Anda di halaman 1dari 18

Referat

Katarak

Pembimbing:
Kolonel Kes dr. Sri Harto, Sp. M
Disusun oleh:
Octaviani Sanjaya
11.2015.238

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Mata
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
RSAU dr. Esnawan Antariksa
14 November 2016 - 17 Desember 2016

Akhir kata. Penulis sadar referat ini jauh dari sempurna. Sri Harto. dr.Kata Pengantar Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karuniaNya sehingga referat ilmu kesehatan mata tentang “Katarak” ini dapat selesai. Sp. 27 November 2016 Penulis . Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. M yang telah membimbing saya selama kepaniteraan di RSAU Esnawan Antariksa Jakarta dalam pembuatan referat ini. Jakarta. semoga referat ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan setiap pembaca pada umumnya. Referat ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas kepaniteraan klinik mata di RSAU Esnawan Antariksa Jakarta. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing saya. Penulis menyadari ada banyak pihak yang turut mendukung pembuatan referat ini.

Di sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan poterior nukleus.1. Dengan bertambahnya usia.Hal ini disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah dan saraf mata.2 Patofisiologi dan faktor risiko Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih.Pada zona sentral terdapat nukleus. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Di seluruh dunia.Perubahan retina menjadi ancaman jangka panjang utama terhadap penglihatan. berbentuk seperti kancing baju. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal disertai influks air ke dalam lensa. nukleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan.Kontrol tekanan darah juga penting. 20-40% orang usia 60 tahun ke atas mengalami penurunan ketajaman penglihatan akibat kekeruhan lensa. Opasitas pada kapsul poterior merupakan bentuk aktarak yang paling bermakna seperti kristal salju.1 I. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak. yang terutama disebabkan oleh kontrol yang buruk dari gula darah.Meningkatkan pengawasan gula darah telah terbukti mengurangi resiko kerusakan mata dalam banyak studi.1 Epidemiologi Lebih dari 90% kejadian katarak merupakan katarak senilis. I. mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Banyak faktor risiko yang mencetuskan katarak dapat menjadi kebutaan nomor satu di dunia.Lensa mengandung tiga komponen anatomis.BAB I Pendahuluan Katarak dapat dialami oleh semua orang karena padanya proses degenerasi atau penuaan.2 Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi.Perubahan dalam serabut halus multipel (zonula) yang memaenjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa. katarak. 20 juta orang mengalami kebutaan akibat katarak. Frekuensi katarak laki-laki dan perempuan sama besar. Sedangkan pada usia 80 tahun ketas insidensinya mencapai 60-80%. hal itu mengurangi risiko kerusakan mata.. transparan.Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi. dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsula anterior dan posterior. sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. sepertei pada pasien dengan diabetes mellitus dan hipertensidapat memiliki peningkatan risiko terkena glaukoma. di perifer ada korteks.2 . Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar.

yaitu:2 a.Perubahan kondisi lensa pada orang tua.Pada katarak senilis kortikal terjadi derajat maturasi sebagai berikut: . b. Brown sclerotic nucleus. sistein dan tirosin) lensa. yang mengakibatkan kadar natrium meningkat. diikuti dengan penurunan asam amino dan kalium. alkohol. Hal ini menyebabkan lensa memasuki keadaan hidrasi yang diikuti oleh koagulasi protein. bengkak dan vakuolisasi mitokondria yang nyata. dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu yang lama. pada korteks jelas terdapat kerusakan antarsel. dapat disebabkan oleh kejadian trauma atau sistemis (diabetes) tetapi paling sering karena adanya proses penuaan yang normal. sedang warna coklet protein lensa nukleus mengandung histidin dan triptofan dibanding normal. sinar tidak banyak mengubah protein pada serat muda. bentuk lamel kapsul berkurang atau kabur. e. Serat lensa: lebih ireguler. Kapsul: menebal dan kurang elastis (seperempat kali dibanding anak). sinar ultraviolet lama kelamaan merubah protein nukleus (histidin. metionin. Katarak senilis kortikal Terjadi proses dimana jumlah protein total berkurang. terlihat bahan granular. mulai presbiopia. Epitel: semakin tipis. d. Kekeruhan lensa dengan nucleus yang mengeras akibat usia lanjut biasanya mulai terjadi pada usia lbih dari 60 tahun Gambar Anatomi dan Fisiologi Lensa Mata3 Mekanisme terjadi kekeruhan lensa pada katarak senilis yaitu:4 1. merokok. sel epitel (germinatif) pada ekuator bertambah besar dan berat. triptofan.Katarak bisa terjadi bilateral. obat-obatan. Korteks lensa: tidak berwarna karena kadar asam askorbat tinggi dan menghalangi fotooksidasi.Faktor yang paling sering berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar UV. c.

