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. Baik van Goens maupun Speelman. Anthony Van Diemen (1636 -1645). karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. pada tahun 1653. sejak masa GJ. Untuk mencapai tujuannya. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai sumber pangan. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. Sebagai ahli hukum. Menurut pandangan mereka. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. ulet. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". selanu 30 tahun. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. ia mempunyai dua orang kawan. Sultan Abdulfatah. Mereka mendorong. menggantikan Carel Reynierszoon. Maetsuycker tidak senang bertualang. yang sekaligus menjadi penasihatnya. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. van Goens. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. kedua penasihat Maetsuycker. "Statuten Van Batavia".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu: mahir menjadi pedagang. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. la terkenal cerdas. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. telah memenuhi persyaratan. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. Trio itulah. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". Maetsuycker. dan pandai bergaul. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. saling mengisi dalam watak dan pendapat. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. yang tidak bertahan lama. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678).dalam "pembaharuan perjanjian". Akan tetapi. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland.

perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. Menjelang akhir masa perjanjian. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. membawa usul "perdamaian". Ancaman dari darat inilah. Kedua belah pihak. yang berdasarkan kelompok etluk. Kompeni Belanda mengambil prakarsa.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. baik di darat maupun di laut. 2. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Sebab secara pribadi. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. 6. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. Sebab di laut. Sampai akhir tahun 1656. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Banten harus membayar kerugian perang. derigan membentuk pasukan "pribumi". hampir berhasil. menginginkan Maetsuycker. atas biaya dari Banten. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. bersedia membuka jalur perundingan. agar ia bertindak lebih keras. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. sebanyak 10 pasal: 1. utusan Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 4. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Akan tetapi. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. Pada tanggal 29 April 1658. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. Karena merasa lemah di sektor darat. 3. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". Padahal. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. Pada tahun 1657. Terhadap tindakan itu. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. van Goens dan Speelman. Kesultanan Surasowan Banten. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. 5. Sultan Abdulfatah. Pertukaran nota. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. Untuk memenuhi keperluan tersebut. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . dilakukan sampai beberapa kali.

Menuntut. Penolakan tersebut. Tuntutan yang pertama. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. sebagai imbalan. Menuntut. Perbatasan Banten dan Batavia. 9. Sultan Abdulfatah menegaskan. yang telah diperolehnya. 2. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat.7. 2. peralatan-peralatan yang dimaksud. Tuntutan yang kedua. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. demikian juga sebaliknya 8. karena: 1. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. Sultan Abdulfatah sangat faham. pada tanggal 11 Mei 1658.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. berarti menyulut sumbu perang terbuka. maka sebagal imbalannya. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. yang dinilai sangat tidak adil. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itu. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. (Michrob. secara bebas dapat membeli meriam. harus dikembalikan ke Banten. agar orang Banten. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. agar orang Banten. Sebab. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. agar "bunuh diri". Seperti yang telah diduga sebelumnya. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini.1993:137). pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. Sebagai jawabannya. 10. Dengan tegas. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten.

tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. selalu "berkeliaran". agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. Ratu Bagus Singandaru. di perairan Pontang. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Oleh karena itu. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. di sekitar Pulodua dan Pulolima. Dengan melalui jalan darat. di perairan Labuhan Ratu. Sultan Abdulfatah memerintahkan. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. Si Muntab dan Si Kalantaka. karena dalam rangka blokadenya. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. di perairan Tanara. Pertempuran sengit itu. yang menyebar di sekitar pelabuhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di perairan Tangerang. selama 9 hari. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Hal ini dilakukan. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. mulai memuntahkah tembakan salvo. 1. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. Sepuluh di antaranya. Pertahanan ibukota. Akan tetapi. untuk menjaga serangan dari laut. 5. Suranubaya.000 orang. balasan dari pasukan ardleri Banten. 4. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. ditempatkan di pantai Caringin. Arya Suryanata. Kapal-kapal Kompeni Belanda. yang masing-masing diberi nama. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. di perairan Karawang. sebuah satuan tempur darat. 3. Selain itu. Ratu Bagus Wiranatapada. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. berlangsung sampai senja hari. Sedangkan satuan Artileri Banten. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). 2. dengan kekuatan 60 meriam. dipusatkan di sekitar pelabuhan. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. perairan Selat Sunda. jenis canon (meriam besar). Tumenggung Wirajurit.

untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. oleh Kompeni Belanda. Padahal. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. menuju ke laut lepas. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. di garis depan Angke-Tangerang. harus dikembalikan ke Batavia. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. bertindak atas nama Sultan Jambi. Kemudian Sayid Ali. dan Kesultanan Surasowan Banten. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. adalah: pengukuhan garis perbatasan. tidak menuntut hak monopoli. Sementara itu. dari pasar Batavia. Melihat kenyataan ini.Sebelum malam tiba. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. akan ditangkap. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. titik berat dari perjanjian itu. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. karena pihak Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah. tanpa alasan yang sah. dipandang sebagai ancaman baru. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. kemudian memeluk agama Islam. Sebab. telah banyak korban yang jatuh. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. dari kedua belah pihak. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. Oleh karena itu. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. tentang hak membeli senjata dari Batavia. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. pada tanggal 10 Juli 1659. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . sepanjang sungai Cisadane. untuk mengadakan penyegaran pasukan. armada Kompeni Belanda. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. Di Batavia. terjadi stagnasi. Akhirnya. Bagi orang Kompeni Belanda. Mereka dibekali pasukan baru. Perundingan berlangsung di Batavia. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kompeni Belanda. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. yang sudah memerlukan istirahat. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Sebetulnya. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. Pimpinan baru. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah.

sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. tetap diperbolehkan dibuka. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. dapat menyitanya. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. Kelak terbukti. Strategi Sultan Abdulfatah ini. antara lain sebagai berikut: 1. 2. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. Kemudian. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Kemudian. petugas pemeriksa dari pihak Banten. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bahkan bila dianggap layak. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". biaya pemeliharaan kantor tersebut. ada barang yang dianggap terlarang. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. bahwa para gerilyawan Banten. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. Bila dalam kapal Kompeni itu. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. atas permintaan kepala perwakilannya. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Sebab. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. dengan bayaran tinggi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak dikenakan bea pelabuhan. akan diberi gelar kebangsawanan. Bahkan. F.Sebagai catatan. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". yang selalu memanfaatkan kesempatan. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". dengan cara mencari setiap kelemahan. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi.

yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. atau. sepanjang saluran yang baru. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. kepada atasannya di Netherland. Strategi ini. Kompeni yang akan lenyap". Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dibangun saluran secara berantai. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. bahkan dihancur-lumatkan. Hal ini disebabkan. bahwa pembuatan saluran tersebut. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Pada saat perang berlangsung. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. pada tanggal 31 Januari 1679. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. Posko pertahanan sebelah timur ini.000 jiwa. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. bahwa "Banten harus ditundukan. Oleh karena itu. Saluran itu. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. Salah satunya. Sebab selama perang berlangsung. Kompeni Belanda menyadari. selain letaknya yang jauh. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. telah banyak hal yang terabaikan. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah.tujuannya. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. dibuat sepanjang jalan lama. Di sebelah kiri dan kanan saluran. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. dalam tempo 9 hari perjalanan. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. antara lain sebagai berikut: Pertama. Kedua. karena terletak cukup jauh dari pantai. karena beban logistik yang terlalu berat. juga sarana perhubungannya sulit. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. Dengan demikian.

dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. yang menuju Batavia. Banyak di antaranya. yaitu: 1. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". Banten pun merupakan sebuah negara maritim. dihuni petani biasa (bukan tentara). Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. ia memperoleh informasi rahasia. bahwa pemukiman orang Mataram itu. yang mengirimkan koloni petaninya.Kesultanan Surasowan Banten. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). untuk mengepung benteng Batavia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kecemasan pihak Kompeni Belanda. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Peningkatan ekspor. 3. pos terdepan pasukan Banten. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. Selain pembangunan fisik. atau ke arah tenggara Muara Beres. Dari orang EIC. Mata-mata Banten mendapatkan. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. Di Muara Beres. Sebab. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. Ketika pecah perang. Dari Wales. 2. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland.000 orang. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. ke sebelah timur dari Wales. Dengan demikian. Muara Beres. Terbukti. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Alih teknologi. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. dengan kekuatan 4. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Sultan Abdulfatah.

dapat ditandatangani tahun 1670. diberi dinding bata pada kedua tepinya. mengundang para teknisi Eropa. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Benggala dan Persia (Iran). De Haan berpendapat. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Seluruh komplek. dibuat pula saluran yang cukup lebar. tidak jauh dari pantai. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. Dari nama keraton itulah. Pada sudut-sudut benteng. dilengkapi pancuran dan danau buatan. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Dalam sumber Belanda yang sejaman. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. Melalui kongsi dagangnya. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. dengan nama Tubagus Wiraguna. 1996: 303). untuk menghindari pengintaian dari luar. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. dan berfungsi sebagai benteng cadangan.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. sekarang). tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Keraton Surasowan. Jalan masuk menuju komplek Istana. keraton itu dilaporkan bercorak modern. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. bahwa nama tempat itu (Ragunan). berbentuk busur. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. Macao. Istana yang megah itu. Negeri Belanda. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. yang cukup tebal. Di sekitar tembok benteng. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. pada tahun 1671. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. ditempatkan menara jaga. yang memiliki daya jangkau jauh. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. Sultan Abdulfatah. Kelak. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan.

sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Abdulkahar. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. pada tanggal 16 Februari 1671.1977: 159). Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. putera mahkota Sultan Haji. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. dapat saja meletus. Sejak itulah. Sultan Ageng Tirtayasa. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Tamat (Naerssen. Setiap saat. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. untuk menunaikan ibadah haji. Sementara itu. memerlukan waktu 2 tahun. pada tahun 1674. Peristiwa ini. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. diperintahkan oleh ayahnya. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai.

dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. Sikapnya yang sangat hati-hati.Hal yang meredakan ketegangan. Oleh sebab peristiwa itu. Sultan Ageng Tirtayasa. banyak yang menyingkir. bila salah satu pihak diancam Kompeni. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. membuat ia mengambil sikap netral. 800 dan 300 orang Makasar. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Bantuan senjata dan perbekalan. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. dalam . di antara kedua belah pihak. Kedua belah pihak saling membiarkan. hubungan Banten dengan Mataram. Dalam perjanjian Bongaya (1667). berturut-turut telah datang ke Banten. Sisa-sisa laskar Makasar. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. tidak pernah mulus. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Dalam kejadian ini. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. Sementara itu. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. kehilangan sekutunya di kawasan timur. dan kehilangan kebebasannya. Kekhawatirannya. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. cenderung mengarah kepada permusuhan. Kesultanan Surasowan Banten. Saran van Goens dan Speeltnan. Terbukti. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. Koloni petani Mataram di Karawang. Karena persaingan itulah. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n .

tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. dalam peristiwa itu. Hanya saja. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. juga puteri Mataram. kedua orang kakaknya. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Menggunakan kapal perang Banten pula. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. ibu dan isteri-isteri mereka. Menggunakan kapal itu pula. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. Kesultanan Surasowan Banten. karena alasan politik. akan mengambil sikap netral. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. adalah kemenakan Panembahan Ratu.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. Masing-masing. tidak mungkin dipenuhi. Akibat peristiwa itulah. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. Ibunda Amangkurat I. Mereka hanya menjanjikan. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. yang telah lama retak. Oleh sebab itulah. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. Mereka bersama ayahnya. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. sebagai Sultan Sepuh. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. Selain itu. dengan keraton Mataram. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Sebagaimana telah dikemukakan. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Panembahan Girilaya. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. dapat dipererat kembali. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo.

Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. sama-sama penganut garis keras. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. Pada tanggal 2 Juli 1677. tidak menerima usul tersebut. Akibat serbuan Trunojoyo. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyeberangi Selat Madura. langsung menyerbu ibukota Mataram. Pusaka-pusaka Mataram. dan menyerang Arosbaya di Madura. setelah Trunojoyo tertawan. ia beserta mahkota Majapahit. namun ditolak oleh Trunojoyo. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Berdasarkan pertemuan itulah. Speelinan pun mengusulkan. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Karena peristiwa itulah. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. la berkirim pesan kepada Speelman. Akan tetapi. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. melainkan oleh Kompeni Belanda. Selanjutnya. serta berhasil merebut dan mendudukinya. tidak meneruskan gerakannya. Selanjutnya. Sebagai penggantinya. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Akan tetapi. sebagai tebusan biaya perang. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. Speelman kembali ke Japara. Selain itu. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . penumpasan gerakan Trunojoyo itu. Maetsuycker yang semula bersikap netral. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. termasuk mahkota Majapahit. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. putera mahkota Mataram. Akan tetapi. yang selalu hati-hati. segera dilumpuhkan. Gubemur Jenderal Maetsuycker. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. dengan tujuan mendapatkan wilayah. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. pada bulan Oktober 1677. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. karena menganggap sebagai konflik intern keraton.

daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. Bupati Sumedang. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. di bawah pimpinan Wiratanu. Hubungan dagang Sumedang . yang merupakan wilayah bawahan Banten. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol.Kompeni. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Selanjutnya. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. menyingkirkan para kepala daerah setempat. pada bulan September tahun 1678. Rangga Gempol menggempur Sukapura. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. senapan. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. karena Rangga Gempol III. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. peluru dan mesiu. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656.F. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. Sebagai langkah awal. Akhir tahun 1678. sebagal pembayar hutang biaya perang. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. pada tahun 1680. melalui Kapten Hartsinck. sehingga memperoleh bantuan meriam. Parakanmuncung dan Bandung. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. Situasi baru ini. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. dengan mengerahkan 300 orang Talaga.

dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hanya berlangsung kurang dari dua tahun. adalah menantu Bupati Bandung. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. Sebab. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). Potensinya masih kecil. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda.Cakrayuda. Sultan Haji. di daerah Indramayu. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . la labil dalam sikap. Sementara itu. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. Akhirnya. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Caeff. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. yang berkedudukan di Pamanukan. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. Tetapi yang paling membahayakan negara. Kabupaten Cianjur. mudah terpengaruh bujukan orang. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Rangga Gempol kembali berkuasa. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. tanpa kajian yang mendalam. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Akan tetapi. Pendudukan Banten atas Sumedang. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. la senang meniru perilaku orang Belanda. Secara politis. serta orang-orang Belanda lainnya.

Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. lengkap dengan keadaan politik. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. telah akrab dengan iklim tropic. semakin meruncing. Untuk kepentingan Kompeni. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. Speelman mengetahui. tubuhnya kekar. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. karena gangguan gerilya Banten. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. Akan tetapi di darat. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. Pada saat-saat perang sedang berlangsung.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. menjadi penguasa wilayah". la cerdas dan cerdik. Speelman mematangkan situasi. la tidak berani. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. ia menyusun catatan pertempuran. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. Dalam sehari. Rijcklof Volckertsz van Goens. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. tanpa persiapan yang benar-benar matang. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. tetap rawan. Dari "tiga serangkai Kompeni". untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. namun lincah dan tak senang diam. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. ia orang Kompeni Tulen. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . perunding dan panglima perang. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Banten. Oleh karena itu. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. dalam pertempuran di laut. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. la sangat memahami. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. karena ia meninggal pada bulan November 1681. Akhirnya. Watak dan keuletan Speehnan. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Belanda kelahiran Rotterdam itu. ia berani mempertaruhkan nyawanya. terpaksa menahan diri. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. terbawa mati. pasukan Banten masih terlalu tangguh. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Sikap licin seorang pedagang ulung. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar.

