P. 1
Sejarah Kerajaan Tatar Sunda

Sejarah Kerajaan Tatar Sunda

|Views: 679|Likes:
Dipublikasikan oleh Aprillia Meldiani

More info:

Published by: Aprillia Meldiani on Apr 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. yaitu halaman awal dan akhir.4. 2. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. yaitu: 1. aksara: Cacarakan. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). dapat diketahui.5 x 27. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. sudah berusia lebih dari 100 tahun. tinta hitam. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. halaman yang ditulis: 213 halaman. Ukuran. 1 halaman kosong. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. sampul: 35. bentuk: Prosa. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. Bahasa: Jawa Cirebon.5 cm. tebal: 214 halaman. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . bahan naskah: Dluwang.5 x 27. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. Walaupun demikian. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta.5 cm. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Edi S. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. halaman: 35. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. tulisan: 32 x 22 cm. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. gaya Cirebon. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). sebagian dari Serang (Yusuf. tulisan umumnya masih terbaca.1999:187). Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno.

yaitu: 1. pembentukan panitia.1985: 537). pengundangan nara sumber. dari daerah lain. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). parwa dan sarga. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. dibawa kembali ke negaranya. 4. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. Purwaka 2. dan kesehatan. Balikuna. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). Pustaka Carita Parahiyangan. hukum. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. seperti misalnya sejarah. alasan penyusunan. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. kepada Sultan Cirebon. tujuan penyusunan. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. Selain itu. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. Kolofon Bagian purwaka. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Pustaka Nagara Kretabhumi. Menurut Pangeran Wangsakerta. Di antara mereka itu. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara.3. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. dan Sundakuna. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. Melayukuna. sumber. pencarian sumber dan bahan. nama naskah. terdiri dari tiga bagian. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. penyusun. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan.

Dari kata pengantarnya itulah diketahui. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Jaksa Pepitu Cirebon. III. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. 4. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Penasehat: 1. Musyawarah tersebut diadakan. kadang-kadang amat ringkas. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Pelaksanaannya. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan.masalah yang muncul dalam sawala. 2. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Panitia Pelaksana. 1.1985: 530-557). Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. 5. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). adalah sebagai berikut: a. bahwa dalam tahun 1677 M. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. d. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. 4. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Bagian kedua. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. 3.

Sangga V: Jambi. Madura. Wirasaba. Bali. Anggadipraja: duta keliling. Taliwang. Cina. Tanjung Kutai. Sri Langka. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Pasuruan. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Ambon. Lamongan. f. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Bagelan. Balambangan. Arab. Tegal. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Maluku. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Tanjungpura Karawang. Tanjung Puri. Luragung. Dermayu. Mojoagung. Lasem. Lamuri. Bantayan. Talaga. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Tuban. Banggawi. Makasar. Kuningan. Sedayu. Galuh. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Para Peserta. Geresik. Lwah Gajah. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). yaitu: Sangga I: Surabaya. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Cirebon. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Pasai. Berunai. Campa. Tanjung Nagara. b. Demak. Tembayat. c. Sangga IV: Sumedang. Cangkuang. Sindangkasih. Parakan Muncang. Giri dan Sendang Duwur. Malaka. undangan dan juru bahasa 6. Tumasik. Kuta Lingga. d. Seran. f. Gurun. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Galunggung. Kediri. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. dibuat risalah resmi. Panarukan. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Barus. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Sangga II: Mataram. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. setelah disepakati bersama. Galiyao. Rajagaluh. Banten dan Palembang. Brebes. Benggala. Imbanagara. Perelak. Sukapura. Namun di antaranya. Pendengar (pangreungeu). Semarang. India. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Minangkabau. Ukur. Nayapati.5. e. Kertabumi. Bangka. Kudus. Rancamaya. dan Trengganu. Jepara. Losari.

Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. IV. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. keturunan raja-rajanya. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. tahun pemerintahan raja-rajanya. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Madura dan Banten.g. istri raja. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . meletusnya suatu pemberontakan. dalam upaya menyusun naskah sejarah. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya.

terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Walaupun demikian. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Karena itu aku menempuh jalan tengah. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). tidak lagi dibuat-buat. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Lebih. Tetapi mereka memberikan catatan. lebih-lebih dengan para sesepuh.

jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). Karena itu. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. agamanya. baik secara khusus maupun sambil lalu. dan Panembahan Anom. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. Dapat diketahui. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. Tanggal tersebut. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya.beserta kerajaannya. Kemudian. Patut disayangkan. oleh Jaksa Pepitu. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. Dilihat dari gaya tulisannya. Bila demikian halnya. Dalam jilid yang lain. Penulisan naskah menjadi pustaka. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. memang baru dilakukan kemudian. musyawarah itu telah berlangsung. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai para penguasa Cirebon.

Alasan pertama. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Sultan Kanoman. Alasan kedua ialah. Setelah itu. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Pangeran Abulfath Abdulfatah. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. adalah keterangan Wangsakerta. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. dari orang yang sangat mereka hormati. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta.terjadi penyerbuan Trunojoyo. 2. Dengan demikian. yaitu: 1. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. sehingga Karta ibukota Mataram. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. karena para penyusun memperoleh tugas. ialah karena melihat kenyataan. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Tahun 1676. Dalam kenyataannya. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. dan Panembahan Kacirebonan). Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. dan 3. walaupun tidak dijelaskan. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada dua hal yang menarik. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. Permasalahannya.

waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Sriwijaya. Samudera Pasai. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. Dalam ambahan sumber. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. Bahkan. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. Bila hal itu tidak mungkin. dalam beberapa hal. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. dekat Bukit Gempol tahun 1528. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Disana. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. dengan cara mengkompromikannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. Jawa Timur. Dari naskah-naskah yang terkumpul. Jawa Tengah. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). Banjarmasin dun Nusa Bali.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). pada salah sebuah nisan. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. dapat dikatagorikan logis. Sedangkan beberapa hal lainnya. Secara runtut berlangsung. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). Tatar Sunda. Dalam hal yang demikian. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697.

Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. F. bahwa berita tersebut "tidak benar". Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Di gedung Arsip Nasional. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I.V. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. ternyata benar-benar ada. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. Tulisan tersebut berupa makalah. Dalam sumber Kompeni lainnya. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. Sedangkan Dipati Topati. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. Catatan Harian Kompeni. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. Menurut Saleh Danasasmita. pada tanggal 9-11 Maret 1986. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. de Haan dalam buku Priangan II (1912). Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. Dalam naskah tersebut. van der Meer dan Jan Mulder. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. Karena kesal. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. Dr. dalam pertengahan kedua abad ke-17. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai Sejarawan Abad XVII. tersimpan sebuah dokumen. tokoh Pangeran Wangsakerta. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). De Haan (1912. dicantumkan dengan tegas. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. De Haan mengumpat Caeff. sama sekali bukan. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. Pada urutan ketiga. nyaris tidak dikenal oleh umum. tanpa nilai khusus.

Purbanagara. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Tapi raja Matararn. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Singanagara. Empat tahun kemudian. Panembahan Girilaya berputra tiga. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Anggadiprana. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. senantiasa ingin merebut Cirebon. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Dari puteri Mataram. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Setelah Panembahan Ratu wafat. Anggaraksa. pada tahun 1599 Saka (1677 M). kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. masih sangat kabur. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. adiknya. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. dan Nayapati.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. termasuk kedudukannya di Cirebon. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Anggadireksa. Sunan Tegalwangi. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Dari perkawinan tersebut. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman.

Setelah itu putranya. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Susuhunan Amangkurat dan putranya. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Mataram dan Belanda. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Sementara itu raja Mataram. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Setelah wafat. yaitu aku sendiri. adiknya. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Pangeran Dipati Anom.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku.

Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Akhirnya Panembahan Sepuh. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Kutipan di atas.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian.

Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). Akan tetapi. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. SALAKANAGARA I. dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). PURWAYUGA Sedemikian jauh.. Sebelum kemungkinan itu terbukti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. bisa saja terjadi di Tatar Sunda.BAGIAN : 2.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala).. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. (Wangsakerta. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. antara lain sebagai berikut: .

Mereka adalah manusia purba.000. hanya menggunakan tangan. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Ada yang tinggal di atas pohon. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. belum ada mahluk hidup. terutama di Pulau Jawa. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. Kulitnya berwarna gelap. Beberapa juta tahun kemudian. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Akan tetapi. Namun demikian. Berjuta juta tahun kemudian. Kira-kira 1. manusia hewan. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. antara 750. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. hutan Makasar. Di daerah lain di Pulau Jawa. Mereka mirip kera. tanpa busana.000 tahun yang silam di Nusantara. hutan Sumatera. Di antaranya ada yang menyerupai kera. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan.000 sampai 300. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. di lereng gunung dan tepi sungai. besar dan tinggi sosok tubuhnya.000 tahun yang silam. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil.000 tahun sampai 600. Ada pula yang seperti raksasa. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya.menjadi dingin. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna.

termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. Mereka hidup antara 50. Mereka tidak cerdas. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara.000 tahun yang silam. diburu. Selanjutnya. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. antara 300. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa.000 tahun yang silam. berwarna kuit agak gelap. Ke dalam zaman tersebut. Seterusnya. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil.000 sampai 25. antara 500. musuh. ataupun binatang.000 tahun yang silam. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. di Sumatera. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya.000 sampai 50. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. dan Pulau Jawa. jumlahnya tidak banyak. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. tetapi buatannya tidak bagus. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. saling bunuh di antara sesamanya.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600.000 tahun yang silam. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara.000 tahun yang silam. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Sementara itu. mahluk jenis inipun akhimya punah. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). 19 | S e j a r a h K e r a j a a n .000 sampai 300. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Kira-kira 250.000 sampai 20. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Sumatera. tidak banyak berbulu. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. pohon besar. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. tunas. tunas. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . gunung. Makanan sehari-harinya adalah daging. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. Setibanya di sini. buah-buahan. umbi-umbian. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. bulan dan bintang. sungai. arwah leluhur. Karena itulah. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. batu. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. mereka menderita kekurangan makanan. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Singkatnya. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. kayu. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. lalu menetap di sana. menguasai berbagai ilmu mantera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. mengalahkan musuhnya.Akibatnya. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. Anak. Lama kelamaan. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. dan keluarga. hampir sama seperti di negeri asal mereka. melindungi adat. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Untuk sementara. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. tumbuhan. selalu bertapa. dan daging hasil buruan. cucu. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. mengharapkan berumur panjang. Mereka berburu hewan. matahari. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. mengharap terlepas dari penderitaan. dan rempah-rempah. melaksanakan sembah-hiyang. darah. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. Rumah mereka itu berderet. memberi berkah. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. daundaunan. masing-masing membuat rumah. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. ikan.

merasa terhina dan sangat takut. dan ilmu memanah (dhanurweda). Sebaliknya. tentang hewan. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. tiba kira-kira tahun 1. sedangkan batu-batuan dan tulang. ukuran. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. musim kemarau. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. permata. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. musim hujan. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. tentang gunung. segera dikalahkan. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. makanan. serta membuat aneka obat-obatan. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. tentang ucapan. Di samping itu. telah mengenal emas. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). Kaum pribumi. Kaum pendatang kelompok ini. serta membuat wayang dari kulit diukir. membuat api dengan batu api dan besi. gempa bumi. tentang tanah. akan ditangkap dan dibunuh. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. Akan tetapi. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang.lukisan menurut kehendak masing-masing. ilmu tentang hutan. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang.600 sebelum tarikh Saka. Terjadilah pengungsian besar-besaran. Zaman ini. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. Kaum pribumi itu selalu kalah. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. hutan dan gunung. perak. kesengsaraan. manik. tumbuhan. dan perahu dengan baik. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. lalu ilmu tentang rempah-rempah. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. dan kenistaan bagi orang pribumi. hari. pendatang baru makin lama makin banyak.

dalam naskah tersebut dikemukakan. putera Ki Srengga namanya. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Datuk Banda putera Nesan namanya. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. 1980. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. putera Datuk Pawang Marga namanya. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. Selanjutnya. Yu-wan dalam bahasa Cina. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. USA). panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. berdiaiu di wilayah Langkasuka. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. Sang Aki Bajulpakel. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. putera Datuk Waling namanva. Oleh karena itu. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Ki Pawang Sawer. menurut para akhli. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. di wilayah Propinsi Yunnan. Datuk Pawang Marga. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. Ki Bagang. Sedarrgkan Yunnan sendiri. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. putera Ki Pawang Sawer namanya. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. kota Yu-wan. Selanjutnya Aki Dungkul. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat.

pengetahuan tentang berbagai binatang. kristal. pengetahuan tentang laut. orang yang datang baru bertambah banyak.000 depa). di puncak Himalaya pada saat musim semi. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentang makanan yang lezat. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. Wayang. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. pengetahuan tentang memanah. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. (musim) penghujan dan kemarau. Mereka telah mampu membuat rumah besar. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Biarpun sering melawan. Kenyataannya. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. begitu pula membuat perahu bagus. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. kendaraan. dan pengetahuan tentang tutur kata. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. Selanjumya. juga emas. berbagai tumbuh-tumbuhan. berbagai perkakas dari besi. Karena orang pendatang baru. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. segalanya terbelakang. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. menimbulkan gempa tektonik. IV. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. perilaku mengenai alat penukar. ialah membuat senjata dari besi. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. perak. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. manik. akibat pencairan es. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. Adanya benturan dua lempeng tersebut. membuat perlengkapan perang dari besi. Mereka menanam padi. juga pengetahuan tentang tanah. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi.arah barat di wilayah Kashmir. India dan Burma (Myanmar). gunung. gempa bumi. karena bodoh. berkeliaran tanpa tujuan. pengetahuan tentang hari. juga membuat berbagai obat-obatan. dibuat dari kulit yang diukir. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. yang dijadikan makanan sehari-hari. Penyebabnya. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. Mereka senantiasa datang di sini. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Permulaan pertama tahun Saka. Di antaranya ada yang bermusuhan. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Dukuh besar ada di tepi laut. telah banyak golongan warga masyarakat. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. Dengan demikian. Di sini. yang sangat banyak berdatangan di sini. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. negeri Gaudi. ada yang kecil. Dua wangsa inilah. negeri Cina dan sebagainya. Dukuh itu ada yang besar. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. Terutama para pendatang. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di pulau-pulau Nusantara. negeri Singhala. yang tiba di Pulau Jawa. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. Di antara mereka. Tetapi. yang menjadi pribumi tiap dusun. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. atau tidak jauh dari muara sungai. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat).

Dewawarman ini. sebelum meninggal. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak ingin kembali ke negerinya. puteri Sang Aki Luhur Mulya. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. sedangkan isterinya. Nusa Api (Krakatau).namanya terkenal. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Oleh karena itu. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Daerah kekuasaan Salakanagara. daerah. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. serta barang barang lainnya. lalu beranak pinak. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa.daerah sepanjang pantainya. Dewi Dwanu Rahayu. masuk pula dalam wilayahnya. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. Tatkala Aki Tirem sakit. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. adik Dewawarman. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. diperisteri oleh Sang Dewawarman. Yawana. dan pesisir Sumatera bagian selatan. Selanjutnya. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). Beberapa tahun sebelumnya. dan Abasid (Mesopotamia). Kota besar lainnya lagi. dengan nama nobat. Setelah Aki Tirem wafat. Oleh karena itu. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Bumi Sopala. China. Agrabhintapura. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Demikian pula para pengikut Dewawarman. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Dewawarman dan pasukannya. Sedangkan adiknya yang lain. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. Syangka.

yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. sang rani. Yang kelima. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). terjadi serangan bajak laut dari negeri China.238 Masehi). la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 .252 Masehi). seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi.VI. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Dari perkawinannya dengan puteri India. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. laki-laki. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Kelak. Dari perkawinan ini lahir seorang putera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Anak yang tertua. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Yang keempat. Pada masa pemerintahannya. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah.308 Masehi). Yang kedua. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi.

Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Dari puteri ini dengan Atwangga. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Pada tahun 270 Saka. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Sphatikarnawa Warmandewi. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Kemudian. bersenjata lengkap.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Setelah pernikaharmya. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akibat peristiwa itu. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. puteri sulung Dewawatman VII. puteri sulung Dewawarman VII. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. karena ia tewas tertimpa batu besar. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Krodamaruta tidak lama berkuasa. ketika sedang berburu di hutan.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Akhli waris tahta yang sah. Akan tetapi. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya.

tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. C. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. Permaisuri yang kedua. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). herkencl. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. Semenanjung. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. Raja Indraprahasta yang pertama. Yang sulung. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. Di antara penduduk. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. Yang ketiga. Anggota keluarganya yang lain. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. J. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. tinggal di Yawana dan Semenanjung. Kelak setelah ayahandanya wafat. kemudian. een gezantschap naar Cina.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. telah dilacak oleh N. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. bernama Candralocana. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. VII. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. Java-eiland. Yang kedua. Ada yang memuja Siwa. kehidupan penduduk makmur sentosa. dan Jawa Tengah. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. genaarnd Pien. Ekadjati.I (1987: 31). ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. namun jumlahnya tidak seberapa. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. ada yang memuja Wisnu. seorang putera bernama Aswawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . selama 233 tahun (130-363 Masehi). ada yang memuja Ganesha. Dewawarman VIII. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. In den nanm van het land ia Yawadwipa. Dewawamm IX. sebab puteranya.

Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. Untuk lebih dipahami. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. tetapi djuga akan menerangkan. jang bukan sadja berarti. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jang mana akan berarti. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. di dalam hal ini. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. 1950:11). Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. Hal ini katanya tidak mengherankan. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. Memang mungkin sekali. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. yang disebut di dalam Hou Han-shu.

1987:32). juga dihuni oleh pemakan daging manusia.. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". Javadvipa. Ferrand. Buku VII dari Geographianya. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Hall. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London.perutusan ke Cina pada tahun 132 M.1988:1718). (Atja & Ekadjati. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. pulau Jawa. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. G. D. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti.G. Hall. tahun 132. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai.E. Pendapat D. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. mengutip tulisan NJ. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. Di dalam berita itu disebutkan. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. "Sabadeibai Tiga". Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. 1958 dalam Soewarsa. Sartono Kartodirdjo. dihuni oleh pemakan daging manusia. E. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. mengemukakan hal yang sama. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. "Chryse Chersonesus".

memberitakan. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. la. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Menggunakan sumber yang sama. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. negeri emas dan Chryse Chersonensos. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. menyatakan bahwa pada abad ketiga. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat.Dalam buku Geographike. ujung utara Sumatera. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. Vietnam. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. dalam Michrob 1993: 32). Selat Sunda. dan Pien artinya Warman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang merupakan hasil utama kawasan itu. Menurut Ayatrohaedi. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien.1977: 6). dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. dengan sendirinya diduga kuat. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. semenanjung emas. Tiao artinya Dewa. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. yaitu emas dan perak. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Hasan Mu'arif Ambary. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. yaitu negeri Perak. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Chryse Chora. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). Pulau Panaitan.

bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. Prasasti ini. pernah melakukan penggalian di Palembang. Cina. sudah ada jalur bisnis di Asia. Lebak Munjul. Bahkan. mengemukakan pendapatnya. Cina. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. yang diperkirakan berasal dari abad V. Barus. dan kembali ke Venesia. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan.1993: 37). bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. terjemahan Effendi. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . India. dan nyatanya. yang berarti perak. Sartono Kartodirdjo. dapat diduga. Hasan Mu'arif Ambary. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat.1977: 36). bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. Iskandaria. Teluk Aden (Yaman). Rute Ptolemeus adalah Venesia. Pandeglang. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. terdapat di Jawa Barat (Krom. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Ayatrohaedi dan Edi S. Berdasarkan temuan tersebut di atas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. Glory and Gospel. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi.1956:10). 1996:15). berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. adalah "terjemahan" dari Merak. Temuan selanjutnya. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. dan Persia.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Para petani merasa senang hatinya. dan makanan lezat. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. mendapat hadiah dari raja. Setiap orang. Tiap tahun. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. Dua tahun kemudian. Raja-raja bawahan itu. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. datang ke ibukota (Sundapura). dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). dari desa sekitarnya. gajah seekor. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura.raja-raja sesamanya (panji segala raja). serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. ialah: sapi 400 ekor. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. disebut Cisuba. Sungai yang bagian hilirnya. Kemudian. pakaian. yang biasa membawa perahu. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. Pengerjaan. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Semua mereka itu. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). ikut serta berkarya bakti di situ. ditandai lukisan telapak tangan. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Purnawarrnan. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. Prasati itu. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. dengan iringan suara gamelan yang merdu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. mengalir sampai di istana kerajaan. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Demikian pula para pedagang. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Tahun 410 Masehi. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. kuda 20 ekor. yang diibaratkan Dewa Wisnu. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. yang ditulis pada batu. Sang Purnawarman. pakaian. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi).

Sang Tanda. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. Sang Maharaja. Kemudian. pakaian serta makanan lezat. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. Panglima Angkatan Laut. Sang Purnawarman. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. beberapa puluh tahun sebelumnya. sebuah patung Wisnu. dan bahan makanan. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. Sang Maharaja Purnawarman. Selanjutnya. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Dengan demikian. laki-laki dan perempuan. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. kuda 10 ekor. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. Sang Juru. lukisan telapak kaki tunggangannya. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para petani menjadi senang hatinya. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. Mereka itu. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Sang Mahamantri. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). Sang Purnawarman. memperbaiki. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). kerbau (mahisa) 80 ekor. berjajar memanjang di tepi sungai. membuat prasasti yang ditulis pada batu. Sedangkan para pemuka dari daerah. telah diperbaiki. Sang Purnawarman.000 ekor. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. dari desa-desa sekitarnya. Sang Purnawarman sedang sakit. Ribuan penduduk. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. Setiap orang. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. berkarya-bakti siang-malam. beserta pengiring lengkap. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). dengan membawa berbagai perkakas. Demikian pula di tempat-tempat lain. lukisan telapak kakinya. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. banyak membuat prasasti batu. sambung menyambung tidak terputus. Ada pun kali Candrabaga itu. kepada para Brahmana. pakaian bagi para Brahmana.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). Sang Adyaksa. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. kakek Sang Purnawarman. Jadi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. sebuah bendera Tarumaragara. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. Di situ.

selalu memenangkan pertempuran. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. di tengah laut. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. Sehingga. memperbaiki. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). perompak yang ditawan itu. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. Hadiah berupa sapi 800 ekor. sebanyak 52 orang dapat ditawan. sebahagian terbunuh dalam perang. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. Tetapi. Kemudian. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Sang Purnawarman. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). la pun seorang pemuja Batara Indra. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Sisanya. pasukan Tarumanagara. ditulis pada prasasti batu. Dahulu. Demikian pula halnya Angkatan Laut. Dari 80 orang perompak. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. dibunuh dengan berbagai cara. kerajaan ini tidak seberapa. di antara mereka. Seorang demi seorang. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. pakaian. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). terjadi di perairan Ujung Kulon. Selamatan dan hadiah harta. makanan lezat. Angkatan Laut Tarumanagara. Sernua itu. diperbesar dan diperkuat. Karena itulah. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. Karena itu. bunga teratai. dengan tulisan pada batunya.sanghyang tapak. harimau dan sebagainya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang merajalela di perairan barat dan utara. mengepung dua buah kapal perompak. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. Perang pertama dengan kaum perompak ini.

yang menjadi panji segala raja. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak.Telah lama. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. bercokol di perairan Teluk Lada ini. Pada bagian ini. dipinta atau dirampas. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Semua kapal diganggu. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. perairan Pulau Jawa sebelah utara. Semua barang yang ada di dalamnya. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. 1984: 3-1).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemungkinan besar. barat dan timur. dikuasai kaum perompak. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. barulah keadaan menjadi aman. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang.

raja Tarumanagara pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena itulah. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Sang Kudungga. Kakak perempuan Sang Aswawarman. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). berlukiskan naga (nagadhuajarupa). Keluarga itu. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). menjadi Bakulapura. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Cambay (di India). berlukiskan berbagai macam binatang. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. banyak di antara anggota keluarga ini. diperistri oleh Sang Aswawarman. Cina. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. yang diberi nama Kuta (Kutai). Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. Bakulapura. Bendera Angkatan Lautnya. bernama Cakrawarman. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). menjadi Panglima Perang. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Puteri Sang Kudungga. bersama keluarga dan pengiringnya. Sumatera dan lain-lain. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. yang mengungsi ke berbagai negara. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan).Adik Sang Purnawarman. Sopala. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . bernama Nagawarman. untuk mempererat persahabatan. negeri Syangka. datang dari India. la pernah mengunjungi Semenanjung. Sang Nagawarman. Negeri ini. Beberapa ratus tahun sebelumnya. berada di situ dan menjadi penguasa. Yawana. mempunyai bendera. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Salah seorang anggota keluarga Sungga. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. berasal dari Bakulapura. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. keluarga itu. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. dimulai dari Sang Pusyamitra. telah beberapa puluh keturunan. laki-laki dan perempuan. kemudian diubah namanya. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Pangkal silsilah mereka. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. Adapun bendera kerajaan Taruma.

Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Kosala (Lebak). sebagai penguasa Bakulapura. Sang Purnawarman. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Dalam masa pemerintahannya. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Yang sulung bernama Mulawarman. Legon (Cilegon). Indraprahasta (Cirebon).Jadi. menjadi semakin erat. Cupunagara (Subang). la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Aswawarman dengan isterinya. Gunung Manik (Manikprawata). Gunung Cupu. Gunung Kidul. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Kecuali di Pulau Sumatera. Putera sulungnya. penduduk. Siasat Perang. Cangkuang (Garut). Sri Maharaja Purnawarman. Nusa Sabay. adalah keturunannya. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. menjadi penguasa Bakulapura. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Purwalingga (Purbalingga). Silsilah Dinasti Warman. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Ujung Kulon (Pandeglang). Purwanagara. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Sabara. Agrabinta (Cianjur). kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Permaisuri Sang Purnawarman. Aswawarman berputera tiga orang. Karang Sindulang. Setelah Sang Kudungga wafat. Peraturan Ketentaraan. Purwakerta (Purwakarta). Sindang Jero. Sang Aswawarman menggantikannya. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kelak. Bumi Sagandu. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Malabar (Bandung). Sri Jayanasa. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. seorang raja besar di pulau itu. Akan tetapi. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Penganut Budha. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Sagara Kidul. Penduduk pribumi. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. kelak menggantikan ayahnya. Wanagiri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Manukrawa (Cimanuk). Galuh Wetan (Ciamis). Alengka. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Gunung Kubang (Garut). Bakulapura. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Paladu. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). masih saudara satu-buyut. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. berasal dari: Sumatera. Dari permaisuri ini. tidak seberapa banyak. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. bernama Wisnuwarman.

sebagai raja Tarumanagara kelima. Karena tidak punya keturunan. Tanjung Camara (Pandeglang). sebagai raja Tarumanagara keenam. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Digantikan oleh puterannya. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. Sang Kretawarman. digantikan oleh adiknya. Indihiyang (Tasikmalaya). Dua Kalapa. Sang Suryawarman. Pura Dalem (Karawang). Sang Sudawarman. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah.(Majalengka). sebagai raja Tarumanagara ketujuh. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Rangkas (Lebak). Digantikan oleh puteranya. la. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Digantikan oleh puteranya. Wanadatar. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Sang Dewamurti. Linggadewata. Wanajati. Setyaraja. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Pakuan Sumurwangi. Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. Sang Indrawarman. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Pasir Sanggarung (Cisanggarung). putera sulungnya. Sagara Pasir. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Jati Ageung. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. Sang Candrawarman. Sang Wisnuwarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pasir Muhara.

memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Ujung Kulon. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). sebagai raja Taruma nagara keduabelas. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. dalam sumber Cina yang terakhir. menjadi Kerajaan Galuh. dengan nama nobat. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan Batas sungai Citarum. Sang Nagajaya. Kerajaan Sunda. ke berbagai negara sahabat. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. menantu Sang Linggawarman lainnya. menjadi Kerajaan Sunda. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Peristiwa tersebut berakibat fatal. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Sang Tarusbawa. Digantikan oleh puteranya. II. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Wilayah timur Tarumanagara. mengganti nama Tarumanagara. Sang Tarusbawa. Sang Linggawarman. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan berbagai akibatnya. Dari sejak itulah. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. Dalam tahun yang sama. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. Oleh sebab itulah. la digantikan oleh menantunya. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun.Digantikan oleh puteranya. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Ketika ia naik tahta. dan Rangkas). sebagai penerus tahta Tarumanagara. Kosala. memerdekakan diri.

Sebab. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. 2. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. Madura. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. Prinsipnya. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. yang terusir oleh Sang Purbasora. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". di Kerajaan Sunda.Madura. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Punta. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. Seharusnya. di Kerajaan Galuh. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. sering disebut Panca Persada. dalam usia 91 tahun. Sena-Sanaha. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. Sang Sanjaya. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. dan Suradipati. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . cucu Sang Tarusbawa. 3. adalah ayahnya Teja Kancana. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Setelah keraton selesai dibangun. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah".Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. Sebagai penggantinya. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. tetapi ia wafat dalam usia muda. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. Jumlah 5 keraton tersebut.Suradipati. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). memindahkan ibukota kerajaan. Narayana. dalam sastra klasik. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). Dalam Prasasti Canggal. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Setelah 9 tahun berkuasa.

Saunggalah (Kuningan). Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Batara Danghiyang Guruwisuda. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. ialah: 1. Dari permaisurinya. Dengan demikian. Sebagai putera laki-laki. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. diwariskan kepada Sang Arya Banga. Disebut demikian. bernama Rakeyan Medang. Rakeyan Hujungkulon. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. pada tahun 795 Masehi. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. selama 8 tahun. dan 2. Raja Galuh tersebut. kemudian diberi nama Dewi Samatha. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Dewi Sawitri. Setelah Prabu Hulukujang wafat. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Dari Dewi Kirana. Setelah prabu Gilingwesi wafat. digantikan oleh menantunya. Sedangkan Dewi Sawitri. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. ketika ia wafat. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). Sang Banga mempunyai putera. Rakeyan Medang. digantikan oleh puteranya. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . memperisteri Dewi Saraswati. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. Batara Danghiyang Guruwisuda. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. digantikan oleh menantunya. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. pada tahun 825 Masehi. karena putera Sang Banga tersebut. Rakeyan Diwus. Rakeyan Wuwus. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. pada tahun 852 Masehi. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara.

berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. Rakeyan Limbur Kancana. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. dan 2. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. Kerajaan Galuh. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. sebab pada tahun 916. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. 3. memperoleh dua orang putera. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. karena dibunuh dan digulingkan. sebelah barat Citarum. Pasukan Kerajaan Sunda. antara lain: 1. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. Serbuan inipun. Di pihak lain. yang besar dan lengkap. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . Baru empat tahun memerintah. Rakeyan Jayagiri naik tahta. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. dikerahkan kemudian. Rakeyan Windusakti. Rakeyan Jayagiri. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. Rakeyan Kamuning Galling. atas perintah Prabu Jayadrata. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). Rakeyan Jayagiri. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. Selanjutnya. oleh Rakeyan Umbur Kancana. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. di bawah naungan Prabu Jayadrata. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. Prabu Wanayasa Jayabuana. Akan tetapi. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Jayagiri. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. yang dibunuh oleh adiknya.

Rakeyan Sunda Sembawa. kemudian ia naik tahta. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. Prabu Brajawisesa wafat. Tahta Kerajaan Sunda. damai kembali. Prabu Limbur Kancana. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. bergelar Maharaja. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Dewi Somya. menantu Prabu Limbur Kancana. dibunuh oleh seseorang. Prabu Wulung Gadung. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. Prabu Dewa Sanghiyang. Pada tahun 1012 Masehi. Sebagai tindakan balas dendam. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Prabu Dewa Sanghiyang. beralih ke Rakeyan Watuageng. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti.Di Kerajaan Galuh. Rakeyan Sunda Sembawa. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. mengangkat keponakannya. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. calon pengganti ayahnya. di antaranya: 1. Dewi Rukmawati. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. suanii Dewi Ambawati. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. berputera dua orang. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. atas perintah Dewi Ambawati. Rakeyan Gendang. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 2. dan 2. di antaranya: 1. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. naik tahta pada tahun 930 Masehi. Dewi Somya. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. ketika wafat.

54 | S e j a r a h K e r a j a a n . la berputera beberapa orang. dimulal pada tahun 1019 Masehi. Sedangkan Dewi Sumbadra. dan menyandang gelar Maharaja. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. adalah Sang Darmaraja. Dewi Citrawati. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. memerintah di Kerajaan Galuh. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. 2. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. dari tangan saudara seayahnya. digantikan oleh puteranya. putera mahkota calon pengganti ayahnya. ditunjuk Sang Wirakusuma. berusaha merebut kekuasaan. Sri Dharmawangsa Teguh. yaitu Dewi Sumbadra. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Ketika mengawali masa pemerintahannya. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. dipercayakan kepada adik isterinya. Hadiah nama gelar semacam itu. dua di anataranya ialah: 1. Bersama-lama. keduanya memerintah. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. Prabu Langlangbumi. dan 3. sampai tahun 1065 Masehi. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. tiga di antaranya ialah: 1. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. menjadi Mangkubumi kerajaan. Prabu Sanghiyang Ageung. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. dan digunakan sebagai gelar resmi. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. dan 2. pemberontakannya dapat ditumpas. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. Wirayuda. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. diterima pula oleh Prabu Airlangga. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. Sang Wikramajaya. Darmanagara. menjadi Panglima Angkatan Perang. Dewi Puspawati.

Kemudian. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Dahiyang Guru Darmayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Maharaja Langlangbumi. Sunda. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Sebenarnya. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Yuwaraja Menak Luhur. Resiguru Sudakarena. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). membentuk angkatan perang. Galunggung. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). timbulnya perpecahan. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. penguasa Kerajaan Galunggung. Selesai membangun ibukota yang baru. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Mangkubumi Darmanagara. Akan tetapi. akan jadi duri dalam daging. Kemudian ditempuh jalan damai. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Senapati Kusumajaya. tingkat keamanannya menjadi rawan.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. yaitu Dewi Citrawati. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. kalau tidak segera diatasi. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. la pun tidak menghendaki. Di pedesaan antara wilayah Galuh. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. di antara keturunan Sri Jayabhupati. Senapati Wirayuda. Ratu Batari Hiyang. Oleh karena itu. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. dan Galunggung. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Maharaja Langlangbumi. Akan tetapi. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Permaisuri Puspawati. Senapati Suryanagara. akibat ulah kawanan perampok. dengan cara mengadakan pendekatan. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati.

