Anda di halaman 1dari 30

MODUL KIMIA KELAS X

Semester I

Oleh:
Wilda Nur Amalia, S.Pd

SMK
NEGERI I
TAKOKAK
Jl.
0

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbalalamiin puji serta syukur kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat
serta karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan modul kimia ini. Shalawat serta salam selalu
terlimpah curah kepada junjungan Nabi Muhammad saw, keluarganya, sahabatnya, serta kita sebagai
umatnya.
Dengan adanya modul ini diharapkan dapat menjadi pedoman guru dalam mengajar serta dapat
mempermudah peserta didik dalam memahami ilmu kimia, khususnya guru dan peserta didik di SMK
Negeri I Takokak.
Saran dan kritik sangat diharapkan oleh penulis guna membangun penyusunan modul ini menjadi lebih
baik lagi. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada rekan rekan guru dan staf Tata Usaha
yang telah memberikan kontribusi sehingga tersusunnya modul ini.

Cianjur, Juli 2014


Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
BAB I STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK............................................................... 7
BAB II IKATAN KIMIA.............................................................................................
BAB III DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN......................................................................
BAB IV REAKSI REDUKSI-OKSIDASI.............................................................................

Page | 3
PENDAHULUAN
Modul ini merupakan pengantar untuk mengenal ruang lingkup kimia secara umum, manfaat ilmu
kimia serta keterkaitannya dengan ilmu lain.
Di dalam kajian ilmu kimia, yang akan Anda pelajari meliputi struktur materi, komposisi materi,
sifat dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan materi. Sifat dan perubahan materi
yang dipelajari dalam ilmu kimia mencakup sifat fisis, yaitu meliputi wujud dan tapilan materi, serta sifat
kimia materi yang mempunyai kecenderungan untuk berubah, sehingga menghasilkan materi baru. Ilmu
Kimia berhubungan dengan banyak ilmu lain seperti Biologi, Farmasi, Geologi, dan Lingkungan.
A. KARAKTERISTIK DAN RUANG LINGKUP ILMU KIMIA
Pernahkah Anda berfikir bahwa, Anda hidup diantara bahan bahan kimia dan proses kimia? Mulai
dari unsur unsur pembentuk tubuh dan berbagai aktivitas manusia, yang dilakukan di rumah, di sekolah, di
tempat kerja, bahkan di luar angkasa sekalipun, tidak terlepas dari proses kimia.
Ilmu Kimia berperan untuk mencari materi alternatif, misalnya penggunaan sel bahan bakar
sebagai bahan bakar alternatif, untuk menggantikan minyak bumi yang dapat habis. Di samping itu ilmu
kimia juga berperan dalam peningkatan kualitas hidup, dengan cara mengubah materi yang ada
menjadi.materi yang lebih bermanfaat. Contohnya: dari minyak bumi dapat diubah menjadi produk bahan
bakar, cat, detergan, pupuk, plastik dan lain lain.
Ilmu Kimia adalah ilmu Pengetahuan Alam yang mempelajari tentang materi yang meliputi
struktur, susunan, sifat dan perubahan materi serta energi yang menyertainya.
a. KAJIAN ILMU KIMIA
Di dalam kajian ilmu kimia Anda akan mempelajari struktur, komponen, sifat dan perubahan
materi, serta energi yang menyertai perubahan materi. Sifat dan perubahan materi akan di bahas dalam
Ilmu Kimia mencakup sifat-sifat fisis serta sifat kimia dari materi.
Pengertian Materi
Materi dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa, dan menempati ruang.
Makhluk hidup dan yang tidak hidup terdiri atas materi: manusia, tumbuh tumbuhan, hewan, air, batu,
kayu, garam dan benda benda apa saya di sekitar kita termasuk materi.
Materi terdiri dari 3 macam wujud yaitu: padat, cair dan gas. Adapun ciri-cirinya:
a) Padat: Bentuk dan volumenya tetap, selama tidak ada pengaruh dari luar.
b) Cair: Bentuknya selalu berubah, sesuai dengan tempatnya volume zat cair adalah tetap.
c) Gas: Baik bentuk dan volumenya tidak tetap dan akan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya.
Sifat Materi
Kita dapat mengenal suatu materi dan membedakannya dengan materi-materi yang lain
berdasarkan sifat sifatnya.
Sifat materi terbagi menjadi 2, yakni:
a) Sifat fisis, yaitu ciri suatu materi yang dapat diamati tanpa merubah zat-zat yang menyusun
materi. Contoh: warna, bentuk, ukuran, kepadatan, titik lebur dan titik didih
b) Sifat kimia, yaitu ciri-ciri suatu za t yang menyatakan apakah zat itu dapat mengalami perubahan
kimia tertentu. Contoh: mudah terbakar, mudah berkarat
Menurut ukurannya, sifat materi terbagi menjadi dua, yakni:
a) Sifat ekstensif: sifat yang bergantung pada ukuran, seperti : massa dan volume
b) Sifat intensif: sifat yang tidak bergantung pada ukuran, seperti: keadaan fisik, warna, titik leleh,

dan titik didih.


Perubahan Materi
Dalam kehidupan sehari-hari Anda sering melihat perubahan materi. Kalau kita cermati benda

-benda tersebut banyak mengalami perubahan. Air jika direbus akan berubah menjadi uap, air jika

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

Page | 4
didinginkanakan berubah menjadi es. Kertas jika dibakar akan menjadi abu. Besi jika dibiarkan diudara
akan berkarat. Perubahan materi digolongkan menjadi dua, yakni:
a) Perubahan fisika: yaitu perubahan yang tidak menghasilkan materi baru, yang berubah hanya
bentuk dan wujud materi.
Contoh:
a) Es menjadi air, dan dapat kembali menjadi es.
b) Pelarutan garam, dan jika diuapkan, akan kembali menjadi garam semula.
b) Perubahan kimia: atau reaksi kimia yaitu perubahan
yang menghasilkan materi baru. Suatu perubahan
kimia, sulit dikembalikan ke keadaan semula.
Contoh:
c) Nasi menjadi basi
d) Kayu terbakar menjadi abu.
e) Besi berkarat
Untuk mengetahui, apakah telah terjadi perubahan
kimia pada materi, ada ciri-ciri yang dapat diamati seperti
perubahan suhu, pembentukan gas atau pembentukan

Gambar 1. Besi berkarat

endapan.

LATIHAN

1. Berikut ini tergolong sifat fisis atau kimia?


a. berat jenis
b. mudah berkarat
c. berwarna hijau
d. mudah pudar
2. Apa yang dimaksud dengan perubahan fisika?
3. Tentukan perubahan berikut termasuk perubahan fisika atau kimia?
a. bensin menguap
b. proses fotosintesis
c. pembusukan sampah
d. kaca mobil pecah
4. Kertas terbakar menjadi abu merupakan salah satu contoh reaksi kimia. Sebutkan ciri-ciri yang
membuktikan bahwa kertas terbakar menjadi abu merupakan reaksi kimia.
5. Carilah contoh perubahan fisika dan perubahan kimia yang terjadi di lingkungan Anda.
Penggolongan Materi
Materi di alam ini sangat beragam jenisnya. Ahli kimia menggolongkannya menjadi beberapa
golongan materi, sebagaimana diperlihatkan pada gambar 2.

Materi

zat
tunggal

unsur

senyaw
a

campur
an
campur
an
homoge
n

campur
an
heterog
en

Gambar 2. Penggolongan Materi


a) Zat tunggal adalah materi yang mempunyai sifat dan komposisi sama di seluruh bagiannya. Zat
tunggal terdiri dari unsur dan senyawa.
Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

Page | 5

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana
dengan reaksi kimia biasa (bukan reaksi nuklir).
Unsur-unsur tersebut umumnya ditemukan di alam dalam bentuk persenyawaan.

