Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pembangunan bidang kesehatan saat ini diarahkan untuk menekan angka kematian yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang jumlahnya semakin meningkat. Masalah umum yang dihadapi dalam bidang kesehatan adalah jumlah penduduk yang besar dengan angka pertumbuhan yang cukup tinggi dan penyebaran penduduk yang belum merata, tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang masih rendah. Keadaan ini dapat menyebabkan lingkungan fisik dan biologis yang tidak memadai sehingga memungkinkan berkembang biaknya vector dan reservoir penyakit (Menkes, 20 0!. "eservoir adalah organisme hidup#mati, dimana penyebab penyakit hidup normal dan berkembang biak. "eservoir dapat berupa manusia, binatang, tumbuhan serta lingkungan lainnya. "eservoir merupakan pusat penyakit menular, karena merupakan komponen utama dari lingkaran penularan dan sekaligus sebagai sumber penularan ($ulis, 20 0!. Penyakit yang ditularkan melalui reservoir masih menjadi penyakit endemis yang dapat menimbulkan %abah atau kejadian luar biasa serta dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian atas penyebaran reservoir tersebut. &ingkaran penularan penyakit yang sangat sederhana, reservoir manusia serta penularan dari manusia ke manusia. 'paya penanggulangan masalah kesehatan tersebut perlu dilakukan secara terpusat agar terjadi kesinambungan antara masing( masing upaya. )epartemen Kesehatan telah melakukan sejumlah program intervensi di bidang kesehatan dan perbaikan organisasi serta manajemen. *amun belum banyak ada kemajuan yang dicapai dibandingkan dengan negara+negara lain di ,sia -enggara (,dnan ,., 20 !. .alai .esar Penelitian dan Pengembangan /ektor dan "eservoir Penyakit (.2P2/"P! merupakan salah satu unit pelaksana kesehatan di ba%ah

.alitbang Kementrian Kesehatan "0. .2P2/"P sebagai pusat penelitian dan pengembangan tentu saja harus didukung dengan ketersediaan alat dan $)M yang memadai agar kegiatan(kegiatan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. )imana visi dari balai besar ini adalah menjadi isntitusi unggulan penelitian dan pengembangan metode pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir, serta penyakit bersumber binatang yang lain secara rasional, efisien, efektif, berkesinambungan dan diterima masyarakat. $alah satu unit penunjang untuk melaksanakan visi dari .2P2/"P tersebut adalah )unia /ektor dan "eservoir Penyakit ()'/1"!. -ujuan dari )'/1" ini merupakan pusat informasi, dokumentasi, display#peragaan ekologi dan biologi maupun pengendalian vektor dan reservoir penyakit. $elain itu serta menjadi %ahana sarana pembelajar ilmiah para pengunjungnya guna memasyaratkan cara pencegahan penyakit bersumber vektor dan reservoir. )alam memudahkan pengetahuan pengunjung perlu didampingi oleh pemandu serta dibutuhkan media informasi yang dapat mempermudah proses belajar dari tiap anjungan yang ada di )'/1". .erdasarkan latar belakang masalah di atas penyusunan laporan ini berjudul 2Pengadaan Media 0nformasi dalam bentuk .uku Panduan $ebagai $arana 1dukasi dan 0nformasi Mengenai ,njungan "eservoir di )'/1" ()unia /ektor dan "eservoir Penyakit! .2P2/"P $alatiga -ahun 20 23. 1.2 Rumusan Masalah .erdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat diambil adalah 4 . .agaimanakah gambaran kondisi )'/1" di .2P2/"P $alatiga 5 2. .agaimanakah gambaran kondisi )'/1" .2P2/"P $alatiga di bagian anjungan reservoir 5 6. Masalah apa saja yang ada di )'/1" .2P2/"P $alatiga pada bagian anjungan reservoir 5

