SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. yaitu halaman awal dan akhir. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). tinta hitam. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. dapat diketahui. Walaupun demikian. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. sebagian dari Serang (Yusuf. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988).4. halaman: 35. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). Ukuran. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara.1999:187). 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . 2. Edi S. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. sudah berusia lebih dari 100 tahun.5 cm. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. tulisan umumnya masih terbaca. tulisan: 32 x 22 cm. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. halaman yang ditulis: 213 halaman. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. bentuk: Prosa. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999).5 x 27. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. tebal: 214 halaman. 1 halaman kosong.5 cm. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. Bahasa: Jawa Cirebon. gaya Cirebon. sampul: 35. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. bahan naskah: Dluwang.5 x 27. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. aksara: Cacarakan. yaitu: 1.

dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. parwa dan sarga. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. Pustaka Nagara Kretabhumi. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. yaitu: 1. Melayukuna. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. Balikuna. Pustaka Carita Parahiyangan. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. pembentukan panitia. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. pencarian sumber dan bahan. dan Sundakuna. alasan penyusunan. tujuan penyusunan. kepada Sultan Cirebon. Purwaka 2. dibawa kembali ke negaranya. dari daerah lain. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. penyusun. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). dan kesehatan. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. 4. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. Di antara mereka itu. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. Kolofon Bagian purwaka.3. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu.1985: 537). terdiri dari tiga bagian. hukum. sumber. Menurut Pangeran Wangsakerta. seperti misalnya sejarah. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. nama naskah. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. pengundangan nara sumber. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Selain itu.

Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). Pelaksanaannya. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. Penasehat: 1. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c.masalah yang muncul dalam sawala. Jaksa Pepitu Cirebon. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. 5. bahwa dalam tahun 1677 M. III. Musyawarah tersebut diadakan. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. Panitia Pelaksana. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. kadang-kadang amat ringkas. 1. Bagian kedua. 4. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. 4. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). adalah sebagai berikut: a.1985: 530-557). yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. d. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. 3. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. 2.

Geresik. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). d. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Bali. Perelak. Maluku. setelah disepakati bersama. Galiyao. dan Trengganu. Panarukan. Pasuruan. Bagelan. Campa. Tanjung Nagara. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Kuningan. Sri Langka. Berunai. Parakan Muncang. Losari. Pendengar (pangreungeu).5. b. Seran. Bantayan. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Giri dan Sendang Duwur. dibuat risalah resmi. Gurun. Barus. Madura. Lamongan. Sangga II: Mataram. Minangkabau. Ambon. Kertabumi. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Bangka. Pasai. Cina. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Sindangkasih. Jepara. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Galunggung. Balambangan. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Talaga. Semarang. Galuh. Tembayat. Sangga IV: Sumedang. Anggadipraja: duta keliling. Makasar. Tumasik. Dermayu. Cangkuang. yaitu: Sangga I: Surabaya. Banggawi. f. Imbanagara. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Demak. Tanjungpura Karawang. Brebes. Namun di antaranya. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Mojoagung. Ukur. India. e. Lasem. Sedayu. Tegal. Taliwang. Kudus. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Banten dan Palembang. Malaka. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Cirebon. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Para Peserta. Rajagaluh. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Benggala. Tanjung Kutai. Luragung. Wirasaba. Tanjung Puri. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Lamuri. undangan dan juru bahasa 6. Tuban. c. Kuta Lingga. f. Nayapati. Lwah Gajah. Sukapura. Sangga V: Jambi. Kediri. Rancamaya. Arab.

CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. istri raja. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). Madura dan Banten. IV.g. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. dalam upaya menyusun naskah sejarah. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. tahun pemerintahan raja-rajanya. meletusnya suatu pemberontakan. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. keturunan raja-rajanya.

termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. tidak lagi dibuat-buat. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Lebih. Karena itu aku menempuh jalan tengah. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Tetapi mereka memberikan catatan. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. lebih-lebih dengan para sesepuh. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Walaupun demikian. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya.

kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena itu. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. Dalam jilid yang lain. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. memang baru dilakukan kemudian. Penulisan naskah menjadi pustaka.beserta kerajaannya. Dapat diketahui. dan Panembahan Anom. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. oleh Jaksa Pepitu. Patut disayangkan. agamanya. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. Tanggal tersebut. Bila demikian halnya. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. sebagai para penguasa Cirebon. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. musyawarah itu telah berlangsung. baik secara khusus maupun sambil lalu. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. Kemudian. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. Dilihat dari gaya tulisannya. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja).

2. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. dan 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. ada dua hal yang menarik. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. dari orang yang sangat mereka hormati. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. adalah keterangan Wangsakerta. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. Alasan pertama. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). karena para penyusun memperoleh tugas. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Setelah itu. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. Tahun 1676. sehingga Karta ibukota Mataram. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. dan Panembahan Kacirebonan). Permasalahannya. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Alasan kedua ialah. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n .terjadi penyerbuan Trunojoyo. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. Dalam kenyataannya. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. Dengan demikian. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. walaupun tidak dijelaskan. yaitu: 1. ialah karena melihat kenyataan. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). Sultan Kanoman. Pangeran Abulfath Abdulfatah. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu.

dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). dalam beberapa hal. dekat Bukit Gempol tahun 1528. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. Jawa Tengah. pada salah sebuah nisan. Tatar Sunda. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. Bila hal itu tidak mungkin. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. dengan cara mengkompromikannya. Sedangkan beberapa hal lainnya. dapat dikatagorikan logis. Sriwijaya. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. Jawa Timur. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. Dari naskah-naskah yang terkumpul. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. Banjarmasin dun Nusa Bali. Bahkan. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. Disana. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. Dalam ambahan sumber. Samudera Pasai. Dalam hal yang demikian. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. Secara runtut berlangsung.

Catatan Harian Kompeni. bahwa berita tersebut "tidak benar". bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). Dalam naskah tersebut. tokoh Pangeran Wangsakerta. tersimpan sebuah dokumen. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. F. Karena kesal. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. De Haan (1912. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. ternyata benar-benar ada. Pada urutan ketiga. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. pada tanggal 9-11 Maret 1986. dicantumkan dengan tegas. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. van der Meer dan Jan Mulder. sama sekali bukan. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). Di lingkungan terbatas kerabat keraton. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Sedangkan Dipati Topati. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. De Haan mengumpat Caeff. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). Dr.V. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. Sebagai Sejarawan Abad XVII. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. dalam pertengahan kedua abad ke-17. Menurut Saleh Danasasmita. nyaris tidak dikenal oleh umum.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. Dalam sumber Kompeni lainnya. Di gedung Arsip Nasional. de Haan dalam buku Priangan II (1912). PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. Tulisan tersebut berupa makalah. tanpa nilai khusus.

Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. dan Nayapati. senantiasa ingin merebut Cirebon. Tapi raja Matararn. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari puteri Mataram. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. adiknya. Empat tahun kemudian. Singanagara. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. pada tahun 1599 Saka (1677 M). Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Anggadireksa. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. termasuk kedudukannya di Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Anggadiprana. Panembahan Girilaya berputra tiga. Anggaraksa. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Setelah Panembahan Ratu wafat. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Sunan Tegalwangi. Purbanagara. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. masih sangat kabur. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Dari perkawinan tersebut. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya.

Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Pangeran Dipati Anom. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Dalam pertempuran di berbagai daerah. yaitu aku sendiri. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. adiknya. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Setelah itu putranya. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Setelah wafat. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Mataram dan Belanda. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Sementara itu raja Mataram. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat.

Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Kutipan di atas.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Akhirnya Panembahan Sepuh.

Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. (Wangsakerta. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala).. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala.BAGIAN : 2. SALAKANAGARA I. Sebelum kemungkinan itu terbukti. dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). bisa saja terjadi di Tatar Sunda.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. PURWAYUGA Sedemikian jauh. antara lain sebagai berikut: ..

Ada pula yang seperti raksasa.000 tahun sampai 600. terutama di Pulau Jawa. tanpa busana. Mereka mirip kera. Kulitnya berwarna gelap. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . belum ada mahluk hidup. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Kemudian. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. karena mereka berlaku seperti setengah hewan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara 750.000 tahun yang silam di Nusantara. hutan Makasar. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. Ada yang tinggal di atas pohon. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Di antaranya ada yang menyerupai kera. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Beberapa juta tahun kemudian. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Akan tetapi. hanya menggunakan tangan. Di daerah lain di Pulau Jawa. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata.000 tahun yang silam. Kira-kira 1. di lereng gunung dan tepi sungai.000. besar dan tinggi sosok tubuhnya. Namun demikian.000 sampai 300. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera.menjadi dingin. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. manusia hewan. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Mereka adalah manusia purba. Berjuta juta tahun kemudian. hutan Sumatera.

000 sampai 300. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak.000 tahun yang silam.000 tahun yang silam. jumlahnya tidak banyak. tetapi buatannya tidak bagus.000 tahun yang silam. Seterusnya.000 tahun yang silam. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. mahluk jenis inipun akhimya punah. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba.000 sampai 50. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. musuh. Ke dalam zaman tersebut. Sementara itu.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. ataupun binatang. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. saling bunuh di antara sesamanya. antara 500. Sumatera. diburu. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. dan Pulau Jawa. Mereka hidup antara 50.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak banyak berbulu. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. berwarna kuit agak gelap. di Sumatera.000 tahun yang silam. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selanjutnya. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Kira-kira 250. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. Mereka tidak cerdas. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa.000 sampai 20. antara 300.000 sampai 25. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. Akan tetapi bertubuh lebih kecil.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. memberi berkah. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. Untuk sementara. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. gunung. menguasai berbagai ilmu mantera. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. ikan. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. sungai. lalu menetap di sana. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. mengharap terlepas dari penderitaan. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. mengharapkan berumur panjang. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. batu. tumbuhan. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. tunas. hampir sama seperti di negeri asal mereka. kayu. mereka menderita kekurangan makanan. Setibanya di sini. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. melindungi adat. matahari. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. pohon besar. umbi-umbian. arwah leluhur. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. daundaunan. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. Singkatnya. cucu. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. dan rempah-rempah. Mereka berburu hewan. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. dan keluarga. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Anak. selalu bertapa. Lama kelamaan. tunas. darah. buah-buahan. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. mengalahkan musuhnya. Makanan sehari-harinya adalah daging. dan daging hasil buruan. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. Rumah mereka itu berderet. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). melaksanakan sembah-hiyang. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. Karena itulah. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. masing-masing membuat rumah. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia.Akibatnya. bulan dan bintang.

sedangkan batu-batuan dan tulang. pendatang baru makin lama makin banyak. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. Kaum pribumi itu selalu kalah. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. musim kemarau. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. telah mengenal emas. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. merasa terhina dan sangat takut. serta membuat aneka obat-obatan. Sebaliknya. tiba kira-kira tahun 1. Kaum pribumi. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. Di samping itu. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. tumbuhan. dan ilmu memanah (dhanurweda). musim hujan. makanan. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). tentang ucapan. ilmu tentang hutan.600 sebelum tarikh Saka. permata. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. Zaman ini. dan kenistaan bagi orang pribumi. tentang tanah. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. tentang hewan. tentang gunung. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. Akan tetapi. kesengsaraan. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. segera dikalahkan. Terjadilah pengungsian besar-besaran. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. membuat api dengan batu api dan besi. Kaum pendatang kelompok ini. dan perahu dengan baik. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. serta membuat wayang dari kulit diukir. perak.lukisan menurut kehendak masing-masing. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. ukuran. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). manik. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. hutan dan gunung. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lalu ilmu tentang rempah-rempah. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. akan ditangkap dan dibunuh. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. hari. gempa bumi.

yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. kota Yu-wan. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Sang Aki Bajulpakel. Datuk Banda putera Nesan namanya. Sedarrgkan Yunnan sendiri. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. putera Datuk Waling namanva. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. Datuk Pawang Marga. menurut para akhli. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. Ki Pawang Sawer. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. Ki Bagang. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Selanjutnya Aki Dungkul. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. putera Ki Pawang Sawer namanya. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Oleh karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdiaiu di wilayah Langkasuka. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. Yu-wan dalam bahasa Cina. Selanjutnya. di wilayah Propinsi Yunnan. USA). putera Datuk Pawang Marga namanya. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. 1980. dalam naskah tersebut dikemukakan. putera Ki Srengga namanya.

Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. perak. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. yang dijadikan makanan sehari-hari. Selanjumya. Kenyataannya. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. IV. di puncak Himalaya pada saat musim semi. kristal. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. juga emas. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. akibat pencairan es. Penyebabnya. pengetahuan tentang memanah. juga membuat berbagai obat-obatan. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. kendaraan. juga pengetahuan tentang tanah. manik.000 depa). pengetahuan tentang hari. berkeliaran tanpa tujuan. gempa bumi. berbagai tumbuh-tumbuhan. India dan Burma (Myanmar). (musim) penghujan dan kemarau. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. begitu pula membuat perahu bagus. membuat perlengkapan perang dari besi. gunung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perilaku mengenai alat penukar. ialah membuat senjata dari besi. Adanya benturan dua lempeng tersebut. Mereka telah mampu membuat rumah besar. karena bodoh. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Biarpun sering melawan. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. Mereka menanam padi. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. menimbulkan gempa tektonik. orang yang datang baru bertambah banyak. Karena orang pendatang baru. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. pengetahuan tentang laut. dan pengetahuan tentang tutur kata. Wayang. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh.arah barat di wilayah Kashmir. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. dibuat dari kulit yang diukir. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. berbagai perkakas dari besi. pengetahuan tentang berbagai binatang. segalanya terbelakang. tentang makanan yang lezat. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang sangat banyak berdatangan di sini. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. negeri Singhala. Permulaan pertama tahun Saka. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Tetapi. yang menjadi pribumi tiap dusun. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). negeri Cina dan sebagainya. Dukuh itu ada yang besar. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. Dua wangsa inilah. ada yang kecil. Dukuh besar ada di tepi laut. di pulau-pulau Nusantara. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. Di sini. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. Di antaranya ada yang bermusuhan. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. yang tiba di Pulau Jawa. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. negeri Gaudi. Di antara mereka. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. telah banyak golongan warga masyarakat. Dengan demikian. atau tidak jauh dari muara sungai. Terutama para pendatang.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). Mereka senantiasa datang di sini. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India).

dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. tidak ingin kembali ke negerinya. dengan nama nobat. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Agrabhintapura. Beberapa tahun sebelumnya. Nusa Api (Krakatau). Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Yawana.daerah sepanjang pantainya. China. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. lalu beranak pinak. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dewi Dwanu Rahayu. dan Abasid (Mesopotamia). Tatkala Aki Tirem sakit. sedangkan isterinya. adik Dewawarman. puteri Sang Aki Luhur Mulya. Syangka. Dewawarman ini. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. dan pesisir Sumatera bagian selatan. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. Setelah Aki Tirem wafat. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. sebelum meninggal. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan.namanya terkenal. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Sedangkan adiknya yang lain. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewawarman dan pasukannya. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. masuk pula dalam wilayahnya. Daerah kekuasaan Salakanagara. Selanjutnya. Oleh karena itu. Kota besar lainnya lagi. Demikian pula para pengikut Dewawarman. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. daerah. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. serta barang barang lainnya. Bumi Sopala. Oleh karena itu. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. diperisteri oleh Sang Dewawarman.

Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara.VI. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka).238 Masehi). Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. sang rani. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 .252 Masehi). dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Kelak. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Dari perkawinan ini lahir seorang putera. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Anak yang tertua. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. Yang kelima. Yang kedua. Dari perkawinannya dengan puteri India. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. Yang keempat. laki-laki. Pada masa pemerintahannya. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. terjadi serangan bajak laut dari negeri China.308 Masehi). Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi.

yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Pada tahun 270 Saka. puteri sulung Dewawarman VII. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Krodamaruta tidak lama berkuasa. bersenjata lengkap. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Akibat peristiwa itu. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Akan tetapi. puteri sulung Dewawatman VII. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. karena ia tewas tertimpa batu besar. Akhli waris tahta yang sah. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Sphatikarnawa Warmandewi. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Setelah pernikaharmya. di Rajatapura (ibukota Salakanagara).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Dari puteri ini dengan Atwangga. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Kemudian. ketika sedang berburu di hutan. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit.

VII. Raja Indraprahasta yang pertama. herkencl. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. Java-eiland. Semenanjung.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. Yang sulung. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. seorang putera bernama Aswawarman. ada yang memuja Wisnu. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. dan Jawa Tengah. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. Ada yang memuja Siwa. kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. kehidupan penduduk makmur sentosa. tinggal di Yawana dan Semenanjung. C. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. Dewawarman VIII. In den nanm van het land ia Yawadwipa. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Yang ketiga. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. een gezantschap naar Cina. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. bernama Candralocana. selama 233 tahun (130-363 Masehi). Kelak setelah ayahandanya wafat.I (1987: 31). sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Anggota keluarganya yang lain. Ekadjati. J. genaarnd Pien. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. Di antara penduduk. Permaisuri yang kedua. Dewawamm IX. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. Yang kedua. ada yang memuja Ganesha. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. sebab puteranya. telah dilacak oleh N. namun jumlahnya tidak seberapa.

Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. jang mana akan berarti. Hal ini katanya tidak mengherankan. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . di dalam hal ini. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. Untuk lebih dipahami. yang disebut di dalam Hou Han-shu. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. jang bukan sadja berarti. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. tetapi djuga akan menerangkan. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. 1950:11). naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. Memang mungkin sekali.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon.

dihuni oleh pemakan daging manusia. mengutip tulisan NJ. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. Sartono Kartodirdjo.1988:1718). pulau Jawa. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. Ferrand. tahun 132. D. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. "Sabadeibai Tiga". "Chryse Chersonesus". meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. Hall. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. 1958 dalam Soewarsa. Di dalam berita itu disebutkan.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M.G. Hall.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Buku VII dari Geographianya. G..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. (Atja & Ekadjati. Pendapat D. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. Javadvipa. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien.1987:32). E. mengemukakan hal yang sama. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). Menurut dugaan Sarjana Perancis G. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya.E. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien.

Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Chryse Chora. yaitu negeri Perak. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. menyatakan bahwa pada abad ketiga. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. Menurut Ayatrohaedi. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. la. ujung utara Sumatera. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. dalam Michrob 1993: 32). memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Menggunakan sumber yang sama. memberitakan. dan Pien artinya Warman.1977: 6). Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Pulau Panaitan. Selat Sunda. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. semenanjung emas. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu emas dan perak. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia.Dalam buku Geographike. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). dengan sendirinya diduga kuat. Hasan Mu'arif Ambary. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Vietnam. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. Tiao artinya Dewa. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). yang merupakan hasil utama kawasan itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. dan kembali ke Venesia. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. 1996:15). berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi.1977: 36). terdapat di Jawa Barat (Krom.1993: 37). India. terjemahan Effendi. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han.1956:10). Berdasarkan temuan tersebut di atas. Temuan selanjutnya. Pandeglang. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). Sartono Kartodirdjo. yang berarti perak. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. Rute Ptolemeus adalah Venesia. Lebak Munjul. dapat diduga. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. Hasan Mu'arif Ambary. Glory and Gospel. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. dan Persia. Barus. Prasasti ini. sudah ada jalur bisnis di Asia. Ayatrohaedi dan Edi S. pernah melakukan penggalian di Palembang. Cina. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengemukakan pendapatnya. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. Bahkan. yang diperkirakan berasal dari abad V. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. dan nyatanya. Iskandaria. adalah "terjemahan" dari Merak. Teluk Aden (Yaman). Cina.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). Sang Purnawarman. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. mengalir sampai di istana kerajaan. mendapat hadiah dari raja. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Demikian pula para pedagang. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Setiap orang. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. ditandai lukisan telapak tangan. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. kuda 20 ekor. ikut serta berkarya bakti di situ. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai.raja-raja sesamanya (panji segala raja). yang ditulis pada batu. Prasati itu. Raja-raja bawahan itu. pakaian. Tahun 410 Masehi. Tiap tahun. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. Sang Purnawarrnan. yang diibaratkan Dewa Wisnu. dengan iringan suara gamelan yang merdu. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Semua mereka itu. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. pakaian. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. gajah seekor. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. dan makanan lezat. ialah: sapi 400 ekor. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Pengerjaan. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. Para petani merasa senang hatinya. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. Sungai yang bagian hilirnya. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). yang biasa membawa perahu. datang ke ibukota (Sundapura). semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Kemudian. Dua tahun kemudian. dari desa sekitarnya. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Sebagai tanda penyelesaian karyanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disebut Cisuba.

Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. kuda 10 ekor. Demikian pula di tempat-tempat lain. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. berkarya-bakti siang-malam. Ada pun kali Candrabaga itu. Setiap orang. Ribuan penduduk.000 ekor. Dengan demikian. Jadi. Sang Maharaja Purnawarman. telah diperbaiki. banyak membuat prasasti batu. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Sang Adyaksa. berjajar memanjang di tepi sungai. Sang Purnawarman. kerbau (mahisa) 80 ekor. dari desa-desa sekitarnya. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. sebuah patung Wisnu. sambung menyambung tidak terputus. Di situ. pakaian bagi para Brahmana. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . membuat prasasti yang ditulis pada batu. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. Panglima Angkatan Laut. Sang Tanda. lukisan telapak kaki tunggangannya.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). Kemudian. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. Sang Purnawarman. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Sang Juru. kepada para Brahmana. Para petani menjadi senang hatinya. Selanjutnya. kakek Sang Purnawarman. lukisan telapak kakinya. beberapa puluh tahun sebelumnya. dan bahan makanan. Sedangkan para pemuka dari daerah. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. Mereka itu. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. sebuah bendera Tarumaragara. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). pakaian serta makanan lezat. laki-laki dan perempuan. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). Sang Purnawarman. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. Sang Purnawarman sedang sakit. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. memperbaiki. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. Sang Mahamantri. Sang Maharaja. beserta pengiring lengkap. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. dengan membawa berbagai perkakas.

pakaian. mengepung dua buah kapal perompak. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Selamatan dan hadiah harta. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng).sanghyang tapak. dibunuh dengan berbagai cara. Sisanya. Demikian pula halnya Angkatan Laut. bunga teratai. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. yang merajalela di perairan barat dan utara. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Angkatan Laut Tarumanagara. Kemudian. Hadiah berupa sapi 800 ekor. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. harimau dan sebagainya. Sang Purnawarman. selalu memenangkan pertempuran. Perang pertama dengan kaum perompak ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. sebahagian terbunuh dalam perang. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. Dahulu. Karena itu. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. di antara mereka. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. terjadi di perairan Ujung Kulon. Dari 80 orang perompak. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. di tengah laut. Sernua itu. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. ditulis pada prasasti batu. sebanyak 52 orang dapat ditawan. la pun seorang pemuja Batara Indra. makanan lezat. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. Tetapi. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). Seorang demi seorang. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. diperbesar dan diperkuat. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. Karena itulah. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. memperbaiki. pasukan Tarumanagara. kerajaan ini tidak seberapa. Sehingga. perompak yang ditawan itu. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. dengan tulisan pada batunya. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . apabila hendak pergi menyerang musuhnya. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak.

barulah keadaan menjadi aman. yang menjadi panji segala raja. 1984: 3-1). Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. perairan Pulau Jawa sebelah utara. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. barat dan timur. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Semua barang yang ada di dalamnya. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. Pada bagian ini. Semua kapal diganggu. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita.Telah lama. dikuasai kaum perompak. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bercokol di perairan Teluk Lada ini. Kemungkinan besar. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. dipinta atau dirampas.

bernama Cakrawarman. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. yang mengungsi ke berbagai negara. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. telah beberapa puluh keturunan.Adik Sang Purnawarman. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. kemudian diubah namanya. Cambay (di India). 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Bakulapura. Negeri ini. Sumatera dan lain-lain. Yawana. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Salah seorang anggota keluarga Sungga. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. bersama keluarga dan pengiringnya. Cina. menjadi Panglima Perang. Keluarga itu. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Bendera Angkatan Lautnya. Pangkal silsilah mereka. datang dari India. bernama Nagawarman. Sopala. negeri Syangka. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). menjadi Bakulapura. keluarga itu. dimulai dari Sang Pusyamitra. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). la pernah mengunjungi Semenanjung. berasal dari Bakulapura. mempunyai bendera. berlukiskan berbagai macam binatang. Kakak perempuan Sang Aswawarman. Beberapa ratus tahun sebelumnya. diperistri oleh Sang Aswawarman. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Sang Kudungga. laki-laki dan perempuan. Karena itulah. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Sang Nagawarman. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). Sedangkan pamannya dari pihak ayah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). yang diberi nama Kuta (Kutai). berada di situ dan menjadi penguasa. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Puteri Sang Kudungga. untuk mempererat persahabatan. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. raja Tarumanagara pertama. banyak di antara anggota keluarga ini. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Adapun bendera kerajaan Taruma. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil.

Manukrawa (Cimanuk). menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Aswawarman dengan isterinya. Purwanagara. Gunung Cupu. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Putera sulungnya. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Ujung Kulon (Pandeglang). Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . bernama Wisnuwarman. Siasat Perang. Nusa Sabay. menjadi semakin erat. menjadi penguasa Bakulapura. kelak menggantikan ayahnya. Penduduk pribumi. Sagara Kidul. Kelak. Agrabinta (Cianjur). Akan tetapi. Cupunagara (Subang). adalah keturunannya. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Purwalingga (Purbalingga). Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Penganut Budha. Paladu. Sri Maharaja Purnawarman. Gunung Kubang (Garut).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Permaisuri Sang Purnawarman. Bumi Sagandu. Kecuali di Pulau Sumatera. sebagai penguasa Bakulapura. Kosala (Lebak). Silsilah Dinasti Warman.Jadi. Karang Sindulang. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Indraprahasta (Cirebon). masih saudara satu-buyut. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Sabara. Sang Aswawarman menggantikannya. Yang sulung bernama Mulawarman. Purwakerta (Purwakarta). Setelah Sang Kudungga wafat. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Sindang Jero. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Legon (Cilegon). Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Galuh Wetan (Ciamis). Gunung Manik (Manikprawata). Bakulapura. Cangkuang (Garut). penduduk. Malabar (Bandung). Ia dipusarakan di tepi Citarum. Dari permaisuri ini. Dalam masa pemerintahannya. seorang raja besar di pulau itu. Sang Purnawarman. berasal dari: Sumatera. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Sri Jayanasa. Gunung Kidul. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. tidak seberapa banyak. Aswawarman berputera tiga orang. Peraturan Ketentaraan. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Wanagiri. Alengka. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang).

Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). Indihiyang (Tasikmalaya). Sang Candrawarman. Setyaraja. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Wanajati. Wanadatar. digantikan oleh adiknya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Pasir Muhara. putera sulungnya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). la.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Kretawarman. Rangkas (Lebak). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Tanjung Camara (Pandeglang). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Pura Dalem (Karawang). dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Digantikan oleh puteranya. Sang Dewamurti. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Dua Kalapa. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Pasir Sanggarung (Cisanggarung). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Digantikan oleh puteranya. Karena tidak punya keturunan. Sang Wisnuwarman. Jati Ageung. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sagara Pasir. Digantikan oleh puteranya. Sang Indrawarman. Pakuan Sumurwangi. Linggadewata. Sang Sudawarman. sebagai raja Tarumanagara kelima. Digantikan oleh puteranya.(Majalengka). sebagai raja Tarumanagara ketujuh. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Sang Suryawarman. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). sebagai raja Tarumanagara keenam. Digantikan oleh puterannya.

seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Digantikan oleh puteranya. Dengan berbagai akibatnya. Peristiwa tersebut berakibat fatal. Ketika ia naik tahta. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. memerdekakan diri. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Dalam tahun yang sama. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. mengganti nama Tarumanagara. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. la digantikan oleh menantunya. menjadi Kerajaan Galuh. Dari sejak itulah. sebagai penerus tahta Tarumanagara. Kosala. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). ke berbagai negara sahabat. Wilayah timur Tarumanagara. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. dan Rangkas). dengan Batas sungai Citarum. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). dengan nama nobat.Digantikan oleh puteranya. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. Ujung Kulon. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Oleh sebab itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam sumber Cina yang terakhir. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. II. Sang Tarusbawa. Sang Tarusbawa. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Sang Linggawarman. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. Kerajaan Sunda. Sang Nagajaya. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). menantu Sang Linggawarman lainnya. menjadi Kerajaan Sunda. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda.

akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. Jumlah 5 keraton tersebut. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). memindahkan ibukota kerajaan. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah ayahnya Teja Kancana. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. Prinsipnya. Sebagai penggantinya.Suradipati. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. yang terusir oleh Sang Purbasora. 2. Punta. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. Dalam Prasasti Canggal. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. Sang Sanjaya. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Narayana. tetapi ia wafat dalam usia muda. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima.Madura. dalam usia 91 tahun. 3. cucu Sang Tarusbawa. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. di Kerajaan Galuh. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Madura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam sastra klasik. di Kerajaan Sunda. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. Setelah 9 tahun berkuasa. Sena-Sanaha. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. sering disebut Panca Persada. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Sebab. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". Seharusnya. dan Suradipati. Setelah keraton selesai dibangun. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun.

yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. Sang Banga mempunyai putera. ketika ia wafat. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Setelah prabu Gilingwesi wafat. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). Rakeyan Wuwus. ialah: 1. Rakeyan Medang. Setelah Prabu Hulukujang wafat. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. memperisteri Dewi Saraswati. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Dewi Sawitri. digantikan oleh menantunya. Rakeyan Hujungkulon. digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kemudian diberi nama Dewi Samatha. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. selama 8 tahun. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara.Saunggalah (Kuningan). Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. digantikan oleh menantunya. Dari Dewi Kirana. Dari permaisurinya. diwariskan kepada Sang Arya Banga. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Dengan demikian. pada tahun 795 Masehi. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batara Danghiyang Guruwisuda. Batara Danghiyang Guruwisuda. pada tahun 825 Masehi. bernama Rakeyan Medang. karena putera Sang Banga tersebut. Sedangkan Dewi Sawitri. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Disebut demikian. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. pada tahun 852 Masehi. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. Raja Galuh tersebut. Sebagai putera laki-laki. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. Rakeyan Diwus. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. dan 2.

dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. sebelah barat Citarum. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Rakeyan Jayagiri. Serbuan inipun. memperoleh dua orang putera. 3. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. Rakeyan Limbur Kancana. karena dibunuh dan digulingkan. Akan tetapi. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. di bawah naungan Prabu Jayadrata. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. yang dibunuh oleh adiknya. Pasukan Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. Kerajaan Galuh. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. antara lain: 1. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . oleh Rakeyan Umbur Kancana. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. atas perintah Prabu Jayadrata. Rakeyan Jayagiri. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Prabu Wanayasa Jayabuana. dikerahkan kemudian. sebab pada tahun 916. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Selanjutnya. dan 2. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Rakeyan Jayagiri naik tahta. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. Rakeyan Windusakti. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. Baru empat tahun memerintah. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. yang besar dan lengkap. Rakeyan Kamuning Galling. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. Di pihak lain. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. Rakeyan Jayagiri.

kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. di antaranya: 1. damai kembali. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Sunda Sembawa. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. berputera dua orang. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Pada tahun 1012 Masehi. Dewi Somya. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. dan 2. Prabu Brajawisesa wafat. calon pengganti ayahnya. Prabu Dewa Sanghiyang. Sebagai tindakan balas dendam. dan 2. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Prabu Wulung Gadung. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n .Di Kerajaan Galuh. dibunuh oleh seseorang. beralih ke Rakeyan Watuageng. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Rakeyan Sunda Sembawa. bergelar Maharaja. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Dewi Rukmawati. Tahta Kerajaan Sunda. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. kemudian ia naik tahta. Rakeyan Gendang. suanii Dewi Ambawati. naik tahta pada tahun 930 Masehi. Dewi Somya. atas perintah Dewi Ambawati. mengangkat keponakannya. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. menantu Prabu Limbur Kancana. Prabu Limbur Kancana. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. di antaranya: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika wafat. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana.

Hadiah nama gelar semacam itu. Dewi Citrawati. dan 3. ditunjuk Sang Wirakusuma. Darmanagara. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. dua di anataranya ialah: 1. Ketika mengawali masa pemerintahannya. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. adalah Sang Darmaraja. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. Prabu Sanghiyang Ageung. digantikan oleh puteranya. sampai tahun 1065 Masehi. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. Bersama-lama. dipercayakan kepada adik isterinya. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. menjadi Mangkubumi kerajaan. menjadi Panglima Angkatan Perang.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. dari tangan saudara seayahnya. Sang Wikramajaya. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. Dewi Puspawati. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. la berputera beberapa orang. dan digunakan sebagai gelar resmi. 2. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Dharmawangsa Teguh. Prabu Langlangbumi. dan 2. diterima pula oleh Prabu Airlangga. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. tiga di antaranya ialah: 1. keduanya memerintah. dimulal pada tahun 1019 Masehi. Akan tetapi. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Sedangkan Dewi Sumbadra. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. pemberontakannya dapat ditumpas. berusaha merebut kekuasaan. memerintah di Kerajaan Galuh. putera mahkota calon pengganti ayahnya. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. dan menyandang gelar Maharaja. yaitu Dewi Sumbadra. Wirayuda. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh.

timbulnya perpecahan. Ratu Batari Hiyang. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. tingkat keamanannya menjadi rawan. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Sang Maharaja Langlangbumi. akibat ulah kawanan perampok. Akan tetapi. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Maharaja Langlangbumi. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Permaisuri Puspawati. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Selesai membangun ibukota yang baru. di antara keturunan Sri Jayabhupati. Oleh karena itu. Resiguru Sudakarena. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. Sunda. Senapati Suryanagara. penguasa Kerajaan Galunggung. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. kalau tidak segera diatasi. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Dewi Citrawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. akan jadi duri dalam daging. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Akan tetapi. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Sebenarnya. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. dengan cara mengadakan pendekatan. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Yuwaraja Menak Luhur. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. dan Galunggung. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. Senapati Wirayuda. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. membentuk angkatan perang. Mangkubumi Darmanagara. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Senapati Kusumajaya. Dahiyang Guru Darmayasa. Kemudian. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. la pun tidak menghendaki. Kemudian ditempuh jalan damai. Galunggung.

karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. beribukota di Saunggalah (Kuningan). Darmasiksa. Ratna Wisesa. pindah ke Pakuan (Bogor). 3.2. mempunyai seorang puteri. memperisteri Ratna Satya. yaitu: 1. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). Sang Darmasiksa. tahun 1187 Masehi. Kemudian. Prabu Menakluhur. cucu Batari Hiyang Janapati. kedudukan pusat pemerintahan. la bergelar Maharaja. Dari perkawinannya. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. yang bergelar Dyah Lembu Tal. Sebagal penggantinya. puteranya. Puteri Saungggalah. dan dijadikan permaisuri. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. memperoleh putera. memperoleh putera. 2. Prabu Menakluhur. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Galuh dan Sunda. menggantikan tahta ayahnya. wafat tahun 1155 Masehi. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. menjadi Mangkubumi. Sang Cakranagara. lahir tahun 1168 Masehi. tahun 1175 Masehi. maka kedudukan Raja Sunda. puterinya Mahisa Campaka. Puteri Darmageng.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memperoleh putera: Rajapurana. dua di antaranya: 1. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. dan 2. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Ratu Galunggung. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. dengan ibukotanya di Galunggung. Prabu Darmakusuma memperoleh putera.

Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. pulang ke Tumapel Jawa Timur. Dewi Kiranasari. disebabkan wafat muda. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . adik iparnya. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. dikaruniai umur panjang. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Pada masa pemerintahannya. di antaranya: 1. Karena. menjadi raja di Kerajaan Sunda.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. Kelak. Prabu Darmasiksa. Prabu Ajiguna Linggawisesa. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. dari Puteri Saunggalah. puteranya. Sedangkan Prabu Rajapurana. 3. puteranya. Suryadewata. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Karena sebelumnya. 2. Prabu Citraganda. Setelah dewasa. berjodoh dengan Dara Puspa. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Rahiyang Jayadarma. Oleh karena itu. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. sampai tahun 1333 Masehi. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). ibukota Kerajaan Sunda beralih. Pengganti Prabu Ragasuci. Rahiyang Saunggalah. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). dalam usia 44 tahun. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Pengganti Prabu Citraganda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Kemudian digantikan oleh puteranya. adalah puterinya Prabu Rajapurana. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. atau Aki Kolot. Ragamulya Luhur Prabawa. Permaisuri Prabu Citraganda. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Dewi Antini. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Prabu Linggadewata. tidak sempat menjadi Raja.

Prabu Maharaja Sunda. siap untuk bertempur. Sang Bunisora. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. 2. hal itu. Sang Prabu Hayam Wuruk. dan dijadikan permaisuri. tidak bersedia menyerahkan puterinya. bahwa sang puteri Citraresmi.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Putera ketiga laki-laki. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. Tibalah saat yang bahagia. ada yang menunggang gajah. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. Akan tetapi. sebelumnya. Dyah Pitaloka. adalah Sang Patih Mada. lahir tahun 1348 Masehi. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Di antara mereka. Sesungguhnya. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Demikianlah. akan diperisteri (resmi). lahir tahun 1339 Masehi. Karena itu. Bahkan ia. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. Wastu Kancana. lalu memerintahkan laskar Majapahit. Semua pasukan Majapahit. 4. Setiba di sana. Akhirnya. digantikan oleh puteranya. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. dengan Sang Patih Gajah Mada. hal itu amat bertentangan. dengan janji Bre Majapahit sendiri. Semua orang mengetahui. Sesungguhnya. didampingi oleh adiknya. selalu menyetujui keinginan Patihnya. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. puteri mahkota Sunda itu. meninggal dalam usia 1 tahun. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. sebagai isteri persembahan (upeti). Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. menginjak usia 18 tahun. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Sesungguhnya. la menjadi berang. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. meninggal dalam usia 1 tahun. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. meluaplah hati Sang Patih Mada. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. janji tersebut tidak ditepatinya. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. ada yang berkuda. Putera kedua laki-laki. Prabu Linggabuana.

Sang Ratna Citraresmi. Ki Juru Wastra. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Rakeyan Mantri Sohan. melakukan mati-bela (bunuh diri). tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Rakeyan Rangga Kaweni. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Betapapun. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). sebagai panglima perang. Rakeyan Juru Siring. semuanya hanya 98 orang. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Sang Mantri Patih Wirayuda. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Namun akhirnya. Rajaputri Dyah Pitaloka. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. dengan persenjataan lengkap. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja.ada yang naik kereta. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Ki Mantri Sebrang Keling. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. lalu menundukkan kepala. namun. Pertempuran berlangsung sengit. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. tibalah pasukan besar Majapahit. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Pengecut perbuatannya. bersama semua pengiringnya. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Rakeyan Mantri Saya. Sang Panji Melong Sakti. Karena itu. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Mantri Supit Kelingking. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Ki Panghulu Sura. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini.

Sang Bunisora mempunyai putera. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. tidak seorangpun yang tersisa. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Banawati. satmata. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. Setelah satu tahun. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. Sang Haliwungan. Semua orang Sunda. cenderung sebagai raja pendeta. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. ia memperoleh putera. Menurut naskah Kropak 630. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). 2. Satmata adalah tingkatan ke-5. Dari permaisuri Laksmiwati. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Oleh karena itu. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. Dalam menjalankan pemerintahan. Bratalegawa. memperisteri gadis pilihannya. padamlah segala hasrat dan nafsu. baru berusia 9 tahun. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disebut sebagai Satmata. Sang Bunisora. usai terjadi sebelum tengah hari. suraloka. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). binasa. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. pemerintahan Kerajaan Sunda. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. gurugama. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. 1. dan 4. yang diwarnai suasana religius. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. di antaranya. Sang Bunisora. yang datang di Bubat. tuhagama. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mayangsari. merupakan tahap tertinggi. ketika usianya sudah 20 tahun. dan nirawerah. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Dalam naskah Carita Parahiyangan. adigama. 3. Sang Niskala Wastu Kancana.menyerang Kerajaan Sunda.

akasa (langit). la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. Sang Bunisora wafat. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). memerintah di Kerajaan Sunda. Majapahit dilanda Perang Paregreg. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. Akibatnya. selama 3 tahun.1456 Masehi. 1984: 42). Apah (air). akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. naik tahta pada usia 23 tahun. dipusarakan di Nusalarang. serta bu (eter). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Untuk hidup lama berjaya di dunia. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. Setelah wafat. Menurut Chau ju-kua. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken.Pada tahun 1371 Masehi. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. Selama masa pemerintahannya. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. la masih sempat mendengar. Pakeun heubeul jaya dina buana. teja (cahaya). antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. bayu (angin). merasa betah berada di bawah pemerintahannya". yang terjadi pada tahun 1453 . di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho.1999: 24). pada tahun yang sama. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. untuk unggul dalam perang). sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). Majapahit tidak mempunyai raja. tercatat dalam kaol Cina. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya.

dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. Dalam masa "gencatan senjata". 2. diakhiri oleh kedua belah pihak. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. catatan Chau ju-kua itulah. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. bekas ibukota Tarumanagara). ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). setelah masing masing mengundurkan diri. Pertempuran tersebut. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. Salahsatu catatannya mengemukakan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan isi yang sama. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. yang sering menjadi sumber dugaan. Hanya saja. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). meminta bantuan dan perlindungan. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Kedua-duanya menderita kerusakan berat. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). tanpa diketahui. antara lain: 1. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. Rupa-rupanya.

Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. demikian ungkap Guillot. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa.1996:119). Chia-lie-pa (Kalapa. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten).5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). "Banten dinamakan Sunda".1996:119). Pelabuhan Banten dimaksud. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. dibahas pula oleh Heuken.3. kapal-kapal menuju arah 97. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Dalam catatan kaki. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan).1999: 107). Jakarta). dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. dibahas pula oleh para akhli.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". dan menuju arah 187. Upaya penyelesaian jalan damai. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). melalui Chia-liu-pa (Kelapa). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. apapun bahasanya(Guillot.

Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan.1999: 24). telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. Akan tetapi. sedangkan candi yang terletak di G. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). dan Sonny Wibisono. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. melihat arca-arcanya. Artinya. Jerman).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. Sangat menarik. boleh. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. telah sering dilakukan.jadi sama dengan catatan Portugis. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. Lukman Nurhakim. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. terutama melalui penelitian arkeologi. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). untuk memperkuat suatu anggapan. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. 1996). jalan untuk menuju ke Banten Girang. Menurut Chau Ju-kua. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. angka tahun tersebut. belum menemui titik terang.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Pulasari.1996: 111). Claude Guillot.1996:111). angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. Pembuktian arkeologi ditampilkan. sekaligus merupakan daya dukung. masih dilanda kegelapan. Kapalembangan diinaksud.

ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. bunyi. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. sabda. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. perintah. no. ia menuliskan tahun 942 Masehi. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. bujur sangkar. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). yang bentuknya tidak beraturan. Bogor. sepadan dengan bujangga. Candrasangkala: kawiraja. kata. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch.Untuk lebih jelasnya. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. terdiri atas 4 baris huruf. bacaan yang benar adalah 854 Saka. bernilai angka 8. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. pangambat. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. bahwa ia seorang pembesar istana. saat yang pantas diperingati. kala untuk cakakala atau sakakala. sesuatu untuk diperingati. Batutulis ini kini telah hilang. 6888). Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. panca = 5. mengenai prasasti Kebonkopi II. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. dan pasagi. bernilai angka 4. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. distrik Leuwiliang. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. padahal seharusnya 932 Masehi. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. adalah kata majemuk tatpurusa. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. halaman 18.V 1923.

Peristiwa sejarah. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. 1. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . Satyawati Suleiman. Guillot menampilkan angka tahun 932?. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Sewaka Darma. karena itu ia mengajukan dugaan. Menurut pengakuannya. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. parwa I sarga 3. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya.Bunyi prasasti. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. antara lain sebagai berikut: . angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Timbulnya perbedaan anggapan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menampilkan angka tahun 932 Masehi.. halaman 13-14.1989:186-187). diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. 2. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. dan 3. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala.

yang menjadi Menteri Tarumanagara. Yang ketiga. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Matsyawarman namanya. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). Pada prasasti Kebonkopi II. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. Kemudian. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. seperti dugaan Bosch. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79.561 Masehi).tahun. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. Yang keempat perempuan.. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). tempat lahir Sang Tarusbawa. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). antara lain sebagai berikut: . tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera.. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. Mahisawarman namanya. ikhwal "Sunda" dijelaskan. Sriwijaya". yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. Akan tetapi. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. Dengan demikian. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. menghadiri upacara "Barpulihkan". yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". tentu ada nilai-nilai sakral. Putera yang kedua. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan)..

Sebagai pengganti. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. Sang Tarusbawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .catatan. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. kerajaan Sriwijaya. Pergantian nama kerajaan. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda.. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// .. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. mengakhiri kekuasaannya. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda.. karena nama kerajaan tersebut. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. yaitu Dewi Sobakancana. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. Pada tahun 669 Masehi. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). Kerajaan Sriwijaya. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n .. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. disebabkan. Sunda Sembawa (Bekasi). raja keduabelas Tarumanagara. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. antara lain sebagai berikut: . pada tahun 536 Masehi. Adik Dewi Manasih. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. menantu Sri Maharaja Linggawarman.. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. yang menikah dengan Dewi Manasih. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. halaman 176. raja Sriwijaya. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. telah melakukan perjanjian bersama. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). parwa 11 sarga 3. dengan menjalin persahabatan. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. Sri Maharaja Linggawarman. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3.. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. Kekecewaan Guillot. Sedangkan Sriwijaya.

antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai.1996:137). Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Untuk diketahui secara objektif. Banten di masa silam.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. menelusuri kurun zaman. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahkan kesan tersebut harus dicermati. tetap setia mengikuti alur waktu. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". yang pernah menaklukan Banten Girang. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. tidak berdiri sendiri. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. sebagai pembanding. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. 1996:100). akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. III. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. Salakanagara. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. Ibukota Pajajaran misalnya. Persoalan yang muncul. Kehadiran Salakanagara. tidak ia hiraukan. merupakan tindakan balas dendam. yang diperankan sebagai "musuh Banten". dengan segala perkembangan kehidupannya. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. seperti Banten Girang. semakin samar untuk ditemukan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kerajaan Sunda. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Tarumanagara.

sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. nu mikadatwan sri bima. lawasnya ratu saratus tahun. mangka premana raja utama. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Kemudian Sang Ningrat Kancana. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). sirna tanpa bekas. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. dari sejak tahun 1382 Masehi. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. kawasan bekas Tarumanagara. Selanjutnya. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda.punta. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). dengan nama Kerajaan Galuh. Lokasi bekas keraton tersebut. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). Sumatera Selatan). kembali terbagi dua. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. Sang Haliwungan. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. sebagai tanda keutamaan raja. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi.narayana-madura-suradipati. kini sudah menjadi bangunan permanen.yang haluwesi. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati.sarga 5. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. Sebelumnya.

Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. Akibat salah perilaku. Prabu Kertabumi. inya nu surup di guna tiga. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. akibat perceraian dengan suaminya. Raden Patah. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. atas permohonan Ratu Darawati. diterima kemudian dari Sunan Ampel. adalah kemenakan Ratu Darwati. Sunan Ampel sendiri. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. diberi nama Raden Praba. la adalah tohaan di galuh. dengan ibukota di Keling. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Yang di pertuan di Galuh. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Dari ibunya. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. sebagal guru dan juga mertuanya. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. hingga memerangi kerajaan ayahnya. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). menggempur Majapahit. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). Dia yang dipusarakan di Guna Tiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Kemudian. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. Dalam tahun 1473 Masehi. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). Baru kemudian. mengakhiri kekuasaan ayahnya. Uniknya. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. maka dalam tahun 14'75 Masehi. Tiga tahun kemudian. kena salah twah. lawasnya ratu tujuh tahun. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. untuk kepentingan membuka pesantren. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. memperisteri perempuan terlarang dari luar. Di Palembang. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. meninggalkan ibukota.. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. tokoh Sang Ningrat Kancana. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak.

yang menyudahi kekuasan Kertabumi. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selaln itu. memperoleh seorang puteri. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Di sana. Dari Wandan Bondri Cemara. Prabu Dewa Niskala. dilakukan oleh Girindrawardana. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Prabu Dewa Niskala. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Rombongan pengungsiannya. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. ada juga yang sampai ke Kawali.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII).. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Dari pernikahannya. keluarga keraton Kawali. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. ia tersamar dalarn cerita rakyat. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Oleh karena itu. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. keluarga keraton Majapahit. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Oleh karena itu. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Dalam pengungsian. wanita itu terpisah dari tunangannya. Dalam hal ini. diberi nama Raden Bondan Kejawan. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian. Menurut versi lain. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). dengan Raden Baribin. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. saudara seayah Prabu Kertabumi. Raden Baribin. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. diterima dengan tangan terbuka. Kelak. yang sudah bertunangan. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Prabu Dewa Niskala. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). ibukota Kerajaan Galuh. 2. yang mendirikan Mataram Islam. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Menurut hukum waktu itu. Puteri Ratna Ayu Kirana. telah menjodohkan puterinya. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi).

tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. karena kekuasaan pemerintahannya. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. adalah: 1. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. dan memutuskan. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Prabu Susuktunggal. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala.Prabu Susuktunggal. Menantu Prabu Susuktunggal. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. Peristiwa tersebut. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. Selanjutnya. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). harus diserahkan kepada Jayadewata. 2. di wilyah netral. konflik kedua pemimpin negara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. samasama mengerahkan pasukannya. Untuk menyelamatkan keadaan. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. B. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. penguasa Kerajaan Sunda. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. Begitu pula Prabu Susuktungggal. prebu ratu purane pun. bahwa: 1. Peristiwa penobatannya di Pakuan. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. Tentu saja. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). 2. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. sangat marah. dari permalsuri.

yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. membuat samida. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. Jika seorang raja wafat. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. Upacara semacam itu. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. maka raja tersebut digali dari kuburnya. kesatrian (asrama prajurit).samida. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . agar sukma raja tersebut. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. 1981: 25). membuat jalan yang diperkeras dengan batu. la memperteguh pertahanan ibukota. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). pagelaran (macam-macam formasi tempur). tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. memperkuat angkatan perang. Sri Baduga Maharaja. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. kemudian kerangkanya diperabukan. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. yang terjemahan langsungnya. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun 1533 Masehi. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). Pembuatan prasasti tersebut. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. Maksudnya. Ya dialah (yang membuat semua itu).

