Anda di halaman 1dari 10

PERBEDAAN

ASURANSI SOSIAL
DAN KOMERSIAL
DEFINISI
Asuransi perjanjian antara dua pihak atau lebih
yang pihak penanggung mengikatkan diri kepada
tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk
memberikan penggantian kepada tertanggung
karena kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab
hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan
diderita tertanggung, yang timbul akibat suatu
peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan
suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal
atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan
(UU RI No. 2 Tahun 1992).
DEFINISI
Asuransi sosial adalah asuransi yang dikelola
oleh pemerintah atau instansi atau badan yang
ditunjuk oleh pemerintah sebagai pengelola
asuransi (Kemenkes, 2014).
Asuransi sosial merupakan mekanisme
pengumpulan iuran yang bersifat wajib dari
peserta, guna memberikan perlindungan kepada
peserta atas risiko sosial ekonomi yang
menimpa mereka dan atau anggota keluarganya
(UU SJSN No. 40 Tahun 2004).
DEFINISI
Asuransi komersial adalah asuransi yang dikelola
oleh perusahaan swasta atas keikutsertaan
masyarakat secara sukarela. Bentuk program yang
dilayani tergantung kepada kebutuhan dan
kemampuan tertanggung yang ditentukan dalam
perjanjian.
Dalam bidang asuransi kesehatan, seseorang dapat
mengikuti suatu program yang biayanya akan
dibebankan atau dibayar kembali oleh perusahaan.
Besarnya pertanggungan sesuai dengan pilihan
tertanggung dan premi yang dibayar tertanggung
setiap bulan atau setiap tahunnya.
PERBEDAAN ASURANSI SOSIAL
DAN ASURANSI KOMERSIAL
Perbedaan asuransi Sosial dengan asuransi komersial dapat
dilihat dari 3 sisi, yaitu:
Kepesertaan asuransi sosial bersifat wajib bagi seluruh
penduduk, sedangan asuransi komersial bersifat sukarela.
Asuransi sosial bersifat nirlaba atau tidak berorientasi
mencari keuntungan (not for profit), sedangkan asuransi
komersial berorientasi mencari keuntungan (for profit).
Asuransi sosial manfaatnya komprehensif (promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif) sesuai dengan
kebutuhan medis, sedangkan asuransi komersial
manfaatnya terbatas sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
KEUNGGULAN ASURANSI
SOSIAL
Redistribusi/subsidi silang luas (equity egaliter).
Semua orang dalam suatu kelompok wajib ikut, baik yang
kaya maupun yang miskin, yang sehat maupun yang sakit,
dan yang muda maupun yang tua. Yang kaya memberi subsidi
kepada yang miskin, yang sehat memberi subsidi kepada yang
sakit, dan yang muda memberi subsidi kepada yang tua.
Administrasi sederhana.
Asuransi sosial biasanya mempunyai produk tunggal yaitu
sama untuk semua peserta, Oleh karenanya pada umumnya
negara yang kurang memiliki sumber daya manusia yang
faham berbagai seluk-beluk asurnasi sekalipun mudah
menerapkan asuransi sosial.
KELEMAHAN ASURANSI
SOSIAL
Pilihan terbatas
Asuransi sosial mewajibkan penduduk dan
pengelolanya yang merupakan suatu badan pemerintah
atau kuasi pemerintah, maka masyarakat tidak memiliki
pilihan asuradur.
Pelayanan seragam.
Pelayanan yang seragam bagi semua peserta
menyebabkan penduduk kelas menengah atas kurang
memiliki kebanggaan khusus. Pelayanan yang seragam
juga sering menyebabkan waktu tunggu yang lama
sehingga kurang menarik bagi penduduk kelas atas.
KEUNGGULAN ASURANSI
KOMERSIAL
Produk akan sangat beragam sehingga memberikan pilihan bagi
konsumen.

Dalam asuransi kesehatan komersial, setiap perusahaan atau


bapel akan merancang produk yang diharapkan dapat memenuhi
permintaan calon konsumennya (prospeknya). Akibatnya akan
banyak sekali tersedia produk yang dapat dipilih oleh prospek
sesuai persepsi kebutuhannya dan sesuai juga dengan
kemampuan Keuangannya.
Kepuasan peserta relatif lebih tinggi.
Karena asuransi komersial sangat fleksibel dalam menyusun paket
jaminan dan banyaknya pelaku menimbulkan persaingan, maka
asuransi komersial dapat meenuhi selera pesertanya dengan
cepat.
KELEMAHAN ASURANSI
KOMERSIAL
Biaya administrasi tinggi.
Karena kompleksnya produk asuransi komersial, maka biaya
administrasi (loading) menjadi relatif jauh lebih besar
dibandingkan dengan sistem asuransi sosial. Perusahaan asuransi
komersial harus menyewa aktuaris, melakukan riset pasar,
melakukan perbagai upaya pemasaran dan penjualan, dan harus
membayar dividen atas laba yang ditargetkan pemegang saham.
Seluruh biaya-biaya tersebut pada akhirnya harus dibayar oleh
pemegang polis/peserta.
Pool relatif kecil.
Bagaimanapun hebatnya perusahan asurnasi komersial, pool
jumlah peserta tidak akan mampu menyamai pool asuransi sosial.