7. ,pakah penyebab masalah yang terjadi di )'/1" di .2P2/"P $alatiga pada bagian anjungan reservoir 5 8. ,lternatif apa yang akan digunakan untuk menyelesaikan penyebab masalah beserta intervensinya 5 1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum 'ntuk mengetahui dan mendeskripsikan permasalahan yang terjadi di )'/1" di .2P2/"P $alatiga dan merencanakan program untuk memecahkan permasalahan tersebut dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan menambah pengalaman tentang reservoir penyakit di )'/1" .2P2/"P $alatiga. 1.3.2 Tujuan husus ,dapun tujuan khusus dalam penyusunan laporan di )'/1" di .2P2/"P $alatiga ini, antara lain adalah 4 . $alatiga 2. 6. 7. 8. Mengetahui gambaran kondisi )'/1" .2P2/"P $alatiga pada bagian anjungan reservoir. Mengidentifikasi masalah yang ada di )'/1" .2P2/"P $alatiga pada bagian anjungan reservoir. Mengetahui penyebab masalah yang terjadi di )'/1" di .2P2/"P $alatiga pada bagian anjungan reservoir. Mengetahui alternatif yang akan digunakan untuk menyelesaikan penyebab masalah beserta intervensinya 1.! Man"aat 1.!.1 Bag# $enul#s . Menambah %a%asan pengetahuan tentang reservoir penyakit. 2. Menambah pengalaman serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan magang. Mengetahui gambaran kondisi )'/1" di .2P2/"P

1.!.2

Bag# %urusan

esehatan Mas&arakat

. Menjalin kerjasama dengan salah satu instansi kesehatan untuk pengembangan jurusan 0KM. 2. &aporan Magang dapat menjadi salah satu audit internal kualitas pengajaran di jurusan 0KM. 1.!.3 Bag# Instans# $ebagai tambahan pengetahuan dan masukan mengenai masalah yang berkaitan dengan reservoir penyakit yang terjadi di )'/1" .2P2/"P $alatiga.

BAB II ANALI'I' 'ITUA'I

2.1 Anal#s#s '#tuas# Umum 2.1.1 'ejarah B2P2(RP .alai .esar Penelitian dan Pengembangan /ektor dan "eservoir Penyakit atau la9im disingkat .2P2/"P, pada mulanya merupakan suatu 'nit Penelitian .iologi dan Pemberantasan /ektor ('P.P/! yang berdiri di $emarang tahun :;< atas kerjasama =>? dan .adan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. -ujuan pendirian 'P.P/ adalah untuk memecahkan masalah+masalah dalam pemberantasan penyakit bersumber binatang (khususnya malaria, terutama timbulnya resistensi vektor terhadap ))-!. )engan berakhirnya kerjasama tersebut, tenaga dan semua sarana yang dimiliki 'P.P/ digunakan sebagai sarana a%al .2P2/"P yang merupakan sarana penelitian vektor penyakit satu+satunya di 0ndonesia. Pada tanggal ; ,pril :@7, unit penelitian ini dipersiapkan untuk dikembangkan menjadi 'nit Pelaksana -eknis ('P-! badan &itbang Kesehatan dan berkedudukan di .alai &atihan Kesehatan (.&K! $u%akul 'ngaran Kabupaten $emarang Propinsi Aa%a -engah. -ugas dan fungsinya adalah sebagai pelaksana teknis untuk studi pengendalian dan pemberantasan vektor penyakit. -ahun :@; diterbitkan $urat Keputusan Menteri Kesehatan "epublik 0ndonesia *omor 88<#Menkes#$K#/00# :@; yang meresmikan 'nit &apangan menjadi $tasiun Penelitian /ektor Penyakit ($P/P!, yang berlokasi di $alatiga Aa%a -engah. -ujuan $P/P adalah melakukan studi pengendalian vektor yang lokal dan spesifik. $elanjutnya pada tahun Menteri Kesehatan ::: berdasarkan $urat Keputusan $P/P *o. 68 #M1*K1$#$K#B00# :::,

<

dikembangkan menjadi .alai Penelitian /ektor dan "eservoir penyakit (.P/"P!, yang ditugaskan mengkoordinir < stasiun lapangan 'nit Pelaksana Cungsional Penelitian /ektor dan "eservoir penyakit ('PCP/"P!, masing+masing di .anjarnegara (Aateng!, Pangandaran (Aa%a .arat!, .aturaja ($umsel!, Kotabaru (Kalsel!, )onggala ($ulsel! dan =aikabubak ($umba .arat *--!. Kemudian berdasarkan $urat Keputusan Menteri Kesehatan "epublik 0ndonesia -ahun 2008 *o. .P/"P ditingkatkan menjadi 686#M1*K1$#P1"#0B#2008, .esar Penelitian dan .alai