Pengukuhan itu. Bila petani telah berpindah ladang (huma). yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. Calagara (di Majapahit: walagara). dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Keharuman Sri Baduga Maharaja. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. harus diserahkan kepada raja. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. serta ancaman hukum mati. yang berarti pelayanan (service). Kapas-timbang atau upeti kapas. adalah pajak tenaga perseorangan. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. adalah pare turiang. Oleh karena itulah. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan.Silih Wangi. yang ditemukan di Desa Kabantenan. Wangi artinya harum. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. harus diserahkan tiap tahun. Dasa. Pare-dongdang atau panggeres reuma. yang gugur di Palagan Bubat. Kabupaten Bekasi. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. diambil dari bahasa Sanskerta. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). bagi siapapun yang melanggar keputusannya. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Kata dasa. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. Gunung Samaya dan Jayagiri. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. calagara. Kecamatan Tarumajaya. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. isinya dapat diketahui. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. adalah pajak tenaga kolektif. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Juru Pantun ataupun Penulis Babad. Silih artinya pengganti. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda.

penduduk kota Pakuan ada 48. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama.197 orang). 1996: 59). Dalam perkembangan selanjutnya. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. bandar Cheguide. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo.000 ekor tiap tahun. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. Dengan jumlah itu. pelabuhan Pontang (Pomdam). memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. Tetapi yang lebih penting. Pasai. nama resmi kenegaraan. 1468-1539 Masehi). Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Tome Pires (k. parwa I sarga 4). serta pada puncaknya berukir indah. sebagai kota terbesar ketiga. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). Tome Pires memberitakan. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. Omzet perdagangan kuda.121 jiwa.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. 1999: 41). berada di pedalaman.l. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). disebutkannya. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. dapat mencapai 4.271 orang. baru berpenduduk 23. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. terdapat 40 ekor gajah. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa.000 orang. Tentang Sri Baduga Maharaja. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Dalam angkatan perang kerajaan. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. Istana raja.

yaitu Pangeran Walangsungsang. Kelak. hubungan politis yang terlalu akrab. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). bersama isterinya. Cimanuk (Chemano). Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. didirikan oleh Syekh Hasanudin. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sesungguhnya. Akan tetapi. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). adalah alumnus pesantren Quro tersebut. cucunya yang bernarna Hadijah. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. di Pura Dalem Karawang. C. bukan "Islamnya". dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. seorang ulama mazhab Safi'i. raja Cirebon Girang. antara Cirebon dengan Demak. Inilah Sunda. Ketiga anaknya. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. Puteri Subanglarang. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. Bratalegawa. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Larasantang. 1999: 37). Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). Kalapa (Calapa). yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. Kemudian dari Gujarat. bernama Farhana binti Muhammad. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. Walaupun berbeda agama. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya.Tangerang (Tamgaram). yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. sebagian ditempatkan di Cirebon. seorang ulama mazhab Hanafi. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. dan Raja Sangara. dalam tahun 1416 M.

akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. Kapten Malaka. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. utusan Jorge d'Alboquerque. disebut Laksamana Bungker). Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. seberang awal pelabuhan. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Kawasan ini yang disebut Kalapa. menentukan dan menunjuk tempat.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Leme. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. sebagai duta resmi negara. jadi di sebelah kanan muara sungai. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tuan Kami. M. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . Maka. Akan tetapi. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. Maka. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. Kunjungannya ke Pakuan. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme.Portugis. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. Untuk maksud ini. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. Selain itu banyak orang baik. menghadiahkan kepada Raja. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Tuan kami. pada tahun itu. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. kapten perjalanan ini. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. menegakkan sebatang padrao dari batu. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme.

bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. Sri Baduga Maharaja itu. Untuk buktinya. Tuan kami. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. saya. juru mudi dan banyak (orang) lagi.10. semuanya tentara. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. yang diwakili oleh pedagang Portugis. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. masih sebagai pelaut murni. pada perjalanan ini. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira.600 caxas Java. 1999: 54). telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. dan Franscisco Annes. Maka. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. selaku perwira Raja. Dengan demikian. membuat dokumen ini. saya memberi kesaksian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Diogo Diaz. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. Balthasar Memdes. yang selalu berambisi. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. Berbeda dengan pelaut Belanda. Sangat disayangkan. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. Dibuat pada hari. penulis. pedagang Portugis pada waktu itu. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. penulis dari kapal San Sebastian. Tuan kami. sangat wajar terjadi. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. Hubungan internasional bilateral inilah. Padahal. yang dicurigai para akhli sejarah. Raja-raja penerusnya. Tentang seluruhnya itu.

Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Penyempurnaan sukma tersebut. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. kalau tidak Hindu tentunya Budha. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. digunakan kata lumah (pusara). di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. dengan tujuan utama. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). yang sesungguhnya keturunan Galuh. Setelah Indonesia merdeka. adalah tokoh Sunan Ambu. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. yang artinya dipusarakan. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". dapat kembali kepada Asal-nya. Sumedang. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Oleh karena itu. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". Sampai saat kini. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Para Pohaci dan Para Bujangga. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. secara arkeologis. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). Dalam naskah Sunda kuna lainnya. belum dapat membuktikan secara pasti. Terbukti. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. dimanakah bekas candi-candinya. Dzat Asal dalam religi Sunda. Dalam cerita Pantun sekalipun. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. Mwakta atau Moksa. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. kalau ditanyakan. mengenai tokoh Prabu Siliwangi.toleransinya terhadap agama Islam. Cirebon. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. Cukup banyak Babad yang ditulis. dan Talaga. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . atau "Yang Moksa Di Rancamaya". Akan tetapi. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. umum masih beranggapan.

karena ia adiknya Larasantang. cita-cita urang Sunda yang saleh. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. artinya Gaib.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Seda. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. Kedatangan Islam. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. bersih suci bila dibasuh. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). Niskala. setega itukah.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. D. sesungguhnya tidak jadi masalah. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. bukan dengan Dewa). Disunat ka tukangnya. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. Selain itu. Kian Santang yang konon katanya. Hiyang Seda Niskala. bagi orang Sunda. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). Ada pula yang menafsirkan. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. Kisah tersebut. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. jati Sunda teka. sudah demikian lama. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan.. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Provokasi cerita fiksi Kian Santang. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. artinya Sempurna. Disunat kepada akhlinya. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. Sebutan lain untuk Hiyang. Adakah masuk di akal. bahwa tokoh Kian Santang itu. tidak ingin manjing surga (masuk Surga).

Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. menimbulkan persoalan baru. Rata gagah perkasa.Portugis. Perang ke Pagoakan. Perang ke Gunung Batu. Dalam catatan Portugis. Perang ke Wahanten Girang. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. berdasarkan ilmu sejarah. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). teguh dan pemberani. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Lima betas kali perang tak pernah kalah. Perang ke Muntur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang ke Simpang. Untuk mencari kebenaran. Perang ke Hanum. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Perang ke Tanjung.alias Fatahillah. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Perang ke Ancol Kiji. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Prabu Sanghiyang Surawisesa. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang ke Gunung Banjar. Perang ke Padang. perlu penelusuran ilmiah. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). ia disebut Raja Samiam. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). hingga menimbulkan perang selama 15 kali.

Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Prabu Ratu Dewata. ditenggelamkan ke laut. hanya meminum susu. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Sang Pandita di Jayagiri.Perang ke Pager Wesi. Setelah itu. kembali ke Pakuan lagi. dibunuh tanpa dosa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masih hidup. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. ditenggelamkan ke laut. tidak diketahui identitasnya. tertimpa tapak kikir. Oleh sebab itu. Begitulah keadaan jaman susah. Perang ke Medang Kahiyangan. meninggal dunia. jangan hidup pura-pura berpuasa. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). Sang pandita di Ciranjang.sang kawuri / hayzaa to . itulah tradisi orang Sunda. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. supaya bersih suci dari kotoran. Ada pendeta sakti dianiaya. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . lamanya jadi raja 8 tahun. Datang bencana serangan musuh kasar. pandita di Sumedang. Puasa. Disunat oleh akhlinya. tidak mati.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. Disunat. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. Tidak sampai setahun.

zaman perunggu. menghina pendita. menghiasi Kedaton. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. merampas tanpa perasaan. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Nilakendra. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. zaman besi. seterusnya diganti dengan zaman kali. Lamanya jadi ratu 8 tahun. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. Begitulah riwayat Sang Ratu. tindakan ratu seperti itu. Yang membangun bale bobot 17 jajar. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. tidak hormat pada yang tua. Sering membunuh orang tanpa dosa. Mempunyai anak. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam zaman Dopra.

Perang berlayar ke Salajo. kalah Kalapa. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). 3. perang dengan Datar. perang dengan Patege. antara lain: 1. Lamanya jadi ratu 12 tahun. Perang dengan Pakuan. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perang dengan Galuh. Perang dengan Kalapa. kalah Rajagaluh. Perang dengan Rajagaluh. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). perang dengan Jawakapala.perdaya. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. cucu tiri. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. timbul kerusakan dari Islam. Pertama datangnya perubahan. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). 2. menurunkari pertapa. perang dengan Mandiri. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Manusia yang berhuma rakus makannya. 5. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. Perang dengan Gegelang. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. kalah Jawakapala. tidak mengikuti adat kebiasaan. Dunia halus masuk ke yang kasar. Iamanya jadi rata 16 tahun. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. semua kalah oleh orang Islam. 4. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya.

Dari isterinya yang pertama. Cirebon. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . Status Pangeran Walangsungsang. Dua di antaranya. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Surasowan. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah murid Syekh Hasanudin. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. berperan sebagai anak sulung. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. bernama Rajasangara. jika Pangeran Walangsungsang. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Dalam Carita Parahiyangan. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). Oleh karena itu. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). Status ini sangat memungkinkan. Syekh Hasanudm. 1. 2. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. ialah. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A.IV. 2. Sanghiyang Surawisesa. yang disusun oleh Atja dan Edi S. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. Dewi Surawati. 1989:165). karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. dan 3. Ekadjati (1989). Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). dari pendahulunya. bahwa dari Subanglarang. berputera beberapa orang. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. untuk membahas Banten. di antaranya: 1. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal).

memperoleh anak. Oleh karena sesama muslim. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. dikenal sebagai Syekh Bantong. Islam bukan hal yang baru dan acing. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. untuk menjalin persahabatan. dengan prajurit laut sebanyak 27. armada laut Cina. Sebab. pada tahun 1416 Masehi.800 orang. memohon diri untuk turun. la didampingi oleh jurututulisnya. la bermaksud. Selama 59 tahun. padahal untuk Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di antara sekian banyak awak kapal. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. Kelak. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari.Pada tahun 1416 Masehi. Peristiwa penting ini. di Pulau Jawa. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. Syekh Hasanudin. Ki Gedeng Karawang. mengadakan pelayaran keliling. adik iparnya. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. sebanyak 63 buah kapal layar. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. di pesisir Pura Dalem Karawang. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. Armada laut Cina tersebut. dan lebih kikir lagi dengan pujian. yang juga beragama Islam. kakeknya Sri Baduga Maharaja. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . Laksamana Cheng Ho. Dari perkawinannya. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. Syekh Hasanudin. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Bagi Sang Mahapraburesi. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. di Jawa Timur. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. menyebarkan ajaran agama Islam. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. terdapat beberapa orang penumpang. disertai pula oleh puteranya. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). Tan Go Wat. ketika turun di Pura Dalem Karawang. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Tan Go Wat. Ma Huan. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. Tujuan pelayaran mereka. puterinya Ki Gedeng Karawang.

untuk pergi mengembara. Sementara itu. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam.sanggup memujinya. Tentu saja. adalah Guru Agama. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Ketika Subanglarang wafat. Kenyataan seperti itu. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). walaupun dengan berat hati. bahwa Pangeran Walangsungsang itu.1984: 42). oleh para penulis babad. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. akibat konflik agama dengan ayahnya. Sebagai catatan. Afganistan. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. hanya ibunya. bagi Sri Baduga Maharaja. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Perlu dicatat. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. Ki Gedeng Tapa. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. Selain sebagai ibunda tercinta. seorang bangsa Ajam. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. memohon izin kepada ayahnya. Subanglarang. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. madzhab Hanafi. diteladani dari kakeknya. tidak menjadi masalah. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. Peristiwa-peristiwa itulah. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. la dengan kedua adiknya. la. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). dibina langsung oleh kakeknya. Pangeran Walangsungsang. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. mendorong Pangeran Walangsungsang. merasa sangat kehilangan.

Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. Ki Gedeng Tapa. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Di bagian selatannya. setelah Pondok Quro Karawang. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. harimau. Pondok Quro Amparan Jati. Seperti babi hutan. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Ki Gedeng Tapa. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Syekh Datuk Kahfi. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). dari kakeknya. Cirebon namanya. Nyai Larasantang. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). di kampung Ghuzah. Dalam pemerintahan sehari-hari. Kemudian. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. gajah. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. masih hutan belantara tempat binatang buas.Amir Abdullah Khanudin. Dalam pengembaraannya. dari Syekh Datuk Kahfi. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Sebagai catatan. Di tepi pantai. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Syekh Nurjati. ular. Oleh Ki Gedeng Tapa. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. Pangeran Walangsungsang.

dipercaya menjadi Wakil Kuwu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. yang disebut Cirebon Girang. Nama itu diperoleh dari gurunya. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. puteri Ki Danuwarsih. Atas kesepakatan bersama. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada awalnya. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. Pangeran Walangsungsang. Sedangkan di Gunung Ciremai. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Semula. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. Di sungai. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka.laut (camar). seorang ulama agama Budha. atau Lemah Wungkuk. Diberi nama demikian. dan adiknya (Nyai Larasantang). di Kebon Pasisir. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. Ki Danusela. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). penduduk Cirebon Pasisir. disebut Kebon Pasisir. Nyai Arumsari (isterinya). adalah adiknya Ki Danuwarsih. Mereka. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. atau Tegal Alang-Alang. Setelah melihat ada pemukiman baru. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Sebab. pindah dari tempat tinggal asalnya. banyak kuda liar. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. Kemudian. membuka hutan Kebon Pasisir. Sedangkan Ki Danuwarsih. banyak ikan dan rebon (udang kecil). kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. Syekh Datuk Kahfi. dibangunlah pemukiman baru. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Cirebon Girang. telah bermukim 5 orang penduduk. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. yaitu Nyai Indang Geulis. Ki Sarmawi (pembantunya). bersedia masuk Islam.

adalah 346 orang. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. Sumatera 16 orang. India 2 orang. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. para petani. Hujung Mendini 4 orang. Rinciannya: Sunda 196 orang. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. tingkah lakunya. Parsi 2 orang. Berbagai bangsa ada di sana. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. masing-masing berbeda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . mendapat gelar Ki Cakrabumi. Macam-macam anutannya. petis dan garam. keakhliannya. Pedagang. Syam 3 orang. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). bahasa dan tulisannya. Jawa 106 orang. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. dan Cina 6 orang. sebelum tidur. namanya. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Arab 11 orang. Mereka menumbuk rebon dan ikan.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai).

mengingat penduduk Cirebon pertama. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. ci berarti sungai. tiba di pelabuhan Jedah. Di dukuh Cirebon Pasisir. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. yang terletak di tepi laut. Cirebon. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. Ki Samadullah dan adiknya. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Nyai Indang Geulis. Sang guru mengingatkan. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. Hal itu. mendirikan Tajug (Masjid). berlayar menuju Tanah Arab. "Anakku. Di tengah perjalanan. degan maksud yang sama. Cirebon. dan rebon berarti udang kecil. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. la. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. adalah keturunan Bani Hasyim. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. grahan=rumah). Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. karena sedang hamil. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Padahal. tidak bisa ikut. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. Sehingga. Ki Samadullah. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Akhirnya. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. pustaka yang disusunnya. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. kata "Cirebon" sendiri. naik ke kapal layar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. diberi nama Jalagrahan. (Jala=air. Bersama santri-santrinya. Syarif Abdullah.

Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi.menjadi Walikota Mesir. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Di tanah suci Mekah. Ternyata. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Di rumah Ki Bayanullah itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Tiga bulan kemudian. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Dan adiknya menetap di sana. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). kepada Nyai Larasantang. Kembali kepada Syarif Abdullah. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. dari Bani Mameluk. adiknya Syekh Datuk Kahfi.

sama dengan nama puterinya. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . semua kekayaan dari kakeknya itu. Nyai Pakungwati namanya. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. wafat. Sesudahnya. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Ki Gedeng Tapa. selain sebagai penguasa Singapura.. la membangun Keraton. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah.. Tidak lama kemudian. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. kakeknya. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran.. dijadikan sebuah kota besar. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kata pakung. Dan perkawinannya. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Maka jadilah Cirebon. Kemudian. mempunyai anak perempuan. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. tiba di Cirebon. kemudian diberi nama Pakungwati. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat.

sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. atau Pangeran Cakrabuana. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. Sri Baduga Maharaja. disertai pasukan pengawalnya.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. atau Ki Samadullah. untuk menobatkan puteranya. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. atau Ki Cakrabumi. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). oleh ayahnya. Kemudian. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. B. Pangeran Walangsungsang. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya.

Dari perkawinannya. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Sayid Abdul Malik. asalnya merupakan satu keluarga. Dari perkawinannya. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Mempunyai anak beberapa orang. yaitu Sarah. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Salah seorang di antaranya. mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Sayid Alwi anak Muhammad. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Dari sejak itulah. diperisteri oleh Sayid Hassan. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Adapun Abdul Malik. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Oleh karena itu. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Muhammad anak Ubaidillah. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedua-duanya. Riwayat selanjutnya. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Salah seorang di antaranya wanita. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdurrakhman orang kaya. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik.Kemudian. la meninggal dunia di Jawa Timur. Muhammad anak Ali AI Ghayam. mempunyai anak beberapa orang. anak Alwi Amir Pagih. mempunyai anak beberapa orang. Sebab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri.

Syarif Abdurakhim. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Riwayat selanjutnya. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. Ali Nurul Alim. mempunyai isteri seorang puteri Mesir.Abdullah Khannudin. Syarif Abdurakhman. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. Mempunyai anak beberapa orang. Barkat Zainal Alim. mempunyai anak beberapa orang. tiga di antaranya: 1. menjadi Walikota di negeri Mesir. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. 3. mempunyai anak 4 orang. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. Syarif Hafiddin Abbas. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. yang seterusnya menetap di sana. 3. empat di antaranya: 1. menjadi anak angkat uwanya. 4. Ketika menetap di negeri Bagdad. 4. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. 2. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. 2. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). mengajar penduduk di sana. Dari India. Hal itu tetjadi. Syarif Abubakar. 2. 3. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). tidak mempunyai anak. mempunyai anak beberapa orang. masing masing ialah: 1. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). sebagai guru agama Islam. Syarif Sulaiman Al Bagdad. Syarifah Halimah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menetap di negeri Mesir. pergi ke Jawa dwipa. Syarif Abdullah Al Masir. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. Riwayat yang menjadi penyebab. Syarifah Bagdad. mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Ali Nurul Alim.

semua itu para Kamastu atau disebut Wali. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. oleh Ki Gedeng Tapa. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. pada naskah yang sama ditegaskan pala. Japura. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . cucunya Haji Purwa Galuh. Bharatanagari (India). diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Kamboja. menikah dengan Hadijah. Panjunan dan beberapa desa lainnya. Syekh Datuk Kahfi. ia menjadi duta negeri Parsi. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Pasambangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Juru Labuan Muara Jati Cirebon. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Junti. Campa.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. dari setiap turunan Rasul Muhammad. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan.

dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. Syekh Khadir Kaelani. adalah sebagai berikut: 1. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yang pertama perempuan. pertama. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. dan 3. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Sunan dan Guru Agama Islam. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. yaitu: 1. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. Selanjutnya. dan yang ketiga Syekh Bayan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Selanjutnya. yang menetap di negeri Malaka. kedua. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). kemudian menetap di Panguragan Cirebon. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. mempunyai anak beberapa orang. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). Dua orang di antaranya. yaitu: 2. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Syekh Datuk Ahmad. di antaranya: 1. 2. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tiga orang di antaranya yaitu. Dua orang di antaranya. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. 2. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. dua orang di antaranya. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). menetap di Kamboja.Maka jelaslah sudah. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Datuk Soleh. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yang mempunyai anak beberapa orang.

Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah).Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. semua penduduk Ampel Denta. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Atas usulan Ratu Darawati. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. Dalam jangka 3 tahun. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. 1. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). yaitu Dewi Candrawulan. Kemudian. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Ratu Darawati. Setelah menetap beberapa lama. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Ali Rakhmatullah. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. yaitu Dewi Darawati. menuju ke Jawa Timur. dan singgah di negeri Banten. Ali AI Mustada. Adik Dewi Candrawulan. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . singgah di Palembang. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Setelah enam bulan di Palembang. dikaruniai beberapa orang anak. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di Palembang. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Karena pada waktu itu. Dua di antaranya yaitu. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Arya Dillah atau Arya Damar. Dalam perjalanannya. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Sumatera. 3. oleh Prabu Kertabumi. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). Di Keraton Majapahit. memeluk agama Rasul Muhammad. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). yaitu Siu Ban Ci. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan.

Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. yaitu Dewi Sujinah.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. 7. puteri Ki Wiryosarojo. masing masing: 1. dan mempunyai anak laki-laki. 6. 2. 5. dan 4. Dari perkawinannya. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. yaitu Raden Amir Hassan. Dewi Sofiyah. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. 2. Ratu Pakoja. Dewi Rukayah. 4. dikaruniai anak laki-laki. Di antaranya. Panembahan Karimun. empat orang di antaranya: 1. dikaruniai anak beberapa orang. puterinya Maulana Ishak. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. Panembahan Kodi. 3. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. Panembahan Palembang. 2. Ratu Prodo Binabar. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. memperisteri puteri Sunan Undung. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. yaitu Dewi Rukhil. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Ageng Pembayun. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Puteri. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Dari isterinya yang lain. antara lain: 1. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. dan 8. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Selanjutnya. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). yaitu Siti Khorimah. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). 3. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Selain dengan puteri Sunan Ampel. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. Penambahan Joko. 3.

puterinya Ki Ageng Bungkul. Siti Mursimah. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antaranya masing-masing ialah. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa.. Raden Paku alias Sunan Giri. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n .//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. Syarif Hidayat namanya. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. parwa I sarga 4. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya.1. adalah puteranya Maulana Ishak. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. Siti Murtasiyah. . mempunyai anak dua orang. dari isterinya yang berasal dari Blambangan. mempunyai anak laki-laki. antara lain sebagai berikut: .. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. 2. parwa II sarga 4.

Ketika singgah di Gujarat. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Oleh karena itu pergi dari Mekah. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Pada waktu itulah. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. dari Syekh Athallahi Sajjilli.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. singgah di Gujarat. yang semuanya berjumlah 98 orang. yaitu Sayid Al Kamil. bersama 98 anak buahnya. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Dalam perjalanannya. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Kemudian. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. mereka berlayar bersama-sama. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. Selesai dua tahun. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. lamanya dua tahun. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam.. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. parwa parwa I sarga 4. baru berusia dua puluh tahun. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. menuju Pulau Jawa . antara lain sebagai berikut: . tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n .ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Syarif Hidayat singgah di Banten. Kunjungannya ke Cirebon. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). (singgah) di negeri Pasai.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. berlayar menuju Cirebon. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Sumatera. mengajarkan agama Islam di sana. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Selanjutnya. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Sesungguhnya. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. menemui uwanya. Nyai Kawung Anten. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil.

. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu.. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya.. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. di Kerajaan Sunda. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. menetap di Pakungwati Cirebon. Nyai Mas Pakungwati. yaitu Sayid Al Kamil.. Akhirnya. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. Setelah beberapa lama kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Adapun Syarif Hidayat.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n .Iman. Syarif Hidayat. kepada suwan yang sekaligus menantunya. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. Syarif Hidayat. dapat bertemu dengan uwanya. sangat gembira. Begitu pula Syarif Hidayat. . sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi... Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya.

sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. pesta meriah. Pada waktu itu. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan... Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. dengan gelar Susuhunan Jati. menyerukan pujian atas penobatannya. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita... untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n .. . untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. Pejabat penguasa daerah. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. dan semua memberikan dukungan.

1983: 35). Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. Penobatan awal Syarif Hidayat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. "Betapa tidak terpujinya. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. adalah menantu Walangsungsang. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah cucunya sendiri dari Larasantang. dan 3.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. V. bahwa: 1. Syarif Hidayat. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. atas usul orang tuanya. dalam buku Pakern Banten. 2. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. Syarif Hidayat. Sang Kakek memerangi cucunya. puteranya sendiri. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. Hal yang hampir sama. akhirnya masuk agama Islam. lama tidak kembali ke Pakuan. sebutan Sorasowan. atas pernikahannya dengan Pakungwati. Akan tetapi. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. terkesan Surasowan di sana. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. atas kehendak Pangeran Cakrabuana.

Pakungwati sebagai nama keraton. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. atau Surosowan? Hal tersebut. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. pendiri kerajaan Islam di Cirebon.1935: 60-61). Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. Pakungwati adalah nama orang. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. bagi kata yang ada di depannya. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian digunakan sebagai nama keraton. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Pakungwati sebagai nama orang. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. Pada mulanya. Pakungwati sebagai nama kesultanan. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Soan atau Sadji artinja Radja. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Saleh Danasasmita (1984). terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Surasowan dan Surosowan. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. semua itu menarik untuk dikaji. Surasowan. Selanjumya berkembang. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin.1984:44). menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. yang dibangun di Dukuh Cirebon. menjadi Kesultanan Cirebon. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Berdasarkan gejala itu. puterinya Pangeran Cakrabuana. menjadi Keraton Pakungwati. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). Soera artinja berani. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Nyai Kawunganten. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . berputera beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. Islam sudah mulai bersemi.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir.1989:144 dan 153). teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Dari kutipan tersebut di atas. Sang Arya Surajaya. dan 2. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. 2. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Atja & Edi S. antara lain ialah. (Atja & Ekadjati. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. dua orang di antaranya: 1. Prabu Surawisesa. menjadi bupati Banten Pasisir. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. 1. Sang Surasowan. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut.

di kemudian hari. dalam waktu yang relatif singkat. banyak mendapat simpati dari penduduk. Atas seijin Sang Surasowan. Kelak. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. singgah sebentar di Negeri Banten. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. Sepeninggal Ali Rakhmatullah.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam.

dari Mandarsah ia datang di Jawa. Untuk mempererat kekerabatan. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. bahwa "seorang yang keramat" itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masih saudaranya juga. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. Dalam waktu yang relatif singkat. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. diberi nama Hasanuddin. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). kemudian dijelaskan. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. Sesunguhnya. tentang "orang tua" Hasanuddin. Tentang "seorang yang keramat. seorang perempuan (yang tua). dari pada substansi historisnya. yaitu Pakungwati. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. untuk meng-Islam-kan daerah ini. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. 1983: 33). Oleh Sang Surasowan. Apalagi setelah diketahui. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. la mempunyai dua orang anak. sangat terbatas. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . puterinya Sang Surasowan. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. Hanya saja. Secara tersamar. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. untuk meng-Islamkan daerah ini. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. yaitu Pakungwati. tiba di Banten Girang. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. Akan tetapi. para penulis Babad. lalu terus ke selatan. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. pada tahun 1478 Masehi. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. Oleh Syarif Hidayat. cucu Sri Baduga Maharaja. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat.

cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat.1953: 24). kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1472. menggunakan sumber "Parimbon Banten. dalam proses meng-Islam-kan Banten. soepaja datang ke negeri Banten. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah.l. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Hanya saja. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. antara lain: Pada abad 15. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. sangat gelap (peteng). pada kalimat selanjutnya. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berdasarkan kutipan tersebut di atas. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. disaat Kg. Pakem Banten. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. mengemukakan hal yang sama. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Kg. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. tahoen Belanda k. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Banten dan Demak. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. koerang lebih hidjrah Nabi 887. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). para penulis Parimbon Banten. Berdasarkan kaol Cibeber. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). Kg. Sedangkan. maka Kg. yang hampir malah sudah musnah.

pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. Hafidz Rafiuddin. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". 2000: i & 9). yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. mengemukakan hal yang hampir sama. S. melakukan "Tapa di Mandala". Carita Parahiyangan. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. patut dicermati. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. Tuduhan Animisme. Dengan adanya hal-hal semacam itu. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Maulana Hasanuddin. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. sulitlah bagi kita untuk menentukan. Amanat Dari Galunggung. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. pernyataan selanjutnya.1984: 41). Mereka bertugas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". Akan tetapi. (2000). Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. tidak mendasar.Ag. sudah tidak diragukan lagi.

dengan ikhlas "beralih agama". dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil.1989 :144). Dari kutipan tersebut di atas. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. anak. masih dipuja dan dikeramatkan. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. 1984: 219). menjadi pemeluk agama Islam. (2) Tumenggung Jayamanggala. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. serta hamba sahayanya. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari.. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Anak menantu dan hamba sahayanya. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. yang seluruhnya setinggi 6 meter. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. Bangunan berundak di Kosala. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. Menurut kepercayaan orang Baduy. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. ditemukan dekat bangunan berundak. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan.1993: 27). menantu. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. Dia kemudian memeluk agama Islam. "takluk" atau "ditaklukkan". "dipaksa". Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. Atja dan Edi S.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan.

setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. maksudnya itu-itu juga. Sang Adipati Surasowan. tahtanya diwariskan kepada puteranya. terdapat dua negeri Wahanten. sudah merupakan petunjuk tersendiri. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". Sang Arya Surajaya. membelah kota Serang. kedua-duanya sejaman. dalam usia terhitung masih muda. Portugis pun melakukan hal yang sama. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). sudah tidak tepat lagi. dapat dimaklumi. Bahwa. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Gambaran semakin jelas. tapi nyata). Ekadjati. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. Dari bahasan Atja & Edi S. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Sebab. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. mertua Syekh Syarif Hidayat. ayahanda Nyai Kawung Anten. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Mecermati fakta seperti itu. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. sebutan wahanten menjadi banten. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. berkelok melalui wilayah Banten Girang. Akan tetapi. dan bermuara di Banten Pasisir. hanya pelafalan yang berbeda. Boleh jadi. Oleh karena itu. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. Hendaknya digarisbawahi. baik oleh orang Cina. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. Secara lingual. dalam kajian ilmiah. apapun bahasanya (Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1996:119). Jika terdapat perubahan lafal. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam".pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Ketika Sang Surasowan wafat. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. Sang Adipati Surangggana. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir.

terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. Itulah sebabnya. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Putera kedua. dan persenjataannya pun tidak lengkap. Pada waktu itu. kekuatannya tidak seberapa. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . telah mengalahkan kharisma uwanya. lahir pertama Ratu Winahon. Untuk jaringan politik. Mereka dapat ditaklukkan. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. menjadi penerus ayahnya. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Oleh karena itu. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Sabakingkin atau Hasanuddin. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. diberi nama Yusuf. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. Pangeran Arya (Pangeran Japara). di Kesultanan Pakungwati Cirebon. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Adipati Arya Surajaya. puteri sulung Raden Patah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Sabakingkin. B. Dari perkawinannya. menjadi tidak harmonis lagi. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. Sehingga. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). serta memperoleh putera laki-laki.

Raja Daerah Medang Kahiyangan. 4. Kekhawatiran Sultan Demak. 10. adalah: 1. Tumenggung Linggageni. Raja Daerah Gunung Banjar. Sang Adhipati Patala. Aryya Senapati Bhimajaya. Oleh karena itu. Ratu Ancol. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Raja Daerah Simpang. tersumbat. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. 3. Sang Prabhu Walahar. Pradharmaya. 13. Raja Daerah Gunung Batur. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Sang Aryya Wirasakti. Raja Daerah Pager Wesi. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Karena Pakungwati. akan menyerang Pakungwati Cirebon. 12. Raja Daerah Hanum. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Raja Daerah Wahanten Girang. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada saat itu. 16. akan tiba armada tempur Portugis. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Ratu Hyang Banaspati. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. 5. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Muntur. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Sultan Demak (Raden Patah). 15. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. Raja Daerah Rumbut. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Kyai Wudhubasuraga. Sang Aryya Wuludada. 7. 2. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Karena sudah tersiar berita. Adhipati Suranggana. Raja Daerah Pagawok. 8. 9. Raja Daerah Gunung Ageng.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. bahwa tidak lama lagi. Jelas. 14. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. 11. 6.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. Aryya Pulunggana. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Sang Aryya Suraprasa.

Oleh sebab itulah. Tak lama kemudian. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. sedang dalam pelayaran. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. bandar. kembah ke Demak. Kekuatan pasukan gabungan. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. Sebagaimana yang telah dikemukakan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. terdiri dari 1. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. Pangeran Sabrang Lor. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. perdukuhan. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. Susuhunan Jati. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Singgah di Pakungwati Cirebon. menyusup berkehling kota. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. Ratu Ayu.967 tentara. kembali ke Demak. adalah putera mahkota Demak. sebagai "gerakan pendahuluan". dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. Setelah itu. barulah Panglima Fadhillah Khan. desa. sambil menjajakan bermacam-macam barang. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Kemudian mengadakan gerilya. janda Pangeran Sabrang Lor. Beberapa bulan kemudian. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. la gugur pada usia muda. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah.

Sang Adipati Arya Surajaya. penguasa Wahanten Girang. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". untuk menumpas huru-hara tersebut. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang.1993: 68). beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Akhirnya. lebih siap untuk bertempur. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Karena hal ini. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adipati Wahanten Pasisir inilah. Di balik peristiwa itu. pusat pemerintahan Banten. Sebab.Adipati Sang Arya Surajaya. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. Serangan dahsyat. dalam usia 48 tahun. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut.1988: 8). Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. tibalah serangan mendadak. sempat dibinasakan. Akan tetapi. Sangat masuk akal. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. menyelamatkan diri. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. menerobos hutan lebat. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. Sesuai rencana. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. Secara diarn-diam. bergegas menuju Pakuan (Bogor). Kemudian. telah lebih dahulu masuk agama Islam. sesungguhnya. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". Kemungkinan.

anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana.Suranggana alias Ki Bagus Molana. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. kemudian berkembang menjadi dua orang. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. anak Hasanuddin. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. di komplek makam Tempat Suci itu. antara lain: Apabila Ki Jongjo. dari seorang tokoh. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. rupanya telah terjadi manipulasi. seorang dari Pakuwan. Akan tetapi. mengemukakan usulnya kepada panembahan. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". bahwa setelah selesainya ekspedisi. bahkan tidak dilemahkan. Berdasarkan kutipan tersebut. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya .yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. oleh pernyataan. Kemungkinan besar.1983: 34). yang bergelar Ki Bagus Molana. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. sulit dibenarkan. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. makaYusuplah lagi . maka Molana Yusuplah. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. Sayangnya. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Secara kekerabatan. yaitu Hasanudin. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana.

Pengertian panembahan. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin.1983:149-150). Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. sependek nama Jong dan Jo. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". gelar "Agus" itu. Konon menurut dongeng. Dengan demikian. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. seharusnya. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. Seandainya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. putera Sri Baduga Maharaja. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. dengan sebutan Sultan. Oleh karena itu. Setidaknya. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam".yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Gelar itu. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. Setelah makamnya dikeramatkan. dan memperoleh gelar Panembahan. Pertanyaannya. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. merangkap jadi penguasa. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Kembali ke Wahanten Girang. yang terlebih dahulu masuk Islam. Kropak 408 Sewaka Darma.

oleh Susuhunan. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . keraton ia dirikan. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Nyai Arya Baroh. beralur darah trah Rasul Muhammad. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. Armada Portugis dipukul mundur. Sebagai catatan. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. Sisa yang masih hidup. Beberapa bulan kemudian. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. menyelamatkan diri. hanya 6 tahun lamanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga banyak tentaranya yang tewas. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. di Pelabuhan Sunda Kalapa. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. kakaknya Sang Arya Surakreta. Anggota pasukan yang tersisa. saudagar kaya dari Perlak. terdesak dan menderita kekalahan. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). tiba di perairan Sunda Kalapa. Ia puteri Adipati Kranda. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. yaitu Nyai Arya Baroh. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. diberi nama Keraton Surasowan. bahwa wilayah Sunda Kalapa. Dalam pertempuran itu. sebanyak 1. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. setelah memeluk agama Islam. Kemudian. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Permaisuri. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. Mereka tidak mengetahui. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Selanjutnya. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Sebagian besar penduduknya. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. Sang Arya Surakreta. dan para pengiringnya.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Panglima Fadhillah Khan. Jati Cirebon. Setahun kemudian. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. tewas binasa.