Galuh dan Sunda. beribukota di Saunggalah (Kuningan). dan 2. wafat tahun 1155 Masehi. Darmasiksa. dua di antaranya: 1. Ratu Galunggung. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. mempunyai seorang puteri. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Puteri Darmageng. dan dijadikan permaisuri. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Sang Cakranagara. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. 3. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . menggantikan tahta ayahnya. Prabu Menakluhur. la bergelar Maharaja. maka kedudukan Raja Sunda.2. cucu Batari Hiyang Janapati. Kemudian. tahun 1175 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang bergelar Dyah Lembu Tal. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. memperoleh putera. dengan ibukotanya di Galunggung. Puteri Saungggalah. Sebagal penggantinya. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. Dari perkawinannya. menjadi Mangkubumi. Sang Darmasiksa. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. puteranya. 2. Prabu Menakluhur. tahun 1187 Masehi. puterinya Mahisa Campaka. memperoleh putera: Rajapurana. memperisteri Ratna Satya. yaitu: 1. Ratna Wisesa. kedudukan pusat pemerintahan. lahir tahun 1168 Masehi. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). pindah ke Pakuan (Bogor). Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. memperoleh putera. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur.

Ragamulya Luhur Prabawa. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. disebabkan wafat muda. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. Prabu Darmasiksa. dikaruniai umur panjang. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Prabu Ajiguna Linggawisesa. berjodoh dengan Dara Puspa. dalam usia 44 tahun. 3. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pengganti Prabu Ragasuci. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Pada masa pemerintahannya. Setelah dewasa. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. Dewi Antini. Sedangkan Prabu Rajapurana. puteranya. adik iparnya. sampai tahun 1333 Masehi. dari Puteri Saunggalah. Rahiyang Saunggalah. pulang ke Tumapel Jawa Timur. tidak sempat menjadi Raja. Pengganti Prabu Citraganda. Dewi Kiranasari.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. puteranya. Karena. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. adalah puterinya Prabu Rajapurana. Oleh karena itu. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Kemudian digantikan oleh puteranya. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). 2. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Prabu Citraganda. Rahiyang Jayadarma. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). Permaisuri Prabu Citraganda. atau Aki Kolot. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Kelak. di antaranya: 1. menjadi raja di Kerajaan Sunda. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. Karena sebelumnya. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Prabu Linggadewata. ibukota Kerajaan Sunda beralih. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. Suryadewata. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya.

Semua orang mengetahui.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menginjak usia 18 tahun. Putera kedua laki-laki. dan dijadikan permaisuri. meluaplah hati Sang Patih Mada. Putera ketiga laki-laki. Akhirnya. Demikianlah. bahwa sang puteri Citraresmi. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). meninggal dalam usia 1 tahun. lahir tahun 1348 Masehi. didampingi oleh adiknya. tidak bersedia menyerahkan puterinya. Karena itu. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. ada yang menunggang gajah. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. Dyah Pitaloka. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. dengan Sang Patih Gajah Mada. 3. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. janji tersebut tidak ditepatinya. Di antara mereka. hal itu. Sesungguhnya. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Setiba di sana. 4. 2. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. akan diperisteri (resmi). dengan janji Bre Majapahit sendiri. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Tibalah saat yang bahagia. digantikan oleh puteranya. Wastu Kancana. Akan tetapi. lalu memerintahkan laskar Majapahit. Sang Bunisora. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. lahir tahun 1339 Masehi. ada yang berkuda. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. Bahkan ia. sebagai isteri persembahan (upeti). mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. adalah Sang Patih Mada. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. meninggal dalam usia 1 tahun.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Sesungguhnya. Semua pasukan Majapahit. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. selalu menyetujui keinginan Patihnya. la menjadi berang. puteri mahkota Sunda itu. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. hal itu amat bertentangan. sebelumnya. Sang Prabu Hayam Wuruk. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sesungguhnya. siap untuk bertempur. Prabu Linggabuana. Prabu Maharaja Sunda.

kehormatanlah yang harus dipertaruhkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. melakukan mati-bela (bunuh diri). Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Sang Ratna Citraresmi. lalu menundukkan kepala. Ki Mantri Sebrang Keling. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Rakeyan Mantri Sohan. Rakeyan Rangga Kaweni. Rajaputri Dyah Pitaloka. Pertempuran berlangsung sengit. Sang Panji Melong Sakti. semuanya hanya 98 orang. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Ki Juru Wastra. dengan persenjataan lengkap. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena itu.ada yang naik kereta. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Rakeyan Juru Siring. Ki Panghulu Sura. Pengecut perbuatannya. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. Kemudian. bersama semua pengiringnya. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. namun. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. sebagai panglima perang. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Namun akhirnya. Rakeyan Mantri Saya. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Betapapun. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Orang Sunda serempak menyongsong lawan. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. tibalah pasukan besar Majapahit. Ki Mantri Supit Kelingking. Sang Mantri Patih Wirayuda. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini.

Sang Niskala Wastu Kancana. Mayangsari. tidak seorangpun yang tersisa. padamlah segala hasrat dan nafsu. Banawati.menyerang Kerajaan Sunda. Setelah satu tahun. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. yang diwarnai suasana religius. 3. Satmata adalah tingkatan ke-5. Semua orang Sunda. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. yang datang di Bubat. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. tuhagama. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Sang Haliwungan. dan 4. satmata. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). usai terjadi sebelum tengah hari. 2. Dalam naskah Carita Parahiyangan. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. gurugama. Dalam menjalankan pemerintahan. Sang Bunisora mempunyai putera. dan nirawerah. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Bratalegawa. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Menurut naskah Kropak 630. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. merupakan tahap tertinggi. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). Sang Bunisora. Sang Bunisora. Dari permaisuri Laksmiwati. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. suraloka. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). di antaranya. Oleh karena itu. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . pemerintahan Kerajaan Sunda. binasa. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). ia memperoleh putera. cenderung sebagai raja pendeta. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. baru berusia 9 tahun. memperisteri gadis pilihannya. 1. adigama. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. ketika usianya sudah 20 tahun. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. disebut sebagai Satmata.

Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. naik tahta pada usia 23 tahun. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. Majapahit tidak mempunyai raja. dipusarakan di Nusalarang. la masih sempat mendengar. Majapahit dilanda Perang Paregreg. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. pada tahun yang sama. untuk unggul dalam perang). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. yang terjadi pada tahun 1453 .Pada tahun 1371 Masehi. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang.1999: 24). 1984: 42). di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. serta bu (eter). dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pakeun heubeul jaya dina buana. Akibatnya. Selama masa pemerintahannya. Menurut Chau ju-kua. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. tercatat dalam kaol Cina. memerintah di Kerajaan Sunda. teja (cahaya). selama 3 tahun. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Untuk hidup lama berjaya di dunia. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. bayu (angin). sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). Setelah wafat. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). Sang Bunisora wafat. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. akasa (langit). Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Apah (air). Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. ada dua kejadian penting yang patut dicatat.1456 Masehi. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. setelah memerintah di Kerajaan Sunda.

pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. siapa yang menang dan siapa yang kalah.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". antara lain: 1. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. Hanya saja. 2. Dalam masa "gencatan senjata". yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). Kedua-duanya menderita kerusakan berat. catatan Chau ju-kua itulah. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. bekas ibukota Tarumanagara). Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". dengan isi yang sama. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. tanpa diketahui. setelah masing masing mengundurkan diri. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). yang sering menjadi sumber dugaan. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. Pertempuran tersebut. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. diakhiri oleh kedua belah pihak. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. meminta bantuan dan perlindungan. Rupa-rupanya. Salahsatu catatannya mengemukakan. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya.

Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). "Banten dinamakan Sunda". Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. demikian ungkap Guillot. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibahas pula oleh para akhli. Chia-lie-pa (Kalapa. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). apapun bahasanya(Guillot. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. Jakarta).1996:119).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . melalui Chia-liu-pa (Kelapa). dibahas pula oleh Heuken. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). Upaya penyelesaian jalan damai. kapal-kapal menuju arah 97.1999: 107). Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda.1996:119). Dalam catatan kaki. dan menuju arah 187.3. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Pelabuhan Banten dimaksud. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa).

masih dilanda kegelapan. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. Akan tetapi. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. sedangkan candi yang terletak di G. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. sekaligus merupakan daya dukung. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. Menurut Chau Ju-kua. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. telah sering dilakukan. dan Sonny Wibisono. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi.1996:111). terutama melalui penelitian arkeologi. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. Sangat menarik. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Pembuktian arkeologi ditampilkan. Claude Guillot. angka tahun tersebut. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. belum menemui titik terang. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi.1996: 111). jalan untuk menuju ke Banten Girang. Pulasari. Lukman Nurhakim. Kapalembangan diinaksud.1999: 24). CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. boleh. Artinya. melihat arca-arcanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. Jerman). untuk memperkuat suatu anggapan. yaitu 932 M (854 S) (Guillot.jadi sama dengan catatan Portugis. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. 1996).

antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. bahwa ia seorang pembesar istana. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. bernilai angka 8. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). bacaan yang benar adalah 854 Saka. pangambat. 6888). pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. ia menuliskan tahun 942 Masehi. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. yang bentuknya tidak beraturan. distrik Leuwiliang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Candrasangkala: kawiraja. panca = 5. Batutulis ini kini telah hilang. saat yang pantas diperingati. halaman 18. perintah. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. bunyi. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto.Untuk lebih jelasnya. bernilai angka 4. mengenai prasasti Kebonkopi II. no. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. adalah kata majemuk tatpurusa. kala untuk cakakala atau sakakala.V 1923. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. terdiri atas 4 baris huruf. sepadan dengan bujangga. sabda. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. padahal seharusnya 932 Masehi. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. bujur sangkar. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. dan pasagi. kata. sesuatu untuk diperingati. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. Bogor. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu.

Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. 1. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera.1989:186-187). // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. Timbulnya perbedaan anggapan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Sewaka Darma. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Satyawati Suleiman.Bunyi prasasti. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. Peristiwa sejarah. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. Guillot menampilkan angka tahun 932?. karena itu ia mengajukan dugaan.. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. halaman 13-14. 2. Menurut pengakuannya. menampilkan angka tahun 932 Masehi. dan 3. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. antara lain sebagai berikut: . dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. parwa I sarga 3. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n .

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. antara lain sebagai berikut: . secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. tentu ada nilai-nilai sakral. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Yang ketiga.. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. ikhwal "Sunda" dijelaskan. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. menghadiri upacara "Barpulihkan". sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. Sang Matsyawarman namanya.561 Masehi). yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). Dipilihnya lokasi Pasir Muara. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. seperti dugaan Bosch.tahun. Yang keempat perempuan. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). Kemudian. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. Pada prasasti Kebonkopi II. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat".. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). Sriwijaya". Dengan demikian. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. Putera yang kedua. yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Mahisawarman namanya. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". tempat lahir Sang Tarusbawa. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera.. yang menjadi Menteri Tarumanagara. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya.

menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. menantu Sri Maharaja Linggawarman. raja Sriwijaya. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda.. disebabkan. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). raja keduabelas Tarumanagara. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. Adik Dewi Manasih. Kerajaan Sriwijaya. karena nama kerajaan tersebut. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. mengakhiri kekuasaannya. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). halaman 176. pada tahun 536 Masehi. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali... juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya.. parwa 11 sarga 3.. telah melakukan perjanjian bersama.. Sunda Sembawa (Bekasi). Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. Kekecewaan Guillot. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. kerajaan Sriwijaya. Pergantian nama kerajaan. yaitu Dewi Sobakancana. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. yang menikah dengan Dewi Manasih. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . antara lain sebagai berikut: . Sedangkan Sriwijaya. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Sang Tarusbawa. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. dengan menjalin persahabatan. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". Pada tahun 669 Masehi. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. Sri Maharaja Linggawarman.catatan. Sebagai pengganti. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya.

bahkan kesan tersebut harus dicermati. tidak berdiri sendiri.1996:137). Kehadiran Salakanagara. III. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". dengan segala perkembangan kehidupannya. tetap setia mengikuti alur waktu. tidak ia hiraukan. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). Tarumanagara. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. semakin samar untuk ditemukan. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. yang diperankan sebagai "musuh Banten".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. Banten di masa silam. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. 1996:100). Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. sebagai pembanding. merupakan tindakan balas dendam. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Ibukota Pajajaran misalnya. Untuk diketahui secara objektif. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. yang pernah menaklukan Banten Girang. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Persoalan yang muncul. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti Banten Girang. Kerajaan Sunda. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. menelusuri kurun zaman. Salakanagara.

lawasnya ratu saratus tahun. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). Sumatera Selatan). dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. dari sejak tahun 1382 Masehi.punta. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal.sarga 5. Kemudian Sang Ningrat Kancana. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. Sang Haliwungan.yang haluwesi. Sebelumnya. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. nu mikadatwan sri bima.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. kembali terbagi dua. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. Selanjutnya. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati.narayana-madura-suradipati. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. kawasan bekas Tarumanagara. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). Lokasi bekas keraton tersebut. kini sudah menjadi bangunan permanen. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. sirna tanpa bekas. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). mangka premana raja utama. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. dengan nama Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. sebagai tanda keutamaan raja.

lawasnya ratu tujuh tahun. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). Di Palembang. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kena salah twah. hingga memerangi kerajaan ayahnya. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). Kemudian. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. dengan ibukota di Keling. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Raden Patah.. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sunan Ampel sendiri. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. tokoh Sang Ningrat Kancana. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. atas permohonan Ratu Darawati. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. inya nu surup di guna tiga. diberi nama Raden Praba. Uniknya. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. akibat perceraian dengan suaminya. adalah kemenakan Ratu Darwati. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. meninggalkan ibukota. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Baru kemudian.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. Dalam tahun 1473 Masehi. sebagal guru dan juga mertuanya. Tiga tahun kemudian. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. Yang di pertuan di Galuh. Akibat salah perilaku. mengakhiri kekuasaan ayahnya. Prabu Kertabumi. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. memperisteri perempuan terlarang dari luar. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Sedangkan nama Patah (Al Fatah). la adalah tohaan di galuh. Dari ibunya. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. untuk kepentingan membuka pesantren. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. diterima kemudian dari Sunan Ampel. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. maka dalam tahun 14'75 Masehi. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). menggempur Majapahit.

diterima dengan tangan terbuka. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Dari Wandan Bondri Cemara.. yang mendirikan Mataram Islam. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Kelak. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Menurut hukum waktu itu. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. yang sudah bertunangan. Menurut versi lain.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Dari pernikahannya. Di sana. diberi nama Raden Bondan Kejawan. Selaln itu. Kemudian. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada juga yang sampai ke Kawali. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Puteri Ratna Ayu Kirana. telah menjodohkan puterinya. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. Raden Baribin. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). ibukota Kerajaan Galuh. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Oleh karena itu. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Dalam hal ini. saudara seayah Prabu Kertabumi. dengan Raden Baribin. 2. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. wanita itu terpisah dari tunangannya. memperoleh seorang puteri. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. Prabu Dewa Niskala. Prabu Dewa Niskala. Prabu Dewa Niskala. dilakukan oleh Girindrawardana. Rombongan pengungsiannya. Oleh karena itu. keluarga keraton Majapahit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. Dalam pengungsian. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. ia tersamar dalarn cerita rakyat. keluarga keraton Kawali. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi.

sangat marah. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. dari permalsuri. prebu ratu purane pun. harus diserahkan kepada Jayadewata. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. bahwa: 1. Begitu pula Prabu Susuktungggal. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. konflik kedua pemimpin negara. 2. Peristiwa penobatannya di Pakuan. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Tentu saja. Selanjutnya. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja.Prabu Susuktunggal. Peristiwa tersebut. Menantu Prabu Susuktunggal. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . B. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. dan memutuskan. karena kekuasaan pemerintahannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. adalah: 1. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. Untuk menyelamatkan keadaan. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. penguasa Kerajaan Sunda. samasama mengerahkan pasukannya. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Prabu Susuktunggal. di wilyah netral. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. 2.

mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. agar sukma raja tersebut. yang terjemahan langsungnya. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. kesatrian (asrama prajurit). Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. 1981: 25). Maksudnya. Jika seorang raja wafat. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. Ya dialah (yang membuat semua itu). membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. la memperteguh pertahanan ibukota. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). membuat jalan yang diperkeras dengan batu. Pembuatan prasasti tersebut. Sri Baduga Maharaja. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. membuat samida. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka raja tersebut digali dari kuburnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Upacara semacam itu. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. kemudian kerangkanya diperabukan. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. Prasasti Batutuhs Kota Bogor.samida. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. pada tahun 1533 Masehi. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. memperkuat angkatan perang. pagelaran (macam-macam formasi tempur).

Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. harus diserahkan tiap tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. calagara. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. Kabupaten Bekasi. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. yang ditemukan di Desa Kabantenan. serta ancaman hukum mati. diambil dari bahasa Sanskerta. harus diserahkan kepada raja. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. Pare-dongdang atau panggeres reuma. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). Silih artinya pengganti. isinya dapat diketahui. Kapas-timbang atau upeti kapas. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. Kecamatan Tarumajaya. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. Keharuman Sri Baduga Maharaja. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. yang berarti pelayanan (service). Bila petani telah berpindah ladang (huma). Kata dasa. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. Gunung Samaya dan Jayagiri. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu.Silih Wangi. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pengukuhan itu. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Dasa. adalah pajak tenaga kolektif. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. adalah pajak tenaga perseorangan. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. adalah pare turiang. Calagara (di Majapahit: walagara). mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Wangi artinya harum. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. Oleh karena itulah. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. yang gugur di Palagan Bubat. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). Juru Pantun ataupun Penulis Babad. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi).

Tentang Sri Baduga Maharaja. disebutkannya. serta pada puncaknya berukir indah. penduduk kota Pakuan ada 48. nama resmi kenegaraan. Istana raja. parwa I sarga 4). Tetapi yang lebih penting. 1999: 41). 1996: 59). terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50.121 jiwa.l. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Tome Pires memberitakan. Omzet perdagangan kuda. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. Dalam perkembangan selanjutnya.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n .271 orang. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. berada di pedalaman. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. pelabuhan Pontang (Pomdam).197 orang). Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. bandar Cheguide. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. sebagai kota terbesar ketiga. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. Dengan jumlah itu. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. terdapat 40 ekor gajah. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis.000 orang. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja.000 ekor tiap tahun. Tome Pires (k. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). dapat mencapai 4. Pasai. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. 1468-1539 Masehi). Dalam angkatan perang kerajaan. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). baru berpenduduk 23.

Kelak. Larasantang. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. Puteri Subanglarang. Akan tetapi. Bratalegawa. bersama isterinya. di Pura Dalem Karawang. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Sesungguhnya. seorang ulama mazhab Safi'i. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Cimanuk (Chemano). Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. bernama Farhana binti Muhammad. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. cucunya yang bernarna Hadijah. bukan "Islamnya". sebagian ditempatkan di Cirebon. dan Raja Sangara. antara Cirebon dengan Demak. Kemudian dari Gujarat. seorang ulama mazhab Hanafi. Walaupun berbeda agama. Ketiga anaknya. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). adalah alumnus pesantren Quro tersebut. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Kalapa (Calapa). maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. yaitu Pangeran Walangsungsang. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. dalam tahun 1416 M. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. didirikan oleh Syekh Hasanudin. 1999: 37). di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). Inilah Sunda. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati.Tangerang (Tamgaram). Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. hubungan politis yang terlalu akrab. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). raja Cirebon Girang. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. C. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya.

Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). menentukan dan menunjuk tempat. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Leme. Kapten Malaka. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. seberang awal pelabuhan. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. menghadiahkan kepada Raja. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. sebagai duta resmi negara. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maka. Tuan Kami. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Akan tetapi. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. M. kapten perjalanan ini. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. disebut Laksamana Bungker). antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. utusan Jorge d'Alboquerque. pada tahun itu. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. jadi di sebelah kanan muara sungai. Kunjungannya ke Pakuan. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. Kawasan ini yang disebut Kalapa. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tanggal 21 Agustus 1522 M.Portugis. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. Tuan kami. Selain itu banyak orang baik. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Untuk maksud ini. menegakkan sebatang padrao dari batu. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). Maka.

dan Franscisco Annes. Tuan kami. yang dicurigai para akhli sejarah. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. sangat wajar terjadi. yang diwakili oleh pedagang Portugis. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Raja-raja penerusnya.10. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. pada perjalanan ini. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. Tentang seluruhnya itu. penulis. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. membuat dokumen ini. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. Padahal. Sangat disayangkan. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. juru mudi dan banyak (orang) lagi. Balthasar Memdes. penulis dari kapal San Sebastian. Sri Baduga Maharaja itu. saya. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. Tuan kami. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. Dengan demikian. Maka. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Untuk buktinya. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. Hubungan internasional bilateral inilah. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. semuanya tentara. pedagang Portugis pada waktu itu. Dibuat pada hari. selaku perwira Raja. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. masih sebagai pelaut murni.600 caxas Java. dan Diogo Diaz. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. saya memberi kesaksian. yang selalu berambisi. 1999: 54). Berbeda dengan pelaut Belanda. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n .

kalau ditanyakan. Cukup banyak Babad yang ditulis. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". Para Pohaci dan Para Bujangga. tetapi dalam menuliskan Babad setempat.toleransinya terhadap agama Islam. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. dapat kembali kepada Asal-nya. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. Penyempurnaan sukma tersebut. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. Dalam cerita Pantun sekalipun. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. Dzat Asal dalam religi Sunda. dengan tujuan utama. Mwakta atau Moksa. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Setelah Indonesia merdeka. Terbukti. adalah tokoh Sunan Ambu. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). yang artinya dipusarakan. dan Talaga. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. kalau tidak Hindu tentunya Budha. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. secara arkeologis. dimanakah bekas candi-candinya. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. digunakan kata lumah (pusara). disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). belum dapat membuktikan secara pasti. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sumedang. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". Oleh karena itu. Cirebon. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. yang sesungguhnya keturunan Galuh. umum masih beranggapan. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Akan tetapi. Sampai saat kini.

memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. Niskala. Adakah masuk di akal. Disunat kepada akhlinya. Kisah tersebut. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. sesungguhnya tidak jadi masalah. setega itukah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bersih suci bila dibasuh. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. artinya Gaib. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. bukan dengan Dewa). adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. Disunat ka tukangnya. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. Seda. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. bagi orang Sunda. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. cita-cita urang Sunda yang saleh. karena ia adiknya Larasantang. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. D. jati Sunda teka. Ada pula yang menafsirkan. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Hiyang Seda Niskala. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. bahwa tokoh Kian Santang itu. sudah demikian lama. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. Kian Santang yang konon katanya. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). Sebutan lain untuk Hiyang. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". artinya Sempurna.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali.. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. Kedatangan Islam. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). Selain itu. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda.

Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Perang ke Muntur. Perang ke Ancol Kiji. Lima betas kali perang tak pernah kalah. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. Perang ke Tanjung. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). menimbulkan persoalan baru. perlu penelusuran ilmiah. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Rata gagah perkasa. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). teguh dan pemberani. Untuk mencari kebenaran. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Simpang. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Dalam catatan Portugis. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Perang ke Wahanten Girang. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Perang ke Pagoakan. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. ia disebut Raja Samiam.Portugis. Perang ke Gunung Banjar. berdasarkan ilmu sejarah. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Perang ke Gunung Batu. Perang ke Hanum.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang ke Padang.alias Fatahillah.

masih hidup. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva.Perang ke Pager Wesi. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Disunat. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Begitulah keadaan jaman susah. itulah tradisi orang Sunda. ditenggelamkan ke laut. Oleh sebab itu. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia.sang kawuri / hayzaa to . Sang Pandita di Jayagiri. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Datang bencana serangan musuh kasar. Prabu Ratu Dewata. pandita di Sumedang. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. dibunuh tanpa dosa. Disunat oleh akhlinya. Tidak sampai setahun. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. tertimpa tapak kikir. meninggal dunia. tidak mati. ditenggelamkan ke laut. tidak diketahui identitasnya. Perang ke Medang Kahiyangan. Ada pendeta sakti dianiaya.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. hanya meminum susu. supaya bersih suci dari kotoran. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Puasa. Sang pandita di Ciranjang. Setelah itu. lamanya jadi raja 8 tahun. kembali ke Pakuan lagi. jangan hidup pura-pura berpuasa.

oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. merampas tanpa perasaan. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. Begitulah riwayat Sang Ratu. Yang membangun bale bobot 17 jajar. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. zaman besi. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. Sering membunuh orang tanpa dosa. Dalam zaman Dopra. menghina pendita. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. zaman perunggu. tidak hormat pada yang tua. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. menghiasi Kedaton. seterusnya diganti dengan zaman kali. Mempunyai anak. Lamanya jadi ratu 8 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Nilakendra. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. tindakan ratu seperti itu. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri.

atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. 3. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pertama datangnya perubahan. timbul kerusakan dari Islam. Lamanya jadi ratu 12 tahun. perang dengan Jawakapala. perang dengan Mandiri. perang dengan Galuh. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Perang dengan Kalapa. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. perang dengan Datar. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . kalah Kalapa. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Perang dengan Pakuan. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). menurunkari pertapa. Iamanya jadi rata 16 tahun. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. kalah Jawakapala. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. Dunia halus masuk ke yang kasar. 2. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. tidak mengikuti adat kebiasaan. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Perang dengan Gegelang. 5. Manusia yang berhuma rakus makannya. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Perang dengan Rajagaluh. 4. semua kalah oleh orang Islam. antara lain: 1. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. Perang berlayar ke Salajo. kalah Rajagaluh. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). cucu tiri. perang dengan Patege. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran.perdaya.

dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. bahwa dari Subanglarang. Dua di antaranya. bernama Rajasangara. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang.IV. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. berperan sebagai anak sulung. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Dari isterinya yang pertama. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. Status Pangeran Walangsungsang. Syekh Hasanudm. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Surasowan. Sanghiyang Surawisesa. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. 2. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). Cirebon. untuk membahas Banten. di antaranya: 1. Oleh karena itu. 1. Ekadjati (1989). kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. dan 3. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). adalah murid Syekh Hasanudin. Status ini sangat memungkinkan. yang disusun oleh Atja dan Edi S. jika Pangeran Walangsungsang. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Dalam Carita Parahiyangan. ialah. 1989:165). Dewi Surawati. dari pendahulunya. berputera beberapa orang. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. 2. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta.

memperoleh anak. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Syekh Hasanudin. memohon diri untuk turun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Pulau Jawa. Kelak. puterinya Ki Gedeng Karawang. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. di pesisir Pura Dalem Karawang. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. Peristiwa penting ini. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. menyebarkan ajaran agama Islam. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. dan lebih kikir lagi dengan pujian. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. dikenal sebagai Syekh Bantong. Ma Huan. Di antara sekian banyak awak kapal. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Bagi Sang Mahapraburesi. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. ketika turun di Pura Dalem Karawang. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Armada laut Cina tersebut. armada laut Cina. disertai pula oleh puteranya. Ki Gedeng Karawang. kakeknya Sri Baduga Maharaja. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. yang juga beragama Islam. la didampingi oleh jurututulisnya. la bermaksud. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). di Jawa Timur. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana.800 orang. Islam bukan hal yang baru dan acing. Tan Go Wat. Tan Go Wat. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. Oleh karena sesama muslim. sebanyak 63 buah kapal layar. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Laksamana Cheng Ho. Syekh Hasanudin. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. terdapat beberapa orang penumpang.Pada tahun 1416 Masehi. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. Sebab. mengadakan pelayaran keliling. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. untuk menjalin persahabatan. adik iparnya. dengan prajurit laut sebanyak 27. Tujuan pelayaran mereka. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. Selama 59 tahun. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. pada tahun 1416 Masehi. Dari perkawinannya.

Sementara itu. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Kenyataan seperti itu. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. seorang bangsa Ajam. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Subanglarang. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul).sanggup memujinya. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. merasa sangat kehilangan. bagi Sri Baduga Maharaja. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n .1984: 42). Pangeran Walangsungsang. la dengan kedua adiknya. Tentu saja. Ketika Subanglarang wafat. Perlu dicatat. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. hanya ibunya. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. akibat konflik agama dengan ayahnya. oleh para penulis babad. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. Ki Gedeng Tapa. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. dibina langsung oleh kakeknya. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. diteladani dari kakeknya. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. tidak menjadi masalah. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. mendorong Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. madzhab Hanafi. Peristiwa-peristiwa itulah. Sebagai catatan. Afganistan. la. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. Selain sebagai ibunda tercinta. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. untuk pergi mengembara. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. walaupun dengan berat hati. memohon izin kepada ayahnya. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. adalah Guru Agama.

Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. Cirebon namanya. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Syekh Nurjati. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. Dalam pengembaraannya. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. Oleh Ki Gedeng Tapa. Di bagian selatannya. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. Sebagai catatan. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. gajah. Nyai Larasantang. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. ular. dari Syekh Datuk Kahfi. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). masih hutan belantara tempat binatang buas. Kemudian. dari kakeknya. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Pangeran Walangsungsang.Amir Abdullah Khanudin. harimau. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Dalam pemerintahan sehari-hari. setelah Pondok Quro Karawang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Datuk Kahfi. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Ki Gedeng Tapa. di kampung Ghuzah. Di tepi pantai. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pondok Quro Amparan Jati. Ki Gedeng Tapa. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. Seperti babi hutan.

di Kebon Pasisir. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. Ki Sarmawi (pembantunya). untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Nama itu diperoleh dari gurunya. Ki Danusela. Sedangkan di Gunung Ciremai. Atas kesepakatan bersama. banyak kuda liar. Cirebon Girang. Sebab. Nyai Arumsari (isterinya). Kemudian. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. banyak ikan dan rebon (udang kecil).laut (camar).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah mertua Pangeran Walangsungsang. Pada awalnya. pindah dari tempat tinggal asalnya. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. puteri Ki Danuwarsih. dibangunlah pemukiman baru. Mereka. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. telah bermukim 5 orang penduduk. Di sungai. Pangeran Walangsungsang. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. disebut Kebon Pasisir. yaitu Nyai Indang Geulis. membuka hutan Kebon Pasisir. penduduk Cirebon Pasisir. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Semula. atau Lemah Wungkuk. Sedangkan Ki Danuwarsih. Diberi nama demikian. bersedia masuk Islam. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. atau Tegal Alang-Alang. yang disebut Cirebon Girang. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. seorang ulama agama Budha. Setelah melihat ada pemukiman baru. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. Syekh Datuk Kahfi. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. dan adiknya (Nyai Larasantang). adalah adiknya Ki Danuwarsih.

Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). Syam 3 orang. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. namanya. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Berbagai bangsa ada di sana. dan Cina 6 orang. Parsi 2 orang. petis dan garam. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Sumatera 16 orang. bahasa dan tulisannya. Jawa 106 orang. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. sebelum tidur. para petani. Macam-macam anutannya. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Rinciannya: Sunda 196 orang. Mereka menumbuk rebon dan ikan. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). Arab 11 orang. India 2 orang. masing-masing berbeda. tingkah lakunya. Hujung Mendini 4 orang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. keakhliannya. adalah 346 orang. Pedagang.

untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. Di dukuh Cirebon Pasisir. Nyai Indang Geulis. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. dan rebon berarti udang kecil. Di tengah perjalanan. (Jala=air. ci berarti sungai. pustaka yang disusunnya. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Ki Samadullah. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. tiba di pelabuhan Jedah. Ki Samadullah dan adiknya. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". "Anakku. Sehingga. yang terletak di tepi laut. mendirikan Tajug (Masjid). Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". adalah keturunan Bani Hasyim. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. tidak bisa ikut. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. Akhirnya. mengingat penduduk Cirebon pertama. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. kata "Cirebon" sendiri. diberi nama Jalagrahan. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. naik ke kapal layar. Bersama santri-santrinya. grahan=rumah). karena sedang hamil. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Syarif Abdullah. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. Sang guru mengingatkan. degan maksud yang sama. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. berlayar menuju Tanah Arab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cirebon. Cirebon. Hal itu.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. Padahal. la. dengan panggilan akrab Ki Samadullah.

Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Dan adiknya menetap di sana. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . kepada Nyai Larasantang. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. dari Bani Mameluk. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim.menjadi Walikota Mesir. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Kembali kepada Syarif Abdullah. adiknya Syekh Datuk Kahfi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di tanah suci Mekah. Tiga bulan kemudian. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Ternyata.

la membangun Keraton. adalah sebutan lain untuk udang kecil. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Kata pakung. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. wafat. mempunyai anak perempuan. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. semua kekayaan dari kakeknya itu. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Dan perkawinannya.. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah.. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Pakungwati namanya. Sesudahnya. tiba di Cirebon. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. kakeknya. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. selain sebagai penguasa Singapura. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. Maka jadilah Cirebon. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Tidak lama kemudian. Ki Gedeng Tapa. Kemudian. dijadikan sebuah kota besar. sama dengan nama puterinya. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. kemudian diberi nama Pakungwati. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) .. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/.

Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. Kemudian.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. oleh ayahnya. atau Ki Samadullah. untuk menobatkan puteranya. Pangeran Walangsungsang. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. disertai pasukan pengawalnya. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. atau Pangeran Cakrabuana. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. B.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. Sri Baduga Maharaja. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. atau Ki Cakrabumi.

Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Salah seorang di antaranya wanita. yaitu Sarah. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Oleh karena itu. mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Dari perkawinannya. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. mempunyai anak beberapa orang. diperisteri oleh Sayid Hassan. Riwayat selanjutnya. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Dari perkawinannya. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Sebab. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. mempunyai anak beberapa orang. Mempunyai anak beberapa orang. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. asalnya merupakan satu keluarga. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib.Kemudian. la meninggal dunia di Jawa Timur. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Salah seorang di antaranya. Salah seorang di antaranya. Kedua-duanya. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Dari sejak itulah. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . mempunyai anak beberapa orang. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Adapun Abdul Malik. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sayid Abdul Malik. anak Alwi Amir Pagih. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Muhammad anak Ubaidillah. Sayid Alwi anak Muhammad. Sayid Abdurrakhman orang kaya.

puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). mempunyai anak beberapa orang. 4. Ketika menetap di negeri Bagdad. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Syarifah Bagdad. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). Syarif Abdullah Al Masir.Abdullah Khannudin. mempunyai anak beberapa orang. Riwayat selanjutnya. Syarif Abubakar. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). Barkat Zainal Alim. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Syarif Abdurakhim. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. tiga di antaranya: 1. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. Hal itu tetjadi. Syarif Abdurakhman. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Syarifah Halimah. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Syarif Sulaiman Al Bagdad. Mempunyai anak beberapa orang. menjadi anak angkat uwanya. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Syarif Hafiddin Abbas. mempunyai anak 4 orang. pergi ke Jawa dwipa. masing masing ialah: 1. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. sebagai guru agama Islam. 2. 3. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. yang seterusnya menetap di sana. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. menjadi Walikota di negeri Mesir. menetap di negeri Mesir. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. 2. Ali Nurul Alim. Riwayat yang menjadi penyebab. mempunyai anak beberapa orang. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). empat di antaranya: 1. Ali Nurul Alim. 4. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. 3. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. mengajar penduduk di sana. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. Dari India. tidak mempunyai anak. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. 2. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. 3. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin.

pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). pada naskah yang sama ditegaskan pala. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Campa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Junti. Bharatanagari (India). diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). semua itu para Kamastu atau disebut Wali. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Syekh Datuk Kahfi. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . cucunya Haji Purwa Galuh. Kamboja. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. oleh Ki Gedeng Tapa. Pasambangan. Panjunan dan beberapa desa lainnya. dari setiap turunan Rasul Muhammad. menikah dengan Hadijah. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. Japura. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. ia menjadi duta negeri Parsi.

Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. 2. mempunyai anak beberapa orang. Dua orang di antaranya. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. dan 3.Maka jelaslah sudah. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Dua orang di antaranya. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). Syekh Khadir Kaelani. dua orang di antaranya. Sunan dan Guru Agama Islam. yang menetap di negeri Malaka. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. adalah sebagai berikut: 1. di antaranya: 1. Syekh Datuk Ahmad. yaitu: 1. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. kedua. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. 2. pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Datuk Soleh. Selanjutnya. yang mempunyai anak beberapa orang. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. yang pertama perempuan. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. dan yang ketiga Syekh Bayan. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. Tiga orang di antaranya yaitu. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . mempunyai anak beberapa orang. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. yaitu: 2. Selanjutnya. menetap di Kamboja. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan.

Dalam perjalanannya. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Ali AI Mustada. Setelah menetap beberapa lama. yaitu Dewi Darawati. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Atas usulan Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Setelah enam bulan di Palembang. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). dan singgah di negeri Banten. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Sumatera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Ali Rakhmatullah. Karena pada waktu itu. dikaruniai beberapa orang anak. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. menuju ke Jawa Timur. oleh Prabu Kertabumi. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Adik Dewi Candrawulan. 1. Di Keraton Majapahit. Ratu Darawati. 3. singgah di Palembang. Arya Dillah atau Arya Damar. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. yaitu Dewi Candrawulan. memeluk agama Rasul Muhammad. Dalam jangka 3 tahun. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. yaitu Siu Ban Ci. Di Palembang. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. semua penduduk Ampel Denta. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Dua di antaranya yaitu.

berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). 2. 3. 3. dikaruniai anak laki-laki. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. Dewi Sofiyah. yaitu Siti Khorimah. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). Ratu Pakoja. Dewi Rukayah. 3. dan 8. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. Puteri. Dari perkawinannya. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. Panembahan Palembang. puterinya Maulana Ishak. Selanjutnya. 2. Panembahan Kodi. yaitu Dewi Rukhil. dan 4. dikaruniai anak beberapa orang. 4. Panembahan Karimun. 6. empat orang di antaranya: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Penambahan Joko. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus).Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Di antaranya. masing masing: 1. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Selain dengan puteri Sunan Ampel. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). memperisteri puteri Sunan Undung. 5. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. antara lain: 1. Dari isterinya yang lain. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. dan mempunyai anak laki-laki. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. yaitu Dewi Sujinah. Ratu Prodo Binabar. puteri Ki Wiryosarojo. Nyai Ageng Pembayun. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. 7. 2. yaitu Raden Amir Hassan.

dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. Raden Paku alias Sunan Giri. parwa I sarga 4. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). 2. puterinya Ki Ageng Bungkul.1. Syarif Hidayat namanya. antara lain sebagai berikut: . Siti Mursimah. mempunyai anak dua orang. mempunyai anak laki-laki. adalah puteranya Maulana Ishak. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri.. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. di antaranya masing-masing ialah. dari isterinya yang berasal dari Blambangan. Siti Murtasiyah. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah..//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . . parwa II sarga 4.

ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. Oleh karena itu pergi dari Mekah.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . singgah di Gujarat. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. lamanya dua tahun. menuju Pulau Jawa . bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. Selesai dua tahun. parwa parwa I sarga 4. mereka berlayar bersama-sama. bersama 98 anak buahnya. Pada waktu itulah. antara lain sebagai berikut: . Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Ketika singgah di Gujarat. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama.. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. baru berusia dua puluh tahun. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. yaitu Sayid Al Kamil. yang semuanya berjumlah 98 orang. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Kemudian. dari Syekh Athallahi Sajjilli. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. Dalam perjalanannya.

Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. berlayar menuju Cirebon. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Selanjutnya. Sesungguhnya. Selanjutnya. (singgah) di negeri Pasai. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Kunjungannya ke Cirebon. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Sumatera. Syarif Hidayat singgah di Banten. Nyai Kawung Anten. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. mengajarkan agama Islam di sana. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menemui uwanya.

Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. menetap di Pakungwati Cirebon.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n .. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam... Begitu pula Syarif Hidayat. Nyai Mas Pakungwati. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . dapat bertemu dengan uwanya. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya.. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. . Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Dipati Keling serta 98 anak buahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Kerajaan Sunda. Adapun Syarif Hidayat. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. kepada suwan yang sekaligus menantunya. yaitu Sayid Al Kamil.. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. Syarif Hidayat.Iman. sangat gembira. Setelah beberapa lama kemudian. Syarif Hidayat. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama.. Akhirnya.

dengan gelar Susuhunan Jati. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. dan semua memberikan dukungan..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. pesta meriah. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. Pejabat penguasa daerah.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat.. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon.. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. menyerukan pujian atas penobatannya.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada waktu itu. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. . sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon.. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak.. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon.

antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. terkesan Surasowan di sana. Penobatan awal Syarif Hidayat. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. V." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. Hal yang hampir sama. dan 3. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. 2. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Syarif Hidayat.1983: 35). Sang Kakek memerangi cucunya. Akan tetapi. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. sebutan Sorasowan. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. adalah menantu Walangsungsang. "Betapa tidak terpujinya. bahwa: 1. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. dalam buku Pakern Banten. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. atas pernikahannya dengan Pakungwati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. akhirnya masuk agama Islam. atas usul orang tuanya. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. lama tidak kembali ke Pakuan. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. puteranya sendiri. Syarif Hidayat.

Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). Soera artinja berani. semua itu menarik untuk dikaji. sudah tentu harus dicari pembandingnya. yang dibangun di Dukuh Cirebon. Berdasarkan gejala itu. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Pakungwati sebagai nama orang. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. bagi kata yang ada di depannya. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. puterinya Pangeran Cakrabuana.1935: 60-61). nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. menjadi Keraton Pakungwati. Pakungwati sebagai nama keraton. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Surasowan. Pakungwati adalah nama orang. Surasowan dan Surosowan.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Pada mulanya.1984:44). menjadi Kesultanan Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. Saleh Danasasmita (1984). bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Pakungwati sebagai nama kesultanan. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Selanjumya berkembang. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. atau Surosowan? Hal tersebut. Soan atau Sadji artinja Radja. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon.

Sebagai putera Sri Baduga Maharaja.1989:144 dan 153). 2. dan 2. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Sang Surasowan. berputera beberapa orang. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. Sang Arya Surajaya. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. antara lain ialah. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. Atja & Edi S. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . dua orang di antaranya: 1. Islam sudah mulai bersemi. Nyai Kawunganten. 1. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. (Atja & Ekadjati. Prabu Surawisesa. menjadi bupati Banten Pasisir. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. dan mampu mendirikan keraton yang memadai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. Dari kutipan tersebut di atas. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir.

Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. dalam waktu yang relatif singkat. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Atas seijin Sang Surasowan. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. di kemudian hari. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). singgah sebentar di Negeri Banten. banyak mendapat simpati dari penduduk. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kelak. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel.

ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diberi nama Hasanuddin. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Pakungwati. pada tahun 1478 Masehi. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. yaitu Pakungwati. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. untuk meng-Islam-kan daerah ini. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. cucu Sri Baduga Maharaja. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. sangat terbatas. kemudian dijelaskan. bahwa "seorang yang keramat" itu. Apalagi setelah diketahui. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. untuk meng-Islamkan daerah ini. masih saudaranya juga. Akan tetapi. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. Oleh Sang Surasowan. tentang "orang tua" Hasanuddin. lalu terus ke selatan. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. dari Mandarsah ia datang di Jawa. tiba di Banten Girang. Tentang "seorang yang keramat. Oleh Syarif Hidayat. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. Dalam waktu yang relatif singkat. Secara tersamar. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. 1983: 33). dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Sesunguhnya. la mempunyai dua orang anak. puterinya Sang Surasowan. seorang perempuan (yang tua). dari pada substansi historisnya. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . Untuk mempererat kekerabatan. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. para penulis Babad. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. Hanya saja.

soepaja datang ke negeri Banten. tahoen Belanda k. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Pakem Banten. 1472. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. menggunakan sumber "Parimbon Banten. Hanya saja.1953: 24). terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting.l. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. yang hampir malah sudah musnah. Berdasarkan kaol Cibeber. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Banten dan Demak. maka Kg. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. Kg. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. Kg. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. disaat Kg. para penulis Parimbon Banten. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. Sedangkan. mengemukakan hal yang sama. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. dalam proses meng-Islam-kan Banten. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. pada kalimat selanjutnya. koerang lebih hidjrah Nabi 887. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. sangat gelap (peteng).Maka terseboetlah pada masa dahoeloe.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain: Pada abad 15. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten.

Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". patut dicermati. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. Dengan adanya hal-hal semacam itu. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Maulana Hasanuddin. Mereka bertugas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. Hafidz Rafiuddin. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". 2000: i & 9). pernyataan selanjutnya. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". tidak mendasar. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. melakukan "Tapa di Mandala".Ag. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun.1984: 41). Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. Tuduhan Animisme.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. sulitlah bagi kita untuk menentukan. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". Carita Parahiyangan. S. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. (2000). sudah tidak diragukan lagi. Amanat Dari Galunggung. mengemukakan hal yang hampir sama. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. Akan tetapi.

dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. (2) Tumenggung Jayamanggala. 1984: 219). Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. ditemukan dekat bangunan berundak. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana.. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. serta hamba sahayanya. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . "takluk" atau "ditaklukkan".1989 :144). Dia kemudian memeluk agama Islam. anak. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. Anak menantu dan hamba sahayanya. Bangunan berundak di Kosala. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. masih dipuja dan dikeramatkan. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Arca Domas memiliki 13 undakan batu. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. menantu. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Atja dan Edi S. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. dengan ikhlas "beralih agama". di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima.1993: 27). Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. Menurut kepercayaan orang Baduy. yang seluruhnya setinggi 6 meter. "dipaksa". menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. menjadi pemeluk agama Islam. Dari kutipan tersebut di atas. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang.

membelah kota Serang. Ekadjati. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran).pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. Mecermati fakta seperti itu. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. ayahanda Nyai Kawung Anten. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. hanya pelafalan yang berbeda. dapat dimaklumi. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". sebutan "wantan" dalam lafal Cina. baik oleh orang Cina. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. sudah merupakan petunjuk tersendiri. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. kedua-duanya sejaman. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Gambaran semakin jelas. dan bermuara di Banten Pasisir. tapi nyata). setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). berkelok melalui wilayah Banten Girang. dalam kajian ilmiah. Akan tetapi. mertua Syekh Syarif Hidayat. Sebab. Bahwa. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. dalam usia terhitung masih muda. Secara lingual. Oleh karena itu.1996:119). Hendaknya digarisbawahi. apapun bahasanya (Guillot. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. tahtanya diwariskan kepada puteranya. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. Portugis pun melakukan hal yang sama. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. Sang Adipati Surasowan. Dari bahasan Atja & Edi S. Sang Adipati Surangggana. Jika terdapat perubahan lafal. Boleh jadi. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. sebutan wahanten menjadi banten. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". sudah tidak tepat lagi. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. Ketika Sang Surasowan wafat. maksudnya itu-itu juga. Sang Arya Surajaya. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdapat dua negeri Wahanten. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan).

hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. dan persenjataannya pun tidak lengkap. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Pangeran Arya (Pangeran Japara). lahir pertama Ratu Winahon. Putera kedua. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Sabakingkin. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. Sabakingkin atau Hasanuddin. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adipati Arya Surajaya. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. menjadi tidak harmonis lagi. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. Oleh karena itu. puteri sulung Raden Patah.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Untuk jaringan politik. serta memperoleh putera laki-laki. Sehingga. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). menjadi penerus ayahnya. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. B. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. Dari perkawinannya. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Mereka dapat ditaklukkan. telah mengalahkan kharisma uwanya. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). kekuatannya tidak seberapa. Pada waktu itu. diberi nama Yusuf. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Itulah sebabnya.

6. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. 5. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Sang Aryya Suraprasa. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Sang Adhipati Patala. 7. 4. Sang Prabhu Walahar. 11. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Ratu Ancol. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Wahanten Girang. Raja Daerah Rumbut. Raja Daerah Simpang. Kekhawatiran Sultan Demak. Kyai Wudhubasuraga. Aryya Pulunggana. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. 16. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . 8. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Raja Daerah Hanum. Pradharmaya. 14. bahwa tidak lama lagi. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Tumenggung Linggageni. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Aryya Senapati Bhimajaya. Sang Aryya Wirasakti. 2. 13. Jelas. Sultan Demak (Raden Patah). adalah: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena sudah tersiar berita. Raja Daerah Gunung Ageng. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. tersumbat. Ratu Hyang Banaspati. Raja Daerah Medang Kahiyangan. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 9. Oleh karena itu. Pada saat itu. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Sang Aryya Wuludada.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. 12. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. Raja Daerah Gunung Batur. 10. Raja Daerah Gunung Banjar. akan menyerang Pakungwati Cirebon. 15. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Pager Wesi. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Raja Daerah Pagawok. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. Karena Pakungwati. 3. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Adhipati Suranggana. akan tiba armada tempur Portugis. Raja Daerah Muntur.

kembali ke Demak. Ratu Ayu.Oleh sebab itulah. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Susuhunan Jati. perdukuhan. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. Kekuatan pasukan gabungan. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Pangeran Sabrang Lor. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. janda Pangeran Sabrang Lor. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. bandar. Singgah di Pakungwati Cirebon. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. Setelah itu. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. sedang dalam pelayaran. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. kembah ke Demak. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. Tak lama kemudian. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. terdiri dari 1. sebagai "gerakan pendahuluan". untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya.967 tentara. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. Sebagaimana yang telah dikemukakan. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. la gugur pada usia muda. sambil menjajakan bermacam-macam barang. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Kemudian mengadakan gerilya. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. adalah putera mahkota Demak. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Beberapa bulan kemudian. barulah Panglima Fadhillah Khan. desa. menyusup berkehling kota. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati.

"pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. dalam usia 48 tahun. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. menyelamatkan diri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah lebih dahulu masuk agama Islam. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". Akan tetapi.1993: 68). Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. tibalah serangan mendadak. menerobos hutan lebat. Sesuai rencana. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Secara diarn-diam.Adipati Sang Arya Surajaya. Akhirnya. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. lebih siap untuk bertempur. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). pasukan gabungan Pakungwati-Demak. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". pusat pemerintahan Banten. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir.1988: 8). Kemungkinan. untuk menumpas huru-hara tersebut. Serangan dahsyat. sempat dibinasakan. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Sebab. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). Adipati Wahanten Pasisir inilah. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. Kemudian. bergegas menuju Pakuan (Bogor). Sangat masuk akal. Di balik peristiwa itu. Sang Adipati Arya Surajaya. sesungguhnya. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. penguasa Wahanten Girang. Karena hal ini. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin.

120 | S e j a r a h K e r a j a a n . setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”.1983: 34). maka Molana Yusuplah. bahwa setelah selesainya ekspedisi. mengemukakan usulnya kepada panembahan. yang bergelar Ki Bagus Molana. anak Hasanuddin. seorang dari Pakuwan. di komplek makam Tempat Suci itu. Berdasarkan kutipan tersebut. antara lain: Apabila Ki Jongjo. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis.Suranggana alias Ki Bagus Molana. dari seorang tokoh. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. Kemungkinan besar. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. Akan tetapi. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. kemudian berkembang menjadi dua orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. yaitu Hasanudin. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. Sayangnya. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Secara kekerabatan. oleh pernyataan. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. rupanya telah terjadi manipulasi. makaYusuplah lagi .yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. sulit dibenarkan. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. bahkan tidak dilemahkan. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin.

makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. Kembali ke Wahanten Girang. sependek nama Jong dan Jo. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. seharusnya. Setidaknya. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. Seandainya. Kropak 408 Sewaka Darma. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Gelar itu. merangkap jadi penguasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan.1983:149-150). sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. Setelah makamnya dikeramatkan. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. putera Sri Baduga Maharaja. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". Dengan demikian. Pertanyaannya. Konon menurut dongeng.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. dengan sebutan Sultan. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". gelar "Agus" itu. Oleh karena itu. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. Pengertian panembahan. yang terlebih dahulu masuk Islam. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". dan memperoleh gelar Panembahan. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu.

