Quality Function Deployment Yang dimaksud dengan QFD (Quality Function Deployment) adalah suatu metode yang dapat
memudahkan tim pengembangan produk untuk mengetahui dengan jelas keinginan dan kebutuhan konsumen, yang kemudian akan dikaitkan dengan parameter-parameter teknis dan nilai-nilai sasaran. Dengan demikian, keinginan dan kebutuhan konsumen dapat terpenuhi oleh produk atau jasa yang akan dikembangkan. QFD pertama kali diterapkan di Jepang oleh Yoji Akao sebagai metode untuk melakukan perbaikan secara kontinyu, sesuai dengan karakteristiknya yaitu Hinshitsu, Kino, dan Tenkai, yang kemudian diterjemahkan menjadi Quality Function Deployment. Pada QFD, dikenal suatu matrik utama yang sangat penting yaitu House Of Quality yang dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Quality Function Deployment
(House Of Quality)
Technical Correlations Technical Response Competitive Satisfaction Performance
Relationships
Priorities Competitive Benchmarks Targets
Gambar 1 : Quality Function Deployment (House Of Quality) Customer Needs : berisi daftar kebutuhan konsumen berkaitan dengan produk yang sedang dikembangkan. Importance To Customer : berisi tingkat kepentingan (bobot) dari kebutuhankebutuhan konsumen.
Cumulative Normalized Raw Weight
Customer Satisfaction Performance
Importance To Customer
Normalized Raw Weight
Improvement Ratio
Customer Needs
Raw Weight
Sales Point
Goal
Customer Satisfaction Performance : berisi tingkat kepuasan konsumen terhadap produk atau jasa yang telah ada. Competitive Satisfaction Performance : berisi tingkat kepuasan konsumen terhadap produk atau jasa pesaing. Goal : berisi target yang ingin dicapai oleh tim pengembang berkaitan dengan tingkat kepuasan konsumen. goal improvement _ ratio = customer _ satisfaction _ performance Sales Point : berisi informasi mengenai karakteristik dalam menjual produk atau jasa. Raw Weight : (Importance To Customer) * (Improvement Ratio) * (Sales Point) raw _ weight normalized _ raw _ weight = raw _ weight _ total Cumulative Normalized Raw Weight : menunjukkan seberapa banyak kebutuhan dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan yang paling penting, dua yang paling penting dan seterusnya. Technical Response : berisi aspek-aspek teknis yang merupakan terjemahan dari kebutuhan-kebutuhan konsumen. Relationships : menunjukkan hubungan antara aspek teknis dengan kebutuhan konsumen. Priorities = (nilai numerik dari lambang korelasi masing-masing kebutuhan * Normalized Raw Weight-nya) Technical Correlations : menunjukkan hubungan antara aspek teknis yang satu dengan lainnya. Competitive Benchmark : untuk memberikan gambaran posisi produk yang sedang dikembangkan dengan pesaing. Targets : Merupakan tujuan sekaligus tahap akhir dari proses QFD (House Of Quality). Dengan QFD, sasaran dari pengembangan produk dari segi teknis dapat terlihat hubungannya dengan kebutuhan konsumen, keadaan pesaing, juga keadaan perusahaan.