SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

bahan naskah: Dluwang. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. 2. Bahasa: Jawa Cirebon. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. Walaupun demikian. dapat diketahui. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. tinta hitam. gaya Cirebon. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. sudah berusia lebih dari 100 tahun. Ukuran.4. tulisan: 32 x 22 cm. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. bentuk: Prosa. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. sebagian dari Serang (Yusuf. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. halaman: 35. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno.5 x 27. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. halaman yang ditulis: 213 halaman.5 x 27. tulisan umumnya masih terbaca. sampul: 35. aksara: Cacarakan. yaitu halaman awal dan akhir. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . 1 halaman kosong. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep).5 cm. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan.5 cm. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. Edi S. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). yaitu: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda.1999:187). tebal: 214 halaman.

dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya.3. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. seperti misalnya sejarah. Purwaka 2. Balikuna. kepada Sultan Cirebon. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. dan kesehatan. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. Menurut Pangeran Wangsakerta. hukum. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. alasan penyusunan. 4. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. terdiri dari tiga bagian. penyusun. Di antara mereka itu. tujuan penyusunan. Pustaka Nagara Kretabhumi. Kolofon Bagian purwaka. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. yaitu: 1. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. pengundangan nara sumber. Selain itu. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. Pustaka Carita Parahiyangan. dan Sundakuna. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. parwa dan sarga. sumber. nama naskah. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. pencarian sumber dan bahan. Melayukuna. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. pembentukan panitia. dibawa kembali ke negaranya. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. dari daerah lain. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya.1985: 537).

di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi.1985: 530-557). dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. bahwa dalam tahun 1677 M. d. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. Musyawarah tersebut diadakan. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). 5. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. Bagian kedua. adalah sebagai berikut: a. 4. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Pelaksanaannya. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. III. 1. Penasehat: 1. 3. Panitia Pelaksana.masalah yang muncul dalam sawala. Jaksa Pepitu Cirebon. 4. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. 2. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. kadang-kadang amat ringkas. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang.

Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Lwah Gajah. Kuta Lingga. Demak. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Tanjungpura Karawang. Tegal. setelah disepakati bersama. Arab. Tanjung Nagara. Sri Langka. Talaga. Banggawi. c. Tembayat. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Para Peserta. Sindangkasih. Brebes. Cangkuang. Sukapura. Dermayu. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. yaitu: Sangga I: Surabaya. Kediri. d. Galuh. e. Nayapati. Lamuri. Bantayan. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Mojoagung. Bagelan. Kudus. Pasuruan. Tanjung Kutai. Maluku. Kertabumi. Panarukan. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Bangka. India. Benggala. Semarang. b. Berunai. Perelak. Seran. Lamongan. Tanjung Puri. Sangga IV: Sumedang. Barus. dan Trengganu. Pasai. dibuat risalah resmi. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Campa. Jepara. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Namun di antaranya. Madura. Tuban. Cina. Losari. Kuningan. Bali. Ukur. Giri dan Sendang Duwur. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Luragung. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Pendengar (pangreungeu). f. Ambon. Lasem. Parakan Muncang. f.5. Galunggung. Galiyao. Malaka. Rajagaluh. Minangkabau. Cirebon. Taliwang. Gurun. undangan dan juru bahasa 6. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Anggadipraja: duta keliling. Balambangan. Rancamaya. Sangga V: Jambi. Sedayu. Sangga II: Mataram. Banten dan Palembang. Tumasik. Wirasaba. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Geresik. Makasar. Imbanagara.

dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Madura dan Banten. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). istri raja. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. IV. tahun pemerintahan raja-rajanya. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. keturunan raja-rajanya. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. meletusnya suatu pemberontakan. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing.g. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. dalam upaya menyusun naskah sejarah. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). tahun wafat raja dan banyak hal lagi.

Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Lebih. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Walaupun demikian. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. lebih-lebih dengan para sesepuh. tidak lagi dibuat-buat. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Karena itu aku menempuh jalan tengah. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Tetapi mereka memberikan catatan. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita).

la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. Tanggal tersebut. agamanya. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. baik secara khusus maupun sambil lalu.beserta kerajaannya.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. Karena itu. Patut disayangkan. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memang baru dilakukan kemudian. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. Dilihat dari gaya tulisannya. Bila demikian halnya. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. dan Panembahan Anom. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. Penulisan naskah menjadi pustaka. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. Dalam jilid yang lain. oleh Jaksa Pepitu. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). Dapat diketahui. Kemudian. sebagai para penguasa Cirebon. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. musyawarah itu telah berlangsung. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi.

Pangeran Abulfath Abdulfatah. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Setelah itu. dan Panembahan Kacirebonan). adalah keterangan Wangsakerta. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Dalam kenyataannya. Permasalahannya. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). dari orang yang sangat mereka hormati. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Tahun 1676. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. Alasan kedua ialah. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. sehingga Karta ibukota Mataram. walaupun tidak dijelaskan. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. 2. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .terjadi penyerbuan Trunojoyo. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. ada dua hal yang menarik. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). yaitu: 1. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. Dengan demikian. Alasan pertama. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. ialah karena melihat kenyataan. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. karena para penyusun memperoleh tugas. Sultan Kanoman. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. dan 3. berlangsung di Keraton Surasowan Banten.

Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. Bila hal itu tidak mungkin.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). pada salah sebuah nisan. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. Sriwijaya. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan beberapa hal lainnya. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Jawa Tengah. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. Disana. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Dalam ambahan sumber. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. dengan cara mengkompromikannya. dalam beberapa hal. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. Banjarmasin dun Nusa Bali. Jawa Timur. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Secara runtut berlangsung. dapat dikatagorikan logis. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. Tatar Sunda. dekat Bukit Gempol tahun 1528. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. Bahkan. Dalam hal yang demikian. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. Dari naskah-naskah yang terkumpul. Samudera Pasai.

Pada urutan ketiga. tokoh Pangeran Wangsakerta. Dr. pada tanggal 9-11 Maret 1986. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). dicantumkan dengan tegas. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). Menurut Saleh Danasasmita.V. De Haan (1912. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. ternyata benar-benar ada. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). Di gedung Arsip Nasional. Tulisan tersebut berupa makalah. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. van der Meer dan Jan Mulder. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. de Haan dalam buku Priangan II (1912). Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. Dalam naskah tersebut. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. F. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. De Haan mengumpat Caeff. sama sekali bukan. tersimpan sebuah dokumen. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Dalam sumber Kompeni lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. Sebagai Sejarawan Abad XVII. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. tanpa nilai khusus. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. bahwa berita tersebut "tidak benar". PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. Karena kesal. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. nyaris tidak dikenal oleh umum. Sedangkan Dipati Topati. dalam pertengahan kedua abad ke-17. Catatan Harian Kompeni. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan.

Sunan Tegalwangi. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. senantiasa ingin merebut Cirebon. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Panembahan Girilaya berputra tiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. masih sangat kabur. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. pada tahun 1599 Saka (1677 M). Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Tapi raja Matararn. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. adiknya. Anggadireksa.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Purbanagara. Anggaraksa. Empat tahun kemudian. termasuk kedudukannya di Cirebon. Anggadiprana. Singanagara. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Dari puteri Mataram. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah Panembahan Ratu wafat. Dari perkawinan tersebut. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. dan Nayapati. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pangeran Dipati Anom.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. yaitu aku sendiri. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Sementara itu raja Mataram. Mataram dan Belanda. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah wafat. adiknya. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Setelah itu putranya. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi.

Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Akhirnya Panembahan Sepuh. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Kutipan di atas. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. SALAKANAGARA I. bisa saja terjadi di Tatar Sunda. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. antara lain sebagai berikut: . PURWAYUGA Sedemikian jauh. Akan tetapi. (Wangsakerta. dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). Sebelum kemungkinan itu terbukti.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala).BAGIAN : 2. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba)..

000 tahun yang silam di Nusantara. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Ada pula yang seperti raksasa. di lereng gunung dan tepi sungai. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Namun demikian. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. belum ada mahluk hidup. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. Di antaranya ada yang menyerupai kera.000 tahun yang silam. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). hutan Makasar. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. Akan tetapi. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. hanya menggunakan tangan. antara 750. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Mereka adalah manusia purba. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. tanpa busana. Kulitnya berwarna gelap. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena mereka berlaku seperti setengah hewan. manusia hewan. Kemudian. Di daerah lain di Pulau Jawa. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. hutan Sumatera. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Kira-kira 1. besar dan tinggi sosok tubuhnya. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain.000. terutama di Pulau Jawa.menjadi dingin. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Ada yang tinggal di atas pohon. Berjuta juta tahun kemudian. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna.000 sampai 300. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. Mereka mirip kera. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya.000 tahun sampai 600. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . Beberapa juta tahun kemudian. dan hutan Kalimantan (Bakulapura).

Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600.000 tahun yang silam. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. Sementara itu. ataupun binatang. berwarna kuit agak gelap. Mereka hidup antara 50.000 tahun yang silam. antara 500.000 tahun yang silam. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tetapi buatannya tidak bagus. tidak banyak berbulu.000 sampai 50. saling bunuh di antara sesamanya. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara.000 sampai 300. mahluk jenis inipun akhimya punah.000 sampai 20. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil.000 tahun yang silam. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Kira-kira 250.000 tahun yang silam. dan Pulau Jawa. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. Mereka tidak cerdas. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. antara 300. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . Seterusnya. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). diburu. jumlahnya tidak banyak. Sumatera. Selanjutnya. musuh. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. di Sumatera. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya.000 sampai 25. Ke dalam zaman tersebut.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. mengharapkan berumur panjang. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . Singkatnya. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. batu. tunas. masing-masing membuat rumah. mereka menderita kekurangan makanan. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. dan rempah-rempah. tumbuhan. gunung. sungai. hampir sama seperti di negeri asal mereka. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. Setibanya di sini. Untuk sementara. Lama kelamaan. melindungi adat. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. mengharap terlepas dari penderitaan. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. menguasai berbagai ilmu mantera. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. darah. selalu bertapa. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. lalu menetap di sana. bulan dan bintang. dan daging hasil buruan. buah-buahan. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. Rumah mereka itu berderet. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. ikan. pohon besar. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. daundaunan. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. cucu. kayu. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. mengalahkan musuhnya. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. Anak. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. tunas. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. Karena itulah. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh).Akibatnya. melaksanakan sembah-hiyang. arwah leluhur. memberi berkah. Mereka berburu hewan. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. matahari. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. umbi-umbian. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. Makanan sehari-harinya adalah daging. dan keluarga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ada lagi yang mengharapkan kegagahan.

600 sebelum tarikh Saka. membuat api dengan batu api dan besi. Terjadilah pengungsian besar-besaran. Sebaliknya. pendatang baru makin lama makin banyak. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. permata. hari. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. dan kenistaan bagi orang pribumi. tentang hewan. Di samping itu. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. tentang tanah. kesengsaraan. sedangkan batu-batuan dan tulang. tentang gunung. Akan tetapi. akan ditangkap dan dibunuh. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. ilmu tentang hutan. makanan.lukisan menurut kehendak masing-masing. dan ilmu memanah (dhanurweda). serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. dan perahu dengan baik. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . manik. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. hutan dan gunung. serta membuat aneka obat-obatan. tumbuhan. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. merasa terhina dan sangat takut. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. Kaum pendatang kelompok ini. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. perak. musim hujan. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. Kaum pribumi. tentang ucapan. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. segera dikalahkan. gempa bumi. serta membuat wayang dari kulit diukir. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. telah mengenal emas. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. musim kemarau. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. tiba kira-kira tahun 1. Zaman ini. ukuran. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. Kaum pribumi itu selalu kalah. lalu ilmu tentang rempah-rempah. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga).

Sedarrgkan Yunnan sendiri. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. putera Datuk Waling namanva. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. berdiaiu di wilayah Langkasuka. dalam naskah tersebut dikemukakan. Selanjutnya Aki Dungkul. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. USA). Selanjutnya. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. putera Ki Srengga namanya. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Datuk Pawang Marga. menurut para akhli. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. Datuk Banda putera Nesan namanya. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Ki Bagang. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. 1980. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. Sang Aki Bajulpakel. di wilayah Propinsi Yunnan. Oleh karena itu. Yu-wan dalam bahasa Cina. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. kota Yu-wan. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. putera Ki Pawang Sawer namanya. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. Ki Pawang Sawer. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. putera Datuk Pawang Marga namanya.

IV. pengetahuan tentang berbagai binatang. pengetahuan tentang hari. Mereka menanam padi. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. (musim) penghujan dan kemarau. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. gunung. ialah membuat senjata dari besi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . juga membuat berbagai obat-obatan. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. segalanya terbelakang. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. akibat pencairan es. Wayang. begitu pula membuat perahu bagus. pengetahuan tentang laut. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. orang yang datang baru bertambah banyak. dan pengetahuan tentang tutur kata.arah barat di wilayah Kashmir. kendaraan. dibuat dari kulit yang diukir. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. karena bodoh. menimbulkan gempa tektonik. pengetahuan tentang memanah. yang dijadikan makanan sehari-hari. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. manik. tentang makanan yang lezat. berkeliaran tanpa tujuan. perak. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. perilaku mengenai alat penukar. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. berbagai perkakas dari besi. Biarpun sering melawan. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. India dan Burma (Myanmar). Penyebabnya. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. gempa bumi. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. Selanjumya. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. Adanya benturan dua lempeng tersebut. juga pengetahuan tentang tanah. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. membuat perlengkapan perang dari besi. Karena orang pendatang baru. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . kristal. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita.000 depa). di puncak Himalaya pada saat musim semi. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. berbagai tumbuh-tumbuhan. juga emas. Kenyataannya. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. Mereka telah mampu membuat rumah besar.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang tiba di Pulau Jawa. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). di pulau-pulau Nusantara. Di antara mereka. yang menjadi pribumi tiap dusun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tetapi. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Terutama para pendatang. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. negeri Cina dan sebagainya. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. atau tidak jauh dari muara sungai. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). Di sini. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. negeri Singhala. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. ada yang kecil. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. yang sangat banyak berdatangan di sini. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Dua wangsa inilah. Permulaan pertama tahun Saka. Di antaranya ada yang bermusuhan. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Dukuh itu ada yang besar. Dengan demikian. Dukuh besar ada di tepi laut. Mereka senantiasa datang di sini.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. telah banyak golongan warga masyarakat. negeri Gaudi.

Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). Oleh karena itu. Beberapa tahun sebelumnya. Demikian pula para pengikut Dewawarman. lalu beranak pinak. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tatkala Aki Tirem sakit.namanya terkenal. dengan nama nobat. Dewawarman ini. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. adik Dewawarman. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. puteri Sang Aki Luhur Mulya. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Daerah kekuasaan Salakanagara. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. sedangkan isterinya. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. daerah. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). serta barang barang lainnya. diperisteri oleh Sang Dewawarman. Dewi Dwanu Rahayu. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. Bumi Sopala. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Nusa Api (Krakatau). Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. tidak ingin kembali ke negerinya. Yawana. Selanjutnya. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Dewawarman dan pasukannya. Kota besar lainnya lagi. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Oleh karena itu. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Setelah Aki Tirem wafat. masuk pula dalam wilayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). Sedangkan adiknya yang lain. China.daerah sepanjang pantainya. sebelum meninggal. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. dan Abasid (Mesopotamia). Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. dan pesisir Sumatera bagian selatan. Agrabhintapura. Syangka. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. sebab jalur ini merupakan gerbang laut.

la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. Yang kelima. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 .238 Masehi).VI. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . Anak yang tertua. Dari perkawinannya dengan puteri India. Kelak. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Yang keempat. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). sang rani. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. Pada masa pemerintahannya. laki-laki. Yang kedua. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan).308 Masehi). la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). terjadi serangan bajak laut dari negeri China. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri.252 Masehi). la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka).

Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). putera Sri Gandari Lengkaradewi. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. pada tahun 262 Saka (340 Masehi).seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Setelah pernikaharmya. Kemudian. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. ketika sedang berburu di hutan. puteri sulung Dewawarman VII. Pada tahun 270 Saka. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Sphatikarnawa Warmandewi. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Akhli waris tahta yang sah. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Krodamaruta tidak lama berkuasa. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Dari puteri ini dengan Atwangga. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. puteri sulung Dewawatman VII. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. karena ia tewas tertimpa batu besar. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . bersenjata lengkap. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Akan tetapi. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Akibat peristiwa itu.

sebab puteranya. bernama Candralocana. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Raja Indraprahasta yang pertama. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. tinggal di Yawana dan Semenanjung. selama 233 tahun (130-363 Masehi). Yang ketiga. kemudian. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. genaarnd Pien. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. een gezantschap naar Cina. Dewawarman VIII. kehidupan penduduk makmur sentosa. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. Java-eiland. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). Ada yang memuja Siwa. In den nanm van het land ia Yawadwipa. ada yang memuja Ganesha. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. VII. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota.I (1987: 31). Yang sulung. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. herkencl. ada yang memuja Wisnu. C. Di antara penduduk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Semenanjung. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. seorang putera bernama Aswawarman. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Anggota keluarganya yang lain. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. dan Jawa Tengah. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. Kelak setelah ayahandanya wafat. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. namun jumlahnya tidak seberapa. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Ekadjati. Yang kedua. Dewawamm IX. Permaisuri yang kedua. telah dilacak oleh N. J. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana.

Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. jang mana akan berarti. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. yang disebut di dalam Hou Han-shu. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. tetapi djuga akan menerangkan. 1950:11). Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Hal ini katanya tidak mengherankan. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. jang bukan sadja berarti. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Untuk lebih dipahami. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. Memang mungkin sekali. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. di dalam hal ini. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz.

Menurut dugaan Sarjana Perancis G. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. Di dalam berita itu disebutkan.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. D. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. E. Buku VII dari Geographianya. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1958 dalam Soewarsa. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Javadvipa. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. G. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. pulau Jawa. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Hall. dihuni oleh pemakan daging manusia.. Hall. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. "Sabadeibai Tiga". tahun 132. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai.E.1988:1718). Ferrand.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Sartono Kartodirdjo. Pendapat D.G. (Atja & Ekadjati. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. mengutip tulisan NJ.1987:32). mengemukakan hal yang sama. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. "Chryse Chersonesus".

dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. Chryse Chora. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1977: 6). karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n .Dalam buku Geographike. yaitu emas dan perak. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". dalam Michrob 1993: 32). kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. semenanjung emas. Selat Sunda. yang merupakan hasil utama kawasan itu. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Vietnam. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). Menggunakan sumber yang sama. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. dengan sendirinya diduga kuat. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). Tiao artinya Dewa. dan Pien artinya Warman. menyatakan bahwa pada abad ketiga. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. la. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. Hasan Mu'arif Ambary. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. yaitu negeri Perak. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. memberitakan. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. Pulau Panaitan. Menurut Ayatrohaedi. ujung utara Sumatera.

adalah "terjemahan" dari Merak. Cina.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob.1993: 37). Teluk Aden (Yaman). Glory and Gospel. Lebak Munjul. Berdasarkan temuan tersebut di atas. dan Persia. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. Ayatrohaedi dan Edi S. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. mengemukakan pendapatnya. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten.1956:10). Pandeglang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . India. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. Sartono Kartodirdjo. pernah melakukan penggalian di Palembang. Cina. Rute Ptolemeus adalah Venesia. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. terdapat di Jawa Barat (Krom. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus.1977: 36). dan kembali ke Venesia. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. terjemahan Effendi. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). Temuan selanjutnya. Bahkan. 1996:15). Iskandaria. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. dapat diduga. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. yang diperkirakan berasal dari abad V. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. yang berarti perak. Hasan Mu'arif Ambary. Prasasti ini. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. dan nyatanya. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Barus. sudah ada jalur bisnis di Asia. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Sebagai tanda penyelesaian karyanya. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. dan makanan lezat. ialah: sapi 400 ekor. Tahun 410 Masehi. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Sang Purnawarman. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. Pengerjaan. Prasati itu. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. pakaian. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. Kemudian. yang ditulis pada batu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya.raja-raja sesamanya (panji segala raja). Sang Purnawarrnan. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang ikut serta mengerjakan saluran ini. dari desa sekitarnya. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. yang diibaratkan Dewa Wisnu. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Para petani merasa senang hatinya. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. mengalir sampai di istana kerajaan. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. dengan iringan suara gamelan yang merdu. ikut serta berkarya bakti di situ. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). mendapat hadiah dari raja. Semua mereka itu. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. Dua tahun kemudian. Sungai yang bagian hilirnya. pakaian. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. Tiap tahun. yang biasa membawa perahu. Raja-raja bawahan itu. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). Demikian pula para pedagang. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. Setiap orang. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. kuda 20 ekor. disebut Cisuba. gajah seekor. datang ke ibukota (Sundapura). ditandai lukisan telapak tangan.

Panglima Angkatan Laut. membuat prasasti yang ditulis pada batu. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. memperbaiki. Ribuan penduduk. Di situ. kerbau (mahisa) 80 ekor. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. sambung menyambung tidak terputus. dengan membawa berbagai perkakas. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. telah diperbaiki. dari desa-desa sekitarnya. Sang Purnawarman sedang sakit. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. Sang Juru. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. berkarya-bakti siang-malam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berjajar memanjang di tepi sungai. Sang Purnawarman. Ada pun kali Candrabaga itu. beserta pengiring lengkap. kuda 10 ekor. kakek Sang Purnawarman. Sang Mahamantri. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. kepada para Brahmana. Sedangkan para pemuka dari daerah. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). lukisan telapak kaki tunggangannya. Sang Purnawarman. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. lukisan telapak kakinya. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). Sang Maharaja Purnawarman. pakaian bagi para Brahmana. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. Sang Adyaksa. sebuah bendera Tarumaragara. Kemudian.000 ekor. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. sebuah patung Wisnu. beberapa puluh tahun sebelumnya. laki-laki dan perempuan. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. banyak membuat prasasti batu. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). Sang Purnawarman. dan bahan makanan. Jadi. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Selanjutnya. Setiap orang. Sang Maharaja. Mereka itu. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. Dengan demikian. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. Para petani menjadi senang hatinya. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. Sang Tanda. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Demikian pula di tempat-tempat lain. pakaian serta makanan lezat. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar.

Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibunuh dengan berbagai cara. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. Karena itulah. Kemudian. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. diperbesar dan diperkuat. perompak yang ditawan itu. Sernua itu. Sehingga. di tengah laut. Angkatan Laut Tarumanagara. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). makanan lezat. Dahulu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. Sang Purnawarman. di antara mereka. Seorang demi seorang. Demikian pula halnya Angkatan Laut. kerajaan ini tidak seberapa. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. pakaian. Perang pertama dengan kaum perompak ini. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. selalu memenangkan pertempuran. Selamatan dan hadiah harta. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. Karena itu. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng).sanghyang tapak. Hadiah berupa sapi 800 ekor. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). harimau dan sebagainya. Dari 80 orang perompak. yang merajalela di perairan barat dan utara. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. terjadi di perairan Ujung Kulon. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. pasukan Tarumanagara. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. sebanyak 52 orang dapat ditawan. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. Sisanya. bunga teratai. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). mengepung dua buah kapal perompak. Tetapi. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. ditulis pada prasasti batu. la pun seorang pemuja Batara Indra. sebahagian terbunuh dalam perang. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. memperbaiki. dengan tulisan pada batunya. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara.

antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. bercokol di perairan Teluk Lada ini. barulah keadaan menjadi aman.Telah lama. dikuasai kaum perompak. yang menjadi panji segala raja. perairan Pulau Jawa sebelah utara. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. barat dan timur. Pada bagian ini. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Kemungkinan besar. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. 1984: 3-1). kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Semua kapal diganggu. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. dipinta atau dirampas. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Semua barang yang ada di dalamnya. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 45 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Kakak perempuan Sang Aswawarman. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. bernama Nagawarman. telah beberapa puluh keturunan. Cambay (di India). diperistri oleh Sang Aswawarman. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Bendera Angkatan Lautnya. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. menjadi Panglima Perang. bersama keluarga dan pengiringnya. banyak di antara anggota keluarga ini.Adik Sang Purnawarman. berasal dari Bakulapura. Sumatera dan lain-lain. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. keluarga itu. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). Sedangkan pamannya dari pihak ayah. yang mengungsi ke berbagai negara. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. menjadi Bakulapura. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. mempunyai bendera. Sang Nagawarman. Puteri Sang Kudungga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. untuk mempererat persahabatan. Yawana. negeri Syangka. Bakulapura. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Karena itulah. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). Pangkal silsilah mereka. yang diberi nama Kuta (Kutai). Keluarga itu. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. Cina. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Sopala. bernama Cakrawarman. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Sang Kudungga. Salah seorang anggota keluarga Sungga. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . laki-laki dan perempuan. berada di situ dan menjadi penguasa. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Negeri ini. dimulai dari Sang Pusyamitra. kemudian diubah namanya. datang dari India. raja Tarumanagara pertama. Beberapa ratus tahun sebelumnya. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. la pernah mengunjungi Semenanjung. Adapun bendera kerajaan Taruma. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. berlukiskan berbagai macam binatang.

seorang raja besar di pulau itu. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Agrabinta (Cianjur). Ujung Kulon (Pandeglang). Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Penganut Budha. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Cupunagara (Subang). Kecuali di Pulau Sumatera. Penduduk pribumi. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Purwakerta (Purwakarta). bernama Wisnuwarman. Sri Maharaja Purnawarman. Silsilah Dinasti Warman. Aswawarman dengan isterinya. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Setelah Sang Kudungga wafat. Gunung Cupu. Wanagiri. Purwalingga (Purbalingga). sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. adalah keturunannya. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Sagara Kidul. Akan tetapi. tidak seberapa banyak. Gunung Kubang (Garut).Jadi. Dalam masa pemerintahannya. Malabar (Bandung). Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Yang sulung bernama Mulawarman. Gunung Manik (Manikprawata). penduduk. Alengka. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Putera sulungnya. kelak menggantikan ayahnya. Nusa Sabay. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Kosala (Lebak). kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Dari permaisuri ini. Peraturan Ketentaraan. Indraprahasta (Cirebon). Aswawarman berputera tiga orang. Sindang Jero. Galuh Wetan (Ciamis). wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. menjadi penguasa Bakulapura. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Gunung Kidul. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. menjadi semakin erat. Siasat Perang. Sang Aswawarman menggantikannya. masih saudara satu-buyut. Bakulapura. berasal dari: Sumatera. Legon (Cilegon). Paladu. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Sabara. Cangkuang (Garut). Purwanagara. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Kelak. Permaisuri Sang Purnawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). sebagai penguasa Bakulapura. Sang Purnawarman. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Sri Jayanasa. Bumi Sagandu. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Manukrawa (Cimanuk). Karang Sindulang.

dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Pasir Muhara. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. Linggadewata. Digantikan oleh puteranya. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Wanadatar. Indihiyang (Tasikmalaya). Pakuan Sumurwangi. la. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Sang Kretawarman. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Sagara Pasir. Pura Dalem (Karawang). Rangkas (Lebak). Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Karena tidak punya keturunan. Sang Sudawarman.(Majalengka). digantikan oleh adiknya. Digantikan oleh puteranya. Wanajati. Digantikan oleh puterannya. Sang Candrawarman. Dua Kalapa. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. putera sulungnya. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. Tanjung Camara (Pandeglang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. sebagai raja Tarumanagara keenam. Sang Dewamurti. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Setyaraja. Sang Indrawarman. Sang Wisnuwarman. sebagai raja Tarumanagara kelima. Jati Ageung. Digantikan oleh puteranya. Sang Suryawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama.

la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). dengan Batas sungai Citarum. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera.Digantikan oleh puteranya. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. II. Sang Tarusbawa. Peristiwa tersebut berakibat fatal. dalam sumber Cina yang terakhir. ke berbagai negara sahabat. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). Oleh sebab itulah. Ketika ia naik tahta. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Sang Nagajaya. sebagai penerus tahta Tarumanagara. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. memerdekakan diri. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. mengganti nama Tarumanagara. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. menantu Sang Linggawarman lainnya. Dari sejak itulah. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Dengan berbagai akibatnya. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. dengan nama nobat. Kosala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Wilayah timur Tarumanagara. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. la digantikan oleh menantunya. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Sang Tarusbawa. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). sebagai raja Tarumanagara kesebelas. Ujung Kulon. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Sang Linggawarman. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Digantikan oleh puteranya. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. Dalam tahun yang sama. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Sunda. menjadi Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. dan Rangkas). menjadi Kerajaan Galuh.

yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. memindahkan ibukota kerajaan. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). dalam usia 91 tahun. 3. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. 2. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. Prinsipnya. Sebagai penggantinya. adalah ayahnya Teja Kancana. di Kerajaan Galuh. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". Sang Sanjaya. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. Sena-Sanaha. dalam sastra klasik. Sebab. cucu Sang Tarusbawa.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. yang terusir oleh Sang Purbasora. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. Setelah 9 tahun berkuasa. Seharusnya. Punta. tetapi ia wafat dalam usia muda. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. Dalam Prasasti Canggal. sering disebut Panca Persada. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. Jumlah 5 keraton tersebut. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. di Kerajaan Sunda. Setelah keraton selesai dibangun. dan Suradipati. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Narayana.Suradipati. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. Madura. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Madura.

digantikan oleh puteranya. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. ketika ia wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. pada tahun 852 Masehi. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. Dengan demikian. dan 2. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti.Saunggalah (Kuningan). dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). Sang Banga mempunyai putera. kemudian diberi nama Dewi Samatha. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. Rakeyan Hujungkulon. Sebagai putera laki-laki. diwariskan kepada Sang Arya Banga. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. ialah: 1. Rakeyan Medang. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). digantikan oleh menantunya. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Batara Danghiyang Guruwisuda. pada tahun 795 Masehi. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. selama 8 tahun. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Rakeyan Diwus. Dari permaisurinya. bernama Rakeyan Medang. karena putera Sang Banga tersebut. Dewi Sawitri. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. Disebut demikian. memperisteri Dewi Saraswati. Batara Danghiyang Guruwisuda. digantikan oleh menantunya. Rakeyan Wuwus. Sedangkan Dewi Sawitri. Raja Galuh tersebut. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. Dari Dewi Kirana. pada tahun 825 Masehi. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat.

Rakeyan Limbur Kancana. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. yang dibunuh oleh adiknya. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. 3. Di pihak lain. Rakeyan Kamuning Galling. Baru empat tahun memerintah. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. oleh Rakeyan Umbur Kancana. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. dan 2. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. dikerahkan kemudian. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. Serbuan inipun. Rakeyan Windusakti. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. untuk menyerbu Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang besar dan lengkap. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. Rakeyan Jayagiri naik tahta. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. Pasukan Kerajaan Sunda. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. Kerajaan Galuh. di bawah naungan Prabu Jayadrata. antara lain: 1. Prabu Wanayasa Jayabuana. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. atas perintah Prabu Jayadrata. sebab pada tahun 916. Rakeyan Jayagiri. sebelah barat Citarum. karena dibunuh dan digulingkan. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. Rakeyan Jayagiri. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. memperoleh dua orang putera. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. Selanjutnya. Rakeyan Jayagiri. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana).Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton.

Dewi Rukmawati. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Sebagai tindakan balas dendam. Dewi Somya. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. mengangkat keponakannya. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. dan 2. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. ketika wafat. berputera dua orang. Prabu Limbur Kancana. calon pengganti ayahnya. bergelar Maharaja. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Prabu Dewa Sanghiyang. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda.Di Kerajaan Galuh. beralih ke Rakeyan Watuageng. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. Pada tahun 1012 Masehi. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. di antaranya: 1. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. naik tahta pada tahun 930 Masehi. di antaranya: 1. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. atas perintah Dewi Ambawati. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. menantu Prabu Limbur Kancana. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. Rakeyan Sunda Sembawa. Rakeyan Sunda Sembawa. Prabu Dewa Sanghiyang. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Prabu Wulung Gadung. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. suanii Dewi Ambawati. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari tahun 973 sampai 989 Masehi. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. damai kembali. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. Prabu Brajawisesa wafat. dibunuh oleh seseorang. dan 2. Tahta Kerajaan Sunda. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. Rakeyan Gendang. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. kemudian ia naik tahta. Dewi Somya. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Sang Wikramajaya. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Dharmawangsa Teguh. sampai tahun 1065 Masehi. Bersama-lama. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. Prabu Langlangbumi. dua di anataranya ialah: 1. putera mahkota calon pengganti ayahnya. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. memerintah di Kerajaan Galuh. adalah Sang Darmaraja. Sedangkan Dewi Sumbadra. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. Prabu Sanghiyang Ageung. Dewi Puspawati. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. diterima pula oleh Prabu Airlangga. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. Hadiah nama gelar semacam itu. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. dimulal pada tahun 1019 Masehi. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Wirayuda. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. dari tangan saudara seayahnya. yaitu Dewi Sumbadra. ditunjuk Sang Wirakusuma. la berputera beberapa orang. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. dan 2. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. digantikan oleh puteranya. keduanya memerintah. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. dan menyandang gelar Maharaja. menjadi Mangkubumi kerajaan. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Darmanagara. Ketika mengawali masa pemerintahannya. dan 3. Dewi Citrawati.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. dan digunakan sebagai gelar resmi. Akan tetapi. tiga di antaranya ialah: 1. berusaha merebut kekuasaan. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. pemberontakannya dapat ditumpas. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. menjadi Panglima Angkatan Perang. dipercayakan kepada adik isterinya. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2.

