TIMBANG TERIMA PASIEN DI KAMAR OPERASI
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
PENGERTIAN Timbang terima ( operan ) merupakan teknik atau cara untuk
menyampaikan dan menerima laporan yang berkaitan dengan
keadaan pasien.
TUJUAN 1. Sebagai acuan dalam timbang terima pasien
2. Untuk mengetahui masalah dan kondisi pasien
KEBIJAKAN
PROSEDUR 1. Lakukan timbang terima pasien dengan melihat secara langsung
pasien yang akan dirawatnya selama perawat bertugas setelah
mengikuti timbang terima antar perawat leader, masing-masing
perawat pemegang pasien
2. Bawa catatan penting oleh perawat pemegang pasien, mengenai
pasien yang harus disampaikan kepada perawat pemegang
pasien berikutnya pada saat timbang terima pasien secara
langsung
3. Baca catatan perawatan, catatan dokter dan hasil pemeriksaan-
pemeriksaan pasien-pasien yang menjadi tanggung jawabnya
sebelum melihat pasien secara langsung oleh perawat
pemegang pasien
4. Catat masalah-masalah pasien yang menjadi tanggung
jawabnya setelah timbang terima pasien secara langsung dan
setelah membaca seluruh catatan yng terdokumentasi. Atatan
tersebut dapat digunakan sebagai rencana keperawatan
berikutnya
5. Perkenalkan diri pada pasien-pasien yang menjadi tanggung
jawabnya
6. Timbang terima meliputi:
6.1 Identitas pasien-pasien yang menjadi tanggung jawabnya
Nama pasien
Usia
Diagnosa medis
Tanggal masuk ruangan
TIMBANG TERIMA PASIEN DI KAMAR OPERASI
6.2 Kesiapan klien yang akan dilakukan tindakan dengan
melihat secara langsung:
Kesiapan administrasi, izin tindakan
Keiapan fisik dan psikologis
Kesiapan darah, laboratorium dan pemeriksaan
penunjang lainnya
6.3 Kondisi pasien-pasien dengan melihat secara langsung
Data subyektif
Data obyektif
Cairan parenteral yang diberikan
Keseimbangan cairan
Sayatan/luka operasi atau tempat-tempat insersi kateter
Alat-alat medik yang terpasang di tubuh klien, seperti: IV
line, NGT, cateter urine, terapi oksigen, dll
Hasil-hasil pemeriksaan
Kebersihan pasien dan lingkungan di sekitar pasien
Masalah yang trkait dengan tim kesehatan lain
7. Semua kegiatan didokumentasikan di catatan perawatan
UNIT TERKAIT Semua ruang rawat inap
PERSIAPAN PRE OPERASI
Adalah persiapan yang harus dilakukan dalam kamar operasi sebelum
operasi dilakukan
Memperlancar pelaksanaan operasi
Mencegah ketidaksiapan alat ketika digunakan
Untuk memperlancar pelaksanaan operasi diperlukan prosedur persiapan
Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan sesuai
prosedur yang telah ditetapkan
1. Perawat instrument yang akan ikut pembedahan melihat jadwal
tindakan pembedahan pada hari itu secara jelas dan tepat
2. Petugas menyiapkan instrumen bedah, set linen, perawatan
tambahan dan bahan habis pakai sesuai jenis operasi dan kamar
operasinya
3. Semua peralatan diletakkan sesuai pada tempat yang ditentukannya
dan setelah itu mengembalikan barang sesuai inventaris masing2
4. Petugas atau perawat sirkuler menyiapkan larutan pre clinning dalam
bak rendam dan meletakkan pada tempatnya
5. Melapisi tempat sampah medis dengan plastik warna kuning dan
tempat sampah rumah tangga dengan warna hitam
6. Menempatkan peralatan elektromedik ( lampu operasi, mesin
suction, elektrik drill, dll) yang akan digunakan untuk operasi dan cek
fungsinya, pastikan berfungsi dengan baik.
7. Siapkan penampung tali, duk dan lap bekas pakai
8. Lapisi meja operasi dengan alas
9. Buka lapisan duk luar pada instrumen, set jas dan set duk linen steril
bila pasien sudah akan mulai di anastesi.
