Anda di halaman 1dari 60

PERALATAN RUANG LABORATORIUM

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)


Untuk MTs/MA
(Bantuan Pemerintah)

DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2016
PETUNJUK TEKNIS
BANTUAN PERALATAN LABORATORIUM IPA
TAHUN ANGGARAN 2016

DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penyusunan naskah Petunjuk Teknis
Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah dapat diselesaikan dengan baik.

Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tengah melakukan


berbagai kebijakan dan bantuan untuk mengembangkan Madrasah. Kebijakan
perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan Islam harus diimbangi dengan
penguatan regulasi, penataan kelembagaan, penganggaran pendidikan, tata kelola dan
pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Implementasi bantuan peningkatan mutu sarana dan prasarana sejalan dengan visi dan
misi Rencana Strategis (RENSTRA) Pendidikan Islam Kementerian Agama 2015-2019,
yaitu peningkatan mutu relevansi, dan daya saing Pendidikan Madrasah. Selain itu tentu
saja untuk memenuhi amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan khususnya standar sarana dan prasarana. Sehingga
ikhtiar menciptakan pendidikan madrasah berkualitas, unggul dan berkarakter dapat
terwujud dengan baik sesuai harapan masyarakat.

Komitmen memenuhi kualitas sarana dan prasarana tersebut, di tempuh dengan


membuat regulasi, standarisasi, koordinasi, dan evaluasi berdasarkan asas legalitas,
efisiensi, efektifitas, transparansi, akuntabilitas dan manfaat. Salah satunya melalui
bantuan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah untuk memenuhi kebutuhan
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah yang dari tahun ke tahun terus meningkat,
seiring dengan meningkatnya jumlah peserta didik dan ekspektasi masyarakat.

Petunjuk Teknis ini merupakan acuan bagi pemegang kebijakan pada Direktorat
Pendidikan Madrasah, Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Kankemenag
Kabupaten/Kota dan kelompok kepentingan (stakeholder) Madrasah dalam proses
pengadaan peralatan Laboratorium IPA yang berlangsung pada Tahun Anggaran 2016.
Apa yang kami khidmatkan kepada bangsa dan negara semoga bermanfaat bagi
peningkatan kualitas pendidikan madrasah. Atas kerjasama semua pihak kami
sampaikan terima kasih. Wassalam.

Jakarta, April 2016


Direktur Jenderal Pendidikan Islam

ttd

Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, M.A.


DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 4
A. Latar Belakang ................................................................................................... 4
B. Dasar Hukum ..................................................................................................... 6
C. Pengertian .......................................................................................................... 7
D. Tujuan ................................................................................................................ 9
1.Tujuan Bantuan ............................................................................................... 9
2.Tujuan Petunjuk Teknis ................................................................................. 10
E. Jenis dan Sasaran Bantuan ............................................................................. 10
1.Jenis Bantuan ............................................................................................... 10
2.Sasaran Bantuan .......................................................................................... 10
F. Pemberi Bantuan ............................................................................................. 10
BAB II ASAS PELAKSANAAN, PERSYARATAN DAN MEKANISME BANTUAN ......... 11
A. Asas Pelaksanaan ........................................................................................... 11
B. Persyaratan ...................................................................................................... 11
C. Mekanisme Pelaksanaan Bantuan ................................................................... 12
D. Jangka Waktu Pelaksanaan ............................................................................. 13
BAB III ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB .......................................... 14
A. Organisasi ........................................................................................................ 14
B. Tugas dan Tanggung Jawab ............................................................................ 15
1.Direktorat Pendidikan Madrasah ................................................................... 15
2.Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi ............................................... 16
3.Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota ............................................... 16
4.Madrasah Penerima Bantuan........................................................................ 17
BAB IV STANDAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS BANTUAN PERALATAN
LABORATORIUM IPA MADRASAH .............................................................................. 19
A. Ruang lingkup .................................................................................................. 19
B. Peralatan Laboratorium IPA ............................................................................. 19
BAB V PENDANAAN DAN MEKANISME PENCAIRAN SERTA KETENTUAN
PERPAJAKAN DAN SANKSI ........................................................................................ 33
A. Sumber dan Anggaran ..................................................................................... 33
B. Mekanisme Pencairan Dana ............................................................................ 33
C. Ketentuan Perpajakan ...................................................................................... 35
D. Sanksi .............................................................................................................. 35

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


2
|
BAB VI MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN ................................................ 36
A. Monitoring dan Evaluasi ................................................................................... 36
B. Laporan Pertanggungjawaban ......................................................................... 36
C. Penyerahan Aset .............................................................................................. 38
BAB VII PENUTUP ........................................................................................................ 39
LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................................. 40

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


3
LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
NOMOR 4432 TAHUN 2016
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PERALATAN
LABORATORIUM IPA MADRASAH
TAHUN ANGGARAN 2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Amanat rakyat yang tertuang dalam konstitusi kita dengan sangat terang
menyatakan agar pemerintah mengarusutamakan pendidikan. Disebutkan dalam
Pembukaan UUD 1945, salah satu tujuan dibentuknya pemerintah Indonesia adalah
untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bahwa;Setiap warga negara wajib mengikuti
pendidikan dasar, dan pemerintah wajib membiayainya(Pasal 31 ayat 2 UUD 1945).
Sementara ayat 4 berbunyi: Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-
kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk memenuhi penyelenggaraan pendidikan
nasional. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan kemudahan,
dan menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara
tanpa diskriminasi (Pasal 31 Amandemen ke-4).
Sementara itu Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Sisdiknas), menyebutkan bahwa (a). pendanaan pendidikan menjadi
tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat; (b).
Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran
pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar 1945.
Jadi pemerintah pusat dan pemerintah daerah sama-sama berkewajiban
memperhatikan pendidikan termasuk pendidikan madrasah.
Sebagai turunan UUSPN 20 Tahun 2003 terbitlah Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Salah
satu standar nasional pendidikan tersebut adalah standar sarana dan prasarana yang
kemudian diatur lebih rinci dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24
tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
(SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).
Permendiknas di atas salah satunya mengatur peralatan laboratorium dan
sarana pendukung pembelajaran dalam wujud laboratorium IPA yang memenuhi
standar peralatan Laboratorium, persyaratan keselamatan, kenyamanan dan keamanan
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
4
|
dari bencana lainnya. Menurut data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) hampir
seluruh wilayah Indonesia rawan bencana dengan kategori rendah sampai tinggi.
Bahkan Indonesia tercatat sebagai salah satu negara di wilayah Asia/Pasifik yang
memiliki resiko tinggi terhadap bencana, termasuk gempa bumi, tsunami, gunung
berapi, angin puting beliung, kekeringan, banjir, tanah longsor dan kebakaran.
Pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam, Kementerian Agama mengemban amanat konstitusi untuk
membenahi sarana dan prasarana pendidikan khususnya laboratorium IPA Pada
Madrasah. Untuk memastikan bahwa negara hadir untuk memenuhi hajat komunitas
madrasah.
Seiring dengan peningkatan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap
madrasah maka Kementerian Agama terus berupaya untuk mengaktualisasikan amanat
konstitusi tersebut melalui program Bantuan Peralatan Laboratorium IPA guna
terwujudnya peningkatan mutu pendidikan.
Pelaksanaan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Pada Madrasah
menggunakan Mekanisme Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga,
sesuai dengann Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:
168/PMK.05/2015, yaitu bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang
diberikan oleh pemerintah kepada kelompok masyarakat atau lembaga non pemerintah.
Di dalam PMK tersebut, Pasal 31 ayat (2) dinyatakan bahwa bantuan pembangunan
gedung/bangunan dapat diberikan dalam bentuk uang atau barang kepada Lembaga
Pemerintah atau Non Pemerintah.
Pelaksanaan dengan mekanisme bantuan pemerintah ini, terrealisasi dalam
bentuk uang didasarkan pada hal-hal sebagai berikut: Pertama, Pekerjaan yang
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan/atau memanfaatkan kemampuan teknis
sumber daya masyarakat; Kedua, Pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya
memerlukan partisipasi langsung masyarakat setempat; Ketiga, Penerima Bantuan
Peralatan Laboratorium IPA Pada Madrasah adalah lembaga masyarakat yang tersebar
diberbagai daerah di Indonesia dengan lokasi, karakteristik, dan satuan biaya yang
berbeda sesuai dengan lokasi dan daerah penerima bantuan.
Petunjuk Teknis Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Pada Madrasah ini
diperuntukan bagi Satuan Kerja (Satker) pada Direktorat Pendidikan Madrasah, Kanwil

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


5
Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dengan
menggunakan Skema Bantuan Pemerintah.
Bagi Satker yang menggunakan skema pengadaan barang/jasa dengan
penyedia, maka mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun
2015 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010
Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan peraturan-peraturan terkait lainnya.
Dari dasar pemikiran tersebut di atas, di susun Petunjuk Teknis Bantuan
Peralatan Laboratorium IPA pada Madrasah yang mengacu pada PMK Nomor
168/PMK.05/2015 dan PMA 67 tahun 2015 sebagai acuan dan pedoman dalam
mengimplementasikan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA.

B. Dasar Hukum
Bantuan Peralatan Laboratorium IPA tahun anggaran 2016 ini berpedoman pada
peraturan perundang-undangan dan ketentuan dasar sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia 4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggungjawab Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4400);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 5462);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


6
|
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
7. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan
Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang
Perubahan Kedua atas Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang
Pedoman Pelaksanaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara;
8. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi
Kementerian Negara sebagaimana telah telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014 tentang Perubahan Kelima Atas
Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi
Kementerian Negara;
9. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan
Pendidikan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar
Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah(SD/Mi), Sekolah
Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah(SMP/MTs), dan Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah(SMA/MA).
11. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor
13 Tahun 2013 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Di Daerah;
12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementrian Negara/Lembaga;
13. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 67 Tahun 2015 tentang Bantuan Pemerintah
Pada Kementerian Agama.

