Anda di halaman 1dari 3

1.

Penilaian Psikomotor
Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau
kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Ranah
psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik seperti lari, melompat,
melukis, menari, memukukul, dan lain lainnya. Hasi belajar ranah psikomotor dikemukakan
oleh simpson ( 1956) yang menyatakan bahwa hasi belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk
keterampilam (skill) dan emampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya
merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan hasil belajar afektif
(yang baru tampak dalam bentuk berbagai kecenderungan).
Tes untuk menukur ranah`psikomotorik merupakan tes untuk mengukur penampilan atau
kinerja (performance) yang telah dikuasaioleh peserta didik. Tes tersebut dapat berupa tes paper
and pencil, identifikasi, simulasi, dan unjuk kerja dengan kata lain, kegiatan belajar yang banyak
berhubungan dengan ranah psikomotor adalah praktik di aula atau lapangan dan praktikum di
laboratorium. Dalam kegiatan kegiatan praktik itu, juga ada ranah kognitif dan afektifnya,
namun hanya sedikit jika dibandingkan dengan ranah psikomotor.Pengukuran hasil belajar rana
psikomotor menggunakan tes unjuk kerja atau lembar tugas.
Adapun ranah psikomotorik yang diukur meliputi gerak reflek, gerak dasar fundamen,
keterampilan perseptual, diskriminasi kinestetik, diskriminasi visual, diskriminasi auditoris,
diskriminasi taktis, keterampilan perceptual yang terkoordinasi, keterampilan fisik, geraan
terampil, dan komunikasi non-diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) yang meliputi gerakan
ekspresif dan interpretative.
Adapun urutan langkah tes psikomotorik, sebagaimana dituturkan Edwardes (1981),
adalah mencakup tiga tahap, antara lain :
a. Penyajian dari pendidik,
b. Kegiatan praktik peserta didik, dan
c. Penilaian hasil kerja peserta didik.
Pendidik harus menjelaskan kepada peserta didik mengenai kompetisi kunci yang
diperlukan untuk menyeesaikan tugas tertentu. Kompetensi kunci merupakan kemampuan utama
yang harus dimiliki seseorang agar tugas atau pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara benar
dan hasilnya optimal. Sebagaimana contoh, dalam memukul bola, kompetensi kuncinya adalah

kemampuan peserta didik menempatkan bola pada titik ayun. Dengan cara ini, tenaga yang
dikeluarkan hanya sedikit, namun hasilnya optimal.
2. Bentuk tes psikomotorik
Tes untuk mengukur domain psikomotorik adalah yang telah dikuasai peserta didik.
Dalam hal ini dapat berupa tes paper and pencil, identifikasi, simulasi, dan unjuk kerja.
a. Tes paper an pencil. Meskipun bentuk aktfitasnya seperti tes tulis, namun yang
menjadi sasarannya adalah kemampuan peserta didik dalam menampilkan karya,
misal berupa desain alat ataupun desain grafis.
b. Tes identifikasi. Tes ini lebih ditujukan untuk mengukur kemampuan peserta didik
dalam mengidentifikasi sesuatu hal, misal menemukan bagian yang rusak atau
tidakberfungsi dari suatu alat.
c. Tes simulasi. Tes ini dilakukan jika tidak ada alat sesungguhnya yang dapat dipakai
untuk memperagakan penampilan peserta didik, sehingga dengan simulasi tetap dapat
menilai peserta didik sudah menguasai keterampilan dengan bantuan peralatan tiruan
atau belum.
d. Tes unjuk kerja (work sample). Tes ini dilakukan dengan alat yang sesungguhnya,
sedangkan tujuannya untuk mengetahui peserta didik sudah menguasai atau terampil
menggunakan alat tersebut atau belum.
3. Jenis perangkat penilaian psikomotorik
Untuk melakukan pengukuran hasil belajar ranak psikomotorik, ada dua hal yang perlu
dilakukan, yakni membuat soal dan membuat perangkat atau instrument untuk mengamati unjuk
kerja peserta didik. Soal untuk hasil belajar ranah psikomotorik dapat berupa lembar kerja,
lembar tugas, perintah kerja, dan lembar eksperimen. Instrumen untuk mengamati unjuk kerja
peserta didik dapat berupa lembar observasi atau portofolio.
Lembar observasi adalah lembar yang dilakukan untuk mengobservasi keberadaan suatu
benda atau kemunculan berbagai aspek keterampilan yang diamati. Lembar observasi dapat
berbentuk daftar periksa (check list) atau skala penilaian (rating scale). Daftar periksa berupa
daftar pertanyaan atau pernyataan yang jawabannya tinggal memberi check (centang)pada
jawaban yang sesuai dengan aspek yang diamati. Skala penilaian adalah lembar yang digunakan
untuk menilai unjuk kerja peserta didik atau menilai kualitas pelaksanaan berbagaiaspek
keterampilan