SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

aksara: Cacarakan. sebagian dari Serang (Yusuf. tulisan umumnya masih terbaca. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). halaman yang ditulis: 213 halaman. Walaupun demikian. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. Bahasa: Jawa Cirebon. Ukuran. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. sudah berusia lebih dari 100 tahun.1999:187). tulisan: 32 x 22 cm.5 x 27. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. 1 halaman kosong. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron.5 x 27. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). bentuk: Prosa. yaitu: 1. 2. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. tebal: 214 halaman. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. halaman: 35. tinta hitam. sampul: 35. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman.5 cm.4. Edi S. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). bahan naskah: Dluwang. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . yaitu halaman awal dan akhir. gaya Cirebon.5 cm. dapat diketahui. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta.

Pustaka Carita Parahiyangan. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. penyusun. seperti misalnya sejarah. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. 4. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. terdiri dari tiga bagian. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. pencarian sumber dan bahan. dari daerah lain. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. Menurut Pangeran Wangsakerta. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. hukum. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. dan kesehatan. dan Sundakuna. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Pustaka Nagara Kretabhumi.3. dibawa kembali ke negaranya. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. sumber. Purwaka 2. Kolofon Bagian purwaka. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. pembentukan panitia. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur.1985: 537). parwa dan sarga. yaitu: 1. Selain itu. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). pengundangan nara sumber. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Di antara mereka itu. kepada Sultan Cirebon. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. Balikuna. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). tujuan penyusunan. alasan penyusunan. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. nama naskah. Melayukuna. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta.

Panitia Pelaksana. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Bagian kedua. 2. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. bahwa dalam tahun 1677 M. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .masalah yang muncul dalam sawala. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. d. 4. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. kadang-kadang amat ringkas. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. III. adalah sebagai berikut: a. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). Penasehat: 1. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. 3. 1. Pelaksanaannya.1985: 530-557). 4. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. Musyawarah tersebut diadakan. 5. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Jaksa Pepitu Cirebon.

Perelak. Kediri. Losari. Pendengar (pangreungeu). Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Benggala. Tumasik. Taliwang. Tanjung Kutai. Ambon. b. Barus. Wirasaba. Lwah Gajah. Minangkabau. Tuban. Banggawi. Kuningan. Anggadipraja: duta keliling. Pasuruan. Banten dan Palembang. Makasar. undangan dan juru bahasa 6. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Bangka. Bagelan. Sangga IV: Sumedang. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Seran. Lamongan. Geresik. Balambangan. yaitu: Sangga I: Surabaya. f. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Dermayu. setelah disepakati bersama. India. Mojoagung. Jepara. Tanjung Nagara. Bali. Tanjungpura Karawang. Sedayu. Para Peserta. Galuh. Bantayan. Semarang. e. Luragung. Cina. Sukapura. Parakan Muncang. Kertabumi. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Talaga. Rajagaluh. c. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Tembayat. Namun di antaranya. Galunggung. Ukur. Sangga V: Jambi. Tegal. Kudus. Campa. Lamuri. dibuat risalah resmi. Pasai. Cangkuang. Panarukan. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Brebes. Maluku. Lasem. Imbanagara. f. Galiyao. Nayapati. Cirebon. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. dan Trengganu. Giri dan Sendang Duwur. Tanjung Puri. Madura. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Rancamaya. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Gurun. Demak. Sindangkasih. Sangga II: Mataram. Arab. Malaka. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Berunai. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. d. Kuta Lingga.5. Sri Langka.

Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. keturunan raja-rajanya. meletusnya suatu pemberontakan. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. dalam upaya menyusun naskah sejarah. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. tahun pemerintahan raja-rajanya. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . istri raja. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. IV.g. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Madura dan Banten. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan.

maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Tetapi mereka memberikan catatan. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Walaupun demikian. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Karena itu aku menempuh jalan tengah. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. tidak lagi dibuat-buat. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Lebih. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. lebih-lebih dengan para sesepuh.

sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. dan Panembahan Anom. Tanggal tersebut. Penulisan naskah menjadi pustaka. musyawarah itu telah berlangsung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. Bila demikian halnya. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. sebagai para penguasa Cirebon. memang baru dilakukan kemudian. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. agamanya. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. Dapat diketahui. Karena itu. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. oleh Jaksa Pepitu. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi.beserta kerajaannya. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . Patut disayangkan. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. Dalam jilid yang lain. Kemudian. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. Dilihat dari gaya tulisannya. baik secara khusus maupun sambil lalu. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang.

dari orang yang sangat mereka hormati. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. Pangeran Abulfath Abdulfatah. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Alasan kedua ialah. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 3. karena para penyusun memperoleh tugas. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. Dalam kenyataannya. adalah keterangan Wangsakerta. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. dan Panembahan Kacirebonan). yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. ialah karena melihat kenyataan. walaupun tidak dijelaskan. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. Permasalahannya. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Alasan pertama. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. sehingga Karta ibukota Mataram. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Setelah itu. yaitu: 1. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n .terjadi penyerbuan Trunojoyo. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Tahun 1676. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. ada dua hal yang menarik. 2. Dengan demikian. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. Sultan Kanoman. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis.

dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. Sedangkan beberapa hal lainnya. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. Banjarmasin dun Nusa Bali. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Bila hal itu tidak mungkin. Secara runtut berlangsung. Jawa Timur. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. dengan cara mengkompromikannya. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Disana. dapat dikatagorikan logis. Sriwijaya. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. dalam beberapa hal. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. Bahkan. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). pada salah sebuah nisan. dekat Bukit Gempol tahun 1528. Samudera Pasai. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. Dalam ambahan sumber. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Dari naskah-naskah yang terkumpul. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. Dalam hal yang demikian. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jawa Tengah. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. Tatar Sunda. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak.

Di bagian bawah naskah sebelah kiri. Catatan Harian Kompeni. Sebagai Sejarawan Abad XVII. tanpa nilai khusus. de Haan dalam buku Priangan II (1912). dicantumkan dengan tegas. Tulisan tersebut berupa makalah. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. bahwa berita tersebut "tidak benar". Dr. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. Menurut Saleh Danasasmita. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. Karena kesal. tersimpan sebuah dokumen. van der Meer dan Jan Mulder. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. dalam pertengahan kedua abad ke-17. Dalam naskah tersebut.V. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. ternyata benar-benar ada. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). pada tanggal 9-11 Maret 1986. nyaris tidak dikenal oleh umum. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). sama sekali bukan. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. De Haan (1912. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. De Haan mengumpat Caeff. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. F. Pada urutan ketiga. Di gedung Arsip Nasional. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. Sedangkan Dipati Topati. tokoh Pangeran Wangsakerta. Dalam sumber Kompeni lainnya. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Setelah Panembahan Ratu wafat. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Panembahan Girilaya berputra tiga. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. termasuk kedudukannya di Cirebon. masih sangat kabur. Anggadiprana. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. senantiasa ingin merebut Cirebon. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Nayapati. pada tahun 1599 Saka (1677 M). Dari perkawinan tersebut. Anggaraksa. Sunan Tegalwangi. adiknya. Dari puteri Mataram. Tapi raja Matararn. Singanagara. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Purbanagara. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Anggadireksa. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Empat tahun kemudian.

15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Setelah itu putranya. adiknya. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Sementara itu raja Mataram. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Mataram dan Belanda. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Setelah wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. yaitu aku sendiri. Pangeran Dipati Anom.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya.

Lalu Sultan Banten mewisuda kami. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Akhirnya Panembahan Sepuh. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Kutipan di atas. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain.

Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . PURWAYUGA Sedemikian jauh. (Wangsakerta. SALAKANAGARA I. antara lain sebagai berikut: . Akan tetapi. bisa saja terjadi di Tatar Sunda.. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. Sebelum kemungkinan itu terbukti. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah.BAGIAN : 2..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang.

kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Ada pula yang seperti raksasa. terutama di Pulau Jawa. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. di lereng gunung dan tepi sungai. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Berjuta juta tahun kemudian. antara 750.000 sampai 300.menjadi dingin. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. belum ada mahluk hidup. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Di antaranya ada yang menyerupai kera. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. Kulitnya berwarna gelap. Namun demikian. Di daerah lain di Pulau Jawa. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. manusia hewan. Mereka adalah manusia purba.000 tahun sampai 600. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung.000. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). hutan Sumatera. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hanya menggunakan tangan. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. Kira-kira 1. tanpa busana. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. dan hutan Kalimantan (Bakulapura).000 tahun yang silam di Nusantara. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . hutan Makasar.000 tahun yang silam. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Beberapa juta tahun kemudian. Kemudian. Mereka mirip kera. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. besar dan tinggi sosok tubuhnya. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Akan tetapi. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. Ada yang tinggal di atas pohon. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa.

pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. diburu. mahluk jenis inipun akhimya punah. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. musuh. Kira-kira 250. antara 500. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah.000 tahun yang silam.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara.000 tahun yang silam. Sementara itu. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). tidak banyak berbulu. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Mereka hidup antara 50. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. Ke dalam zaman tersebut. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. jumlahnya tidak banyak. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. ataupun binatang. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. Mereka tidak cerdas.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. Selanjutnya. Seterusnya.000 tahun yang silam. antara 300.000 sampai 20. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). berwarna kuit agak gelap.000 sampai 300. saling bunuh di antara sesamanya.000 sampai 25. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Sumatera. dan Pulau Jawa.000 tahun yang silam. tetapi buatannya tidak bagus. Akan tetapi bertubuh lebih kecil.000 tahun yang silam. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Sumatera. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya.000 sampai 50.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

darah. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. Mereka berburu hewan. melindungi adat. Anak. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan.Akibatnya. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. masing-masing membuat rumah. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lalu menetap di sana. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. tumbuhan. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. sungai. matahari. mengharapkan berumur panjang. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . menguasai berbagai ilmu mantera. Rumah mereka itu berderet. pohon besar. Lama kelamaan. Makanan sehari-harinya adalah daging. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. Untuk sementara. mengharap terlepas dari penderitaan. bulan dan bintang. Karena itulah. mereka menderita kekurangan makanan. selalu bertapa. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). batu. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. umbi-umbian. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. memberi berkah. daundaunan. gunung. Setibanya di sini. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. dan rempah-rempah. dan daging hasil buruan. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. mengalahkan musuhnya. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. ikan. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. kayu. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. Singkatnya. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. arwah leluhur. tunas. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. melaksanakan sembah-hiyang. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. tunas. buah-buahan. dan keluarga. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. cucu. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. hampir sama seperti di negeri asal mereka.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta membuat aneka obat-obatan. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. segera dikalahkan. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. Sebaliknya. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). membuat api dengan batu api dan besi. dan perahu dengan baik. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. Akan tetapi. tentang tanah. Di samping itu. tentang ucapan. merasa terhina dan sangat takut. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. kesengsaraan. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. tentang hewan. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. tiba kira-kira tahun 1. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). lalu ilmu tentang rempah-rempah. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. Kaum pribumi. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. Kaum pribumi itu selalu kalah. sedangkan batu-batuan dan tulang. tentang gunung. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. Zaman ini. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. Terjadilah pengungsian besar-besaran. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. akan ditangkap dan dibunuh. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna).lukisan menurut kehendak masing-masing. dan ilmu memanah (dhanurweda). permata. hari. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . musim hujan. dan kenistaan bagi orang pribumi. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. musim kemarau. manik. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. tumbuhan. pendatang baru makin lama makin banyak. perak. makanan. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. hutan dan gunung. Kaum pendatang kelompok ini. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. telah mengenal emas. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. ilmu tentang hutan. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. serta membuat wayang dari kulit diukir.600 sebelum tarikh Saka. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. ukuran. gempa bumi.

berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. putera Datuk Pawang Marga namanya. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. Ki Bagang. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. Oleh karena itu. Sang Aki Bajulpakel. berdiaiu di wilayah Langkasuka. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sedarrgkan Yunnan sendiri. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . Datuk Pawang Marga. Datuk Banda putera Nesan namanya. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. Ki Pawang Sawer. Yu-wan dalam bahasa Cina.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. USA). Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. menurut para akhli. putera Ki Srengga namanya. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. kota Yu-wan. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. putera Ki Pawang Sawer namanya. Selanjutnya Aki Dungkul. dalam naskah tersebut dikemukakan. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. putera Datuk Waling namanva. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. di wilayah Propinsi Yunnan. Selanjutnya. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. 1980.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya.

Mengembara di hutan dan gunung-gunung. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. India dan Burma (Myanmar). berbagai tumbuh-tumbuhan. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. Kenyataannya. dibuat dari kulit yang diukir. orang yang datang baru bertambah banyak. berbagai perkakas dari besi. Mereka telah mampu membuat rumah besar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pengetahuan tentang hari. IV.arah barat di wilayah Kashmir. Selanjumya. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. yang dijadikan makanan sehari-hari. di puncak Himalaya pada saat musim semi. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. pengetahuan tentang laut. akibat pencairan es. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. berkeliaran tanpa tujuan. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. juga pengetahuan tentang tanah. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. gempa bumi. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. manik. Biarpun sering melawan. membuat perlengkapan perang dari besi. Wayang. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. perilaku mengenai alat penukar. menimbulkan gempa tektonik. pengetahuan tentang memanah. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. tentang makanan yang lezat. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adanya benturan dua lempeng tersebut. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. ialah membuat senjata dari besi. Mereka menanam padi. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. kristal. segalanya terbelakang. juga membuat berbagai obat-obatan. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus.000 depa). pengetahuan tentang berbagai binatang. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. dan pengetahuan tentang tutur kata. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. gunung. juga emas. kendaraan. Karena orang pendatang baru. perak. Penyebabnya. (musim) penghujan dan kemarau. karena bodoh. begitu pula membuat perahu bagus. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). yang tiba di Pulau Jawa. Dengan demikian. Dukuh besar ada di tepi laut. Permulaan pertama tahun Saka. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Dua wangsa inilah. Tetapi. Di antaranya ada yang bermusuhan. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. yang sangat banyak berdatangan di sini. Di antara mereka. negeri Cina dan sebagainya. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. yang menjadi pribumi tiap dusun. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. di pulau-pulau Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dukuh itu ada yang besar. Di sini. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. ada yang kecil. Terutama para pendatang. negeri Gaudi. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. Mereka senantiasa datang di sini. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). atau tidak jauh dari muara sungai. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). telah banyak golongan warga masyarakat. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. negeri Singhala.

Agrabhintapura. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). China.daerah sepanjang pantainya. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. sedangkan isterinya. lalu beranak pinak. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Yawana. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. dengan nama nobat. dan pesisir Sumatera bagian selatan. diperisteri oleh Sang Dewawarman. Demikian pula para pengikut Dewawarman. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. Tatkala Aki Tirem sakit. Dewawarman ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syangka. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. masuk pula dalam wilayahnya. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan adiknya yang lain. Oleh karena itu. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Bumi Sopala. daerah. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Oleh karena itu. Kota besar lainnya lagi. Selanjutnya. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. dan Abasid (Mesopotamia). Beberapa tahun sebelumnya. serta barang barang lainnya. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Dewawarman dan pasukannya. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Nusa Api (Krakatau). Setelah Aki Tirem wafat. Dewi Dwanu Rahayu. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. puteri Sang Aki Luhur Mulya. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. sebelum meninggal. Daerah kekuasaan Salakanagara. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. tidak ingin kembali ke negerinya. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. adik Dewawarman.namanya terkenal.

308 Masehi). la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya.252 Masehi). seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. Yang kelima. Kelak. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. sang rani. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Yang kedua. Pada masa pemerintahannya. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Anak yang tertua. terjadi serangan bajak laut dari negeri China. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Dari perkawinannya dengan puteri India. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). laki-laki bemama Gopala Jayengrana. Yang keempat. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V.238 Masehi). PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . laki-laki. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi.VI.

Krodamaruta tidak lama berkuasa. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Dari puteri ini dengan Atwangga. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. karena ia tewas tertimpa batu besar. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Pada tahun 270 Saka. ketika sedang berburu di hutan. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Akhli waris tahta yang sah. Kemudian. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. puteri sulung Dewawatman VII. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. Akibat peristiwa itu. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Sphatikarnawa Warmandewi. bersenjata lengkap. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Setelah pernikaharmya. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Akan tetapi. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. puteri sulung Dewawarman VII. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. adalah Sphafikarnawa Warmandewi.

Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). Semenanjung. Raja Indraprahasta yang pertama. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. ada yang memuja Wisnu. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. Java-eiland. Ada yang memuja Siwa. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. Dewawarman VIII. Di antara penduduk. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. Yang ketiga. Permaisuri yang kedua. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. herkencl. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. namun jumlahnya tidak seberapa. genaarnd Pien. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. Kelak setelah ayahandanya wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tinggal di Yawana dan Semenanjung. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. In den nanm van het land ia Yawadwipa. Yang sulung. C. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. kehidupan penduduk makmur sentosa.I (1987: 31). Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. VII. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. kemudian. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada yang memuja Ganesha. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. sebab puteranya. selama 233 tahun (130-363 Masehi). bernama Candralocana. een gezantschap naar Cina. seorang putera bernama Aswawarman. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. Ekadjati. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. telah dilacak oleh N. Yang kedua. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. dan Jawa Tengah. Dewawamm IX. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Anggota keluarganya yang lain. J.

naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. Memang mungkin sekali. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Untuk lebih dipahami. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal ini katanya tidak mengherankan. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. yang disebut di dalam Hou Han-shu. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". jang mana akan berarti. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). di dalam hal ini. 1950:11). tetapi djuga akan menerangkan. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. jang bukan sadja berarti. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym.

pulau Jawa. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". Pendapat D. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi.1988:1718). dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. "Sabadeibai Tiga". G.G. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai.E. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. dihuni oleh pemakan daging manusia. Hall. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Ferrand. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. tahun 132. D. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. Sartono Kartodirdjo. Javadvipa. mengutip tulisan NJ. (Atja & Ekadjati. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. Hall. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). Menurut dugaan Sarjana Perancis G. Di dalam berita itu disebutkan. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. E. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai.. Buku VII dari Geographianya. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n .1987:32). antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. "Chryse Chersonesus". secara detail berisi tentang Asia Tenggara. mengemukakan hal yang sama. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. 1958 dalam Soewarsa.

