Anda di halaman 1dari 2

ABSORBSI DAN EKSKRESI I. Tujuan Instruksional A.

Umum Setelah menyelesaikan percobaan ini mahasiswa akan dapat memahami nasib obat setelah masuk tubuh. B. Khusus Setelah menyelesaikan percobaan, mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan proses absorbsi obat dalam tubuh. 2. Menjelaskan proses distribusi obat dalam tubuh. 3. Menjelaskan proses eliminasi obat dalam tubuh. 4. Menjelaskan hubungan antara waktu dan kadar obat dalam urin dan saliva. 5. Menganalisis kurva hubungan antara waktu dan kadar obat dalam urin dan saliva.

II. III.

Tinjauan Pustaka Alat dan Bahan A. Alat 1. Tabung reaksi dan rak tabung 2. Pipet tetes 3. Pipet ukur 4. Beker glass 5. Lampu spiritus 6. Klem atau pegangan tabung reaksi B. Bahan 1. Kl 0,3gram dalam kapsul 2. Larutan kl 1% 3. Larutan NaOH2 10% 4. Larutan H2SO4 dilutus 5. Larutan amilum 1% C. Probandus Mahasiswa yang memenuhi syarat sebagai probandus : 1. Tidak ada riwayat penyakit hati. 2. Tidak ada riwayat penyakit ginjal. 3. Tidak ada riwayat penyakit lambung. 4. Tidak ada riwayat alergi terhadap yodium.

IV.

Rencana Kerja 1. Sesaat sebelum minum obat KI, probandus mengosongkan kandung kencing dan mengumpulkan salivanya. Kemudian diambil urin sebanyak 5ml dan saliva sebanyak 2ml (sebagai kontrol). 2. Sesudah itu probandus minum obat(KI 0,3 g) dengan air putih 200ml. pada setiap interval waktu tertentu yaitu 15 menit untuk urin dan 5 menit untuk saliva. Diambil sampel urin dan saliva sampai 1,5 jam sesudah minum obat. 3. Urin dan saliva kontrol maupun sampel yang didapat dari percobaan ditetepkan kadar yodiumnyasecara kolorimetri semi kuantitatif. 4. Reaksi yang terjadi : (a) KI 1% (1 ml) + amilum 1% (1 ml) amati perubahan warna yang terjadi. (b) KI 1% (1 ml) + NaNO2 10% (2-3 tetes) + H2SO4 dilutus (2-3 tetes) + amilum 1% (1 tetes) amati perubahan warna yang terjadi. (c) urin (1 ml) + NaNO2 10% (2-3 tetes) + H2SO4 dilutus (2-3 tetes) + amilum 1% (1tetes) amati perubahan warna yang terjadi. (d) saliva (1 ml) + NaNO2 10% (2-3 tetes) + H2SO4 dilutus (2-3 tetes) + amilum 1% (1 tetes) amati perubahan warna yang terjadi. Adanya I2 ditunjukan dengan perubahan warna menjadi kebiruan.

V.

Hasil Percobaan Hasil pengamatan (semi kuantitatif) dinyatakan dengan tanda: 1. 2. 3. 4. Negative (-) Positif satu (+) Positif dua (++) Dan seterusnya.

VI. VII.

Kesimpulan Daftar Pustaka