Anda di halaman 1dari 154

Silabus

Sekolah : ....
Kelas/Semester : XII/1
: Kimia
Standar Kompetensi : 1. Menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit.

Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

1.1 M e n j e l a s k a n Sifat koligatif Pendidikan 1. Menghubungkan Menghitung kon- Tes Pilihan What is the molality of a 14 jp 1. Buku PG Kimia
penurunan larutan non- karakter konsentrasi larutan sentrasi suatu tertulis ganda solution containing 35% Kelas XII, Intan
tekanan uap, elektrolit (*) Kreatif dengan sifat koli- larutan (molaritas, mass of ethanol (C2H5OH) Pariwara, hala-
kenaikan titik gatif larutan melalui molalitas, dan in water? (Ar: H = 1, C = 12, man 128
didih, penurun- Ekonomi perhitungan. fraksimol). O = 16) 2. Buku PR Kimia
an titik beku kreatif a. 8,7 m d. 11,7 m Kelas XII, Intan
larutan, dan () Kreatif b. 9,7 m e. 12,7 m Pariwara, hala-
tekanan osmo- c. 10,7 m man 116
sis termasuk
sifat koligatif 2. Menentukan sifat Menjelaskan pe- Tes Pilihan Berikut ini tergolong sifat
larutan. koligatif larutan ngertian sifat koli- tertulis ganda koligatif larutan, kecuali
nonelektrolit ber- gatif larutan non- ....
dasarkan hukum elektrolit (hukum a. kenaikan titik didih
Raoult. Raoult). b. penurunan titik beku
c. penurunan tekanan
uap jenuh
d. derajat keasaman
e. tekanan osmotik

3. Mendeskripsikan Menjelaskan pe- Tes Pilihan Sebanyak 30 gram


pengaruh zat terlarut ngaruh zat terlarut tertulis ganda NaOH dilarutkan dalam
yang sukar meng- yang sukar meng- 18 gram air. Jika diketahui
uap terhadap tekan- uap terhadap tekan- tekanan uap air murni
an uap pelarut. an uap pelarut. pada suhu 30C sebesar
32 mmHg maka tekanan
uap larutan pada suhu
tersebut sebesar . . .
mmHg.
a. 8,7 d. 6,7

Kimia Kelas XII


b. 7,8 e. 6,4
c. 7,6

1
Penilaian

2
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

4. Menentukan tekan- Menghitung tekan- Tes Pilihan Perhatikan gambar bebe-

Silabus
an uap larutan non- an uap larutan tertulis ganda rapa larutan di bawah ini!
elektrolit berdasar- nonelektrolit ber-
kan data percobaan. dasarkan data
percobaan. P Q R S T
Keterangan:
O partikel zat terlarut

Jika mol pelarut semua


larutan tersebut dianggap
sama, maka larutan yang
mempunyai tekanan uap
paling besar adalah . . . .
a. P d. S
b. Q e. T
c. R

5. Menganalisis dia- Menjelaskan dia- Tes Pilihan Diagram berikut me-


gram PT untuk gram PT untuk tertulis ganda nyatakan diagram P T
menafsirkan pe- menafsirkan pe- air, larutan urea 0,2 M.
nurunan tekanan nurunan tekanan
uap, penurunan titik uap, penurunan
beku, dan ke- titik beku, dan
naikan titik didih kenaikan titik didih
larutan. larutan.

Titik didih larutan urea


0,2 M dinyatakan oleh titik
....
a. E d. K
b. F e. L
c. H

6. Mengkaji literatur Menjelaskan pe- Tes Uraian Sebutkan beberapa contoh


tentang pengertian ngertian osmosis tertulis tekanan osmotik dalam
osmosis dan tekan- dan tekanan osmo- kehidupan sehari-hari!
an osmotik serta tik serta terapan-
terapannya. nya.

