Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PNEDAHULUAN
Tinea merupakan jenis gangguan kulit yang disebabkan oleh jamur. Tinea juga disebut
dermatofitosis yaitu penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya stratum
korneum, pada epidemis, rambut, dan kuku, yang disebabkan oleh golongan jamur
dermatofita. Dermatofita merupakan kelompok jamur yang memiliki kemampuan untuk
melekat pada keratin dan menggunakannya sebagai sumber nutrisi yang memungkinkan
jamur tersebut untuk berkoloni pada jaringan yang mengandung keratin.
Dermatofitosis adalah salah satu infeksi yang paling sering terjadi di dunia. Distribusi,
spesies

penyebab,

dan

bentuk

infeksi

yang

terjadi

bervariasi

pada

daerah

geografis,lingkungan dan budaya yang berbeda. Dermatofita berkembang pada suhu 25-28C
dan timbulnya infeksi pada kulit manusia didukung oleh kondisi yang panas dan lembab.
Karena alasan ini, infeksi jamur superfisial relatif sering pada negara tropis pada populasi
dengan status sosioekonomi rendah yang tinggal di lingkungan yang sesak dan hygiene yang
renda.
Dermatofita tersebar di seluruh dunia dan menjadi masalah terutama di negara
berkembang. Di berbagai negara saat ini terjadi peningkatan bermakna dermatofitosis.
Mikosis superfisial mengenai lebih dari 20-25% populasi sehingga menjadi bentuk infeksi
yang tersering Kondisi geografis Indonesiamerupakan daerah tropis dengan suhu dan
kelembaban yang tinggi akan memudahkan tumbuhnya jamursehingga infeksi oleh karena
jamur di Indonesia banyak ditemukan. Di Indonesia angka yang akurat mengenaiinsidensi
mikosis superfisialis belum ada. Insidensi di berbagai rumah sakit pendidikan di Indonesia
tahun 1998 bervariasidari yang terendah 2,93% (Semarang) hingga yang tertinggi 27,6%
(Padang). Di Indonesia dermatofitosis menempati urutan kedua setelah Pityriasis versicolor.
Pertumbuhan tinea terbatas pada kulit mati, tetapi didukung oelh lingkungan setempat
yang lembap dan hangat. Tinea juga dipengaruhi oleh kebiasaan pola hidup yang tidak bersih.
Penyakit ini masih sering disepelekan oleh masyarakat, untuk itu perlu diberikan informasi
agar penderita tidak terlalu meremehkan dan dapat mengetahui upaya mengurangi gejala dan
mencegah komplikasinya.