Anda di halaman 1dari 2

Orde Sungai

1. Orde Sungai
Alur sungai dalam suatu DAS dapat dibagi dalam beberapa orde sungai. Orde sungai adalah posisi
percabangan alur sungai di dalam urutannya terhadap induk sungai di dalam suatu DAS. Dengan
demikian makin banyak jumlah orde sungai akan semakin luas pula DAS nya dan akan semakin panjang
pula alur sungainya.
klasifikasi Sungai berdasarkan orde sungai, misalnya sungai paling kecil di hulu dalam suatu DAS disebut
sungai orde 1. Pertemuan antara sungai orde 1 menghasilkan sungai orde 2, selanjutnya pertemuan
antara sungai orde 2 menghasilkan sungai orde 2, dan seterusnya. Sementara pertemuan antara sungai
dengan orde yang berbeda tidak menghasilkan sungai orde berikutnya, namun tetap menjadi sungai orde
terbesar dari kedua sungai yang bertemu tersebut. Klasifikasi ini tidak selalu bisa dikaitkan dengan besar-
kecilnya, lebar-sempitnya, atau dalam-dangkalnya suatu sungai.

2. Tingkat percabangan sungai


Tingkat percabangan sungai (bufurcation ratio) adalah angka atau indeks yang ditentukan berdasarkan
jumlah alur sungai untuk suatu orde.
Untuk menghitung tingkat percabangan sungai dapat digunakan rumus:
Rb = Nu/Nu+1
Ket:
Rb = Indeks tingkat percabangan sungai
Nu = jumlah alur sungai untuk orde ke u
Nu + 1 = jumlah alur sungai untuk orde ke u + 1

Adapun karakteristik dari tiap nilai Rbnya yaitu:


No Rb Keterangan
1 <3 Kenaikan muka air banjir dengan cepat, sedangkan penurunnya berjalan cepat
Kenaikan muka air banjir tidak terlalu cepat, sedangkan penurunnya berjalan tidak
2 3-5
terlalu cepat juga (Sedang)
Kenaikan muka air banjir dengan cepat, sedangkan penurunnya berjalan Lambat
3 >5
(abnormal)
Sumber :Soewarno, 1991
1. Klasifikasi Sungai Berdasarkan Pertemuan Sungai
a. Klasifikasi Menurut Kern (1994)
Adalah klasifikasi berdasarkan orde sungai, misalnya sungai paling kecil di hulu dalam suatu DAS disebut
sungai orde 1. Pertemuan sungai orde 1 menghasilkan sungai orde 2, selanjutnya pertemuan antara
sungai orde 2 menghasilkan sungai orde 3, dan seterusnya. Sementara pertemuan antara sungai dengan
orde yang berbeda tidak menghasilkan orde sungai berikutnya, namun tetap menjadi sungai orde
terbesar dari kedua sungai yang bertemu tersebut. Klasifikasi ini tidak selalu dikaitkan dengan besar-
kecilnya, lebar-sempitnya, atau dalam-dangkalnya suatu sungai.
b. Metode Strahler (1975)
Orde sungai adalah nomor urut setiap segmen sungai terhadap sungai induknya. Metode penentuan orde
sungai yang banyak digunakan adalah Strahler. Sungai orde 1 menurut Starhler adalah anak-anak
sungai yang letaknya paling ujung dan dianggap sebagai sumber mata air pertama dari anak sungai
tersebut. Segmen sungai sebagai hasil pertemuan dari orde yang setingkat adalah orde 2, dan segmen
sungai sebagai hasil pertemuan dari dua orde sungai yang tidak setingkat adalah orde sungai yang lebih
tinggi.