Pengembangan /ektor dan "esevoir Penyakit (.2P2/"P!. Perubahan nama ini dilakukan untuk mempertegas Core Bussiness .2P2/"P yaitu penelitian dan pengembangan vektor dan resevoir penyakit serta pengendaliannya, berikut 0P-1K terapan yang mendukungnya. )engan berakhirnya kerjasama tersebut, tenaga dan semua sarana yang dimiliki 'P./P digunakan sebagai sarana a%al .2P2/"P yang merupakan sarana penelitian vektor penyakit satu+satunya di 0ndonesia. 2.1.2 )am*aran Umum B2P2(RP .2P2/"P terletak di Aalan >asanudin *o. Aa%a -engah, dibangun di atas tanah seluas 2,;8 >a. 2.1.2.2 Tugas ,an -ungs# a. Penelitian vektor dan reservoir penyakit. b. Pengembangan metode pengendalian vektor dan penyakit. c. $ebagai tempat magang#pelatihan cara pengendalian vektor lokal dan spesifik. d. Pelayanan masyarakat untuk uji efikasi insektisida rumah tangga atau program. e. Penatalaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga institusi. reservoir 26 Kelurahan

2.1.2.1 L+kas# Mangunsari , Kecamatan $idomukti, )esa *ga%en, Kota $alatiga,

2.1.2.3 (#s# ,an M#s# (#s# . Menjadi institusi unggulan penelitian dan pengembangan metode pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir, serta penyakit bersumber binatang yang lain secara rasional, efisien, efektif, berkesinambungan dan diterima masyarakat. M#s# . . Penelitian dan pengembangan metode penelitian dan reservoir dengan memanfaatkan iptek dan mengkoordinasikan sumber daya penelitian yang ada secara teratur dan berkesinambungan. 2. Pendampingan unit utama dalam pemberdayaan masyarakat dalam penggunaan dan aplikasi metode pengendalian vektor dan reservoir yang unggul. 6. Pengembangan lingkungan kerja kondusif bagi peneliti dan masyarakat agar dapat berkarya secara profesional. -ata nilai4 Pusat unggulan 0P-1K vektor dan reservoir penyakit serta pengendaliannya. 2.2 Anal#s#s '#tuas# 2.2.1 husus Pa,a Un#t Penel#t#an Dun#a (ekt+r ,an Reser/+#r Pen&ak#t 0DU(ER1 &okasi )unia /ektor dan "eservoir Penyakit berada pada gedung utama. 2.2.1.2 Tujuan Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya para pemandu di )'/1" mengenai reservoir penyakit, persebaran penyakit serta pencegahan dan pengobatannya.

2.2.1.1 L+kas# Anjungan Reser/+#r

BAB III IDENTI-I A'I MA'ALAH

3.1. I,ent#"#kas# Masalah 3.1.1 I,ent#"#kas# Masalah ,# DU(ER *ag#an reser/+#r 0dentifikasi masalah merupakan penjabaran keseluruhan permasalahan yang terjadi di suatu tempat. .erdasarkan hasil observasi yang dilakukan di )'/1" bagian reservoir .2P2/"P $alatiga dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut4 -abel 2. 0dentifikasi Masalah *o. Masalah . 2. 6. 7. 8. 0nformasi tentang penjelasan vektor yang kurang lengkap Kurangnya petugas pemandu di )'/1" -idak semua pemandu paham tentang isi di )'/1" Kurang lengkapnya media buku panduan "usaknya spesimen karena kurangnya pera%atan

3.2 Pr#+r#tas Masalah Dengan Menggunakan Met+,e 2ang 'esua# )alam menentukan prioritas masalah menggunakan Metode >anlon Kuantitatif yang terdiri dari4 ! Kriteria , (.esar Masalah! Daitu penetapan besarnya masalah diukur dari besarnya penduduk yang terkena efek secara langsung (insidensi/prevalensi!.

Pemberian skor diberikan antara terkecil sampai yang terbesar. Kategori penilaianya adalah sebagai berikut 4 8 E sangat kuat 7 E kuat 6 E cukup kuat 2 E kurang kuat E sangat kurang kuat 2!

sampai dengan 8 dari yang

Kriteria . (Kega%atan Masalah! Daitu perhitungan tingginya angka kesakitan dan kematian serta kecenderungan dari %aktu ke %aktu. Pemberian skor diberikan antara terkecil sampai yang terbesar. Kategori penilaianya adalah sebagai berikut 4 8 E sangat ga%at 7 E ga%at 6 E cukup ga%at 2 E kurang ga%at E sangat kurang ga%at sampai dengan 8 dari yang

6!

