Anda di halaman 1dari 18

Uraian Tugas Kepala IPSRS

TUGAS UTAMA :
1. Perencanaan:

Menyusun standar kebutuhan sarana, tenaga, alat dan bahan kegiatan untuk insatalasi.

Melakukan upaya peningkatan jumlah, jenis dan keuntungan pemeriksaan.

Mengupayakan penyederhanaan prosedur pembelian alat/bahan habis pakai.

Merencanakan peremajaan dan pemeliharaan alat.

Melaksanakan upaya agar instalasi terakreditasi

2. Pelaksanaan:

Merumuskan masalah yang dihadapi instalasi dan melaporkan ke atasan langsung.

Mengupayakan efisiensi penggunaan bahan habis pakai.

3. Penilaian:

Melaksanakan orientasi bagi pegawai baru.

Mengupayakan peningkatan disiplin kerja.

Menyusun hasil kegiatan dalam bentuk laporan:

1. Menyusun rencana kegiatan pemeliharaan Instalasi Penyediaan Air Bersih, Instalasi


Pengolahan Air Limbah dan Gedung.
2. Menyusun rencana anggaran biaya pemeliharaan Instalasi Penyediaan Air Bersih,
Instalasi Pengolahan Air Limbah, Instalasi Pengolahan Sampah Medis dan Gedung.
3. Melaksanakan perbaikan kerusakan Instalasi Penyediaan Air Bersih, Instalasi Pengolahan
Air Limbah, Instalasi Pengolahan Sampah Medis dan Gedung.
4. Membuat laporan hasil kegiatan pemeliharaan Instalasi Penyediaan Air Bersih, Instalasi
Pengolahan Air Limbah, Pengolahan Sampah Medis dan Gedung.
5. Kerjasama dengan pihak ke III berkaitan dengan pemeliharaan Instalasi Penyediaan Air
Bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah, Incenerator dan Gedung.

TANGGUNG JAWAB
1. Mengatur pembagian tugas rutin dan isidentil untuk seluruh petugas instalasi.
2. Mengiventarisasi sarana, tenaga, alat dan bahan untuk instalasi.
3. Melakukan pemeriksaan jumlah dan kesiapan alat dan bahan yang akan dipakai.
4. Melakukan pemeriksaan waktu daluwarsa bahan.

WEWENANG
1. Memberikan pemahaman visi, misi dan uraian tugas seluruh petugas.
2. Membuat bahan organisasi dengan uraian tugasnya.
3. Melaksanakan rapat koordinasi instalasi.
4. Mengkoordinasikan peningkatan pasar diluar pasien BRSU, dokter/RS Swasta.
5. Mengkoordinasikan perbaikan tempat kerja.
6. Mengkoordinasikan perbaikan fasilitas pendukung.
7. Mengkoordinasikan pelatihan dan penyegaran teknis.
8. Melaksanakan koordinasi pelaksanaan rekam medis.
9. Melakukan koordinasi dengan instalasi terkait untuk melaksanakan penelitian.
10. Memastikan Instalasi Penyediaan Air Bersih beroperasi dengan baik.
11. Memastikan kualitas Air bersih memenuhi persyaratan kesehatan.
12. Memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah beroperasi dengan baik.
13. Memastikan kualitas air buangan memenuhi persyaratan standar baku mutu lingkungan.
14. Memastikan Instalasi Pengolahan sampah medis beroperasi dengan baik.
15. Memastikan bangunan/ gedung dalam keadaan baik (layak pakai).
16. Merencanakan & mengelola SDM yang ada.

17. Mengusulkan anggaran biaya untuk pemeliharaan Instalasi Penyediaan Air Bersih,
Instalasi Pengolahan Air limbah, Instalasi Pengolahan Sampah Medis dan Gedung.
18. Mengusulkan sarana dan prasarana untuk kelancaran tugas pemeliharaan Instalasi
Penyediaan Air Bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah, Instalasi Pengolahan Sampah
Medis dan Gedung.
19. Pendataan dan Analisis kebutuhan pemeliharaan Instalasi Penyediaan Air Bersih, Instalasi
Pengolahan Air Limbah, Instalasi Pengolahan Sampah Medis dan Gedung.
20. Melakukan koordinasi dengan unit terkait.
21. Memonitoring operasional Instalasi Penyediaan Air bersih, Instalasi Pengolahan Air
Limbah, Instalasi Pengelolaan Sampah Medis dan Gedung.

