Anda di halaman 1dari 8

BADAN PUSAT STATISTIK

BPS PROVINSI PAPUA BARAT

No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PROVINSI PAPUA BARAT

Pada bulan Desember 2009, Provinsi Papua Barat mengalami inflasi gabungan sebesar 0,99 persen.
Inflasi di Provinsi Papua Barat ini mencakup inflasi di Kota Manokwari dan inflasi di Kota Sorong. Dari 66 kota,
Kota Manokwari menempati peringkat inflasi ke-tiga (yakni sebesar 1,52 persen), sedangkan untuk Kota Sorong
menempati peringkat inflasi ke-duapuluhdelapan (yakni sebesar 0,36 persen) di Indonesia.
Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok transpor, komunikasi, dan
jasa keuangan sebesar 3,24 persen; kelompok bahan makanan sebesar 1,10 persen; kelompok sandang
sebesar 0,92 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,21 persen; kelompok
pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,09 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan
bakar sebesar 0,05 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks atau deflasi,
yakni kelompok kesehatan sebesar -0,02 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2009 di Provinsi Papua Barat sebesar 5,22 persen.

BULAN DESEMBER 2009, PROVINSI PAPUA BARAT MENGALAMI INFLASI GABUNGAN


SEBESAR 0,99 PERSEN DENGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) SEBESAR 132,80.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Desember 2009, secara umum menunjukkan adanya
kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru (2007 =
100), di Provinsi Papua Barat (hasil SBH 2007) pada bulan Desember 2009 terjadi inflasi gabungan sebesar 0,99
persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,50 pada bulan Nopember 2009 menjadi 132,80
pada bulan Desember 2009. Sedangkan laju inflasi gabungan Provinsi Papua Barat tahun kalender (Januari-
Desember) 2009 yakni sebesar 5,22 persen.

Inflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh
kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok transpor, komunikasi, dan
jasa keuangan sebesar 3,24 persen; kelompok bahan makanan sebesar 1,10 persen; kelompok sandang sebesar -
0,92 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,21 persen; kelompok pendidikan,
rekreasi, dan olahraga sebesar 0,09 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar
0,05 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks atau deflasi, yakni kelompok
kesehatan sebesar -0,02 persen.

Inflasi gabungan yang terjadi di Provinsi Papua Barat dipengaruhi oleh kenaikan indeks yang cukup signifikan
pada sub kelompok-sub kelompok seperti : sub kelompok kursus-kursus/pelatihan sebesar 8,91 persen; sub
kelompok transpor sebesar 4,74 persen; sub kelompok buah-buahan sebesar 4,12 persen; sub kelompok telur, susu

Berita Resmi Statistik No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010 1


dan hasil-hasilnya sebesar 1,68 persen; sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 1,63 persen; sub kelompok
bumbu-bumbuan sebesar 1,59 persen; sub kelompok sandang wanita sebesar 1,49 persen; sub kelompok sayur-
sayuran sebesar 1,28 persen; sub kelompok ikan segar sebesar 1,22 persen; serta sub kelompok barang pribadi dan
sandang lain sebesar 1,20 persen.

Tabel 1
Laju Inflasi Gabungan Provinsi Papua Barat Desember 2009, Tahun Kalender 2009,
dan Tahun Ke Tahun 2009 menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100)

IHK IHK IHK Inflasi bulan Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Nopember Desember Desember Tahun Tahun
Kelompok Pengeluaran 2008 2009 2009 2009 *) Kalender Ke Tahun
2009 **) 2009 ***)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

U m u m 126,21 131,50 132,80 0,99 5,22 5,22


1 Bahan Makanan 137,79 143,24 144,82 1,10 5,10 5,10
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan 139,96 147,15 147,45 0,21 5,35 5,35
Tembakau
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan 121,72 131,75 131,81 0,05 8,29 8,29
bakar
4 Sandang 106,55 116,28 117,35 0,92 10,13 10,13
5 Kesehatan 118,67 125,81 125,78 -0,02 5,99 5,99
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 107,77 113,61 113,72 0,09 5,52 5,52
7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa 112,92 108,45 111,96 3,24 -0,85 -0,85
Keuangan

*) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.

URAIAN INFLASI GABUNGAN PROVINSI PAPUA BARAT MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2009 mengalami inflasi sebesar 1,10 persen atau
terjadi kenaikan indeks dari 143,24 pada Nopember 2009 menjadi 144,82 pada Desember 2009.

Dari sebelas sub kelompok yang ada dalam kelompok bahan makanan, delapan sub kelompok
mengalami inflasi, dan tiga sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Sub kelompok buah-buahan mengalami
inflasi terbesar yakni sebesar 4,12 persen, sedangkan sub kelompok lemak dan minyak adalah sub kelompok
yang mengalami inflasi terkecil, yakni sebesar 0,03 persen. Adapun deflasi tertinggi terjadi pada sub

2 Berita Resmi Statistik No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010


kelompok bahan makanan lainnya, yakni sebesar -2,11 persen; dan inflasi yang terendah terjadi pada sub
kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya, yakni sebesar -0,01 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Desember 2009 mengalami inflasi
sebesar 0,21 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 147,15 pada Nopember 2009 menjadi 147,45 pada
Desember 2009.

Dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Sub kelompok
minuman yang tidak beralkohol mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 0,47 persen. Sedangkan dua sub
kelompok lainnya, yakni sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol dan sub kelompok makanan jadi
mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,10 persen; dan 0,07 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Desember 2009 mengalami inflasi
sebesar 0,05 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 131,75 pada Nopember 2009 menjadi 131,81 pada
Desember 2009.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, dua sub kelompok mengalami inflasi dan dua
sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok perlengkapan
rumahtangga, yakni sebesar 0,72 persen; sedangkan yang terendah terjadi pada sub kelompok
penyelenggaraan rumahtangga, yakni sebesar 0,38 persen. Adapun dua sub kelompok yang mengalami
deflasi adalah sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air, serta sub kelompok biaya tempat tinggal,
yakni masing-masing sebesar -0,11 persen; dan -0,03 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Desember 2009 mengalami inflasi sebesar 0,92 persen, atau terjadi kenaikan
indeks dari 116,28 pada Nopember 2009 menjadi 117,35 pada Desember 2009.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Sub kelompok
sandang wanita adalah sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yakni sebesar 1,49 persen, sedangkan
sub kelompok sandang anak-anak adalah sub kelompok yang mengalami inflasi terendah, yakni sebesar 0,08
persen.

Berita Resmi Statistik No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010 3


5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Desember 2009 mengalami deflasi sebesar -0,02 persen, atau terjadi
penurunan indeks dari 125,81 pada Nopember 2009 menjadi 125,78 pada Desember 2009.
Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, dan
tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Deflasi terjadi pada sub kelompok perawatan
jasmani dan kosmetika, yakni sebesar -0,06 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya yang tidak
mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok jasa kesehatan, sub kelompok obat-obatan, dan sub
kelompok jasa perawatan jasmani.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Desember 2009 mengalami inflasi sebesar 0,09
persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 113,61 pada Nopember 2009 menjadi 113,72 pada Desember 2009.

Dari lima sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, satu sub
kelompok mengalami deflasi, dan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Sub
kelompok kursus-kursus/pelatihan adalah sub kelompok yang mengalami inflasi, yakni sebesar 8,91 persen;
sedangkan deflasi terjadi pada sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan, yakni sebesar -0,58 persen.
Adapun tiga sub kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok pendidikan,
sub kelompok rekreasi, dan sub kelompok olahraga.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Desember 2009 mengalami inflasi sebesar
3,24 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 108,45 pada Nopember 2009 menjadi 111,96 pada Desember
2009.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, satu sub
kelompok mengalami deflasi, dan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi terjadi
pada sub kelompok transpor, yakni sebesar 4,74 persen; sedangkan sub kelompok komunikasi dan
pengiriman adalah sub kelompok yang mengalami deflasi, yakni sebesar -1,13 persen. Adapun dua sub
kelompok lainnya yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok sarana dan penunjang
transpor, serta sub kelompok jasa keuangan.