Vakuol mulai terlihat didalam korteks. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi kortek sehingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah. kekeruhan mulai terlihat anterior subkapsular posterior. Kekeruhan ini dapat menimbulkan polipia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan mengakibatkan kalsifikasi lensa.a. Pencembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glaukoma. Pada keadaan lensa mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama.Pada katarak subkapsular posterior. dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh. Pada katarak imatur akan dapat bertambah volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degeneratif. yang memberikan miopisasi.sehingga lensa kembali pada ukuran yang normal. Masa lensa yang berdegenerasi kelur dari kapsul lensa .Pada pemeriksaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamela serat lensa. Pada katarak senilis stadium imatur sebagian lensa keruh atau katarak yang belum mengenai seluruh lapis lensa. Stadium Intumesen dan Imatur Pada katarak intumesen terjadi kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. Masuknya air ke dalam celah lensa mengakibatkan lensa menjadi bengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibanding dengan keadaan normal. Bila katarak imatur atau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar. d. Stadium Matur Pada katarak senilis stadium matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. Stadium Insipien Pada katarak stadium insipien terjadi kekeruhan mulai dari tepi ekuator menuju korteks anterior dan posterior (katarak kortikal).Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan mengakibatkan miopia lentikular. Bilik mata depan akan berukuran kedalaman normal kembali. b. sehingga uji bayangan iris negatif. sehinggaterjadi glaukoma sekunder c. Stadium Hipermatur Pada katarak stadium hipermatur terjadi proses degenerasi lanjut. celah terbentuk antara serat lensa dan korteks berisi jaringan degeneratif (benda Morgagni) pada katarak isnipien.

3. Dapat dilihat pada Tabel 1 berbagai faktor risiko terjadinya katarak. berwarna kuning dan kering. Faktor risiko5 Katarak dianggap sebagai penyakit multifaktorial. Katarak senilis subkapsular posterior. kemudian menyebar ke perifer.Pada pemeriksaan terlihat bilik mata dalam dan lipatan kapsul lensa.Pasien mengalami gangguan silau yang signifikan karena cahaya berhamburan pada titik dekat mata. Katarak senilis nuklear Terjadi proses sklerotik dari nukleus lensa. Sebagian besar disebabkan etiologi spesifik dan dapat didiagnosis seperti pada katarak posterior umumnya disebabkan penggunaan obat steroid sedangkan pada katarak anterior disebabkan katarak senilis. 2. Tabel 1. yang mengakibatkan menurunnya kemampuan akomodasi lensa.sehingga lensa menjadi mengecil. dimana lensa kehilangan daya elastisitas dan keras. maka korteks akan memperlihatkan bentuk sebagai sekantong susu disertai dengan nukleus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. penyebab katarak. dan terjadi obtruksi sinar cahaya yang melewati lensa mata. Maturasi pada katarak senilis nuklear terjadi melalui proses sklerotik. Keadaan ini disebut sebagai katarak Morgagni. Pembentukan granul dan kekeruhan seperti plak pada korteks subkapsular posterior sering memperlihatkan pembentukan katarak subkapsular posterior. Maturasi dimulai dari sentral menuju perifer. Perubahan warna terjadi akibat adanya deposit pigmen. Bila proses katarak berjalan lanjut disertai dengan kapsul yang tebal maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar. hal ini menyebabkan lensa menjadi keras dan kehilangan daya akomodasi. dan faktor risiko5 .Kekeruhan subkapsular posterior dimulai di daerah kutub posterior. Sering terlihat gambaran nukleus berwarna coklat (katarak brunesens) atau hitam (katarak nigra) akibat deposit pigmen dan jarang berwarna merah (katarak rubra).Kadang-kadang pengkerutan berjalan terus sehingga hubungan dengan zonula Zinn menjadi kendor. Berbagai tipe katarak.