7. Menghitung tekan- Menghitung tekan- Tes Uraian Sebanyak 6,84 gram


an osmotik larutan an osmotik larutan tertulis sukrosa dilarutkan ke
nonelektrolit. nonelektrolit. dalam air hingga volume-
nya menjadi 2 L. Jika R =
0,082, tentukanlah tekan-
an osmotik larutan sukrosa
(Mr = 342) pada suhu 25C!
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

1.2 Membanding- Sifat koligatif 1. Melakukan per- Menghitung tekan- Tes Pilihan At a coastal area, the va- 1. Seperangkat
kan antara sifat larutan elek- hitungan terhadap an uap larutan tertulis ganda por pressure of x gram of alat dan bahan
koligatif larutan trolit tekanan uap larutan elektrolit meng- NaOH solution in 500 percobaan
nonelektrolit elektrolit. gunakan faktor gram of water is 1 atmo- penurunan titik
dengan sifat Vant Hoff berdasar- sphere at 100.2C. If the beku larutan
koligatif larutan kan data percoba- constant boiling point of 2. Seperangkat
elektrolit yang an. water (Kb) is 0.5C kg/mol, alat dan bahan
konsentrasinya what is the value of x? percobaan
sama berdasar- (Mr NaOH = 40 g/mole) kenaikan titik
kan data per- a. 2 gram d. 8 gram didih larutan
cobaan. b. 4 gram e. 10 gram
c. 6 gram

2. Melakukan per- Mengamati pe- Tes Uji Campurkan garam dapur


cobaan untuk me- nurunan titik beku unjuk petik kasar dengan potongan es
nentukan penurun- suatu zat cair kerja kerja dalam gelas kimia! Masuk-
an titik beku larutan akibat penambah- prosedur kan tabung reaksi yang
elektrolit dan non- an zat terlarut berisi akuades ke dalam
elektrolit. melalui percoba- gelas kimia! Aduk akuades
an. tersebut hingga membeku!
Ukur suhu campuran!

3. Melakukan per- Menghitung pe- Tes Pilihan Ke dalam 200 gram air di-
hitungan Tf larutan nurunan titik beku tertulis ganda masukkan 7,45 gram KCl.
elektrolit dan non- larutan elektrolit Jika Kf air = 1,86 dan Kb air
elektrolit. dan nonelektrolit. = 0,52C/m dan diketahui
() bahwa KCl dalam air ter-
urai sempurna (massa
atom K = 39, Cl = 35,5),
berapakah titik didih dan
titik beku larutan tersebut?
a. 100,52C dan 1,86C
b. 0,52C dan 1,86C
c. 100C dan 1,86C
d. 100C dan 1,86C
e. 186C dan 0,52C

4. Melakukan per- Mengamati ke- Tes Uji Masukkan akuades, larut-


cobaan untuk me- naikan titik didih unjuk petik an NaCl, dan larutan urea
nentukan kenaikan suatu zat cair kerja kerja masing-masing ke dalam
titik didih larutan akibat penambah- prosedur gelas kimia! Didihkan
elektrolit dan non- an zat terlarut ketiga larutan secara

Kimia Kelas XII


elektrolit. melalui percoba- bersamaan dan ukur suhu
an. (*) setiap larutan saat men-
didih menggunakan termo-

3
meter! Catat suhu larutan!
Penilaian

4
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

5. Melakukan per- Menghitung ke- Tes Pilihan Ke dalam 250 gram air di-

Silabus
hitungan Tb larutan naikan titik didih tertulis ganda larutkan 17,4 gram
elektrolit dan non- larutan elektrolit K 2 SO 4 . Jika K b air =
elektrolit. dan nonelektrolit. 0,52C/molal, kenaikan
titik didih larutan tersebut
adalah . . . . (Ar : K = 39,
S = 32, O = 16)
a. 0,208C
b. 0,312C
c. 0,416C
d. 0,624C
e. 0,832C

6. Melakukan per- Menghitung tekan- Tes Pilihan Tekanan osmotik darah


hitungan terhadap an osmotik larutan tertulis ganda manusia pada suhu 37C
tekanan osmotik elektrolit. sebesar 7,626 atm (R =
larutan elektrolit. 0,082 L atm mol 1 K1).
Massa NaCl yang harus
dilarutkan dalam 1 L larutan
sehingga pada suhu 37C
isotonik dengan darah
manusia yaitu . . . gram. (Ar
Na = 23, Ar Cl = 35,5)
a. 8,775
b. 11,70
c. 17,55
d. 35,10
e. 175,50

