Anda di halaman 1dari 67

Matrik Indikasi Rencana Program Prioritas Pembangunan

NO
I

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


PENINGKATAN
AKSESIBILITAS
DAN
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN
PENDIDIKAN,
TERTUTAMA
BAGI
MASYARAKAT MISKIN

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

A. Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas


Pelayanan Pendidikan.
Program Utama
1. Program Wajib Belajar
Dasar Sembilan Tahun

Pendidikan 1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

8)
2.

Program Pendidikan Menengah

1)
2)
3)
4)

Pembangunan/rehabilitasi sarana prasarana 1. Dinas Pendidikan


pendidikan dasar.
Penyelenggaraan Paket A setara SD
Penyelenggaraan Paket B setara SLTP
Pembinaan kelembagaan dan manajemen
sekolah
Pengembangan materi belajar mengajar
Penyediaan
berbagai
alternatif
layanan
pendidikan dasar yang murah dan bermutu
Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTs serta
pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan
Non-Islam setara SD dan SMP.
Sosialisasi informasi pendidikan dasar
Pembangunan/rehabilitasi sarana prasarana 1. Dinas Pendidikan
pendidikan menengah
Penyelenggaraan Paket C
Penyediaan Bantuan Operasional Manajemen
Mutu (BOMM)
Pengembangan materi belajar mengajar

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

3.

KEGIATAN
5) Penyediaan
berbagai
alternatif
layanan
pendidikan dasar yang murah dan bermutu
6) Pengembangan sekolah menengah kejuruan
(SMK)
7) Peningkatan pengembangan mutu manajemen
pelayanan menengah kejuruan berstandar
internasional
8) Penyediaan bea siswa bagi keluarga tidak
mampu
9) Peningkatan kerja sama dengan dunia usaha
dan dunia industri.
10) Sosialisasi informasi pendidikan menengah

Program Peningkatan Mutu Pendidik 1)


dan Tenaga Kependidikan
2)
3)
4)
5)

4.

Program
Manajemen
Pendidikan

.
Pelayanan 1)
2)
3)
4)
5)

INSTANSI PELAKSANA

Peningkatan rasio pelayanan tenaga pendidik 1. Dinas Pendidikan


didasarkan pada ketepatan kualifikasi, jumlah,
kompetensi dan lokasi.
Peningkatan kualitas layanan tenaga pendidik
Peningkatan kesejahteraan dan perlindungan
hukum bagi tenaga pendidik
perlindungan hukum dalam melaksanakan
tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual
Peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga
pendidik
Peningkatan
peran
dan
fungsi
dewan 1. Dinas Pendidikan
pendidikan Provinsi, Kabupaten/kota
Pembinaan dan pemberdayaan Komite Sekolah
Peningkatan pemberdayaan orangtua siswa dan
masyarakat sebagai stakeholders sekolah
Pembuatan standar pelayanan minimal bidang
pendidikan
Penerapan manajemen berbasis sekolah

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


6)

7)

8)

5.

Program Pengembangan Nilai Budaya

1)
2)
3)

6.

Program
Budaya

Pengelolaan

Kekayaan 1)
2)
3)
4)

5)
6)
7)

KEGIATAN
Peningkatan partisipasi masyarakat, baik dalam
penyelenggaraan,
pembiayaan,
maupun
pengelolaan pembangunan pendidikan.,
Penuntasan Penyetaraan Pendidikan Diniyah
dan Pesantren Salafiyah dengan Pendidikan
Umum
Pengembangan
kebijakan,
melakukan
perencanaan,
monitoring,
evaluasi,
dan
pengawasan pelaksanaan pembangunan pada
semua jenjang pendidikan.

INSTANSI PELAKSANA

Pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah


Penyusunan kebijakan tentang budaya lokal
daerah;
Pemberian
dukungan,
penghargaan
dan
kerjasama dibidang budaya.

1. Dinas Kebudayaan dan


Pariwisata

Fasilitasi
partisipasi
masyarakat
dalam
pengelolaan kekayaan budaya
Pelestarian fisik dan kandungan bahan pustaka
termasuk naskah kuno
Penyusunan kebijakan pengelolaan kekayaan
budaya lokal daerah
Pengelolaan dan pengembangan pelestarian
peninggalan sejarah purbakala, museum dan
peninggalan bawah air;
Pengembangan kebudayaan dan pariwisata;
Pendukungan pengelolaan museum dan taman
budaya di daerah;
Pengelolaan karya cetak dan karya rekam.

1. Dinas Kebudayaan dan


Pariwisata

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


7. Program
Pengelolaan
Keragaman
Budaya

1)
2)
3)
4)
5)

KEGIATAN
INSTANSI PELAKSANA
Pengembangan kesenian dan kebudayaan
daerah;
1. Dinas Kebudayaan dan
Fasilitasi perkembangan keragaman budaya
Pariwisata
daerah;
Fasilitasi penyelenggaraan festifal budaya
daerah;
Fasilitasi pengembangan kemitraan dengan
LSM dan perusahaan swasta;
Membangun
kemitraan
pengelolaan
kebudayaan antar daerah.

Program Penunjang
1. Program Pengambangan Kurikulum

1) Pengembangan kurikulum muatan lokal bahasa 1. Dinas Pendidikan


daerah.
2) Pengembangan kurikulum muatan lokal potensi
atau keunggulan daerah dimana sekolah itu
berada
3) Pengembangan kurikulum muatan lokal budi
pekerti ;
4) Pengembangan kurikulum muatan lokal seni dan
budaya daerah ;
5) Pengembangan
kurikulum
muatan
lokal
pembelajaran Anti Korupsi.

2.

1)

Program Pendidikan Anak Usia Dini

2)
3)
4)

Penyediaan dan pemerataan sarana dan 1. Dinas Pendidikan


prasarana pendidikan anak usia dini (PAUD)
yang murah dan bermutu.
Pengembangan kurikulum dan bahan ajar yang
bermutu,
perintisan model-model pembelajaran PAUD,
Pengembangan
kebijakan,
melakukan
perencanaan,
monitoring,
evaluasi,
dan
pengawasan
pelaksanaan
pembangunan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


5)
3.

Program Pendidikan Non-Formal

4.

Program Pendidikan Luar Biasa

1)

KEGIATAN
pendidikan anak usia dini.
Sosialisasi informasi pendidikan menengah

INSTANSI PELAKSANA

Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, 1. Dinas Pendidikan


beserta tenaga pendidik, dan lainnya, yang
bermutu secara memadai,
2) Pengembangan partisipasi masyarakat dalam
penyelenggaraan pendidikan non-formal.
3) Penguatan satuan-satuan pendidikan nonformal
4) Pengembangan kurikulum, bahan ajar, dan
model-model pembelajaran pendidikan nonformal
5) Fasilitasi
penyediaan
biaya
operasional
pendidikan dan/atau subsidi/hibah dalam bentuk
block grant atau imbal swadaya
6) Pemberian
kesempatan
pelaksanaan
pendidikan informal yang dilakukan oleh
keluarga dan lingkungan
7) Penyediaan sarana prasarana pendidikan non
formal.
8) Pembinaan
pendidikan
kursus
dan
kelembagaan
9) Pengembangan pendidikan keaksaraan
10) Pengembangan pendidikan kecakapan hidup
11) Penyediaan informasi pendidikan yang memadai
12) Pengembangan
kebijakan,
perencanaan,
monitoring,
evaluasi,
dan
pengawasan
pelaksanaan pembangunan pendidikan nonformal
1) Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan 1. Dinas Pendidikan
luar biasa.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


2)
3)
4)
5.

Program Pengembangan Budaya Baca 1)


dan Pembinaan Perpustakaan
2)

3)
B. Peningkatkan
Aksesibilitas
Kualitas Pelayanan Kesehatan

KEGIATAN
Pemberian bantuan biaya pendidikan untuk
anak dari keluarga miskin.
Peningkatan kualitas pendidikan sekolah luar
biasa dan akuntabilitas kinerja kelembagaan.
Pengembangan kurikulum muatan lokal

INSTANSI PELAKSANA

Perluasan dan peningkatan kualitas layanan 1. Badan Perpustakaan dan


perpustakaan
Kearsipan
Peningkatan peran serta masyarakat, termasuk
LSM dan dunia usaha dalam menyediakan
fasilitas membaca,.
Peningkatan diversifikasi fungsi perpustakaan

dan

Program Utama
1. Program Upaya Kesehatan Masyarakat 1)

2)
3)

4)
5)
6)
7)

Pengembangan dan penuntasan pelayanan


kesehatan gratis bagi keluarga miskin di
puskesmas
Pembebasan biaya retribusi berobat di
puskesmas
Pengembangan dan penuntasan revitalisasi
puskesmas (termasuk puskesmas pembantu)
dengan tempat perawatan (DTP)
Penyediaan tenaga dokter spesialis pada
puskesmas
Perluasan fungsi pelayanan Pondok Bersalin
Desa (polindes).
Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan
Peningkatan pelayanan kesehatan dasar.

1. Dinas Kesahatan
2. RSUD

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

2.

Program Upaya Kesehatan Perorangan

KEGIATAN
8) Peningkatan upaya penanggulangan masalah
kesehatan masyarakat,
9) Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana
dan prasarana puskesmas dan jaringannya
10) Penyusunan
standar
pelayanan
minimal
puskesmas dan jaringanya.
1)

2)
3)
4)
5)

3.

Program Promosi Kesehatan


Pemberdayaan Masyarakat

4.

Program Lingkungan Sehat

dan

Pengembangan dan peningkatan efektivitas 1.


pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin 2.
di kelas III rumah sakit.
Revitalisasi rumah sakit daerah,
Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana
dan prasarana rumah sakit,
Peningkatan upaya penanggulangan masalah
kesehatan masyarakat,
Penyusunan standar pelayanan minimal rumah
sakit

INSTANSI PELAKSANA

Dinas Kesahatan
RSUD

1) Revitalisasi upaya kesehatan bersumber daya 1. Dinas Kesahatan


masyarakat.
2) Peningkatan
pengetahuan
kesehatan
masyarakat
3) Pengembangan
dan pemberdayaan
Pos
Kesehatan Pesantren (Poskestren), Gerakan
Pramuka Satuan Karya Bakti Husada (SBH),
dan Desa Siaga.
4) Pemberdayaan lembaga masyarakat peduli
kesehatan.
1) Penyediaan dan pengelolaan air bersih dan 1. Dinas Kesahatan
sanitasi lingkungan berbasis komunitas

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

5.

Program Perbaikan Gizi Masyarakat

KEGIATAN
INSTANSI PELAKSANA
2) Peningkatan kelayakan dan kesehatan rumah
tinggal penduduk.
3) Pembinaan sarana sanitasi lingkungan
4) Pengembangan wilayah sehat.
1) Penanggulangan kurang energi protein (KEP), 1. Dinas Kesahatan
anemia gizi besi, gangguan akibat kurang
yodium (GAKY), kurang vitamin A, dan
kekurangan zat gizi mikro lainnya,
2) Peningkatan pendidikan masyarakat (civic
education)

6.

Program Sumber Daya Kesehatan

1)
2)
3)

7.

Program
Obat
Kesehatan

dan

Perbekalan 1)
2)
3)
4)

8.

Program
Pencegahan
Pemberantasan Penyakit

dan 1)
2)
3)
4)

Perencanaan dan pemenuhan kebutuhan 1. Dinas Kesahatan


tenaga kesehatan yang berkualitas
Peningkatan keterampilan dan profesionalisme
tenaga kesehatan
Pembinaan tenaga kesehatan
Peningkatan ketersediaan serta pemerataan 1. Dinas Kesahatan
obat dan perbekalan kesehatan.
Peningkatan mutu obat dan perbekalan
kesehatan.
Peningkatan keterjangkauan harga obat dan
perbekalan kesehatan.
Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas
dan rumah sakit.
Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko 1. Dinas Kesahatan
terhadap penyakit menular
Peningkatan pelayanan imunisasi
Penemuan dan tatalaksana penderita.
Peningkatan surveilens epidemiologi dan
penanggulangan wabah.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


5)

9.

Program
Makanan

Pengawasan

Obat

KEGIATAN
Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi
(KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit.

1. Dinas Kesahatan
dan 1) Peningkatan pengawasan obat dan makanan.
2) Peningkatan pengawasan dan pengendalian
kesehatan makanan.
3) Standarisasi pengawasan obat dan makanan.
4) Pengembangan obat asli/tradisional daerah

10. Program Kebijakan dan Manajemen 1) Pengkajian kebijakan untuk meningkatkan 1.


Pembangunan Kesehatan
pelayanan kesehatan yang murah dan bermutu 2.
bagi masyarakat, terutama penduduk miskin.
2) Pengembangan sistem perencanaan dan
penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian,
pengawasan.
3) Peningkatan investasi pelayanan kesehatan
4) Penguatan jejaring antar rumah sakit umum dan
rumah sakit khusus
5) Pengembangan dan peningkatan
sistem
informasi kesehatan.
II

MEMPERLUAS
LAPANGAN
KERJA,
KEPENDUDUKAN DAN TRANSMIGRASI,
MENINGKATKAN
EFEKTIFITAS
PENANGGULANGAN KEMISKINAN, DAN
KESEJAHTERAAN
SOSIAL,
SERTA
MEMBERDAYAKAN EKONOMI RAKYAT
A. Perluasan Lapangan Kerja

INSTANSI PELAKSANA

Dinas Kesahatan
RSUD

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


Program Utama
1. Program Perluasan dan Penempatan
Kerja

2.

Program Peningkatan Kualitas


Produktifitas Tenaga Kerja

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

1) Penciptaan lapangan kerja


1. Dinas Tenaga Kerja,
2) Fasilitasi
pemberian
bantuan
modal
Transmigrasi dan
pengembangan usaha bagi UKM yang sehat
Kependudukan.
dan prospektif ;
3) Pembentukan Wirausaha Baru di sektor Usaha
Mandiri Sector Informal (WUB-UMSI),
4) Pembentukan Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan
5) Terapan Teknologi Karya (TPK) kegiatan padat
karya produktif dan infrastruktur ;
6) Penataan dan pengembangan sektor informal
perkotaan.
7) Pengembangan potensi wilayah dan kluster
ekonomi pedesaan
8) Pengembangan produk unggulan spesifik dan
kompetitif yang berdampak langsung terhadap
penciptaan lapangan kerja.
9) Pengembangan dan perbaikan infrastruktur
pedesaan.
10) Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri dan
Luar Negeri
11) Pengembangan dan peningkatan Bimbingan
Jabatan dan Bursa Kerja,
12) Penyempurnaan peraturan dan kebijakan
ketenagakerjaan agar tercipta pasar kerja yang
fleksibel.
13) Pemantauan dinamika pasar kerja dan
pengendalian melalui berbagai intervensi yang
harus dilakukan oleh pemerintah.

dan 1)

Pengembangan standar kompetensi kerja dan 1. Dinas Tenaga Kerja,


sistem sertifikasi kompetensi tenaga kerja.
Transmigrasi dan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


2)
3)

4)
5)
6)

2.

Program Pengawasan Ketenagakerjaan 1)


dan Perlindungan Tenaga Kerja
2)
3)

4)
5)
6)

7)
8)

KEGIATAN
Penyelenggaraan program-program pelatihan
kerja berbasis kompetensi.
Peningkatan dan fasilitasi pelaksanaan uji
kompetensi yang terbuka bagi semua tenaga
kerja.
Peningkatan relevansi dan kualitas lembaga
pelatihan kerja,
peningkatan profesionalisme tenaga kepelatihan
dan instruktur pelatihan kerja.
Fasilitasi peningkatan sarana dan prasarana
lembaga latihan kerja.
Peningkatan pengawasan, perlindungan, dan
penegakan hukum ketenagakerjaan.
Penguatan kapasitas kelembagaan pengawasan
ketenagakerjaan ;
Pembinaan dan penerapan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja pada sektor dengan resiko
kecelakaan kerja tinggi ;
Perlindungan terhadap kebebasan berserikat
dan hak atas perundingan bersama.
Peningkatan perlindungan terhadap Tenaga
Kerja Indonesia (TKI).
Peningkatan pencegahan terhadap eksploitasi
dan berbagai bentuk pekerjaan terburuk anak
dan pekerjaan perempuan.,
Fasilitasi kredit lunak bagi calon Tenaga Kerja
Indonesia.
Peningkatan kepesertaan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja, baik sektor pekerja formal
maupun informal.

INSTANSI PELAKSANA
Kependudukan.

1. Dinas Tenaga Kerja,


Transmigrasi dan
Kependudukan.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


3. Program Pengembangan Hubungan 1)
Industrial dan syarat kerja.
2)

3)
4)
5)

KEGIATAN
INSTANSI PELAKSANA
Pemeliharaan dan pengembangan kesempatan 1. Dinas Tenaga Kerja,
kerja yang harmonis antar pelaku produksi.
Transmigrasi dan
Fasilitasi
pencegahan
dan
penyelesaian
Kependudukan.
permasalahan hubungan industrial secara adil,
konsisten, dan transparan.
Mendorong pembentukan dan pemberdayaan
lembaga-lembaga ketenagakerjaan.
Pemberdayaan mediator, konsiliator dan arbiter ;
Peningkatan kualitas dan kuantitas pekerja
rumahan.

B. Penanggulangan Kemiskinan
1. Program Peningkatan Keberdayaan
Masyarakat Perdesaan

2. Program Pengembangan Lembaga


Ekonomi Pedesaan

1) Pemetaan
dan
penyusunan
profil
desa/kelurahan,
2) Penyebarluasan
informasi
tentang
pembangunan yang berwawasan pemberdayaan
masyarakat,
3) Pemanfaatan dan penerapan Teknologi Tepat
Guna,
4) Pemberian stimulus pembangunan desa,
1)
2)
3)
4)
5)
6)

1. BAPEMAS

Pengembangan dan Penguatan kelembagaan 1. Bapemas


ekonomi pedesaan;
Peningkatan usaha ekonomi desa/kelurahan.
Peningkatan usaha ekonomi mikro mendukung
usaha mandiri sektor informal (UMSI),
Pengembangan dan penguatan BUMDes.
Pengembangan kapasitas dan potensi ekonomi
desa,
Peningkatan fungsi pasar desa dan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


7)
8)

3. Program Peningkatan Partisipasi


Masyarakat Dalam Membangun Desa

1)
2)
3)
4)
5)

4. Program Peningkatan Kapasitas


Aparatur Pemerintah Desa

1)
2)

3)

KEGIATAN
pengembangan ekonomi kawasan,
Fasilitasi kemitraan bagi usaha mikro kecil dan
menengah di pedesaan,
Pengembangan usaha bagi kelompok wirausaha
desa,

INSTANSI PELAKSANA

Pengembangan dan peningkatan partisipasi 1. Bapemas


masyarakat.
Optimalisasi peran dan fungsi Tim Koordinasi
penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD),
Pengembangan
dan
fasilitas
program
pemberdayaan masyarakat,
Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan,
nelayan, pesisir, dan petani kecil.
Pemetaan dan pendataan tingkat perkembangan
partisipasi masyarakat dalam pembangunan di
desa/ kelurahan,
Penguatan
dan
pengembangan
sistem 1. Bapemas
kelembagaan masyarakat,
Peningkatan dan pengembangan pelatihan
penguatan kapasitas lembaga kemasyarakatan
dan pemerintahan desa,
Pengembangan dan peningkatan pelatihan
Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM),

NO
III.

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


MENINGKATKAN PERCEPATAN
PERTUMBUHAN EKONOMI YANG
BERKUALITAS DAN BERKELANJUTAN,
TERUTAMA MELALUI PENGEMBANGAN
AGROINDUSTRI/AGROBISNIS, SERTA
PEMBANGUNAN DAN PERBAIKAN
INFRASTRUKTUR

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

A. Revitalisasi Pertanian dan


Pengembangan Agroindustri/
Agrobisnis
Program Utama
1.

Program Peningkatan Kesejahteraan


Petani

1) Pemberdayaan dan pengentasan masyarakat


miskin khususnya petani dan nelayan, laki-laki
maupun perempuan.
2) Pembentukan lembaga keuangan mikro dan
pengembangan kredit usaha berbasis pertanian
bagi kelompok miskin di perdesaan.
3) Pengembangan kredit usaha mikro tanpa agunan
bagi petani dan buruh tani perempuan untuk
mewujudkan kemandirian perempuan secara
ekonomi.
4) Penyederhanaan mekanisme dukungan kepada
petani dan nelayan, serta pengurangan hambatan
usaha pertanian.
5) Perlindungan petani dari persaingan usaha yang
tidak sehat dan perdagangan yang tidak adil.
6) Revitalisasi
sistem
penyuluhan
pertanian,
peternakan, perikanan, dan kehutanan.
7) Penumbuhan dan penguatan lembaga pertanian

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dinas Pertanian
Dinas Perkebunan
Dinas Peternakan
Dinas Perikanan
Badan Ketahanan Pangan
Dinas Koperasi dan
UMKM

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

2.

Program Pengembangan Sumber Daya


Perikanan

KEGIATAN
INSTANSI PELAKSANA
dan pedesaan untuk meningkatkan posisi tawar
petani dan nelayan.
8) Peningkatan dan pengembangan pendidikan dan
pelatihan sumber daya manusia pertanian, yaitu
petani, nelayan, penyuluh, dan aparat pembina
dan penguatan lembaga pendukungnya, untuk
meningkatkan posisi tawar petani.
9) Perbaikan sistem dan mekanisme distribusi
pupuk bersubsidi dan peningkatan kualitas
bibit/benih,
kapasitas
produksi
serta
pengembangan komoditas pertanian bernilai
ekonomi tinggi dan berdaya saing tinggi.
10)Peningkatan produksi gula melalui penyediaan
bibit tebu unggul, bongkar ratoon, dan
penanganan pasca-panen, dan
fasilitasi
pengembangan pembangunan pabrik gula mini.
11)Peningkatan kualitas tembakau sesuai standar
industri dan kualitas ekspor, melalui peningkatan
kualitas bibit, perbaikan sistim budi daya, dan
pengelolaan pasca-panen.
12)Peningkatan ketersediaan pangan hasil ternak
melalui peningkatan populasi ternak, produksi
hasil ternak yang aman sehat, utuh, dan halal
Dinas Perikanan
1) Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
2) Peningkatan usaha perikanan skala kecil,
termasuk di pulau-pulau kecil yang potensial dan
peningkatan pemasaran, standar mutu, dan nilai
tambah produk perikanan
3) Peningkatan produksi perikanan budi daya
melalui
intensifikasi,
diversifikasi,
dan
ekstensifikasi usaha perikanan.
4) Pengembangan kawasan budidaya laut, air

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

5)

6)
7)

3. Program Pengembangan Agrobisnis

1)

2)

3)

4)

5)

6)

KEGIATAN
payau, dan air tawar dan penataan usaha
budidaya tambak dan air tawar.
Pembangunan dan rehabilitasi sarana dan
prasarana perikanan, serta pembangunan
pelabuhan
perikanan
untuk
mendukung
perikanan samudera.
Pembangunan dan pengembangan fasilitas
untuk nelayan
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
perikanan, pengembangan alat tangkap serta
sistem perbenihan, dan pengembangan sistem
sertifikasi balai benih serta lahan budidaya.
Peningkatan mutu dan nilai tambah produk
pertanian dan perikanan di tingkat petani melalui
peningkatan penanganan dan pengolahan
pasca-panen, dan pengeolahan hasil.
Promosi dan pengembangan pemasaran produk
pertanian,
perkebunan,
peternakan
dan
perikanan.
Pengembangan diversifikasi usaha tani, melalui
pengembangan usaha tani dengan komoditas
unggulan dan bernilai ekonomi tinggi.
Peningkatan akses terhadap sumber daya
produktif,
terutama
permodalan,
melalui
pengembangan lembaga keuangan pedesaan
dan sistem pendanaan yang layak bagi usaha
pertanian.
Pengembangan agroindusri di pedesaan dan
pengembangan serta rehabilitasi infrastruktur
pertanian dan pedesaan,
Pengembangan kemudahan perijinan investasi
pada berbagai mata-rantai agrobisnis, mulai dari

INSTANSI PELAKSANA

1.
2.
3.
4.
5.

Dinas Pertanian
Dinas Perkebunan
Dinas Peternakan
Dinas Perikanan
Badan Ketahanan
Pangan
6. Dinas Koperasi dan
UMKM
7. BUMN / BUMD

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

7)

8)

9)

10)
11)
12)

13)

14)

15)

16)

KEGIATAN
budi daya, pasca-panen, pengolahan, dan
pemasarannya,
dan
usaha
perdagangan
berskala kecil dan menengah.
Pengembangan iklim usaha yang kondusif dan
sehat bagi peningkatan investasi di bidang
agrobisnis/agroindustri
Fasilitasi pengembangan agrobisnis melalui
kemitraan masyarakat petani dan pemilik modal
sebagai wujud corporate social responsibility
(CSR).
Pengembangan jejaring perdagangan dan
agrobisnis untuk mendorong pengembangan
pasar yang efisien bagi produk-produk pertanian
dan produk unggulan yang dihasilkan.
Pembangunan Pasar Induk Agribisnis
Pengembangan
terminal/sub-terminal
agrobisnis, dan pusat lelang hasil pertanian.
Pengembangan sistim informasi pasar dan
Pembentukan
clearing-houses
di
bidang
agrobisnis.
Fasilitasi perdagangan antar-wilayah, dan
perlindungan petani dari sistem perdagangan
tidak adil.
Fasilitasi perdagangan antar-wilayah, dan
perlindungan petani dari sistem perdagangan
tidak adil.
Stabilisasi harga produksi pertanian dan
pengembangan
produk
turunannya
serta
penciptaan pasar untuk mendorong perluasan
lapangan kerja.
Pengembangan kawasan sentra pembibitan
pertanian di pedesaan.

INSTANSI PELAKSANA

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

4. Pengembangan Kawasan Agropolitan

KEGIATAN
17) Pengembangan agroindustri dan agrobisinis
padat karya untuk memperluas lapangan kerja
bagi masyarakat lokal, terutama penduduk
miskin.
18) Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi
pertanian, dan pengembangan riset pertanian
melalui pengembangan dan pemanfaatan
teknologi tepat guna, dan spesifik lokasi yang
ramah lingkungan.
1) Pemantapan dan pengembangan kawasan
agropolitan yang strategis dan potensial, melalui
pembentukan klaster komoditas unggulan yang
berpotensi ekspor.
2) Identifikasi potensi wilayah yang layak
dikembangkan menjadi kawasan agropolitan.
3) Fasilitasi
daerah
untuk
mengembangkan
kawasan atau klaster agropolitan berbasis
potensi, dengan mengembangkan produk
unggulan spesifik dan kompetitif.
4) Pembangunan dan pengembangan sarana
prasarana infrastruktur pertanian dan pedesaan
pendukung
Kawasan Agropolitan, termasuk
Perbankan dan lembaga keuangan serta
pengembangan teknologi informatika dan
telekomunikasi.
5) Peningkatan daya tarik investasi ke kawasan
agropolitan, dengan pemberian insentif dan
kemudahan perijinan.
6) Pengembangan kemitraan antara pelaku usaha
besar dan usaha mikro/rumah tangga, kecil dan
menengah
berbasis
komoditas
unggulan
agropolitan.

INSTANSI PELAKSANA

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

14.

Dinas Pertanian
Dinas Perkebunan
Dinas Peternakan
Dinas Perikanan
Badan Ketahanan
Pangan
Dinas Koperasi dan
UMKM
Dinas PU Pengairan
Dinas PU Cipta Karya
Dinas PU Bina Marga
Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
Dinas Pariwisata
Perbankan & Lembaga
Keuangan
Lembaga
Telekomunikasi dan
informasi.
BUMN, BUMD dan
Swasta

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


7)

8)

9)

10)

11)

12)

13)

14)
15)
16)
17)

KEGIATAN
Peningkatan peran perempuan, terutama
penduduk miskin, dalam kegiatan usaha
ekonomi produktif di kawasan agropolitan.
Perluasan jaringan pasar dan pusat-pusat bisnis,
serta peningkatan promosi produk-produk
agropolitan.
Penyusunan desain dan implementasi sistem
pengembangan social capital dan human capital
yang menunjang agropolitan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia di
pedesaan agar mampu menjadi pendukung dan
pengembang agropolitan berdasarkan potensi
pertanian yang ada di masing-masing daerah.
Penguatan rantai pasokan bagi industri
pedesaan, dan penguatan keterkaitan produksi
berbasis sumber daya lokal, baik sumber daya
alam maupun manusia.
Pengembangan, penerapan, pemanfaatan dan
pemasyarakatan ilmu dan teknologi tepat guna
dalam kegiatan usaha ekonomi masyarakat
agropolitan.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan
tentang menajemen pengelolaan
potensi
ekonomi lokal.
Fasilitasi bimbingan teknis peningkatan kualitas
dan kuantitas produk.
Pengembangan jaringan pemasaran dan
kemudahan ijin usaha.
Fasilitasi
dan
koordinasi
pengembangan
kawasan agropolitan.
Pengembangan jaringan kerja sama dan
kemitraan usaha dengan LSM dan perguruan

INSTANSI PELAKSANA

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

5.

Program Peningkatan Ketahanan


Pangan

KEGIATAN
tinggi dalam bidang ekonomi produktif dan
pendampingan
kelompok-kelompok
usaha
ekonomi kawasan agropolitan.
1) Pemantapan ketersediaan pangan di tingkat
rumah tangga, daerah dan wilayah, melalui
pengembangan cadangan pangan masyarakat
dan pemerintah.
2) Pengamanan ketersediaan pangan melalui
percegahan konversi lahan sawah di daerah
irigasi, dan peningkatan mutu intensifikasi
pertanian.
3) Peningkatan
produksi,
produktivitas
dan
peningkatan mutu hasil pertanian, perkebunan,
peternakan dan perikanan.
4) Pengendalian dan penanggulangan hama dan
penyakit.
5) Peningkatan
distribusi
pangan,
melalui
penguatan kapasitas kelembagaan pangan, dan
peningkatan
infrastruktur
pertanian
dan
pedesaan yang mendukung sistem distribusi
pangan.
6) Peningkatan pengelolaan pasca-panen dan
pengolahan
hasil
melalui
optimalisasi
pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna,
7) Penganekaragaman pangan dan perekayasaan
sosial pola konsumsi masyarakat menuju pola
pangan harapan (PPH).
8) Peningkatan pengawasan mutu dan keamanan
pangan, serta pengembangan sistem antisipasi
dini terhadap kerawanan pangan.

INSTANSI PELAKSANA

1.
2.
3.
4.
5.

Dinas Pertanian
Dinas Perkebunan
Dinas Peternakan
Dinas Perikanan
Badan Ketahanan
Pangan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


Program Penunjang
1. Program Optimalisasi Pemanfaatan
dan Pengembangan Sumber Daya
Hutan

KEGIATAN

1) Pengembangan hutan tanaman industri, terutama


pada kawasan hutan non-produktif, termasuk
kemudahan
perijinan
usaha
dan
permodalan/pinjaman.
2) Pengembangan hasil hutan non-kayu dan jasa
lingkungan.
3) Peningkatan
kesadaran
dan
partisipasi
masyarakat, khususnya masyarakat yang hidup
di sekitar hutan, dalam pengembangan hutan
tanaman yang lestari.
4) Penegakan
hukum
terhadap
kegiatan
penebangan liar/ilegal.
5) Pemberdayaan masyarakat yang bertempat
tinggal di dalam dan di sekitar hutan.

INSTANSI PELAKSANA

1. Dinas Kehutanan

B. Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro,


Kecil, dan Menengah
Program Utama
1. Program Pemberdayaan Usaha Skala
Mikro.

1. Dinas Koperasi dan


1) Fasilitasi dan pembinaan usaha mikro.
UMKM,
2) Penyediaan skim-skim pembiayaan alternatif.
3) Peningkatan akses usaha mikro terhadap
permodalan dan kredit.
4) Peningkatan
akses
permodalan
melalui
penyediaan kredit lunak pengurusan sertifikasi
hak atas tanah bagi usaha mikro.
5) Perlindungan dan peningkatan kepastian hukum
bagi usaha mikro.
6) Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN
layanan lembaga keuangan mikro.
7) Pelatihan budaya usaha dan kewirausahaan,
serta bimbingan teknis manajemen usaha.
8) Penyediaan infrastruktur, jaringan pendukung
dan kemitraan usaha bagi usaha mikro,.
9) Fasilitasi pembentukan kelembagaan bagi usaha
mikro,
10) Pengembangan usaha mikro melalui pendekatan
pembinaan sentra-sentra produksi/klaster dan
penyediaan infrastruktur.
11) Pengembangan usaha ekonomi produktif bagi
usaha mikro/sektor informal.

INSTANSI PELAKSANA

2. Program Penciptaan Iklim Usaha bagi


UMKM yang kondusif

1) Fasilitasi dalam formalisasi badan usaha bagi


UMKM.
2) Pengembangan pelayanan perijinan usaha,
pengembangan unit penanganan pengaduan,
serta penyediaan jasa advokasi/mediasi bagi
UMKM.
3) Koordinasi perencanaan kebijakan dan program
UMKM.
4) Peningkatan penyebarluasan, kualitas, dan
pengembangan jaringan pelayanan informasi
UMKM.

1. Dinas Koperasi dan


UMKM

3. Program Peningkatan Kualitas


Kelembagaan Koperasi.

1) Peninjauan dan penyempurnaan peraturan yang


kurang kondusif bagi pengembangan koperasi.
2) Peningkatan
kualitas
administrasi
dan
pengawasan pemberian badan hukum koperasi.
3) Fasilitasi perkuatan dan kemandirian lembaga
gerakan koperasi.
4) penataan dan perkuatan organisasi, serta

1. Dinas Koperasi dan


UMKM

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN
modernisasi manajemen koperasi.
5) Fasilitasi pengembangan infrastruktur pendukung
pengembangan koperasi.
6) Pengembangan sistem pendidikan, pelatihan dan
penyuluhan perkoperasian.
7) Penyediaan insentif dan fasilitasi pengembangan
jaringan kerja sama usaha antar-koperasi.
8) Penyuluhan perkoperasian kepada masyarakat
luas.
9) Koordinasi
perencanaan,
pengendalian,
monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
dan program pembangunan koperasi.
10)Pengembangan koperasi dan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) yang berbasis rakyat/komunitas.

INSTANSI PELAKSANA

Program Penunjang
1. Program Pengembangan
Kewirausahaan dan Keunggulan
Kompetitif UKM

1) Pemasyarakatan
kewirausahaan,
dan
pengembangan sistem insentif bagi wirausaha
baru.
2) Fasilitasi pengembangan UKM/wirausaha baru.
3) Fasilitasi dan pembinaan UKM tentang Hak
Kekayaan Intelektual (Haki).
4) Pembangunan jaringan lembaga pengembangan
kewirausahaan.
5) Fasilitasi pengembangan inkubator teknologi dan
bisnis.
6) Fasilitasi pengembangan kemitraan investasi
antar-UKM.
7) Fasilitasi pengembangan jaringan produksi dan
distribusi.

1. Dinas Koperasi dan


UMKM

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

2. Pengembangan Sistem Pendukung


Usaha bagi UMKM

KEGIATAN
8) Fasilitasi peningkatan kualitas pengusaha kecil
dan menengah menjadi wirausaha tangguh.

INSTANSI PELAKSANA

1) Fasilitasi kemudahan akses UMKM terhadap Dinas Koperasi dan UMKM,


sumber daya produktif.
2) Peningkatan peran serta dunia usaha/masyarakat
sebagai
penyedia
jasa
layanan
dalam
pengembangan UMKM.
3) Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas
layanan lembaga keuangan mikro (LKM), dan
koperasi simpan pinjam/usaha simpan pinjam
(KSP/USP).
4) Perluasan sumber pembiayaan bagi koperasi dan
UMKM, dan peningkatan peran lembaga
keuangan bukan bank.
5) Peningkatan
efektivitas
dan
efisiensi
penyelenggaraan dana pengembangan UMKM
dari instansi pemerintah pusat, daerah dan
BUMN.
6) Dukungan terhadap upaya mengatasi masalah
kesenjangan
kredit
(kesenjangan
skala,
formalisasi, dan informasi) dalam pendanaan
UMKM.
7) Pengembangan dan perkuatan lembaga-lembaga
pelatihan serta jaringan kerja sama antarlembaga pelatihan UMKM.
8) Pengembangan dan revitalisasi unit pelatihan,
serta penelitian dan pengembangan (litbang)
teknis.
9) Penguatan jaringan pasar produk UMKM dan
anggota koperasi.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

C. Peningkatan Investasi, Ekspor NonMigas dan Pedagangan Dalam Negeri


Program Utama
1. Peningkatan Promosi dan Kerjasama 1) Pengembangan sistem informasi penanaman
modal.
Investasi
2) Fasilitasi terwujudnya kerja sama strategis antara
usaha besar dengan usaha mikro, kecil dan
menengah (UMKM), terutama investasi di bidang
pertanian.
3) Promosi investasi yang terkoordinasi, baik di
dalam dan di luar negeri, dan revitalisasi kinerja
kelembagaaan promosi ekspor.
4) Fasilitasi peningkatan koordinasi dan kerja sama
di bidang investasi dengan instansi pemerintah
dan dunia usaha, baik di dalam maupun luar
negeri.
5) Pengembangan bisnis di bidang pelabuhan
melalui kerja sama pihak swasta, out-sourcing
maupun public private partnership, pada lokasi
pelabuhan potensial sebagai akses sentra
produksi dan pemasaran komoditas antarwilayah, termasuk untuk penumpang.
2. Program Peningkatan Iklim Investasi
dan Realisasi Investasi

1. BPM

1) Penyempurnaan peraturan di bidang investasi 1. BPM


yang non-diskriminatif, dan mampu menekan
ekonomi biaya tinggi.
2) Penyederhanaan
prosedur
pelayanan
penanaman modal dengan mengembangkan
pelayanan perijinan satu pintu atau satu atap.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

3. Program
Penyiapan
potensi
sumberdaya, sarana dan prasarana
daerah

4. Program
Peningkatan
Pengembangan Ekspor

KEGIATAN
3) Pemberian insentif penanaman modal yang lebih
menarik,
dan
melakukan
konsolidasi
perencanaan penanaman modal.
4) Pemantauan dan evaluasi, serta pengawasan
pelaksanaan investasi, baik asing maupun
domestik.

INSTANSI PELAKSANA

1) Perkuatan kelembagaan penanaman modal, dan 1. BPM


melakukan kajian kebijakan penanaman modal,
baik dalam dan luar negeri.
2) Penyiapan potensi sumber daya, sarana dan
prasarana daerah yang terkait dengan investasi,
termasuk
pembangunan
dan
perbaikan
infrastruktur untuk mendukung peningkatan
investasi.
3) Penyiapan dan pengembangan perencanaan
penanaman modal di wilayah Madura pascaberoperasinya Jembatan Suramadu, yang
disesuaikan budaya masyarakat lokal.
4) Pengembangan
kebijakan
investasi
pada
agrobisnis, termasuk penanganan pasca-panen,
pengolahan, dan pemasarannya, dan usaha
perdagangan berskala kecil dan menengah.

dan 1)

2)
3)

Pengembangan strategi pemantapan ekspor 1. Dinas Perindustrian dan


untuk meningkatkan kinerja ekspor Jawa Timur,
Perdagangan
termasuk pemanfaatan preferensi dengan mitra
dagang.
Harmonisasi kebijakan ekspor antar-instansi
terkait dan dunia usaha.
Peningkatan
dan
perkuatan
kapasitas
kelembagaan promosi daerah sesuai kebutuhan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN
eksportir secara berkelanjutan.
4) Peningkatan kualitas pelayanan kepada para
eksportir dan calon eksportir, terutama usaha
kecil dan menengah melalui pendekatan support
at company level.
5) Fasilitasi peningkatan mutu produk komoditas
pertanian, perikanan dan industri yang
berpotensi ekspor.
6) Deregulasi
dan
debirokratisasi
melalui
penyederhanaan prosedur ekspor dan impor ke
arah penyelenggaraan konsep single document,
dan secara bertahap mengarah pada paperless
yang mendayagunakan dokumen elektronik.
7) Penyederhanaan prosedur pelayanan eksporimpor dengan mengembangkan pelayanan
perijinan satu pintu atau satu atap,
8) Penguatan kapasitas laboratorium penguji
produk ekspor-impor.
9) Peningkatan jaringan informasi ekspor dan impor
agar mampu merespon kebutuhan dunia usaha,
terutama eksportir kecil dan menengah.
10) Peningkatan efisiensi produksi dan pemasaran
hasil produksi UMKM, serta peningkatan inovasi
proses, rancangan dan kemasan produk UMKM
yang berientasi ekspor.
11) Meningkatkan pendidikan dan latihan bagi calon
tenaga
kerja
migran
(TKI/TKW),
dan
meningkatkan perlindungan kerja, serta fasilitasi
pembiayaan administrasi keberangkatan melalui
pinjaman lunak, dan kemudahan pengiriman
hasil kerja ke daerah asal.

INSTANSI PELAKSANA

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


5. Program
Peningkatan
Efisiensi
Perdagangan Dalam Negri

1)

2)
3)

4)

KEGIATAN
INSTANSI PELAKSANA
Perumusan, alternatif solusi, dan implementasi 1. Dinas Perindustrian dan
penyelesaian
permasalahan,
termasuk
Perdagangan
harmonisasi dari berbagai perangkat peraturan
perundang-undangan tentang distribusi dan
sarana penunjang perdagangan.
Deregulasi dan debirokratisasi dalam rangka
mengurangi hambatan perdagangan;
Pemberdayaan pengusaha dagang mikro, kecil
dan menengah melalui peningkatan sumber daya
manusia akses pasar, dan kemitraan usaha.
Pemantapan dan pengembangan pasar lelang
lokal dan regional, serta sarana alternatif
pembiayaan.

Program Penunjang
1.

Program Perlindungan Konsumen dan 1)


pengamanan perdagangan

2)

3)

4)

Pemberdayaan konsumen dan peningkatan 1. Dinas Perindustrian dan


Perdagangan
kapasitas lembaga perlindungan konsumen,
termasuk kapasitas lembaga penyelesaian
sengketa konsumen.
Perkuatan sistem dan pelaksanaan pengawasan
barang beredar, terutama terhadap pengawasan
barang-barang strategis, obat dan makanan.
Peningkatan pelayanan informasi dan advokasi
terhadap kebijakan perlindungan konsumen guna
meningkatkan kesadaran konsumen terhadap
pentingnya standar barang dan jasa, terutama di
bidang obat dan makanan.
Penyempurnaan peraturan perundang-undangan
perdagangan dalam negeri yang terkait dengan
ekspor-impor,
tertib
usaha,
tertib
ukur,
perlindungan konsumen dan pengawasan barang

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


5)

2.

Program Pengembangan
Pariwisata

Destinasi

KEGIATAN
beredar dan jasa.
Sosialisasi dan bimbingan teknis pengelolaan
standar dan laboratorium metrologi legal, serta
pelaksanaan pengawasan ukuran, takaran,
timbangan, dan perlengkapannya (UTTP).

INSTANSI PELAKSANA

1) Mendorong pertumbuhan dan perkembangan 1. Dinas Kebudayaan dan


investasi dalam industri pariwisata, terutama
Pariwisata
agrowisata, melalui penyederhanaan perijinan,
dan insentif perpajakan bagi investor.
2) Mendorong pengembangan daya tarik wisata
unggulan di setiap kabupaten/kota, secara
bersama dengan pemerintah daerah, swasta dan
masyarakat, untuk membuka lapangan kerja, dan
mengembangkan usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM).
3) Pengembangan
paket-paket
wisata
yang
kompetitif di masing-masing destinasi pariwisata
daerah.
4) Peningkatan kualitas pelayanan dan kesiapan
daerah tujuan wisata, dan aset-aset warisan
budaya sebagai objek daya tarik wisata yang
kompetitif.
5) Revitalisasi
dan
pembangunan
kawasan
pariwisata baru, termasuk pula prasarana dan
sarana dasarnya (seperti jaringan jalan, listrik,
telekomunikasi,
air
bersih,
dan
sarana
kesehatan).
6) Pengembangan kawasan ekowisata (agrowisata)
diintegrasikan dengan pengembangan kawasan
agropolitan, dan wisata bahari.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


KEGIATAN
INSTANSI PELAKSANA
3. Program Pengembangan Pemasaran 1) Pemberian insentif dan kemudahan bagi pelaku 1. Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata
usaha pariwisata dalam membangun produk
Pariwisata
pariwisata (daya tarik dan sarana pariwisata),
terutama di kawasan agropolitan, dan diarahkan
untuk memperluas lapangan kerja.
2) Peningkatan
sadar
wisata
di
kalangan
masyarakat, baik sebagai tuan rumah maupun
sebagai calon wisatawan.
3) Memotivasi dan memberikan kemudahan bagi
perjalanan wisata domestik.
4) Pengembangan sistim informasi pariwisata yang
efisien dan efektif.
5) Optimalisasi kegiatan pameran pariwisata
bertaraf nasional maupun internasional, di dalam
maupun di luar negeri, baik pada negara-negara
mitra pariwisata potensial maupun negaranegara yang memilki kedekatan secara historis
dan kultural dengan Indonesia, seperti Asia
Timur, India dan Timur Tengah.
D. Peningkatan Daya Saing Industri
Manufaktur
Program Utama
1. Program Pengembangan Industri Kecil 1) Pengembangan dan pemberdayaan sentra- 1. Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
sentra potensial industri kecil, dan desa
dan Menengah
kerajinan.
2) Penguatan dan peningkatan alih teknologi proses
produksi, produk, serta pengembangan desain
untuk industri kecil dan menengah, termasuk
industri rumah tangga.
3) Peningkatan produktivitas industri kecil, dan
kerajinan (industri rumah tangga), serta

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

2. Program Penataan Struktur Industri

KEGIATAN
pengembangan pasarnya.
4) Penyediaan kemudahan dan pembinaan dalam
memulai usaha industri kecil dan menengah,
termasuk dalam perijinan, lokasi usaha, dan
perlindungan usaha dari pungutan liar.
5) Pengembangan industri terkait dan penunjang
industri kecil dan menengah.
6) Peningkatan
dan
pengembangan
industri
kerajinan (industri rumah tangga) yang berbasis
seni dan budaya.
7) Penguatan permodalan bagi industri kecil dan
menengah yang akan melakukan ekspansi dan
berorientasi ekspor.
8) Penyelenggaraan pelatihan budaya usaha dan
kewirausahaan,
dan
bimbingan
teknis
manajemen usaha.
9) Peningkatan
implementasi
penyederhanaan
regulasi dalam pengembangan dan perluasan
usaha industri manufaktur.
10) Pengembangan
dan
penerapan
layanan
informasi yang mencakup peluang usaha,
kebutuhan bahan baku, akses permodalan, iklim
usaha, dan akses peningkatan kualitas sumber
daya manusia.

INSTANSI PELAKSANA

1) Pengembangan layanan sistem informasi potensi 1. Dinas Perindustrian dan


produksi industri penunjang dan industri terkait.
Perdagangan
2) Mendorong
terjalinnya
kemitraan
industri
penunjang dan industri terkait.
3) Pengembangan industri penunjang dan industri
terkait.
4) Penguatan kapasitas kelembagaan penyedia

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

3. Program Peningkatan Industri Berbasis


Sumber Daya Alam

KEGIATAN
tenaga kerja industrial yang terampil.
5) Fasilitasi pengembangan prasarana klaster
industri, terutama prasarana teknologinya.
6) Fasilitasi dan koordinasikan pengembangan
pusat-pusat pertumbuhan klaster industri, dan
penyediaan
infrastruktur
dan
jaringan
pendukungnya.

INSTANSI PELAKSANA

1) Pengembangan
dan
peningkatan
industri 1. Dinas Perindustrian dan
berbasis agro (agroindustri), terutama di kawasan
Perdagangan
agropolitan.
2) Penumbuhan dan pengembangan industri
berorientasi ekspor yang memanfaatkan sumber
daya alam lokal.
3) Fasilitasi sinergitas pengembangan industri di
wilayah selatan dan wilayah utara Jawa Timur.
4) Pengembangan dan diversifikasi bahan baku
industri.

Program Penunjang
4.

Program Peningkatan Kualitas Sumber


Daya Manusia

1) Pengembangan standar kompetensi kerja dan 1. Dinas Perindustrian dan


sistem sertifikasi kompetensi tenaga kerja
Perdagangan
industri.
2) Penyelenggaraan program-program pelatihan
tenaga kerja industri berbasis kompetensi.
3) Peningkatan profesionalisme tenaga kepelatihan
dan instruktur pelatihan tenaga kerja industri.
4) Peningkatan sarana dan prasarana lembaga
latihan tenaga kerja industri.
5) Penguatan kapasitas kelembagaan penyedia
tenaga kerja industri.

NO

IV

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


5.

Program
Industri

Peningkatan

6.

Program
Peningkatan
Teknologi Industri

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

Standardisasi 1) Peningkatan penerapan standardisasi produk 1. Dinas Perindustrian dan


industri manufaktur.
Perdagangan
2) Pengembangan
infrastruktur
kelembagaan
standardisasi produk industri manufaktur.
3) Peningkatan persepsi masyarakat tentang
standar produk industri manufaktur.
Kapasitas 1) Pengembangan
klaster
industri
berbasis 1. Dinas Perindustrian dan
teknologi.
Perdagangan
2) Peningkatan fasilitasi kegiatan penelitian dan
pengembangan
teknologi
pada
industri
manufaktur.
3) Mendorong pengembangan dan pemanfaatan
manajemen produksi yang memperhatikan
keseimbangan dan daya dukung lingkungan
hidup, serta teknik produksi yang ramah
lingkungan (clean production).

MEMELIHARA KUALITAS DAN FUNGSI


LINGKUNGAN HIDUP, SERTA
MENINGKATKAN PERBAIKAN
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM,
DAN PENATAAN RUANG.
A. Memelihara kualitas dan fungsi
lingkungan hidup, serta meningkatkan
perbaikan pengelolaan sumber daya
alam, dan penataan ruang

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


Program Utama
1. Program Pengendalian Pencemaran dan
Perusakan Lingkungan Hidup;

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

Pemantauan kualitas udara dan air tanah, di


perkotaan, kualitas air permukaan; serta kualitas
air laut di kawasan pesisir.
2) Pengawasan penaatan baku mutu air limbah,
emisi atau gas buang dan pengelolaan limbah
B3 (bahan berbahaya dan beracun).
3) Peningkatan fasilitas laboratorium lingkungan,
serta fasilitas pemantauan udara (ambient) di
kota-kota besar.
4) Penyusunan regulasi pengendalian pencemaran
dan perusakan lingkungan hidup.
5) Sosialisasi penggunaan teknologi bersih dan
eko-efisiensi di berbagai kegiatan manufaktur
dan transportasi.
6) Peningkatan produksi dan penggunaan pupuk
kompos yang berasal dari limbah domestik
perkotaan.
7) Peningkatan produksi dan penggunaan pupuk
organik di kawasan pedesaan berbasis
pertanian.
8) Peningkatan peran masyarakat dan sektor
informal dalam upaya pemisahan sampah, dan
3R (Reduce, Reuse, Recycle).
9) Pengembangan
sistem
dan
mekanisme
pengelolaan limbah B3 (bahan berbahaya dan
beracun), serta pendirian fasilitas pengelola
limbah B3.
10) Pengembangan sistem insentif dan disinsentif
terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi
mencemari lingkungan.
11) Pengembangan dan penerapan instrumen

1. Badan Lingkungan Hidup


2. Dinas PU Pengairan
3. Dinas PU Cipta Karya
dan Tata Ruang
4. Dinas Perindustrian dan
Perdagangan

1)

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

2. Program Perlindungan dan Konservasi


Sumber Daya Alam

KEGIATAN
pengelolaan lingkungan hidup.
12) Pengembangan
teknologi
berwawasan
lingkungan.
13) Perumusan aturan dan mekanisme pelaksanaan
alternatif pendanaan lingkungan.
1)

Pengkajian kembali kebijakan perlindungan dan


konservasi sumber daya alam.
2) Perlindungan
sumber
daya
alam
dari
pemanfaatan yang eksploitatif dan tidak
terkendali.
3) Perlindungan hutan dari bahaya kebakaran.
4) Pengembangan
koordinasi
kelembagaan
pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) terpadu.
5) Pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman
hayati dari ancaman kepunahan.
6) Pengembangan sistem insentif dan disinsentif
dalam perlindungan dan konservasi sumber
daya alam.
7) Perumusan
mekanisme
pendanaan
bagi
kegiatan perlindungan dan konservasi sumber
daya alam.
8) Pengembangan
kemitraan
dalam
rangka
perlindungan dan pelestarian sumber daya alam.
9) Peningkatan pemberdayaan masyarakat dan
dunia usaha dalam rangka perlindungan sumber
daya alam.
10) Pengembangan sistem perlindungan tanaman
dan hewan melalui pengendalian hama,
penyakit, dan gulma secara terpadu yang ramah
lingkungan.
11) Penyusunan tata-ruang dan peraturan zonasi

INSTANSI PELAKSANA

1.
2.
3.
4.

Badan Lingkungan Hidup


Dinas PU Cipta Karya
dan Tata Ruang
Dinas Kehutanan
Dinas Pengairan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN
untuk perlindungan sumber daya alam.
12) Pengembangan daya dukung dan daya tampung
lingkungan.

INSTANSI PELAKSANA

3. Program Rehabilitasi dan Pemulihan


Cadangan Sumber Daya Alam

1) Penetapan
wilayah
prioritas
rehabilitasi 1. Badan Lingkungan Hidup
pertambangan, hutan, lahan, dan kawasan 2. Dinas Kehutanan
3. Dinas Energi dan Sumber
pesisir, serta pulau-pulau kecil.
Daya Mineral
2) Peningkatan kapasitas kelembagaan, sarana,
dan prasarana rehabilitasi hutan, lahan, dan
kawasan pesisir, serta pulau-pulau kecil.
3) Peningkatan efektivitas reboisasi terpadu.
4) Rehabilitasi ekosistem dan habitat yang rusak
serta pengembangan sistem manajemen
pengelolaannya.
5) Rehabilitasi daerah hulu untuk menjamin
pasokan air irigasi pertanian, dan mencegah
terjadinya erosi dan sedimentasi di wilayah
sungai dan pesisir.

4. Program Pemantapan Pemanfaatan


Potensi Sumber Daya Hutan;

1)
2)
3)
4)
5)
6)

5. Program Pengembangan dan


Pengelolaan Sumber Daya Kelautan;

1)

Penatagunaan hutan dan pengendalian alih 1. Dinas Kehutanan


fungsi, serta status kawasan hutan.
Pengembangan hutan kemasyarakatan, dan
usaha perhutanan rakyat.
Pembinaan kelembagaan hutan produksi.
Pengembangan sertifikasi pengelolaan hutan
lestari.
Pengembangan hasil hutan non-kayu, dan jasa
lingkungannya.
Konservasi sumber daya hutan.
Perumusan
kebijakan
dan
penyusunan 1. Dinas Perikanan dan
peraturan dalam pengelolaan sumber daya laut,
Kelautan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

2)

3)

4)
5)

6)

7)
8)
9)
6. Program Pembinaan Usaha
Pertambangan.

1)
2)

3)
4)
5)

KEGIATAN
INSTANSI PELAKSANA
pesisir,
dan
pulau-pulau
kecil
secara
terintegrasi.
Pengelolaan sumber daya pesisir, laut, dan
pulau-pulau kecil secara efisien, dan lestari
berbasis masyarakat.
Pengembangan sistem MCS (monitoring,
controlling,
and
surveillance)
dalam
pengendalian dan pengawasan.
Penataan ruang wilayah laut, pesisir, dan pulaupulau kecil.
Pengelolaan dan pengembangan kawasan
konservasi laut, dan rehabilitasi habitat
ekosistem yang rusak.
Peningkatan peran aktif masyarakat dan swasta
melalui kemitraan dalam pengelolaan sumber
daya laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
Penataan dan peningkatan kelembagaan,
termasuk lembaga masyarakat di tingkat lokal.
Penegakan hukum bagi pelanggar dan perusak
sumber daya laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
Peningkatan keselamatan, mitigasi bencana
alam laut, dan prakiraan iklim laut.
Pengendalian, pengawasan, dan pembinaan 1. Dinas ESDM
kegiatan usaha pertambangan.
Pengembangan potensi dan konservasi sumber
daya mineral serta rehabilitasi lahan bekas
pertambangan.
Pengembangan pemanfaatan dan konservasi air
bawah tanah.
Peningkatan keselamatan dan kesehatan
masyarakat di sekitar pertambangan.
Pembangunan
masyarakat
(community

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


6)

Program penunjang
1. Program Pengembangan Kapasitas
Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup;

1)
2)
3)

4)

5)

6)
7)

1)
2. Program Peningkatan Kualitas dan
Akses Informasi Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup;
2)

3)

KEGIATAN
development) di wilayah sekitar pertambangan.
Pemulihan lingkungan pasca-tambang, dan
penerapan kebijakan pengelolaan pascatambang, dan produksi migas berwawasan
lingkungan.

INSTANSI PELAKSANA

Pengkajian dan analisis instrumen pemanfaatan 1. Badan Lingkungan Hidup


sumber daya alam secara berkelanjutan.
Peningkatan kapasitas kelembagaan pengelola
sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Pengembangan sistem pengendalian dan
pengawasan sumber daya alam, termasuk
sistem penanggulangan bencana.
Pengembangan
peraturan
perundangan
lingkungan dalam pengendalian pencemaran
dan perusakan lingkungan hidup.
Penegakan hukum terpadu dan penyelesaian
hukum atas kasus perusakan sumber daya alam
dan lingkungan hidup.
Peningkatan pendidikan lingkungan hidup
formal dan non formal.
Pengembangan program Good Environmental
Governance (GEG) secara terpadu.
Penyusunan data base sumber daya alam, 1. Badan Lingkungan Hidup
termasuk di pulau-pulau kecil.
2. Dinas Kehutanan
Pengembangan valuasi sumber daya alam
meliputi hutan, air, pesisir, dan cadangan
mineral.
Penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan
(NSDH).

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


4)
5)

3. Program Mitigasi dan Penanggulangan


Bencana

1)
2)
3)

4. Program Perencanaan Tata Ruang

1)
2)
3)
4)

5. Program Pemanfaatan Ruang

1)
2)
3)
4)
5)
6)

KEGIATAN
Peningkatan akses informasi mitigasi bencana
serta potensi sumber daya alam dan lingkungan.
Peningkatan pelibatan peran masyarakat dalam
bidang informasi dan pemantauan kualitas
lingkungan hidup.
Mitigasi bencana
Penanganan tanggap darurat
Penanganan paska bencana

INSTANSI PELAKSANA

1. Badan Penanggulangan
Bencana
2. Dinas PU Pengairan
3. Dinas PU Bina Marga
4. Dinas PU Cipta Karya
dan Tata Ruang
5. Dinas Sosial
6. Dinas Kesehatan

Penyusunan dan penetapan Rencana Tata


Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP).
Penyusunan dan penetapan Rencana Tata
Ruang Kawasan Strategis Provinsi.
Penyusunan dan penetapan rencana detail tata
ruang untuk RTRWP
Pemaduserasian RTRW Propinsi Jawa Timur
dengan RTRW Kabupaten/Kota

1) Bappeda Prov Jatim


2) Dinas PU Cipta Karya
dan Tata Ruang

Sinkronisasi program dan anggaran provinsi


Fasilitasi dan koordinasi antar penataan ruang
kabupaten/kota.
Pemanfaatan kawasan strategis provinsi.
Pemanfaatan kawasan andalan.
Pemanfaatan SPM di bidang penataan ruang.
Sinkronisasi program sektoral dalam
perwujudan struktur dan pola ruang wilayah

1) Bappeda Prov Jatim


2) Dinas PU Cipta Karya
dan Tata Ruang

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

6. Program Pengendalian Pemanfaatan


Ruang

7)
1)
2)
3)
4)
5)

7. Program Pemantapan Pengelolaan


Pertanahan

1)
2)

3)
4)
5)
6)

KEGIATAN
provinsi dan kawasan strategis provinsi.
Optimalisasi kelembagaan penataan ruang.
Penyusunan dan penetapan peraturan zonasi.
Penetapan Kebijakan insentif-disinsentif tata
ruang
Perizinan pemanfaatan ruang.
Fasilitasi penyelesaian perselisihan dan/atau
pengenaan sanksi permasalahan tata ruang.
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam
pengendalian pemanfaatan ruang

INSTANSI PELAKSANA

1) Bappeda Prov Jatim


2) Dinas PU Cipta Karya &
Tata Ruang

Pembangunan sistem pendaftaran tanah yang 1. BPN


2. Biro Hukum
efisien dan transparan.
Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan,
dan pemanfaatan tanah yang berkeadilan,
berkelanjutan, dan menjunjung supremasi
hukum, dengan mengacu pada rencana tata
ruang wilayah dan kepentingan rakyat.
Peningkatan
kualitas
dan
kapasitas
kelembagaan dan SDM pertanahan.
Penegakan hukum pertanahan yang adil dan
transparan.
Pengembangan sistem informasi pertanahan.
Peningkatan pelayanan sertifikasi tanah.

B. Pembangunan dan Pemeliharaan


Infrastruktur
a. Sumber Daya Air
Program Utama
1. Program Penyediaan dan Pengelolaan
Air Baku

1) Operasi dan pemeliharaan, serta rehabilitasi


saluran pembawa dan prasarana air baku

Dinas PU Pengairan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

lainnya.
2) Pembangunan prasarana pengambilan dan
saluran pembawa air baku.
3) Pembangunan sumur-sumur air tanah
4) Sinkronisasi kegiatan antara penyediaan air baku
dengan kegiatan pengolahan dan distribusi.
5) Pemberdayaan kelembagaan masyarakat lokal
untuk mengelola dan memanfaatkan sumber
daya air melalui swa-organisasi dan swa-kelola.
2. Program Pengendalian Banjir dan
Pengamanan Pantai

1) Peningkatan pembangunan prasarana


pengendali banjir dan pengamanan pantai.
2) Peningkatan pembangunan embung-embung
untuk penampungan air hujan di wilayah rawan
banjir.
3) Pengembangan manajemen air Sungai
Bengawan Solo di wilayah kabupaten
Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik.
4) Rehabilitasi, operasi dan pemeliharaan,
prasarana pengendali banjir, dan pengamanan
pantai, termasuk tanggul dan normalisasi sungai.
5) Peningkatan operasi dan pemeliharaan, serta
perbaikan alur sungai.
6) Pengendalian aliran air permukaan (run off) di
daerah tangkapan air dan badan-badan sungai
melalui pengaturan dan penegakkan hukum.
7) Penggalian dan pengembangan budaya
masyarakat setempat dalam mengendalikan
banjir.

Dinas PU Pengairan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


3. Program Pengembangan dan
Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa, dan
Jaringan Pengairan Lainnya

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Program Penunjang
1. Program Pengembangan, Pengelolaan,
dan Konservasi Sungai, Danau, dan
Sumber Air Lainnya

KEGIATAN
Pemberdayaan petani pemakai air, terutama
dalam pengelolaan jaringan irigasi.
Peningkatan jaringan irigasi yang belum
berfungsi.
Rehabilitasi jaringan irigasi, terutama pada
daerah penghasil pangan, dan jaringan rawa.
Pengelolaan jaringan irigasi dan rawa, serta
jaringan pengairan lainnya
Optimalisasi pemanfaatan lahan irigasi dan rawa
yang telah dikembangkan.
Peningkatan kegiatan operasi dan pemeliharaan
jaringan irigasi.
Revitalisasi peran-peran lokal tradisional dalam
pengelolaan dan pemeliharaan sumber daya air
untuk irigasi pertanian.

1) Penatagunaan sumber daya air.


2) Penyelenggaraan konservasi air tanah pada
wilayah kritis air.
3) Peningkatan kegiatan operasi dan pemeliharaan
waduk, danau, embung, serta bangunan
penampung air lainnya.
4) Rehabilitasi bangunan tampungan air seperti
waduk/embung.
5) Percepatan pembangunan waduk, embung, dan
bangunan penampung air lainnya dalam skala
kecil di wilayah rawan kekeringan.
6) Peningkatan pemanfaatan potensi kawasan dan
air waduk, danau, embung, dan bangunan
penampung air lainnya.
7) Pengembangan pembiayaan kompetitif
(competitive fund) untuk konservasi air oleh

INSTANSI PELAKSANA
Dinas PU Pengairan

Dinas PU Pengairan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN
kelompok masyarakat maupun pemerintah
daerah.
8) Penggalian dan pengembangan budaya
masyarakat dalam konservasi air.
9) Pengembangan teknologi tepat guna.

INSTANSI PELAKSANA

b. Transportasi
Program Utama
1. Program Pemeliharaan dan Perbaikan
Jalan dan Jembatan

2. Program Pembangunan, Pemeliharaan,


dan Perbaikan Prasarana dan Fasilitas
LLAJ

3. Program Pembangunan, Pemeliharaan,


dan Perbaikan Prasarana dan Fasilitas
Perkeretaapian

1) Rehabilitasi, Pemeliharaan Rutin dan Berkala


pada seluruh ruas jalan dan jembatan Propinsi
2) Perbaikan prasarana jalan dan jembatan yang
rusak akibat bencana alam.

Dinas PU Bina Marga

1) Penataan sistem transportasi wilayah di Jawa


Timur.
2) Peningkatan keselamatan transportasi jalan.
3) Peningkatan pelayanan dan kelancaran angkutan
umum dan barang, serta penanggulangan muatan
lebih melalui penindakan secara tegas.
4) Peningkatan dan pengembangan fasilitas jalan,
serta efektivitas peran dan fungsi jembatan
timbang.
5) Pembangunan transportasi berkelanjutan,
terutama di perkotaan.

Dinas Perhubungan dan


LLAJ

1) Pembangunan dan pengembangan secara


bertahap kereta komuter di wilayah
Gerbangkertasusila dalam satu jaringan
transportasi massal kereta api yang terintegrasi.

Dinas Perhubungan dan


LLAJ

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


2)

3)
4)

5)

6)

KEGIATAN
Fasilitasi peningkatan pemeliharaan dan
perbaikan sarana prasarana dan fasilitas
perkeretaapian.
Fasilitasi peningkatan keamanan pengguna jalan
pada perlintasan sebidang.
Fasilitasi revitalisasi jaringan kereta api di Pulau
Madura, dari Bangkalan ke Sumenep, dalam
rangka membangun satu jaringan transportasi
massal kereta api yang terintegrasi.
Fasilitasi peningkatan jalur kereta api BangilJember-Banyuwangi, yakni penggantian bantalan
rel dari kayu menjadi beton, perbaikan jembatan,
serta jalur rel.
Fasilitasi percepatan pembangunan rel kereta api
pengganti jalur Tanggulangin-Porong.

INSTANSI PELAKSANA

4. Program Pembangunan, Pemeliharaan,


dan Perbaikan Prasarana dan Fasilitas
ASDP

1) Pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan


prasarana dermaga penyeberangan.
2) Pengembangan sarana dan aksesibilitas
pelayanan ASDP di wilayah kepulauan melalui
pendekatan pembangunan transportasi wilayah.

Dinas Perhubungan dan


LLAJ

5. Program Pembangunan, Pemeliharaan,


dan Perbaikan Prasarana dan Fasilitas
Transportasi Laut

1) Pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan


prasarana transportasi laut.
2) Pengembangan pembangunan terminal peti
kemas.
3) Peningkatan pelayanan transportasi laut bagi
wilayah kepulauan.
4) Pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu
navigasi pelayaran (SNBP).
5) Pengembangan usaha di bidang pelabuhan
melalui kerja sama pihak swasta.

Dinas Perhubungan dan


LLAJ

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


6. Program pembangunan, pemeliharaan,
dan perbaikan prasarana dan fasilitas
transportasi udara

Program Penunjang
1. Program Pembangunan dan
Peningkatan Jalan dan Jembatan

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

1) Peningkatan dan pengembangan kualitas


pelayanan transportasi udara baik terminal
internasional maupun domestik.
2) Pemeliharaan, dan perbaikan sarana prasarana
transportasi udara di Bandara Juanda.
3) Fasilitasi revitalisasi lapangan udara Trunojoyo,
Sumenep.
4) Penyelesaian pembangunan lapangan udara
perintis di Kabupaten Pacitan, dan Pulau Bawean,
Kabupaten Gresik.
5) Peningkatan sarana dan prasarana Bandara
Militer Abdulrachman Saleh dan Iswahyudi untuk
melayani penerbangan sipil.
6) Fasilitasi pembangunan lapangan udara di
wilayah kabupaten/kota yang strategis dan
potensial.

Dinas Perhubungan dan


LLAJ

1) Peningkatan daya dukung, kualitas, dan kapasitas


jalan dan jembatan
2) Penyelesaian pembangunan jalan lintas selatan
Jawa Timur.
3) Fasilitasi Penyelesaian pembangunan sembilan
ruas tol yang menjadi bagian dari tol trans-Jawa
(Mantingan-Ngawi-Kertosono; KertosonoMojokerto; Mojokerto-Surabaya; GempolPandaan; Pandaan-Malang; Gempol-Pasuruan;
Pasuruan-Probolinggo; Probolinggo-Banyuwangi;
dan tol tengah kota Surabaya).
4) Penyelesaian pembangunan infrastruktur
pengganti (jalan arteri raya Porong; jalan tol ruas

Dinas PU Bina Marga

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

2. Program Peningkatan Aksesibilitas


Pelayanan Angkutan LLAJ

3. Program Peningkatan Aksesibilitas


Pelayanan Kereta Api

KEGIATAN
Porong di wilayah luapan lumpur Lapindo,
Sidoarjo.
5) Penyelesaian pembangunan jembatan Suramadu,
dan penataan sistem pemanfaatan sekitar kaki
jembatan dan operasionalisasinya,

INSTANSI PELAKSANA

1) Pembangunan transportasi umum perkotaan, dan


juga pedesaan, yang terpadu dan terjangkau,
berbasis masyarakat dan wilayah.
2) Peningkatan kesadaran masyarakat untuk
menggunakan angkutan umum.
3) Pengembangan keterpaduan transportasi dan tata
guna lahan dan demand management.
4) Fasilitasi pengembangan angkutan massal
berbasis jalan dan rel di perkotaan yang padat
(kota metropolitan).
5) Penyediaan pelayanan angkutan umum perintis,
terutama bagi masyarakat di wilayah yang masih
terisolasi dan daerah terpencil.
6) Pengembangan sistem kerja sama swasta dan
koperasi dalam pelayanan angkutan perintis
(pengadaan sarana dan operasi), dan angkutan
perkotaan dan pedesaaan yang berbasis
masyarakat dan berwawasan lingkungan.
7) Penataan untuk menciptakan kemudahan akses
transportasi antar-moda ke pelabuhan, bandara,
terminal, dan stasiun.

Dinas Perhubungan dan


LLAJ

1) Penuntasan penyelesaian pembukaan kembali


jalur kereta api Sidoarjo-Tulangan-Prambon-Tarik
untuk mengatasi problem transportasi yang
terkendala dampak luapan lumpur Lapindo.

Dinas Perhubungan dan


LLAJ

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN
2) Penuntasan penyelesaian pembukaan kembali
jalur kereta api Kalisat (Jember)-BondowosoSitubondo-Panarukan.
3) Peningkatan pelayanan kereta api peti kemas
(Pelabuhan Tanjung Perak SurabayaPelabuhan
Tanjung Priok Jakarta).
4) Fasilitasi penyediaan pelayanan angkutan kereta
api kelas ekonomi untuk masyarakat miskin yang
tarifnya disesuaikan daya beli mereka.

INSTANSI PELAKSANA

Pos dan Telematika


Program Utama
1.

Program
Penguasaan
serta 1)
Pengembangan
Aplikasi
dan
Teknologi Informasi Komunikasi
2)

3)
4)
5)
6)

Fasilitasi pembangunan fasilitas telekomunikasi


di daerah pedesaan.
Fasilitasi pemberdayaan masyarakat pedesaan
melalui pembelajaran dan pelatihan
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
beserta aplikasinya.
Peningkatan dan pengaturan standar
operasional dan pelayanan telematika.
Fasilitasi pembangunan titik akses komunitas
(community access point)
Pengembangan aplikasi e-govenrment; eprocurement, e-business dan cyber law
Peningkatan penggunaan open source system
ke seluruh institusi pemerintahan dan lapisan
masyarakat.

1. Dinas Komunikasi dan


Informatika
2. KPID

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


Energi Dan Ketenagalistrikan
Program Utama

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

1. Program
Pengembangan
Pemerataan Sumber Energi

dan

2. Program
Pengembangan
Pemerataan Pasokan Listrik

dan 1) Pengembangan infrastruktur jaringan, dan Dinas Energi dan Sumber


penyediaan pembangkit listrik menggunakan Daya Mineral
sumber energi alternatif di wilayah pedesaan
terpencil, dan kepulauan yang belum terjangkau
layanan listrik.
2) Pengembangan pembangkit listrik skala kecil
tersebar
untuk
wilayah-wilayah
pedesaan
terpencil, dan kepulauan.
3) Peningkatan pasokan kebutuhan listrik bagi
industri.
4) pengembangan
industri
penunjang
ketenagalistrikan
5) Fasilitasi peningkatan kualitas sumber daya
manusia
bidang
ketenagalistrikan
melalui
sertifikasi kompetensi.

1) Monitoring dan pengawasan kegiatan migas, dan Dinas Energi dan Sumber
Daya Mineral
usaha jasa penunjang.
2) Fasilitasi keberlanjutan pelaksanaan konversi
energi dari minyak tanah ke gas elpiji.
3) Fasilitasi pengembangan dan pemanfaatan
sumber energi terbarukan.

Perumahan dan Permukiman


Program Utama
1. Program Pengembangan Perumahan

1) Penyediaan rumah sederhana sehat dan

Dinas PU Cipta Karya dan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

2)
3)
4)
5)

6)

7)

2. Program Pengembangan Kinerja


Pembangunan Air Minum Dan Air
Limbah

KEGIATAN
prasarana lingkungan permukiman bagi
masyarakat berpenghasilan rendah;.
Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa
(RUSUNAWA) di perkotaan;
Revitalisasi kawasan kumuh melalui perbaikan
lingkungan permukiman.
Pemulihan perumahan yang rusak akibat
bencana alam;
Pengembangan teknologi tepat guna dan
penelitian bidang perumahan dan sarana
permukiman.
Pengembangan kawasan siap bangun dan atau
lingkungan siap bangun di kota-kota metropolitan
dan kota-kota besar.
Pengembangan pola subsidi yang tepat sasaran,
efisien dan efektif sebagai pengganti subsidi
selisih bunga;

1) Pembangunan sarana air minum di perkotaan


dan perdesaan meliputi bangunan produksi
sampai jaringan distribusi;
2) Pendataan dan identikasi potensi air baku untuk
air minum
3) Pengembangan pemanfaatan sumber air secara
terintegrasi lintas kabupaten/kota;
4) Pemulihan sarana air minum dan air limbah yang
rusak pada lokasi bencana alam.
5) Revitalisasi dan perbaikan sarana air minum
untuk menunjang peningkatan pemeliharaan
guna pengendalian kebocoran;
6) Revitalisasi IPAL/IPLT dan rintisan

INSTANSI PELAKSANA
Tata Ruang

Dinas PU Cipta Karya dan


Tata Ruang

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

3. Program Peningkatan Kinerja


Pembangunan Persampahan Dan
Drainase

KEGIATAN
pengembangan jaringan pembuangan air limbah
di perkotaan;
7) Pembangunan sarana sanitasi (jamban
keluarga/komunal) di perdesaaan;
1) Peningkatan kualitas pengelolaan sampah yang
meliputi pengolahan dan pembuangan akhir;
2) Pembangunan dan normalisasi saluran drainase
primer dan sekunder lintas Kab/Kota serta menunjang
pengendalian banjir di perkotaan.

INSTANSI PELAKSANA

Dinas PU Cipta Karya dan


Tata Ruang

3) Pengembangan teknologi tepat guna pengolahan


sampah.
4. Program Pemberdayaan Komunitas
Perumahan

1) Fasilitasi dan bantuan teknis perbaikan rumah


pada kawasan kumuh;
2) Fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan
swadaya yang berbasis pemberdayaan
masyarakat.
3) Fasilitasi kerjasama dengan pengembang dalam
pelaksanaan pembangunan perumahan;
4) Peningkatan akses masyarakat berpenghasilan
rendah terhadap kredit mikro untuk
pembangunan dan perbaikan rumah.

Dinas PU Cipta Karya dan


Tata Ruang

1) Penataan kota-kota metropolitan dan kota besar


dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan
perkotaan.
2) Pengembalian fungsi-fungsi kawasan kota
melalui peremajaan kembali (redevelopment) dan
revitalisasi kawasan perkotaan lama, kawasan

Dinas PU Cipta Karya dan


Tata Ruang

Program Penunjang
1. Program Pengendalian Pembangunan
Kota-kota Besar dan Metropolitan

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN
bersejarah dan sosial budaya.
3) Peningkatan kerja sama dan pembangunan
terpadu antar-kota inti dan kota-kota satelit di
wilayah metropolitan.

INSTANSI PELAKSANA

2. Program Pengembangan Kelembagaan


Pembangunan Air Minum Dan Air
Limbah

1) Menunjang pelaksanaan penyehatan PDAM serta


pembinaan teknis dan manajemen bagi HIPPAM
dan instansi pengelola air limbah
2) Fasilitasi pengembangan pengelolaan air minum
dan air limbah yang berbasis kelompok
masyarakat serta menunjang pelaksanaan
sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS)
3) Fasilitasi kerjasama instansi pengelola air minum
dan air limbah dengan swasta.

Dinas PU Cipta Karya


danTata Ruang

3. Program Pengembangan Kelembagaan


Pembangunan Persampahan Dan
Drainase

1) Fasilitasi kerjasama pengelolaan sampah terpadu


untuk kota-kota besar dan Metropolitan;
2) Pembinaan teknis dan menajemen pengelolaan
sampah dan drainase.
3) Fasilitasi kerjasama pengelolaan dengan swasta
berdasarkan konsep bussines plan;
4) Fasilitasi pengembangan pengelolaan sampah
dan drainase yang berbasis.

Dinas PU Cipta Karya


danTata Ruang

V. MEWUJUDKAN PERCEPATAN REFORMASI


BIROKRASI,
DAN
MENINGKATKAN
PELAYANAN PUBLIK.
A. Percepatan Pelaksanaan Reformasi
Birokrasi, dan Peningkatan Pelayanan
Publik.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


Program Utama
1. Program
Penerapan
Tata
Pemerintahan yang Baik

KEGIATAN

pengetahuan,
pemahaman,
Kelola 1) Peningkatan
keterampilan, dan pelaksanaan prinsip-prinsip
penyelenggaraan kepemerin-tahan yang baik.
2) Penerapan nilai-nilai etika aparatur untuk
membangun budaya kerja
3) Peningkatan
keterlibatan
lembaga
nonpemerintah, dan masyarakat dalam perumusan
kebijakan public dan pengambilan keputusan
pembangunan.
4) Fasilitasi kebijakan pengelolaan sumber daya
alam

2. Program Peningkatan Pengawasan dan


Akuntabilitas

1) Peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan


pengawasan dan audit internal, eksternal, dan
pengawasan masyarakat.
2) Penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem,
struktur kelembagaan, dan prosedur
pengawasan yang independen, efektif, efisien,
transparan dan akuntabel.
3) Peningkatan tindak lanjut temuan pengawasan
secara hukum.
4) Peningkatan koordinasi pengawasan yang lebih
komprehensif.
5) Pengembangan penerapan pengawasan
berbasis kinerja.
6) Pengembangan tenaga pemeriksa yang
profesional.
7) Pengembangan dan peningkatan implementasi
sistem akuntabilitas kinerja pada seluruh
instansi.

INSTANSI PELAKSANA

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Biro Adm Pemerintahan


Biro Organisasi
BKD
Biro Adm Pembangunan
Biro Adm SDA
Sekretariat Provinsi
KORPRI

1. Itwilprov

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN

3. Program Penataan Kelembagaan dan 1)


Ketatalaksanaan
2)

4. Program
Peningkatan
Pelayanan Publik

Kualitas 1)
2)
3)
4)

5)
6)
7)
8)
9)

INSTANSI PELAKSANA

Penyempurnaan sistem kelembagaan yang


efektif, ramping, fleksibel berdasarkan prinsipprinsip good governance.
Penyempurnaan tata laksana dan hubungan
kerja antara pemerintah pusat, propinsi dan
kabupaten/kota.

1. Biro Organisasi
2. Biro Administrasi
Pemerintahan Umum

Penyusunan standar pelayanan minimal.


Pengembangan mutu pelayanan publik melalui
penerapan standar mutu manajemen ISO.
Mengembangkan
pelayanan
adminis-trasi
perijinan satu atap/ terpadu
Memanfaatkan teknologi informasi dalam bentuk
e-government, e-procurement, e-business dan
cyber law
Deregulasi, debirokratisasi dan privatisasi
penyelenggaraan pelayanan public.
Koordinasi pelayanan publik,
Meningkatkan kualitas aparat pelayanan publik.
Optimalisasi
penanganan
pengaduan
masyarakat.
Optimalisasi pelayanan publik yang bermutu,
transparan, akuntabel, mudah, murah, cepat,
patut dan adil kepada seluruh masyarakat.

1.
2.
3.
4.

5. Program
Peningkatan
Kapasitas 1) Peningkatan Sumber-sumber pendapatan
Keuangan Pemerintah Daerah
2) Optimalisasi Pembiayaan Daerah
3) Optimalisasi Pengelolaan Aset Daerah
4) Peningkatan Kualitas Pelayanan, Penataan dan
Pengembangan Sistem Pengelolaan Keuangan
Daerah.

Biro Organisasi
Dinas Kominfo
Biro Adm Pembangunan
Sekretariat KPP

1. Dispenda
2. Biro Keuangan
3. Biro Adm Perkonomian

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


6. Program
Penyempurnaan
Dan
Penguatan Kelembagaan Demokrasi

KEGIATAN
1) Fasilitasi peningkatan kualitas fungsi dan peran
lembaga legislatif;
2) Fasilitasi pemberdayaan partai politik dan
organisasi
sosial
kemasyarakatan
serta
organisasi keagamaan.
3) Fasilitasi pemberdayaan masyarakat agar dapat
menerapkan budaya politik demokratis.

INSTANSI PELAKSANA
1. Bakesbang
2. Setwan DPRD

7. Program Perbaikan Proses Politik

1)

Peningkatan komunikasi politik yang sehat,


bebas dan efektif;
Fasilitasi penyelenggaraan pemilihan kepala
daerah yang lebih berkualitas, demokratis, jujur
dan adil; serta
Pengembangan
mekanisme
konsultasi
publik/partisipasi sebagai sarana dalam proses
penyusunan kebijakan.
Peningkatan Kualitas SDM DPRD

1. Biro Pemerintahan
Umum
2. Bakesbang
3. Setwan DPRD

Penataan sumber daya manusia aparatur sesuai


kebutuhan, kompetensi, dan distribusi pegawai
negeri sipil (PNS).
Penyempurnaan sistem manajemen pengelolaan
sumber daya manusia aparatur, terutama pada
sistem karier dan remunerasi..
Penyempurnaan
sistem
dan
kualitas
penyelenggaraan
pendidikan
dan
latihan
aparatur pemerintah.
Penyiapan dan penyempurnaan berbagai
peraturan
dan
kebijakan
manajemen
kepegawaian.

1. BKD
2. Badan Diklat

2)

3)

4)
Program Penunjang
1. Program Pengelolaan Sumber Daya 1)
Manusia Aparatur
2)

3)

4)

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


2. Program Peningkatan
Prasarana Aparatur

Sarana

dan

KEGIATAN
1) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana
aparatur
2) Peningkatan fasilitas operasional pelayanan
umum

INSTANSI PELAKSANA
1. Seluruh SKPD

3. Program Penyusunan, Pengendalian 1) Penyusunan Rencana Program Pembangunan


dan Evaluasi Program Pembangunan
Daerah
Daerah
2) Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Sinergi
perencanaan pembangunan
3) Penyusunan kajian kebijakan perencanaan
pembangunan
4) Penguatan
Kapasitas
kelembagaan
Perencanaan
5) Pengendalian
dan
Evaluasi
pelaksanaan
rencana pembangunan;
6) Penyusunan data dan informasi serta pelaporan
pembangunan daerah.

BAPPEDA

4. Program
Penelitian
dan 1) Penelitian dan kajian kebijakan pembangunan
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan
daerah
Teknologi
2) Penguatan
Kelembagaan
Penelitian
dan
Pengembangan
3) Pengembangan
data
pendukung
dan
dokumentasi hasil litbang

Balitbang

5. Program
Peningkatan
Pelayanan Informasi

1. Dinas Komunikasi dan


Informatika
2. KPID
3. Biro Humas dan Protokol

Kualitas 1)
2)
3)

Pengembangan dan pendayagunaan jaringan


teknologi informasi dan komunikasi;
Peningkatan kualitas dan kuantitas komunikasi
dan informasi;
Peningkatan profesionalisme aparat di bidang
komunikasi dan informasi;

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


4)

5)
6)

7)

KEGIATAN
Pengkajian dan penelitian yang relevan dalam
rangka pengembangan kualitas dan kuantitas
informasi dan komunikasi;
Fasilitasi
untuk
mendorong
terciptanya
masyarakat yang sadar informasi.
Peningkatan
efektivitas
kinerja
dan
pemberdayaan Komisi Penyiaran Indonesia
Daerah Jawa Timur.
Fasilitasi peningkatan peran RRI dan TVRI
sebagai lembaga penyiaran publik.

INSTANSI PELAKSANA

6. Program Peningkatan Kerja Sama

1). Fasilitasi kerja sama antar Kabupaten/Kota, 1. Biro Adm Kerja Sama
Propinsi dengan Kabupaten/Kota, antar Propinsi, 2. Biro Adm. Pemerintahan
Umum
Propinsi dengan Badan/Dinas/Instansi Sektoral,
serta kerja sama luar negeri.
2). Fasilitasi penyelesaian perselisihan antar daerah
di wilayahnya;
3). Identifikasi,
perencanaan,
fasilitasi,
dan
pelaksanaan kegiatan fungsi strategis yang perlu
dikerjasamakan

7. Program Kearsipan

1)
2)
3)

Pengembangan
sistem
administrasi
dan 1. Badan Perpustakaan dan
kearsipan yang efektif dan efisien.
Kearsipan
Pengembangan dan pembangunan sarana dan
prasarana kearsipan
Pengenguatan
kelembagaan
pengelola
dokumen/arsip daerah

8. Program Koordinasi, Sinkronisasi, dan 1) Fasilitasi Koordinasi, Sinkronisasi, dan Evaluasi 1. Bakorwil
2. Biro Adm Perekonomian
Evaluasi Kebijakan Pemerintahan dan
Perekonomian daerah
Pembangunan
2) Fasilitasi Koordinasi, Sinkronisasi, dan Evaluasi 3. Biro Adm Sumber Daya
Alam
Pengelolaan Sumber Daya Alam

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

9. Program Kependudukan

10. Program Mobilitas Penduduk

VI.

KEGIATAN
3) Fasilitasi Koordinasi, Sinkronisasi, dan Evaluasi
Pemerintahan dan Pembangunan

INSTANSI PELAKSANA

1) Pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan 1. Dinas Tenaga Kerja,


penduduk.
Transmigrasi dan
2) Penataan persebaran dan mobilitas penduduk;
Kependudukan
3) Penataan administrasi sistim Nomor Induk 2. Biro Adm Pemerintahan
Kependudukan ( NIK );
4) Pembangunan
dan
pengembangan
SIAK
terpadu.
1) Pembekalan Ketrampilan calon Transmigran.
1. Dinas Tenaga Kerja,
2) Pengembangan wilayah strategis dan cepat
Transmigrasi dan
Kependudukan.
tumbuh.
3) Pengembangan wilayah tertinggal.
4) Kerjasama antar Daerah, dalam penyelenggaraan
transmigrasi.

MENINGKATKAN KUALITAS KESALEHAN


SOSIAL DEMI TERJAGANYA HARMONI
SOSIAL.
Program Utama
1.

Program Peningkatan Kerukunan Umat


Beragama

1. Bakesbang
1) Peningkatan internalisasi ajaran agama
2) Sosialisasi wawasan multikultural di kalangan 2. Biro Administrasi
Kemasyarakatan
umat beragama.
3) Peningkatan keharmonisan hubungan antarumat beragama, majelis agama dengan
pemerintah.
4) Fasilitasi pembentukan jaringan komunikasi
kerukunan antar-umat beragama,
5) Peningkatan
efektivitas
lembaga
forum
komunikasi kerukunan antar-umat beragama.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


6)
7)

8)
9)

2.

Program Peningkatan Pemahaman,


Penghayatan, dan Pengamalan Nilainilai Agama

1)

2)
3)

3.

Program Pengembangan Wawasan


Kebangsaan

1)
2)
3)

KEGIATAN
Peningkatan potensi kerukunan hidup umat
beragama.
Pengembangan rasa kebanggaan kebangsaan,
akhlak mulia, serta kemampuan peserta didik
untuk hidup bersama (how to live together).
Pengembangan wawasan multikultural bagi
guru-guru agama,
Peningkatan
kualitas
tenaga
penyuluh
kerukunan umat beragama.

INSTANSI PELAKSANA

Peningkatan
penyuluhan
dan
bimbingan Biro Administrasi
keagamaan bagi masyarakat dan aparatur Kemasyarakatan
pemerintah.
Fasilitasi kegiatan kepedulian sosial.
Fasilitasi pembentukan jaringan dan kerja sama
lintas sektor
Peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial Bakesbang
masyarakat
Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai
nilai luhur bangsa
Fasilitasi peningkatan wawasan kebangsaan

Program Penunjang
1.

Program Pengembangan
Sosial Keagamaan dan
Pendidikan Keagamaan

Lembaga 1)
Lembaga
2)
3)
4)

Pemberdayaan
lembaga-lembaga
sosial Biro Administrasi
keagamaan.
Kemasyarakatan
Pemberdayaan lembaga-lembaga pendidikan
keagamaan.
Pembangunan jaringan kerja sama dan sistem
informasi
Pengkajian, penelitian dan pengembangan.

NO
VII.

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN
DAN PERAN PEREMPUAN, SERTA
TERJAMINNYA KESETARAAN GENDER
DAN PEMUDA

KEGIATAN

A. Peningkatan Kualitas Kehidupan dan


Peran Perempuan di Semua Bidang,
1)
dan Terjaminnya Kesetaraan Gender
2)
Program Utrama
1. Program Peningkatan Kualitas Hidup
3)
dan Perlindungan Perempuan
4)

INSTANSI PELAKSANA

Peningkatan kualitas hidup perempuan melalui 1. Badan Pemberdayaan


Perempuan dan KB
aksi afirmasi.
Penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan
hak-hak dasar perempuan.
Fasilitasi upaya perlindungan perempuan
terhadap tindak kekerasan.
Pembangunan
pusat
pelayanan
terpadu
berbasis rumah sakit, dan berbasis masyarakat
di tingkat propinsi dan kabupaten/ kota.

Program Penunjang
1.

Program
Penguatan
Kelembagaan
Pengarus-utamaan Gender dan Anak

1) Pengembangan materi dan pelaksanaan 1. Badan Pemberdayaan


Perempuan dan KB
komunikasi, informasi, dan edukasi tentang
kesetaraan dan keadilan gender.
2) Peningkatan
kapasitas
dan
jaringan
kelembagaan pemberdayaan perempuan.
3) Peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, penguatan lembaga dan
organisasi perempuan,
4) Pengembangan sistem pendataan dinamika
gender
5) Pengembangan
kearifan
lokal
dan
pemanfaatannya
bagi
pemberdayaan
masyarakat yang tidak bias gender.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


2.

Program
Keserasian
Peningkatan
Kualitas
Perempuan

KEGIATAN

Kebijakan 1)
Anak
dan
2)
3)

3.

Program Peningkatan Peranserta dan 1)


Kesetaraan
Gender
Dalam
Pembangunan
2)

B. Keluarga Berencana
Sejahtera

dan

1. Program Keluarga Berencana

INSTANSI PELAKSANA

Penyusunan
kebijakan
untuk
penguatan Badan Pemberdayaan
Perempuan dan KB
kelembagaan PUG dan PUA;
Pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi
(KIE) kebijakan tentang perempuan dan anak
Koordinasi
perencanaan,
pelaksanaan,
pemantauan,
dan
evaluasi
program
pembangunan pemberdayaan perempuan dan
anak
Pembinaan,
pendidikan
dan
pelatihan Badan Pemberdayaan
peningkatan peran serta dan kesetaraan Perempuan dan KB
gender;
Bimbingan manajemen usaha bagi perempuan
dalam mengelola usaha.

Keluarga

1)
2)
3)
4)

Peningkatan dan pengembangan program KB Badan Pemberdayaan


Perempuan dan KB
dan kesehatan reproduksi yang berkualitas;
Pengadaan dan pelayanan pemasangan
kontrasepsi KB.
Fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat
peduli KB
Pengembangan kebijakan pelayanan dan
penguatan partisipasi masyarakat terhadap
kesehatan reproduksi bagi remaja.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


C. Kepemudaan dan Olah Raga

KEGIATAN

Program Utama
1) Program Pengembangan dan Keserasian 1)
Kebijakan Pemuda
2)
3)

2) Program Peningkatan Peran Serta


Kepemudaan;

1)
2)

Pendataan potensi, pemantauan dan evaluasi


pelaksanaan pembangunan pemuda;
Penelitian dan pengkajian kebijakan-kebijakan
pembangunan kepemudaan;
Penyusunan rancangan pola kemitraan antar
pemuda dengan masyarakat.

1) Pelatihan kewirausahaan bagi pemuda


2) Pelatihan keterampilan bagi pemuda

4) Program Pengembangan Kebijakan dan


Manajemen Olah Raga

1)

4)
5)
Program Penunjang
1) Program Pembinaan dan
Pemasyarakatan Olah Raga

1)
2)
3)

Dinas Pemuda dan Olah raga

Pembinaan,
pendidikan
dan
pelatihan Dinas Pemuda dan Olah raga
kepemimpinan dan organisasi kepemudaan;
Fasilitasi kegiatan-kegiatan kepemudaan.

3) Program Peningkatan Upaya


Pertumbuhan Kewirausahaan dan
Kecakapan Hidup Pemuda;

2)
3)

INSTANSI PELAKSANA

Dinas Pemuda dan Olah raga

Peningkatan mutu organisasi dan tenaga


keolahragaan,
Pembinaan manajemen organisasi olahraga;
Pengembangan
system
sertifikasi
dan
standarisasi profesi
Pengembangan perencanaan olah raga terpadu
Monitoring evaluasi dan pelaporan

Dinas Pemuda dan Olah


raga

Pembibitan dan pembinaan olahragawan dan


olah raga prestasi di daerah;
Pemassalan olahraga bagi pelajar, mahasiswa
dan masyarakat
Pengembangan dan pemanfaatan IPTEK
olahraga sebagai pendorong peningkatan

1. Dinas Pemuda dan Olah


raga

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


4)

5)

2) Program Peningkatan Sarana dan


Prasarana Olah raga

1)
2)

3)

KEGIATAN
prestasi olahraga;
Pengembangan olah raga prestasi, dan
pembinaan olah raga yang berkembang di
masyarakat;
Peningkatan peran serta masyarakat dan dunia
usaha dalam pendanaan dan pembinaan olah
raga.
Peningkatan
pembangunan
sarana
dan
prasarana olah raga;
Pengembangan dan pemanfaatan IPTEK dalam
pengembangan sarana dan prasarana olah
raga;
Peningkatan peran dunia usaha dalam
pengembangan sarana dan prasarana olah
raga.

INSTANSI PELAKSANA

Dinas Pemuda dan Olah


raga

D. Pembangunan Kesejahteraan Sosial


Program Utama
1. Program Pemberdayaan Fakir Miskin,
Komunitas Adat Terpencil (KAT), Dan
Penyandang Masalah Kesejahteraan
Sosial (PMKS) Lainnya

1) Peningkatan
kemampuan
petugas
dan Dinas Sosial
pendamping sosial pemberdayaan fakir miskin,
KAT dan PMKS lainnya ;
2) Pelatihan ketrampilan berusaha bagi keluarga
miskin dan PMKS;
3) Fasilitasi manajemen usaha bagi keluarga
miskin dan PMKS ;
4) Pengadaan sarana dan prasarana pendukung
usaha bagi keluarga miskin dan PMKS ;
5) Pelatihan ketrampilan bagi penyandang masalah
kesejahteraan sosial.
6) Peningkatan pelaksanaan KIE konseling dan
kampanye sosial bagi PMKS.

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN
7) Penyusunan
kebijakan
pelayanan
dan
rehabilitasi sosial bagi PMKS ;
8) Pelatihan ketrampilan dan praktek belajar kerja
bagi anak terlantar termasuk anak jalanan, anak
cacat, dan anak nakal ;

2. Program Pelayanan Dan Rehabilitasi 1)


Kesejahteraan Sosial
2)

3)
4)
5)

6)

.
3. Program Pembinaan Para Penyandang 1)
Cacat Dan Trauma
2)

3)
4)

INSTANSI PELAKSANA

Pengembangan kebijakan akses sarana dan Dinas Sosial


prasarana publik bagi penyandang cacat dan
lansia ;
Pengembangan pelayanan dan perlindungan
sosial,
hukum bagi korban
eksploitasi,
perdagangan perempuan dan anak ;
Pelayanan psikologis bagi PMKS di trauma
center termasuk bagi korban bencana ;
Pembentukan pusat informasi penyandang cacat
dan trauma center;
Peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan
prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi
PMKS ;
Penanganan masalah-masalah strategis yang
menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian
luar biasa;
Pemetaan dan pendataan penyandang cacat Dinas Sosial
dan penyakit kejiwaaan ;
Peningkatan
pembangunan
sarana
dan
prasarana perawatan para penyandang cacat
dan trauma ;
Pengembangan pendidikan dan pelatihan bagi
penyandang cacat dan eks trauma ;
Pengembangan
pendayaangunaan
para
penyandang cacat dan eks trauma ;

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


4. Program Pembinaan Panti Asuhan/
Panti Jompo

KEGIATAN
1)
2)
3)
4)
5)

5. Program Pemberdayaan Kelembagaan


Kesejahteraan Sosial

1)

2)
3)
4)
VIII.

INSTANSI PELAKSANA

Pembangunan sarana dan prasarana panti Dinas Sosial


asuhan/panti jompo ;
Rehabilitasi
bangunan panti asuhan/panti
jompo;
Pengembangan Operasional dan pemeliharaan
sarana prasarana panti asuhan/panti jompo ;
Peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi
penghuni panti asuhan/panti jompo ;
Peningkatan ketrampilan tenaga pelatih dan
pendidik ;
Peningkatan peran aktif masyarakat dan dunia Dinas Sosial
usaha dalam pemberdayaan kesejahteraan
sosial;
Peningkatan jejaring kerjasama pelaku-pelaku
usaha kesejahteraan sosial masyarakat ;
Peningkatan kualitas SDM kesejahteraan sosial
masyarakat ;
Pengembangan
model
kelembagaan
perlindungan sosial.

MENINGKATKAN KEAMANAN DAN


KETERTIBAN, SUPREMASI HUKUM, DAN
PENGHORMATAN HAK ASASI MANUSIA.
A. Peningkatan Keamanan dan Ketertiban,
dan Penanggulangan Kriminalitas
Program Utama
1. Program Peningkatan Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat
1) Peningkatan upaya-upaya preventif terhadap 1. Badan Satpol PP
terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban 2. Bakesbang

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

masyarakat.
2) Peningkatan peran serta masyarakat dalam
penciptaan
keamanan
dan
ketertiban
lingkungannya melalui pembentukan pemolisian
masyarakat (community policing).
3) Pemberdayaan komunitas peduli solusi konflik
4) Peningkatan profesionalisme Polisi Pamong
Praja.
5) Bimbingan dan penyuluhan keamanan dan
ketertiban masyarakat.
Program Penunjang
1. Program Pencegahan dan
Pemberantasan Penyalahgunaan
Narkoba

1) Fasilitasi peningkatan kualitas penegakan hukum 1. BPND


2. Dinas Kesehatan
di bidang narkoba.
2) Peningkatan pendayagunaan potensi masyarakat 3. DInas Komunikasi dan
Informatika
dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.
3) Fasilitasi peningkatan pelayanan terapi dan
rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.
4) Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi
tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
5) Pembangunan sistem dan model perencanaan,
dan pengembangan penanggulangan
penyalahgunaan narkoba.

B. Penghormatan, Pengakuan dan


Penegakan Hukum dan Hak Asasi
Manusia
Program Utama
1. Program
Peningkatan
Hukum dan HAM

Penegakan 1) Penguatan upaya pemberantasan korupsi


1. Bakesbang
2) Peningkatan upaya penghormatan, pemenuhan 2. Badan Satpol PP

NO

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


3)
4)

5)

6)

7)

KEGIATAN
INSTANSI PELAKSANA
3. Biro Hukum
dan perlindungan HAM
Fasilitasi
peningkatan
berbagai
kegiatan
operasional penegakan hukum dan HAM
Fasilitasi peningkatan koordinasi dan kerja sama
yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan
HAM.
Peningkatan profesionalisme Satuan Polisi
Pamong Praja dalam penegakan hukum dan
HAM.
Peningkatan profesionalisme Penyidik Pegawai
Negeri Sipil (PPNS) dalam penegakan hukum dan
HAM.
Penataan dan sinkronisasi produk hukum

Program Penunjang
1. Program Peningkatan Kesadaran Hukum 1) Pemantapan metode pengembangan dan
peningkatan kesadaran hukum dan HAM
dan HAM
2) Peningkatan penggunaan media komunikasi
dalam rangka pencapaian sasaran penyadaran
hukum pada berbagai lapisan masyarakat.
3) Peningkatan kemampuan dan profesionalisme
tenaga penyuluh
4) Fasilitasi penyelenggaraan berbagai seminar dan
lokakarya di bidang hukum dan HAM
5) Pemberdayaan organisasi kemasyarakatan dan
lembaga swadaya masyarakat peduli hukum dan
HAM.

1. Bakesbangpol
2. Biro Hukum

NO
IX

AGENDA SUB AGENDA - PROGRAM


MEWUJUDKAN PERCEPATAN
PENANGANAN REHABILITASI DAN
REKONSTRUKSI SOSIAL EKONOMI
DAMPAK LUMPUR PANAS LAPINDO.

KEGIATAN

INSTANSI PELAKSANA

A. Percepatan Penanganan Rehabilitasi


dan Rekonstruksi Sosial Ekonomi
Dampak Lumpur Panas Lapindo.
Program Utama
Program Percepatan Penyelesaian Ganti
Rugi

1) Fasilitasi pertemuan intensif dan produktif antara


kelompok-kelompok masyarakat korban dan pihak
PT Minarak Lapindo Jaya
2) Fasilitasi penyelesaian pembangunan wilayah
permukiman baru bagi korban lumpur yang telah
memilih kesepakatan melalui resettlement.
3) Fasilitasi percepatan penyelesaian pembayaran
ganti rugi bagi masyarakat korban lumpur.
4) Fasilitasi pertemuan berbagai kelompok
masyarakat korban lumpur, tokoh-tokoh
masyarakat, dan para ulama untuk
mempersatukan pendapat dan kepentingan yang
lebih besar demi pembangunan Jawa Timur.

1. Biro Administrasi
Kesejahteraan rakyat
2. Biro Hukum