Menurut Ayatrohaedi. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang.1977: 6). ujung utara Sumatera. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. Menggunakan sumber yang sama. Chryse Chora. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. dalam Michrob 1993: 32). dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. yang merupakan hasil utama kawasan itu. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. dengan sendirinya diduga kuat. Hasan Mu'arif Ambary. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus.Dalam buku Geographike. Selat Sunda. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. dan Pien artinya Warman. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. yaitu negeri Perak. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. menyatakan bahwa pada abad ketiga. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. Pulau Panaitan. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Vietnam. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). Tiao artinya Dewa. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). semenanjung emas. memberitakan. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). yaitu emas dan perak. la.

Bahkan. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. Temuan selanjutnya. terjemahan Effendi. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. terdapat di Jawa Barat (Krom.1977: 36). dalam bukunya Geographia Hyphegesis.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. dan kembali ke Venesia. dan nyatanya. Prasasti ini. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. Cina. pernah melakukan penggalian di Palembang. Hasan Mu'arif Ambary. dan Persia. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). 1996:15). tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat.1993: 37). Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. Berdasarkan temuan tersebut di atas. Barus. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. sudah ada jalur bisnis di Asia. India. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. mengemukakan pendapatnya. yang berarti perak. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. adalah "terjemahan" dari Merak. yang diperkirakan berasal dari abad V. Pandeglang. Lebak Munjul. Sartono Kartodirdjo. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . Teluk Aden (Yaman). dapat diduga. Rute Ptolemeus adalah Venesia. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. Ayatrohaedi dan Edi S. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Glory and Gospel. Cina.1956:10). Iskandaria.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Kemudian. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. yang diibaratkan Dewa Wisnu. gajah seekor. pakaian. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. Raja-raja bawahan itu. Sang Purnawarman. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengalir sampai di istana kerajaan. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. datang ke ibukota (Sundapura). ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Sang Purnawarrnan. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Pengerjaan. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. yang biasa membawa perahu. Para petani merasa senang hatinya. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). ialah: sapi 400 ekor. Tiap tahun. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. Semua mereka itu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari desa sekitarnya. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. yang ditulis pada batu. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. mendapat hadiah dari raja. dengan iringan suara gamelan yang merdu. Setiap orang. dan makanan lezat. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Tahun 410 Masehi. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. ikut serta berkarya bakti di situ. kuda 20 ekor. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). Sungai yang bagian hilirnya. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. disebut Cisuba. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. pakaian. Demikian pula para pedagang.raja-raja sesamanya (panji segala raja). Prasati itu. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. ditandai lukisan telapak tangan. Dua tahun kemudian.

memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Kemudian. sebuah bendera Tarumaragara. Sang Adyaksa. berjajar memanjang di tepi sungai. kerbau (mahisa) 80 ekor. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. Jadi. lukisan telapak kaki tunggangannya. banyak membuat prasasti batu. pakaian serta makanan lezat. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. Ada pun kali Candrabaga itu. dari desa-desa sekitarnya. Demikian pula di tempat-tempat lain. dengan membawa berbagai perkakas. kepada para Brahmana. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. dan bahan makanan. Sang Purnawarman. pakaian bagi para Brahmana. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Sang Maharaja. Sang Purnawarman. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. Sang Purnawarman. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. Dengan demikian. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Ribuan penduduk. lukisan telapak kakinya. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Sang Purnawarman sedang sakit. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. beserta pengiring lengkap. Sang Maharaja Purnawarman.000 ekor. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. sebuah patung Wisnu. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. Mereka itu. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). Sedangkan para pemuka dari daerah. sambung menyambung tidak terputus. kakek Sang Purnawarman. memperbaiki. Panglima Angkatan Laut. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Setiap orang. Selanjutnya. laki-laki dan perempuan. kuda 10 ekor. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. Di situ. Sang Mahamantri. Para petani menjadi senang hatinya. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. telah diperbaiki. berkarya-bakti siang-malam. Sang Juru. Sang Tanda. membuat prasasti yang ditulis pada batu. beberapa puluh tahun sebelumnya. yang ikut serta dalam pekerjaan ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

memperbaiki. pakaian. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. Selamatan dan hadiah harta. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). Demikian pula halnya Angkatan Laut. Hadiah berupa sapi 800 ekor. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. Sisanya. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. dibunuh dengan berbagai cara. Seorang demi seorang. pasukan Tarumanagara. di tengah laut. sebahagian terbunuh dalam perang. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. Perang pertama dengan kaum perompak ini. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. kerajaan ini tidak seberapa. diperbesar dan diperkuat. Sehingga. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). apabila hendak pergi menyerang musuhnya. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. Sernua itu. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. makanan lezat. ditulis pada prasasti batu. sebanyak 52 orang dapat ditawan. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. mengepung dua buah kapal perompak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari 80 orang perompak. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Kemudian. Karena itu. di antara mereka. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. perompak yang ditawan itu. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. Angkatan Laut Tarumanagara. Dahulu. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. yang merajalela di perairan barat dan utara. selalu memenangkan pertempuran. Karena itulah. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. la pun seorang pemuja Batara Indra. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). bunga teratai. Sang Purnawarman. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. Tetapi. dengan tulisan pada batunya.sanghyang tapak. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. harimau dan sebagainya. terjadi di perairan Ujung Kulon. Pembersihan terhadap kaum perompak ini.

dan penduduk Tarumanagara merasa senang. bercokol di perairan Teluk Lada ini. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. dipinta atau dirampas. Pada bagian ini. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. Kemungkinan besar. perairan Pulau Jawa sebelah utara.Telah lama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . barat dan timur. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. barulah keadaan menjadi aman. 1984: 3-1). Semua barang yang ada di dalamnya. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. yang menjadi panji segala raja. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. Semua kapal diganggu. dikuasai kaum perompak. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan.

bernama Nagawarman. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. Cina. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. la pernah mengunjungi Semenanjung. keluarga itu. mempunyai bendera. yang diberi nama Kuta (Kutai). kemudian diubah namanya. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). raja Tarumanagara pertama. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). berada di situ dan menjadi penguasa. diperistri oleh Sang Aswawarman. Kakak perempuan Sang Aswawarman. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . datang dari India. yang mengungsi ke berbagai negara. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Keluarga itu. Sopala. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. berasal dari Bakulapura. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. menjadi Bakulapura. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Adapun bendera kerajaan Taruma. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Pangkal silsilah mereka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. Puteri Sang Kudungga. Cambay (di India). Beberapa ratus tahun sebelumnya. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Sang Nagawarman.Adik Sang Purnawarman. bernama Cakrawarman. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). bersama keluarga dan pengiringnya. Salah seorang anggota keluarga Sungga. banyak di antara anggota keluarga ini. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Sumatera dan lain-lain. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. negeri Syangka. laki-laki dan perempuan. Karena itulah. Yawana. menjadi Panglima Perang. Sang Kudungga. untuk mempererat persahabatan. dimulai dari Sang Pusyamitra. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. Negeri ini. Bendera Angkatan Lautnya. telah beberapa puluh keturunan. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). Bakulapura. berlukiskan berbagai macam binatang. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru.

kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. tidak seberapa banyak. Setelah Sang Kudungga wafat. menjadi penguasa Bakulapura. Sindang Jero. Purwalingga (Purbalingga). Wanagiri. Sang Purnawarman. Malabar (Bandung). Paladu. Galuh Wetan (Ciamis). penduduk. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Bumi Sagandu. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Sabara. Legon (Cilegon). menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Yang sulung bernama Mulawarman. Cangkuang (Garut). sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Indraprahasta (Cirebon). Dari permaisuri ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Agrabinta (Cianjur). Ia dipusarakan di tepi Citarum. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Permaisuri Sang Purnawarman. Aswawarman berputera tiga orang. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Manukrawa (Cimanuk). adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Cupunagara (Subang). Aswawarman dengan isterinya. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Dalam masa pemerintahannya. Bakulapura. kelak menggantikan ayahnya. sebagai penguasa Bakulapura. Gunung Cupu. Karang Sindulang. bernama Wisnuwarman. Purwanagara. Akan tetapi. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Peraturan Ketentaraan. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Penganut Budha. seorang raja besar di pulau itu. Sang Aswawarman menggantikannya. Sri Jayanasa. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Sagara Kidul. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Kosala (Lebak). Gunung Kubang (Garut). berasal dari: Sumatera. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Siasat Perang. Kelak. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Putera sulungnya. Gunung Manik (Manikprawata). Alengka. Nusa Sabay. masih saudara satu-buyut. Penduduk pribumi. menjadi semakin erat. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Purwakerta (Purwakarta). Gunung Kidul.Jadi. Kecuali di Pulau Sumatera. adalah keturunannya. Ujung Kulon (Pandeglang). sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Sri Maharaja Purnawarman. Silsilah Dinasti Warman.

Pasir Muhara. Digantikan oleh puteranya. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Sang Wisnuwarman. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Sang Indrawarman. Sang Sudawarman. Sang Suryawarman. Jati Ageung. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Linggadewata. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. Wanajati. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Digantikan oleh puteranya. Sang Dewamurti. Indihiyang (Tasikmalaya). Pura Dalem (Karawang). la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Karena tidak punya keturunan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Digantikan oleh puteranya. Setyaraja.(Majalengka). sebagai raja Tarumanagara keenam. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. la. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Kretawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Candrawarman. putera sulungnya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Sagara Pasir. Digantikan oleh puterannya. sebagai raja Tarumanagara kelima. Digantikan oleh puteranya. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. Tanjung Camara (Pandeglang). sebagai raja Tarumanagara ketujuh. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Pakuan Sumurwangi. digantikan oleh adiknya. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). Dua Kalapa. Rangkas (Lebak). Wanadatar.

sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. II. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Sang Nagajaya. mengganti nama Tarumanagara. Digantikan oleh puteranya. memerdekakan diri. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. Oleh sebab itulah. dengan Batas sungai Citarum. dalam sumber Cina yang terakhir. Kerajaan Sunda. Sang Tarusbawa. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. dengan nama nobat. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. menjadi Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Wilayah timur Tarumanagara. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). ke berbagai negara sahabat. Sang Linggawarman. Ujung Kulon. Ketika ia naik tahta. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). seharusnya tampil dalam panggung sejarah. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Dari sejak itulah. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . la digantikan oleh menantunya. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Digantikan oleh puteranya. Peristiwa tersebut berakibat fatal. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. dan Rangkas). Sang Tarusbawa. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. menantu Sang Linggawarman lainnya. Dalam tahun yang sama. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Kosala. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Dengan berbagai akibatnya. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. menjadi Kerajaan Galuh. sebagai penerus tahta Tarumanagara. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara.

yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda.Madura. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. 3. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Sanjaya. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Seharusnya. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. Sebagai penggantinya.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. dalam usia 91 tahun. Setelah keraton selesai dibangun. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). Dalam Prasasti Canggal. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun 654 Saka (732 Masehi). di Kerajaan Sunda. yang terusir oleh Sang Purbasora. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. adalah ayahnya Teja Kancana. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). Sena-Sanaha. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. cucu Sang Tarusbawa. dalam sastra klasik. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh.Suradipati. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. Sebab. Jumlah 5 keraton tersebut. Madura. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. 2. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. Setelah 9 tahun berkuasa. tetapi ia wafat dalam usia muda. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. di Kerajaan Galuh. dan Suradipati. Narayana. Punta. memindahkan ibukota kerajaan. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. sering disebut Panca Persada. Prinsipnya. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah.

selama 8 tahun. pada tahun 852 Masehi. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Sebagai putera laki-laki. pada tahun 795 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. ialah: 1. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. Dari Dewi Kirana. Sedangkan Dewi Sawitri. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). Rakeyan Diwus. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Setelah prabu Gilingwesi wafat. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. ketika ia wafat. Batara Danghiyang Guruwisuda. memperisteri Dewi Saraswati. Sang Banga mempunyai putera. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. Rakeyan Hujungkulon. digantikan oleh menantunya. Dari permaisurinya.Saunggalah (Kuningan). menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. digantikan oleh puteranya. Raja Galuh tersebut. diwariskan kepada Sang Arya Banga. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. Dengan demikian. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. pada tahun 825 Masehi. karena putera Sang Banga tersebut. bernama Rakeyan Medang. Batara Danghiyang Guruwisuda. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. digantikan oleh menantunya. Disebut demikian. Rakeyan Medang. Dewi Sawitri. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. Rakeyan Wuwus. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. kemudian diberi nama Dewi Samatha. dan 2. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang.

Di pihak lain. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. memperoleh dua orang putera. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. oleh Rakeyan Umbur Kancana. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. 3. atas perintah Prabu Jayadrata. Baru empat tahun memerintah. Selanjutnya. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. antara lain: 1. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Jayagiri. Rakeyan Limbur Kancana. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Rakeyan Kamuning Galling. dikerahkan kemudian. yang besar dan lengkap. Serbuan inipun. Rakeyan Jayagiri naik tahta. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. sebelah barat Citarum. sebab pada tahun 916. Rakeyan Jayagiri. di bawah naungan Prabu Jayadrata. Pasukan Kerajaan Sunda.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. dan 2. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. karena dibunuh dan digulingkan. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Akan tetapi. Prabu Wanayasa Jayabuana. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Kerajaan Galuh. Rakeyan Windusakti. yang dibunuh oleh adiknya. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. Rakeyan Jayagiri. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun.

suanii Dewi Ambawati. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. Prabu Dewa Sanghiyang. atas perintah Dewi Ambawati. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. naik tahta pada tahun 930 Masehi. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. dibunuh oleh seseorang. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. dan 2. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. berputera dua orang. Prabu Wulung Gadung. di antaranya: 1. damai kembali. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. beralih ke Rakeyan Watuageng. menantu Prabu Limbur Kancana. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rakeyan Gendang. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). calon pengganti ayahnya. dan 2. ketika wafat. mengangkat keponakannya. kemudian ia naik tahta. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. bergelar Maharaja. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. Tahta Kerajaan Sunda. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda.Di Kerajaan Galuh. di antaranya: 1. Prabu Limbur Kancana. Prabu Brajawisesa wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. Dewi Rukmawati. Sebagai tindakan balas dendam. Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Sunda Sembawa. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Dewi Somya. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Pada tahun 1012 Masehi. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Rakeyan Sunda Sembawa. Dewi Somya.

terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. Akan tetapi. yaitu Dewi Sumbadra. dan menyandang gelar Maharaja. digantikan oleh puteranya. Hadiah nama gelar semacam itu. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. Dewi Puspawati. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. Sang Wikramajaya. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. menjadi Panglima Angkatan Perang. dan 3. Sedangkan Dewi Sumbadra. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. dari tangan saudara seayahnya. dan digunakan sebagai gelar resmi. adalah Sang Darmaraja. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. dua di anataranya ialah: 1. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. sampai tahun 1065 Masehi. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Wirayuda. memerintah di Kerajaan Galuh. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. pemberontakannya dapat ditumpas. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. Darmanagara. ditunjuk Sang Wirakusuma. dan 2. diterima pula oleh Prabu Airlangga.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. dimulal pada tahun 1019 Masehi. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. tiga di antaranya ialah: 1. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. Prabu Langlangbumi. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Prabu Sanghiyang Ageung. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Sri Dharmawangsa Teguh. Bersama-lama. keduanya memerintah. Dewi Citrawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipercayakan kepada adik isterinya. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Ketika mengawali masa pemerintahannya. putera mahkota calon pengganti ayahnya. la berputera beberapa orang. 2. menjadi Mangkubumi kerajaan. berusaha merebut kekuasaan. penggantinya adalah Sri Jayabhupati.

Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. Yuwaraja Menak Luhur. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selama memegang kekuasaan di Galunggung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Dahiyang Guru Darmayasa. timbulnya perpecahan. Senapati Kusumajaya. akibat ulah kawanan perampok. yaitu Dewi Citrawati. tingkat keamanannya menjadi rawan. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. dan Galunggung. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Oleh karena itu. di antara keturunan Sri Jayabhupati. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Senapati Suryanagara. Sebenarnya. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). Sunda. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. dengan cara mengadakan pendekatan. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. penguasa Kerajaan Galunggung. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. Resiguru Sudakarena. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Akan tetapi. Mangkubumi Darmanagara. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Senapati Wirayuda. Selesai membangun ibukota yang baru. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. membentuk angkatan perang. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. kalau tidak segera diatasi.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Kemudian ditempuh jalan damai. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Maharaja Langlangbumi. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Permaisuri Puspawati. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Akan tetapi. Ratu Batari Hiyang. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). yang dihadiri oleh kedua belah pihak. akan jadi duri dalam daging. Kemudian. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. la pun tidak menghendaki. Sang Maharaja Langlangbumi. Galunggung.

Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. la bergelar Maharaja. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Puteri Saungggalah. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. tahun 1175 Masehi. mempunyai seorang puteri. Prabu Menakluhur. tahun 1187 Masehi. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. Prabu Menakluhur. puteranya. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Ratu Galunggung. Sang Cakranagara. cucu Batari Hiyang Janapati. kedudukan pusat pemerintahan. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. memperoleh putera. wafat tahun 1155 Masehi. Sang Darmasiksa. Sebagal penggantinya. Galuh dan Sunda. menggantikan tahta ayahnya. 2. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Ratna Wisesa. dengan ibukotanya di Galunggung. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma.2. yang bergelar Dyah Lembu Tal. yaitu: 1. dua di antaranya: 1. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. dan dijadikan permaisuri. puterinya Mahisa Campaka. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Puteri Darmageng. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. pindah ke Pakuan (Bogor). di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. Dari perkawinannya. maka kedudukan Raja Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memperoleh putera. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. memperisteri Ratna Satya. menjadi Mangkubumi. lahir tahun 1168 Masehi. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. memperoleh putera: Rajapurana. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. beribukota di Saunggalah (Kuningan). 3. dan 2. Kemudian. Darmasiksa.

dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Oleh karena itu. Karena sebelumnya. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. dikaruniai umur panjang. 3.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. disebabkan wafat muda. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Dewi Kiranasari. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). adalah puterinya Prabu Rajapurana. Prabu Linggadewata. dalam usia 44 tahun. Dewi Antini. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Setelah dewasa. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Permaisuri Prabu Citraganda. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. atau Aki Kolot. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. dari Puteri Saunggalah. Prabu Ajiguna Linggawisesa. tidak sempat menjadi Raja. ibukota Kerajaan Sunda beralih. Kemudian digantikan oleh puteranya. Karena. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Rahiyang Jayadarma. Pengganti Prabu Ragasuci. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Pada masa pemerintahannya. berjodoh dengan Dara Puspa. puteranya. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Ragamulya Luhur Prabawa. Pengganti Prabu Citraganda. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. pulang ke Tumapel Jawa Timur. puteranya. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). di antaranya: 1. menjadi raja di Kerajaan Sunda. Suryadewata. Kelak. 2. sampai tahun 1333 Masehi. Rahiyang Saunggalah. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. Sedangkan Prabu Rajapurana. Prabu Citraganda. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). adik iparnya. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Prabu Darmasiksa.

3. ada yang berkuda. 4. sebagai isteri persembahan (upeti).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Bunisora. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. Semua pasukan Majapahit. bahwa sang puteri Citraresmi. meninggal dalam usia 1 tahun. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. hal itu amat bertentangan. Prabu Linggabuana. Sesungguhnya. Putera ketiga laki-laki. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. Tibalah saat yang bahagia. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. Prabu Maharaja Sunda. dan dijadikan permaisuri. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. Akan tetapi. lahir tahun 1348 Masehi. Di antara mereka. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Semua orang mengetahui. lahir tahun 1339 Masehi. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). tidak bersedia menyerahkan puterinya. Bahkan ia. Sesungguhnya. akan diperisteri (resmi).Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. sebelumnya. digantikan oleh puteranya. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . Demikianlah. Putera kedua laki-laki. janji tersebut tidak ditepatinya. Karena itu. puteri mahkota Sunda itu. adalah Sang Patih Mada. selalu menyetujui keinginan Patihnya. didampingi oleh adiknya. ada yang menunggang gajah. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. meluaplah hati Sang Patih Mada. siap untuk bertempur. lalu memerintahkan laskar Majapahit. 2. hal itu. Sang Prabu Hayam Wuruk. meninggal dalam usia 1 tahun. Sesungguhnya. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. dengan janji Bre Majapahit sendiri. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. la menjadi berang. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. menginjak usia 18 tahun. Wastu Kancana. dengan Sang Patih Gajah Mada. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Dyah Pitaloka. Akhirnya. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. Setiba di sana.

Ki Mantri Sebrang Keling. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Rakeyan Juru Siring. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). Kemudian. Karena itu. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Sang Panji Melong Sakti. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Rajaputri Dyah Pitaloka. semua orang Sunda yang ada di sana gugur.ada yang naik kereta. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Hatinya cemas dan ragu-ragu. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Sang Ratna Citraresmi. Rakeyan Rangga Kaweni. melakukan mati-bela (bunuh diri). Ki Juru Wastra. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. dengan persenjataan lengkap. tibalah pasukan besar Majapahit. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. sebagai panglima perang. Betapapun. Ki Panghulu Sura. Pengecut perbuatannya. Orang Sunda serempak menyongsong lawan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Mantri Patih Wirayuda. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. bersama semua pengiringnya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Rakeyan Mantri Sohan. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Namun akhirnya. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). semuanya hanya 98 orang. Ki Mantri Supit Kelingking. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. lalu menundukkan kepala. Rakeyan Mantri Saya. Pertempuran berlangsung sengit. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. namun. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. dan beberapa ratus orang berjalan kaki.

suraloka. baru berusia 9 tahun. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. dan 4. adigama. Setelah satu tahun. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. Sang Haliwungan. Bratalegawa. gurugama. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. tidak seorangpun yang tersisa. disebut sebagai Satmata. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. 2. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Banawati. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. Sang Bunisora. Sang Bunisora mempunyai putera. merupakan tahap tertinggi. ketika usianya sudah 20 tahun. Mayangsari. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Dalam naskah Carita Parahiyangan. di antaranya. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. yang diwarnai suasana religius. memperisteri gadis pilihannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . binasa. satmata. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. Sang Bunisora. Satmata adalah tingkatan ke-5. tuhagama. Sang Niskala Wastu Kancana. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). 1. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). padamlah segala hasrat dan nafsu. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. 3. cenderung sebagai raja pendeta. ia memperoleh putera. Dari permaisuri Laksmiwati. yang datang di Bubat. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. Menurut naskah Kropak 630. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. usai terjadi sebelum tengah hari. Dalam menjalankan pemerintahan. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. pemerintahan Kerajaan Sunda. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Oleh karena itu. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Semua orang Sunda. dan nirawerah.menyerang Kerajaan Sunda.

untuk unggul dalam perang). Menurut Chau ju-kua. serta bu (eter). Pakeun heubeul jaya dina buana. teja (cahaya). Akibatnya. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk.1999: 24). la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun.1456 Masehi. pada tahun yang sama. Sang Bunisora wafat. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. Majapahit tidak mempunyai raja. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. Selama masa pemerintahannya. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . naik tahta pada usia 23 tahun. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. 1984: 42). la masih sempat mendengar. Majapahit dilanda Perang Paregreg. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Apah (air). antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. Setelah wafat. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. yang terjadi pada tahun 1453 . ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. selama 3 tahun. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). ada dua kejadian penting yang patut dicatat. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. merasa betah berada di bawah pemerintahannya".Pada tahun 1371 Masehi. bayu (angin). Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Untuk hidup lama berjaya di dunia. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. tercatat dalam kaol Cina. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. memerintah di Kerajaan Sunda. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). dipusarakan di Nusalarang. akasa (langit).

Salahsatu catatannya mengemukakan. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. tanpa diketahui. bekas ibukota Tarumanagara). Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". yang sering menjadi sumber dugaan. setelah masing masing mengundurkan diri. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Hanya saja. Pertempuran tersebut. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). Dalam masa "gencatan senjata". dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. antara lain: 1. siapa yang menang dan siapa yang kalah. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. meminta bantuan dan perlindungan. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. catatan Chau ju-kua itulah. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. dengan isi yang sama. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. 2. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedua-duanya menderita kerusakan berat. diakhiri oleh kedua belah pihak. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. Rupa-rupanya. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi).

dibahas pula oleh para akhli. "Banten dinamakan Sunda". yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. Chia-lie-pa (Kalapa. apapun bahasanya(Guillot. dan menuju arah 187.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). Jakarta). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa.3.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. kapal-kapal menuju arah 97. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". demikian ungkap Guillot. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. dibahas pula oleh Heuken. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten).1999: 107). melalui Chia-liu-pa (Kelapa). Upaya penyelesaian jalan damai.1996:119). muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Dalam catatan kaki.1996:119). baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Pelabuhan Banten dimaksud.

atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. terutama melalui penelitian arkeologi. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. angka tahun tersebut. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang.1996: 111).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pulasari. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. melihat arca-arcanya. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Lukman Nurhakim. dan Sonny Wibisono. sedangkan candi yang terletak di G. Claude Guillot. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). Jerman). boleh. belum menemui titik terang. Akan tetapi.1999: 24). 1996). Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi.1996:111). Kapalembangan diinaksud. masih dilanda kegelapan. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. untuk memperkuat suatu anggapan. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. sekaligus merupakan daya dukung. Sangat menarik. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. Menurut Chau Ju-kua. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. telah sering dilakukan.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. Artinya. Pembuktian arkeologi ditampilkan.jadi sama dengan catatan Portugis. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch.

terdiri atas 4 baris huruf. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. bunyi. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. distrik Leuwiliang. bahwa ia seorang pembesar istana. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. Candrasangkala: kawiraja. mengenai prasasti Kebonkopi II. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. bernilai angka 4. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. sabda. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. perintah. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat.V 1923. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. saat yang pantas diperingati. bujur sangkar. padahal seharusnya 932 Masehi. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). kala untuk cakakala atau sakakala. dan pasagi. pangambat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah kata majemuk tatpurusa. Bogor. 6888). bacaan yang benar adalah 854 Saka. panca = 5. bernilai angka 8. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto.Untuk lebih jelasnya. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. sepadan dengan bujangga. no. yang bentuknya tidak beraturan. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. Batutulis ini kini telah hilang. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. kata. halaman 18. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. ia menuliskan tahun 942 Masehi. sesuatu untuk diperingati.

dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. halaman 13-14. Satyawati Suleiman. karena itu ia mengajukan dugaan. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. 2. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. Sewaka Darma. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. Menurut pengakuannya. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. Peristiwa sejarah. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II.Bunyi prasasti. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. parwa I sarga 3. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. antara lain sebagai berikut: . la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. 1. menampilkan angka tahun 932 Masehi. dan 3. Guillot menampilkan angka tahun 932?. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1989:186-187). "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. Sriwijaya (Atja & Ekadjati.. Timbulnya perbedaan anggapan.

Yang keempat perempuan. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". antara lain sebagai berikut: . "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. Yang ketiga. Kemudian. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. tempat lahir Sang Tarusbawa. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 .tahun. tentu ada nilai-nilai sakral. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). Putera yang kedua. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. Akan tetapi. Mahisawarman namanya. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. menghadiri upacara "Barpulihkan". yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. Pada prasasti Kebonkopi II. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda)... Dengan demikian. Sang Matsyawarman namanya. ikhwal "Sunda" dijelaskan. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). Sriwijaya".561 Masehi). "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". seperti dugaan Bosch. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. yang menjadi Menteri Tarumanagara.

terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menantu Sri Maharaja Linggawarman. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi.. Sunda Sembawa (Bekasi). // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . Pada tahun 669 Masehi. Sang Tarusbawa. Sedangkan Sriwijaya. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. Sebagai pengganti. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. dengan menjalin persahabatan. Adik Dewi Manasih. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. yaitu Dewi Sobakancana. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Kerajaan Sriwijaya. karena nama kerajaan tersebut..catatan. yang menikah dengan Dewi Manasih. kerajaan Sriwijaya. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda.. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. parwa 11 sarga 3. pada tahun 536 Masehi. raja Sriwijaya. telah melakukan perjanjian bersama.. antara lain sebagai berikut: . yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. mengakhiri kekuasaannya. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. halaman 176. Pergantian nama kerajaan.. Kekecewaan Guillot. disebabkan.. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. Sri Maharaja Linggawarman. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. raja keduabelas Tarumanagara.

Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. merupakan tindakan balas dendam. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. semakin samar untuk ditemukan. seperti Banten Girang. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). dengan segala perkembangan kehidupannya. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Kerajaan Sunda. menelusuri kurun zaman. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. bahkan kesan tersebut harus dicermati. III. Salakanagara. Kehadiran Salakanagara. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. Banten di masa silam. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. yang diperankan sebagai "musuh Banten".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". Persoalan yang muncul. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. tetap setia mengikuti alur waktu. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu.1996:137). tidak ia hiraukan. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang pernah menaklukan Banten Girang.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. Untuk diketahui secara objektif. tidak berdiri sendiri. Tarumanagara. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. 1996:100). Ibukota Pajajaran misalnya. sebagai pembanding. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2.

diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. kembali terbagi dua. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. Sebelumnya. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi.sarga 5. kini sudah menjadi bangunan permanen. dengan nama Kerajaan Galuh. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. sebagai tanda keutamaan raja. dari sejak tahun 1382 Masehi. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Selanjutnya. mangka premana raja utama.narayana-madura-suradipati.punta. Sang Haliwungan. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. kawasan bekas Tarumanagara.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. sirna tanpa bekas. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). Kemudian Sang Ningrat Kancana. Sumatera Selatan). Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). lawasnya ratu saratus tahun.yang haluwesi. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. nu mikadatwan sri bima. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). Lokasi bekas keraton tersebut. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan.

Tiga tahun kemudian. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. lawasnya ratu tujuh tahun. la adalah tohaan di galuh. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Prabu Kertabumi. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. maka dalam tahun 14'75 Masehi. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. meninggalkan ibukota. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . salah seorang isteri Prabu Kertabumi. mengakhiri kekuasaan ayahnya. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. untuk kepentingan membuka pesantren. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang.. inya nu surup di guna tiga. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. hingga memerangi kerajaan ayahnya. dengan ibukota di Keling. diberi nama Raden Praba. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Raden Patah. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Akibat salah perilaku. kena salah twah. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). Dalam tahun 1473 Masehi. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. Dari ibunya. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Yang di pertuan di Galuh. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). atas permohonan Ratu Darawati. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Kemudian. akibat perceraian dengan suaminya. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. Uniknya. Sunan Ampel sendiri. Di Palembang. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). menggempur Majapahit. tokoh Sang Ningrat Kancana. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. Baru kemudian.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah kemenakan Ratu Darwati. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. sebagal guru dan juga mertuanya. memperisteri perempuan terlarang dari luar. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit.

yang menyudahi kekuasan Kertabumi.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). ibukota Kerajaan Galuh. keluarga keraton Kawali. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. dilakukan oleh Girindrawardana. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Di sana. diberi nama Raden Bondan Kejawan. memperoleh seorang puteri. Rombongan pengungsiannya. Oleh karena itu. Kelak. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. yang mendirikan Mataram Islam. yang sudah bertunangan. Oleh karena itu. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. diterima dengan tangan terbuka. ada juga yang sampai ke Kawali. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Puteri Ratna Ayu Kirana. ia tersamar dalarn cerita rakyat. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. telah menjodohkan puterinya. Dalam pengungsian. dengan Raden Baribin. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. saudara seayah Prabu Kertabumi. Raden Baribin. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Dalam hal ini. Prabu Dewa Niskala. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Dewa Niskala. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Dari Wandan Bondri Cemara. 2. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . wanita itu terpisah dari tunangannya. Menurut versi lain. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki.. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Prabu Dewa Niskala. Selaln itu. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Menurut hukum waktu itu. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Kemudian. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Dari pernikahannya. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). keluarga keraton Majapahit. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton.

prebu ratu purane pun. 2. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. karena kekuasaan pemerintahannya. 2. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. Peristiwa penobatannya di Pakuan. penguasa Kerajaan Sunda. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). bahwa: 1. samasama mengerahkan pasukannya. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Menantu Prabu Susuktunggal. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. di wilyah netral. konflik kedua pemimpin negara. B. dari permalsuri. adalah: 1. sangat marah. Begitu pula Prabu Susuktungggal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Untuk menyelamatkan keadaan. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.Prabu Susuktunggal. Peristiwa tersebut. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Prabu Susuktunggal. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. Tentu saja. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. Selanjutnya. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. harus diserahkan kepada Jayadewata. dan memutuskan.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. Upacara semacam itu. kesatrian (asrama prajurit). kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. pagelaran (macam-macam formasi tempur). membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). Jika seorang raja wafat. Ya dialah (yang membuat semua itu). memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. yang terjemahan langsungnya. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. pada tahun 1533 Masehi. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. Sri Baduga Maharaja. la memperteguh pertahanan ibukota. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. memperkuat angkatan perang. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. 1981: 25). nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan.samida. Maksudnya. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. kemudian kerangkanya diperabukan. maka raja tersebut digali dari kuburnya. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. Pembuatan prasasti tersebut. agar sukma raja tersebut. membuat samida. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya.

Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya).Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. yang gugur di Palagan Bubat. Silih artinya pengganti. harus diserahkan tiap tahun. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . isinya dapat diketahui. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. adalah pajak tenaga kolektif. calagara. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). Bila petani telah berpindah ladang (huma). berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. harus diserahkan kepada raja. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. adalah pare turiang. adalah pajak tenaga perseorangan. yang ditemukan di Desa Kabantenan. Gunung Samaya dan Jayagiri. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. diambil dari bahasa Sanskerta. Kata dasa. Wangi artinya harum. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Kapas-timbang atau upeti kapas. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. Pare-dongdang atau panggeres reuma. Keharuman Sri Baduga Maharaja. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Calagara (di Majapahit: walagara). yang berarti pelayanan (service). 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kecamatan Tarumajaya. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. Kabupaten Bekasi.Silih Wangi. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. Pengukuhan itu. Oleh karena itulah. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. Dasa. serta ancaman hukum mati.

disebutkannya. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). Dalam perkembangan selanjutnya. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju.121 jiwa. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. Tome Pires (k. bandar Cheguide. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. Omzet perdagangan kuda. baru berpenduduk 23. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Tetapi yang lebih penting. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil).271 orang. pelabuhan Pontang (Pomdam). Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. Istana raja. parwa I sarga 4). 1468-1539 Masehi). terdapat 40 ekor gajah. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. nama resmi kenegaraan. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda.197 orang). Tentang Sri Baduga Maharaja. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. 1999: 41). Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. Dalam angkatan perang kerajaan.l. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). Tome Pires memberitakan.000 ekor tiap tahun. Pasai. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). 1996: 59). sebagai kota terbesar ketiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .000 orang. Dengan jumlah itu. penduduk kota Pakuan ada 48. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja).masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. dapat mencapai 4. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. serta pada puncaknya berukir indah. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. berada di pedalaman.

bukan "Islamnya". bersama isterinya. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Kalapa (Calapa). Akan tetapi. raja Cirebon Girang. dalam tahun 1416 M. 1999: 37). Puteri Subanglarang. sebagian ditempatkan di Cirebon. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. Cimanuk (Chemano). isteri kedua Sri Baduga Maharaja. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). hubungan politis yang terlalu akrab. Sesungguhnya. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. antara Cirebon dengan Demak. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). di Pura Dalem Karawang. Ketiga anaknya. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. Inilah Sunda. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Kelak. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. dan Raja Sangara. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). bernama Farhana binti Muhammad. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. C. seorang ulama mazhab Hanafi. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. yaitu Pangeran Walangsungsang. Kemudian dari Gujarat. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. seorang ulama mazhab Safi'i.Tangerang (Tamgaram). dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. Larasantang. Walaupun berbeda agama. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. didirikan oleh Syekh Hasanudin. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. cucunya yang bernarna Hadijah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bratalegawa.

seberang awal pelabuhan. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. Maka. Kapten Malaka. jadi di sebelah kanan muara sungai. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. Kawasan ini yang disebut Kalapa. Maka. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . menegakkan sebatang padrao dari batu. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Untuk maksud ini. utusan Jorge d'Alboquerque. disebut Laksamana Bungker).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Leme. Tuan kami. Kunjungannya ke Pakuan. pada tahun itu. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. M. sebagai duta resmi negara. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). Akan tetapi. menghadiahkan kepada Raja. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Tuan Kami. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Selain itu banyak orang baik. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. kapten perjalanan ini.Portugis. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. menentukan dan menunjuk tempat. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja.

Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. membuat dokumen ini. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. 1999: 54). juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. pada perjalanan ini. penulis. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. Tuan kami. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. yang selalu berambisi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. semuanya tentara. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva.600 caxas Java. Raja-raja penerusnya. Berbeda dengan pelaut Belanda. Padahal. pedagang Portugis pada waktu itu. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. dan Diogo Diaz. sangat wajar terjadi. saya. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. selaku perwira Raja. Sangat disayangkan. dan Franscisco Annes. Sri Baduga Maharaja itu. penulis dari kapal San Sebastian. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. Tuan kami. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. juru mudi dan banyak (orang) lagi.10. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. Untuk buktinya. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. Balthasar Memdes. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. Dengan demikian. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. Tentang seluruhnya itu. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dicurigai para akhli sejarah. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. Hubungan internasional bilateral inilah. masih sebagai pelaut murni. saya memberi kesaksian. Maka. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. Dibuat pada hari. yang diwakili oleh pedagang Portugis.

Para Pohaci dan Para Bujangga. yang sesungguhnya keturunan Galuh. digunakan kata lumah (pusara). pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. Oleh karena itu. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. belum dapat membuktikan secara pasti. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. Terbukti. umum masih beranggapan. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Dzat Asal dalam religi Sunda. Mwakta atau Moksa. Penyempurnaan sukma tersebut. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". kalau tidak Hindu tentunya Budha. secara arkeologis. Cirebon. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Akan tetapi. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. dengan tujuan utama. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. dan Talaga. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. Sampai saat kini. Sumedang. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda.toleransinya terhadap agama Islam. Cukup banyak Babad yang ditulis. Dalam cerita Pantun sekalipun. Setelah Indonesia merdeka. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". yang artinya dipusarakan. dapat kembali kepada Asal-nya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dimanakah bekas candi-candinya. adalah tokoh Sunan Ambu. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. kalau ditanyakan.

bahwa tokoh Kian Santang itu. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. Niskala. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. jati Sunda teka. D. karena ia adiknya Larasantang. Hiyang Seda Niskala. Kisah tersebut. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". sesungguhnya tidak jadi masalah. sudah demikian lama. artinya Sempurna. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. Disunat kepada akhlinya. Adakah masuk di akal. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. bagi orang Sunda. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali.. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. bukan dengan Dewa). kisah tentang Kerajaan Pajajaran. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). Kian Santang yang konon katanya. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. Kedatangan Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selain itu. Disunat ka tukangnya. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. Ada pula yang menafsirkan. Sebutan lain untuk Hiyang. bersih suci bila dibasuh. artinya Gaib. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. setega itukah. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. cita-cita urang Sunda yang saleh. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Seda. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian.

Perang ke Tanjung. Perang ke Gunung Batu. perlu penelusuran ilmiah. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). Perang ke Simpang. Perang ke Pagoakan. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. ia disebut Raja Samiam.Portugis. Perang ke Wahanten Girang. Untuk mencari kebenaran. Lima betas kali perang tak pernah kalah. teguh dan pemberani. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Perang ke Muntur. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Prabu Sanghiyang Surawisesa. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Dalam catatan Portugis. Rata gagah perkasa. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . berdasarkan ilmu sejarah.alias Fatahillah. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. menimbulkan persoalan baru. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. Perang ke Hanum. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Perang ke Padang. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). Perang ke Gunung Banjar. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). Perang ke Ancol Kiji. sempat dicurigai sebagai Kian Santang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing.

disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). Ada pendeta sakti dianiaya. Begitulah keadaan jaman susah. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Disunat. Sang Pandita di Jayagiri. ditenggelamkan ke laut.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. hanya meminum susu. ditenggelamkan ke laut. dibunuh tanpa dosa. itulah tradisi orang Sunda. Oleh sebab itu. lamanya jadi raja 8 tahun. supaya bersih suci dari kotoran. Tidak sampai setahun. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Prabu Ratu Dewata. Setelah itu. Datang bencana serangan musuh kasar. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Puasa.sang kawuri / hayzaa to . Disunat oleh akhlinya. tertimpa tapak kikir. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . tidak mati. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. meninggal dunia. tidak diketahui identitasnya. Sang pandita di Ciranjang. kembali ke Pakuan lagi.Perang ke Pager Wesi. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. Perang ke Medang Kahiyangan. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. masih hidup. pandita di Sumedang. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. jangan hidup pura-pura berpuasa.

zaman besi. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. Sering membunuh orang tanpa dosa. menghiasi Kedaton. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. menghina pendita. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. seterusnya diganti dengan zaman kali. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. Yang membangun bale bobot 17 jajar. tidak hormat pada yang tua. Begitulah riwayat Sang Ratu. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. merampas tanpa perasaan. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Lamanya jadi ratu 8 tahun. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. zaman perunggu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. Mempunyai anak. Dalam zaman Dopra. tindakan ratu seperti itu. Sang Nilakendra.

Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Pertama datangnya perubahan. Perang dengan Rajagaluh. 5. perang dengan Mandiri. menurunkari pertapa. perang dengan Datar. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi.perdaya. Perang dengan Pakuan. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Manusia yang berhuma rakus makannya. tidak mengikuti adat kebiasaan. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. kalah Kalapa. antara lain: 1. Iamanya jadi rata 16 tahun. Perang dengan Kalapa. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Dunia halus masuk ke yang kasar. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. kalah Rajagaluh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. 4. perang dengan Jawakapala. cucu tiri. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. perang dengan Galuh. Lamanya jadi ratu 12 tahun. 3. timbul kerusakan dari Islam. semua kalah oleh orang Islam. kalah Jawakapala. 2. Perang berlayar ke Salajo. perang dengan Patege. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Perang dengan Gegelang. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi).

Adapun riwayat Syekh Hasanudin. Oleh karena itu. Dewi Surawati. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. ialah. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. dan 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. 2. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. untuk membahas Banten. bernama Rajasangara. berputera beberapa orang. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Dari isterinya yang pertama. berperan sebagai anak sulung. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Status Pangeran Walangsungsang. yang disusun oleh Atja dan Edi S. Dua di antaranya. dari pendahulunya. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang.IV. Cirebon. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). di antaranya: 1. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). Ekadjati (1989). Status ini sangat memungkinkan. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. jika Pangeran Walangsungsang. adalah murid Syekh Hasanudin. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. bahwa dari Subanglarang. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. Syekh Hasanudm. 1989:165). Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Dalam Carita Parahiyangan. Surasowan. Sanghiyang Surawisesa. 1. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. pemeluk Islam madzhab Hanafi. 2.

Islam bukan hal yang baru dan acing. Laksamana Cheng Ho. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. dengan prajurit laut sebanyak 27. adik iparnya. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. ketika turun di Pura Dalem Karawang. yang juga beragama Islam. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. dikenal sebagai Syekh Bantong. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Syekh Hasanudin. Kelak. Peristiwa penting ini. dan lebih kikir lagi dengan pujian. Tan Go Wat. Ki Gedeng Karawang. Armada laut Cina tersebut. mengadakan pelayaran keliling.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Pulau Jawa. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. Dari perkawinannya. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. armada laut Cina. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Selama 59 tahun. Tan Go Wat.Pada tahun 1416 Masehi. sebanyak 63 buah kapal layar. la bermaksud. Bagi Sang Mahapraburesi. Ma Huan. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. kakeknya Sri Baduga Maharaja. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. menyebarkan ajaran agama Islam. la didampingi oleh jurututulisnya. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. memohon diri untuk turun. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin.800 orang. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. memperoleh anak. disertai pula oleh puteranya. Tujuan pelayaran mereka. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. di Jawa Timur. Di antara sekian banyak awak kapal. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. untuk menjalin persahabatan. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. pada tahun 1416 Masehi. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. di pesisir Pura Dalem Karawang. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. terdapat beberapa orang penumpang. Oleh karena sesama muslim. Syekh Hasanudin. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. Sebab. puterinya Ki Gedeng Karawang. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo.

Ketika Subanglarang wafat. madzhab Hanafi. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. untuk pergi mengembara. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). Perlu dicatat. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. Subanglarang. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. diteladani dari kakeknya. Sebagai catatan. la.sanggup memujinya. bagi Sri Baduga Maharaja. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. seorang bangsa Ajam. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. Ki Gedeng Tapa. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). akibat konflik agama dengan ayahnya. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. oleh para penulis babad. mendorong Pangeran Walangsungsang. Tentu saja. dibina langsung oleh kakeknya. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". hanya ibunya. walaupun dengan berat hati. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. la dengan kedua adiknya. Afganistan. tidak menjadi masalah. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. adalah Guru Agama. Pangeran Walangsungsang. memohon izin kepada ayahnya. bahwa Pangeran Walangsungsang itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. Selain sebagai ibunda tercinta. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Peristiwa-peristiwa itulah. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kenyataan seperti itu.1984: 42). merasa sangat kehilangan. Sementara itu. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa.

Dalam pengembaraannya. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. Syekh Nurjati. Di bagian selatannya. Kemudian. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Ki Gedeng Tapa. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. Pangeran Walangsungsang. Pondok Quro Amparan Jati. harimau. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. Seperti babi hutan. Dalam pemerintahan sehari-hari. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. Oleh Ki Gedeng Tapa. Cirebon namanya. Ki Gedeng Tapa. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. Syekh Datuk Kahfi. ular. di kampung Ghuzah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masih hutan belantara tempat binatang buas. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di tepi pantai.Amir Abdullah Khanudin. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). dari Syekh Datuk Kahfi. setelah Pondok Quro Karawang. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). gajah. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Sebagai catatan. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Nyai Larasantang. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). dari kakeknya. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah.

Nama itu diperoleh dari gurunya. di Kebon Pasisir. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. Ki Sarmawi (pembantunya). yaitu Nyai Indang Geulis. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. adalah adiknya Ki Danuwarsih. Sebab. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. disebut Kebon Pasisir. Diberi nama demikian. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). banyak ikan dan rebon (udang kecil). lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). atau Lemah Wungkuk. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. puteri Ki Danuwarsih. Pangeran Walangsungsang. Sedangkan di Gunung Ciremai. Di sungai. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. pindah dari tempat tinggal asalnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. atau Tegal Alang-Alang. Ki Danusela. Atas kesepakatan bersama. dan adiknya (Nyai Larasantang). ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Kemudian. yang disebut Cirebon Girang. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Syekh Datuk Kahfi. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. banyak kuda liar. penduduk Cirebon Pasisir. Mereka.laut (camar). Semula. seorang ulama agama Budha. Nyai Arumsari (isterinya). dibangunlah pemukiman baru. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. telah bermukim 5 orang penduduk. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah mertua Pangeran Walangsungsang. Pada awalnya. Cirebon Girang. Sedangkan Ki Danuwarsih. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. Setelah melihat ada pemukiman baru. membuka hutan Kebon Pasisir. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. bersedia masuk Islam.

petis dan garam. bahasa dan tulisannya. keakhliannya. Berbagai bangsa ada di sana. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah 346 orang. Arab 11 orang. dan Cina 6 orang. Hujung Mendini 4 orang.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). tingkah lakunya. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. Syam 3 orang. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Parsi 2 orang. masing-masing berbeda. namanya. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Rinciannya: Sunda 196 orang. India 2 orang. Macam-macam anutannya. Jawa 106 orang. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. sebelum tidur. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Sumatera 16 orang. Mereka menumbuk rebon dan ikan. Pedagang. para petani. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai).

ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. (Jala=air. karena sedang hamil. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . naik ke kapal layar. "Anakku. grahan=rumah). Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. tidak bisa ikut. la. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. Cirebon. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. Hal itu. Syarif Abdullah. adalah keturunan Bani Hasyim. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. kata "Cirebon" sendiri. pustaka yang disusunnya. Padahal. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. Bersama santri-santrinya. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. Di dukuh Cirebon Pasisir. Ki Samadullah. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. Sehingga. ci berarti sungai. mengingat penduduk Cirebon pertama. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. dan rebon berarti udang kecil. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". mendirikan Tajug (Masjid). kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Akhirnya. diberi nama Jalagrahan. Sang guru mengingatkan. yang terletak di tepi laut. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. Nyai Indang Geulis. degan maksud yang sama. tiba di pelabuhan Jedah. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. Di tengah perjalanan. berlayar menuju Tanah Arab. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Ki Samadullah dan adiknya.

di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir).menjadi Walikota Mesir. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. dari Bani Mameluk. Tiga bulan kemudian. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adiknya Syekh Datuk Kahfi. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Dan adiknya menetap di sana. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. kepada Nyai Larasantang. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Ternyata. Di tanah suci Mekah. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Kembali kepada Syarif Abdullah. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja).

Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Pangeran Cakrabuana mendapat warisan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. sama dengan nama puterinya. Nyai Pakungwati namanya. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang.. Kata pakung. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. mempunyai anak perempuan. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. tiba di Cirebon. Tidak lama kemudian. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . dijadikan sebuah kota besar. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. adalah sebutan lain untuk udang kecil. wafat. kakeknya. Kemudian. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. kemudian diberi nama Pakungwati. Maka jadilah Cirebon. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat.. Sesudahnya. selain sebagai penguasa Singapura. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Ki Gedeng Tapa. Dan perkawinannya. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. la membangun Keraton. semua kekayaan dari kakeknya itu.

sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. atau Ki Cakrabumi. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. B. Sri Baduga Maharaja. untuk menobatkan puteranya. atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Walangsungsang. disertai pasukan pengawalnya. oleh ayahnya. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. Kemudian. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. atau Ki Samadullah. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda.

mempunyai anak beberapa orang. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sayid Abdurrakhman orang kaya. Salah seorang di antaranya wanita. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Dari perkawinannya.Kemudian. Dari sejak itulah. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Salah seorang di antaranya. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Adapun Abdul Malik. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. anak Alwi Amir Pagih. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Dari perkawinannya. Kedua-duanya. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Sayid Abdul Malik. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Oleh karena itu. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. yaitu Sarah. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Mempunyai anak beberapa orang. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Sayid Alwi anak Muhammad. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Sebab. Muhammad anak Ubaidillah. asalnya merupakan satu keluarga. mempunyai anak beberapa orang. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). diperisteri oleh Sayid Hassan. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Riwayat selanjutnya. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. la meninggal dunia di Jawa Timur.

