Anda di halaman 1dari 7

MENENTEKUAN CBR TANAH DASAR 5 %

1 PEMBEBANAN

Untuk jalan Tol diambil kelas jalan 1 yang dimana beban lalu lintas ditambah dengan beban
luar/perkerasan adalah sebesar 25 kPa.

2 KORELASI
2.1 FILL MATERIAL
ASUMSI TANAH TIMBUNAN LEMPUNG

Sumber : Handbook of Geotechniacal by Burt Lock

Untuk tanah timbunan, jika melihat tabel diatas nilai CBR nya berdasarakan kondisi Remoulded atau
bisa dikatakan tanah yang sudah terganggu.

Jika, CBR = 5% pada kondisi Remoulded maka range nilai CBR nya adalah pada 4-10 yang dimana
menghasilkan nilai undrained shear strength (Cu) berada pada range 50 100 kPa. Maka, untuk CBR
5% diambil nilai Cu = 50 - 60 kPa.

Jadi, parameter tanah yang digunakan sebagai asumsi timbunan lempung pada CBR = 5% adalah Cu =
50 kPa dan = 00 (lempung).
ASUMSI TANAH TIMBUNAN PASIR
A. CBR Un-Soaked

CBR un-soaked adalah kondisi pada tanah tidak terendam air

Sumber : (Prasad and Kumar, 2015)

B. CBR Soaked

CBR Soaked adalah kondisi pada tanah terendam air

Gambar Grafik Korelasi CBR soaked vs Friction ()

Sumber : (Al- Hasemi and H. Bukhary,2016)

Dengan menggunakan trand line dari kedua grafik diatas maka didapat hasil nilai friction ()
seperti tabel dibawah :
Tabel korelasi CBR dengan

CBR unsoaked soaked design


0 18.8 16.1 17
1 19.1 16.6 17
2 19.5 17.2 18
3 19.8 17.7 18
4 20.1 18.2 19
5 20.5 18.7 19
6 20.8 19.2 20
10 22.1 21.3 21
20 25.5 26.5 25
30 28.8 31.7 30

Jadi, parameter tanah yang digunakan jika timbunan itu berupa pasir maka diambil nilai design =
190 dan Cu = 0 kPa (pasir).

3 PONDASI MENERUS
Daya Dukung Ultimit (qu)

Gambar sketsa pondasi menerus

Daya dukung ultimit tanah pada dasar pada pondasi menerus dihitung dengan
menggunakan rumus Terzaghi dengan asumsi bahwa muka air tanah (MAT) berada di
permukaan:

qult = c.Nc + q.Nq + 0.5.

Dimana:

qu : Daya dukung ultimit, kN/m2

c : Kohesi, kN/m2

q : Tegangan vertikal efektif, kN/m2

q = df x
df : kedalaman / galian (m)

: Berat isi tanah, kN/m3

B : Lebar, m

Nc, Nq, N : Faktor daya dukung Terzaghi


3
2( )
4 2

Nc : [
1] = ( 1)
22 ( + )
4 2

3
2( )
4 2

Nq :
22 (45+ )
2

1
N : 2 (
2 1)

Kp : passive pressure coefficient

Atau menggunakan tabel di bawah ini:

Tabel Resume Nilai Nc, dan(Terzaghi)