4 Berita Resmi Statistik No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010


Tabel 2
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Desember 2009 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Nopember 2009)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Nopember Desember Desember Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran 2008 2009 2009 2009 *) Kalender Tahun

2009 **) 2009 ***)

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

UMUM 126,21 131,50 132,80 0,99 5,22 5,22


I. BAHAN MAKANAN 137,79 143,24 144,82 1,10 5,10 5,10
Padi-padian, Umbi-Umbian dan Hasilnya
113,55 110,24 110,23 -0,01 -2,92 -2,92
Daging dan Hasil-hasilnya 126,72 136,93 139,16 1,63 9,82 9,82
Ikan Segar 107,73 130,32 131,91 1,22 22,45 22,45
Ikan Diawetkan 113,35 151,39 153,07 1,11 35,04 35,04
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 182,66 164,29 167,06 1,68 -8,54 -8,54
Sayur-sayuran 168,89 169,47 171,65 1,28 1,63 1,63
Kacang-kacangan 155,33 174,01 172,70 -0,75 11,19 11,19
Buah-buahan 163,14 166,18 173,02 4,12 6,06 6,06
Bumbu-bumbuan 189,10 206,01 209,27 1,59 10,67 10,67
Lemak dan Minyak 142,95 136,35 136,39 0,03 -4,59 -4,59
Bahan Makanan Lainnya 109,07 140,16 137,21 -2,11 25,80 25,80
II. MAKANAN JADI, MINUMAN ROKOK &
TEMBAKAU
139,96 147,15 147,45 0,21 5,35 5,35
Makanan Jadi 154,97 163,46 163,57 0,07 5,55 5,55
Minuman yang Tidak Beralkohol 129,96 139,02 139,67 0,47 7,47 7,47
Tembakau dan Minuman Beralkohol 127,56 129,59 129,72 0,10 1,69 1,69
III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS &
BAHAN BAKAR
121,72 131,75 131,81 0,05 8,29 8,29
Biaya Tempat Tinggal 128,02 141,88 141,84 -0,03 10,80 10,80
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 107,87 111,55 111,42 -0,11 3,29 3,29
Perlengkapan Rumahtangga 108,60 111,26 112,06 0,72 3,19 3,19
Penyelenggaraan Rumahtangga 121,29 123,96 124,43 0,38 2,59 2,59
IV. SANDANG
106,55 116,28 117,35 0,92 10,13 10,13
Sandang Laki-laki 102,61 111,49 112,71 1,09 9,84 9,84
Sandang Wanita 106,28 112,09 113,76 1,49 7,05 7,05
Sandang Anak-anak 105,54 106,91 107,00 0,08 1,38 1,38
Barang Pribadi dan Sandang Lain 120,00 147,35 149,12 1,20 24,27 24,27
V. KESEHATAN 118,67 125,81 125,78 -0,02 5,99 5,99
Jasa Kesehatan 117,83 123,57 123,57 0,00 4,87 4,87
Obat-obatan 110,01 129,29 129,29 0,00 17,53 17,53
Jasa Perawatan Jasmani 114,06 138,34 138,34 0,00 21,29 21,29
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 122,97 121,52 121,45 -0,06 -1,24 -1,24

*) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.

Berita Resmi Statistik No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010 5


Tabel 2 (Lanjutan)
Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Desember 2009 (2007=100),
dan Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya (Nopember 2009)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi


Desember Nopember Desember Desember Tahun Tahun Ke
Kelompok Pengeluaran 2008 2009 2009 2009 *) Kalender Tahun

2009 **) 2009 ***)

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN


OLAHRAGA
107,77 113,61 113,72 0,09 5,52 5,52
Jasa Pendidikan 107,72 119,24 119,24 0,00 10,69 10,69
Kursus-kursus/Pelatihan 109,95 110,97 120,86 8,91 9,92 9,92
Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 114,46 111,16 110,51 -0,58 -3,45 -3,45
Rekreasi 104,18 106,67 106,67 0,00 2,39 2,39
Olahraga 119,06 117,31 117,31 0,00 -1,47 -1,47
VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA
KEUANGAN
112,92 108,45 111,96 3,24 -0,85 -0,85
Transpor 116,65 111,71 117,00 4,74 0,30 0,30
Komunikasi dan Pengiriman 98,26 93,38 92,33 -1,13 -6,04 -6,04
Sarana dan Penunjang Transpor 139,43 141,51 141,51 0,00 1,49 1,49
Jasa Keuangan 111,94 112,84 112,84 0,00 0,81 0,81

*) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.
***) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2009 terhadap IHK bulan Desember 2008.

Tabel 3
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Desember 2009,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Desember 2009


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
1 BANDA ACEH 117,58 -0,23 55
2 LHOKSEUMAWE 119,83 1,31 4
3 SIBOLGA 117,39 -0,71 64
4 PEMATANG SIANTAR 116,19 -0,53 62
5 MEDAN 116,82 0,74 11
6 PADANG SIDEMPUAN 117,71 -0,17 54
7 PADANG 118,41 -0,65 63
8 PEKAN BARU 115,04 -0,10 49
9 DUMAI 119,18 -0,16 53
10 JAMBI 117,54 -0,31 59

6 Berita Resmi Statistik No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Desember 2009,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Desember 2009


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
11 PALEMBANG 118,07 0,03 48
12 BENGKULU 120,00 -0,23 56
13 BANDAR LAMPUNG 123,24 -0,25 57
14 PANGKAL PINANG 121,65 0,94 7
15 BATAM 112,43 -0,12 51
16 TANJUNG PINANG 118,39 0,08 47
17 DKI JAKARTA 115,73 0,51 20
18 BOGOR 118,50 0,49 21
19 SUKABUMI 118,31 0,26 35
20 BANDUNG 115,08 0,22 42
21 CIREBON 122,00 0,49 22
22 BEKASI 114,88 0,17 44
23 DEPOK 115,39 0,14 45
24 TASIKMALAYA 119,87 0,24 39
25 PURWOKERTO 116,75 0,33 30
26 SURAKARTA 111,29 0,28 33
27 SEMARANG 116,25 0,27 34
28 TEGAL 118,94 0,52 18
29 YOGYAKARTA 116,64 0,24 40
30 JEMBER 118,53 0,69 12
31 SUMENEP 114,20 0,43 26
32 KEDIRI 116,25 0,63 15
33 MALANG 117,01 0,48 24
34 PROBOLINGGO 119,91 0,46 25
35 MADIUN 121,08 0,25 38
36 SURABAYA 115,09 0,52 19
37 SERANG 122,29 -0,12 52
38 TANGERANG 118,51 -0,30 58
39 CILEGON 118,64 -0,10 50
40 DENPASAR 116,33 0,57 17
41 MATARAM 119,51 0,65 14
42 BIMA 123,77 0,24 41
43 MAUMERE 126,01 -0,83 66
44 KUPANG 120,62 1,01 6
45 PONTIANAK 120,54 0,66 13
46 SINGKAWANG 117,89 1,29 5
47 SAMPIT 115,72 -0,43 60
48 PALANGKA RAYA 117,80 0,34 29
49 BANJARMASIN 119,40 0,26 36
50 BALIKPAPAN 118,55 0,31 31
51 SAMARINDA 121,60 0,26 37
52 TARAKAN 131,39 1,76 2

Berita Resmi Statistik No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010 7


Tabel 3 (Lanjutan)
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Desember 2009,
dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Bulan Desember 2009


No Kota
IHK Inflasi Peringkat
53 MANADO 117,87 0,38 27
54 PALU 120,96 0,88 9
55 WATAMPONE 129,43 0,61 16
56 MAKASSAR 117,41 0,49 23
57 PARE-PARE 121,16 -0,44 61
58 PALOPO 127,11 0,21 43
59 KENDARI 122,85 0,11 46
60 GORONTALO 118,32 -0,82 65
61 MAMUJU 121,37 0,84 10
62 AMBON 117,87 3,49 1
63 TERNATE 120,38 0,94 8
64 MANOKWARI 131,93 1,52 3
65 SORONG 133,85 0,36 28
66 JAYAPURA 117,53 0,31 32

Diterbitkan oleh :
Bidang Statistik Distribusi
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat
Jalan Trikora – Sowi IV, Manokwari 98315.
Telp. (0986) 2702414, Fax. (0986) 213038
Contact Person :
Ir. Merry (0811486689)
Heri Tribowo, S.ST (085244542424)

8 Berita Resmi Statistik No. 01/01/91 Th. III, 4 Januari 2010