Anda di halaman 1dari 18

TATA CARA PERENCANAAN PERUMAHAN KAWASAN PERUMAHAN KOTA

BAB I
DESKRIPSI
1.1

Maksud dan Tujuan


Buku ini merupakan bagian dari ketentuan mengenai perencanaan tata ruang kota yang akan
dibakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum, yaitu Keputusan Menteri Pekerjaan Umum tenteng
Perencanaan Tata Ruang Kota.
Petunjuk ini disusun dengan maksud :
a. Memberi petunjuk kepada berbagai pihak yang berkepentingan dalam menyusun rencana
detail tata ruang kota di kawasan perumahan.
b. Memberi petunjuk kepada pemerintah daerah dalam menyusun rencana alokasi ruang di
kawasan perumahan
c. Memberi patokan kepada berbagai pihak dalam menentukan kapasitas lingkungan.
Tujuan dari buku petunjuk adalahmenghasilkan suatu lingkungan yang fungsional, sekurang
kurangnya bagi masyarakat penghuni.
1.2

Ruang Lingkup
Secara garis besar pedoman ini mencakup:
a. Maksud, tujuan, manfaat dan sasaran.
b. Penjelasan beberapa istilah
c. Daftar peraturan perundang-undangan yang banyak digunakan dalamperencanaan tata
ruang kota.
d. Memuat besaran besaran standar untuk perencanaanprasarana lingkunganyang meliputi jalur
jalan, tempat parkir, dan terminal, air minum, air limbah, pemetusan,dan sampah.

1.3
1.3.1
a.
b.
c.
d.

e.
f.
g.
h.
i.
j.

k.
l.

m.

Penegertian
Kota dan Perkotaan
Wilayah adalah kesatuan geografis dengan bentuk dan ukuran menurut pengamatan tertentu
Wilayah perencanaan adalahwilayah yang diarahkan pemanfaatan ruangnya sesuai dengan
masing-masing jenis rencana ruang tata kota
Kawasan adalahwilayah yang batasnya ditentukan berdasarkan lingkup pengamatan fungsi
tertentu
Perkotaan adalah satuan pemukiman bukan pedesaan yang berperan didalam satuan
wilayah pengembangan dan atau wilayah nasional sebagai simpul jasa, menurut pengaatan
tertentu.
Unit perkotaan adalah satuan pemukiman secara fisik merupakan bagian wilayah terbangun
Unit lingkungan adalah satuan pemukiman terkecilyang secara umum ialah bagian unit
perkotaan wilayah terbangun
Blok peruntukan adalah bagian bagian dari unit lingkungan yangmerupakan peruntukan
pemanfaatanruang tertentu yang dibatasi oleh jaringan pergerakan
Petak peruntukan adalah alokasi persil persil lahan dalam setiap blok peruntukan
pemanfaatan ruang tertentu
Perencanaan kota adalah kegiatan penyususnan dan peninjauan kembali rencana kota
Rencana kota adalah rencana yang disusun dalam rangka pengaturan pemanfaatan ruang
kota yang terdiri dari RUTR Perkotaan, RUTR, Rencana Detail Tata Ruang Kota, dan
Rencana Teknik Tata Ruang Kota
Rencana Umum Tata Ruang Perkotaan adalah rencana struktur ruang kota yang disusun
untuk menjaga konsistensi perkembangan pembangunan pada suatu kota
Rencana Umum Tata Ruang Kota adalah rencana pemanfaatan ruang kota disusun untuk
menjaga keserasian pembangunan antar sector dalam rangka penyusuna program-program
pembanguna kota dalam jangka panjang
Rencana Detai Tata Ruang Kota adalah rencana pemanfaatanruang kota secara rinciyang
disusun untuk penyiapan perwujudan ruang kota secara rinciyang disusun untuk penyiapan
perwujudan ruang dalam rangka pelaksanan program program pembangunan kota