7. Membandingkan Menganalisis data Tes Pilihan Tabel berikut berisi data


sifat koligatif larutan percobaan untuk tertulis ganda sejumlah zat terlarut yang
elektrolit dan non- membandingkan dilarutkan dalam air.
elektrolit berdasar- sifat koligatif larut-
Mol Volume
kan data percoba- an elektrolit dan Larutan Zat Larutan
an. nonelektrolit. Terlarut (ml)

1. 0,1 200
2. 0,1 100
3. 0,2 300
4. 0,2 100
5. 0,1 250
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

Jika R = 0,082 L atm


mol1K1 dan pengukuran
dilakukan pada suhu tetap
maka larutan yang mem-
punyai tekanan osmotik
paling besar adalah . . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

Kimia Kelas XII


5
6
Silabus

Sekolah : ....
Kelas/Semester : XII/1

Silabus
: Kimia
Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari.

Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

2.1 M e n e r a p k a n R e a k s i Pendidikan 1. Berlatih menyetara- Menyetarakan re- Tes Uraian Persamaan reaksi redoks: 10 jp 1. Buku PG Kimia
konsep reaksi Redoks karakter kan reaksi redoks aksi redoks dengan tertulis aCl2(g) + bOH(aq) cCl Kelas XII, Intan
oksidasi- (*) Kreatif dengan cara se- cara setengah re- (aq) + dClO3(aq) + eH2O(A) Pariwara, hala-
reduksi dalam tengah reaksi (ion aksi (ion elektron). man 2956
mempunyai koefisien
sistem elektro- E k o n o m i elektron). 2. Buku PR Kimia
reaksi a, b, c, d, dan e
kimia yang me- kreatif Kelas XII, Intan
berturut-turut adalah . . . .
libatkan energi () Kreatif Pariwara, hala-
a. 1, 6, 1, 1, 3
listrik dan ke- ()P e d u l i man 1736
b. 1, 6, 5, 1, 3
gunaannya Lingkungan 3. Seperangkat
c. 2, 6, 1, 2, 3
dalam men- alat dan bahan
d. 2, 6, 3, 1, 3
cegah korosi percobaan
e. 3, 6, 5, 1, 3
dan dalam reaksi redoks
industri. 4. Seperangkat
2. Berlatih menyetara- Menyetarakan re- Tes Pilihan Pada reaksi: MnO2 + 4HCl
aat dan bahan
kan reaksi redoks aksi redoks dengan tertulis ganda MnCl2 + 2H2O + Cl2
percobaan sel
dengan cara per- cara perubahan yang bertindak sehingga
Volta
ubahan bilangan bilangan oksidasi reduktor adalah . . . .
oksidasi (PBO). (PBO). a. MnO2 d. H 2 O
b. HCl e. Cl2
c. MnCl2

3. Merancang dan Menyimpulkan ciri- Tes Uji a. Campur larutan KMnO4


melakukan per- ciri reaksi redoks unjuk petik dengan H2SO4! Panas-
cobaan untuk meng- yang berlangsung kerja kerja kan hingga suhu 60C
amati ciri reaksi secara spontan prosedur lalu teteskan larutan
redoks yang ber- melalui percobaan. H2C2O4 hingga terjadi
langsung spontan. perubahan warna!
b. Tambahkan larutan
Na2S2O3 tetes demi
tetes ke dalam larutan
I 2 sampai terjadi
perubahan warna!
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

c. Masukkan logam Cu
berbentuk spiral yang
telah diampelas ke
dalam larutan AgNO3!
Amati yang terjadi!
d. Masukkan logam Zn
yang telah diampelas
ke dalam larutan
H2SO 4! Amati yang
terjadi!

Sel Volta dan 4. Menganalisis gam- Menggambarkan Tes PIlihan


Penerapannya bar susunan sel Volta susunan sel Volta tertulis ganda
dan menyebutkan atau sel Galvani dan
fungsi tiap bagiannya. menjelaskan fungsi
setiap bagiannya. (*)
Pasangan elektrode
yang digunakan pada aki
timbal asam seperti
gambar adalah . . . .

Katode Anode
a. Ag2O Zn
b. PbO2 Pb
c. MnO2 + Zn
NH4Cl
d. NiO2 Cd
e. O 2 H2

5. Menyebutkan cara Menjelaskan bagai- Tes lisan Tanya Jelaskan bagaimana


energi listrik dihasil- mana listrik dihasil- jawab energi listrik dihasilkan
kan dari reaksi re- kan dari reaksi dari reaksi silikon dan
doks dalam sel volta. redoks dalam sel reaksi redoks dalam sel
volta. () volta!

