Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam mata kuliah Teori Metode dan Perancangan Arsitektur 2 pembahasan teori-teori dari
tema, langgam dan konsep dalam arsitektur sangat ditekankan untuk pemahamannya. Dalam
prosesnya, mata kuliah ini memfokuskan materinya pada pemahaman proses, penentuan dan
transformasi tema, langgam, dan konsep perencanaan dan perancanganarsitektur kedalam
rancang bangunan. Oleh karena itu, setiap individu diminta untuk mencari suatu bangunan
yang nantinya kita pelajari untuk mengetahui sudut pandang seorang arsitek dalam
menciptakan karyanya.

Bangunan yang saya pilih yaitu salah satu karya arsitek Jepang (Kisho Kurokawa) dengan
bangunannya yang cukup terkenal yaitu Nakagin Capsule Tower yang dibangun di Tokyo,
Jepang. Kurokawa adalah salah satu arsitek yang mencetuskan suatu gerakan yang disebut
dengan Metabolism Movement pada tahun 1960, yang para anggotanya disebut dengan
Metabolist. Gerakan metabolism ini merupakan suatu gerakan yang menganut falsafah kuno
Jepang, yaitu sederhana dan indah. Oleh karena itu Kurokawa sering disebut sebagai The
Father of Metabolism.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Introduction

Arsitek : Kisho Kurokawa

Lokasi : Tokyo, Japan

Tahun Proyek : 1972

Kisho Kurokawa adalah seorang arsitek kelahiran Kanie, Aichi, Jepang. Ia belajar arsitektur di 2
universitas ternama di Jepang yaitu Universitas Kyoto dan Universitas Tokyo. Dengan para rekan
kerjanya, ia mencetuskan suatu pergerakan arsitektur modern di Jepang yang dikenal dengan
sebutan Metabolism Movement. Dalam perjalanan karirnya sebagai arsitek, Kurokawa telah

2
menghasilkan beberapa karya arsitektur, Nakagin Capsule Tower merupakan salah satu karyanya
yang spektakuler.

Nakagin Capsule Tower merupakan karya Kurokawa yang sangat inovatif, dimana ia
menciptakan suatu bentuk yang belum ada sebelumnya berupa menara dengan 140 kamar dalam
bentuk kapsul, menempel pada 2 buah core. Denah core dimana terdapat tangga, lift, dan
saluran-saluran mekanikal-elektrikal, bujur sangkar dan kapsul-kapsul berbentuk kotak
memenpel tegak lurus dengan jendela berbentuk lingkaran. Setiap kapsul berupa 1 unit kamar
seperti container dimana perlengkapannya seperti kamar mandi, system audio, dan lain-lain yang
terpasang menyatu didalamnya (built-in). Core mencuat meruncing keatas berwarna gelap
kontras dengan kapsulnya yang berwarna cerah.

Bentuk, konstruksi, dan warna dapat menonjolkan dan memisahkan elemen-elemen dalam
bangunan, masing-masing terlihat jelas dari luar karena tiap kapsul ditumpuk dan diarahkan ke
berbagai sudut disekitar central core. Selain itu, secara keseluruhan ditampilkan bentuk yang
sedang mengalami proses perubahan, pertumbuhan dan perkembangan, dimana setiap kapsul
dapat dipasang pada core utama dan diganti atau ditukar jika diperlukan. Kurokawa mengambil
prototype dari sustainable and recycleable architecture.

Teknologi yang dikembangkan oleh Kurokawa ini membuat setiap kapsul yang dipasang pada
core dapat diganti. Ukuran tiap kapsulnya sendiri yaitu 4x2.5 m, yang nyaman untuk ditinggali

3
oleh 1 orang. Ruang interiornya dapat dimanipulasi dengan mnghubungkan kapsul yang satu
dengan yang lainnya.

Nakagin Capsule Tower telah terdaftar sebagai warisan arsitektur oleh DoCoMoMo sejak tahun
2006. Karena kurangnya pemeliharaan, bagian interior dan eksterior nya tidak seperti keadaan
awal atau dapat dikatakan tidak terlalu baik. Selaim itu ada beberapa kekhawatiran warga tentang
material dari bangunan ini. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan dari asbes, yang
digunakan pada kapsul serta kemampuan bangunan untuk menahan gempa. Dalam situasi seperti
itu, asosiasi warga di sekitar Nakagin Capsule Tower lebih memilih untuk mengganti bangunan
ini menjadi bangunan yang baru dibandingkan dengan menjalankan kampanye popular yang
diluncurkan oleh Kurokawa untuk tetap menjaga bangunan ini.

Upaya Kurokawa untuk menyelamatkan bangunan ini dimaksudkan untuk menambah minat baru
dalam mempelajari gerakan avant-garde. Selain hal tersebut, faktor lain yang dapat
dipertimbangkan untuk tetap menjaga bangunan ini adalah dengan melihat bahwa bangunan ini
adalah bagian penting dari sejarah arsitektur modern, serta membangkitkan apresiasi terhadap
konsep desain futuristic dan bentuk yang dinamis. Secara khusus, isu utama tentang Nakagin
Capsule Tower adalah sebuah dilemma antara pembangunan arsitetural dan konservasi dalam
konteks urbanisasi di Jepang.

4
2.2 Gerakan Metabolist

Gerakan Metabolist diluncurkan pada tahun 1960, ketika sekelompok arsitek muda dan desainer
menerbitkan Manifesto radikal metabolis mereka: The Proposal for New Urbanism di Desain
Konferensi Dunia di Tokyo.

Selain Kurokawa dan Kikutake, yang termasuk dalam anggota pendirnya yaitu arsitek Masato
Otaka dan Fumihiko Maki, kritikus arsitektur Noboru Kawazoe, desainer industri Ekuan Kenji,
dan desainer grafis Kiyoshi Awazu. Nama kelompok, metabolisme, menunjukkan gagasan kota
dibagi di antara arsitek dan desainer - sebuah gagasan biotechnical "kota sebagai proses organik"
yang berdiri bertentangan dengan paradigma desain kota modern. Dalam proyek-proyek
perkotaan teoritis mereka, Metabolists sering membayangkan laut dan langit sebagai habitat
manusia dari masa depan, dan mengusulkan bahwa kota akan tumbuh, berubah, dan mati dengan
cara seperti mahluk hidup.

Dalam rangka mengakomodasi pertumbuhan dan regenerasi kota modern, mereka membangun
sistem untuk membedakan desain perkotaan dengan unsur skala yang berbeda dan jangka waktu,
yaitu, "unsur permanen" seperti infrastruktur perkotaan versus "elemen transient" seperti rumah-
rumah individu. Menanggapi hal yang berbeda terhadap siklus metabolic di perkotaan, desain
metabolist yang sering ditandai oleh kombinasi dari megastruktur, ditata sebagai elemen dasar
permanen, dan berbagai unit individu melekat pada megastructure dan lebih sering mengalami
pergantian. Misalnya pada karya Kikutake Marine yang memiliki banyak fitur unit rumah standar
terpotong pada silinder Ferroconcrete yang sebagian besar menara. Menara berfungsi sebagai
struktur utama kota yang akan tumbuh yang diibaratkan sebagai penduduk yang meningkat, dan
kehidupan individu akan melakukan pembaruan diri secara berkala. Kombinasi semacam
megastruktur dan sel, sebagai representasi dramatis konsep Metabolist yang menjadi merek
dagang arsitektur mereka.

Kurokawa mulai mengeksplorasi Capsule Tower ini pada 1970 di World Exposition Osaka
melalui desain Takara Beautilion yang menjadi salah satu fantasi arsitektur paling sukses pada
expo tersebut. Bangunan ini terdiri dari 3 dimensi, kerangka terdiri dari pipa baja, dan sejumlah
kapsul kubik prefabrikasi yang dibalut stainless steel yang dipasang pada rangka konektor.
Kerangka berakhir pada sendi yang dibuka, memberikan sebuah bangunan siluet yang tidak
biasa. Kurokawa menggunakan teknologi yang memungkinkan perakitan instan dari struktur dan
instalasi kapsul.

5
2.3 Desain dan Konstruksi

Takara Beautilion, serta sebagian besar struktur lainnya di Osaka Expo, dihancurkan setelah
eksposisi berakhir dalam enam bulan. Torizo Watanabe, presiden real estate perusahaan Nakagin
Co, mengunjungi Osaka Expo dan begitu terkesan dengan Takara Beautilion sehingga ia
memutuskan untuk mempertahankan arsiteknya untuk merancang kapsul lain bangunan, untuk
dijadikan bangunan permanen. Pembangunan ini dimaksudkan bukan sebagai kondominium
konvensional melainkan bentuk baru kerja / ruang hidup bagi penduduk kota.

6
Sebuah kebijakan tertentu yang dilaksanakan untuk menargetkan pemilik usaha kecil atau
menengah dan karyawan tingkat tinggi, yang sudah memiliki rumah atau apartemen dan mencari
ruang di pusat kota Tokyo sebagai studio atau untuk bermalam sesekali tinggal. Kurokawa juga
mengklaim bahwa: "The Kapsul adalah perumahan untuk movens homo: orang yang hidup
berpindah-pindah. Sehingga muncul desain "Nomaden perkotaan" dan meningkatnya mobilitas
karakterisasi sebuah kota pasca-industri. Lokasi Nakagin yaitu di pusat bisnis yang ramai
sehingga membuatnya cocok untuk tujuan ini.

Gagasan ketidakkekalan dan moveability berasal dari konsep metabolisme yang dipengaruhi
setiap langkah dari desain dan konstruksi dari Nakagin Capsule Tower. Menurut "siklus
metabolik," Kurokawa membagi bangunannya menjadi tiga komponen dasar: struktur permanen
(dua Ferroconcrete shaft), elemen bergerak (144 kapsul), dan Jasa (utilitas). Mereka dirancang
berdasarkan rentang hidup yang berbeda. Kurokawa membayangkan bahwa poros utama akan
berlangsung setidaknya enam puluh tahun, sedangkan kapsul yang dapat mengalami penggantian
antara 25-35 tahun. Dia mencatat bahwa masa hidup kapsul itu bukan mekanik satu, melainkan

7
satu sosial, menyiratkan bahwa itu adalah perubahan kebutuhan manusia dan hubungan sosial
yang mengharuskan replacement. Menara, mengandung sirkulasi dan ruang, tidak terhubung satu
sama lain melalui jembatan luar ruangan setiap tiga lantai dan berfungsi sebagai vertikal "tanah
buatan," di mana kapsul akan dipasang. Utilitas pipa selanjutnya melekat pada kapsul bagian
luar. Menara naik ke ketinggian yang berbeda dan kapsul disusun dalam acak.

8
BAB III

ANALISIS

Nagakin Capsule Tower yang didesain oleh kurokawa merupakan salah satu karya arsitektur
pada masa post modern. Kurokawa dapat disebut sebagai salah satu pelopor dari gerakan
arsitektur ini. Ia lebih dikenal dengan nama the father of metabolism, ia memiliki suatu
komunitas arsitektur yang bergerak pada bidang arsitektur metabolist yang membuat mereka
memiliki pemikiran tentang arsitektur yang selalu memiliki sirkulasi sama seperti halnya
metabolism pada kehidupan.

Tema dari kesementaraan Nagakin Capsule Tower ini didasari atas apa yang Kurokawa amati
sepanjang sejarah Jepang, dimana kota-kota di Jepang dibangun dari bahan-bahan alami yang
memiliki rentang hidup sementara. Metabolism menjadi sebuah analogi biologis, ditujukan untuk
mengganti analogi mekanis dalam arsitektur modern sebelumnya yang memisahkan secara
fungsional, arti kiasan dari mesin, bentuk-bentuk geometris yang kaku. Metabolism
membandingkan bangunan dan kota-kota sebagai suatu proses energy didapatkan dalam segala
bentuk kehidupan. Hal ini merupakan siklus dari perubahan dan pembaharuan, dan perusakan
dari jaringan organic. Perubahan tanpa henti merupakan mula dan gagasan reinkarnasi pada
akhirnya.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Pada dasarnya setiap arsitek memiliki cara dan style sendiri dalam membuat sebuah karya
arsitektur. Sebuah karya arsitektur tentu harus memiliki tema dan konsep yang memang
mencerminkan para arsiteknya. Pencarian jati diri serta style dalam merancang perlu kita
gali dengan cara kita misalnya dengan membaca pandangan arsitek tentang karya yang
mereka buat.

Dengan melihat dan memahami proses dari penentuan dan transformasi dari tema, langgam
dan konsep perencanaan dan perancangan arsitektur dari seorang arsitek yang telah
melahirkan banyak karya arsitektur ternama kita dapat menjadi kritis terhadap suatu karya
serta akan menjadi refleksi dari proses desain arsitektural itu sendiri sebagai kegiatan dengan
tahapan aktivitas yang unik, dinamis, dan inovatif. Pada akhirnya, ini semua akan
mendorong kemunculan calon arsitek yang sudah memiliki orientasi pada pembangunan
kelompok profesi yang memili kikarakter dan identitas dalam berkarya.

10