Anda di halaman 1dari 22

1

KALKULUS VEKTOR

Pada bab ini kita akan membahas tentang kalkulus Vektor, yang terdiri dari :
1. Medan Vektor
2. Integral Garis
3. Kebebasan Tapak
4. Teorema Green di Bidang
5. Integral Permukaan
6. Teorema Divergensi Gauss
7. Teorema Stokes


1. Medan Vektor
Medan Vektor merupakan daerah yang mengandung besaran medan vector yang berubah
sekaligus arah dan besarnya pada setiap titik ruang. Dan di tulis sebagai fungsi. Contoh
medan vector adalah medan gaya, medan listrik, medan potensial vector magnetic.

Menurut teori deferensial parsial:
( ) ( ) l d T dz
z
T
dy
y
T
dx
x
T
dT - V =
|
.
|

\
|
c
c
+
|
|
.
|

\
|
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
=
mengingat dl = i dx + j dy + k dz, maka gradien suhu T = VT = k j i
z
T
y
T
x
T
c
c
+
c
c
+
c
c

merupakan besaran vektor dengan 3 komponennya masing-masing mempunyai arah sesuai
dengan arah vektor satuan i, j, dan k. Jadi interpretasi geometris suatu gradien, seperti vektor
yang mempunyai harga dan arah, dan ditulis dalam bentuk abstrak:
dengan u sudut antara VT dengan dl, sehingga operator V didefinisikan dalam koordinat
Cartesius sebagai:

z y x c
c
+
c
c
+
c
c
V k j i

Seperti halnya vektor biasa, operator V dapat bekerja dengan 3 bentuk perkalian:
1. Bekerja pada fungsi skalar: VT disebut gradien
2. Bekerja pada fungsi vektor, melalui perkalian dot: V.V disebut divergensi
2

3. Bekerja pada fungsi vektor, melalui perkalian silang: V x V disebut rotasi atau
curl.

Gradien
Gradien suatu fungsi scalar adalah suatu vector yang harganya merupakan turunan berarah
maksimum di titik yang sedang di tinjau, sedangkan arahnya merupakan arah turunan berarah
maksimum di titik tersebut.

z
k
y
j
x
i
c
c
+
c
c
+
c
c
= V



Contoh
1. Gradien suatu fungsi r
Ambil f(r) = ( )
2 2 2
z y x f + +
( )
( ) ( ) ( )
z
r f
y
r f
x
r f
r f
c
c
+
c
c
+
c
c
= V k j i
dengan
( ) ( )
r
x
x
z y x
x
r
x
r
dx
r df
x
r f
=
c
+ + c
=
c
c
c
c
- =
c
c
2 2 2
dan
sehingga
( )
( )
dr
df
r
dr
df
r dr
r df
r
z
r
y
r
x
r f
0
= =
(

|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
= V
r
k j i
misal
0
2
0

1
1

1
r
r dr
r
d
r
r
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
V
2. Anggap bahwa permukaan yang diperhatikan merupakan kulit bola
sepusat/konsentris, maka ( ) konstan , ,
2 2 2
= = = + + =
i i
C r z y x z y x dan
i i
C r A = A = A adalah beda nilai pada kulit bola yang berbeda. Gradien :
( )
( )
0 0
r
dr
r d
r r = = V



3


Jelaslah bahwa turunan maksimum fungsi adalah dalam arah radial.

Divergensi
Divergensi suatu vector adalah limit integral permukaan persatuan volum, jika volum yang
terlingkupi oleh permukaan tersebut mendekati nol.

}
-

= - V
S
d
V
a n F
0 V
lim
F
1


Dalam koordinat tegak lurus, divergensi:

z
F
y
F
x
F
z
y
x
c
c
c
c
+
c
c
= V F .

Arti fisis dari divergensi dapat dipahami seperti contoh pada mekanika fluida berikut:
Jika v menyatakan kecepatan fluida sebagai fungsi kedudukan, dan kerapatannya, maka
da
S
n v
}
, jelas merupakan jumlah volum fluida persatuan waktu (atau debit) yang
meninggalkan volum yang terlingkupi oleh S. Jadi jelaslah bahwa divergensi dapat
ditafsirkan sebagai limit kuat sumber persatuan volum atau merupakan kerapatn sumber
fluida tak termampatkan.

Teorema Divergensi/Teorema Gauss
Integral dari divergensi suatu vector pada volum V sama dengan integral permukaan
komponen normal vector itu pada permukaan yang melingkupi V.

} }
= V
S V
da dV n F F

r
1
r
2
V =
0
r
x
y
z
4

Kita tinjau vector-vektor radial yang banyak muncul dalam masalah listrik magnet:

( ) 3 . =
c
c
+
c
c
+
c
c
= + +
|
|
.
|

\
|
c
c
+
c
c
+
c
c
= V
z
z
y
y
x
x
z y x
z y x
k j i k j i r
Bagaimana divergensi perkalian vector dan fungsi scalar radial?
. ( ) ( ) | | ( ) | | ( ) | | ( )
|
|
.
|

\
|
+ + + =
c
c
+
c
c
+
c
c
= V
dr
df
r
z
dr
df
r
y
dr
df
r
x
r f r f z
z
r f y
y
r f x
x
r f
2 2 2
3 r
( ) ( )
dr
df
r r f r f + = V 3 r
Bila ( ) ( ) ( )
1 1 1 1 1
2 1 3 maka ,

+ = + = V =
n n n n n
r n r n r r r r f r

Rotasi atau Curl
Rotasi suatu vector adalah limit angka banding antara integral perkalian silang vector itu
dengan normal yang berarah ke luar di seluruh permukaan tertutup terhadap volum yang
terlingkup oleh permukaan tersebut untuk untuk harga volum yang mendekati nol.

}

= V
S
da
V V
F n F
1
0
lim


Perhatikan bahwa definisi rotasi sangat mirip dengan divergensi, bedanya dot dengan cross.
Kita tinjau vector dan fungsi radial
( ) ( ) ( ) | | r r r V + V = V r f r f r f
0 =
c
c
c
c
c
c
= V
z y x
z y x
k j i
r ,
dan ( )
( )
dr
r df
r r f
0
= V , sehingga
( ) 0
0
= = V r r r
dr
df
r f karena
0
r dan r arahnya sama.

Arti fisis rotasi suatu medan vector adalah setara dengan divergensi suatu medan vector.
Namun bahwasanya medan vector ada yang bersifat divergen atau bersifat rotasional.
Divergensi medan vector adalah rapat sumber dari medan vector yang bersifat divergen,
sedang Rotasi medan vector menghasilkan rapat sumber dari suatu medan vector rotasional.
5


Operator Laplace
.
|
|
.
|

\
|
c
c
+
c
c
+
c
c

|
|
.
|

\
|
c
c
+
c
c
+
c
c
= V V
z y x z y x

k j i k j i


2
2
2
2
2
2
2
V =
c
c
+
c
c
+
c
c
=
z y x

2
2
2
2
2
2
2
z y x c
c
+
c
c
+
c
c
= V , dinamakan operator Laplace
Cari ( ) ? = V - V r g
Dari contoh 1: ( )
( )
dr
r dg
r r g
0
= V
( )
( )
dr
dg
r dr
r dg
r r g
r
V = V = V V
0
Dari contoh 4:
( )
2
2
2 2
2
2 3
dr
g d
dr
dg
r dr
dg
r
r
dr
g d
r
r
dr
dg
r
r g + =
(

+ + = V V





2. Integral Garis

Definisi : Misal suatu lintasan dalam ruang dimensi m pada interval [a,b]. Andaikan


adalah medan vektor yang didefinisikan pada lintasan . Integral

sepanjang disebut
integral garis.

,()-

()


Dalam hal ini

) sedangkan, (

) . Jadi dapat juga ditulis



,()-

()


6





Dalam ruang dua dimensi (2D) pernyataannya menjadi

()

()
Dalam ruang dua dimensi (3D) pernyataannya menjadi

()

()

()

Sifat Integral Garis
1. (


2. Jika lintasannya adalah


maka


c
1
c
3
c
m

c
2

b
a s(t)



3. Bila b a

= lintasan disebut lintasan tertutup, simbol


}
biasa digunakan

Contoh 1
Misalkan ( ) ( )j y x i y y x F

+ + =
3
, , ( ) y x, dengan 0 > y
Hitunglah kerja yang dilakukan oleh F

untuk memindahkan suatu partikel dari titik (0,0)


ke titik (1,1) sepanjang lintasan berikut:
a. Garis dengan persamaan 1 t 0 , , s s = = t y t x
b. Garis dengan persamaan 1 t 0 , ,
3 2
s s = = t y t x
b a

=
C
7


Jawab :

a. Jadi j t i t t s j y i x s

+ = + = ) (
( ) ( ) ( ) ( )j t t i t t F j y x i y y x F

+ + = + + =
3 3
,

( )
( )
} }
= =
1
0
1 , 1
0 , 0
) ( ) ( t s d t F s d F W


( ) ( ) ( )
12
17
1
0
3
2
1
1
0
3
= |
.
|

\
|
+ + = + + + =
} }
dt t t t dt j i j t t i t W



y
x
a

( ) y x s ,

, t y
t x
=
=
8

Jadi j t i t t s j y i x s

3 2
) ( + = + =
( )dt j t i t t s d

2
3 2 ) ( + =
( ) ( )j y x i y y x F

+ + =
3
,
( ) ( )j t t i t t F

3 6
2
3
+ + =

( )
( )
s d F W

}
=
1 , 1
0 , 0

( ) | |
}
+
(

+ + =
1
0
2 3 6
2
3
3 2 dt j t i t j t t i t


= ( )
42
59
3 2
1
0
5 8
2
5
=
(

+ +
}
dt t t t

Catatan: jika suatu medan vektor F

adalah gradien dari medan skalar , maka disebut


potensial untuk F

level set dari disebut permukaan ekipotensial.


Dalam 2D disebut garis-garis ekipotensial (equipotential line) jika,
a. menyatakan temperature isothermal
b. menyatakan tekanan isobaric
c. menyatakan density isodensity
Contoh:
m
r z y x = ) , , ( dengan
2
1
2 2 2
) ( z y x r + + = , integer m medan vektor
V = ) , , ( z y x F = ) (
m
r V = ) (
1
r mr
m
V

= ] [
1
k
z
r
j
y
r
i
x
r
mr
m

c
c
+
c
c
+
c
c


= ] [
1
k
r
z
j
r
y
i
r
x
mr
m

+ +

= r mr
m

2

Jadi , r mr z y x F
m

2
) , , (

=

Sebagai latihan coba anda selesaikan soal ini. Massa m bergerak dalam orbit lingkaran
dengan kecepatan sudut e . Mengalami gaya sentrifugal r m z y x F

2
) , , ( e = . Tunjukan bahwa
potensial , akibat gaya F

adalah ) (
2
1
) , , (
2 2 2 2
z y x m z y x + + = e , k z j y i x r

+ + =

y
x
a

( ) y x s ,

3
2
t y
t x
=
=
9













3. KEBEBASAN TAPAK
Andaikan C kurva mulus sepotong-sepotong pada bidang xy, , yang dimulai di
(x(a), y(a)) dan berakhir di (x(b), y(b)), a t b . Maka integral garis disebut
bebas tapak apabila integral tersebut hanya dipengaruhi oleh titik awal dan titik
akhir (tidak
dipengaruhi oleh bentuk kurva C). Artinya untuk setiap kurva yang mempunyai titik awal dan
titik akhir yang sama, maka integral garisnya sama.

Teorema A (Teorema Bebas Tapak)

Andaikan F(r) kontinu pada suatu himpunan tersambung terbuka D. Maka integral
garis bebas tapak jika dan hanya jika F(r) = f (r) untuk suatu fungsi skalar f
(F adalah
medan vektor konservatif).

Contoh 13


Buktikan integral bebas tapak, kemudian
hitung integral tersebut.

Jawab

Diketahui F = (y
2
+ 2xy)i + (x
2
+ 2xy)j. Maka

f (x, y) = y
2
x + x
2
y + g(y)

= 2yx + x
2
+ g(y) g(y) = 0 g(y) = c

Jadi, terbukti F bebas tapak karena ada fungsi potensial f (x, y) = xy
2
+ x
2
y + c .


Maka,










Akibat Teorema

Pernyataan di bawah ini ekuivalen:

1. F(r) = f (r) untuk suatu fungsi f
10


2. bebas tapak

3. untuk setiap tapak tertutup.





Contoh 14


Hitung , C adalah lingkaran dengan pusat di (0, 0)
dan berjari-jari 2, orientasi positif.

Jawab

Dari contoh 13 F medan vektor konservatif dan C kurva tertutup, maka berdasarkan teorema







Teorema B (Teorema Rotasi)

Andaikan F = Mi + Nj + Pk dengan M, N, dan P kontinu bersama-sama dengan turunan parsial
tingkat pertamanya ada pada himpunan tersambung D dengan tanpa lubang. Maka F
konservatif jika dan hanya jika rot F = 0, yakni

,




















11





Contoh 15

Buktikan F = (6xy
3
+ 2z
2
)i + 9x
2
y
2
j + (4xz + 1)k medan vektor konservatif

Jawab


, ,


,




Maka diperoleh rot F = 0.

Berdasarkan teorema rotasi, F adalah medan vektor konservatif




12

4. TEOREMA GREEN DALAM BIDANG
Misalkan P dan Q dua fungsi dengan dua variable, kontinu dan memiliki turunan parsial pertama
yang kontinu pada suatu daerah R di bidang dan daerah ini di batasi oleh kurva C. Maka
( ) ( ) 0


Simbol

berarti bahwa integral lengkungan diambil satu kali putar pada C dalam arah
berlawanan jarum jam.

Teorema:
Jika R suatu daerah macam I atau II (kombinasi), maka luas daerah R tersebut adalah


Dengan C batas daerah R
Bukti:
Misal ( )

( )


Dari Teorema Green
( ) ( ) [

)


Jadi


Catatan:
13

Jika lengkungan C dapat diuraikan menjadi




Contoh
(1) Dit : Tentukan luas daerah yang terkurung oleh ellips



Jaw : Perhatikan


atau
2 2
1
x y
a b
| | | |
+ =
| |
\ . \ .



Misal

= cos t 2


0 t 2

Kita gunakan A =

................. (i)
jadi, karena x = a cos t
dx = - a sin t dt
y = b sin t ................. (ii)
dy = b cos t dt
(ii) pada (i)

A =


, -

dt
A =

a b

= a b sat luas.

(2) Dit : Luas daerah R yang dibatasi lengkungan y =

dan y =



Jawab:
14


Misal potongan kurva
C
1
: y =

dari (1,1) (0,0)


C
2
: y =

dari (0,0) (1,1)


C = C
1
+ C
2
Luas R : A =


sepanjang
C
1
: y =

dy =

dx , jadi dapat ditulis untuk lengkungan ini


=

dx

dx =

dx
C
2
: y =

dy =

dx jadi =

dx

dx =

dx
Jadi A =

satuan luas


Theorema Green dalam bentuk vektor
1. Jika
1 2
F F i F j

= +
1 2
F F i F j

= +

( )
2 1
1 2
R c
F F
dxdy Fdx F dy
x y
| | c c
= +
|
c c
\ .
}} }
(Skalar)
2.
R c
Curl F dxdy F d r

| |
=
|
\ .
}} }
(vektor)
F
1

C
F
2

z
15

Dalam hal ini
1 2 3
i j k
Curl F
x y z
F F F

c c c
=
c c c
, dalam 3D

Catatan :
3 1 2
V V V
DivV
x y z

c c c
= + +
c c c

Atau
1 2 3
V i j k V i V j V k
x y z

| | c c c
| |
V- = + + - + +
| |
c c c
\ .
\ .


f f f
Gradf i j k
x y z

| | c c c
= + +
|
c c c
\ .

( )
2 2 2
2
2 2 2
f f f
Div Gradf f
x y z
c c c
= + + = V
c c c

( ) Curl Gradf O

=

Ingat : DivV

menghasilkan skalar GradV

menghasilkan vektor










x
y

16







5. Integral Permukaan

Andaikan permukaan G berupa grafik z = f(x, y) dengan (x, y) mempunyai jangkauan atas
persegi panjang R pada bidang xy. Andaikan P suatu partisi yang membagi R menjadi n-buah
persegipanjang bagian R
i
; menghasilkan padanan partisi permukaan G menjadi n-potongan
G
i
. Pilih titik di R
i
dan tetapkan =

) adalah titik yang
berpadanan di G
i
, maka definisi integral permukaan adalah





Definisi di atas tidak praktis untuk perhitungan integral permukaan, sehingga diperlukan cara
yang praktis untuk menghitung integral permukaan.


Teorema Integral Permukaan
Andaikan G suatu permukaan berupa grafik dengan di R. Jika f
mempunyai turunan parsial pertama yang kontinu dan kontinu
pada R , maka








dengan adalah sudut antara normal satuan ke atas n di dan sumbu z positif.

Contoh 1
Hitung dengan G adalah bagian dari kerucut z
2
= x
2
+ y
2
di antara bidang z = 1
dan z = 4.
Jawab


didapat



Jadi,




17













1.2 Fluks Medan Vektor Menembus Permukaan
Permukaan yang dimaksud adalah permukaan dengan dua sisi, yaitu seperti pita m bius
Misalkan permukaan ini mulus, maka ia memiliki suatu vektor normal satuan n yang
berubah-ubah. Andaikan G suatu permukaan dua sisi yang demikian mulus dan anggap
bahwa ia terendam di dalam fluida dengan suatu medan vektor F hampir konstan, dan volume
fluida V yang melewati potongan ini dalam arah normal satuan n adalah
V F . n S

Fluks F melintasi G =






18



















6. Teorema Gauss

Andaikan S suatu benda pejal tertutup dan terbatas dalam ruang dimensi-3, yang secara
lengkap dicakup oleh suatu permukaan mulus sepotong-sepotong S (gambar 12)
z





n

y
x Gambar 12

Teorema Gauss
Andaikan F = Mi + Nj + Pk suatu medan vektor demikian sehingga M, N, dan P mempunyai
turunan parsial pertama yang kontinu pada S dan batasnya S. Jika n menyatakan normal
satuan terluar terhadap S , maka

atau



Bukti
Pertama tinjau kasus dimana S adalah x sederhana, y sederhana, dan z sederhana. Cukup
menunjukan bahwa










Cukup membuktikan yang ketiga, karena yang lain serupa.
Karena S adalah z sederhana, maka S dapat dijelaskan oleh . Seperti
pada gambar 13, S terdiri dari tiga bagian; S
1
yang berpadanan dengan ; S
2
yang
berpadanan dengan ; dan permukaan S
3
samping yang boleh kosong; pada S
3
cos = cos 90
0
= 0, sehingga dapat diabaikan.


19













Jadi,









Contoh 1
Hitung fluks medan vektor F = x
2
i + 2xzj +yz
3
k melewati permukaan benda pejal
persegipanjang S yang ditentukan oleh ; 0 x 1 , 0 y 2, 0 z 3.
Jawab
M = x
2
, maka ,

N = 2xz, maka


P = yz
3
, maka
Menurut teorema gauss, didapat



20







Perluasan dan Penerapan
Benda pejal S dapat diperluas untuk benda pejal berlubang seperti keju swiss, asal saja
mensyaratkan n menunjuk menjauhi bagian dalam benda pejal tersebut. Andaikan S adalah
kulit benda pejal antara dua bola sepusat yang berpusat di titik asal. Teorema Gauss berlaku
asal saja S terdiri atas dua permukaan (permukaan luar dengan n menunjuk menjauhi titik
asal dan permukaan dalam dengan n menunjuk ke arah titik asal)


Contoh 2
Andaikan S benda pejal yang ditentukan oleh 1 x
2
+ y
2
+ z
2
4 dan
F = xi + (2y + z)j + (z + x
2
)k. Hitung
Jawab
















21



















7. Teorema Stokes

Andaikan S, S, dan n seperti yang ditunjukkan di atas dan andaikan F = Mi + Nj + Pk adalah
suatu medan vektor dengan M, N, dan P mempunyai turunan parsial tingkat pertama kontinu
pada S dan batasnya S, maka



Bukti : pada kuliah kalkulus lanjut
Contoh 1
Periksa kebenaran teorema stokes untuk F = yi xj + yzk jika S adalah paraboloid
dengan lingkaran sebagai batasnya






S


n


S





Jawab
Persamaan parameter untuk S adalah x = cos t ; y = sin t ; z = 1, maka dz
= 0 dan
cara langsung



Menggunakan teorema stokes


Curl F = F =


Jadi,





22



KESIMPULAN


Kalkulus vektor (vector calculus) atau sering disebut analisis vektor dalam matematika adalah salah satu
cabang ilmu yang mempelajari analisis riil dari vektor dalam dua atau lebih dimensi. Cabang ilmu ini sangat
berguna bagi para insinyur dan fisikawan dalam menyelasikan masalah karena mengandung teknik-
teknik dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan vektor.

Salah satu fokus dari kalkulus vektor adalah permasalahan bidang skalar, dimana terdapat suatu nilai
dalam setiap titik dalam ruang. Contoh dari bidang skalar adalah temperatur udara di dalam suatu kamar.
Kalkulus vektor juga fokus pada bidang vektor, dimana terdapat suatu vektor dalam setiap titik dalam
ruang. Contoh dari bidang vektor adalah aliran air di laut di mana dalam setiap titik arah aliran bisa berbeda-
beda.

Kalkulus vektor melingkupi operasi vektor, diferensial vektor, integral vektor, dan teorema-teorema
yang berhubungan dengan operasi nabla.Nabla (atau del) adalah salah satu operator yang digunakan dalam
kalkulus vektor. Terdapat empat operasi penting dalam kalkulus vektor berhubungan dengan operator ini,
yaitu: Gradien, Divergensi, Curl, Laplacian.