6. Menuliskan lambang Menuliskan Tes Pilihan Suatu sel Volta disusun


sel atau diagram sel lambang sel dan tertulis ganda seperti pada bagian
dan reaksi-reaksi reaksi-reaksi berikut.
yang terjadi pada sel yang terjadi pada

Kimia Kelas XII


Volta. sel Volta.

7
Penilaian

8
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

Diagram sel Volta yang

Silabus
benar adalah . . . .
a. Al(s) | Al 3+ (aq) ||
Cu2+(aq) | Cu(s)
b. Al 3+ (aq) | Al(s) ||
Cu(s) | Cu2+(aq)
c. Cu 2+(aq) | Cu(s) ||
Al(s) | Al3+(aq)
d. Cu(s) | Cu 2+(aq) ||
Al3+(aq) | Al(s)
e. Al(s) | Cu 2+ (aq) ||
Al3+(aq) | Cu(s)
(Ujian Nasional 2009/2010)

7. Melakukan perhitung- Menghitung poten- Tes Uraian Diketahui harga potensial


an harga potensial sel sial sel berdasar- tertulis elektrode (E) sebagai
standar berdasarkan kan data potensial berikut.
data potensial standar. standar. Ag/Ag+ E = 0,80 volt
Mg/Mg2+ E = +2,36 volt
Tentukan harga potensial
sel yang dihasilkan oleh
reaksi:
Mg | Mg2+ || Ag+ | Ag

8. Menyebutkan prinsip Menjelaskan prinsip Tes Uraian Mobil umumnya meng-


kerja sel Volta yang kerja sel Volta yang tertulis gunakan sel aki timbal
banyak digunakan banyak digunakan asam. Mengapa mobil
dalam kehidupan dalam kehidupan yang tidak digunakan
sehari-hari. sehari-hari (baterai, dalam jangka waktu lama,
aki, dan lain-lain). () sewaktu-waktu mesinnya
harus dihidupkan?

2.2 M e n j e l a s k a n Reaksi Elek- Pendidikan 1. Merancang dan me- Mengamati reaksi Tes Uji Lakukan elektrolisis 14 jp 1. Buku PG Kimia
reaksi oksidasi- trolisis karakter lakukan percobaan yang terjadi di unjuk petik larutan KI pada pipa U Kelas XII, Intan
reduksi dalam (*) Rasa Ingin untuk mengamati anode dan katode kerja kerja menggunakan elektrode Pariwara, hala-
sel elektrolisis. Tahu reaksi yang terjadi di pada reaksi elek- prosedur karbon dan batu baterai man 5788
(**) P e d u l i anode dan katode trolisis melalui 6 V! Uji larutan hasil 2. Buku PR Kimia
Lingkungan pada reaksi elektro- percobaan. (*) elektrolisis dengan Kelas XII, Intan
lisis larutan kalium kertas lakmus merah Pariwara, hala-
Ekonomi iodida. dan biru pada bagian man 3754
kreatif katode, serta dengan
() Kreatif larutan amilum pada
bagian anode!
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

2. Menuliskan per- Menuliskan reaksi Tes Pilihan Pada elektrolisis larutan 3. Seperangkat
samaan reaksi yang yang terjadi di tertulis ganda MgCl2 dengan elektrode alat dan bahan
terjadi di anode dan anode dan katode Pt akan terbentuk . . . . percobaan
katode pada larutan pada larutan atau a. ion klorida di anode reaksi elektro-
atau cairan dengan cairan dengan b. gas klorin di anode lisis
elektrode aktif atau- elektrode aktif c. gas hidrogen di anode 4. Seperangkat
pun elektrode inert. ataupun elektrode d. ion hidrogen di katode alat dan bahan
inert. e. logam magnesium di percobaan
katode faktor-faktor
yang meme-
Korosi 3. Merancang dan me- Menjelaskan faktor- Tes Uji Susunlah rangkaian per- ngaruhi korosi
lakukan percobaan faktor yang meme- unjuk petik cobaan dengan 8 buah
untuk menunjukkan ngaruhi terjadinya kerja kerja gelas kaca, 4 buah gelas
faktor-faktor yang korosi melalui per- prosedur kaca dalam keadaan
memengaruhi terjadi- cobaan. terbuka dan 4 buah gelas
nya korosi (karat) kaca dalam keadaan
besi. tertutup! Paku yang
pertama dibiarkan di
dalam gelas kaca, paku
yang kedua dimasukkan
ke dalam air dan tercelup
secara keseluruhan, paku
yang ketiga dimasukkan
dan tercelup sebagian ke
dalam air, dan paku yang
keempat dimasukkan ke
dalam larutan HCl dan
tercelup secara kese-
luruhan. Amati keadaan
paku setiap hari selama
dua minggu!