Nc Nc

0 5.70 1.00 0.00 26 27.09 14.21 9.84

1 6.00 1.10 0.01 27 29.24 15.90 11.60

2 6.30 1.22 0.40 28 31.61 17.81 13.70

3 6.62 1.35 0.06 29 34.24 19.98 16.18

4 6.97 1.49 0.10 30 37.16 22.46 19.13

5 7.34 1.64 0.14 31 40.41 25.28 22.65

6 7.73 1.81 0.20 32 44.04 28.52 26.87

7 8.15 2.00 0.27 33 48.09 32.23 31.94

8 8.60 2.21 0.35 34 52.64 36.50 38.04

9 9.09 2.44 0.44 35 57.75 41.44 45.41

10 9.61 2.69 0.56 36 63.53 47.16 54.36

11 10.16 2.98 0.69 37 70.01 53.80 65.27

12 10.76 3.29 0.85 38 77.50 61.55 78.61

13 11.41 3.63 1.04 39 85.97 70.61 95.03

14 12.11 4.02 1.26 40 95.66 81.27 115.31


15 12.86 4.45 1.52 41 106.81 93.85 140.51

16 13.68 4.92 1.82 42 119.67 108.75 171.99

17 14.60 5.45 2.18 43 134.58 126.50 211.56

18 15.12 6.04 2.59 44 151.95 147.74 261.60

19 16.56 6.70 3.07 45 172.28 173.28 325.34

20 17.69 7.44 3.64 46 196.22 204.19 407.11

21 18.92 8.26 4.31 47 224.55 241.80 512.84

22 20.27 9.19 5.09 48 258.28 287.85 650.67

23 21.75 10.23 6.00 49 298.71 344.63 831.99

24 23.36 11.40 7.08 50 347.50 415.14 1072.80

25 25.13 12.72 8.34

Daya Dukung Ijin (qall)

Daya dukung ijin adalah daya dukung ultimit dibagi dengan suatu faktor keamanan (FK),
seperti yang ditunjukan pada formula di bawah ini:

qall =

Dimana:
qall : Daya dukung ijin, kN/m2
FK : Faktor Kemanan

Faktor keamanan yang digunakan untuk pondasi dangkal atau daya dukung tanah dasar
adalah 5.

4 PERHITUNGAN DAYA DUKUNG TANAH CBR 5 %


4.1 ASUMSI LEMPUNG Perkerasan Rigid / Kaku

Base (tanah timbunan)

Berdasarkan keterangan pada gambar sketsa pondasi menerus , maka tidak adanya df dan
berdasarkan Tabel Resume Nilai Nc, dan (Terzaghi), dikarenkan nilai = 0 pada tanah lempung
maka = 0. Sehingga berikut adalah rumus yang digunakan untuk timbunan tanah lempung :
q = df x = 0 q = = 0

qult = c.Nc + q.Nq + 0.5.

sehingga hanya menjadi ,

qult = c.Nc
Lihat tabel
qult = 50 x 5.7 = 285 kPa
285
qall = = 5
= 57

Jadi, nilai daya dukung tanah timbunan ijin dengan menggunakan tanah lempung yang dipadatkan
adalah 57 kPa sudah lebih besar dari pembebanan = 25 kPa.

4.2 ASUMSI PASIR

Perkerasan Rigid / Kaku

Lebar perkerasan, B = 24 m

Base (tanah timbunan)

Berdasarkan keterangan pada gambar sketsa pondasi menerus , maka tidak adanya df, untuk pasir
tidak memiliki nilai Cu atau Cu = 0 dan berdasarkan Tabel Resume Nilai Nc, dan (Terzaghi),
dikarenkan nilai = 19 pada tanah pasir maka = 3.07 dan nilai pasir = 17 kN/m3 Sehingga
berikut adalah rumus yang digunakan untuk timbunan tanah pasiran :

Cu = 0 q = df x = 0

qult = c.Nc + q.Nq + 0.5.

sehingga hanya menjadi ,

qult = 0.5.

qult = 0.5.0.5 x 17 x 24 x 3.07 = 626.28


626.28
qall = = 5
= 125.256

Jadi, nilai daya dukung tanah timbunan ijin dengan menggunakan tanah lempung yang dipadatkan
adalah 125.256 kPa sudah lebih besar dari pembebanan = 25 kPa.
5 KESIMPULAN
Berdasrakan hasil analisis diatas maka nilai tanah timbunan atau base pada sistem perkerasan untuk
CBR 5% pada tanah timbunan lempung maupun pasir sudah dapat menahan beban dari lalu lintas
dan perkerasan diatasnya.