Agregasi . Usia Katarak yang berkaitan dengan usia (senile) didefinisikan sebagai katarak yang terjadi pada orang yang berusia > 50 tahun yang tidak berkaitan dengan faktor mekanik. sindrom Lowe. Katarak pada usia lanjut merupakan 48% penyebab kebutaan di dunia. kemungkinan disebabkan berkurangnya estrogen setelah mengalami menopause. sindrom Lowe atau jenis neurofibromatosis. anomali pada perkembangan anterior chamber. kimia. Sepertiga dari katarak kongenital bersifat herediter. Katarak herediter menurut Mendel diwariskan dari autosomal dominan dan autosomal resesif atau sifat X-linked. distrofi miotonik. dll juga merupakan faktor penyebab katarak pada bayi. Jenis kelamin Wanita memiliki insiden dan risiko mengalami katarak lebih tinggi dibandingkan lakilaki. iktiosis kongenital. penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan ( thalidomide. Infeksi pada kehamilan seperti rubella. Faktor maternal dan fetal Malnutrisi selama kehamilan atau masa awal setelah kelahiran dikaitkan dengan katarak zonula non familial. dll juga dikaitkan dengan katarak kongenital. Gen PITX3 dilaporkan berperan pada beberapa katarak kongenital disgenesis mesenkim segmen anterior. atau trauma radiasi. aniridia. Hal ini dapat terjadi dengan atau tanpa mikroftalmia. kortikosteroid. Sebuah studi eksperimental mencoba pemberian estradiol atau pengobatan estron pada tikus dan hasilnya memberikan efek pencegahan pada katarak hingga 25%. inklusi cytomegalo. Gangguan endokrin. dll ) dan paparan radiasi selama kehamilan meningkatkan risiko katarak pada bayi mereka. degenerasi retina. toksoplasmosis. Hipoksia intrauterin pada trimester akhir kehamilan.Kongenital    Faktor genetik Katarak dapat disebabkan anomali pada pola kromosom individu. kelainan genetik multisistem seperti kelainan kromosom.

Trauma jenis ini biasanya terjadi pada pria usia muda dengan sifat lensa yang sangat lembut. seperti penglihatan menjadi kabur. Apabila kekeruhan lensa . masuknya benda asing ke mata dapat menyebabkan kerusakan fisik lensa mata. Katarak kadang-kadang tidak menimbulkan rasa sakit tetapi mengganggu penglihatan.protein. stress osmotik dan stress oksidatif. kekurangan glutation. Kekeruhan kecil yang terjadi di daerah pupil akan dirasakan sangat mengganggu. Trauma Katarak dapat terbentuk setelah terjadi trauma tumpul. Katarak bilateral dengan gambaran tetesan minyak pada lensa bagian sentral merupakan karakteristik galaktosemia. kerusakan membran sel serat. kerusakan oksidatif. penglihatan bagian sentral hilang sampai menjadi buta. Apabila terjadi penurunan penglihatan secara perlahan-lahan tanpa rasa sakit pada orang usia tua. Ketika kapsul lensa bagian luar rusak. walau perlu memperhatikan keadaan lain seperti glukoma kronik. perubahan macular pada diabetes mellitus. seperti sinar matahari langsung atau sinar lampu kendaraan bermotor dari arah depan. Trauma pada lensa tanpa robekan kapsul lensa dapat menyebabkan katarak subkapsular dengan gambaran star-shaped appearance.3 Galaktosemia Galaktosemia dikaitkan dengan gangguan metabolisme galaktosa herediter yang disebabkan defisiensi galaktosa 1 fosfat uridyl transferase ( GPUT) dan enzim galaktokinase. dan degenerasi macular senilis. trauma tembus pada mata. Terbukti pada studi eksperimental secara in vivo dan in vitro. maka pada umumnya dicurigai sebagai penyebabnya adalah katarak. Diabetes melitus Diabetes mellitus yang tidak terkontrol berkaitan dengan komplikasi sistemik yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Gangguan metabolisme   I. migrasi sel epitel lensa adalah beberapa mekanisme tarjadinya katarak senile. Orang yang bekerja pada kondisi berbahaya seperti tukang las lebih rentan mengalami katarak yang diinduksi trauma. Keluhan silau bervariasi tergantung lokasi dan besarnya kekeruhan pada lensa. kadar kalsium yang tinggi. bagian dalam lensa akan membengkak dan mengalami denaturasi protein yang menyebabkan lensa berwarna putih. Salah satu keluhan dini pada katarak adalah keluhan silau atau tidak tahan terhadap cahaya terang. diabetes mellitus tak terkontrol berkaitan dengan jaringan mata glycation protein non enzimatik. Manifestasi klinis6 Katarak mungkin terjadi tanpa gejala dan ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan mata.

makin kecil huruf yang dapat dikenalinya maka makin tajam penglihatannya. kecuali penglihatan kirinya lebih akut. Karena pada jarak ini mata akan melihat benda dalam keadaan beristirahat atau tanpa akomodasi.Kartu yang memperlihatkan huruf E dalam berbagai posisi dan ukuran digunakan untuk anak kecil dan orang lain yang buta huruf. Selain pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan juga pemeriksaan dengan oftalmoskop. I. Pada katarak mature/ matang. yaitu pada tingkat matur atau hipermatur yang menyebabkan kebutaan.Nomor ini dinyatakan sebagai fraksi. Secara klinis tingkatan katarak ditentukan oleh tajan penglihatan.Catat nomor baris terkecil yang dapat dibaca pasien. Penyebut merupakan jarak . dan penglihatan ganda. Pada pemeriksaan rutin. walaupun perlu memperhatikan kelainan pada kornea atau pada vitreous body karena penyebab lain. Pemeriksaan dimulai dengan mata kanan. Adanya penurunan tajam penglihatan disertai dengan tidak adanya reflex fundus mengarah pada diagnosis katarak. lup. penglihatan warna jadi tumpul. Keluhan lain dapat berupa penglihatan berkabut. katarak tingkat dini mungkin didapatkan penglihatan yang normal. sehingga hanya dapat melihat gerakan tangan pada jarak dekat atau bahkan hanya dapat melihat cahaya.menjadi semakin parah maka penglihatan jarak jauh dan dekat mulai terganggu. Sebagian besar katarak tidak dapat dilihat oleh pengamat awam sampai kekeruhan cukup padat. Pemeriksaan proyeksi cahaya pada mata penting dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab penyakit mata lain atau kerusakan pada retina/ nervus opticus. atau lampu celah dengan pupil yang dilebarkan. Semakin parah kekeruhan lensa semakin sukar memantau fundus okuli sampai akhirnya reflex fundus negatif.4 Pemeriksaan fisik7 a. yang merupakan tanda klinik penting untuk menandai retina sehat dan nervus opticus berfungsi baik dan merupakan ramalan kesuksesan hasil operasi. Tajam penglihatan umumnya turun secara langsung sebanding dengan kepadatan katarak. Pemeriksaan visus Uji ketajaman penglihatan mengevaluasi kemampuan pasien untuk membedakan bentuk dan detail suatu benda.Pembilangnya merupakan jarak antara pasien dan kartu. dengan asumsi tidak ada penyakit lain. Pada uji ini pasien diminta untuk membaca huruf-huruf pada kartu penglihatan terstandarisasi (Snellen Chart) dari jarak 6 meter. Pupil pada mata dengan katarak biasanya bereaksi normal terhadap cahaya. Cara pemeriksaan adalah mata yang tidak diuji ditutup kemudian pasien diminta untuk membaca baris huruf yang paling kecil yang dapat dilihatnya pada kartu. penglihatan mungkin menurun. Uji snellen harus dilakukan pada semua pasien dengan keluhan mata.

Uji pinhole ini dilakukan dengan pasien melihat melalui lubang kecil disuatu lempeng.Bila dengan pinhole penglihatan lebih baik maka berarti ada kelainan refraksi yang masih bisa dikoreksi dengan kacamata. maka dinyatakan dalam 3/60.Orang normal dapat melihat adanya sinar pada jarak tidak berhingga. Bila mata hanya dapat melihat lambaian tangan pada jarak 1 meter. Dengan uji lambaian tangan maka dapat dinyatakan tajam penglihatan pasien yang lebih buruk dari 1/60. Bayi normal akan ada reflkes fiksasi pada usia 6 minggu. Kemudian ulangi pada mata yang lainnya. Dengan pengujian ini tajam penglihatan hanya dapat dinilai sampai 1/60 yang berarti hanya dapat menghitung jari pada jarak 1 meter. maka dilakukan uji pinhole.sedang mempunyai kemampuan mengikuti sinar pada usia 2 bulan.tempat orang normal dapat membaca baris tersebut. Hal diatas dapat dilakukan pada orang dewasa atau dapat berkomunikasi. Refleks pupil disini sudah mulai terbentuk.Misalnya defek lapang pandang bisa ada bila pasien terus menerus luput membaca huruf-huruf pada satu sisi dari semua baris.Bila penglihatan berkurang dengan dilakukan pinhole maka berarti ada kelainan organik atau kekeruhan media penglihatan yang mengakibatkan penglihatan menurun. Kadang mata hanya dapat mengenal adanya sinar saja dan tidak dapat melihat adanya lambaian tangan. Bila penglihatan sama sekali tidak mengenal adanya sinar maka penglihatannya adalah 0 atau buta total.Pada bayi adalah tidak mungkin melakukan pemeriksaan tersebut.Pada bayi yang belum berkembang matanya maka dapat dilihat dari refleks fiksasinya.Bila pasien hanya dapat menetukan jumlah jari yang diperlihatkan pada jarak 3 meter. Bila pasien tidak dapat mengenal huruf terbesar pada kartu snellen maka dilakukan uji hitung jari.jadi dapat dilihat perkembangannya.Orang normal dapat melihat gerakan atau lambaian tangan pada jarak 300 meter. Ketajaman penglihatan yang normal atau lebih baik dari normal tidak selalu menunjukan penglihatan yang normal. berarti tajam penglihatannya adalah 1/300.contoh: visus 6/30 artinya pasien hanya bisa melihat dari jarak enam meter sedangkan orang normal bisa melihat dari jarak 30 meter. . Defek lapang pandang ada bila pasien menyatakan bahwa satu atau lebih huruf hilang atau menjadi tak terbaca saat ia sedang melihat huruf disebelahnya.Keadaan ini disebut sebagai tajam penglihatan 1/~. Bila seseorang diragukan pakah penglihatannya berkurang akibat kelainan refraksi.Jari dapat dilihat terpisah oleh orang normal pada jarak 60 meter.

b. bilik anterior. lapisan air mata. pembesaran 15 kali. kemudian mata pasien diteteskan midriatika untuk membesarkan pupil. sklera. setelah terlihat refleks merah pada pupil maka oftalmoskop didekatkan hingga 2 – 3 cm dari mata pasien. konjungtiva. berdiri tegak atau tidak terbalik. kornea.7 Oftalmoskopi dibedakan dalam oftalmoskopi langsung dan tidak langsung. Pemeriksaan dengan oftalmoskopi dilakukan di kamar gelap.Kategori 5 : buta dan tidak ada persepsi sinar.Buta menurut WHO adalah sebagai berikut: - Kategori 1 : rabun atau penglihatan <6/18 Kategori 2 : rabun. Pada oftalmoskopi langsung jarak pemeriksaan antara kedua mata pemeriksa dan pasien adalah 15 cm.bulu mata. tidak stereokopis. Bila kelopak memperlihatkan tanda menutup. Dengan oftalmoskopi tidak langsung akan terlihat daerah fundus okuli 8 kali diameter papil.Pemeriksaan dengan kedua oftalmoskopi ini adalah bertujuan menyinari fundus okuli kemudian bagian yang terang di dalam fundus okuli dilihat dengan satu mata melalui celah alat pada oftalmoskopi langsung dan dengan kedua mata dengan oftalmoskopi tidak langsung. dapat dilihat sampai daerah oraserata.7 c. lensa.tajam penglihatan <6/60 Kategori 3 : buta Tajam penglihatan <3/60 Lapang pandangan <10derajat . Kegunaan oftalmoskop adalah melihat kekeruhan pada media penglihatan ynag keruh dan memeriksa fundus okuli terutama retina dan papil saraf optik. maka kelopak tersebut ditahan dengan tangan yang tidak memegang . iris. termasuk kelopak.Perbedaan antara oftalmoskopi langsung dan tidak langsung adalah pada oftalmoskopi langsung daerah yang dilihat paling perifer sampai daerah ekuator. Prosedur pemeriksaan ini adalah kamar pemeriksaan digelapkan. Pemeriksaan lampu celah Lampu celah merupakan instrumen yang dilengkapi dengan sistem pencahayaan khusus dan mikroskop binokuler yang memungkinkan spesialis mata melihat segmen anterior mata secara detail. karena dilihat dengan 2 mata maka terdapat efek stereoskopik dan dengan pembesaran 2 sampai 4 kali. dan badan vitreous. kemudian dokter memeriksa dengan menggunakan cahaya dan pembesaran sesuai keperluan.Kategori 4 : buta Tajam penglihatan <1/60 Lapang pandangan <5derajat . Oftalmoskopi Oftalmoskop merupakan alat yang mempunyai sumber cahaya untuk melihat fundus okuli.

Pada stadium ini katarak biasanya telah matang dan pupil mungkin tampak putih. ada tidaknya edema.Penderita diperiksa dengan duduk berhadapan terhadap pemeriksa pada jarak kira-kira 1 meter. Sebagian besar katarak tidak dapat dilihat oleh pengamat awam sampai menjadi cukup padat (matur atau hipermatur) dan menimbulkan kebutaan.5 Kriteria diagnosis Katarak biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan rutin mata. kaca pembesar. dan bawah. . Sama dengan oftalmoskopi langsung. dengan memperhatikan bentuk.Terakhir pemeriksa memusatkan pandangan pada makula.Mata kanan pasien dengan mata kiri pemeriksa saling bertahap. I.Untuk memperluas lapang penglihatan maka pasien disuruh melirik ke samping. keratomalasia(kornea terlihat lembek dan menonjol). katarak atau lepasnya retina. Sebuah benda dengan jarak yang sama digeser perlahan-lahan dari perifer lapang pandangan ke tengah. Dilakukan inspeksi pada mata.oftalmoskop. ukuran dan warnanya. xerosis(kornea kering dan keruh). opasitas padat badan aqueous atau vitreous. sampai reaksi fundus sama sekali hilang. Uji konfrontasi Mata kiri pasien dan mata kanan pemeriksa dibebat.bila pasien sudah melihatnya pasien disuruh memberi tahu. atas. kornea dilihat diameter kornea (normal 12mm). dapat diketahui melalui pupil yang didilatasi maksimum dengan ophtalmoskop. ulkus. pada stadium perkembangannya yang paling dini. Syarat pemeriksaan ini adalah mata pemeriksa harus normal. katarak. pasien dapat diminta melihat ke berbagai arah. Selain dipergunakan oftalmoskop juga dipergunakan lensa 15 – 20 dioptri yang diletakkan 10 cm dari mata sehingga letak fundus berada dititik api lensa. Pada keadaan ini bila pasien bisa melihat bersamaan dengan pemeriksa maka dianggap normal. macula (kekeruhan kornea yang berbatas tegas). jarak pemeriksa adalah 50 cm. Fundus okuli menjadi semakin sulit dilihat seiring dengan semakin padatnya kekeruhan lensa. d. Pada oftalmoskopi tak langsung. Selanjutmya pemeriksa mencari cekungan putih sentral pada optic diskphysiologic cup. nebula(kabut halus pada kornea yang sukar terlihat). Kemudian ia memusatkan pandangan pada cakram optik. leukoma(kekeruhan berwarna putih padat). Namun. Tidak adanya atau berkurangnya refleks merah dapat disebabkan oleh lesi kornea markoskopik. serta mengamati pembuluh retina yang berasal dari cakram tersebut. atau slitlamp.

Obat anti katarak lain yang sedang diselidiki termasuk sorbitol penurun agen.Inhibitor reduktase aldosa. konjungtiva.Pemeriksaan yang dilakukan pada pasien katarak adalah pemeriksaan sinar celah (slitlamp).Untuk menentukan kapan katarak dapat dibedah ditentukan oleh keadaan tajam penglihatan.Satu-satunya terapi untuk pasien katarak adalah bedah katarak dimana lensa diangkat dari mata (ekstraksi lensa) dengan prosedur intrakapsular atau ekstrakapsular. Pasien diabetik dapat dilakukan operasi dengan syarat kadar gula darah pada pasien terkontrol normal. tonometer selain daripada pemeriksaan prabedah yang diperlukan lainnya seperti adanya infeksi pada kelopak mata.Tajam penglihatan dikaitkan dengan pekerjaan sehari-hari pasien. yang dipercaya dapat menghambat konversi glukosa menjadi sorbitol. . telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mencegah katarak gula percobaan pada hewan. mencegah perkembangan katarak senilis. agen glutathione-meningkatkan.2 Non farmakoterapi Pengobatan pada katarak adalah pembedahan. funduskopi pada kedua mata bila mungkin. aspirin. BAB II Tatalaksana Farmakoterapi Tidak ada perawatan medis yang telah teruji dan terbukti untuk menunda. karena dapat penyulit yang berat berupa panoftalmitis pasca bedah dan fisik umum. dan vitamin antioksidan C dan E.

Pada teknik ini diperlukan irisan yang sangat kecil (sekitar 2-3mm) di kornea. Seluruh lensa dibekukan di dalam kapsulnya dengan cryophake dan depindahkan dari mata melalui incisi korneal superior yang lebar.a. Ekstraksi ekstrakapsular (ECCE) Tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga massa lensa dan kortek lensa dapat keluar melalui robekan. mata sebelahnya telah mengalami prolap badan kaca. Tindakan pembedahan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul. Teknik ini biasanya menghasilkan hasil visus yang bagus dan sangat berguna untuk operasi katarak dengan volume yang tinggi. Penyulit yang dapat terjadi pada pembedahan ini astigmatisme. Pembedahan ini dilakukan pada pasien katarak muda. Small Incision Cataract Surgery (SICS) SICS adalah salah satu teknik operasi katarak yang pada umumnya digunakan di Negara berkembang. yang memungkinkan pasien dapat dengan cepat kembali melakukan aktivitas sehari-hari. Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katarak sekunder. akan pulih dengan sendirinya. implantasi lensa intra ocular posterior. kemungkinan akan dilakukan bedah glukoma.8 c. Phakoemulsifikasi (phaco) adalah teknik untuk membongkar dan memindahkan kristal lensa.ICCE tidak boleh dilakukan atau kontraindikasi pada pasien berusia kurang dari 40 tahun yang masih mempunyai ligamen hialoidea kapsular. mata dengan prediposisi untuk terjadinya prolaps badan kaca. untuk mencegah penyulit pada saat melakukan pembedahan katarak seperti prolaps badan kaca.8 b. pasca bedah ablasi. Teknik ini dilakukan dengan . Karena incisi yang kecil maka tidak diperlukan jahitan. tehnik ini jarang dilakukan lagi sekarang. endoftalmitis.8 d. traumatik.Tehnik ini bermanfaat pada katarak kongenital. glukoma. Ekstraksi intrakapsular (ICCE). uveitis. perencanaan implantasi sekunder lensa intra ocular. dan kebanyakan katarak senilis. dan perdarahan. ada riwayat mengalami ablasi retina. Getaran ultrasonic akan digunakan untuk menghancurkan katarak. Sebuah lensa Intra Okular yang dapat dilipat dimasukkan melalui irisan tersebut. Pada ICCE tidak akan terjadi katarak sekunder dan merupakan tindakan pembedahan yang sangat lama populer. Sekarang metode ini hanya dilakukan hanya pada keadaan lensa subluksatio dan dislokasi. mata dengan sitoid macular edema. pasien dengan kelainan endotel. selanjutnya mesin PHACO akan menyedot massa katarak yang telah hancur sampai bersih.

Anestesi lokal diinfiltrasikan di sekitar bola mata dan kelopak mata atau diberikan secara topikal. Sekarang metode ini merupakan metode pilihan dinegara barat. Kekuatan lensa umumnya dihitung sehingga pasien tidak akan membutuhkan kacamata untuk penglihatan jauh. kemudian dibuat sclera tunnel sampai di bilik mata depan. hidrideliniasi dan disini nucleus dikeluarkan dengan manual. yaitu:2 a.Jika keadaan sosial memungkinkan. Likuifikasi lensa menggunakan probe ultrasonografi yang dimasukkan melaluiinsisi yang lebih kecil di kornea atau sklera anterior (fakoemulsifikasi).Saat ini pembedahan semakin banyak dilakukan dengan anestesi lokal daripada anestesi umum. Insisi luas pada perifer kornea atau sklera anterior. Dilakukan CCC. Biasanyatidak dibutuhkan penjahitan. Insisi harus dijahit. ECCE). hidrodiseksi. korteks dikeluarkan dengan aspirasi dan irigasi kemudian dipasang IOL in the bag.Operasi ini dapat dilakukan dengan. Kekuatan implan lensa intraokular yang akan digunakan dalam operasi dihitung sebelumnya dengan mengukur panjang maata secara ultrasonik dan kelengkungan kornea (maka juga kekuatan optik) secara optik. Pilihan lensa juga dipengaruhi oleh refraksi . diikuti oleh ekstraksi katarak ekstrakapsular (extra-capsular cataract extraction. pasien dapat dirawat sebagai kasus perawatan sehari dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit.cara insisi 6 mm pada sclera (jarak 2 mm dari limbus).9 Gambar Cara Phakoemulsifikasi pada Pasien Katarak 10 Operasi katarak terdiri dari pengangkatan sebagian besar lensa dan penggantian lensa dengan implan plastik. b.

Perawatan pascaoperasi Jika digunakan teknik insisi kecil. Komplikasi lambat pasca operatif  Ablasio retina . block pupil dan siliar.  Pendarahan. hipotonus. umumnya disebabkan karena penjahitan luka insisi yang tidak adekuat yang dapat menimbulkan komplikasi seperti penyembuhan luka yang tidak sempurna.Perlindungan pada malam hari dengan pelindung logam sering kali disarankan selama beberapa hari pascaoperasi.mata kontralateral dan apakah terdapat terdapat katarak pada mata tersebut yang membutuhkan operasi.Matanya dapat dibalut pada hari operasi. COA dangkal. ketika bekas insisi telahsembuh. tetapi kebanyakan pasien dapat melihat cukup baik melalui lensa intraokular sambil menunggu kacamata permanen. uveitis anterior kronik dan endoftalmitis. Komplikasi Intra Operatif Edema kornea. yang biasa terjadi bila iris robek saat melakukan insisi 3. disrupsi vitreus. adanya pelepasan koroid.1 Pascaoperasi pasien diberikan tetes mata steroid dan antibiotik jangka pendek. Jangan biarkan pasien mengalami perbedaan refraktif pada kedua mata. brown-McLean syndrome (edema kornea perifer dengan daerah sentral yang bersih paling sering)  Ruptur kapsul posterior. Kacamata sementara dapat digunakan beberapa hari setelah operasi. incacerata kedalam luka serta retinal light toxicity.Kacamata baru dapat diresepkan setelah beberapa minggu.Pasien umumnya boleh pulang pada hari operasi. lensa intraokular yang dapat berakomodasi sedang dalam tahap pengembangan. pendarahan atau efusi suprakoroid.Rehabilitasi visual dan peresepan kacamata baru dapat dilakukan lebih cepat dengan metode fakoemulsifikasi. Komplikasi dini pasca operatif  COA dangkal karena kebocoran luka dan tidak seimbangnya antara cairan yang keluar dan masuk. masa penyembuhan pascaoperasi biasanya pendek. ruptur kapsul posterior. edema stroma dan epitel. tetapi dianjurkan untuk bergerak dengan hati-hati dan menghindari perenggangan atau mengangkat benda berat selama satu bulan.Saat ini digunakan lensa intraokular multifokal. yang mengakibatkan prolaps vitreus  Prolaps iris.Karena pasien tidak dapat berakomodasi maka pasien membutuhkan kacamata untuk pekerjaan jarak dekat meski tidak dibutuhkan kacamata untuk jarak jauh.4 BAB III Komplikasi 1. astigmatismus. 2. pendarahan suprakoroid ekspulsif.

Curtis R. pathophysiology. Ophtalmology. h. Beberapa orang menggunakan vitamin . Gaya hidup sehat bisa membantu. jadi pencegahan sekunder melibatkan pengendalian penyakit mata lain yang dapat menyebabkan katarak dan meminimalkan faktor-faktor yang menyebabkan katarak. katarak berkembang. Jens S A. olahraga teratur dan istirahat. morphology. Mengenakan kacamata hitam di luar pada siang hari bisa mengurangi kemungkinan Anda untuk terkena katarak atau memiliki masalah dengan retina. 2009. 3. Jika Anda memiliki diabetes. causes. yang terjadi karena kapsul posterior lemah Malformasi lensa intraokuler. 2002. 2009. Gaya hidup sehat membantu mencegah penyakit lainnya dalam tubuh. mengurangi paparan berbahaya radiasi UV dan mungkin b. China: Mosby Elsevier. jarang terjadi BAB IV Pencegahan Saat ini. memperlambat perkembangan katarak. dan ekstrak herbal untuk mengurangi pembentukan katarak. Edisi 2. 2. tidak ada cara yang efektif untuk mencegah pembentukan katarak. Tidak ada data ilmiah membuktikan bahwa hal tersebut efektif. Epidemiology. Duker J S. Dalam: Yanoff M. dan tidak d. Carroll E W. Beberapa kacamata bisa memfilter sinar UV.  Endoftalmitis kronik yang timbul karena organissme dengan virulensi rendah yang terperangkap dalam kantong kapsuler Post kapsul kapacity. . and visual effects of cataract. Dalam: Port C M. Ilyas Sidarta H. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. control gula darah dapat menunda perkembangan katarak. Makan diet yang cukup. Tidak ada obat topikal atau oral atau suplemen yang terbukti mengurangi kemungkinan c. Pathophysiology-concepts of altered health states. Masalah kesehatan mata anda. Disorder of visual function. mineral. China: Lippincott William’s & Wilkins.7 a. Matfin G. BAB V Daftar Pustaka 1. merokok. Wevill M.82.

Faktor risiko dan upaya pencegahan katarak. 2014. 2005. Jakarta: EGC. Vaughan. Tana L. Katarak juvenil.44-6. Lensa. Volume XIV. 167-9. 8. Ilmu penyakit mata.2009 h. Rajagopala M. Volume XVI. Ilyas Sidarta H. 2011. Edisi III. h. Atlas ilmu penyakit mata. Jakarta: Sagung Seto. 5. 200-10. 9. Etiopathogenesis of cataract. 40-5. Dale. h. Ravishankar B. 2001. 2006. Mutiarasari D. Kedaruratan ilmu penyakit mata. Edisi 17. Retinopati diabetikum.4. Media Litbang Kesehatan. 10. Oftalmologi umum. Handayani F. Ilyas Sidarta H. 6. 2010. Indian J Ophtalmol. Inspirasi. 7. Gupta VB. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. . Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 1441. h. Volume LXII: 103-110. Ilyas Sidarta H. 175-183.