QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS YUDHARTA
PASURUAN
Definisi Quality Function Deployment
QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT adalah merupakan sistem yang
digunakan untuk mewujudkan dan merencanakan harapan-harapan
konsumen ke dalam karakteristik kualitas produk, proses dan jasa sehingga
dapat memenuhi harapan, kebutuhan dan keinginan konsumen.
Quality Function Deployment terdiri dari tiga kata yang memiliki makna:
Quality : mempertemukan permintaan dari para pelanggan untuk membuat
suatu produk.
Function : melaksanakan apa yang harus dilakukan sesuai dengan fokus
perhatiannya.
Deployment : memahami siapa yang akan melakukan untuk terwujudnya suatu produk.
Sejarah Quality Function Deployment
Quality Function Deplotment (QFD) ditemukan oleh Yoji Akao seorang
kebangsaan Jepang pada tahun 1966. QFD merupakan metode yang
dikembangkan untuk menghubungkan perusahaan atau lembaga dengan
konsumen. Melalui QFD, setiap keputusan dibuat untuk memenuhi
kebutuhan yang diekspresikan oleh pelanggan. Pendekatan ini
menggunakan sejenis diagram matriks untuk mempresentasikan data
dan informasi (Evams et al, 2007).
Tujuan Quality Function Deployment
Tujuan dari penerapan metode QFD adalah memenuhi sebanyak mungkin
harapan konsumen, dan berusaha melampaui harapan tersebut dengan
merancang produk baru agar dapat berkompetisi dengan produk dari
kompetitor untuk kepuasan konsumen.
Manfaat Quality Function Deployment
QFD berguna untuk memastikan bahwa suatu perusahaan memusatkan
perhatiannya terhadap kebutuhan konsumen sebelum setiap pekerjaan
perancangan dilakukan .
Manfaat QFD bagi perusahaan yang berusaha meningkatkan daya saingnya
melaui perbaikan kualitas dan produktifitasnya secara berkesinambungan
adalah sebagai berikut (Zairi & Youssef, 1995):
a. Fokus pada pelanggan
b. Efisiensi waktu
c. Orientasi kerja sama tim (Teamwork Oriented).
d. Orientasi pada dokumentasi
e. Memusatkan perancangan produk dan jasa pada kebutuhan dan kepuasan konsumen.
f. Menganalisa kinerja produk perusahaan untuk memenuhi kepuasan konsumen.
g. Mengurangi banyaknya perubahan desain.
Kelemahan Quality Function Deployment
Menurut Tony Wijaya dalam buku Manajemen Kualitas Jasa (2011)
berpendapat bahwa Quality Function Deployment memiliki
kelemahan sebagai berikut :
a. Memerlukan keahlian spesifik beragam yaitu input pada QFD memerlukan
analis pasar.
b. Kesulitan dalam pengisian matriks
c. Hanya merupakan alat, tidak ada kejelasan kerangka pemecahan masalah.
Tahapan Quality Function Deployment
Implementasi Quality Function Deployment secara garis besar dibagi
dalam 3 (tiga) tahap, yaitu :
a. Tahap Pengumpulan Voice of Customer
b. tahap penyusunan House of Quality
c. tahap analisa dan interprestasi.
Tahap Pengumpulan Voice of Customer
Pada tahap ini akan dilakukan survey untuk memperoleh suara
pelanggan yang tentu membutuhkan waktu dan ketrampilan untuk
mendengarkan. Berikut langkah-langkah pada tahap ini secara
ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Mengklasifikasi kebutuhan pelanggan
2. Mengumpulkan data-data kualitatif
3. Analisa data pelanggan
4. Kuantifikasi data
5. Afinity diagram
Tahap Penyusunan House of Quality
Menurut Cohen (1992) tahap-tahap dalam menyusun rumah kualitas adalah
sebagai berikut:
1. Tahap I Matrik Kebutuhan Pelanggan
2. Tahap II Matrik Perencanaan
3. Tahap III Respon Teknis
4. Tahap IV Menentukan Hubungan Respon Teknis dengan Kebutuhan Konsumen
5. Tahap V Korelasi Teknis
6. Tahap IV Benchmarking dan Penetapan Target
Tahap Analisa dan Interprestasi
Tahap analisa dan interpretasi merupakan tahap teknis dan
implementasi quality function deployment. Disini dilakukan
analisis dan interpretasi terhadap rumah kualitas yang sudah
disusun pada tahap sebelumnya.
Tahap Pengukuran Quality Function Deployment
Kuesioner dan interview merupakan alat yang dapat digunakan untuk
mengetahui apa yang menjadi harapan dan mengetahui bagaimana
kepuasan pelanggan terhadap produk yang kita gunakan. Adapun tahap
pengukurannya sebagai berikut :
a. Langkah 1: Voice of Customer (menggunakan interview)
b. Langkah 2: Respon (Design / Technical Requirements)
c. Langkah 3: Pengisian matriks hubungan
d. Langkah 4: Matriks Korelasi
e. Langkah 5: Benchmarking
f. Langkah 6: Penentuan overall importance
TERIMA KASIH