Kriteria F (1fektifitas! Daitu penetapan kemudahan dalam penanggulangan dengan memperhatikan perbandingan atau perkiraan hasil#manfaat dengan sumber daya yang ada (8M : Man, Material, Methode, Money, Machine!. Pemberian skor diberikan antara terkecil sampai yang terbesar. Kategori penilaianya adalah sebagai berikut 4 8 E sangat kuat 7 E kuat 6 E cukup kuat sampai dengan 8 dari yang

2 E kurang kuat E sangat kurang kuat 7! Kriteria ) (Pearl Faktor! Daitu kriteria .dari beberapa faktor yang saling menentukan dapat atau tidaknya suatu program dapat dilaksanakan, yaitu terdiri dari faktor 4 P 4 Propriateness ( Kesesuaian! Kesesuaian masalah#alternatif dengan prioritas kebijakan program pemerintah#kegiatan instansi terkait. 14 Econimic Feasibility ($ecara ekonomi murah! Kelayakan dari segi pembayaran, ada tidaknya biaya yang tersedia. ,4 Acceptability ( )apat diterima ! $ituasi penerimaan masyarakat dalam instansi terkait, kesesuaian dengan tata nilai yang ada di lingkungan. "4 "esources Availability ( -ersedianya sumber ! Ketersediaan sumber daya untuk mmemecahkan. &4 e!ality ( &egalitas terjamin ! )ukungan aspek+aspek hukum dan perundangan yang berlaku dan terkait. Kriteria yang dapat dilaksanakan dari masing+masing factor diberi skor dan yang tidak dapat dilaksanakan diberi skor 0, dimana skor 0 menunjukkan adanya keterbatasan dari criteria tersebut sehingga program tidak dapat dilaksanakan. $etelah berbagai Kriteria diisi dan diberikan skoring maka langkah berikutnya adalah menghitung nilai *P) dan *P- dengan rumus 4 *P) *P4 4 *ilai Prioritas )asar E (,G.! H F *ilai Prioritas -otal (,E.! H F H P1,"&

Prioritas utama adalah alternatif yang mempunyai nilai *P- tertinggi.

)ari identifikasi masalah di atas dapat di lihat hasil perhitungan dengan menggunakan metode >anlon Kuantitatif sebagai berikut 4

-abel 6. >anlon Kuantitatif pada anjungan reservoir di )'/1" *o 0nventarisasi Masalah $kor Kriteria$kor ) ( P1,"& ! , . F P 1 , " & *P) *PPrioritas

0nformasi tentang penjelasan reservoir2 yang kurang lengkap Kurangnya Petugas Pemandu di2 )'/1" -idak pemandu tentang )'/1" semua paham isi di

<

<

Kurang lengkapnya media buku6 panduan "usaknya spesimen karena kurangnya2 pera%atan

.erdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh bah%a prioritas masalah utama di )unia /ektor dan "eservoir Penyakit .2P2/"P adalah kurang lengkapnya buku panduan.

3.3 Pem*ahasan Pr#+r#tas Masalah &ang D#ka#tkan ,engan La$angan3 Te+r#3 serta 3.3.1

+n,#s# ,#

erug#an Dam$ak &ang Da$at D#t#m*ulkan

DU(ER *ag#an reser/+#r )'/1" bagian reservoir mempunyai fungsi sebagai display yang memuat tentang reservoir yang ada di 0ndonesia, seperti tikus, kelela%ar dan bajing. Pada display yang ada di )'/1" memuat tentang4 . Fontoh+contoh a%etan spesimen tikus, kelela%ar dan bajing dari berbagai jenis dan berbagai %ilayah di 0ndonesia 2. )isplay pengendalian reservoir

3.3.2

Me,#a Media merupakan bentuk jamak dari kata medium. )alam ilmu komunikasi, media bisa diartikan sebagai saluran, sarana penghubung, dan alat+alat komunikasi. Kalimat media sebenarnya berasal dari bahasa latin yang secara harafiah mempunyai arti perantara atau pengantar. Menurut $antoso $. >amidjojo dalam ,mir ,chsin ( :@0!, media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang menyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima (,nonim,20 a.! Pengertian !.