C. Pengertian
1. Bantuan Pemerintah
Bantuan Pemerintah adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan
sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada perseorangan, kelompok
masyarakat atau lembaga pemerintah /non pemerintah.
2. Pengertian Peralatan Laboratorium IPA

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


7
Laboratorium IPA bermakna ruang yang berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya kegiatan dan praktikum pembelajaran IPA yang memerlukan
pelaratan khusus.
Dengan demikian yang dimaksud dengan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA
untuk Madrasah adalah bantuan yang dialokasikan untuk pengadaan peralatan
laboratorium IPA Madrasah untuk kegiatan pembelajaran IPA secara praktikum.
3. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah Menteri / Pimpinan
Lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran pada
Kementerian Negara/Lembaga bersangkutan.
4. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat
yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan
dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/
Lembaga yang bersangkutan.Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat
yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Bantuan Pemerintah;
5. Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut
PP-SPM adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh KPA untuk melakukan
pengujian atas surat permintaan pembayaran dan menerbitkan surat perintah
membayar;
6. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah unit organisasi lini
Kementerian Negara/ Lembaga atau unit organisasi Pemerintah Daerah yang
melaksanakan kegiatan Kementerian Negara/ Lembaga dan memiliki
kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran.
7. Kementerian/Lembaga/Dinas/Instansi (K/L/D/I) adalah satuan kerja (satker) di
Lingkungan Kementerian Agama (Ditjen Pendidikan Islam/Kanwil Provinsi/Kan
Kemenag Kab-Kota/Madrasah Negeri);
8. Perjanjian Kerjasama/Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan
Kepala madrasah penerima bantuan pemerintah;
9. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh
Menteri Keuangan selaku BUN. untuk menampung seluruh penerimaan negara
dan membayar seluruh pengeluaran negara.
10. Pekerjaan Pengadaan Peralatan adalah jenis pekerjaan yang secara langsung
menunjang terwujudnya dan berfungsinya sebagai peralatan penunjang
kelengkapan terselenggaranya Ujian Berbasis IPA;

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


8
|
11. Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan
yang disusun oleh Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK),
dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat
dipertanggungjawabkan serta digunakan;
12. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu
yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pengadaan peralatan, terdiri
atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan dapat
dilaksanakan;
13. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disebut SPP adalah dokumen
yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada
negara;
14. Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah
dokumen yang diterbitkan oleh PP-SPM untuk mencairkan dana yang bersumber
dari DIPA dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/bendahara
pengeluaran;
15. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disingkat DIPA adalah
Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan sebagai acuan Pengguna
Anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dari Belanja Negara (APBN);

D. Tujuan
1. Tujuan Bantuan
Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah merupakan bantuan untuk
insentif, merangsang dan memacu partisipasi madrasah dan masyarakat
untuk melakukan pengadaan dan ketersediaan peralatan laboratorium IPA,
dikarenakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah belum cukup memenuhi
seluruh kebutuhan yang diajukan oleh madrasah. diperlukan kontribusi dan
partisipasi madrasah dan masyarakat.
Peralatan Laboratorium IPA madrasah bertujuan untuk memenuhi
peralatan Ruang Laboratorium IPA dalam proses belajar mengajar (PBM) dan
dapat digunakan sebagai peralatan Ujian Berbasis IPA untuk memenuhi
Standard Pelayanan Minimal (SPM) sarana prasarana Madrasah sebagaimana

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


9
diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (SNP) khususnya di bidang sarana dan prasarana.

2. Tujuan Petunjuk Teknis


Tujuan Petunjuk Teknis ini adalah untuk:
1. Menstandarisasi pelaksanaan Ruang Laboratorium IPA madrasah di seluruh
Indonesia;
2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan Ruang
Laboratorium IPA madrasah;
3. Mempermudah dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian bantuan
Ruang Laboratorium IPA madrasah.

E. Jenis dan Sasaran Bantuan


1. Jenis Bantuan
Jenis Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah tahun anggaran 2016
adalah:
1. Peralatan Laboratorium IPA MTs;
2. Peralatan Laboratorium IPA MA.

2. Sasaran Bantuan
Sasaran Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tsanawiyah
(MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang memenuhi persyaratan di seluruh
Indonesia.

F. Pemberi Bantuan
Pemberi Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah adalah Direktorat
Pendidikan Madrasah bagi bantuan yang dibiayai dengan DIPA Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi bagi bantuan yang dibiayai dengan DIPA Kementerian Agama Provinsi dan
Kementerian Agama Kabupaten/Kota bagi bantuan yang dibiayai dengan DIPA
Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


10
|
BAB II
ASAS PELAKSANAAN, PERSYARATAN
DAN MEKANISME BANTUAN

A. Asas Pelaksanaan
Pelaksanaan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah didasarkan
pada komitmen peningkatan mutu, tata kelola dan optimalisasi layanan yang efektif
dan efisien. Oleh karenanya harus memiliki asas yang harus menjadi pegangan
dalam pelaksanaan bantuan. Adapun asas pelaksanaan Bantuan Peralatan
Laboratorium IPA Madrasah Tahun Anggaran 2016 meliputi:
1) Efisien, berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang
minimum untuk mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu yang ditetapkan
atau menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil dan
sasaran dengan kualitas yang maksimum;
2) Efektif, berarti sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan
serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya;
3) Transparan, dilaksanakan secara terbuka baik pada perencanaan,
pelaksanaan, dan pelaporan;
4) Akuntabel, berarti sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait dengan
Pengadaan Barang/Jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan;
5) Manfaat, dapat dirasakan manfaatnya oleh madrasah untuk mendukung
kegiatan belajar mengajar.

B. Persyaratan
Syarat-syarat penerima Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah
adalah madrasah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Mengajukan proposal permohonan Peralatan Laboratorium IPA;
b. Memiliki Nomor Statistik Madrasah (NSM);
c. Memiliki izin operasional;
d. Memiliki ruangan untuk laboratorium IPA beserta Meubelairnya;
e. Rekomendasi dari Kemenag Provinsi/Kab/Kota atau Pejabat yang
berwenang;

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


11
f. Calon penerima bantuan adalah madrasah yang telah diverifikasi faktual
dan dinyatakan layak oleh TIM Verifikasi yang dibentuk oleh PPK dimana
anggaran tersebut berada.
g. Pada tahun anggaran 2016 tidak sedang menerima bantuan sejenis yang
bersumber dari dana APBN/APBD;

C. Mekanisme Pelaksanaan Bantuan


1. Madrasah mengajukan proposal kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melalui Sistem Informasi
Manajemen Sarana dan Prasarana (Simsarpras) atau Pengajuan Langsung;
2. Penyeleksian proposal dilakukan oleh Tim Kankemenag Kabupaten/Kota;
3. Proposal yang telah diverifikasi faktual oleh TIM Verifikasi yang dibentuk oleh
PPK dimana anggaran tersebut berada;
4. Penetapan Keputusan Calon Penerima Bantuan ditetapkan oleh Direktur
Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI;
5. Bimbingan Teknis (Bimtek) dilakukan kepada calon penerima bantuan;
6. Madrasah melaksanakan bantuan dengan cara mekanisme pelaksanaan
bantuan pemerintah;
7. Proses Pencairan Anggaran;
8. Madrasah melaporkan hasil pelaksanaan bantuan kepada Direktorat
Pendidikan Madrasah/Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi/Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
9. Monitoring dan Evaluasi (Monev) bantuan.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


12
|
Mekanisme Pelaksanaan Bantuan:

Penerimaan Proposal

Bimbingan teknis Proses Pencairan


Pengolahan Proposal

Verifikasi Penetapan calon Pelaksanaan Monitoring


Administratif penerima Bantuan

Pelaporan
Pelaksanaan
Program
D. Jangka Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA selambat-lambatnya
dilaksanakan dalam jangka waktu:
Untuk Peralatan Laboratorium IPA selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
kalender setelah dana Peralatan Laboratorium IPA diterima.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


13
BAB III
ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

A. Organisasi
Organisasi pelaksanaan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah
akan melibatkan unsur-unsur sebagai berikut:
1. Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam;
2. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi;
3. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
4. Madrasah Penerima Bantuan.

Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) terdiri dari:


1. Ketua (Kepala Madrasah)
2. Sekretaris
3. Bendahara

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


14
|
B. Tugas dan Tanggung Jawab
1. Direktorat Pendidikan Madrasah
a) Merencanakan dan menganggarkan bantuan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah tahun anggaran 2016 melalui DIPA Direktorat Pendidikan
Madrasah/Kanwil Kementerian Agama/Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota;
b) Merancang pelaksanaan bantuan kegiatan dengan membuat Petunjuk
Teknis (Juknis) bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah tahun
anggaran 2016;
c) Melaksanakan sosialisasi pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah tahun anggaran 2016 kepada Bidang Pendidikan
Madrasah/Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
d) Melakukan koordinasi dengan Bidang Pendidikan Madrasah/Pendidikan
Islam pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi/Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota;
e) Membentuk TIM Verifikasi Faktual kepada madrasah calon penerima
bantuan yang anggarannya dibebankan pada DIPA dimana anggaran
tersebut berada;
f) Menetapkan keputusan tentang penerima bantuan Peralatan Laboratorium
IPA Madrasah tahun 2016 yang menjadi acuan bagi Kantor Kementerian
Agama Provinsi/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sebagai
penetapan keputusan penerima bantuan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah diwilayah masing-masing;
g) Membuat dan menandatangani Perjanjian Kerjasama/Kontrak bantuan
pemerintah dengan Madrasah Penerima Bantuan jika anggaran dari DIPA
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam; (lampiran: Format 1)
h) Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium
IPA Madrasah tahun anggaran 2016;
i) Melakukan verifikasi terhadap laporan yang disampaikan oleh Madrasah
Penerima Bantuan;

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


15
j) Melaporkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang
pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah sebagai bahan
masukan untuk kebijakan selanjutnya.

2. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi


a) Melakukan sosialisasi kepada Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota/Madrasah tentang bantuan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah tahun 2016;
b) Membentuk TIM Verifikasi Faktual kepada madrasah calon penerima
bantuan yang anggarannya dibebankan pada DIPA Kanwil Kementerian
Agama Provinsi;
c) Melaporkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam calon madrasah
penerima bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah tahun 2016;
d) Menetapkan dan menerbitkan Surat Keputusan berdasarkan Surat
Keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bagi penerima
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah tahun 2016, apabila anggaran
bantuan ada pada DIPA Kantor Kementerian Agama Provinsi;
e) Membuat dan menandatangani perjanjian kerjasama/kontrak bantuan
pemerintah dengan Madrasah Penerima Bantuan jika anggaran dari DIPA
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; (lampiran: Format 1);
f) Menyampaikan pemberitahuan kepada madrasah penerima bantuan
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah tahun 2016;
g) Memantau dan memonitor pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium
IPA Madrasah ;
h) Melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
berkaitan dengan pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah;
i) Melaporkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tentang
pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah;

3. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota


a) Melakukan sosialisasi kepada Madrasah tentang Peralatan Laboratorium
IPA Madrasah tahun 2016;

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


16
|
b) Membentuk TIM Verifikasi Faktual kepada madrasah calon penerima
bantuan yang anggarannya dibebankan pada DIPA Kantor Kementerian
Agama Kabupaten/Kota;
c) Mengajukan data calon madrasah penerima bantuan Peralatan
Laboratorium IPA Madrasah berdasarkan hasil TIM verifikasi faktual yang
telah dibentuk;
d) Menetapkan dan menerbitkan Surat Keputusan berdasarkan Surat
Keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bagi Penerima Bantuan
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah tahun 2016, apabila anggaran
bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah teranggarkan di DIPA Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
e) Membuat dan menandatangani perjanjian kerjasama/kontrak bantuan
pemerintah dengan Madrasah Penerima Bantuan jika anggaran dari DIPA
Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota; (lampiran: Format 1);
f) Menyampaikan pemberitahuan kepada penerima bantuan Peralatan
Laboratorium IPA Madrasah tahun 2016, apabila anggarannya teranggarkan
di DIPA Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
g) Memantau dan memonitor pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium
IPA Madrasah;
h) Melakukan koordinasi dengan Direktorat Pendidikan Madrasah/Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi berkaitan dengan pelaksanaan
bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah;
i) Melaporkan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama tentang
pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah;

4. Madrasah Penerima Bantuan


a) Menyiapkan pelaksanaan bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah
yang meliputi :
1) Menyiapkan Ruang Laboratorium IPA beserta meubelairnya;
2) Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan; (lampiran:
Format 2)
b) Membentuk dan menetapkan Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK)
yang mempunyai tanggungjawab dan wewenang untuk menguji tagihan,

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


17
memerintahkan pembayaran dan melaksanakan pembayaran. Nama yang
masuk ke dalam UPKK tidak boleh saling rangkap.
c) Menandatangani Perjanjian Kerjasama Bantuan Pemerintah dengan:
1) PPK pada Direktorat Pendidikan Madrasah jika anggaran berasal dari
DIPA Ditjen Pendidikan Islam;
2) PPK pada Bidang Pendidikan Madrasah jika anggaran dari DIPA Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi;
3) PPK pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota jika anggaran
pada DIPA Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
d) Melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk kelengkapan
pencairan.
e) Membuat laporan pertanggungjawaban hasil pelaksanaan bantuan kepada
Direktorat Pendidikan Madrasah/Kantor Wilayah Kementerian Agama/Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/Kota dengan sistematika terlampir
(lampiran: Format 4).