4. Menyebutkan be- Menjelaskan be- Tes Pilhan Salah satu cara mencegah
berapa cara untuk berapa cara men- tertulis ganda terjadinya korosi pada besi
mencegah terjadi- cegah terjadinya adalah . . . .
nya korosi. korosi. (**) a. dibakar lalu ditempa
b. dihubungkan dengan
lempengan magnesium
c. direndam dalam air
d. diolesi dengan larut-

Kimia Kelas XII


an basa
e. dicelupkan pada
larutan asam

9
Penilaian

10
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

2.3 M e n e r a p k a n Hukum 1. Menerapkan kon- Menerapkan kon- Tes Pilihan Dua liter larutan NaOH 1. Buku PG Kimia

Silabus
hukum Faraday Faraday sep hukum Faraday sep hukum Fara- tertulis ganda dielektrolisis dengan Kelas XII, Intan
untuk elektro- dalam perhitungan day dalam per- muatan listrik 965 cou- Pariwara, hala-
lisis larutan sel elektrolisis. hitungan sel elektro- lomb. pH larutan menjadi man 5788
elektrolit. lisis. .... 2. Buku PR Kimia
a. 3 log 5 Kelas XII, Intan
b. 4 log 5 Pariwara, hala-
c. 9 + log 5 man 3754
d. 10 + log 5 3. Seperangkat
e. 11 + log 5 alat dan bahan
percobaan
2. Merancang dan Menuliskan reaksi Tes Uji petik Lakukan penyepuhan penyepuhan
melakukan per- elektrolisis pada unjuk kerja paku besi dengan batang logam besi
cobaan untuk me- penyepuhan dan kerja prosedur tembaga menggunakan
nyepuh besi dengan pemurnian suatu larutan CuSO4 dan baterai
tembaga melalui logam. () 9 V! Paku besi bertindak
reaksi elektrolisis. sebagai katode () dan
batang tembaga bertindak
sebagai anode (+).

3. Menyebutkan apli- Menuliskan reaksi Tes Uraian Gambarkan proses pe-


kasi sel elektrolisis elektrolisis pada tertulis nyepuhan logam besi
dalam proses pe- penyepuhan dan dengan perak! Berilah
nyepuhan dan pe- pemurnian suatu penjelasan beserta reaksi
murnian logam di logam. elektrolisisnya!
industri.
Silabus

Sekolah : ....
Kelas/Semester : XII/1
: Kimia
Standar Kompetensi : 3. Memahami karakteristik unsur-unsur penting, kegunaan, dan bahayanya, serta terdapatnya di alam.

Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

3.1 Mengidentifi- Kelimpahan, Pendidikan 1. Mengkaji literatur Mengidentifikasi Tes Pilihan Berikut data batuan/ 10 jp 1. Buku PG Kimia
kasi kelimpah- Manfaat, karakter tentang keberadaan keberadaan tertulis ganda mineral serta kandungan Kelas XII, Intan
an unsur-unsur Dampak, dan (*) C i n t a unsur-unsur unsur-unsur gas unsur. Pariwara, hala-
utama dan tran- Pembuatan Tanah Air golongan utama mulia, halogen, al- No. Unsur Mineral
man 99134
sisi di alam dan Unsur (**) P e d u l i yang ada di alam kali, alkali tanah, 2. Buku PR Kimia
produk yang Golongan Lingkung- terutama di Indone- aluminium, karbon, 1. K Sendawa Chili Kelas XII, Intan
2. Fe Hematit
mengandung Utama an sia. silikon, belerang, 3. Si Kuarsa Pariwara, hala-
unsur tersebut. oksigen, dan nitro- 4. Mg Kalkopirit man 5982
Ekonomi gen yang ada di 5. Al Bauksit
kreatif alam terutama di
Indonesia. Pasangan data yang
() Kreatif
berhubungan secara
tepat adalah . . . .
a. 1 dan 2 d. 3 dan 4
b. 1 dan 5 e. 4 dan 5
c. 2 dan 5