n. Rencana Teknik Ruang Kota adalah rencana geometripemanfaatan ruang kota yang disusun
untuk penyiapanperwujudan ruang kota dalam rangka pelaksanaan proyek pembangunan
kota
o. Rencana Struktur Organisasi dan Tata Laksana Kelembagaan Kota adalah rencana yang
disusun berdasarkan RUTR Perkotaan dan RUTR Kota
p. Fungsi kota mempunyai 2 fungsi yaitu :
Primer merupakan fungsi kota yang hubungannya dengan kedudukan kota sebagai
simpul jasa bagi wilayah pengembangan dan atau wilayah nasional
Sekunder merupakan fungsi kota yang hubungannya dengan kedudukan kota sebagai
pelayanbagi jasa di luar penyelenggaraan fungsi primer
1.3.2 Rumah dan lingkungan
a. Lingkungan perumahan adalah sekelompok rumah-rumah denagan perasarana dan fasilitas
lingkungannya
b. Prasarana lingkungan adalah jalan, saluran air minum, saluran air limbah, saluran air hujan,
pembuangan sampah, jaringan listrik
c. Sarana lingkungan adalahkelengkapan lingkungan yang berupa fasilitas : pendidikan,
kesehatan, perbelanjaan, dan niaga, pemerintahan, dan pelayanan umum, peribadahan,
rekreasi dan kebudayaan,olah raga dan lapangan terbuka.
1.3.3 Prasarana
1.3.3.1
Jalan
a. Jalan adalah jalur yang direncanakan atau digunakan untuk lalu lintas kendaraan dan orang
b. Jalan arteri adalah jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri ciri pelayanan jarak jauh,
kecepatan rata rat tinggi, danjumlah jalan masuk dibatasi secara efisien
c. Jalan kolektor adalah jalan yang melayani angkutansetempat dengan ciri ciri perjalanan jarak
sedang, kecepatan sedang dan jalan masuk dibatasi
d. Jalan local adalah jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan dekat,
kecepatan rendah, dan jalan masuk tidak dibatasi
e. Jalan penghubung lingkungan perumahan adalah jalan yang menghubungkan lingkungan
perumahan dengan jalan local terdekat
f. Jalan poros lingkungan perumahan adalah jalan yang menghubungkan masingmasing satuan
pemukiman atau lingkungan perumahan
g. Jalan lingkungan peruahanadalah jalan yang menghubungkan masing masingsatuan
pemukiman atau lingkungan perumahan
h. Jalan lingkungan perumahan 1 adalah jalan di dalam lingkungan perumahan yang
dipergunakan untuk segala macam kendaraan roda 4
i. Jalan lingkungan perumahan 2 adalah jalan did ala lingkungan perumahn yang dipergunakan
untuk menampung arus manusia dari jalan setapak menuju suatu fasilitas lingkungan
j. Jalan lingkungan perumahan 3 adalah jalan yang digunakan untuk pejalan kaki
1.3.3.2
Air bersih
a. Air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan rumah tangga
b. Diameter adalah diameter nominal
c. Kran kebakaran adalah yang ditempatkan pada fasilitas jaringan air bersih untuk fasilitas
pemadam kebakaran
d. Kran umum adalah fasilitas umum yang digunakan untuk pengambilan air
e. Penyediaan air bersih kota adalah system penyediaan air bersih yang dikelola oleh
pemerintah daerahdan disediakan untuk melayani kebutuhan air bersih kota
f. Penyediaan air bersih lingkunganadalah system penyediaan air bersih lingkungan untuk
melayani kebutuhan air bersih lingkungan
g. Pipa selubung adalah pipa yang dipasang pada sumur pantek yang berfungsi sebagai
penahan tanah
h. Plambing adalah praktek pelaksanaan, bahan dan alat yang digunakan dalam pelaksanaan
pemasangan, pemeliharaan, perluasan dan perbaikan pipa
i. Pipa dinas adalah pipa yang dipasang dari distribusi kota ke meteran

1.3.3.3
Air Limbah dan Sampah
a. Air limbah adalah segala jenis buang yang mengandung kotoran dari rumah tangga,binatang,
atau tumbuh tumbuhandan dapat termasuk pula buangan industry dan kimia
b. Pembuangan air limbah kota adalah system pembuangan yang ditujukan untuk melayani
pembuangan air limbah lingkungan untuk diolah kemudian dibuang sedemikian rupa
sehingga aman bagi pembuangan
c. Pembuangan air limbah lingkungan adalah system pembuangan yang ditujukan untuk
melayani pembuangan air limbah lingkungan untuk diolah kemudian dibuang sedemikian
rupa sehingga aman bagi pembuangan
d. Tangki septic adalah sebuah bak yang terbuat dari bahan rapat air yang berfungsi sebagai
bak pengendap yang berfungsi untuk menampung kotoran padat untuk mendapatkan
pengolahan secara biologis oleh bakteri dalam waktu tertentu
e. Lubang periksa adalah lubang yang dibuat untuk memeungkinkan orang masuk untuk
melakukan pemeriksaan
f. Badan penerima adalah suatu fasilitas yang tersedia untuk menerima, mengalirkan atau
menampung air buangan
g. Penimbunan saniter suatu cara pembuangan samapah yang dilakukan pada tempat tempat
yang rendah dengan cara penimbuna lapis demi lapis

BAB II
PERATURAN PERUNDANGAN
2.1 Undang Undang
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

UU No.5 tahun1974
Tentang pokok pemerintahan daerah
UU No.5 tahun 1960
Tentang peraturan dasar pokok agrarian
Stadsvorming Ordonantie Nomor 168 Tahun 1948
Peraturan pembentukan kota
UU No.11 tahun 1974
Tentang pengairan
UU No. 13 tahun 1980
Tentang jalan
UU No. 4 tahun 1982

l.
m.
n.
o.
p.
q.

Tentang ketentuan pokok pengolahan lingkungan hidup


Hinder ordonantie No.226 tahun 1926
UU gangguan
UU No. 20 tahun 1961
Tentang pencabutan hak atas tanah dan benda yang ada di atasnya

r.
s.

2.2 Peraturan Pemerintah

a. Stadsvorming Verordening - No. 40 tahun 1949


t. Peraturan pelaksanaan pembentukan kota
b. PP No.22 tahun 1982
u. Tata pengaturan air
c. PP No.23 tahun 1982
v. Tentang irigasi
d. PP No. 26 tahun1985
w. Tentang jalan
e. PP No. 39 tahun 1973
x. Tentang kegiatan yang dikategorikan sebagai kepentingan umum
f. PP No. 29 tahun1986
y. Tentanganaisa dampak lingkungan
z.
aa.
2.3 Keputusan Presiden
ab.
a. Kepres No.27 tahun 1980
ac. Tentang pembentukan Bappeda Daerah TK I dan TK II
b. Inpres No. 1 tahun 1976
ad.
ae.
2.4 Instruksi Presiden
af.
a. Inpres No. 1 tahun 1976
ag. Tentang Sinkronisasi pelaksanaan tugas bidang keagrariaandengan bidang kehutanan
b. Inpres No.9 tahun 1973
ah. Tentang pengertian kepentingan umum atas pencabutan hak tanah
ai.
aj.
ak.
al.
2.5 Peraturan Mentri
am.
a. Per. Mendagri No.5 tahun 1974
an. Tentang Ketentuan mengenai penyediaan dan pemberian tanah untuk keperluan perusahaan
b. Per. Mendagri No.2 tahun 1975
ao. Tentang ketentuan tata cara pembebasan tanah
c. Per. Mendagri No.2. tahun1976
ap. Tentang penggunaan acara pembebasan untuk pemerintah bagi pembebasan tanah oleh
pihak swasta
aq.
ar.
2.6 Keputusan dan Surat Edaran Mentri
as.
a. Keputusan Mendagri No. 286 tahun 1982
b. Surat edaran Mendagri No. PEMDA 18/3/6 tanggal 15 Mei 1973
c. SK bersama Mendagri dan Men PU No. 650 1595 No. 503/KPTS/1985
d. Keputusan Men PU no. 211 tahun 1984
at.
au.
2.7 Peraturan Daerah
av.
a. Perda tentang bangunan
b. Perda lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota
aw.
ax.
ay.
az.
ba.
bb.
bc.
bd.
be.

bf.
bg.
bh.
bi.
bj.
bk.
bl.
bm.
bn.
bo.
bp.
bq.
br.
bs.
bt.
bu.
bv.
bw.
bx.
by.
bz.
ca.

cb.BAB III
cc. DASAR PENENTUAN BESAR STANDAR UNTUK PERENCANAAN
LINGKUNGAN
cd.
ce.
cf.

3.1. Asumsi

cn.
co.

cg.
Besaran standar ditatapkan berdasarkan ketentuan sebagai berikut :
Struktur administrasi pemerintahan.
ch.
1 RT
: terdiri dari 150-250 penduduk/3-0-50 umpi
ci.
1 RW
: terdiri dari 8-10 RT
cj.
1 Kelurahan
: terdiri dari 10-12 RW
ck.
1 Kecamatan : terdiri dari 4-6 lingkungan
cl.
1 Kota
: terdiri dari sekurang-kurangnya 1 kecamatan
Data dasar
- Angka kelahiran 2,4 % per tahun
- Jumlah penghuni rumah rata-rata 5 orang
- Presentasi usia TK 8%
- Presentasi usia SD 15%
- Kecepatan rata-rata pejalan kaki 4000 m per jam
cm.
3.2 Informasi
cp.
Dalam membuat perencanaan diperlukan beberapa informasi sebagai berikut:
- Informasi kependudukan meliputi jumlah,kondisi dan sifatnya
- Mengenai kondisi fisik,kondisi alam, dan bangunan bangunan
- Informasi mengenai social budaya dan ekonomi

cq.
cr.
cs.
ct.

3.3 Kependudukan
3.3.1 Statistik Penduduk
cu. Data statisti yang dibutuhkan adalah :
a. Jumlah penduduk, untuk menentukan
- luas kebutuhan ruang
- besar dan jenis fasilitas dan pelayanan
- klasifikasi kota
b. Struktur penduduk menurut umur dan jenis kelamin
c. Struktur penduduk menurut pekerjaan

d. Penyebaran penduduk
cv.
cw.
3.3.2 Kepadatan Penduduk
cx.
cy.
Pada dasarnya kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk dibagi luas wilayah.
Kepadatan bruto (gross density) yaitu jumlah penduduk dalam suatu wilayah dibagi luas wilayah
tersebut lepas dari pada peruntukan tanah tersebut.
cz.
da.
3.3.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Penduduk
db.
dc.
Pertumbuhan dan perkembangan penduduk pada dasarnya disebabkan oleh :
- Banyaknya kelahiran
- Berkurangnya kematian
- Keluar masuk penduduk dari dan ke luar kota
dd.
de. Pertumbuhan dan perkembangan penduduk akan menentukan :
- Pertumbuhan dan perkembangan kota sendiri
- Pola pengturan kota dan kemungkinan perluasan
- Kemungkinan penyediaan lapangan pekerjaan
- Besaran jenis dan susunan fasilitas serta pelayanan
df.
dg.
3.4 Fisik
dh.
3.4.1 Persyaratan Dasar
di.
dj.
Kawasan perumahan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
- Aksesbilitas
- Kompatibilitas
- Fleksibilitas
- Ekologi
dk.
dl. Untuk memenuhi syarat syarat diatas diperlukan informasi tentang :
- Topografi
- Sumber alam
- Kondisi fisik tanah
- Lokasi
- Tata guna tanah
- Nilai dan harga tanah
- Iklim
- Bencana alam
- Vegetasi
dm.
dn.
3.4.2 Bangun Bangunan
do.
dp.
Hal yang perlu di perhatikan dala mencari data mengenai bangunan gedung adalah :
- Jenis dan macam bangunan
- Kapasitas dan jenis pelayanan tiap jenis dan macam bangunan tersebut
- Distribusi dan kepadatan bangunan
- Hubungan dengan bangun bangunan lain pada wilayah yang lebih luas
dq.
dr.
3.4.3 Sosial dan Ekonomi
ds.
dt. Analisa keadaan social dan ekonomi ditinjau dari :
- Latar belakang sejarah tiap kota
- Agama
- Harus diperhatikan dala kaitan penyediaan sarana
- Pendidikan
- Pola hidup
- Mata pencaharian dan system ekonomi yang meliputi system produksi dan pemasaran
- Struktur konsumsi masyarakat dll
du.

dv.
dw.
dx.
dy.
dz.
ea.
eb.

ec. BAB IV
ed.BESARAN STANDAR UNTUK PERENCANAAN SARANA LINGKUNGAN
ee.
ef.
eg.

4.1 Sarana Hunian


eh.

Besaran sarana sarana dapat ditentukan dengan ketentuan-ketentuan sebagai

berikut :
ei.
a. Luas perpetakan tanah untuk rumah
ej.
ek.

Rumus

U
= L per orang
Tp

el.
em.
U
= Kebutuhan udara segar/ jam dalam satuan m3
en. Tp
= Tinggi plafond dala satuan m
eo. L per orang
= Luas lantai per orang
ep.
b. Lokasi kawasan perumahan
eq.
er.
Lokasi kawasan perumahan ini harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
- Tidak terganggu oleh polusi
- Dapat disediakan air bersih
- Memberikan kemungkinan untuk perkembangan pembangunannya
- Mempunyai aksesbilitas yang baik
- Mudah dan aman mencapai tempat kerja
- Tidak berada di bawah permukaan air setempat
- Mempunyai kemiringan rata rata
es. 4.2 Sarana pendidikan
et.
eu.
Dalam merencanakan sarana pendidikan harus bertitik tolak dari tujuan
tujuan yang akan dicapai. Sarana pendidikan yang berupa ruang belajar harus
memungkinkan siswa untuk dapat mengembangkan keterampilan, pengetahuan, serta sikap
secara optimal.
ev.
ew. 4.2.1 Kebutuhan Ruang Belajar Tingkat Pra Sekolah
ex.
ey.
Untuk menentukan ruang perlu dihitung :
- Berapa anak usia sekolah yang ada di lingkungan pemukiman
- Berapa unit ruang belajar yang sudah tersedia dan berapa daya tampungnya
- Berapa proyeksi anak usia pra sekolah pada 5 tahun yang akan datang
ez.
fa.
fb.
kedepan
fc.
fd.
sekolah
fe.
ff.

A = (Up5 Us) x a%
A
Up5

= Jumlah anak usia pra sekolah yang perlu ditampung


= Hasil proyeksi anak usia pra sekolah selama 5 tahun

Us
a%

= Anak usia pra sekolah yang sudah tertampung


= anak usia pra sekolah yang ingin memasuki pendidikan pra

fg.

S=

A
E

fh.
fi.
S
= Kebutuhan ruang yang diperlukan
fj.
E
= Efisien berdasar kondisi lingkungan
fk.
fl.
fm.
fn. 4.2.2 Kebutuhan Ruang Belajar Untuk SD
fo.
fp.
Untuk menentukan kebutuhan ruang perlu dihitung :
- Berapa anak usia SD yang ada di lingkungan pemukiman
- Berapa unit ruang belajar yang sudah tersedia dan berapa daya tampungnya
- Berapa proyeksi anak usia SD pada 5 tahun yang akan datang
fq.
fr.
fs.
ft.
fu.
fv.
pendidikan SD
fw.
fx.
fy.
fz.

