Anda di halaman 1dari 14

RESUME PSIKOFARMAKA Pada Pasien dengan Gangguan Jiwa Oleh : Iana Aulia Andari

BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Psikofarmaka atau obat psikotropik adalah obat yang bekerja secara selektif pada Sistem Saraf Pusat (SSP) dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental dan perilaku, digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik yang berpengaruh terhadap taraf kualitas hidup pasien.( Stahl,S.M., 2ed, 2002) Psikofarmaka atau obat psikotropik adalah obat yang bekerja secara selektif pada Sistem Saraf Pusat (SSP) dengan mempengaruhi fungsi-fungsi psikis dan proses mental.( Schatzberg,A.F., 2001) Obat psikotropik dibagi menjadi beberapa golongan, diantaranya: anti-psikosis, anti-depresi, anti-mania, anti-ansietas, anti-insomnia, anti-panik, dan anti obsesifkompulsif,. Pembagian lainnya dari obat psikotropik antara lain: transquilizer,

neuroleptic, antidepressants dan psikomimetika 2. Tujuan Adapun tujuan pembuatan mkalah ini yaitu : 1. Mengetahui jenis-jenis terapi psikofarmakologi pada pasien yang mengidap gangguan jiwa 2. Mengetahui dosis dan keguanaan obat psikofarmaka yang diresepkan oleh dokter 3. Untuk mengetahui bagaimana peran perawat mengenai terapi psikofarmaka yang diberikan kepada klien dengan gangguan jiwa

BAB II PEMBAHASAN 1. Macam Obat-obatan Antipsikotik a. Obat Anti-Psikosis Anti-psikosis disebut juga neuroleptic, dahulu dinamakan major transquilizer. Salah satunya adalah chlorpromazine (CPZ), yang diperkenalkan pertama kali tahun 1951 sebagai premedikasi dalam anastesi akibat efeknya yang membuat relaksasi tingkat kewaspadaan seseorang. CPZ segera dicobakan pada penderita skizofrenia dan ternyata berefek mengurangi delusi dan halusinasi tanpa efek sedatif yang berlebihan. No. 1. Golongan Fenotiazin Obat Chlorpromazin Sediaan Dosis Anjuran

Tablet25 dan100 150-600 mg/hari mg,

Injeksi 25 mg/ml Thioridazin Tablet 50 dan 150-600 mg/hari 100 mg Trifluoperazin Tablet 1 mg dan 10-15 mg/hari 5 mg Perfenazin Flufenazin Tablet 2, 4, 8 mg 12-24 mg/hari

Tablet 2,5 mg, 5 10-15 mg/hari mg

2.

Butirofenon

Halloperidol

Tablet 0,5mg,1,5 5-15 mg/hari mg, 5 mg

Injeksi 5 mg/ml Mg Droperidol 3. Difenilbutil piperidin Pimozide Amp 2.5 mg/ ml 7,5 15 mg/hari

Tablet 1 dan 4 1-4 mg/hari mg

4.

Atypical

Risperidon

Tablet 1, 2, 3 mg

2-6 mg/hari

Mekanisme Kerja Semua obat anti-psikosis merupakan obat-obat potensial dalam memblokade reseptor dopamin dan juga dapat memblokade reseptor kolinergik, adrenergik dan histamin. Pada obat generasi pertama (fenotiazin dan butirofenon), umumnya tidak terlalu selektif, sedangkan benzamid sangat selektif dalam memblokade reseptor dopamine D2. Anti-psikosis atypical memblokade reseptor dopamine dan juga serotonin 5HT2 dan beberapa diantaranya juga dapat memblokade dopamin sistem limbic, terutama pada striatum. Dalam pemberian dosis, perlu dipertimbangkan: Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) Dosis pagi dan malam berbeda untuk mengurangi dampak efek samping sehingga tidak menganggu kualitas hidup pasien Mulailah dosis awal dengan dosis anjuran dosis efektif (sindroma psikosis reda) dinaikkan dosis optimal dinaikkan setiap 2-3 hari hingga

dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu

dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi) dosis maintenance dipertahankan selama 6 bulan tapering off (dosis

diturunkan setiap 2 minggu

2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/minggu diturunkan tiap 2-4 minggu) stop.