tiba di Pelabuhan Banten. Dengan dalih. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Sistem politik adu domba. Padahal. di bawah komando Saint Martin. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". melainkan sebagai "penolong". pasukan bantuan Kompeni Belanda. Speelman mengutus Jacob van Dijck. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. berjalan mulus. padahal di benteng "Batavia". dan Saint Martin. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. Sementara itu. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". di bawah komando Kapten Tack. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Sloot. Van Happel. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. Selanjutnya. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai perunding ulung. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. Akan tetapi. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. yang ditempati oleh Sultan Haji. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. ialah menghasut Sultan Haji. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Sultan Haji menawarkan perdamaian. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. pada tanggal 16 Maret 1682. pada tanggal 8 Januari 1681. Sehingga. yang menempati Istana Surasowan. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. pada malam 26 Februari 1682. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Kapten Tack. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Pertahanan daerah Angke-Tangerang.

Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. oleh Sultan Haji. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. bergerak menuju ke Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. yang berada di Keraton Surasowan. Pada awal Maret 1683. Pada bulan Oktober 1682. sehingga terjadi stagnasi. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Akhirnya. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Pada tanggal 28 Desember 1682. pasukan darat dan laut Banten. Beberapa hari kemudian. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. mulai menembus keraton Tirtayasa. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pasukan gerilya Banten. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. Dari ibukota Surasowan. Akan tetapi. Sementara yang lain menunggu di Sajira. Di tempat itulah. yang berisi bujukan dan permohonan. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. pada bulan November 1682. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. mundur menuju Tanara. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. meriam tempur Hartsinck. armada darat dan laut Kompeni Belanda. Di Tanara. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. berhasil merebut Pontang. bergerak menuju Tirtayasa. Serbuan pasukan Hartsinck ini. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. dengan perhitungan yang matang. disambut baik dengan penuh rasa hormat. Pasukan gabungan ini. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Sedangkan di Tanara. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. di sebelah selatan Tirtayasa. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. Saat itu. Hingga bulan Agustus 1682. memasuki keraton Surasowan. Selanjutnya.

di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. mereka merasa senang. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang.Keraton Surasowan. mencoba memodernkan negaranya. Tanpa ragu-ragu. Karena terbukti. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. ia menyebutkan. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penangkapan itu. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Bahkan. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). ialah musuh besar Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Seperti juga raja Makasar. Kemungkinan besar. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Sultan Banten. Sehingga. Akan tetapi. Denmark. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Sultan Haji tidak berdaya. Mungkin saja. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. Pada saat itulah. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. dan Perancis. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. dalam berbagai sumber.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Menurut pengamatannya. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Akan tetapi. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Banten mencapai masa kejayaan. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia.

Atas bantuan orang-orang Eropa. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. dari manapun asalnya. Muhammad Ismail. Padahal. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. terdapat kesimpang-siuran. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. penerbit Saudara. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. sebelum kedatangan orang Portugis. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. berada pada titik puncaknya. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. Sultan Haji mengira. Oleh sebab itu. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. putera mahkota (Sultan Haji). dari sumber-sumber yang ada. Macao. Serang. Sultan Ageng Tirtayasa. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. la pun menuntut hak. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. melonjak naik. bukan sebagai "bangsawan niaga". disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. melakukan pelayaran ke Philipina. Para pedangan India. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Disertai salah satu kapal milik Banten. Mungkin penunjukkan tahun 1672. Dalam tahap permulaan. Cina dan Arab. berakhir pada tahun 1683. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. Hal itu justeru tetjadi. Kesadaran politik inilah. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. Benggala dan Persia. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Orang berkata. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). Satu tahun lamanya. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. pada tahun 1677.