UNIT TERKAIT Semua ruangan yang terkait
PROSEDUR PERSIAPAN INSTRUMENTASI UMUM
Adalah persiapan, hal hal umum / dasar yang dilakukan untuk melakukan
instrumentasi
1. Memperlancar pelaksanaan operasi
2. Mencegah ketidaksiapan alat ketika digunakan
Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan sesuai
prosedur yang telah ditetapkan
1. Perawat instrumen yang akan ikut pembedahan membuka lapisan
kedua bungkus instrument dan tenun linen
2. Memasang sarung meja mayo
3. Melapisi meja mayo dengan duk sedang steril sedemikian rupa
dengan mencegah duk terkontaminasi
4. Menghitung jumlah kasa yang akan digunakan dengan minimal
disaksikan oleh perawat sirkuler, catat dalam format implementasi
keperawatan perioperatif
5. Cek jumlah instrument yang akan digunakan lengkap / tidak dan
catat dalam format implementasi keperawatan perioperatif
6. Siapkan instrument di atas meja mayo sesuai tindakan
pembedahan yang dilakukan
7. Sarungi kabel cauter ESU, ikat dan jepit dengan duk klem. Bila ada
yang lain ( selang suction, elektrik bor atau yang lain ) dapat ditali
bersama2
8. Siapkan bhp yang akan dipakai agar lebih mudah ketika akan
digunakan
9. Drapping
10. Hubungkan kabel kabel dengan mesin atau stop kontak
11. Ketika pasien siap dan akan di insisi, lanjutkan prosedur time out
dan operasi siap dimulai
UNIT TERKAIT
PERSIAPAN TIM PEMBEDAHAN
Adalah prosedur bagi anggota tim yang akan ikut dalam tindakan
pembedahan atau operasi sebagai operator , asisten bedah dan instrumen
bedah
Untuk mempertahankan sterilitas
1. Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan
sesuai prosedur yang telah ditetapkan
2. Infeksi nosokomial di Rumah sakit dipantau oleh (KPPI RS )
dilaksakan oleh staf RS sesuai dengan SPO Rumah sakit dan SPO
KPPI RS)
1. Memakai apron (sesuai SPO no. PPI / SPO/018 )tentang memakai
apron)
2. Melakukan cuci tangan secara aseptik (sesuai SPO NO.
PPI/SPO/005) tentang cuci tangan bedah )
3. Mengeringkan dengan handuk steril yang telah disediakan.
4. Memakai jas operasi secara aseptik (sesuai SPO NO. RS /SPO/000)
tentang memakai jas operasi.
5. Tali bagian belakang jas ditalikan oleh perawat sirkulasi
6. Memakai handscoon secara aseptik (sesuai SPO no. RS /SPO/007 )
Tentang memakai sarung tangan steril.
7. Tim siap untuk memasuki area aseptik 0
UNIT TERKAIT KPPI RS
PEMAKAIAN JAS OPERASI
Langkah2 dalam memakai jas operasi sebelum masukn dalam lokasi
pembedahan
Sebagai pedoman agar langkah yang dilakukan dalam pemakaian jas
operasi benar dan dapat mempertahankan sterilitas
1. Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan
sesuai prosedur yang telah di tetapkan
2. Infeksi nosokomial di RS di pantau oleh KPPI RS , dan dilaksanakan
oleh staf RS sesuai dengan SPO RS dan SPO KPPI RS.
A. Memakai sendiri
1. Periksa tanggal sterilisasi, pastikan sebelum kadaluarsa (kurang
lebih antara 2 minggu
2. Buka duk pembungkus dengan teknik aseptik (pembungkus
sebelah dalam tidak terkontaminasi oleh sebelah luar atau
barang yang tidak steril
3. Cuci tangan pra bedah
4. Lap tangan dari ujung ke pangkal dengan handukn steril,
lakukan hal yang sama pada tangan yang lain dengan memakai
sisi lain lap atau handuk
5. Angkat jass setinggi bahu dengan memegang bagian leher.
Bagian dalam jas menghadap ke pemakai. Biarkan lipatan lepas
ke bawah
6. Jaga agar bagian yang steril menghadap ke meja jas operasi
yang tertutup kain
7. Masukkan kedua telapak tangan ke dalam lubang dengan
hati2. Perawat sirkulasi yang akan menalikan tali bagian
belakang.
