Kewarganegaraan Kel 14
Kewarganegaraan Kel 14
PENDAHULUAN
1
7. Apa yang dimaksud dengan Wawasan Kebangsaan?
8. Bagaimana hakikat, perwujudan dan unsur dasar dari Wawasan Kebangsaan?
9. Apa tujuan dan manfaat dari Wawasan Kebangsaan?
10. Apa hubungan Pendidikan Kewarganegaraan dan Wawasan Kebangsaan?
11. Bagimana penerapan Wawasan Kebangsaan?
BAB II
PEMBAHASAN
2
2.1. Wawasan Nusantara
2.1.1. Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan
berasal dari kata wawas (dalam bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau
penglihatan indrawi. Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa berarti pulau
atau unsure kesatuan keoulauan. Antara berarti menunjukkan letak antara dua unsur.
Jika keduanya digabungkan maka akan berarti kesatuan kepulauan yang terletak
antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia dan dua samudra yaitu
samudra Hindia dan samudra Pasifik. Nusantara juga digunakan sebagai pengganti
nama Indonesia.
Prof. Wan Usman dalam Winarno menyebutkan bahwa wawasan Nusantara
adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara
kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Sedangkan pengertian
wawasan Nusantara dalam GBHN 1988 adalah cara pandang dan sikap bangsa
Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan
kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3
dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia dan
diberi nama Wawasan Nusantara, disingkat Wasantara. Dari pengertian-pengertian
seperti di atas, pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar
Wawasan Nusantara ialah Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia, yaitu
cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang
serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan
wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek
kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
1. Landasan Ideal : Pancasila
Pancasila telah diakui sebagai ideologi dan dasar negara yang terumuskan
dalam pembukaan UUD 1945. Pada hakikatnya, Pancasila mencerminkan nilai
keseimbangan, keserasian, keselarasan, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan,
kebersamaan dan kearifan dalam membina kehhidupan nasional. Pancasila
merupakan sumber motivasi bagi perjuangan seluruh bangsa Indonesia dalam
tekadnya untuk menata kehidupan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
secara berdaulat dan mandiri. Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar
negara mempunyai kekuatan hukum yang mengikat para penyelenggara negara, para
pimpinan pemerintahan, dan seluruh rakyat Indonesia.
2. Landasan Konstitusional : UUD 1945
Bangsa Indonesia menyadari bahwa bumi, air, dan dirgantara di atasnya serta
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan
sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, bangsa Indonesia bertekad
mendayagunakan segenap kekayaan alam, sumber daya, serta seluruh potensi
nasionalnya berdasarkan kebijaksanaan yang terpadu, seimbang, serasi, dan selaras
untuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan segenap bangsa dan seluruh tumpah
darah dengan tetap memperhatikan kepentingan daerah penghasil secara proporsional
dalam keadilan.
Dengan demikian, UUD 1945 seharusnya dan sewajarnya menjadi landasan
konstitusional dari Wawasan Nusantara yang merupakan cara pandang bangsa
Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
4
Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertian cara
pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan
nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga bangsa dan aparatur negara harus
berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa
dan negara Indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara
harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, tanpa
menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan, dan orang
per orang.
5
4. Petahanan nasional sebagai geostrategi bangsa dan negara Indonesia.
5. Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam
pembangunan nasional.
6
Gambaran dari isi Deklarasi Djuanda :
Wawasan nusantara sebagai landasan konsepsi ketahanan nasional.
Mempunyai arti bahwa wawasan nusantara dijadikan konsep dalam
pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan.
Berarti bahwa cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri
serta lingkungannya selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mencakup:
1. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik.
2. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi.
3. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan
ekonomi.
4. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan
politik.
5. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan
keamanan.
Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan
negara.
Berarti pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air
Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan
segenap kekuatan negara.
Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan.
Wilayah nasional perlu ditentukan batasannya, agar tidak terjadi
sengketa dengan negara tetangga.
