Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI DENOMINASI

Denominasi
adalah program keuangan yang akan di laksanakan pemerintah kita dengan membuang tiga angka 0 di belakang satuan uang, sehingga akan lebih kecil namun nilai uang itu tetap sama, sehingga bila dibelanjakan akan mendapatkan barang sesuai harga semua, sehingga secara ekonomi dalam negeri tidak akan terjadi perubahan yang berarti dan tetap sama, akan tetapi di mata dunia internasional akan mengangkat martabat bangsa Indonesia, dollar yang semula 9000 rupiah per dollar akan menjadi 9 rupiah per dollar,

Proses
Dalam denominasi ada 2 proses yang harus dilewati. Yaitu: 1. Proses Sosialisasi (biasanya selama 1-2 tahun) 2. Proses Transisi (biasanya selama 3 tahun

Pro dan Kontra Denomisasi


Pro 1. Menaikkan citra bangsa karena memiliki nilai mata uang yang terlihat kuat. 2. Mempermudah kelancaran transaksi. Dengan besarnya nilai mata uang akan menyulitkan penanganan uang. Seperti transksi di kasir. Susahnya memperhitungkan uang kembalian dan uang yang menumpuk setiap harinya. Repotnya pencatatan akuntansi dan pemberian label harga. 3. Negara-negara yang berhasil antara lain, Polandia, Argentina, Brazil, Turki, Romania Kontra 1. Biaya yang akan sangat mahal dan waktu yang lama 2. Pembiayaan akan dilakukan dengan mengeluarkan SUN (Surat Utang Negara). 3. Indonesia masih belum siap baik secara kekuatan finansial dan mental masyarakat. 4. Contoh negara yang gagal melakukan denominasi mata uang dengan baik adalah Rusia dan Afghanistan. Rusia mengalami inflasi yang sangat tinggi hingga 87,5% pada tahun 1999. Sedangkan yang terjadi di Afghanistan adalah karena mental masyarakat yang belum siap akan denominasi. Masyarakat Afghanistan berbondong-bondong menukarkan uangnya dengan dollar amerika sehingga nilai mata uang afghanistan sangat jatuh. 5. Masyarakat menengah ke bawah masih banyak melakukan transaksi dengan nominal di bawah Rp. 1.000,- terutama di pedesaan dan pedalaman.

6. Dengan memakai SUN untuk memodali proyek denominasi ini akan semakin menmbah hutang negara. 7. Citra buruk dengan semakin meningkatnya ketergantungan negara dengan hutang negara asing.