B. Memakaikan ke orang lain
1. Memakai jas dan sarung tangan steril
UNIT TERKAIT
PEMAKAIAN JAS OPERASI
2. Angkat jas setinggi bahu menghadap ke orang yang akan
dipakaikan.Orang yang dipakaikan harus sudah melakukan
prosedur cuci tangan bedah
3. Arahkan kedua lengan jas ke lengan orang yang akan
dipasangkan jas operasi. Jas terpakai
4. Perawat sirkulasi menalikan tali belakang.
UNIT TERKAIT Kamar operasi
PEMAKAIAN SARUNG TANGAN STERIL DI KAMAR OPERASI
Langkah langkah dalam memakai sarung tangan operasi sebelum
masuk dalam tim pembedahan
Sebagai pedoman agar langkah yang dilakukan dalam pemakaian
sarung tangan operasi benar dan dapat mempertahankan sterilitas
1. Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus
dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan
2. Infeksi nosokomial di rumah sakit dipantau oleh KPPI RS dan
dilaksanakan oleh staf RS seusai dengan SPO RS dan SPO KPPI
RS
A. Memakai sendiri
1. Pakai jas operasi untuk tim bedah
2. Ambil bagian dalam sarung tangan dengan tangan kanan (
jangan menyentuh bagian luar yang harus steril) masukkan
jari2 tangan kiri , untuk yang kidal sebaliknya.
3. Dengan jemari tangan yang telah memakai sarung tangan,
ambil sisa sarung tangan dengan menyelipkan jari tangan
kiri pada lipatan sarung tangan sehingga tangan kiri kita
hanya kontak dengan bagian luar sarung tangan
4. Dengan hati2 pakaikan pada tangan kanan
5. Rapikan bagian pangkal sarung tangan
6. Prosedur selesai
B. Memakaikan ke orang lain
1.
UNIT TERKAIT
KURANG
DRAPPING
Adalah proses pemyempitan lapangan operasi dengan tenun steril
Sekitar lapangan operasi tertutup tenun steril dan mempersempit
lapangan operasi
1. Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan
sesuai prosedur yang telah ditetapkan
2. Infeksi nosokomial di rumah sakit dipantau oleh KPPI RS dan
dilaksanakan oleh staf RS seusai dengan SPO RS dan SPO KPPI RS
A. Pada ekstremitas
1. Angkat ekstremityas yang sudah didesinfeksi , letakkan tenun
steril rangkap dua dibawahnya
2. Lilitkan tenun kecil segitita pada pangkal ekstremitas yang
akan dioperasi , jepit dengan duk klem
3. Letakkan ekstremitas pada tenun
4. Lapisi bagian alas dengan tenun steril
5. Satukan ketiga sisi tenun ( pertemuan atas dan bawah ) jepit
dengan duk klem
B. Selain ekstremitas
1. Tutup sisi alas dan bawah lapangan operasi yang sudah
didesinfeksi
2. Tutup sisi samping
3. Fiksasi dengan duk klem
4. Tenun yang keluar harus menutupi sekurang2nya setengah
tinggi meja operasi
UNIT TERKAIT Kamar operasi
DESINFEKSI PRE OPERASI
Adalah prosedur pra pembedahan dengan mengoleskan larutan antiseptik
ke area pembedahan dan sekitarnya
1. Untuk mensuci hamakan daerah yang akan dilakukan insisi
2. Menekan angka infeksi luka operasi (ILO)
1. Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan
sesuai prosedur yang telah ditetapkan
2. Infeksi nosokomial di rumah sakit dipantau oleh KPPI RS dan
dilaksanakan oleh staf RS seusai dengan SPO RS dan SPO KPPI RS
1. Scrub area pembedahan dengan larutan klorheksidine 4 % aqua
1:30
2. Bilas engan aqua atau NACL sampai bersih dan keringkan dengan
handuk atau duk steril
3. Tuang profidoniodine kedalam cucing kurang lebih 50 cc atau
menurut kebutugan ( tergantung luas area pembedahan)
4. Oleskan profidone iodine dengan menggunakan desinfeksi klem
panjang dan depers. Teknik pengolesannya adalah melingkar dari
dalam ke luar.
5. Desinfektan oleh + 10 cm melingkari daerah yang akan dilakukan
insisi
6. Ulangi minimal 2x
UNIT TERKAIT Kamar operasi
PENUTUPAN LUKA POST OPERASI
Adalah perawatan luka pada post operasi
Menekan terjadinya infeksi luka operasi
1. Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan
sesuai prosedur yang telah ditetapkan
2. Infeksi nosokomial di rumah sakit dipantau oleh KPPI RS dan
dilaksanakan oleh staf RS seusai dengan SPO RS dan SPO KPPI RS
1. Bersihkan luka operasi dengan normalsalin , keringkan
2. Balutkan tule tanpa antibiotik di atas luka bersih. Untuk luka kotor
sesuai program teprapi dokter.
3. Tutup dengan kassa steril
4. Tahan dengan tangan dan perlahan lepaskan kain atau duk
drapping
5. Lekatkan plester dengan menutup seluruh balutan
6. Bersihkan sekitar balutan
7.
UNIT TERKAIT OK
OPERATOR TIDAK BISA MELANJUTKAN PEMBEDAHAN
PENGERTIAN Adalah langkah langjkah yang bisa dilakukan bila operator sakit atau pinsan
sehingga tidak dapat melanjutkan proses tindakan operasi
TUJUAN 1. Sebagai pedoman sehingga langkah yang diambl tidak
memperburuk keadaan.
2. Untuk keselamatan operator dan pasien
KEBIJAKAN 1. Dalam pelaksanaan pelayanan pembedahan perlu dilakukan
langkah-langkah dalam upaya mendapatkan hasil akhir
pembedahan secara maksimal
2. Penyelenggaraan pelayanan pembedahan di IBS berdasarkan kerja
sama antar disiplin ilmu yang pelaksanaannya diatur didalam
prosedur
PROSEDUR 1. Operator diamankan sedemikian rupa sehingga tidak membuat
lebih buruk keadaannya
2. Pasien dipertahankan dalam keadaan seaman mungkn (terbebas
dari perdarahan dan keadaan yang membuat KU pasien
memburuk)
3. Segera hubungi petugas emergency tentang keadaan operator
atau segera lakukan tindakan bila keadaan sangat darurat
4. Menghubungi dokter kepala instansi atau Ka Unit pelayanan
fungsional atau dokter bedah lain
5. Dokter kepala/yang dilapori mencari dokter pengganti untuk
menggantikan proses operasi tersebut
UNIT TERKAIT ICU/ICCU/IRD
KONSULTASI DALAM DURASI PEMBEDAHAN
Adalah kerja sama antar disiplin ilmu kedokteran selama berlangsungnya
suatu proses pembedahan
Untuk mendapatkan hasil akhir-akhir pembedahan secara maksimal
1. Dalam pelaksanaan pelayanan pembedahan perlu dilakukan
langkah langkah dalam upaya mendapatkan hasil akhir
pembedahan secara maksimal.
2. Penyelenggaraan pelayanan pembedahan di ruang operasi
berdasarkan kerjasama antar disiplin ilmu yang pelaksanaannya di
atur di dalam prosedur
1. Konsultasi dapat dilakukan oleh operator antar disiplin ilmu
kedokteran yang sama dan juga dapat dilakukan lintas disiplin ilmu
kedokteran.
2. Konsultasi lintas disiplin ilmu kedokteran dilakukan oleh dokter
spesialis penanggung jawab operasi kepada dokter spesialis disiplin
kedokteran lain yang berhubungan dengan kasus operasi.
3. Jika dokter spesialis tidak ada ditempat atau tidak bisa dihubungi atau
ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan maka konsultasi tersebut
dilimpahkan kepada dokter spesialis yang lain dibidang disiplin
tersebut melalui koordinator yang bersangkutan.
4. Jika konsultasi sudah selesai dan tidak memerlukan tindak lanjut dari
dokter konsultasi tersebut maka penderita dan operasinya telah
menjadi tanggung jawab dokter yang konsul sebelumnya.
5. Jika ternyata harus ditangani selanjutnya oleh dokter konsultan yang
bersangkutan maka penderita dan operasinya menjadi tanggung
jawab dokter konsultan tersebut.
UNIT TERKAIT Kamar operasi
PENJADWALAN ACARA OPERASI ELEKTIF
PENGERTIAN Adalah ketentuan cara penjadwalan acara operasi yang direncanakan.
TUJUAN 1. Pembedahan elektif terjadwal sesuai dengan urutan tanggal masuk
ranat
2. Menghindari perpanjangan masa tunggu
3. Merencanakan ketersediaan fasilitas pembedahan dengan baik
(istrumen, implan)
KEBIJAKAN Penjadwalan, penambahan dan penundaan pasien elektif dan emergency
dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada
PROSEDUR a. Pasien poliklinik
1. Antarkan pasien dari poliklinik bedah/orthopedi/lainnya ke IBS
oleh petugas poliklinik dengan menyertakan status IRJA dn
kartu Kontrol dan pemeriksaan penunjang yang sudah
disiapkan
2. Terima pasien di IBS dan daftarkan pada buku pasien poliklinik
untuk menentuan hari operasi
3. Catat hari, tanggal dan jam rencana operasi pada kartu kontrol
4. Laporkan acar operasi yang akan dikerjakan pada spesialis
bedah sesuai dengan jadwal jaga
5. Fasilitas konsultasi dengan ahli anastesi bila direncanakan bius
umum/ GA Kemudian disiapkan sesuai prosedur pre operasi
dengan bius umum/GA
6. Serahkan kartu kontrol dan jelskan pada pasien/keluarga
tentang jadwal rencana operasi, hari,tanggal dan jam rencana
operasi
7. Pesankan kartu kontrol dibawa saat hari pelaksanaan operasi.
b. Pasien rawat inap
1. Daftarkan pasien pre op diruang rawat pra bedah oleh petgas
ruangan oleh petugas OK emergency melelui pesawat telfon
nomor (126) maksimal 12 jam sebelum hari pelaksanaan
pembedahan.
2. Daftarkan dengan ketentuan format sebagai berikut :
a. Nama,umur,register/no rekam medik
b. Diagnosis
c. Rencana tindakan
d. Ruangan rawat pra bedah
3. Nama operator terima pendaftaran dan segera catat pada
papan jadwal operasi elektif, jumlah sesuai kapasitas kamar
operasi elektif, dengan kategori pembedahan sesuai
kuota.(bila kuota sudah memenuhi, sedang masih ada acara
operasi yang di daftarkan akan dijadwalkan pada hari
berikutnya)
UNIT TERKAIT IRNA, IRD,VK,HCU
PENUNDAAN DAN PEMBATALAN OPERASI
UNIT TERKAIT
PENAMBAHAN JADWAL PEMBEDAHAN
UNIT TERKAIT
PENCEGAHAN KEJADIAN OPERASI SALAH SISI DAN SALAH ORANG
Adalah langkah langkah yang harus dilaksanakan ketika pasien datang
untuk mencegah kejadian salah sisi dan salah orang
Mencegah terjadinya salah sisi pembedahan
Timbang terima pasien harus dilakukan secara benar sesuai dengan
ketentuan sehingga bisa mencegah kesalahan identitas dan kesalahan
tindakan
1. Melakukan prosedur timbang terima dengan benar
2. Bila sisi yang sakit belum dapat teridentifikasi ( ragu ragu pasien bayi/
anak anak/ dewasa dll) konfirmasi pada keluarga
3. Bila belum yakin betul atau pasien dalam keadaan tidak sadar dapat
dilihat pada pemeriksaan penunjang atau menghubungi operator.
4. Mencatat nama , alamat , reg dan diagnosa dan sisi yang sakit pada
kartu identitas atau gelang dan dipasangkan ke pasien
5. Menanyakan sekali lagi pada pasien nama, diagnosa, alamat, dan sisi
yang sakit sebelum dilakukan tindakan anastesi pada waktu time out
6. Operator menginformasikan pemastian teknik operasi yang akan
dilakukan serta lokasi pembedahan
UNIT TERKAIT Seluruh ruangan
PENGGUNAAN KASA DAN INSTRUMEN BEDAH DALAM PEMBEDAHAN
Pemakaian instrumen dan kasa harus dengan cermat dan terdokumentasi
dengan baik
Menghidari tertinggalnya alat / kasa didalam tubuh penderita
1. Ketidak sesuaian penghitungan penggunaan alat pembedahan harus
dibuatkan berita acara dan didokumentasikan secara tertutup
2. Laporan operasi harus dibuat secara jelas dan terperinci termasuk
didalamnya adalah temuan petugas, pembalutan, drainase, instruksi
pasca bedah dan catatan penggunaan instrumen
1. Ketika membuka set instrumen bedah, pastikan dalam keadaan
lengkap
2. Hitung semua kassa, depper, dan kasa besar sebelum pemakaian baik
jumlah maupun macamnya.
3. Lakukan penghitungan dengan saksi
4. Catat pada lembar operasi pada kolom yang telah disediakan
5. Catat seluruh penambahan kassa, depper, dan kasa besar
6. Pemakaian jarum bedah, dan pisau bedah harus dalam keadaan
tersambung dengan hadle ketika diaplikasikan ke pasien
7. Sebelum menutup area operasi hitung kembali keseluruhan kassa,
depper, dressing dan instrumen bedah, pastikan lengkap. Bila sudah
lengkap selanjutnya operator boleh melakukan penutupan luka dan
perawat mendokumentasikan
8. Bila terjadi ketidak sesuaian dilakukan pencarian sampai dipastikan
ketemu
9. Bila tidak ditemukan, dibuat berita acara oleh operator dan petugas
instrumen dan asisten.
UNIT TERKAIT Kamar operasi
PROSEDUR UMUM INSTRUMEN POST OPERASI
PENGERTIAN Adalah hal hal yang dilakukan pada saat setelah selesai prosedur operasi
TUJUAN 1.Menjaga ketertiban dan kerapian
2.Mencegah tertinggalnya peralatan dalam kamar operasi
KEBIJAKAN 1.Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan sesuai
prosedur yang telah ditetapkan
2.Ketidak sesuaian penghitungan penggunaan alat pembedahan harus
dibuatkan berita acara dan didokumentasikan secara tertutup
3.Laporan operasi harus harus dibuat secara jelas dan terperinci termasuk
didalamnya adalah temuan petugas,pembalutan,drainase,instruksi pasca
bedah dan catatan penggunaan instrumen
PROSEDUR 1.Setelah pasien dilakukan balutan sesuai SOP yang berlaku semua duk
yang ada dibuka
2.Angkat semua duk klem dan kabel ESU dll,pastikan sesuai jumlah semula
3.Gulng duk diatas pasien.
4.Masukkan pada tempat perendaman tenun
5.Semua instrumen habis pakai yang telah dihitung dimasukkan ke dalam
larutan dekontaminasi yang telah disiapkan.Siap untuk prosedur
pencucian.
6.Rapikan semua peralatan yang dipakai dalam operasi.
7.Kembalikan BHP yang belum dipakai
UNIT TERKAIT Kamar Operasi
MASUK DAERAH ASEPTIK
PENGERTIAN Adalah prosedur bagi seluruh pengguna kamar operasi baik itu stf kamar
operasi maupun tamu atau pengunjung untuk memasuki daerah/Zona
septik
TUJUAN Untuk mempertahankan sterilitas daerah / zona aseptik
KEBIJAKAN 1.Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan sesuai
prosedur yang telah ditetapkan
2.Infeksi nosokomial di kamar operasi di pantau oleh KPPI-RS dilaksanakan
oleh staf kamar operasi sesuai dengan SPO Kamar operasi dan SPO KPPI-RS
PROSEDUR Staf maupun tamu yang akan masuk kedaerah aseptic harus :
1. Memakai baju maupun celana yang telah disediakan khusus di
kamar operasi
2. Untuk keperluan cito dapat memakai skort khusus dalam kamar
operasi yang telah disediakan
3. Memakai cap/topi kepala
4. Memakai masker
5. Memakai sandal yang khusus disediakan untuk masuk kamar
operasi
6. Membatasi jumlah orang yang masuk ke kamar operasi ( lalu lintas
terlalu padat dapat meningkatkan angka kuman di udara )
7. Membatasi bicara didalam kamar operasi.
UNIT TERKAIT IRNA
IGD
Kamar Bersalin
RR
PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENULARAN HEPATITIS DAN HIV
PENGERTIAN Adalah langkah-langkah yang harus dilaksanakan untuk mencegah
penularan penyakit hepatitis dan HIV
TUJUAN Menghindari penularan penyakit Hepatitis dan HIV
KEBIJAKAN 1.Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasi harus dilakukan sesuai
prosedur yang telah ditetapkan
2.Infeksi nosokomial di kamar operasi di pantau oleh KPPI-RS dilaksanakan
oleh staf kamar operasi sesuai dengan SPO kamar operasi dan SPO KPPI-RS
PROSEDUR A.Persipan Pra Bedah
1.Perawat ruangan pra bedah menginformasikan kepada perawat kamar
operasitentang status pasien.
2.Tim operasi diberitahu mengenai status pasien.
3.Tim operasi harus menjamin kerahasian status pasien
4.Menyiapkan alat pelindung tubuh untuk tim operasi sarung
tangan,masker dan kaca mata,jas operasi disposibel dan plastik,topi
operasi,sepatu bot.
5.Menyiapkan set tenun khusus untuk tindakan pembedahan pasien
Hepatitis dan HIV ( disposibel )
6.Menyediakan alat alat kedokteran sekali pakai
7.Menyiapkan wadah tertutup untuk benda tajam yang telah dipakai tidak
tembus dan berisi zat cuci hama ( Natrium Hipokrid 0,5 % )
8.Menyediakan plastik penampung ( kantong plastik ) untuk
kain,kasa,bahan tenun dan sampah tercemar.