3.3.2.1 Me,#a (#sual

Media

visual

merupakan

media

yang

memberikan

gambaran menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak. Media visual ini lebih bersifat realistis dan dapat dirasakan oleh sebagian besar panca indera kita khususnya indera penglihatan. Manfaat yang kita dapat dalam penggunaan media ini adalah pemakaiannya yang efektif dan efisien, praktis, dan lebih cepat dipahami oleh pembaca (,rsyad ,., 2002! Menurut penelitian para ahli indera, yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata. Kurang lebih ;8I sampai @;I dari pengetahuan manusia diperoleh atau disalurkan melalui mata. $edangkan 6I sampai 28I lainnya tersalur melalui indera yang lain. )ari sini dapat disimpulkan bah%a alat+alat visual lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan pendidikan (*otoatmodjo, 27!. )engan demikian media visual dapat diartikan sebagai alat pembelajaran yang hanya bisa dilihat untuk memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan akan isi materi pelajaran. Pendidikan melalui media visual adalah metoda atau cara untuk memperoleh pengertian yang lebih baik dari sesuatu yang dapat dilihat daripada sesuatu yang didengar atau dibacanya. b.! Cungsi Media /isual Cungsi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian bagi pembaca untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. ,dapun fungsi tersebut dilihat dari efektif, kognitif,dan kompensatoris4 Cungsi efektif

Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan pembaca ketika belajar (membaca! teks yang bergambar. Cungsi kognitif Media visual terlihat dari temuan+temuan penelitian yang mengungkapkan bah%a lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Cungsi kompensatoris Media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bah%a media visual yang memberikan konteks untuk memehami teks membantu pembaca yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali (,bdul, 200@!. /isualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada pembaca dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar atau ilustrasi, sketsa#gambar garis, grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. .ahan+bahan grafis, gambar dan lain+lain yang ada disekitar kita, seperti majalah, iklan+iklan, papan informasi, mempunyai banyak gagasan untuk merancang bahan visual yang menyangkut penataan elemen+elemen visual yang akan ditampilkan. -ataan dapat dimengerti, dibaca, dan dapat menarik perhatian sehingga ia mampu menyampaikan pesan yang diinginkan oleh penggunaannya.

BAB I( PEN2ELE'AIAN MA'ALAH

!.1 Alternat#" Peme4ahan Masalah .erdasarkan metode analisa prioritas masalah didapat permasalahan pada kurangnya media pembelajaran dan pelatihan di .2P2/"P $alatiga. 'ntuk mengatasi hal tersebut alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut diantaranya adalah 4 . Pembuatan buku panduan untuk pemandu 2. Pembuatan leaflet 6. Pembuatan poster 7. Pengadaan visualisasi gambar dalam bentuk kalender # flipchart !.2 Pr#+r#tas Pen&elesa#an Masalah Penentuan prioritas alternatif pemecahan masalah yang akan dilaksanakan dipilih dari salah satu alternatif pemecahan dengan menggunakan Metode >anlon Kuantitatif yaitu sebagai berikut 4 ,lternatif Pemecahan Masalah , . F ) 4 4 4 4 Pengadaan buku panduan untuk pemandu Pembuatan leaflet Pembuatan poster Pengadaan visualisasi gambar dalam bentuk kalender # flipchart

<

Ta*el !.1 Pr#+r#tas Peme4ahan Masalah Met+,e Matr#ks N+ Da"tar Alternat#" Peme4ahan Masalah , . F ) E"ekt#/#tas M 7 6 6 6 eluar I 7 6 7 6 ( 7 6 6 7 E"#s#ens# 6 7 6 6 6 %umlah M5I5( 6 < : 2 2

2 6 7

!.3 E"ekt#/#tas %alan

a1 E"ekt#/#tas M 0Magnitude1 Daitu besar masalah (ma!nitude! yang dapat diatasi apabila jalan keluar tersebut dilaksanakan, untuk setiap alternatif. Makin besar masalah yang diatasi makin tinggi prioritas jalan keluar tersebut. Keterangan 4 8 E $angat besar 7 E .esar 6 E Fukup besar 2 E $edang E Kecil *1 E"ekt#"#tas I 0Important1 Daitu pentingnya jalan keluar (importancy! dalam mengatasi masalah yang dihadapi untuk setiap alternatif. Pentingnya jalan keluar yang dimaksud disini dikaitkan kelanggengan selesainya masalah. Makin langgeng selesainya masalah, makin penting jalan keluar tersebut. Keterangan 4 8 E $angat langgeng 7 E &anggeng 6 E Fukup langgeng 2 E $edang E -idak lenggeng