Riwayat selanjutnya. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. tidak mempunyai anak. 4. Riwayat yang menjadi penyebab. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. 3. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. 2. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. mempunyai anak 4 orang. Hal itu tetjadi. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Ali Nurul Alim. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). 4. empat di antaranya: 1. 3. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). menetap di negeri Mesir. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . mempunyai anak beberapa orang. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. 2. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan.Abdullah Khannudin. 3. mengajar penduduk di sana. Syarif Abdullah Al Masir. Syarif Hafiddin Abbas. masing masing ialah: 1. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. Syarifah Halimah. mempunyai anak beberapa orang. Syarif Abdurakhim. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. Syarif Abubakar. tiga di antaranya: 1. Barkat Zainal Alim. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). yang seterusnya menetap di sana. sebagai guru agama Islam. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Syarifah Bagdad. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. menjadi Walikota di negeri Mesir. Mempunyai anak beberapa orang. 2. Ali Nurul Alim. Syarif Sulaiman Al Bagdad. Ketika menetap di negeri Bagdad. menjadi anak angkat uwanya. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. mempunyai anak beberapa orang. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. pergi ke Jawa dwipa. Dari India. Syarif Abdurakhman. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Pasambangan. oleh Ki Gedeng Tapa. Japura. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). menikah dengan Hadijah. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panjunan dan beberapa desa lainnya. Kamboja. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. dari setiap turunan Rasul Muhammad. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. cucunya Haji Purwa Galuh. Syekh Datuk Kahfi. Bharatanagari (India). Campa.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Junti. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. pada naskah yang sama ditegaskan pala. ia menjadi duta negeri Parsi. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. semua itu para Kamastu atau disebut Wali.

mempunyai anak beberapa orang. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. 2. yaitu: 1. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Sunan dan Guru Agama Islam. yang mempunyai anak beberapa orang. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). yang kedua Syekh Datuk Kahfi. adalah sebagai berikut: 1. Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan yang ketiga Syekh Bayan. 2. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Syekh Khadir Kaelani. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). Selanjutnya. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. dan 3. pertama. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. Dua orang di antaranya.Maka jelaslah sudah. dua orang di antaranya. Tiga orang di antaranya yaitu. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. yang menetap di negeri Malaka. Dua orang di antaranya. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. yaitu: 2. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. di antaranya: 1. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. yang pertama perempuan. Syekh Datuk Soleh. menetap di Kamboja. kedua. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Syekh Datuk Ahmad. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang.

Adik Dewi Candrawulan. Atas usulan Ratu Darawati. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. dan singgah di negeri Banten. 3. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Dalam jangka 3 tahun. yaitu Dewi Darawati. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. 1. memeluk agama Rasul Muhammad. yaitu Siu Ban Ci. dikaruniai beberapa orang anak. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Ratu Darawati. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Di Palembang. Karena pada waktu itu. yaitu Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Dua di antaranya yaitu. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ali Rakhmatullah berangkat kembali. menuju ke Jawa Timur. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Ali AI Mustada. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ali Rakhmatullah. Setelah enam bulan di Palembang. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Kemudian. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). Di Keraton Majapahit. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. semua penduduk Ampel Denta. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Setelah menetap beberapa lama. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Dalam perjalanannya. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. oleh Prabu Kertabumi. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Arya Dillah atau Arya Damar. singgah di Palembang. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Sumatera.

Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). 2. dikaruniai anak laki-laki. Panembahan Karimun. 3. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. yaitu Dewi Rukhil. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Ratu Prodo Binabar. Puteri. 5. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. 3. Dewi Rukayah. empat orang di antaranya: 1. 4. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. 2. puterinya Maulana Ishak. 7. 3. dikaruniai anak beberapa orang. Dewi Sofiyah. Mereka dikaruniai tiga orang anak. masing masing: 1. Selanjutnya. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. Ratu Pakoja. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. puteri Ki Wiryosarojo. dan mempunyai anak laki-laki. memperisteri puteri Sunan Undung. yaitu Siti Khorimah. antara lain: 1. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Penambahan Joko. Nyai Ageng Pembayun. Di antaranya.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Raden Amir Hassan. Panembahan Kodi. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. dan 4. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Dewi Sujinah. Dari isterinya yang lain. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). Selain dengan puteri Sunan Ampel. 2. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. dan 8. Panembahan Palembang. 6. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Dari perkawinannya.

Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). dari isterinya yang berasal dari Blambangan. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. Syarif Hidayat namanya. . Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang)..1. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Siti Mursimah. puterinya Ki Ageng Bungkul. parwa I sarga 4. adalah puteranya Maulana Ishak. 2. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. parwa II sarga 4.. mempunyai anak dua orang. di antaranya masing-masing ialah.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. mempunyai anak laki-laki. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. antara lain sebagai berikut: .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Siti Murtasiyah. Raden Paku alias Sunan Giri. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa.

kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian. dari Syekh Athallahi Sajjilli. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. yaitu Sayid Al Kamil. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. yang semuanya berjumlah 98 orang. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. antara lain sebagai berikut: .. lamanya dua tahun. parwa parwa I sarga 4. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Dalam perjalanannya. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. mereka berlayar bersama-sama. menuju Pulau Jawa . Ketika singgah di Gujarat. Selesai dua tahun. singgah di Gujarat. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tinggal di sana lamanya tiga bulan.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). baru berusia dua puluh tahun. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Pada waktu itulah. bersama 98 anak buahnya. Oleh karena itu pergi dari Mekah.

mengajarkan agama Islam di sana. Selanjutnya. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Syarif Hidayat singgah di Banten. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. menemui uwanya. Sesungguhnya. Nyai Kawung Anten. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Sumatera. berlayar menuju Cirebon. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kunjungannya ke Cirebon. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. (singgah) di negeri Pasai.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Selanjutnya.

kepada suwan yang sekaligus menantunya. Nyai Mas Pakungwati. Syarif Hidayat. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya.. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung.. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Kerajaan Sunda. Akhirnya. sangat gembira. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. menetap di Pakungwati Cirebon.. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya.Iman. yaitu Sayid Al Kamil. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu.. Adapun Syarif Hidayat. Begitu pula Syarif Hidayat. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. dapat bertemu dengan uwanya... ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. . Syarif Hidayat. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Setelah beberapa lama kemudian. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama.

.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. . Pejabat penguasa daerah. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). Pada waktu itu.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. menyerukan pujian atas penobatannya. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak.. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa.. pesta meriah.. dengan gelar Susuhunan Jati. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. dan semua memberikan dukungan. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur.

menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. sebutan Sorasowan. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). Hal yang hampir sama. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. lama tidak kembali ke Pakuan. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. V. puteranya sendiri. dan 3. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. Sang Kakek memerangi cucunya. Akan tetapi. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Syarif Hidayat. terkesan Surasowan di sana. bahwa: 1." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. akhirnya masuk agama Islam. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. 2. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. Penobatan awal Syarif Hidayat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1983: 35). dalam buku Pakern Banten. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. "Betapa tidak terpujinya. Syarif Hidayat. atas pernikahannya dengan Pakungwati. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. adalah menantu Walangsungsang. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. atas usul orang tuanya.

Pada akhirnya berubah sebutan lagi. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. Pakungwati adalah nama orang. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Pakungwati sebagai nama keraton. semua itu menarik untuk dikaji. Berdasarkan gejala itu. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. puterinya Pangeran Cakrabuana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. atau Surosowan? Hal tersebut. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Selanjumya berkembang. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Soera artinja berani. Surasowan. Soan atau Sadji artinja Radja. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon.1984:44).Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. bagi kata yang ada di depannya.1935: 60-61). menjadi Kesultanan Cirebon. Saleh Danasasmita (1984). yang dibangun di Dukuh Cirebon. Pakungwati sebagai nama orang. Pada mulanya. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Surasowan dan Surosowan. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. menjadi Keraton Pakungwati. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Pakungwati sebagai nama kesultanan. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). sudah tentu harus dicari pembandingnya. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan.

Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. Islam sudah mulai bersemi.1989:144 dan 153). Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. Prabu Surawisesa. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. antara lain ialah. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. Sang Surasowan. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n .Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. berputera beberapa orang. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. 1. Sang Arya Surajaya. dan 2. dua orang di antaranya: 1. (Atja & Ekadjati. menjadi bupati Banten Pasisir. Nyai Kawunganten. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Dari kutipan tersebut di atas. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Atja & Edi S.

Atas seijin Sang Surasowan.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. dalam waktu yang relatif singkat. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). banyak mendapat simpati dari penduduk. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. di kemudian hari. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. singgah sebentar di Negeri Banten. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kelak.

seorang perempuan (yang tua). dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. puterinya Sang Surasowan. tentang "orang tua" Hasanuddin. 1983: 33). dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam waktu yang relatif singkat. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. Sesunguhnya. kemudian dijelaskan. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. la mempunyai dua orang anak. sangat terbatas. Hanya saja. yaitu Pakungwati. dari pada substansi historisnya. Oleh Syarif Hidayat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lalu terus ke selatan. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Apalagi setelah diketahui. untuk meng-Islamkan daerah ini. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. Tentang "seorang yang keramat. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. masih saudaranya juga. bahwa "seorang yang keramat" itu. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. Untuk mempererat kekerabatan. pada tahun 1478 Masehi. diberi nama Hasanuddin. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. Secara tersamar.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. untuk meng-Islam-kan daerah ini. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. tiba di Banten Girang. para penulis Babad. Akan tetapi. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. dari Mandarsah ia datang di Jawa. yaitu Pakungwati. Oleh Sang Surasowan. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). cucu Sri Baduga Maharaja.

koerang lebih hidjrah Nabi 887. sangat gelap (peteng). para penulis Parimbon Banten. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari.l.1953: 24). 1472. mengemukakan hal yang sama. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. dalam proses meng-Islam-kan Banten. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. Sedangkan. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. pada kalimat selanjutnya. Kg. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. tahoen Belanda k. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain: Pada abad 15. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). menggunakan sumber "Parimbon Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. yang hampir malah sudah musnah. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. maka Kg. Pakem Banten. soepaja datang ke negeri Banten. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. Kg. Banten dan Demak. Hanya saja. disaat Kg. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. Berdasarkan kaol Cibeber.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n .

mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. (2000). yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. S. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". sudah tidak diragukan lagi. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. melakukan "Tapa di Mandala". kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. pernyataan selanjutnya. Amanat Dari Galunggung.Ag. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Mereka bertugas. Akan tetapi. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". mengemukakan hal yang hampir sama. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tuduhan Animisme. 2000: i & 9). Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". sulitlah bagi kita untuk menentukan.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. tidak mendasar. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". Maulana Hasanuddin. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. Hafidz Rafiuddin. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita.1984: 41). patut dicermati. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". Dengan adanya hal-hal semacam itu. Carita Parahiyangan. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur.

Menurut kepercayaan orang Baduy.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. Anak menantu dan hamba sahayanya. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. (2) Tumenggung Jayamanggala. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. "dipaksa". Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. Dia kemudian memeluk agama Islam. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. menantu.1993: 27). di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. Dari kutipan tersebut di atas. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. serta hamba sahayanya. ditemukan dekat bangunan berundak. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. Atja dan Edi S. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali.1989 :144). yang seluruhnya setinggi 6 meter. Bangunan berundak di Kosala. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. dengan ikhlas "beralih agama". 1984: 219). dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. menjadi pemeluk agama Islam. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. anak. masih dipuja dan dikeramatkan. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua.. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. "takluk" atau "ditaklukkan". Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya.

membelah kota Serang. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. tapi nyata). Sebab. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Ketika Sang Surasowan wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. dalam usia terhitung masih muda. dapat dimaklumi. Gambaran semakin jelas. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. Sang Arya Surajaya. sudah merupakan petunjuk tersendiri. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. Portugis pun melakukan hal yang sama. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. kedua-duanya sejaman. baik oleh orang Cina. mertua Syekh Syarif Hidayat. dan bermuara di Banten Pasisir. tahtanya diwariskan kepada puteranya. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Oleh karena itu. Jika terdapat perubahan lafal. Ekadjati. sebutan wahanten menjadi banten.1996:119). setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). Sang Adipati Surasowan. Sang Adipati Surangggana. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. apapun bahasanya (Guillot. Hendaknya digarisbawahi. berkelok melalui wilayah Banten Girang. dalam kajian ilmiah. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). hanya pelafalan yang berbeda. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. Secara lingual. Akan tetapi. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". ayahanda Nyai Kawung Anten. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. sudah tidak tepat lagi. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). Dari bahasan Atja & Edi S. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. Bahwa. maksudnya itu-itu juga.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Boleh jadi. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. terdapat dua negeri Wahanten. Mecermati fakta seperti itu. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16.

dan pasukan yang tersisa melarikan diri. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. menjadi penerus ayahnya. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta).Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Putera kedua. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Arya (Pangeran Japara). WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). puteri sulung Raden Patah. Sehingga. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). Itulah sebabnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. serta memperoleh putera laki-laki. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Mereka dapat ditaklukkan. kekuatannya tidak seberapa. Oleh karena itu. Pangeran Sabakingkin. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. Dari perkawinannya. Untuk jaringan politik. telah mengalahkan kharisma uwanya. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. Adipati Arya Surajaya. Sabakingkin atau Hasanuddin. menjadi tidak harmonis lagi. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. B. lahir pertama Ratu Winahon. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. diberi nama Yusuf. Pada waktu itu. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). dan persenjataannya pun tidak lengkap.

Sultan Demak (Raden Patah). 8. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. Sang Aryya Suraprasa. 3. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Sang Aryya Wuludada. Raja Daerah Gunung Banjar. akan tiba armada tempur Portugis. Raja Daerah Rumbut. 14. 5. 7. 10. Aryya Senapati Bhimajaya. bahwa tidak lama lagi. Raja Daerah Gunung Ageng. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. 15. Kekhawatiran Sultan Demak. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. 4. Adhipati Suranggana. 13. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Sang Prabhu Walahar. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Karena sudah tersiar berita. Sang Adhipati Patala. Raja Daerah Muntur. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Simpang. Pada saat itu. 16. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. Raja Daerah Pagawok. Pradharmaya. Ratu Hyang Banaspati. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. 11. adalah: 1. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raja Daerah Gunung Batur. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. 2. 6. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Ratu Ancol. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Tumenggung Linggageni. Raja Daerah Hanum. Jelas. tersumbat. Aryya Pulunggana. 12. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Raja Daerah Pager Wesi. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Kyai Wudhubasuraga. Sang Aryya Wirasakti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. 9. Raja Daerah Wahanten Girang. Karena Pakungwati.

Beberapa bulan kemudian. kembah ke Demak. bandar. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. Kekuatan pasukan gabungan. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. barulah Panglima Fadhillah Khan. Susuhunan Jati. adalah putera mahkota Demak. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. janda Pangeran Sabrang Lor. Kemudian mengadakan gerilya. Ratu Ayu. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran.Oleh sebab itulah. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. Tak lama kemudian. terdiri dari 1. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Singgah di Pakungwati Cirebon. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. sambil menjajakan bermacam-macam barang. Setelah itu. perdukuhan. sebagai "gerakan pendahuluan". didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang.967 tentara. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). desa. kembali ke Demak. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. Pangeran Sabrang Lor. sedang dalam pelayaran. menyusup berkehling kota. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagaimana yang telah dikemukakan. la gugur pada usia muda. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin.

dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten.Adipati Sang Arya Surajaya. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. untuk menumpas huru-hara tersebut. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. bergegas menuju Pakuan (Bogor). pusat pemerintahan Banten. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. Sang Adipati Arya Surajaya. Sangat masuk akal. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Adipati Wahanten Pasisir inilah. tibalah serangan mendadak. Akan tetapi. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". lebih siap untuk bertempur. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. sesungguhnya. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. Sebab. penguasa Wahanten Girang. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. menerobos hutan lebat. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Karena hal ini. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. menyelamatkan diri. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. telah lebih dahulu masuk agama Islam.1988: 8). Serangan dahsyat. tidak sesuai dengan kajian arkeologi.1993: 68). pasukan gabungan Pakungwati-Demak. dalam usia 48 tahun. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun".Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". Kemudian. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Di balik peristiwa itu. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. Kemungkinan. sempat dibinasakan. Akhirnya. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. Secara diarn-diam. Sesuai rencana.

antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. bahkan tidak dilemahkan. dari seorang tokoh. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. oleh pernyataan. mengemukakan usulnya kepada panembahan. antara lain: Apabila Ki Jongjo. kemudian berkembang menjadi dua orang. Kemungkinan besar. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. bahwa setelah selesainya ekspedisi. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Akan tetapi. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n .Suranggana alias Ki Bagus Molana. sulit dibenarkan. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. anak Hasanuddin.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. yaitu Hasanudin. makaYusuplah lagi . Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. seorang dari Pakuwan. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. Berdasarkan kutipan tersebut.1983: 34). yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. Sayangnya. maka Molana Yusuplah. Secara kekerabatan. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". yang bergelar Ki Bagus Molana. di komplek makam Tempat Suci itu. rupanya telah terjadi manipulasi. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup.

Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. gelar "Agus" itu. dengan sebutan Sultan. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. seharusnya. putera Sri Baduga Maharaja. merangkap jadi penguasa. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Seandainya. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Kropak 408 Sewaka Darma. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang terlebih dahulu masuk Islam. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Setidaknya. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Pengertian panembahan. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. Gelar itu. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik.1983:149-150). Pertanyaannya. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. sependek nama Jong dan Jo. Konon menurut dongeng. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. dan memperoleh gelar Panembahan. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Oleh karena itu. Kembali ke Wahanten Girang. Setelah makamnya dikeramatkan. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Dengan demikian. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi.

Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Beberapa bulan kemudian. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. Kemudian. Sebagai catatan. Panglima Fadhillah Khan. beralur darah trah Rasul Muhammad. saudagar kaya dari Perlak. oleh Susuhunan. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. kakaknya Sang Arya Surakreta. Armada Portugis dipukul mundur. terdesak dan menderita kekalahan. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. Dalam pertempuran itu.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). keraton ia dirikan. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. tiba di perairan Sunda Kalapa. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Ia puteri Adipati Kranda. diberi nama Keraton Surasowan. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Nyai Arya Baroh. Mereka tidak mengetahui. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Sisa yang masih hidup. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. Anggota pasukan yang tersisa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setahun kemudian. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. dan para pengiringnya. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta).452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. Sebagian besar penduduknya. Selanjutnya. tewas binasa. di Pelabuhan Sunda Kalapa. bahwa wilayah Sunda Kalapa. Sang Arya Surakreta. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. menyelamatkan diri. setelah memeluk agama Islam. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Jati Cirebon. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. sehingga banyak tentaranya yang tewas. sebanyak 1. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. hanya 6 tahun lamanya. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. yaitu Nyai Arya Baroh. Permaisuri. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta).

bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. cucu Prabu Dewa Niskala. la. memanfaatkan situasi seperti itu. di dekat Bukit Gundul. Prabu Jayaningrat. pada tahun 1501 Masehi. Akan tetapi. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. Serangan. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. akan digempur". Berdasarkan riwayat hak waris.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. Dalam pertempuran ini. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. menggantikan posisi ayahnya. terdesak. seperti kebiasaan di masa silam. la. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. Kalau tidak. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. adalah putera Prabu Ningratwangi. Prabu Jayaningrat. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. oleh Susuhunan Jati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). adalah adik Sri Baduga Maharaja. Oleh karena itu. sambil memuntahkan logam panas". wilayah Pakungwati Cirebon. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. mengeluarkan asap hitam. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. memohon bala bantuan. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. jumlahnya banyak. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. telah terjadi perubahan situasi politik. dilengkapi senjata meriam. Prabu Ningratwangi. oleh Susuhunan Jati Cirebon. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Oleh karena itu. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Susuhunan Jati Cirebon. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba.

Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). dan Kuningan. pasukan gabungan Pakungwati. kehilangan tokoh penting yang disegani. berhasil direbut. pemberani. Tidak saling menyerang. Sejak itulah.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. Kebijakan itu dilakukan. Akhirnya Talaga. Peristiwa tersebut. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. 2. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. menjadi pembesar kerajaan. Palimanan. janganlah putus. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). menyepakati. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang mewakili Susuhunan Jati. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. Maksud "tidak kalah" tersebut. perkasa. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. Perang lima belas kali. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. bahwa: 1. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Silih asih (saling menyayangi). Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). tidak kalah).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kuwanen. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Demak. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. agar Pangeran Pasarean. Akan tetapi. kasuran. Pada saat itu. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. atuntunan tangan (kerjasama). 3. dapat ditaklukkan.

pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). Sri Baduga Maharaja. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). senantiasa menciptakan huru-hara. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. dibunuh tanpa dosa. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). Sang Prabu Ratudewata. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Sanghiyang Siksakandang Karesian. C.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. menghilang tanpa meninggalkan jejak. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Pendeta sakti di Sumedang. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Rasa hormat dan kekaguman itu. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. ada pendeta sakti. adik Ratu Wiratala. Pendeta di Ciranjang. la tetap hidup. tapi tidak mati. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). ia merenungi hidupnya. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Oleh karena itulah. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). Berpuasa. keonaran. ditenggelamkan ke dasar laut. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. mati ditenggelamkan ke dasar laut. Pada kesempatan itu. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). Dalam suasana tenang dan damai. dianiaya. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Pendeta di Jayagiri. Munding Rahiyang namanya. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). direbutnya kembali. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. yang telah disepakati ayahnya. Prabu Ratudewata. la digantikan oleh puteranya. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. Pada masa pemerintahannya.

Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. Serangan laskar Surasowan Wahanten. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. haywa ta sira kabalik pupuasaan). Susuhunan Jati Cirebon. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. puteri Prabu Ratudewata. tidak sungguh-sungguh. merampas tanpa rasa malu. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kemungkinan. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. ngarampas tanpa prege.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. Ciranjang dan Jayagiri. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. melanjutkan gerakannya ke arah utara. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. sekaligus merupakan "unjuk rasa". Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Sebab. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. Sang Prabu Ratudewata. perwira. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). ponggawa-ponggawa kerajaan. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. tewas berjatuhan. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. tidak hormat terhadap yang tua. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. lan bakti ring wong atuha. serangan kilat ke kota Pakuan itu. ia bertindak sesuka hatinya. selama 8 tahun. Sri Baduga Maharaja. Karena. sangat beralasan. ayahnya. pengawal raja. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). pejabat. la membunuh orang tidak berdosa. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. asampe ring sang pandita). menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Mengingat. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sesungguhnya. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Atau boleh jadi.

Pada masa pemerintahannya. Bale. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. mencatat semua kejadian. akibat perilaku buruk seorang raja.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. Keberangkatannya ke Demak. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . Emperador de toda a illla da Iaoa. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. untuk ikut menyerang Pasuruan. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Angenia. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Prabu Sakti masih beruntung. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. I Madura. Sebagian dari catatan perjalanannya. Akan tetapi. tempat orang Portugis biasanya berdagang. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. dan memperisteri ibu tirinya. janda dari ayahnya. cotodas as mail ilhas deste arapelago. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto.Puncak kebiadabannya. Keberadaannya di sana. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Ratudewata. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. paraque pessoalmete. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria.

Kangean. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Fernao Mendes Pinto. isterinya Fadhillah Khan. 1984: 46-47). raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. -yang juga menjadi bawahannya. Dialah kaisar Pulau Jawa. Maksudnya. Dengan demikian.000 orang. tidak terbitung para pendayung. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. adalah Nyai Pembayun. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin.1999: 90). Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masyarakat Sunda Kalapa sendiri. Bali. Raja Sunda. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. adik Sultan Trenggono. Berdasarkan pendengaran. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. adalah Ki Fadil.

Fadhillah Khan. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. mempunyai kedudukan penting lainnya. Oleh karena itu dapat dimaklumi. adalah tentang adanya hubungan multilateral. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon.Portugis. bagi kepentingan mitra dagang. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Portugis menerima kenyataan seperti itu. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bali. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. Portugis yang semula dimusuhi. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. antara Wahanten . selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Sebab. polah sang nata).Sunda Kalapa . berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Angenia. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". mencatat pada masa pemerintahannya. serta menempatkan armada lautnya di sana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Demak . nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". Dari catatan Fernao Mendes Pinto. Madura. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. Adanya anggapan seperti itu. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. akhirrrya menjadi "negara sahabat". Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Kembali kepada Prabu Sakti. la wafat di Pengpelangan. Sedangkan Maulana Hasanuddin. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). Dari pendengaran. Sang Prabu Nilakendra. Bahkan. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Pada masa pemerintahannya. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten).Pakungwati . yang penting diperhatikan. kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri.

mahayu na kadatwan. Setiap saat. yang mengapit gerbang terlarang. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. telah. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. tidak ada ilmu yang disukainya. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. bendera keramat. sudah dicampakkan jauh-jauh. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. Tantrayana. menembus jantung ibukota Pakuan. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. serta dihantui bencana kelaparan.berada di ambang pralaya (kiamat. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. Makan enak. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. Petani menjadi serakah akan makanan. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. Makan minum sampaimabuki. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. tan igar yan ta pepelakan). kehancurarr). keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. Bagi Prabu Nilakendra. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. dimeriahkan oleh pesta pora. Akan tetapi. akibat angkara-murka penguasanya. keraton Pakuan Pajajaran. manteramantera Tantrayana. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. jimat-jimat. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. adalah kepercayaan mistis sinkretis. secepat kilat. itulah. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. bahwa tidak akan lama lagi. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. dilukis dengan emas. Pada tahun 1567 Masehi. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. dalam mendahului upacara Tantrayana. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan.

ayahnya Prabu Nilakendra. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. diharapkan oleh puteranya. dari Nyai GedengTepasan. calon pengganti Susuhunan Jati. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. Kemudian. mempunyai hak yang sama. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Sebab. wafat dalam usia muda. adalah putera Susuhunan Jati. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. Tohaan di Majaya kalah perang. oleh bocah pengiringnya. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. Sunan Prawoto. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). adalah negeri yang kuat. adalah menantu Prabu Ratudewata. hanya tertulis secara singkat. ia telah membuktikan. sangat menarik untuk dicermati. Susuhunan Jati Cirebon. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. Kekosongan tahta Demak. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. Latar belakang tragedi. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. yaitu Prabu Sakti. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. Mungkin dia tewas di pengungsian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pada mulanya. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. Selain itu. Bupati Jipang. Tidak pernah ada berita. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. Nasib kehidupan kota Pakuan. bahwa Surasowan Wahanten. D. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. yang tidak menyertainya ke pengungsian.

Sunan Kudus. diharapkan adalah cucunya. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. putera mahkota Cirebon. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). adiknya Prawoto. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Mengingat.Pangeran Sekar. Naik tahtanya Fadhillah Khan. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. karena berupaya membela Prawoto. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. adalah putera Susuhunan Jati. Karena Pangeran Emas. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. Sultan Trenggono. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. sebagai Susuhunan Cirebon. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. dianggap tidak semestinya. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Wanawati Raras. Sedangkan pada waktu itu. tewas pula. Pada saat peristiwa itu terjadi. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Syarifah Fatimah. secara terselubung. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Atas restu gurunya. Susuhunan Jati. yang bergelar Pangeran Suwarga. juga warga Demak. pemerintahan Pakungwati Cirebon. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Jipang menyerang Demak. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. Pangeran Suwarga. Kedudukan tertinggi itulah. Sedangkan Pangeran Bratakelana. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). Pangeran Suwarga. pada waktu itu masih kanak-kanak. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. mendahului kakeknya. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. sedang berada di Demak. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto.

Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. Sendi-sendi Islam. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi.Melihat kenyataan seperti itu. ketika ia bersalat di permukaan laut. dengan "doa" Hasanuddin. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. Surasowan. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1964: 48). Bupati Jayakarta (Jakarta). Misalnya. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. berdaulat. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). digantikan oleh puteranya. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Bagi penulis "Serat Banten". Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". Pangeran Yusuf. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. mampu berdiri sendiri. Sedangkan dari isterinya yang kedua. bila tidak dikenal asal-usulnya. mengkilap dan berseri. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Wahanten Pasisir. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. . Panembahan Hasanuddin. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. melainkan Hasanuddin. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. mendadak berubah menjadi licin. kisah tentang watu gilang. dipandang oleh masyarakat Banten. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten).yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. Karena itulah.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. berhasil menjadi negari niaga maritim. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sekaligus. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). walau sesungguhnya tokoh tersebut. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. dalam kisah "Serat Banten". Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. dan Pangeran Arya. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Menurut "Serat Banten". .

Palembang dan lainnya. sutra. Orang Gujarat. porselen. Minyak kelapa dari Belambangan. di Pakungwati Cirebon. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. buah pala. Situasi perdagangan di Karangantu. Sumbawa. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. selop. kipas. Dari segi hubungan kerabat. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. dan sebagainya. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. sudah demikian menurun kharismatiknya. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. beludru. Banjarmasin dan Palembang.Sunda (Pajajaran). Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. berhasil ditundukkan. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. menjual kain dari kapas. 3. berdagang permata dan obat-obatan. digambarkan sebagai berikut: 1. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. membeli rempah-rempah. 2. lada dan Lampung dan Solebar. nila. kayu cendana. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan kain putih dari Coromandel. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Ketika kembali ke negerinya. Makasar.1993: 81). dalam Michrob. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. sutera. Panembahan Ratu. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Ketika mereka kembali. mereka membeli lada. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Pedagang-pedagang dari Cina. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. payung. rempah-rempah dari Maluku. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun.1961:13. ikan kering dari Karawang. beras dari Makasar dan Sumbawa. Orang Arab dan Persia. gula dari Jepara dan Jayakarta. kertas. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. kulit penyu dan gading gajah. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. benang emas. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). jarum. cengkeh. penguasa Kesultanan Pajang. kain sulaman. sisir.

Ternate. Kedah dan Selong di Malaka. 1975: 160). Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. mulai dipersiapkan. Bali (Tjandrasasmita. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. tenunan dan Bali dan Sumbawa. dapat diatasi dengan baik. perkampungan orang Pegu. Persia. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat.1977: 448). Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. perdagangan dan pertanian. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. 1950:182).1983: 38 dan 59). dari sejak pemerintahan ayahnya.1981: 56-58). air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Dengan demikian. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. orang Arab. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. Makasar. Sasaran utama penyerangan. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. keamanan wilayah. adalah Pakuan. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Laskar Surasowan Wahanten. Banjar. Cina.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. gangguan keamanan. Turki. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . Siam. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. timah putih dan timah hitam dan Perak. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. gading gajah dari Andalas.1983: 31). sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Bugis. dan sebagainya. besi dari Karimata. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota.cendana dan kepulauan Sunda kecil. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Pada masa Maulana Yusuf.

mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. beserta ketiga saudaranya. merupakan upaya "pembersihan". yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. Palangka itu. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. Disebut demikian. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda.rover. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. Dengan diboyongnya batu tersebut. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. Pada masa pemerintahannya. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Bila kenyataan yang terjadi. digantikan oleh puteranya. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. la tidak menghendaki. Padahal. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). sebagai pusat pemerintahan yang baru. tetapi di Pulasari. Bagi Panembahan Yusuf. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. mengungsi ke pantai selatan. di Cisolok dan Bayah. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. Prabu Ragamulya Suryakancana. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. Kota Pakuan Pajajaran. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. maka di kota Pakuan. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Prabu Ragamulya Suryakancana. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Oleh karena itulah. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Sekarang. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pandeglang. keturunannya masih merupakan kaum-adat. Kelak. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. Sampai sekarang. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. terhadap kedzaliman. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. sangat memungkinkan. laskar Surasowan Wahanten. Dari peninggalan yang ada. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru.

kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. dibinasakan.Kampung Ciptarasa. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. dikisahkan Ki Baju Rambeng. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. dalam Pantun Bogor. hanya berusaha mempertahankan diri. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Menurut cerita leluhurnya. bahwa di sanalah. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. Sekelompok kecil yang bernasib baik. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). secara samar-samar. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. penguasa masyarakat Sunda pertama. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". Mungkin ia pergi ke Pulasari. napas tertua bentuk kerajaan. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". yang meninggalkan urusan duniawi. Sesungguhnya. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. Akan tetapi. Prabu Ragamulya Suryakancana. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. la hanya sebagai "rajaresi". Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. Prabu Ragamulya Surya Kancana. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. mereka meninggalkan kota Pakuan. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Pandeglang. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentunya tidak membuat babak baru. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat.Puasari. sambil menyongsong ajal tiba. Akan tetapi. Jejak peristiwa itu. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . beribukota d. akhirnya berpusara di tempat lahir.

Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. Oleh karena itu. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). kepada Pangeran Japara. Pangeran Muhammad. Dari permaisuri Ratu Hadijah. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. Rata Winahon. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. niaga maritim. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. Ketika itu. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Pangeran Japara bersama pasukannya. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. Sejak kecil. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain: 1. Konflik tidak dapat dihindari lagi.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Pangeran Arya. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Maulana Yusuf meninggal dunia. tinggal di keraton Japara. dan 2. Panembahan Yusuf. Melihat kenyataan seperti itu. pengembangan areal pertanian. baru berusia 9 tahun. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). Pada tahun 1580. D. Panghulu Negara (Kadhi). sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). terutama dalam hal pembangunan kota. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. putera mahkota Pangeran Muhammad. ia dikenal juga dengan sebutan. Pangeran Japara. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). semakin berkembang pesat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. Sedangkan Panembahan Yusuf. Ketika Maulana Yusuf sakit keras.

Malabar. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. Dan pasar yang ketiga. Setelah persitiwa itu. Mangkubumi Jayanagara. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Arab. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup.1993: 89). dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Turki. tidak tercapai. dan lain-lain.1993: 89). Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Diceritakan pula. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Bengali. Keling. di bagian utara Kerajaan Belanda. Melalui Tanjung Harapan. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. Pasar kedua terletak di Paseban. dan Abesinia. bertindak sebagai walinya. Rupa-rupanya. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Gujarat. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. seperti dari Bugis. dan akhirnya diusir dari Banten. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. temboknya dilapisi porselen. Bersama 249 pasukannya. Cina. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan.itu. hingga ke pelosok-pelosok desa. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. Pegu. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Malaya. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. yaitu daerah Karangantu. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Jawa. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai pencatat perjalanan. dari berita pedagang Portugis. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. terletak di Pacinan. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. pada tanggal 22 Juni 1596. Dalam pelayarannya.

ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). pada tanggal 13 November 1596. Akhirnya. ia diturunkan dari jabatannya. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. Mereka tiba di sana. armada Kesultanan Surasowan Banten. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Selanjutnya. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . berlangsung di sekitar Sungai Musi. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Mangkubumi Jayanagara. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. Armada dagang yang dipimpinnya. Kemudian. Sultan yang masih bayi itu. Ratu Wanagiri. yang baru berusia 9 bulan. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. la memimpin langsung pasukannya. Sebab. Karena sikap congkaknya. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. pada tahun 1602. ia melanjutkan perjalanan. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten.Sikap Cornelis de Houtman. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). Akan tetapi. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. karena kecongkakannya. tidak menghasilkan apa-apa. sebagai Wali Kesultanan. yang kasar dan tidak bijaksana. hampir memukul mundur pasukan Palembang. di negeri rencong itu. Sultan Maulana Muhammad. jabatan Wali Kerajaan. didampingi oleh kakeknya. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. Sementara itu. Bahkan. cucu Sunan Prawoto Demak. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. Pertempuran sengit. putera Aria Pangiri. Perwalian. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. Akhirnya. Akan tetapi. ditarik mundur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berputera Abdulmafakhir. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. pada tanggal 17 Nopember 1602. ia tewas terbunuh. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten.

pada tahun yang sama (1602). Akhirnya. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan.Sementara itu. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. Bahkan. yang kelak diambil oleh Dr. Rasa ketidakpuasan itu. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Pada tanggal 13 Mei 1626. pada bulan juli 1608. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. Kongsi dagang tersebut. oleh penduduk Nusantara. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Mangkubumi terbunuh. Di sana mereka membangun sebuah benteng. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Melihat kondisi seperti ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. pada tahun 1604. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. terjadi kembali huru-hara besar. pada tanggal 30 Mei 1619. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. mencapai puncaknya. yaitu suku Bataav. Pangeran Arya Ranamanggala. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . Snouck Hurgronje (Roesjan. Sementara itu. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. Akan tetapi. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. yaitu Pangeran Mandalika. Peristiwa tersebut. Pangeran Mandalika bersama adiknya. di Belanda terjadi peristiwa penting. mengadakan huru-hara di pelabuhan.1993:127). dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. di kalangan Keraton Surasowan Banten. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. Kekuasaan sepenuhnya. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Didukung pula oleh pihak Inggris. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. di antaranya Insan Kamil. dalam Michrob. Melihat situasi seperti itu. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. agar Sultan Abdulmafakhir. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. Pada tanggal 23 Oktober 1608. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). yang diberi nama Batavia.

Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Kesepakatan perdagangan. Akan tetapi. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. putera mahkota. Abdulma'ali. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. 4. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. dan 5. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. Ratu Pembayun. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. Perjanjian itu. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Sultan Abdulmafakhir. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651).Gelar ini diperolehnya. Pangeran Raja. 2. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. sering "terjun ke lapangan". ia mencapai perjanjian perdagangan. antara lain: 1. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). Pangeran Surya. Pada tahun 1640. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Pada tahun 1645. . pada tahun 1650. la seorang Sultan yang cepat tanggap. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Pangeran Lor. E. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. diangkat menjadi Sultan Anom.Sultan Abdulmafakhir. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. akan tetapi. Begitu juga dengan putera mahkotanya. diserahkan kepada Pangeran Surya. dilanjutkan oleh cucunya. bersikap bebas. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. kedudukan Sultan Anom. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. Pangeran Arya Kulon. bagi Kesultanan Surasowan Banten. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. Selanjutnya. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan masa kemakmuran. 3. ia meninggal dunia dalam usia muda.

seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. yaitu: 1. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Terhadap Kompeni Belanda. Ratu Inten. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. merupakan pekerjaan yang sulit. Pangeran Lor. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. dan 4. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. dan Ratu Tinumpuk. Pangeran Raja. dari manapun asalnya. Antara lain. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. 2. 4. Ratu Kulon. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. Pangeran Kilen. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. 2. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari.Pangeran Surya. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). 3. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. sebagai pejabat tinggi negara. Pangeran Wetan. Pangeran Kidul. Serta empat orang saudara seayah. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahkan kemungkinan besar akan gagal". yaitu: 1. Oleh karena itu. baik orang-orangnya. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. empat orang saudara kandungnya.

Untuk memenuhi strategi itu. pasukan patroli Kompeni Belanda. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. tidak akan pernah sampai ke Batavia. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. yaitu sebelah Timur Cisadane. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. memusnahkan tanaman tebu. Setidaknya. Panembahan Hasanuddin. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. yang tidak diinginkannya. Di wilayah perbatasan. Jalur angkutan laut. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai catatan. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. Padahal Kompeni Belanda berharap. dalam satuan-satuan kecil. harus dipancing keluar dari sarangnya. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. tanpa basis yang tetap (gerilya). kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. Di laut. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda.1. Kompeni Belanda. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Semua aksi-aksinya. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. Tujuannya. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dan 3. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. Mengenai satuan tempur di darat. satuan-satuan armada kecil. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. menurut perjanjian 1645. dan 2. 2. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Kompeni Belanda. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". supaya kapal-kapal itu. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. Di darat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pasukan "gerak cepat" itulah. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. harus dipotong. setiap ada kesempatan. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. terlihat watak maritim Banten murni. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan.

Para Direktur Kompeni di tanah airnya. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). saling mengisi dalam watak dan pendapat. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. telah memenuhi persyaratan. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia mempunyai dua orang kawan. sebagai sumber pangan. "Statuten Van Batavia". Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". dan Speelman. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. kedua penasihat Maetsuycker. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. Maetsuycker. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. dan pandai bergaul. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. van Goens. sejak masa GJ. pada tahun 1653. Akan tetapi. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. Baik van Goens maupun Speelman. Trio itulah. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. Anthony Van Diemen (1636 -1645). adalah hasil dari buah tangannya. Sultan Abdulfatah. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia.dalam "pembaharuan perjanjian". yaitu: mahir menjadi pedagang. Menurut pandangan mereka. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. Untuk mencapai tujuannya. yang membantu Dewan Hindia Belanda. Mereka mendorong. Maetsuycker. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. la terkenal cerdas. menggantikan Carel Reynierszoon. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. selanu 30 tahun. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. yang tidak bertahan lama. Maetsuycker tidak senang bertualang. Sebagai ahli hukum. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". sangat puas atas prestasi Maetsuycker. yang sekaligus menjadi penasihatnya. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. ulet.

sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Pada tahun 1657. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Kesultanan Surasowan Banten. 4. Sebab di laut. Sampai akhir tahun 1656. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. 2. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. atas biaya dari Banten. Terhadap tindakan itu. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar".Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. sebanyak 10 pasal: 1. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. menginginkan Maetsuycker. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pertukaran nota. Ancaman dari darat inilah. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. Banten harus membayar kerugian perang. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Akan tetapi. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. bersedia membuka jalur perundingan. utusan Kompeni Belanda. Menjelang akhir masa perjanjian. van Goens dan Speelman. agar ia bertindak lebih keras. baik di darat maupun di laut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebab secara pribadi. Karena merasa lemah di sektor darat. yang berdasarkan kelompok etluk. 6. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. membawa usul "perdamaian". dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. derigan membentuk pasukan "pribumi". berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. hampir berhasil. 3. dilakukan sampai beberapa kali. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Padahal. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. Untuk memenuhi keperluan tersebut. Pada tanggal 29 April 1658. 5. Sultan Abdulfatah. Kedua belah pihak.

bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Penolakan tersebut. (Michrob. Seperti yang telah diduga sebelumnya. Tuntutan yang pertama. Sebab. sebagai imbalan. Dengan tegas. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. Sultan Abdulfatah sangat faham. pada tanggal 11 Mei 1658. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". Tuntutan yang kedua. Menuntut. maka sebagal imbalannya. berarti menyulut sumbu perang terbuka. harus dikembalikan ke Banten. Oleh karena itu. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah menuntut: 1. 2. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. peralatan-peralatan yang dimaksud. 10. agar orang Banten. agar "bunuh diri". Sebagai jawabannya. Sultan Abdulfatah menegaskan. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. karena: 1. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. agar orang Banten. Perbatasan Banten dan Batavia. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. 9. Menuntut.1993:137). peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. demikian juga sebaliknya 8.7. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. secara bebas dapat membeli meriam. yang dinilai sangat tidak adil. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. yang telah diperolehnya. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. 2. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat.

dengan kekuatan 60 meriam. sebuah satuan tempur darat. selalu "berkeliaran". di perairan Tanara. untuk menjaga serangan dari laut. jenis canon (meriam besar). Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. yang masing-masing diberi nama. perairan Selat Sunda. balasan dari pasukan ardleri Banten. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. Si Muntab dan Si Kalantaka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. di perairan Labuhan Ratu. Dengan melalui jalan darat. Arya Suryanata. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. selama 9 hari. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. yang menyebar di sekitar pelabuhan. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Sedangkan satuan Artileri Banten. Oleh karena itu. di perairan Pontang. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Kapal-kapal Kompeni Belanda. karena dalam rangka blokadenya. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. Suranubaya.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Hal ini dilakukan. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. Akan tetapi. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. di sekitar Pulodua dan Pulolima.000 orang. berlangsung sampai senja hari. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. Tumenggung Wirajurit. Selain itu. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. ditempatkan di pantai Caringin. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ratu Bagus Wiranatapada. Sultan Abdulfatah memerintahkan. di perairan Tangerang. Sepuluh di antaranya. Pertahanan ibukota. 2. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. 1. Ratu Bagus Singandaru. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. 4. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. mulai memuntahkah tembakan salvo. di perairan Karawang. Pertempuran sengit itu. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. dipusatkan di sekitar pelabuhan. 3. 5.

Padahal. Kompeni Belanda. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. dari pasar Batavia. Di Batavia. Sebetulnya. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. Melihat kenyataan ini. dari kedua belah pihak. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. pada tanggal 10 Juli 1659. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. kemudian memeluk agama Islam. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. dan Kesultanan Surasowan Banten. armada Kompeni Belanda. Bagi orang Kompeni Belanda. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Sultan Abdulfatah. tanpa alasan yang sah. karena pihak Kompeni Belanda. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. Akhirnya. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. terjadi stagnasi. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. adalah: pengukuhan garis perbatasan. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk mengadakan penyegaran pasukan. oleh Kompeni Belanda. Kemudian Sayid Ali. harus dikembalikan ke Batavia. Mereka dibekali pasukan baru. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. titik berat dari perjanjian itu. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. Pimpinan baru. dipandang sebagai ancaman baru. bertindak atas nama Sultan Jambi. menuju ke laut lepas. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. tidak menuntut hak monopoli. yang sudah memerlukan istirahat. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. tentang hak membeli senjata dari Batavia. Sementara itu. Perundingan berlangsung di Batavia.Sebelum malam tiba. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. akan ditangkap. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. Sebab. di garis depan Angke-Tangerang. telah banyak korban yang jatuh. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. sepanjang sungai Cisadane. Oleh karena itu.

biaya pemeliharaan kantor tersebut. dapat menyitanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. akan diberi gelar kebangsawanan. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten.Sebagai catatan. ada barang yang dianggap terlarang. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. yang selalu memanfaatkan kesempatan. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". bahwa para gerilyawan Banten. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". F. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. petugas pemeriksa dari pihak Banten. Kemudian. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. Bahkan. tetap diperbolehkan dibuka. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. tidak dikenakan bea pelabuhan. antara lain sebagai berikut: 1. Kemudian. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. Sebab. 2. dengan bayaran tinggi. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. Kelak terbukti. Bila dalam kapal Kompeni itu. Bahkan bila dianggap layak. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. atas permintaan kepala perwakilannya. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. Strategi Sultan Abdulfatah ini. dengan cara mencari setiap kelemahan.

penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. atau. pada tanggal 31 Januari 1679. Kompeni Belanda menyadari. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. Di sebelah kiri dan kanan saluran. Hal ini disebabkan. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. Saluran itu. Kedua. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. antara lain sebagai berikut: Pertama. Pada saat perang berlangsung. telah banyak hal yang terabaikan. Posko pertahanan sebelah timur ini. Dengan demikian. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. karena terletak cukup jauh dari pantai. sepanjang saluran yang baru. Salah satunya. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. Strategi ini. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa pembuatan saluran tersebut. Sebab selama perang berlangsung.tujuannya. bahwa "Banten harus ditundukan. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. banyak mernakan biaya yang amat tinggi.000 jiwa. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. Oleh karena itu. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. juga sarana perhubungannya sulit. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahkan dihancur-lumatkan. Kompeni yang akan lenyap". dibuat sepanjang jalan lama. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. karena beban logistik yang terlalu berat. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. dalam tempo 9 hari perjalanan. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. Dibangun saluran secara berantai. kepada atasannya di Netherland. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. selain letaknya yang jauh.

terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). bahwa pemukiman orang Mataram itu. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). Selain pembangunan fisik. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. ia memperoleh informasi rahasia. Sultan Abdulfatah. Di Muara Beres. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). Dari Wales. Ketika pecah perang. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. 3. yaitu: 1. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru.000 orang. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. yang menuju Batavia. atau ke arah tenggara Muara Beres. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. dengan kekuatan 4. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. Muara Beres. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. Alih teknologi. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. yang mengirimkan koloni petaninya. pos terdepan pasukan Banten. Peningkatan ekspor. Sultan Abdulfatah. Mata-mata Banten mendapatkan.Kesultanan Surasowan Banten. untuk mengepung benteng Batavia. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Dari orang EIC. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Sebab. Dengan demikian. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. ke sebelah timur dari Wales. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. Terbukti. Banyak di antaranya. dihuni petani biasa (bukan tentara). Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda.

Di sekitar tembok benteng. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. sekarang). yang cukup tebal. keraton itu dilaporkan bercorak modern. dapat ditandatangani tahun 1670. dibuat pula saluran yang cukup lebar. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. ditempatkan menara jaga. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. untuk menghindari pengintaian dari luar. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. dilengkapi pancuran dan danau buatan. dengan nama Tubagus Wiraguna. tidak jauh dari pantai. Benggala dan Persia (Iran). Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Istana yang megah itu. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah. diberi dinding bata pada kedua tepinya. Dalam sumber Belanda yang sejaman. Dari nama keraton itulah. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Selain Istana Surasowan di pusat ibukota.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. De Haan berpendapat. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Kelak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Negeri Belanda. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Seluruh komplek. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. Keraton Surasowan. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Macao. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. 1996: 303). berbentuk busur. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Jalan masuk menuju komplek Istana. Melalui kongsi dagangnya. pada tahun 1671. Hal tersebut. Pada sudut-sudut benteng. yang memiliki daya jangkau jauh. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. mengundang para teknisi Eropa. dan berfungsi sebagai benteng cadangan.

yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. memerlukan waktu 2 tahun. Setiap saat. Tamat (Naerssen. Peristiwa ini. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Sultan Ageng Tirtayasa. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. Sementara itu. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Sejak itulah. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. pada tanggal 16 Februari 1671.1977: 159). guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. dapat saja meletus. pada tahun 1674. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. putera mahkota Sultan Haji. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. diperintahkan oleh ayahnya. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. untuk menunaikan ibadah haji. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. Abdulkahar.

Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. Oleh sebab peristiwa itu. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. tidak pernah mulus. Karena persaingan itulah. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Koloni petani Mataram di Karawang. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. Dalam kejadian ini. Kedua belah pihak saling membiarkan. banyak yang menyingkir. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Sultan Ageng Tirtayasa. Kesultanan Surasowan Banten. Dalam perjanjian Bongaya (1667). adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Sisa-sisa laskar Makasar. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. 800 dan 300 orang Makasar. Bantuan senjata dan perbekalan. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. membuat ia mengambil sikap netral. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan kehilangan kebebasannya. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. Terbukti. Kekhawatirannya. di antara kedua belah pihak. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. dalam . hubungan Banten dengan Mataram. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Sementara itu. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. Saran van Goens dan Speeltnan. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. cenderung mengarah kepada permusuhan. berturut-turut telah datang ke Banten. kehilangan sekutunya di kawasan timur.Hal yang meredakan ketegangan. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. Sikapnya yang sangat hati-hati.

Menggunakan kapal itu pula. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. yang telah lama retak. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. dalam peristiwa itu.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. kedua orang kakaknya. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. karena alasan politik. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. tidak mungkin dipenuhi. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Oleh sebab itulah. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. ibu dan isteri-isteri mereka. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. Hanya saja. Sebagaimana telah dikemukakan. Kesultanan Surasowan Banten. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Panembahan Girilaya. sebagai Sultan Sepuh. Menggunakan kapal perang Banten pula. Mereka hanya menjanjikan. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. dapat dipererat kembali. Selain itu. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. akan mengambil sikap netral. Ibunda Amangkurat I. Akibat peristiwa itulah. Sultan Ageng Tirtayasa. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Mereka bersama ayahnya. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. juga puteri Mataram. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. Masing-masing. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. dengan keraton Mataram.

Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. melainkan oleh Kompeni Belanda. Selain itu. pada bulan Oktober 1677. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. Akan tetapi. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. Karena peristiwa itulah. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. langsung menyerbu ibukota Mataram. ia beserta mahkota Majapahit. Selanjutnya. Sebagai penggantinya. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. namun ditolak oleh Trunojoyo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyeberangi Selat Madura. Maetsuycker yang semula bersikap netral. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Speelman kembali ke Japara. Pusaka-pusaka Mataram. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. serta berhasil merebut dan mendudukinya. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. sebagai tebusan biaya perang. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. setelah Trunojoyo tertawan. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Selanjutnya. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. segera dilumpuhkan. Speelinan pun mengusulkan. yang selalu hati-hati. tidak menerima usul tersebut. la berkirim pesan kepada Speelman. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. dan menyerang Arosbaya di Madura. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. sama-sama penganut garis keras. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. Akan tetapi. dengan tujuan mendapatkan wilayah. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. Akibat serbuan Trunojoyo. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. termasuk mahkota Majapahit.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Berdasarkan pertemuan itulah. Pada tanggal 2 Juli 1677. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. putera mahkota Mataram. tidak meneruskan gerakannya.

telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Selanjutnya. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. sebagal pembayar hutang biaya perang. peluru dan mesiu. sehingga memperoleh bantuan meriam. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. menyingkirkan para kepala daerah setempat. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. Sebagai langkah awal. pada tahun 1680. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. pada bulan September tahun 1678. Bupati Sumedang. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. di bawah pimpinan Wiratanu. Hubungan dagang Sumedang . melalui Kapten Hartsinck. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. Situasi baru ini. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. karena Rangga Gempol III.F. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. Akhir tahun 1678. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. Rangga Gempol menggempur Sukapura. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung.Kompeni. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. senapan. yang merupakan wilayah bawahan Banten. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. Parakanmuncung dan Bandung.

adalah menantu Bupati Bandung. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. Sultan Haji. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Rangga Gempol kembali berkuasa. la senang meniru perilaku orang Belanda. mudah terpengaruh bujukan orang. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. yang berkedudukan di Pamanukan. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. di daerah Indramayu. Secara politis. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. Tetapi yang paling membahayakan negara. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. serta orang-orang Belanda lainnya. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa.Cakrayuda. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. Kabupaten Cianjur. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. la labil dalam sikap. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. Akhirnya. Potensinya masih kecil. Pendudukan Banten atas Sumedang. Akan tetapi. Caeff. Sebab. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. tanpa kajian yang mendalam. Sementara itu. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram.

yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. ia orang Kompeni Tulen. tetap rawan. Speelman mengetahui. tubuhnya kekar. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Belanda kelahiran Rotterdam itu. dalam pertempuran di laut. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. karena gangguan gerilya Banten. Watak dan keuletan Speehnan. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Akhirnya. lengkap dengan keadaan politik. Rijcklof Volckertsz van Goens. la tidak berani. Untuk kepentingan Kompeni. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. semakin meruncing. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. ia menyusun catatan pertempuran. Dari "tiga serangkai Kompeni". ia berani mempertaruhkan nyawanya. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. menjadi penguasa wilayah". Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. la cerdas dan cerdik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam sehari.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. terpaksa menahan diri. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. karena ia meninggal pada bulan November 1681. Speelman mematangkan situasi. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. Oleh karena itu. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. Sikap licin seorang pedagang ulung. telah akrab dengan iklim tropic. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. tanpa persiapan yang benar-benar matang. Akan tetapi di darat. namun lincah dan tak senang diam. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. terbawa mati. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. pasukan Banten masih terlalu tangguh. perunding dan panglima perang. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . la sangat memahami. Banten. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar.

dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. di bawah komando Saint Martin. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". pada tanggal 8 Januari 1681. yang ditempati oleh Sultan Haji. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. dan Saint Martin. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". padahal di benteng "Batavia". agar lebih berani mengadapi ayahnya. Sehingga. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. melainkan sebagai "penolong". yang menempati Istana Surasowan. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . oleh Jacob van Dijck dan Caeff. di bawah komando Kapten Tack. tiba di Pelabuhan Banten. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. ialah menghasut Sultan Haji. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. Sultan Haji menawarkan perdamaian. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. Speelman mengutus Jacob van Dijck. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. Padahal. Sementara itu. Selanjutnya. pada malam 26 Februari 1682. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. pada tanggal 16 Maret 1682. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Dengan dalih. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Van Happel. Kapten Tack. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. sebagai perunding ulung. Sloot. berjalan mulus. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sistem politik adu domba. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan.

melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. memasuki keraton Surasowan. Akan tetapi. Di Tanara. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Akhirnya. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. Dari ibukota Surasowan. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Pada tanggal 28 Desember 1682. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. yang berisi bujukan dan permohonan. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. oleh Sultan Haji. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . meriam tempur Hartsinck. Hingga bulan Agustus 1682. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. disambut baik dengan penuh rasa hormat. mulai menembus keraton Tirtayasa. bergerak menuju ke Tirtayasa. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . berhasil merebut Pontang. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. yang berada di Keraton Surasowan. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. Selanjutnya. Di tempat itulah. Sementara yang lain menunggu di Sajira. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. armada darat dan laut Kompeni Belanda. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. di sebelah selatan Tirtayasa. Pasukan gerilya Banten. Saat itu. Pada awal Maret 1683. pada bulan November 1682. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Pada bulan Oktober 1682. Pasukan gabungan ini. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. pasukan darat dan laut Banten. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. dengan perhitungan yang matang. Beberapa hari kemudian. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. bergerak menuju Tirtayasa. Sedangkan di Tanara. sehingga terjadi stagnasi. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. mundur menuju Tanara.

sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. ialah musuh besar Kompeni Belanda. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Seperti juga raja Makasar. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. Akan tetapi. dan Perancis. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. mereka merasa senang. Penangkapan itu. Bahkan. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. mencoba memodernkan negaranya. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Kemungkinan besar.Keraton Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. ia menyebutkan. Denmark. Sehingga. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Karena terbukti. Mungkin saja. Sultan Haji tidak berdaya. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Menurut pengamatannya. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Banten mencapai masa kejayaan. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. dalam berbagai sumber. Pada saat itulah. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Tanpa ragu-ragu. Akan tetapi. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Sultan Banten. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji.

oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Cina dan Arab. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. putera mahkota (Sultan Haji). penerbit Saudara. Padahal. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Mungkin penunjukkan tahun 1672. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). Kesadaran politik inilah. Sultan Ageng Tirtayasa. Macao. Disertai salah satu kapal milik Banten.Atas bantuan orang-orang Eropa. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berakhir pada tahun 1683. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. pada tahun 1677. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. melonjak naik. Sultan Haji mengira. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. sebelum kedatangan orang Portugis. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. Satu tahun lamanya. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Serang. bukan sebagai "bangsawan niaga". Hal itu justeru tetjadi. melakukan pelayaran ke Philipina. Muhammad Ismail. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. Oleh sebab itu. terdapat kesimpang-siuran. berada pada titik puncaknya. Orang berkata. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. la pun menuntut hak. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Benggala dan Persia. dari manapun asalnya. Dalam tahap permulaan. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. Para pedangan India. dari sumber-sumber yang ada.

CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. penelitian. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. Setelah dilakukan penelusuran. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. 5. G. yaitu Tubagus Mustafa. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). Pada tahun 1985. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. 3. dan lain-lain. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. jumlah korban pada pihak musuh. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. No. yaitu Pangeran Sake. Ekadjati (Ketua). putera Pangeran Sake. berdasarkan. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. dan dukungan rakyat.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. Dr. Skep/182/N/1985. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. kesulitan yang dialami. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. terdiri dari: Prof. artistik. Sprin. politis. edukatif. dibentuk tim. luas wilayah perjuangan. 2. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. untuk meneliti. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. 4.M. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. tanggal 8 April 1985. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Drs.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Edi S. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. Tim inti itu. (Anggota). No. Saini K. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. Adik Sultan Haji. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. psikologis.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Salah satunya. Saleh Danasasmita (Anggota). Drs. tingkat volume lama perjuangan.

Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. 4. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). Perlawanan Bupati Sumedang R. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). 8. 7. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Ageng Tirtayasa. Dari hasil seleksi pada waktu itu. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. Ketiga tokoh tersebut. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). terukir oleh tinta emas sejarah.1. 6. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi.A. la raja yang bijaksana. dan 3. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). 3. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723).T. antara lain: 1. 5. Sri Baduga Maharaja. Perlawanan rakyat Banten. gagah berani. 2. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). Raden Alit Prawatasari. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. Kini diorama dan patungnya. Bagus Rangin. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah.

MELACAK RAJATAPURA I.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). meniru bentuk janggut patung Agastya. Durga dan Ganesha. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme.1984: 29). semuanya dikirim ke Batavia. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. Siwa. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. diangkut ke museum pula. kecuali satu. Beberapa puluh tahun kemudian. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . sekalipun orang Cina berkeberatan. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten.1996:101). Arca itu. pada paro pertama abad ke-19. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ternyata sebuah yoni. yang menggambarkan Brahma. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. Beberapa bulan kemudian arca itu. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. kendi itu dihilangkan. Agastya. Pada wayang Kumbayana. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. Brumund dan Van Hoevell. dua pakar yang terkenal. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang.

kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. Pemujaan terhadap Agastya. mengemukakan pendapatnya. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. Pada materi yang sama. tuffa. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles).500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). 104).1993: 33). Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bila dikaji lebih dalam. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. Pada berbagai singkapan. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. dalam Guillot. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. kemudian dibahas oleh Yogaswara. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. 1996. luasnya sekitar 17. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell.Boleh jadi. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. 1850. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. Sayangnya. Kedua-duanya. Halwany Michrob.

bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. dikatakannya kepadanya. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n .1996: 106). oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. 1984: 3334). memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. Dalam pada itu. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja.1894 dalam Guillot. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. di Pulau Panaitan. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. Selanjutnya. dalam Michrob. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. 1978: 38). sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. II.daerah ujung selatan Surnatera. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. Ketika bapaknya datang kepadanya. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari.1983: 33). (1996). Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. mengisyaratkan.1993: 33). dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan.

antara lain: Batu Sanghiyang Arca. di sekitar puncak Gunung Pulasari. Batu Sanghiyang Kotok. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. Pada hemat kami.100). Batu Cangkrung. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. Menurut cerita rakyat. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. tidak pernah kering. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Di lokasi tersebut. ada semacam "gambar" ayam jantan. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Air Terjun Curug Putri. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Batu Kiara Jingkar. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. menurut cerita rakyat. Batu Cangkrung. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Kekeramatan batu tersebut. Batu Kiara Sarebu. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. menurut cerita rakyat. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. terdapat batu-batu yang dikeramatkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menurut cerita rakyat. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah.dicari". Uniknya. Patut disayangkan. Ayam jantan tersebut. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Menurut cerita rakyat Cilentung. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. Untuk membuktikan kebenarannya.19y6. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. air di atas permukaan yang cekung tersebut. konon milik Maulana Hasanuddin. yang dibentuk serupa "makam". Batu Kiara Jingkar. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. tebal 10 centimeter. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". pipih. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. air terjun Curug Putri. yang berserak di bawah cucuran air terjun.

dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. Selain tempat-tempat keramat biasa. kelihatan pula. Mungkin. Di lokasi puncak Rincik Manik. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. Di bagian lain. tetapi hampir tidak menonjol. Di lokasi puncak Rincik Manik. 1996). Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. Uniknya. banyak sampah-sampah berserakan. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Makam yang pertama. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Di lokasi puncak Roncang Omas. ketika diukur menggunaltan kompas. nampak gosong. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik.300 meter hingga 1. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. lengan-lengan dan kelamin lelaki. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. membujur arah utara-selatan. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. Makam yang satunya lagi. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. pada ketinggian antara 1. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di lokasi itu. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir.346 meter di atas permukaan laut. membujur arah timur-barat. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Hal itu. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. yang ditinggallkan wisatawan lokal.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda.1985: 92). Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. 1981/1982: 247). dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Di daerah Lampung... dan belum dikerjakan (Sukendar. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri.1996:100). dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja".bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. Haris Sukendar. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. Mungkin Guillot kecewa. Jawa Barat. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. menerangkan makna dan fungsi menhir./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . "primitif" dan "kampungan". tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). dikemukakan antara lain sebagai berikut: .

Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. yang menjadi tujuan terakhir. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka.1984: 42). yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Mereka memohon kepada nenek-moyang.. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. banyak sekali. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas.. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. dengan mengucapkan mantra.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme.

8. kerikil dari letusan gunung. 4. Gunung Karang. Kecamatan Saketi. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n .nenek-moyang. Kecamatan Banjar. Batu Pahoman. 5. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Cilabuan. Terhanyutnya pasir. Lokasi di Desa Banjarnegara. Desa Pasirpeuteuy. Makam Gunung Cupu. antara lain berupa menhir: 1. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Cicaringin dan Cibangangah. Kecamatan Saketi. Batu Rincik Manik. Kecamatan Cadasari. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Desa Sanghyangdengdek. Berdasarkan kajian geografi sejarah. 6. Gunung Pulasari. Kecamatan Saketi. Batu Lingga. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. 9. Jumlah 3 buah menhir. juga Gunung Aseupan.1984: 42). Lokasi di Desa Sukasari. keadaan pantai barat Pandeglang. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Sanghyang Healeut. 7.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Batu Goong. Batu Cihanjuran. Dihitung secara geologis. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. oleh arus deras sungai Cibama. Sanghiyang Dengdek. Kecamatan Menes. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Sanghiyang Arca. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. Kecamatan Mandalawangi. debu. Lokasi di Kampung Pahoman. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Desa Cikoneng. 2. pada masa 2000 tahun yang silam. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. lokasi di mata air Cihanjuran. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Desa Gunungcupu. Kecamatan Cimanuk. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Posisi di puncak Gunung Pulasari. Lokasi di Desa Batulingga. 3.

Kampung Sampalan. 4. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi.1929: 47). 6. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. 8. di antaranya: 1. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lokasi di Desa Palanyar. Lokasi di Kampung Cibulakan. van Tricht. Batu Qur'an. 9.III. Kecamatan Menes. Lokasi di Desa Sukasari. Lokasi di Desa Parigi. Batu Kolam Citaman. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Batu Notod. 12. Batu Cangkrung. 5. Kecamatan Cimanuk. 2. Djajadiningrat. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Kuda II. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. 3. Kecamatan Saketi. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. 2. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Batu Pangasaman. Batu Tongtrong. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Batu Kasur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lokasi di Desa Saketi. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Di kawasan Popinsi Banten. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Batu Keris dan Bata Teko. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Kecamatan Mandalawangi. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. 3. Batu Saketeng. Lokasi di Kampung Baturanjang. Batu Tumbung.A. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Kampung Cidaresi. Desa Parigi. Kecamatan Saketi. 11. Kecamatan Saketi. Batu Ranjang. Batu Kuda I. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Kecamatan Saketi. 10. Desa Palanyar. Kecamatan Cimanuk. dalam laporan resminya (1908 no. Kecamatan Cimanuk. antara lain: 1. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Batu Pangsalatan. 1786. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Batu Sanghiyang Kotok. Bupati Serang tahun 1908. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". 7. Lokasi di Kampung Nembol.A. Desa Palanyar.

Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. Bagi mereka. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. akrab. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. Keterangan peninggalan tersebut. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1984: 43). watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. Namun. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir.

Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Iswara. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot.1993: 5-6). dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tidak menutup kemungkinan. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja".j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. mengemukakan pendapatnya. "ratu bakti di dewata. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. kemungkinan ada unsur kesengajaan. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. dewata tunduk kepada hiyang). Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. kemungkinan besar pernah tersingkir. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Sang Pencipta Roh. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. niskala = gaib). Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. 1984:41). Kemungkinan-kemungkinan itulah. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. Wisnu. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum).

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". Golongan ini banyak pengikutnya. . Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . bertani dan sebagainya. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. Adapun mata pencaharian warga masyarakat.. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot.. berdagang. mengusahakan pelayanan. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. Anutan mereka sekalian Waisnawa. dipelihara dan sangatlah baik karenanya.. Karena sekalian warga masyarakat.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta.. Sang Raja membuat candi. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Kekunoan arca-arca tersebut. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. juga Hyang Wisnudewa..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena kekunoannya itulah. Ada yang memuja Hyang Siwa. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa.. di antaranya berburu di hutan pegunungan. Ada yang memuja Hyang Ganayana.

penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. Sedangkan Palembang sekarang. untuk sementara belum dapat dipastikan. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. Akan tetapi. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. dan bahkan nama kerajaan itu.1984:13). karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Guillot menjelaskan. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. Saleh Danasasmita. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)".1996:103). berada tepat di pantai. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Oleh karena itu. Kota Palembang di Sumatera Selatan. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memberikan kepastian lokasi. hingga mencapai 8-9 kilometer.1984). posisinya jauh dari garis pantai. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam.1996:108). Kutipan tersebut sangat berharga. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. ia menulis tentang arca Ganesha. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Banten sebelum masa Pajajaran. pada bagian lain. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. telah ditemukan di daerah Banten. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada.

tinggi 9. Kemungkinan tersebut. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . parwa I sarga 1. Burhan menyebutnya "Batu Peta".5 cm). titik terbesar yang berbentuk persegi empat. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi.1980:13).garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . posisi kota kecamatan Mandalawangi.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat.. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. juru pelihara Burhan. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. didukung oleh pendapat Dedi M. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. halaman 154. (terletak) di tepi laut. Kemudian. Kemungkinan besar. Oleh karena itulah. Barmawijaya (akhli geologi). dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. berada di tengah-tengah. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. terindikasi adanya beberapa ketepatan. lebar 18 cm. terungkap sebagai . saat ini (18 Maret 2001)... sangat strategis. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". berada di pesisir barat Pandeglang. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). Di salah sate permukaan batu itu. Begitu pula hal yang sama. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). Secara kebetulan.

bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. posisi Mandalawangi. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . diduga kuat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Gunung Aseupan dan Gunung Karang.benteng alam: Gunung Pulasari. Oleh karena itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful