Anda di halaman 1dari 4

Takt Time merupakan istilah yang diadaptasi dari kata

dalam bahasa Jerman, taktzeit, yang seringkali disalah-


artikan sebagai cycle time. Namun, para ahli Lean telah
menyangkal hal tersebut dan menyatakan bahwa Takt Time
dan Cycle Time adalah dua hal yang berbeda.

Takt Time yang sering disebut dalam teori dan


metodologi Lean Manufacturingdigunakan sebagai patokan
waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh sebuah lini untuk
memproduksi setiap unit produk untuk memenuhi
permintaan pelanggan. Misalnya, Takt Time pada lini
produksi Anda adalah 2 menit, maka setiap dua menit akan
ada unit baru yang terproduksi oleh lini tersebut.

Takt Time merupakan detak jantung produksi


yang tujuannya adalah menyesuaikan kecepatan
produksi dengan permintaan pasar.
Cara Menetapkan Takt Time

Jumlah permintaan rata-rata dari pelangganlah yang


berperan dalam penetapan Takt Time. Takt Time dapat
dihitung dengan formula sebagai berikut:
T = Takt time, e.g. [waktu kerja (menit) / unit terproduksi]
Ta = Net time available to work, e.g. [waktu kerja (menit) /
hari]
Td = Time demand (customer demand), e.g. [unit yang
dibutuhkan / hari]

Net available time adalah jumlah waktu yang tersedia


untuk menyelesaikan pekerjaan. Ini diluar waktu istirahat
dan waktu stoppage terencana
(seperti maintenance terjadwal atau team briefing).

Contoh:

Jika terdapat total waktu 8 jam (atau 480 menit) dalam


sebuah shift (waktu gross), dikurangi 30 menit makan
siang, 30 menit istirahat, 10 menit team briefing dan 10
menit maintenance, maka Availabe Time to Work akan
berjumlah: 480 30 30 10 10 = 400 menit. Jika
permintaan pelanggan katakanlah sejumlah 400 unit
perhari dan asumsi terdapat satu shift yang berjalan
pada lini produksi, maka lini produksi tersebut harus bisa
memanfaatkan waktu maksimal satu menit untuk
memproduksi satu unit untuk dapat terus memenuhi
permintaan pelanggan. Maka Takt Time-nya adalah satu
menit.

Dalam kenyataannya, manusia dan mesin tidak akan bisa


mempertahankan 100% efisiensi. Pastinya ada stoppage
yang terjadi karena berbagai alasan. Karena itu, harus ada
sedikit keringanan dalam implementasi sistem Takt Time.

Bagaimana Jika Permintaan Pelanggan Menurut


atau Meningkat?

Anda mungkin tidak akan bisa memprediksi seberapa


banyak produk yang akan dibeli pelanggan Anda. Jika
permintaan pelanggan turun, maka Takt Time akan naik.
Semakin sedikit permintaan, maka Takt Time akan semakin
meningkat. Sebaliknya, jika permintaan pelanggan naik,
maka Takt Time akan turun karena harus melakukan
produksi lebih banyak untuk memenuhi permintaan.

Apa Keuntungan Implementasi Sistem Takt Time?

Dalam konsep Lean Manufacturing, Takt Time memberikan


berbagai keuntungan pada sistem dan proses produksi yang
berjalan setiap hari. Keuntungan tersebut antara lain:
Pergerakan produk pada lini produksi lancar, jadi jika
terjadi bottleneck (keadaan yang membutuhkan lebih
banyak waktu daripada yang direncanakan) akan lebih
mudah teridentifikasi ketika produk tidak bergerak
tepat waktu.

Bagian-bagian yang tidak beroperasi dengan maksimal


(karena seringnya terjadi kerusakan) akan lebih mudah
teridentifikasi.

Takt hanya memungkinkan pengerjaan aktifitas value-


add karena sempitnya waktu. Karena itu, aktifitas non
value add (seperti set-up mesin, pengumpulan alat-alat,
memindahkan produk, dan sebagainya) secara otomatis
akan tersingkir.

Pekerja dan mesin melakukan serangkaian pekerjaan


yang serupa, sehingga mereka tidak perlu beradaptasi
dengan proses baru setiap hari dan memungkinkan
mereka untuk meningkatkan produktifitas.

Dalam sistem Takt, tidak ada tempat maupun waktu


untuk memindahkan produk dari assembly line sebelum
produk tersebut jadi. Dengan demikian, kemungkinan
kerusakan, tumpah, jatuh dan penyusutan jumlah
produk dalam transit akan jauh berkurang.
http://shiftindonesia.com/lean-six-sigma-mengenal-memahami-takt-time/