Akan tetapi. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. cucu Prabu Dewa Niskala. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menggantikan posisi ayahnya. Oleh karena itu. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. Susuhunan Jati Cirebon. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. oleh Susuhunan Jati Cirebon. la. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. Kalau tidak. Prabu Jayaningrat. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. memanfaatkan situasi seperti itu. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. adalah adik Sri Baduga Maharaja. wilayah Pakungwati Cirebon. oleh Susuhunan Jati Cirebon. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. jumlahnya banyak. la. Berdasarkan riwayat hak waris. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. telah terjadi perubahan situasi politik. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. sambil memuntahkan logam panas". untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. akan digempur". yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. pada tahun 1501 Masehi. mengeluarkan asap hitam. terdesak. Prabu Ningratwangi. dilengkapi senjata meriam. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). di dekat Bukit Gundul. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Serangan. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. seperti kebiasaan di masa silam. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. memohon bala bantuan. Prabu Jayaningrat. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam pertempuran ini. adalah putera Prabu Ningratwangi. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. Oleh karena itu.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 3. Akhirnya Talaga. dan Kuningan. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. menyepakati. janganlah putus. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kebijakan itu dilakukan. 2. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. perkasa. Sejak itulah. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. Akan tetapi. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). oleh pasukan Pakungwati Cirebon. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. kuwanen. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. kasuran. Demak. agar Pangeran Pasarean. Silih asih (saling menyayangi). tidak kalah). Perang lima belas kali. Peristiwa tersebut. Tidak saling menyerang. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. yang mewakili Susuhunan Jati. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . atuntunan tangan (kerjasama). menjadi pembesar kerajaan. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. pemberani. bahwa: 1.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. pasukan gabungan Pakungwati. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. kehilangan tokoh penting yang disegani. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Palimanan. Pada saat itu. berhasil direbut. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. dapat ditaklukkan. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). Maksud "tidak kalah" tersebut.

dianiaya. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Munding Rahiyang namanya.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. ada pendeta sakti. Pendeta di Ciranjang. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. ia merenungi hidupnya. C. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. ditenggelamkan ke dasar laut. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Sanghiyang Siksakandang Karesian. Pendeta sakti di Sumedang. mati ditenggelamkan ke dasar laut. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). tapi tidak mati. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). dibunuh tanpa dosa. direbutnya kembali. Rasa hormat dan kekaguman itu. Pada kesempatan itu. yang telah disepakati ayahnya. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). Prabu Ratudewata. Oleh karena itulah. senantiasa menciptakan huru-hara. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). sudah tidak lagi menghargai keagamaan. Pendeta di Jayagiri. adik Ratu Wiratala. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. Pada masa pemerintahannya. menghilang tanpa meninggalkan jejak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Prabu Ratudewata. la digantikan oleh puteranya. Sri Baduga Maharaja. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Dalam suasana tenang dan damai. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. la tetap hidup. keonaran. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Berpuasa. Akan tetapi.

menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. la membunuh orang tidak berdosa. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. Kemungkinan. tewas berjatuhan. ngarampas tanpa prege.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . selama 8 tahun. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. Sebab. haywa ta sira kabalik pupuasaan). pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sesungguhnya. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. puteri Prabu Ratudewata. pejabat. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. tidak hormat terhadap yang tua. ayahnya. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. Susuhunan Jati Cirebon. pengawal raja. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. Sang Prabu Ratudewata. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). Serangan laskar Surasowan Wahanten. perwira. merampas tanpa rasa malu. sangat beralasan. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. melanjutkan gerakannya ke arah utara. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). serangan kilat ke kota Pakuan itu. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. Karena. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. ia bertindak sesuka hatinya. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. lan bakti ring wong atuha. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). Mengingat. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. sekaligus merupakan "unjuk rasa". asampe ring sang pandita). Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. Sri Baduga Maharaja. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Atau boleh jadi. ponggawa-ponggawa kerajaan. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi).Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. tidak sungguh-sungguh. Ciranjang dan Jayagiri.

Fernao Mendes Pinto (1510-1583). adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. Pada masa pemerintahannya. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. dan memperisteri ibu tirinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. Sebagian dari catatan perjalanannya. Prabu Ratudewata. Angenia. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. untuk ikut menyerang Pasuruan. I Madura. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. Keberadaannya di sana. akibat perilaku buruk seorang raja. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. Keberangkatannya ke Demak. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. janda dari ayahnya. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. Bale. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. cotodas as mail ilhas deste arapelago. paraque pessoalmete. Prabu Sakti masih beruntung. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. mencatat semua kejadian.Puncak kebiadabannya. Emperador de toda a illla da Iaoa.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. tempat orang Portugis biasanya berdagang. Akan tetapi.

Dengan demikian. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. Fernao Mendes Pinto. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. Maksudnya. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Berdasarkan pendengaran. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Raja Sunda. adik Sultan Trenggono.000 orang. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. -yang juga menjadi bawahannya. Kangean. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. 1984: 46-47). Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Bali. tidak terbitung para pendayung. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. isterinya Fadhillah Khan. Dialah kaisar Pulau Jawa.1999: 90). Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. adalah Nyai Pembayun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. adalah Ki Fadil.

Adanya anggapan seperti itu. Portugis yang semula dimusuhi. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Bali. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Sebab. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. bagi kepentingan mitra dagang. akhirrrya menjadi "negara sahabat". serta menempatkan armada lautnya di sana. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Kembali kepada Prabu Sakti. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Portugis menerima kenyataan seperti itu. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. adalah tentang adanya hubungan multilateral.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). yang penting diperhatikan. Bahkan. mempunyai kedudukan penting lainnya. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). la wafat di Pengpelangan. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya).Demak . polah sang nata). Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Sedangkan Maulana Hasanuddin. Oleh karena itu dapat dimaklumi.Pakungwati . Dari pendengaran. Angenia. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran.Portugis. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Pada masa pemerintahannya. Madura. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Fadhillah Khan. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan.Sunda Kalapa . mencatat pada masa pemerintahannya. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. antara Wahanten . Sang Prabu Nilakendra. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon.

Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. Petani menjadi serakah akan makanan. kehancurarr). Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. tan igar yan ta pepelakan). bendera keramat. dimeriahkan oleh pesta pora. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan.berada di ambang pralaya (kiamat. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. Setiap saat. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. serta dihantui bencana kelaparan. Bagi Prabu Nilakendra. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . itulah. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. Tantrayana. sudah dicampakkan jauh-jauh. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan).jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. jimat-jimat. Pada tahun 1567 Masehi. bahwa tidak akan lama lagi. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. adalah kepercayaan mistis sinkretis. Akan tetapi. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. dilukis dengan emas. yang mengapit gerbang terlarang. Makan minum sampaimabuki. keraton Pakuan Pajajaran. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. secepat kilat. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. tidak ada ilmu yang disukainya. dalam mendahului upacara Tantrayana. manteramantera Tantrayana. Makan enak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. telah. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. mahayu na kadatwan. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. akibat angkara-murka penguasanya. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. menembus jantung ibukota Pakuan. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan.

131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. wafat dalam usia muda. Tohaan di Majaya kalah perang. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. sangat menarik untuk dicermati. Sebab. diharapkan oleh puteranya. Bupati Jipang. Selain itu. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. adalah putera Susuhunan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. mempunyai hak yang sama. Mungkin dia tewas di pengungsian. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Nasib kehidupan kota Pakuan. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). ayahnya Prabu Nilakendra. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. ia telah membuktikan. Pada mulanya. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Kekosongan tahta Demak. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Kemudian. Tidak pernah ada berita. D. dari Nyai GedengTepasan. yang tidak menyertainya ke pengungsian. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. hanya tertulis secara singkat. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. bahwa Surasowan Wahanten. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. Latar belakang tragedi. adalah negeri yang kuat. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. adalah menantu Prabu Ratudewata. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. calon pengganti Susuhunan Jati. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). yaitu Prabu Sakti. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Sunan Prawoto. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. oleh bocah pengiringnya. Susuhunan Jati Cirebon.

tewas pula. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Kedudukan tertinggi itulah. Mengingat. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. Naik tahtanya Fadhillah Khan. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. Jipang menyerang Demak. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. karena berupaya membela Prawoto. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. Sultan Trenggono. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Pangeran Suwarga. dianggap tidak semestinya. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. putera mahkota Cirebon. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Susuhunan Jati. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. Atas restu gurunya. Wanawati Raras. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. yang bergelar Pangeran Suwarga. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). juga warga Demak. secara terselubung. mendahului kakeknya. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. Sunan Kudus. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Sedangkan pada waktu itu. diharapkan adalah cucunya. Pangeran Suwarga.Pangeran Sekar. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. Pada saat peristiwa itu terjadi. sedang berada di Demak. pada waktu itu masih kanak-kanak. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. Karena Pangeran Emas. adiknya Prawoto. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. sebagai Susuhunan Cirebon. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah putera Susuhunan Jati. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Syarifah Fatimah. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. pemerintahan Pakungwati Cirebon. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. Sedangkan Pangeran Bratakelana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

dalam kisah "Serat Banten". akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Sekaligus. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. . dengan "doa" Hasanuddin. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. dan Pangeran Arya. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. digantikan oleh puteranya. Wahanten Pasisir. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Panembahan Hasanuddin. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. berdaulat. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat.Melihat kenyataan seperti itu. kisah tentang watu gilang. mampu berdiri sendiri. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. melainkan Hasanuddin. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". Karena itulah. . ketika ia bersalat di permukaan laut. mengkilap dan berseri. walau sesungguhnya tokoh tersebut. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). Misalnya. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi).kelak menjadi isteri Tubagus Angke. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. Bagi penulis "Serat Banten". berhasil menjadi negari niaga maritim. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. Menurut "Serat Banten".1964: 48). Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. bila tidak dikenal asal-usulnya. Pangeran Yusuf. Sendi-sendi Islam. mendadak berubah menjadi licin. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Bupati Jayakarta (Jakarta). seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. Surasowan. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. Sedangkan dari isterinya yang kedua. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. dipandang oleh masyarakat Banten.

Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. Makasar. Ketika kembali ke negerinya. payung. berdagang permata dan obat-obatan. nila. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. Pedagang-pedagang dari Cina. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. dan sebagainya. Sumbawa. mereka membeli lada. kertas. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. jarum. digambarkan sebagai berikut: 1. dan kain putih dari Coromandel. cengkeh. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. kain sulaman. kayu cendana. Situasi perdagangan di Karangantu. sudah demikian menurun kharismatiknya.1993: 81).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sutera. Orang Gujarat. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. sisir. membeli rempah-rempah. sutra. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. buah pala. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. gula dari Jepara dan Jayakarta. 2. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. beludru. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Banjarmasin dan Palembang. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Orang Arab dan Persia. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. Ketika mereka kembali. di Pakungwati Cirebon.1961:13. dalam Michrob. lada dan Lampung dan Solebar. 3. menjual kain dari kapas.Sunda (Pajajaran). kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . benang emas. berhasil ditundukkan. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. porselen. Palembang dan lainnya. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. penguasa Kesultanan Pajang. beras dari Makasar dan Sumbawa. kulit penyu dan gading gajah. Minyak kelapa dari Belambangan. kipas. Panembahan Ratu. ikan kering dari Karawang. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. selop. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. Dari segi hubungan kerabat. rempah-rempah dari Maluku.

Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. adalah Pakuan. orang Arab. besi dari Karimata. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. gangguan keamanan. Kedah dan Selong di Malaka. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. Bali (Tjandrasasmita.1981: 56-58). yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih.1983: 38 dan 59). dari sejak pemerintahan ayahnya. Makasar.1983: 31). Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Persia. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. Bugis. keamanan wilayah. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. dapat diatasi dengan baik. Sasaran utama penyerangan. perkampungan orang Pegu. gading gajah dari Andalas. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. 1975: 160). Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Pada masa Maulana Yusuf.1977: 448). perdagangan dan pertanian. dan sebagainya. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi.cendana dan kepulauan Sunda kecil. Siam. 1950:182). bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. timah putih dan timah hitam dan Perak. Turki. Laskar Surasowan Wahanten. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. Dengan demikian. Ternate. tenunan dan Bali dan Sumbawa. mulai dipersiapkan. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Cina. Banjar.

Pandeglang. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan.rover. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. Padahal. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Sampai sekarang. digantikan oleh puteranya. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. Prabu Ragamulya Suryakancana. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Oleh karena itulah. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. beserta ketiga saudaranya. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Kota Pakuan Pajajaran. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. tetapi di Pulasari. Sekarang. la tidak menghendaki. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Kelak. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. keturunannya masih merupakan kaum-adat. Dari peninggalan yang ada. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan diboyongnya batu tersebut. Bagi Panembahan Yusuf. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. terhadap kedzaliman. di Cisolok dan Bayah. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. Bila kenyataan yang terjadi. Prabu Ragamulya Suryakancana. Pada masa pemerintahannya. mengungsi ke pantai selatan. sangat memungkinkan. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". maka di kota Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Palangka itu. laskar Surasowan Wahanten. merupakan upaya "pembersihan". Disebut demikian. Serbuan laskar Surasowan Wahanten.

dibinasakan. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. penguasa masyarakat Sunda pertama. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. sambil menyongsong ajal tiba. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari.Kampung Ciptarasa. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Prabu Ragamulya Surya Kancana. dikisahkan Ki Baju Rambeng. Pandeglang. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. secara samar-samar. beribukota d. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. mereka meninggalkan kota Pakuan. dalam Pantun Bogor. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). Sesungguhnya. Mungkin ia pergi ke Pulasari. yang meninggalkan urusan duniawi. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. la hanya sebagai "rajaresi". Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. Jejak peristiwa itu. bahwa di sanalah. napas tertua bentuk kerajaan. hanya berusaha mempertahankan diri. Prabu Ragamulya Suryakancana. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". Akan tetapi. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. tentunya tidak membuat babak baru. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. Menurut cerita leluhurnya.Puasari. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Akan tetapi. Sekelompok kecil yang bernasib baik. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. akhirnya berpusara di tempat lahir.

sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. antara lain: 1. niaga maritim. Sejak kecil. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. Pangeran Japara. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Oleh karena itu. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. ia dikenal juga dengan sebutan. semakin berkembang pesat. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. baru berusia 9 tahun. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Sedangkan Panembahan Yusuf. Pangeran Muhammad. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. Ketika itu. Pada tahun 1580. Panghulu Negara (Kadhi). D. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. Pangeran Japara bersama pasukannya. terutama dalam hal pembangunan kota. Maulana Yusuf meninggal dunia. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. putera mahkota Pangeran Muhammad. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). pengembangan areal pertanian. Pangeran Arya. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Melihat kenyataan seperti itu. tinggal di keraton Japara. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). dan 2. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. kepada Pangeran Japara. Panembahan Yusuf. Rata Winahon. Konflik tidak dapat dihindari lagi.

terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis.1993: 89). Malabar. yaitu daerah Karangantu. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Dan pasar yang ketiga. Turki. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. Diceritakan pula. Gujarat. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. dan Abesinia. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. sebagai pencatat perjalanan. tidak tercapai. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. dan lain-lain. di bagian utara Kerajaan Belanda. temboknya dilapisi porselen. Rupa-rupanya. Keling. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. hingga ke pelosok-pelosok desa. terletak di Pacinan. Melalui Tanjung Harapan. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. dari berita pedagang Portugis.1993: 89). Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Bengali. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. bertindak sebagai walinya. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Pasar kedua terletak di Paseban. Jawa. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. Arab. Cina.itu. dan akhirnya diusir dari Banten. seperti dari Bugis. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Setelah persitiwa itu. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Bersama 249 pasukannya. Dalam pelayarannya. Pegu. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. Malaya. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. Mangkubumi Jayanagara. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. pada tanggal 22 Juni 1596.

Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Selanjutnya. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. ditarik mundur. Bahkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berputera Abdulmafakhir. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. ia melanjutkan perjalanan. sebagai Wali Kesultanan. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. didampingi oleh kakeknya. la memimpin langsung pasukannya. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak menghasilkan apa-apa. Mangkubumi Jayanagara. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. karena kecongkakannya. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. pada tahun 1602. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Sultan yang masih bayi itu. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. Armada dagang yang dipimpinnya. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. Karena sikap congkaknya. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). jabatan Wali Kerajaan. Akan tetapi. Sultan Maulana Muhammad. Akhirnya. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. di negeri rencong itu. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). pada tanggal 13 November 1596. Mereka tiba di sana. Akhirnya. yang kasar dan tidak bijaksana. Ratu Wanagiri. berlangsung di sekitar Sungai Musi. Kemudian.Sikap Cornelis de Houtman. Akan tetapi. hampir memukul mundur pasukan Palembang. yang baru berusia 9 bulan. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. Sebab. Sementara itu. putera Aria Pangiri. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. Perwalian. ia tewas terbunuh. cucu Sunan Prawoto Demak. ia diturunkan dari jabatannya. armada Kesultanan Surasowan Banten. Pertempuran sengit. pada tanggal 17 Nopember 1602.

Mangkubumi terbunuh. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat.Sementara itu. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan.1993:127). Bahkan. pada bulan juli 1608. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. pada tanggal 30 Mei 1619. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. yang diberi nama Batavia. oleh penduduk Nusantara. Akan tetapi. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). di Belanda terjadi peristiwa penting. Pangeran Mandalika bersama adiknya. agar Sultan Abdulmafakhir. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. Peristiwa tersebut. di kalangan Keraton Surasowan Banten. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. di antaranya Insan Kamil. Pada tanggal 23 Oktober 1608. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Melihat situasi seperti itu. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Didukung pula oleh pihak Inggris. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Pada tanggal 13 Mei 1626. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Pangeran Arya Ranamanggala. Rasa ketidakpuasan itu. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. yang kelak diambil oleh Dr. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. dalam Michrob. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Akhirnya. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. yaitu suku Bataav. Snouck Hurgronje (Roesjan. terjadi kembali huru-hara besar. mengadakan huru-hara di pelabuhan. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. pada tahun yang sama (1602). yaitu Pangeran Mandalika. Sementara itu. mencapai puncaknya. pada tahun 1604. Kongsi dagang tersebut. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. Kekuasaan sepenuhnya. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . Melihat kondisi seperti ini.

pada tahun 1650. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. kedudukan Sultan Anom. Sultan Abdulmafakhir. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. 2. la seorang Sultan yang cepat tanggap. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. akan tetapi. diserahkan kepada Pangeran Surya. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). 4. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). Selanjutnya.Sultan Abdulmafakhir. bagi Kesultanan Surasowan Banten. Pada tahun 1640. E.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Arya Kulon. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. putera mahkota. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Kesepakatan perdagangan. bersikap bebas. ia meninggal dunia dalam usia muda. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. . sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". Akan tetapi. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Surya.Gelar ini diperolehnya. ia mencapai perjanjian perdagangan. Pada tahun 1645. sering "terjun ke lapangan". tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. dilanjutkan oleh cucunya. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. Pangeran Lor. merupakan masa kemakmuran. Ratu Pembayun. 3. Pangeran Raja. Abdulma'ali. antara lain: 1. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Begitu juga dengan putera mahkotanya. diangkat menjadi Sultan Anom. dan 5. Perjanjian itu. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah.

Oleh karena itu. Terhadap Kompeni Belanda. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. 4. Pangeran Kidul. dan Ratu Tinumpuk. sebagai pejabat tinggi negara. 3. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Pangeran Kilen. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Pangeran Wetan. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. merupakan pekerjaan yang sulit. Ratu Kulon. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. 2. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah.Pangeran Surya. Pangeran Raja. Pangeran Lor. Ratu Inten. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baik orang-orangnya. dan 4. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). bahkan kemungkinan besar akan gagal". melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. empat orang saudara kandungnya. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. yaitu: 1. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. 3. 2. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. yaitu: 1. Antara lain. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Serta empat orang saudara seayah. dari manapun asalnya. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara.

dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. dan 2. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. Kompeni Belanda. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. memusnahkan tanaman tebu. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. 2. harus dipancing keluar dari sarangnya. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. Semua aksi-aksinya. tanpa basis yang tetap (gerilya). 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . satuan-satuan armada kecil. Pasukan "gerak cepat" itulah. yang tidak diinginkannya. terlihat watak maritim Banten murni. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. supaya kapal-kapal itu. setiap ada kesempatan. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. Setidaknya. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. menurut perjanjian 1645. Mengenai satuan tempur di darat.1. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. harus dipotong. Jalur angkutan laut. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. dan 3. Untuk memenuhi strategi itu. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Kompeni Belanda. Di laut. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. Di darat. tidak akan pernah sampai ke Batavia. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Di wilayah perbatasan. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Padahal Kompeni Belanda berharap. Sebagai catatan. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. Panembahan Hasanuddin. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". dalam satuan-satuan kecil. yaitu sebelah Timur Cisadane. Tujuannya. pasukan patroli Kompeni Belanda.

dan Speelman. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. yang tidak bertahan lama. "Statuten Van Batavia". Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. Untuk mencapai tujuannya. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. kedua penasihat Maetsuycker. la terkenal cerdas. adalah hasil dari buah tangannya. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. saling mengisi dalam watak dan pendapat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". telah memenuhi persyaratan. Sultan Abdulfatah. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. Maetsuycker.dalam "pembaharuan perjanjian". sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. dan pandai bergaul. yang membantu Dewan Hindia Belanda. Trio itulah. Mereka mendorong. ia mempunyai dua orang kawan. sebagai sumber pangan. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. Akan tetapi. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). Sebagai ahli hukum. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. menggantikan Carel Reynierszoon. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Anthony Van Diemen (1636 -1645). yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. selanu 30 tahun. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. Maetsuycker. Menurut pandangan mereka. van Goens. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. ulet. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. yaitu: mahir menjadi pedagang. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. sejak masa GJ. pada tahun 1653. Baik van Goens maupun Speelman. yang sekaligus menjadi penasihatnya. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. Maetsuycker tidak senang bertualang.

Menjelang akhir masa perjanjian. Pada tahun 1657. Akan tetapi. menginginkan Maetsuycker. 2. atas biaya dari Banten. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". agar ia bertindak lebih keras. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Untuk memenuhi keperluan tersebut. Sebab secara pribadi. Sampai akhir tahun 1656. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. 4. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Kedua belah pihak. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . hampir berhasil. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. sebanyak 10 pasal: 1. Terhadap tindakan itu. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. 6. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. membawa usul "perdamaian". utusan Kompeni Belanda. van Goens dan Speelman. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. Ancaman dari darat inilah. 5. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. Pertukaran nota. derigan membentuk pasukan "pribumi". dilakukan sampai beberapa kali. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. 3. Padahal. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Sultan Abdulfatah. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Sebab di laut. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Banten harus membayar kerugian perang. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Kesultanan Surasowan Banten. Karena merasa lemah di sektor darat. bersedia membuka jalur perundingan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. baik di darat maupun di laut. Pada tanggal 29 April 1658. yang berdasarkan kelompok etluk.

10. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. agar orang Banten. Sultan Abdulfatah menegaskan. 2. Dengan tegas. yang dinilai sangat tidak adil. pada tanggal 11 Mei 1658. secara bebas dapat membeli meriam. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. agar "bunuh diri". Sebab. Menuntut. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. berarti menyulut sumbu perang terbuka. Sultan Abdulfatah sangat faham. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Oleh karena itu. Menuntut. Penolakan tersebut. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. sebagai imbalan. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. (Michrob.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka sebagal imbalannya. peralatan-peralatan yang dimaksud. karena: 1. Tuntutan yang pertama.1993:137). artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. Seperti yang telah diduga sebelumnya. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. agar orang Banten. demikian juga sebaliknya 8. yang telah diperolehnya. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. Tuntutan yang kedua. 2. Sebagai jawabannya. harus dikembalikan ke Banten. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. Perbatasan Banten dan Batavia. 9. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut.7.

selalu "berkeliaran". Dengan melalui jalan darat. jenis canon (meriam besar). di perairan Tangerang. Oleh karena itu. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. di perairan Tanara. Suranubaya. Si Muntab dan Si Kalantaka. di sekitar Pulodua dan Pulolima. 5. ditempatkan di pantai Caringin. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. di perairan Labuhan Ratu. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). perairan Selat Sunda. Sedangkan satuan Artileri Banten. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Kapal-kapal Kompeni Belanda. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Tumenggung Wirajurit. untuk menjaga serangan dari laut. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. di perairan Pontang. yang menyebar di sekitar pelabuhan. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. Hal ini dilakukan. berlangsung sampai senja hari. selama 9 hari. balasan dari pasukan ardleri Banten. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. dipusatkan di sekitar pelabuhan. 3. di perairan Karawang. yang masing-masing diberi nama. Pertempuran sengit itu. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. 4. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Sepuluh di antaranya. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. Arya Suryanata. Selain itu. Pertahanan ibukota. 1. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. 2. dengan kekuatan 60 meriam. Ratu Bagus Singandaru.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah memerintahkan. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. sebuah satuan tempur darat. Ratu Bagus Wiranatapada. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai.000 orang. mulai memuntahkah tembakan salvo. karena dalam rangka blokadenya.

Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. Sultan Abdulfatah. kemudian memeluk agama Islam. Bagi orang Kompeni Belanda. karena pihak Kompeni Belanda. Sebab. pada tanggal 10 Juli 1659. Sebetulnya. adalah: pengukuhan garis perbatasan. telah banyak korban yang jatuh. Melihat kenyataan ini. Akhirnya.Sebelum malam tiba.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. dipandang sebagai ancaman baru. armada Kompeni Belanda. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. harus dikembalikan ke Batavia. titik berat dari perjanjian itu. menuju ke laut lepas. dari kedua belah pihak. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. Pimpinan baru. bertindak atas nama Sultan Jambi. Kemudian Sayid Ali. akan ditangkap. tidak menuntut hak monopoli. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. Di Batavia. dari pasar Batavia. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. tanpa alasan yang sah. dan Kesultanan Surasowan Banten. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk mengadakan penyegaran pasukan. Oleh karena itu. Padahal. sepanjang sungai Cisadane. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. di garis depan Angke-Tangerang. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. Kompeni Belanda. oleh Kompeni Belanda. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. yang sudah memerlukan istirahat. Sementara itu. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. tentang hak membeli senjata dari Batavia. Mereka dibekali pasukan baru. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. terjadi stagnasi. Perundingan berlangsung di Batavia. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker.

tidak dikenakan bea pelabuhan. yang selalu memanfaatkan kesempatan. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". dapat menyitanya. tetap diperbolehkan dibuka. akan diberi gelar kebangsawanan. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". 2. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. atau terpaksa singgah karena memerlukan air.Sebagai catatan. Bahkan. Kelak terbukti. ada barang yang dianggap terlarang. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Sebab. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Kemudian. dengan cara mencari setiap kelemahan. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. Bahkan bila dianggap layak. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. F. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. atas permintaan kepala perwakilannya. Kemudian. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. bahwa para gerilyawan Banten. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. petugas pemeriksa dari pihak Banten. Bila dalam kapal Kompeni itu. biaya pemeliharaan kantor tersebut. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. antara lain sebagai berikut: 1. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". Strategi Sultan Abdulfatah ini. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. dengan bayaran tinggi.

Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Hal ini disebabkan. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. kepada atasannya di Netherland.000 jiwa. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. Salah satunya. Sebab selama perang berlangsung. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. bahwa "Banten harus ditundukan. telah banyak hal yang terabaikan. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. juga sarana perhubungannya sulit. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. bahwa pembuatan saluran tersebut. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. dibuat sepanjang jalan lama. Saluran itu. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. Dibangun saluran secara berantai. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. karena terletak cukup jauh dari pantai. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. dalam tempo 9 hari perjalanan. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. Strategi ini. Oleh karena itu. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. antara lain sebagai berikut: Pertama. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. bahkan dihancur-lumatkan. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. Dengan demikian. sepanjang saluran yang baru. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tanggal 31 Januari 1679. masyarakat dianjurkan mencetak sawah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . selain letaknya yang jauh. atau. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Pada saat perang berlangsung. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Kedua. karena beban logistik yang terlalu berat. Posko pertahanan sebelah timur ini. Kompeni Belanda menyadari. Di sebelah kiri dan kanan saluran.tujuannya. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Kompeni yang akan lenyap".

Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. Peningkatan ekspor. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Selain pembangunan fisik. Terbukti. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. ke sebelah timur dari Wales. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. bahwa pemukiman orang Mataram itu. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu: 1. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru.000 orang. Sultan Abdulfatah. Mata-mata Banten mendapatkan. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. Dengan demikian. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. Di Muara Beres. dihuni petani biasa (bukan tentara). Banyak di antaranya. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". ia memperoleh informasi rahasia. Sebab. 2. Sultan Abdulfatah. Dari Wales. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). pos terdepan pasukan Banten. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. atau ke arah tenggara Muara Beres. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. 3. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. Ketika pecah perang. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. yang menuju Batavia.Kesultanan Surasowan Banten. untuk mengepung benteng Batavia. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. Alih teknologi. Muara Beres.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang mengirimkan koloni petaninya. Dari orang EIC. dengan kekuatan 4.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Sebagian besar para teknisi Eropa itu. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. pada tahun 1671. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. Keraton Surasowan. dibuat pula saluran yang cukup lebar. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. yang cukup tebal. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Dari nama keraton itulah. Melalui kongsi dagangnya. Benggala dan Persia (Iran). Istana yang megah itu. Sultan Abdulfatah.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Di sekitar tembok benteng. De Haan berpendapat. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. untuk menghindari pengintaian dari luar. Kelak. diberi dinding bata pada kedua tepinya. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. Pada sudut-sudut benteng. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. mengundang para teknisi Eropa. Macao. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. Negeri Belanda. yang memiliki daya jangkau jauh. dengan nama Tubagus Wiraguna. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. 1996: 303). Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. berbentuk busur. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. ditempatkan menara jaga. Seluruh komplek. tidak jauh dari pantai. sekarang). mampu berlayar hingga mencapai Philipina. Hal tersebut. dilengkapi pancuran dan danau buatan. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. Jalan masuk menuju komplek Istana. dapat ditandatangani tahun 1670. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Dalam sumber Belanda yang sejaman. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten.

memerlukan waktu 2 tahun.1977: 159). Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. Tamat (Naerssen. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Sementara itu. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. Abdulkahar. pada tanggal 16 Februari 1671. Sejak itulah.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. pada tahun 1674. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menunaikan ibadah haji. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. putera mahkota Sultan Haji. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. Sultan Ageng Tirtayasa. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Setiap saat. diperintahkan oleh ayahnya. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. Peristiwa ini. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. dapat saja meletus. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri.

akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Saran van Goens dan Speeltnan. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Koloni petani Mataram di Karawang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Terbukti. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. banyak yang menyingkir. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. Sisa-sisa laskar Makasar. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. 800 dan 300 orang Makasar. Bantuan senjata dan perbekalan. bila salah satu pihak diancam Kompeni. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Dalam perjanjian Bongaya (1667). Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. kehilangan sekutunya di kawasan timur. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker.Hal yang meredakan ketegangan. Sikapnya yang sangat hati-hati. Dalam kejadian ini. membuat ia mengambil sikap netral. hubungan Banten dengan Mataram. Kedua belah pihak saling membiarkan. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. Oleh sebab peristiwa itu. cenderung mengarah kepada permusuhan. tidak pernah mulus. dalam . dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. dan kehilangan kebebasannya. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. Sultan Ageng Tirtayasa. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Kekhawatirannya. Karena persaingan itulah. berturut-turut telah datang ke Banten. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. kemudian bergabung dengan laskar Banten. di antara kedua belah pihak. Kesultanan Surasowan Banten. Sementara itu. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. walaupun secara resmi tidak pernah berperang.

dengan keraton Mataram. Menggunakan kapal perang Banten pula. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Masing-masing. Panembahan Girilaya. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. Selain itu. Mereka bersama ayahnya. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. sebagai Sultan Sepuh. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. Mereka hanya menjanjikan. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. dalam peristiwa itu. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. Sebagaimana telah dikemukakan. adalah kemenakan Panembahan Ratu. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. Menggunakan kapal itu pula. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. Sultan Ageng Tirtayasa. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. karena alasan politik. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Hanya saja. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. dapat dipererat kembali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. Oleh sebab itulah. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Kesultanan Surasowan Banten. tidak mungkin dipenuhi. kedua orang kakaknya. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. Akibat peristiwa itulah. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. ibu dan isteri-isteri mereka. yang telah lama retak. juga puteri Mataram. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. akan mengambil sikap netral. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. Ibunda Amangkurat I.

Selain itu. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Berdasarkan pertemuan itulah. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. Speelman kembali ke Japara. sebagai tebusan biaya perang. Akan tetapi. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. tidak meneruskan gerakannya. Pusaka-pusaka Mataram.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . segera dilumpuhkan. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. Sebagai penggantinya. Akan tetapi. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. setelah Trunojoyo tertawan. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. sama-sama penganut garis keras. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. putera mahkota Mataram. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. Speelinan pun mengusulkan. Akibat serbuan Trunojoyo. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. melainkan oleh Kompeni Belanda. ia beserta mahkota Majapahit. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. dan menyerang Arosbaya di Madura. tidak menerima usul tersebut. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. namun ditolak oleh Trunojoyo. menyeberangi Selat Madura. Maetsuycker yang semula bersikap netral. serta berhasil merebut dan mendudukinya. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. Selanjutnya. Pada tanggal 2 Juli 1677. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. pada bulan Oktober 1677. Karena peristiwa itulah. Akan tetapi. Selanjutnya. Gubemur Jenderal Maetsuycker. dengan tujuan mendapatkan wilayah. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. langsung menyerbu ibukota Mataram. la berkirim pesan kepada Speelman. termasuk mahkota Majapahit. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang selalu hati-hati. penumpasan gerakan Trunojoyo itu.

yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. peluru dan mesiu. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan.Kompeni. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten.F. Situasi baru ini. yang merupakan wilayah bawahan Banten. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. Selanjutnya. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. Sebagai langkah awal. Rangga Gempol menggempur Sukapura. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. pada bulan September tahun 1678. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. karena Rangga Gempol III. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. di bawah pimpinan Wiratanu. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. Parakanmuncung dan Bandung. sebagal pembayar hutang biaya perang. sehingga memperoleh bantuan meriam. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. Hubungan dagang Sumedang . melalui Kapten Hartsinck. senapan. Bupati Sumedang. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. menyingkirkan para kepala daerah setempat. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. pada tahun 1680. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. Akhir tahun 1678. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur.

Sultan Haji. la labil dalam sikap. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. Sultan Ageng Tirtayasa. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. Sementara itu. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. tanpa kajian yang mendalam. Akhirnya. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. adalah menantu Bupati Bandung. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Kabupaten Cianjur. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. mudah terpengaruh bujukan orang. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. la senang meniru perilaku orang Belanda. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Potensinya masih kecil. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. Akan tetapi. Caeff. Tetapi yang paling membahayakan negara. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. Pendudukan Banten atas Sumedang. Secara politis.Cakrayuda. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. yang berkedudukan di Pamanukan. Sebab. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. di daerah Indramayu. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. serta orang-orang Belanda lainnya. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. Rangga Gempol kembali berkuasa. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu.

Akan tetapi di darat. tetap rawan. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. Belanda kelahiran Rotterdam itu. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. tanpa persiapan yang benar-benar matang. terpaksa menahan diri. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. karena ia meninggal pada bulan November 1681. Banten. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Oleh karena itu. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . la sangat memahami. terbawa mati. Dalam sehari. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Watak dan keuletan Speehnan. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. namun lincah dan tak senang diam. Rijcklof Volckertsz van Goens. Speelman mengetahui. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. ia orang Kompeni Tulen. Dari "tiga serangkai Kompeni". Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. la cerdas dan cerdik. Berkat pengalamannya sebagai pedagang.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. ia menyusun catatan pertempuran. ia berani mempertaruhkan nyawanya. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. menjadi penguasa wilayah". Pada saat-saat perang sedang berlangsung. Untuk kepentingan Kompeni. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Wajar bila Vlekke dalam bukunya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tubuhnya kekar. karena gangguan gerilya Banten. la tidak berani. Akhirnya. semakin meruncing. telah akrab dengan iklim tropic. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. pasukan Banten masih terlalu tangguh. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. Speelman mematangkan situasi. perunding dan panglima perang. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. lengkap dengan keadaan politik. Sikap licin seorang pedagang ulung. dalam pertempuran di laut. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka adalah: Kapten Hartsinck. pada tanggal 8 Januari 1681. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. Selanjutnya. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. melainkan sebagai "penolong". Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. Van Happel. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. agar lebih berani mengadapi ayahnya. dan Saint Martin. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. sebagai perunding ulung. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Dengan dalih. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. ialah menghasut Sultan Haji. di bawah komando Kapten Tack. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". di bawah komando Saint Martin. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". Sistem politik adu domba. yang ditempati oleh Sultan Haji. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. Sloot. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". padahal di benteng "Batavia". Kapten Tack. pada tanggal 16 Maret 1682. Sehingga. yang menempati Istana Surasowan. Sultan Haji menawarkan perdamaian. tiba di Pelabuhan Banten. Padahal. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. berjalan mulus. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. Speelman mengutus Jacob van Dijck. pada malam 26 Februari 1682. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. Sementara itu. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh.

melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Pasukan gabungan ini. memasuki keraton Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Saat itu. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Sementara yang lain menunggu di Sajira. yang berada di Keraton Surasowan. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Pada bulan Oktober 1682.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hingga bulan Agustus 1682. Pada awal Maret 1683. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. Di tempat itulah. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. Sedangkan di Tanara. Dari ibukota Surasowan. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. oleh Sultan Haji. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. armada darat dan laut Kompeni Belanda. di sebelah selatan Tirtayasa. Beberapa hari kemudian. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Pasukan gerilya Banten. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. bergerak menuju Tirtayasa. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. disambut baik dengan penuh rasa hormat. dengan perhitungan yang matang. Akan tetapi. Akhirnya. berhasil merebut Pontang. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. pasukan darat dan laut Banten. mundur menuju Tanara. Pada tanggal 28 Desember 1682. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Di Tanara. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. meriam tempur Hartsinck. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. sehingga terjadi stagnasi. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. bergerak menuju ke Tirtayasa.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. yang berisi bujukan dan permohonan. mulai menembus keraton Tirtayasa. Selanjutnya. pada bulan November 1682.

di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. Tanpa ragu-ragu. Sultan Banten. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. Kemungkinan besar. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Penangkapan itu. dan Perancis. ia menyebutkan. Akan tetapi. Denmark. Sultan Ageng Tirtayasa. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. mereka merasa senang. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Karena terbukti. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Mungkin saja. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. mencoba memodernkan negaranya. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Akan tetapi. Bahkan. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Banten mencapai masa kejayaan. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. dalam berbagai sumber. Sehingga. Seperti juga raja Makasar. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. ialah musuh besar Kompeni Belanda. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. Menurut pengamatannya.Keraton Surasowan. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Pada saat itulah. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Sultan Haji tidak berdaya.

akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Mungkin penunjukkan tahun 1672. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Serang. Para pedangan India. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. penerbit Saudara. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. berakhir pada tahun 1683. melakukan pelayaran ke Philipina. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. Cina dan Arab.Atas bantuan orang-orang Eropa. dari sumber-sumber yang ada. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akibat peristiwa penangkapan tersebut. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. Macao. berada pada titik puncaknya. Orang berkata. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Kesadaran politik inilah. Disertai salah satu kapal milik Banten. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Padahal. Oleh sebab itu. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. la pun menuntut hak. sebelum kedatangan orang Portugis. Muhammad Ismail. Dalam tahap permulaan. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. bukan sebagai "bangsawan niaga". ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. dari manapun asalnya. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. terdapat kesimpang-siuran. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. melonjak naik. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Hal itu justeru tetjadi. pada tahun 1677. Sultan Ageng Tirtayasa. Benggala dan Persia. Sultan Haji mengira. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. putera mahkota (Sultan Haji). Satu tahun lamanya.

yaitu Pangeran Sake. 2. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. 4. tingkat volume lama perjuangan. Salah satunya. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. kesulitan yang dialami. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). dan dukungan rakyat. edukatif. No. Dr. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. Sprin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . (Anggota). atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Skep/182/N/1985. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. Adik Sultan Haji. Drs. politis. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. terdiri dari: Prof. Edi S.M. berdasarkan. Setelah dilakukan penelusuran. Pada tahun 1985. psikologis. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. dibentuk tim. dan lain-lain. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. putera Pangeran Sake. No. Tim inti itu. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. yaitu Tubagus Mustafa. dan Drs. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . artistik. Ekadjati (Ketua). untuk meneliti. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. jumlah korban pada pihak musuh. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. 3. penelitian. G. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. tanggal 8 April 1985. Saini K. Saleh Danasasmita (Anggota). Karena nilai-nilai kepahlawanannya. luas wilayah perjuangan. 5. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah.

terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Ketiga tokoh tersebut. Raden Alit Prawatasari. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). 5. la raja yang bijaksana. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). 8. Sultan Ageng Tirtayasa. Kini diorama dan patungnya.A. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi).T. Sri Baduga Maharaja. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). antara lain: 1. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Bagus Rangin. Dari hasil seleksi pada waktu itu. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). gagah berani. 3. 2. 6. Perlawanan Bupati Sumedang R.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terukir oleh tinta emas sejarah. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi).1. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. 2. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. Perlawanan rakyat Banten. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 3. 7. 4. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi.

semuanya dikirim ke Batavia. kendi itu dihilangkan. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. Siwa. Pada wayang Kumbayana.MELACAK RAJATAPURA I. Brumund dan Van Hoevell. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. Arca itu. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. meniru bentuk janggut patung Agastya. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . kecuali satu. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci.1996:101). Beberapa bulan kemudian arca itu. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. yang menggambarkan Brahma. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Agastya. dua pakar yang terkenal. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. Durga dan Ganesha. pada paro pertama abad ke-19. ternyata sebuah yoni. sekalipun orang Cina berkeberatan.1984: 29). Beberapa puluh tahun kemudian. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. diangkut ke museum pula. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984).

gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). dalam Guillot. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. 104). adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. Bila dikaji lebih dalam. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. tuffa. Sayangnya. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. Pada materi yang sama. Kedua-duanya.1993: 33). tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. Halwany Michrob. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). mengemukakan pendapatnya. 1850. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon.Boleh jadi. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. Pada berbagai singkapan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1996. luasnya sekitar 17. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. Pemujaan terhadap Agastya. kemudian dibahas oleh Yogaswara. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis.

Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. di Pulau Panaitan. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. (1996). yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . dikatakannya kepadanya. 1984: 3334). Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini.1983: 33). sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. Dalam pada itu. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. 1978: 38). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. dalam Michrob. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. II. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. Dengan demikian. Ketika bapaknya datang kepadanya.1894 dalam Guillot.1993: 33). seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). mengisyaratkan. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli.1996: 106). Selanjutnya.daerah ujung selatan Surnatera. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman.

Pada hemat kami. Menurut cerita rakyat. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Kekeramatan batu tersebut. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara.dicari". pipih. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. konon milik Maulana Hasanuddin. tidak pernah kering. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung.100). Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Untuk membuktikan kebenarannya. ada semacam "gambar" ayam jantan. Batu Kiara Jingkar. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. Uniknya. Batu Kiara Sarebu. Patut disayangkan. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. Menurut cerita rakyat Cilentung. air terjun Curug Putri. menurut cerita rakyat. yang berserak di bawah cucuran air terjun. tebal 10 centimeter. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Ayam jantan tersebut. menurut cerita rakyat. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Batu Kiara Jingkar. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Batu Cangkrung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dibentuk serupa "makam". 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Air Terjun Curug Putri. Batu Sanghiyang Kotok. Batu Cangkrung. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". terdapat batu-batu yang dikeramatkan. di sekitar puncak Gunung Pulasari. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Di lokasi tersebut. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Menurut cerita rakyat. antara lain: Batu Sanghiyang Arca.19y6. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung.

Uniknya. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal.300 meter hingga 1. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. Selain tempat-tempat keramat biasa. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Di bagian lain. Di lokasi itu. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. membujur arah timur-barat. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. Makam yang satunya lagi. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. ketika diukur menggunaltan kompas. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. 1996). nampak gosong. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. membujur arah utara-selatan. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di lokasi puncak Rincik Manik. lengan-lengan dan kelamin lelaki. kelihatan pula. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. yang ditinggallkan wisatawan lokal. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Di lokasi puncak Rincik Manik. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. banyak sampah-sampah berserakan. tetapi hampir tidak menonjol. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". Hal itu. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. Di lokasi puncak Roncang Omas. Mungkin. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. pada ketinggian antara 1. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. Makam yang pertama.346 meter di atas permukaan laut.

Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs.1996:100). Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. 1981/1982: 247). menerangkan makna dan fungsi menhir.1985: 92). Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. Jawa Barat. "primitif" dan "kampungan". yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono.. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). Haris Sukendar. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur).. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Di daerah Lampung. Mungkin Guillot kecewa. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan belum dikerjakan (Sukendar.

Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. dengan mengucapkan mantra. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. yang menjadi tujuan terakhir. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu.. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. banyak sekali. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka.. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. Mereka memohon kepada nenek-moyang. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n .1984: 42). namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang".wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya.

membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. Lokasi di Kampung Pahoman. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lokasi di Desa Gunungcupu. Kecamatan Saketi. Sanghiyang Dengdek. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Lokasi di Desa Batulingga. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Sanghiyang Arca. Cicaringin dan Cibangangah. Gunung Pulasari. 2. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. 3. Kecamatan Saketi. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. Kecamatan Mandalawangi. Lokasi di Desa Sukasari. 8. Kecamatan Saketi. Cilabuan. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Lokasi di Kampung Kaduhejo. debu. Posisi di puncak Gunung Pulasari. juga Gunung Aseupan. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Batu Rincik Manik. Batu Goong. Batu Lingga. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Gunung Karang. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Batu Cihanjuran. Batu Pahoman. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut.nenek-moyang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Sanghyang Healeut. Kecamatan Cimanuk. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Desa Pasirpeuteuy. Desa Sanghyangdengdek. 9. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. 4. keadaan pantai barat Pandeglang. Kecamatan Cadasari. 7. Makam Gunung Cupu. Kecamatan Menes. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. antara lain berupa menhir: 1. kerikil dari letusan gunung. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. lokasi di mata air Cihanjuran.1984: 42). Desa Cikoneng. 5. Berdasarkan kajian geografi sejarah. Jumlah 3 buah menhir. Lokasi di Desa Banjarnegara. Kecamatan Banjar. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Terhanyutnya pasir. 6. oleh arus deras sungai Cibama. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Dihitung secara geologis. pada masa 2000 tahun yang silam.

Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. Batu Saketeng.A. Batu Qur'an.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Batu Tumbung. 4. Kecamatan Cimanuk.1929: 47). Batu Pangasaman. Kecamatan Menes. Batu Pangsalatan. Lokasi di Desa Saketi. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. 5. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Desa Sukasari. Lokasi di Kampung Cidaresi. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Parigi. 1786. Lokasi di Kampung Cibulakan. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Batu Cangkrung. antara lain: 1. Desa Palanyar. Kampung Sampalan. Kecamatan Mandalawangi. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. 6. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Di kawasan Popinsi Banten. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk.A. 9. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. 7. Batu Notod. Batu Tongtrong. Kecamatan Cimanuk. Batu Kolam Citaman. 8. Batu Kuda II. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". 2. Batu Kuda I. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Kecamatan Saketi. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Batu Ranjang. Desa Parigi. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Batu Kasur. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Kecamatan Saketi. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Desa Palanyar. 3. Lokasi di Kampung Baturanjang. 2. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kecamatan Cimanuk. Batu Sanghiyang Kotok. Lokasi di Desa Palanyar. Kecamatan Saketi. dalam laporan resminya (1908 no. 12.III. van Tricht. 10. di antaranya: 1. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Bupati Serang tahun 1908. Batu Keris dan Bata Teko. 11. 3. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Djajadiningrat. Lokasi di Kampung Nembol. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen.

sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. Namun. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan.1984: 43).1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. akrab. Bagi mereka. Keterangan peninggalan tersebut. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu.

Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. Iswara. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. Wisnu. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). Tidak menutup kemungkinan. mengemukakan pendapatnya. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. kemungkinan ada unsur kesengajaan. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. "ratu bakti di dewata. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. niskala = gaib). 1984:41). Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Sang Pencipta Roh. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. dewata tunduk kepada hiyang). kemungkinan besar pernah tersingkir. Kemungkinan-kemungkinan itulah. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala.1993: 5-6).pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Golongan ini banyak pengikutnya..// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. mengharapkan hidup lanjut dan selamat... Kekunoan arca-arca tersebut. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari".. Oleh karena kekunoannya itulah. berdagang. dipelihara dan sangatlah baik karenanya.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. Sang Raja membuat candi. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. bertani dan sebagainya. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ada yang memuja Siwa-Wisnu. Ada yang memuja Hyang Siwa. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. juga Hyang Wisnudewa. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Ada yang memuja Hyang Ganayana. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. Anutan mereka sekalian Waisnawa. . Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. mengusahakan pelayanan. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa.. di antaranya berburu di hutan pegunungan. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta.. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Karena sekalian warga masyarakat.

terdapat pada bagian akhir (kesimpulan).1996:108). Sedangkan Palembang sekarang. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. berada tepat di pantai. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. Kutipan tersebut sangat berharga. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). ia menulis tentang arca Ganesha. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia.1984:13). sehingga hilang keunikan tempat asalnya. memberikan kepastian lokasi. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. dan bahkan nama kerajaan itu. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane.1984).1996:103).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Banten sebelum masa Pajajaran. Saleh Danasasmita. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. pada bagian lain. Oleh karena itu. Kota Palembang di Sumatera Selatan. Akan tetapi. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. untuk sementara belum dapat dipastikan. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. telah ditemukan di daerah Banten. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. posisinya jauh dari garis pantai. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. hingga mencapai 8-9 kilometer. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. di bagian Pulau Jawa yang paling barat.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). Guillot menjelaskan. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita.

Oleh karena itulah. parwa I sarga 1.. didukung oleh pendapat Dedi M. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . terindikasi adanya beberapa ketepatan. tinggi 9. Begitu pula hal yang sama. posisi kota kecamatan Mandalawangi. berada di pesisir barat Pandeglang. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938).5 cm). lebar 18 cm. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. Kemudian. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. sangat strategis. Burhan menyebutnya "Batu Peta". terungkap sebagai . Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Secara kebetulan. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. halaman 154. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. Barmawijaya (akhli geologi). saat ini (18 Maret 2001).. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu).//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. Setelah dicoba dikaji-bandingkan.. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). titik terbesar yang berbentuk persegi empat. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. Di salah sate permukaan batu itu.1980:13). Kemungkinan besar. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. juru pelihara Burhan. berada di tengah-tengah. Kemungkinan tersebut. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. (terletak) di tepi laut.

Oleh karena itu. Gunung Aseupan dan Gunung Karang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diduga kuat. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . posisi Mandalawangi. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara.benteng alam: Gunung Pulasari.