Anda di halaman 1dari 3

Contoh Naskah Drama Tentang Lingkungan

Contoh naskah drama tentang lingkungan untuk 6 orang adalah sebagian kecil contoh
naskah drama yang menceritakan perjuangan 6 orang pemeran untuk melestarikan
lingkungan. Setting yang diciptakan di naskah drama ini mengutamakan hutan atau
bentuk penghijauan. memberikan banyak pelajaran bagi seluruh warga masyarakat
untuk menjaga hutan dan melestarikannya dan membersihkan lingkungan.
Judul: Penghijauan dan Sampah
Tema: Sosial, lingkungan
Pemeran: 6 Orang
Setting: di kota dan di hutan
Karakteristik Tokoh:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Hudi: Rela berkorban


Bari: Berani
Yudi: Bertanggungjawab
Sam: Tegas
Supat: Setia kawan
Feti: Cerewet

Jalan Cerita
Kegiatan penghijauan dilaksanakan 3 bulan sekali oleh komunitas alam memberikan
dampak baik untuk lingkungan. Banyak masyarakat yang ikut andil atas kegiatan
pembersihan sampah di kota

Dialog Naskah Drama


Hari minggu yang cerah menyambut komunitas alam ini akan melaksanakan tugasnya
untuk penghijauan di hutan sekitar tempat tinggal. Dengan menanam pohon jati dan
pohon yang bisa diperlihara. Kegiatan ini akan disusul dengan pemungutan sampah
yang ada di sekitar wilayah perkotaan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Hudi: Sudah kamu urus semua surat-suratnya Yud?


Yudi: Sudah beres dari kemarin Hud, tinggal yang ada di jalan perkotaan nanti nyusul
saja langsung datang untuk meminta ijin.
Hudi: Oke aku serahkan semua padamu.
Hudi: Untuk jenis pohonnya sudah terkumpul berapa dari anggota, Feti?
Feti: Sudah mencapai 70 Hud. Menunggu yang lain datang. Setiap anggota tidak hanya
satu membawanya.
Hudi: Itu lebih baik untuk penanaman di hutan gundul nantinya.
Hudi: Peralatan sudah semua Supat dan Sam?
Supat dan Sam: Sudah semua Hud.
Hudi: Kita tinggal nunggu Bari dan Tini yang akan mengarahkan jalan untuk menuju
hutan.

Bari: Untuk semua anggota sebelum berangkat kita berdoa dahulu menata niat bahwa
komunitas ini hanya untuk alam dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Berdoa
dimulai.
Suasana hening tercipta disusul teriakan para anggota komunitas alam. Perjalanan
menuju hutan melewati kota diarahkan oleh Tini sebagai penunjuk jalan.
Bari: Hud, nanti bagianmu untuk sambutan menancapkan pohon di hutan. Aku mau
menyusul Pak Kepala Desa setempat untuk penyemetan pertama.
Hudi: Beres. Semangat Ri.
Sam: Kalau komunitas alam ini terus berjalan, respon positif dari masyarakat semakin
besar.
Supat: Pasti itu, lihat saja mereka kagum melihat kita.
Yudi: Jangan kepedean. Kita untuk lama dan kembali kepada alam.
Feti: Semboyan oh semboyan.
Yudi: Benarkan?
Bari: Untuk semua anggota, semua peralatan yang dibawa harus diletakkan di tempat
yang telah disediakan. Sebentar lagi kita sudah memasuki hutan gundul yang akan
ditanami pohon. (intruksi Tini dari depan).
Feti: Bari tegas ya?
Yudi: Naksir ya.Hahahaha..
Pemandangan hutan gundul menyelimuti mata anggota komunitas alam. Bari sudah
bersama Bapak Kepala Desa setempat. Para anggota sudah siap untuk acara
penghijauan dengan membawa tanaman masing-masing.
Hudi: Terima kasih atas kehadiran Bapak kepala desa untuk menyempatkan waktu
kepada kami komunitas alam sebagai bentuk sosialisasi penghijaun di hutan kita yang
gundul agar tumbuh pohon yang hijau kembali. Acara penghijauan segera dimulai.
Dimohon untuk Bapak Kepala Desa sebagai penyemat pertama kali menanam pohon di
hutan gundul ini.
Teriakan para anggota dan semangat komunitas alam ini sangat terlihat ketika para
anggota menanam pohon di hutan gundul ini. Hal ini tercipta dari banyaknya pohon
yang ditanam di area hutan gundul ini.
Bari: Sambil istirahat dan menikmati makanan yang disediakan, untuk acara selanjutnya
kita akan membersihkan di wilayah kota. Ini mewujudkan dan memberi contoh kepada
masyarakat yang berada di kota agar menjaga kebersihan. Semangat!
Feti: Lihat tuh bari tegas minta ampun.
Sam: Cie...
Feti: Apa?
Sam: Naksir ya?
Feti: Sedikit kagum saja.
Sam: Naksir ama aku saja.
Feti: Apa-apaan sih Sam ini.
Hudi: Siapkan Sam dan Supat untuk peralatan yang dibagikan kepada anggota. Feti
saja.
Feti: Sam itu!
Sam dan Supat: Siap bos!
Perjalanan menuju kota telah sampai dan banyak masyarakat takjub melihat komunitas
alam ini berjalan menelusuri jalan di kota hanya untuk memunguti sampah. Bak truk
juga dipanggil oleh Tini untuk ikut andil pemungutan sampah di kota.

Hudi: Sampah yang sudah penuh kumpulkan di bak truk (teriak Hudi).
Yudi: Wah, lihat di sana banyak yang ikut memunguti sampah.
Supat: Syukurlah, komunitas alam ini bermanfaat.
Bari: Acara hari ini menyenangkan Hud. Terima kasih sayang.
Tini: Ssst...
Hudi: Kalian sudah jadian? Haduh kalah start kalau kayak gini.
Barti: Yang tua mengalah. Hahaha...
Sam: Ini ada Feti, Hud.
Hudi: Hehehe... (lirik Huda kepada Feti).

Anda mungkin juga menyukai