Anda di halaman 1dari 6

Kapasitas dukung ujung tiang yang terletak di atas batuan

Goodman (1980)
qup = qu (N + 1)
Qup = Ap.qup cek kekuatan tiang !
N = tan2(45o + /2)
qu = kuat tekan bebas dari batuan
= sudut gesek dalam batuan
Kuat tekan bebas batuan pengujian silinder batuan di lab.
- sampel kecil hasil kekuatan lebih besar
- sampel besar hasil kekuatan lebih kecil
scale effect
q u ( design )

q u ( lab )
5

Gambaran nilai qu batuan


Batuan
qu (Mpa)
- Sandstone
70 225
- Limestone
50 250
- Shale
35 - 75

(derajat)
27 45
31 42
7 - 22

Qup qu ( N 1) A p
Kapasitas dukung yang diijinkan diberi angka aman > 3
Kapasitas tarik dari tiang
Kapasitas tarik tiang ultimit
Tu(g) = Tu(n) + W
Tu(g) = kapasitas tarik (gross)
Tu(n) = kapasitas tarik netto
W = berat tiang
1) tiang pada lempung ( = 0)
lempung jenuh air (Das & Seeley, 1982)
Tu(n) = L p cu
L = panjang tiang
p = keliling
= faktor adhesi (tarik)
1

cu = kuat geser undrained lempung


faktor adhesi tarik
- tiang beton cor ditempat
cu < 80 kN/m2 = 0,9 0,00625cu
cu > 80 kN/m2 = 0,4
- tiang pipa baja
cu < 27 kN/m2 = 0,715 0,0191cu
cu > 27 kN/m2 = 0,2
2) Tiang dalam pasir c = 0
Das & Seeley (1975)
L

Tu ( n ) ( f u p ) dz
0

fu = gesekan tarik/satuan luas


p = keliling tiang
fu bertambah secara linier s/d kedalaman z = Lcr,
jika z > Lcr fu konstant

Untuk z < Lcr

f u K u v ' tan

Ku = koef. uplift (fungsi )


v = teg. vertikal efektif pada kedalaman z
= sudut gesek tanah dengan tiang
Lcr & fungsi dari relative density

Cara pemakaian
- Dari relative density Lcr
- jika L < Lcr
L

Tu ( n ) p f u dz p ( v ' K u tan ) dz

untuk tanah tak terendam :


v ' z
L

Tu ( n ) p z K u tan dz
0

1
pL2 K u tan
2

dengan diketahui & Ku di dapatkan dari grafik.


- Untuk L > Lcr

Lcr

Tu ( n ) p f u dz p

Tu ( n )

f u dz f u dz

1
pL'cr K u tan pLcr K u tan ( L Lcr )
2

Kapasitas tarik yang diijinkan faktor aman 2-3


Ta

Tu ( g )
FS

KAPASITAS TIANG RUMUS PANCANG

Tiang lapisan batuan ? masuk ke lapisan padat


secukupnya panjang tiang bisa bervariasi.
Dikembangkan persamaan untuk menghitung kapasitas
ultimit tiang pada saat pemancangan empiris
Persamaan dinamis dikembangkan kapasitas yang
mencukupi.

1)

Engineering News Record (ENR) formula paling dulu.


Dasar : teori energi kerja
Energi tumbukan hammer/pukulan = tahanan tiang x
penetrasi/pukulan
WR.h = Qu x (s + c)
WR = berat palu/hammer
h = tinggi jatuh
s
= penetrasi tiang/tumbukan
c
= konstanta

Qu

WR .h
sc

s biasanya rata-rata dari 10 tumbukan terakhir


(calendering)
nilai c (konstanta)
- drop hammer : c = 1 inci (s & h dalam inci)
- steam hammer : c = 0,1 inci (s & h dalam inci)
FS (faktor aman) = 6
Untuk steam hammer WR.h ehEh
eh = efisiensi hammer
4

Eh = energi dari hammer

Qu

e h .E h
sc

ENR formula direvisi beberapa kali


Qu

2
ehWR h WR n W p
.
sc
WR W p

n = koefisien restitusi antara hammer dengan topi tiang


c = 0,1 inci untuk s & h dalam inci
Jenis hammer
Efisiensi, eh
Steam hammer
0,7 0,85
Diesel hammer
0,8 0,9
Drop hammer
0,7 0,9
Jenis tiang
Hammer besi cor dengan tiang beton
tanpa topi
Bantalan kayu pada tiang baja
Tiang kayu

Koefisien
restitusi, n
0,7 0,85
0,8 0,9
0,7 0,9

Faktor aman yang disarankan FS = 4 6


Contoh :
Sebuah tiang pancang, penampang 30 cm x 30 cm, panjang 20 m,
dipancang dengan hammer seberat 3,5 ton dengan tinggi jatuh
1.0 m. Efisiensi hammer = 0.8. Jika kapasitas dukung yang
diinginkan/ijin (Qa) = 60 ton dengan faktor 6 pada formula ENR,
berapakah hasil kalendering yang diperlukan (penetrasi tiang
untuk 10 pukulan terakhir) ?
Penyelesaian :
Qa = .WR.h/{6(s+c)} s+c = .WR.h/(6.Qa)
s + 0.1 = 0.8 x 3.5 x (100/2.54)/(6x60) = 0.306
s = 0.306 0.1 = 0.206 inci/pukulan
Calendering untuk 10 pukulan terakhir, penetrasi maksimun
2.06 inci

2)

The Michigan State Highway Commission (1965) mirip ENR


formula
Qu

2
1,25 Eh WR n W p
s c WR W p

Eh = energi hammer max. dari pabrik (lb.in)


c = 0.1 inci (s dalam inci)
FS digunakan = 6
3) Danish formula
eh E h

Qu
s

eh E h L
2 Ap E p

Ep = modulus elastisitas material tiang


L = panjang tiang
Ap = pot. melintang tiang
FS = 3 6
4) Pacific Coast Uniform Building Code Formula
eh Eh (
Qu

WR nW p

WR W p
QL
s u
Ap E p

n = 0.25 tiang baja


n = 0.1 tiang yang lain
5) Janbus Formula
Qu

eh E h
K u' s

K u' cd (1 1

cd

cd 0.75 0.15(W p / WR )

(e h E h L / A p E p s 2 )

FS = 4 5.