terdiri dari: Prof. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. No. tingkat volume lama perjuangan. psikologis. 3. dibentuk tim. (Anggota). penelitian. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. 4. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. Pada tahun 1985. dan Drs. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. Dr. Skep/182/N/1985. Salah satunya. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Karena nilai-nilai kepahlawanannya.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . jumlah korban pada pihak musuh. dan lain-lain. Saleh Danasasmita (Anggota).M. Edi S. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. Drs. edukatif. Setelah dilakukan penelusuran. G. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. yaitu Tubagus Mustafa. dan dukungan rakyat. No. berdasarkan. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. yaitu Pangeran Sake.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. 2. untuk meneliti. Tim inti itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sprin. putera Pangeran Sake. luas wilayah perjuangan. Adik Sultan Haji. kesulitan yang dialami. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. Ekadjati (Ketua). politis. 5. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. artistik. Saini K. tanggal 8 April 1985.

2. Bagus Rangin. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). 8.1. la raja yang bijaksana. 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. 4. 2. 6. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. Sultan Ageng Tirtayasa. gagah berani. Kini diorama dan patungnya. Raden Alit Prawatasari. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. Perlawanan Bupati Sumedang R. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). dan 3.A. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). 7. Sri Baduga Maharaja. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). terukir oleh tinta emas sejarah. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). antara lain: 1. 5. Perlawanan rakyat Banten. Ketiga tokoh tersebut.T. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). Dari hasil seleksi pada waktu itu. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat.

beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. pada paro pertama abad ke-19. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. Beberapa puluh tahun kemudian. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut".1996:101). dua pakar yang terkenal. diangkut ke museum pula. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. semuanya dikirim ke Batavia. Siwa. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. Arca itu. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang.1984: 29). Pada wayang Kumbayana. Agastya. yang menggambarkan Brahma. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. sekalipun orang Cina berkeberatan. Durga dan Ganesha. Brumund dan Van Hoevell. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. meniru bentuk janggut patung Agastya. kecuali satu. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. ternyata sebuah yoni. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). Beberapa bulan kemudian arca itu.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . kendi itu dihilangkan.MELACAK RAJATAPURA I. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan.

1996. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. 1850. luasnya sekitar 17. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok.Boleh jadi. Halwany Michrob. Bila dikaji lebih dalam. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. Pada berbagai singkapan. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. 104). dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda.1993: 33). kemudian dibahas oleh Yogaswara. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. mengemukakan pendapatnya. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. Sayangnya. tuffa. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. dalam Guillot. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993).500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). Pemujaan terhadap Agastya. Kedua-duanya. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. Pada materi yang sama. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah.1983: 33). dalam Michrob. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah.daerah ujung selatan Surnatera. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. Ketika bapaknya datang kepadanya. mengisyaratkan. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. dikatakannya kepadanya. Dalam pada itu.1996: 106). sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. 1978: 38). Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. Selanjutnya. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. (1996). dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. Dengan demikian. 1984: 3334). II. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n .1894 dalam Guillot. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. di Pulau Panaitan.1993: 33). Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526.

terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada semacam "gambar" ayam jantan. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Batu Cangkrung. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Menurut cerita rakyat. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Uniknya. Air Terjun Curug Putri. Batu Kiara Jingkar. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. yang berserak di bawah cucuran air terjun. Batu Kiara Sarebu. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Ayam jantan tersebut. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). Batu Sanghiyang Kotok. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja.dicari". Batu Kiara Jingkar. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. menurut cerita rakyat. Patut disayangkan. yang dibentuk serupa "makam". pipih.100). Untuk membuktikan kebenarannya. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut cerita rakyat. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa.19y6. menurut cerita rakyat. Batu Cangkrung. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. konon milik Maulana Hasanuddin. Pada hemat kami. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). tidak pernah kering. Menurut cerita rakyat Cilentung. Kekeramatan batu tersebut. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Di lokasi tersebut. air terjun Curug Putri. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. di sekitar puncak Gunung Pulasari. tebal 10 centimeter. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara.

Bahkan batu-batuan yang ditemukan. membujur arah utara-selatan. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. Selain tempat-tempat keramat biasa. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Di lokasi itu.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Uniknya. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. tetapi hampir tidak menonjol. Mungkin. Di lokasi puncak Roncang Omas. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Makam yang pertama. Hal itu. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". pada ketinggian antara 1. kelihatan pula. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. nampak gosong. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. Di bagian lain.346 meter di atas permukaan laut. Makam yang satunya lagi. ketika diukur menggunaltan kompas. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini.300 meter hingga 1. lengan-lengan dan kelamin lelaki. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. yang ditinggallkan wisatawan lokal. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. membujur arah timur-barat. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. Di lokasi puncak Rincik Manik. 1996). Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . banyak sampah-sampah berserakan. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Di lokasi puncak Rincik Manik.

Haris Sukendar. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938).. menerangkan makna dan fungsi menhir. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. Jawa Barat. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Mungkin Guillot kecewa.1996:100). Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1.. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. 1981/1982: 247). dikemukakan antara lain sebagai berikut: .1985: 92). Di daerah Lampung./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. "primitif" dan "kampungan". dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. dan belum dikerjakan (Sukendar. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur).

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1984: 42). yang menjadi tujuan terakhir. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan.. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. banyak sekali. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. dengan mengucapkan mantra. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan.. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. Mereka memohon kepada nenek-moyang.

pada masa 2000 tahun yang silam. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Kecamatan Cimanuk. Gunung Pulasari. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Lokasi di Desa Batulingga. Sanghiyang Arca. Terhanyutnya pasir. debu. 4. Desa Sanghyangdengdek. Berdasarkan kajian geografi sejarah. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Mandalawangi. 7. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Sanghiyang Dengdek. Desa Cikoneng. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. 9. Gunung Karang. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Batu Lingga. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. lokasi di mata air Cihanjuran. 8. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Kecamatan Saketi. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kecamatan Saketi. Kecamatan Saketi. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Sanghyang Healeut. Kecamatan Banjar. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Lokasi di Desa Gunungcupu. Dihitung secara geologis. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Jumlah 3 buah menhir. juga Gunung Aseupan. Makam Gunung Cupu. Lokasi di Desa Banjarnegara. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Kecamatan Cadasari. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. oleh arus deras sungai Cibama. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. kerikil dari letusan gunung. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Cicaringin dan Cibangangah. Batu Goong. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Cilabuan. Batu Pahoman. 2.nenek-moyang. Batu Cihanjuran. Lokasi di Kampung Pahoman. 6. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. 3. Posisi di puncak Gunung Pulasari. keadaan pantai barat Pandeglang. Desa Pasirpeuteuy. antara lain berupa menhir: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Lokasi di Desa Sukasari. 5. Batu Rincik Manik.1984: 42). Kecamatan Menes.

