Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

WARTERFALL DAN RUP (Rational Software Proses)

Disusun Oleh :

Azwir Pebriansyah 130155201063

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
2016

P a g e 1 | 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Latar belakang dalam pembutan makalah ini ialah untuk meyelesaikan tugas yang di
berikan oleh dosen yang bersangkutan untuk penambahan nilai yang kosong
sebelumnya,
Selain itu juga sebagai penambah pengtahuan untuk mahasiswa mengenai Metode
Waterfall dan Rational Unified Proses (RUP).

B. Tujuan
Tujuan dalam makalah ini ialah memberikan pengetahuan terhadap metode Waterfall
dan Rational Unified Proses (RUP) serta menerapkan dan memberikan contoh-contoh
sederhana untuk kedua Metode tersebut.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan Tujuan diatas dapat ditentukan rumusan masalah yang di ambil dalam
penulisan makalah ini adalah tentang Permodelan Software yaitu Metode Waterfall dan
Rational Unified Proses (RUP) serta bagaimana tahap-tahap dalam menggunakan
kedua model tersebut.

D. Mamfaat Penilitian
1. Menambah refrensi tentang analisis perancangan perangkat lunak
a. Waterfall
b. Rational Unified Proses (RUP)
2. Memperdalam wawasan tentang system Model Waterfall dan Rational Unified
Proses (RUP).

P a g e 2 | 13
BAB II
PEMBAHASAN

1. Sejarah Singkat Metode Waterfall


Metode Waterfall nama sebernarnya adalah Linear Sequential Model. Model ini di
sebut juga dengan Classic Life Cycle atau Metode Waterfall.
Model ini di kenalkan oleh Winston Royce pada tahun 1970 sehingga sering di anggap
kuno, akan tetapi Metode Waterfall ini yang paling sering di pakai di dalam Software
Engineering (SE).
Pada Model Waterfall menggunakan pendekatan sistematis dan berurutan. Di sebut
dengan Metode Waterfall karena tahap demi tahap yang dilakukan harus dengan menuggu
selesai tahap yang sebelumnya dan berjalan berurutan.

2. Pengetian
1) Pengetian Waterfall

Metode Waterfall atau juga di sebut sebagai Air Terjun adalah Model untuk
pengmbangan perangkat lunak , membuat perangkat lunak. Model ini berkembang secara
sistematik dari satu tahap ke tahap selanjutnya dalam mode sepeerti Air Terjun

Metode Waterfall mengusulkan sebuah pendekatan kepada pengembang perangkat


lunak yang bersifat sistesmatik serta sekuentasi , mulai dari tingkat pertama
pengembangan system seluruh analisis , desain, code, pengujian system dan
pemeliharaan. Pada Metode Waterfall memiliki beberapa tahap yaitu : rekayasa dan
permodelan system, analisis kebutuhan ,desain, koding, pengujian system dan
pemeliharaan system.

Metode pengembangan ini berisifat linear ,mulai dari tahap awal pengembangan
system yaitu tahap perencanaan sampai tahap akhir pengembangan system yaitu tahap
pemeliharaan. Tahap berikutnya tidak bisa di lakukan jika tahapan sebelumnya selesai di
laksanakan dan tidak bisa kembali mengulang ke tahap sebelumnya.

P a g e 3 | 13
2) Tahapan Tahapan Model Waterfall
Berikut adalah tahapan pada Model Waterfall yang umum :

Oleh Roger S. Pressman model ini di pecah menjadi 6 tahap ,meskipun secara garis
besar sama dengan tahapan Model Waterfall pada umunya. Berikut adalah gambar dan
penjelasan dari tahapan yang oleh Roger S. Pressman:

Penjelasan :

System Engineering and Modeling


Model ini di dimulai dengan mencari kebutuhan system yang akan di buat dalam
bentuk software. Hal ini sangat penting ,mengingat software harus saling terhubung
satu elemen dengan elemen lainnya seperti hardware, database dll. Tahap ini di sebut
juga sebagai Project Definition.

P a g e 4 | 13
Software Requirement Analysis
Tahap pencarian kebutuhan yang telah di definisan sebelumnya. Untuk mengetahui
sifat program yang akan di rancang, maka para pengembang harus memahami tentang
informasi dari aplikasi seperti Fungsi yang di butuhkan, user interface, dll.
Dari 2 aktivasi tersebut harus di dokumentasikan dan di tunjukan kepada pelanggan.

Desain
Pada tahap Desain ini yaitu mengubah kebuthan yang telah di dapat di tahap
sebelumnya menjadi refresentasi dalam bentuk user interface sebelum koding di
mulai.
Buat lah Desain semenarik mungkin agar User tidak cepat bosan dengan aplikasi yang
dirancang . desain harus mengimplementasikan kebutuhan system yang telah di
rancang di tahap sebelumnya.

Coding
Suatu proses yang dilakukan oleh perancan agar dapat di mengerti oleh mesin terutama
Kompute dengan Bahasa pemprogaraman tertentu. Coding merupakan implementasi
dari tahap sebelumnya yaitu Desain yang secara teknis akan dikerjakan oleh seorang
Programmer.

Testing/ Verification
Melakukan pengujian terhadap software yang di rancang , apakah sesuai target yang di
inginkan atau belum, agar software terbebas dari error dan hasilnya benar benar sesuai.

Maintenance / Pemeliharaan
Pemeliharaan software di perlukan ,termasuk di dalamnya pengembang, karena
software yang telah di rancang tidak akan selamanya berjalan semestinya. Suatu ketika
software tersebut bisa saja mengalamai error pada fungsi tertentu, maka untuk itu di
perlukan pengecekkan software secara berkala atau juga bisa penambahan fungsi
tertentu pada software tersebut.

P a g e 5 | 13
a. Karateristik
Berikut adalah sifat sifat yang menonjol dan censerung menjadi permasalahan
dalam Metode Waterfall , diantaranya:
Ketia ada Masalah muncul , maka proses terhenti tidak dapat menuju ke
tahapan selanjutnya. Dan apabila kemungkinan terjadi masalah tersebut muncul
akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya, maka proses akan memperbaiki
tahapan sebelumnya agar masalah tidak muncul.

Metode Waterfall menggunakan pendekatan sequential maka setiap tahap harus


menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal ini akan banyak membuang waktu
, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu
hasil dari tahap sebelumnya.

Kapan model Waterfall di gunakan?


Berikut adalah beberapa kapan model Waterfall baik di gunakan:
1. Waterfall baik digunakan ketika semua persyratan sudah di pahami dengan baik
di awal pengembangan.
2. Define produk stabil dan tidak ada perubahan saat pengbangan saat
pengembangan untuk alasan apapun seperti perubahan eksternal. Contoh
perubahan pada tujuan,perubahan anggaran atau perubahan teknologi. Untuk itu
teknologi yang digunakan pun harus sudah di pahami dengan baik
3. Menghasilkan produk baru ,jika menghasilkan versi baru maka sudah masuk
incremental development yang setiap tahapnya sama dengan Waterfall
kemudian diulang ulang.
4. Porting produk yang sudah ada ke dalam platform baru .

Model Waterfall sangat cocok di gunakan untuk membuat proyek pembuatan system
baru akan tetapi memiliki kelemahan yang mendasar yaitu menyamakan pengembangan
perangkat keras dengan perangkat lunak dengan meniadakan perubahan dan
pengembangan.

P a g e 6 | 13
5. Tahap pengembangan Model Waterfall
Berikut adalah beberapa tahap pengembangan metode Waterfall:
o Analisis dan definisi persyaratan
o Perancangan system dan perangkat lunak
o Implementasi dan pengujian unit
o Itegrasi dan pengujian system
o Operasi dan pemeliharaan system

6. Keuntungsn dari Model Waterfall


Adapun beberapa keuntungan dari model Waterfall sebagai berikut:
o Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama di
pakai
o Cocok untuk system software berskala besar.
o Cocok untuk system software yang bersifat generic.
o Pengerjaan projek akan terjadwal dengan baik dan mudah di control.

7. Kelemahan dari Model Waterfall


Berikut adalah beberapa kelemahan model Waterfall
o Waktu perancangan system lama ini di karenakan input tahap adalah
output dari tahap sebelumnya.
o Biaya dalam tahap pengembangan mahal.
o Terkadang perangkat lunak yang di hasilkan tidak di gunakan karena
sudah tidak sesuai dengan permintaan bisnis costumer.
o Pada model waterfall tidak cocok untuk pengembangan sebuah proyek
yang memiliki kompleksitas tinggi.
o Meskipun waterfall memiliki banyak kelemahan yang di nilai cukup
fatal, namun model ini merupakan dasar bagi model lain yang di
kembangkan setelahnya.

P a g e 7 | 13
Apa itu RUP (Rational Unified Proses)?

(RUP) mrupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak yang di kembangkan dengan
mengumpulkan berbagai best practies yang terdapat dalam industiri pengembangan perangkat
lunak.
(RUP) menggunakan konsep Object Oriented , dengan aktifitas yang berfokus pada
pengembangan model dengan menggunakan Unified Model Language (UML), intinya model
ini lebih di tekankan pada kumpulan latihan yang bisa dijadikan suatu system utuh.

Berikut adalah penjelasan dari model RUP , sebagai berikut:


1. Tahap Inception
Berikut beberapa yang di lakukan pada tahap ini:
o Menentukan ruang lingkup proyek yang akan di bangun.
o Menentukan business case .
o Memenuhi syarat bahwa program telah memenuhi atau belum.

2. Tahap Elaboration
Berikut beberapa yang bisa di lakukan pada tahap ini:
o Menganalisis berbagai persyaratan dan banyaknya resiko yang akan
muncul.
o Menetapkan base line.

P a g e 8 | 13
o Meyiapkan ke tahap selanjutnya yaitu Construction.
3. Tahap Construction.
2 hal yang bisa di lakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:
o Melakukan sederetan iterasi
o Pada setiap iterasi akan melibatkan proses analisi desain,implentasi dan
testing.

4. Tahap Transision
Berikut adalah beberapa yang bisa dilakukan pada tahap ini:
o Membuat apa yang sudah di modelkan menjadi satu produk yang utuh.
o Beta dan meningkatkan performance testing.
o Membuat dokumentasi tambahan seperti training, user guides dan sales
kit.
o Membuat rencana peluncuran produk ke pengguna.

Dari beberapa penjelasaan di atas , untuk model Rational Unified Proses atau RUP
memiliki kelebihan serta kelemahan sendiri dalam perancangan suatu perangkat lunak,
Berikut adalah beberapa kelebihan serta kelemahan yang ada dalam model RUP dalam
perangcangan suatu perangkat lunak:
1. Kelebihan RUP
Perangkat lunak yang di kembangkan dengan metode ini biasanya
menghasilkan kualitas yang baik.
Document pengembangan system sangan terorganisasi, karena setiap
fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melakukan ketahap
selajutnya.
2. Kelemahan RUP
Mambutuhkan keahlian yang bagus , yang berpengalaman dalam
pengembangan perangkat lunak. Artinya metode ini tidak cocok
digunakan olah pemula.
Di perlukan manajemen yang baik dalam pengembangan perangkat
lunak, karena proses pengembangan tidak dapat di lakukan berulang
ulang sebelum menghasilkan produk yaitu aplikasi. Artinya jika proses

P a g e 9 | 13
perancangan tidak selesai pada waktu yang di perkirakan akan akan
mempengaruhi keseluruhan proses pengembangan perangkat lunak.

P a g e 10 | 13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Seperti kita ketahuia pada zaman sekarang perkembangan industry teknologi di dunia
sangat pesat, hal ini menjadikan persangian pada setiap perusahan semakin kuat pula.
Untuk itu jika hal ini di hubungkan dengan permodelan analisis perangkat lunak terletak
pada jenis permodelannya, di karenakan dasar dari permodelan sangat sangat beragam
jenisnya, hal ini yang di mamfaatkan oleh perusahaan perangkat lunak atau
pembangunan software.

P a g e 11 | 13
DAFTAR PUSTAKA

fanyariany.2013Makalah Rpl Model sdlc waterfall. http://fanyariany.blogspot.co.id/2013/10


/makalah-rpl-model-sdlc-waterfall.html , Di akses pada tanngal 22 desember 2016.

Myymi.2016. Makalah Waterfall Rpl. http://blog-myymi.blogspot.co.id/2016/05/makalah-


waterfall-rpl.html, di akses pada tanggal 22 desember 2016.

Pittyansyah.2013.Makalah Waterfall Model. http://pittyansyah.blogspot.co.id/2013/03/


makalah-waterfall-model.html, diakses pada tanggal 22 desember 2016.

jockzone1.2013.Rekayasa piranti lunak Makalah Kelompok Metode Waterfall.


https://jockzone1.wordpress.com/rekayasa-piranti-lunak/makalah-kelompok-metode-
waterfall/, diakses pada tanggal 22 desember 2016.

herman69.2012.Makalah ANSI Model Waetrfall.http://herma96.blogspot.co.id/2012/11


/makalah-ansi-model-waterfall.html diakses pada tanggal 22 desember 2016.

Aih25.2013.Rup Rational Unified Proses.http://aih25.blogspot.co.id/2013/03/rup-rational-


unified-process.html, diakses pada tanggal 23 desember 2016.

Amen88.2010.Metodologi RUP. https://amen88.wordpress.com/2010/01/30/metodologi-rup/,


diakses pada tanggal 23 desember 2016.

Nfdara.2015.Rational Unified Proses RUP. http://nfdara.blogspot.co.id/2015/04/rational-


unified-process-rup.html, diakses pada tanggal 23 desember 2016.

Riyansetiawan27.2014.Metodologi RUP Rational Unified Procces.


https://riyansetiawan27.blogspot.co.id/2014/04/metode-rup-rational-unified-process.html,
diakses pada tanggal 23 desember 2016

P a g e 12 | 13
P a g e 13 | 13