2. Mengkaji literatur Mengidentifikasi Tes Pilihan Senyawa halogen yang


tentang produk- produk-produk tertulis ganda digunakan sebagai pelarut
produk yang me- yang mengandung dan obat bius pada pem-
ngandung unsur- unsur-unsur bedahan mengandung
unsur golongan golongan utama. unsur . . . .
utama. a. iod d. brom
b. klor e. astatin
c. fluor

3.2 Mendeskripsi- Sifat-Sifat 1. Mengkaji literatur Mengidentifikasi Tes Pilihan Senyawa logam berikut 1. Buku PG Kimia
kan kecende- Unsur tentang sifat-sifat sifat-sifat unsur tertulis ganda apabila dibakar akan Kelas XII, Intan
rungan sifat Golongan fisik unsur utama. utama (titik didih, memberikan warna nyala Pariwara, hala-
fisik dan kimia Utama titik leleh, ke- merah tua. Logam yang man 99134

Kimia Kelas XII


unsur utama kerasan, warna, dimaksud ialah . . . . 2. Buku PR Kimia
dan unsur tran- kelarutan, dan a. Sr d. Cu Kelas XII, Intan
sisi (titik didih, sifat khusus lain- b. Mg e. Na Pariwara, hala-
titik leleh, ke- nya). c. Ba man 5982

11
Penilaian

12
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

kerasan, warna, 2. Melakukan percoba- Mengidentifikasi Tes Uji petik Ujilah warna nyala api 3. S e p e r a n g k a t
kelarutan, ke- an untuk menyelidiki sifat-sifat kimia unjuk kerja unsur alkali tanah dalam alat dan bahan

Silabus
reaktifan, dan warna nyala ber- (kereaktifan, ke- kerja prosedur senyawa KCl, NaCl, percobaan ke-
sifat khusus bagai senyawa larutan) melalui BaCl2, dan CaCl2 meng- reaktifan logam
lainnya). logam alkali tanah percobaan. gunakan kawat nikrom alkali terhadap
yang telah dicelupkan air
dalam larutan HCl pekat! 4. Seperangkat alat
dan bahan per-
3. Melakukan percoba- Mengidentifikasi Tes Uji petik Tentukan kadar klorin cobaan nyala api
an untuk menentu- daya pengoksidasi unjuk kerja dalam berbagai jenis dan unsur alkali tanah
kan kadar klorin dari halogen dan kerja prosedur merek larutan pemutih 5. Seperangkat alat
dalam berbagai daya pereduksi pakaian melalui metode dan bahan per-
jenis pemutih (pe- halida melalui per- titrasi menggunakan cobaan kadar
ngelantang) cobaan. larutan Na2SO4! klorin dalam pe-
mutih
4. Melakukan per- Mengidentifikasi Tes Uji petik Amati reaksi yang terjadi
cobaan untuk meng- kereaktifan se- unjuk kerja saat logam Na direaksikan
amati kereaktifan nyawa logam alkali kerja prosedur dengan air!
logam alkali saat terhadap air melalui
bereaksi dengan air. percobaan.

5. Menjelaskan ke- Mengidentifikasi Tes Pilihan Halogen yang mudah


reaktifan, daya peng- kereaktifan, daya tertulis ganda direduksi adalah . . . .
oksidasi, dan daya pengoksidasi, dan a. fluorin
pereduksi unsur- daya pereduksi b. klorin
unsur halogen. unsur-unsur halo- c. bromin
gen. d. iodin
e. semua halogen tidak
dapat direduksi