diduga memiliki nilai kepurbakalaan. 12. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 10. Desa Palanyar. Lokasi di Desa Palanyar. Lokasi di Kampung Cibulakan. Kampung Sampalan. Kecamatan Mandalawangi. Batu Qur'an. Kecamatan Cimanuk. 4. Lokasi di Desa Parigi. Batu Kasur. Kecamatan Saketi. 2. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Kecamatan Saketi. 2. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Kecamatan Saketi. Desa Palanyar. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Djajadiningrat. di antaranya: 1. 1786.III. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di lereng Gunung Pulasari.A. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. 11. Batu Sanghiyang Kotok. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Di kawasan Popinsi Banten.1929: 47). 7. Kecamatan Saketi.A. Batu Tongtrong. Batu Kuda II. Batu Ranjang. antara lain: 1. 5. Lokasi di Kampung Baturanjang. Batu Saketeng. 8. Batu Pangsalatan. Batu Pangasaman. Batu Kolam Citaman. Kecamatan Cimanuk. van Tricht. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Kecamatan Menes. 9. Lokasi di Kampung Cidaresi. Batu Cangkrung. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Bupati Serang tahun 1908. Kecamatan Cimanuk. Batu Keris dan Bata Teko. Lokasi di Desa Sukasari. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Batu Kuda I. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". 6. Batu Notod. 3. Desa Parigi. 3. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Lokasi di Desa Saketi. Batu Tumbung. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Lokasi di Desa Parigi. dalam laporan resminya (1908 no. Lokasi di Kampung Nembol.

bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Keterangan peninggalan tersebut. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. Bagi mereka. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. Namun. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1984: 43). akrab. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902).

"ratu bakti di dewata. 1984:41). Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. Tidak menutup kemungkinan. niskala = gaib). Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja".j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. Kemungkinan-kemungkinan itulah. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. dewata tunduk kepada hiyang). Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. kemungkinan besar pernah tersingkir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). kemungkinan ada unsur kesengajaan. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). Wisnu.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. Iswara.1993: 5-6). jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. mengemukakan pendapatnya. Sang Pencipta Roh. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

. Golongan ini banyak pengikutnya. Kekunoan arca-arca tersebut. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bertani dan sebagainya. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". Ada yang memuja Hyang Siwa. berdagang. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. .. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. di antaranya berburu di hutan pegunungan. juga Hyang Wisnudewa.. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. mengusahakan pelayanan. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. Karena sekalian warga masyarakat.. Ada yang memuja Siwa-Wisnu.. Anutan mereka sekalian Waisnawa. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Oleh karena kekunoannya itulah. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Ada yang memuja Hyang Ganayana..warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. Sang Raja membuat candi.

ia menulis tentang arca Ganesha. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. Oleh karena itu. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". Saleh Danasasmita. Guillot menjelaskan. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. posisinya jauh dari garis pantai. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). dan bahkan nama kerajaan itu. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. Akan tetapi. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot.1996:103). dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n .1984). beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Kota Palembang di Sumatera Selatan.1996:108). berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. Sedangkan Palembang sekarang. Banten sebelum masa Pajajaran. pada bagian lain. telah ditemukan di daerah Banten. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. untuk sementara belum dapat dipastikan. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah).1984:13). karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. berada tepat di pantai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. Kutipan tersebut sangat berharga. hingga mencapai 8-9 kilometer. memberikan kepastian lokasi.

Setelah dicoba dikaji-bandingkan. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). Barmawijaya (akhli geologi).1980:13). yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. juru pelihara Burhan. terindikasi adanya beberapa ketepatan. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. berada di tengah-tengah. didukung oleh pendapat Dedi M. terungkap sebagai . tinggi 9. Secara kebetulan. saat ini (18 Maret 2001). terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu).. Oleh karena itulah. berada di pesisir barat Pandeglang. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. Kemungkinan tersebut.. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . Begitu pula hal yang sama. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. (terletak) di tepi laut. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. halaman 154. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". Kemudian. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. posisi kota kecamatan Mandalawangi. sangat strategis. titik terbesar yang berbentuk persegi empat.5 cm). lebar 18 cm. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. Kemungkinan besar. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. parwa I sarga 1. Burhan menyebutnya "Batu Peta". Di salah sate permukaan batu itu. ditinjau dari segi pertahanan keamanan.

Gunung Aseupan dan Gunung Karang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diduga kuat. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. Oleh karena itu. posisi Mandalawangi.benteng alam: Gunung Pulasari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful