SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

tinta hitam. yaitu: 1. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. yaitu halaman awal dan akhir. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda.5 cm. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. tulisan: 32 x 22 cm. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. Walaupun demikian. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. 2. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. bahan naskah: Dluwang. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. tebal: 214 halaman.5 x 27. Ukuran. sudah berusia lebih dari 100 tahun. sampul: 35. tulisan umumnya masih terbaca. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. halaman: 35. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. bentuk: Prosa. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). Bahasa: Jawa Cirebon. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). aksara: Cacarakan. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. halaman yang ditulis: 213 halaman. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. gaya Cirebon.1999:187).4. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). dapat diketahui. sebagian dari Serang (Yusuf. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Edi S. 1 halaman kosong.5 x 27. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati.5 cm. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman.

penyusun. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. Selain itu. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. Kolofon Bagian purwaka.1985: 537). di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. dari daerah lain. Purwaka 2. yaitu: 1. Pustaka Carita Parahiyangan. dibawa kembali ke negaranya. Melayukuna. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . pembentukan panitia. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. kepada Sultan Cirebon. hukum. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). tujuan penyusunan. sumber. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. nama naskah. pencarian sumber dan bahan. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. dan Sundakuna. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. alasan penyusunan. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Balikuna. Pustaka Nagara Kretabhumi. pengundangan nara sumber. 4. seperti misalnya sejarah. Menurut Pangeran Wangsakerta. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar.3. Di antara mereka itu. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. terdiri dari tiga bagian. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. dan kesehatan. parwa dan sarga.

2. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. Panitia Pelaksana. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. bahwa dalam tahun 1677 M. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman.masalah yang muncul dalam sawala. 3. Musyawarah tersebut diadakan. kadang-kadang amat ringkas. 4.1985: 530-557). d. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Jaksa Pepitu Cirebon. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. Bagian kedua. Pelaksanaannya. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . III. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). 5. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Penasehat: 1. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). 4. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. 1. adalah sebagai berikut: a. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2.

Tanjungpura Karawang. b. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. undangan dan juru bahasa 6. Pendengar (pangreungeu). Malaka. Kediri. Lamuri. Berunai. Sukapura. Galuh. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Pasai. f. Benggala. Wirasaba. Lamongan. Panarukan. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Sindangkasih. Demak. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Sangga II: Mataram. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Tanjung Nagara. yaitu: Sangga I: Surabaya. Arab. Jepara. Luragung. Cina. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a.5. Maluku. Tembayat. Nayapati. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). India. setelah disepakati bersama. f. Imbanagara. Cangkuang. Galunggung. Geresik. Sangga IV: Sumedang. Tumasik. Bagelan. Kertabumi. Banten dan Palembang. e. Balambangan. Ambon. Cirebon. Galiyao. Seran. d. Minangkabau. Pasuruan. Kudus. Anggadipraja: duta keliling. Campa. dan Trengganu. Namun di antaranya. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Tuban. dari negara tetangga yaitu: Mesir. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Semarang. dibuat risalah resmi. Giri dan Sendang Duwur. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Losari. Dermayu. Bangka. Gurun. Tanjung Kutai. Madura. Makasar. Bali. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Ukur. Para Peserta. c. Sri Langka. Sangga V: Jambi. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Lasem. Tegal. Taliwang. Rancamaya. Kuningan. Kuta Lingga. Talaga. Parakan Muncang. Mojoagung. Brebes. Barus. Lwah Gajah. Rajagaluh. Bantayan. Perelak. Tanjung Puri. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Sedayu. Banggawi.

aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. tahun pemerintahan raja-rajanya. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. IV. Madura dan Banten. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya).g. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. keturunan raja-rajanya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. meletusnya suatu pemberontakan. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. dalam upaya menyusun naskah sejarah. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . istri raja.

maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Karena itu aku menempuh jalan tengah. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Lebih. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. lebih-lebih dengan para sesepuh. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. tidak lagi dibuat-buat. Walaupun demikian. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Tetapi mereka memberikan catatan. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha).dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka.

sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). dan Panembahan Anom. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. Bila demikian halnya. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. baik secara khusus maupun sambil lalu. Karena itu. musyawarah itu telah berlangsung. Kemudian. Dalam jilid yang lain. Tanggal tersebut. Patut disayangkan. Penulisan naskah menjadi pustaka. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. agamanya. sebagai para penguasa Cirebon. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. Dilihat dari gaya tulisannya. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. oleh Jaksa Pepitu.beserta kerajaannya. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. Dapat diketahui. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. memang baru dilakukan kemudian. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1.

2. adalah keterangan Wangsakerta.terjadi penyerbuan Trunojoyo. dari orang yang sangat mereka hormati. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). ada dua hal yang menarik. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. Pangeran Abulfath Abdulfatah. Sultan Kanoman. sehingga Karta ibukota Mataram. Dalam kenyataannya. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. Alasan pertama. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. Tahun 1676. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Alasan kedua ialah. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. karena para penyusun memperoleh tugas. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. yaitu: 1. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. Setelah itu. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). Permasalahannya. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. dan 3. dan Panembahan Kacirebonan). walaupun tidak dijelaskan. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. ialah karena melihat kenyataan. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram.

dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. Banjarmasin dun Nusa Bali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. Bahkan. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. dengan cara mengkompromikannya. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. pada salah sebuah nisan. dalam beberapa hal. Disana. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. Dari naskah-naskah yang terkumpul. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). dekat Bukit Gempol tahun 1528. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Jawa Tengah. Tatar Sunda. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. Secara runtut berlangsung. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). Jawa Timur. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. Sriwijaya. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. Dalam ambahan sumber. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Bila hal itu tidak mungkin. dapat dikatagorikan logis. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Sedangkan beberapa hal lainnya. Samudera Pasai. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Dalam hal yang demikian. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama.

berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). De Haan mengumpat Caeff. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. tersimpan sebuah dokumen. bahwa berita tersebut "tidak benar". Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. de Haan dalam buku Priangan II (1912). Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Sebagai Sejarawan Abad XVII. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. dicantumkan dengan tegas. Sedangkan Dipati Topati. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. Dalam sumber Kompeni lainnya. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di bagian bawah naskah sebelah kiri. Dr. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. F. dalam pertengahan kedua abad ke-17. Pada urutan ketiga. De Haan (1912. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. nyaris tidak dikenal oleh umum. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. Tulisan tersebut berupa makalah.V. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. Di gedung Arsip Nasional. Karena kesal. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. sama sekali bukan. tokoh Pangeran Wangsakerta. ternyata benar-benar ada. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. Dalam naskah tersebut. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. Menurut Saleh Danasasmita. van der Meer dan Jan Mulder. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). pada tanggal 9-11 Maret 1986. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . tanpa nilai khusus. Catatan Harian Kompeni.

adiknya. senantiasa ingin merebut Cirebon. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Panembahan Girilaya berputra tiga. masih sangat kabur. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Tapi raja Matararn. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Empat tahun kemudian. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. dan Nayapati. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Purbanagara. Sunan Tegalwangi. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Dari puteri Mataram. Singanagara. Anggadiprana. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Anggaraksa. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. pada tahun 1599 Saka (1677 M). Anggadireksa. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . termasuk kedudukannya di Cirebon. Setelah Panembahan Ratu wafat. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Dari perkawinan tersebut. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama.

Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Pangeran Dipati Anom. adiknya. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Setelah wafat. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Mataram dan Belanda. Setelah itu putranya. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. yaitu aku sendiri. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Sementara itu raja Mataram. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Susuhunan Amangkurat dan putranya.

Kutipan di atas. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Akhirnya Panembahan Sepuh. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon.

SALAKANAGARA I. PURWAYUGA Sedemikian jauh. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah. antara lain sebagai berikut: .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .BAGIAN : 2.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). Akan tetapi. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama.. Sebelum kemungkinan itu terbukti. bisa saja terjadi di Tatar Sunda.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a.. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. (Wangsakerta. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala.

manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. belum ada mahluk hidup. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil.000. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. Beberapa juta tahun kemudian. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. Ada yang tinggal di atas pohon. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Di daerah lain di Pulau Jawa.000 tahun sampai 600. Akan tetapi. tanpa busana. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. antara 750. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. Namun demikian. di lereng gunung dan tepi sungai.000 tahun yang silam. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Mereka mirip kera. hutan Sumatera. Mereka adalah manusia purba. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung.000 sampai 300. besar dan tinggi sosok tubuhnya. karena mereka berlaku seperti setengah hewan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terutama di Pulau Jawa. Kulitnya berwarna gelap. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. Kira-kira 1. hanya menggunakan tangan. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Berjuta juta tahun kemudian. Kemudian. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. hutan Makasar. Di antaranya ada yang menyerupai kera.000 tahun yang silam di Nusantara. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. manusia hewan. Ada pula yang seperti raksasa. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan.menjadi dingin.

Kira-kira 250. Sumatera.000 tahun yang silam.000 tahun yang silam. Ke dalam zaman tersebut.000 sampai 20. mahluk jenis inipun akhimya punah. musuh. Mereka tidak cerdas.000 tahun yang silam. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas.000 tahun yang silam. berwarna kuit agak gelap. ataupun binatang. di Sumatera. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. tetapi buatannya tidak bagus.000 sampai 50. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. Selanjutnya. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). jumlahnya tidak banyak. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa.000 sampai 300. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. diburu. dan Pulau Jawa. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. antara 300. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. saling bunuh di antara sesamanya. tidak banyak berbulu. Seterusnya.000 tahun yang silam. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil.000 sampai 25. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Sementara itu. antara 500. Mereka hidup antara 50. Akan tetapi bertubuh lebih kecil.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

masing-masing membuat rumah. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. lalu menetap di sana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Untuk sementara. bulan dan bintang. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. umbi-umbian. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. mereka menderita kekurangan makanan. Mereka berburu hewan. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. Rumah mereka itu berderet. cucu. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. buah-buahan. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. memberi berkah. Lama kelamaan. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. tunas. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. sungai. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. tunas. Karena itulah.Akibatnya. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Singkatnya. tumbuhan. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. ikan. darah. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. daundaunan. selalu bertapa. matahari. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. mengharapkan berumur panjang. melaksanakan sembah-hiyang. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. mengalahkan musuhnya. batu. Setibanya di sini. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. melindungi adat. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. gunung. Anak. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. pohon besar. kayu. mengharap terlepas dari penderitaan. dan daging hasil buruan. dan rempah-rempah. hampir sama seperti di negeri asal mereka. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. arwah leluhur. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. dan keluarga. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. menguasai berbagai ilmu mantera. Makanan sehari-harinya adalah daging. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung.

menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. membuat api dengan batu api dan besi. Terjadilah pengungsian besar-besaran. akan ditangkap dan dibunuh. tentang ucapan. perak. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. Sebaliknya. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. dan ilmu memanah (dhanurweda).lukisan menurut kehendak masing-masing. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). telah mengenal emas. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. Zaman ini. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. sedangkan batu-batuan dan tulang. musim hujan. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). lalu ilmu tentang rempah-rempah. ukuran. serta membuat aneka obat-obatan. pendatang baru makin lama makin banyak. hutan dan gunung. tiba kira-kira tahun 1. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. dan perahu dengan baik. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). Di samping itu. segera dikalahkan.600 sebelum tarikh Saka. musim kemarau. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. kesengsaraan. makanan. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . tumbuhan. gempa bumi. tentang hewan. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. Kaum pribumi itu selalu kalah. manik. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. permata. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. tentang gunung. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. Kaum pribumi. serta membuat wayang dari kulit diukir. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. Akan tetapi. dan kenistaan bagi orang pribumi. tentang tanah. merasa terhina dan sangat takut. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. hari. ilmu tentang hutan. Kaum pendatang kelompok ini.

Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. Sedarrgkan Yunnan sendiri. Datuk Banda putera Nesan namanya. putera Datuk Waling namanva. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. 1980. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. putera Ki Srengga namanya. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Selanjutnya Aki Dungkul. menurut para akhli. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Ki Bagang. putera Datuk Pawang Marga namanya.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Selanjutnya. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. di wilayah Propinsi Yunnan. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. putera Ki Pawang Sawer namanya. USA). ia berdiam di dukuh di tepi sungai. dalam naskah tersebut dikemukakan. Datuk Pawang Marga. Sang Aki Bajulpakel. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. Yu-wan dalam bahasa Cina. Ki Pawang Sawer. berdiaiu di wilayah Langkasuka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. Oleh karena itu. kota Yu-wan.

begitu pula membuat perahu bagus. India dan Burma (Myanmar). yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. gunung. akibat pencairan es. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. perak. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. juga emas. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. ialah membuat senjata dari besi. Selanjumya. (musim) penghujan dan kemarau. pengetahuan tentang laut.arah barat di wilayah Kashmir. pengetahuan tentang memanah. kendaraan. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. IV. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. Mereka telah mampu membuat rumah besar. perilaku mengenai alat penukar. di puncak Himalaya pada saat musim semi. tentang makanan yang lezat. Kenyataannya. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. yang dijadikan makanan sehari-hari. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Mereka menanam padi. dan pengetahuan tentang tutur kata. orang yang datang baru bertambah banyak. kristal. berbagai perkakas dari besi. berbagai tumbuh-tumbuhan. dibuat dari kulit yang diukir. pengetahuan tentang hari. Karena orang pendatang baru. membuat perlengkapan perang dari besi. Wayang. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. manik. Biarpun sering melawan. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. karena bodoh. Adanya benturan dua lempeng tersebut. pengetahuan tentang berbagai binatang. menimbulkan gempa tektonik. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. segalanya terbelakang.000 depa). gempa bumi. juga pengetahuan tentang tanah. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . berkeliaran tanpa tujuan. Penyebabnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . juga membuat berbagai obat-obatan. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . negeri Singhala. Mereka senantiasa datang di sini. negeri Cina dan sebagainya. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). Permulaan pertama tahun Saka. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Dengan demikian. telah banyak golongan warga masyarakat. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). Di antaranya ada yang bermusuhan. yang sangat banyak berdatangan di sini. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). yang tiba di Pulau Jawa. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. Dukuh itu ada yang besar. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Dua wangsa inilah. atau tidak jauh dari muara sungai. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Di antara mereka. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. yang menjadi pribumi tiap dusun. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. negeri Gaudi. Terutama para pendatang. Tetapi. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. Dukuh besar ada di tepi laut. di pulau-pulau Nusantara. ada yang kecil. Di sini. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara.

daerah. Daerah kekuasaan Salakanagara. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. adik Dewawarman. Yawana. lalu beranak pinak. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Nusa Api (Krakatau). tidak ingin kembali ke negerinya. Beberapa tahun sebelumnya. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Bumi Sopala. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. China. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. puteri Sang Aki Luhur Mulya. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. Setelah Aki Tirem wafat. Oleh karena itu. Oleh karena itu. dengan nama nobat. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Selanjutnya. Dewawarman ini. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Agrabhintapura. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak).daerah sepanjang pantainya. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. dan Abasid (Mesopotamia). Tatkala Aki Tirem sakit. sebelum meninggal. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. Syangka. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). dijaga oleh pasukan Dewawarman.namanya terkenal. Demikian pula para pengikut Dewawarman. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. serta barang barang lainnya. sedangkan isterinya. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. masuk pula dalam wilayahnya. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). diperisteri oleh Sang Dewawarman. Kota besar lainnya lagi. Dewi Dwanu Rahayu. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan adiknya yang lain. Dewawarman dan pasukannya. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. dan pesisir Sumatera bagian selatan.

Dari perkawinannya dengan puteri India. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Yang kelima. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 .238 Masehi). Yang kedua. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Anak yang tertua. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. Yang keempat. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. Pada masa pemerintahannya. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. sang rani. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 .252 Masehi). Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V.308 Masehi). Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). terjadi serangan bajak laut dari negeri China.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. laki-laki. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Kelak. laki-laki bemama Gopala Jayengrana.VI. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur.

Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. puteri sulung Dewawatman VII. puteri sulung Dewawarman VII. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Krodamaruta tidak lama berkuasa. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. ketika sedang berburu di hutan. Kemudian. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Setelah pernikaharmya. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Akan tetapi. karena ia tewas tertimpa batu besar. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Akibat peristiwa itu. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Sphatikarnawa Warmandewi. Pada tahun 270 Saka. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Akhli waris tahta yang sah. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Dari puteri ini dengan Atwangga. putera Sri Gandari Lengkaradewi. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. bersenjata lengkap.

Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. J. Dewawarman VIII. Ada yang memuja Siwa. C. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. Kelak setelah ayahandanya wafat. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. VII. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. bernama Candralocana. Raja Indraprahasta yang pertama.I (1987: 31). In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. herkencl. ada yang memuja Ganesha. telah dilacak oleh N.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. Ekadjati. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. Dewawamm IX. Anggota keluarganya yang lain. een gezantschap naar Cina. kemudian. Yang ketiga. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. seorang putera bernama Aswawarman. Yang kedua. genaarnd Pien. ada yang memuja Wisnu. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. Semenanjung. namun jumlahnya tidak seberapa. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. Permaisuri yang kedua. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. Yang sulung. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. kehidupan penduduk makmur sentosa. selama 233 tahun (130-363 Masehi). dan Jawa Tengah. sebab puteranya. Java-eiland. tinggal di Yawana dan Semenanjung. In den nanm van het land ia Yawadwipa. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Di antara penduduk.

Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. jang mana akan berarti. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). Hal ini katanya tidak mengherankan. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. tetapi djuga akan menerangkan. di dalam hal ini. yang disebut di dalam Hou Han-shu. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. Memang mungkin sekali.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. jang bukan sadja berarti. 1950:11). Untuk lebih dipahami. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. dikemukakan pula kutipan terjemahannya.

Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". juga dihuni oleh pemakan daging manusia.E. Buku VII dari Geographianya. pulau Jawa. mungkin ada artinya dalam hubungan ini.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. Pendapat D.G. Ferrand. mengemukakan hal yang sama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. tahun 132. 1958 dalam Soewarsa. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Sartono Kartodirdjo. (Atja & Ekadjati.1987:32). dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. Hall. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. Javadvipa. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. D. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. mengutip tulisan NJ. E. "Sabadeibai Tiga". datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. dihuni oleh pemakan daging manusia. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. Di dalam berita itu disebutkan. G.. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. Hall. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. "Chryse Chersonesus". yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai.1988:1718). seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M.

memberitakan. Tiao artinya Dewa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. yaitu negeri Perak. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. Menggunakan sumber yang sama. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. la. dan Pien artinya Warman. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Selat Sunda. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. yaitu emas dan perak. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. dalam Michrob 1993: 32). Menurut Ayatrohaedi. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia.1977: 6). Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). menyatakan bahwa pada abad ketiga. yang merupakan hasil utama kawasan itu. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. Pulau Panaitan. Chryse Chora. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. ujung utara Sumatera. dengan sendirinya diduga kuat. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). Vietnam. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus.Dalam buku Geographike. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. Hasan Mu'arif Ambary. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". semenanjung emas. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67).

bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. pernah melakukan penggalian di Palembang. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. dapat diduga. Glory and Gospel. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. dan kembali ke Venesia. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). Sartono Kartodirdjo. dan Persia. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. Barus. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Ayatrohaedi dan Edi S. Bahkan. yang diperkirakan berasal dari abad V.1956:10).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hasan Mu'arif Ambary. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. sudah ada jalur bisnis di Asia. Cina. Iskandaria. Rute Ptolemeus adalah Venesia. Pandeglang. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. yang berarti perak. Lebak Munjul. 1996:15).1993: 37). 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. terdapat di Jawa Barat (Krom. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. mengemukakan pendapatnya. Prasasti ini. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. adalah "terjemahan" dari Merak. Berdasarkan temuan tersebut di atas. terjemahan Effendi.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia.1977: 36). sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. Teluk Aden (Yaman). dan nyatanya. Temuan selanjutnya. Cina. India.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Kemudian. Sang Purnawarman. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). yang diibaratkan Dewa Wisnu. ditandai lukisan telapak tangan. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. Tiap tahun. datang ke ibukota (Sundapura). Sang Purnawarrnan. Prasati itu. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). Sebagai tanda penyelesaian karyanya. disebut Cisuba. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Demikian pula para pedagang. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. Dua tahun kemudian. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. Sungai yang bagian hilirnya. mendapat hadiah dari raja. dengan iringan suara gamelan yang merdu. kuda 20 ekor. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). yang biasa membawa perahu. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka.raja-raja sesamanya (panji segala raja). ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. Pengerjaan. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. pakaian. pakaian. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. dari desa sekitarnya. gajah seekor. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. Setiap orang. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. ikut serta berkarya bakti di situ. dan makanan lezat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengalir sampai di istana kerajaan. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. Semua mereka itu. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Raja-raja bawahan itu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang ditulis pada batu. ialah: sapi 400 ekor. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Tahun 410 Masehi. Para petani merasa senang hatinya. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta.

Sang Purnawarman. Kemudian. kuda 10 ekor. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). sebuah bendera Tarumaragara. Sang Purnawarman. Setiap orang. dengan membawa berbagai perkakas. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Selanjutnya. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). pakaian serta makanan lezat. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. dari desa-desa sekitarnya. pakaian bagi para Brahmana. beserta pengiring lengkap. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. telah diperbaiki. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar.000 ekor. Jadi. Sedangkan para pemuka dari daerah. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. Dengan demikian. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. sambung menyambung tidak terputus. Sang Tanda. kerbau (mahisa) 80 ekor. membuat prasasti yang ditulis pada batu. banyak membuat prasasti batu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Ribuan penduduk. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. Sang Purnawarman sedang sakit. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. Sang Purnawarman. Ada pun kali Candrabaga itu. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. laki-laki dan perempuan. Sang Maharaja Purnawarman. Demikian pula di tempat-tempat lain. lukisan telapak kaki tunggangannya. Di situ. beberapa puluh tahun sebelumnya. Sang Maharaja. sebuah patung Wisnu. lukisan telapak kakinya. berjajar memanjang di tepi sungai. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. Para petani menjadi senang hatinya. Sang Mahamantri. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). berkarya-bakti siang-malam. kakek Sang Purnawarman. dan bahan makanan. Sang Juru. kepada para Brahmana.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. memperbaiki. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. Panglima Angkatan Laut. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Adyaksa. Mereka itu.

Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. harimau dan sebagainya. dibunuh dengan berbagai cara. Dari 80 orang perompak. Hadiah berupa sapi 800 ekor. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. Sernua itu. Dahulu. di antara mereka. memperbaiki.sanghyang tapak. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). kerajaan ini tidak seberapa. Demikian pula halnya Angkatan Laut. Angkatan Laut Tarumanagara. yang merajalela di perairan barat dan utara. dengan tulisan pada batunya. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. Sang Purnawarman. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. pasukan Tarumanagara. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. selalu memenangkan pertempuran. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. perompak yang ditawan itu. Selamatan dan hadiah harta. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. ditulis pada prasasti batu. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). mengepung dua buah kapal perompak. Karena itu. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. di tengah laut. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Kemudian. sebahagian terbunuh dalam perang. makanan lezat. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. Sehingga. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. Sisanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. Perang pertama dengan kaum perompak ini. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). Seorang demi seorang. pakaian. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. la pun seorang pemuja Batara Indra. sebanyak 52 orang dapat ditawan. diperbesar dan diperkuat. terjadi di perairan Ujung Kulon. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . bunga teratai. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. Karena itulah. Tetapi.

Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Pada bagian ini. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. dikuasai kaum perompak. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. perairan Pulau Jawa sebelah utara. Kemungkinan besar. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. barulah keadaan menjadi aman. bercokol di perairan Teluk Lada ini. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. yang menjadi panji segala raja. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. Semua barang yang ada di dalamnya. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. dipinta atau dirampas. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. barat dan timur. 1984: 3-1).Telah lama. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Semua kapal diganggu.

diperistri oleh Sang Aswawarman. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. menjadi Panglima Perang. bernama Cakrawarman. la pernah mengunjungi Semenanjung. Kakak perempuan Sang Aswawarman. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. Keluarga itu. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. telah beberapa puluh keturunan. bersama keluarga dan pengiringnya. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Adapun bendera kerajaan Taruma. Beberapa ratus tahun sebelumnya. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). berlukiskan berbagai macam binatang. keluarga itu. negeri Syangka.Adik Sang Purnawarman. banyak di antara anggota keluarga ini. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. mempunyai bendera. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. Cina. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Bendera Angkatan Lautnya. bernama Nagawarman. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Sang Kudungga. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. yang mengungsi ke berbagai negara. Sumatera dan lain-lain. dimulai dari Sang Pusyamitra. yang diberi nama Kuta (Kutai). datang dari India. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Pangkal silsilah mereka. berada di situ dan menjadi penguasa. raja Tarumanagara pertama. Sopala. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Puteri Sang Kudungga. Negeri ini. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). Cambay (di India). Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Karena itulah. laki-laki dan perempuan. untuk mempererat persahabatan. menjadi Bakulapura. berasal dari Bakulapura. Yawana. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Salah seorang anggota keluarga Sungga. Sang Nagawarman. kemudian diubah namanya. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bakulapura.

Agrabinta (Cianjur). Penganut Budha. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Aswawarman dengan isterinya. Manukrawa (Cimanuk). Malabar (Bandung). Sri Maharaja Purnawarman. Purwakerta (Purwakarta). menjadi semakin erat. Galuh Wetan (Ciamis). Peraturan Ketentaraan. menjadi penguasa Bakulapura. Indraprahasta (Cirebon). Adik Wisnuwarman yang perempuan. Kelak. Silsilah Dinasti Warman. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Bumi Sagandu. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Siasat Perang. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Purwalingga (Purbalingga). Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Kosala (Lebak). Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Sri Jayanasa. Legon (Cilegon). Sang Purnawarman. Nusa Sabay. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Dalam masa pemerintahannya. Karang Sindulang. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . bernama Wisnuwarman. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Cupunagara (Subang). adalah keturunannya. Sabara. Sang Aswawarman menggantikannya. Permaisuri Sang Purnawarman. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. sebagai penguasa Bakulapura. Gunung Cupu. Bakulapura. penduduk. Gunung Kubang (Garut). Purwanagara. Kecuali di Pulau Sumatera. Akan tetapi. Penduduk pribumi. Aswawarman berputera tiga orang. Gunung Kidul. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). seorang raja besar di pulau itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu.Jadi. Putera sulungnya. masih saudara satu-buyut. Ujung Kulon (Pandeglang). Gunung Manik (Manikprawata). Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). berasal dari: Sumatera. Yang sulung bernama Mulawarman. Paladu. tidak seberapa banyak. kelak menggantikan ayahnya. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Dari permaisuri ini. Setelah Sang Kudungga wafat. Alengka. Sindang Jero. Sagara Kidul. Cangkuang (Garut). Wanagiri.

Digantikan oleh puteranya. Setyaraja. Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. Sang Sudawarman. Pasir Muhara. Sang Dewamurti. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Pura Dalem (Karawang). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. Digantikan oleh puterannya. Sang Wisnuwarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Sagara Pasir. Wanadatar. Digantikan oleh puteranya. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). sebagai raja Tarumanagara keenam.(Majalengka). sebagai raja Tarumanagara kesembilan. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Jati Ageung. Sang Indrawarman. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Wanajati. Sang Suryawarman. Indihiyang (Tasikmalaya). dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. sebagai raja Tarumanagara kelima. Karena tidak punya keturunan. Sang Candrawarman. Digantikan oleh puteranya. Tanjung Camara (Pandeglang). Sang Kretawarman. Rangkas (Lebak). dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. la. Pakuan Sumurwangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . digantikan oleh adiknya. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Dua Kalapa. Linggadewata. putera sulungnya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya.

tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. dengan Batas sungai Citarum. Sang Linggawarman. Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). ke berbagai negara sahabat. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. menjadi Kerajaan Sunda. mengganti nama Tarumanagara. dan Rangkas). Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. Kerajaan Sunda. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. menantu Sang Linggawarman lainnya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Dengan berbagai akibatnya. sebagai penerus tahta Tarumanagara. memerdekakan diri. Sang Tarusbawa. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Ketika ia naik tahta. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Kosala. Peristiwa tersebut berakibat fatal. dalam sumber Cina yang terakhir. Ujung Kulon. Sang Tarusbawa. Oleh sebab itulah. Dari sejak itulah. Wilayah timur Tarumanagara. la digantikan oleh menantunya. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. II. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi Kerajaan Galuh. Sang Nagajaya. Dalam tahun yang sama. dengan nama nobat. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun.Digantikan oleh puteranya.

2. Sena-Sanaha. Madura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Suradipati. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. Narayana. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. di Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. Sang Sanjaya. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. dalam usia 91 tahun. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Punta. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana.Suradipati. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. dalam sastra klasik. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam Prasasti Canggal. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Setelah 9 tahun berkuasa. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa.Madura.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. Prinsipnya. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). adalah ayahnya Teja Kancana. Setelah keraton selesai dibangun. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. sering disebut Panca Persada. Seharusnya. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. di Kerajaan Galuh. 3. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. Jumlah 5 keraton tersebut. memindahkan ibukota kerajaan. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. Sebab. cucu Sang Tarusbawa. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Sebagai penggantinya. tetapi ia wafat dalam usia muda. yang terusir oleh Sang Purbasora. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah.

51 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Banga mempunyai putera.Saunggalah (Kuningan). Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. karena putera Sang Banga tersebut. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. ialah: 1. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. digantikan oleh puteranya. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tahun 852 Masehi. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. diwariskan kepada Sang Arya Banga. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. Sebagai putera laki-laki. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. digantikan oleh menantunya. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. pada tahun 795 Masehi. Rakeyan Wuwus. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. kemudian diberi nama Dewi Samatha. Dari permaisurinya. ketika ia wafat. Dewi Sawitri. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. Rakeyan Hujungkulon. Raja Galuh tersebut. memperisteri Dewi Saraswati. selama 8 tahun. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). pada tahun 825 Masehi. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. dan 2. bernama Rakeyan Medang. Disebut demikian. Batara Danghiyang Guruwisuda. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Dari Dewi Kirana. Rakeyan Medang. Setelah Prabu Hulukujang wafat. digantikan oleh menantunya. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. Sedangkan Dewi Sawitri. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). la diwisuda pada tahun 739 Masehi. Batara Danghiyang Guruwisuda. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Dengan demikian. Rakeyan Diwus. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi.

yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. di bawah naungan Prabu Jayadrata. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). yang dibunuh oleh adiknya.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. Rakeyan Limbur Kancana. antara lain: 1. karena dibunuh dan digulingkan. Rakeyan Jayagiri. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. 3. oleh Rakeyan Umbur Kancana. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. Baru empat tahun memerintah. dan 2. dikerahkan kemudian. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. memperoleh dua orang putera. Pasukan Kerajaan Sunda. Kerajaan Galuh. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya. sebab pada tahun 916. Rakeyan Jayagiri naik tahta. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. sebelah barat Citarum. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. atas perintah Prabu Jayadrata. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. yang besar dan lengkap. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. Serbuan inipun. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. Rakeyan Jayagiri. Di pihak lain. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. Rakeyan Kamuning Galling. Rakeyan Windusakti. Akan tetapi. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). Prabu Wanayasa Jayabuana. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. Rakeyan Jayagiri. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya.

putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. Dewi Rukmawati. naik tahta pada tahun 930 Masehi. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . damai kembali. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. di antaranya: 1. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. dan 2. kemudian ia naik tahta. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. ketika wafat. dibunuh oleh seseorang. Dewi Somya. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. dan 2. Sebagai tindakan balas dendam. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. calon pengganti ayahnya. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. Rakeyan Sunda Sembawa.Di Kerajaan Galuh. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Tahta Kerajaan Sunda. beralih ke Rakeyan Watuageng. Prabu Dewa Sanghiyang. di antaranya: 1. atas perintah Dewi Ambawati. menantu Prabu Limbur Kancana. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Rakeyan Gendang. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. mengangkat keponakannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. Prabu Limbur Kancana. Prabu Brajawisesa wafat. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. Prabu Wulung Gadung. Dewi Somya. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. suanii Dewi Ambawati. Pada tahun 1012 Masehi. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. berputera dua orang. Prabu Dewa Sanghiyang. bergelar Maharaja. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Rakeyan Sunda Sembawa.

diterima pula oleh Prabu Airlangga. Sedangkan Dewi Sumbadra. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Dewi Citrawati. Prabu Sanghiyang Ageung. Wirayuda. tiga di antaranya ialah: 1.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. pemberontakannya dapat ditumpas. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . penggantinya adalah Sri Jayabhupati. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. berusaha merebut kekuasaan. Dewi Puspawati. Sang Wikramajaya. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. dimulal pada tahun 1019 Masehi. dipercayakan kepada adik isterinya. dan digunakan sebagai gelar resmi. dan 2. dan 3. digantikan oleh puteranya. Hadiah nama gelar semacam itu. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. putera mahkota calon pengganti ayahnya. ditunjuk Sang Wirakusuma. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. la berputera beberapa orang. Prabu Langlangbumi. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. dari tangan saudara seayahnya. yaitu Dewi Sumbadra. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. 2. Darmanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Dharmawangsa Teguh. keduanya memerintah. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. dua di anataranya ialah: 1. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. Bersama-lama. dan menyandang gelar Maharaja. Ketika mengawali masa pemerintahannya. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. sampai tahun 1065 Masehi. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. menjadi Mangkubumi kerajaan. Akan tetapi. memerintah di Kerajaan Galuh. adalah Sang Darmaraja. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. menjadi Panglima Angkatan Perang. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja.

akan jadi duri dalam daging. Sang Maharaja Langlangbumi. di antara keturunan Sri Jayabhupati. Selesai membangun ibukota yang baru. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. timbulnya perpecahan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ratu Batari Hiyang. penguasa Kerajaan Galunggung. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. akibat ulah kawanan perampok. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Senapati Suryanagara. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Senapati Wirayuda. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Mangkubumi Darmanagara. la pun tidak menghendaki. Resiguru Sudakarena. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Senapati Kusumajaya. Akan tetapi. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Oleh karena itu. membentuk angkatan perang. Yuwaraja Menak Luhur. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Dahiyang Guru Darmayasa. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. tingkat keamanannya menjadi rawan. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. kalau tidak segera diatasi. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. dan Galunggung. Maharaja Langlangbumi. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. dengan cara mengadakan pendekatan. Kemudian. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Sebenarnya. Galunggung. Kemudian ditempuh jalan damai. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. Akan tetapi. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Sunda. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). Untuk mencegah kemungkinan tersebut. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. yaitu Dewi Citrawati. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Permaisuri Puspawati. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi).

karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. menjadi Mangkubumi. 3. menggantikan tahta ayahnya. Sebagal penggantinya. memperoleh putera. Ratna Wisesa. memperoleh putera. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. la bergelar Maharaja. yaitu: 1. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. tahun 1187 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. memperisteri Ratna Satya. mempunyai seorang puteri. Kemudian. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Sang Darmasiksa. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. Puteri Saungggalah. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. tahun 1175 Masehi. puteranya. yang bergelar Dyah Lembu Tal. Sang Cakranagara. wafat tahun 1155 Masehi. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ratu Galunggung. dua di antaranya: 1. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. kedudukan pusat pemerintahan. Prabu Menakluhur. 2. Dari pernikahannya Dewi Puspawati.2. cucu Batari Hiyang Janapati. memperoleh putera: Rajapurana. puterinya Mahisa Campaka. Darmasiksa. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Puteri Darmageng. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. pindah ke Pakuan (Bogor). Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Prabu Menakluhur. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. dengan ibukotanya di Galunggung. maka kedudukan Raja Sunda. dan 2. beribukota di Saunggalah (Kuningan). dan dijadikan permaisuri. Dari perkawinannya. Galuh dan Sunda. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. lahir tahun 1168 Masehi. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung).

diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Kelak. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. adalah puterinya Prabu Rajapurana. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Ragamulya Luhur Prabawa. Pengganti Prabu Citraganda. puteranya. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Karena. Setelah dewasa. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Prabu Citraganda. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. berjodoh dengan Dara Puspa. Kemudian digantikan oleh puteranya. 2. Prabu Ajiguna Linggawisesa. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). puteranya. Dewi Antini. Prabu Darmasiksa. Rahiyang Saunggalah. 3. Oleh karena itu. dikaruniai umur panjang. tidak sempat menjadi Raja. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. sampai tahun 1333 Masehi. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Sedangkan Prabu Rajapurana. Pengganti Prabu Ragasuci. Prabu Linggadewata. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. Pada masa pemerintahannya. di antaranya: 1. Dewi Kiranasari. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. ibukota Kerajaan Sunda beralih. dari Puteri Saunggalah.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. Suryadewata. dalam usia 44 tahun. Rahiyang Jayadarma. menjadi raja di Kerajaan Sunda. Permaisuri Prabu Citraganda. atau Aki Kolot. disebabkan wafat muda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adik iparnya. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. pulang ke Tumapel Jawa Timur. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Karena sebelumnya. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi.

ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. lahir tahun 1339 Masehi. Putera ketiga laki-laki. Prabu Maharaja Sunda. dan dijadikan permaisuri. akan diperisteri (resmi). dengan janji Bre Majapahit sendiri. meninggal dalam usia 1 tahun. Karena itu. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. sebelumnya. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Demikianlah. Semua orang mengetahui. Prabu Linggabuana. Dyah Pitaloka. 3. Di antara mereka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . hal itu amat bertentangan. meluaplah hati Sang Patih Mada. selalu menyetujui keinginan Patihnya. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. bahwa sang puteri Citraresmi. Wastu Kancana. sebagai isteri persembahan (upeti).Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. janji tersebut tidak ditepatinya. lahir tahun 1348 Masehi. Sesungguhnya. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. didampingi oleh adiknya. adalah Sang Patih Mada. Bahkan ia. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. puteri mahkota Sunda itu. Akhirnya. Sesungguhnya. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. ada yang menunggang gajah. 2. 4. Setiba di sana. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Akan tetapi. Tibalah saat yang bahagia. hal itu. ada yang berkuda. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. Sang Bunisora. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. Putera kedua laki-laki. la menjadi berang. siap untuk bertempur. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. dengan Sang Patih Gajah Mada. digantikan oleh puteranya. meninggal dalam usia 1 tahun. menginjak usia 18 tahun. Sang Prabu Hayam Wuruk. tidak bersedia menyerahkan puterinya. Semua pasukan Majapahit. lalu memerintahkan laskar Majapahit. Sesungguhnya. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada.

Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Kemudian. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. lalu menundukkan kepala. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. melakukan mati-bela (bunuh diri). dan beberapa ratus orang berjalan kaki. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Pengecut perbuatannya. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Sang Ratna Citraresmi. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. namun. Pertempuran berlangsung sengit. Rakeyan Rangga Kaweni. Rakeyan Mantri Sohan. sebagai panglima perang. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Rajaputri Dyah Pitaloka. Ki Mantri Supit Kelingking. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Karena itu. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Ki Panghulu Sura. tibalah pasukan besar Majapahit. Hatinya cemas dan ragu-ragu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan persenjataan lengkap. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Sang Mantri Patih Wirayuda. Namun akhirnya. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya.ada yang naik kereta. Betapapun. Ki Juru Wastra. bersama semua pengiringnya. Rakeyan Juru Siring. semuanya hanya 98 orang. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Ki Mantri Sebrang Keling. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Rakeyan Mantri Saya. Sang Panji Melong Sakti. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta).

Satmata adalah tingkatan ke-5. Sang Bunisora. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). merupakan tahap tertinggi. suraloka. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itu. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. Sang Niskala Wastu Kancana. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. cenderung sebagai raja pendeta. 3. memperisteri gadis pilihannya. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. Semua orang Sunda. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). padamlah segala hasrat dan nafsu. tidak seorangpun yang tersisa. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Dari permaisuri Laksmiwati. Mayangsari. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antaranya.menyerang Kerajaan Sunda. dan nirawerah. adigama. ketika usianya sudah 20 tahun. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). pemerintahan Kerajaan Sunda. usai terjadi sebelum tengah hari. Dalam naskah Carita Parahiyangan. yang diwarnai suasana religius. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. tuhagama. Dalam menjalankan pemerintahan. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. 2. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). Sang Bunisora mempunyai putera. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. Menurut naskah Kropak 630. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. Banawati. baru berusia 9 tahun. Setelah satu tahun. ia memperoleh putera. gurugama. Sang Bunisora. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. binasa. 1. dan 4. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). satmata. Sang Haliwungan. disebut sebagai Satmata. Bratalegawa. yang datang di Bubat. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata.

naik tahta pada usia 23 tahun. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. Untuk hidup lama berjaya di dunia. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). memerintah di Kerajaan Sunda.Pada tahun 1371 Masehi. dipusarakan di Nusalarang. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. Selama masa pemerintahannya. selama 3 tahun. merasa betah berada di bawah pemerintahannya".1999: 24). Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. la masih sempat mendengar. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Setelah wafat. 1984: 42). puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut Chau ju-kua.1456 Masehi. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. akasa (langit). Sang Bunisora wafat. Majapahit dilanda Perang Paregreg. teja (cahaya). Apah (air). Pakeun heubeul jaya dina buana. bayu (angin). dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. pada tahun yang sama. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. untuk unggul dalam perang). setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Majapahit tidak mempunyai raja. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. tercatat dalam kaol Cina. yang terjadi pada tahun 1453 . Akibatnya. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. serta bu (eter).

sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. catatan Chau ju-kua itulah. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor).Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). Rupa-rupanya. meminta bantuan dan perlindungan. antara lain: 1. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). 2. Pertempuran tersebut. bekas ibukota Tarumanagara). Hanya saja. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. siapa yang menang dan siapa yang kalah. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Kedua-duanya menderita kerusakan berat. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. setelah masing masing mengundurkan diri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. tanpa diketahui. Salahsatu catatannya mengemukakan. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. yang sering menjadi sumber dugaan. diakhiri oleh kedua belah pihak. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. dengan isi yang sama. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. Dalam masa "gencatan senjata".

berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jakarta).1996:119). apapun bahasanya(Guillot. Pelabuhan Banten dimaksud.1996:119).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara".5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). Dalam catatan kaki. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. kapal-kapal menuju arah 97. Upaya penyelesaian jalan damai. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. melalui Chia-liu-pa (Kelapa). Chia-lie-pa (Kalapa. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. dan menuju arah 187. "Banten dinamakan Sunda". bahwa "Sriwijaya dan Kadiri.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan.1999: 107). Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. dibahas pula oleh Heuken. dibahas pula oleh para akhli.3. demikian ungkap Guillot. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten.

Sangat menarik. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. Claude Guillot. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. boleh. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken.1999: 24). angka tahun tersebut. Akan tetapi.1996: 111). yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Artinya. Kapalembangan diinaksud. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. masih dilanda kegelapan. Lukman Nurhakim. jalan untuk menuju ke Banten Girang. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda).jadi sama dengan catatan Portugis. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. untuk memperkuat suatu anggapan. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. Pembuktian arkeologi ditampilkan. telah sering dilakukan.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. Pulasari. melihat arca-arcanya. belum menemui titik terang. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. sekaligus merupakan daya dukung. sedangkan candi yang terletak di G. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). Menurut Chau Ju-kua. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Sonny Wibisono. terutama melalui penelitian arkeologi. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan.1996:111). 1996). Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. Jerman).

Ekadjati dalam Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Candrasangkala: kawiraja.Untuk lebih jelasnya. adalah kata majemuk tatpurusa. bernilai angka 8. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. bacaan yang benar adalah 854 Saka. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. mengenai prasasti Kebonkopi II. bunyi. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. Bogor. distrik Leuwiliang. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. kala untuk cakakala atau sakakala. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. perintah. padahal seharusnya 932 Masehi. dan pasagi. pangambat.V 1923. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). 6888). yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. bernilai angka 4. panca = 5. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. sepadan dengan bujangga. sesuatu untuk diperingati. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. saat yang pantas diperingati. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. bujur sangkar. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. Batutulis ini kini telah hilang. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. no. terdiri atas 4 baris huruf. kata. ia menuliskan tahun 942 Masehi. halaman 18. sabda. bahwa ia seorang pembesar istana. yang bentuknya tidak beraturan. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan.

Peristiwa sejarah. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . Timbulnya perbedaan anggapan. Sewaka Darma. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. Satyawati Suleiman. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi.Bunyi prasasti. 1. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. parwa I sarga 3. dan 3. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. menampilkan angka tahun 932 Masehi. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. antara lain sebagai berikut: . Sriwijaya (Atja & Ekadjati. 2. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. karena itu ia mengajukan dugaan. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna.1989:186-187).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Guillot menampilkan angka tahun 932?. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. Menurut pengakuannya. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang.. halaman 13-14.

Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). menghadiri upacara "Barpulihkan". Akan tetapi. Kemudian. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. seperti dugaan Bosch. Sriwijaya". Mahisawarman namanya. Pada prasasti Kebonkopi II..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . Putera yang kedua. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. ikhwal "Sunda" dijelaskan. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda".tahun. tempat lahir Sang Tarusbawa. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. Yang keempat perempuan.. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. Dengan demikian. antara lain sebagai berikut: . yang menjadi Menteri Tarumanagara. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Dipilihnya lokasi Pasir Muara.561 Masehi). lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera.. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. Sang Matsyawarman namanya. tentu ada nilai-nilai sakral. Yang ketiga. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda".

catatan.. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. Kekecewaan Guillot. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa.. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. Pada tahun 669 Masehi. menantu Sri Maharaja Linggawarman. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara.. halaman 176. mengakhiri kekuasaannya. telah melakukan perjanjian bersama. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). karena nama kerajaan tersebut. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. Sebagai pengganti. Adik Dewi Manasih. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tahun 536 Masehi. Sunda Sembawa (Bekasi). raja Sriwijaya. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. yaitu Dewi Sobakancana. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. antara lain sebagai berikut: . untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi.. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). kerajaan Sriwijaya. Pergantian nama kerajaan. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. Sedangkan Sriwijaya. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. yang menikah dengan Dewi Manasih.. disebabkan. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. parwa 11 sarga 3. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. Sang Tarusbawa. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. dengan menjalin persahabatan. Kerajaan Sriwijaya. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. raja keduabelas Tarumanagara. Sri Maharaja Linggawarman. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman.

Ibukota Pajajaran misalnya. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. Tarumanagara. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. yang pernah menaklukan Banten Girang. Banten di masa silam. bahkan kesan tersebut harus dicermati. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. III. tetap setia mengikuti alur waktu. 1996:100). akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Persoalan yang muncul. sebagai pembanding. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. Kehadiran Salakanagara. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. menelusuri kurun zaman. Salakanagara. dengan segala perkembangan kehidupannya. seperti Banten Girang. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. yang diperankan sebagai "musuh Banten". semakin samar untuk ditemukan. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang".1996:137). tidak ia hiraukan. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. merupakan tindakan balas dendam. Kerajaan Sunda. tidak berdiri sendiri.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Untuk diketahui secara objektif.

Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. lawasnya ratu saratus tahun. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum.sarga 5. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. mangka premana raja utama. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). dengan nama: Ing Puri Bima Sakti.punta. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. Lokasi bekas keraton tersebut. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. dari sejak tahun 1382 Masehi. dengan nama Kerajaan Galuh. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). Sebelumnya. sirna tanpa bekas. kini sudah menjadi bangunan permanen. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. kembali terbagi dua. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. kawasan bekas Tarumanagara. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja).yang haluwesi. Kemudian Sang Ningrat Kancana. Sumatera Selatan). dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. nu mikadatwan sri bima. yang terletak di bukit Badigul (Bogor).narayana-madura-suradipati. Sang Haliwungan. sebagai tanda keutamaan raja.

hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. Kemudian. sebagal guru dan juga mertuanya. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Baru kemudian. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. dengan ibukota di Keling. atas permohonan Ratu Darawati. untuk kepentingan membuka pesantren. lawasnya ratu tujuh tahun. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. Akibat salah perilaku. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. hingga memerangi kerajaan ayahnya. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . Uniknya. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Prabu Kertabumi. adalah kemenakan Ratu Darwati. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. maka dalam tahun 14'75 Masehi. Di Palembang. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Dalam tahun 1473 Masehi. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). Yang di pertuan di Galuh. meninggalkan ibukota. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. memperisteri perempuan terlarang dari luar. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. kena salah twah. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan.. diberi nama Raden Praba. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. inya nu surup di guna tiga. Tiga tahun kemudian. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. mengakhiri kekuasaan ayahnya. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Sunan Ampel sendiri. la adalah tohaan di galuh. tokoh Sang Ningrat Kancana. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. akibat perceraian dengan suaminya. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. Raden Patah. menggempur Majapahit. Dari ibunya. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah).

wanita itu terpisah dari tunangannya. diterima dengan tangan terbuka. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Kelak. Raden Baribin. Prabu Dewa Niskala. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. 2. Dalam hal ini. keluarga keraton Kawali. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. dilakukan oleh Girindrawardana. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Dalam pengungsian. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Kemudian. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. Prabu Dewa Niskala. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Rombongan pengungsiannya. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Oleh karena itu. Prabu Dewa Niskala. diberi nama Raden Bondan Kejawan. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Selaln itu.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Di sana. keluarga keraton Majapahit. ibukota Kerajaan Galuh. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). ia tersamar dalarn cerita rakyat. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. Dari pernikahannya. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). dengan Raden Baribin. telah menjodohkan puterinya. Puteri Ratna Ayu Kirana. ada juga yang sampai ke Kawali. memperoleh seorang puteri. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. saudara seayah Prabu Kertabumi. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. yang sudah bertunangan. Menurut hukum waktu itu. yang mendirikan Mataram Islam. Menurut versi lain. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Dari Wandan Bondri Cemara.. Oleh karena itu.

mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. di wilyah netral. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. sangat marah. dan memutuskan. 2. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. 2. Tentu saja. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . samasama mengerahkan pasukannya. harus diserahkan kepada Jayadewata. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala.Prabu Susuktunggal. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Putera sulung Prabu Dewa Niskala. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Selanjutnya. konflik kedua pemimpin negara. Untuk menyelamatkan keadaan. karena kekuasaan pemerintahannya. Peristiwa penobatannya di Pakuan. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. dari permalsuri. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. adalah: 1. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. prebu ratu purane pun. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. Prabu Susuktunggal. Peristiwa tersebut. Menantu Prabu Susuktunggal. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. penguasa Kerajaan Sunda. Begitu pula Prabu Susuktungggal. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. B. bahwa: 1. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana.

tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. Upacara semacam itu. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. kemudian kerangkanya diperabukan. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. kesatrian (asrama prajurit). dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. yang terjemahan langsungnya. membuat samida. agar sukma raja tersebut. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya.samida. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. maka raja tersebut digali dari kuburnya. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ya dialah (yang membuat semua itu). Prasasti Batutuhs Kota Bogor. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. Maksudnya. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. Jika seorang raja wafat. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. la memperteguh pertahanan ibukota. Sri Baduga Maharaja. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. pagelaran (macam-macam formasi tempur). pada tahun 1533 Masehi. 1981: 25). memperkuat angkatan perang. Pembuatan prasasti tersebut. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita.

Kata dasa. yang ditemukan di Desa Kabantenan. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. serta ancaman hukum mati. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Kecamatan Tarumajaya. Wangi artinya harum. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. Calagara (di Majapahit: walagara). tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. calagara. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. diambil dari bahasa Sanskerta. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. yang berarti pelayanan (service). Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). Kapas-timbang atau upeti kapas. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bila petani telah berpindah ladang (huma). Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. Pengukuhan itu. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. isinya dapat diketahui. Pare-dongdang atau panggeres reuma. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Gunung Samaya dan Jayagiri. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). Kabupaten Bekasi. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Keharuman Sri Baduga Maharaja. Oleh karena itulah. yang gugur di Palagan Bubat. adalah pajak tenaga kolektif. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. harus diserahkan tiap tahun. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. adalah pare turiang. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. adalah pajak tenaga perseorangan. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). harus diserahkan kepada raja. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Juru Pantun ataupun Penulis Babad. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun.Silih Wangi. Dasa. Silih artinya pengganti.

197 orang). Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. dapat mencapai 4. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. Istana raja. Pasai. Tome Pires (k. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. terdapat 40 ekor gajah. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. Omzet perdagangan kuda. parwa I sarga 4).l. serta pada puncaknya berukir indah. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. Dalam perkembangan selanjutnya. 1996: 59). bandar Cheguide. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.000 ekor tiap tahun. Tetapi yang lebih penting. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). baru berpenduduk 23.271 orang. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. berada di pedalaman. nama resmi kenegaraan. disebutkannya. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Dengan jumlah itu. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. 1999: 41).masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). sebagai kota terbesar ketiga. penduduk kota Pakuan ada 48. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). Dalam angkatan perang kerajaan. Tentang Sri Baduga Maharaja. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1468-1539 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda.121 jiwa. pelabuhan Pontang (Pomdam).000 orang. Tome Pires memberitakan. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda.

Kemudian dari Gujarat. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. C. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. Puteri Subanglarang. Sesungguhnya. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. antara Cirebon dengan Demak. bersama isterinya. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). Kalapa (Calapa). yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Ketiga anaknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. di Pura Dalem Karawang. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). didirikan oleh Syekh Hasanudin. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. raja Cirebon Girang. cucunya yang bernarna Hadijah. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. dan Raja Sangara. bernama Farhana binti Muhammad. seorang ulama mazhab Safi'i. sebagian ditempatkan di Cirebon. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. Kelak. dalam tahun 1416 M. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. hubungan politis yang terlalu akrab. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda.Tangerang (Tamgaram). Walaupun berbeda agama. seorang ulama mazhab Hanafi. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . Inilah Sunda. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. Akan tetapi. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. Bratalegawa. Cimanuk (Chemano). menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. 1999: 37). dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). yaitu Pangeran Walangsungsang. bukan "Islamnya". isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. Larasantang.

Tuan kami. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Maka. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selain itu banyak orang baik.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. jadi di sebelah kanan muara sungai. kapten perjalanan ini. menghadiahkan kepada Raja. menegakkan sebatang padrao dari batu. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. Maka. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. utusan Jorge d'Alboquerque. menentukan dan menunjuk tempat. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. Kawasan ini yang disebut Kalapa. Kunjungannya ke Pakuan. pada tahun itu. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. Leme. sebagai duta resmi negara. seberang awal pelabuhan. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. disebut Laksamana Bungker). ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Untuk maksud ini. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule).Portugis. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. M. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. Tuan Kami. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Akan tetapi. Kapten Malaka. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu.

Dibuat pada hari. dan Franscisco Annes. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. Balthasar Memdes. saya. pada perjalanan ini. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya.600 caxas Java. Dengan demikian. Hubungan internasional bilateral inilah. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. membuat dokumen ini. juru mudi dan banyak (orang) lagi. masih sebagai pelaut murni. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. dan Diogo Diaz. Berbeda dengan pelaut Belanda. Padahal. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda.10. Sri Baduga Maharaja itu. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. saya memberi kesaksian. pedagang Portugis pada waktu itu. Maka. Tuan kami. penulis dari kapal San Sebastian. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. Sangat disayangkan. yang dicurigai para akhli sejarah. Tentang seluruhnya itu. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. 1999: 54).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. sangat wajar terjadi. Untuk buktinya. Raja-raja penerusnya. Tuan kami. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. selaku perwira Raja. yang selalu berambisi. penulis. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. semuanya tentara. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. yang diwakili oleh pedagang Portugis.

Penyempurnaan sukma tersebut. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). digunakan kata lumah (pusara). sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . dimanakah bekas candi-candinya. umum masih beranggapan. secara arkeologis. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. Dalam cerita Pantun sekalipun. Setelah Indonesia merdeka. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. Para Pohaci dan Para Bujangga. dapat kembali kepada Asal-nya. Dalam naskah Sunda kuna lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". Akan tetapi. Oleh karena itu. Dzat Asal dalam religi Sunda. Mwakta atau Moksa. yang artinya dipusarakan. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). dan Talaga. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". kalau tidak Hindu tentunya Budha. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Cirebon. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Sampai saat kini. belum dapat membuktikan secara pasti. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. yang sesungguhnya keturunan Galuh.toleransinya terhadap agama Islam. adalah tokoh Sunan Ambu. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. Terbukti. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Cukup banyak Babad yang ditulis. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. dengan tujuan utama. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. kalau ditanyakan. Sumedang. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda.

merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. artinya Gaib. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. Kedatangan Islam. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali..Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Seda. Kisah tersebut. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. Selain itu. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. Ada pula yang menafsirkan. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). setega itukah. bagi orang Sunda. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. sesungguhnya tidak jadi masalah. Disunat ka tukangnya. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). jati Sunda teka. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". Niskala. cita-cita urang Sunda yang saleh. Adakah masuk di akal. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. sudah demikian lama. bersih suci bila dibasuh. bukan dengan Dewa). kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. artinya Sempurna. Sebutan lain untuk Hiyang. karena ia adiknya Larasantang. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. kisah tentang Kerajaan Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa tokoh Kian Santang itu. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Kian Santang yang konon katanya. Hiyang Seda Niskala. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. D. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. Disunat kepada akhlinya.

Perang ke Ancol Kiji. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. perlu penelusuran ilmiah. Perang ke Padang.Portugis. Dalam catatan Portugis. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Perang ke Tanjung. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Perang ke Gunung Batu.alias Fatahillah. Perang ke Simpang. Perang ke Muntur. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Perang ke Hanum. Lima betas kali perang tak pernah kalah. Prabu Sanghiyang Surawisesa. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Wahanten Girang. Perang ke Pagoakan. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Untuk mencari kebenaran. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. Perang ke Gunung Banjar. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. teguh dan pemberani. menimbulkan persoalan baru. Rata gagah perkasa. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. ia disebut Raja Samiam. berdasarkan ilmu sejarah.

jangan hidup pura-pura berpuasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Datang bencana serangan musuh kasar. tertimpa tapak kikir. tidak diketahui identitasnya. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. meninggal dunia. Ada pendeta sakti dianiaya. Begitulah keadaan jaman susah. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna .iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. masih hidup. ditenggelamkan ke laut. Oleh sebab itu. Perang ke Medang Kahiyangan. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. kesembilan tahunnya meninggal dunia. kembali ke Pakuan lagi. Disunat oleh akhlinya. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Tidak sampai setahun.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. pandita di Sumedang. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . lamanya jadi raja 8 tahun.Perang ke Pager Wesi. dibunuh tanpa dosa. supaya bersih suci dari kotoran. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. hanya meminum susu. Sang Pandita di Jayagiri.sang kawuri / hayzaa to . Sang pandita di Ciranjang. Setelah itu. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). itulah tradisi orang Sunda. Puasa. Disunat. ditenggelamkan ke laut. tidak mati. Prabu Ratu Dewata.

seterusnya diganti dengan zaman kali. Yang membangun bale bobot 17 jajar. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jangan diikuti oleh generasi belakangan. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. Begitulah riwayat Sang Ratu. tidak hormat pada yang tua.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. merampas tanpa perasaan. menghina pendita. Mempunyai anak. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. tindakan ratu seperti itu. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Sang Nilakendra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. Lamanya jadi ratu 8 tahun. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. zaman perunggu. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. menghiasi Kedaton. Dalam zaman Dopra. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Sering membunuh orang tanpa dosa. zaman besi.

bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Dunia halus masuk ke yang kasar. perang dengan Patege. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). 2. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Perang dengan Kalapa. menurunkari pertapa.perdaya. perang dengan Galuh. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. kalah Rajagaluh. 3. Perang dengan Pakuan. Perang dengan Gegelang. Manusia yang berhuma rakus makannya. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). 5. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). timbul kerusakan dari Islam. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. perang dengan Mandiri. cucu tiri. perang dengan Datar. Perang berlayar ke Salajo. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Iamanya jadi rata 16 tahun. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak mengikuti adat kebiasaan. Perang dengan Rajagaluh. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. semua kalah oleh orang Islam. antara lain: 1. 4. Pertama datangnya perubahan. perang dengan Jawakapala. kalah Jawakapala. Lamanya jadi ratu 12 tahun. kalah Kalapa. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya.

mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. berperan sebagai anak sulung. 1989:165). Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Syekh Hasanudm. yang disusun oleh Atja dan Edi S. adalah murid Syekh Hasanudin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. bahwa dari Subanglarang. Dewi Surawati. 1. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. 2. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). berputera beberapa orang. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). bernama Rajasangara. Status ini sangat memungkinkan. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Ekadjati (1989). untuk membahas Banten.IV. dan 3. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Dua di antaranya. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. di antaranya: 1. 2. Sanghiyang Surawisesa. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Dalam Carita Parahiyangan. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. jika Pangeran Walangsungsang. ialah. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Dari isterinya yang pertama. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Cirebon. Status Pangeran Walangsungsang. dari pendahulunya. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . Surasowan. Oleh karena itu. Adapun riwayat Syekh Hasanudin.

mengadakan pelayaran keliling. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. adik iparnya. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. disertai pula oleh puteranya. Di antara sekian banyak awak kapal. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga.800 orang. kakeknya Sri Baduga Maharaja. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. Ki Gedeng Karawang. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. Oleh karena sesama muslim. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. Kelak. terdapat beberapa orang penumpang. Ma Huan. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. la bermaksud. Tan Go Wat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bagi Sang Mahapraburesi. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. memohon diri untuk turun. menyebarkan ajaran agama Islam. Syekh Hasanudin. puterinya Ki Gedeng Karawang. Peristiwa penting ini. di Jawa Timur. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. la didampingi oleh jurututulisnya. di pesisir Pura Dalem Karawang. sebanyak 63 buah kapal layar. Islam bukan hal yang baru dan acing. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang juga beragama Islam. ketika turun di Pura Dalem Karawang. Tan Go Wat. armada laut Cina. di Pulau Jawa. Armada laut Cina tersebut. Syekh Hasanudin. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. pada tahun 1416 Masehi. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. dan lebih kikir lagi dengan pujian. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. untuk menjalin persahabatan. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang.Pada tahun 1416 Masehi. Sebab. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. Laksamana Cheng Ho. dikenal sebagai Syekh Bantong. Dari perkawinannya. dengan prajurit laut sebanyak 27. Selama 59 tahun. Tujuan pelayaran mereka. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. memperoleh anak. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi.

adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. Pangeran Walangsungsang. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kenyataan seperti itu. Ketika Subanglarang wafat. merasa sangat kehilangan.sanggup memujinya. Sementara itu. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. la. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. dibina langsung oleh kakeknya. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. seorang bangsa Ajam. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. akibat konflik agama dengan ayahnya. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai catatan. oleh para penulis babad. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. mendorong Pangeran Walangsungsang. Afganistan. memohon izin kepada ayahnya. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon).1984: 42). Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. untuk pergi mengembara. bagi Sri Baduga Maharaja. Ki Gedeng Tapa. adalah Guru Agama. Peristiwa-peristiwa itulah. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. Perlu dicatat. Subanglarang. la dengan kedua adiknya. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. tidak menjadi masalah. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. diteladani dari kakeknya. hanya ibunya. madzhab Hanafi. walaupun dengan berat hati. Selain sebagai ibunda tercinta. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Tentu saja. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi.

Pondok Quro Amparan Jati. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. Syekh Datuk Kahfi. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. Dalam pengembaraannya. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. harimau. Ki Gedeng Tapa. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Di bagian selatannya. dari Syekh Datuk Kahfi. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. Dalam pemerintahan sehari-hari. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. Nyai Larasantang. Oleh Ki Gedeng Tapa. di kampung Ghuzah.Amir Abdullah Khanudin. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. ular. Sebagai catatan. Cirebon namanya. Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). Seperti babi hutan. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. dari kakeknya. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Kemudian. masih hutan belantara tempat binatang buas. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. setelah Pondok Quro Karawang. Ki Gedeng Tapa. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. Syekh Nurjati. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. Di tepi pantai. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. gajah.

disebut Kebon Pasisir. banyak kuda liar. Sebab. di Kebon Pasisir. Setelah melihat ada pemukiman baru. banyak ikan dan rebon (udang kecil). bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. membuka hutan Kebon Pasisir. Atas kesepakatan bersama. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Cirebon Girang. Syekh Datuk Kahfi. penduduk Cirebon Pasisir. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. atau Lemah Wungkuk. yaitu Nyai Indang Geulis. dibangunlah pemukiman baru. puteri Ki Danuwarsih.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. Nyai Arumsari (isterinya). Ki Danusela. Mereka. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Pangeran Walangsungsang. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. bersedia masuk Islam. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. seorang ulama agama Budha. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). yang disebut Cirebon Girang. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. Sedangkan Ki Danuwarsih. adalah adiknya Ki Danuwarsih. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. Ki Sarmawi (pembantunya). Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Di sungai. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). dan adiknya (Nyai Larasantang). sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. atau Tegal Alang-Alang. Semula. Pada awalnya. Nama itu diperoleh dari gurunya. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. Kemudian. telah bermukim 5 orang penduduk.laut (camar). dipercaya menjadi Wakil Kuwu. pindah dari tempat tinggal asalnya. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). Diberi nama demikian. Sedangkan di Gunung Ciremai. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja.

Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. Parsi 2 orang. dan Cina 6 orang. sebelum tidur. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Syam 3 orang. Jawa 106 orang. keakhliannya. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . Macam-macam anutannya. tingkah lakunya. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Berbagai bangsa ada di sana. para petani.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. petis dan garam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Mereka menumbuk rebon dan ikan. Pedagang. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. Sumatera 16 orang. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Arab 11 orang. adalah 346 orang. Rinciannya: Sunda 196 orang. masing-masing berbeda. Hujung Mendini 4 orang. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). India 2 orang. bahasa dan tulisannya. namanya.

Nyai Indang Geulis. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. Padahal. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Akhirnya. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Cirebon. tidak bisa ikut. mengingat penduduk Cirebon pertama. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. Ki Samadullah dan adiknya. ci berarti sungai. karena sedang hamil. grahan=rumah). Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. adalah keturunan Bani Hasyim. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. degan maksud yang sama. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. Sehingga. tiba di pelabuhan Jedah. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". diberi nama Jalagrahan. Sang guru mengingatkan. kata "Cirebon" sendiri. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. berlayar menuju Tanah Arab. Di tengah perjalanan. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. yang terletak di tepi laut. naik ke kapal layar. mendirikan Tajug (Masjid). Ki Samadullah. Bersama santri-santrinya. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". Hal itu. (Jala=air.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. pustaka yang disusunnya. dan rebon berarti udang kecil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. "Anakku. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. Cirebon. la. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. Syarif Abdullah. Di dukuh Cirebon Pasisir. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun.

Di tanah suci Mekah. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . dari Bani Mameluk.menjadi Walikota Mesir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kembali kepada Syarif Abdullah. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Di rumah Ki Bayanullah itulah. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. kepada Nyai Larasantang. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. adiknya Syekh Datuk Kahfi. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Dan adiknya menetap di sana. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). Tiga bulan kemudian. Ternyata. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya.

Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n ... ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Tidak lama kemudian. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. dijadikan sebuah kota besar. selain sebagai penguasa Singapura. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. Kata pakung. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. Kemudian. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . kakeknya. Nyai Pakungwati namanya. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Sesudahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. tiba di Cirebon. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki.. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. sama dengan nama puterinya. wafat. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. mempunyai anak perempuan. Dan perkawinannya. Ki Gedeng Tapa. la membangun Keraton. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. semua kekayaan dari kakeknya itu. Maka jadilah Cirebon. kemudian diberi nama Pakungwati.

mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. Kemudian.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. atau Ki Cakrabumi. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. disertai pasukan pengawalnya. B. atau Ki Samadullah. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. Sri Baduga Maharaja. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). atau Pangeran Cakrabuana. oleh ayahnya. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. untuk menobatkan puteranya. Pangeran Walangsungsang. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai anak beberapa orang. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Sebab. Mempunyai anak beberapa orang. Riwayat selanjutnya. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Salah seorang di antaranya wanita. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Adapun Abdul Malik. la meninggal dunia di Jawa Timur. Muhammad anak Ubaidillah. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. kepada puteri pejabat daerah negeri India. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. Oleh karena itu. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Sayid Abdul Malik.Kemudian. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Salah seorang di antaranya. Salah seorang di antaranya. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Dari perkawinannya. yaitu Sarah. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Sayid Alwi anak Muhammad. anak Alwi Amir Pagih. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Dari perkawinannya. Dari sejak itulah. Sayid Abdurrakhman orang kaya. diperisteri oleh Sayid Hassan. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Kedua-duanya. asalnya merupakan satu keluarga. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri.

