Anda di halaman 1dari 5

[Type the document title]

METODE MODIFIKASI ACI

Data yang diketahui :

Kuat tekan beton (fc) = 325 Kg/cm2 = 32,5X0,83


=26,975
=27 Mpa (benda uji silinder)
Berat volume agregat halus = 1,44 kg/l
Berat volume agregat kasar = 1,59 kg/l
Kadar air agregat halus = 4,0 %
Kadar air agregat kasar = 1,20 %
Penyerapan pasir = 1,60 %
Penyerapan batu pecah = 1,1 %
Standar deviasi = 50 kg/cm2
Ukuran maksimum agregat = 40 mm
Modulus halus butir pasir = 2,60
Berat jenis batu pecah = 2,60
Berat jenis pasir = 2,50

Sebagai contoh perencanaan proporsi unsur beton


(semen,pasir,agregat kasar dan jumlah air adukan) bagi elemen
struktur balok/ kolom yang terlindung ditetapkan kekuatan tekan
rencana pada umur 28 hari,
fcr = fc+M
= 27 + 2,64 x 6 - 4 Mpa
= 38,84 Mpa 39 Mpa
Untuk perencanaan, ditetapkan :
1. Berdasarkan kondisi lingkungan pengecoran, ditetapkan besarnya
slump rencana antara 75mm 100mm

1 JURUSAN TEKNIK SIPIL


[Type the document title]

2. Jarak tulangan dan ukuran penampang balok hanya memungkinkan


penggunaan agregat maksimum = 40 mm dan dari hasil
pemeriksaan dilaboratorium, pada kondisi kering muka (Saturated
Surface Dry, SSD) diperoleh:
Sifat agregat kasar :
- Specific gravity = 2,60
- Berat volume padat =1,59 kg/l = 1590 kg/m3

Sifat agregat halus (pasir) :


- Specific gravity = 2,50
- Modulus kehalusan = 2,60

Tabel 12
Jumlah air perlu untuk setiap m3 beton dan udara terperangkap untuk
berbagai slump dan ukuran maksimum agregat

Slump
Berat air [kg/m3] beton untuk ukuran agregat berbeda
[mm]
12,5m 150
10mm 20mm 25mm 38mm 50mm 75mm
m mm
25-50 208 199 187 179 163 154 142 125
75-
228 217 202 193 179 169 157 136
100
150-
243 228 214 202 187 178 169 -
170
Persentase udara [%] yang ada dalam unit beton
3,0 2,5 2,0 1,5 1,0 0,5 0,3 0,2

3. Dari tabel 12 degan ketentuan diatas diperoleh berat air campuran


beton dan presentase udara yang terperangkap sebagai berikut :
Jumlah air = 179 kg/m3
Presentase udara yang terperangkap = 1.0 %
4. Mengingat konstruksi beton terlindung, tidak diperlukan Tabel 8
sehingga W/C ratio rencana diperoleh berdasarkan pada kekuatan
tekan rencana. Kurva pada gambar 4 didasarkan pada benda uji
kubus bersisi 150 mm, maka fcr (silinder) = 1,20 (39,0 Mpa),= 46,8
sehingga dari gambar 4 didapat W/C = 0,44

2 JURUSAN TEKNIK SIPIL


[Type the document title]

5. Dari hasil langkah 3 dan 4 dihitung berat semen perlu untuk 1 m 3


beton:
Berat semen =197/0,44 = 406.8 kg/m3= 407 kg/m3beton.
Tabel 13
Presentase volume agregat kasar/satuan volume beton

Ukuran
maksimu
Presentase volume agregat kasar dibandingkan dengan
m
satuan volumebeton untuk modulus kehalusan agregat
agregat
halus tertentu
kasar
[mm]
2,40 2,60 2,80 3,00
10,0 50 48 46 44
12,5 59 57 55 53
20,0 66 64 62 60
25,0 71 69 67 65
37,5 75 73 71 69
50,0 78 76 74 72
75,0 82 80 78 76
150,0 87 85 83 81

6. Dari tabel 13 dengan ketentuan :


Ukuran maksimum agregat kasar = 40 mm
Angka modulus kehalusan agregat halus (pasir) =2,60
Diperoleh nilai volume agregat kasar sebesar = 0,73
Dengan demikian berat agregat kasar perlu yang memiliki berat
volume = 1590 kg/m3 adalah:
0,73 x 1590 = 1160.7
= 1161 kg/m3

7. Penentuan proporsi unsur beton bagi adukan beton untuk setiap m 3


beton dari tahapan perhitungan yang telah dilakukan (specific gravity
semen = 3,15) :
Volume semen = 407/(3,15 x 1000) = 0.129 m3
Volume air = 179/(1 x 1000) = 0,179m3
Volume agregat kasar = 1161/(2,60 x 1000) = 0,446
m3

3 JURUSAN TEKNIK SIPIL


[Type the document title]

Volume udara terperangkap = 1.0 % = 0,01


m3
Total volume diluar unsur agregat halus =0.764 = 0,76 m3

Dari perhitungan diatas, volume agregat halus dalam setiap m 3


beton:
Volume agregat halus = (1,0 0,73) m3 = 0,27 m3
Dengan nilai specific grafity = 2,64 kondisi SSD, berat rencana
agregat halus adalah :
= (0,27 x 2,50x 1000) kg = 675 kg

8. Perhitungan berat bagi setiap m3 beton adalah :


Semen = 407 kg
Air = 179 kg
Agregat halus = 675 kg (kondisi SSD)
Agregat kasar = 1161 kg (kondisi SSD)
Total = 2422 kg

Hasil rancangan sebelum koreksi


Semen = 407 kg
Air = 179 kg
Agregat halus = 675 kg (kondisi SSD)
Agregat kasar = 11618 kg (kondisi SSD)
Total = 2422 kg

Untuk 1 adukan benda uji :


Silinder = 15 buah
Volume = x 3,14 x (0,15)2 x 1,2 x 15
= 0,3168 m3
= 0,32 m3

Tabel 2 formulir kesimpulan hasil rancangan

4 JURUSAN TEKNIK SIPIL


[Type the document title]

Volume Air Semen Agregat Agregat Berat


(m3) (kg/lt) (kg) halus kasar total
(kg) (kg) (kg)
3
1m 179 407 675 1161 2422
1 adukan 57.28 130.24 216 371.52 775.04
0,32(m3)
Perhitungan koreksi
1. Kadar air
Agregat halus (pasir) = 4,0% x 675 = 27kg
Agregat kasar (batu pecah) = 1,20 % x 1161 = 13.9 kg
= 14 kg
Total kadar air = 41 kg

2. Peyerapan air
Agregat halus (pasir) = 1,60% x 675 = 10.8 kg
Agregat kasar (batu pecah) = 1,1 % x 1161 = 12.8kg
Total penyerapan air = 23.6 kg

Hasil rancangan setelah koreksi


Semen = 407 = 407
kg/m3
Air = 179 -41+23.6 = 161.6 kg/m3
Pasir = 675 + 27 10.8 = 691.2 kg/m3
Batu pecah = 1161 + 14 12.8 = 1162.2 kg/m3
Total = 2422 kg/m

Tabel 2 formulir kesimpulan hasil rancangan

Volume Air Semen Agregat Agregat Berat


(m3) (kg/lt) (kg) halus kasar total
(kg) (kg) (kg)
3
1m 161.6 407 691.2 1162.2 2422
1 adukan 51.712 130.24 221.184 371.904 775.04
5 3)JURUSAN TEKNIK SIPIL
0,32 (m