Anda di halaman 1dari 7

NAMA : SEPTI AFRIA NIM : 03111403038 SHIFT : KAMIS PAGI

Injeksi Injeksi Chemical pada Cooling Tower

Colling tower atau menara pendingin adalah suatu sistem pendinginan dengan prinsip air yang disirkulasikan. Air dipakai sebagai medium pendingin, misalnya pendingin condenser, AC, diesel generator ataupun mesin mesin lainnya. Jika air mendinginkan suatu unit mesin maka hal ini akan berakibat air pendingin tersebut akan naik temperaturnya, misalnya air dengan temperature awal ( T1 ) setelah digunakan untuk mendinginkan mesin maka temperaturnya dapat berubah menjadi ( T2 ). Disini fungsi cooling tower adalah untuk mendinginkan kembali T2 menjadi T1 dengan menggunakan blower / fan dengan bantuan angin. Demikian proses tersebut berulang secara terus menerus. Beda antara cooling dan chiller adalah pada sistem yang digunakan. Maksudnya ialah , bila cooling adalah sistem terbuka sedangkan pada chiller adalah sistem tertutup sehingga proses penguapan lebih rendah dibandingkan dengan sistem terbuka. Pada peristiwa sirkulasi air akan terjadi proses proses sebagai berikut: a. Pendinginan air cooling tower adalah atas dasar penguapan (Evaporasi) Pada peristiwa fisika dikenal prinsip jumlah kalor yang diterima jumlah kalor yang dilepaskan . Kalor untuk melakukan pendinginan dari T2 menjadi T1 yaitu sama dengan kalor penguapan atau dengan kata lain air tersebut menjadi dingin dikarenakan sebagian dari air tersebut menguap. Untuk cooling tower, besarnya penguapan dapat dihitung bila diketahui kapasitas pompa sirkulasi yang satuannya adalah ( m3/jam ) b.Pada air Cooling tower terjadi pemekatan Garam.

TUGAS KHUSUS

NAMA : SEPTI AFRIA NIM : 03111403038 SHIFT : KAMIS PAGI

Dengan adanya penguapan maka lama kelamaan seluruh mineral yang tidak dapat menguap akan berkumpul sehingga terjadi pemekatan. Dengan banyaknya mineral yang terkandung pada air Cooling tower perlu dilakukan proses Bleed Off dan penambahan air make up. Air yang menguap adalah air yang murni bebas dari garam garam mineral dengan konsentrasi = 0. Tanpa menggunakan parameter khlorida, siklus dapat diketahui dengan membaca konduktiviti, yaitu dengan membandingkan konduktiviti air tower dengan konduktiviti air make up. Masalah yang sering timbul dalam pada seluruh sistem air cooling adalah: Korosif Pada pH yang rendah menyebabkan terjadinya korosi pada logam. Begitu juga nitrifying. Penyebab lain adalah dengan adanya bakteri yang dapat menghasilkan asam sulfat. Bakteri yang memiliki kemampuan untuk mengubah hydrogen sulfide menjadi sulfur kemudian mengubah menjadi asam sulfat. Bakteri ini menyerang logam besi, logam lunak dan steiless steel, hidup sebagai anaerobic ( tanpa udara ). Kerak Pembentukan kerak diakibatkan oleh kandungan padatan terlarut dan material anorganik yang mencapai limit control. Metode yang digunakan untuk mencegah terjadinya pembentukan kerak antara lain : Menghambat kerak dengan mengontrol pH Dalam keadaan asam lemah ( kira kira pH 6,5 ). Asam sulfat yang paling sering digunakan untuk ini, memiliki dua efek dengan memelihara pH dalam daerah yang benar dan mengubah kalsium karbonat, ini memperkecil resiko terbentuknya kerak kalsium sulfat. Ini memperkecil resiko terbentuknya kerak kalsium karbonat dan membiarkan cycle yang tinggi dari konsentrasi dalam sistem. Mengontrol kerak dengan bleed off Bleed off pada sirkulasi air cooling terbuka sangat penting untuk memastikan bahwa air tidak pekat sebagai perbandingan untuk mengurangi kelarutan dari garam mineral yang kritis. Jika kelarutan ini berkurang kerak akan terbentuk pada penukar panas.

TUGAS KHUSUS

NAMA : SEPTI AFRIA NIM : 03111403038 SHIFT : KAMIS PAGI

Mengontrol kerak dengan bahan kimia penghambat kerak.

Bahan kimia umumnya berasal dari organic polimer, yaitu polyacrilik dan polyacrilik buatan. Masalah mikrobiologi Microorganisme juga mampu membentuk deposit pada sembarangan permukaan. Hampir semua jasad renik ini menjadi kolektor bagi debu dan kotoran lainnya. Hal ini dapat menyebabkan efektivitas kerja cooling tower menjadi terganggu. Masalah kontaminasi Keadaan cooling tower yang terbuka dengan udara bebas memungkinkan organisme renik untuk tumbuh dan berkembang pada sistem, belum lagi kualitas air make up yang digunakan. Perawatan sistem pendingin memiliki dua tujuan dasar yaitu untuk melindungi dan memperpanjang umur dari sistem pendingin dan untuk memastikan perpindahan panas yang baik dan pembuangan. Semua program pengolahan air pendingin, jika mereka untuk sepenuhnya efektif mempertimbangkan tiga komponen berikut: 1. Microbiological control. 2. Scale and deposit control. 3. Corrosion control. Perawatan system air pendingin terdiri dari : 1. Pencegahan Korosi Korosi merupakan suatu reaksi elektronika sebuah logam dengan lingkungannya.Hal ini dapat menyebabkan kerugian secara teknis maupun ekonomis. Dalam system air pendingin, korosi yang dialami logam dapat menyebabkan hal-hal berikut : Kerusakan/destruksi peralatan-peralatan mahal Deposisi hebat yang disebabkan oleh produk-produk korosi Mengakibatkan terjadinya down-time pabrik karena peralatan yang rusak Menyebabkan terjadinya gangguan produksi harus

TUGAS KHUSUS

NAMA : SEPTI AFRIA NIM : 03111403038 SHIFT : KAMIS PAGI

2. Pencegahan Deposisi Deposisi merupakan salah satu masalah utama yang ada pada system air pendingin yang terjadi pada permukaan perpindahan panas, pipa dan filter menara pendingin yang menyebabkan korosi dibawah deposit, menaikkan kehilangan tekanan dan menurunkan efisiensi perpindahan panas. Masalah yang dapat terjadi akibat depisisi ini pada umunya yaitu : - Scale : merupakan lapisan padat yang umumnya terbuat dari senyawa anorganik dan merupakan hasil supersaturasi mineral-mineral yang larut dalam air. - Fouling : disebabkan oleh zat padat tersuspensi dalam air yang merupakan akumulasi (terkumpul) zat padat pada permukaan alat penukar panas. 3. Kontrol Mikrobiologi Beberapa jenis mikroorganisme merupakan organism paling umum dijumpai dan keberadaannya menyebabkan terjadinya kebuntuan pipa, kerusakan logam, menurunnya perpindahan panas Karena senyawa organic yang melekat pada dinding logam dan destruksi material lainnya, misalnya kayu yang terdapat pada struktur menara pendingin. Berikut ini permasalahan yang dapat terjadi akibat mikrobiologi pada sIstem air pendingin : - Fouling yang akan menyebabkan hambatan pada perpindahan panas, menurunnya efisiensi menara dan shutdown yang tidak perlu. - Korosi yang akan menyebabkan penggantian tube-tube yang lebih sering. - Kerusakan kayu menara pendingin yang akan menyebabkan mengurangi kekuatan struktural dan umur menara pendingin. Treatmen program yang digunakan untuk setiap komponen harus dipilih berdasarkan kinerja dan kompatibilitas dengan komponen treatmen lainnya. Kontrol mikrobiologi ini bisa dibilang bagian yang paling penting dari program perawatan menara pendingin. Kegagalan program pengendalian mikrobiologi menyebabkan fouling mikrobiologi, korosi logam, dan membusuknya kayu tower.