2. Syarif Hafiddin Abbas. Syarif Abdullah Al Masir. Syarifah Halimah. tiga di antaranya: 1. mempunyai anak beberapa orang. Ali Nurul Alim. mengajar penduduk di sana. Mempunyai anak beberapa orang. 3. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Hal itu tetjadi. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . mempunyai isteri seorang puteri Mesir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Barkat Zainal Alim. Syarif Sulaiman Al Bagdad. masing masing ialah: 1. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. pergi ke Jawa dwipa. Syarif Abdurakhman. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. Syarif Abubakar. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). yang seterusnya menetap di sana. Syarif Abdurakhim. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Riwayat selanjutnya. Ali Nurul Alim.Abdullah Khannudin. Dari India. Syarifah Bagdad. menjadi Walikota di negeri Mesir. mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. Ketika menetap di negeri Bagdad. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). sebagai guru agama Islam. empat di antaranya: 1. mempunyai anak beberapa orang. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. tidak mempunyai anak. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. menjadi anak angkat uwanya. 2. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. 2. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. 3. menetap di negeri Mesir. 3. 4. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. mempunyai anak 4 orang. 4. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Riwayat yang menjadi penyebab. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im.

menikah dengan Hadijah. Junti. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. Kamboja. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Bharatanagari (India). Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. oleh Ki Gedeng Tapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. ia menjadi duta negeri Parsi. cucunya Haji Purwa Galuh. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n .pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Panjunan dan beberapa desa lainnya. Syekh Datuk Kahfi. Campa. Japura. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Pasambangan. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. pada naskah yang sama ditegaskan pala. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). dari setiap turunan Rasul Muhammad. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya.

dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. kedua. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. yang pertama perempuan. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. Syekh Datuk Ahmad. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. Syekh Datuk Soleh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah sebagai berikut: 1. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. menetap di Kamboja. yaitu: 1. dan yang ketiga Syekh Bayan. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. dua orang di antaranya.Maka jelaslah sudah. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. yang menetap di negeri Malaka. yaitu: 2. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. di antaranya: 1. 2. dan 3. pertama. Selanjutnya. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yang mempunyai anak beberapa orang. Dua orang di antaranya. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tiga orang di antaranya yaitu. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Khadir Kaelani. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Dua orang di antaranya. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). Sunan dan Guru Agama Islam. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). mempunyai anak beberapa orang. 2. Selanjutnya. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun.

di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Dalam perjalanannya. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah berangkat kembali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. 1. Setelah enam bulan di Palembang. menuju ke Jawa Timur. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). 3. oleh Prabu Kertabumi. semua penduduk Ampel Denta. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Dalam jangka 3 tahun. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. yaitu Dewi Darawati. yaitu Dewi Candrawulan. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). dan singgah di negeri Banten. singgah di Palembang. Kemudian. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Karena pada waktu itu. Adik Dewi Candrawulan. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Setelah menetap beberapa lama. memeluk agama Rasul Muhammad. Sumatera. Ratu Darawati. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. yaitu Siu Ban Ci. Arya Dillah atau Arya Damar. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Ali Rakhmatullah. Di Palembang. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Dua di antaranya yaitu. dikaruniai beberapa orang anak. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Ali AI Mustada. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n .Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Di Keraton Majapahit. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. Atas usulan Ratu Darawati. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat.

Dewi Rukayah. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Selain dengan puteri Sunan Ampel. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Penambahan Joko. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. dan 4. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. 3. puteri Ki Wiryosarojo. yaitu Raden Amir Hassan. dan mempunyai anak laki-laki.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. 6. 4. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. Selanjutnya. antara lain: 1. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. yaitu Dewi Sujinah. dikaruniai anak laki-laki. 5. Di antaranya. dan 8. Dari isterinya yang lain. dikaruniai anak beberapa orang. 3. Ratu Prodo Binabar. yaitu Dewi Rukhil. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). masing masing: 1. 7. memperisteri puteri Sunan Undung. Panembahan Palembang. Panembahan Kodi. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Dari perkawinannya. Dewi Sofiyah. 2. Puteri. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. yaitu Siti Khorimah. Panembahan Karimun. 3. 2. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. puterinya Maulana Ishak. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. 2. empat orang di antaranya: 1. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ratu Pakoja. Nyai Ageng Pembayun. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus.

Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah.1. di antaranya masing-masing ialah. Siti Mursimah. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. adalah puteranya Maulana Ishak. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. parwa II sarga 4. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. mempunyai anak dua orang. antara lain sebagai berikut: . Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). Syarif Hidayat namanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. mempunyai anak laki-laki. dari isterinya yang berasal dari Blambangan.. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. . Siti Murtasiyah. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. puterinya Ki Ageng Bungkul. Raden Paku alias Sunan Giri. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi).. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. parwa I sarga 4.

ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Kemudian.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. parwa parwa I sarga 4. yaitu Sayid Al Kamil. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Pada waktu itulah. Ketika singgah di Gujarat.. singgah di Gujarat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam perjalanannya. menuju Pulau Jawa . mereka berlayar bersama-sama. lamanya dua tahun. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. bersama 98 anak buahnya. baru berusia dua puluh tahun. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. antara lain sebagai berikut: . Selesai dua tahun. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . yang semuanya berjumlah 98 orang.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). Oleh karena itu pergi dari Mekah. dari Syekh Athallahi Sajjilli.

untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. Kunjungannya ke Cirebon. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. berlayar menuju Cirebon. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Syarif Hidayat singgah di Banten. Sesungguhnya. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Sumatera. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Kawung Anten. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Selanjutnya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. mengajarkan agama Islam di sana. (singgah) di negeri Pasai. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Selanjutnya. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . menemui uwanya. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur.

Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Begitu pula Syarif Hidayat. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). yaitu Sayid Al Kamil. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi.Iman. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. kepada suwan yang sekaligus menantunya.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah beberapa lama kemudian. sangat gembira. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Adapun Syarif Hidayat.. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. menetap di Pakungwati Cirebon... Syarif Hidayat. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Akhirnya.. . Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa ..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Kerajaan Sunda. Syarif Hidayat. Nyai Mas Pakungwati. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. dapat bertemu dengan uwanya. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya..

disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. Pejabat penguasa daerah. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan semua memberikan dukungan.. Pada waktu itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon.. pesta meriah. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. dengan gelar Susuhunan Jati. menyerukan pujian atas penobatannya. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. .... Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita.

atas pernikahannya dengan Pakungwati. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. sebutan Sorasowan. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. Syarif Hidayat.1983: 35). dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. akhirnya masuk agama Islam. Penobatan awal Syarif Hidayat. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. puteranya sendiri.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. terkesan Surasowan di sana. lama tidak kembali ke Pakuan. atas usul orang tuanya. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Hal yang hampir sama. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. Syarif Hidayat. 2. adalah menantu Walangsungsang. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. dalam buku Pakern Banten. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. Akan tetapi. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. V." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. Sang Kakek memerangi cucunya. "Betapa tidak terpujinya. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. dan 3. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa: 1.

Soera artinja berani. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita.1935: 60-61). Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). semua itu menarik untuk dikaji. Saleh Danasasmita (1984). Pakungwati sebagai nama kesultanan. Pakungwati sebagai nama keraton. Pakungwati sebagai nama orang. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. puterinya Pangeran Cakrabuana. Selanjumya berkembang. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. yang dibangun di Dukuh Cirebon. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Berdasarkan gejala itu. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. bagi kata yang ada di depannya. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad.1984:44). Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). Pada mulanya. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Pakungwati adalah nama orang. Soan atau Sadji artinja Radja. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. sudah tentu harus dicari pembandingnya. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. menjadi Kesultanan Cirebon. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. atau Surosowan? Hal tersebut. Surasowan. Surasowan dan Surosowan. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada akhirnya berubah sebutan lagi. menjadi Keraton Pakungwati.

Sang Arya Surajaya. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. berputera beberapa orang. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. (Atja & Ekadjati. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. antara lain ialah. 2. dan 2. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Prabu Surawisesa. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Surasowan. 1.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. Nyai Kawunganten. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. menjadi bupati Banten Pasisir. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera.1989:144 dan 153). mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. Atja & Edi S. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. dua orang di antaranya: 1. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Dari kutipan tersebut di atas. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Islam sudah mulai bersemi.

Atas seijin Sang Surasowan. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). Kelak. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. di kemudian hari. singgah sebentar di Negeri Banten. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. dalam waktu yang relatif singkat. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. banyak mendapat simpati dari penduduk. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah.

yaitu Pakungwati. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. pada tahun 1478 Masehi. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. lalu terus ke selatan. Hanya saja. Apalagi setelah diketahui. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. bahwa "seorang yang keramat" itu. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. untuk meng-Islam-kan daerah ini. Secara tersamar. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. untuk meng-Islamkan daerah ini. seorang perempuan (yang tua). dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. tentang "orang tua" Hasanuddin. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. tiba di Banten Girang. diberi nama Hasanuddin.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . yaitu Pakungwati. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". cucu Sri Baduga Maharaja. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. masih saudaranya juga. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. dari pada substansi historisnya. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. Dalam waktu yang relatif singkat. sangat terbatas. 1983: 33). la mempunyai dua orang anak. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. puterinya Sang Surasowan. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. Sesunguhnya. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. para penulis Babad. Oleh Syarif Hidayat. Untuk mempererat kekerabatan. Oleh Sang Surasowan. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Tentang "seorang yang keramat. dari Mandarsah ia datang di Jawa. kemudian dijelaskan.

untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. dalam proses meng-Islam-kan Banten. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Berdasarkan kaol Cibeber. antara lain: Pada abad 15. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. yang hampir malah sudah musnah. 1472. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. tahoen Belanda k. disaat Kg. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . para penulis Parimbon Banten. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. pada kalimat selanjutnya. maka Kg. Banten dan Demak. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Kg.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. Kg. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah.1953: 24). tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Sedangkan. Pakem Banten. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. soepaja datang ke negeri Banten. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". sangat gelap (peteng). dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. menggunakan sumber "Parimbon Banten. mengemukakan hal yang sama. Hanya saja.l. koerang lebih hidjrah Nabi 887. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin.

1984: 41). sudah tidak diragukan lagi. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. tidak mendasar. melakukan "Tapa di Mandala". Hafidz Rafiuddin. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. mengemukakan hal yang hampir sama. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". sulitlah bagi kita untuk menentukan. S.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. pernyataan selanjutnya. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Amanat Dari Galunggung. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. 2000: i & 9). Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan adanya hal-hal semacam itu. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang".Ag. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Maulana Hasanuddin. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. Akan tetapi. Mereka bertugas. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tuduhan Animisme. patut dicermati. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". Carita Parahiyangan. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. (2000). Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme".

masih dipuja dan dikeramatkan. anak. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat.1993: 27). sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. menantu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1984: 219). Atja dan Edi S. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Dialah putera Sri Baduga Maharaja. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. menjadi pemeluk agama Islam. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. "dipaksa". Menurut kepercayaan orang Baduy. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. ditemukan dekat bangunan berundak.1989 :144). Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. Dia kemudian memeluk agama Islam. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. dengan ikhlas "beralih agama". menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. serta hamba sahayanya. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. (2) Tumenggung Jayamanggala. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. sebagai penganut agama Rasul Muhammad.. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. yang seluruhnya setinggi 6 meter. Dari kutipan tersebut di atas. Anak menantu dan hamba sahayanya. "takluk" atau "ditaklukkan". Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Bangunan berundak di Kosala. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana.

maksudnya itu-itu juga. Portugis pun melakukan hal yang sama. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. mertua Syekh Syarif Hidayat. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. Gambaran semakin jelas. Secara lingual. sebutan wahanten menjadi banten. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Mecermati fakta seperti itu. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. dalam kajian ilmiah. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. berkelok melalui wilayah Banten Girang. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). Sang Adipati Surangggana. Sang Arya Surajaya. baik oleh orang Cina. Ketika Sang Surasowan wafat. tahtanya diwariskan kepada puteranya. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. Ekadjati. apapun bahasanya (Guillot. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". sudah tidak tepat lagi. Akan tetapi. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. kedua-duanya sejaman. Boleh jadi. tapi nyata). diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir.1996:119). Hendaknya digarisbawahi. Sang Adipati Surasowan. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. dalam usia terhitung masih muda. terdapat dua negeri Wahanten. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Bahwa. Sebab. dapat dimaklumi. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. hanya pelafalan yang berbeda. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Oleh karena itu. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. membelah kota Serang. sudah merupakan petunjuk tersendiri. ayahanda Nyai Kawung Anten.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. Dari bahasan Atja & Edi S.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). dan bermuara di Banten Pasisir. Jika terdapat perubahan lafal.

kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). menjadi tidak harmonis lagi. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. Mereka dapat ditaklukkan. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. serta memperoleh putera laki-laki. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Pangeran Sabakingkin. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. Adipati Arya Surajaya. Putera kedua. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). kekuatannya tidak seberapa. telah mengalahkan kharisma uwanya. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). Itulah sebabnya. diberi nama Yusuf. Sehingga. lahir pertama Ratu Winahon. Pada waktu itu.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. puteri sulung Raden Patah. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. Dari perkawinannya. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. B. Untuk jaringan politik. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Pangeran Arya (Pangeran Japara). yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Oleh karena itu. dan persenjataannya pun tidak lengkap. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. menjadi penerus ayahnya. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sabakingkin atau Hasanuddin. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan).

Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. 2. 11. Jelas. Raja Daerah Pager Wesi. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Sang Prabhu Walahar. Sang Aryya Wuludada. akan tiba armada tempur Portugis. 7. Aryya Senapati Bhimajaya. 5. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Raja Daerah Muntur. Aryya Pulunggana. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. 6. 10. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. 16. Sang Aryya Suraprasa. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raja Daerah Rumbut. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. 12. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Gunung Banjar. Raja Daerah Gunung Batur. Ratu Hyang Banaspati. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Pada saat itu. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. tersumbat. 9. Raja Daerah Wahanten Girang. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Raja Daerah Simpang. bahwa tidak lama lagi. 15. Raja Daerah Hanum. adalah: 1. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Raja Daerah Pagawok. akan menyerang Pakungwati Cirebon. 3. 14. Tumenggung Linggageni. Oleh karena itu. Kekhawatiran Sultan Demak. Raja Daerah Medang Kahiyangan. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 4. Karena sudah tersiar berita. Karena Pakungwati. Pradharmaya. Kyai Wudhubasuraga. Ratu Ancol. Adhipati Suranggana. Sang Adhipati Patala. Sultan Demak (Raden Patah). Sang Aryya Wirasakti. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. 8. 13. Raja Daerah Gunung Ageng.

perdukuhan. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan.967 tentara. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Setelah itu. janda Pangeran Sabrang Lor. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. la gugur pada usia muda. Kekuatan pasukan gabungan. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. Singgah di Pakungwati Cirebon. Pangeran Sabrang Lor. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian mengadakan gerilya. sedang dalam pelayaran. Susuhunan Jati. kembali ke Demak. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Beberapa bulan kemudian. terdiri dari 1. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. menyusup berkehling kota. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. sebagai "gerakan pendahuluan". adalah putera mahkota Demak. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). kembah ke Demak. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka.Oleh sebab itulah. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. desa. Sebagaimana yang telah dikemukakan. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. barulah Panglima Fadhillah Khan. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. bandar. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Ratu Ayu. sambil menjajakan bermacam-macam barang. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Tak lama kemudian. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir.

secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Kemungkinan. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir.1993: 68). menyelamatkan diri. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan".Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". pusat pemerintahan Banten. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. untuk menumpas huru-hara tersebut. Karena hal ini. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). Kemudian.Adipati Sang Arya Surajaya. Akhirnya. Sebab. Serangan dahsyat. menerobos hutan lebat.1988: 8). Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. sempat dibinasakan. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. dalam usia 48 tahun. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. bergegas menuju Pakuan (Bogor). sesungguhnya. Akan tetapi. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Secara diarn-diam. Sesuai rencana. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. lebih siap untuk bertempur. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . penguasa Wahanten Girang. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. Di balik peristiwa itu. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. telah lebih dahulu masuk agama Islam. Sangat masuk akal. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. Adipati Wahanten Pasisir inilah. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. Sang Adipati Arya Surajaya. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. tibalah serangan mendadak.

yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin.Suranggana alias Ki Bagus Molana.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya .yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. Sayangnya. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. mengemukakan usulnya kepada panembahan. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. Berdasarkan kutipan tersebut. Secara kekerabatan. bahwa setelah selesainya ekspedisi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. oleh pernyataan. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". bahkan tidak dilemahkan. yang bergelar Ki Bagus Molana. anak Hasanuddin. seorang dari Pakuwan. rupanya telah terjadi manipulasi.1983: 34). di komplek makam Tempat Suci itu. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. kemudian berkembang menjadi dua orang. sulit dibenarkan. makaYusuplah lagi . Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. Kemungkinan besar. antara lain: Apabila Ki Jongjo. dari seorang tokoh. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. Akan tetapi. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. yaitu Hasanudin. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. maka Molana Yusuplah. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya.

merangkap jadi penguasa. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. Setidaknya. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. gelar "Agus" itu. Konon menurut dongeng. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Seandainya. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. seharusnya. Pengertian panembahan. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. dengan sebutan Sultan. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana.1983:149-150). Pertanyaannya. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Setelah makamnya dikeramatkan. Gelar itu.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. yang terlebih dahulu masuk Islam. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. Dengan demikian. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. dan memperoleh gelar Panembahan. putera Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sependek nama Jong dan Jo. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". perlu kiranya diteliti lebih lanjut. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. Kembali ke Wahanten Girang. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. Kropak 408 Sewaka Darma. Oleh karena itu. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian.

menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. Permaisuri. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Nyai Arya Baroh. Sisa yang masih hidup. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. Ia puteri Adipati Kranda. Panglima Fadhillah Khan. Anggota pasukan yang tersisa. sehingga banyak tentaranya yang tewas. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). keraton ia dirikan. Jati Cirebon. menyelamatkan diri. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Sebagian besar penduduknya. dan para pengiringnya. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). Selanjutnya. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. di Pelabuhan Sunda Kalapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . beralur darah trah Rasul Muhammad. Setahun kemudian. Sang Arya Surakreta. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. Dalam pertempuran itu. oleh Susuhunan. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). Armada Portugis dipukul mundur. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Sebagai catatan. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). tewas binasa. yaitu Nyai Arya Baroh. Kemudian.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). tiba di perairan Sunda Kalapa. terdesak dan menderita kekalahan. Mereka tidak mengetahui.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. setelah memeluk agama Islam. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. sebanyak 1. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. kakaknya Sang Arya Surakreta. bahwa wilayah Sunda Kalapa. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. saudagar kaya dari Perlak. diberi nama Keraton Surasowan. Beberapa bulan kemudian. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. hanya 6 tahun lamanya. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten.

Oleh karena itu. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. dilengkapi senjata meriam. cucu Prabu Dewa Niskala. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. Prabu Jayaningrat. di dekat Bukit Gundul. wilayah Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. sambil memuntahkan logam panas". telah terjadi perubahan situasi politik. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. akan digempur". jumlahnya banyak. terdesak. Kalau tidak. la. Dalam pertempuran ini. oleh Susuhunan Jati Cirebon. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. adalah putera Prabu Ningratwangi. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. Susuhunan Jati Cirebon. seperti kebiasaan di masa silam. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. Berdasarkan riwayat hak waris. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. Serangan. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. Prabu Ningratwangi. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. oleh Susuhunan Jati Cirebon. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. adalah adik Sri Baduga Maharaja. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Oleh karena itu. pada tahun 1501 Masehi. memanfaatkan situasi seperti itu. Akan tetapi. la. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. menggantikan posisi ayahnya. mengeluarkan asap hitam. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. Prabu Jayaningrat. memohon bala bantuan. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh.

Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Demak. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. pasukan gabungan Pakungwati. 3. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). Tidak saling menyerang. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. 2. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. perkasa. tidak kalah). Akan tetapi. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. Sejak itulah. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Peristiwa tersebut. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. dan Kuningan. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Akhirnya Talaga. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Kebijakan itu dilakukan. yang mewakili Susuhunan Jati. dapat ditaklukkan. Maksud "tidak kalah" tersebut. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. Perang lima belas kali. menyepakati. Pada saat itu. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. kehilangan tokoh penting yang disegani. pemberani. Palimanan. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. bahwa: 1.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. menjadi pembesar kerajaan. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. janganlah putus. Silih asih (saling menyayangi). Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. kasuran. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. berhasil direbut. kuwanen. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). agar Pangeran Pasarean. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. atuntunan tangan (kerjasama).

sudah tidak lagi menghargai keagamaan. Akan tetapi. tapi tidak mati. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. Pendeta sakti di Sumedang. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. senantiasa menciptakan huru-hara. Sang Prabu Ratudewata. keonaran. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). Sri Baduga Maharaja. mati ditenggelamkan ke dasar laut. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. C. menghilang tanpa meninggalkan jejak. ada pendeta sakti. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Prabu Ratudewata. Oleh karena itulah. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. ia merenungi hidupnya. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. dianiaya. Pada kesempatan itu. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Berpuasa. la tetap hidup. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). adik Ratu Wiratala. Pendeta di Jayagiri. Pendeta di Ciranjang. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. Rasa hormat dan kekaguman itu. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Sanghiyang Siksakandang Karesian. direbutnya kembali. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Pada masa pemerintahannya. Dalam suasana tenang dan damai.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). dibunuh tanpa dosa. yang telah disepakati ayahnya. la digantikan oleh puteranya. Munding Rahiyang namanya. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. ditenggelamkan ke dasar laut.

didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). ponggawa-ponggawa kerajaan. la membunuh orang tidak berdosa. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. selama 8 tahun. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. melanjutkan gerakannya ke arah utara. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Sebab. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. haywa ta sira kabalik pupuasaan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak hormat terhadap yang tua. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . Serangan laskar Surasowan Wahanten. Susuhunan Jati Cirebon. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). serangan kilat ke kota Pakuan itu. sangat beralasan. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. Sang Prabu Ratudewata. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Mengingat. sekaligus merupakan "unjuk rasa". ia bertindak sesuka hatinya. Atau boleh jadi. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). ngarampas tanpa prege. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. puteri Prabu Ratudewata. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. Ciranjang dan Jayagiri. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. lan bakti ring wong atuha. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. ayahnya. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. perwira. pengawal raja. asampe ring sang pandita). pejabat. Sesungguhnya. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). tidak sungguh-sungguh. Kemungkinan. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). merampas tanpa rasa malu. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. Sri Baduga Maharaja. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. Karena. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. tewas berjatuhan. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya.

dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. Pada masa pemerintahannya. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia.Puncak kebiadabannya. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. akibat perilaku buruk seorang raja. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. Emperador de toda a illla da Iaoa. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. I Madura. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). mencatat semua kejadian. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. tempat orang Portugis biasanya berdagang. untuk ikut menyerang Pasuruan. paraque pessoalmete. Bale. Prabu Sakti masih beruntung. Sebagian dari catatan perjalanannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . janda dari ayahnya. Angenia. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. Keberadaannya di sana. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Prabu Ratudewata. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). cotodas as mail ilhas deste arapelago. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. dan memperisteri ibu tirinya. Akan tetapi. Keberangkatannya ke Demak. em dezassete dias chequey ao porto de Banta.

Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten.000 orang. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. Berdasarkan pendengaran. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. Maksudnya. isterinya Fadhillah Khan. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. adik Sultan Trenggono. Kangean. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. 1984: 46-47). la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. Dengan demikian. Fernao Mendes Pinto. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. Raja Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Dialah kaisar Pulau Jawa. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. adalah Ki Fadil. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka.1999: 90). Ketika ia datang di pelabuhan Banten. adalah Nyai Pembayun. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . masyarakat Sunda Kalapa sendiri. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Bali. tidak terbitung para pendayung. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. -yang juga menjadi bawahannya. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya.

Sebab. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Portugis menerima kenyataan seperti itu. Oleh karena itu dapat dimaklumi. bagi kepentingan mitra dagang. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. antara Wahanten . Adanya anggapan seperti itu. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. mencatat pada masa pemerintahannya. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). yang penting diperhatikan.Demak .Sunda Kalapa . Sedangkan Maulana Hasanuddin. Dari pendengaran. akhirrrya menjadi "negara sahabat". dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Bali. Angenia. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Fadhillah Khan. Sang Prabu Nilakendra. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". la wafat di Pengpelangan. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. Pada masa pemerintahannya. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. adalah tentang adanya hubungan multilateral. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Portugis. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Bahkan. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Madura.Pakungwati . Portugis yang semula dimusuhi. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. mempunyai kedudukan penting lainnya. Kembali kepada Prabu Sakti. serta menempatkan armada lautnya di sana. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . polah sang nata).

Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Makan minum sampaimabuki. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. itulah. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. jimat-jimat.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. bendera keramat. Makan enak. yang mengapit gerbang terlarang. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. adalah kepercayaan mistis sinkretis. secepat kilat. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. Bagi Prabu Nilakendra. keraton Pakuan Pajajaran. Pada tahun 1567 Masehi.berada di ambang pralaya (kiamat. dimeriahkan oleh pesta pora. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. telah. sudah dicampakkan jauh-jauh. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. manteramantera Tantrayana. bahwa tidak akan lama lagi. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. tidak ada ilmu yang disukainya. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). mahayu na kadatwan. Setiap saat. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. Petani menjadi serakah akan makanan. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). akibat angkara-murka penguasanya. kehancurarr). Tantrayana. dilukis dengan emas. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. menembus jantung ibukota Pakuan. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. serta dihantui bencana kelaparan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. tan igar yan ta pepelakan). Akan tetapi. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). dalam mendahului upacara Tantrayana. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n .

hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). Selain itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebab. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. bahwa Surasowan Wahanten. wafat dalam usia muda. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dari Nyai GedengTepasan. oleh bocah pengiringnya. yang tidak menyertainya ke pengungsian. sangat menarik untuk dicermati. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. D. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. Kemudian. Kekosongan tahta Demak. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. ayahnya Prabu Nilakendra. calon pengganti Susuhunan Jati. Tohaan di Majaya kalah perang. yaitu Prabu Sakti. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. mempunyai hak yang sama. Tidak pernah ada berita. adalah negeri yang kuat. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. diharapkan oleh puteranya. adalah putera Susuhunan Jati. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Susuhunan Jati Cirebon. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. hanya tertulis secara singkat. Latar belakang tragedi. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pada mulanya. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. Bupati Jipang. ia telah membuktikan. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah menantu Prabu Ratudewata. Sunan Prawoto. Mungkin dia tewas di pengungsian. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Nasib kehidupan kota Pakuan. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun.

Sultan Trenggono. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. Pangeran Suwarga. adalah putera Susuhunan Jati. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). Sedangkan Pangeran Bratakelana. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Susuhunan Jati. diharapkan adalah cucunya. Naik tahtanya Fadhillah Khan. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Kedudukan tertinggi itulah. Karena Pangeran Emas. Syarifah Fatimah. Wanawati Raras. adiknya Prawoto. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). Jipang menyerang Demak. mendahului kakeknya. sedang berada di Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada saat peristiwa itu terjadi. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . tewas pula. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. karena berupaya membela Prawoto. secara terselubung. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. yang bergelar Pangeran Suwarga. pemerintahan Pakungwati Cirebon. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). pada waktu itu masih kanak-kanak. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. Atas restu gurunya. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. sebagai Susuhunan Cirebon. Pangeran Suwarga. Sunan Kudus.Pangeran Sekar. putera mahkota Cirebon. Mengingat. dianggap tidak semestinya. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. Sedangkan pada waktu itu. juga warga Demak. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan.

Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. dengan "doa" Hasanuddin. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". .yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. Panembahan Hasanuddin. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). . Bagi penulis "Serat Banten". Sekaligus. Karena itulah. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Misalnya. mengkilap dan berseri. mampu berdiri sendiri. Sedangkan dari isterinya yang kedua. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. dipandang oleh masyarakat Banten. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). Sendi-sendi Islam. berdaulat. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. melainkan Hasanuddin. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. Menurut "Serat Banten". pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. kisah tentang watu gilang. bila tidak dikenal asal-usulnya. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". digantikan oleh puteranya. mendadak berubah menjadi licin. Surasowan. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. ketika ia bersalat di permukaan laut. dan Pangeran Arya.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai negara yang mahardhika (merdeka). seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. walau sesungguhnya tokoh tersebut. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Pangeran Yusuf. berhasil menjadi negari niaga maritim. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. Wahanten Pasisir.Melihat kenyataan seperti itu. dalam kisah "Serat Banten".1964: 48). sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Bupati Jayakarta (Jakarta).

1993: 81). dalam Michrob. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. penguasa Kesultanan Pajang. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Situasi perdagangan di Karangantu. Ketika kembali ke negerinya. di Pakungwati Cirebon. porselen. Orang Gujarat. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. digambarkan sebagai berikut: 1.Sunda (Pajajaran). berhasil ditundukkan. sutra. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. Banjarmasin dan Palembang. menjual kain dari kapas. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. membeli rempah-rempah. Pedagang-pedagang dari Cina. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. sutera. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf.1961:13. selop. dan kain putih dari Coromandel. Sumbawa. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Ketika mereka kembali. lada dan Lampung dan Solebar. dan sebagainya. Palembang dan lainnya. cengkeh. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. Makasar. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. kertas. nila. benang emas. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. payung. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. Orang Arab dan Persia. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. kain sulaman. jarum. Panembahan Ratu. sisir. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. beludru. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari segi hubungan kerabat. rempah-rempah dari Maluku. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. beras dari Makasar dan Sumbawa. Minyak kelapa dari Belambangan. mereka membeli lada. gula dari Jepara dan Jayakarta. kayu cendana. 2. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kulit penyu dan gading gajah. ikan kering dari Karawang. sudah demikian menurun kharismatiknya. buah pala. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. kipas. berdagang permata dan obat-obatan. 3.

Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. Banjar. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Laskar Surasowan Wahanten. Cina. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Pada masa Maulana Yusuf. Ternate. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. dapat diatasi dengan baik. perkampungan orang Pegu. 1950:182). Dengan demikian. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai.1983: 31). besi dari Karimata. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . Turki. dari sejak pemerintahan ayahnya. keamanan wilayah. orang Arab. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. gangguan keamanan. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. gading gajah dari Andalas.1983: 38 dan 59). perdagangan dan pertanian.1977: 448). Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. timah putih dan timah hitam dan Perak. Sasaran utama penyerangan. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Bali (Tjandrasasmita. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Bugis. Siam. adalah Pakuan. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya.cendana dan kepulauan Sunda kecil. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. 1975: 160). tenunan dan Bali dan Sumbawa. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. dan sebagainya. Kedah dan Selong di Malaka.1981: 56-58). Makasar. Persia. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. mulai dipersiapkan.

kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. digantikan oleh puteranya. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. keturunannya masih merupakan kaum-adat. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. Kelak. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Prabu Ragamulya Suryakancana. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. mengungsi ke pantai selatan. beserta ketiga saudaranya. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. Padahal. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". Kota Pakuan Pajajaran. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. Bila kenyataan yang terjadi. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. laskar Surasowan Wahanten. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. tetapi di Pulasari. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang.rover. merupakan upaya "pembersihan". maka di kota Pakuan. Pada masa pemerintahannya. sangat memungkinkan. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Oleh karena itulah. Dari peninggalan yang ada. Sekarang. terhadap kedzaliman. Palangka itu. Bagi Panembahan Yusuf. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Pandeglang. di Cisolok dan Bayah. Sampai sekarang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Disebut demikian. Prabu Ragamulya Suryakancana. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. la tidak menghendaki. Dengan diboyongnya batu tersebut.

hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". penguasa masyarakat Sunda pertama. napas tertua bentuk kerajaan. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Jejak peristiwa itu. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Sesungguhnya. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. Sekelompok kecil yang bernasib baik. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. Prabu Ragamulya Suryakancana. beribukota d. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir).Puasari. sambil menyongsong ajal tiba. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. Prabu Ragamulya Surya Kancana. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibinasakan. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Pandeglang. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. secara samar-samar. tentunya tidak membuat babak baru. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya.Kampung Ciptarasa. dalam Pantun Bogor. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. akhirnya berpusara di tempat lahir. dikisahkan Ki Baju Rambeng. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. yang meninggalkan urusan duniawi. hanya berusaha mempertahankan diri. Akan tetapi. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. Menurut cerita leluhurnya. mereka meninggalkan kota Pakuan. bahwa di sanalah. la hanya sebagai "rajaresi". Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. Mungkin ia pergi ke Pulasari. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Akan tetapi.

tinggal di keraton Japara. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). terutama dalam hal pembangunan kota. Pangeran Muhammad. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Sejak kecil. Panghulu Negara (Kadhi). sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. antara lain: 1.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. Konflik tidak dapat dihindari lagi. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. pengembangan areal pertanian. kepada Pangeran Japara. Rata Winahon. semakin berkembang pesat. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. dan 2. putera mahkota Pangeran Muhammad. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Ketika itu. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. D. Pada tahun 1580. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). Pangeran Japara. Panembahan Yusuf. Melihat kenyataan seperti itu. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. ia dikenal juga dengan sebutan. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. Pangeran Arya. Oleh karena itu. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Japara bersama pasukannya. Maulana Yusuf meninggal dunia. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. baru berusia 9 tahun. niaga maritim. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). Sedangkan Panembahan Yusuf.

1993: 89). antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. Rupa-rupanya. Setelah persitiwa itu. di bagian utara Kerajaan Belanda. temboknya dilapisi porselen. tidak tercapai. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Bersama 249 pasukannya. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. Dan pasar yang ketiga. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. Seperti halnya ayah dan kakeknya. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. dan lain-lain. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Bengali. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Pegu. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. Turki. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam.itu. sebagai pencatat perjalanan. pada tanggal 22 Juni 1596. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Dalam pelayarannya. Gujarat. Pasar kedua terletak di Paseban. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. dan akhirnya diusir dari Banten. Jawa. Malaya. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. bertindak sebagai walinya. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. terletak di Pacinan. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seperti dari Bugis. Cina. Malabar. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Diceritakan pula. Mangkubumi Jayanagara. yaitu daerah Karangantu. Melalui Tanjung Harapan. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. dari berita pedagang Portugis. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid.1993: 89). Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Arab. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. hingga ke pelosok-pelosok desa. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. dan Abesinia. Keling. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara.