41 E"ekt#/#tas ( 0Venerability1 Daitu sensitivitas jalan keluar dalam mengatasi masalah yang dihadapi, untuk setiap alternatif, sensitivitas disini dikaitkan dengan kecepatan jalan kelar mengatasi masalah. Makin cepat masalah teratasi, makin sensitif jalan keluar tersebut. Keterangan 4 8 E $angat cepat 7 E Fepat 6 E Fukup cepat 2 E $edang E &ambat ,1 E"#s#ens# jalan keluar *ilai efisiensi (e"iciency# biasanya dikaitkan dengan biaya (cost# yang diperlukan untuk melaksanakan jalan keluar. Makin besar biaya yang diperlukan makin tidak efisien jalan keluar tersebut. Keterangan 4 8 E Paling efisien 7 E 1fisien 6 E Fukup efisien 2 E Kurang efisien E -idak efisien *ilai P (prioritas# untuk setiap alternatif jalan keluar, dengan membagi hasil perkalian nilai M H 0 H / dengan nilai F. Aalan keluar dengan nilai P tertinggi, adalah prioritas jalan keluar terpilih. >asil perhitungan prioritas pemecahan masalah di atas didapatkan nilai P penggunaan dot minum sebesar <. Penentuan prioritas pemecahan masalah harus mempertimbangkan program tersebut sesuai dengan tabel diatas, dimana alternatif yang nantinya akan dilaksanakan pada saat intervensi yaitu yang mempunyai nilai tertinggi.

!.7 '89T ( Strength, Weaknes, Oportunity, and Threat ) $ebelum prioritas pemecahan masalah dilaksanakan dalam intervensi, maka perlu dilakukan analisis '89T 0Strength, Weaknes, Oportunity, and Threat), yaitu suatu kajian yang dilakukan terhadap suatu masalah sedemikian rupa sehingga diperoleh keterangan yang kuat tentang berbagai faktor kekuatan, kelemahan, kesempatan, serta hambatan yang dimiliki dan atau yang dihadapi oleh suatu kegiatan. .erdasarkan teori analisis $=?- tersebut maka penulis mengambil alternatif Pembuatan buku panduan untuk pemandu. .erdasarkan analisis $=?- tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut 4 . Kekuatan a. .erisi informasi yang lengkap. b. Praktis dan mudah c. .iaya tidak terlalu besar 2. Kelemahan a. -erlalu tebal 6. Kesempatan a. 1fektif apabila pemandu membaca dan memahami isi buku panduan 7. >ambatan a. Pemandu enggan untuk membaca b. -idak setiap hari pemandu membaca Inter/ens# ,dapun perencanaan program intervensi penambahan jumlah media pembelajaran dan pelatihan di )unia /ektor dan "eservoir Penyakit ()'/1"! adalah4 Program 4 Pengadaan media informasi sebagai tambahan sumber informasi untuk )unia /ektor dan "eservoir Penyakit ()'/1"! bagian anjungan reservoir dalam bentuk buku panduan

. -ujuan Program 'ntuk menambah media informasi yang terdapat di )'/1" khususnya yang berhubungan dengan reservoir penyakit. )engan adanya media tersebut maka dapat membantu dan memudahkan pemandu )'/1" dalam memandu pengunjung )'/1" dan memudahkan dalam memberikan penjelasan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan reservoir yang ada pada display duver. Pengunjung juga akan dapat menerima penjelasan dengan jelas dari petugas. .uku panduan akan berisi tentang reservoir penyakit, penyakit yang diba%a, persebaran, dan pengobatannya. 2. =aktu Pelaksanaan Program Pelaksanaan pada tanggal 8 ,gustus 20 2 6. -empat Pelaksanaan Program )unia /ektor dan reservoir Penyakit ()'/1"! .2P2/"P $alatiga 7. $asaran Program $asaran program kegiatan ini adalah pemandu pengunjung di )'/1" yang berasal dari tenaga kerja di .2P2/"P $alatiga. 8. $trategi Program $trategi pelaksanaan program pengadaan visualisasi gambar dan keterangan+keterangan yang berisi keterangan tentang reservoir penyakit, penyakit yang diba%a, persebaran, dan pengobatannya dalam bentuk buku panduan dalam rangka memberikan sarana informasi dan edukasi bagi para pemandu )'/1" yang berisi tentang informasi di anjungan reservoir yang ada pada display yaitu mengenai -ikus, Kelela%ar dan .ajing. $etelah itu mencari referensi mengenai materi+materi yang berhubungan dengan reservoir penyakit, penyakit yang diba%a, persebaran, dan pengobatannya khususnya mengenai -ikus, Kelela%ar dan .ajing. Kemudian dilakukan desain buku panduan yang berisi gambar dan keterangan+keterangan. Kegiatan ini melibatkan petugas pemandu )'/1" dan mahasis%a. <. Pelaksanaan 0ntervensi a. Pelaksanaan

