Anda di halaman 1dari 18

1.

Aceh - Bungong Jeumpa (Michelia champaca)

Cempaka wangi (Magnolia champaca/Michelia champaca) adalah pohon hijau abadi besar
yang bunga putih atau kuningnya dikenal luas sebagai sumber wewangian. Tumbuhan asal
anak benua India dan Asia Tenggara ini juga berguna kayunya dan berfungsi pula sebagai
penghias

taman.

Bijinya

terbungkus

oleh

salut

biji

yang

disukai

burung.

Cempaka wangi adalah flora identitas untuk Provinsi Aceh; di sana dikenal sebagai
bungong jeumpa.Dalam percakapan sehari-hari, yang dimaksud dengan cempaka biasanya
adalah cempaka wangi ini. Nama "cempaka" dipinjam dari bahasa Sanskerta. Nama-nama
dalam berbagai bahasa di India juga memiliki nama bermiripan, seperti champac,
sonchaaphaa, atau sampangi.
Bunga cempaka wangi melepaskan aroma yang harum. Bunga yang masih kuncup biasa
menjadi hiasan rambut atau diletakkan pada mangkuk berisi air sebagai pengharum
ruangan. Aromanya menjadi komponen utama salah satu parfum dari Prancis, Joy.
Pohon cempaka biasa ditanam di pekarangan rumah, kuil, atau pekuburan. Karena asosiasi
dengan tempat-tempat suci, pohon cempaka wangi sering dianggap sebagai pohon keramat.
Cempaka wangi dapat diperbanyak dengan cangkok atau dengan menumbuhkan bijinya.

2. Sumatera Utara - Kenanga (Cananga odorata)

Kenanga (Cananga odorata) adalah nama bagi sejenis bunga dan pohon yang
menghasilkannya. Ada dua forma kenanga, yaitu macrophylla, yang dikenal sebagai
kenanga biasa, dan genuina, dikenal sebagai kenanga filipina atau ylang-ylang. Selain itu,
masih dikenal pula kenanga perdu (Cananga odorata fruticosa), yang banyak ditanam
sebagai hiasan di halaman rumah.Cananga odorata tumbuh dengan cepat hingga lebih dari
5 meter per tahun dan mampu mencapai tinggi rata-rata 12 meter. Batang pohon kenanga
lurus, dengan kayu keras dan cocok untuk bahan peredam suara (akustik).
Memerlukan sinar matahari penuh atau sebagian, dan lebih menyukai tanah yang memiliki
kandungan asam di dalam habitat aslinya di dalam hutan tadah hujan. Daunnya panjang,
halus dan berkilau. Bunganya hijau kekuningan (ada juga yang bersemu dadu, tetapi
jarang), menggelung seperti bentuk bintang laut, dan mengandung minyak biang, cananga
oil yang wangi.
Ylang-ylang juga berupa pohon, tetapi tidak setinggi pohon kenanga biasa. Kenanga perdu
yang biasa ditanam di halaman rumah, hanya bisa tumbuh paling tinggi tiga meter.
Kenanga biasa merupakan tumbuhan asli di Indonesia dan ylang-ylang tumbuhan asli
Filipina. Kenanga lazim pula ditanam di Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia. Di
Indonesia, bunga kenanga banyak menempati peran di dalam upacara-upacara khusus
misalnya dalam upacara perkimpoian.

3. Sumatera Barat - Pohon Andalas (Morus macroura)

Andalas atau bebesaran atau murbei (Latin: Morus) adalah sebuah genus yang terdiri dari
1016 spesies pohon tertentu yang asli berasal dari daerah panas sedang dan subtropis di
Asia, Afrika dan Amerika. Mayoritas spesies asli berasal dari Asia. Salah satunya yang
terkenal adalah di desa Andaleh, kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera
Barat, yang telah mencapai usia lebih dari 120 tahun.
Bebesaran tumbuh cukup cepat pada saat masih muda, namun kemudian tumbuh lambat
dan tingginya jarang melebihi 10-15 m. Daun bebesaran merupakan daun sederhana
berbentuk cuping dan menggergaji di bagian tepi. Buah murbei merupakan buah majemuk
dengan panjang 2-3 cm, berwarna merah bila masih mudah dan ungu tua bila ranum, dan
dapat dimakan.
Bebesaran terutama terkenal karena dedaunannya digunakan sebagai makanan ulat sutra.
Selain itu, andalas (Morus macroura), salah satu spesies bebesaran, sering digunakan
kayunya untuk lantai rumah atau mebel karena kuat dan keras.

