Anda di halaman 1dari 4

BorangPortofolio

Topik: Benign Prostat Hyperplasia


Tanggal (kasus): 02 juli 2016

Presenter:dr. Dewi Jumantan Hamzah

Tanggal presentasi:24 Agustus 2016

Pendamping:dr. Iznih R Maricar

Tempatpresentasi:Ruang Pertemuan RSUD Tulehu


Obyektifpresentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Diagnostik

Manajemen

Neonatus

Penyegaran

TinjauanPustaka

MasalahIstimewa

Bayi

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi :Pasien 71 tahun, sulit buang air kecil, riwayat buang air kecil terputus-putus, tidak puas setelah berkemih dan mengejan
kuat untuk berkemih.

Tujuan : mengetahui gejala klinis, diagnosis banding, pemeriksaan penunjang serta komplikasi dari pembesaran prostat jinak.
Bahan bahasan:
Cara membahas:

TinjauanPustaka
Diskusi

Riset
Presentasi dan diskusi

Kasus
Email

Audit
Pos

Datapasien:

Nama: Tn.Ab

Nama klinik: Ruang Bedah

Telp: -

Nomor Registrasi: 038763

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/ GambaranKlinis:
Pasien 71 tahun datang dengan keluhan sulit buang air kecil sejak 1 hari SMRS, pasien mengaku keluhan yang di alami
pada awalnya adalah aliran buang air kecil yang terputus putus kemudian dirasakan pasien tidak puas setelah buang air
kecil karena terasa sisa kemudian pasien perlu melakukan mengejan kuat untuk buang air kecil sejak 3 tahun SMRS,
namun 1 hari SMRS pasien sulit untuk buang air kecil walaupun sudah mengejan kuat.
Pasien menyangkal riwayat buang air kecil kemerahan, berat badan menurun dan riwayat trauma.
2. RiwayatPenyakit Sebelumnya
Pasien menyangkal adanya riwayat darah tinggi, kencing manis, asma maupun alergi.
3. RiwayatPengobatan:
Pasien belum pernah berobat sebelumnya.
Daftar Pustaka
1. Purnomo BB. Hiperplasiaprostat: Dasar- dasarUrologi. 3th ed. Jakarta: SagungSeto. 2003. p. 69-85
2. McConnel JD. Epidemiology, etiology, pathophysiology and diagnosis of Benign Prostat Hyperplasia. In: Wals PC, Retik AB,
Vaughan ED, Wein AJ. Campbell's urology. 7th ed. Philadelphia: WB Saunders Company; 1998. p1429-52
Hasil Pembelajaran
Gejala klinis BPH, Diagnosis banding BPH, Pemeriksaan penunjang BPH dan Komplikasi dari BPH.

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio:


1. Subjektif:
Pasien 71 tahun datang dengan keluhan sulit buang air kecil sejak 1 hari SMRS, pasien mengaku keluhan yang di
alami pada awalnya adalah aliran buang air kecil yang terputus putus kemudian dirasakan pasien tidak puas
setelah buang air kecil karena terasa sisa kemudian pasien perlu melakukan mengejan kuat untuk buang air kecil
sejak 3 tahun SMRS, namun 1 hari SMRS pasien sulit untuk buang air kecil walaupun sudah mengejan kuat.
Pasien menyangkal riwayat buang air kecil kemerahan, berat badan menurun dan riwayat trauma.
2. Objektif:
Hasil pemeriksaan jasmani, USG prostat mendukung kearah pembesaran prostat jinak.
Pemeriksaan jasmani
Tanda Vital:
Suhu: 36,4 C,Tekanan darah 110/80 mmHg, Laju Nafas: 18 x/menit dan Nadi: 98 x/menit
Pemeriksaan status Generalis:
Conjunctiva pucat -/Abdomen:
Perut buncit
Auskultasi bising usus normal
Perkusi timpani
Nyeri tekan suprapubik
Pemeriksaan Rectal Toucher:
Tonus sfingter baik, ampula rekti tidak kolaps, sulkus mediana prostat tidak teraba, pool atas teraba, konsistensi kenyal,
permukaan licin dan tidak didapatkan nyeri tekan.
Pemeriksaan Laboratorium:
Darah lengkap:
Hb: 12,1 g/dL, Hematokrit: 31%, Leukosit: 7800, Trombosit: 313000
MCV: 72 fl, MCH: 21 pg dan MCHC 30 g/dL

Pemeriksaan USG:
Kesan Pembesaran Prostat Jinak dengan Pembesaran kearah buli dengan volume prostat 83,4 mm3
Tidak terdapat penebalan mukosa vessica urinaria, massa (-).
3. Assesment (Penalaran Klinis):
Keluhan sulit buang air kecil disebabkan oleh karena pembesaran prostat yang menyebabkan penyempitan pada saluran
urethra pars prostatika. Keluhan pasien sebelumnya yaitu perlu mengejan kuat ketika buang air kecil, buang air kecil yang
terputus-putus, buang air kecil yang tidak puas terasa ada sisa merupakan spektrum dari LUTS/ Lower urinary tract symptoms
yang tipe obstruktif yang merupakan gejala klinis yang umumnya ditemui pada pasien dengan pembesaran prostat jinak.
Pada pemeriksaan Fisik juga didapatkan sulkus mediana prostat yang tidak teraba, konsistensi kenyal, permukaan licin dan
nyeri tekan tidak ada serta hasil USG yang menunjukan peningkatan volume prostat danpa tanda kalsifikasi sehigga dapat
disimpulkan merupakan pembesaran prostat jinak dan menyingkirkan kemungkinan keganasan pada prostat yang umumnya
memiliki keluhan yang sama, namun untuk memastikannya perlu adanya pemeriksaan Prostat spesifik antigen/ PSA.
Pada pasien juga tidak di jumpai adanya tanda klinis yang mengarah ke arah infeksi saluran kemih yang merupakan
komplikasi dari adanya pembesaran prostat jinak.
4. Plan
Edukasi:
Edukasi pada pasien mengenai penyakit, penatalksanaan yang kemungkinan dapat dilakukan serta komplikasi penyakit yang
dapat terjadi
Edukasi pola hidup sehat pada pasien
Konsultasi:
Konsultasi dengan dokter spesialis bedah mengenai diagnosis pasien dan pentalaksanaan pasien
Pasien dilakukan persiapan untuk di lakukan tindakan operatif dengan tujuan mengurangi penekanan pada saluran urethra pars
prostatika sehingga diharapkan keluhan yang dirasakan pasien dapat berkurang ataupun hilang
Pasien dilakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anestesi dan reanimasi.
Pasien dilakukan pemasangan kateter dengan tujuan menghilangkan retensi urine pada pasien.