TUGAS KHUSUS

NAMA : SEPTI AFRIA NIM : 03111403038 SHIFT : KAMIS PAGI

Tidak seperti agen pengoksidasi tradisional, seperti klorin dan bromin, tergantung batasan pH dan masalah korosi yang mengurangi keefektifannya. Klorin dioksida secara signifikan lebih stabil di berbagai kondisi pH yang lebih luas (4-10) dibandingkan biosida pengoksidasi lainnya, dan bersifat non-reaktif terhadap amonia-nitrogen dan bahan kimia yang lainnya (corrosion dan scale inhibitor). Hal ini membuat klorin dioksida menjadi pilihan yang sangat baik untuk air pendingin yang memiliki pH tinggi, atau yang memiliki kontaminasi organik atau amonia yang sangat tinggi. Klorin dioksida (ClO2), baik sebagai biosida dan oksidan, adalah efektif dalam mengendalikan bakteri Legionella, ganggang, plankton dan bakteri sessile dan pertumbuhan biofilm dalam cooling tower, loop tertutup dan sistem air pendingin. Dengan menggunakan biosida yang sangat efektif ini dapat membantu menjaga pemenuhan peraturan dan keselamatan sistem, dan efisiensi permukaan heat exchanger, asupan reservoar dan peralatan pendukung. Untuk mengatasi permasalah scale dan fouling yang ada pada cooling tower maka perlu dilakukan injeksi-injek kimia, yaitu : Larutan Alum (Aluminium Sulfat) Berupa tepung berwarna putih, dapat larut dalam air, stabil dalam udara, tidak mudah terbakar, tidak dapat larut dalam alkohol dan dapat dengan cepat membentuk gumpalan. alum berfungsi sebagai bahan penggumpal (floculant ) untuk menjernihkan air. Pembentukan plok terbaik pada pH 6,5 7,5. jumlah alum yang diinjeksikan sebanyak 0.06 % dari air umpan dengan konsentrasi 26% volum. Soda Kaustik (NaOH) Diinjeksikan untuk mengatur pH atau memberikan kondisi basa pada air sungai sehingga mempermudah pembentukan flok oleh alum karena air sungai cenderung bersifat asam. jumlah soda abu yang diinjeksikan sebanyak 0.05 % dari air umpan dengan konsentrasi 40%. Klorin Klorin berfungsi untuk membunuh bakteri, jamur, dan mikroorganisme. Jumlah kaporit yang diinjeksikan sebanyak 1.2% dari umpan dengan konsentrasi

TUGAS KHUSUS

NAMA : SEPTI AFRIA NIM : 03111403038 SHIFT : KAMIS PAGI

30% volum. Produk klorin dioksida ECOSYS membantu untuk mengontrol pertumbuhan mikrobiologi di cooling tower, loop tertutup dan sistem air pendingin. Produk ini menawarkan sejumlah manfaat penghematan operasional dan biaya termasuk menghilangkan pertumbuhan alga yang menyumbat intake dan sistem pemompaan. Sangat efektif mengontrol dan menghilangkan bakteri Legionella dan biofilm yang membande. - Pengendalian biologis yang sangat baik - Meminimalkan terbentuknya garam; mengurangi masalah korosi yang potensial - Meningkatkan daya output dari fasilitas pembangkit - Mengurangi biaya pemeliharaan dan peralatan, dan - Penghematan pada biaya air dan limbah akibat konsumsi air berkurang. Penggunaan klorin dioksida hadir dengan beberapa keunggulan : - Merupakan disinfektan yang sangat kuat dan suatu biosida - Dapat mencegah dan menyingkirkan biofilm - Tidak seperti klorin, Klorin dioksida efektif pada pH antara 4 dan 10. Tidak ada pembuangan dan pengisian dengan air bersih yang dibutuhkan - Efek korosif klorin dioksida yang minimal dibandingkan dengan efek korosif dari air keran biasa - Efisiensi bakterisida relatif tidak terpengaruh oleh nilai pH antara 4 dan 10 - Klorin dioksida dapat digunakan menggunakan semprotan. Oleh karena itu, semua bagian dapat dengan mudah terjangkau - dan last but not least: mengurangi dampak lingkungan

TUGAS KHUSUS

NAMA : SEPTI AFRIA NIM : 03111403038 SHIFT : KAMIS PAGI

DAFTAR PUSTAKA Clordio. Tanpa Tahun. Cooling Tower. http://clordio.com/cooling-tower/. Diakses

pada tanggal 2 Maret 2014


Novita Elyanti. 2011. Utilitas. http://novitaelyanti.blogspot.com/2011/01/utilitas.html

Diakses pada tanggal 2 Maret 2014 Sofiah dan Zulkarnain.2011.Modul Utilitas. Jurusan Teknik Kimia.Politeknik Negeri Sriwijaya : Palembang. Vionaadistie. 2011. Air Proses Air Pendingin http://vionaadistie.blogspot.com/ 2011/01/air-proses-air-pendingin.html. Diakses pada tanggal 2 Maret 2014

TUGAS KHUSUS