Dt = (Dp5 Ds) x d%
Dt
Dp5
Ds
d%

= Jumlah yang perlu di tamping


= Hasil proyeksi anak usia SD selama 5 tahun kedepan
= Anak usia SD yang sudah tertampung
= presentasi jumlah anak usia SD yang perlu memasuki

kebutuhan ruang belajar yang diperlukan dapat dihitung dengan rumus :


Ssd =

Dt
E

ga.
gb. 4.2.2 Kebutuhan Ruang Belajar Untuk SLP
gc.
gd.
Untuk menentukan kebutuhan ruang belajar SLP perlu dihitung :
- Berapa jumlah lulsan SD dalam lingkungan pemukiman (Lsd)
- Berapa proyeksi lulusan SD selama 5 tahun ke depan (Lsd5)
- Berapa lulusan SD yang dapat ditampung oleh ruang belajar yang sudah tersedia (Lsds)
- Presentasi lulusan SD yang melanjutkan ke SLP (p%)
ge.
gf.
Lsdt = (Lsd5 Lsds) x p%
gg.
gh.
Sehingga kebutuhan ruang belajar adalah :
gi.
gj.

Sslp =

Lsdt
E

gk.
gl. Sekolah Lanjutan Pertama (SLP)
gm.
gn.
Adalah sekolah untuk melayani lulusan SD dimana 3 SD dilayani oleh 1 SLP yang
dipakai pagi dan sore.
go.
gp.
Untuk SLP dapat dipakai pagi dan sore (2 sekolah)
gq.
Sarana sarana pelengkap seperti :
- Parkir
- Lapangan olah raga
gr.
gs.
Luas lantai
: SLP umum
: 1514 m2
gt.
SLP khusus : 2551 m2
gu.
Luas tanah
: SLP umum
: 2700 m2
gv.
SLP khusus : 5000 m2
gw.
gx. 4.2.3 Kebutuhan Ruang Belajar Untuk SLA

gy.
gz.
Untuk menentukan kebutuhan ruang belajar SLA perlu dihitung :
Berapa jumlah lulsan SLP dalam lingkungan pemukiman (Lslp)
Berapa proyeksi lulusan SLP selama 5 tahun ke depan (Lslp5)
Berapa lulusan SLP yang dapat ditampung oleh ruang belajar yang sudah tersedia (Lslps)
Presentasi lulusan SLP yang melanjutkan ke SLA (a%)
Berapa daya tampung satu unit ruang belajar SLA yang paling efektif dan efisien
berdasarkan situasi dan kondisi lingkungan pemukiman (E)

ha.

hb.

( Lslp 5Lslps ) x a
E

Ssla =

hc.
hd. Sekolah Lanjutan Atas (SLA)
he.
hf.
Adalah sekolah untuk melayani lulusan SLP dimana 1 SLP dilayani oleh 1
SLA yang dipakai pagi dan sore.
hg.
hh.
Sarana sarana pelengkap seperti :
- Parkir
- Lapangan olah raga
hi.
hj.
Luas lantai
: SLP umum
: 1514 m2
hk.
SLP khusus : 2551 m2
hl.
Luas tanah
: SLP umum
: 2700 m2
hm.
SLP khusus : 5000 m2
hn.

ht.
N

id.
1

ho. Catatan :
hp.
- Untuk SLP san SLA Umum Building Coverage sebaiknya diusahakan tidak lebih dari 60%
- Untuk SLP dan SLA khusus dimana tersedia laboratorium dan ruang kerja tidak lebih dari
50%
hq.
hr. Tabel 1. SARANA PENDIDIKAN
hs.
hv. Min
hy. P
im
r
um
hx. Lu
o
hz. Ra
pe
hw. L
as
ia. Ke
hu. J
s
diu
nd
o
lan
but
ib. St
e
e
s
ud
k
tai
uh
an
n
n
pen
uk
a
Lu
an
da
i
cap
pe
s
as
par
r
s
t
aia
nd
i
tan
kir
a
n
uk
ah
s
un
e
g
ie.

T
a
m
a
n
K
a
n
a
k
k
a
n
a

if.

100
0p

ig.

Di
te
n
g
a
h
te
n
g
a
h
k
el
o
m
p
o

ih.

ii.

250
m2
120
0
m2

ij.

ik.

500
m2

il.

im. 15
m2
/
mr

ic.
Ket

in.

k
k
el
ar
g
a
+
ta
m
a
n

(
2
k
e
l
a
s
@
3
5
4
0

io.
2

ip.

m
u
r
i
d
)
S
D

iq.

160
0p

ir.

(
6

-di
tt
o-

is.

Di
k
el
o
m
p
o
k
a
n
d
e
n
g
a
n
ta
m
a
n
d
a
n
la
p
a

je.

it.

k
e
l
a
s

400
600
m2
360
0
m2

iu.

L15
14
m2
T27
00
m2
L25
51
m2
T50
00
m2

ji.

iv.

1000
m2

iw.

ix.

15
m2/
mr
2,2
5
m2/
mr

iz.

15
m2
/mr
jm. 27,
7m
2
/
mr

jn.

iy.

@
4
0

ja.
3

jb.

m
u
r
i
d
)
S
L
P
(
6
k
e
l
a
s
@
3
0
m
u
r
i
d
d

jc.

480
0p

jd.

jf.
jg.

jh.

jj.

jk.

jl.

i
p
a
k
a
i

n
g
a
n
ol
a
h
ra
g
a

p
a
g
i
d
a
n

jo.
4

jp.

s
o
r
e
)
S
L
A
(
6
k
e
l
a
s
@
3
0
m
u
r
i
d
d
i
p
a
k
a
i
p
a
g
i
d
a
n
s
o
r
e

kc.
kd.
ke.
kf.

jq.

1
SLP
(pag
i dan
sore
)

jr.

-di
tt
o-

js.

jt.
ju.

jv.

L15
14
m2
T27
00
m2
L25
51
m2
T50
00
m2

jw.

jx.

jy.

jz.

15
m2
/mr
ka. 27,
7m
2
/
mr

kb.

kg.
kh.
ki. 4.3 Sarana Kesehatan
kj.
kk.
Sarana kesehatan bukan saja penting untuk kesehatan penduduk, melainkan
berfungsi pula untuk mengendalikan perkembngan danpertumbuhan penduduk.
kl.
km.4.3.1 Balai Pengobatan (BP)
kn.
ko.
Fungsi utama balai pengobatan adalah memberikan pelayanan pada penduduk dala
bidang kesehatanyang dititik beratkan pada penyembuhan (curative) tanpa perawatan;
berobat dan pada waktu waktu tertentu juga untuk vaksinasi (preventive). Lokasinya juga
harus terletak di lingkungan keluarga dimana radius pencapaiannya tidak boleh lebih dari
1000 m.
kp.
Minimum penduduk yang dapat mendukung sarana ini adalah 1000 penduduk (1
RW), Luas lantai yang dibutuhkan adalah 150 m 2. Bila kepadatan bangunan (building
coverage) 50%
kq. Maka luas tanah yang dibutuhkan adalah :
kr.
ks.

100
50

x 150 m2 = 300 m2

kt.

ku.
Sarana sarana lain yang sebaiknya ada dan mendukung sarana ini adalah :
- Tempat parkir
- Pusat pertokoan
- Taman kanak-kanak
kv.
kw.
kx.
ky.
kz.
la.
lb.
lc.
ld.
le.
lf.
lg.
lh.
li.
lj.
lk.
ll.
lm.
ln.
lo.
lp.
lq.
lr.
ls.
lt.
lu.
lv.
lw.
lx.
ly.
lz.
ma.
mb.
mc.

md.
me.
mf. Tabel 2. SARANA KESEHATAN
mg.
mh.
N
mi.
Jen

mr.
1

ms.
BP

mj. Min
imu
m
pen
du
duk
pen
duk
un
g
mt. 3000
pend

ml. L
u
a
s
mk.Lok
asi

mu. Di
tenga
h
tenga
h
kelo
mpok
kelua
r tdk
meny
ebran
g
jalan
lingk
unga
n

t
a
n
a
h
mv. 3
0
0
m
2

mm.
Pros
e
n
t
a
s
e
mw.

mn.Radi
us
penc
apai
an

mo.Keb
utu
han
par
kir

mx. Maks
my. 1000
m2

mz. Diga
bung
deng
an
parki
r
umu
m

mp.S
t
a
n
d
a
r

na. 0
,
1
m
2

/
p

mq.K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
nb. A
s
u
m
s
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
a
n
k
e
b
u
t
u
h
a
n
t
a
n
a
h
:
b
a
n
g
u
n
a
n
t
i
d
a
k
b
e
r

t
i
n
g
k
a
t
,
b
u
i
l
d
i
n
g
c
o
v
e
r
a
g
e
3
0

6
0
%

nc.
2

nd.
Bala

ne. 1000
0
pend

nf.

-ditto--

ng. 1
6
0
0

nh.

ni.

nr.

ns.

2000
m2

nj.

m
2

nm.
3

nw.
4

nn.
Pus

nx.
Pus

no. 3000
0
pend

ny. 1200
00
pend

np. Di
pusat
lingk
unga
n
meng
elom
pok
deng
an
pelay
anan
sosial
nz. Di
pusat
keca
mata
n

nq. 1
2
0
0
m

nt.

Diper
lukan
parki
r
umu
m

oa. 2
4
0
0

oi.

2400
00
pend

oj.

Di
temp
at
yang
tenan
g
tidak
di

ok. 8
,
6
4
H
A

nu. 0
,
0
4
m

nv.

/
p

ob.

oc.

od. Diper
lukan
parki
r
umu
m

oe. 0
,
0
2
m
2
/
p

of.

ol.

om.

on. Area
parki
r
term
asuk

oo. 3
tt
/
1
0
0
0
/

oq. b
a
n
g
u
n
a
n

oh.
Rum

nl.

og.
5

nk. 0
,
1
6
m
2
/
p

temp
at
sumb
er
peny
akit

p
op.

t
i
d
a
k

L
tt
/
1
2
0
m

b
e
r
t
i
n
g
k
a
t
,
b
u
i
l
d
i
n
g

0
,
4
5
m
2
/
p

c
o
v
e
r
a
g
e
3
0

4
0
%

or.
6

os.
Tem

ot.

5000
pend

ou. Idem
deng
an
balai
peng
obata
n

ov. B
e
r
s
a
t
u
d
e
n
g
a
n
r
u
m
a
h
t
i
n
g
g

ow.

ox. 1500
m2

oy.

oz. L
T
P
D
.
/
5
0
0
0
p

pa.

a
l

pb.
7

pc.
Apot

pd. 1000
0
pend

pe. Di
pusat
RW /
lingk
unga
n

pf.

3
5
0
m
2

pg.

ph.

pi.

Diga
bung
deng
an
perki
r
umu
m

pj.

I
A
P
/
1
0
0
0
0
/
p
.
pk. 0
,
0
3
5
m
2
/
p

pl.

A
s
u
m
s
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
a
n
k
e
b
u
t
u
h
a
n
t
a
n
a
h
:
b
a
n
g
u
n
a
n
t
i
d
a
k
b
e
r
t
i
n
g
k
a
t
,
b
u

i
l
d
i
n
g
c
o
v
e
r
a
g
e
5
0

7
0
%

pm.