20

Ta*el !.2 Ren4ana $elaksanaan Inter/ens# Pelaksana Mahasis%a Magang dan petugas pemandu )'/1" eg#atan .Mengumpulkan materi tentang reservoir penyakit, penyakit yang diba%a, pengobatan, dan persebarannya khususnya mengenai tikus, kelela%ar dan bajing 2. )esain .uku Panduan 6. Pencetakan .uku Panduan 7. Penyediaan .uku Panduan di )'/1"

b. Pemantauan dan 1valuasi )ari intervensi yang dilakukan, diharapkan program tersebut dapat bermanfaat bagi pemandu dan pengunjung, khususnya petugas )'/1", mahasis%a, teknisi, atau peneliti yang hendak menambah pengetahuan di )'/1", khususnya mengenai reservoir.

BAB ( E'IMPULAN DAN 'ARAN

7.1

es#m$ulan .erdasarkan kegiatan magang yang telah dilaksanakan dan intervensi yang telah diberikan, dapat disimpulkan bah%a 4 ! )uver adalah suatu %ahana ilmiah dunia vektor dan reservoir penyakit di .2P2/"P.

22

2! Permasalahan yang ada di )unia /ektor dan "eservoir Penyakit ()'/1"! adalah adalah kurang lengkapnya buku panduan yang terdapat pada anjungan reservoir. 6! .erdasarkan alternatif pemecahan masalah yang dipilih yaitu dengan menggunakan Metode >anlon Kuantitatif, maka alternatif pemecahan masalah yang diambil adalah melalui intervensi dengan melakukan Pengadaan .uku Panduan sebagai sarana edukasi dan informasi tentang reservoir penyakit, penyakit yang diba%a, persebaran, dan pengobatannya khususnya mengenai -ikus, Kelela%ar dan .ajing. $trategi dalam pelaksanaan intervensi adalah mengumpulkan materi+materi dan data+data yang berkaitan dengan reservoir penyakit. 7.2 'aran .erdasarkan permasalahan yang ada di )unia /ektor dan "eservoir Penyakit ()'/1"!, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut4 . Perlu perhatian khusus dari pihak .2P2/"P terhadap )unia /ektor dan "eservoir Penyakit ()'/1"! pada bagian anjungan reservoar. 2. Perlu adanya perbaikan dan pera%atan spesimen yang ada di setiap display reservoar. 6. Perlu referensi sebagai penunjang dalam reservoar pembelajaran di anjungan

DA-TAR PU'TA A

,bdul, >amid. 200@. Pembela$aran bahasa arab, pendekatan, metode, strate!i, materi dan media. Malang4 '0* Malang press.

26

,gnesa,

,dnan.

20

Makalah

%ektor

Penyakit.

http4##kesmas+

unsoed.blogspot.com#20 tanggal < ,gustus 20 2

#06#makalah+vektor+penyakit.html diakses

,nonim. 20 0. Pro"il B&P&%'P. http4 ##%%%.b2p2vrplitbangdepkes.co.id. diakses tanggal 0 ,gustus 20 ,nonim. 20 . Media. http4##%%%.sarjanaku.com#20 #08#pengertian+media+ pemanfaatan+media.html diakses tanggal < ,gustus 20 2 ,9har, ,rsyad. 2002. Media Pembela$aran. Aakarta4 "aja grafindo. .2P2/"P.20 0. &eaflet Balai Besar Penelitian (an Pen!emban!an %ektor dan 'eservoir Penyakit. $alatiga4 .2P2/"P. .2P2/"P.20 0. )nstruksi *er$a Pemeriksaan. $alatiga4 .2P2/"P $alatiga. *otoatmodjo, $oekidjo. 2008. Metodolo!i Penelitian *esehatan. Aakarta 4 P-."ineka Fipta $ulis. 20 . Penyakit Menular. 4##sulis.student.umm.ac.id#20 0#0;#0 #sdjkahdkan#

diakses tanggal < ,gustus 20 2