4. Riau - Nibung (Oncosperma tigillarium)

Nibung (Oncosperma tigillarium) adalah sejenis palma yang tumbuh di rawa-rawa Asia
Tenggara, mulai dari Indocina hingga Kalimantan.Tumbuhan ini berupa pohon dengan
bentuk khas palma: batang tidak atau jarang bercabang, dapat mencapai 25m, dapat
memunculkan anakan yang rapat, membentuk kumpulan hingga 50 batang. Batang dan
daunnya terlindungi oleh duri keras panjang berwarna hitam. Daunnya tersusun majemuk
menyirip tunggal (pinnatus) yang berkesan dekoratif.
Kayu nibung sangat tahan lapuk sehingga dipakai untuk penyangga rumah-rumah di tepi
sungai di Sumatera dan Kalimantan. Temuan arkeologi di daerah Jambi menunjukkan sisasisa penyangga rumah dari kayu ini di atas tanah gambut dari perkampungan abad ke-11
hingga ke-13. Kayunya juga dipakai untuk jala ikan (di Kalimantan).
5. Kepulauan Riau - Sirih (Piper betle)

Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada
batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara
mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan

dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat
malignan.
Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan
berbagai upacara adat rumpun Melayu.Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m.
Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat
keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh
berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas.
Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan
terdapat daun pelindung 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya
sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina
panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah
berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau
keabu-abuan.

Akarnya

tunggang,

bulat

dan

berwarna

coklat

kekuningan.

6. Jambi - Palem Merah (Cyrtostachys renda)

Palem merah adalah tanaman hias populer yang biasa dijumpai di pekarangan rumah.
Nama merah diambil dari warna pelepah daunnya yang merah pekat menyala. Palem
merah sekarang menjadi salah satu tumbuhan langka karena eksploitasi besar-besaran di
hutan Sumatra dan Malaya, tempat asalnya.
Terdapat varian yang sekarang dianggap sebagai varietas, yang dikenal sebagai palem
jingga (C. renda Blume).

7. Sumatera Selatan - Duku (Lansium domesticum)

Duku adalah nama umum dari sejenis buah-buahan anggota suku Meliaceae. Tanaman
yang berasal dari Asia Tenggara sebelah barat ini dikenal pula dengan nama-nama yang
lain seperti langsat, kokosan, pisitan, celoring dan lain-lain dengan pelbagai variasinya.
Nama-nama yang beraneka ragam ini sekaligus menunjukkan adanya aneka kultivar yang
tercermin dari bentuk buah dan pohon yang berbeda-beda.
Duku adalah tumbuhan identitas untuk Provinsi Sumatera Selatan.
Pohon yang berukuran sedang, dengan tinggi mencapai 30 m dan gemang hingga 75 cm.
Batang biasanya beralur-alur dalam tak teratur, dengan banir (akar papan) yang pipih
menonjol di atas tanah. Pepagan (kulit kayu) berwarna kelabu berbintik-bintik gelap dan
jingga, mengandung getah kental berwarna susu yang lengket (resin).Daun majemuk
menyirip ganjil, gundul atau berbulu halus, dengan 69 anak daun yang tersusun berseling,
anak daun jorong (eliptis) sampai lonjong, 9-21 cm 5-10 cm, mengkilap di sisi atas,
seperti jangat, dengan pangkal runcing dan ujung meluncip (meruncing) pendek, anak daun
bertangkai 512 mm.
Bunga terletak dalam tandan yang muncul pada batang atau cabang yang besar,
menggantung, sendiri atau dalam berkas 25 tandan atau lebih, kerap bercabang pada
pangkalnya, 1030 cm panjangnya, berambut. Bunga-bunga berukuran kecil, duduk atau
bertangkai pendek, menyendiri, berkelamin dua. Kelopak berbentuk cawan bercuping-5,
berdaging, kuning kehijauan. Mahkota bundar telur, tegak, berdaging, 2-3 mm 4-5 mm,
putih hingga kuning pucat. Benang sari satu berkas, tabungnya mencapai 2 mm, kepalakepala sari dalam satu lingkaran. Putiknya tebal dan pendek.
Buah buni yang berbentuk jorong, bulat atau bulat memanjang, 2-4(-7) cm 1,5-5 cm,
dengan bulu halus kekuning-kuningan dan daun kelopak yang tidak rontok. Kulit (dinding)

buah tipis hingga tebal (kira-kira 6 mm). Berbiji 13, pipih, hijau, berasa pahit; biji
terbungkus oleh salut biji (arilus) yang putih bening dan tebal, berair, manis hingga masam.
Kultivar-kultivar yang unggul memiliki biji yang kecil atau tidak berkembang
(rudimenter),

namun

arilusnya

tumbuh

baik

dan

tebal,

manis.

Perbanyakan duku yang dilakukan menggunakan biji mengakibatkan lambannya tanaman


dalam menghasilkan buah. Tanaman baru berbunga pada umur 10 sampai 15 tahun.
Perkecambahan tumbuhan ini memiliki perilaku poliembrioni (satu biji menghasilkan
banyak embrio atau semai): satu embrio hasil pembuahan, dan sisanya embrio apomiktik.
Embrio apomiktik berkembang dari jaringan pohon induk sehingga keturunannya memiliki
karakter yang serupa dengan induknya. Biji bersifat rekalsitran, penyimpanan lebih
daripada

tujuh

hari

akan

menyebabkan

kemunduran

daya

kecambah

yang

cepat.Perbanyakan vegetatif dilakukan dengan pencangkokan dan sambung pucuk.


8. Bengkulu - Suweg Raksasa (Amorphophallus titanum)

Bunga bangkai atau suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif),
Amorphophallus titanum, merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik
dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk)
terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga
endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m. Namanya berasal dari
bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan
sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya.
Banyak orang sering salah mengira dan tidak bisa membedakan bunga bangkai dengan
"Rafflesia arnoldii" mungkin karena orang sudah mengenal bahwa Rafflesia sebagai bunga
terbesar dan kemudian menjadi bias dengan ukuran bunga bangkai yang juga

besar.Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara
bergantian, fase vegetatif dan fase generatif.
Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 6m.
Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman. Apabila
cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya
akan

muncul.

Apabila

cadangan

makanan

kurang

tumbuh

kembali

daunnya.

Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol
atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya
berumah satu dan protogini: bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya
bunga

jantan,

sebagai

mekanisme

untuk

mencegah

penyerbukan

sendiri.

Hingga tahun 2005, rekor bunga tertinggi di penangkaran dipegang oleh Kebun Raya
Bonn, Jerman yang menghasilkan bunga setinggi 2,74m pada tahun 2003. Pada tanggal 20
Oktober 2005, mekar bunga dengan ketinggian 2,91m di Kebun Botani dan Hewan
Wilhelma, Stuttgart, juga di Jerman. Namun demikian, Kebun Raya Cibodas, Indonesia
mengklaim bahwa bunga yang mekar di sana mencapai ketinggian 3,17m pada dini hari
tanggal 11 Maret 2004.
Bunga mekar untuk waktu sekitar seminggu, kemudian layu. Apabila pembuahan terjadi,
akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji di pada bagian bekas pangkal
bunga. biji-biji ini dapat ditanam. Setelah bunga masak, seluruh bagian generatif layu.
Pada saat itu umbi mengempis dan dorman. Apabila mendapat cukup air, akan tumbuh
tunas daun dan dimulailah fase vegetatif kembali. Karena keunikan bunga ini, bunga ini
sering diperjualbelikan oleh manusia, itulah faktor utama bunga ini langka.
9. Lampung - Bunga ashar (Mirabilis jalapa)

Bunga Ashar mekar pada sore hari, dan bunga ini dipergunakan sebagai pertanda telah
masuknya waktu Shalat Ashar bagi masyarakat yang beragama Islam pada jaman dahulu.

Bunga ini disenangi oleh masyarakat Lampung semenjak Agama Islam masuk ke daerah
Lampung sekitar abad ke IV. Oleh karena bunga tersebut berkaitan dengan petunjuk waktu
sholat, maka penduduk desa di jaman dahulu banyak menanam bunga tersebut di
pekarangan rumah atau di depan pondok (Surau) dan kebiasaan ini sampai sekarang masih
banyak kita temui di pelosok/di desa-desa masyarakat Lampung.
Bijinya yang berdaging (lembaga) berwarna putih pada jaman dahulu digunakan untuk
bahan bedak.Bunga Ashar merupakan tanaman hias, pada umur 3 bulan tanaman ini baru
mulai berbunga. Bunganya seperti terompet kecil, warna bunga tergantung jenisnya, ada
yang merah, putih, kuning, bahkan kadang*kadang dalam satu pohon terdapat warna
campuran. Batangnya tebal dan tegak tidak berbulu dan banyak bercabang-cabang.
Daunnya berbentuk seperti gambar hati berujung runcing dan panjangnya 3 15 cm.
lebarnya 2 9 cm. Bijinya bulat berkerut, jika sudah masak berukuran 8 mm. Pada waktu
muda bijinya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi hitam kehitaman. Akhirnya pada
saat matang bewarna hitam sepenuhnya. Tanaman ini biasanya tumbuh liar tidak
terpelihara.
Bunga Ashar merupakan tanaman tropis, dapat tumbuh sampai ketinggian 1.200 m di atas
permukaan laut. Suhu yang dikehendaki berkisar antara 26 30 C, meskipun suhu
lingkungan sejuk, namun demikian juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Tanah
yang dikehendaki untuk pertumbuhan Bunga Pukul Empat adalah tanah yang gembur,
subur, dengan pH tanah 6 7. Bunga Ashar atau Bunga Pukul Empat berbunga sepanjang
tahun.
10. Rafflesia arnoldii

Merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga


berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan
tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu
berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan
(Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan
daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus

Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di
Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.
Bunga merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter
bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga
menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma. Satu-satunya
bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan
merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian
yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan
berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau
betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan
bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati.
Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang
bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.

Fauna Khas Indonesia


1. Gajah Sumatera

Gajah Sumatra adalah subspesies dari gajah Asia yang hanya berhabitat di pulau
Sumatra. Gajah Sumatra berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah India.
Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Sekitar
2000 2700 ekor gajah Sumatra yang tersisa di alam liar berdasarkan survei tahun
2000. Sebanyak 65% populasi gajah Sumatra lenyap akibat dibunuh manusia dan
30% kemungkinan diracuni manusia. Sekitar 83% habitat gajah Sumatra telah
2.

menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif untuk perkebunan.


Komodo

Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis),


adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores,
Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli
pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.Termasuk anggota famili
biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia,
dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan
gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan
tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di
pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5]
Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang
mendominasi ekosistem tempatnya hidup.Komodo ditemukan oleh peneliti barat

tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat
mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut
akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai
spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah
peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional
3.

Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.


Burung Cendrawasih

Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo


Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres,
Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena
bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang
dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung
cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga
Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambulbergulung pada 430 gram.Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota
genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea
apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi
dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap
dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para
penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat
namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of
paradise (burung surga oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda yang berarti
tak berkaki.Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem
kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk
bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin.
Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari
perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual
bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru,
dan beberapa spesies diragukan kevalidannya. Jumlah telurnya agak kurang pasti.
Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan
sebanyak 2-3 telur(Mackay 1990).+

4.

Harimau Bali

Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah
yang dapat ditemui di pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga
sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah)
dan harimau Sumatera (spesies terancam)Harimau ini adalah harimau terkecil dari
tiga sub-spesies; harimau terakhir ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini
dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Karena besar pulau yang kecil,
hutan yang terbatas, populasi yang tidak pernah lebih besar dan dianggap tidak ada
5.

yang selamat hari ini.Spesies ini punah karena kehilangan habitat dan diburu.
Badak Sumatera

Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) adalah satu-satunya badak bercula dua


tinggal di Asia. Mereka saat ini terdaftar dalam golongan hampir punah oleh
International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan merupakan salah satu
mamalia yang paling langka ditemukan di alam liar. Mereka telah diburu sampai
mendekati kepunahan, terutama untuk tanduk yang diyakini memiliki sifat obat dan
juga digunakan untuk diukir. Ada juga masalah dengan habitat alami mereka
ditebang untuk membuat jalan bagi industri dan pertanian. Badak Sumatera
ditemukan di hutan hujan tropis di daerah-daerah terisolir di Indonesia. Mereka
paling aktif di malam hari, makan di pagi dan sore hari, dan menghabiskan
sebagian besar hari dan beristirahat di kolam lumpur. Mereka telah tercatat
bermigrasi, menghabiskan lebih sejuk bulan di lembah-lembah dataran rendah dan

menghabiskan bagian panas tahun di daerah pegunungan. Setiap badak akan


memiliki rumah daerah, sering tumpang tindih, yang berisi jilatan, yang tampaknya
menjadi penting untuk kelangsungan hidup mereka. Mereka sangat teritorial, dan
anggota dari kedua jenis kelamin mengikis tanah dan menggunakan air seni dan
kotorannya untuk menandai wilayah mereka. Diperkirakan bahwa ada kurang dari
300 saat ini tinggal di alam bebas. Sayangnya, mereka adalah makhluk kebiasaan
dan sering kembali ke tempat yang sama, dan para pemburu mudah mengambil
keuntungan dari hal ini. Badak Sumatra adalah khas dalam bahwa mereka ditutupi
rambut, tidak seperti anggota lain spesies. Rambut mereka panjang, berbulu, dan
berwarna coklat kemerahan dengan bersembunyi di bawahnya menjadi kelabu
seperti warna dan berlapis baja. Kedua jenis kelamin memiliki dua tanduk yang
tumbuh keluar dari hidung mereka, dan tanduk depan terasa lebih besar daripada
bagian belakang klakson. Jantan tanduk agak lebih besar daripada betina. Mereka
dapat mencapai ketinggian orang dewasa penuh sekitar 8-10 kaki (2-3 meter)
dengan tinggi bahu sekitar 4 kaki (135 cm). Mereka memiliki ekor relatif panjang,
berukuran sekitar 20 inci (50 cm). Sangat kekar binatang, mereka dapat mencapai
6.

bobot dewasa sekitar 1000 kg (2200 pounds).


KUAU RAJA (Argusianus argus) KHAS SUMATERA BARAT

Kuau

Raja atau

dalam

nama

ilmiahnya Argusianus

argus adalah

salah

satuburung yang terdapat di dalam suku Phasianidae. Kuau Raja mempunyai bulu
berwarna coklat kemerahan dan kulit kepala berwarna biru. Burung jantan dewasa
berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 200 cm. Di atas kepalanya terdapat
jambul dan bulu tengkuk berwarna kehitaman. Burung jantan dewasa juga memiliki bulu
sayap dan ekor yang sangat panjang, dihiasi dengan bintik-bintik besar menyerupai mata
serangga atau oceli. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, panjangnya
sekitar 75 cm, dengan jambul kepala berwarna kecoklatan. Bulu ekor dan sayap betina
tidak sepanjang burung jantan, dan hanya dihiasi dengan sedikit oceli. Populasi Kuau Raja
tersebar

di Asia

Tenggara.

Spesies

ini

ditemukan

di

hutan

tropis Sumatra, Borneodan Semenanjung Malaysia. Pada musim berbiak, burung jantan

memamerkan bulu sayap dan ekornya di depan burung betina. Bulu-bulu sayapnya dibuka
membentukkipas, memamerkan "ratusan mata" di depan pasangannya. Nama binomial
spesies ini diberikan oleh Carolus Linnaeus, berdasarkan dari raksasa bermata seratus
bernama Argus di mitologi Yunani. Burung betina menetaskan hanya dua telur saja.
7. SERINDIT (Loriculus galgulus) KHAS RIAU

Serindit melayu atau dalam nama ilmiahnya Loriculus galgulus adalah sejenis
burung yang terdapat di dalam genus burung serindit Loriculus. Burung ini berukuran
kecil, dengan panjang mencapai 12 cm. Bulunya didominasi oleh warna hijau dengan bulu
ekor berwarna merah. Burung jantan dan betina serupa. Burung serindit jantan memiliki
bercak kepala berwarna biru dan bercak tenggorokan berwarna merah. Burung betina
berwarna lebih kusam dibanding jantan. Populasi Serindit melayu tersebar di hutan dataran
rendah,

dari

permukaan

laut

sampai

ketinggian

1.300 m

di

negara Brunei,Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Serindit Melayu hidup dalam
kelompok. Burung ini memiliki kebiasaan aktif memanjat dan berjalan daripada terbang.
Saat istirahat, burung serindit menggantungkan badan ke bawah. Pakannya terdiri dari
sayuran hijau, buah-buahan, padi-padian dan aneka serangga kecil. Burung betina biasanya
menetaskan antara tiga sampai empat butir telur yang dierami sekitar 18 sampai 20 hari.

8. IKAN KAKAP (Lutjanus sanguineus) KHAS KEPULAUAN RIAU

Ikan kakap adalah ikan laut dasaran yang hidup secara berkelompok di dasar-dasar
karang atau terumbu karang. Mempunyai ciri tubuh yang bulat pipih dengan sirip
memanjang

sepanjang

punggung.

Jenis

ikan

kakap

yang

banyak

ditemui

di Indonesiaadalah jenis Kakap merah (L. campechanus) beberapa jenis yang lain yang
juga banyak ditemui adalah Kakap kuning, Kakap hitam dan kakap merah. Ikan ini
umumnya memangsa ikan-ikan kecil, udang. Bila kita memancing, biasanya umpan-umpan
itu yang biasa digunakan. Walau kadang juga dengan umpan jig, suka terpancing. Bentuk
tubuhnya bulat pipih memanjang dengan mempunyai sirip di bagian punggung. Di bawah
perut juga terdapat sirip. Di bagian dekat anal juga terdapat sirip analnya. Sebagai
penguasa karang, ikan kakap dilengkapi dengan gigi untuk mengoyak mangsanya. Ketika
ada makanan apa saja yang hanyut langsung disergapnya. Ikan-ikan yang paling besar di
kawasannya selalu berada paling depan untuk memburu makanan.
9. HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae) KHAS JAMBI

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang


habitat aslinya di pulau Sumatera, merupakan satu dari enam subspesies harimau yang
masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang
terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis

Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor,
terutama hidup di taman-taman nasional di Sumatera. Uji genetik mutakhir telah
mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini
mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari. Harimau Sumatera
adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatera mempunyai warna paling gelap di
antara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya
rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatera jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari
kepala ke buntut atau sekitar 250 cm panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300
pound atau sekitar 140 kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60 cm.
Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198 cm dan berat 200 pound atau
sekitar 91 kg. Belang harimau Sumatera lebih tipis daripada subspesies harimau lain.
Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai
dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Subspesies ini juga punya lebih banyak
janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang
kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang
menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan
mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya
berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan. Harimau Sumatera hanya ditemukan
di pulau Sumatera. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah
sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya
sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerahdaerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang
dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia. Harimau Sumatera mengalami ancaman
kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan
gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan
perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan
jalan. Karena habitat yang semakin sempit dan berkurang, maka harimau terpaksa
memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dan seringkali mereka dibunuh dan
ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa
sengaja dengan manusia.

10.

IKAN BELIDA (Chitala lopis) KHAS SUMATERA SELATAN

Ikan lopis

atau

ikan

Belida merupakan

jenis ikan sungai

yang

tergolong

dalamsuku Notopteridae (ikan berpunggung pisau). Ikan ini lebih populer dengan nama
ikanbelida/belido, yang diambil dari nama salah satu sungai di Sumatera Selatan yang
menjadi habitatnya. Orang Banjar menyebutnya ikan pipih. Jenis ini dapat ditemui
diSumatra, Kalimantan, Jawa, dan Semenanjung Malaya, meskipun sekarang sudah sulit
ditangkap karena rusaknya mutu sungai dan penangkapan. Ikan ini merupakan bahan baku
untuk sejenis kerupuk khas dari Palembang yang dikenal sebagai kemplang. Dulu lopis
juga

dipakai

untuk

pembuatan pempek namun

sekarang

diganti

dengan tenggiri.

Tampilannya yang unik juga membuatnya dipelihara di akuarium sebagai ikan hias.Karena
berpotensi ekonomi dan terancam punah, lembaga penelitian berusaha menyusun teknologi
budidayanya. Hingga 2005, Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, di Kalimantan
Selatan telah mencoba membudidayakan, menangkarkan serta memperbanyak benih ikan
belida. Ikan belida ini sesungguhnya bukan milik khas orang Palembang, karena
sebarannya cukup luas mulai dari India, Thailand, Malaysia, Brunei, dan Kalimantan.
Dalam bahasa Inggris ikan ini dinamakan clown knife fish. Diberi atribut clown karena
di badan ikan ada corak bulat-bulat menyerupai pakaian badut, dan disebut knife fish
karena bentuk tubuhnya yang panjang pipih menyerupai pisau. Di Surabaya, ikan yang
sudah sangat langka ini dinamakan ikan peso/ikan pisau. Di India, ikan ini dinamakan
chitala chitala.Menurut legenda orang Palembang, ikan ini dinamakan belida, karena
dia tergolong ikan yang pandai bersilat lidah.