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


18
|
BAB IV
STANDAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS
BANTUAN PERALATAN LABORATORIUM IPA MADRASAH

A. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pekerjaan Bantuan Pengadaan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah meliputi:
1. Pengadaan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tsanawiyah (MTs);
Perabot, Peralatan Pendidikan, Media Pendidikan, Bahan habis pakai dan
Perlengkapan Lain pada Laboratorium Fisika dan Biologi;
2. Pengadaan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Aliyah (MA).
Perabot, Peralatan Pendidikan, Media Pendidikan Bahan habis pakai dan
Perlengkapan Lain pada Laboratorium Fisika, Kimia dan Biologi.
Bantuan peralatan Laboratorium IPA madrasah bagi madrasah yang sudah
memiliki ruang Laboratorium IPA secara khusus atau bagi madrasah yang belum
memiliki ruang khusus akan tetapi memiliki ruangan lain yang diperuntukan untuk
ruangan laboratorium IPA.

B. Peralatan Laboratorium IPA

Selain masalah ruang dan tata letak, Permendiknas No 24 Tahun 2007 juga
mengatur masalah peralatan yang harus ada di sebuah laboratorium IPA. Peralatan
yang harus ada di laboratorium IPA dapat dijelaskan pada tabel sebagai berikut:
1. Peralatan Laboratorium dan Spesifikasi IPA
Ruang laboratorium IPA dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada tabel
berikut :
No Jenis Rasio Deskripsi
1 Perabot
1.1 Kursi 1 buah/siswa, Kuat, stabil, aman dan mudah dipindahkan.
ditambah 1
buah/guru
1.2 Meja siswa 1 buah/7 siswa Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menampung kegiatan siswa secara berkelompok
maksimum 7 orang
1.3 Meja demonstrasi 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Luas meja
memungkinkan untuk melakukan demonstrasi
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
19
No Jenis Rasio Deskripsi
dan menampung peralatan dan bahan yang
diperlukan. Tinggi meja memungkinkan seluruh
siswa dapat mengamati percobaan yang
didemonstrasikan.
1.4 Meja persiapan 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menyiapkan materi percobaan.
1.5 Lemari alat 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menampung semua alat. Tertutup dan dapat
dikunci.
1.6 Lemari bahan 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menampung semua bahan dan tidak mudah
berkarat. Tertutup dan dapat dikunci.
1.7 Bak cuci 1 buah/2 kelom- Tersedia air bersih dalam jumlah memadai.
pok, ditambah 1
buah di ruang
persiapan.
2 Peralatan Pendidikan
2.1 Mistar 6 buah/lab Panjang minimum 50 cm, ketelitian 1 mm.
2.2 Jangka sorong 6 buah/lab Ketelitian 0,1 mm.
2.3 Timbangan 3 buah/lab Memiliki ketelitian berbeda.
2.4 Stopwatch 6 buah/lab Ketelitian 0,2 detik.
2.5 Rol meter 1 buah/lab Panjang minimum 5 m, ketelitian 1 mm.
2.6 Termometer 100 C 6 buah/lab Ketelitian 0,5 derajat.
2.7 Gelas ukur 6 buah/lab Ketelitian 1 ml.
2.8 Massa logam 3 buah/lab Dari jenis yang berbeda, minimum massa 20 g.
2.9 Multimeter AC/DC, 6 buah/lab Dapat mengukur tegangan, arus, dan hambatan.
10 kilo ohm/volt Batas minimum ukur arus 100mA-5 A. Batas
minimum ukur tegangan untuk DC 100mV-50 V.
Batas minimum ukur tegangan untuk AC 0-250 V.
2.10 Batang magnet 6 buah/lab Dilengkapi dengan potongan berbagai jenis
logam.
2.11 Globe 1 buah/lab Memiliki penyangga dan dapat diputar. Diameter
minimum 50 cm. Dapat memanfaatkan globe yang
terdapat di ruang perpustakaan.
2.12 Model tata surya 1 buah/lab Dapat menunjukkan terjadinya gerhana. Masing-
masing planet dapat diputar mengelilingi
matahari.
2.13 Garpu tala 6 buah/lab Bahan baja, memiliki frekuensi berbeda dalam
rentang audio.
2.14 Bidang miring 1 buah/lab Kemiringan dan kekasaran permukaan dapat
diubah-ubah
2.15 Dinamometer 6 buah/lab Ketelitian 0,1 N/cm.
2.16 Katrol tetap 2 buah/lab
2.17 Katrol bergerak 2 buah/lab
2.18 Balok kayu 3 macam/lab Memiliki massa, luas permukaan, dan koefisien
gesek berbeda.
2.19 Percobaan muai 1 set/lab Mampu menunjukkan fenomena dan memberikan
panjang data pemuaian minimum untuk tiga jenis bahan.
2.20 Percobaan optik 1 set/lab Mampu menunjukkan fenomena sifat bayangan dan
mem-berikan data tentang keteraturan hubungan
antara jarak benda, jarak bayangan, dan jarak fokus
cermin cekung, cermin cembung, lensa cekung,
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
20
|
No Jenis Rasio Deskripsi
dan lensa cembung. Masing-masing minimum
dengan tiga nilai jarak fokus.
2.21 Percobaan 1 set/lab Mampu memberikan data hubungan antara
rangkaian listrik tegangan, arus, dan hambatan.
2.22 Gelas kimia 30 buah/lab Berskala, volume 100 ml.
2.23 Model molekul 6 set/lab Minimum terdiri dari atom hidrogen, oksigen,
sederhana karbon, belerang, nitrogen, dan dapat dirangkai
menjadi molekul.
2.24 Pembakar spiritus 6 buah/lab Kaca dengan sumbu dan tutup.
2.25 Cawan penguapan 6 buah/lab Bahan keramik, permukaan dalam diglasir.
2.26 Kaki tiga 6 buah/lab Dilengkapi kawat kasa dan tingginya sesuai tinggi
pembakar spiritus.
2.27 Plat tetes 6 buah/lab Minimum ada 6 lubang.
2.28 Pipet tetes + karet 100 buah/lab Ujung pendek.
2.29 Mikroskop 6 buah/lab Minimum tiga nilai perbesaran obyek dan dua
monokuler nilai perbesaran okuler.
2.30 Kaca pembesar 6 buah/lab Minimum tiga nilai jarak fokus.
2.31 Poster genetika 1 buah/lab Isi poster jelas terbaca dan berwarna, ukuran
minimum A1
2.32 Model kerangka 1 buah/lab Tinggi minimum 150 cm.
manusia
2.33 Model tubuh 1 buah/lab Tinggi minimum 150 cm. Organ tubuh terlihat dan
manusia dapat dilepaskan dari model. Dapat diamati
dengan mudah oleh seluruh siswa.
2.34 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca dan
pencernaan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika berupa
manusia model, maka dapat dibongkar pasang.
2.35 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca
sistem peredaran dan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika
darah manusia berupa model, maka dapat dibongkar pasang.
2.36 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca
sistem pernafasan dan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika
manusia berupa model, maka dapat dibongkar pasang.
2.37 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca
jantung manusia dan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika
berupa model, maka dapat dibongkar pasang.
2.38 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca
mata manusia dan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika
berupa model, maka dapat dibongkar pasang.
2.39 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca
telinga manusia dan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika
berupa model, maka dapat dibongkar pasang.
2.40 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca
tenggorokan dan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika
manusia berupa model, maka dapat dibongkar pasang.
2.41 Petunjuk 6
percobaan buah/percobaan
3 Media Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab Ukuran minimum 90 cm x 200 cm. Ditempatkan
pada posisi yang memungkinkan seluruh siswa
melihatnya dengan jelas.
4 Perlengkapan Lain
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
21
No Jenis Rasio Deskripsi
4.1 Kotak kontak 9 buah/lab 1 buah untuk tiap meja siswa, 2 buah untuk meja
demo, 2 buah untuk di ruang persiapan.
4.2 Alat pemadam 1 buah/lab Mudah dioperasikan.
kebakaran
4.3 Peralatan P3K 1 buah/lab Terdiri dari kotak P3K dan isinya tidak kadaluarsa
termasuk obat P3K untuk luka bakar dan luka
terbuka.
4.4 Tempat sampah 1 buah/lab
4.5 Jam dinding 1 buah/lab

2. Peralatan Laboratorium dan Spesifikasi Laboratorium Biologi


Ruang laboratorium biologi dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Tabel berikut :
No Jenis Rasio Deskripsi
1 Perabot
1.1 Kursi 1 Kuat, stabil, aman, dan mudah dipindahkan.
buah/siswa,
tambah 1
buah/guru
1.2 Meja kerja 1 buah/7 Kuat, stabil, dan aman. Permukaan kedap air dan
siswa mudah dibersihkan. Ukuran memadai untuk
menampung kegiatan siswa secara berkelompok
maksimum 7 orang
1.3 Meja demonstrasi 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Permukaan kedap air dan
mudah dibersihkan. Luas memungkinkan untuk
melakukan demonstrasi dan menampung peralatan
dan bahan yang diperlukan. Tinggi memungkinkan
seluruh siswa dapat mengamati percobaan yang
didemonstrasikan.
1.4 Meja persiapan 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menyiapkan materi percobaan.
1.5 Lemari alat 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menampung semua alat. Tertutup dan dapat dikunci.
1.6 Lemari bahan 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menampung semua bahan. Tidak mudah berkarat.
Tertutup dan dapat dikunci.
1.7 Bak cuci 1 Tersedia air bersih dalam jumlah memadai.
buah/2kelom-
pok, tambah
1 buah di
ruang
persiapan
2 Peralatan Pendidikan
2.1 Alat peraga :
2.1.1 Model kerangka 1 buah/lab Tinggi minimum 150 cm.
manusia
2.1.2 Model tubuh manusia 1 buah/lab Tinggi minimum 150 cm. Organ tubuh terlihat dan
dapat dilepaskan dari model. Dapat diamati dengan
mudah oleh seluruh siswa
2.1.3 Preparat mitosis 6 buah/lab
2.1.4 Preparat meiosis 6 buah/lab

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


22
|
No Jenis Rasio Deskripsi
2.1.5 Preparat anatomi 6 set/labBerupa irisan melintang akar, batang, daun, dikotil,
tumbuhan dan monokotil.
2.1.6 Preparat anatomi 6 set/lab Berupa irisan otot rangka, otot jantung, otot polos,
hewan tulang keras, tulang rawan, ginjal, testis, ovarium,
hepar, dan syaraf.
2.1.7 Gambar kromosom 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
minimum A1.
2.1.8 Gambar DNA 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
minimum A1.
2.1.9 Gamhar RNA 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
minimum A1.
2.1.10 Gambar pewarisan 1 buah/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
Mendel minimum A1.
2.1.11 Gambar contoh- 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
contoh tumbuhan dari minimum A1.
berbagai divisi
2.1.12 Gambar contoh- 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
contoh hewan dari minimum A1.
berbagai filum
2.1.13 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca dan
sistem pencernaan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika berupa
manusia model, maka dapat dibongkar pasang.

2.1.14 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca dan
sistem pernapasan berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika berupa
manusia model, maka dapat dibongkar pasang.

2.1.15 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca dan
sistem peredaran berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika berupa
darah manusia model, maka dapat dibongkar pasang.
2.1.16 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca dan
sistem pengeluaran berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika berupa
manusia model, maka dapat dibongkar pasang.

2.1.17 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca dan
sistem reproduksi berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika berupa
manusia model, maka dapat dibongkar pasang.

2.1.18 Gambar/model 1 buah/lab Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca dan
sistem syaraf berwarna dengan ukuran minimum A1. Jika berupa
manusia model, maka dapat dibongkar pasang.

2.1.19 Gambar sistem 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
pencerna-an burung, minimum A1
reptil, ampibi, ikan,
dan cacing tanah
2.1.20 Gambar sistem 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
pernapas-an burung, minimum A1.
reptil, ampibi, ikan,
dan cacing tanah
2.1.21 Gambar sistem 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
peredaran darah minimum A1.
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
23
No Jenis Rasio Deskripsi
burung, reptil, ampi-bi,
ikan, dan cacing tanah
2.1.22 Gambar sistem 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
pengelu-aran burung, minimum A1.
reptil, ampi-bi, ikan,
dan cacing tanah
2.1.23 Gambar sistem 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
reproduk-si burung, minimum A1.
reptil, ampibi, ikan,
dan cacing tanah.
2.1.24 Gambar sistem 1 set/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
syaraf burung, reptil, minimum A1.
ampibi, ikan, dan
cacing tanah.
2.1.25 Gambar pohon 1 buah/lab Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran
evolusi minimum A1.
2.2 Alat dan Bahan Percobaan:
2.2.1 Mikroskop monokuler 6 buah/lab Lensa obyektif 10x, 40x, dan 100x. Lensa okuler 5x
dan 10x. Kondensor berupa cermin datar dan cermin
cekung, diafrag-ma iris, konstruksi logam kuat dan
kekar, meja horizontal, pengatur fokus kasar dan
halus, tersimpan dalam peti kayu yang dilengkapi
silica gel dan petunjuk pemakaiannya.
2.2.2 Mikroskop stereo 6 buah/lab Perbesaran 20 x. Jarak kerja dapat distel antara
binokuler okuler dan bidang pandang, alas stabil dari logam
cor, ada pengatur fokus dan skrup penjepit, ada tutup
penahan debu.
2.2.3. Perangkat 2 set/lab Kualitas baik.
pemeliharan
mikroskop (kertas
pem-bersih lensa,
sikat halus, kunci
Alien, alat semprot,
obeng halus, lup
tukang arloji, tang
untuk melipat)
2.2.4 Gelas Benda 6 pak/lab (isi Kaca jernih. Ukuran 76,2 mm x 25,4 mm x 1 mm.
72)
2.2.5 Gelas penutup 6 pak/lab (isi Kaca jernih. Ukuran 22 mm x 22 mm x 0.16 mm.
50)
2.2.6 Gelas arloji 2 pak/lab (isi Bahan kaca. Diameter 80 mm.
10)
2.2.7 Cawan petri 2 pak/lab (isi Bahan kaca, ada penutup. Diameter 100 mm.
10)
2.2.8 Gelas kimia Masing- Borosilikat, rendah, berbibir. Volume: 50ml, 100ml,
masing 10 250 ml, 600ml, dan 1000ml.
buah/lab
2.2.9 Corong Masing- Borosilikat, datar. Diameter 75 mm dan 100 mm.
masing 10
buah/lab
2.2.10 Pipet ukur 6 buah/lab Kaca, lurus, skala permanen. Volume 10ml.
2.2.11 Tabung reaksi 6 kotak/lab Kaca borosilikat, bibir lipat. Tinggi 100 mm. Diameter

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


24
|
No Jenis Rasio Deskripsi
(isi 10) 12 mm.
2.2.12 Sikat tabung reaksi 10 buah/lab Kepala berbulu keras, pegangan kawat. Diameter 22-
26 mm.
2.2.13 Penjepit tabung 10 buah/lab Kayu dengan pegas untuk tabung reaksi. Diameter
reaksi 10-25 mm.
2.2.14 Labu Erlenmeyer Masing- Kaca borosilikat, bibir tuang. Volume: 50 ml, 100 ml,
masing 10 250ml, 600ml, dan 1000ml.
buah/lab
2.2.15 Kotak preparat 6 buah/lab Kayu/plastic
(isi 100)
2.2.16 Lumpang dan alu 6 buah/lab Porselen, permukaan rata dan licin. Diameter 80 mm.
2.2.17 Gelas ukur Masing- Kaca borosilikat. Volume 100 ml dan 10 ml.
masing 6
buah/lab
2.2.18 Stop watch 6 buah/lab Ketelitian 0,2 detik
2.2.19 Kaki tiga 6 buah/lab Besi, panjang batang sekitar 12cm. Diameter cincin
sekitar 62 cm.
2.2.20 Perangkat batang 6 set/lab Baja tahan karat, dasar statif bahan ABS, balok
statif (panjang dan penunjang logam, kaki standar. Diameter 10 mm.
pendek)
2.2.21 Klem universal 10 buah/lab Aluminium dan baja anti karat, bagian dalam
pemegang dilapisi karet. Panjang sekitar 12 cm
2.2.22 Bosshead (penjepit) 10 buah/lab Aluminium, arah lubang penggenggam vertikal dan
horizontal. Panjang sekitar 80 mm.
2.2.23 Pembakar spiritus 6 buah/lab Kaca, dengan sumbu dan tutup. Volume 100 ml.
2.2.24 Kasa 6 buah/lab Baja anti karat, tanpa asbes. Ukuran 140 mm x 140
mm.
2.2.25 Aquarium 1 buah/lab Plastik transparan, dilengkapi alas dan penutup.
Ukuran 30 cm x 20 cm x 20cm.
2.2.26 Neraca 1 buah/lab Kapasitas 311 gram, piringan tunggal, 4 lengan
dengan be-ban yang dapat digeser, ada skrup
penyetel keseimbangan. Ketelitian 10 mg
2.2.27 Sumbat karet 1 Masing- Diameter 8 mm, 9 mm, 10 mm, 11 mm, 13 mm, 15
lubang masing 6 mm, 17 mm, 19 mm, 21 mm, dan 23 mm.
buah/lab
2.2.28 Sumbat karet 2 Masing- Diameter 15 mm, 17 mm, 19 mm, 21 mm, dan 23 mm
lubang masing 10
buah/lab
2.2.29 Termometer Masing- Batas ukur 0-50 C dan -10-110 C.
masing 10
buah/lab
2.2.30 Potometer 6 buah/lab Dari kaca.
2.2.31 Respirometer 6 buah/lab Kualitas baik.
2.2.32 Perangkat bedah 6 set/lab Skalpel, gunting lurus 115 mm, gunting bengkok 115
hewan mm, jarum pentul, pinset 125 mm, loupe bertangkai
dengan diameter 58 mm.
2.2.33 Termometer suhu 6 buah/lab Tabung aluminium dengan ujung runcing
tanah membungkus termometer raksa. Batas ukur -5-65 C
2.2.34 Higrometer putar 2 buah/lab Dilengkapi tabel konversi. Skala 0-50 C.
2.2.35 Kuadrat 6 buah/lab Besi atau aluminium, dengan skrup kupu-kupu,
dengan jala berjarak 10 cm. Ukuran 50 cm x 50cm
2.2.36 Manual percobaan 6 buah/
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
25
No Jenis Rasio Deskripsi
percobaan
3 Media Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran minimum 90 cm x 200
cm. Ditempatkan pada posisi yang memungkinkan
seluruh siswa melihatnya dengan jelas.
4 Bahan Habis Pakai (Kebutuhan pertahun)
4.1 Asam sulfat 500 ml/lab Larutan pekat 95 - 98%.
4.2 HCL 500cc/lab 36%.
4.3 Acetokarmin 10 gram/lab Serbuk.
4.4 Eosin 25 gram/lab Padat (kristal).
4.5 Etanol 2500 ml/lab 95%.
4.6 Glukosa 500 Padat (kristal).
gram/lab
4.7 Indikator universal 4 rol/lab pH 1 11 .
4.8 Iodium 500 Padat (kristal).
gram/lab
4.9 KOH 500 Padat (kristal).
gram/lab
4.10 MnSO4 500 Padat (serbuk).
gram/lab
4.11 NaOH 500 Padat (kristal).
gram/lab
4.12 Vaseline 500 Pasta.
gram/lab
4.13 Kertas saring 6 pak/lab Kualitas nomor 1. Diameter 90 mm.
5 Perlengkapan Lain
5.1 Kotak kontak 9 buah/lab 1 buah di tiap meja siswa, 2 buah di meja demo, 2
buah di ruang persiapan.
5.2 Alat pemadam 1 buah/lab Mudah dioperasikan.
kebakaran
5.3 Peralatan P3K 1 buah/lab Terdiri dari kotak P3K dan isinya tidak kadaluarsa
termasuk obat P3K untuk luka bakar dan luka
terbuka.
5.4 Tempat sampah 1 buah/lab
5.5 Jam dinding 1 buah/lab

3. Peralatan Laboratorium dan Spesifikasi Laboratorium Fisika


Ruang laboratorium fisika dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Tabel berikut :
No Jenis Rasio Deskripsi
1 Perabot
1.1 Kursi 1 buah/siswa, Kuat, stabil, aman, dan mudah dipindahkan.
ditambah 1
buah/guru
1.2 Meja kerja 1 buah/7 Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
siswa menampung kegiatan siswa secara berkelompok
maksimum 7 orang.
1.3 Meja demonstrasi 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Luas meja memungkinkan
untuk melakukan demonstrasi dan menampung
peralatan dan bahan yang diperlukan. Tinggi
meja memungkinkan seluruh siswa dapat
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
26
|
No Jenis Rasio Deskripsi
mengamati percobaan yang didemonstrasikan.
1.4 Meja persiapan 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menyiapkan materi percobaan.
1.5 Lemari alat 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Tertutup dan dapat
dikunci. Ukuran memadai untuk menampung
semua alat.
1.6 Lemari bahan 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Tertutup dan dapat
dikunci. Ukuran memadai untuk menampung
semua bahan dan tidak mudah berkarat.
1.7 Bak cuci 1 buah/2 Tersedia air bersih dalam jumlah memadai.
kelom-pok,
ditambah 1
buah di ruang
persiapan.
2 Peralatan
Pendidikan
2.1 Bahan dan Alat Ukur Dasar:
2.1.1 Mistar 6 buah/lab Panjang minimum 50 cm, skala terkecil 1 mm.
2.1.2 Rolmeter 6 buah/lab Panjang minimum 10m, skala terkecil 1 mm.
2.1.3 Jangka sorong 6 buah/lab Ketelitian 0,1 mm.
2.1.4 Mikrometer 6 buah/lab Ketelitian 0,01 mm.
2.1.5 Kubus massa 6 set/lab Massa 100g (2%), 4 jenis bahan.
sama
2.1.6 Silinder massa 6 set/lab Massa 100g (2%), 4 jenis bahan.
sama
2.1.7 Plat 6 set/lab Terdapat kail penggantung, bahan logam 4 jenis.
2.1.8 Beban bercelah 10 buah/lab Massa antara 5-20 g, minimum 2 nilai massa,
terdapat fasilitas pengait.
2.1.9 Neraca 1 buah/lab Ketelitian 10 mg.
2.1.10 Pegas 6 buah/lab Bahan baja pegas, minimum 3 jenis.
2.1.11 Dinamometer 6 buah/lab Ketelitian 0,1 N/cm.
(pegas presisi)
2.1.12 Gelas ukur 6 buah/lab Bahan borosilikat. Volume antara 100-1000 ml.
2.1.13 Stopwatch 6 buah/lab Ketelitian 0,2 detik.
2.1.14 Termometer 6 buah/lab Tersedia benang penggantung. Batas ukur 10-
110C.
2.1.15 Gelas Beaker 6 buah/lab Bahan borosilikat. Volume antara 100-1000 ml,
terdapat tiga variasi volume.
2.1.16 Garputala 6 buah/lab Bahan baja. Minimum 3 variasi frekuensi.
2.1.17 Multimeter 6 buah/lab Dapat mengukur tegangan, arus dan hambatan.
AC/DC 10 kilo Batas ukur arus minimum 100 mA-5 A. Batas
ohm/volt minimum ukur tegangan untuk DC 100mV-50V.
Batas minimum ukur tegangan untuk AC 0-250 V.
2.1.18 Kotak 6 buah/lab Disipasi maksimum 5 watt. Ukuran hambatan 50
potensiometer Ohm.
2.1.19 Osiloskop 1 set/lab Batas ukur 20 MHz, dua kanal, beroperasi X-Y,
tegangan masukan 220 volt, dilengkapi probe
intensitas, tersedia buku petunjuk.
2.1.20 Generator 6 buah/lab Frekuensi luaran dapat diatur dalam rentang
frekuensi audio. Minimum 4 jenis bentuk gelombang
dengan catu daya 220 volt. Mampu
menggerakkan speaker daya 10 watt.
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
27
No Jenis Rasio Deskripsi
2.1.21 Pengeras suara 6 buah/lab Tegangan masukan 220 volt, daya maksimum
keluaran 10 watt.
2.1.22 Kabel 1 set/lab Panjang minimum 50 cm, dilengkapi plug
penghubung diameter 4 mm. Terdapat 3 jenis warna: hitam,
merah dan putih, masing-masing 12 buah.
2.1.23 Komponen 1 set/lab Hambatan tetap antara 1 Ohm - 1 M Ohm,
elektronika disipasi 0,5 watt masing-masing 30 buah,
mencakup LDR, NTC, LED, tran-sistor dan lampu
neon masing-masing minimum 3 macam.
2.1.24 Catu daya 6 buah/lab Tegangan masukan 220 V, dilengkapi pengaman,
tegangan keluaran antara 3-12 V, minimum ada 3
variasi tegangan keluaran.
2.1.25 Transformator 6 buah/lab Teras inti dapat dibuka. Banyak lilitan antara 100-
1000. Banyak lilitan minimum ada 2 nilai.
2.1.26 Magnet U 6 buah/lab
2.2 Alat Percobaan:
2.2.1 Percobaan 6 set/lab Mampu menunjukkan fenomena dan memberikan
Atwood data GLB dan GLBB. Minimum dengan 3
kombinasi nilai massa beban.
atau Percobaan 6 set/lab Mampu menunjukkan fenomena dan memberikan
Kereta dan data GLB dan GLBB. Lengkap dengan pita
Pewaktu ketik perekam.
2.2.2 Percobaan Papan 6 set/lab Mampu menunjukkan fenomena dan memberikan
Luncur data gerak benda pada bidang miring. Kemiringan
papan dapat diubah, lengkap dengan katrol dan
balok. Minimum dengan tiga nilai koefisien
gesekan.
2.2.3 Percobaan 6 set/lab Mampu menunjukkan fenomena ayunan dan
Ayunan memberikan data pada pengukuran percepatan
Sederhana gravitasi. Minimum dengan tiga nilai panjang
ayunan dan tiga nilai massa beban.
atau Percobaan 6 set/lab Mampu menunjukkan fenomena getaran dan
Getaran pada memberikan data pada pengukuran percepatan
Pegas gravitasi. Minimum dengan tiga nilai konstanta
pegas dan tiga nilai massa beban.
2.2.4 Percobaan Hooke 6 set/lab Mampu memberikan data untuk membuktikan
hukum Hooke dan menentukan minimum 3 nilai
konstanta pegas.
2.2.5 Percobaan 6 set/lab Mampu memberikan data untuk membuktikan
Kalorimetri hukum kekekalan energi panas serta menentukan
kapasitas panas kalorimeter dan kalor jenis
minimum tiga jenis logam. Lengkap dengan
pemanas, bejana dan kaki tiga, jaket isolator,
pengaduk dan termometer.
2.2.6 Percobaan 6 set/lab Mampu memberikan data untuk membuktikan
Bejana hukum fluida statik dan dinamik.
Berhubungan
2.2.7 Percobaan Optik 6 set/lab Mampu menunjukkan fenomena sifat bayangan
dan memberikan data tentang keteraturan
hubungan antara jarak benda, jarak bayangan
dan jarak fokus cermin cekung, cermin cembung,
lensa cekung, dan lensa cembung. Masing-

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


28
|
No Jenis Rasio Deskripsi
masing minimum dengan tiga nilai jarak fokus.

2.2.8 Percobaan 6 set/lab Mampu menunjukkan fenomena resonansi dan


Resonansi Bunyi memberikan data kuantisasi panjang gelombang,
minimum untuk tiga nilai frekuensi.
atau 6 set/lab Mampu memberikan data hubungan antara
Percobaan frekuensi bunyi suatu dawai dengan
Sonometer tegangannya, minimum untuk tiga jenis dawai dan
tiga nilai tegangan.
2.2.9 Percobaan 6 set/lab Mampu memberikan data keteraturan hubungan
Hukum Ohm antara arus dan tegangan minimum untuk tiga
nilai hambatan.
2.2.10 Manual 6 buah/
percobaan percobaan
3 Media Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran minimum 90 cm x
200 cm. Ditempatkan pada posisi yang
memungkinkan seluruh siswa melihatnya dengan
jelas.
4 Perlengkapan
Lain
4.1 Kotak kontak 9 buah/lab 1 buah di tiap meja siswa, 2 buah di meja demo,
2 buah di ruang persiapan.
4.2 Alat pemadam 1 buah/lab Mudah dioperasikan.
kebakaran
4.3 Peralatan P3K 1 buah/lab Terdiri dari kotak P3K dan isinya tidak kadaluarsa
termasuk obat P3K untuk luka bakar dan luka
terbuka.
4.4 Tempat sampah 1 buah/lab
4.5 Jam dinding 1 buah/lab

4. Peralatan Laboratorium dan Spesifikasi Laboratorium Kimia


Ruang laboratorium kimia dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Tabel berikut :
No Jenis Rasio Deskripsi
1 Perabot
1.1 Kursi 1buah/siswa, Kuat, stabil, aman, dan mudah dipindahkan.
ditambah 1 buah/
guru
1.2 Meja kerja 1 buah/7 siswa Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
menampung kegiatan siswa secara
berkelompok maksimum 7 orang
1.3 Meja 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Luas meja
demonstrasi memungkinkan untuk melakukan demonstrasi
dan menampung peralatan dan bahan yang
diperlukan. Tinggi meja memungkinkan seluruh
siswa dapat mengamati percobaan yang
didemonstrasikan.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


29
No Jenis Rasio Deskripsi
1.4 Meja 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran memadai untuk
persiapan menyiapkan materi percobaan.

1.5 Lemari alat 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Tertutup dan dapat
dikunci. Ukuran memadai untuk menampung
semua alat.
1.6 Lemari bahan 2 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Cukup untuk
menyimpan seluruh bahan, tidak mudah
berkarat, rak tersangga dengan kuat. Pintu
geser, berkunci.
1.7 Lemari asam 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran ruang dalam
Iemari minimum 0,9 m x 0,6 m x 0,9 m. Tinggi
bidang kerja dari lantai 70 cm. Materi tahan
karat, tahan asam, mempunyai pintu kaca yang
dapat dibuka-tutup sebagian, mempunyai
pencahayaan yang baik, saluran buangan gas
langsung keluar dan terpompa, mempunyai
saluran air bersih dan buangan.
1.8 Bak cuci 1 buah/ 2 Tersedia air bersih dalam jumlah yang
kelompok, memadai.
ditambah 1 buah
di ruang
persiapan.
2 Peralatan Pendidikan
2.1 Botol zat Masing-masing 24 Bertutup. Volume: 100 ml, 250 ml, dan 500 ml.
buah/lab
2.2 Pipet tetes 100 buah/lab Ujung panjang, dengan karet. Ukuran 20 cm.
2.3 Batang Masing-masing 25 Diameter: 5 mm dan 10 mm, panjang 20 cm.
pengaduk buah/lab
2.4 Gelas kimia Masing-masing 12 Volume: 50 ml, 150 ml, dan 250 ml.
buah/lab
2.5 Gelas kimia Masing-masing 3 Volume: 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml.
buah/lab
2.6 Labu 25 buah/lab Volume 250 ml.
erlenmeyer
2.7 Labu takar Masing-masing Volume: 50 ml, 100 ml, dan 1000 ml.
50, 50, dan 3
buah/lab
2.8 Pipet volume Masing-masing 30 Skala permanen. Volume: 5 ml dan 10 ml.
buah/lab
2.9 Pipet Masing-masing 30 Skala hermanen. Volume: 10 ml, 25 ml, dan 50
seukuran buah/lab ml.
2.10 Corong Masing-masing 30 Diameter: 5 cm dan 10 cm.
dan 3 buah/lab
2.11 Mortar Masing-masing 6 Bahan keramik, bagian dalam berglasur.
dan 1 buah/lab Diameter: 7 cm dan 15 cm.
2.12 Botol semprot 15 buah/lab Bahan plastik lentur. Volume 500 ml.
2.13 Gelas ukur Masing-masing Volume: 10 ml, 50 ml, 100 ml, 500 ml, dan 1000
15, 15, 15, 3, dan ml.
3 buah/lab
2.14 Buret + klem 10 buah/lab Skala permanen, tangan klem buret mudah
digerakkan, kelas B. Volume 50 ml.
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
30
|
No Jenis Rasio Deskripsi
2.15 Statif + klem Masing-masing 10 Besi, tahan karat, stabil, kuat, permukaan halus.
buah/lab Klem boss clamp.
2.16 Kaca arloji 10 buah/lab Diameter 10 cm.
2.17 Corong pisah 10 buah/lab Bahan gelas. Volume 100 ml.
2.18 Alat destilasi 2 set/lab Bahan gelas. Volume labu 100 ml.
2.19 Neraca 2 set/lab Ketelitian 10 mg.
2.20 pHmeter 2 set/lab Ketelitian 0,2 (analog) dan 0,1 (digital).
2.21 Centrifuge 1 buah/lab Menggunakan daya listrik, minimum 4 tabung.
2.22 Barometer 1 buah/lab Untuk di dinding lab, dilengkapi termometer.
2.23 Termometer 6 buah/lab Dapat mengukur suhu 0-100 C, ketelitan 1 C,
tidak mengandung merkuri.
2.24 Multimeter 6 buah/lab Dapat mengukur tegangan, arus dan hambatan.
AC/DC, 10 Batas ukur arus minimum 100mA-5 A. Batas
kilo ohm/volt minimum ukur tegangan untuk DC 100mV-50 V.
Batas minimum ukur tegangan untuk AC 0-250
V
2.25 Pembakar 8 buah/lab Bahan gelas, bertutup.
spiritus
2.26 Kaki tiga + 8 buah/lab Tinggi disesuaikan tinggi pembakar spiritus.
alas kasa
kawat
2.27 Stopwatch 6 buah/lab Ketelitian 0,2 detik.
2.28 Kalorimeter 6 buah/lab Dapat memberikan data untuk pembelajaran
tekanan tetap entalpi reaksi. Kapasitas panas bahan rendah.
Volume 250 ml.
2.29 Tabung reaksi 100 buah/lab Gelas. Volume 20 ml.
2.30 Rak tabung 7 buah/lab Kayu. Kapasitas minimum 10 tabung.
reaksi
2.31 Sikat tabung 10 buah/lab Bulu halus. Diameter 1 cm.
reaksi
2.32 Tabung 8 buah/lab Kaca, ukuran sesuai dengan centrifuge.
centrifuge
2.33 Tabel Periodik 1 buah/lab Poster, kertas 220 gram, laminasi, dapat
Unsur-unsur digantung.
2.34 Model molekul 6 set/lab Minimum dapat menunjukkan atom hidrogen,
oksigen, nitrogen, sulfur dan karbon, serta dapat
dirangkai menjadi molekul.
2.35 Manual 6 buah/
percobaan Percobaan
3 Media
Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab Kuat, stabil, dan aman. Ukuran minimum 90 cm
x 200 cm. Ditempatkan pada posisi yang
memungkinkan seluruh siswa melihatnya
dengan jelas.
4 Bahan Habis Pakai
Bahan habis pakai tersedia di laboratorium meliputi bahan kimia, dengan banyak
setiap saat 1,2 x banyak yang dibutuhkan. Bahan kimia meliputi zat-zat yang
diperlukan dalam percobaan-percobaan: Pengenalan Reaksi Kimia, Teknik
Pemisahan dan Pemurnian, Titrasi Asam-Basa, Elektrokimia, Energetika,
Pembuatan Produk Terapan Pengetahuan Kimia.
5 Perlengkapan
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
31
No Jenis Rasio Deskripsi
Lain
5.1 Kotak kontak 9 buah/lab 1 buah untuk tiap meja siswa, 2 buah untuk
meja demo, 2 buah untuk di ruang persiapan.
5.2 Alat pemadam 1 buah/lab Mudah dioperasikan.
kebakaran
5.3 Peralatan P3K 1 buah/lab Terdiri dari kotak P3K dan isinya tidak
kadaluarsa termasuk obat P3K untuk luka bakar
dan luka terbuka.
5.4 Tempat 1 buah/lab
sampah
5.5 Jam dinding 1 buah/lab

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


32
|
BAB V
PENDANAAN DAN MEKANISME PENCAIRAN
SERTA KETENTUAN PERPAJAKAN DAN SANKSI

A. Sumber dan Anggaran


Sumber dana Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah berasal dari
Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang terdapat pada DIPA
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
Besarnya dana Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah untuk tiap-
tiap satuan kerja pada Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam, Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian
Agama Kabupaten/Kota bervariasi. Berikut ini besar anggaran Peralatan
Laboratorium IPA Madrasah yang terdapat pada DIPA Direktorat Pendidikan
Madrasah adalah sebagai berikut:
1. Peralatan Laboratorium IPA MTs = Rp. 100.000.000,-(seratus juta rupiah);
2. Peralatan Laboratorium IPA MA = Rp. 100.000.000,-(seratus juta rupiah);

B. Mekanisme Pencairan Dana


Mekanisme pencairan anggaran bantuan kepada Madrasah Penerima
dilakukan secara bertahap dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Tahap Pertama diberikan 70% dari keseluruhan anggaran, dengan ketentuan
sebagai berikut:
a) Madrasah Penerima Bantuan mengajukan dokumen kesiapan pelaksanaan
pekerjaan yang ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dimana
anggaran tersebut berada. Dokumen tersebut meliputi:
1) Perjanjian kerjasama/Kontrak yang telah ditandatangani oleh madrasah
penerima bantuan dan PPK; (lampiran: Format 1)
2) Rincian Anggaran Biaya (RAB); (lampiran: Format 2)
3) Jadwal pelaksanaan pekerjaan; (Lampiran: Format 3)
4) Photocopy NPWP;
5) Surat Kesanggupan Penerima Bantuan melaksanakan dan melaporkan
pekerjaan; (Lampiran: Format 4)

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


33
6) Rekening atas nama madrasah;
7) Surat Keterangan (referensi) dari Bank yang menyatakan rekening masih
aktif;
8) Kuitansi bukti penerimaan uang yang telah ditandatangani oleh penerima
bantuan dan disahkan oleh PPK. (lampiran: Format 5)
b) Dokumen pencairan yang telah lengkap akan diuji oleh PPK sesuai petunjuk
teknis penyaluran bantuan pemerintah;
c) PPK menandatangani perjanjian kerjasama dan mengesahkan kuitansi bukti
penerimaan uang untuk pembayaran tahap pertama serta menerbitkan SPP
setelah pengujian berdasarkan petunjuk teknis;
d) SPP tersebut disampaikan kepada PP-SPM (Pejabat Pembuat Surat Perintah
Membayar) untuk diproses lebih lanjut oleh Bagian Keuangan untuk
selanjutnya diproses pencairannya.
2. Tahap kedua diberikan 30% dari keseluruhan dana apabila pekerjaan telah
mencapai prestasi 50%, dengan ketentuan:
a) Madrasah menyampaikan kuitansi bukti penerimaaan uang tahap kedua yang
telah ditandatangani oleh penerima bantuan dan PPK;
b) Berita Acara Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan (BAKPP) yang
ditandatangani oleh Kepala Madrasah; (lampiran: Format 6)
c) Dokumen pencairan yang telah lengkap akan diproses lebih lanjut seperti
pada tahap pencairan pertama oleh PP-SPM.
3. Setelah pencairan tahap kedua diberikan, madrasah wajib menyelesaikan
seluruh pekerjaan pengadaan peralatan dan pelaporan.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


34
|
Mekanisme Pencairan Pembayaran dalam bentuk Uang

Penerima Bantuan PPK PP-SPM

1. Pimpinan lembaga penerima bantuan SPM


mengajukan permohonan pencairan
tahap I deang dilampiri:
a. Perjanjian kerjasama yang telah
ditandatangani oleh penerima
bantuan;
b. Kuitansi bukti penerimaan uang
yang telah ditandatangani oleh
penerima bantuan.
2. Pimpinan lembaga penerima bantuan
mengajukan permohonan pencairan
tahap II dengan dilampiri :
a. Kuitansi bukti penerimaan uang
yang telah ditandatangani oleh
penerima bantuan;
b. Laporan kemajuan oleh
ketua/pimpinan penerima bantuan.

C. Ketentuan Perpajakan
Direktorat Pendidikan Madrasah, Kantor Wilayah Kementerian Agama
Propinsi dan Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota tidak memungut pajak
pada saat pemberian bantuan kepada lembaga penerima bantuan pemerintah.
Pemungutan pajak adalah tanggung jawab lembaga penerima bantuan sebagai unit
pengelola keuangan dan kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

D. Sanksi
Lembaga penerima bantuan pemerintah wajib melaksanakan pengelolaan
keuangan dan kegiatan sesuai petunjuk teknis, lembaga yang tidak melaksanakan
kegiatan sesuai dengan petunjuk teknis dan peraturan yang berlaku maka:
1. Jika pelanggarannya bersifat pidana dan/atau perdata, penerima bantuan
dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku;
2. Jika pelanggarannya bersifat administratif, penerima bantuan dikenakan sanksi
berupa tidak akan mendapatkan program bantuan pada 4 tahun kedepan.
Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA
35
BAB VI
MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN

A. Monitoring dan Evaluasi


Monitoring dan Evaluasi (Monev) dilakukan untuk menjamin dana Bantuan
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah telah diterima dan dimanfaatkan dengan
tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu dan tepat guna. Selain itu Monev
dilaksanakan untuk memperoleh informasi atas implementasi program bantuan
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah berjalan secara optimal. Monev juga
dimaksudkan sebagai bahan pengambilan kebijakan dalam pengembangan sarana
dan prasarana madrasah di masa yang akan datang.
Monev dilaksanakan secara berkala oleh Direktorat Pendidikan Madrasah,
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota sebagai upaya kontrol mutu sehingga bantuan madrasah berjalan
secara transparan dan akuntable.

B. Laporan Pertanggungjawaban
Penerima dana Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah harus
menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada PPK setelah pekerjaan selesai
dengan melampirkan hal-hal sebagai berikut:
1. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP) 100% yang telah ditandatangani
oleh 2 (dua) orang saksi; (Lampiran: Format 9)
2. Berita Acara Serah Terima Aset (BASTA) yang telah ditandatangani oleh
Ketua/Pimpinan penerima bantuan; (lampiran: Format 7)
3. Foto/film peralatan yang telah diselesaikan;
4. Daftar perhitungan dana awal, penggunaan dan sisa dana;
5. Surat pernyataan bahwa bukti-bukti pengeluaran telah disimpan;
6. Bukti setor ke rekening kas negara dalam hal terdapat sisa dana bantuan (jika
tidak dimanfaatkan untuk pembelian peralatan lainnya).
Madrasah Penerima Bantuan diharuskan menyusun Laporan Pertanggung
jawaban (LPJ) atas realisasi bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah.
Laporan di buat dua macam yaitu Laporan Deskriptif dan Laporan Administrasi
Keuangan dengan sistematika sebagai berikut:

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


36
|
1. Laporan Deskriptif, menggambarkan proses pelaksanaan bantuan dari
perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan hingga berakhirnya pelaksanaan
bantuan. Laporan Deskriptif terdiri dari 3 bab yang meliputi:
Bab I. Pendahuluan, berisi gambaran umum pentingnya pelaksanaan
Pengadaan peralatan Laboratorium IPA Madrasah, tujuan dan sasaran
bantuan.
Bab II. Pelaksanaan, berisikan proses pelaksanaan bantuan dari
pembentukan Unit Pelaksana Keuangan dan Kegiatan, persiapan,
pencairan, realisasi anggaran dan dokumentasi pelaksanaan, sesuai
dengan contoh dalam buku Petunjuk Teknis (Juknis) bantuan ini.
Bab III. Penutup, berisi hasil (output) dari pelaksanaan Bantuan Peralatan
Laboratorium IPA Madrasah, kendala yang dihadapi, saran dan
rekomendasi.
Laporan deskriptif disertai dengan lampiran-lampiran:
a. Rencana Anggaran Biaya (RAB); (Lampiran: Format 2)
b. Foto-foto diruang laboratorium sebelum pengadaan peralatan, proses
pengadaan peralatan dan pemasangan peralatan Laboratorium IPA
serta foto setelah pelaksanaan pengadaan dan pemasangan peralatan
Laboratorium IPA.

2. Laporan Administrasi Keuangan, berisikan laporan penggunaan anggaran


bantuan Peralatan Laboratorium IPA dilampirkan dengan bukti-bukti yang sah
(kuitansi pengeluaran bermaterai, daftar pembelian barang, jasa
installasi/pemasangan peralatan Laboratorium IPA, bukti pembelian peralatan,
dan bukti penyetoran pajak (bila ada), serta bukti-bukti lainnya.
Laporan Pertanggungjawaban deskriptif dan keuangan, dibuat rangkap 3 (tiga):
a. Direktorat Pendidikan Madrasah;
b. Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi/Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota sesuai sumber DIPA masing-masing penerima Bantuan
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah.
c. Asli untuk Madrasah

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


37
C. Penyerahan Aset
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah yang telah selesai diadakan
selanjutnya diserahkan kepada Kementerian Agama, Kabupaten/Kota/Kanwil
Kementerian Agama/Direktorat Pendidikan Madrasah (dimana anggaran berada)
dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Aset (BASTA) (lampiran:
Format 7).
Kementerian Agama mencatatkan asset tersebut dalam Aplikasi SIMAK
Persediaan. Selanjutnya Kementerian Agama menyerahkan asset peralatan
Laboratorium IPA kepada madrasah penerima bantuan untuk dimanfaatkan bagi
pengembangan pendidikan madrasah.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


38
|
LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Format 1: Contoh Lampiran Surat Perjanjian Kerjasama (PKS)


2. Format 2: Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB)
3. Format 3: Contoh Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
4. Format 4: Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Bantuan
5. Format 5: Contoh Kwitansi
6. Format 6: Contoh Berita Acara Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan (BAKPP) 50%
7. Format 7: Contoh Berita Acara Serah Terima Aset (BASTA)
8. Format 8: Contoh Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
9. Format 9: Contoh Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP) 100%

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


40
|
Format 1 : Contoh Format Perjanjian Kerjasama

PERJANJIAN KERJASAMA
BANTUAN PERALATAN LABORATORIUM IPA MADRASAH
TAHUN ANGGARAN 2016

NOMOR: ..(nomor surat dari K/L)


NOMOR:(nomor surat Madrasah)

Pada hari ini, ......... tanggal ........ bulan .......... tahun dua ribu enam belas kami yang
bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : ------------------------ (nama)


NIP : ------------------------ (NIP)
Jabatan : ------------------------ (jabatan pada satuan kerja Kemenag)
Alamat : ------------------------ (alamat kantor tempat kerja)
Selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas
nama ------- (institusi tempat kerja), berkedudukan di -------- (alamat).
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : ------------------------ (nama kepala madrasah)


Jabatan : ------------------------ (Kepala Madrasah)
Alamat : ------------------------ (alamat)
Selaku Kepala Madrasah yang bertindak untuk dan atas nama -------
(nama madrasah), alamat ------- (alamat).
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Dengan ini kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerjasama, dalam
rangka pelaksanaan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah dengan ketentuan
sebagai berikut:

Pasal 1
KETENTUAN UMUM

1. Yang dimaksud dengan Perjanjian Kerjasama adalah perjanjian dimana Pihak


Pertama mengikat Pihak Kedua, dan Pihak Kedua telah sepakat untuk
pelaksanakan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerjasama ini dengan
mengacu pada petunjuk teknis Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah;
2. Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani berdasarkan kesepakatan Pihak Pertama
dan Pihak Kedua tanpa ada unsur paksaan.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


41
Pasal 2
HAK DAN KEWAJIBAN

1. Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA


a. Berhak membuat ketentuan penggunaan bantuan/aturan (Petunjuk Teknis) untuk
pelaksanaan kegiatan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tahun
Anggaran 2016 serta menyampaikannya kepada PIHAK KEDUA;
b. Berhak menerima laporan penggunaan dana Bantuan Peralatan Laboratorium
IPA Madrasah Tahun Anggaran 2016 dari PIHAK KEDUA;
c. Berhak melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan penggunaan dana
Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tahun Anggaran 2016 yang
dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA;
d. Berhak menolak atau mengembalikan laporan penggunaan dana Bantuan
Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tahun Anggaran 2016 kepada PIHAK
KEDUA apabila ternyata kegiatan bantuan tersebut tidak sesuai dengan standar
minimal spesifikasi yang telah ditentukan;
e. Berkewajiban membayar nilai bantuan yang telah ditetapkan apabila PIHAK
KEDUA telah memenuhi semua persyaratan pencairan.

2. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA


a. Berkewajiban mengelola bantuan untuk kegiatan Bantuan Peralatan
Laboratorium IPA Madrasah Tahun Anggaran 2016 yang diterima dari Pihak
Pertama secara efisien, efektif dan akuntabel serta sesuai dengan ketentuan
dalam Petunjuk Teknis penggunaan bantuan dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
b. Berkewajiban melaksanakan kegiatan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah Tahun Anggaran 2016 selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
setelah Perjanjian ini ditandatangani;
d. Jika tidak dapat mempertanggungjawabkan dana bantuan sebagaimana
dimaksud pada point (a) bersedia mengembalikan dana bantuan tersebut ke Kas
Negara dan menerima sanksi yuridis berdasarkan ketentuan dan perundang-
undangan yang berlaku;
e. Berkewajiban melaporkan hasil kegiatan tersebut kepada Pihak Pertama setelah
pekerjaan selesai atau akhir tahun anggaran.

Pasal 3
NILAI BANTUAN

1. Nilai Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tahun Anggaran 2016 tersebut
dalam pasal 1 sebesar Rp. ------- (nominal),- ( ----------- rupiah);
2. Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tahun Anggaran 2016
sebagaimana tercantum dalam ayat (1) merupakan nilai yang telah ditetapkan dan
pasti sepanjang tidak terjadi perubahan kebijakan pemerintah yang mengakibatkan
adanya perubahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kementerian Agama Ditjen
Pendidikan Islam/Kanwil Propinsi/Kemenag Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2016.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


42
|
Pasal 4
JENIS DAN SPESIFIKASI BANTUAN

1. Jenis Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tahun Anggaran 2016


adalah:
a. Peralatan Laboratorium Komputer dan CBT MTs;
b. Peralatan Laboratorium Komputer dan CBT MA;
2. Spesifikasi Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah sebagaimana diatur
dalam petunjuk teknis.

Pasal 5
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

1. Pekerjaan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah dilaksanakan dalam


jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender dimulai sejak ditandatanganinya
perjanjian ini;
2. Jangka waktu pelaksanaan dapat diperpanjang, atas persetujuan Pihak Pertama,
didasarkan pada surat permohonan perpanjangan dari Pihak Kedua dengan alasan
yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pasal 6
TATA CARA DAN SYARAT PENCAIRAN

1. Pencairan bantuan dilakukan secara langsung dari rekening Kas Negara ke


rekening Pihak Kedua melalui mekanisme Pembayaran Langsung (LS);
2. Mekanisme pencairan anggaran bantuan kepada Pihak Kedua dilakukan dengan 2
(dua) tahap;
3. Pihak Pertama akan mencairkan bantuan tahap pertama sebesar 70% dari
keseluruhan anggaran dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Surat Perjanjian Kerjasama telah ditandatangani oleh Pihak Pertama dan Pihak
Kedua;
b. Pihak Kedua telah menandatangani kuitansi bukti penerimaan uang bantuan dan
disahkan oleh Pihak Pertama.
4. Pihak Pertama akan mencairkan bantuan tahap kedua sebesar 30% dari
keseluruhan anggaran dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pihak Kedua telah menandatangani kuitansi bukti penerimaan uang bantuan dan
disahkan oleh Pihak Pertama;
b. Pihak Kedua telah melaporkan dan menandatangani kemajuan penyelesaian
pekerjaan minimal telah mencapai prestasi pekerjaan 50%.

Pasal 7
KESANGGUPAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN

1. Pihak Kedua siap dan sanggup melaksanakan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah sesuai petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam Kementerian Agama RI;
2. Pihak Kedua siap dan sanggup melaksanakan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA
Madrasah sesuai dengan nilai bantuan, jenis dan spesifikasi sebagaimana
tercantum dalam Petunjuk Teknis.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


43
Pasal 8
SISA DANA BANTUAN

1. Pihak Kedua diperbolehkan menggunakan sisa dana bantuan untuk menunjang


sarana prasarana yang lain jika pengadaan peralatan telah dilaksanakan sesuai
dengan volume dan spesifikasi sebagaimana telah diatur dalam petunjuk teknis;
2. Penggunaan sisa dana bantuan oleh Pihak Kedua harus mendapatkan persetujuan
Pihak Pertama;
3. Pihak Kedua siap dan sanggup menyetorkan sisa dana bantuan ke Kas Negara jika
sudah tidak digunakan.