IPSRS adalah singkatan dari Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit. Disinilah kantornya
para teknisi Rumah Sakit bekerja. IPSRS merupakan organisasi dalam Rumah Sakit yang bersifat
teknis dan koordinatif yang pelaksanaannya meliputi perbaikan sarana dan peralatan yang ada di
Rumah Sakit. Tujuannya adalah meningkatkan mutu pelayanan dan efisiensi RS.
Sebagai salah satu unit yang berperan penting dalam kinerja Rumah Sakit, IPSRS sangat penting
fungsi dan perannya dalam menunjang sarana dan prasarana yang ada di Rumah Sakit. Dengan
kata lain, IPSRS adalah salah satu faktor syarat suatu RS bisa diakreditasi levelnya menjadi lebih
tinggi.Perkembangan teknologi alat-alat kedokteran yang semakin hari semakin pesat
menyebabkan pengelolaan IPSRS harus mendapatkan perhatian, karena betapapun canggihnya
teknologi tersebut akan menjadi sia-sia tanpa maintenance dan operator utility yang benar.
Tugas dan Kegiatan Umum IPSRS
Operator Utility, menjadi operator suatu alat medis atau mengadakan training kepada tenaga
kesehatan yang lain untuk petunjuk pemakaian (SOP) alat medis yang benar.
Maintenance, perawatan rutin.
Perencanaan kegiatan pemeliharaan.
Pengukuran dan kalibrasi.
Rekayasa dan rancang bangun.
Manajemen informasi dan pemeliharaan.
Rujukan pemeliharaan.
Pengawasan pelaksanaan pengadaan barang dan tenaga kerja.
Pengawasan fasilitas dan keselamatan kerja.
Sebagai tekhnisi kita harus punya peralatan yang memadai sebelum melakukan suatu
maintenance ataupun perbaikan, yaitu senjata harus ada sebelum berperang ! ! ! Tapi suatu yang
menjadi khas sebagai tekhnisi yaitu membawa testpen.
Peralatan yang lain, minimal :
obeng plus minus
multimeter

tang
IPSRS dibagi dalam beberapa unit bagian, yaitu :
Unit Administrasi
Unit Sarana dan Prasarana
Unit Bangunan
Unit Biomedical (teknisi elektromedik)
Unit IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan sampah medis
Unit Listrik dan AC
Unit Telekomunikasi
Sistematika Tugas IPSRS
Direktur mempunyai tugas memimpin, melakukan koordinasi, pengawasan, dan pengendalian
teknis dalam menyelenggarakan kegiatan IPSRS.
Kepala IPSRS, mempunyai tugas sebagai penanggungjawab semua kegiatan IPSRS.
Administrasi, mempunyai tugas mencatat semua pemasukan dan pengeluaran.
Sie Medis, mempunyai tugas menangani jenis pemeliharaan dan perbaikan alat-alat medis.
Sie Non Medis, mempunyai tugas menangani jenis pemeliharaan dan perbaikan alat-alat non
medis.
Sie Bangunan, mempunyai tugas menangani segala bentuk tentang bangunan.
Sie Sanitasi, mempunyai tugas menangani tentang kebersihan, pengairan dan limbah Rumah
Sakit.
Infection Control
Infection control yaitu pengendalian infeksi di lingkungan Rumah Sakit. Karena RS itu adalah
tempatnya orang sakit, maka banyak virus dan bakteri yang dibawa.
Kami sebagai teknik elektromedik, sebagai salah satu staff atau pegawai pasti akan menjaga
untuk infection control agar kita sebagai tenaga kesehatan tidak terkena infeksi ataupun sebagai
carrier (pembawa infeksi) atau malah menjadi sumber infeksi bagi orang lain.
Memang secara tidak langsung dan secara frekuensi, kita tidak berhadapan langsung dengan
pasien. Tapi peralatan kesehatan ataupun hal-hal lain bisa menjadi sumber infeksi yang infeksius,
maka dari itu parameter untuk infection control sangat diperlukan.
Biaya yang diperlukan untuk infection control memang sangat tinggi dan pengawasannya
haruslah ketat, karena hal tersebut demi kepentingan bersama (bagi pasien ataupun pengunjung
juga bagi tenaga kesehatan).

STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI PEMELIHARAAN


SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT

INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA RS UNHAS (IPSRS)


RS UNHAS merupakan rumah sakit tipe B. Menurut PERMENKES Nomor 340 Tahun 2010
tentang Klasifikasi Rumah Sakit, salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh rumah sakit tipe B
adalah memiliki Pelayanan Penunjang Non Klinik terdiri dari pelayanan Laundry/Linen, Jasa
Boga/Dapur, Teknik dan Pemeliharaan Fasilitas (IPSRS), Pengelolaan Limbah, Gudang,
Ambulance, Komunikasi, Pemulasaraan Jenazah, Pemadam Kebakaran, Pengelolaan Gas Medik
dan Penampungan Air Bersih.
IPSRS adalah singkatan dari Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit. Disinilah kantornya
para teknisi Rumah Sakit bekerja. IPSRS merupakan organisasi dalam Rumah Sakit yang bersifat
teknis dan koordinatif yang pelaksanaannya meliputi perbaikan sarana dan peralatan yang ada di
Rumah Sakit. Tujuannya adalah meningkatkan mutu pelayanan dan efisiensi RS. Sebagai salah
satu unit yang berperan penting dalam kinerja Rumah Sakit, IPSRS sangat penting fungsi dan
perannya dalam menunjang sarana dan prasarana yang ada di Rumah Sakit. Dengan kata lain,
IPSRS adalah salah satu faktor syarat suatu RS bisa diakreditasi levelnya menjadi lebih tinggi.
Perkembangan teknologi alat-alat kedokteran yang semakin hari semakin pesat menyebabkan
pengelolaan IPSRS harus mendapatkan perhatian, karena betapapun canggihnya teknologi
tersebut akan menjadi sia-sia tanpa maintenance dan operator utility yang benar.

3.1 Organisasi dan Manajemen Instalasi Pemeliharaan Sarana RS UNHAS


3.1.1 Visi IPSRS
Visi instalasi masih mengikut pada visi rumah sakit secara umum, yaitu:
Menjadi pelopor terpercaya dalam memadukan pendidikan, penelitian, dan pemeliharaan
kesehatan yang bertaraf internasional.

3.1.2 Misi IPSRS


Misi dari instalasi juga masih mengikut pada misi rumah sakit secara umum, yaitu:

Menciptakan tenaga professional yang berstandar internasional dalam pendidikan, penelitian

dan pemeliharaan kesehatan.

Menciptakan lingkungan akademik yang optimal untuk mendukung pendidikan, penelitian,

dan pemeliharaan kesehatan

Mempelopori inovasi pemeliharaan kesehatan melalui penelitian yang unggul dan perbaikan

mutu pelayanan berkesinambungan

Memberikan pemeliharaan kesehatan secara terpadu dengan pendidikan, penelitian yang

berstandar internasional tanpa melupakan fungsi sosial.

Mengembangkan jejaring dengan institusi lain baik regional maupun internasional.

3.1.3 Falsafah IPSRS


Falsafah instalasi masih mengikut pada falsafah rumah sakit secara umum, yaitu:
Menghargai hakekat manusia sebagai makhluk paripurna dengan totalitas dan nilai-nilai
yang dianutnya.
3.1.4 Motto IPSRS
Motto instalasi masih mengikut pada motto rumah sakit secara umum, yaitu:
Tulus melayani
3.1.5 Tujuan IPSRS
Tujuan instalasi masih mengikut pada tujuan rumah sakit secara umum, yaitu:

Terciptanya Sumber Daya Manusia handal yang tulus dalam mengintegrasikan pendidikan,

penelitian, dan pemeliharaan kesehatan.

Terwujudnya upaya pemeliharaan kesehatan paripurna yang menyeluruh terintegrasi dan

berkesinambungan.

Terciptanya suasana akademik yang mendukung pendidikan, penelitian, dan pemeliharaan

kesehatan yang bermutu dan aman.

Terbinanya tim kerjasama professional yang solid dengan perbaikan mutu kinerja

berkesinambungan.

Terselenggaranya jejaring rumah sakit yang mengemban tugas pendidikan, penelitian, dan

pemeliharaan kesehatan.
Analisis:
Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa IPSRS belum mampu merumuskan visi, misi,
tujuan, dan falsafah khusus untuk instalsi tersebut. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kinerja
para staf. Alasan belum adanya visi, misi, tujuan, dan falsafah tersendiri ini adalah karena RS
UNHAS baru beroperasi sekitar 1 tahun, sehingga masih perlu pembenahan-pembenahan.
Namun, jika tidak ada perumusan sesegera mungkin, maka para staf akan bekerja tanpa target
yang jelas untuk instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit secara khusus.

3.1.6 Struktur Organisai IPSRS

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Instalasi IPSRS RS. Unhas Tahun 2011

Analisis :
Struktur organisasi instalasi ini menganut sistem organisasi garis. Di mana dalam bagan
organisasinya terlihat adanya kesatuan komando karena kepemimpinan berada ditangan satu
orang dan setiap bawahan hanya bertanggung jawab terhadap satu orang pemimpin saja.
Struktur organsisasi ini sudah cocok untuk perusahaan ini, karena telah menggambarkan lima
aspek struktur organisasi yang utama yaitu :
1. Menggambarkan pembagian kerja, dimana setiap kotak mewakili tanggung jawab seseorang
atau sub bagian untuk bagian tertentu dari beban kerja unit.
2. Menunjukkan siapa atasan dan siapa bawahan sehingga jelas terlihat siapa melapor kepada
siapa.
3.

Keterangan kotak-kotak telah menunjukkan tugas-tugas kerja dan tanggung jawab yang

berbeda untuk setiap peranan yang berbeda.


4. Keseluruhan bagan telah menunjukkan dasar pembagian aktivitas unit yang menurut penulis
dibagi atas dasar fungsinya.
5. Semua bagian unit pada tingkatan yang sama melapor pada orang yang sama.
Dari struktur di atas, dapat dilihat bahwa sistem kerja di IPSRS tersebar di empat bagian area
kerja, yaitu bagian peralatan medik, bagian peralatan nonmedik, bagian bangunan, serta bagian
administrasi dan logistik, yang bertanggungjawab kepada koordinator IPSRS. Kemudian
koordinator tersebut bertanggungjawab kepada kepala bidang pelayanan penunjang dan sarana
medik secara langsung. secara langsung.
Pembagian wilayah kerja dan tanggung jawab yang jelas ini, dapat mengoptimalkan hasil dari
pekerjaan itu sendiri. Namun, jumlah SDM yang menempati bagian-bagian tersebut masih
kurang. Hal ini dikarenakan RS UNHAS masih baru dalam beroperasi, sehingga masih dalam
tahap awal proses pembenahan-pembenahan.
Tupoksi Instalasi IPSRS
Rumah sakit harus menyelenggarakan IPSRS, karena tanpa IPSRS, seluruh kegiatan yang
berhubungan dengan alat kesehatan maupun sarana-prasarana yang rusak akan terganggu dan
tidak berjalan lancar.
Instalasi kerja IPSRS mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:

1. Melakukan rapat secara teratur


2. Membuat laporan dan melaporkannya kepada pimpinan rumah sakit tepat waktu
3. Melakukan rapat secara teratur dan menghadiri rapat tersebut.
4. Operator Utility, menjadi operator suatu alat medis atau mengadakan training kepada tenaga
kesehatan yang lain untuk petunjuk pemakaian (SOP) alat medis yang benar.
5. Maintenance, perawatan rutin.
6. Perencanaan kegiatan pemeliharaan.
7. Pengukuran dan kalibrasi.
8. Manajemen informasi dan pemeliharaan.
9. Rujukan pemeliharaan.
10. Pengawasan pelaksanaan pengadaan barang, tenaga kerja, fasilitas dan K3.
Dalam menjalankan tugasnya, kepala instalasi IPSRS wajib menerapkan koordinasi, integrasi,
dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan intern instalasi, maupun dengan instalasi-instalasi
terkait, sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Analisis:
Dari hasil pengamatan selama melakukan residensi I, dapat disimpulkan bahwa apa yang
dikerjakan oleh staf IPSRS RS UNHAS sebagian besar telah sesuai dengan standar tugas pokok
dan fungsi di atas. Petugas di instalasi IPSRS dapat bekerja secara professional dan sesuai
prosedur yang telah ditetapkan. Namun, untuk manajemen informasi peralatan masih banyak
kekurangan.
Untuk lingkungan kerjanya, sebagian besar stafnya adalah laki-laki, terutama di bagian ruang
panel atau bengkel. Hal ini karena, beban kerja dan risiko pekerjaannya cukup tinggi terkait
pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana. Sehingga, staf perempuan ditempatkan pada
bagian Administrasiinistrasi instalasi ini dan tidak terjun langsung ke lapangan secara langsung.

3.1.8 Uraian Tugas


a. Logistik

Mengidentifikasi kebutuhan pendukung

Mengurus pembelian peralatan

Mengurus inventaris barang yang keluar dan masuk

Pengadaan barang dan peralatan

b. Teknisi

Memelihara alat-alat kesehatan

Mengecek kerusakan alat-alat kesehatan

Memperbaiki kerusakan alat-alat kesehatan

Dan tugas yang diberikan atasan/pimpinan langsung

c. Mekanikal

Pengecekkan kebocoran

Mengontrol pemakaian air, Listrik, AC, dan Lift

Pengecekkan air bersih

Memperbaiki WC

Pengecekkan Pompa Air

Dan tugas yang diberikan atasan/ pimpinan langsung

d. Telekomunikasi

Sharing Jaringan internet untuk kebutuhan Karyawan Rumah Sakit

Pemasangan dan Instalasi Komputer di setiap meja Kerja

Pemasangan Pesawat Telepon

Pemasangan Line Internet

Monitoring peralatan elektronik

Dan tugas lain yang diberikan atasan/pimpinan langsung

e. Elektrikal

Mengecek lampu, AC, Pompa dan Tangki Air

Mengecek saringan udara AC

Pemasangan Instalasi Terminal Listrik

Memperbaiki Saklar

Dan Tugas Lain yang diberikan atasan/ pimpinan langsung

f. Pemeliharaan Gedung

Membersihkan dan mengatur ruangan yang akan digunakan dan telah digunakan

Memperbaiki alat yang rusak (Handle pintu, kran air,wastafel, dll)

Memonitoring kunci tiap ruangan Rumah Sakit

Dan tugas lain yang diberikan atasan/ pimpinan langsung

Analisis :
Semua bagain di IPSRS telah tebagi pekerjaannya. Sehingga, para staf dapat bekerja sesuai
dengan tugas dan fungsi yang telah ditentukan sesuai job description yang telah ditetapkan.
3.1.9 Deskripsi Kegiatan
Berikut ini merupakan deskripsi kegiatan IPSRS RS UNHAS:
Kegiatan Pemeliharaan / maintenance
o Pemeliharaan Kuratif : Tidak terjadwal, Break down unit
Penyetingan ulang bagian-bagian serta fungsinya
Penyetingan ulang parameter serta fungsinya
Penggantian spare part / bagian-bagian alat
Modifikasi spare part / bagian-bagian alat
Pengencangan serta pelumasan bagian-bagian alat
o Pemeliharaan Preventif : Terjadwal, Life time spare part
Pemantauan bagian-bagian serta fungsinya
Pemantauan setting parameter serta fungsinya dan hasil outputnya
Pengencangan serta pelumasan bagian-bagian alat
Pembersihan / cleaning
Kegiatan perbaikan / repaire
Perencanaan pengadaan spare part / disposible acsessoris
Perencanaan kegiatan kalibrasi
Perencanaan kegiatan KSO dan kontrak servis
Analisis:
Kegiatan-kegiatan ini adalah kegiatan yang rutin dilakukan di IPSRS. Semuanya berjalan baik
dan optimal. Namun, pada bagian penyimpanan data-data masih perlu mengalami pembenahan,
karena belum lengkap data-data terkait IPSRS.

3.2 Spesifikasi SDM dan Jumlahnya


3.2.1 Jumlah Pegawai dan Peranannya
Keadaan sumber daya manusia, dalam hal ini staf, di IPSRS RS UNHAS dapat dilihat pada tabel
berikut ini:
Tabel 3.1
Staf Instalasi IPSRS berdasarkan Tugas atau Peranannya RS UNHAS Tahun 2011

Tugas dan
Peranannnya
Koordinator IPSRS

Logistik

Teknisi Alkes

Teknisi
Telekomunikasi

Mekanikal

Elektrikal

Pemelihara gedung

No

CPNS
1 Kontrak, 1
CPNS, 2 Magang
1 CPNS, 1
Kontrak

Pendidika
n
S1
S1 (1)
D3 (3)
S1 (1)
D3 (1)

Kontrak

D3

1 Kontrak, 5
Magang
1 CPNS, 3
Kontrak
1 CPNS, 1
Magang

S1 (1)
D3 (5)
S1 (3)
D3 (1)
S1 (1)
D3 (1)

Status

Jumlah
1
4
2
1
6
4
2

Sumber: Data Sekunder RS. Unhas, 2011


Analisis:
Dari tabel dapat dilihat bahwa latar belakang pendidikan D3 lebih banyak
daripada yang latarbelaang S1. Menurut penulis, hal ini cukup baik, karena pada IPSRS lebih
kepada permasalahan teknis, bukan konsep, sehingga yang lebih dibutuhkan adalah lulusan D3.
Jumlah staf pada masing-masing bagian masih kurang. Namun, karena masih baru
dalam beroperasi, maka kekurangan ini masih dapat dimaklumi. Selain itu, para staf juga belum
terlalu terbebani dengan beban kerja yang tidak sesuai dengan jumlah SDM.
3.2.2 Waktu Kerja
Shift kerja di IPSRS terbagi dua, yaitu :

Pegawai : 08.00-16.00

Magang : 07.30-14.00, 14.00-21.00, 21.00-07.30

Dari segi kedisiplinan, semua para staf dan teknisi biasanya masuk tepat waktu sesuai jadwal
shiftnya.
3.3. Kinerja Kegiatan
3.3.1 Indikator
Kinerja staf instalasi IPSRS dapat dilihat dari indikator berikut:

Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat ( 80%)

Ketepatan waktu pemeliharaan alat (100%)

Kedisiplinan (berdasarkan shift)

3.3.2 Hasil Observasi dan Analisis


Dari hasil residensi I didapatkan bahwa kecepatan waktu teknisi menanggapi kerusakan alat
adalah sekitar 10-15 menit. Sedangkan ketepatan waktu pemeliharaan alat tergantung pada jenis
kerusakan dan alat apa yang diperlukan. Jika alat yang diperlukan tidak ada di Makassar, maka
dibutuhkan waktu sampai berbulan-bulan. Selain itu, kemampuan dan pengalaman teknisi dalam
menangani kerusakan alat juga berpengaruh pada ketepatan waktu pemeliharaan alat.
Penanganan kalibrasi alat kesehatan biasanya dilakukan dengan pengajuan proposal yang berisi
tentang alat apa yang akan dikalibrasi dan berapa dana yang dibutuhkan. Untuk kedisiplinan,
rata-rata semua staf datang dan pulang tepat waktu.
3.4 Deskripsi Fisik dan Bangunan IPSRS
3.4.1 Letak Instalasi IPSRS
Lokasi ruangan IPSRS sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kegiatan pelayanan yang
dilakukan oleh unit terkait lainnya.
Ruangan IPSRS terbagi atas 3, yang terletak di lantai 1, lantai 2, dan lantai 3. Ruangan lantai 1
berfungsi sebagai ruang panel atau bengkel para teknisi memelihara dan memperbaiki peralatan
yang ada di rumah sakit. Ruangan lantai 2 berfungsi sebagai ruang Administrasiinistrasi.
Sedangkan di lantai 3 berfungsi sebagai tempat perencanaan.
Analisis:
Letak ruangan-ruangan IPSRS ini cukup strategis. Sehingga, memudahkan dan memperlancar
proses pemeliharaan dan perbaikan alat kesehatan dan sarana prasarana rumah sakit.

3.4.2 Denah Ruangan Instalasi IPSRS


Ruangan pada instalasi pemeliharaan sarana Rumah sakit ini sudah memenuhi standar.
3.4.3 Kondisi Fisik dan Bangunan
Standar keadaan fisik dan lingkungan rumah sakit diatur dalam Kepmenkes No. 1204 Tahun
2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
A. Ruang Bangunan
Berdasarkan ketetapan yang terdapat dalam Kepmenkes No. 1204 Tahun 2004, instalasi IPSRS
termasuk zona dengan risiko rendah. Adapun standar bangunan ruangan yang sesuai adalah
sebagai berikut:
1. Permukaan dinding harus rata dan berawarna terang
2. Lantai harus terbuat dari bahan yang kuat, mudah dibersihkan, kedap air, berwarna terang,
dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk konus.
3. Langit-langit harus terbuat dari bahan multipleks atau bahan yang kuat, warna terang, mudah
dibersihkan, kerangka harus kuat, dan tinggi minimal 2,70 meter dari lantai.
4. Lebar pintu minimal 1,20 meter dan tinggi minimal 2,10 meter, dan ambang bawah jendela
minimal 1,00 meter dari lantai.
5. Ventilasi harus dapat menjamin aliran udara di dalam kamar/ruang dengan baik, bila ventilasi
alamiah tidak menjamin adanya pergantian udara dengan baik, harus dilengkapi dengan
penghawaan mekanis (exhauster).
6. Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggian minimal 1,40 meter dari lantai.
Analisis:
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, bahwa bangunan ruang IPSRS di RS UNHAS
telah memenuhi semua standar yang telah ditetapkan untuk bangunan ruangan berisiko tinggi,
mulai dari dinding, lantai, ventilasi, dan lain-lain.
B. Kualitas Udara, Pencahayaan, Suhu, Kelembaban, Tekanan Udara, dan Kebisingan
Kualitas udara ruangan yang diharapkan sesuai Kepmenkes 1204 tahun 2004 adalah tidak berbau
(terutana bebas dari H2S dan Amoniak, serta kadar debu (particulate matter) berdiameter kurang

dari 10 micron dengan rata-rata pengukuran 8 jam atau 24 jam tidak melebihi 150 g/m3, dan
tidak mengandung debu asbes. Selain itu, konsentrasi maksimum indeks angka kumannya harus
sekitar 200-500 Mikro-organisme per m2 Udara (CFU/m3).
Indeks pencahayaan untuk instalasi IPSRS minimal 100 lux, dengan suhu 21-26 C, tekanan
udara seimbang dan toleransi kebisingan minimal 45 dBA dengan waktu pemaparan 8 jam.
Analisis:
Dari hasil observasi, didapatkan bahwa kondisi kualitas udara pencahayaan, suhu, tekanan udara,
kelembaban, dan kebisingan telah sesuai dengan apa yang menjadi standar, sehingga
berpengaruh positif pada kebetahan dan kenyamanan staf dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.
3.4.4 Sarana dan Prasarana Instalasi IPSRS
Di bawah ini merupakan daftar inventaris sarana dan prasarana IPSRS :
Tabel 3.2
Inventaris Sarana Prasarana Instalasi IPSRS RS UNHAS
Tahun 2011
NO

NAMA BARANG

KETERANGAN
JUMLAH BAIK RUSAK

Tool Cabinet

1 unit

Y- Type Audio Adapter

1 unit

Jet Pum Washing AC

1 unit

Regulator Manifold

1 unit

Kabel NYY 3x 1.5 mm

Sesuai keb.

Outlet Stop kontak data


Clipsal

Sesuai keb.

Sambungan T stop kontak

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

OHM Sakar

1 buah

19

Working Table knock Down

1 buah

20

Digital Multimeter Auto


Ringing

1 buah

21

Splitter

2 buah

22

Hammer stoning

1 buah

23

Screwdriver full set

1 buah

24

Electrical tape

5 buah

25

Wrench ballpoint

1 buah

26

Flash Light Led (Senter)

1 buah

27

Kanebo

1 buah

28

Changeover Switch

1 buah

Lasdop Kabel

Klem Kabel

10

Kabel UTP

11

RJ 45

12

Kabel NYW 3X1.5 mm

13

Stop Orde OB Clipsal

14

Dos OB clipsal

15

Stoker urde utc

16

Terminal Stop Kontak 6

17

Terminal Stop Kontak 4

18

Sumber: Data Sekunder, 2011

Analisis:
Sarana dan prasarana yang ada masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan, sehingga
dapat memperlancar kegiatan di instalasi pemeliharaan sarana RS UNHAS.
3.5 Kebijakan Instalasi IPSRS
Prosedur Maintance

Ka.IPSRS membuat program maintenance acuan dan dijadikan pedoman petunjuk teknis

dalam penyusunan program kerja maintenance

Masing-masing Kordinator peralatan IPSRS membuat teknis pelaksanaan untuk program

maintenance peralatan yang di bawahinya.

Teknisi pelaksana melakukan kegiatan maintenance sesuai jadwal yang telah dibuat untuk

setiap jenis peralatan atau ruangan

Jika dalam pelaksanaan maintenance diperlukan perbaiakan maka dilakukan prosedur

perbaikan, sedangkan jika tidak diperlukan perbaikan maka teknisi mengkonfirmasikan ke


user/pemakai alat lalu teknisi mencatat dalam buku laporan.
Prosedur Perbaikan

Laporan dari user/ruangan masuk ke IPSRS melalui blangko laporan kerusakan atau via

telepon ditembuskan ke Ka.IPSRS

Ka.IPSRS nenelaah dan memberikan mandat kepada Kordinator peralatan baik itu medik

atau non-medik

Kordinator peralatan mengidentifikasi jenis kerusakan barang lalu memberi mandat kepada

teknisi pelaksana untuk mengecek dan memperbaiki peralatan yang telah dilaporkan user

Jika peralatan yang dicek kerusakannya tidak membutuhkan spare part, maka alat langsung

diperbaiki

Apabila membutuhkan spare part maka spare part di ambil di gudang logistik IPSRS lalu

dipasang di alat.

Namun jika spare part yang dibutuhkan tidak ada maka kordinator administrasi dan logistik

IPSRS membuat daftar permintaan spare part yang dibutuhkan, lalu Ka.IPSRS dan Kordinator
peralatan menandatangani daftar kebutuhan tersebut.

Jika alat tersebut selesai diperbaiki dan baik, maka teknisi mengkonfirmasikan ke user dan

dicatat dalam buku kegiatan

Sedangkan jika alat tersebut tidak dapat diperbaiki/tidak berfungsi dengan baik dikarenakan

tingkat kesulitan yang tinggi dan membutuhkan spare part yang spesifik stau rusak berat,maka
alat tersebut di rencanakan untuk dikerjakan pihak III atau dihapuskan.
Prosedur Penghapusan

Kordinator peralatan IPSRS menelaah tingkat kerusakan alat yang dikerjakan oleh teknisi

pelaksana

Jika alat mengalami kerusakan berat maka Kordinator peralatan IPSRS memerintahkan

Kordinator Administrasi dan Logistik untuk membuat laporan daftar barang yang mau di hapus.

Ka. IPSRS dan Kordinator peralatan IPSRS menandatangani laporan daftar barang yang

mau dihapus tersebut Laporan daftar barang yang mau dihapus tersebut lalu diteruskan ke
Direktorat Umum dan Operasional.
Analisis:
Untuk kebijakan-kebijakan ini masih dalam tahap perbaikan. Karena, saat ini RS UNHAS masih
dalam tahap proses pembuatan kebijakan GCI secara keseluruhan