Perwalian. Pertempuran sengit. armada Kesultanan Surasowan Banten. pada tahun 1602. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. ia diturunkan dari jabatannya. ditarik mundur. cucu Sunan Prawoto Demak. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. ia melanjutkan perjalanan. ia tewas terbunuh. Akan tetapi. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton.Sikap Cornelis de Houtman. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. didampingi oleh kakeknya. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. pada tanggal 13 November 1596. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Karena sikap congkaknya. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. Sultan yang masih bayi itu. putera Aria Pangiri. Akan tetapi. jabatan Wali Kerajaan. Sebab. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. Sultan Maulana Muhammad. Ratu Wanagiri. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. sebagai Wali Kesultanan. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Armada dagang yang dipimpinnya. Akhirnya. karena kecongkakannya. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Mangkubumi Jayanagara. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. la memimpin langsung pasukannya. tidak menghasilkan apa-apa. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mereka tiba di sana. berputera Abdulmafakhir. yang baru berusia 9 bulan. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sementara itu. hampir memukul mundur pasukan Palembang. Bahkan. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. Akhirnya. Kemudian. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. di negeri rencong itu. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Selanjutnya. berlangsung di sekitar Sungai Musi. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. yang kasar dan tidak bijaksana. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. pada tanggal 17 Nopember 1602. yang ingin menguasai penguasa di Palembang.

agar Sultan Abdulmafakhir. terjadi kembali huru-hara besar. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. yaitu Pangeran Mandalika. Melihat situasi seperti itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. yaitu suku Bataav. Rasa ketidakpuasan itu. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. pada tanggal 30 Mei 1619. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Snouck Hurgronje (Roesjan. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Kongsi dagang tersebut. yang kelak diambil oleh Dr. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. Mangkubumi terbunuh. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. Akan tetapi. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. oleh penduduk Nusantara. pada tahun yang sama (1602). menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. di antaranya Insan Kamil. di kalangan Keraton Surasowan Banten. Pada tanggal 23 Oktober 1608. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. mencapai puncaknya.Sementara itu. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Sementara itu. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. Akhirnya. Peristiwa tersebut. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. dalam Michrob. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. Melihat kondisi seperti ini. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. di Belanda terjadi peristiwa penting. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. pada bulan juli 1608. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. yang diberi nama Batavia. Kekuasaan sepenuhnya. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Pangeran Arya Ranamanggala. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Didukung pula oleh pihak Inggris. Bahkan. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. Pangeran Mandalika bersama adiknya. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. Pada tanggal 13 Mei 1626.1993:127). menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun 1604. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala.

Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. diserahkan kepada Pangeran Surya. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. kedudukan Sultan Anom. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. 4. antara lain: 1. ia mencapai perjanjian perdagangan. Pada tahun 1645. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. bersikap bebas. Pangeran Raja. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak.Gelar ini diperolehnya. la seorang Sultan yang cepat tanggap.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. 2. Begitu juga dengan putera mahkotanya. Akan tetapi. . ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Abdulma'ali. Kesepakatan perdagangan. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. merupakan masa kemakmuran. akan tetapi. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. Pangeran Arya Kulon. Ratu Pembayun. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. Sultan Abdulmafakhir. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651).Sultan Abdulmafakhir. dan 5. Pada tahun 1640. dilanjutkan oleh cucunya. Selanjutnya. bagi Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Surya. diangkat menjadi Sultan Anom. Perjanjian itu. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. ia meninggal dunia dalam usia muda. sering "terjun ke lapangan". putera mahkota. 3. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). Pangeran Lor. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun 1650. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. E.

sebagai pejabat tinggi negara. dan Ratu Tinumpuk. dari manapun asalnya. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. dan 4. Pangeran Kidul. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Pangeran Raja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Pangeran Wetan. Ratu Kulon. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. Oleh karena itu. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. baik orang-orangnya. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. 2. bahkan kemungkinan besar akan gagal". maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . Antara lain. 3. Pangeran Lor. Ratu Inten. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Pangeran Kilen. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. merupakan pekerjaan yang sulit. Terhadap Kompeni Belanda. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. 3. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. yaitu: 1. empat orang saudara kandungnya. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya.Pangeran Surya. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. Serta empat orang saudara seayah. yaitu: 1. 4. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. 2.

Tujuannya. Di wilayah perbatasan. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. Kompeni Belanda. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. supaya kapal-kapal itu. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Di darat. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. harus dipotong. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. Panembahan Hasanuddin. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. Setidaknya. Untuk memenuhi strategi itu. 2. tidak akan pernah sampai ke Batavia.1. dan 2. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Kompeni Belanda. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. satuan-satuan armada kecil. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. Jalur angkutan laut. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. menurut perjanjian 1645. harus dipancing keluar dari sarangnya. setiap ada kesempatan. Mengenai satuan tempur di darat. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. memusnahkan tanaman tebu. dalam satuan-satuan kecil. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Sebagai catatan. terlihat watak maritim Banten murni. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 3. tanpa basis yang tetap (gerilya). Akan tetapi. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. yang tidak diinginkannya. Semua aksi-aksinya. Di laut. yaitu sebelah Timur Cisadane. pasukan patroli Kompeni Belanda. Pasukan "gerak cepat" itulah. Padahal Kompeni Belanda berharap. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir.

kedua penasihat Maetsuycker. Mereka mendorong. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para Direktur Kompeni di tanah airnya. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. Untuk mencapai tujuannya. Anthony Van Diemen (1636 -1645). pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. telah memenuhi persyaratan. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. yang tidak bertahan lama. Maetsuycker. dan Speelman. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah tenaga akhli dalam bidang hukum.dalam "pembaharuan perjanjian". Maetsuycker tidak senang bertualang. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. yaitu: mahir menjadi pedagang. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. van Goens. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". Sebagai ahli hukum. yang membantu Dewan Hindia Belanda. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. sebagai sumber pangan. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. yang sekaligus menjadi penasihatnya. pada tahun 1653. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. sejak masa GJ. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). Akan tetapi. saling mengisi dalam watak dan pendapat. Baik van Goens maupun Speelman. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. menggantikan Carel Reynierszoon. selanu 30 tahun. ulet. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. Maetsuycker. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). "Statuten Van Batavia". ia mempunyai dua orang kawan. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. la terkenal cerdas. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. Trio itulah. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". Menurut pandangan mereka. adalah hasil dari buah tangannya. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". Sultan Abdulfatah. dan pandai bergaul.

sebanyak 10 pasal: 1. 3. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Menjelang akhir masa perjanjian. atas biaya dari Banten. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. dilakukan sampai beberapa kali. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. Sampai akhir tahun 1656. menginginkan Maetsuycker. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. 5.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sambil membawa usul-usul baru dari mereka. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Sebab di laut. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. 4. membawa usul "perdamaian". berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. van Goens dan Speelman. Sebab secara pribadi. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Terhadap tindakan itu. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. baik di darat maupun di laut. utusan Kompeni Belanda. Karena merasa lemah di sektor darat. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. Banten harus membayar kerugian perang. Kesultanan Surasowan Banten. 2.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. Padahal. hampir berhasil. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. 6. Untuk memenuhi keperluan tersebut. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. agar ia bertindak lebih keras. Pertukaran nota. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. bersedia membuka jalur perundingan. Pada tanggal 29 April 1658. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Pada tahun 1657. Sultan Abdulfatah. yang berdasarkan kelompok etluk. Ancaman dari darat inilah. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. derigan membentuk pasukan "pribumi". Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. Kedua belah pihak. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar".

Sultan Abdulfatah menuntut: 1. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. sebagai imbalan. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Dengan tegas. Sultan Abdulfatah sangat faham. 9. 2. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. Seperti yang telah diduga sebelumnya.7. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. Menuntut. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. Oleh karena itu. Tuntutan yang pertama. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". Sebagai jawabannya. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. harus dikembalikan ke Banten. demikian juga sebaliknya 8. (Michrob. Perbatasan Banten dan Batavia. yang dinilai sangat tidak adil. agar orang Banten. agar orang Banten. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . agar "bunuh diri". pada tanggal 11 Mei 1658. Sebab. berarti menyulut sumbu perang terbuka. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. 2. Menuntut. maka sebagal imbalannya. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. Penolakan tersebut. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat.1993:137). Tuntutan yang kedua. 10. peralatan-peralatan yang dimaksud. karena: 1. secara bebas dapat membeli meriam. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. Sultan Abdulfatah menegaskan. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. yang telah diperolehnya.

Arya Suryanata. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. di perairan Pontang. mulai memuntahkah tembakan salvo. yang masing-masing diberi nama. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. Pertahanan ibukota. Selain itu. Sultan Abdulfatah memerintahkan. perairan Selat Sunda. dipusatkan di sekitar pelabuhan. Dengan melalui jalan darat. selama 9 hari. ditempatkan di pantai Caringin. selalu "berkeliaran". berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Hal ini dilakukan. Tumenggung Wirajurit. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . jenis canon (meriam besar). pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. di perairan Tanara. Oleh karena itu. 4. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. Pertempuran sengit itu. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. 1. 5.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Si Muntab dan Si Kalantaka. dengan kekuatan 60 meriam. yang menyebar di sekitar pelabuhan. di sekitar Pulodua dan Pulolima. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. balasan dari pasukan ardleri Banten. di perairan Karawang. Sedangkan satuan Artileri Banten. Suranubaya. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. untuk menjaga serangan dari laut. 3. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. Sepuluh di antaranya. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. karena dalam rangka blokadenya. Ratu Bagus Wiranatapada. Kapal-kapal Kompeni Belanda. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. sebuah satuan tempur darat.000 orang. di perairan Tangerang. di perairan Labuhan Ratu. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Akan tetapi. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. berlangsung sampai senja hari. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. Ratu Bagus Singandaru.

Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Sultan Abdulfatah. Pimpinan baru. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. terjadi stagnasi. Oleh karena itu. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. titik berat dari perjanjian itu. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. tanpa alasan yang sah. sepanjang sungai Cisadane. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. Kompeni Belanda. karena pihak Kompeni Belanda. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. bertindak atas nama Sultan Jambi. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. akan ditangkap. di garis depan Angke-Tangerang. oleh Kompeni Belanda. Sementara itu. dari pasar Batavia. Akhirnya. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten.Sebelum malam tiba. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. Melihat kenyataan ini. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. Kemudian Sayid Ali. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. Di Batavia. dan Kesultanan Surasowan Banten. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. adalah: pengukuhan garis perbatasan. Bagi orang Kompeni Belanda. untuk mengadakan penyegaran pasukan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tanggal 10 Juli 1659. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. Sebab. Mereka dibekali pasukan baru. menuju ke laut lepas. dari kedua belah pihak. tentang hak membeli senjata dari Batavia. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. Padahal. tidak menuntut hak monopoli. armada Kompeni Belanda. dipandang sebagai ancaman baru. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. Perundingan berlangsung di Batavia. telah banyak korban yang jatuh. harus dikembalikan ke Batavia. yang sudah memerlukan istirahat. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. kemudian memeluk agama Islam. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. Sebetulnya. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja.

bahwa para gerilyawan Banten. atas permintaan kepala perwakilannya. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. tidak dikenakan bea pelabuhan. petugas pemeriksa dari pihak Banten. Kemudian. 2. dapat menyitanya. Kelak terbukti. tetap diperbolehkan dibuka. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. Sebab. F. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Bahkan. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. dengan cara mencari setiap kelemahan. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. dengan bayaran tinggi. Bahkan bila dianggap layak. akan diberi gelar kebangsawanan. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. antara lain sebagai berikut: 1. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. yang selalu memanfaatkan kesempatan. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. Strategi Sultan Abdulfatah ini.Sebagai catatan. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. Bila dalam kapal Kompeni itu. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. biaya pemeliharaan kantor tersebut. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada barang yang dianggap terlarang. Kemudian.

Di sebelah kiri dan kanan saluran. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. Oleh karena itu. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. atau. telah banyak hal yang terabaikan. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. kepada atasannya di Netherland. Kompeni Belanda menyadari. Posko pertahanan sebelah timur ini. selain letaknya yang jauh. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. Dibangun saluran secara berantai. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. juga sarana perhubungannya sulit. Salah satunya. bahkan dihancur-lumatkan. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. Saluran itu. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena terletak cukup jauh dari pantai. dibuat sepanjang jalan lama. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang.000 jiwa. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. sepanjang saluran yang baru. dalam tempo 9 hari perjalanan. Kedua. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. Dengan demikian. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena beban logistik yang terlalu berat. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. Hal ini disebabkan. Sebab selama perang berlangsung. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. pada tanggal 31 Januari 1679. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. Strategi ini.tujuannya. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. bahwa pembuatan saluran tersebut. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. bahwa "Banten harus ditundukan. antara lain sebagai berikut: Pertama. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. Kompeni yang akan lenyap". Pada saat perang berlangsung. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda.

Kecemasan pihak Kompeni Belanda. Ketika pecah perang. bahwa pemukiman orang Mataram itu. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). pos terdepan pasukan Banten. yang menuju Batavia. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. Mata-mata Banten mendapatkan. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. untuk mengepung benteng Batavia. yang mengirimkan koloni petaninya. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. 2. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. Selain pembangunan fisik. Sultan Abdulfatah. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. 3. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". Dari orang EIC. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. Dari Wales. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. Sebab. yaitu: 1. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. Peningkatan ekspor.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. Di Muara Beres. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. ia memperoleh informasi rahasia. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. Dengan demikian. Muara Beres. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Sultan Abdulfatah. dihuni petani biasa (bukan tentara). dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. Banyak di antaranya. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". atau ke arah tenggara Muara Beres. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung.Kesultanan Surasowan Banten. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. dengan kekuatan 4. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Alih teknologi. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). Terbukti.000 orang. ke sebelah timur dari Wales.

berbentuk busur. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. mengundang para teknisi Eropa. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . keraton itu dilaporkan bercorak modern. yang cukup tebal. tidak jauh dari pantai. Seluruh komplek. Negeri Belanda. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Hal tersebut. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. Kelak. Macao. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. Sultan Abdulfatah. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. yang memiliki daya jangkau jauh. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. Benggala dan Persia (Iran). yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1996: 303). sekarang). dengan nama Tubagus Wiraguna. dibuat pula saluran yang cukup lebar. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. dapat ditandatangani tahun 1670. Istana yang megah itu. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. Dari nama keraton itulah. Keraton Surasowan. Dalam sumber Belanda yang sejaman. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. Pada sudut-sudut benteng. dilengkapi pancuran dan danau buatan. Melalui kongsi dagangnya.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. diberi dinding bata pada kedua tepinya. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. Jalan masuk menuju komplek Istana. untuk menghindari pengintaian dari luar. Di sekitar tembok benteng. pada tahun 1671. De Haan berpendapat. ditempatkan menara jaga.

sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. pada tahun 1674. Tamat (Naerssen. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. diperintahkan oleh ayahnya. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Sultan Ageng Tirtayasa. pada tanggal 16 Februari 1671.1977: 159). yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. putera mahkota Sultan Haji. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Setiap saat. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. untuk menunaikan ibadah haji. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. Abdulkahar. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Sementara itu. dapat saja meletus. Peristiwa ini. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. memerlukan waktu 2 tahun. Sejak itulah. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten.

Kesultanan Surasowan Banten. dan kehilangan kebebasannya. Sementara itu. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Saran van Goens dan Speeltnan. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. Sikapnya yang sangat hati-hati. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Dalam kejadian ini. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. Kekhawatirannya. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. Bantuan senjata dan perbekalan. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. 800 dan 300 orang Makasar. dalam . tidak pernah mulus.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. di antara kedua belah pihak. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten.Hal yang meredakan ketegangan. bila salah satu pihak diancam Kompeni. kehilangan sekutunya di kawasan timur. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. Koloni petani Mataram di Karawang. Terbukti. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa. membuat ia mengambil sikap netral. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. Kedua belah pihak saling membiarkan. Karena persaingan itulah. Dalam perjanjian Bongaya (1667). Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. banyak yang menyingkir. Sisa-sisa laskar Makasar. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. hubungan Banten dengan Mataram. berturut-turut telah datang ke Banten. Oleh sebab peristiwa itu. cenderung mengarah kepada permusuhan. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. Masing-masing. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. ibu dan isteri-isteri mereka. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. tidak mungkin dipenuhi. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. juga puteri Mataram. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. Akibat peristiwa itulah. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. Mereka bersama ayahnya. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. kedua orang kakaknya. karena alasan politik. yang telah lama retak. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. sebagai Sultan Sepuh. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. Selain itu. Mereka hanya menjanjikan. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. dapat dipererat kembali. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. dengan keraton Mataram. Menggunakan kapal perang Banten pula. Panembahan Girilaya. akan mengambil sikap netral. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. dalam peristiwa itu. Ibunda Amangkurat I. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. Oleh sebab itulah. Menggunakan kapal itu pula. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sebagaimana telah dikemukakan. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Kesultanan Surasowan Banten.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. Hanya saja.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai tebusan biaya perang. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. Selanjutnya. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Selain itu. Speelinan pun mengusulkan. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. Sebagai penggantinya. tidak meneruskan gerakannya. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. menyeberangi Selat Madura. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Maetsuycker yang semula bersikap netral. sama-sama penganut garis keras. tidak menerima usul tersebut. pada bulan Oktober 1677. langsung menyerbu ibukota Mataram. Speelman kembali ke Japara. Pada tanggal 2 Juli 1677. dengan tujuan mendapatkan wilayah. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Karena peristiwa itulah. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. Akan tetapi. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. putera mahkota Mataram. melainkan oleh Kompeni Belanda. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. termasuk mahkota Majapahit.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. namun ditolak oleh Trunojoyo. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. setelah Trunojoyo tertawan. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. la berkirim pesan kepada Speelman. ia beserta mahkota Majapahit. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. Selanjutnya. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena menganggap sebagai konflik intern keraton. Akan tetapi. yang selalu hati-hati. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Pusaka-pusaka Mataram. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. dan menyerang Arosbaya di Madura. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. Akan tetapi. Akibat serbuan Trunojoyo. Berdasarkan pertemuan itulah. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. segera dilumpuhkan.

Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyingkirkan para kepala daerah setempat. peluru dan mesiu. Bupati Sumedang. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. senapan. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Parakanmuncung dan Bandung. Situasi baru ini. karena Rangga Gempol III. Akhir tahun 1678. Sebagai langkah awal. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. pada tahun 1680. Selanjutnya. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur.F. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. sehingga memperoleh bantuan meriam. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . di bawah pimpinan Wiratanu. pada bulan September tahun 1678. Rangga Gempol menggempur Sukapura. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. Hubungan dagang Sumedang . sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. melalui Kapten Hartsinck. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. yang merupakan wilayah bawahan Banten. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. sebagal pembayar hutang biaya perang. dengan mengerahkan 300 orang Talaga.Kompeni.

mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. Tetapi yang paling membahayakan negara. la labil dalam sikap. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. di daerah Indramayu. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. Caeff. adalah menantu Bupati Bandung. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. tanpa kajian yang mendalam. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. serta orang-orang Belanda lainnya. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. la senang meniru perilaku orang Belanda. Kabupaten Cianjur. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Sultan Haji. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. Secara politis. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten.Cakrayuda. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Sementara itu. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. Akan tetapi. Rangga Gempol kembali berkuasa. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. Sebab. yang berkedudukan di Pamanukan. Potensinya masih kecil. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. Pendudukan Banten atas Sumedang. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. Akhirnya. mudah terpengaruh bujukan orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Sultan Ageng Tirtayasa. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda.

Sikap licin seorang pedagang ulung. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. tanpa persiapan yang benar-benar matang. Rijcklof Volckertsz van Goens. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Akan tetapi di darat. karena gangguan gerilya Banten. la tidak berani. lengkap dengan keadaan politik. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. Belanda kelahiran Rotterdam itu. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. ia orang Kompeni Tulen. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. Untuk kepentingan Kompeni. ia berani mempertaruhkan nyawanya. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. la cerdas dan cerdik. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. Banten. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. namun lincah dan tak senang diam. pasukan Banten masih terlalu tangguh. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. Watak dan keuletan Speehnan. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. dalam pertempuran di laut. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. terpaksa menahan diri. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . semakin meruncing. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. la sangat memahami. tetap rawan. Oleh karena itu. menjadi penguasa wilayah". perunding dan panglima perang. Speelman mematangkan situasi. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. karena ia meninggal pada bulan November 1681. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. Akhirnya. terbawa mati. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. ia menyusun catatan pertempuran. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada saat-saat perang sedang berlangsung. telah akrab dengan iklim tropic. tubuhnya kekar. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. Dalam sehari. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Speelman mengetahui. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. Dari "tiga serangkai Kompeni". untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten.

dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. pada tanggal 16 Maret 1682. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. padahal di benteng "Batavia". yang ditempati oleh Sultan Haji. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Selanjutnya. melainkan sebagai "penolong". disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. Padahal. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menempati Istana Surasowan. agar lebih berani mengadapi ayahnya. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. di bawah komando Saint Martin. pada malam 26 Februari 1682. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". pada tanggal 8 Januari 1681.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ialah menghasut Sultan Haji. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. di bawah komando Kapten Tack. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. Sultan Haji menawarkan perdamaian. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. sebagai perunding ulung. Akan tetapi. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. dan Saint Martin. Speelman mengutus Jacob van Dijck. Kapten Tack. Dengan dalih. berjalan mulus. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. Van Happel. Sloot. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Sehingga. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai".Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Sementara itu. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Sistem politik adu domba. tiba di Pelabuhan Banten. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680.

Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. berhasil merebut Pontang. Hingga bulan Agustus 1682. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. Pada awal Maret 1683. oleh Sultan Haji. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. di sebelah selatan Tirtayasa. Di Tanara. Saat itu. dengan perhitungan yang matang. armada darat dan laut Kompeni Belanda. sehingga terjadi stagnasi. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Sementara yang lain menunggu di Sajira. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Akhirnya. yang berisi bujukan dan permohonan. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada bulan November 1682. Akan tetapi. disambut baik dengan penuh rasa hormat. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. Di tempat itulah. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Beberapa hari kemudian. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. meriam tempur Hartsinck. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. mundur menuju Tanara. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Selanjutnya. Dari ibukota Surasowan. memasuki keraton Surasowan. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. Pada bulan Oktober 1682.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. bergerak menuju Tirtayasa. Sedangkan di Tanara. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Pasukan gerilya Banten. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. pasukan darat dan laut Banten. yang berada di Keraton Surasowan. Pasukan gabungan ini. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. mulai menembus keraton Tirtayasa. Pada tanggal 28 Desember 1682. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. bergerak menuju ke Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Akan tetapi. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Pada saat itulah. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . Banten mencapai masa kejayaan. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng.Keraton Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Denmark. Kemungkinan besar. Sultan Ageng Tirtayasa. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. mereka merasa senang. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. dan Perancis. la dihormati dan disegani oleh lawannya. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Seperti juga raja Makasar. Menurut pengamatannya. Sultan Haji tidak berdaya. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. ia menyebutkan. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). dalam berbagai sumber. ialah musuh besar Kompeni Belanda. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Bahkan. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. Penangkapan itu. Akan tetapi. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Karena terbukti. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Mungkin saja. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". mencoba memodernkan negaranya. Sehingga. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Sultan Banten. Tanpa ragu-ragu. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten.

Muhammad Ismail.Atas bantuan orang-orang Eropa. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. la pun menuntut hak. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. dari manapun asalnya. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. penerbit Saudara. terdapat kesimpang-siuran. Benggala dan Persia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. putera mahkota (Sultan Haji). sebelum kedatangan orang Portugis. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. dari sumber-sumber yang ada. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. pada tahun 1677. Sultan Haji mengira. Sultan Ageng Tirtayasa. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . melakukan pelayaran ke Philipina. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Oleh sebab itu. Serang. Satu tahun lamanya. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Cina dan Arab. Kesadaran politik inilah. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). Dalam tahap permulaan. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. berakhir pada tahun 1683. berada pada titik puncaknya. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. Para pedangan India. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. Macao. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Hal itu justeru tetjadi. bukan sebagai "bangsawan niaga". akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Padahal. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. Mungkin penunjukkan tahun 1672. Disertai salah satu kapal milik Banten. Orang berkata. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. melonjak naik. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa.

termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. Ekadjati (Ketua). diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. Setelah dilakukan penelusuran.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. dibentuk tim. untuk meneliti. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. psikologis. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. tanggal 8 April 1985. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. putera Pangeran Sake. Salah satunya. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Drs. 4. Pada tahun 1985. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. Adik Sultan Haji. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air).CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa.M. yaitu Tubagus Mustafa. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. Tim inti itu. artistik. tingkat volume lama perjuangan. Skep/182/N/1985. Saleh Danasasmita (Anggota). luas wilayah perjuangan. yaitu Pangeran Sake. Dr. terdiri dari: Prof. politis. Saini K. 2. G. Edi S. berdasarkan. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. dan lain-lain. 3. edukatif. penelitian. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. (Anggota). Sprin. No. No. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. 5. jumlah korban pada pihak musuh. dan dukungan rakyat. kesulitan yang dialami. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. Drs.

*** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). 8. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Dari hasil seleksi pada waktu itu. 4. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Kini diorama dan patungnya. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). Ketiga tokoh tersebut. 5.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain: 1. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). Perlawanan rakyat Banten. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. gagah berani. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. terukir oleh tinta emas sejarah. Bagus Rangin. la raja yang bijaksana. 7.T. 2. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. 2. Raden Alit Prawatasari. Perlawanan Bupati Sumedang R.A. 3. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. dan 3. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). Sri Baduga Maharaja. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi).1. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. 6. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). Sultan Ageng Tirtayasa.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. kendi itu dihilangkan. yang menggambarkan Brahma. Arca itu. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten.1996:101).BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI .MELACAK RAJATAPURA I. sekalipun orang Cina berkeberatan. meniru bentuk janggut patung Agastya. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. Beberapa bulan kemudian arca itu. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. semuanya dikirim ke Batavia. Durga dan Ganesha. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. diangkut ke museum pula. Beberapa puluh tahun kemudian. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. Agastya. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. Pada wayang Kumbayana. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. kecuali satu. Brumund dan Van Hoevell. pada paro pertama abad ke-19. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati.1984: 29). Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. Siwa. ternyata sebuah yoni. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. dua pakar yang terkenal. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap.

kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. 1996. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. Pemujaan terhadap Agastya. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. dalam Guillot. kemudian dibahas oleh Yogaswara. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau).Boleh jadi. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. Sayangnya. Halwany Michrob. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). Kedua-duanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1850. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. Pada berbagai singkapan. tuffa. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. luasnya sekitar 17. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). Bila dikaji lebih dalam. 104).1993: 33). gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. mengemukakan pendapatnya. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). Pada materi yang sama. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya.

bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. II. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. Selanjutnya. di Pulau Panaitan. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. dalam Michrob. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). mengisyaratkan. Ketika bapaknya datang kepadanya.daerah ujung selatan Surnatera. (1996).1993: 33). sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. 1978: 38).1894 dalam Guillot. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. dikatakannya kepadanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah.1983: 33). Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik.1996: 106). 1984: 3334). seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. Dengan demikian. Dalam pada itu. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya.

Menurut cerita rakyat Cilentung. Kekeramatan batu tersebut. Batu Kiara Jingkar. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Patut disayangkan. Untuk membuktikan kebenarannya.100). ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. Menurut cerita rakyat. tidak pernah kering. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Air Terjun Curug Putri. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Batu Sanghiyang Kotok. Uniknya. konon milik Maulana Hasanuddin. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Di lokasi tersebut. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. menurut cerita rakyat. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. pipih. Batu Cangkrung. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. ada semacam "gambar" ayam jantan. yang berserak di bawah cucuran air terjun. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). yang dibentuk serupa "makam". di sekitar puncak Gunung Pulasari.19y6. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Ayam jantan tersebut. Batu Kiara Jingkar. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". tebal 10 centimeter. Pada hemat kami. air terjun Curug Putri. Batu Kiara Sarebu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Batu Cangkrung. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. Menurut cerita rakyat. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. menurut cerita rakyat.dicari". 170 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. pada ketinggian antara 1. Di lokasi puncak Roncang Omas.346 meter di atas permukaan laut. lengan-lengan dan kelamin lelaki. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. nampak gosong. yang ditinggallkan wisatawan lokal. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. banyak sampah-sampah berserakan. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal itu. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. Makam yang pertama. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. ketika diukur menggunaltan kompas. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Di lokasi puncak Rincik Manik. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Mungkin. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Di lokasi puncak Rincik Manik. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. Di lokasi itu. tetapi hampir tidak menonjol. membujur arah utara-selatan. Uniknya. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. Selain tempat-tempat keramat biasa. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Di bagian lain.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". Makam yang satunya lagi. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. 1996). kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala.300 meter hingga 1. kelihatan pula. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. membujur arah timur-barat.

Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. Jawa Barat. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. dan belum dikerjakan (Sukendar. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot.1985: 92). dikemukakan antara lain sebagai berikut: . Mungkin Guillot kecewa.. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. menerangkan makna dan fungsi menhir. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang.. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Di daerah Lampung. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. Haris Sukendar. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). "primitif" dan "kampungan". Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". 1981/1982: 247).1996:100). mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur).

rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa..wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang.1984: 42). Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. yang menjadi tujuan terakhir. banyak sekali. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. Mereka memohon kepada nenek-moyang. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu.. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. dengan mengucapkan mantra.

Cicaringin dan Cibangangah. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Batu Pahoman. Sanghyang Healeut. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. debu. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Terhanyutnya pasir. 7. 2. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Desa Pasirpeuteuy. keadaan pantai barat Pandeglang. Lokasi di Desa Gunungcupu. Batu Cihanjuran. 9. Lokasi di Desa Sukasari. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . lokasi di mata air Cihanjuran. Kecamatan Saketi. kerikil dari letusan gunung. Dihitung secara geologis. Makam Gunung Cupu. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. 3. Jumlah 3 buah menhir. Desa Cikoneng. 8. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Gunung Pulasari. Sanghiyang Arca. Kecamatan Cimanuk. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Cilabuan. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Batu Lingga. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. juga Gunung Aseupan. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. 5. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Batulingga. Lokasi di Desa Banjarnegara. Desa Sanghyangdengdek. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat".1984: 42). Kecamatan Mandalawangi. pada masa 2000 tahun yang silam. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek.nenek-moyang. Posisi di puncak Gunung Pulasari. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Lokasi di Kampung Pahoman. Sanghiyang Dengdek. Batu Goong. 6. Kecamatan Banjar. Kecamatan Saketi. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. antara lain berupa menhir: 1. Berdasarkan kajian geografi sejarah. 4. Gunung Karang. oleh arus deras sungai Cibama. Batu Rincik Manik. Kecamatan Menes. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Cadasari.

Djajadiningrat. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Kecamatan Cimanuk. Batu Pangsalatan. 2.A.III. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. 9. Batu Kuda I. 11. Kecamatan Cimanuk. 7. Batu Notod. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Batu Kasur. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Tongtrong. Kecamatan Menes. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Kecamatan Cimanuk. 12. Desa Palanyar. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Kecamatan Saketi. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di kawasan Popinsi Banten. di antaranya: 1. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Kampung Sampalan. Batu Sanghiyang Kotok. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Batu Pangasaman.1929: 47). 1786. Lokasi di Desa Parigi. dalam laporan resminya (1908 no. Lokasi di Kampung Nembol. Batu Tumbung. Batu Qur'an. Lokasi di Kampung Baturanjang. Batu Cangkrung. Bupati Serang tahun 1908. Lokasi di Desa Sukasari. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Lokasi di Desa Palanyar. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Batu Ranjang. 3. Lokasi di Desa Parigi. Desa Palanyar. Kecamatan Saketi. Kecamatan Saketi. 4. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Lokasi di Kampung Cibulakan. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. 10. 5. van Tricht. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Kecamatan Cimanuk. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. 2. 6. Lokasi di Kampung Cidaresi.A. Kecamatan Mandalawangi. 3. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Desa Parigi. Kecamatan Saketi. Batu Kolam Citaman. Batu Saketeng. Batu Keris dan Bata Teko. 8. Batu Kuda II. antara lain: 1. Lokasi di Desa Saketi. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi.

1984: 43). Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. akrab. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. Keterangan peninggalan tersebut. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. Namun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. Bagi mereka. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis.

dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. Kemungkinan-kemungkinan itulah. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. "ratu bakti di dewata. 1984:41). mengemukakan pendapatnya. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Iswara. Sang Pencipta Roh. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan.1993: 5-6).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. Tidak menutup kemungkinan. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. kemungkinan besar pernah tersingkir. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . Wisnu. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. kemungkinan ada unsur kesengajaan. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. dewata tunduk kepada hiyang). Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". niskala = gaib).

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Anutan mereka sekalian Waisnawa. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera... bertani dan sebagainya. Karena sekalian warga masyarakat. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena kekunoannya itulah. di antaranya berburu di hutan pegunungan. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengusahakan pelayanan. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Kekunoan arca-arca tersebut. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari".. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. Ada yang memuja Hyang Ganayana.. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Ada yang memuja Hyang Siwa. juga Hyang Wisnudewa. . Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta.. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. Golongan ini banyak pengikutnya. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. berdagang. dipelihara dan sangatlah baik karenanya.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/.. Sang Raja membuat candi.

sehingga hilang keunikan tempat asalnya. berada tepat di pantai. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot.1984). karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan).mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". Sedangkan Palembang sekarang.1984:13). pada bagian lain. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). dan bahkan nama kerajaan itu. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. Kota Palembang di Sumatera Selatan. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. di bagian Pulau Jawa yang paling barat.1996:103). Akan tetapi. Oleh karena itu. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Saleh Danasasmita. memberikan kepastian lokasi. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . Banten sebelum masa Pajajaran. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. ia menulis tentang arca Ganesha. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. telah ditemukan di daerah Banten. Guillot menjelaskan. hingga mencapai 8-9 kilometer. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. posisinya jauh dari garis pantai. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). antara abad ke-7 hingga abad ke-11. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta.1996:108). beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. untuk sementara belum dapat dipastikan. Kutipan tersebut sangat berharga. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia.

bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. Setelah dicoba dikaji-bandingkan.. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. Begitu pula hal yang sama. juru pelihara Burhan. berada di tengah-tengah. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. halaman 154. posisi kota kecamatan Mandalawangi. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. terindikasi adanya beberapa ketepatan.. parwa I sarga 1. Secara kebetulan. berada di pesisir barat Pandeglang. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. lebar 18 cm. sangat strategis. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. ditinjau dari segi pertahanan keamanan.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. Kemudian.5 cm). terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. Di salah sate permukaan batu itu. Burhan menyebutnya "Batu Peta". yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). saat ini (18 Maret 2001). tinggi 9. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). Kemungkinan tersebut.1980:13). Oleh karena itulah. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). (terletak) di tepi laut. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. Barmawijaya (akhli geologi). Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". terungkap sebagai . dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. didukung oleh pendapat Dedi M.. Kemungkinan besar.

posisi Mandalawangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 184 | S e j a r a h K e r a j a a n .benteng alam: Gunung Pulasari. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. Oleh karena itu. diduga kuat. Gunung Aseupan dan Gunung Karang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful