Anda di halaman 1dari 6

Fungsi Error

Fungsi error merupakan salah satu fungsi spesial yang tidak memiliki kaitan sama
sekali dengan error atau kesalahan pengukuran. Lebih lanjut, fungsi error ini terkait
dengan luasan kurva lonceng

y=et2 dari 0 hingga x.

(1.)
x

erf ( x)=

2
et

Deskripsi penggunaan fungsi error dijelaskan oleh gambar berikut.

Pencarian Nilai Fungsi Error pada Nilai x Kecil


Nilai fungsi error dapat didekati dengan menggunakan deret Mac Laurin pada nilai x
kecil (nilai x antara -1 dan 1). Pencarian deret Mac Laurin untuk fungsi error (erf) di atas
bisa kita mulai dengan pengertian deret Mac Laurin itu sendiri.
Deret Mac Laurin
(2.)

f ( x )=f ( 0 ) + x . f ' ( 0 ) + x 2 .

f (0)
f (0)
+ ..+ x2 .
2!
n!

Dari sini, kita bisa mulai menemukan deret Mac Laurin untuk ex. Ingat kembali bahwa
turunan dari ex sama dengan ex.

x2 e0
x2
xn
ex=e
+
x
e
+
+
=1+
x
+
=

(3.)
2!
2!
n=0 n
0

Kemudian kita menggantikan variabel x pada ex dengan t2, sehingga perumusan (3.)
berubah menjadi deret berikut.
2 0

(4.)

2 0
e =e + (t ) e +
t

(t 2 ) e
2!

t4
+=1t + +
2!
2

Dari sini, kita bisa masukkan deret tersebut ke perumusan (1.) sehingga menjadi
perumusan (5.) di bawah.
(5.)

erf(x)=20xn=0(1)nt2nn!dt
Melihat perumusan (5.) di atas, nampaknya sulit sekali. Tapi begitu kita tahu bahwa
disana ada dt, maka kita tahu variabel yang terlibat proses integrasi hanyalah variabel t
dan variabel lainnya, keluar dari lambang integrasi. Pada perumusan selanjutnya, kita
bisa melihat bagaimana operator penjumlahan deret ( ) menjadi berada di luar,
melingkupi operator integral.
(6.)

erf(x)=2n=0(1)nn!0xt2ndt
Sekarang kita fokus dulu ke bentuk 0xt2ndt pada perumusan (6.) di atas. Dengan
teknik integrasi yang dulu pernah kita dapatkan semasa SMA, kita bisa dengan mudah
mengetahui bahwa :
(7.)

0xt2ndt=t2n+12n+1x0=x2n+12n+10.

Sehingga hasil akhirnya adalah:


(8.)

erf(x)=2n=0(1)nx2n+1n!(2n+1).
Perumusan (8.) tadi sangat sering dipakai dalam algoritma pencarian nilai

erf(x) pada

nilai x yang cukup kecil. Pada nilai x yang besar, maka algoritma yang digunakan
berbeda. Hal tersebut karena, walaupun perumusan (8.) tetap memberikan nilai

erf(x)

yang bagus untuk x besar, tapi waktu perhitungan yang dihabiskan komputer jadi lebih
lama karena membutuhkan operasi perulangan yang lebih banyak. Gambar di bawah
menerangkan kesesuaian perumusan (8.) dengan fungsi

erf(x) sebenarnya (kurva

merah). Perumusan (8.) yang digunakan untuk plot kurva biru putus-putus di bawah
dihitung hingga suku n ke-9.

Pencarian Nilai Fungsi Error pada x Besar


Pada x besar, (biasanya nilai x besar adalah nilai x>1 dan nilai x<-1) maka pencarian
nilai fungsi error dilaksanakan dengan bantuan fungsi error komplementer, erfc(x).
Fungsi error komplementer ini didefinisikan sebagai berikut.
(9.)
erfc(x)=2xet2dt

Fungsi erfc(x) ini punya hubungan spesial dengan fungsi erf(x), yaitu erfc(x) + erf(x) = 1.
Hal ini dibuktikan dengan perumusan berikut.
(10.)

erfc(x)+erf(x)=2xet2dt+20xet2dt=20et2dt
Mengganti t2 dengan s, maka perumusan 10 menjadi:
(11.)

erfc(x)+erf(x)=20es2sds=2(12)2=22

(12) merupakan fungsi gamma, penjelasannya dapat dilihat di web geofisika UGM ini.
(12.)

erfc(x)+erf(x)=1
Dengan sifat istimewa seperti di atas, kita bisa menentukan deret yang digunakan untuk
menemukan pendekatan nilai erf(x) pada x besar. Deret ini berasal dari erf(x) = 1erfc(x). Teknik pencarian deret tersebut akan saya jelaskan di bawah.
(13.)

erf(x)=1erfc(x)
(14.)

erf(x)=12xet2dt
Mengganti t2 dengan s, maka perumusan 14 menjadi:
(15.)

erf(x)=12x2es2sds=11x2essds
Kemudian kita mendefinisikan sebuah fungsi baru bernama Fn(x) yang dapat didefinisikan
sebagaimana pada perumusan (16.). Ekspansi fungsi Fn(x) (perumusan (17.))dilaksanakan
dengan teknik pengintegralan UdV=UVVdU.
(16.)

Fn(x)=x2es(sns)ds=x2essn12ds
(17.)

Fn(x)=s(n+12)esx2(n+12)x2essn32ds
(18.)

Fn(x)=x(2n+1)ex2(n+12)Fn+1(x)
Menghubungkan fungsi Fn(x) ke fungsi erf(x)....
(19.)

erf(x)=11x2essds=1F0(x)
(20.)

erf(x)=11[x1ex212(x3ex232(x5ex252F3(x)))]
(21.)

erf(x)=11[x1ex2x3ex22+3x5ex2435x7ex28+...]
Dari perumusan no. (21.), kita bisa melihat bahwa deret yang digunakan untuk menemukan
pendekatan nilai erf(x) pada x besar (lebih dari 1) adalah sebagai berikut.
(22.)

erf(x)=1ex2n=0(1)n(2n1)!!2nx2n+1.
Sedangkan pada nilai x kurang dari -1, deret yang digunakan adalah seperti berikut.
(23.)

erf(x)=erf(x)=ex2n=0(1)n(2n1)!!2nx2n+11.
Fungsi x!! dikenal sebagai faktorial ganda, didefinisikan sebagai x!!=x(x2)(x4)

(x8)...n, n=1 jika x ganjil dan n=2 jika x genap.

Plot fungsi Erf(x) (ungu), perumusan (8.), hingga n=9, dalam warna biru muda, dan perumusan
(22.), hingga n=6, dalam warna hijau muda.