7
1. Implementasi dalam Kehidupan Politik.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
mengimplementasikan wawasan nusantara, yaitu:
Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang undang,
seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan
Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan
mementingkan persatuan bangsa. Contohnya seperti dalam pemilihan
presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip
demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan
kesatuan bangsa.
Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus
sesuai denga hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus
mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa
pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat
diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah
(perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara
nasional.
Mengembagkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk
mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yamg berbeda, sehingga
menumbuhkan sikap toleransi.
Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga
pemerintahan untuk menigkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan.
Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan
memperkuat korps diplomatik ebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia
terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong.
8
cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam kehidupan ekonomi
harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.
Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan
keseimbangan antardaerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi
daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi.
Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti
dengan memberikan fasilitas kredit mikro dalam pengembangan usaha
kecil.
3. Implementasi dalam Kehidupan Sosial.
Banyak hal yang bisa dijadikan contoh dalam implementasi dalam
kehidupan sosial, salah satu contohnya Tari pendet dari Bali merupakan
budaya Indonesia yang harus dilestarikan sebagai implementasi dalam
kehidupan sosial. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan
sosial, yaitu :
a) Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang
berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan
pemerataan pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus
diprioritaskan bagi daerah tertinggal.
b) Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia,
serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber
pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian
budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.
4. Implementasi dalam Kehidupan Pertahanan dan Keamanan.
Membagun TNI Profesional merupakan implementasi dalam kehidupan
pertahanan keamanan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan
pertahanan dan keamanan, yaitu :
Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan
kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, karena
kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti
memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan
9
disiplin, melaporkan hal-hal yang menganggu keamanan kepada aparat
dan belajar kemiliteran.
Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau
pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat
diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara
warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.
Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan
prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah
Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.
10
juga menyadari bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya proses perubahan
tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang dibawa oleh negara maju dengan
kekuatan penetrasi globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan
alam semesta, perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar dan
alamiah.
11
Wawasan berasal dari pangkal kata wawas dan akhiran an. wawas
mempunyai arti pandang, sedangkan wawasan berarti cara memandang, cara
meninjau, cara melihat, cara tanggap inderawi.
Dalam arti luas wawasan adalah cara pandang yang bersumber pada falsafah
hidup suatu bangsa dan merupakan pantulan daripadanya yang berisi dorongan dan
rangsangan di dalam usaha mencapai aspirasi serta tujuan nasional.
Wawasan adalah cara pandang yang lahir dari keseluruhan kepribadian kita
terhadap lingkungan sekitar, sifatnya adalah subyektif dan bisa kita pandang sebagai
suatu rangkuman dan penerapan praktis dan pemikiran filsafat yang melatarbelakangi
cara pandangan tersebut.
Bangsa adalah kesatuan tekad dari rakyat untuk hidup bersama, mencapai
cita-cita dan tujuan bersama terlepas dari perbedaan etnis, ras, agama, atau golongan
asalnya. Kesadaran Kebangsaan adalah perekat yang akan memikat batin seluruh
rakyat.
Jadi, wawasan kebangsaan pada hakekatnya adalah hasrat yang sangat kuat
untuk kebersamaan dalam mengatasi perbedaan dan diskriminasi. Dan wawasan
kebangsaan tidak dilandasi oleh asal-usul, kedaerahan, suku, keturunan, status sosial,
agama, dan keyakinan.
12
Konsepsi Wawasan Kebangsaan dituangkan dalam peraturan perundang-
undangan, yaitu dalam ketetapan MPR mengenai GBHN. Ketentuan-ketentuan
tersebut adalah:
1. Tap MPR No. IV/MPR/1973
2. Tap MPR No. IV/MPR/1978
3. Tap MPR No. II/MPR/1983
4. Tap MPR No. II/MPR/1988
5. Tap MPR No. II/MPR/1993
6. Tap MPR No. II/MPR/1978
Dalam ketetapan tersebut dinyatakan bahwa Wawasan dalam penyelenggaraan
pembangunan nasional dalam mencapai tujuan pembangunan Nasional disebut
wawasan kebangsaan atau wawasan nusantara dan juga merupakan cara pandang dan
sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan. Wawasan Kebangsaan adalah wawasan yang bersumber dari
Pancasila dan UUD 1945. Cara pandang bansa Indonesia tersebut mencakup :
1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik
Kebutuhan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan
satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan mitra seluruh bangsa.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yag terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan agama.
Selain itu, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa
dan setanah air, serta mempunyai satu tekad untuk mencapai cita-cita bangsa.hal ini
atas dasar Pancasila yang berfungsi sebagai ideologi bangsa dan negara yang
melandasi, membimbing, dan mengarahkan kepada tujuan bangsa serta merupakan
kesatuan hukum. Perwujudan ini meliputi masalah kewilayahan nasional, persatuan
dan kesatuan bangsa untuk mencapai cita-citanya, kesatuan falsafah dan ideologi
negara, serta kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional.
2. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi
Kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan
milik bersama bangsa, dan keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata
diseluruh wilayah tanah air sehingga tercipta tingkat perkembangan ekonomi yang
13
serasi dan seimbang diseluruh daerah tanpa meninggalkan cirri-ciri khas yang dimilki
setiap daerah dalam mengembangkan ekonominya. Perwujudan ini meliputi masalah
kepemilikan bersama kekayaan efektif maupun potensial wilyah Nusantara,
pemerataan hasil kekayaan, keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan
ekonomi diseluruh daerah.
3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya
Masyarakat Indonesia harus berperikehidupan yang serasi dan terdapat tingkat
kemajuan masyarakat yang sama, merata, seimbang, serta selaras. Corak budaya
Indonsia merupakan kekayaan budaya yang menjadi modal dan landasan
pengembangan budaya bangsa seluruhnya dan hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh
seluruh bangsa. Perwujudan ini meliputi masalah pemerataan, keseimbangan, dan
persamaan dalam kemajuan masyarakat serta mempersatukan corak ragam budaya
yang ada sebagai kekayaan nasional budaya bangsa.
4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan
Ancaman terhadap satu daerah merupakan ancaman bagi seluruh bangsa dan
negara sehingga tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama
dalam pembelaan negara. Perwujudan ini meliputi masalah persamaan hak dan
kewajiban bagi setiap warga negara untuk melakukan bela negara.
Wawasan Nusantara mengajarkan perlunya kesatuan sistem politik, ekonomi,
sosial budaya, dan pertahanan. Namun, tidak memungkinkan terjadinya penguasaan
suatu kekayaan alam oleh pemerintah pusat sehingga diperlukannya suatu konsep dan
aturan yang mengatur tentang keadilan untuk menikmati hasil kekayaan alam
tersebut. Meskipun di era modern ini GBHN sudah tidak ada lagi, rumusan Wawasan
Kebangsaan tetap tertuang dalam pasa 25 A UUD 1945 amandemen keempat yang
berbunyi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan
yang berciri Nusantaradengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan
dengan undang-undang.
14
Wawasan kebangsaan mengandung tiga unsur dasar yaitu wadah (contour), isi
(content), dan tata laku (conduct).
1. Wadah (contour) meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba
nusantara dengan kekeyaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya. Bangsa
Indonesia memiliki sebuah organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai
kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik, sedangkan wadah kehidupan
bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud infrasturktur politik.
2. Isi (content) adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita
serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk
mencapainya, bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan
dalam keragaman yang ada pada Indonesia.
3. Tata laku (conduct) merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi yang terdiri dari
tata laku batiniah dan lahiriah. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan
mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia. Tata laku lahiriah tercermin dalam
tindakan, perbuatan, dan perilaku.
15
menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayah Nusantara yang perlu
dipertahankan oleh bangsa Indonesia, serta sebagai sarana integrasi Nasional.
16
Masyarakat dewasa ini, khususnya kaum muda tidak bangga atas negaranya
sendiri, dan anti tradisionalisme (terpengaruh oleh gaya masyarakat modern
yang berlebihan).
Kurangnya pemahaman tentang kebangsaan pada hampir setiap masyarakat
yang dengan kekurangan tersebut akan membuat rasa kebangsaan dan semangat
untuk mencintai dan memajukan bangsa nya menjadi berkurang.
Wawasan kebangsaan yang tidak ditegakan membuat masyarakat menjadi
tidak bersatu, dan tidak mempunyai lagi rasa ke bhinekaan dan masyarakat
cenderung untuk menjadi kaum yang individualis, bahkan sampai tingkatan
kapitalis, dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar.
Banyaknya perbedaan dalam hal kebangsaan yang penyelesaiannya berlarut-
larut yang membuat tidak kokohnya suatu pondasi kebangsaan.
Sekarang ini wawasan kebangsaan Indonesia tidak lagi berakar pada asas
kedaulatan yang berada ditangan rakyat, tetapi berakar pada penguasa dan
kaum kapitalis.
Wawasan kebangsaan harus mampu menjawab tantangan dan peluang yang
terbuka dihadapan kita. Untuk menjawab berbagai tantangan yang timbul, bangsa
Indonesia menggunakan pendekatan atau sudut pandang, yang akhirnya berkembang
menjadi sudut pandang atau pola pikir falsafah pancasila. Sudut pandang tersebut
adalah :
a. Monodualistik adalah suatu paham yang menganggap bahwa hakikat sesuatu
adalah merupakan dua unsur yang terikat menjadi satu kebulatan. Manusia trdiri
atas pria dan wanita, kehilangan salah satu unsur, maka eksistensi manusia akan
punah. Manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani sebagai satu kesatuan.
Dalam memandang manusia menurut paham monodualis, maka : a). Manusia
adalah makhluk tuhan yang mengadakan hubungan serasi antara pencipta dan
ciptaan-Nya; b). Manusia terdiri atas unsur jasmani dan rohani yang merupakan
kesatuan tak terpisahkan dan masing-masing unsur memiliki dharmanya sendiri-
sendiri; c). Manusia akan mengalami hidup duniawi dan akhirat; d). Manusia
merupakan bagian dari masyarakat/bangsanya.
17
b. Monopluralistik adalah paham yang mengakui bahwa bangsa Indonesia terdiri
dari berbagai unsur beraneka ragam, seperti suku, adat dan budaya, agama,
namun semuanya terikat menjadi satu-kesatuan.
c. Keselarasan adalah keadaan yang menggambarkan suasana yang tertib, teratur,
aman, damai, sehingga akan timbul ketentraman lahir dan batin.
d. Keserasian adalah keadaan yang menggambarkan terpadunya unsur-unsur yang
terlibat dalam kehidupan bersama.
e. Keseimbangan adalah keadaan yang menggambarkan bahwa masing-masing
unsur yang terlibat dalam hidup bersama dalam hubungan bersama, diperlakukan
sepatutnya.
Cara berpkir integralistik (berpikir inklusif) berpandangan bahwa :
a. Kebahagiaan yang dapat saya capai dengan memberikan kemungkinan pada
orang lain untuk mencapai kebahagiaaan juga.
b. Survival hanya mungkin juga di perjuangkan tidak hanya untuk kepentingan
individu saja, melainkan untuk semua orang.
c. Kesejahteraan yang tidak merata adalah kesejahteraan yang terancam punah.
Wawasan Kebangsaan harus ada pada setiap diri warga negara, dan hal itu
perlu dibangun oleh oleh setiap warga negara tersebut, yaitu dengan cara :
a. Adanya rasa ikatan yang kokoh dalam satu kesatuan dan kebersaman diantara
sesama anggota masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras maupun
golongan.
b. Saling memebantu antar sesama komponen bangsa demi mencapai tujuan dan
cita-cita bersama.
c. Tidak membangun primodialisme dan ekslusifisme.
d. Membangun kebersamaan.
e. Mengembangkan sifat berfikir dan prilaku positif dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
f. Senantiasa berfikir jauh kedepan, membuat gagasan untuk kemajuan bangsa dan
negaranya menuju kemandirian.
18
Wawasan kebangsaan yang luas dan tegas, akan membuat masyarakat menjadi
percaya diri atas bangsanya dan akan berusaha untuk membuat harum nama
bangsanya tersebut, jadi untuk memebuat masyarakat bangga loyal atas bangsanya,
wawasan kebangsaan pada masyarakat tersebutharus di kokohkan terlebih dahulu dan
bentuk loyalitas seorang warga negara terhadap bangsanya :
a. Tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa
b. Tercapainya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam segala aspek
kehidupan
c. Tercapinya kesejahteraan yang adil lahir batin bagi seluruh masyarakat indonesia
d. Mendudukan manusia menurut kodrat, harkat dan martabatnya
e. Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menghadapi
berbagai persoalan
f. Melandaskan diri pada keimanan dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Apabila wawasan kebangsaan telah terwujud, maka kita akan mampu
menjawab tantanagn dan peluang yang terbuka dihadapan kita, yaitu seperti tantangan
globalisasi dan modernisasi yang di bawa oleh kaum barat, akibat adanya wawasan
kebangsaan yang kuat, maka seseorang tidak akan tergerus oleh arus modrenisasi
yang liberal dan bisa sampai melupakan bangsanya sendiri.
19
bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu
menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah
mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya agar
kamu mendapat petunjuk
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan
dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh aspirasi
20
nasional geografik (kepentingan yang titik beratnya terletak pada
pertimbangan geografi, wilayah atau territorial dalam arti luas) suatu Negara,
yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung kepada
system politik suatu Negara. Sebaliknya, politik Negara itu secara langsung
akan berdampak pada geografi Negara yang bersangkutan. Geopolitik
bertumpu pada geografi sosial (hukum geografis), mengenai situasi, kondisi,
atau konstelasi geografi dan segala sesuatu yang dianggap relevan dengan
karakteristik geografi suatu Negara. Jadi wawasan Nusantara adalah sebagai
cara pandang bangsa Indonesia mengenal diri dan tanah air sebagai negara
kepulauan dari berbagai aspek kehidupan.
Wawasan kebangsaan intinya adalah loyalitas warga terhadap
bangsanya. Bentuk loyalitas bagi bangsa Indonesia diantaranya adalah:
Mengakui bahwa warga negara Indonesia dengan sadar sebagai
pendukung cita-cita dan tujuan yang menjadi jatidiri bangsa indonesia,
seperti:
1.1 Tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa
1.2 Tercapainya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam segala
aspek kehidupan
1.3 Tercapinya kesejahteraan yang adil lahir batin bagi seluruh masyarakat
indonesia
1.4 Mendudukan manusia menurut kodrat, harkat dan martabatnya
1.5 Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menghadapi
berbagai persoalan
1.6 Melandaskan diri pada keimanan dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha
Esa
Wawasan kebangsaan harus dijaga, di pelihara dan di perjuangkan
terus menerus. Paham integralistik/ cara berfikir integralistik (menurut Prof.
Mr. Soepomo) akan memperkokoh wawasan kebangsaan. Ideologi Pancasila
melandasi wawsan kebangsaan kita. Globalisasi akan berdampak positif bila
ditujukan untuk perdamaian dunia. Perang modern sulit diidentifikasi sebagai
21
suatu bentuk peperangan yang nyata, sehingga bangsa Indonesia harus hati-
hati agar tidak teradu domba.
DAFTAR PUSTAKA
22
Lembaga Pengkajian Strategi & Pembangunan, Pendidikan Wawasan
Kebangsaan,Jakarta: PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia, 1994
Suhady, Idup dan A.M. Sinaga, Wawasan Kebangsaan dalam kerangka NKRI
-Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2006
23