Anda di halaman 1dari 20

Panduan CCTV, Cara pemasangan CCTV Camera, Instalasi Kamera CCTV

Panduan memilih cctv camera


1. Sesuaikan dengan dana/budget yg tersedia. Jika dana minim, dapat memilih camera bersensor CMOS saja, memang kualitas gambar lebih rendah jika dibandingkan dengan yg bersensor CCD, namun seringkali gambar yg dihasilkan sudah cukup memadai. Namun jika dana yg disediakan cukup besar, dapat memilih camera bersensor CCD yg kualitas gambarnya lebih tinggi (high resolution). Berikut adalah standar kualitas/resolusi gambar utk perbandingan saja: CMOS - Standard Image Quality - 380 TVL 1/4" CCD - High Image quality - 420 TVL 1/3" CCD - Very High Image Quality - 480 TVL 1/3" CCD - Ultra High Image Quality - 540 TVL 1/3" CCD - Extremely High Image Quality - 650 TVL *420 TVL - 480 TVL: Standard CCD Image Quality *500 TVL - Keatas: High Resolution CCD Image Quality (HiRes/H.R) Semakin besar TVL berarti semakin baik dan tajam gambar yg dihasilkan. Singkat saja, kualitas/resolusi gambar pada camera jauh lebih unggul dibanding resolusi pada alat rekam/DVR, dan nantinya hasil rekam akan sangat sangat mengikuti dari kualitas/resolusi alat rekam/DVR tersebut, terlebih lagi, beberapa camera bahkan tidak dicantumkan TVL pada manualnya, dan hanya tercantum TVL Standard. 1/4" CCD lebih rendah resolusi gambarnya jika dibanding dgn 1/3" CCD, dikarenakan lebar bidang sensor 1/3" CCD yg lebih besar, sehingga menghasilkan gambar yg lebih baik dan tajam, namun tentunya harga juga menjadi lebih mahal, dan ini yg menjadikannya lebih penting dibanding sekedar TVL saja, karena jika chipset camera CCD yg dipakai adalah 1/3" CCD, dapat dipastikan camera tersebut ber TVL jauh lebih tinggi dibanding CMOS maupun 1/4" CCD. 2. Pastikan pemakaian utk diluar ruang/outdoor atau pemakaian utk didalam ruang/indoor. Outdoor - Jika pemakaian utk diluar ruangan/outdoor, pilih camera yg khusus utk outdoor juga. Bedanya dari camera indoor adalah, camera outdoor lebih mampu mereduksi cahaya matahari dan jumlah LED infrared yg dipakai umumnya lebih banyak dibanding yg ber-type indoor. Semua camera outdoor yg tersedia bersensor CCD, sudah weatherproof dan dilengkapi Pelindung utk menahan sinar matahari maupun air hujan atau biasa disebut topi, dan tidak perlu membeli housing lagi. Indoor - Jika pemakaian utk indoor saja, pilihannya menjadi semakin banyak, sebagian besar camera yg tersedia digunakan utk indoor. Sesuaikan dengan bentuk fisik camera yg diinginkan dan penempatannya, entah itu di plafon, tembok/dinding, disembunyikan atau tersamar dgn produk lain mis: smoke detector camera.

Indoor camera juga ada yg dilengkapi infrared yg berguna utk memantau pada kegelapan, namun jika ruang/area yg dipantau cukup terang setiap saat, cukup memilih yg non infra saja. Dome camera khusus dipasang pada plafon/langit-langit dan tidak bisa digabungkan dgn rotator, dikarenakan tidak tersedia dudukan utk rotator, jika ingin ber-type Dome dan dapat berputar pilih Pan Tilt Dome Camera saja, sedangkan diluar type Dome bebas saja penempatannya, dapat dipasang pada plafon maupun tembok/dinding dan juga bisa dipasangi rotator. BOX CCD camera mempunyai kelebihan pada lensa yg dapat diganti dan disesuaikan dgn kebutuhan, tersedia beberapa pilihan ukuran lensa yg dijual secara terpisah. Semakin kecil ukurannya semakin lebar view anglenya, dan semakin besar ukuran milimeternya semakin sempit view anglenya namun lebih zoom. Camera berdimensi kecil unggul jika pada penempatannya ingin disembunyikan, namun camera berdimensi besar juga mempunyai keunggulan tersendiri yaitu camera dapat terlihat dgn jelas, sehingga sering kali hal ini merupakan momok yg cukup menakutkan para pelaku tindak kejahatan, karena area tersebut jelas-jelas terlihat diawasi dgn cctv camera. *Setiap camera mempunyai karakteristik, kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri, silahkan dilihat pada keterangan yg diberikan disetiap masing-masing camera.

Panduan memilih Perlengkapan/equipment cctv


1. Quad Processor/Multiplexer. Alat ini hanya utk menampilkan beberapa cctv camera ke pesawat TV biasa, tampilan dilayar akan terbagi mengikuti type dari Quad Processor/Multiplexer tsb. Misalnya Quad Processor/multiplexer 4 channel, berarti dpt menampilkan max 4 camera sekaligus pada layar (layar akan terbagi menjadi 4 bagian), jika 8 channel menjadi 9 bagian, dan yg 16 channel menjadi 16 bagian. Quad Processor/Multiplexer bukan merupakan alat rekam, ditambahkan Harddisk pun tidak akan bisa merekam. Jika memilih Quad Processor/Multiplexer pastikan dikemudian hari tetap tidak ingin merekam cctv camera, karena nantinya jika ingin mengganti Quad Processor/Multiplexer tsb dgn alat rekam, umumnya Quad Processor/Multiplexer tidak dipakai lagi, karena bisa dibilang didalam alat rekam yg berupa DVR standalone, DVR Card & USB DVR sudah terdapat "Quad Processor/Multiplexer", sehingga tampilan dilayar sudah terbagi menjadi beberapa bagian. 2. DVR Card & USB DVR. Kedua item ini merupakan alat rekam yg membutuhkan komputer/PC Base, hasil rekaman akan langsung tersimpan pada Harddisk internal komputer. Namun kami harus tegaskan disini, bahwa DVR Card & USB DVR adalah solusi murah utk dpt merekam cctv camera, namun dipasaran terdapat berbagai macam motherboard, processor, RAM, VGA card, dan lain sebagainya, yg tidak memungkinkan kami uji satu persatu, utk itu kami berasumsi bahwa pemesan/pembeli DVR Card & USB DVR telah mengerti cara-cara penginstalasian, mengerti seluk beluk computer serta computer yg digunakan compatible dgn DVR Card & USB DVR yg kami jual. Pertanyaan seputar cara instalasi, cara seting dan sebagainya bukan merupakan tanggung jawab kami, hal itu tentunya akan terjawab dgn sendirinya pada manual yg terdapat dalam CD yg disertakan pada pembelian DVR Card & USB DVR tsb. Pada CD yg diberikan telah terdapat Driver instalasi, Aplikasi/software dan

Manual/panduan. Ada bbrp DVR Card yg tidak dapat membuka aplikasi lainnya jika telah masuk kedalam aplikasi dari DVR Card tsb, namun ada juga yg tetap dapat membuka aplikasi lainnya, silahkan lihat pada keterangan yg diberikan pada masing-masing DVR Card. 3. DVR standalone. Merupakan mesin perekam camera yg dapat berdiri sendiri (standalone) dan tidak membutuhkan komputer, namun ada yg dapat dihubungkan ke komputer sehingga penggunaan DVR standalone menjadi maksimal, didalam DVR standalone dapat dipasang Harddisk utk menampung hasil rekaman, semua DVR standalone yg tersedia belum dilengkapi Harddisk atau Harddisk dijual secara terpisah. Pengoperasian mesin ini cukup mudah, seperti layaknya menggunakan DVD Player saja, utk anda yg awam mengenai instalasi maupun seluk beluk komputer, DVR standalone ini merupakan pilihan yg bijak. DVR standalone ada yg benar-benar tidak memerlukan komputer, ada yg dilengkapi USB sehingga dapat mem-backup data yg sudah tersimpan pada Harddisk DVR ke Harddisk komputer, dan ada yg dilengkapi Port LAN (rj45) yg dapat mem-backup data maupun dapat dihubungkan ke komputer melalui kabel jaringan LAN (Local Area Network) bahkan internet, komputer hanya digunakan utk memaksimalkan feature yg terdapat pada DVR standalone.

Lensa, sudut pandang & jarak pandang ideal cctv camera


Bagi yg awam mengenai ukuran Lensa, sudut pandang maupun jarak pandang ideal pada CCTV Camera, dapat berpanduan pada standard berikut: Ukuran Lensa 2.5 mm = sudut pandang 110 = jarak pandang ideal 8 meter Ukuran Lensa 2.8 mm = sudut pandang 100 = jarak pandang ideal 10 meter Ukuran Lensa 3.6 mm = sudut pandang 90 = jarak pandang ideal 12 meter Ukuran Lensa 4 mm = sudut pandang 80 = jarak pandang ideal 15 meter Ukuran Lensa 6 mm = sudut pandang 65 = jarak pandang ideal 20 meter Ukuran Lensa 8 mm = sudut pandang 55 = jarak pandang ideal 25 meter *toleransi 10-20%, dikarenakan adanya perbedaan hasil pengukuran pada beberapa camera, jarak pandang ideal juga bervariasi pada masing-masing orang. Semakin kecil ukuran sebuah Lensa, sudut pandangnya akan semakin melebar namun jarak pandang akan semakin menurun terhadap obyek, demikian sebaliknya jika ukuran Lensa semakin besar, sudut pandang akan semakin sempit namun jarak pandang dapat semakin jauh terhadap obyek karena lebih zoom. Obyek tentu saja masih tetap terlihat walau berada diatas jarak pandang ideal, meskipun tentunya obyek akan terlihat semakin mengecil. Satu hal yg perlu diingat adalah, tidaklah mudah mengganti Lensa camera, selain dikarenakan setiap camera sudah mendapatkan Lensa bawaannya masing-masing, beberapa type camera dibuat sedemikian rupa, sehingga tidaklah mungkin mengganti Lensa camera kecuali membongkar body camera itu sendiri, yg berarti nantinya akan menghanguskan garansi.

Nampaknya cukuplah berpuas diri dengan Lensa bawaan dari produsen, namun jika memang ukuran Lensa merupakan hal yg cukup penting, tersedia BOX CCTV Camera yg mudah utk diganti Lensa sesuai dgn keinginan, namun Lensa dijual secara terpisah dan berharga cukup mahal. Beberapa camera juga terkadang tidak disebutkan ukuran Lensa yg dipakai dan terkadang juga bisa berbeda ukurannya sewaktu-waktu. Tambahan: Hanya utk mempermudah saja, sebagai acuan dapat menggunakan kamera ponsel/hp utk menentukan sudut atau lensa yg ingin dipergunakan pada cctv camera. Kamera ponsel/hp pada keadaan default umumnya setara dgn ukuran lensa camera cctv 4mm. Cobalah meng capture image pada tempat sekiranya camera cctv akan dipasang. Dan lihat hasilnya, jika menginginkan sudut yg lebih lebar dari hasil capture image tadi, pilihlah lensa camera cctv yg lebih kecil ukurannya, mis: 3.6mm, 2.8mm, 2.5mm, 2.1mm. karena semakin kecil ukuran lensa camera cctv, semakin lebar pula view anglenya. Namun perlu diingat, dengan semakin lebar view anglenya, maka akan semakin dekat pula jarak pandang ideal, dan hasil gambar akan cenderung cembung serta lensa bersudut lebar mahal harganya. Sebaliknya, jika menginginkan hasil gambar yg lebih zoom sehingga nampak lebih detail pada obyek, maka pilihlah lensa camera cctv yg lebih besar ukurannya, mis: 6mm, 8mm, 16mm. karena semakin besar ukuran lensa camera cctv, maka gambar akan terlihat lebih zoom (optical zoom). Namun perlu juga diingat, dengan semakin jauh jarak pandang ideal, maka sudut atau view angle akan semakin sempit, ini berarti utk jarak dekat, pada kiri dan kanan dari camera cctv akan semakin tidak terlihat (blind spot), dan lensa zoom juga mahal harganya.

Perbedaan CCTV SONY dan SONY CCD CCTV


Banyak yg mempertanyakan perbedaan dari CCTV SONY dan SONY CCD, yg dimaksud dengan CCTV SONY adalah merk/brand SONY (merk/brand SONY akan jelas tertera pada camera), dan CCTV SONY pasti menggunakan IC/chipset SONY CCD. sedangkan SONY CCD, merk/brand bisa bermacam-macam, misalnya Honeywell atau AVTECH, dan IC/chipset yg digunakan SONY CCD. Ini jelas berarti SONY CCD bukan berarti CCTV SONY, perbedaan harga pun cukup jauh, utk CCTV SONY, brand/merk SONY dan quality control dari SONY harga yg paling murahnya saja sekitar 3 juta keatas. Sedangkan CCD SONY, IC/chipset yg digunakan adalah dari SONY, namun merk/brand beragam tergantung pabrik pembuatnya. Intinya: CCTV SONY = merk/brand SONY dan IC/chipset SONY CCD SONY CCD = merk/brand Bebas dan IC/chipset SONY CCD Contoh berikut ini adalah CCTV SONY :

*Merk Camera jelas tertera SONY dan menggunakan IC/chipset SONY CCD, dan sampai saat ini kode awalan utk Camera CCTV SONY adalah SSC (contoh: SSC-N11, SSC-N21, dst).

Contoh berikut ini adalah SONY CCD :

*Merk Camera bebas saja, bisa Honeywell maupun AVTECH yg menggunakan SONY CCD, kode awalan camera bebas saja.

Dan inilah IC/chipset yg dimaksud dengan SONY CCD (ditunjukan pada panah):

*Tidak semua tipe camera dapat dibuka dan diperlihatkan IC/chipsetnya, dikarenakan casing yg sedemikian beragam. Namun kebetulan utk tipe Dome SONY CCD 36S dan Dome Infra SONY CCD 303S/A masih dapat terlihat IC/chipsetnya jika tempurung dome dibuka. *Dengan ini pula kami anggap para pemesan/pembeli telah mengetahui dengan jelas perbedaan tersebut. *The photo or picture above is tronikaonline property, are prohibited from using it without permission from tronikaonline.

Jarak jangkau infrared pada saat malam atau gelap


Jarak jangkau infrared pada CCTV Camera sangatlah ditentukan oleh jumlah LED infrared, diameter LED infrared, dan sensor camera yg dipakai. LED infrared dapat diibaratkan sebuah senter, yg berarti semakin banyak senter yg dikenakan semakin terang pula hasilnya. Begitupun dengan besarnya diameter LED infrared, yg berarti semakin besar diameter senter yg dikenakan semakin terang pula hasilnya. Karena sensor CCD lebih baik dari sensor CMOS, tentu saja hasil gambar pada saat infrared

aktif juga berbeda, pada camera bersensor CCD hasil gambar saat infrared aktif terlihat lebih jernih dan lebih jauh dibanding camera yg bersensor CMOS. Sekedar utk perbandingan: CMOS dgn 6 mini LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 2 meter. CMOS dgn 12 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 5 meter. CMOS dgn 30 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 8 meter. CCD dgn 12 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 8 meter. CCD dgn 21 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 12 meter. CCD dgn 24 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 12 meter. CCD dgn 35 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 14 meter. CCD dgn 48 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 15 meter. CCD dgn 32 LED infra 8mm, jarak jangkau infrared idealnya 20 meter. ini merupakan jarak jangkau ideal infrared pada cctv camera, walau tentu saja diatas jarak tersebut masih dapat terjangkau infrared.

Mencegah sinar infrared memantul mengenai lensa pada saat IR aktif


Adakalanya sinar infrared terpantul mengenai lensa pada saat IR aktif, baik malam maupun dalam keadaan gelap, sehingga tampilan gambar menjadi terganggu, namun jika bagian dome transparan dibuka tidak terjadi hal demikian. Sebagian besar terjadi pada camera ber type Dome, hal ini semata-mata terjadi karena pada saat penyegelan maupun pemasangan camera dome, bagian tempurung/batok pada dome harus dibuka, dan inilah yg biasanya memicu tergesernya pelindung lensa yg berupa karet/busa hitam. Terpantulnya sinar infrared ke lensa dikarenakan adanya jarak antara lensa dan bagian transparan dome maupun kaca yg terdapat didepan lensa. Jika bagian dome dibuka, akan terlihat adanya semacam karet/busa hitam yg berada disekeliling lensa. Karet/busa pelindung tsb jangan dibuang, dikarenakan karet/busa pelindung itulah yg berfungsi melindungi lensa dari pantulan sinar infrared. Usahakan karet/busa pelindung tsb menempel pada bagian transparan dome pada saat dome terpasang, sehingga pantulan infrared dari dome transparan tidak jatuh mengenai lensa.

Panduan memilih Kabel CCTV (Cable for CCTV)


Sedikit penjelasan mengenai kabel cctv yg umum dipergunakan. Kabel CCTV ada beberapa macam jenis, kami pilah menjadi 3 jenis kabel yg tersedia saja agar tidak membingungkan. Yaitu, Kabel cctv 3 jalur, Kabel Coaxial, dan Kabel Coaxial + power cable.

*Kabel cctv 3 jalur sangat praktis, dikarenakan kabel terdiri dari jalur VIDEO, AUDIO serta ADAPTOR/POWER, terlebih lagi, konektor juga sudah terpasang langsung. Jalur VIDEO sudah berkonektor RCA, jika camera maupun perlengkapan menggunakan konektor BNC, cukup tambahkan konektor BNC-RCA (BNC male - RCA female). Jalur AUDIO berkonektor RCA (tentunya sudah umum, dan tidak memerlukan tambahan konektor). Jalur ADAPTOR/POWER sudah berkonektor DC, dikedua ujung kabel ini berbeda konektor DC nya, utk konektor DC female dicolokan langsung ke Adaptor, dan konektor DC male dicolokan langsung ke camera, sehingga adaptor tidak perlu berada didekat camera. Selain karena hal praktis tadi, kabel ini juga sudah cukup bagus dipakai, asalkan digunakan pada jarak yg tidak terlalu jauh (disarankan tidak melebihi 40 meter, diatas itu dikuatirkan menimbulkan noise pada gambar). Satu hal yg perlu diperhatikan jika ingin menggunakan kabel cctv 3 jalur adalah, harus menentukan panjang kabel yg akan dipakai terlebih dahulu. Mengapa demikian? karena kabel ini sudah tersedia dalam beberapa ukuran panjang yg kemasannya sudah jadi dari pabrikan, tinggal memilih saja dari ukuran panjang yg tersedia (10, 15, 20,25,30,35,40 meter). Praktis, namun harus mengetahui panjang kabel yg akan digunakan sebelumnya. Contoh penggunaan Kabel CCTV 3 Jalur dapat dilihat DISINI

*Kabel Coaxial, single line atau hanya 1 jalur utk VIDEO saja. Kabel jenis ini baik digunakan utk jarak yg jauh sekalipun, namun dikarenakan hanya 1 line VIDEO saja, maka jika memerlukan AUDIO harus melakukan 2 kali penarikan kabel. Dan jika tidak ingin adaptor berada didekat camera, maka harus melakukan penarikan kabel power. Terlebih lagi, kabel ini belum berkonektor, sehingga harus memasang konektor nya terlebih dahulu sebelum bisa dipergunakan. Dengan kabel ini tidak terlalu perlu mengetahui secara detail panjang jalur kabel, tersedia panjang 100 dan 300 meter per roll. Contoh pemasangan konektor BNC dapat dilihat DISINI

*Kabel Coaxial + Power Cable, kabel terdiri dari jalur VIDEO dan ADAPTOR/POWER. Power Cable berada secara terpisah dan diluar kabel inti VIDEO, namun tetap menempel dan menjadi satu-kesatuan. Kabel jenis ini baik digunakan utk jarak yg jauh sekalipun, namun dikarenakan hanya 1 line VIDEO saja, maka jika memerlukan AUDIO harus melakukan 2 kali penarikan kabel (sangat disayangkan jika melakukan 2 kali penarikan kabel, maka kabel power yg satunya tidak digunakan). Dengan ada nya power cable, Adaptor tidak perlu berada didekat camera, cukup menambahkan konektor DC, atau langsung menyambungnya dengan kabel adaptor bawaan dari camera. Kabel ini belum berkonektor, sehingga harus memasang konektor nya terlebih dahulu sebelum bisa dipergunakan. Dengan kabel ini tidak terlalu perlu mengetahui secara detail panjang jalur kabel, saat ini tersedia panjang 300 meter per roll. Contoh pemasangan konektor BNC dapat dilihat DISINI

Cara pemasangan kabel cctv 3 jalur (cctv cable)


Kabel ini terdiri dari 3 jalur, yaitu: Kuning=Video, Putih=Audio, dan Merah=Adaptor. Konektor Adaptor berbeda dari Konektor Video maupun Audio, jadi akan terhindar dari kesalahan pasang.

Jika pada camera dilengkapi output audio, pemasangan kabel cctv akan seperti ini:

Pada camera kebetulan menggunakan konektor RCA dan tidak memerlukan tambahan konektor, namun pada Equipment harus ada tambahan berupa konektor BNC-RCA, dikarenakan Equipment menggunakan konektor BNC pada input/Output Video.

Dan jika pada camera tidak dilengkapi output audio, pemasangan kabel cctv akan seperti ini:

Pada camera & Equipment harus ada tambahan berupa konektor BNC-RCA, dikarenakan Equipment & beberapa Type camera (umumnya CCD camera) menggunakan konektor BNC pada input/Output Video. Konektor Putih (audio) tidak dipakai dan dibiarkan saja, usahakan jangan digunting atau dipotong, walaupun tidak dipakai, paling tidak dapat menjadi cadangan jika sewaktu-waktu konektor Kuning (video) bermasalah. ...yang sulit dibuat mudah, dan yg mudah jangan dipersulit...

Cara pemasangan Konektor BNC/RCA Drat (RG-6 Cable)

1. Buang bagian luar kabel dengan menggunakan gunting atau cutter, panjang kurang lebih 1 cm. Sedikit berhati-hati agar tidak memotong kawat serabut dibagian dalamnya. 2. Kawat serabut ditekuk kebelakang, dan buang juga selongsong bagian dalam sehingga kawat tunggal yg didalam dapat terlihat. 3. Pasang f konektor terlebih dahulu dgn memutarnya searah jarum jam, sehingga kawat serabut dapat tertutup. 4. Pasang Konektor BNC/RCA.

Praktis dan mudah, tanpa memerlukan tang crimp maupun solder.

Cara pemasangan kabel power pada camera zoom


CCTV Camera pada umumnya menggunakan Konektor DC sebagai input power, namun khusus untuk Camera Zoom semisal type 222 dan 227, menggunakan jenis konektor yang berbeda, didesign sedemikian rupa sehingga tidaklah perlu menggunakan konektor tambahan, cukup hanya dengan kabel kawat tunggal saja. Namun adaptor Camera umumnya menggunakan kabel serabut dan sudah berkonektor DC, hal ini tentunya memerlukan sedikit modifikasi untuk mengubah kabel serabut (berkonektor DC) menjadi kawat tunggal (tanpa konektor). Yang biasanya dilakukan dan merupakan solusi termurah dan mudah adalah, cukup menyambung kabel adaptor dengan kabel lain yang tentunya berkawat tunggal, semisal kabel telpon, kabel data/LAN/UTP, dll. Kabel Adaptor dipotong, namun tentukan dahulu berapa panjang kabel adaptor yg ingin disisakan untuk menyambung, dan masih perlukah konektor DC nya? Agar aman potong saja ditengah-tengah antar adaptor dan konektor DC, karena siapa tahu saja konektor DC yang masih ada sisa kabel tadi, masih bisa berguna untuk camera lainnya. Kupas bagian kabel yang akan disambung, begitu pula dengan kabel yang berkawat tunggal, cukup memelintirnya beberapa kali (ingin disolder juga silahkan saja) dan ditutup dengan isolasi/selotip agar rapi dan terhindar dari hubungan singkat. Pada kabel adaptor, kutub positif dan negatifnya berwana hitam semua, bagaimana membedakannya? Memang kabel adaptor kedua jalurnya, positif maupun negatif menggunakan kabel berwarna hitam, cukup memperhatikannya dengan lebih teliti lagi, salah satu kabel diberi tanda dengan garis putih atau garis putih putus-putus, yang menandakan jalur tersebut untuk kutub positif. Kami berikan sedikit ilustrasi dibawah ini, agar lebih mudah dimengerti:

Kabel adaptor yang bertanda garis putih atau garis putih putus-putus, disambungkan ke input positif pada camera, dengan menggunakan kabel telpon. Pada gambar kebetulan kabel telpon yang digunakan untuk jalur positif berwarna merah. Kabel adaptor yang tanpa garis putih apapun, disambungkan ke input negatif pada camera, dengan menggunakan kabel telpon. Pada gambar kebetulan kabel telepon yang digunakan untuk jalur negatif berwarna hitam. Kedua ujung kabel telpon yang menuju input power camera zoom, tidak memerlukan konektor tambahan apapun. Cukup dikupas sedikit agar bagian kawat tunggal dapat terlihat, panjang kisaran 10 mm sudah mencukupi, dan langsung dicolokan/ditancapkan pada input power yg sudah tersedia. Selesai.. Mudah, cepat dan praktis...

Beberapa pertanyaan yg sering diajukan seputar Paket:


Mengapa kabel yg diberikan hanya @10 meter saja? Tidak semua pembeli/pemesan menginginkan kabel yg berukuran panjang, hal ini tergantung pada kebutuhan masing-masing individu maupun area/lokasi. Beberapa pembeli/pemesan bahkan ada pula yg menginginkan panjang kabel hanya 5 meter saja, mengingat jarak dari camera ke alat rekam sangat dekat. Coba saja bayangkan jika sebuah toko dgn ukuran 2x2 meter misalnya, diberikan kabel dgn panjang sampai ratusan meter, apa tidak terbuang percuma? Lagipula jika menginginkan kabel dgn ukuran yg lebih panjang dari yg tertera pada Paket, hubungi saja kami utk penambahan panjang kabel yg disesuaikan dgn kebutuhan anda. Tersedia berbagai ukuran panjang kabel dgn kelipatan panjang 5 meter, dan ready stock. Sekali lagi, kebutuhan besarnya panjang kabel tergantung pada kebutuhan masing-masing individu maupun area/lokasi. Mengapa pada Paket yg tersedia, kabel yg diberikan hanya kabel 3 jalur saja, bukan kabel coaxial? Sengaja kami berikan kabel yg tidak terlalu panjang, bahkan bisa dibilang kabel yg diberikan adalah kabel terpendek. Jika saja kami berikan kabel coaxial pun, tentunya nanti ada yg menanyakan mengapa tidak diberikan kabel 3 jalur saja agar pemasangan menjadi mudah dan praktis, terlebih lagi akan memicu pertanyaan utk kabel powernya, bahkan pastinya ada saja yg tidak menginginkan terlalu panjang hingga ratusan meter. Jadi hal tersebut tentunya tergantung pada kebutuhan masing-masing individu juga. Dan tidak perlu kuatir, cukup menghubungi kami mengenai kebutuhan akan panjang kabel maupun jenis yg diinginkan. Sekali lagi, panjang maupun jenis kabel tergantung pada kebutuhan masing-masing individu, dan paket yg tersedia dapat diganti/diubah sesuai dengan kebutuhan anda. Dapatkah isi didalam Paket diganti/ditukar/diubah type lain, baik itu camera maupun perlengkapannya? Isi dalam Paket berupa camera maupun perlengkapannya dapat ditukar/diganti/diubah dgn type lain yg dapat disesuaikan dgn kebutuhan anda, hal ini dikarenakan masing-masing individu tentunya berbeda kebutuhannya, namun tetap kami sarankan utk tidak terlalu banyak item yg ditukar/diganti/diubah. Sekali lagi, isi dalam Paket dapat diganti/ditukar/diubah yg disesuaikan dgn kebutuhan masingmasing individu. Berapa lamakah durasi waktu rekam jika dgn harddisk 80Gb? pertanyaan ini secara singkat akan dijawab "tergantung settingan". mengapa demikian? dapat dilihat dari tabel berikut: DVR Standalone 4ch mini design: Format Quality 30fps NTSC HIGH 38 15fps 78 7fps 167 1fps 1165

PAL

NORMA 52 L LOW 64 HIGH 46 NORMA 62 L LOW 78

103 129 97 129 162

222 277 194 258 323

155 1942 1348 1790 2240

DVR Standalone 4ch H.264 type 672: Record Quality 25fps 12fps Mode Super 86 123 Best Best 91 129 FRAME High 92 133 Normal 104 140 Record Quality 100fps 50fps Mode Super 79 111 Best Best 87 125 CIF High 91 133 Normal 99 140

7fps 153 168 177 181 25fps 148 156 166 177

3fps 179 190 200 207 12fps 175 183 190 195

Angka diatas adalah durasi rekam dalam hitungan jam, dan lama tidak nya durasi rekam sangatlah ditentukan oleh settingan yg diinginkan, terlebih lagi beberapa pengguna mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam menentukan settingan durasi rekam yg tentunya disesuaikan dengan kebutuhannya.

Cara pemasangan harddisk pada DVR Standalone


Harddisk harus dipasang sebelum DVR dinyalakan dan lepaskan kabel power supply DVR !

1. lepaskan semua sekrup/baut pada penutup bagian atas DVR. Temukan braket utk dudukan harddisk pada bagian dalam DVR seperti ditunjukan dibawah ini:

2. Pastikan harddisk kompatibel dgn DVR, lalu Hubungkan konektor power dan konektor data.

3. Pastikan sisi bagian PCB menghadap keatas, dan sisi lain menempel dgn bagian dasar DVR agar panas dapat terkonduksi. Tempatkan harddisk diantara braket seperti yg ditunjukan dibawah ini:

4. Posisikan dgn pas lubang sekrup/baut pada braket dgn lubang sekrup/baut pada harddisk, lalu kencangkan dgn sekrup/baut yg sudah disediakan, seperti ditunjukan dibawah ini:

5. Pasang kembali penutup bagian atas DVR, dan pasang kembali semua sekrup/baut yg sebelumnya telah anda lepas pada bagian 1. Cara pemasangan harddisk pada DVR Standalone dapat dilihat pada masing-masing manual/panduan yg disertakan didalam CD Driver pada setiap pembelian DVR Standalone, namun kurang lebih sama dengan petunjuk diatas, dan tidak perlu kuatir karena semua dudukan utk harddisk sudah dibuat sedemikian rupa sehingga mudah utk dipasang dan dipastikan akan terhindar dari kesalahan pemasangan.

Durasi rekam DVR Standalone


For 4 channel DVR Standalone mini design/314 Rec 250GB rec 250GB rec Quality IPS Mode hour day 30 114 4 15 234 9 HIGH 7 501 20 1 3400 141 30 156 6 309 12 NORMA 15 NTSC L 7 666 27 1 4600 191 30 192 8 15 387 16 LOW 7 831 34 1 5700 237 PAL 25 138 5 12 291 12 HIGH 6 582 24 1 4000 166 NORMA 25 186 7 L 12 387 16 6 774 32

1 5000 208 25 234 9 12 486 20 LOW 6 969 40 1 6500 270 For 4 channel DVR Standalone H.264 Rec 250GB rec 250GB rec Quality IPS Mode hour day 25 264 11 384 16 SUPER 12 BEST 7 480 20 3 560 23 25 280 11 12 400 16 BEST 7 520 21 3 592 24 FRAME 25 288 12 12 416 17 HIGH 7 552 23 3 624 26 25 320 13 432 18 NORMA 12 L 7 568 23 3 648 27 10 240 10 0 SUPER 50 344 14 BEST 25 456 19 12 544 22 10 272 11 0 50 392 16 BEST 25 488 20 12 568 23 CIF 10 280 11 0 50 416 17 HIGH 25 520 21 12 592 24 10 304 12 0 NORMA 50 432 18 L 25 552 23 12 608 25 For 8 channel DVR Standalone H.264

Rec Mode

750GB rec 750GB rec hour day 60 302 12 30 435 18 BEST 15 787 32 7 1116 46 60 405 16 30 645 26 HIGH 15 992 41 7 1245 51 FRAME 60 487 20 765 31 NORMA 30 L 15 1190 49 7 1530 63 60 587 24 30 939 39 BASIC 15 1339 55 7 1785 74 24 223 9 0 12 382 15 BEST 0 60 686 28 30 1010 42 24 291 12 0 12 399 16 HIGH 0 60 824 34 CIF 30 1275 53 24 338 14 0 NORMA 12 595 24 0 L 60 982 40 30 1488 62 24 442 18 0 BASIC 12 765 31 0 60 1245 51 30 1785 74 For 16 channel DVR Standalone H.264 Rec 750GB rec 750GB rec Quality IPS Mode hour day Quality IPS

FRAME

CIF

12 0 60 BEST 30 15 12 0 60 HIGH 30 15 12 0 NORMA 60 L 30 15 12 0 BASIC 60 30 15 48 0 24 0 BEST 12 0 60 48 0 24 0 HIGH 12 0 60 48 0 24 NORMA 0 L 12 0 60 48 0 24 BASIC 0 12 0 60

151 217 393 558 202 322 496 622 243 382 595 765 293 469 669 892 111 191 343 505 145 199 412 637 169 297 491 744 221 382 622 890

6 9 16 23 8 13 20 25 10 15 24 31 12 19 27 37 4 7 14 21 6 8 17 26 7 12 20 31 9 15 25 37

Jarak jangkau peralatan wireless & audio video sender


Jarak jangkau peralatan wireless berupa wireless camera maupun audio video sender, adalah jarak jangkau yg terukur tanpa adanya halangan. Dan logikanya saja, sudah pasti jarak jangkau tsb akan berkurang jika ada halangan berupa dinding, beton, pintu, kaca, jendela, gedung, pohon, bukit, dll. Bahkan jarak jangkau juga dapat berkurang jika adanya gangguan frekuensi dari peralatan lain. Besarnya pengurangan jarak jangkau jika peralatan tsb terhalang maupun adanya gangguan frekuensi tidak dapat diketahui secara pasti. Kami pun juga tidak mengetahui besarnya pengurangan jarak jangkau yg terjadi, baik itu sekedar berupa perkiraan maupun secara pasti, yg mana hal tsb tergantung juga pada material penghalang yg ada maupun gangguan frekuensi dari tempat lain. Besar kecilnya pengurangan jarak jangkau maupun jarak jangkau operasional, bukan merupakan tanggung jawab tronikaonline.com, dan pada spesifikasi yg tertera adalah seperti yg tercantum pada kemasan maupun manual yg ada pada peralatan tsb. Untuk itu kami himbau agar para pembeli secara bijaksana dapat memperhitungkan sendiri pengurangan jarak jangkau yg sekiranya dapat terjadi, dikarenakan para pembeli tentunya lebih mengetahui kondisi lingkungan peralatan wireless tsb akan dipasang. Sekali lagi kami tegaskan disini bahwa, Jangkauan dari camera ke receiver ataupun dari transmitter ke receiver tergantung pada lingkungan setempat ! (wide transmitting range depending on environtments..!)

Seputar OPTIONAL ITEM


OPTIONAL ITEM yg dimaksud disini adalah, perlengkapan tambahan yg dibutuhkan atau bisa jadi mungkin saja malah tidak dibutuhkan, yg bertujuan agar cctv security system dapat berfungsi/berjalan normal. Lebih jelasnya dapat dilihat lebih lanjut: Konektor BNC: Konektor BNC adalah merupakan OPTIONAL ITEM. Konektor ini jelaslah dibutuhkan utk menyambungkan camera cctv ke perlengkapan lainnya, dikarenakan beberapa bahkan sebagian besar cctv camera maupun perlengkapannya berkonektor BNC pada output videonya (BNC female). Utk menyambungkan, maka diperlukan konektor BNC (male) tambahan, namun dipasaran banyak ragamnya, ada BNC crimp (pemasangan menggunakan tang crimp), ada BNC solder (pemasangan menggunakan solder), ada BNC jenis baut (pemasangan menggunakan obeng), dan ada BNC drat (pemasangan menggunakan gunting/cutter), belum lagi konektor BNC tadi juga tergantung dari ukuran/jenis kabel yg dipergunakan, mis: RG-58/59/6/8/dst, atau malah kabel yg berkonektor RCA. Konektor BNC (tambahan) kami masukan dalam OPTIONAL ITEM, dikarenakan sedemikian beragamnya konektor BNC yg tersedia. note: Tentukankah terlebih dahulu kabel jenis apa yg akan dipakai, barulah menentukan konektornya.

Braket: Braket atau dudukan camera adalah merupakan OPTONAL ITEM. Ada beberapa tipe camera cctv yg harganya belum termasuk Braket. Utk camera jenis Dome tentu saja tidak memerlukan Braket, karena langsung menempel pada plafon/langit-langit. Utk jenis BOX maupun Outdoor, Braket memang dibutuhkan, namun tergantung juga pada penempatannya maupun pada bentuk fisik cameranya, dan tentu saja tergantung pabrik pembuatnya menyertakan Braket ataulah tidak. Umumnya, camera yg tidak disertai Braket mempunyai kelebihan lain, yaitu dapat dipadukan atau dipasangi Rotator, dan dudukan camera dapat langsung dipasang pada Rotator TANPA memerlukan Braket. Jika menggunakan Rotator, pastikan juga apakah Rotator tersebut cocok, dan apakah penempatan Rotatornya yg justru membutuhkan Braket. Braket kami masukan dalam OPTIONAL ITEM, dikarenakan tergantung pada pabrikan yg menyertakan Braket atau tidaknya, maupun tergantung pada penempatan cameranya.