3.3 M e n j e l a s k a n Kelimpahan, 1. Menyebutkan man- Menjelaskan man- Tes Pilihan Asam halida yang diguna- 1. Buku PG Kimia
m a n f a a t, Manfaat, faat dan dampak faat dan dampak tertulis ganda kan untuk mengetsa (me- Kelas XII, Intan
dampak, dan Dampak, dan unsur-unsur golong- unsur-unsur (se- ngukir) kaca adalah . . . . Pariwara, hala-
proses pem- Pembuatan an utama dan se- perti gas mulia, a. HF d. HI man 99134
buatan unsur- Unsur nyawanya dalam halogen, alkali, alkali b. HCl e. HClO 2. Buku PR Kimia
unsur dan se- Golongan kehidupan sehari- tanah, aluminium, c. HBr Kelas XII, Intan
nyawanya Utama hari dan industri. (*) karbon, silikon, Pariwara, hala-
dalam kehidup- belerang, oksigen, man 5882
an sehari-hari. dan nitrogen) serta
senyawanya dalam
kehidupan sehari-
hari dan industri.
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

2. Mengkaji literatur Menjelaskan pem- Tes Pilihan Pernyataan yang tepat


tentang pembuatan buatan unsur dan tertulis ganda tentang pembuatan logam
unsur dan senyawa- senyawanya di alkali secara elektrolisis
nya di laboratorium laboratorium dan adalah . . . .
dan industri (misal- industri (misalnya a. logam alkali yang
nya H2SO4, N2, Al, H 2 SO 4 , N 2 , Al, berupa zat padat
NH3, dan O2). (**) NH3, dan O2). terbentuk di anode
b. dibuat dari elektro-
lisis larutan garam
kloridanya
c. digunakan katode
karbon dan anode
dari besi
d. ion logam alkali meng-
alami reaksi reduksi
e. reduksi ion logam
alkali terjadi di anode

3.1 M e n g i d e n t i f i - Kelimpahan di Pendidikan Mengkaji literatur tentang Mengidentifikasi ke- Tes Pilihan Diketahui beberapa 4 jp 1. Buku PG Kimia
kasi kelimpahan Alam, Manfaat, karakter keberadaan unsur golong- beradaan unsur tertulis ganda mineral berikut. Kelas XII, Intan
unsur-unsur Dampak, dan (*) G e m a r an transisi periode empat golongan transisi 1) pirit Pariwara, hala-
utama dan tran- Proses Pem- Membaca dalam bentuk mineral yang ada di alam ter- 2) siderit man 135162
sisi di alam dan buatan Unsur yang ada di Indonesia. utama di Indonesia. 3) kalkosit 2. Buku PR Kimia
produk yang Golongan Tran- Ekonomi 4) pirolusit Kelas XII, Intan
mengandung sisi Periode kreatif 5) sphalerite Pariwara, hala-
unsur tersebut. Empat () Kreatif 6) smaltit man 83100
Di antara mineral-mineral
tersebut yang mengan-
dung besi ditunjukkan
oleh nomor . . . .
a. 1) dan 5)
b. 1) dan 2)
c. 3) dan 4)
d. 3) dan 6)
e. 5) dan 6)

3.2 Mendeskripsi- Sifat-Sifat 1. Mengkaji literatur Mengidentifikasi Tes Uraian Mengapa titik leleh krom 1. Buku PG Kimia
kan kecende- Unsur Golong- tentang sifat-sifat sifat-sifat fisik tertulis lebih tinggi daripada titik Kelas XII, Intan
rungan sifat fisik an Transisi fisik unsur transisi unsur transisi (titik leleh seng? Pariwara, hala-
dan kimia unsur Periode Empat periode empat. (*) didih, titik lebur, man 135162

Kimia Kelas XII


utama dan unsur kekerasan, warna, 2. Buku PR Kimia
transisi (titik dan sifat khusus Kelas XII, Intan
didih, titik leleh, lainnya). Pariwara, hala-
kekerasan, warna, man 83100

13
Penilaian

14
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

kelarutan, ke- 2. Mengkaji literatur Mengidentifikasi Tes Pilihan Sebagian besar unsur

Silabus
reaktifan, dan tentang sifat-sifat sifat-sifat kimia tertulis ganda transisi memiliki sifat-sifat
sifat khusus kimia unsur transisi (kereaktifan dan kimia yaitu . . . .
lainnya. periode empat. kelarutan) unsur a. titik didih tinggi dan
transisi. bersifat keras
b. titik leburnya rendah
dan sangat reaktif
c. bersifat diamagnetik
dan mudah terkorosi
d. memiliki warna
menarik dan larut
dalam air
e. kurang reaktif dan
larut dalam asam
mineral encer