Indikasi Obat anti-psikosis merupakan pilihan pertama dalam menangani skizofreni, untuk memgurangi delusi, halusinasi, gangguan proses dan isi pikiran dan juga efektif dalam mencegah kekambuhan. Major transquilizer juga efektif dalam menangani mania, Tourettes syndrome, perilaku kekerasan dan agitasi akibat bingung dan demensia. Juga dapat dikombinasikan dengan anti-depresan dalam penanganan depresi delusional.

Efek Samping 1. Extrapiramidal: distonia akut, parkinsonism, akatisia, dikinesia tardiv 2. Endokrin: galactorrhea, amenorrhea 3. Antikolinergik: hiperprolaktinemia Bila terjadi gejal tersebut, obat anti-psikosis perlahan-lahan dihentikan. Bisa diberikan obat reserpin 2,5 mg/hari. Obat pengganti yang yang paling baik adalah klozapin 50-100 mg/hari. Reaksi idiosinkrasi yang timbul dapat berupa diskrasia darah, fotosensitivitas, jaundice, dan Neuroleptic Malignant Syndrome(NSM). NSM berupa hiperpireksia, rigiditas, inkontinensia urin, dan perubahan status mental dan kesadaran. Bila terejadi NSM, hentikan pemakaian obat, perawatan suportif dan berikan agonis dopamin (bromokriptin 3x 7,5 sampai 60 mg/hari, LDopa 2x100 mg atau amantidin 200 mg/hari)

Kontraindikasi Penyakit hati, penyakit darah, epilepsi, kelainan jantung, febris yang tinggi, ketergantungan alkohol, penyakit SSP dan gangguan kesadaran

b. Obat Antidepresan Sinonim antidepresan adalah thimoleptika atau psikik energizer. Umumnya yang digunakan sekarang adalah dalam golongan trisiklik (misalnya imipramin, amitriptilin, dothiepin dan lofepramin).

No. 1.

Golongan Trisiklik (TCA)

Obat Amitriptilin Imipramin

Sediaan Tablet 25 mg Tablet 25 mg Tablet 50 mg

Dosis Anjuran 75-150 mg/hari 75-150 mg/hari 50-150 mg/hari

2.

SSRI

Sentralin

Fluvoxamin Fluoxetin

Tablet 50 mg Kapsul 20 mg

50-100 mg/hari 20-40 mg/hari

Kaplet 20 mg Paroxetin 3. 4. MAOI Atypical Moclobemide Mianserin Trazodon Tablet 20 mg Tab 150 mg Tablet 10, 30 mg Tab 50 mg, 100 mg 20-40 mg/hari 300-600mg/hari 30-60 mg/hari 75-150 mg/hari dosis terbagi Maprotilin Tab 10, 25, 50, 75 mg 75-150 mg/hari dosis terbagi

Mekanisme Kerja Trisiklik (TCA) memblokade reuptake dari noradrenalin dan serotonin yang menuju neuron presinaps. SSRI hanya memblokade reuptake dari serotonin.

MAOI menghambat pengrusakan serotonin pada sinaps. Mianserin dan mirtazapin memblokade reseptor alfa 2 presinaps. Setiap mekanisme kerja dari antidepresan melibatkan modulasi pre atau post sinaps atau disebut respon elektrofisiologis.

Cara Penggunaan Umumnya bersifat oral, sebagian besar bisa diberikan sekali sehari dan mengalami proses first-pass metabolism di hepar. Respon anti-depresan jarang timbul dalam waktu kurang dari 2-6 minggu. Untuk sindroma depresi ringan dan sedang, pemilihan obat sebaiknya mengikuti urutan:

Langkah 1 : golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) Langkah 2 : golongan tetrasiklik (TCA) Langkah 3 :golongan tetrasiklik, atypical, MAOI (Mono Amin Oxydase Inhibitor) reversibel.

Indikasi

Obat antidepresan ditujukan kepada penderita depresi dan kadang berguna juga pada penderita ansietas fobia, obsesif-kompulsif, dan mencegah kekambuhan depresi.