55 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Dewi Citrawati. Mangkubumi Darmanagara. Maharaja Langlangbumi. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. Senapati Wirayuda. dengan cara mengadakan pendekatan. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Sang Maharaja Langlangbumi. Akan tetapi. Yuwaraja Menak Luhur. Resiguru Sudakarena. Kemudian. Dahiyang Guru Darmayasa. Akan tetapi. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. penguasa Kerajaan Galunggung. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. kalau tidak segera diatasi. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. dan Galunggung. akan jadi duri dalam daging. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Sunda. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. timbulnya perpecahan. di antara keturunan Sri Jayabhupati. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Permaisuri Puspawati. Sebenarnya. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Kemudian ditempuh jalan damai. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Senapati Kusumajaya. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Ratu Batari Hiyang. la pun tidak menghendaki. Oleh karena itu. membentuk angkatan perang. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Senapati Suryanagara. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Selesai membangun ibukota yang baru. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. tingkat keamanannya menjadi rawan. akibat ulah kawanan perampok. Galunggung.

di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. dengan ibukotanya di Galunggung. cucu Batari Hiyang Janapati. puteranya. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. memperisteri Ratna Satya. pindah ke Pakuan (Bogor).2. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. Dari perkawinannya. la bergelar Maharaja. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Ratu Galunggung. Darmasiksa. Prabu Menakluhur. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. memperoleh putera: Rajapurana. memperoleh putera. mempunyai seorang puteri. yaitu: 1. Sang Cakranagara. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. memperoleh putera. maka kedudukan Raja Sunda. Prabu Menakluhur. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . dua di antaranya: 1. Kemudian. 2. Ratna Wisesa. menjadi Mangkubumi. beribukota di Saunggalah (Kuningan). tahun 1187 Masehi. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. tahun 1175 Masehi. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. wafat tahun 1155 Masehi. puterinya Mahisa Campaka. dan 2. Puteri Darmageng. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lahir tahun 1168 Masehi. dan dijadikan permaisuri. kedudukan pusat pemerintahan. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Sang Darmasiksa. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Galuh dan Sunda. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Puteri Saungggalah. Sebagal penggantinya. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. yang bergelar Dyah Lembu Tal. menggantikan tahta ayahnya. 3.

adik iparnya. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Kemudian digantikan oleh puteranya. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. di antaranya: 1. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. Pengganti Prabu Ragasuci. disebabkan wafat muda. Prabu Citraganda. Rahiyang Jayadarma. Permaisuri Prabu Citraganda. Dewi Antini. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Pada masa pemerintahannya. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). dari Puteri Saunggalah. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). ibukota Kerajaan Sunda beralih. adalah puterinya Prabu Rajapurana. tidak sempat menjadi Raja. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Ajiguna Linggawisesa. dalam usia 44 tahun. pulang ke Tumapel Jawa Timur. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Sedangkan Prabu Rajapurana. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. atau Aki Kolot. Pengganti Prabu Citraganda. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Kelak. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Rahiyang Saunggalah. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Oleh karena itu. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. dikaruniai umur panjang. Dewi Kiranasari. puteranya. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). 3. sampai tahun 1333 Masehi. Suryadewata. Prabu Darmasiksa. berjodoh dengan Dara Puspa. puteranya. menjadi raja di Kerajaan Sunda. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Setelah dewasa. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Karena sebelumnya. Karena. Prabu Linggadewata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari).

bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. Sesungguhnya. Akan tetapi. Prabu Linggabuana. Karena itu. meluaplah hati Sang Patih Mada. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. Sang Prabu Hayam Wuruk. Semua pasukan Majapahit. sebelumnya. Tibalah saat yang bahagia. Sesungguhnya. Sang Bunisora. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. Wastu Kancana. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. lahir tahun 1339 Masehi. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Demikianlah. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. adalah Sang Patih Mada. Putera kedua laki-laki. 2. meninggal dalam usia 1 tahun. hal itu amat bertentangan. lalu memerintahkan laskar Majapahit. dengan janji Bre Majapahit sendiri. selalu menyetujui keinginan Patihnya. sebagai isteri persembahan (upeti). Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. janji tersebut tidak ditepatinya. Semua orang mengetahui. Dyah Pitaloka. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. digantikan oleh puteranya. menginjak usia 18 tahun. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Prabu Maharaja Sunda. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. ada yang berkuda. lahir tahun 1348 Masehi. akan diperisteri (resmi). puteri mahkota Sunda itu. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada yang menunggang gajah. didampingi oleh adiknya. dan dijadikan permaisuri. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. bahwa sang puteri Citraresmi. Di antara mereka. la menjadi berang. siap untuk bertempur. Akhirnya. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. tidak bersedia menyerahkan puterinya. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. meninggal dalam usia 1 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 4. Sesungguhnya. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Bahkan ia. 3. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. dengan Sang Patih Gajah Mada.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Putera ketiga laki-laki. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. hal itu. Setiba di sana.

tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Ki Mantri Supit Kelingking. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Panji Melong Sakti. Kemudian. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Ki Juru Wastra. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Sang Mantri Patih Wirayuda. Pertempuran berlangsung sengit. Rakeyan Juru Siring. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. dengan persenjataan lengkap. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Ki Panghulu Sura. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Rajaputri Dyah Pitaloka. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Rakeyan Mantri Saya. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Ki Mantri Sebrang Keling.ada yang naik kereta. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Karena itu. Namun akhirnya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. namun. bersama semua pengiringnya. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. sebagai panglima perang. lalu menundukkan kepala. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Sang Ratna Citraresmi. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Rakeyan Rangga Kaweni. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Rakeyan Mantri Sohan. tibalah pasukan besar Majapahit. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Betapapun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . melakukan mati-bela (bunuh diri). semuanya hanya 98 orang. Pengecut perbuatannya. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak.

kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. Sang Haliwungan. baru berusia 9 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). tuhagama. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. adigama. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Dalam naskah Carita Parahiyangan. pemerintahan Kerajaan Sunda. Setelah satu tahun. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). yang diwarnai suasana religius. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. disebut sebagai Satmata. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. 1. Dari permaisuri Laksmiwati. yang datang di Bubat. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. Menurut naskah Kropak 630. Sang Bunisora. Banawati. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. merupakan tahap tertinggi. dan 4.menyerang Kerajaan Sunda. satmata. 3. Dalam menjalankan pemerintahan. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). suraloka. Sang Niskala Wastu Kancana. Mayangsari. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. cenderung sebagai raja pendeta. usai terjadi sebelum tengah hari. Sang Bunisora. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. Bratalegawa. Sang Bunisora mempunyai putera. padamlah segala hasrat dan nafsu. di antaranya. 2. memperisteri gadis pilihannya. gurugama. ia memperoleh putera. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. binasa. ketika usianya sudah 20 tahun. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak seorangpun yang tersisa. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. Semua orang Sunda. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). dan nirawerah. Oleh karena itu. Satmata adalah tingkatan ke-5. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora).

Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. yaitu kedatangan angkatan laut Cina.1999: 24). tercatat dalam kaol Cina. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. serta bu (eter). Setelah wafat. Sang Bunisora wafat. yang terjadi pada tahun 1453 . Menurut Chau ju-kua. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. Majapahit dilanda Perang Paregreg. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. selama 3 tahun. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk unggul dalam perang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merasa betah berada di bawah pemerintahannya". Apah (air). la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. Selama masa pemerintahannya. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi).1456 Masehi. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. dipusarakan di Nusalarang. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. 1984: 42). Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. memerintah di Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. akasa (langit). pada tahun yang sama. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita.Pada tahun 1371 Masehi. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. Pakeun heubeul jaya dina buana. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Untuk hidup lama berjaya di dunia. naik tahta pada usia 23 tahun. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. la masih sempat mendengar. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. teja (cahaya). bayu (angin). akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. Akibatnya. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Majapahit tidak mempunyai raja. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia.

Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. setelah masing masing mengundurkan diri. Salahsatu catatannya mengemukakan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bekas ibukota Tarumanagara). tanpa diketahui. dengan isi yang sama. catatan Chau ju-kua itulah. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". Hanya saja. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. Rupa-rupanya.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. diakhiri oleh kedua belah pihak. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedua-duanya menderita kerusakan berat. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. Pertempuran tersebut. 2. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. antara lain: 1. yang sering menjadi sumber dugaan. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. meminta bantuan dan perlindungan. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. Dalam masa "gencatan senjata". masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten).

dan menuju arah 187. Chia-lie-pa (Kalapa.1996:119). yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. Jakarta). dibahas pula oleh para akhli. dibahas pula oleh Heuken. masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. kapal-kapal menuju arah 97. Pelabuhan Banten dimaksud. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon).3. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . apapun bahasanya(Guillot.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. Dalam catatan kaki.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa).1999: 107). Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong.1996:119). Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Upaya penyelesaian jalan damai. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. "Banten dinamakan Sunda". antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. demikian ungkap Guillot. melalui Chia-liu-pa (Kelapa).

angka tahun tersebut. Jerman). melihat arca-arcanya. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. telah sering dilakukan. 1996). yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. Sangat menarik. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. masih dilanda kegelapan. untuk memperkuat suatu anggapan. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. sedangkan candi yang terletak di G. Artinya. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. Pembuktian arkeologi ditampilkan. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n .1999: 24). telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. belum menemui titik terang. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. Lukman Nurhakim. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. terutama melalui penelitian arkeologi. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Kapalembangan diinaksud. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Claude Guillot. Akan tetapi. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?).jadi sama dengan catatan Portugis. dan Sonny Wibisono.1996:111). sekaligus merupakan daya dukung. Pulasari. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi.1996: 111).Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. boleh. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut Chau Ju-kua.

perintah.Untuk lebih jelasnya. padahal seharusnya 932 Masehi. ia menuliskan tahun 942 Masehi. no. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. kata. sesuatu untuk diperingati. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. sabda. bahwa ia seorang pembesar istana. bernilai angka 8. bacaan yang benar adalah 854 Saka. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. bunyi. bujur sangkar. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. distrik Leuwiliang. saat yang pantas diperingati. bernilai angka 4. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bentuknya tidak beraturan. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. pangambat. terdiri atas 4 baris huruf.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). 6888). terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. Candrasangkala: kawiraja. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. Bogor. dan pasagi. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. mengenai prasasti Kebonkopi II. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu.V 1923. panca = 5. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. sepadan dengan bujangga. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. halaman 18. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. adalah kata majemuk tatpurusa. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. kala untuk cakakala atau sakakala. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). Batutulis ini kini telah hilang.

Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung.Bunyi prasasti. Satyawati Suleiman. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. 1. parwa I sarga 3. Timbulnya perbedaan anggapan. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya.. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. karena itu ia mengajukan dugaan. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n .1989:186-187). bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). halaman 13-14. Sewaka Darma. antara lain sebagai berikut: . menampilkan angka tahun 932 Masehi. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. Peristiwa sejarah. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. Menurut pengakuannya. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. 2. Guillot menampilkan angka tahun 932?. dan 3. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II.

tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". ikhwal "Sunda" dijelaskan. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. menghadiri upacara "Barpulihkan". Mahisawarman namanya. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Dengan demikian. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda).tahun. tentu ada nilai-nilai sakral. seperti dugaan Bosch. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. Putera yang kedua. antara lain sebagai berikut: . Sang Matsyawarman namanya. Kemudian. Pada prasasti Kebonkopi II. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. yang menjadi Menteri Tarumanagara.. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. Sriwijaya". digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. Yang ketiga. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya.. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat"..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. Yang keempat perempuan.561 Masehi). secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. Akan tetapi. tempat lahir Sang Tarusbawa.

terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. yang menikah dengan Dewi Manasih.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. parwa 11 sarga 3.. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . kerajaan Sriwijaya. Sri Maharaja Linggawarman. halaman 176. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. mengakhiri kekuasaannya. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). Sang Tarusbawa. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. Adik Dewi Manasih.. Sunda Sembawa (Bekasi). dengan menjalin persahabatan. antara lain sebagai berikut: .. Sebagai pengganti. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. Sedangkan Sriwijaya. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. Kekecewaan Guillot.. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. yaitu Dewi Sobakancana. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara.. telah melakukan perjanjian bersama. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. pada tahun 536 Masehi. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". Pergantian nama kerajaan. disebabkan. raja Sriwijaya. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Pada tahun 669 Masehi. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. raja keduabelas Tarumanagara.catatan. menantu Sri Maharaja Linggawarman. Kerajaan Sriwijaya. karena nama kerajaan tersebut..

mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". merupakan tindakan balas dendam. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. yang pernah menaklukan Banten Girang. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. Banten di masa silam. Salakanagara. bahkan kesan tersebut harus dicermati. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. seperti Banten Girang. Untuk diketahui secara objektif. Kerajaan Sunda. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. semakin samar untuk ditemukan. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. III. 1996:100). dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n .1996:137). Ibukota Pajajaran misalnya. yang diperankan sebagai "musuh Banten". dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. dengan segala perkembangan kehidupannya. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. tetap setia mengikuti alur waktu. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Persoalan yang muncul. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. sebagai pembanding. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. menelusuri kurun zaman.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". tidak ia hiraukan. tidak berdiri sendiri. Kehadiran Salakanagara. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. Tarumanagara.

nu nyaeuran sanghiyang rancamaya.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). Sang Haliwungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. Selanjutnya. kini sudah menjadi bangunan permanen. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. kembali terbagi dua. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. sirna tanpa bekas. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. dari sejak tahun 1382 Masehi. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. sebagai tanda keutamaan raja. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kemudian Sang Ningrat Kancana. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. Sebelumnya. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). lawasnya ratu saratus tahun. Lokasi bekas keraton tersebut. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. mangka premana raja utama. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya.narayana-madura-suradipati. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda.yang haluwesi. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). kawasan bekas Tarumanagara. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal.sarga 5. dengan nama Kerajaan Galuh. Sumatera Selatan). Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. nu mikadatwan sri bima.punta.

Sedangkan nama Patah (Al Fatah). Dari ibunya. kena salah twah. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. akibat perceraian dengan suaminya. menggempur Majapahit. maka dalam tahun 14'75 Masehi. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Prabu Kertabumi. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. Uniknya. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Kemudian. untuk kepentingan membuka pesantren. diterima kemudian dari Sunan Ampel. lawasnya ratu tujuh tahun.. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. Baru kemudian. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Yang di pertuan di Galuh. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). sebagal guru dan juga mertuanya. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. Tiga tahun kemudian. inya nu surup di guna tiga. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). Di Palembang. Raden Patah. dengan ibukota di Keling. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akibat salah perilaku. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. tokoh Sang Ningrat Kancana. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. Sunan Ampel sendiri. memperisteri perempuan terlarang dari luar. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. atas permohonan Ratu Darawati. Dalam tahun 1473 Masehi. diberi nama Raden Praba. mengakhiri kekuasaan ayahnya. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. la adalah tohaan di galuh. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. adalah kemenakan Ratu Darwati. meninggalkan ibukota. hingga memerangi kerajaan ayahnya.

Di sana. dilakukan oleh Girindrawardana. Oleh karena itu. Dari pernikahannya. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi.. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. Prabu Dewa Niskala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Kemudian. telah menjodohkan puterinya. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. Dalam hal ini. saudara seayah Prabu Kertabumi. dengan Raden Baribin. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Kelak. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. wanita itu terpisah dari tunangannya. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). yang sudah bertunangan. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Menurut versi lain. ada juga yang sampai ke Kawali. Puteri Ratna Ayu Kirana. Oleh karena itu. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. 2. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Dari Wandan Bondri Cemara. ia tersamar dalarn cerita rakyat.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Selaln itu. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Menurut hukum waktu itu. diterima dengan tangan terbuka. Prabu Dewa Niskala. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. keluarga keraton Majapahit. yang mendirikan Mataram Islam. Dalam pengungsian. memperoleh seorang puteri. keluarga keraton Kawali. Raden Baribin. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). diberi nama Raden Bondan Kejawan. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Prabu Dewa Niskala. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. ibukota Kerajaan Galuh. Rombongan pengungsiannya.

karena kekuasaan pemerintahannya. B. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. dan memutuskan. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). bahwa: 1. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. 2. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. sangat marah. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. Peristiwa penobatannya di Pakuan. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . konflik kedua pemimpin negara. penguasa Kerajaan Sunda. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. harus diserahkan kepada Jayadewata. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). Tentu saja. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Untuk menyelamatkan keadaan. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. adalah: 1. 2. prebu ratu purane pun. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Peristiwa tersebut. dari permalsuri. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan.Prabu Susuktunggal. Selanjutnya. Prabu Susuktunggal. samasama mengerahkan pasukannya. Begitu pula Prabu Susuktungggal. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. di wilyah netral. Menantu Prabu Susuktunggal. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh.

74 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. la memperteguh pertahanan ibukota.samida. 1981: 25). kemudian kerangkanya diperabukan. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. pagelaran (macam-macam formasi tempur). Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. agar sukma raja tersebut. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. membuat samida. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Jika seorang raja wafat. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. Pembuatan prasasti tersebut. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. maka raja tersebut digali dari kuburnya. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. Ya dialah (yang membuat semua itu). (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. Sri Baduga Maharaja. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. memperkuat angkatan perang. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. yang terjemahan langsungnya. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. Upacara semacam itu. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. kesatrian (asrama prajurit). pada tahun 1533 Masehi. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. Maksudnya.

Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. yang berarti pelayanan (service). yang ditemukan di Desa Kabantenan. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. Dasa. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Pengukuhan itu. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Keharuman Sri Baduga Maharaja. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). diambil dari bahasa Sanskerta. Gunung Samaya dan Jayagiri. calagara. yang gugur di Palagan Bubat. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. Silih artinya pengganti. Calagara (di Majapahit: walagara). Pare-dongdang atau panggeres reuma. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa.Silih Wangi. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. Wangi artinya harum. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. adalah pajak tenaga perseorangan. Kabupaten Bekasi. Bila petani telah berpindah ladang (huma). Oleh karena itulah. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). adalah pajak tenaga kolektif. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. harus diserahkan tiap tahun. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. adalah pare turiang. isinya dapat diketahui. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Kecamatan Tarumajaya. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. serta ancaman hukum mati. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. Kata dasa. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Kapas-timbang atau upeti kapas. harus diserahkan kepada raja. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak.

raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo.271 orang. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). 1999: 41). pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja).l. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda.121 jiwa. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). Dalam perkembangan selanjutnya. 1996: 59). Istana raja. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. Tome Pires (k. Untuk kepentingan perdagangan Portugis.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. baru berpenduduk 23. Tentang Sri Baduga Maharaja. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). nama resmi kenegaraan. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad.000 ekor tiap tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . terdapat 40 ekor gajah. Dalam angkatan perang kerajaan. disebutkannya. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju.197 orang). Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. Omzet perdagangan kuda. Pasai.000 orang. dapat mencapai 4. parwa I sarga 4). pelabuhan Pontang (Pomdam). 1468-1539 Masehi). berada di pedalaman. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. sebagai kota terbesar ketiga. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Tome Pires memberitakan. serta pada puncaknya berukir indah. penduduk kota Pakuan ada 48. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. Tetapi yang lebih penting. Dengan jumlah itu. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. bandar Cheguide. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda.

bukan "Islamnya". Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. seorang ulama mazhab Safi'i. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). hubungan politis yang terlalu akrab. bersama isterinya. Ketiga anaknya. seorang ulama mazhab Hanafi. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). cucunya yang bernarna Hadijah. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . C. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). yaitu Pangeran Walangsungsang. 1999: 37). Kalapa (Calapa). ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). Inilah Sunda. didirikan oleh Syekh Hasanudin. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. bernama Farhana binti Muhammad. Kemudian dari Gujarat. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. Walaupun berbeda agama. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. dan Raja Sangara. raja Cirebon Girang. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. sebagian ditempatkan di Cirebon. Akan tetapi. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Kelak. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. dalam tahun 1416 M. Cimanuk (Chemano). di Pura Dalem Karawang. Puteri Subanglarang. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. antara Cirebon dengan Demak. Sesungguhnya. adalah alumnus pesantren Quro tersebut.Tangerang (Tamgaram). dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Larasantang. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bratalegawa.

seperti pula syahbandar dari tempat pabean. jadi di sebelah kanan muara sungai. Kawasan ini yang disebut Kalapa. Kapten Malaka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kunjungannya ke Pakuan. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. Selain itu banyak orang baik. utusan Jorge d'Alboquerque. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Akan tetapi. Tuan Kami. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. pada tahun itu. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. menentukan dan menunjuk tempat. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. menegakkan sebatang padrao dari batu. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. Maka. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. sebagai duta resmi negara. Leme. disebut Laksamana Bungker). bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. M.Portugis. Maka. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . seberang awal pelabuhan. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. Tuan kami. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. kapten perjalanan ini. Untuk maksud ini. menghadiahkan kepada Raja. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja.

mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. Sangat disayangkan. pada perjalanan ini. Tuan kami.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Untuk buktinya. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. dan Franscisco Annes. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. 1999: 54). yang selalu berambisi. Maka. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. sangat wajar terjadi. yang diwakili oleh pedagang Portugis. saya memberi kesaksian. Hubungan internasional bilateral inilah. selaku perwira Raja. yang dicurigai para akhli sejarah. dan Diogo Diaz.10. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. juru mudi dan banyak (orang) lagi. Balthasar Memdes. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. membuat dokumen ini. Dibuat pada hari. masih sebagai pelaut murni. Sri Baduga Maharaja itu. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. semuanya tentara. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. penulis dari kapal San Sebastian. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. saya. Raja-raja penerusnya. Tuan kami. Berbeda dengan pelaut Belanda.600 caxas Java. Dengan demikian. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. Tentang seluruhnya itu. pedagang Portugis pada waktu itu. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. penulis. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. Padahal.

belum dapat membuktikan secara pasti. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. dimanakah bekas candi-candinya.toleransinya terhadap agama Islam. Penyempurnaan sukma tersebut. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. Terbukti. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Cukup banyak Babad yang ditulis. Dalam cerita Pantun sekalipun. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. Mwakta atau Moksa. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Setelah Indonesia merdeka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. adalah tokoh Sunan Ambu. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). Dzat Asal dalam religi Sunda. Sumedang. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. dengan tujuan utama. kalau ditanyakan. Para Pohaci dan Para Bujangga. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . digunakan kata lumah (pusara). sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. kalau tidak Hindu tentunya Budha. umum masih beranggapan. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. secara arkeologis. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). Cirebon. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Akan tetapi. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". dapat kembali kepada Asal-nya. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. yang sesungguhnya keturunan Galuh. Sampai saat kini. dan Talaga. Oleh karena itu. yang artinya dipusarakan.

sesungguhnya tidak jadi masalah. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Sebutan lain untuk Hiyang. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. Kian Santang yang konon katanya. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Disunat ka tukangnya. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. karena ia adiknya Larasantang. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada abad ke-7 Masehi? Sebab. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). setega itukah. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. Niskala. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. bahwa tokoh Kian Santang itu. cita-cita urang Sunda yang saleh. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. sudah demikian lama. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. Disunat kepada akhlinya. Kisah tersebut. bagi orang Sunda. bersih suci bila dibasuh. Selain itu. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. artinya Gaib. Adakah masuk di akal. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Kedatangan Islam. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala.. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. D. artinya Sempurna. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. Hiyang Seda Niskala. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". Seda. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. jati Sunda teka. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). Ada pula yang menafsirkan. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. bukan dengan Dewa). sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda.

yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing.alias Fatahillah. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Perang ke Hanum. berdasarkan ilmu sejarah. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Perang ke Wahanten Girang. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Prabu Sanghiyang Surawisesa. perlu penelusuran ilmiah. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam catatan Portugis. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). teguh dan pemberani. Perang ke Tanjung. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Perang ke Simpang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Untuk mencari kebenaran. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. Perang ke Gunung Batu.Portugis. Rata gagah perkasa. Perang ke Gunung Banjar. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. menimbulkan persoalan baru. ia disebut Raja Samiam. Perang ke Muntur. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Perang ke Padang. Perang ke Ancol Kiji. Lima betas kali perang tak pernah kalah. Perang ke Pagoakan. hingga menimbulkan perang selama 15 kali.

masih hidup. Disunat. Begitulah keadaan jaman susah. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. itulah tradisi orang Sunda. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . jangan hidup pura-pura berpuasa.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Puasa. Datang bencana serangan musuh kasar. hanya meminum susu. meninggal dunia. Disunat oleh akhlinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . supaya bersih suci dari kotoran. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . ditenggelamkan ke laut. Perang ke Medang Kahiyangan. kembali ke Pakuan lagi.sang kawuri / hayzaa to . ditenggelamkan ke laut.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. pandita di Sumedang. Sang Pandita di Jayagiri. dibunuh tanpa dosa. tidak mati. Tidak sampai setahun.Perang ke Pager Wesi. Setelah itu. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. Prabu Ratu Dewata. Ada pendeta sakti dianiaya. Oleh sebab itu. tertimpa tapak kikir. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. tidak diketahui identitasnya. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. lamanya jadi raja 8 tahun. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Sang pandita di Ciranjang.

tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. seterusnya diganti dengan zaman kali. menghiasi Kedaton. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. Sang Nilakendra. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. Lamanya jadi ratu 8 tahun.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. zaman perunggu. merampas tanpa perasaan. Dalam zaman Dopra. Sering membunuh orang tanpa dosa. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. Begitulah riwayat Sang Ratu. tindakan ratu seperti itu. tidak hormat pada yang tua. menghina pendita. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. Mempunyai anak. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yang membangun bale bobot 17 jajar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . zaman besi. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri.

antara lain: 1. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). 2. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. semua kalah oleh orang Islam. 4. Pertama datangnya perubahan. tidak mengikuti adat kebiasaan. 5. Dunia halus masuk ke yang kasar. Perang dengan Kalapa. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). perang dengan Mandiri. perang dengan Galuh. perang dengan Patege. Perang dengan Gegelang. 3. Lamanya jadi ratu 12 tahun.perdaya. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Perang dengan Pakuan. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. Perang dengan Rajagaluh. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. perang dengan Jawakapala. Perang berlayar ke Salajo. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Iamanya jadi rata 16 tahun. kalah Rajagaluh. menurunkari pertapa. Manusia yang berhuma rakus makannya. timbul kerusakan dari Islam. perang dengan Datar. cucu tiri. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. kalah Kalapa. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). kalah Jawakapala.

bernama Rajasangara. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Syekh Hasanudm. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. Status ini sangat memungkinkan. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Dalam Carita Parahiyangan. 1989:165). berputera beberapa orang. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Oleh karena itu. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. berperan sebagai anak sulung. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Dari isterinya yang pertama. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. adalah murid Syekh Hasanudin. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. 2.IV. 1. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. Dua di antaranya. Dewi Surawati. bahwa dari Subanglarang. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. Cirebon. jika Pangeran Walangsungsang. yang disusun oleh Atja dan Edi S. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. untuk membahas Banten. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Ekadjati (1989). ialah. Sanghiyang Surawisesa. dari pendahulunya. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. Status Pangeran Walangsungsang. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. dan 3. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. 2. pemeluk Islam madzhab Hanafi. di antaranya: 1. Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Laksamana Cheng Ho. armada laut Cina. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. Syekh Hasanudin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. terdapat beberapa orang penumpang. dan lebih kikir lagi dengan pujian. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Oleh karena sesama muslim.800 orang. Selama 59 tahun. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. adik iparnya. kakeknya Sri Baduga Maharaja. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. dikenal sebagai Syekh Bantong. Syekh Hasanudin. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. memperoleh anak. yang juga beragama Islam. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Di antara sekian banyak awak kapal. Ma Huan. sebanyak 63 buah kapal layar. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. di Pulau Jawa. Peristiwa penting ini. di Jawa Timur. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). menyebarkan ajaran agama Islam. la bermaksud. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. Sebab. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. memohon diri untuk turun. mengadakan pelayaran keliling. disertai pula oleh puteranya. di pesisir Pura Dalem Karawang. Ki Gedeng Karawang. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. pada tahun 1416 Masehi. dengan prajurit laut sebanyak 27. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Tujuan pelayaran mereka. Tan Go Wat. Armada laut Cina tersebut. Dari perkawinannya.Pada tahun 1416 Masehi. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menjalin persahabatan. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. puterinya Ki Gedeng Karawang. Bagi Sang Mahapraburesi. Islam bukan hal yang baru dan acing. ketika turun di Pura Dalem Karawang. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Kelak. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. la didampingi oleh jurututulisnya. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Tan Go Wat.

Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. mendorong Pangeran Walangsungsang. Afganistan. dibina langsung oleh kakeknya. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). walaupun dengan berat hati.1984: 42). adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. madzhab Hanafi. Tentu saja. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. adalah Guru Agama. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. bagi Sri Baduga Maharaja. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. Ketika Subanglarang wafat. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. Sementara itu. Kenyataan seperti itu. Perlu dicatat. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Sebagai catatan. Selain sebagai ibunda tercinta. la dengan kedua adiknya. memohon izin kepada ayahnya.sanggup memujinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Subanglarang. diteladani dari kakeknya. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. akibat konflik agama dengan ayahnya. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). merasa sangat kehilangan. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). Peristiwa-peristiwa itulah. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. hanya ibunya. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. oleh para penulis babad. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. untuk pergi mengembara. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Pangeran Walangsungsang. la. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Ki Gedeng Tapa. tidak menjadi masalah. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. seorang bangsa Ajam.

Ki Gedeng Tapa. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Syekh Datuk Kahfi. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . setelah Pondok Quro Karawang. gajah. dari Syekh Datuk Kahfi. Dalam pengembaraannya. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. masih hutan belantara tempat binatang buas. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. Seperti babi hutan. Nyai Larasantang. harimau. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Sebagai catatan. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Oleh Ki Gedeng Tapa. Dalam pemerintahan sehari-hari. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. Kemudian. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya.Amir Abdullah Khanudin. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. di kampung Ghuzah. Ki Gedeng Tapa. ular. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Di bagian selatannya. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. dari kakeknya. Pondok Quro Amparan Jati. Cirebon namanya. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Di tepi pantai. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Syekh Nurjati. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi).

telah bermukim 5 orang penduduk. yang disebut Cirebon Girang. Kemudian. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. Mereka. Sedangkan di Gunung Ciremai. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. dibangunlah pemukiman baru.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . banyak kuda liar. disebut Kebon Pasisir. pindah dari tempat tinggal asalnya. adalah adiknya Ki Danuwarsih. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). di Kebon Pasisir. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. atau Lemah Wungkuk. Sedangkan Ki Danuwarsih. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). atau Tegal Alang-Alang. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. banyak ikan dan rebon (udang kecil). Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. puteri Ki Danuwarsih. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. yaitu Nyai Indang Geulis. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. seorang ulama agama Budha. membuka hutan Kebon Pasisir. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Ki Danusela. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Semula. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. Diberi nama demikian. Di sungai. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. Nyai Arumsari (isterinya).laut (camar). bersedia masuk Islam. Pada awalnya. Sebab. Syekh Datuk Kahfi. penduduk Cirebon Pasisir. Nama itu diperoleh dari gurunya. dan adiknya (Nyai Larasantang). Cirebon Girang. Pangeran Walangsungsang. Ki Sarmawi (pembantunya). bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Setelah melihat ada pemukiman baru. Atas kesepakatan bersama.

Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Syam 3 orang. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. keakhliannya. Jawa 106 orang. Mereka menumbuk rebon dan ikan. namanya. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . masing-masing berbeda. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. petis dan garam. sebelum tidur. Parsi 2 orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rinciannya: Sunda 196 orang. Pedagang. adalah 346 orang. para petani.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). dan Cina 6 orang. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Macam-macam anutannya. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Berbagai bangsa ada di sana. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). India 2 orang. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Hujung Mendini 4 orang. tingkah lakunya. Sumatera 16 orang. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). Arab 11 orang. bahasa dan tulisannya.

dengan panggilan akrab Ki Samadullah. mendirikan Tajug (Masjid). la. Hal itu. Sang guru mengingatkan. "Anakku. Sehingga. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". yang terletak di tepi laut. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. Cirebon. berlayar menuju Tanah Arab. Cirebon. Akhirnya. degan maksud yang sama. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. kata "Cirebon" sendiri. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. dan rebon berarti udang kecil. karena sedang hamil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. Padahal. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. ci berarti sungai. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. adalah keturunan Bani Hasyim. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". Ki Samadullah. pustaka yang disusunnya. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Syarif Abdullah. Nyai Indang Geulis. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. diberi nama Jalagrahan. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. (Jala=air. Bersama santri-santrinya. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). tiba di pelabuhan Jedah. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Ki Samadullah dan adiknya. grahan=rumah). mengingat penduduk Cirebon pertama. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Di tengah perjalanan. naik ke kapal layar. Di dukuh Cirebon Pasisir. tidak bisa ikut. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang.

Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Kembali kepada Syarif Abdullah. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin.menjadi Walikota Mesir. dari Bani Mameluk. kepada Nyai Larasantang. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Ternyata. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Dan adiknya menetap di sana. Di tanah suci Mekah. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. Tiga bulan kemudian. adiknya Syekh Datuk Kahfi. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi.

Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat.. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . Kemudian. kakeknya. selain sebagai penguasa Singapura.. Kata pakung. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. wafat. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Sesudahnya. mempunyai anak perempuan. Ki Gedeng Tapa. kemudian diberi nama Pakungwati.. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. semua kekayaan dari kakeknya itu. tiba di Cirebon. Maka jadilah Cirebon. Nyai Pakungwati namanya. dijadikan sebuah kota besar. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. adalah sebutan lain untuk udang kecil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . la membangun Keraton. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. Dan perkawinannya. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. sama dengan nama puterinya. Tidak lama kemudian. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki.

dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. atau Ki Samadullah. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. oleh ayahnya. B. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sri Baduga Maharaja. untuk menobatkan puteranya. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. atau Ki Cakrabumi. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. Pangeran Walangsungsang. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. disertai pasukan pengawalnya. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. atau Pangeran Cakrabuana. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya.

Kemudian. Muhammad anak Ali AI Ghayam. yaitu Sarah. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Sayid Abdul Malik. diperisteri oleh Sayid Hassan. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Dari perkawinannya. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Sebab. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. mempunyai anak beberapa orang. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Adapun Abdul Malik. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Oleh karena itu. Sayid Alwi anak Muhammad. la meninggal dunia di Jawa Timur. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Riwayat selanjutnya. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Salah seorang di antaranya wanita. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. asalnya merupakan satu keluarga. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. anak Alwi Amir Pagih. Salah seorang di antaranya. Mempunyai anak beberapa orang. Kedua-duanya. Muhammad anak Ubaidillah. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Salah seorang di antaranya. mempunyai anak beberapa orang. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Dari sejak itulah. Dari perkawinannya. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik.

mengajar penduduk di sana. mempunyai anak beberapa orang. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. Riwayat selanjutnya. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. 2. 4. Mempunyai anak beberapa orang. Ali Nurul Alim. 4. Dari India. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). tidak mempunyai anak. masing masing ialah: 1. tiga di antaranya: 1. Syarif Abdullah Al Masir. Syarif Sulaiman Al Bagdad. Syarifah Halimah. menjadi Walikota di negeri Mesir. Syarif Abdurakhman. sebagai guru agama Islam. mempunyai anak beberapa orang. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. pergi ke Jawa dwipa. mempunyai anak beberapa orang. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. menjadi anak angkat uwanya. Syarif Abubakar. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. 3. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). mempunyai anak 4 orang. Syarif Abdurakhim. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. Riwayat yang menjadi penyebab. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. 3. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. Ali Nurul Alim. Ketika menetap di negeri Bagdad. Syarifah Bagdad. 2. empat di antaranya: 1. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Barkat Zainal Alim. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. yang seterusnya menetap di sana.Abdullah Khannudin. 3. menetap di negeri Mesir. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Hal itu tetjadi. Syarif Hafiddin Abbas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). 2. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran).

Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Kahfi. Kamboja. cucunya Haji Purwa Galuh. Pasambangan. oleh Ki Gedeng Tapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panjunan dan beberapa desa lainnya. menikah dengan Hadijah. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. dari setiap turunan Rasul Muhammad. Junti. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Campa. Bharatanagari (India). semua itu para Kamastu atau disebut Wali. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Japura. ia menjadi duta negeri Parsi. pada naskah yang sama ditegaskan pala.

Maka jelaslah sudah. mempunyai anak beberapa orang. 2. Dua orang di antaranya. Syekh Datuk Ahmad. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. dua orang di antaranya. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). Selanjutnya. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. mempunyai anak beberapa orang. dan 3. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Sunan dan Guru Agama Islam. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. yaitu: 2. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. pertama. 2. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Tiga orang di antaranya yaitu. yaitu: 1. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. menetap di Kamboja. Syekh Khadir Kaelani. kedua. Dua orang di antaranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. di antaranya: 1. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. yang menetap di negeri Malaka. yang pertama perempuan. Syekh Datuk Soleh. dan yang ketiga Syekh Bayan. yang mempunyai anak beberapa orang. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. adalah sebagai berikut: 1. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. Selanjutnya. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan.

mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Karena pada waktu itu. dikaruniai beberapa orang anak. menuju ke Jawa Timur. Setelah menetap beberapa lama. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. oleh Prabu Kertabumi. Dua di antaranya yaitu. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Sumatera. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. Setelah enam bulan di Palembang. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). yaitu Siu Ban Ci. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Dalam jangka 3 tahun. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. singgah di Palembang. semua penduduk Ampel Denta. yaitu Dewi Candrawulan. memeluk agama Rasul Muhammad. 1. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Atas usulan Ratu Darawati. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Adik Dewi Candrawulan. Dalam perjalanannya. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Di Keraton Majapahit. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. dan singgah di negeri Banten. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. yaitu Dewi Darawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Ali Rakhmatullah. Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). 3. Arya Dillah atau Arya Damar. Ali AI Mustada. Kemudian. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Di Palembang.

yaitu Siti Khorimah. Ratu Pakoja. yaitu Dewi Rukhil. Di antaranya. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. Penambahan Joko. Dari isterinya yang lain. Panembahan Kodi. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Dari perkawinannya. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. yaitu Raden Amir Hassan. Puteri. yaitu Dewi Sujinah. 6. 3. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. 2. Selanjutnya. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Dewi Rukayah. Selain dengan puteri Sunan Ampel. dan 4. puteri Ki Wiryosarojo. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). Panembahan Karimun. 2. memperisteri puteri Sunan Undung. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. dikaruniai anak beberapa orang. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. Dewi Sofiyah. 2. masing masing: 1. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Nyai Ageng Pembayun. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 7. antara lain: 1. 3. dan mempunyai anak laki-laki. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Panembahan Palembang. empat orang di antaranya: 1. 5. Ratu Prodo Binabar. puterinya Maulana Ishak. dikaruniai anak laki-laki. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). dan 8. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. 4. 3.

Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). Syarif Hidayat namanya. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. parwa II sarga 4. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. di antaranya masing-masing ialah.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya.. adalah puteranya Maulana Ishak. mempunyai anak laki-laki. dari isterinya yang berasal dari Blambangan. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). Siti Murtasiyah. Raden Paku alias Sunan Giri. 2. puterinya Ki Ageng Bungkul. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . mempunyai anak dua orang. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. parwa I sarga 4.1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Siti Mursimah.. antara lain sebagai berikut: . . dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah.

ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. yang semuanya berjumlah 98 orang. Oleh karena itu pergi dari Mekah. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. singgah di Gujarat. Kemudian. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. mereka berlayar bersama-sama. dari Syekh Athallahi Sajjilli. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Ketika singgah di Gujarat.. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Dalam perjalanannya. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. baru berusia dua puluh tahun. menuju Pulau Jawa . lamanya dua tahun. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. parwa parwa I sarga 4. Pada waktu itulah.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. antara lain sebagai berikut: . Selesai dua tahun. bersama 98 anak buahnya. yaitu Sayid Al Kamil.

Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. berlayar menuju Cirebon. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Syarif Hidayat singgah di Banten. Sesungguhnya. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. (singgah) di negeri Pasai. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengajarkan agama Islam di sana. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. menemui uwanya. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Nyai Kawung Anten. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Selanjutnya. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Selanjutnya. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Kunjungannya ke Cirebon. Sumatera. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil.

Syarif Hidayat. Begitu pula Syarif Hidayat. sangat gembira. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati.. . mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. kepada suwan yang sekaligus menantunya. yaitu Sayid Al Kamil. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya.Iman. Nyai Mas Pakungwati.. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. dapat bertemu dengan uwanya. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya...K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. Akhirnya. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. menetap di Pakungwati Cirebon. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. di Kerajaan Sunda. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu.. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Setelah beberapa lama kemudian. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. Syarif Hidayat.. Adapun Syarif Hidayat.

para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira.. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. Pada waktu itu. dengan gelar Susuhunan Jati. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur..Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. Pejabat penguasa daerah. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dan semua memberikan dukungan.. menyerukan pujian atas penobatannya. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. .. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. pesta meriah.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak... sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon.

terkesan Surasowan di sana. adalah menantu Walangsungsang. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. bahwa: 1. lama tidak kembali ke Pakuan. puteranya sendiri. Syarif Hidayat. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. Penobatan awal Syarif Hidayat. V. "Betapa tidak terpujinya. atas usul orang tuanya. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. dan 3. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. akhirnya masuk agama Islam. Syarif Hidayat. atas pernikahannya dengan Pakungwati. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). Hal yang hampir sama. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. 2. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya.1983: 35).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. Akan tetapi. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. Sang Kakek memerangi cucunya. dalam buku Pakern Banten. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. sebutan Sorasowan." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja.

Pakungwati sebagai nama kesultanan.1984:44). menjadi Keraton Pakungwati. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dibangun di Dukuh Cirebon. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Pada mulanya. atau Surosowan? Hal tersebut. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Soera artinja berani. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. puterinya Pangeran Cakrabuana. semua itu menarik untuk dikaji. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Saleh Danasasmita (1984). Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pakungwati sebagai nama orang. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. Pakungwati adalah nama orang. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. bagi kata yang ada di depannya. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Surasowan dan Surosowan. Surasowan. Pakungwati sebagai nama keraton.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. Soan atau Sadji artinja Radja. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan.1935: 60-61). Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Selanjumya berkembang. menjadi Kesultanan Cirebon. Berdasarkan gejala itu.

dua orang di antaranya: 1. Nyai Kawunganten. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. 2. Islam sudah mulai bersemi. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. Sang Arya Surajaya. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan.1989:144 dan 153). dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Sang Surasowan. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. 1. menjadi bupati Banten Pasisir. berputera beberapa orang. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. (Atja & Ekadjati. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. antara lain ialah. Prabu Surawisesa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Dari kutipan tersebut di atas.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Atja & Edi S. dan 2.

Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. banyak mendapat simpati dari penduduk. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. singgah sebentar di Negeri Banten.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). Atas seijin Sang Surasowan. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. di kemudian hari. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. dalam waktu yang relatif singkat. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. Kelak.

tentang "orang tua" Hasanuddin. puterinya Sang Surasowan. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. dari pada substansi historisnya. untuk meng-Islamkan daerah ini. Sesunguhnya. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lalu terus ke selatan. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. Oleh Syarif Hidayat. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. dari Mandarsah ia datang di Jawa. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dalam waktu yang relatif singkat. pada tahun 1478 Masehi. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. yaitu Pakungwati. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. Akan tetapi. kemudian dijelaskan. 1983: 33). bahwa "seorang yang keramat" itu. Hanya saja. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. Oleh Sang Surasowan. Untuk mempererat kekerabatan. Apalagi setelah diketahui. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. para penulis Babad. la mempunyai dua orang anak. seorang perempuan (yang tua). tiba di Banten Girang. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. cucu Sri Baduga Maharaja. Tentang "seorang yang keramat. Secara tersamar. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. untuk meng-Islam-kan daerah ini. diberi nama Hasanuddin. sangat terbatas. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. masih saudaranya juga. yaitu Pakungwati.

Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. koerang lebih hidjrah Nabi 887. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. soepaja datang ke negeri Banten. pada kalimat selanjutnya. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. menggunakan sumber "Parimbon Banten.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1953: 24). kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Pakem Banten. Sedangkan. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. dalam proses meng-Islam-kan Banten. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Hanya saja. 1472. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. para penulis Parimbon Banten. tahoen Belanda k. disaat Kg. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). maka Kg. sangat gelap (peteng). Kg. Berdasarkan kaol Cibeber. Banten dan Demak. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. Kg. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. yang hampir malah sudah musnah. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten.l. antara lain: Pada abad 15. mengemukakan hal yang sama. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya".

Hafidz Rafiuddin.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. S. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". Carita Parahiyangan. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. 2000: i & 9). sudah tidak diragukan lagi. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu.Ag. Dengan adanya hal-hal semacam itu. tidak mendasar. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. pernyataan selanjutnya. Maulana Hasanuddin. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. Akan tetapi. (2000). 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". patut dicermati. Amanat Dari Galunggung. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. Mereka bertugas. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1984: 41). seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". mengemukakan hal yang hampir sama. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. Tuduhan Animisme. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". melakukan "Tapa di Mandala". sulitlah bagi kita untuk menentukan. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang.

masih dipuja dan dikeramatkan. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. menjadi pemeluk agama Islam. Menurut kepercayaan orang Baduy. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . (2) Tumenggung Jayamanggala. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. dengan ikhlas "beralih agama". di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. "dipaksa". "takluk" atau "ditaklukkan". Anak menantu dan hamba sahayanya. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. yang seluruhnya setinggi 6 meter. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. serta hamba sahayanya. Dia kemudian memeluk agama Islam. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bangunan berundak di Kosala. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya.1993: 27). Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. menantu. ditemukan dekat bangunan berundak.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan.. Dialah putera Sri Baduga Maharaja.1989 :144). Dari kutipan tersebut di atas. anak. Atja dan Edi S. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. 1984: 219). dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar.

apapun bahasanya (Guillot. Sebab. sebutan wahanten menjadi banten. Bahwa. dan bermuara di Banten Pasisir.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. sudah tidak tepat lagi. membelah kota Serang. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . Gambaran semakin jelas. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. Boleh jadi. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). sebutan "wantan" dalam lafal Cina. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. Ekadjati. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang".1996:119). memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. Ketika Sang Surasowan wafat. dapat dimaklumi. Sang Arya Surajaya. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Jika terdapat perubahan lafal. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. dalam kajian ilmiah. tapi nyata). perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. Akan tetapi. ayahanda Nyai Kawung Anten. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. maksudnya itu-itu juga. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. Hendaknya digarisbawahi. sudah merupakan petunjuk tersendiri. berkelok melalui wilayah Banten Girang. kedua-duanya sejaman. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Mecermati fakta seperti itu. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. hanya pelafalan yang berbeda. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. baik oleh orang Cina. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). Sang Adipati Surangggana. mertua Syekh Syarif Hidayat. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. Sang Adipati Surasowan. tahtanya diwariskan kepada puteranya. dalam usia terhitung masih muda. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Oleh karena itu. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). Portugis pun melakukan hal yang sama. Dari bahasan Atja & Edi S. Secara lingual. terdapat dua negeri Wahanten. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam".

dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. puteri sulung Raden Patah. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. serta memperoleh putera laki-laki. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Itulah sebabnya. Putera kedua. Oleh karena itu. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Adipati Arya Surajaya. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Pada waktu itu. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Sehingga. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Sabakingkin atau Hasanuddin. diberi nama Yusuf. telah mengalahkan kharisma uwanya. Dari perkawinannya. Pangeran Sabakingkin. lahir pertama Ratu Winahon. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). kekuatannya tidak seberapa. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. Mereka dapat ditaklukkan. menjadi tidak harmonis lagi. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Kesultanan Pakungwati Cirebon. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. dan persenjataannya pun tidak lengkap. Pangeran Arya (Pangeran Japara). hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. B. Untuk jaringan politik. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. menjadi penerus ayahnya.

jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Jelas. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 3. Karena Pakungwati. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Sultan Demak (Raden Patah). Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. bahwa tidak lama lagi. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. 10. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. Sang Aryya Suraprasa. Kyai Wudhubasuraga. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). 8. Raja Daerah Gunung Banjar. Aryya Senapati Bhimajaya. 13. Ratu Hyang Banaspati. Kekhawatiran Sultan Demak. Karena sudah tersiar berita. 9. tersumbat. 16. Sang Aryya Wuludada. Sang Adhipati Patala. 4. Raja Daerah Rumbut. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. Ratu Ancol. Pradharmaya. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. 2. 11. Tumenggung Linggageni. Raja Daerah Pager Wesi. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. 7. Raja Daerah Wahanten Girang. Raja Daerah Simpang. akan menyerang Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akan tiba armada tempur Portugis. Raja Daerah Hanum. 14. Raja Daerah Gunung Batur. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Oleh karena itu. Pada saat itu. Sang Aryya Wirasakti. Sang Prabhu Walahar. Raja Daerah Pagawok. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Adhipati Suranggana. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). 12. adalah: 1. 6. 15. 5. Raja Daerah Muntur. Aryya Pulunggana. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Gunung Ageng.

ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. Susuhunan Jati. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. kembali ke Demak. janda Pangeran Sabrang Lor. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. perdukuhan. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. terdiri dari 1. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. menyusup berkehling kota. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Sebagaimana yang telah dikemukakan. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). kembah ke Demak. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. sedang dalam pelayaran. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. sambil menjajakan bermacam-macam barang. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. barulah Panglima Fadhillah Khan. Pangeran Sabrang Lor. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. Singgah di Pakungwati Cirebon. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. Kekuatan pasukan gabungan. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. Setelah itu. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Beberapa bulan kemudian. desa. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi).967 tentara. adalah putera mahkota Demak. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai "gerakan pendahuluan". Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. Kemudian mengadakan gerilya. Ratu Ayu. bandar. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya.Oleh sebab itulah. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. la gugur pada usia muda. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. Tak lama kemudian.

Sang Adipati Arya Surajaya. Kemudian.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". menyelamatkan diri. lebih siap untuk bertempur. Karena hal ini. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin.1993: 68). sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. telah lebih dahulu masuk agama Islam. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". menerobos hutan lebat. penguasa Wahanten Girang.1988: 8). setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). bergegas menuju Pakuan (Bogor). dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. sempat dibinasakan.Adipati Sang Arya Surajaya. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Akan tetapi. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). Kemungkinan. Adipati Wahanten Pasisir inilah. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di balik peristiwa itu. Secara diarn-diam. sesungguhnya. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Akhirnya. Sesuai rencana. pusat pemerintahan Banten. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. Sangat masuk akal. Sebab. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. dalam usia 48 tahun. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. untuk menumpas huru-hara tersebut. tibalah serangan mendadak. Serangan dahsyat.

mengemukakan usulnya kepada panembahan. yaitu Hasanudin. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. bahkan tidak dilemahkan. rupanya telah terjadi manipulasi. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. bahwa setelah selesainya ekspedisi. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. dari seorang tokoh. Kemungkinan besar. Akan tetapi. makaYusuplah lagi . antara lain: Apabila Ki Jongjo. Secara kekerabatan. Sayangnya. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Berdasarkan kutipan tersebut. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam".1983: 34). Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. di komplek makam Tempat Suci itu.Suranggana alias Ki Bagus Molana. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. seorang dari Pakuwan. yang bergelar Ki Bagus Molana. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n .dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . sulit dibenarkan. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. kemudian berkembang menjadi dua orang. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". oleh pernyataan. anak Hasanuddin. maka Molana Yusuplah. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana.

Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. gelar "Agus" itu. dengan sebutan Sultan. Gelar itu. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sependek nama Jong dan Jo. Kembali ke Wahanten Girang. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Setelah makamnya dikeramatkan. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". putera Sri Baduga Maharaja. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Pengertian panembahan. Pertanyaannya. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek.1983:149-150). Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Setidaknya. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. seharusnya. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Konon menurut dongeng. Kropak 408 Sewaka Darma. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. Dengan demikian.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. yang terlebih dahulu masuk Islam. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. dan memperoleh gelar Panembahan. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Oleh karena itu. merangkap jadi penguasa. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. Seandainya. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada.

