Anda di halaman 1dari 10

PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA (PDB)

Persamaan Diferensial Hukum Kedua Newton d 2x - kx = m 2


dt

Jika suatu persamaan hanya mengandung turunan biasa : PDB Jika suatu persamaan hanya mengandung turunan parsial : PDP

Persamaan Diferensial dan Pemecahannya


PDB secara umum dapat ditulis, F (x, y, y(1), y(2), . . . , y(n) ) = 0 F : sebarang fungsi dari argumennya y(n) = dny/dxn , turunan ke n dari y terhadap x Variabel x : variabel bebas Variabel y : variabel tak bebas, karena benrgantung pada x , y = y(x)

Orde dan Derajat


Orde suatu PD adalah orde turunan tertinggi yang muncul didalamnya. Derajat suatu PD adalah pangkat tertinggi dari turunan tertinggi variabel takbebasnya. Contoh,

d 2 y dy 2 + ( ) 2 xy 2 = 0 dx dx 2

d2y dy + 2 xy = 0 dx 2 dx

Jenis Pemecahan suatu Persamaan Diferensial Orde n

Pemecahan Umum, yang mengandung semua tetapan bebas sebarang.

Pemecahan Khusus, yang diperoleh dari pemecahan umum denganbeberapa atau semua tetapan bebasnya diberi nilai tertentu.

Orde Satu : Variabel Terpisahkan


Jika PD orde satu, f1(x,y) dy/dx + f2(x,y) = 0 dapat disederhanakan ke dalam bentuk diferensial f(y) dy + g(x) dx = 0 maka pemecahan umumnya adalah , f(y) dy + g(x) dx = C C : tetapan bebas sebarang

Contoh Soal
(x + 1 ) dy/dx = x (y2 + 1 ) Laju Peluruhan suatu bahan radioaktif bergantung pada jumlah atom N, yang tersisa pada saat t. Jika semula, pada t=0, terdapat N0 buah atom, carilah jumlah atom yang berada pada saat t.

Orde Satu : Homogen


Suatu PD yang variabelnya tak terpisahkan, kadangkadang dapat ditransformasikan ke suatu variabel baru dalam mana persamaannya terpisahkan. dy/dx = F(x,y) (1)

dengan F(x,y) adalah suatu fungsi homogen (berderajat nol). Artinya , bila adalah sebarang parameter, maka F(x, y)= F(x,y) (2)

maka persamaan di atas dinamakan : PD homogen

Bila = 1/x, maka pers (1) teralihkan menjadi, dy/dx = F(1, y/x) (3) Jika diperkenalkan variabel baru v = y/x, maka y = vx , dy/dx = v + x dv/dx, sehingga (3 ) menjadi, v + x dv/dx = G (v) (4) Dengan G(v) = F(1,v), sehingga dapat disusun ke dalam bentuk variabel terpisahkan,

dx dv + =0 x v G (v )
Pemecahan bagi y, diperoleh kembali dari y = vx

Contoh Soal

dy x 2 + y 2 = dx xy