Efek Samping Trisklik dan MAOI : antikolinergik(mulut kering, retensi urin, penglihatan kabur, konstipasi, sinus takikardi) dan antiadrenergik (perubahan EKG, hipotensi SSRI : nausea, sakit kepala MAOI : interaksi tiramin

Jika pemberian telah mencapai dosis toksik timbul atropine toxic syndrome dengan gejala eksitasi SSP, hiperpireksia, hipertensi, konvulsi, delirium,confusion dan disorientasi. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya: Gastric lavage Diazepam 10 mg IM untuk mengatasi konvulsi Postigmin 0,5-1 mg IM untuk mengatasi efek antikolinergik, dapat diulangi setiap 30-40 menit hingga gejala mereda. Monitoring EKG

Kontraindikasi Penyakit jantung koroner Glaucoma, retensi urin, hipertensi prostat, gangguan fungsi hati, epilepsy

c. Obat Antimania Obat anti mania mempunyai beberapa sinonim antara lain mood modulators, mood stabilizers dan antimanik. Dalam membicarakan obat antimania yang menjadi acuan adalah litium karbonat. No. 1. Nama Generik Litium Karbonat Sediaan Dosis Anjuran 250-500 mg

2.

Halloperidol

Tab 0,5 mg,2 mg, 5 mg Liq 2 mg/hr Injk 5 mg/ml

4,5-15 mg

3.

Karbamazepin

Tab 200 mg

400-600 mg/hr

2-3 x/hr

Cara Peggunaan Obat Pada mania akut diberikan haloperidol IM atau tablet litium karbonat. Pada gangguan afektif bipolar dengan serangan episodik mania depresi diberi litium karbonat sebagai obat profilaks. Daapt mengurangi frekwensi, berat dan lamanya suatu kekambuahan Mekanisme kerja Efek antimania lithium disebabkan oleh kemampuannya mengurangi dopaminereseptor supersensitivity meningkatkan cholinergic muscarinic activity dan menghambat cyclic AMP (adenosine monophospat) Efek samping 1. Efek samping Lithium berhubungan erat dengan dosis dan kondisi fisik pasien 2. Gejala efek samping pada pengobatan jangka lama: mulut kering, haus, gastrointestinal distress (mual, muntah, diare feses lunak), kelemahan otot, poliuria, tremor halus (fine tremor, lebih nyta pada pasien usia lanjut dan penggunaan bersamaan dengan neuroleptika dan antidepresan) Tidak ada efek sedasi dan gangguan akstrapiramidal 3. Efek samping lain : hipotiroidisme, peningkatan berat badan, perubahan fungsi tiroid, edema pada tungkai metalic taste, leukositosis, gangguan daya ingat dan kosentrasi pikiran.

Kontra Indikasi Kontra indikasi tidak diperbolehkan untuk wanita hamil

d. Anti-Ansietas Obat anti-ansietas mempunyai beberapa sinonim, antara lain psikoleptik,

transquilizer minor dan anksioliktik. Dalam membicarakan obat antiansietas yang menjadi obat racun adalah diazepam atau klordiazepoksid. No. 1. Nama Generik Diazepam Golongan Benzodiazepam Sediaan Tab 2- 5 mg Dosis anjuran Peroral 10-

30mg/hr,2-3 x/hari Paenteral IV/IM 2-10 mg/kali, setiap 3-4 jam 2. Klordiazepoksoid Benzodiazepin Tab 5 mg 15-30 mg/hari

Kap 5 mg 3. 4. Lorazepam Clobazam Benzodiazepin Benzodiazepin Tab 0,5-2 mg Tab 10 mg

2-3 x/sehari 2-3 x 1 mg/hr 2-3 x 10 mg/hr

5. 6. 7. 8.

Brumazepin Oksazolom Klorazepat Alprazolam

Benzodiazepin Benzodiazepin Benzodiazepin Benzodiazepin 1 mg

Tab 1,5-3-6 mg Tab 10 mg Cap 5-10mg Tab0,25-0,5 mg/hr Tab 5 mg

3 x 1,5 mg/hr 2-3 x 10 mg/hr 2-3 x 5 mg / hr 3 x 0,25-0,5

9. 10. 11.