HILANGGGG SSSEEEBBBAAAGIIIAN
B.Kegiatan sesudah operasi
1. Masker anastesi,laryngoscope dan alat bantu nafas lain harus segera
disterilkan
2. Instrumen logam dan kaca setelah selesai direndam dalam larutan klorin
0,5 % selama minimal 20 menit kemudian dicuci,dibilas,dikeringkan dan
bari disterilkan
3. Alat kedokteran disposible bahan tenun dan baju yang tercemar,kasa
sampah dll dimasukan ke dalam kantong plastik dan di musnahkan.
4. Benda dan alat-alat tajam yang terkumpul dalam wadah ditutup dan
dimusnahkan.
5. Semua sisa jaringan,darah,cairan tubuh,kain,kasa,plester,kapas dll
ditempatkan dalam kantong plastik tebal,tahan tusukan berlapis
ganda,kedap air,dan berwarna khusus,diikat dan diberi label menular
selanjutnya dibakar.
6. Jarum,mata pisau,gergaji,ampul dan benda tajam lainyayang telah dipakai
dimasukkan ke dalam kantong yang berisi desinfectan lalu ditutup dan
selanjutnya dibakar.
7. Sampah lain seperti tisu,masker,sarung tangan,kertas plastik dll
dimasukkan ke dalam kantong plastik diikat dan diberi label
menularselanjutnya dibakar.
8. Kamar operasi dibersihkan dengan natrium hipoklorida 0,5 %
9. Lantai kamar operasi dibersihkan dengan larutan natrium hipoklorida 4%
dan disucihamakan sesuai prosedur.
UNIT TERKAIT IRNA
IGD
Kamar Bersalin
RR
PEMBERSIHAN KAMAR OPERASI HARIAN
PENGERTIAN Adalah proses pembersihan kamar operasi dengan tehnik septik aseptik
sebelum operasi,diantara dua operasi dan setelah hari itu selesai
TUJUAN 1.Menghindari kontaminasi dan infeksi silang dengan mengurangi
sebanyak mungkin sumber infeksi
2.Sebagai pedoman operasional pembersihan dan penyiapan kamar
operasi aseptik sebelum operasi,diantara dua operasi dan setelah operasi
hari itu selesai
KEBIJAKAN 1.Pengelolaan dan pelayanan dalam kamar operasiharus dilakukan sesuai
prosedur yang telah ditetapkan
2.Infeksi nosokomial di kamar operasi dipantau oleh KPPI-RS dilaksanakan
oleh staf kamar operasi sesuai dengan SPO Kamar operasi dan SPO KPPI-RS
PROSEDUR A.DI Antara dua Operasi
1. Alas meja operasi diganti,bila perlu lap dulu dengan cairan hipoklorid
2.Dressing dan depper kosong di buang
3.Noda-noda darah/nanah/betadine dll di lantai segera dibersihkan dengan
kain pel dan lisol
4.Botol suction dibersihkan kemudian diisi lisol 1/20 selama 5 menit.
B. Setelah Operasi Hari Itu Selesai
1. Keluarkan instrument bedah dan tenun yang kotor.
2. Simpan kembali ke tempatnya instrument dan BHP yang tidak terpakai.
3. Rapikan semua peralatan dalam kamar operasi pada tempatnya.
4. Perciki lantai dengan air dan sapu sampai bersih.
5. Kamar operasi mulai dibersihkan atau disapu dan dipel dengan larutan
lisol.
6. Kamar operasi disinari dengan sinar UV kurang lebih 20 menit.
UNIT TERKAIT
BONGKAR BESAR
UNIT TERKAIT
PENCUCIAN ALAT
UNIT TERKAIT
PENYIMPANAN ALAT STERIL
UNIT TERKAIT
PENANGANAN LIMBAH INFEKSIUS DAN NON INFEKSIUS
UNIT TERKAIT
PENGAMANAN STAF KAMAR OPERASI
UNIT TERKAIT
PEMINDAHAN PASIEN
UNIT TERKAIT
PENGATURAN POSISI PASIEN UNTUK OPERASI
UNIT TERKAIT
PEMINJAMAN ALAT
UNIT TERKAIT
PENGECEKAN DAN PEREMAJAAN INSTRUMENTASI
UNIT TERKAIT
PENGELOLAAN ALAT RUMAH TANGGA (DARI BESI, KAYU, STAINLES,DLL)
UNIT TERKAIT
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ELEKTRO SURGERY UNIT
UNIT TERKAIT
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN SUCTION PUMP
UNIT TERKAIT
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN MEJA OPERASI
UNIT TERKAIT
PENGUNAAN DAN PEMELIHARAAN LAMPU OPERASI
UNIT TERKAIT
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN LAMPU ULTRAVIOLET
UNIT TERKAIT
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFER BAD
UNIT TERKAIT
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN MENOMETER OKSIGEN
UNIT TERKAIT
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN SPIGMO MANOMETER ATAU
TENSIMETER
UNIT TERKAIT
URAIAN TUGAS PERAWAT ANASTESI DI KAMAR OPERASI
UNIT TERKAIT
URAIAN TUGAS PETUGAS FARMASI DI KAMAR OPERASI
UNIT TERKAIT
PENGATURAN RONDE OPERASI
UNIT TERKAIT
PENYETERILAN ALAT
UNIT TERKAIT
PELIHARAAN ALAT CADANGAN
UNIT TERKAIT
TRANSPORT BARANG TERKONTAMINASI DI KAMAR OPERASI
UNIT TERKAIT
PEMBEDAHAN DENGAN TB
UNIT TERKAIT
PEMBERIAN PROFILAKSIS ANTIMIKROBA
UNIT TERKAIT
PENCUKURAN AREA PEMBEDAHAN
UNIT TERKAIT
PELAYANAN TENTANG TEPAT PROSEDUR
OPERASI
Tahapan verifikasi yang harus dilakukan sebelum dilakukan
tindakan pembedahan
Memastikan bahwa tindakan yang dilakukan sesuai dengan
prosedur
Standardisasi untuk memastikan prosedur benar konsisten
dilaksanakan pada pasien yang benar
Informasikan kepada pasien dan keluarga mengenai prosedur,
rencana, opsi, dan resiko operasi
2) Buat dan dokumentasikan semua prosedur, termasuk
prosedur yang lengkap, sisi, dan rencana anestesi
3) Pastikan praktisi mempunyai informasi terkini mengenai
status medis pasien, rencana prosedur-buat catatan pasien
4) Verifikasi dokumen informed consent untuk
mengidentifikasi pasien secara benar
5) Siapkan semua hasil tes laboratorium yang relevan dan
verifikasi identifikasi pasien
6) Tandai sisi operasi yang akan dioperasi oleh orang yang
akan melaksanakan operasi, gunakan tanda yang jelas, dan
libatkan pasien saat memberikan tanda
7) Verifikasi pasien yang benar dengan 2 identifikasi (nama
dan no Rekam Medis)
8) Verifikasi rencana prosedur
9) Verifikasi prosedur operasi
10) Verifikasi posisi yang benar pada meja operasi
11) Verifikasi kesiapan alat, implan, protesa
1. Instalasi Kamar Operasi
2. Rawat Inap
3. VK / Kamar Bersalin
4. instalasi Gawat Darurat
PENANDAAN LOKASI PRA PEMBEDAHAN DI
KAMAR OPERASI
Prosedur penandaan lokasi dilakukannya operasi pada pasien untuk
semua kasus termasuk insisi, multipel struktur, dan multipel level
oleh operator yang akan melakukan tindakan
1) Untuk memastika tepat lokasi bagian tubuh pasien yang akan
dioperasi
2) Pasien dan atau keluarga memahami lokasi bagian tubuh yang akan
dioperasi
1) Semua tindakan kedokteran operatif harus sepengetahuan pasien dan
atau keluarga terhadap bagian tubuh yang akan dilakukan operasi
2) Penandaan lokasi operasi dilakukan oleh operator yang akan
melakukan tindakan
1) Ucapkan salam, Assalamualaikum, selamat pagi/siang/sore
Bapak/Ibu, perkenalkan diri, Saya.. (nama), jelaskan
profesi/unit kerja.
2) Jelaskan tugas yang akan dilakukan
3) Pastikan identitas pasien pada gelang pasien, tanyakan nama, tempat
tanggal lahir, no RM
4) Jelaskan materi tentang penandaan lokasi operasi pada pasien dan
atau keluarga pasien
5) Berikan tanda lokasi operasi dengan tanda yang tidak mudah luntur
dan mudah dikenali dengan melibatkan pasien saat dilakukan
penandaan lokasi operasi tersebut
6) Lakukan verifikasi pada pasien dan atau keluarga bahwa mereka
telah memahami dan mengetahui lokasi yang akan dilakukan
operasi
7) Ucapkan terimakasih, dan semoga semuanya dapat berjalan
dengan baik.
1. Instalasi Kamar Operasi
2. Rawat Inap
3. VK / Kamar Bersalin
4.instalasi Gawat Darurat