Pasal 9
SANKSI

1. Pihak Kedua siap menerima sanksi hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku jika pelanggarannya bersifat pidana dan/atau perdata, jika pelanggarannya
bersifat administrative, Pihak Kedua siap dikenakan sanksi berupa tidak akan
mendapatkan program bantuan pada tahun yang akan datang;
2. Pihak Kedua siap menggembalikan dana bantuan jika tidak dapat
mempertanggungjawabkan sesuai dengan petunjuk teknis.

Pasal 10
LAPORAN

1. Pihak Kedua siap dan sanggup memberikan laporan penyelesaian pekerjaan


secara berkala (sesuai dengan tahapan pembayaran) kepada Pihak Pertama
sebagaimana telah diatur dalam Petunjuk Teknis;
2. Pihak Kedua siap dan sanggup laporan pertanggungjawaban kepada Pihak
Pertama setelah pekerjaan selesai atau akhir tahun anggaran.

Pasal 11
FORCE MAJEURE

1. PARA PIHAK dibebaskan dari tanggung jawab atas keterlambatan atau kegagalan
dalam memenuhi kewajiban yang tercantum dalam perjanjian ini, yang disebabkan
atau diakibatkan oleh kejadian di luar kekuasaan PARA PIHAK yang digolongkan
sebagai force majeure;
2. Peristiwa yang dapat digolongkan force majeure adalah antara lain sebagai berikut:
adanya bencana alam seperti: gempa bumi, taufan, banjir atau hujan terus
menerus, wabah penyakit, adanya perang, peledakan, sabotase, revolusi,
pemberontakan, huru-hara, adanya tindakan pemerintahan dalam bidang ekonomi
dan moneter yang secara nyata berpengaruh terhadap pelaksanaan perjanjian ini;
3. Apabila terjadi force majeure maka pihak yang lebih dahulu mengetahui wajib
memberitahukan kepada pihak lainnya selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat
belas) hari setelah terjadinya force majeure;
4. Keadaan force majeure sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 perjanjian ini tidak
menghapuskan atau mengakhiri perjanjian ini. Setelah keadaan force majeure
berakhir dan kondisi fasilitas penunjang kegiatan masih dapat dipergunakan, PARA

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


44
|
PIHAK akan melanjutkan kerjasama sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam
perjanjian ini.

Pasal 12
KETENTUAN LAIN-LAIN

1. Perubahan pada Perjanjian Kerjasama ini hanya dapat dibuat setelah melalui
konsultasi dan mendapat persetujuan secara tertulis dari PARA PIHAK, dan
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini.
2. Perjanjian Kerjasama ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli bermaterai cukup dan
masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.
3. Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerjasama ini akan diselesaikan secara
musyawarah diantara PARA PIHAK.

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA


Pejabat Pembuat Komitmen, Kepala Madrasah

Materai 6000 Materai 6000

---------(nama jelas) -----------(nama jelas)

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


45
Format 2 : Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB)

KOP MADRASAH (ALAMAT LENGKAP)

RENCANA ANGGARAN BIAYA PEKERJAAN



TAHUN ANGGARAN 2016

Harga Satuan
No Jenis Barang Volume Satuan Jumlah (Rp)
(Rp.)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

I PERABOT LAB.IPA
1 Kursi Laboratorium Buah
2 Meja Laboratorium

Sub Total
II PERALATAN PENDIDIKAN
1 Mistar
2 Alat peraga :
- Model kerangka manusia set
- Preparat mitosis
Sub Total
III MEDIA PENDIDIKAN
1 Papan Tulis

Sub Total
IV BAHAN HABIS PAKAI
1 Asam sulfat
2 HCL

Sub Total
V PERLENGKAPAN LAIN
1 Alat pemadam kebakaran
2 Peralatan P3K

Sub Total

GRAND TOTAL 100,000,000

.. 2016

Kepala Madrasah. Bendahara

() ()

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


46
|
Format 3 : Contoh Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

JADWAL PELAKSANAAN
BANTUAN PERALATAN LABORATORIUM IPA MADRASAH
TAHUN ANGGARAN 2016

Nama Madrasah :
Desa :
Kecamatan :
Kabupaten/Kota :
Propinsi :

BULAN :
NO ITEM BARANG Minggu ke-
1 2 3 4
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1
2
3
4
5
6
7
8
...
...
..
Dst.

.............., ............. 2016

Kepala Madrasah

(..............................................)

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


47
Format 4 : Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Bantuan

KOP MADRASAH
--------------------------------------------------------------------------------------

SURAT PERNYATAAN

KESANGGUPAN MELAKSANAKAN BANTUAN DAN MENYUSUN LAPORAN PELAKSANAAN


BANTUAN PERALATAN LABORATORIUM IPA
TAHUN ANGGARAN 2016

Yang bertandatangan dibawah ini:

Nama : ..
NIP : ..
Jabatan : Kepala Madrasah.
Alamat : .

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami sanggup melaksanakan dan menyusun
Laporan Pelaksanaan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA Madrasah Tahun 2016 sesuai dengan
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bantuan yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah dan
ketentuan yang berlaku lainnya.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

................................................... 2016

Kepala Madrasah

Materai 6000

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


48
|
Format 5 : Contoh Kwitansi

KEMENTERIAN AGAMA RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Jln. Lapangan Banteng Barat No. 3-4
Telpon : 3811642, 3811654, 3812216, 3812679, 3811214
JAKARTA

KWITANSI

Nomor :

Sudah terima dari : Kuasa Pengguna Anggaran (Diisi nama satker tempat anggaran

DIPA)

Banyaknya Uang : .............................................. (Sesuai penarikan dari

dana anggaran)

Untuk Pembayaran : Bantuan Peralatan Laboratorium IPA

Madrasah(...............namamadrasah......)(alamat...............

..................................) Tahun Anggaran 2016 Direktorat

Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Jumlah : Rp. ..............................,-

Mengetahui dan mengesahkan ................, .................


2016
Pejabat Pembuat Komitmen, Yang menerima,
Kepala Madrasah

. .

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


49
Format 6: Contoh Berita Acara Kemajuan Penyelesian Pekerjaan (BAKPP)

KOP MADRASAH

BERITA ACARA KEMAJUAN PENYELESAIAN PEKERJAAN (BAKPP)


BANTUAN PERALATAN LABORATORIUM IPA MADRASAH
TAHUN ANGGARAN 2016

Nomor :

Pada hari ini tanggalbulantahun . Telah dilaksanakan pemeriksaan


pekerjaan Bantuan Peralatan Laboratorium IPA di Madrasah ...........................

Berdasarkan pemeriksaan secara seksama pekerjaan tersebut dinyatakan berjalan baik, dan telah
mencapai progress..........%. Adapun pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi :

PORSENTASE
BESAR
NO. JENIS BARANG VOL SATUAN PEKERJAAN
ANGGARAN
(dari Pagu)

1 PERABOT
- Kursi Laboratorium 1 BUAH Rp. .%
PERALATAN
2
PENDIDIKAN
- Mistar 1 Buah Rp. .%
3 dst

Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya, dan dapat dipertanggungjawabkan
sebagaiman mestinya.

,.2016

Kepala Madrasah, Saksi/Guru

1. ............................. (........................)

2. ............................. (........................)
(..................................)

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


50
|
Format 7 : Berita Acara Serah Terima Aset (BASTA)

BERITA ACARA SERAH TERIMA ASET (BASTA)


BANTUAN PERALATAN LABORATORIUM IPA
Nomor: ..

Pada hari ini.. tanggal ... bulan .. tahun .


bertempat di Madrasah .
Desa/Kelurahan ..
KecamatanKabupaten/Kota., yang bertanda tangan di
bawah ini:
I. Nama :
Alamat :
Jabatan : Kepala Madrasah . Kecamatan
, selanjutnya disebut PIHAK KESATU
II. Nama :
Alamat :
Jabatan : Kepala Kantor Wilayah/Kankemenag Kab/Kota (seusai dengan
Anggaran berada), bertindak untuk dan atas nama Kementerian
Agama RI selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

sepakat mengadakan serah terima dengan ketentuan sebagai berikut:


Pasal 1
PIHAK PERTAMA menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dari
PIHAK PERTAMA berupa Peralatan Laboratorium IPA Madrasah dengan nilai Rp.
. dibeli tahun .
Pasal 2
Bahwa serah terima ini dilaksanakan oleh masing-masing pihak untuk digunakan dalam
kepentingan Kementerian Agama RI khususnya dalam pendidikan madrasah.
Pasal 3
Sejak penyerahan ini:
a. PIHAK KEDUA menerima penyerahan Aset/peralatan dari PIHAK PERTAMA untuk
selanjutnya di catat kedalam Aplikasi SIMAK Persediaan;
b. PIHAK KEDUA menghibahkan aset tersebut kepada PIHAK PERTAMA;
c. Peralatan tersebut menjadi aset PIHAK PERTAMA yang pemanfaatannya untuk
pengembangan pendidikan madrasah.

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


51
Demikian berita acara ini dibuat dan ditandatangani oleh para pihak dan saksi dalam
rangkap 4 (empat) agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai 6000

(Nama (Nama Kepala Madrasah)


Direktur/Kakanwil/Kankemenag)

SAKSI (PIHAK KEDUA) SAKSI (PIHAK PERTAMA)

. .
Komite Tokoh Masyarakat

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


52
|
Format 8 : Contoh Laporan Pertanggungjawaban

KOP MADRASAH

Cover
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN DAN TARGET
C. SUMBER DANA
D. WAKTU DAN TEMPAT

BAB II PELAKSANAAN
A. PERSIAPAN PELAKSANAAN
B. PELAKSANAAN

BAB III PENUTUP


A. HAMBATAN PELAKSANAAN
B. SARAN DAN REKOMENDASI
C. KATA PENUTUP

LAMPIRAN
1. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
2. Laporan Keuangan
3. Dokumentasi/Foto/Gambar/Video

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


53
Format 9 : Contoh Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP)

BERITA ACARA PENYELESAIAN PEKERJAAN (BAPP)

Saya yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : .........................................................................

Jabatan : Kepala MTs Al-Ikhlas

Alamat : Jl. Sukatani Kp. Gunung Putri Rt.03/08 Pacet Cianjur Jawa Barat

Telah menyelesaikan pekerjaan berupa Peralatan Laboratorium IPA sesuai dengan


Petunjuk Teknis pada tanggal ................................................................

Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

.............., .............................2016

Kepala Madrasah

................................................

SAKSI I SAKSI II

. .
Komite Tokoh Masyarakat

Petunjuk Teknis | Peralatan Laboratorium IPA


54
|
DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2016