Prazepam Sulpirid Buspiron

Benzodiazepin

2-3 x 5 mg/hr 100-200mg/hari 15-30 mg/hari

NonBenzodiazepin Cap 50 mg NonBenzodiazepin Tab 10 mg

Mekanisme kerja Sindrom ansietas disebabkan hiperaktivitasndari system limbic yang terdiri dari dopaminergic, nonadrenergic, seretonnergic yang dikendalikan oleh GABA ergic yang merupakan suatu inhibitory neurotransmitter. Obat antiansietas

benzodiazepine yang bereaksi dengan reseptornya yang akan meng-inforce the inhibitory action of GABA neuron, sehingga hiperaktivitas tersebut mereda. Cara Penggunaan Klobazam untuk pasien dewasa dan pada usia lanjut yang ingin tetap aktif Lorazepam untuk pasien-pasien dengan kelainan fungsi hati atau ginjal Alprazolam efektif untuk ansietas antosipatorik, mula kerja lebih cepat dan mempunyai komponen efek antidepresan. Sulpirid 50 efektif meredakan gejala somatic dari sindroma ansietas dan paling kecil resiko ketergantungan obat.

Mulai dengan dosis awal (dosis anjuran) kemudian dinaikkan dosis setiap 3-5 hari sampai mencapai dosis optimal. Dosis ini dipertahankan 2-3 minggu.

Kemudian diturunkan 1/8 x dosis awal setiap 2-4 minggu sehingga tercapai dosis pemeliharan. Bila kambuh dinaikkan lagi dan tetap efektif pertahankan 4-8 mingu. Terakhir lakukan tapering off. Pemberian obat tidak lebih dari 1-3 bulan pada sindroma ansietas yang disebabkan factor eksternal.

Efek samping Sedasi ( rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerka psikomotor menurun, kemampuan kognitif melemah) Relaksasi otot ( rasa lemas, cepat lelah dan lain-lain) Potensi menimbulkan ketergntungan lebih rendah dari narkotika Potensi ketergantungan obat disebabkan oleh efek obat yang masih dapat dipertahankan setelah dosis trerakhir berlangsung sangat singkat. Penghentian obat secara mendadak, akan menimbulkan gejala putus obat, pasien menjadi iritabel, bingung, gelisah, insomania, tremor, palpitasi, keringhat dingin, konvulsi. Kontra Indikasi Pasien dengan hipersensitif terhadap benzodiazepin, glaukoma, miastenia gravis, insufisiensi paru kronik, penyakit ginjal dan penyakit hati kronik Pada pasien usia lanjut dan anak dapat terjadi reaksi yang berlawanan (paradoxal reaction) berupa kegelisahan, iritabilitas, disinhibisi, spasitas oto meningkat dan gangguan tidur. Ketergantungan relatif sering terjadi pada individu dengan riwayat peminum alkohol, penyalagunaan obat atau unstable personalities. Untuk

mengurangi resiko ketergantungan obat, maksimum lama pemberian 3 bulan dalam rentang dosis terapeutik. e. Anti-Insomnia Sinonimnya adalah hipnotik, somnifacient, atau hipnotika. Obat acuannya adalah fenobarbital. No. 1. Nama Generik Nitrazepam Golongan Benzodiazepin Sediaan Tab 5 mg Dosis Anjuran Dewasa 2 tab

Lansia 1 tab 2. Triazolam Benzodiazepin Tab 0,125 mg Dewasa 2 tab Lansia 1 tab Tab 0,250 mg Dewasa 2 tab Lansia 1 tab 3. Estazolam Benzodiazepin Tab 1 mg Tab 2mg 4. Chloral hydrate NonBenzodiazepin Soft cap 500 mg 1-2 cap, 15-30 menit sebelum tidur 1-2 mg/malam

Mekanisme kerja Obat anti-insomnia bekerja pada reseptor BZ1 di susunan saraf pusat yang berperan dalam memperantarai proses tidur.