Misalnya,

natrium banyak ditemukan dalam garam dapur, kalsium banyak ditemukan dalam batu kapur.
Unsur-unsur yang terdapat bebas di alam, tidak dalam bentuk persenyawaan, antara lain tembaga,
seng, perak, platina dan emas.
Unsur-unsur tersebut secara umum dapat digolongkan menjadi unsur logam dan unsur non logam.
Beberapa unsur logam adalah besi, tembaga, seng, perak, aluminium dan sebagainya. Beberapa

unsur bukan logam adalah oksigen, natrium k arbon, belerang dan sebagainya.
Senyawa adalah Zat tunggal yang tersusun dari lebih dari satu unsur melalui reaksi kimia. Sifat
senyawa berbeda dengan sifat unsur pembentuknya. Contohnya Air, gula pasir, garam, dll.
Air merupakan zat tunggal karena hanya tersusun dari satu jenis bahan. Tetapi air bukan
merupakan unsur, karena air dapat diuraikan menjadi beberapa bahan yang lebih sederhana. Air

dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen dan oksigen.


b) Campuran adalah materi yang terbentuk dari gabungan dua zat tunggal atau lebih dengan komposisi
yang bervariasi. Sifat dan karakteristik campuran tergantung dari sifat zat tunggal penyusunnya.
Campuran homogeny adalah campuran yang memiliki ciri-ciri dan komposisi yang sama di seluruh
bagian. Campuran homogeny disebut juga larutan. Larutan dapat berwujud cair, gas maupun
padat.

Contohnya

larutan

gula,

larutan

garam,

campuran udara, campuran logam.


Campuran heterogen adalah campuran dimana ciri-ciri

dan komposisi

di setiap bagian tidak sama. Penyusun campuran heterogen


dengan mudah dapat dibedakan. Contoh adonan beton cor,
tanah dan sayur sup.

Gambar 3. Adonan beton cor


LATIHAN
1. Buatlah daftar nama barang-barang yang ada di rumah anda. Klasifikasikan barang-barang tersebut ke
dalam kelompok unsur, kelompok senyawa, dan kelompok campuran.
2. Golongkan materi berikut ini tergolong unsur, senyawa, campuran homogen atau campuran
heterogen.
a. Aspal
b. tanah
c. platina
d. kuningan
e. urea
f. sirup
g. belerang
h. garam dapur
b. MANFAAT ILMU KIMIA
Dengan belajar ilmu kimia, kita dapat mengubah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna
untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, dan kita dapat mengerti kebutuhan hidup manusia, dan kita
dapat mengerti barbagai gejala alam yang kita jumpai dalam kehidupan kita setiap hari misalnya:
a) Pencernaan dan pembakaran zat zat makanan dalam tubuh.

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

Page | 6
Makanan berasal dari tumbuh tumbuhan. Tumbuh tumbuhan berassimilasi dengan proses kimia. Tubuh
kita membutuhkan karbohidart, protein, lemak, vitamin, yang keseluruhannya merupakan proses
kimia sehingga dapat menghasilkan gas karbondioksida, air dan enegri.
b) Dalam kehidupan ini, kita membutuhkan sabun, pasta gigi, tekstil, kosmetik, plastik, obat-obatan,
pupuk, pestisida, bahan bakar, cat, bumbu masak, alat-alat rumah tangga, bahkan berbagai jenis
makanan olahan, yang semuanya merupakan hasil dari penerapan ilmu kimia. Hampir semua bahan
keperluan kita, sedikit banyak, baik langsung atau tidak langsung mengalami sentuhan kimia.

B. PERANAN ILMU KIMIA


Ilmu Kimia merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menjadi dasar banyak ilmu lainnya. Oleh sebab
itu Ilmu Kimia disebut juga Central Science karena peranannya yang sangat penting diantara ilmu
pengetahuan lainnya. Tidak ada ilmu pengetahuan alam yang tidak bergantung pada ilmu kimia.
Pengembangan dalam bidang kedokteran, farmasi, geologi, pertanian dapat berjalan seiring dengan
kemajuan yang dicapai dalam ilmu kimia, misalnya dalam:
a) Bidang Kedokteran dan Farmasi
Ilmu kimia diperlukan untuk mengatasi berbagai kasus, seperti uji kesehatan laboratorium,
pembuatan alat cuci darah, pembuatan materi sintetis pengganti tulang, gigi dan pembuatan obatobatan.
b) Bidang Geologi
Ilmu kimia diperlukan utnuk penelitian jenis dan komposisi materi dalam batuan dan mineral.
c) Bidang Pertanian
Ilmu kimia digunakan untuk pembuatan berbagai macam pupuk dan pestisida agar produksi pangan
meningkat.
d) Bidang Industri
Ilmu kimia berperan seperti dalam pembuatan serat sintetis, rayon dan nylon, untuk menggantikan kapas,
wool dan sutera alam yang produkasinya semakin tidak mencukupi.
Bahkan ilmu kimia juga dapat membantu menyelesaikan masalah sosial, seperti masalah ekonomi,
hukum, seni dan lingkungan hidup. Sebagai contoh: uang sebagai alat tukar dalam perekonomian, bahkan
bahan dan proses pembuatannya memerlukan ilmu kimia. Namun demikian, ilmu kimia juga memerlukan
ilmu-ilmu lain seperti matematika, fisika dan biologi. Matematika diperlukan untuk memahami beberapa
bagian ilmu kimia seperti: hitungan kimia, laju reaksi, thermo kimia dan lain lain. Fisika diperlukan untuk
mempelajari antara lain Thermodinamika, perubahan materi, sifat fisis zat dan lain lain.
Biologi sangat erat hubungannya dalam bio kimia. Keterkaitan ilmu kimia dengan ilmu lainnya, telah
melahirkan beberapa cabang dalam ilmu kimia, contohnya: biokimia (biologi dan kimia), kimia fisika
(kimia dan fisika), Thermo kimia (thermodinamika dan kimia), elektro kimia (elektronik dan kimia) dan
kimia nuklir (kimia dan nuklir).
Dengan pengetahuan dasar kimia yang kita miliki, kita mengerti berbagai gejala alam yang kita jumpai
dalam kehidupan seharu hari dan dapat menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi.

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

Page | 7

BAB I
STRUKTUR ATOM
Pernahkah Anda berpikir bagaimana seandainya sepotong besi dipotong menjadi dua, kemudian
setiap bagian dipotong lagi menjadi dua, kemudian setiap bagian yang kecil dipotong menjadi dua lagi,
dan seterusnya sampai bentuk yang terkecil. Kira-kira apa yang akan Anda peroleh? Pernahkah juga Anda
berpikir hamparan pasir di pantai yang dari kejauhan tampak seperti hamparan permadani, tetapi ketika
didekati dan dipegang ternyata hanya butiran-butiran kecil. Nah, seperti itulah juga semua zat yang ada di
dunia ini yang juga tersusun atas partikel-partikel paling kecil yang menyusun zat yang lebih besar.
Partikel terkecil yang menyusun setiap zat di dunia ini oleh para ilmuwan dikenal dengan sebutan atom.
Pada 400 SM, Ahli filsafat Yunani, Leucipus dan Demokritus (460370 SM) mengemukakan konsep
atom. Menurut Democritus atom berasal dari kata atomos (dalam bahasa Yunani a = tidak, tomos = dibagi),
jadi atom merupakan partikel yang sudah tidak dapat dibagi lagi. Pendapat Demokritus tersebut disangkal
oleh Aristoteles. Menurutnya, materi bersifat kontinu atau dapat dibelah menjadi bagian yang lebih kecil
secara terus menerus.
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan teori-teori baru tentang konsep atom juga mengalami
perkembangan, salah satunya John Dalton pada 1808 mengemukakan teori atomnya.
A. PERKEMBANGAN TEORI DAN STRUKTUR ATOM
1. Model Atom Dalton
Teori atom Dalton dikemukakan berdasarkan dua hukum, yaitu hukum kekekalan massadan hukum
perbandingan tetap.
a) Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

Page | 8
b) Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur
memiliki atom-atom yang identic dan berbeda untuk unsur yang
berbeda.
c) Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan

Gambar 4. John Dalton


(1766 1844) adalah
ilmuwan Inggris

bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atas atom-atom


hidrogen dan atom-atom oksigen.
d) Reaksi kimia merupakan pemisahan atau peng-gabungan atau
penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan

atau

dimusnahkan.
Hipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal
seperti bola tolak peluru.
Beberapa kelebihan dan kelemahan dari teori atom Dalton, dapat
Gambar 5. Model Atom
Dalton seperti bola pejal

dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 1. Kelebihan dan Kelemahan Teori Atom Dalton

Kelebihan
Dapat menerangkan Hukum
Kekekalan Massa (Hukum
Lavoisier)
Dapat menerangkan Hukum
Perbandingan Tetap (Hukum
Proust)

Kelemahan
Tidak dapat menerangkan
sifat listrik atom
Pada
kenyataannya
atom
dapat dibagi lagi menjadi
partikel yang lebih kecil yang
disebut partikel subatomik

2. Model Atom Thomson


Pada tahun 1897 J. J. Thompson menemukan elektron. Berdasarkan
penemuannya

tersebut, kemudian Thompson mengajukan teori atom baru yang

dikenal dengan

sebutan

model

atom

Thompson.

Model

atom

Thompson

dianalogkan

seperti sebuah roti kismis, di mana atom terdiri atas materi


bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan
kismis dalam roti kismis. Beberapa kelebihan dan kelemahan dari
teori atom Dalton, dapat dilihat dalam tabel berikut.

Gambar 6. Model Atom


Thomson

Tabel 2. Kelebihan dan Kelemahan Teori Atom Thomson

Kelebihan
Dapat menerangkan adanya
partikel yang lebih kecil dari
atom yang disebut partikel
subatomic
Dapat menerangkan sifat listrik
atom

Kelemahan
Tidak dapat menerangkan
fenomena
penghamburan
partikel alfa oleh selaput tipis
emas yang dikemukakan oleh
Rutherford

Gambar 7. J. J. Thomson (1856


1909)

3. Model Atom Rutherford


Pada tahun 1903 Philipp Lenard melalui percobaannya membuktikan bahwa teori atom Thomson yang
menyatakan bahwa elektron tersebar merata dalam muatan positif atom adalah tidak benar. Hal ini
mendorong Ernest Rutherford (1911) tertarik melanjutkan eksperimen Lenard. Dengan bantuan kedua

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

Page | 9
muridnya Hans Geiger dan Ernest Marsden, Rutherford melakukan percobaan dengan hamburan sinar
. Partikel bermuatan positif. Berdasarkan percobaan tersebut disimpulkan bahwa:
a) Sebagian besar ruang dalam atom adalah ruang hampa; partikel diteruskan.
b) Di dalam atom terdapat suatu bagian yang sangat kecil dan padat yang disebut inti atom;
partikel dipantulkan kembali oleh inti atom.
c) Muatan inti atom dan partikel sejenis yaitu positif; seba-gian kecil partikel dibelok
Hasil percobaan tersebut menggugurkan teori

Gambar 8 Percobaan hamburan


sinar

Thomson. Kemudian Rutherford mengajukan


atom sebagai berikut: atom tersusun atas inti

atom
teori
atom

yang bermuatan positif sebagai pusat massa


dan dikelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif.
Massa atom berpusat pada inti dan sebagian besar volume
atom merupakan ruang hampa. Atom bersifat netral, karena
itu jumlah muatan positif dalam atom (proton) harus sama
dengan jumlah elektron. Diameter inti atom berkisar 10 15 m,
sedang diameter atom berkisar 1010 m., tetapi belum
mampu menjelaskan distribusi elektron-elektron secara
jelas. Hasil percobaan ini membuat Rutherford menyatakan
atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif dan
bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral. Massa inti

hipotesisnya

bahwa

dikelilingi elektron yang


Gambar 9 Model Atom
Rutherford

atom tidak seimbang dengan massa proton yang ada dalam inti atom, sehingga dapat diprediksi
bahwa ada partikel lain dalam inti atom.
Teori atom Rutherford hanya mampu menjelaskan bahwa elektron-elektron yang beredar mengelilingi
inti atom berada dalam ruang hampa
Kelemahan dari teori atom Rutherford:
a) tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika
Max-well, Jika partikel bermuatan negatif (elektron) bergerak mengelilingi partikel bermuatan
berlawanan (inti atom bermuatan positif), maka akan mengalami percepatan dan memancarkan
energi berupa gelombang elektromagnetik. Akibatnya energi elektron semakin berkurang. Jika
demikian halnya maka lintasan elektron akan berupa spiral. Pada suatu saat elektron tidak mampu
mengimbangi gaya tarik inti dan akhirnya elektron jatuh ke inti. Sehingga atom tidak stabil padahal
ke-nyataannya atom stabil. Fenomena di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. Ambillah seutas tali
dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang.
Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Lama-kelamaan putarannya akan
melemah karena Anda pegal memegang tali tersebut sehingga kayu akan mengenai kepala Anda.
Meski

teorinya

lemah,

namun

Rutherford

telah

berjasa

dengan

mengenalkan

istilah

lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.


b) Tidak dapat menjelaskan bahwa spektrum atom hidrogen berupa spektrum garis (diskrit/diskontinu).
Jika elektron berputar mengelilingi inti atom sambil memancarkan energi, maka lintasan-nya
berbentuk spiral. Ini berarti spektrum gelom-bang elektromagnetik yang dipancarkan beru-pa
spektrum pita (kontinu) padahal kenya-taannya dengan spek-trometer atom hydrogen menunjukkan
spectrum garis.
4. Model Atom Bohr

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 10
Diawali dari pengamatan Niels Bohr terhadap spektrum atom, adanya
spectrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya beredar pada
lintasan-lintasan dengan ener-gi tertentu. Dengan teori Mekanika
Kuantum Planck, Bohr (1913) menyampaikan 2 pos-tulat untuk
menjelaskan kestabilan atom.
Gambar 10 Niels Bohr (1885
Dua Postulat Bohr:
1962)
a. Elektron mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu yang
stasioner yang disebut orbit/kulit. Walaupun elektron bergerak cepat tetapi elektron tidak
memancarkan atau menyerap energi sehingga energi elektron konstan. Hal ini berarti elektron yang
berputar mengelilingi inti atom mempunyai lintasan tetap sehingga elektron tidak jatuh ke inti.
b. Elektron dapat berpindah dari kulit yang satu ke kulit yang lain dengan memancarkan atau
menyerap energi. Energi yang dipancarkan atau diserap ketika electron berpindah-pindah kulit
disebut foton. Besarnya foton dirumuskan:

Energi yang dibawa foton ini bersifat diskrit (catu). Jika suatu atom menyerap energi, maka energi ini
digunakan elektron untuk berpindah kulit dari tingkat energi rendah ke tingkat energi tinggi. Pada
saat elektron kembali ke posisi semula akan dipancarkan energi dengan besar yang sama. Jadi, hanya
elektron pada kulit tertentu dengan tingkat energi tertentu yang dapat bergerak, sehingga frekuensi
cahaya yang ditimbulkan juga tertentu. Hal inilah yang digunakan untuk menjelaskan spektrum diskrit
atom hydrogen.
Kelemahan teori atom Bohr:
a. Hanya mampu menjelaskan spektrum atom hidrogen tetapi tidak mampu menjelaskan spectrum
atom yang lebih kompleks (dengan jumlah electron yang lebih banyak).
b. Orbit/kulit elektron mengelilingi inti atom bukan berbentuk lingkaran melainkan berbentuk elips.
c. Bohr menganggap elektron hanya sebagai partikel bukan sebagai partikel dan gelombang,
sehingga kedudukan elektron dalam atom merupakan kebolehjadian.
Beberapa kelebihan dan kelemahan dari model atom Bohr, dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 3. Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Bohr

Kelebihan
Menjawab kelemahan dalam model atom
Rutherford dengan mengaplikasikan teori
kuantum.
Menerangkan dengan jelas garis spektrum
pancaran (emisi) atau serapan (absorpsi)
dari atom hidro-gen.

Kelemahan
Terjadi penyimpangan untuk atom yang
lebih besar dari hidrogen.
Tidak dapat menerangkan efek Zaeman,
yaitu spektrum atom yang lebih rumit
apabila atom ditem-patkan pada medan
magnet.

LATIHAN
1. Apakah perbedaan antara teori atom Dalton dan teori atom Thomson?
2. Apakah persamaan antara teori atom Thomson dan teori atom Rutherford?
3. Model atom Rutherford ternyata bertentangan dengan teori fisika klasik. Jelaskan pertentang-an
teori tersebut.
4. Apakah kelebihan teori atom Bohr dibandingkan teori atom lainnya?
B. PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 11
Walaupun pada awalnya atom diartikan sebagai partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi, tetapi
dalam perkembangannya ternyata ditemukan bahwa atom tersusun atas tiga jenis partikel sub-atom
(partikel dasar), yaitu proton, elektron, dan neutron.
1. Electron
Setelah John Dalton (1766-1844) pada tahun 1803 mengemukakan teori atom yang pertama kali,
maka tidak lama setelah itu dua orang ilmuwan yaitu Sir Humphry Davy (1778-1829) dan muridnya.
Michael Faraday (1791-1867), menemukan metode elektrolisis, yaitu cara menguraikan senyawa
menjadi unsur-unsurnya dengan bantuan arus listrik. Dengan metode baru itulah akhirnya mereka
menemukan bahwa atom mengandung muatan listrik.
Sejak pertengahan abad ke-19, para ilmuwan banyak meneliti daya hantar listrik dari gas-gas
pada tekanan rendah. Tabung lampu gas pertama kali dirancang oleh Heinrich Geissler (1829-1879)
dari Jerman pada tahun 1854. Rekannya, Julius Plucker (1801-1868), membuat eksperimen sebagai
berikut. Dua pelat logam ditempatkan pada masing-masing tabung Geissler yang divakumkan, lalu
tabung gelas itu diisi dengan gas pada tekanan rendah. Salah satu pelat logam (disebut anode)
membawa muatan positif, dan pelat yang satu lagi (disebut katode) membawa muatan negatif. Ketika
muatan listrik bertegangan tinggi dialirkan melalui gas dalam tabung, muncullah nyala berupa sinar
dari katode ke anode. Sinar yang dihasilkan ini disebut sinar katode.
Plucker ternyata kurang teliti dalam pengamatannya dan meng-anggap sinar tersebut hanyalah
cahaya listrik biasa. Pada tahun 1875, William Crookes (1832-1919) dari Inggris, mengulangi
eksperimen Plucker tersebut dengan lebih teliti dan mengungkapkan bahwa sinar katode merupakan
kumpulan partikel-partikel yang saat itu belum dikenal.
Hasil-hasil eksperimen Crookes dapat dirangkum sebagai berikut.
a. Partikel sinar katode bermuatan negative sebab tertarik oleh pelat yang bermuatan positif.
b. Partikel sinar katode mempunyai massa sebab mampu
memutar baling-baling dalam tabung.
c. Partikel sinar katode dimiliki oleh semua materi sebab
semua bahan yang digunakan (padat,
cair, dan gas) menghasilkan sinar katode yang sama.
Partikel sinar katode itu dinamai elektron oleh George
Johnstone Stoney (1817 1895) pada tahun 1891.
Gambar

11.

Tabung sinar katode William Croockes


Pada masa itu para ilmuwan masih diliputi kebingungan dan ketidaktahuan serta ketidakpercayaan bahwa setiap materi memiliki ekektron karena mereka masih percaya bahwa atom adalah
partikel terkecil penyusun suatu materi. Kalau atom merupakan partikel terkecil, maka di manakah
keberadaan elektron dalam materi tersebut?
Pada tahun 1897, Joseph John Thompson (1856 1940) dari Inggris melalui serangkaian
eksperimennya berhasil mendeteksi atau menemukan elektron yang dimaksud Stoney. Hasil percobaan
J.J. Thomson menunjukkan bahwa sinar katode dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik.
Hal ini membuktikan terdapat partikel bermuatan negatif dalam suatu atom. Thompson membuktikan
bahwa electron merupakan partikel penyusun atom, bahkan Thompson mampu menghitung
perbandingan muatan terhadap massa electron e/m, yaitu 1,759 108 coulomb/gram.
Kemudian pada tahun 1908, Robert Andrew Millikan (1868-1953) dari Universitas Chicago
menemukan harga muatan elektron, yaitu 1,60210 19 coulomb. Dengan demikian massa sebuah
elektron dapat dihitung.

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 12

2. Proton
Dengan ditemukannya elektron, para ilmuwan semakin yakin bahwa dalam atom pasti ada
partikel bermuatan positif untuk mengimbangi muatan negatif dari elektron. Selain itu, jika
seandainya partikel penyusun atom hanya elektron-elektron, maka jumlah massa electron terlalu
kecil dibandingkan terhadap massa sebutir atom.
Eugene Goldstein (1886) melaku-kan eksperimen dari tabung gas yang memiliki katode, yang
diberi lubang-lubang dan diberi muatan listrik melakukan eksperimen dari tabung gas yang memiliki
katode, yang diberi lubang-lubang dan diberi muatan listrik.
Hasil eksprerimen tersebut membuktikan bahwa pada saat terbentuk elektron yang menuju
anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melewati lubang pada katode.
Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogenlah yang menghasilkan sinar
muatan positif yang paling kecil baik massa maupun muatannya, sehingga partikel ini disebut dengan
proton. Massa proton = 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton = +1.
Keberadaan partikel penyusun atom yang bermuatan positif itu semakin terbukti ketika Ernest
Rutherford (1871-1937), orang Selandia Baru yang pindah ke Inggris, pada tahun 1906 berhasil
menghitung bahwa massa partikel bermuatan positif itu kira-kira 1.837 kali massa elektron. Kini kita
menamai partikel itu proton, nama yang baru dipakai mulai tahun 1919.
Massa 1 elektron = 9, 11 10 28gram
Massa 1 proton = 1.837 9, 11 10 28 gram = 1,673 1024 gram
3. Neutron
Setelah para ilmuwan mempercayai adanya elektron dan proton dalam atom, maka timbul
masalah baru, sesuai dengan prediksi Rutherford bahwa jumlah proton dalam inti belum mencukupi
untuk sesuai dengan massa atom. Jadi, dalam inti pasti ada partikel lain yang menemani protonproton.
Prediksi dari Rutherford memacu W. Bothedan H. Becker (1930) melakukan eksperimen
penembakan partikel alfa pada inti atom berilium (Be) dan dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus
tinggi. Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick (1932). Ternyata partikel yang menimbulkan
radiasi berdaya tembus tinggi itu bersifat netral atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama
dengan proton. Massa sebutir neutron adalah 1,675 1024 gram, hampir sama atau boleh dianggap
sama dengan massa sebutir proton.
Jadi sekarang diketahui dan dipercayai oleh para ilmuwan bahwa inti atom tersusun atas dua
partikel, yaitu proton (partikel yang bermuatan positif) dan neutron (partikel yang tidak bermuatan).
Proton dan neutron mempunyai nama umum, nukleon-nukleon, artinya partikel-partikel inti.

LATIHAN

Lengkapilah tabel berikut.


Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 13
Partikel

Penemu

Electron
Proton
Neutron

Massa
gram

Muatan listrik
sma

coulomb (C)

Atomik

C. NOMOR ATOM DAN NOMOR MASSA


Suatu atom memiliki sifat dan massa yang khas satu sama lain. Dengan penemuan partikel
penyusun atom dikenal istilah nomor atom (Z) dan nomor massa (A). Penulisan lambang atom unsur
menyertakan nomor atom dan nomor massa.

Keterangan:
A = nomor massa
Z = nomor atom
X = lambang unsur
atau
Nomor
Massa (A) = jumlah proton + jumlah

jumlah neutron = Nomor Massa (A) Nomor


Nomor
atom (Z) = jumlah proton = jumlah
1) Nomor
Atom (Z)
Nomor atom (Z) menunjukkan jumlah proton (muatan positif) atau jumlah elektron dalam atom
tersebut. Nomor atom ini merupakan ciri khas suatu unsur. Oleh karena atom bersifat netral maka
jumlah proton sama dengan jumlah elektronnya, sehingga nomor atom juga menunjukkan jumlah
elektron. Elektron inilah yang nantinya paling menentukan sifat suatu unsur. Nomor atom ditulis agak
ke bawah sebelum lambang unsur.
2) Nomor Massa (A)
Massa elektron sangat kecil dan dianggap nol sehingga massa atom ditentukan oleh inti atom
yaitu proton dan neutron. Nomor massa (A) menyatakan banyaknya proton dan neutron yang
menyusun inti atom suatu unsur. Nomor massa ditulis agak ke atas sebelum lambang unsur.
Contoh soal:
Tentukan nomor atom, nomor massa, jumlah proton, jumlah electron, jumlah neutron dari:
1) H
2) Li
3) F
Jawaban:
Unsur
Hydrogen
Litium
Fluorin

Z
1
3
9

A
1
7
19

p
1
3
9

e
1
3
9

n
11=0
73=4
19 9 = 10

LATIHAN

1) Lengkapi tabel berikut.


Unsur
Natrium
Kalsium

Nomor

Nomor

Jumlah

Jumlah

Jumlah

Notasi

atom (Z)
11
20

massa (A)
23
40

proton (p)

electron (e)

neutron (n)

ilmiah

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 14
Kalium
Platina

39
195

19
78

Kromium

52
24

Cr

2) Tentukan nomor atom dan massa atom dari unsur yang inti atomnya mengandung:
a. 37 proton dan 48 neutron
b. 53 proton dan 74 neutron
D. ISOTOP, ISOBAR, DAN ISOTON
Setelah penulisan lambang atom unsur dan penemuan partikel penyusun atom, ternyata
ditemukan adanya unsur-unsur yang memiliki jumlah proton yang sama tetapi memiliki massa atom
yang berbeda. Ada pula unsur-unsur yang memiliki massa atom yang sama tetapi nomor atom
berbeda. Oleh karena itu, dikenallah istilah isotop, isoton, dan isobar.
1. Isotop
Salah satu teori Dalton menyatakan bahwa atom-atom dari unsur yang sama memiliki massa yang
sama. Pendapat Dalton ini tidak sepenuhnya benar. Kini diketahui bahwa atom-atom dari unsur yang
sama dapat memiliki massa yang berbeda. Fenomena semacam ini disebut isotope.
Isotop adalah atom yang mempunyai nomor atom sama tetapi memiliki nomor massa
berbeda.
Contoh: atom oksigen memiliki tiga isotop, yaitu:

Setiap isotop satu unsur memiliki sifat kimia yang sama karena jumlah elektron valensinya sama.
Isotop-isotop unsur ini dapat digunakan untuk menentukan massa atom relatif (Ar) atom tersebut
berdasarkan kelimpahan isotop dan massa atom semua isotop.
2. Isobar
Isobar adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda), tetapi
mempunyai nomor massa yang sama. Sebagai contoh:

3. Isoton
Isotonadalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda), tetapi
mempunyai jumlah neutron sama. Sebagai contoh:

E. KONFIGURASI ELEKTRON DAN ELEKTRON VALENSI


Konfigurasi (susunan) elektron suatu atom berdasarkan kulit-kulit atom tersebut. Setiap kulit
atom dapat terisi elektron maksimum 2n2, di mana n merupakan letak kulit.
Jika n = 1 maka berisi 2 elektron
Jika n = 2 maka berisi 8 elektron
Jika n = 3 maka berisi 18 elektron
dan seterusnya.
Lambang kulit dimulai dari K, L, M, N, dan seterusnya dimulai dari yang terdekat dengan inti
atom. Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit dan diisi maksimum sesuai daya
tampung kulit tersebut. Jika masih ada sisa electron yang tidak dapat ditampung pada kulit tersebut
maka diletakkan pada kulit selanjutnya.
Contoh konfigurasi electron:
Tentukanlah konfigurasi elektron atom-atom berikut.
a. O (nomor atom = 8)
b. Na (nomor atom = 11)
Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 15
c. S (nomor atom = 16)
d. Ca (nomor atom = 20)
Jawab
a. Nomor atom O = 8
kulit K terisi 2 elektron
kulit L terisi 6 elektron
Jadi, konfigurasinya 2 6. Elektron pada atom O mengisi 2 lintasan yaitu K dan L.
Untuk memudahkan pengerjaan, jawaban dapat ditulis seperti tabel berikut.
Atom

Nomor atom

Jumlah electron

O
Na
S
Ca

8
11
16
20

8
11
16
20

Konfigurasi
electron
26
281
286
2882

Jumlah kulit
2
3
3
4

Bagaimana jika nomor atom lebih dari 20? Untuk atom dengan nomor atom (jumlah elektron)
lebih dari 20, dapat dilakukan cara sebagai berikut.
a. Kulit pertama (kulit K) dan kulit kedua (kulit L) diisi dengan jumlah elektron maksimum terlebih
dahulu.
b. Kulit ketiga (kulit M) diisi dengan jumlah elektron:
18 jika : elektron yang tersisa > 18
8 jika : 8 elektron yang tersisa < 18
sisa jika : elektron yang tersisa < 8
c. Kulit keempat (kulit N) diisi dengan jumlah elektron:
32 jika : elektron yang tersisa > 32
18 jika : 18 elektron yang tersisa < 32
8 jika : 8 elektron yang tersisa < 18
sisa jika : elektron yang tersisa < 8
Jumlah elektron yang menempati kulit terluar disebut elektron valensi. Jadi, electron valensi
untuk atom O adalah 2, electron valensi Na adalah 1,electron valensi S adalah 6 dan elektron valensi
atom Ca adalah 2.
LATIHAN

Lengkapi tabel berikut.


Atom

Nomor atom

Cl
K
Ge
Sr
Ra

17
19
32
38
88

Jumlah
electron

Konfigurasi
electron

Jumlah
kulit

Jumlah electron
valensi

F. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK


1. Pengelompokan Unsur Kimia Berdasarkan Kemiripan Sifat Zat
Pada awalnya unsur-unsur dipelajari secara terpisah-pisah. Ketika jumlah unsur yang ditemukan
cukup banyak, hal ini menyulitkan para ilmuwan untuk mempelajari. Kimiawan dari Arab dan Persia
mulai mengelompokkan unsur ber-dasarkan sifat kelogamannya.
Tabel 4. Sifat-sifat fisika logam dan nonlogam
Sifat fisika logam
Mengkilap
Pada suhu kamar umumnya berwujud padat

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Sifat fisika non-logam


Tidak mengkilap
Pada suhu kamar dapat berwujud kamar dapat

Modul Kimia

P a g e | 16
berwujud padat, cair, dan gas
Sulit dibentuk dan rapuh
Bukan penghantar panas dan listrik yang baik
Sumber: Harnanto, 2009
Lavoisier masih menganggap cahaya dan kalori sebagai zat/unsur dan beberapa senyawa sebagai

Mudah ditempa/dibentuk
Penghantar panas listrik yang baik

unsur. Oleh Lavoisier berdasarkan sifat kimia zat-zat dibagi menjadi unsur gas, logam, nonlogam, dan
tanah.

Tabel 5. Pengelompokan Unsur Kimia oleh Lavoisier

Kelompok
Gas
Non-logam

Unsur
Cahaya, kalor, oksigen, hydrogen, nitrogen
Sulfur, fosfor, karbon, radikal muriatic (asam klorida), radikal florin

Logam

(asam florida), radikal boracid (asam borak)


Antimony, perak, arsenic, bismuth, kobalt, tembaga, timah, besi,
mangan, raksa, molybdenum, nikel, emas, platina, timbal, tungsten,
seng
Kapur, magnesia (magnesium oksida), barit (barium oksida), alumina

Tanah

(aluminium oksida), silica (silicon oksida)


Sumber: Rahayu, 2009
2. Pengelompokan Unsur Kimia Berdasarkan Massa Atom
a. Triade Dobereiner
Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereinermelihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa
unsur, lalu mengelompokkannya menurut kemiripan sifat yang ada. Ternyata tiap kelompok terdiri
atas tiga unsur, sehingga disebut Triade.
Jika unsur-unsur dalam satu triade tersebut disusun menurut kenaikan massa atom-atomnya,
ternyata massa atom maupun sifat-sifat unsur yang kedua merupakan rata-rata dari massa atom unsur
pertama dan ketiga.
Penemuan ini memperlihatkan adanya hubungan antara massa atom dengan sifat-sifat unsur.
Contoh:
Unsur
Unsur pertama
Unsur kedua
Unsur ketiga

Li
Na
K

Unsur pertama
Unsur kedua
Unsur ketiga

Be
Mg
Ca

Unsur

Massa atom
6,94
22,99
39,10

Rerata massa atom unsur pertama dan ketiga

Massa atom
9,01
24,31
40,08

Rerata massa atom unsur pertama dan ketiga

6,94 +39,10
=23,02
2

9,01+ 40,08
=24,55
2

Tabel 6. Daftar Unsur Triade Dobereiner


Triade 1
Li
Na
K

Triade 2
Ca
Sr
Ba

Triade 3
S
Se
Te

Triade 4
Cl
Br
I

Sumber: Khamidinal, 2009

Triade 5
Mn
Cr
Fe
Sumber: Brown & Le May, 1977

b. Hukum Oktaf Newlands


Pada tahun 1864, John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih
banyak. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan
massa atomnya, maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan, unsur
kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Penemuan Newland ini dinyatakan
sebagai Hukum Oktaf Newland.
Tabel 7. Daftar Unsur Oktaf Newland
Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 17
1
H
F
Cl
Co dan Ni
Br

2
Li
Na
K
Cu
Rb

3
Be
Mg
Ca
Zn
Sr

4
B
Al
Cr
Y
Cs dan La

5
C
Si
Ti
In
Zr

6
7
N
O
P
S
Mn
Fe
As
Se
Bi dan Mo
Po dan Ru
Sumber: Brown & Le May, 1977

Pada saat daftar Oktaf Newland disusun, unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr,Xe, dan Rn) belum
ditemukan. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. Unsur gas mulia yang
pertama ditemukan ialah gas argon. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan
massa atom yang rendah.
c. Tabel Periodik Mendeleev
Pada tahun 1869, tabel sistem periodik mulai disusun. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil
karya dua ilmuwan, Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman.
Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir
bersamaan. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869,
dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869.
Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik, maka ia dianggap sebagai
penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek. Sistem
periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Sistem periodik
Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871.
Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal,
yang disebut golongan. Lajur-lajur hori-zontal, yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa
atom relatifnya, disebut periode.Sistem periodik Mendeleev ini mempunyai kelemahan dan juga
keunggulan.
Kelemahan sistem ini adalah penempatan beberapa unsur tidak sesuai dengan kenaikan massa
atom relatifnya. Contoh:

I dan

127

Te. Karena sifatnya, Mendeleyev terpaksa menempatkan Te lebih

128

dulu daripada I. Dalam Sistem Periodik Mo-dern yang berdasarkan kenaikkan nomor atom Te (Z= 52)
lebih dulu dari I (Z = 53). Selain itu masih banyak unsur yang belum dikenal.
Sedangkan keunggulan sistem periodic Mendeleev adalah bahwa Mendeleev berani mengosongkan
beberapa tempat dengan keyakinan bahwa masih ada unsur yang belum dikenal (James E. Brady,
1990). Kelebihan sistem periodic Mendeleev lebih jelasnya dapat ditunjukkan tabel berikut.
Tabel 8. Keunggulan Sistem Periodik Mendeleev
Keunggulan Sistem Periodik Mendeleev
a. Dapat meramalkan tempat kosong untuk unsur yang belum ditemukan (diberi tanda ?).
Contoh: Unsur Eka-silikon (Germanium-Ge) berada di antara Si dan Sn.
b. Menyajikan data massa atom yang lebih akurat, seperti Be dan U.
c. Periode 4 dan 5 mirip dengan Sistem Periodik Modern.
Contoh: K dan Cu sama-sama berada di periode 4 golongan I.
Dalam Sistem Periodik Modern K digolongan IA dan Cu di golongan IB.
d. Penempatan gas mulia yang baru ditemukan tahun 18901900 tidak menyebabkan perubahan
susunan Sistem Periodik Mendeleyev.
Tabel 9. Tabel Periodik Mendeleev

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 18

d. Tabel Periodik Modern


Tahun 1914, Henry G. J. Moseleymenemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai
kenaikan nomor atom. Tabel periodik modern yang disebut juga tabel periodik bentuk panjang,
disusun menurut kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Tabel periodik modern ini dapat dikatakan
sebagai penyempurnaan Tabel Periodik Mendeleyev.
Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas lajur vertikal (golongan) yang disusun menurut
kemiripan sifat dan lajur horizontal (periode) yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya.
a. Lajur vertikal (golongan) ditulis dengan angka Romawi terdiri atas 18 golongan.
Golongan A (Golongan Utama)
IA : Alkali
IIA : Alkali Tanah
IIIA : Aluminium
IVA : Karbon
VA : Nitrogen
VIA : Kalkogen
VIIA : Halogen
VIIIA: Gas Mulia
Golongan Transisi/Golongan Tambahan (Golongan B), terbagi atas:
a) Golongan Transisi (Gol. B), yaitu: IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB (VIII), IB, dan IIB.
b) Golongan Transisi Dalam, ada dua deret yaitu:
Deret Lantanida (unsur dalam deret ini mempunyai kemiripan sifat dengan 57La).
Deret Aktinida (unsur dalam deret ini mempunyai kemiripan sifat dengan 89Ac).
Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip sifatnya, yaitu unsur-unsur
Lantanida. Demikian juga pada periode 7 yaitu unsur-unsur Aktinida. Supaya tabel tidak terlalu
panjang, unsur-unsur tersebut ditempatkan tersendiri pada bagian bawah sistem periodik.
Golongan B terletak di antara Golongan IIA dan IIIA. Unsur-unsur yang berada dalam satu
golongan mempunyai persamaan sifat karena mempunyai elektron valensi (electron di kulit
terluar) yang sama.
b. Lajur Horizontal (Periode) ditulis dengan angka Arab terdiri atas 7 periode.
Periode 1 berisi 2 unsur
Periode 2 berisi 8 unsur
Periode 3 berisi 8 unsur
Periode 4 berisi 18 unsur
Periode 5 berisi 18 unsur
Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 19

Periode 6 berisi 32 unsur


Periode 7 berisi 23 unsur

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 20

BAB II
IKATAN KIMIA
IKATAN KIMIA membentuk zat zat berupa unsur atau senyawa dalam
upaya mencapai kondisi stabil
Ada 4 jenis ikatan kimia, yakni:
1. Ikatan ion
2. Ikatan kovalen
3. Ikatan kovalen koordinasi
4. Ikatan logam
A. KONDISI STABIL ATOM UNSUR
Atom-atom cenderung memiliki konfigurasi electron pada kulit
terluarnya seperti konfigurasi electron gas mulia terdekat
dengan atom-atom tersebut.
Tabel 1. Konfigurasi Elektron Gas Mulia

Unsur-unsur gas mulia yang sangat stabil, kecuali He memiliki 8 elektron


valensi. Dengan demikian unsur-unsur lain berusaha memperoleh
konfigurasi electron seperti gas mulia untuk mencapai kestabilan. Hal ini
dirumuskan menjadi Aturan Oktet.
Unsur gas mulia He memiliki 2 elektron valensi. Unsur-unsur dengan
nomor atom kecil, yakni H dan Li berusaha memiliki konfigurasi electron
gas mulia terdekat, yaitu memiliki 2 elektron valensi seperti He untuk
mencapai kestabilan. Hal ini dirumuskan menjadi Aturan Duplet.

B. LAMBANG LEWIS
Lambang Lewis dari suatu unsur dapat dinyatakan oleh lambang unsur
dikelilingi oleh sejumlah tanda titik () atau tanda lainnya seperti tanda
silang (x). Tanda tersebut menyatakan jumlah elektron valensi dari unsur
tersebut.
Contoh:
Konfigurasi elektron 11Na
Jumlah electron valensi Na: 1
11Na : 2 8 1
Lambang Lewis:
Na

Konfigurasi elektron
17Cl : 2 8 7

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

17

Cl
Jumlah electron valensi Na: 7
Modul Kimia

P a g e | 21

Lambang Lewis:
C. IKATAN ION
Ikatan ion terbentuk akibat kecenderungan atom-atom menerima
atau melepas electron agar memiliki konfigurasi electron seperti gas
mulia terdekat.
Senyawa ion adalah senyawa yang memiliki ikatan ion
Ikatan ion umumnya terbentuk antara unsur LOGAM dan NONLOGAM.
Contoh: ikatan ion yang terbetuk antara atom logam Na dengan
atom nonlogam Cl pada senyawa NaCl.
Konfigurasi elektron 11Na
Jumlah electron valensi Na: 1
11Na : 2 8 1
Lambang Lewis:

Na

Konfigurasi elektron
17Cl : 2 8 7

17

Cl
Jumlah electron valensi Na: 7

Lambang Lewis:
Na +

[Na] + + [Cl]-

LATIHAN
GUNAKAN LAMBANG LEWIS UNTUK MENGGAMBARKAN PEMBENTUKAN
IKATAN ION ANTARA ATOM 12Mg DAN 8O dalam senyawa MgO

D. IKATAN KOVALEN
1) PEMBENTUKAN IKATAN KOVALEN
Ikatan Kovalen terbentuk akibat kecenderungan atom-atom untuk
menggunakan elektron bersama agar memiliki konfigurasi electron
seperti gas mulia terdekat.
Atom-atom yang berikatan secara kovalen umumnya atom-atom NONLOGAM
Gabungan atom-atom melalui ikatan kovalen dinamakan molekul
Jika atom-atom tersebut berasal dari unsur sejenis, maka molekul
tersebut dinamakan molekul unsur. Contohnya Cl2, O2, S8

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 22

Jika atom-atom tersebut berasal dari unsur berbeda jenis, maka molekul
tersebut dinamakan molekul senyawa. Contohnya HCl, H2O, CO2
Contoh: Pembentukan Ikatan Kovalen Antara dua atom 17Cl
Konfigurasi elektron 17Cl
Jumlah electron valensi Na: 7
17Cl : 2 8 7

Dari struktur Lewis di atas, terlihat adanya sejumlah pasangan electron.


Pasangan electron dapat dibedakan menjadi 2, yakni:
Pasangan Elektron Ikatan (PEI) adalah pasangan electron yang
digunakan bersama
Pasangan Elektron Bebas (PEB) adalah pasangan electron yang
tidak digunakan bersama
LATIHAN
1. Gunakan lambang lewis untuk menggambarkan pembentukan ikatan
kovalen antara atom 1H dalam senyawa H2 kemudian tentukan jumlah
PEB dan PEI nya.

2. Gunakan lambang lewis untuk menggambarkan pembentukan ikatan


kovalen antara atom 1H dan 17Cl dalam senyawa HCl kemudian
tentukan jumlah PEB dan PEI nya.

3. Gunakan lambang lewis untuk menggambarkan pembentukan ikatan


kovalen antara atom 1H dan 6C dalam senyawa CH4 kemudian tentukan
jumlah PEB dan PEI nya.

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 23

2) JENIS IKATAN KOVALEN


a. IKATAN KOVALEN TUNGGAL: melibatkan penggunaan bersama 1
pasangan elektron
Contoh: Pembentukan ikatan H2O
Konfigurasi elektron H dan O
1H: 1
8O: 2 6
H+

HOH HOH

Ikatan kovalen tunggal ditunjukkan


dengan garis tunggal ( -) yang
artinya ada 1 pasangan electron
ikatan (PEI = 1)
b. IKATAN KOVALEN RANGKAP
Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan kovalen yang melibatkan
penggunaan bersama 2 atau lebih pasangan electron ikatan (PEI).
IKATAN KOVALEN RANGKAP DUA ( = ) terjadi jika terdapat 2 PEI
(Pasangan Elektron Ikatan)
Contoh: Pembentukan ikatan pada molekul O2
konfigurasi electron O:
8O 2 6
O

O O

OO=O O=O
Ikatan kovalen rangkap 2 ditunjukkan dengan garis
rangkap dua (=) yang artinya ada 2 pasangan
elektron ikatan (PEI=2)

IKATAN KOVALEN RANGKAP TIGA ( ) terjadi jika terdapat 3


PEI (Pasangan Elektron Ikatan)
Contoh: Pembentukan ikatan pada molekul N2
konfigurasi electron N:
7N 2 5
N + N

N N

Ikatan kovalen rangkap 3 ditunjukkan dengan garis


rangkap dua ( ) yang artinya ada 3 pasangan
elektron ikatan (PEI=3)

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 24

LATIHAN
1. Apa jenis ikatan kovalen pada pembentukan senyawa CO2?
Gunakan lambang lewis untuk menggambarkan pembentukan ikatan
kovalen antara atom 6C dan 8O dalam senyawa CO2
2. Apa jenis ikatan kovalen pada pembentukan senyawa C2H2
gunakan lambang lewis untuk menggambarkan pembentukan ikatan
kovalen antara atom 6C dan 1H dalam senyawa C2H2

3) ANALISIS IKATAN ION DAN IKATAN KOVALEN


IKATAN ION umumnya LOGAM NONLOGAM
IKATAN KOVALEN umumnya NONLOGAM
NONLOGAM
LATIHAN
Diantara senyawa berikut mana yang memiliki ikatan kovalen dan
ikatan ion?
1. CuO
6. MgCl2
7. CCl4
2. H2O
8. HOCl
3. NH3
9. CH3Cl
4. Al2O3
10. CaF2
5. Cl2
4) SIFAT FISIS SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN
a. Titih Didih
11. Air, H2O merupakan senyawa kovalen. Ikatan kovalen yang
mengikat antara atom hidrogen dan atom oksigen dalam molekul air cukup
kuat, sedangkan gaya yang mengikat antar molekul air cukup lemah.
Keadaan inilah yang menyebabkan air yang cair itu mudah berubah
menjadi uap air bila dipanasi sampai sekitar 100 o C, akan tetapi pada suhu
ini ikatan kovalen yang ada di dalam molekul H2O tidak putus.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 25

20.
21.
22.
23. Garam dapur, NaCl adalah senyawa ionik yang meleleh pada suhu
801oC dan mendidih pada suhu 1517oC. NaCl mempunyai titik didih tinggi
karena mengandung ikatan ion yang sangat kuat, sehingga untuk
memutuskan ikatan tersebut dibutuhkan panas yang sangat besar.
24. Hampir semua senyawa kovalen mempunyai titik didih yang
rendah (rata-rata di bawah suhu 200oC), sedang senyawa ion mempunyai
titik didih yang tinggi (rata-rata di atas suhu 900oC).
b. Kemudahan Menguap
25. Banyak sekali berbagai bahan yang kita jumpai dalam kehidupan
sehari-hari merupakan senyawa kovalen. Sebagian besar senyawa kovalen
berupa cairan yang mudah menguap dan berupa gas. Molekul-molekul
senyawa kovalen yang mudah menguap sering menghasilkan bau yang
khas. Parfum dan bahan pemberi aroma merupakan senyawa kovalen. Hal
ini tidak diperoleh pada sifat senyawa ionik.
c. Daya hantar Listrik
26. Senyawa ion dalam keadaan padatan tidak dapat menghantar arus
listrik, tetapi bila padatan ionik dipanaskan sampai suhu tinggi sehingga
diperoleh lelehannya maka dapat menghantar arus listrik.
27. Larutan senyawa ionik yang dilarutkan ke dalam air juga dapat
menghantar arus listrik. Pada keadaan lelehan atau larutan ionionnya dapat
bebas bergerak.
28. Senyawa kovalen pada berbagai wujud tidak dapat menghantar
arus listrik. Hal ini disebabkan senyawa kovalen tidak mengandung ion-ion
sehingga posisi molekulnya tidak berubah.
d. Kelarutan
29. Banyak senyawa ion yang dapat melarut dalam air. Misalnya,
natrium klorida banyak diperoleh dalam air laut. Kebanyakan senyawa
kovalen tidak dapat melarut dalam air, tetapi mudah melarut dalam
pelarut organik. Pelarut organik merupakan senyawa karbon, misalnya
bensin, minyak tanah, alkohol, dan aseton. Senyawa ionik tidak dapat
melarut dalam pelarut organik. Namun ada beberapa senyawa kovalen
yang dapat melarut dalam air karena terjadi reaksi dengan air dan
membentuk ion-ion. Misalnya, asam sulfat bila dilarutkan ke dalam air akan
membentuk ion hidrogen dan ion sulfat.
30.
5) IKATAN LOGAM
31. Drude dan Lorentz mengemukakan model, bahwa logam sebagai
suatu kristal terdiri dari ion-ion positif logam dalam bentuk bola-bola keras
dan sejumlah elektron yang bergerak bebas dalam ruang antara.
32. Elektron-elektron valensi logam tidak terikat erat (karena energy
ionisasinya rendah), sehingga relatif bebas bergerak. Hal ini dapat
dimengerti mengapa logam bersifat sebagai penghantar panas dan listrik
yang baik, dan juga mengkilat.
33.
Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 26

34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.

Gambar 2. Struktur Logam menurut Teori Lautan Elektron


42.

43. Model lautan elektron ini sesuai dengan sifat-sifat logam, seperti:
dapat ditempa menjadi lempengan tipis, ulet karena dapat direntang
menjadi kawat, memiliki titik leleh dan kerapatan yang tinggi. Logam dapat
dimampatkan dan direntangkan tanpa patah, karena atom-atom dalam
struktur kristal harus berkedudukanMsedemikian rupa sehingga atom-atom
yang bergeser akan tetap padaMkedudukan yang sama. Hal ini disebabkan
mobilitas lautan elektron diantara ion-ion positif meru-pakan penyangga
44. Keadaan yang demikian ini berbeda dengan kristal ionik.
DalamNkristal ionik, misalnya NaCl, gaya pengikatnya adalah gaya
tarikNmenarik antar ion-ion yang muatannya berlawanan dengan electron
valensi yang menempati kedudukan tertentu di sekitar inti atom. Bila kristal
ionik ini ditekan, maka akan terjadi keretakan atau pecah. Hal ini
disebabkan adanya pergeseran ion positif dan negatif sedemikian rupa
sehingga ion positif berdekatan dengan ion positif dan ion negatif dengan
ion negatif, keadaan yang demikian ini mengakibatkan terjadi tolakmenolak sehingga kristal ionik. menjadi retak
45.
46.
47.
48.
49.
Gambar 3. Adanya Tekanan terhadap kristal ionic
51.
52.
53.
EVALUASI
1) Peristiwa perpindahan elektron terjadi pada pembentukan senyawa.
50.

a. NH3
b. CH4

c. KCl
d. Cl2

2) Di antara kumpulan senyawa berikut yang mempunyai ikatan ion adalah.


a. H2O, CO2, CH4
b. NaCl, KI, CaCl2

c. HBr, NaBr, Br2


d. HI, H2O, NaC

3) Kumpulan senyawa berikut yang semuanya mengandung ikatan kovalen


adalah.
a. H2O, CO2, CH4
Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

b. NaCl, KI, CaCl2


Modul Kimia

P a g e | 27

c. HBr, NaBr, Br2

d. HI, H2O, NaCl

4) Penggunaan pasangan elektron secara bersama-sama oleh masing-masing


atom unsur terdapat dalam pembentukan:
a. NH3
b. NaCl

c. KCl
d. CaCl2

5) Gambarkan terjadinya ikatan kovalen dengan menggunakan rumus titik


elektron Lewis dari:
a. HF
b. PCl3
c. C2H4
d. C2H6
e. C2H2
6) Perhatikan pasangan atom unsur-unsur berikut.
a. 11Na dengan 8O
b. 19K dengan 17Cl
c. 12Mg dengan 8O
d. 20Ca dengan 9F
f. Gunakan rumus titik elektron Lewis untuk menjelaskan terjadinya ikatan
ion. Tuliskan rumus senyawa ion yang terjadi?
7) Tuliskan pasangan ion-ion dan rumus senyawa ion yang terjadi pada tabel
berikut.

g.
h.

i.
j.
k.
l.
n.

m.
BAB III
DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN
o.

p.
q.
r.
s.
Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

P a g e | 28

t.
u.
v.
w.
x.
y.
z.
aa.
ab.BAB IV
ac.REAKSI REDUKSI OKSIDASI
ad.
ae.

bt.
bu.
bv.
bw.

af.
ag.
ah.
ai.
aj.
ak.
al.
am.
an.
ao.
ap.
aq.
ar.
as.
at.
au.
av.
aw.
ax.
ay.
az.
ba.
bb.
bc.
bd.
be.
bf.
bg.
bh.
bi.
bj.
bk.
bl.
bm.
bn.
bo.
bp.
bq.
br.
DAFTAR PUSTAKA
bs.
Harnanto, A. Kimia 1. Jakarta: PT Seti-Aji
Rahayu, I. Praktis Belajar Kimia. Jakarta: PT. Visindo Media Persada

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia

Page | 6
bx. Sukarmin, M. Pd. (2004). Materi dan Perubahannya. Jakarta: Direktorat Pendidikan
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional.
by.
bz. Setyawati, A. A. (2009). Kimia Mengkaji Fenomena Alam. Jakata: PT Cempaka Putih
ca.
cb. Utami, B. (2009). Kimia 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional

cc.

Created by Wilda Nur Amalia, S.Pd

Modul Kimia