Anda di halaman 1dari 6

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 teori. Konsep, fakta


Cabai merupakan tanaman sayuran buah semusim yang diperlukan oleh seluruh
lapisan masyarakat sebagi bumbu atau penyedap makanan. Tanaman cabai
memiliki banyak nama populer diberbagai negara. Namun secara umum
tanaman cabai disebut sebagai pepper atau chili. Nama pepper lebih umum
digunakan untuk menyebut berbagai jenis cabai besar, cabai manis, atau
paprika. Sedangkan chili, biasanya digunakan untuk menyebut cabai pedas,
misalnya cabai rawit. Di Indonesia sendiri, penamaan cabai juga bermacammacam tergantung daerahnya. Cabai sering disebut dengan berbagai nama lain,
misalnya, lombok, mengkreng, rawit, cengis, cengek, Sebie dan sebutan lainnya
1. Sejarah Penyebaran
Ditinjau dari segi sejarahnya. Tanaman cabai berasal dari dunia baru (Meksiko,
Amerika Tengah dan Pegunungan Andes di Amerika Selatan), kemudian
menyebar ke Eropa pada abad ke-15. Kini tanaman cabai sudah mulai menyebar
ke berbagai Negara tropik, terutama di Asia, Afrika Tropika, Amerika Selatan dan
Karibia. Di Indonesia, tanaman cabai tersebar luas diberbagai daerah seperti:
Purworejo, Kebumen, Tegal, Pekalongan, Pati, Padang, Bengkulu dan lain
sebaginya.
2. Klasifikasi tanaman cabai
Secara umum klasifikasi tanaman cabai adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annum L.
Cabai masuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan
tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi.
Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung
minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan
kehangatan dan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur).

Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan
sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar. Tanaman cabai cocok ditanam
pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air

3. Morfologi tanaman cabai besar


Cabai merah termasuk tanaman semusim (setahun) yang berbentuk perdu,
tingginya bisa mencapai 11/2 m atau lebih.
Daun,
Daunnya bervariasi menurut spesies dan varietasnya. Ada daun yang berbentuk
oval, lonjong, bahkan ada yang lanset. Warna permukaan daun bagian atas
biasanya hijau muda, hijau, hijau tua, bahkan hijau kebiruan. Sedangkan
permukaan daun pada bagian bawah umumnya berwarna hijau muda, hijau
pucat atau hijau. Permukaan daun cabai ada yang halus adapula yang berkerutkerut. Ukuran panjang daun cabai antara 3 11 cm, dengan lebar antara 1 5
cm .
Batang,
batang pada tanaman cabai merah tidak berkayu. Bentuknya bulat sampai agak
persegi dengan posisi yang cenderung agak tegak. Warna batang kehijaun
sampai keunguan dengan ruas berwarna hiaju atau ungu. Pada batang-batang
yang telah tua (batang paling bawah), akan muncul warna coklat seperti kayu.
Ini merupakan kayu semu yang diperoleh dari pengerasan jaringan parenkim.
Biasanya batang akan tumbuh sampai ketinggian tertentu, kemudian
membentuk banyak percabangan
Akar,
akar tanaman cabai memiliki perakaran yang cukup rumit. Akar tunggangnya
dalam dengan susunan akar sampingnya (serabut) yang baik. Biasanya di akar
terdapat bintil-bintil yang merupakan hasil simbiosis dengan beberapa
mikroorganisme
Bunga,
Bunga tanaman cabai merupakan bunga sempurna. Artinya dalam satu tanaman
terdapat bunga jantan dan bunga betina. Pemasakan bunga jantan dan bunga
betina dalam waktu yang sama (atau hampir sama), sehingga tanaman dapat
melakukan penyerbukan sendiri. Bunga berbentuk bintang, biasanya tumbuh
pada ketiak daun, dalam keadaan tunggal atau bergerombol dalam tandan.
Dalam satu tandan biasanya terdapat 2 3 bunga saja. Mahkota bunga tanaman
cabai warnanya putih, putih kehijauan, dan ungu. Diameter bunga antara 5 20
mm. Tiap bunga memiliki 5 daun buah dan 5 6 daun mahkota
Buah,

Buah cabai merupakan bagian tanaman cabai yang paling banyak dikenal dan
memiliki banyak variasi. Menurut Sanders et. al. (1998), buah cabai terbagi
dalam 11 tipe bentuk, yaitu serrano, cubanelle, cayenne, pimento, anaheim
chile, cherry, jalapeno, elongate bell, ancho, banana, dan blocky bell. Namun
menurut Peet (2001), hanya ada 10 tipe bentuk buah cabai, di mana tipe
elongate bell dan blocky bell dianggap sama.

4. Syarat Tumbuh Tanaman Cabai Merah


Beberapa syarat tumbuh tanaman cabai merah diantaranya adalah keadaan
iklim, suhu dan keadaan tanah, uraian ketiganya adalah sebagai berikut:
Keadaan Iklim
Tanama cabai lebih senang tumbuh di daerah yang tipe iklimnya lembab sampai
agak lembab, daerah yang memiliki tipe iklim ABACD, BABC, CABC, DABC
(Menrut Schmidt dan Ferguson). Tanaman cabai tidak senang terhadap curah
hujan lebat, tetapi pada stadia tertentu perlu banyak air. Di daerah yang
iklimnya sangat basah tanaman mudah terserang penyakit daun seperti bercak
hitam (Antraknosa). Oleh karena itu tanaman cabai sangat baik ditanam pada
awal musim kemarau. Pada musim hujan tanaman juga mudah mengalami
tekanan (stress), sehingga bunganya sedikit, dan banyak bunga yang tidak
mampu menjadi buah. Kalaupun bisa berbuah, buahnya akan mudah sekali
gugur karena tekanan air hujan yang lebat. Curah hujan yang baik untuk
pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai berkisar antara 600 1200
mm/tahun dengan jumlah bulan basah 3-9 bulan. Walaupun demikian apabila
pada waktu berbunga tanaman cabai kekuranga air, maka banyak bunganya
yang akan gugur tidak mampu menjadi buah. Pada umumnya tanaman cabai
lebih senang ditanaman di daerah yang terbuka.

Suhu Udara
Suhu udara yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai
berkisar antara 210C 280C. Suhu harian yang terlalu terik, yakni di atas 320C
menyebabkan tepung sari tanaman cabai tidak berfungsi untuk melakukan
pembuahan. Selain itu juga suhu harian yang terik dapat menyebabkan bunga
dan buahnya terbakar. Suhu tanahpun juga berpengaruh terhadap penyerapan
unsur hara terutama N dan P. Apabila pada waktu berbunga suhu turun di bawah
150C, maka pembuahan dan pembijiannya terganggu. Pada suhu ini, unsur
mikro yang penting untuk pertumbuhan buah sukar diserap oleh tanaman cabai
sehingga terjadi buah tanpa biji atau parteokarpi. Suhu udara yang rendah,
menyebabkan banyak cendawan penyakit daun menyerang tanaman cabai,
teutama apabila disertai dengan kelembaban tinggi.

Tanah
Tanah yang subur dan banyak mengandung humus (bahan organik), gembur dan
memiliki drainase baik sanagt cocok untuk budidaya tanaman cabai merah.
Tanaman cabai sebenarnya dapat tumbuh disegala macam tipe tanah, dan
ketinggian tempat. Tanaman cabai merah akan tumbuh baik pada ketinggian 0
1300 m dpl. Bahkan pada ketinggian 1500 m dpl pun tanaman cabai merah
masih mampu tumbuh dan berbuah baik. Tanah yang air tanahnya dangkal dan
prositasnya rendah menyebabkan tanaman cabai mudah terserang hama dan
penyakit akar, penyakit layu dan keguguran pada daun dan buahnya. pH tanah
yang baik untuk tanaman cabai berkisar antara 51/2 61/2. Namun begitu
tanaman cabai sangat toleran terhadap tanah masam yang pH-nya kurang dari 5
hanya saja buahnya kurang lebat dan pertumbuhannya kerdil.

5. Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Cabai Merah


Fase vegetative
Fase muda/vegetatif adalah fase yang dimulai sejak perkecambah biji, tumbuh
menjadi bibit dan dicirikan oleh pembentukan daun-daun yang pertama dan
berlangsung terus sampai masa berbunga dan atau berbuah yang pertama
(Anonim, 2008 b). Pada tanaman cabai merah fase ini dimulai dari
perkecambahan benih sampai tanaman membentuk primordia bunga
(Sudarman, 2006).

Fase generative
Fase generatif adalah fase yang ditandai dengan lebih pendeknya pertumbuhan
ranting dan ruas, lebih pendeknya jarak antar daun pada pucuk tanaman, dan
pertumbuhan pucuk terhenti (Prihmantoro, 2005). Pada fase ini terjadi
pembentukan dan perkembangan kuncup bunga, buah, biji dan dan
pembentukan struktur penyimpanan makanan (Setiati, 1996).

6. Fase Fisiologis Tanaman Cabai


Fase Embrionis ( Lembaga ) Fase embrionis terjadi sejak penyerbukan bakal
buah oleh benang sari sehingga menghasilkan zigot yang seterusnya
berkembang menjadi biji.Mulai tahap inilah pertumbuhan dan perkembangan
tanaman belangsung.
Fase Juvenil Fase ini dimulai sejak terbentuknya organ tanaman seperti daun,
batang dan akar yang pertama kalinya proses ini dikenal dengan
perkecambahan. Fase juvenile berakhir pada waktu tanaman berbunga untuk
pertama kali.Tanaman cabai yang berada dalam fase pertumbuhan juvenile aktif
menumbuhkan tunas-tunas baru.Tunastumbuh pada buku-buku batang utama

dan pada ketiak daun. Pada fase ini tanaman tumbuh dan berkembang lebih
cepat dan sangat subur.
Fase Produksi Fase produksi di mulai saat tanaman menumbuhkan bunga
pertama dan berakhir ketika tanaman sudah tidak mampu berubah secara
normal.
Fase Penuaan ( Senil ) Batasan dimulainya fase penuaan sulit dipastikan
secara tepat karena sampai btas waktu tertentu tanaman masih menghasilkan
bunga yang dapat berkembang menjadi buah ( Nawangsih et al : 1999 : 49-50 ).
7. Manfaat Cabai Bagi Kesehatan Cabai adalah tanaman yang termasuk ke
dalam keluarga tanaman solanaceae.Tanaman yang berbuah pedas ini
digunakan secara luas sebagai bumbu masakan diseluruh dunia. Cabai
mengandung senyawa kimia yang dinamakan capsaicin ( 8-methyl-N-Vanillyi-6nonenamide ). Selain itu, terkandung juga berbagai senyawa yang mirip dengan
capsaicinyang dinamakan capsalcinoids.Apabila cabai dimakan, senyawasenyaaw capsaicinoids berikatan dengan reseptor nyeri dimulut dan
kerongkongan sehingga menyebabkan rasa pedas. Kemudian reseptor ini akan
mengirimkan sinyal ke otak yang mengatakan bahwa sesuatu yang pedas telah
dimakan. Otak merespon sinyal ini dengan menaikkan denyut jantung,
meningkatkan pengeluaran keringat dan melepas hormon endorphin. Cabai
merah mengandung vitamin C dalam jumlah besar, juga mengandung karoten
( Pro Vitamin A ). Kandungan kedua zat ini tidak terlampau tinggi pada cabai
yang berwarna kuning dan hijau.
Cabai juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh diantaranya adalah :
a. Capsaicin : Mampu membunuh sel kanker pada tikus percobaan di
labolatorium.
b. Capsaicin : Mampu menurunkan berat badan pada orang yang menderita
obesitas.
c. Makanan yang mengandung cabai mampu memperlambat proses terjadinya
risiko penyakit kardiovaskulas.
d. Cabai dianggap mampu mengendalikan pencernaan mikroba pada makanan.
e. Lapsaicin memiliki manfaat perlindungan anti ulcer pada lambung yang
terinfeksi bakteri ( Welly .apt:2014 )
2.2 Teori sebelumnya
berdasarkan penelitian yang relevan Menurut penelitian yang dilakukan oleh Eka
Wahyu Septianingrum pada tahun 2012, memperoleh hasil jika tanaman cabai
yang terkena cahaya matahari langsung mengalami pertumbuhan lambat,
namun jumlah daunnya bertambah lebih cepat.Berwarna hijau lebar dan tebal
dan batang kecambahnya kokoh.Sedangkan tanaman cabai yang terkena cahaya
matahari secara langsung, mengalami pertumbuhan tinggi yang sangat cepat,

namun pertambahan daunnya lambat, warna daunnya tidak hijau san daunnya
pucat.Batang kecambahnya tidak kokoh.
2.3 Hipotesa Berdasarkan teori yang sudah ada bahwa cahaya dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai. Karena dari
cahayalah proses fotosintesis tercipta dimana fotosintesis ialah proses dasar
pembentukan makanan.

METODE PENELITIAN
3.1 Variabel dan DOV ( Definisi Operasional Variabel )
A. Variabel Bebas : Intensitas cahaya matahari Definisi operasional variable
bebas : Pertumbuhan dan perkembangan dalam penelitian ini menggunakan dua
perlakuan berbeda. Dua pot diletakkan dalam ruangan tertutup dan tidak
terkena cahaya matahari.Sedangkan dua pot lainnya diletakka diluar dan terkena
matahari langsung.
B. Variabel control : Air, tanah, pot dari plastic Definisi operasional variable
control : penelitian ini menggunakan jenis tanah yang sama, jenis dan berat pot
yang sama. Serta volume air yang di alirkan sama dan sejenis.
C. Variabel Terikat

BAB V PENUTUP A. Simpulan Dari data dan pembahasan di Bab IV dapat


disimpulkan sebagai berikut : 1. Cahaya matahari sangat berpengaruh dalam
pertumbuhan dan perkembangan cabai 2. Tumbuhan cabai yang berada di
tempat terang lambat untuk meninggi karena di pengaruhi hormone auksin 3.
Tumbuhan cabai yang berada di tempat terang mengalami pertumbuhan tinggi
yang lebih lambat , namun daun dan tekstur yang dihasilkan lebih kuat dan tak
mudah layu 4. Tumbuhan cabai yang berada di tempat redup mengalami
pertumbuhan tinggi yang lebih cepat , namun tekstur yang dihasilkan lembek
dan mudah layu dan warna yang dihasilkan dari batang daun pun akan pucat. 1.
B. Saran 1. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui cara
efektif agar tanaman cabai daunnya lebih cepat tumbuh dan berkemabng 2.
Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai media yang baik untuk
tanaman cabai itu sendiri