Cara Penggunaan Dosis anjuran untuk pemberian tunggal 15-30 menit sebelum tidur. Dosis awal dapat dinaikkan sampai mencapai dosis efektif dan dipertahankan sampai 1-2 minggu, kemudian secepatnya tapering off untuk mencegah timbulnya rebound dan toleransi obat. Pada usia lanjut, dosis harus lebih kecil dan peningkatan dosis lebih perlahan-lahan untuk menghidari oversedation dan intoksikasi. Lama pemberian tidak lebih dari 2 minggu agar risiko ketergantungan kecil. Efek Samping

Supresi SSP pada saat tidur Rebound Phenomen Disinhibiting efect yang menyebabkan perilaku penyerangan dan ganas pada penggunaan golongan benzodiazepine dalam waktu yang lama

Kontra indikasi Sleep apnoe syndrome Congestive heart failure Chronic respiratory disease Wanita hamil dan menyusui

f. Obat anti Obsesif-Kompulsif Dalam membicarakan obat anti obsesi kompulsi yang menjadi acuan adalah klomipramin. Obat anti obsesi kompulsi dapat digolongkan menjadi : 1. Obat anti obsesi kompulsi trisiklik, contoh klomipramin 2. Obat anti obsesi kompulsi SSRJ, contoh fluoksetin. sentralin, paroksin, flovokamin,

No. 1. 2. 3. 4.

Nama Generik Clompramine Fluvoxamine Sertraline Fluxetine

Sediaan Tab 25 mg Tab 50 mg Tab 50 mg

Dosis Anjuran 75-200 mg/hr 100-200 mg/hr 50-150 mg/hr

Cap 20 mg, caplet 20 20-80 mg/hr mg

5.

Paroxetine

Tab 20 mg

40-60 mg/hr

Mekanisme kerja Menghambat re-uptake neurotransmitter serotonin sehingga gejala mereda.

Cara Penggunaan Sampai sekarang obat pilihan untuk gangguan obsesi kompulsi adalah klomipramin. Terhadap meraka yang peka dapat dialihkan ke golongan SSRI dimana efek samping relatif aman. Obat dimulai dengan dosis rendah klomopramin mulaidengan 25-50 mg /hari (dosis tunggal malam hari), dinaikkan secara bertahap dengan penambahan 25 mg/hari sampai tercaapi dosis efektif (biasanya 200-300 mg/hari). Dosis pemeliharan umumnya agak tinggi, meskipun bersifat individual, klomipramin sekitar 100-200 mg/hari dan sertralin 100 mg/hari. Sebelum dihentikan lakukan pengurangan dosis secara tappering off. Meskipun respon dapat terlihat dalam 1-2 minggu, untuk mendapatkan hasil yang memadai setidaknya diperlukan waktu 2- 3 bulan dengan dosis antara 75-225 mg/hari.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 1. KESIMPULAN Psikofarmaka atau obat psikotropik adalah obat yang bekerja secara selektif pada Sistem Saraf Pusat (SSP) dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental dan perilaku, digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik yang berpengaruh terhadap taraf kualitas hidup pasien. Obat psikotropik dibagi menjadi beberapa golongan, diantaranya: anti-psikosis, antidepresi, anti-mania, anti-ansietas, anti-insomnia, anti-panik, dan anti obsesifkompulsif,. Pembagian lainnya dari obat psikotropik antara lain: transquilizer,

neuroleptic, antidepressants dan psikomimetika

2. SARAN Bagi penulis : 1. Agar menambah sumber dan referensi yang akurat 2. Agar menambahkan macam obat yang lain yang masih termasuk dalam golongan antipsikotik Bagi pembaca : 1. Agar memperhatikan dan mengenal macam obat dan indikasi untuk apa 2. Agar mengerti dosis dan memperhatikan indikasi dan kontra indikasi yang terumus dalam obat tersebut.

Daftar Pustaka Stahl,S.M., 2ed, 2002. Essential Psychopharmacology Schatzberg,A.F., 2001. Essentials of Clinical Psychopharmacology