Jati Cirebon. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. Armada Portugis dipukul mundur. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Sisa yang masih hidup. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). saudagar kaya dari Perlak. Anggota pasukan yang tersisa. oleh Susuhunan. Beberapa bulan kemudian. tiba di perairan Sunda Kalapa. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Kemudian. Sebagai catatan. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Selanjutnya. Dalam pertempuran itu. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. dan para pengiringnya. Sebagian besar penduduknya. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. keraton ia dirikan. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. diberi nama Keraton Surasowan. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Ia puteri Adipati Kranda. beralur darah trah Rasul Muhammad. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Panglima Fadhillah Khan. Sang Arya Surakreta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyelamatkan diri. bahwa wilayah Sunda Kalapa.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Nyai Arya Baroh. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). kakaknya Sang Arya Surakreta. Setahun kemudian. Permaisuri. hanya 6 tahun lamanya. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. di Pelabuhan Sunda Kalapa. sehingga banyak tentaranya yang tewas. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. tewas binasa. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. sebanyak 1. yaitu Nyai Arya Baroh. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. setelah memeluk agama Islam. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. Mereka tidak mengetahui. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. terdesak dan menderita kekalahan.

pada tahun 1501 Masehi. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. seperti kebiasaan di masa silam. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). sambil memuntahkan logam panas". sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. Prabu Jayaningrat. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. Dalam pertempuran ini. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. Akan tetapi. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. la. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. la. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Susuhunan Jati Cirebon. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. jumlahnya banyak. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. Serangan. dilengkapi senjata meriam. mengeluarkan asap hitam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . oleh Susuhunan Jati Cirebon. Berdasarkan riwayat hak waris. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. telah terjadi perubahan situasi politik. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. Oleh karena itu. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. terdesak. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. memanfaatkan situasi seperti itu. Prabu Jayaningrat. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. adalah adik Sri Baduga Maharaja. cucu Prabu Dewa Niskala. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. di dekat Bukit Gundul. memohon bala bantuan. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. menggantikan posisi ayahnya. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. wilayah Pakungwati Cirebon. Kalau tidak. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. adalah putera Prabu Ningratwangi. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. Prabu Ningratwangi. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. oleh Susuhunan Jati Cirebon. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. Oleh karena itu. akan digempur".

permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. pemberani. kuwanen. 3. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. agar Pangeran Pasarean. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. bahwa: 1. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Sejak itulah.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. Demak. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. berhasil direbut. 2. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). atuntunan tangan (kerjasama). Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Pada saat itu. janganlah putus. kasuran. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. menyepakati. pasukan gabungan Pakungwati. menjadi pembesar kerajaan. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. Kebijakan itu dilakukan. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. Akan tetapi. Tidak saling menyerang. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Silih asih (saling menyayangi). Palimanan. dan Kuningan. Perang lima belas kali. yang mewakili Susuhunan Jati. Akhirnya Talaga. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. dapat ditaklukkan. Maksud "tidak kalah" tersebut. kehilangan tokoh penting yang disegani. tidak kalah). Peristiwa tersebut. perkasa. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n .

tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. dianiaya. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. la digantikan oleh puteranya. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. ada pendeta sakti. ia merenungi hidupnya. Prabu Ratudewata. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. direbutnya kembali. Dalam suasana tenang dan damai. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). sudah tidak lagi menghargai keagamaan. la tetap hidup. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. yang telah disepakati ayahnya. Sanghiyang Siksakandang Karesian. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. Rasa hormat dan kekaguman itu. C. Munding Rahiyang namanya. Pendeta di Ciranjang. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). tapi tidak mati. Pendeta sakti di Sumedang. adik Ratu Wiratala. ditenggelamkan ke dasar laut. Pendeta di Jayagiri. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). menghilang tanpa meninggalkan jejak. Sang Prabu Ratudewata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Berpuasa. senantiasa menciptakan huru-hara. Pada kesempatan itu. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). Oleh karena itulah. dibunuh tanpa dosa. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. mati ditenggelamkan ke dasar laut. Sri Baduga Maharaja. Pada masa pemerintahannya. Akan tetapi.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. keonaran. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa).

sangat beralasan. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). Ciranjang dan Jayagiri. lan bakti ring wong atuha. Sebab. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). Susuhunan Jati Cirebon. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. Sri Baduga Maharaja. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. merampas tanpa rasa malu. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). tewas berjatuhan. tidak sungguh-sungguh. Kemungkinan. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). perwira. Mengingat. selama 8 tahun. puteri Prabu Ratudewata. Sesungguhnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). haywa ta sira kabalik pupuasaan). hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. Serangan laskar Surasowan Wahanten. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. ia bertindak sesuka hatinya. ayahnya. Atau boleh jadi. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). berdasarkan hak historis alur darah keturunan. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. melanjutkan gerakannya ke arah utara. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. Sang Prabu Ratudewata. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. la membunuh orang tidak berdosa. pejabat. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. asampe ring sang pandita). tidak lagi mentaati norma pemerintahan. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. ponggawa-ponggawa kerajaan. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. pengawal raja.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). sekaligus merupakan "unjuk rasa". setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Karena. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. ngarampas tanpa prege. tidak hormat terhadap yang tua. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur.

sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. Prabu Ratudewata. Pada masa pemerintahannya. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. Prabu Sakti masih beruntung. I Madura. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. dan memperisteri ibu tirinya. untuk ikut menyerang Pasuruan. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. cotodas as mail ilhas deste arapelago. Bale. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. akibat perilaku buruk seorang raja. paraque pessoalmete. tempat orang Portugis biasanya berdagang. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. mencatat semua kejadian. Angenia. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. Keberadaannya di sana. Emperador de toda a illla da Iaoa.Puncak kebiadabannya. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). Sebagian dari catatan perjalanannya. Keberangkatannya ke Demak.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. Akan tetapi. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. janda dari ayahnya.

Dengan demikian. Fernao Mendes Pinto. 1984: 46-47). sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n .Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. tidak terbitung para pendayung. adik Sultan Trenggono. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. Raja Sunda. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah Nyai Pembayun. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. Dialah kaisar Pulau Jawa. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Bali. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. adalah Ki Fadil. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto.000 orang. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. Berdasarkan pendengaran. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. isterinya Fadhillah Khan. Ketika ia datang di pelabuhan Banten.1999: 90). Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Maksudnya. -yang juga menjadi bawahannya. Kangean.

dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali).Sunda Kalapa . Portugis menerima kenyataan seperti itu. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sang Prabu Nilakendra. Portugis yang semula dimusuhi. adalah tentang adanya hubungan multilateral. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). antara Wahanten . Dari catatan Fernao Mendes Pinto. mencatat pada masa pemerintahannya. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). Bahkan.Pakungwati . bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). akhirrrya menjadi "negara sahabat". berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Sebab. serta menempatkan armada lautnya di sana. Kembali kepada Prabu Sakti. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). la wafat di Pengpelangan. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. Bali. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Madura. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Angenia. mempunyai kedudukan penting lainnya. yang penting diperhatikan. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon.Portugis. Sedangkan Maulana Hasanuddin. polah sang nata). Oleh karena itu dapat dimaklumi. bagi kepentingan mitra dagang. Adanya anggapan seperti itu.Demak . Dari pendengaran. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. Pada masa pemerintahannya. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. Fadhillah Khan.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". baru berperan sebagai Adipati Wahanten.

jimat-jimat. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. Makan minum sampaimabuki. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. tan igar yan ta pepelakan). Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). bahwa tidak akan lama lagi. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. Setiap saat.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. tidak ada ilmu yang disukainya. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Akan tetapi. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. keraton Pakuan Pajajaran. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. Bagi Prabu Nilakendra. Petani menjadi serakah akan makanan. Pada tahun 1567 Masehi. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. Tantrayana. Makan enak. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. mahayu na kadatwan. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. itulah. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . bendera keramat. serta dihantui bencana kelaparan. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. sudah dicampakkan jauh-jauh. manteramantera Tantrayana. adalah kepercayaan mistis sinkretis. yang mengapit gerbang terlarang. dimeriahkan oleh pesta pora. telah. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. kehancurarr). kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). dilukis dengan emas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. secepat kilat. dalam mendahului upacara Tantrayana. menembus jantung ibukota Pakuan.berada di ambang pralaya (kiamat. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. akibat angkara-murka penguasanya. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana.

putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. wafat dalam usia muda. adalah putera Susuhunan Jati. Sebab. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. yaitu Prabu Sakti. Mungkin dia tewas di pengungsian. Nasib kehidupan kota Pakuan. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. bahwa Surasowan Wahanten. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. Sunan Prawoto. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. hanya tertulis secara singkat. Tohaan di Majaya kalah perang. Latar belakang tragedi. yang tidak menyertainya ke pengungsian. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Kemudian. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). ia telah membuktikan. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. ayahnya Prabu Nilakendra. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. Tidak pernah ada berita. dari Nyai GedengTepasan. adalah negeri yang kuat. sangat menarik untuk dicermati. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. Selain itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bupati Jipang. D. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. calon pengganti Susuhunan Jati. oleh bocah pengiringnya. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. Pada mulanya. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. adalah menantu Prabu Ratudewata. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mempunyai hak yang sama. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. diharapkan oleh puteranya. Susuhunan Jati Cirebon.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Kekosongan tahta Demak.

putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. Pada saat peristiwa itu terjadi. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. pada waktu itu masih kanak-kanak. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. Sunan Kudus.Pangeran Sekar. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. sebagai Susuhunan Cirebon. pemerintahan Pakungwati Cirebon. Wanawati Raras. Syarifah Fatimah. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. diharapkan adalah cucunya. karena berupaya membela Prawoto. adalah putera Susuhunan Jati. Sedangkan pada waktu itu. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena Pangeran Emas. putera mahkota Cirebon. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. Pangeran Suwarga. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). masih ada calon pengganti yang lebih berhak. Kedudukan tertinggi itulah. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. adiknya Prawoto. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. sedang berada di Demak. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Pangeran Suwarga. tewas pula. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Sedangkan Pangeran Bratakelana. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. dianggap tidak semestinya. Jipang menyerang Demak. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). mendahului kakeknya. yang bergelar Pangeran Suwarga. Susuhunan Jati. juga warga Demak. Sultan Trenggono. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. secara terselubung. Mengingat. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Atas restu gurunya. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. Naik tahtanya Fadhillah Khan. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari.

berdaulat. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). Misalnya. mengkilap dan berseri. mendadak berubah menjadi licin. Sendi-sendi Islam. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. walau sesungguhnya tokoh tersebut. .Melihat kenyataan seperti itu. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Sedangkan dari isterinya yang kedua. digantikan oleh puteranya. kisah tentang watu gilang. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita.1964: 48). Sekaligus. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. . martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". melainkan Hasanuddin. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Bagi penulis "Serat Banten". Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). bila tidak dikenal asal-usulnya. berhasil menjadi negari niaga maritim. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. dengan "doa" Hasanuddin. dipandang oleh masyarakat Banten. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. Menurut "Serat Banten". dalam kisah "Serat Banten". dan Pangeran Arya. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). mampu berdiri sendiri. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. Panembahan Hasanuddin. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. Bupati Jayakarta (Jakarta). Karena itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Yusuf. Wahanten Pasisir. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". ketika ia bersalat di permukaan laut. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. Surasowan.kelak menjadi isteri Tubagus Angke.

jarum. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. Ketika kembali ke negerinya. ikan kering dari Karawang. lada dan Lampung dan Solebar. Orang Gujarat. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. kayu cendana. Palembang dan lainnya. sutera. Banjarmasin dan Palembang. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya.Sunda (Pajajaran). beras dari Makasar dan Sumbawa.1993: 81). kipas. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. dalam Michrob. Makasar. payung. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. benang emas. nila. penguasa Kesultanan Pajang. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. Panembahan Ratu. berhasil ditundukkan. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. beludru. Sumbawa. 3. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. berdagang permata dan obat-obatan. porselen. Ketika mereka kembali. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Orang Arab dan Persia. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. Minyak kelapa dari Belambangan. cengkeh. sutra. membeli rempah-rempah. di Pakungwati Cirebon. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur.1961:13. sudah demikian menurun kharismatiknya. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. 2. kulit penyu dan gading gajah. sisir. digambarkan sebagai berikut: 1. kain sulaman. dan kain putih dari Coromandel. Dari segi hubungan kerabat. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. mereka membeli lada. gula dari Jepara dan Jayakarta. menjual kain dari kapas. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. kertas. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. dan sebagainya. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). selop. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pedagang-pedagang dari Cina. Situasi perdagangan di Karangantu. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. rempah-rempah dari Maluku. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. buah pala.

Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India.1977: 448). Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Turki. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Kedah dan Selong di Malaka. 1975: 160). Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. dari sejak pemerintahan ayahnya. perdagangan dan pertanian.cendana dan kepulauan Sunda kecil. dan sebagainya. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. Bugis. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Dengan demikian. gading gajah dari Andalas. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan.1981: 56-58). baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. perkampungan orang Pegu.1983: 38 dan 59). Bali (Tjandrasasmita. dapat diatasi dengan baik. Pada masa Maulana Yusuf. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Siam. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. gangguan keamanan. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. adalah Pakuan. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. keamanan wilayah. Ternate. Cina. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Banjar. Makasar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Laskar Surasowan Wahanten. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . timah putih dan timah hitam dan Perak. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. besi dari Karimata. orang Arab. Persia. 1950:182). damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan.1983: 31). Sasaran utama penyerangan. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. mulai dipersiapkan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi.

maka di kota Pakuan. Oleh karena itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Serbuan laskar Surasowan Wahanten. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. mengungsi ke pantai selatan. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Padahal. tetapi di Pulasari. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. digantikan oleh puteranya. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan upaya "pembersihan". Dari peninggalan yang ada. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. terhadap kedzaliman. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. di Cisolok dan Bayah. Bagi Panembahan Yusuf. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. Sampai sekarang. keturunannya masih merupakan kaum-adat. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. Disebut demikian. Bila kenyataan yang terjadi. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran.rover. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Pada masa pemerintahannya. la tidak menghendaki. Kelak. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Kota Pakuan Pajajaran. Sekarang. Pandeglang. Prabu Ragamulya Suryakancana. Dengan diboyongnya batu tersebut. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. Palangka itu. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. sangat memungkinkan. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. Prabu Ragamulya Suryakancana. laskar Surasowan Wahanten. beserta ketiga saudaranya.

untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. Menurut cerita leluhurnya. Sesungguhnya. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. penguasa masyarakat Sunda pertama. yang meninggalkan urusan duniawi. Jejak peristiwa itu. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Akan tetapi. mereka meninggalkan kota Pakuan. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari.Kampung Ciptarasa. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akhirnya berpusara di tempat lahir. dibinasakan. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. napas tertua bentuk kerajaan. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pandeglang. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. beribukota d. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. Prabu Ragamulya Surya Kancana. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. la hanya sebagai "rajaresi". sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. sambil menyongsong ajal tiba. Mungkin ia pergi ke Pulasari. tentunya tidak membuat babak baru. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. bahwa di sanalah. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. dalam Pantun Bogor. Akan tetapi.Puasari. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. secara samar-samar. hanya berusaha mempertahankan diri. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. dikisahkan Ki Baju Rambeng. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Sekelompok kecil yang bernasib baik. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). Prabu Ragamulya Suryakancana.

menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Sedangkan Panembahan Yusuf. ia dikenal juga dengan sebutan. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. Akan tetapi. Pangeran Japara bersama pasukannya. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Panghulu Negara (Kadhi). Ketika itu. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . pengembangan areal pertanian. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. antara lain: 1. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. niaga maritim. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. Pada tahun 1580. terutama dalam hal pembangunan kota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rata Winahon. Konflik tidak dapat dihindari lagi. kepada Pangeran Japara. Pangeran Japara. tinggal di keraton Japara. Dari permaisuri Ratu Hadijah. D. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). baru berusia 9 tahun. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. Maulana Yusuf meninggal dunia. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. putera mahkota Pangeran Muhammad. Melihat kenyataan seperti itu. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. semakin berkembang pesat. Oleh karena itu. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. Sejak kecil. dan 2. Pangeran Arya. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). Pangeran Muhammad. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Panembahan Yusuf.

yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. Keling. bertindak sebagai walinya. Bengali. Dan pasar yang ketiga.itu. Gujarat. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Setelah persitiwa itu. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. sebagai pencatat perjalanan. temboknya dilapisi porselen. Jawa. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Cina. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Seperti halnya ayah dan kakeknya. seperti dari Bugis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Turki. Rupa-rupanya.1993: 89). Pasar kedua terletak di Paseban. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. terletak di Pacinan. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari berita pedagang Portugis. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. Melalui Tanjung Harapan. yaitu daerah Karangantu. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Diceritakan pula. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. dan Abesinia. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. di bagian utara Kerajaan Belanda. mereka berangkat dari pangkalan Tessel.1993: 89). yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. Pegu. tidak tercapai. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. dan lain-lain. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Bersama 249 pasukannya. Malaya. hingga ke pelosok-pelosok desa. Mangkubumi Jayanagara. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. dan akhirnya diusir dari Banten. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. Arab. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. pada tanggal 22 Juni 1596. Malabar. Dalam pelayarannya. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten.

Karena sikap congkaknya. armada Kesultanan Surasowan Banten. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. Mangkubumi Jayanagara. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. pada tahun 1602. Selanjutnya. karena kecongkakannya. Akan tetapi. Sebab. Perwalian. Kemudian. hampir memukul mundur pasukan Palembang. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. ia diturunkan dari jabatannya. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. yang kasar dan tidak bijaksana. ia tewas terbunuh. putera Aria Pangiri. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Pertempuran sengit. Sultan yang masih bayi itu. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. pada tanggal 13 November 1596. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. jabatan Wali Kerajaan. ia melanjutkan perjalanan. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). Armada dagang yang dipimpinnya. didampingi oleh kakeknya. Ratu Wanagiri. cucu Sunan Prawoto Demak. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. ditarik mundur. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. yang baru berusia 9 bulan. Mereka tiba di sana.Sikap Cornelis de Houtman. Sementara itu. Bahkan. Akhirnya. Akhirnya. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. di negeri rencong itu. pada tanggal 17 Nopember 1602. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). la memimpin langsung pasukannya. berputera Abdulmafakhir. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. sebagai Wali Kesultanan. Sultan Maulana Muhammad. tidak menghasilkan apa-apa. berlangsung di sekitar Sungai Musi. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara).

dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. yang kelak diambil oleh Dr. di Belanda terjadi peristiwa penting. Kongsi dagang tersebut. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. pada tanggal 30 Mei 1619. Pada tanggal 13 Mei 1626. Akan tetapi. Akhirnya. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. mencapai puncaknya. pada tahun 1604. yaitu Pangeran Mandalika. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. Bahkan. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . Peristiwa tersebut. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Snouck Hurgronje (Roesjan. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. yaitu suku Bataav. Kekuasaan sepenuhnya. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. Pada tanggal 23 Oktober 1608. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Melihat kondisi seperti ini. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. Rasa ketidakpuasan itu. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. pada bulan juli 1608. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. Mangkubumi terbunuh.Sementara itu. Pangeran Mandalika bersama adiknya. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Sementara itu. Didukung pula oleh pihak Inggris.1993:127). Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. oleh penduduk Nusantara. terjadi kembali huru-hara besar. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. yang diberi nama Batavia. pada tahun yang sama (1602). agar Sultan Abdulmafakhir. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. dalam Michrob. Pangeran Arya Ranamanggala. di antaranya Insan Kamil. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). mendirikan benteng pertahanan di luar kota. di kalangan Keraton Surasowan Banten. Melihat situasi seperti itu. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur.

Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. akan tetapi. antara lain: 1. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Pangeran Surya. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. merupakan masa kemakmuran. . Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. 3. Pangeran Lor. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. putera mahkota. kedudukan Sultan Anom. 2. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". Akan tetapi. Ratu Pembayun.Gelar ini diperolehnya. bersikap bebas. Selanjutnya. sering "terjun ke lapangan". 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Tahta Kesultanan Surasowan Banten.Sultan Abdulmafakhir. Kesepakatan perdagangan. Pada tahun 1645. ia mencapai perjanjian perdagangan. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bagi Kesultanan Surasowan Banten. E. diserahkan kepada Pangeran Surya. Pangeran Raja. Sultan Abdulmafakhir. 4. la seorang Sultan yang cepat tanggap. Begitu juga dengan putera mahkotanya. Perjanjian itu. diangkat menjadi Sultan Anom. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Arya Kulon. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. dilanjutkan oleh cucunya. ia meninggal dunia dalam usia muda. Pada tahun 1640. pada tahun 1650. Abdulma'ali. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. dan 5. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah.

melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. Oleh karena itu. Pangeran Kidul. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. empat orang saudara kandungnya. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. Pangeran Kilen. sebagai pejabat tinggi negara. dan 4. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). 3. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. yaitu: 1. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. baik orang-orangnya. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Serta empat orang saudara seayah.Pangeran Surya. 2. 4. Terhadap Kompeni Belanda. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Ratu Kulon. Pangeran Wetan. dan Ratu Tinumpuk. Pangeran Raja. Antara lain. Ratu Inten. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. merupakan pekerjaan yang sulit. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Pangeran Lor. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. yaitu: 1. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. dari manapun asalnya. bahkan kemungkinan besar akan gagal". 2. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. Di laut. Padahal Kompeni Belanda berharap. harus dipancing keluar dari sarangnya. Akan tetapi. pasukan patroli Kompeni Belanda. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. Sebagai catatan. 2. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. Panembahan Hasanuddin. tanpa basis yang tetap (gerilya). hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. menurut perjanjian 1645. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. memusnahkan tanaman tebu. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. yang tidak diinginkannya. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. satuan-satuan armada kecil. Tujuannya. dan 2. Semua aksi-aksinya. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan.1. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pasukan "gerak cepat" itulah. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. Jalur angkutan laut. supaya kapal-kapal itu. Di darat. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. dalam satuan-satuan kecil. Untuk memenuhi strategi itu. dan 3. setiap ada kesempatan. Kompeni Belanda. yaitu sebelah Timur Cisadane. Di wilayah perbatasan. Kompeni Belanda. tidak akan pernah sampai ke Batavia. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. harus dipotong. Mengenai satuan tempur di darat. Setidaknya. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. terlihat watak maritim Banten murni. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya.

Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. Baik van Goens maupun Speelman. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. ulet. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. menggantikan Carel Reynierszoon. Untuk mencapai tujuannya. yang sekaligus menjadi penasihatnya. "Statuten Van Batavia". Menurut pandangan mereka. selanu 30 tahun. Trio itulah. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. yang tidak bertahan lama. telah memenuhi persyaratan. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. pada tahun 1653. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. Maetsuycker tidak senang bertualang. Sebagai ahli hukum. Mereka mendorong. Sultan Abdulfatah. yaitu: mahir menjadi pedagang. sebagai sumber pangan. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". van Goens. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. yang membantu Dewan Hindia Belanda. sejak masa GJ. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. la terkenal cerdas. Anthony Van Diemen (1636 -1645). pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. saling mengisi dalam watak dan pendapat. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia mempunyai dua orang kawan. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. Maetsuycker. Para Direktur Kompeni di tanah airnya.dalam "pembaharuan perjanjian". dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. dan Speelman. Maetsuycker. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. Akan tetapi. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. adalah hasil dari buah tangannya. dan pandai bergaul. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". kedua penasihat Maetsuycker.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sangat puas atas prestasi Maetsuycker.

harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. Pada tahun 1657. bersedia membuka jalur perundingan. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. utusan Kompeni Belanda. Ancaman dari darat inilah. Sebab secara pribadi. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. Karena merasa lemah di sektor darat. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Banten harus membayar kerugian perang. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. 3. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. atas biaya dari Banten.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Sampai akhir tahun 1656. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. sebanyak 10 pasal: 1. Sebab di laut. Untuk memenuhi keperluan tersebut. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. baik di darat maupun di laut. menginginkan Maetsuycker. 5. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Menjelang akhir masa perjanjian. Akan tetapi. agar ia bertindak lebih keras. Kedua belah pihak. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. 2. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Terhadap tindakan itu. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. 6. van Goens dan Speelman. derigan membentuk pasukan "pribumi". hampir berhasil. Padahal. Pertukaran nota. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. membawa usul "perdamaian". Kesultanan Surasowan Banten. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. 4. dilakukan sampai beberapa kali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tanggal 29 April 1658. Sultan Abdulfatah. yang berdasarkan kelompok etluk.

peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. yang telah diperolehnya. maka sebagal imbalannya. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. Menuntut. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. Dengan tegas. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Tuntutan yang pertama. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". Seperti yang telah diduga sebelumnya. agar orang Banten. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. 10. pada tanggal 11 Mei 1658. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. Oleh karena itu. karena: 1. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. demikian juga sebaliknya 8. 2.1993:137). 2. 9. Sultan Abdulfatah sangat faham.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perbatasan Banten dan Batavia. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. peralatan-peralatan yang dimaksud. Sultan Abdulfatah menegaskan. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. Penolakan tersebut. berarti menyulut sumbu perang terbuka. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. Tuntutan yang kedua. Sebagai jawabannya. agar "bunuh diri". agar orang Banten. Sebab. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. Menuntut.7. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. yang dinilai sangat tidak adil. sebagai imbalan. (Michrob. harus dikembalikan ke Banten. secara bebas dapat membeli meriam. Setiap orang Banten yang ada di Batavia.

mulai memuntahkah tembakan salvo. Suranubaya. Tumenggung Wirajurit. dengan kekuatan 60 meriam. di perairan Tangerang. yang masing-masing diberi nama. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. 2. Dengan melalui jalan darat. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Sultan Abdulfatah memerintahkan. Ratu Bagus Wiranatapada. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. sebuah satuan tempur darat. Selain itu. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. dipusatkan di sekitar pelabuhan. balasan dari pasukan ardleri Banten. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. Akan tetapi. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. Pertempuran sengit itu. di perairan Pontang. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Oleh karena itu. di perairan Labuhan Ratu. karena dalam rangka blokadenya. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. berlangsung sampai senja hari. 5.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. ditempatkan di pantai Caringin. 1. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Arya Suryanata. 3. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. Pertahanan ibukota. selama 9 hari. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. perairan Selat Sunda. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menyebar di sekitar pelabuhan. selalu "berkeliaran". di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. di sekitar Pulodua dan Pulolima. Kapal-kapal Kompeni Belanda. di perairan Tanara. Hal ini dilakukan.000 orang. Sedangkan satuan Artileri Banten. Sepuluh di antaranya. di perairan Karawang. jenis canon (meriam besar). untuk menjaga serangan dari laut. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. 4. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Si Muntab dan Si Kalantaka. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. Ratu Bagus Singandaru. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik.

dari kedua belah pihak. menuju ke laut lepas. kemudian memeluk agama Islam. Di Batavia. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. Mereka dibekali pasukan baru. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . oleh Kompeni Belanda. Padahal. tidak menuntut hak monopoli. Oleh karena itu. dan Kesultanan Surasowan Banten. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. di garis depan Angke-Tangerang. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. sepanjang sungai Cisadane. Sultan Abdulfatah. akan ditangkap. Sementara itu. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. dipandang sebagai ancaman baru. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. tanpa alasan yang sah. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. untuk mengadakan penyegaran pasukan. harus dikembalikan ke Batavia. pada tanggal 10 Juli 1659. Sebetulnya. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. armada Kompeni Belanda. yang sudah memerlukan istirahat. tentang hak membeli senjata dari Batavia. bertindak atas nama Sultan Jambi. dari pasar Batavia. Pimpinan baru. adalah: pengukuhan garis perbatasan. Akhirnya. terjadi stagnasi. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. karena pihak Kompeni Belanda. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. Melihat kenyataan ini. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Perundingan berlangsung di Batavia. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bagi orang Kompeni Belanda. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten.Sebelum malam tiba. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. titik berat dari perjanjian itu. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. Kemudian Sayid Ali. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. Sebab. telah banyak korban yang jatuh. Kompeni Belanda. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan.

antara lain sebagai berikut: 1. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. petugas pemeriksa dari pihak Banten. Strategi Sultan Abdulfatah ini. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". 2. Kemudian. Sebab. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat.Sebagai catatan. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. biaya pemeliharaan kantor tersebut. yang selalu memanfaatkan kesempatan. ada barang yang dianggap terlarang. Kemudian. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. akan diberi gelar kebangsawanan. Bila dalam kapal Kompeni itu. tetap diperbolehkan dibuka. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . atas permintaan kepala perwakilannya. dengan bayaran tinggi. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. bahwa para gerilyawan Banten. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. dengan cara mencari setiap kelemahan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. F. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. Bahkan bila dianggap layak. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Kelak terbukti. Bahkan. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. dapat menyitanya. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. tidak dikenakan bea pelabuhan. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda.

tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. karena terletak cukup jauh dari pantai. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Strategi ini. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah.000 jiwa. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. bahwa "Banten harus ditundukan. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. bahkan dihancur-lumatkan. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebab selama perang berlangsung. Kedua. bahwa pembuatan saluran tersebut. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. Oleh karena itu. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Pada saat perang berlangsung. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. Kompeni Belanda menyadari. Kompeni yang akan lenyap". Dengan demikian. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. antara lain sebagai berikut: Pertama. Posko pertahanan sebelah timur ini. Dibangun saluran secara berantai. pada tanggal 31 Januari 1679. sepanjang saluran yang baru.tujuannya. juga sarana perhubungannya sulit. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. karena beban logistik yang terlalu berat. kepada atasannya di Netherland. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. telah banyak hal yang terabaikan. Saluran itu. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. atau. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. Di sebelah kiri dan kanan saluran. dibuat sepanjang jalan lama. selain letaknya yang jauh. Salah satunya. dalam tempo 9 hari perjalanan. Hal ini disebabkan. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu.

dengan kekuatan 4. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. bahwa pemukiman orang Mataram itu. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus.000 orang. Sultan Abdulfatah. ia memperoleh informasi rahasia. 2. Sebab. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. dihuni petani biasa (bukan tentara). peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). Alih teknologi. Sultan Abdulfatah. yang menuju Batavia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di Muara Beres. Dari Wales. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. ke sebelah timur dari Wales. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). pos terdepan pasukan Banten. Peningkatan ekspor. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. untuk mengepung benteng Batavia. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. yang mengirimkan koloni petaninya. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. 3. Mata-mata Banten mendapatkan. Banyak di antaranya. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten.Kesultanan Surasowan Banten. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". Dari orang EIC. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. Terbukti. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. Ketika pecah perang. Muara Beres. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. Selain pembangunan fisik. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. atau ke arah tenggara Muara Beres. yaitu: 1.

Jalan masuk menuju komplek Istana. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Istana yang megah itu. untuk menghindari pengintaian dari luar. Kelak. Melalui kongsi dagangnya. Keraton Surasowan. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Di sekitar tembok benteng. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. dengan nama Tubagus Wiraguna. Dari nama keraton itulah. dapat ditandatangani tahun 1670. Hal tersebut. Macao. 1996: 303). tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. De Haan berpendapat. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. sekarang). kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. pada tahun 1671. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. mengundang para teknisi Eropa. dilengkapi pancuran dan danau buatan. diberi dinding bata pada kedua tepinya. Pada sudut-sudut benteng. yang cukup tebal. Sultan Abdulfatah. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. tidak jauh dari pantai. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Seluruh komplek. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. ditempatkan menara jaga. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. yang memiliki daya jangkau jauh. berbentuk busur. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan berfungsi sebagai benteng cadangan. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. Benggala dan Persia (Iran). bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam sumber Belanda yang sejaman. dibuat pula saluran yang cukup lebar. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Negeri Belanda.

di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. Sementara itu. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n .1977: 159). di Istana Tirtayasa Selanjutnya. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. memerlukan waktu 2 tahun. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Abdulkahar. putera mahkota Sultan Haji. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. pada tanggal 16 Februari 1671. untuk menunaikan ibadah haji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. Peristiwa ini. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Sejak itulah. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. diperintahkan oleh ayahnya. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Tamat (Naerssen. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. dapat saja meletus. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. Setiap saat. pada tahun 1674. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum.

Terbukti. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. Karena persaingan itulah. 800 dan 300 orang Makasar. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. Oleh sebab peristiwa itu. Kekhawatirannya. di antara kedua belah pihak. Dalam perjanjian Bongaya (1667). Dalam kejadian ini. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. tidak pernah mulus. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. Saran van Goens dan Speeltnan. cenderung mengarah kepada permusuhan. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Kedua belah pihak saling membiarkan. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. kehilangan sekutunya di kawasan timur. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. dan kehilangan kebebasannya. Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. hubungan Banten dengan Mataram. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Sikapnya yang sangat hati-hati.Hal yang meredakan ketegangan. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. Sisa-sisa laskar Makasar. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. dalam . Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Sementara itu. berturut-turut telah datang ke Banten. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. banyak yang menyingkir. membuat ia mengambil sikap netral. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. Bantuan senjata dan perbekalan. Koloni petani Mataram di Karawang.

dalam peristiwa itu. dengan keraton Mataram. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Menggunakan kapal itu pula. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. Akibat peristiwa itulah. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. Mereka bersama ayahnya. Hanya saja. Ibunda Amangkurat I. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. Panembahan Girilaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. yang telah lama retak. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. karena alasan politik. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. Selain itu. Kesultanan Surasowan Banten. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. sebagai Sultan Sepuh. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. akan mengambil sikap netral. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. tidak mungkin dipenuhi. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. Oleh sebab itulah. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. ibu dan isteri-isteri mereka. dapat dipererat kembali. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Mereka hanya menjanjikan. Sebagaimana telah dikemukakan. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. juga puteri Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa. Menggunakan kapal perang Banten pula. Masing-masing. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. kedua orang kakaknya.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyeberangi Selat Madura. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. namun ditolak oleh Trunojoyo. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . termasuk mahkota Majapahit. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. sebagai tebusan biaya perang. Akibat serbuan Trunojoyo. dengan tujuan mendapatkan wilayah. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. Akan tetapi. Akan tetapi. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. Selain itu.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. pada bulan Oktober 1677. Maetsuycker yang semula bersikap netral. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akan tetapi. putera mahkota Mataram. la berkirim pesan kepada Speelman. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. Pusaka-pusaka Mataram. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Berdasarkan pertemuan itulah. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Selanjutnya. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. sama-sama penganut garis keras. melainkan oleh Kompeni Belanda. setelah Trunojoyo tertawan. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. yang selalu hati-hati. Pada tanggal 2 Juli 1677. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. tidak meneruskan gerakannya. Speelman kembali ke Japara. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. dan menyerang Arosbaya di Madura. Sebagai penggantinya. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. Karena peristiwa itulah. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. Gubemur Jenderal Maetsuycker. ia beserta mahkota Majapahit. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. segera dilumpuhkan. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. langsung menyerbu ibukota Mataram. Speelinan pun mengusulkan. Selanjutnya. tidak menerima usul tersebut.

sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. peluru dan mesiu.Kompeni. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. Bupati Sumedang. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. sebagal pembayar hutang biaya perang. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. melalui Kapten Hartsinck. Akhir tahun 1678. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. menyingkirkan para kepala daerah setempat. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. Sebagai langkah awal. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. Hubungan dagang Sumedang . namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. dengan mengerahkan 300 orang Talaga.F. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. Situasi baru ini. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. karena Rangga Gempol III. di bawah pimpinan Wiratanu. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. yang merupakan wilayah bawahan Banten. Rangga Gempol menggempur Sukapura. pada tahun 1680. sehingga memperoleh bantuan meriam. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. Selanjutnya. Parakanmuncung dan Bandung. senapan. pada bulan September tahun 1678. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda.

dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. di daerah Indramayu. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Rangga Gempol kembali berkuasa. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). hanya berlangsung kurang dari dua tahun. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. tanpa kajian yang mendalam. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ambisi Sultan Haji yang amat besar. Pendudukan Banten atas Sumedang. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Sebab. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. Akhirnya. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. Sultan Ageng Tirtayasa. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Akan tetapi. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Sementara itu. Potensinya masih kecil. Secara politis. adalah menantu Bupati Bandung. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. mudah terpengaruh bujukan orang. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan.Cakrayuda. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. la labil dalam sikap. serta orang-orang Belanda lainnya. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. yang berkedudukan di Pamanukan. Sultan Haji. Tetapi yang paling membahayakan negara. la senang meniru perilaku orang Belanda. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. Caeff. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Kabupaten Cianjur. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri.

Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Akan tetapi di darat. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. tubuhnya kekar. terbawa mati. tetap rawan. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. Belanda kelahiran Rotterdam itu. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. Akhirnya. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. ia berani mempertaruhkan nyawanya. namun lincah dan tak senang diam. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. dalam pertempuran di laut. la sangat memahami. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. Watak dan keuletan Speehnan. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. terpaksa menahan diri. Rijcklof Volckertsz van Goens. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Speelman mengetahui. lengkap dengan keadaan politik. telah akrab dengan iklim tropic. ia orang Kompeni Tulen. karena ia meninggal pada bulan November 1681. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Sikap licin seorang pedagang ulung. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. tanpa persiapan yang benar-benar matang. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. menjadi penguasa wilayah". Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. pasukan Banten masih terlalu tangguh. ia menyusun catatan pertempuran. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. Speelman mematangkan situasi. Dalam sehari. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. perunding dan panglima perang. karena gangguan gerilya Banten. semakin meruncing. la tidak berani. Oleh karena itu. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. la cerdas dan cerdik. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk kepentingan Kompeni. Dari "tiga serangkai Kompeni".

pada malam 26 Februari 1682. pada tanggal 16 Maret 1682. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". Sehingga. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. padahal di benteng "Batavia". Sistem politik adu domba. Sultan Haji menawarkan perdamaian. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. berjalan mulus. Sloot. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. pasukan bantuan Kompeni Belanda. melainkan sebagai "penolong". saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. yang menempati Istana Surasowan. sebagai perunding ulung. Selanjutnya. Tugas van Dijck yang sesungguhnya.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. di bawah komando Saint Martin. yang ditempati oleh Sultan Haji. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Van Happel. Akan tetapi. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . Speelman mengutus Jacob van Dijck. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. Kapten Tack. ialah menghasut Sultan Haji. Sementara itu. pada tanggal 8 Januari 1681. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. dan Saint Martin. Padahal. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. di bawah komando Kapten Tack. tiba di Pelabuhan Banten. Dengan dalih. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai".

Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. mulai menembus keraton Tirtayasa. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Pada bulan Oktober 1682. Pasukan gerilya Banten. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. yang berada di Keraton Surasowan. Akhirnya. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. mundur menuju Tanara. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. berhasil merebut Pontang. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. disambut baik dengan penuh rasa hormat. oleh Sultan Haji. Di Tanara. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. di sebelah selatan Tirtayasa. Pasukan gabungan ini. Di tempat itulah. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. Sedangkan di Tanara. sehingga terjadi stagnasi. yang berisi bujukan dan permohonan. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. mencoba mempertahankan daerah tersebut. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. armada darat dan laut Kompeni Belanda. Hingga bulan Agustus 1682. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. bergerak menuju ke Tirtayasa. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. dengan perhitungan yang matang. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Sementara yang lain menunggu di Sajira. Selanjutnya. pasukan darat dan laut Banten. pada bulan November 1682.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. Pada awal Maret 1683. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. bergerak menuju Tirtayasa. Pada tanggal 28 Desember 1682. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. memasuki keraton Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Saat itu. meriam tempur Hartsinck. Serbuan pasukan Hartsinck ini. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. Dari ibukota Surasowan. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. Akan tetapi. Beberapa hari kemudian. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia.

Keraton Surasowan. dalam berbagai sumber. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Bahkan. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Sultan Banten. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. dan Perancis. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. mereka merasa senang. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Menurut pengamatannya. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Banten mencapai masa kejayaan. Penangkapan itu. Kemungkinan besar. Sultan Haji tidak berdaya. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. mencoba memodernkan negaranya. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Akan tetapi. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. ia menyebutkan. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Akan tetapi. Karena terbukti. Mungkin saja. Denmark.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Seperti juga raja Makasar. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Sehingga. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. ialah musuh besar Kompeni Belanda. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Sultan Ageng Tirtayasa. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Tanpa ragu-ragu. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Pada saat itulah. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya.

melakukan pelayaran ke Philipina. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. Muhammad Ismail. putera mahkota (Sultan Haji). akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Satu tahun lamanya. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. dari sumber-sumber yang ada. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. Serang. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. berada pada titik puncaknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tahun 1677. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. Hal itu justeru tetjadi. terdapat kesimpang-siuran. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. Sultan Haji mengira. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. Benggala dan Persia. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Para pedangan India. Mungkin penunjukkan tahun 1672. Kesadaran politik inilah. penerbit Saudara. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. Oleh sebab itu. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Disertai salah satu kapal milik Banten. dari manapun asalnya. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. Cina dan Arab.Atas bantuan orang-orang Eropa. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Dalam tahap permulaan. berakhir pada tahun 1683. Orang berkata. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebelum kedatangan orang Portugis. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. bukan sebagai "bangsawan niaga". Macao. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. melonjak naik. la pun menuntut hak. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Padahal.

Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). Setelah dilakukan penelusuran. berdasarkan. tingkat volume lama perjuangan. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. Drs. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. Ekadjati (Ketua).direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . luas wilayah perjuangan.M. No. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. Tim inti itu. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. dan lain-lain. Adik Sultan Haji. yaitu Pangeran Sake. kesulitan yang dialami. Saini K. untuk meneliti. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. dibentuk tim. (Anggota). Skep/182/N/1985. penelitian. Salah satunya. Pada tahun 1985. dan Drs. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. edukatif. Dr. 5. 3. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. jumlah korban pada pihak musuh. politis. 2. Saleh Danasasmita (Anggota). dan dukungan rakyat. putera Pangeran Sake. yaitu Tubagus Mustafa. terdiri dari: Prof. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. psikologis. Edi S. 4.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. artistik. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. Sprin. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. tanggal 8 April 1985.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. No. G.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Perlawanan Bupati Sumedang R.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. 2. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Kini diorama dan patungnya. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). 8. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . 4. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. Bagus Rangin. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810).T. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). Ketiga tokoh tersebut. Perlawanan rakyat Banten. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. 2. 3. Dari hasil seleksi pada waktu itu.A. 6. la raja yang bijaksana. terukir oleh tinta emas sejarah.1. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. 5. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. Sri Baduga Maharaja. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). 7. antara lain: 1. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. Raden Alit Prawatasari. Sultan Ageng Tirtayasa. dan 3. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). gagah berani.

melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. Siwa. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. yang menggambarkan Brahma.1984: 29). Agastya. kendi itu dihilangkan. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. sekalipun orang Cina berkeberatan. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. Pada wayang Kumbayana. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n .MELACAK RAJATAPURA I. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. pada paro pertama abad ke-19. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. Arca itu. dua pakar yang terkenal. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. Beberapa puluh tahun kemudian. Durga dan Ganesha. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kecuali satu. semuanya dikirim ke Batavia. diangkut ke museum pula. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. Beberapa bulan kemudian arca itu. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. ternyata sebuah yoni. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. Brumund dan Van Hoevell. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. meniru bentuk janggut patung Agastya. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI .1996:101).

apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. 1996.1993: 33). Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. luasnya sekitar 17. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. 1850. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. tuffa. Sayangnya. Halwany Michrob. 104). tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. Pemujaan terhadap Agastya. Pada materi yang sama. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. Bila dikaji lebih dalam. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara.Boleh jadi. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. dalam Guillot. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. Pada berbagai singkapan. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. kemudian dibahas oleh Yogaswara. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). mengemukakan pendapatnya. Kedua-duanya.

seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah.1894 dalam Guillot. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. (1996). 1984: 3334). Selanjutnya.1993: 33). di Pulau Panaitan. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari.daerah ujung selatan Surnatera. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya.1983: 33). oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. dalam Michrob. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). 1978: 38). sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Dengan demikian. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. mengisyaratkan. II. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. Dalam pada itu. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n .1996: 106). Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. Ketika bapaknya datang kepadanya. dikatakannya kepadanya. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya.

tidak pernah kering. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter.100). Menurut cerita rakyat. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Pada hemat kami. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. yang berserak di bawah cucuran air terjun. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). air di atas permukaan yang cekung tersebut. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. Batu Kiara Jingkar. Batu Cangkrung. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. pipih. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Patut disayangkan. konon milik Maulana Hasanuddin. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. tebal 10 centimeter. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi.dicari". Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Kekeramatan batu tersebut. air terjun Curug Putri. Menurut cerita rakyat Cilentung. Untuk membuktikan kebenarannya. Menurut cerita rakyat. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Uniknya.19y6.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Air Terjun Curug Putri. Batu Kiara Sarebu. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Batu Kiara Jingkar. di sekitar puncak Gunung Pulasari. menurut cerita rakyat. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). Ayam jantan tersebut. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. menurut cerita rakyat. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. Batu Cangkrung. Batu Sanghiyang Kotok. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. Di lokasi tersebut. yang dibentuk serupa "makam". ada semacam "gambar" ayam jantan. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa".

Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. yang ditinggallkan wisatawan lokal.346 meter di atas permukaan laut. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. membujur arah timur-barat. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. terdapat dua tempat yang dikeramatkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. lengan-lengan dan kelamin lelaki. Di lokasi puncak Rincik Manik. membujur arah utara-selatan. 1996). ketika diukur menggunaltan kompas. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal.300 meter hingga 1. Mungkin. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. Makam yang pertama. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. Uniknya. tetapi hampir tidak menonjol. Hal itu. kelihatan pula. Selain tempat-tempat keramat biasa. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. Di bagian lain. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. pada ketinggian antara 1. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. Makam yang satunya lagi. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. Di lokasi puncak Roncang Omas. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Di lokasi puncak Rincik Manik. banyak sampah-sampah berserakan. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. nampak gosong. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. Di lokasi itu. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ.

1996:100). dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). Jawa Barat. menerangkan makna dan fungsi menhir. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda.1985: 92). Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. Mungkin Guillot kecewa. Di daerah Lampung. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja".. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. Haris Sukendar. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). "primitif" dan "kampungan". 1981/1982: 247).bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. dan belum dikerjakan (Sukendar. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri.

Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. dengan mengucapkan mantra. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. Mereka memohon kepada nenek-moyang. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan.. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik.1984: 42).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. banyak sekali. yang menjadi tujuan terakhir.. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n .

juga Gunung Aseupan. 6. Kecamatan Saketi. kerikil dari letusan gunung. Dihitung secara geologis. oleh arus deras sungai Cibama. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Kecamatan Menes. 7. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. antara lain berupa menhir: 1. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. 8. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Saketi.1984: 42). Gunung Karang. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Cicaringin dan Cibangangah. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Sanghiyang Arca. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Posisi di puncak Gunung Pulasari. Batu Lingga. Kecamatan Cadasari. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Desa Gunungcupu. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Lokasi di Desa Sukasari. Batu Goong. Desa Pasirpeuteuy. Desa Sanghyangdengdek. Lokasi di Kampung Pahoman. Sanghyang Healeut. 4. 5. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud.nenek-moyang. Gunung Pulasari. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. lokasi di mata air Cihanjuran. Terhanyutnya pasir. Desa Cikoneng. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Batu Pahoman. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Batu Rincik Manik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lokasi di Desa Banjarnegara. Cilabuan. Lokasi di Kampung Kaduhejo. 2. Makam Gunung Cupu. Kecamatan Saketi. Batu Cihanjuran. Kecamatan Mandalawangi. 3. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. debu. Jumlah 3 buah menhir. pada masa 2000 tahun yang silam. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). 9. Kecamatan Banjar. Berdasarkan kajian geografi sejarah. Lokasi di Desa Batulingga. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. keadaan pantai barat Pandeglang.

Di kawasan Popinsi Banten. Desa Palanyar. antara lain: 1. van Tricht. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Lokasi di Desa Sukasari. 12. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. 8. Batu Notod. Batu Saketeng. 2. Batu Cangkrung. Lokasi di Desa Parigi. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Kecamatan Saketi. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. 2. Batu Qur'an. Batu Ranjang. 4.1929: 47). Djajadiningrat. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. 11. Batu Tongtrong. Kecamatan Cimanuk. Desa Palanyar. Lokasi di Desa Palanyar. Batu Pangsalatan. Kecamatan Cimanuk.A. Kecamatan Saketi. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. 7. Desa Parigi. Lokasi di Kampung Cidaresi. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Kampung Sampalan. 3. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Lokasi di Kampung Baturanjang. dalam laporan resminya (1908 no. 3. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. 1786. Lokasi di Desa Parigi. Bupati Serang tahun 1908. 9. Batu Tumbung. di antaranya: 1. Batu Kasur.III. Lokasi di Desa Saketi. Kecamatan Cimanuk. Batu Keris dan Bata Teko. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Kecamatan Saketi. 5. Lokasi di Kampung Cibulakan. 6. 10. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Kecamatan Mandalawangi. Batu Kuda II. Kecamatan Cimanuk. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kecamatan Saketi.A. Batu Kolam Citaman. Batu Pangasaman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Lokasi di Kampung Nembol. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. Kecamatan Menes. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Batu Sanghiyang Kotok. Batu Kuda I.

bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993).1984: 43). Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. akrab. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. Bagi mereka. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). Keterangan peninggalan tersebut. Namun. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir.

yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. niskala = gaib). dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. kemungkinan ada unsur kesengajaan. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. Kemungkinan-kemungkinan itulah. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Wisnu. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. Sang Pencipta Roh. mengemukakan pendapatnya. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. kemungkinan besar pernah tersingkir. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). dewata tunduk kepada hiyang).pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tidak menutup kemungkinan. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". "ratu bakti di dewata. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter.1993: 5-6). antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Iswara. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. 1984:41).

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. Oleh karena kekunoannya itulah. Anutan mereka sekalian Waisnawa. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan... Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. bertani dan sebagainya. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. Sang Raja membuat candi.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. di antaranya berburu di hutan pegunungan. juga Hyang Wisnudewa. Ada yang memuja Hyang Ganayana. mengusahakan pelayanan.. Karena sekalian warga masyarakat. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. Ada yang memuja Hyang Siwa. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. berdagang. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai.. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya... Ada yang memuja Siwa-Wisnu. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". . Golongan ini banyak pengikutnya. Kekunoan arca-arca tersebut. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot.

Kutipan tersebut sangat berharga. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. telah ditemukan di daerah Banten.1996:108). Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. hingga mencapai 8-9 kilometer. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. Guillot menjelaskan. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia.1984:13). Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). dan bahkan nama kerajaan itu. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. Akan tetapi. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. untuk sementara belum dapat dipastikan. pada bagian lain. posisinya jauh dari garis pantai. ia menulis tentang arca Ganesha. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). memberikan kepastian lokasi. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. Banten sebelum masa Pajajaran.1984). sehingga hilang keunikan tempat asalnya. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu.1996:103). Kota Palembang di Sumatera Selatan. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). Oleh karena itu. Sedangkan Palembang sekarang. berada tepat di pantai. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Saleh Danasasmita. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. terungkap sebagai . sangat strategis. Kemudian. Kemungkinan tersebut. Kemungkinan besar. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. terindikasi adanya beberapa ketepatan. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan.. halaman 154. Begitu pula hal yang sama. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938).5 cm). didukung oleh pendapat Dedi M. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. saat ini (18 Maret 2001). terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu).garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. Burhan menyebutnya "Batu Peta". juru pelihara Burhan..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . posisi kota kecamatan Mandalawangi. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. (terletak) di tepi laut. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. lebar 18 cm. Secara kebetulan. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. tinggi 9. Di salah sate permukaan batu itu. parwa I sarga 1. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. Oleh karena itulah. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi.1980:13). Setelah dicoba dikaji-bandingkan. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. Barmawijaya (akhli geologi). dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. berada di tengah-tengah. berada di pesisir barat Pandeglang. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi.

benteng alam: Gunung Pulasari. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . posisi Mandalawangi. Gunung Aseupan dan Gunung Karang. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. Oleh karena itu. diduga kuat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->