Nyai Arya Baroh. saudagar kaya dari Perlak. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). tewas binasa. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. Sang Arya Surakreta. Beberapa bulan kemudian. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. diberi nama Keraton Surasowan. hanya 6 tahun lamanya. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. Kemudian. keraton ia dirikan. Sebagian besar penduduknya. Selanjutnya. di Pelabuhan Sunda Kalapa. bahwa wilayah Sunda Kalapa. Permaisuri. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. yaitu Nyai Arya Baroh. oleh Susuhunan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdesak dan menderita kekalahan. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Setahun kemudian. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Armada Portugis dipukul mundur. Panglima Fadhillah Khan. Jati Cirebon. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. sehingga banyak tentaranya yang tewas. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi).452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. Dalam pertempuran itu. Mereka tidak mengetahui. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Sebagai catatan. Anggota pasukan yang tersisa. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. dan para pengiringnya. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). Sisa yang masih hidup. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. beralur darah trah Rasul Muhammad. sebanyak 1. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. tiba di perairan Sunda Kalapa. setelah memeluk agama Islam. Ia puteri Adipati Kranda. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. menyelamatkan diri. kakaknya Sang Arya Surakreta.

Oleh karena itu. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . Susuhunan Jati Cirebon. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. menggantikan posisi ayahnya. akan digempur". oleh Susuhunan Jati Cirebon. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. memanfaatkan situasi seperti itu. Akan tetapi. mengeluarkan asap hitam. Prabu Ningratwangi. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. seperti kebiasaan di masa silam. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. jumlahnya banyak. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. adalah putera Prabu Ningratwangi. sambil memuntahkan logam panas". Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. Oleh karena itu. pada tahun 1501 Masehi. oleh Susuhunan Jati Cirebon. Kalau tidak. cucu Prabu Dewa Niskala. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. menjadi penguasa Kerajaan Galuh.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. Prabu Jayaningrat. Berdasarkan riwayat hak waris. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). telah terjadi perubahan situasi politik. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. adalah adik Sri Baduga Maharaja. la. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. memohon bala bantuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. wilayah Pakungwati Cirebon. Dalam pertempuran ini. terdesak. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. Serangan. dilengkapi senjata meriam. di dekat Bukit Gundul. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat.

kasuran. perkasa. atuntunan tangan (kerjasama). kehilangan tokoh penting yang disegani. yang mewakili Susuhunan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang lima belas kali. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. tidak kalah). Pada saat itu. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. bahwa: 1. Silih asih (saling menyayangi). Peristiwa tersebut. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. menyepakati. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. berhasil direbut. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. 3. Maksud "tidak kalah" tersebut. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. kuwanen. 2. pemberani. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. agar Pangeran Pasarean. Akan tetapi. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. dapat ditaklukkan. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. Akhirnya Talaga. Kebijakan itu dilakukan. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedua belah pihak menempuh jalan damai. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). Palimanan.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). Sejak itulah. Demak. Tidak saling menyerang. dan Kuningan. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. janganlah putus. pasukan gabungan Pakungwati. menjadi pembesar kerajaan.

menghilang tanpa meninggalkan jejak. Rasa hormat dan kekaguman itu. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). dianiaya. Pada masa pemerintahannya. la digantikan oleh puteranya. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Dalam suasana tenang dan damai. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. ia merenungi hidupnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). Pendeta sakti di Sumedang.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Pada kesempatan itu. mati ditenggelamkan ke dasar laut. Munding Rahiyang namanya. keonaran. direbutnya kembali. senantiasa menciptakan huru-hara. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Sri Baduga Maharaja. Oleh karena itulah. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. C. dibunuh tanpa dosa. Akan tetapi. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. ditenggelamkan ke dasar laut. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Prabu Ratudewata. Sang Prabu Ratudewata. adik Ratu Wiratala. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). Sanghiyang Siksakandang Karesian. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. Pendeta di Jayagiri. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. ada pendeta sakti. Pendeta di Ciranjang. Berpuasa. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. yang telah disepakati ayahnya. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. tapi tidak mati. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . la tetap hidup.

Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). ia bertindak sesuka hatinya. Sang Prabu Ratudewata. Sebab. Serangan laskar Surasowan Wahanten. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. haywa ta sira kabalik pupuasaan). lan bakti ring wong atuha. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. ponggawa-ponggawa kerajaan. Ciranjang dan Jayagiri. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. pejabat. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). merampas tanpa rasa malu. puteri Prabu Ratudewata. melanjutkan gerakannya ke arah utara. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. selama 8 tahun. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Susuhunan Jati Cirebon. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. pengawal raja. sekaligus merupakan "unjuk rasa". Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Mengingat. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. perwira. asampe ring sang pandita). berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Sesungguhnya. sangat beralasan. ngarampas tanpa prege. Kemungkinan. tidak hormat terhadap yang tua. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . tewas berjatuhan. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. tidak sungguh-sungguh. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. ayahnya. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Karena. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). la membunuh orang tidak berdosa. Atau boleh jadi. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet).

Keberangkatannya ke Demak. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). dan memperisteri ibu tirinya. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. Prabu Ratudewata. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. Bale. Pada masa pemerintahannya. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. Akan tetapi. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere).com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. tempat orang Portugis biasanya berdagang. cotodas as mail ilhas deste arapelago.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Puncak kebiadabannya. Keberadaannya di sana. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). mencatat semua kejadian. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. untuk ikut menyerang Pasuruan. Emperador de toda a illla da Iaoa. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Prabu Sakti masih beruntung. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. paraque pessoalmete. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. akibat perilaku buruk seorang raja. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. Angenia. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. Sebagian dari catatan perjalanannya. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). I Madura. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. janda dari ayahnya.

adalah Nyai Pembayun. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. tidak terbitung para pendayung. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1984: 46-47).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan demikian. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. Dialah kaisar Pulau Jawa. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. adik Sultan Trenggono. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Kangean. Maksudnya. Raja Sunda. Bali. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Fernao Mendes Pinto. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara.000 orang. adalah Ki Fadil. -yang juga menjadi bawahannya. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. Berdasarkan pendengaran. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten.1999: 90). sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. isterinya Fadhillah Khan.

Adanya anggapan seperti itu. Oleh karena itu dapat dimaklumi. la wafat di Pengpelangan. antara Wahanten . akhirrrya menjadi "negara sahabat". Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Sang Prabu Nilakendra.Sunda Kalapa . hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). mencatat pada masa pemerintahannya. mempunyai kedudukan penting lainnya. Pada masa pemerintahannya. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). bagi kepentingan mitra dagang. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". yang penting diperhatikan. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan.Portugis. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. Kembali kepada Prabu Sakti. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Madura. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. Bali. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baru berperan sebagai Adipati Wahanten. serta menempatkan armada lautnya di sana.Demak . karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). Portugis menerima kenyataan seperti itu. polah sang nata). Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. adalah tentang adanya hubungan multilateral. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Bahkan. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Sedangkan Maulana Hasanuddin. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Fadhillah Khan.Pakungwati . Angenia. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Portugis yang semula dimusuhi. Sebab. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Dari pendengaran. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon.

sudah dicampakkan jauh-jauh. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . manteramantera Tantrayana. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. Akan tetapi. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. Setiap saat. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. tidak ada ilmu yang disukainya. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. yang mengapit gerbang terlarang. secepat kilat. jimat-jimat. akibat angkara-murka penguasanya. adalah kepercayaan mistis sinkretis. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. Tantrayana. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. dilukis dengan emas. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). kehancurarr). yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. serta dihantui bencana kelaparan.berada di ambang pralaya (kiamat. dalam mendahului upacara Tantrayana. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Petani menjadi serakah akan makanan. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. itulah. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. Pada tahun 1567 Masehi. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. keraton Pakuan Pajajaran.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. Makan minum sampaimabuki. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bendera keramat. dimeriahkan oleh pesta pora. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. telah. mahayu na kadatwan. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. Makan enak. menembus jantung ibukota Pakuan. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. tan igar yan ta pepelakan). Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. bahwa tidak akan lama lagi. Bagi Prabu Nilakendra. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar).

putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Pada mulanya. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. Latar belakang tragedi. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. Tohaan di Majaya kalah perang. adalah menantu Prabu Ratudewata. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. oleh bocah pengiringnya. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. D. Tidak pernah ada berita. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. hanya tertulis secara singkat. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). adalah putera Susuhunan Jati. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. dari Nyai GedengTepasan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. adalah negeri yang kuat. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. calon pengganti Susuhunan Jati. Kemudian. sangat menarik untuk dicermati. Susuhunan Jati Cirebon. bahwa Surasowan Wahanten. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. ia telah membuktikan. Sunan Prawoto. Bupati Jipang. mempunyai hak yang sama. yang tidak menyertainya ke pengungsian. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Selain itu. Kekosongan tahta Demak. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Mungkin dia tewas di pengungsian. ayahnya Prabu Nilakendra. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. yaitu Prabu Sakti.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. wafat dalam usia muda. diharapkan oleh puteranya. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. Sebab. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Nasib kehidupan kota Pakuan.

132 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). Sedangkan Pangeran Bratakelana. yang bergelar Pangeran Suwarga. sedang berada di Demak. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. adalah putera Susuhunan Jati. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. pada waktu itu masih kanak-kanak. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. karena berupaya membela Prawoto. Kedudukan tertinggi itulah. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Syarifah Fatimah. Pangeran Suwarga. pemerintahan Pakungwati Cirebon. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. Wanawati Raras. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Pangeran Suwarga. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. adiknya Prawoto. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Jipang menyerang Demak. Atas restu gurunya. diharapkan adalah cucunya. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. sebagai Susuhunan Cirebon. mendahului kakeknya. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Pada saat peristiwa itu terjadi. Naik tahtanya Fadhillah Khan. dianggap tidak semestinya. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. Sultan Trenggono.Pangeran Sekar. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). menjadi masalah kerabat keraton lainnya. tewas pula. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. Mengingat. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. Sedangkan pada waktu itu. Susuhunan Jati. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Karena Pangeran Emas. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. putera mahkota Cirebon. Sunan Kudus. secara terselubung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. juga warga Demak.

Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. walau sesungguhnya tokoh tersebut. mengkilap dan berseri. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". berhasil menjadi negari niaga maritim. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bupati Jayakarta (Jakarta). Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi).1964: 48). martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. Pangeran Yusuf. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). bila tidak dikenal asal-usulnya. Karena itulah. Surasowan. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. .Melihat kenyataan seperti itu. mendadak berubah menjadi licin. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. melainkan Hasanuddin. ketika ia bersalat di permukaan laut. Panembahan Hasanuddin. Sendi-sendi Islam. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. dengan "doa" Hasanuddin. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. mampu berdiri sendiri. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. . Bagi penulis "Serat Banten".yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. Sedangkan dari isterinya yang kedua. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. Misalnya. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. dipandang oleh masyarakat Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. Sekaligus.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). digantikan oleh puteranya. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Wahanten Pasisir. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. kisah tentang watu gilang. berdaulat. dan Pangeran Arya. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. dalam kisah "Serat Banten". melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. Menurut "Serat Banten".

Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. kertas. Panembahan Ratu. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak.1993: 81). Situasi perdagangan di Karangantu. rempah-rempah dari Maluku. Minyak kelapa dari Belambangan. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. 3. sisir. kulit penyu dan gading gajah. jarum. membeli rempah-rempah. cengkeh. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. beludru. dan kain putih dari Coromandel. penguasa Kesultanan Pajang. Palembang dan lainnya. Ketika kembali ke negerinya. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. ikan kering dari Karawang. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. berhasil ditundukkan. payung. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. kain sulaman. dalam Michrob. dan sebagainya. kayu cendana. Ketika mereka kembali.1961:13.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. beras dari Makasar dan Sumbawa. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Banjarmasin dan Palembang. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. Orang Arab dan Persia. benang emas. gula dari Jepara dan Jayakarta. Dari segi hubungan kerabat. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. selop. menjual kain dari kapas. porselen. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. sutra. sudah demikian menurun kharismatiknya. digambarkan sebagai berikut: 1. lada dan Lampung dan Solebar. mereka membeli lada. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). Selain ditinggallcan oleh Surasowan. Orang Gujarat. Sumbawa. buah pala. nila.Sunda (Pajajaran). Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. sutera. Makasar. kipas. Pedagang-pedagang dari Cina. berdagang permata dan obat-obatan. di Pakungwati Cirebon.

1983: 38 dan 59). Cina. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. besi dari Karimata. gading gajah dari Andalas. perdagangan dan pertanian.cendana dan kepulauan Sunda kecil. Ternate. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Makasar. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . demikian juga tembok benteng di sekehling istana. keamanan wilayah. gangguan keamanan. perkampungan orang Pegu.1977: 448). sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. dapat diatasi dengan baik. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. Persia. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Siam. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. Pada masa Maulana Yusuf. Dengan demikian. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. 1950:182). Laskar Surasowan Wahanten. Bugis. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. dari sejak pemerintahan ayahnya. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. Kedah dan Selong di Malaka. Turki. 1975: 160). mulai dipersiapkan. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Banjar. tenunan dan Bali dan Sumbawa. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. adalah Pakuan. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. dan sebagainya.1983: 31). timah putih dan timah hitam dan Perak. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. orang Arab. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sasaran utama penyerangan. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan.1981: 56-58). strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Bali (Tjandrasasmita.

Palangka itu. digantikan oleh puteranya. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Prabu Ragamulya Suryakancana. Sampai sekarang. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Dari peninggalan yang ada. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. Bagi Panembahan Yusuf. la tidak menghendaki. di Cisolok dan Bayah. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). keturunannya masih merupakan kaum-adat. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. merupakan upaya "pembersihan". mengungsi ke pantai selatan. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa.rover. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. laskar Surasowan Wahanten. Kelak. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. maka di kota Pakuan. beserta ketiga saudaranya. Oleh karena itulah. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Kota Pakuan Pajajaran. tetapi di Pulasari. Padahal. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. terhadap kedzaliman. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. Prabu Ragamulya Suryakancana. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. Bila kenyataan yang terjadi. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. Dengan diboyongnya batu tersebut. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Sekarang. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. Disebut demikian. sangat memungkinkan. Pada masa pemerintahannya. Pandeglang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran".

yang meninggalkan urusan duniawi.Kampung Ciptarasa. akhirnya berpusara di tempat lahir. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Jejak peristiwa itu. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. napas tertua bentuk kerajaan. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. tentunya tidak membuat babak baru. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". penguasa masyarakat Sunda pertama. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. hanya berusaha mempertahankan diri. Menurut cerita leluhurnya. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. sambil menyongsong ajal tiba. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. Mungkin ia pergi ke Pulasari. beribukota d. dibinasakan. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi.Puasari. Sekelompok kecil yang bernasib baik. Pandeglang. Prabu Ragamulya Suryakancana. Sesungguhnya. mereka meninggalkan kota Pakuan. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. dalam Pantun Bogor. secara samar-samar. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. dikisahkan Ki Baju Rambeng. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . la hanya sebagai "rajaresi". Prabu Ragamulya Surya Kancana. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. Akan tetapi. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. bahwa di sanalah. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia.

di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. terutama dalam hal pembangunan kota. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. Melihat kenyataan seperti itu. tinggal di keraton Japara. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. Konflik tidak dapat dihindari lagi. Pangeran Arya. dan 2. Pangeran Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan Panembahan Yusuf. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). niaga maritim. Maulana Yusuf meninggal dunia. antara lain: 1. D. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). semakin berkembang pesat. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rata Winahon. Sejak kecil. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. Pangeran Japara bersama pasukannya. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi).Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. kepada Pangeran Japara. Pada tahun 1580. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). pengembangan areal pertanian. Oleh karena itu. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. ia dikenal juga dengan sebutan. baru berusia 9 tahun. Pangeran Japara. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Ketika itu. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. putera mahkota Pangeran Muhammad. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Panghulu Negara (Kadhi). Panembahan Yusuf. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten.

tidak tercapai. Diceritakan pula. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Malabar. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Malaya. Keling.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pegu.itu. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. dan akhirnya diusir dari Banten. Turki. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. Bersama 249 pasukannya. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Arab. seperti dari Bugis. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. hingga ke pelosok-pelosok desa. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Setelah persitiwa itu. pada tanggal 22 Juni 1596. dari berita pedagang Portugis. Bengali. Gujarat. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Dan pasar yang ketiga. temboknya dilapisi porselen.1993: 89). terletak di Pacinan. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Seperti halnya ayah dan kakeknya. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. bertindak sebagai walinya. yaitu daerah Karangantu. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. Cina.1993: 89). yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. sebagai pencatat perjalanan. dan Abesinia. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. Pasar kedua terletak di Paseban. dan lain-lain. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. di bagian utara Kerajaan Belanda. Melalui Tanjung Harapan. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. Dalam pelayarannya. Rupa-rupanya. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Jawa. Mangkubumi Jayanagara.

pada tanggal 17 Nopember 1602. Bahkan. karena kecongkakannya. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. armada Kesultanan Surasowan Banten. didampingi oleh kakeknya. Pertempuran sengit. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. hampir memukul mundur pasukan Palembang. sebagai Wali Kesultanan. Sebab. berlangsung di sekitar Sungai Musi. tidak menghasilkan apa-apa. jabatan Wali Kerajaan. Sultan Maulana Muhammad. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). yang baru berusia 9 bulan. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. yang kasar dan tidak bijaksana. di negeri rencong itu. pada tahun 1602. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. ia tewas terbunuh. pada tanggal 13 November 1596. Sultan yang masih bayi itu. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. ia diturunkan dari jabatannya. la memimpin langsung pasukannya. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Akhirnya. berputera Abdulmafakhir. Ratu Wanagiri. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. cucu Sunan Prawoto Demak. Armada dagang yang dipimpinnya. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. ditarik mundur. Akan tetapi. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. putera Aria Pangiri.Sikap Cornelis de Houtman. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Karena sikap congkaknya. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. Sementara itu. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. ia melanjutkan perjalanan. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Akhirnya. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. Mangkubumi Jayanagara. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mereka tiba di sana. Perwalian. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). Selanjutnya. Kemudian.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Pangeran Mandalika. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tanggal 23 Oktober 1608. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. di Belanda terjadi peristiwa penting. Bahkan. di kalangan Keraton Surasowan Banten. Snouck Hurgronje (Roesjan. pada bulan juli 1608. terjadi kembali huru-hara besar. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. di antaranya Insan Kamil. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. oleh penduduk Nusantara.Sementara itu. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. Pangeran Mandalika bersama adiknya. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. pada tahun yang sama (1602). Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. Melihat situasi seperti itu. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. dalam Michrob. yaitu suku Bataav. mengadakan huru-hara di pelabuhan. pada tahun 1604. Melihat kondisi seperti ini. Akhirnya. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. yang kelak diambil oleh Dr. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Didukung pula oleh pihak Inggris. Akan tetapi. Sementara itu. Pada tanggal 13 Mei 1626. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. pada tanggal 30 Mei 1619. Rasa ketidakpuasan itu. agar Sultan Abdulmafakhir. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. mencapai puncaknya. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Kongsi dagang tersebut. Kekuasaan sepenuhnya. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. Pangeran Arya Ranamanggala. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Mangkubumi terbunuh. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. yang diberi nama Batavia. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir.1993:127). sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. Peristiwa tersebut. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam.

Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. Selanjutnya. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. . 4. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Pangeran Lor. Sultan Abdulmafakhir. Pada tahun 1645. bagi Kesultanan Surasowan Banten.Sultan Abdulmafakhir. Begitu juga dengan putera mahkotanya. dan 5. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Pada tahun 1640.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bersikap bebas. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. kedudukan Sultan Anom. Pangeran Raja. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. 2. la seorang Sultan yang cepat tanggap. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. Abdulma'ali. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). akan tetapi. Akan tetapi. putera mahkota. 3.Gelar ini diperolehnya. sering "terjun ke lapangan". adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. Pangeran Arya Kulon. ia meninggal dunia dalam usia muda. Kesepakatan perdagangan. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. merupakan masa kemakmuran. diserahkan kepada Pangeran Surya. Ratu Pembayun. pada tahun 1650. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. antara lain: 1. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . diangkat menjadi Sultan Anom. Perjanjian itu. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. ia mencapai perjanjian perdagangan. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. dilanjutkan oleh cucunya. Pangeran Surya. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. E. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir.

Antara lain. 3. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. dan 4. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terhadap Kompeni Belanda. Ratu Kulon. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. 2. merupakan pekerjaan yang sulit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. 3. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. 2. yaitu: 1. Pangeran Lor. Pangeran Kidul. 4. Pangeran Raja. Oleh karena itu. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. dan Ratu Tinumpuk. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. bahkan kemungkinan besar akan gagal". terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. dari manapun asalnya. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Serta empat orang saudara seayah. yaitu: 1. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. baik orang-orangnya. empat orang saudara kandungnya. Pangeran Kilen. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. sebagai pejabat tinggi negara.Pangeran Surya. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Pangeran Wetan. Ratu Inten. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah.

kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. Di wilayah perbatasan. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. Jalur angkutan laut. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. harus dipancing keluar dari sarangnya. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". Di darat. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. pasukan patroli Kompeni Belanda. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". Kompeni Belanda. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Di laut. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. tidak akan pernah sampai ke Batavia. terlihat watak maritim Banten murni. Akan tetapi. Kompeni Belanda. yang tidak diinginkannya. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Untuk memenuhi strategi itu. Setidaknya. menurut perjanjian 1645. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Sebagai catatan. 2. setiap ada kesempatan. supaya kapal-kapal itu. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. memusnahkan tanaman tebu. Panembahan Hasanuddin. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. Semua aksi-aksinya. Tujuannya.1. Padahal Kompeni Belanda berharap. satuan-satuan armada kecil. Mengenai satuan tempur di darat. dalam satuan-satuan kecil. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. yaitu sebelah Timur Cisadane. dan 2. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. dan 3. harus dipotong. tanpa basis yang tetap (gerilya).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. Pasukan "gerak cepat" itulah. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan.

ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. pada tahun 1653. ia mempunyai dua orang kawan. Baik van Goens maupun Speelman. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. Mereka mendorong. yang membantu Dewan Hindia Belanda. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. yang sekaligus menjadi penasihatnya. saling mengisi dalam watak dan pendapat. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. adalah hasil dari buah tangannya. Maetsuycker. dan pandai bergaul. selanu 30 tahun. Sebagai ahli hukum. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. sejak masa GJ. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. yang tidak bertahan lama. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. Akan tetapi. ulet. yaitu: mahir menjadi pedagang. la terkenal cerdas. Maetsuycker. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. van Goens. sebagai sumber pangan. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. "Statuten Van Batavia". Maetsuycker tidak senang bertualang. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. Menurut pandangan mereka. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. telah memenuhi persyaratan. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Trio itulah. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. kedua penasihat Maetsuycker.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Anthony Van Diemen (1636 -1645).dalam "pembaharuan perjanjian". dan Speelman. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). sangat puas atas prestasi Maetsuycker. Sultan Abdulfatah. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). menggantikan Carel Reynierszoon. Untuk mencapai tujuannya.

yang berdasarkan kelompok etluk. bersedia membuka jalur perundingan. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. Menjelang akhir masa perjanjian. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Pertukaran nota. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. Sebab di laut. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. Kesultanan Surasowan Banten. derigan membentuk pasukan "pribumi". Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. hampir berhasil. dilakukan sampai beberapa kali. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. 6. agar ia bertindak lebih keras. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. utusan Kompeni Belanda. sebanyak 10 pasal: 1. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. Padahal. menginginkan Maetsuycker. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Terhadap tindakan itu. Pada tahun 1657. Akan tetapi. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. van Goens dan Speelman. baik di darat maupun di laut. Karena merasa lemah di sektor darat. Sebab secara pribadi. Banten harus membayar kerugian perang. 5. 4. Ancaman dari darat inilah. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Untuk memenuhi keperluan tersebut. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 3. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. 2. atas biaya dari Banten. membawa usul "perdamaian". Kedua belah pihak. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. Pada tanggal 29 April 1658. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. Sampai akhir tahun 1656.

pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. Penolakan tersebut. secara bebas dapat membeli meriam. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. Oleh karena itu. harus dikembalikan ke Banten. 2. demikian juga sebaliknya 8. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". peralatan-peralatan yang dimaksud.1993:137). maka sebagal imbalannya. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. Sultan Abdulfatah sangat faham. yang dinilai sangat tidak adil. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar.7. Menuntut. Tuntutan yang kedua. 2. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . agar orang Banten. Menuntut. berarti menyulut sumbu perang terbuka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . agar "bunuh diri". Seperti yang telah diduga sebelumnya. Perbatasan Banten dan Batavia. karena: 1. Dengan tegas. sebagai imbalan. Sebagai jawabannya. 10. Sebab. (Michrob. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. 9. Sultan Abdulfatah menegaskan. yang telah diperolehnya. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. Tuntutan yang pertama. pada tanggal 11 Mei 1658. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. agar orang Banten.

telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. Tumenggung Wirajurit. di sekitar Pulodua dan Pulolima. di perairan Labuhan Ratu. Ratu Bagus Singandaru. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. Dengan melalui jalan darat. selama 9 hari. Pertempuran sengit itu. Oleh karena itu. 4. 5. Selain itu. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. di perairan Karawang.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. yang masing-masing diberi nama. Pertahanan ibukota. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. karena dalam rangka blokadenya. di perairan Pontang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. Hal ini dilakukan. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. Sepuluh di antaranya. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. ditempatkan di pantai Caringin. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. Ratu Bagus Wiranatapada. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. mulai memuntahkah tembakan salvo. Arya Suryanata. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. di perairan Tangerang. dipusatkan di sekitar pelabuhan. berlangsung sampai senja hari. Sultan Abdulfatah memerintahkan. dengan kekuatan 60 meriam.000 orang. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Akan tetapi. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. 2. jenis canon (meriam besar). selalu "berkeliaran". 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . balasan dari pasukan ardleri Banten. 1. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. di perairan Tanara. sebuah satuan tempur darat. yang menyebar di sekitar pelabuhan. 3. perairan Selat Sunda. Si Muntab dan Si Kalantaka. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. untuk menjaga serangan dari laut. Kapal-kapal Kompeni Belanda. Suranubaya. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. Sedangkan satuan Artileri Banten.

Mereka dibekali pasukan baru. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Kemudian Sayid Ali. dipandang sebagai ancaman baru. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. dan Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. Akhirnya. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. pada tanggal 10 Juli 1659. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. dari pasar Batavia. kemudian memeluk agama Islam. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. Sebab. Melihat kenyataan ini. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. Oleh karena itu. titik berat dari perjanjian itu. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. Sebetulnya. Sultan Abdulfatah. akan ditangkap. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. Kompeni Belanda. armada Kompeni Belanda. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini.Sebelum malam tiba. tentang hak membeli senjata dari Batavia. Padahal. menuju ke laut lepas. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. sepanjang sungai Cisadane. bertindak atas nama Sultan Jambi. di garis depan Angke-Tangerang. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Perundingan berlangsung di Batavia. dari kedua belah pihak. Bagi orang Kompeni Belanda. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. Pimpinan baru. tanpa alasan yang sah. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. yang sudah memerlukan istirahat. terjadi stagnasi. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. tidak menuntut hak monopoli. oleh Kompeni Belanda. Di Batavia. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. adalah: pengukuhan garis perbatasan. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. karena pihak Kompeni Belanda. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. untuk mengadakan penyegaran pasukan. telah banyak korban yang jatuh. Sementara itu. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. harus dikembalikan ke Batavia. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n .

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. Kemudian. 2. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. dengan cara mencari setiap kelemahan. yang selalu memanfaatkan kesempatan. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. tetap diperbolehkan dibuka. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . biaya pemeliharaan kantor tersebut. Sebab. akan diberi gelar kebangsawanan. atas permintaan kepala perwakilannya. bahwa para gerilyawan Banten. Bahkan. Strategi Sultan Abdulfatah ini. tidak dikenakan bea pelabuhan. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. dengan bayaran tinggi. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". dapat menyitanya. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. ada barang yang dianggap terlarang. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Kemudian. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. F.Sebagai catatan. antara lain sebagai berikut: 1. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. petugas pemeriksa dari pihak Banten. Bahkan bila dianggap layak. Kelak terbukti. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Bila dalam kapal Kompeni itu. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten.

bahwa "Banten harus ditundukan. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. selain letaknya yang jauh. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. juga sarana perhubungannya sulit. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Salah satunya. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. dalam tempo 9 hari perjalanan. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. Saluran itu. karena terletak cukup jauh dari pantai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah banyak hal yang terabaikan. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda.000 jiwa. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. sepanjang saluran yang baru. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. Kompeni Belanda menyadari. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. Dengan demikian. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. Pada saat perang berlangsung. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Posko pertahanan sebelah timur ini. Di sebelah kiri dan kanan saluran. dibuat sepanjang jalan lama. Kedua. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. Oleh karena itu. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. Kompeni yang akan lenyap". bahkan dihancur-lumatkan. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. kepada atasannya di Netherland. Dibangun saluran secara berantai. Sebab selama perang berlangsung. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. pada tanggal 31 Januari 1679. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. karena beban logistik yang terlalu berat. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. antara lain sebagai berikut: Pertama. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Hal ini disebabkan. bahwa pembuatan saluran tersebut. atau. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang.tujuannya. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Strategi ini.

Muara Beres. Sultan Abdulfatah. Terbukti. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". Selain pembangunan fisik. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. bahwa pemukiman orang Mataram itu. yang menuju Batavia. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. Ketika pecah perang. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Alih teknologi. ke sebelah timur dari Wales. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. dengan kekuatan 4. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . atau ke arah tenggara Muara Beres.Kesultanan Surasowan Banten. Dari orang EIC. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. yang mengirimkan koloni petaninya. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. Di Muara Beres. Peningkatan ekspor.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk mengepung benteng Batavia. 3.000 orang. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. dihuni petani biasa (bukan tentara). Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. pos terdepan pasukan Banten. Mata-mata Banten mendapatkan. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. 2. Sebab. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. Dari Wales. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. ia memperoleh informasi rahasia. yaitu: 1. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. Banyak di antaranya. Sultan Abdulfatah. Dengan demikian.

yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . Benggala dan Persia (Iran). De Haan berpendapat. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. dibuat pula saluran yang cukup lebar. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. 1996: 303). Melalui kongsi dagangnya. Hal tersebut. berbentuk busur. Negeri Belanda. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. tidak jauh dari pantai. dilengkapi pancuran dan danau buatan. Jalan masuk menuju komplek Istana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sekarang). Istana yang megah itu. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. diberi dinding bata pada kedua tepinya. ditempatkan menara jaga. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Dalam sumber Belanda yang sejaman. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. bahwa nama tempat itu (Ragunan). dengan nama Tubagus Wiraguna. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. pada tahun 1671. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. yang cukup tebal.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. Macao. Di sekitar tembok benteng. yang memiliki daya jangkau jauh. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. keraton itu dilaporkan bercorak modern. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Seluruh komplek. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Sultan Abdulfatah. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. mengundang para teknisi Eropa. Keraton Surasowan. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. Kelak. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. dapat ditandatangani tahun 1670. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. untuk menghindari pengintaian dari luar. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. Dari nama keraton itulah. Pada sudut-sudut benteng.

Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. Sejak itulah. Sultan Ageng Tirtayasa. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Tamat (Naerssen. Abdulkahar. pada tahun 1674. Sementara itu. pada tanggal 16 Februari 1671. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. diperintahkan oleh ayahnya. Peristiwa ini. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. putera mahkota Sultan Haji. untuk menunaikan ibadah haji. memerlukan waktu 2 tahun. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri.1977: 159). Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setiap saat. dapat saja meletus.

justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. Dalam kejadian ini. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. Sementara itu. Kesultanan Surasowan Banten. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. Sikapnya yang sangat hati-hati. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Koloni petani Mataram di Karawang. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. Dalam perjanjian Bongaya (1667). kehilangan sekutunya di kawasan timur. bila salah satu pihak diancam Kompeni.Hal yang meredakan ketegangan. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. hubungan Banten dengan Mataram. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. 800 dan 300 orang Makasar. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. tidak pernah mulus. banyak yang menyingkir. di antara kedua belah pihak. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. Kedua belah pihak saling membiarkan. Bantuan senjata dan perbekalan. Terbukti. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. cenderung mengarah kepada permusuhan. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. membuat ia mengambil sikap netral. Kekhawatirannya. kemudian bergabung dengan laskar Banten. berturut-turut telah datang ke Banten. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Oleh sebab peristiwa itu. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. Karena persaingan itulah. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Sisa-sisa laskar Makasar. Saran van Goens dan Speeltnan. dan kehilangan kebebasannya. dalam . belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar.

akan mengambil sikap netral. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. Panembahan Girilaya. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. sebagai Sultan Sepuh. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Mereka hanya menjanjikan. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. Akibat peristiwa itulah. Hanya saja. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. dalam peristiwa itu. Mereka bersama ayahnya. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. Menggunakan kapal perang Banten pula. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. dengan keraton Mataram. dapat dipererat kembali. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa. Selain itu. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. yang telah lama retak. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . ibu dan isteri-isteri mereka. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. Menggunakan kapal itu pula. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Sebagaimana telah dikemukakan. Oleh sebab itulah. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. tidak mungkin dipenuhi. karena alasan politik. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. kedua orang kakaknya. Ibunda Amangkurat I. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. juga puteri Mataram. Masing-masing. Kesultanan Surasowan Banten. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten.

Pada tanggal 2 Juli 1677. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. dengan tujuan mendapatkan wilayah. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. yang selalu hati-hati. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. Pusaka-pusaka Mataram. tidak menerima usul tersebut. Selanjutnya. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Akan tetapi. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. Berdasarkan pertemuan itulah. namun ditolak oleh Trunojoyo. Akan tetapi. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. menyeberangi Selat Madura. setelah Trunojoyo tertawan. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. melainkan oleh Kompeni Belanda. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Sebagai penggantinya. Speelman kembali ke Japara. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. Selanjutnya.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. la berkirim pesan kepada Speelman. sebagai tebusan biaya perang. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. Karena peristiwa itulah. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Akibat serbuan Trunojoyo. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. segera dilumpuhkan. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. putera mahkota Mataram. Selain itu. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. langsung menyerbu ibukota Mataram. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . sama-sama penganut garis keras. pada bulan Oktober 1677. Maetsuycker yang semula bersikap netral. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Speelinan pun mengusulkan. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. tidak meneruskan gerakannya. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. ia beserta mahkota Majapahit. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. termasuk mahkota Majapahit. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. dan menyerang Arosbaya di Madura.

