Anda di halaman 1dari 9

KONEKTOR MAYOR

Merupakan bagian dari GTSL yang menghubungkan komponen-komponen yang terdapat


pada satu sisi rahang dengan sisi yang lain atau bagian yang menghubungkan basis dengan
retainer. Fungsi konektor utama adalah menyalurkan daya kunyah yang diterima dari satu sisi
kepada sisi yang lain. Syarat konektor utama adalah rigid, tidak mengganggu gerak jaringan,
tidak menyebabkan tergeseknya mukosa dan gingiva, tepi konektor utama cukup jauh dari
margin gingiva, tepi dibentuk membulat dan tidak tajam supaya tidak menganggu lidah dan pipi.
Konektor utama dapat berupa bar atau plate tergantung lokasi, jumlah gigi yang hilang, dan
rahang mana yang dibuatkan. Pada GTSL dengan basis akrilik digunakan perluasan plat akrilik
sebagai konektor mayor. Pada penggunaan GTSL dengan metal frame dapat menggunakan bar
atau plate. Pada rahang atas dapat berupa single palatal bar, U-shaped palatal connector, anteroposterior palatal bar dan palatal palate. Pada rahang bawah dapat berupa lingual bar dan lingual
plate (Applegate, 1960).
Syarat- syarat yang harus dipenuhi sebagai konekktor mayor (Haryanto, 1995) :
a. Harus rigid : distribusi beban merata pada dental alveolar dan mucco-osseus
b. Terletak baik dalam hubungannya dengan gingival dan jaringan lunak yang bergerak
c. Dukungan tidak boleh mengenai/bergeseran dgn marginal gingival, bila mungkin tidak
boleh menutup jaringan gingival
KONEKTOR RAHANG ATAS (Haryanto, 1995)
Dasar pemilihan:
a.
b.
c.
d.
e.

Jumlah gigi yang masih ada


Letak diastema
Ada atau tidak ada torus palatinus
Comfort
fonetik

Macam-macam konektor rahang atas :


-

Apabila lebar anteroposterior konektor 8-12 mm : STRAP

< 8 mm : BAR

> 12 mm : PLATE

1.

POSTERIOR PALATAL STRAP = TRANSVERSAL BAND = PALATINAL BAND =

MID PALATAL STRAP


Indikasi : Kehilangan gigi bagian posterior (I,II,III kennedy)
Catatan :
- Lebih Comfort dari type bar
- Distribusi beban kepalatum lebih luas
- Tidak menutupi rugae palatina
- Konektor bagian tengah bisa dibuat lebih tebal (1,5 mm)

2. ANTERIOR PALATAL STRAP/BAR


Indikasi :
- Kehilangan gigi anterior
- Kehilangan gigi anterior dan posterior
- Torus palatinus yang tidak bisa ditutup
Catatan :
-

Pasien dengan Torus Palatinus yang tidak bisa ditutup


Konektor kurang kaku karena gerakan kearah bukolingual terjadi pada daerah posterior

3. ANTEROPOSTERIOR PALATAL STRAP/BAR = DOUBLE PALATAL BAR


Indikasi :
- Kehilangan gigi anterior dan posterior
- Torus palatinus besar
- Pasien tidak mau dibuatkan full connector
Catatan :
-

Palatum tidak terlalu banyak ditutup


Torus palatinus bebas
< comfort krn banyak border
Distribusi beban kurang
Support mucco-osseus lebih sedikit daripada desain plate

4. FULL PLATE CONNECTOR = COMPLETE PALATAL PLATE


Indikasi :
- long span bilateral tooth mucosa borne, dengan atau tanpa kehilangan gigi anterior
- Dukungan maksimum dari mucco osseus
- Os cacat palatum

Catatan :
-

Beban pengunyahan baik


Daerah yang ditutup luas
Relatir berat

4. MODIFIED PALATAL PLATE


Kombinasi dari konektor mayor

KONEKTOR MAYOR RAHANG BAWAH (Haryanto, 1995)


Dasar :
-

Kebutuhan Retensinya
Mengurangi beban yang jatuh pada gigi penjangkaran
Pertimbangan anatomi dari mandibula dan inklinasi dari gigi sisa
Estetik
Kebiasaan pasien

Macam-macam Konektor Mayor Rahang Bawah :


1.

LINGUAL BAR

Indikasi :
Bila ruang dasar mulut sama atu lebih besar dari 7 mm
Catatan :
-

Penampang berbentuk buah pear, dimensi superior-inferior 4mm dan anteroposterior

2mm
Jarak minimal tepi atas dengan gingival margin konektor 3mm
Tepi bawah konektor tidak boleh melebihi batas fungsional dasar mulut

2.

LINGUAL PLATE

Indikasi:
-

Tinggi dasar mulut < 5mm

Antisipasi jika gigi depan harus dicabut

Torus lingualis

Catatan :
1.

Konektor menutupi gigi dan jaringan gingival lebih banyak

2.

Bagian konektor atas harus berkontak dengan permukaan lingual gigi

3.

Tepi konektor harus dibuat setipis mungkin

4.

Batas bawah harus dibuat lebih tebal untuk rigiditas konektor

3.

DOUBLE LINGUAL BAR

Indikasi :
Gigi depan yang mengalami kelainan periodontal karena dapat difungsikan sebagai splint

Catatan :
1.

Tidak menutupi marginal gingival

2.

Lingual bar dan continous claps berjarak cukup, aelf cleansing

3.

Rigiditas <

4. Diastema interrupted double lingual bar

5. LABIAL BAR
Indikasi :
-

Inklinasi gigi anterior RB sangat miring kelingual

Dasar mulut sempit

Terdapat torus lingualis besar dan tidak dapat dibedah

Catatan :
1.

Ruang vestibulum harus cukup dalam, agar tepi batas atas dapat diletakkan 3mm dari

margin gingival
2.

Kurang rigid dibanding lingual bar

3.

Estetik kurang

KONEKTOR MINOR
Konektor minor merupakan bagian GTSL yang menghubungkan konektor utama dengan
bagian lain, misalnya sandaran oklusal. Biasanya diletakkan pada daerah embrasur gigi dan harus

berbentuk melancip ke arah gigi penyangganya. Fungsi konektor minor adalah meneruskan
tekanan oklusal / beban oklusi ke gigi peganggan, membantu stabilisasi dengan menahan gaya
pelepasan, menghubungkan bagian-bagian GTSL dengan konektor utama, menyalurkan efek
penahan, sandaran dan bagian pengimbangan kepada sandaran serta mentransfer efek
retainer/klamer serta komponen gigi lain ke gigi tiruan (Applegate, 1960).
Suatu komponen yang kaku menghubungkan konektor mayor dengan komponen lain dari
gigi tiruan seperti rest, indirect retainer dan cengkraman (Haryanto, 1995).
Syarat-Syarat :
-

Harus kuat dan tebal agar rigid


Tidak mengenai marginal gingival
Tidak menonjol dibandingkan kontur lingual gigi, sehingga tidak mengganggu lidah
Menempel sepanjang permukaan guiding plane pada 1/3 - 1/2 dari arah oklusal

Fungsi :
-

Pembagi beban kunyah ke gigi penjangkar


Penghubung mayor konektor dengan bagian lain
Menahan pergerakan protesa kearah lateral

Rest
Fungsi :
-

Meneruskan tekanan kunyah/gaya vertical kearah apical atau sumbu gigi penjangkaran
Mencegah pergerakan protesa kearah gingival serta drifting dari gigi tetangga

Rest seat
Bagian permukaan gigi yang telah dipreparasi atau fixed restorasi dimana nantinya
tempat dudukan dari rest.
Rest seat dapat meneruskan tekanan kunyah ke apikal dan dapat berfungsi sebagai
vertical stop mencegah pergeseran protesa dan melindungi gingival.
Macam-macam rest :
-

Occusal rest
Lingual / cingulum rest
Incisal rest

1. OKLUSAL REST
Syarat:
-

Gigi P dan M
Pada permukaan oklusal gigi
Berbentuk sendok/miring ke arah sumbu gigi 900
Lebar 1/3 lebar gigi (2-3mm MD)
Dalamnya 1-1,5 mm
Sudut nya ,900

Round Bur

3.

CINGULUM REST

Syarat :
1.

Dibagian lingual/palatal dari gigi C

2.

Anatomi gigi memungkinkan untuk dipreparasi sebagai dudukan

3.

Indirect retainer

4.

INCISAL REST

Syarat :
1.

Sudut dari gigi insisal

2.

Hanya pada kasus tertentu membutuhkan indirect retainer

3.

Lekukan kecil pada proximal incisal angle

4.

Tebal 1,5-2mm

Daftar pustaka

Applegate, 1960, Essentials of Removable Partial Denture Prothesis, 2nd edition, W.B. Saunders
Co. Philadelphia
Haryanto, A.G., 1995, Buku Ajar Ilmu Gigi Tiruan Sebagian Lepasan, Jilid II, Cetakan I,
Hipokrates, Jakarta