Anda di halaman 1dari 3

Pendekataan Pada Pembacaan Foto Polos Abdomen

Inspeksi awal
Sebelum melakukan pembacaan pada foto polos abdomen, ada beberapa aspek yang
harus diperhatikan, antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Membandingkan nama pada film dengan nama pasien


Memeriksa tanggal pada film
Apakah semua bagian abdomen sudah terfoto?
Lihat apakah ada sisa kontras, jika ada lampirkan foto sebelum melakukan
kontras
Meminta foto lama atau sebelumnya, untuk melihat perubahan yang ada
Mengetahui kelamin dan umur pasien untuk membantu bagian normal anatomi
pasien
Benda-benda yang ada pada operasi sebelumnya
Melihat apakah ada alat medis yang terpasang

Teknik
Proyeksi pada film dapat berupa AP atau PA, Umumnya proyeksi yang
digunakan pada foto polos abdomen adalah proyeksi AP.
Posisi pada foto polos abdomen dapat berupa posisi supinasi, erect,
lateral decubitus.

Posisi Supine
Posisi supine dilakukan dengan proyelsi AP. Pasien tidur
terlentang dengan film berada dibawah pasien dan sinar-x ditembakan
dari arah anterior ke posterior. Arah sinar tegak lurus terhadap film.
Film harus meliputi daerah dari symphisis pubis sampai bagian
atas abdomen setidaknya sampai margin atas dari ginjal. Idealnya
diperpanjang sampai diafragma. Bagian tengah film setidaknya berada
pada iliac crest. Kedua flank harus terlihat pada film. Jika semua bagian
tersebut tidak bisa sperlihatkan pada 1 foto, maka beberapa foto dapat
digabungkan.
Pada posisi supine distribusi gas terlihat lebih baik dimana gas
akan terakumulasi paling banyak pada sisi
anterior seperti pada bagian distal lambung,
usus transversus dan usus sigmoid. Porsi gas
pada organ lain umumnya tidak tampak
tergantung pada jumlah gas pada usus.
Kebanyakan struktur organ dilihat paling
baik pada posisi supine. Namun pada posisi
supine kita tidak dapat melihat air fluid
level dan udara bebas.

Gambar 2. 1 Foto Polos


Abdomen Posisi Supine

Marker sisi kanan (R) pada posisi supine ditunjukan dengan bintik
membentuk segitiga dan diletakan ditengah lingkaran.

Gambar 2.2 Marker


Posisi Supine

Posisi Erect
Pada posisi erect kita dapat menggunakan proyeksi baik AP
maupun PA. Pada foto AP kita akan mendapatkan visualisasi yang lebih
baik terhadap ginjal, sedangkan foto PA dapat mengurangi efek gonadal
dose. Sinar-X ditembakan tegak lurus terhadap film. Pasien harus berdiri
setidaknya selama 5 menit sebelum melakukan presedur ini, jika pasien
tidak mampu untuk melakukannya, maka dapat dilakukan dengan posisi
dekubitus.
Film harus memperlihatkan bagian superior dari diafragma. Pada
orang dewasa bagian tengah film setidaknya 5cm diatas iliac crest. Jika
semua bagian abdomen tidak bisa diperlihatkan pada 1 foto, maka
beberapa foto dapat digabungkan.
Pada foto polos abdomen posisi erect
dapat memperlihatkan air fluid levels dimana
udara akan naik dan cairan akan turun. air fluid
levels
secara
fisiologis
tampak
pada
cecum/terminal ileum dan ampulla duodenum.
Selain itu tampak udara bebas pada
hemidiafragma. Ginjal, usus tranversus, usus
halus dan payudara tampak turun. Terjadi
peningkatan densitas pada perut bgian bawah,
liver dan limpa tetap dan lebih terlihat karena
organ yang lain turun. Bagian bawah abdomen
tampak lebih padat karena pengaruh gravitasi.
Gambar 2.3 Foto Polos Abdomen Posisi Erect

Marker sisi kanan (R) pada posisi erect ditunjukan dengan bintik
membentuk garis disalah satu sisi lingkaran.

Gambar 3.2
Marker Posisi
Erect

Posisi Lateral Dekubitus


Posisi lateral dekubitus menggunakan proyeksi
AP, posisi yang biasa digunakan biasanya lateral

dekubitus kiri, karena pneumoperitoneum lebih mudah dilihat disebelah


liver pada posisi ini. Pasien tidur menyamping kearah kiri dan film
diletakan di punggung pasien, pasien diam pada posisi seperti ini
setidaknya selama 5 menit sebelum difito untuk mengumpulkan udara
bebas pada rongga abdomen. Sinar-X ditembak tegak lurus dengan film.
Jika pasien tidak dapat berbaring kearah kiri, maka dapat dilakukan
kearah kanan.
Film harus meliputi daerah dari symphisis pubis sampai
hemidiafragma. Bagian tengah film sejajar dengan iliac crest. Bagian
paling superior dari sisi kanan abdomen harus terlihat pada lateral
dekubitus kiri, dan bagian paling superior pada sisi kiri abdomen harus
terlihat pada lateral dekubitus kanan.
Pada foto akan tampak air fluid levels sejajar dengan sumbu panjang
tubuh. Tampak Udara bebas
disebelah liver. Posisi dekubitus
digunakan untuk melihat air
fluid levels dan udara bebas
ketika pasien tidak bisa
melakukan posisi erect.

Gambar 2.4 Foto Polos Abdomen Posisi Lateral


Dekubitus

Paparan dikatakan cukup jika vertebrae terlihat jelas, dimana umumnya organ
lain juga akan terlihat jelas. Underexposure biasanya bukan masalah, namun pada
overexposure harus dilakukan pada cahaya yang lebih terang. Organ padat, organ
berongga , dan tulang dapat diklasifikasikan sebagai:

Tampak atau tidak tampak


Ukuran normal, terlalu besar atau terlalu kecil
Menyimpang atau displaced
Tampak kalsifikasi
Abnormalitas pada gas, cairan atau batu.