Hubungan dagang Sumedang . dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656.F. Parakanmuncung dan Bandung. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. sebagal pembayar hutang biaya perang. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. menyingkirkan para kepala daerah setempat. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. yang merupakan wilayah bawahan Banten. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. Bupati Sumedang. senapan. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. Selanjutnya. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. karena Rangga Gempol III.Kompeni. Situasi baru ini. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. Sebagai langkah awal. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. melalui Kapten Hartsinck. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. sehingga memperoleh bantuan meriam. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Akhir tahun 1678. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. Rangga Gempol menggempur Sukapura. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. peluru dan mesiu. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. pada bulan September tahun 1678. pada tahun 1680. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. di bawah pimpinan Wiratanu.

Secara politis. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677.Cakrayuda. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Sebab. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Potensinya masih kecil. di daerah Indramayu. la senang meniru perilaku orang Belanda. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. tanpa kajian yang mendalam. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. Akhirnya. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. Kabupaten Cianjur. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. Tetapi yang paling membahayakan negara. la labil dalam sikap. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Rangga Gempol kembali berkuasa. Pendudukan Banten atas Sumedang. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. yang berkedudukan di Pamanukan. Sultan Haji. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. adalah menantu Bupati Bandung. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. Sultan Ageng Tirtayasa. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. Akan tetapi. mudah terpengaruh bujukan orang. serta orang-orang Belanda lainnya. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Sementara itu. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanya berlangsung kurang dari dua tahun. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. Caeff.

Dari "tiga serangkai Kompeni". dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. telah akrab dengan iklim tropic. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Rijcklof Volckertsz van Goens. Watak dan keuletan Speehnan. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Speelman mematangkan situasi. la tidak berani. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. dalam pertempuran di laut. karena ia meninggal pada bulan November 1681. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. Untuk kepentingan Kompeni. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. semakin meruncing. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. terbawa mati. karena gangguan gerilya Banten. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. tubuhnya kekar. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. Dalam sehari. Akhirnya. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. la sangat memahami. ia menyusun catatan pertempuran. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. la cerdas dan cerdik. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sikap licin seorang pedagang ulung. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. lengkap dengan keadaan politik. Speelman mengetahui. Oleh karena itu. ia orang Kompeni Tulen. ia berani mempertaruhkan nyawanya. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. pasukan Banten masih terlalu tangguh. Akan tetapi di darat. perunding dan panglima perang. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. Banten. namun lincah dan tak senang diam. terpaksa menahan diri. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. tetap rawan. Belanda kelahiran Rotterdam itu. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. menjadi penguasa wilayah". tanpa persiapan yang benar-benar matang.

melainkan sebagai "penolong". dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. dan Saint Martin. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. yang ditempati oleh Sultan Haji. Speelman mengutus Jacob van Dijck. Dengan dalih. pada malam 26 Februari 1682. Sehingga. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. tiba di Pelabuhan Banten. di bawah komando Saint Martin. pada tanggal 8 Januari 1681. padahal di benteng "Batavia". Padahal. Sementara itu. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Haji menawarkan perdamaian. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. di bawah komando Kapten Tack. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Van Happel. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". Kapten Tack. Akan tetapi. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. pasukan bantuan Kompeni Belanda. berjalan mulus. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Selanjutnya. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. pada tanggal 16 Maret 1682. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". yang menempati Istana Surasowan. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. sebagai perunding ulung. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Sloot. Sistem politik adu domba. ialah menghasut Sultan Haji. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan.

Beberapa hari kemudian. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. Akan tetapi. mulai menembus keraton Tirtayasa. bergerak menuju ke Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. Hingga bulan Agustus 1682. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. Akhirnya. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. Selanjutnya. Di tempat itulah. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Pada awal Maret 1683. berhasil merebut Pontang. Sedangkan di Tanara. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Saat itu. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Di Tanara. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. bergerak menuju Tirtayasa. oleh Sultan Haji. Pasukan gerilya Banten. meriam tempur Hartsinck. di sebelah selatan Tirtayasa. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. Pada bulan Oktober 1682. armada darat dan laut Kompeni Belanda. memasuki keraton Surasowan.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. Sementara yang lain menunggu di Sajira. disambut baik dengan penuh rasa hormat. mundur menuju Tanara. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. pada bulan November 1682. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. yang berada di Keraton Surasowan. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . pasukan darat dan laut Banten. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. sehingga terjadi stagnasi. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Pasukan gabungan ini. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. yang berisi bujukan dan permohonan. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Dari ibukota Surasowan. mencoba mempertahankan daerah tersebut. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. dengan perhitungan yang matang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tanggal 28 Desember 1682. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia.

Seperti juga raja Makasar. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. mencoba memodernkan negaranya. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. la dihormati dan disegani oleh lawannya. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. ia menyebutkan. ialah musuh besar Kompeni Belanda. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Akan tetapi. Denmark. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Banten. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Akan tetapi. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Kemungkinan besar. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. Karena terbukti. Tanpa ragu-ragu. Banten mencapai masa kejayaan. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji tidak berdaya. dan Perancis. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. dalam berbagai sumber. Sehingga. Sultan Ageng Tirtayasa. Menurut pengamatannya. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Bahkan. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Pada saat itulah.Keraton Surasowan. mereka merasa senang. Penangkapan itu. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Mungkin saja. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda.

Mungkin penunjukkan tahun 1672. Oleh sebab itu. dari manapun asalnya. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. Dalam tahap permulaan.Atas bantuan orang-orang Eropa. berada pada titik puncaknya. Hal itu justeru tetjadi. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Haji mengira. penerbit Saudara. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Para pedangan India. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. pada tahun 1677. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. la pun menuntut hak. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Disertai salah satu kapal milik Banten. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. Serang. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. melakukan pelayaran ke Philipina. dari sumber-sumber yang ada. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. sebelum kedatangan orang Portugis. Sultan Ageng Tirtayasa. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Benggala dan Persia. Macao. putera mahkota (Sultan Haji). Orang berkata. bukan sebagai "bangsawan niaga". seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. Kesadaran politik inilah. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Padahal. terdapat kesimpang-siuran. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Cina dan Arab. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. berakhir pada tahun 1683. melonjak naik. Satu tahun lamanya. Muhammad Ismail.

(Anggota). telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. dan lain-lain. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Tim inti itu. yaitu Tubagus Mustafa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah dilakukan penelusuran. yaitu Pangeran Sake. kesulitan yang dialami. edukatif. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. Saini K. Ekadjati (Ketua). No. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. 2. tingkat volume lama perjuangan. politis. 5. Adik Sultan Haji. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. Drs. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . G. dibentuk tim. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. terdiri dari: Prof. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. 4. psikologis. Skep/182/N/1985. jumlah korban pada pihak musuh. No. artistik. Pada tahun 1985. Karena nilai-nilai kepahlawanannya.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Dr.M. putera Pangeran Sake. Saleh Danasasmita (Anggota). Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. dan dukungan rakyat. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. berdasarkan. untuk meneliti. Salah satunya. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. dan Drs. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. 3. Sprin. Edi S. penelitian. tanggal 8 April 1985. luas wilayah perjuangan. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi.

dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. terukir oleh tinta emas sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 8.T. gagah berani. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Dari hasil seleksi pada waktu itu. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). Kini diorama dan patungnya. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). la raja yang bijaksana. Ketiga tokoh tersebut. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. dan 3. 7. 3. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Bagus Rangin. Raden Alit Prawatasari. 6. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). Perlawanan Bupati Sumedang R. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional.1. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Sri Baduga Maharaja. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. antara lain: 1. 5. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. 4. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). Sultan Ageng Tirtayasa. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi.A. Perlawanan rakyat Banten. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). 2. 2.

dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. Arca itu. Durga dan Ganesha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. kecuali satu.1996:101). 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. ternyata sebuah yoni. sekalipun orang Cina berkeberatan. Agastya. dua pakar yang terkenal. Pada wayang Kumbayana. Brumund dan Van Hoevell. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. meniru bentuk janggut patung Agastya. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. yang menggambarkan Brahma. semuanya dikirim ke Batavia.MELACAK RAJATAPURA I. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. kendi itu dihilangkan. Beberapa puluh tahun kemudian. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. Siwa. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. Beberapa bulan kemudian arca itu. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara.1984: 29). pada paro pertama abad ke-19. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. diangkut ke museum pula. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap.

adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. Halwany Michrob. Kedua-duanya. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). Pada materi yang sama.1993: 33). apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. dalam Guillot. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. mengemukakan pendapatnya. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. tuffa. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. 1850. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada berbagai singkapan. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. luasnya sekitar 17. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung.Boleh jadi. 1996. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). Sayangnya. Bila dikaji lebih dalam. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. 104). Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. Pemujaan terhadap Agastya. kemudian dibahas oleh Yogaswara. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda.

oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. (1996). dalam Michrob. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari.daerah ujung selatan Surnatera. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. dikatakannya kepadanya.1996: 106).1983: 33). seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari.1894 dalam Guillot. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Dengan demikian. 1984: 3334). mengisyaratkan. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. di Pulau Panaitan. Ketika bapaknya datang kepadanya. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1978: 38). baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli.1993: 33). II. Dalam pada itu. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. Selanjutnya. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat.

dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. Pada hemat kami. menurut cerita rakyat. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Uniknya. air terjun Curug Putri. Batu Kiara Jingkar. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). Air Terjun Curug Putri. ada semacam "gambar" ayam jantan. Kekeramatan batu tersebut. Ayam jantan tersebut. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. pipih. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Di lokasi tersebut. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara.19y6. Batu Sanghiyang Kotok. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. Patut disayangkan. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Batu Cangkrung. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). tidak pernah kering. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah.dicari".100).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Batu Kiara Sarebu. Menurut cerita rakyat. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. Untuk membuktikan kebenarannya. konon milik Maulana Hasanuddin. yang berserak di bawah cucuran air terjun. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. tebal 10 centimeter. Menurut cerita rakyat Cilentung. Menurut cerita rakyat. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". menurut cerita rakyat. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Batu Kiara Jingkar. yang dibentuk serupa "makam". Batu Cangkrung. di sekitar puncak Gunung Pulasari. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi.

dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari.300 meter hingga 1. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. Di lokasi puncak Rincik Manik. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. ketika diukur menggunaltan kompas. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. Di lokasi itu. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. Di lokasi puncak Roncang Omas. banyak sampah-sampah berserakan. Selain tempat-tempat keramat biasa. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Hal itu. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. tetapi hampir tidak menonjol. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Uniknya. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. lengan-lengan dan kelamin lelaki. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. Di lokasi puncak Rincik Manik. 1996). membujur arah utara-selatan. membujur arah timur-barat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. Makam yang satunya lagi. Makam yang pertama. Di bagian lain.346 meter di atas permukaan laut. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. yang ditinggallkan wisatawan lokal. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. nampak gosong. pada ketinggian antara 1. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. kelihatan pula. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. Mungkin.

1985: 92). menerangkan makna dan fungsi menhir. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). Mungkin Guillot kecewa. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri.1996:100).. Haris Sukendar. dan belum dikerjakan (Sukendar. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. "primitif" dan "kampungan". Di daerah Lampung. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). 1981/1982: 247). Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a ./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1.. Jawa Barat. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar.

banyak sekali. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. dengan mengucapkan mantra. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan..wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. yang menjadi tujuan terakhir. Mereka memohon kepada nenek-moyang. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya.1984: 42). tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan.. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka.

Lokasi di Desa Sukasari. Batu Goong. Batu Pahoman. Gunung Karang. Sanghyang Healeut. Kecamatan Banjar. Lokasi di Desa Banjarnegara. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Kecamatan Menes. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Berdasarkan kajian geografi sejarah. 9. Makam Gunung Cupu. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Batu Lingga. juga Gunung Aseupan. Kecamatan Saketi. Desa Pasirpeuteuy.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Lokasi di Kampung Pahoman.nenek-moyang. Desa Cikoneng. Cilabuan. 4. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Desa Sanghyangdengdek. Lokasi di Desa Batulingga. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Batu Rincik Manik. Lokasi di Kampung Kaduhejo. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Kecamatan Saketi. antara lain berupa menhir: 1. Batu Cihanjuran. Kecamatan Cadasari. keadaan pantai barat Pandeglang. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Kecamatan Cimanuk. lokasi di mata air Cihanjuran.1984: 42). kerikil dari letusan gunung. Terhanyutnya pasir. 2. Lokasi di Desa Gunungcupu. Sanghiyang Arca. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Dihitung secara geologis. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. oleh arus deras sungai Cibama. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. 7. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. Sanghiyang Dengdek. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. 6. Kecamatan Mandalawangi. 5. Gunung Pulasari. debu. Posisi di puncak Gunung Pulasari. 8. Jumlah 3 buah menhir. Kecamatan Saketi. Cicaringin dan Cibangangah. pada masa 2000 tahun yang silam. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. 3.

11. Desa Parigi. Lokasi di Desa Sukasari. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Tongtrong. Lokasi di Kampung Cibulakan. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Cimanuk. Kampung Sampalan. 6. Batu Tumbung. Kecamatan Mandalawangi. Batu Notod. Batu Kuda II. 10. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Lokasi di Desa Parigi. Batu Qur'an. Batu Kuda I. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk.1929: 47). Kecamatan Cimanuk. Batu Sanghiyang Kotok. Kecamatan Cimanuk. 7. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Kecamatan Saketi. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 12. 9. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Batu Kasur. 3.A. 3.III. Lokasi di Kampung Baturanjang. 8. Djajadiningrat. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Batu Cangkrung. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Desa Palanyar. Bupati Serang tahun 1908. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Palanyar. Batu Ranjang. Kecamatan Menes. antara lain: 1. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. 4. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Lokasi di Kampung Nembol. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang.A. Batu Pangasaman. 1786. Kecamatan Saketi. Batu Saketeng. Kecamatan Saketi. Batu Keris dan Bata Teko. Kecamatan Cimanuk. 2. Kecamatan Cimanuk. van Tricht. 5. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Lokasi di Kampung Cidaresi. Batu Kolam Citaman. dalam laporan resminya (1908 no. Desa Palanyar. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). 2. Lokasi di Desa Saketi. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batu Pangsalatan. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Di kawasan Popinsi Banten. di antaranya: 1. Kecamatan Cimanuk.

antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. Keterangan peninggalan tersebut. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. akrab.1984: 43). dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. Namun. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. Bagi mereka. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n .

"ratu bakti di dewata. kemungkinan ada unsur kesengajaan. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. 1984:41). 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. niskala = gaib). Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. kemungkinan besar pernah tersingkir. Sang Pencipta Roh. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Wisnu. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. mengemukakan pendapatnya. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. Kemungkinan-kemungkinan itulah. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari.1993: 5-6). Tidak menutup kemungkinan. dewata tunduk kepada hiyang). Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Iswara.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

. bertani dan sebagainya.. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. Kekunoan arca-arca tersebut. berdagang. .. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. mengusahakan pelayanan. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. Oleh karena kekunoannya itulah. di antaranya berburu di hutan pegunungan. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . Golongan ini banyak pengikutnya. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//.. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. Anutan mereka sekalian Waisnawa. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. Karena sekalian warga masyarakat. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. juga Hyang Wisnudewa. Ada yang memuja Hyang Siwa. Ada yang memuja Siwa-Wisnu... mengharapkan hidup lanjut dan selamat. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Sang Raja membuat candi. Ada yang memuja Hyang Ganayana.

1984). sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Saleh Danasasmita. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. hingga mencapai 8-9 kilometer. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia menulis tentang arca Ganesha. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. telah ditemukan di daerah Banten. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. Kota Palembang di Sumatera Selatan. Guillot menjelaskan. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). Oleh karena itu. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. pada bagian lain.1996:103). daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. untuk sementara belum dapat dipastikan.1996:108). berada tepat di pantai. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). Sedangkan Palembang sekarang. posisinya jauh dari garis pantai. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. sehingga hilang keunikan tempat asalnya.1984:13). Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. dan bahkan nama kerajaan itu. Akan tetapi. Banten sebelum masa Pajajaran. Kutipan tersebut sangat berharga. memberikan kepastian lokasi.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)".

Kemungkinan besar. berada di pesisir barat Pandeglang. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi.. Oleh karena itulah. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. Di salah sate permukaan batu itu. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu).5 cm).garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. berada di tengah-tengah.. halaman 154. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. Secara kebetulan. saat ini (18 Maret 2001). terindikasi adanya beberapa ketepatan.1980:13). dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. Burhan menyebutnya "Batu Peta". Barmawijaya (akhli geologi). sangat strategis. didukung oleh pendapat Dedi M. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. tinggi 9. terungkap sebagai . posisi kota kecamatan Mandalawangi. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. (terletak) di tepi laut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. titik terbesar yang berbentuk persegi empat.. Begitu pula hal yang sama. Kemudian. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". parwa I sarga 1. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). lebar 18 cm. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. juru pelihara Burhan. Kemungkinan tersebut. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938).

Gunung Aseupan dan Gunung Karang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . posisi Mandalawangi.benteng alam: Gunung Pulasari. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itu. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. diduga kuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful