Anda di halaman 1dari 3

1.

Seorang klien remaja dengan diabetes mellitus tipe 1 dirawat di gawat darurat karena
diabetic ketoasidosis. Apakah hasil pengkaian yang seharusnya perawat catat ?
a. Berkeringat dan tremor
b. Kelaparan dan hipertensi
c. Pilek, kulit basah dan mudah tersinggung
d. Napas berbau buah dan penurunan tingkat kesadaran
e. Kebingungan dan sakit kepala.
2. Seorang klien dengan diabetes mellitus dijelaskan bahwa ampurasi kaki diperlukan
untuk mempertahankan hidup. Klien sangat marah dan berkata kepada perawat, Ini
semua kesalahan penyedia layanan kesehatan. SaYA TELAH MELAKUKAN semua
yang telah diminta ! manakah interpretasi keperawatan yang tebaik untuk situasi ini ?
a. Mekanisme koping yang diduga/diharapakan
b. Mekanisme koping tidak efektif
c. Kebutuhan untuk memberitahu pengacara rumah sakit
d. Ekplorasi kesalahan pada klien
e. Ekspresi kemarahan
3. Perawat melakukan pemeriksaan fisik pada klien dengan DM tipe 2. Hasilnya antara lain
glukosa darah puasa 120 mg/dL, suhu rubuh 38,4 C, nadi 88x/menit, frekuensi napas
22x /menit, dan tekanan darah 100/70 mmHG. Manakah hasil yang paling akan menjadi
perhatian perawt ?
a. Nadi
b. Pernapasan
c. Suhu tubuh
d. Tekanan darah
e. Gula darah puasa
4. Seorang laki-laki berumur 53 tahun dirawat dengan keluhan luka pada kaki kanan.
Diagnosa diabetes mellitus. Nyeri tekan pada pangkal ibu jari. Skala nyeri 3 (1-10). Luka
dengan diameter 1x1 cm dengan luka berwarna hitam, berbau. Tekanan darah 10/90
mmHG. Frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit suhu 37,5 0C.
Apakah masalah keperawatan pada klien tersebut ?
a. Nyeri akut
b. Hipertensi
c. Resiko infeksi
d. Kerusakan integritas kulit
e. Gangguan perfusi jaringan perifer.
5. Seorang perempuan berusia 32 tahun yang menderita diabetes mellitus tipe 1
mengalami gagal ginjal progresif dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dialisis belum
dilakukan pada pasien ini. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda tanda abnormalitas.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin = 9 g/dL. Hematokrit =
28 % apus darah tepi menunjjukkan sel-sel eritrosi dan MCV 94 normositer dan
normokromik. Manakah jawaban di bawah ini yang paling mungkin sebagai jawaban
penyebab kondisi pasien tersebut ?
a. Perdarahan akut
b. Leukemia limfosik kronik
c. Anemia sideroblast
d. Defisiensi erythroprotein
e. Defisiensi enzim eritrosit
6. Seorang wanita (33 tahun) berobat ke Poli Penyakit dalam dengan keluhan
selama 3 bulan terakhir selalu merasa lapar dan makan kebih banyak dari
biasanyanya, tetapi mengalami penurunan berat badan sebanyak 6.5kg, tangan
gemetar. Pemeriksaan fisik : suhu 38.3 oC, Nadi 110x/menit, RR 24x/menit dan
tekanan darah 160/85mmHg. Pada palpasi didapatkan pembesaran kelenjar
tiroid. Hasil Lab: T3 350mg/dl dan T4 15.1mg/dl.
Manakah intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengatasi masalah
nutrisi pada kasus di atas?
a. Anjurkan pasien untuk makan sedikit tapi sering
b. Anjurkan pasien untuk makan makanan selagi hangat
c. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalori
d. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan rendah lemak nabati
e. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung glukosa
murni
7. Seorang wanita (52 tahun) datang berobat ke poliklinik DM untuk melakukan
pengontrolan rutin. Pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka, gula darah
sesaat 140mg/dl. Wanita tersebut diberikan pendidikan kesehatan tentang
perawatan kaki.
Manakah pernyataan yang menunjukan pemahaman yang tepat tentang materi
yang diajarkan?
a. Saya lebih baik mengukur dan membeli sepatu di pagi hari agar
mendapatkan ukuran sepatu yang pas
b. Jika kedinginan, saya tidak menggunakan botol panas untuk
menghangatkan, tetapi saya akan menggunakan pemanas elektrik yang lebih
aman.
c. Saya tidak akan berjalan tanpa alas kaki, sekalipun di dalam rumah
dengan lantai yang bersih
d. Jika saya mengalami luka pada kaki, maka perawatannya yaitu dengan cara
dibersihkan dengan alkohol dan di tutup dengan plester yang erat
e. Jika saya duduk dalam waktu yang lama, maka sebaiknya saya duduk posisi
kaki menyilang dengan lutut sebagai tumpuan
8. Seorang wanita (73 tahun) datang berobat ke poliklinik RSU dengan keluhan
sejak seminggu terakhir sering buang air kecil, banyak makan dan minum, tidak
bertenaga dan berat badan menurun, tidak ada riwayat DM sebelumnya. Pada
pemeriksaan labooratorium didapatkan gula darah sesaat 300mg/dl. Turgor kulit
menurun, TD 100/60mmHg, Nadi 104x/menit, RR 24x/menit, Suhu 37.5 oC.
Manakah penyebab langsung dari keluhan sering buang air kecil pada kasus di
atas?
a. Diuresis Osmotik
b. Dehidrasi sel
c. Hiperthermia
d. Polidipsi
e. Poliphagia
9. Seorang wanita (60 tahun) saat ini sedang dirawat di ruang bedah post operasi
pengangkatan katarak dextra. Hasil pengkajian yang dilakukan ditemukan TD
130/70 mmHg, Nadi 86x/menit, pernapasan 18x/menit. Pengkajian fungsi
neurologi, respiratori, kardiovaskuler dan abdomen menunjukan nilai normal.
Manakah pendidikan kesehatan yang tepat bagi pasien tersebut pada fase post
operasi?
a. Tidak dianjurkan untuk memakai kacamata setelah operasi
b. Jika tidur sebaiknya Ny. L berbaring pada sisi sebelah kanan
c. Boleh melakukan kegiatan mengangkat benda, maksimal 10 kg
d. Cara penggunaan tetes mata dan pelindung mata setelah operasi
e. Meningkatkan kegiatan membaca untuk mengembalikan fungsi mata
10. Seorang laki-laki (40 tahun) berobat ke poli penyakit dalam dengan diagnosa
NIDDM, dari hasi pengkajian didapatkan :GDS 270mg/dL, berat badan 75 kg,
tinggi badan 150 cm, kebiasaan berolahraga 2-3x seminggu, sering
mengkonsumsi ikan laut dan istrinya juga menderita DM sejak berusia 30 tahun.
Manakah yang merupakan faktor risiko bagi pasien di atas sehingga menderita NIDDM?
a. Obesitas
b. Jenis kelamin laki-laki
c. Gemar makan ikan laut
d. Kebiasaan beroahraga 2-3x seminggu
e. Riwayat keluarga : istri mengidap DM