3.3 Menjelaskan Kelimpahan di 1. Mengkaji literatur Menjelaskan man- Tes Pilihan Unsur transisi yang diguna- 1. Buku PG Kimia
manfaat, dam- Alam, Manfaat, tentang manfaat faat dan dampak tertulis ganda kan untuk komponen Kelas XII, Intan
pak dan proses Dampak, dan dan dampak unsur unsur-unsur transisi pada lampu berintensitas Pariwara, hala-
pembuatan Proses pem- transisi periode dan senyawanya tinggi yaitu . . . . man 135162
unsur-unsur buatan Unsur empat. dalam kehidupan a. besi 2. Buku PR Kimia
dan senyawa- Golongan sehari-hari dan b. seng Kelas XII, Intan
nya dalam ke- Transisi Periode industri. c. titanium Pariwara, hala-
h i d u p a n Empat d. tembaga man 83100
sehari-hari. e. skandium

2. Mengkaji literatur Menjelaskan pem- Tes Pilihan Pembuatan seng dilaku-


tentang proses pem- buatan unsur tran- tertulis ganda kan dengan cara pe-
buatan unsur transisi sisi dan senyawa- manggangan. Senyawa
periode empat dan nya di industri. yang dipanggang dalam
senyawanya di pembuatan seng adalah . . . .
industri. (*) a. ZnO d. ZnSO 3
b. ZnCl2 e. ZnS
c. ZnSO4

3.2 Mendeskripsi- Sifat-Sifat Pendidikan 1. Mengamati sifat- Mengidentifikasi Tes Uji petik a. Masukkan serbuk 1. Buku PG Kimia
kan kecende- Unsur Periode karakter sifat oksida dari keteraturan sifat unjuk kerja natrium oksida ke Kelas XII, Intan
rungan sifat fisik Tiga (*) G e m a r unsur-unsur periode fisik dan sifat kerja prosedur dalam akuades! Tam- Pariwara, hala-
dan kimia unsur Membaca tiga. kimia unsur-unsur bahkan dua tetes man 163194
utama dan Ekonomi periode tiga me- indikator universal dan 2. Buku PR Kimia
unsur transisi kreatif lalui percobaan. catat pH larutan yang Kelas XII, Intan
(titik didih, titik () Mandiri terbentuk! Ulangi lang- Pariwara, hala-
leleh, kekeras- kah tersebut untuk man 101122
an, warna, magnesium oksida,
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

kelarutan, ke- silikon(IV) oksida, dan 3. Seperangkat


reaktifan, dan sulfur dioksida! alat dan bahan
sifat khusus b. Tambahkan larutan percobaan un-
lainnya). asam nitrat ke dalam tuk mengamati
serbuk natrium oksida sifat-sifat
pada tabung pertama oksida dari
dan tambahkan larut- unsur-unsur
an natrium hidroksida periode tiga
ke dalam serbuk
natrium oksida pada
tabung kedua! Panas-
kan kedua tabung
reaksi perlahan-lahan!
Amati kelarutan natrium
oksida dalam larutan
asam nitrat dan larut-
an natrium hidroksida!
Amati yang terjadi!
Ulangi langkah ter-
sebut untuk magne-
sium oksida, silikon(IV)
oksida, dan sulfur
dioksida!

2. Mengkaji literatur Menganalisis sifat- Tes Pilihan Urutan daya pereduksi


untuk mengetahui sifat reduktor oksi- tertulis ganda unsur periode ketiga dari
sifat-sifat kimia unsur- dator unsur-unsur yang kuat ke yang lemah
unsur periode tiga, periode tiga. adalah . . . .
seperti sifat reduktor a. Na Mg Al
dan oksidator atau b. Mg Na Al
asam-basanya. () c. Na Al Mg
d. Mg Al Na
e. Al Mg Na

3.3 Menjelaskan Unsur-Unsur 1. Menginformasikan Menjelaskan man- Tes Pilihan Salah satu kegunaan 4 jp 1. Buku PG Kimia
manfaat, Periode Tiga ke siswa mengenai faat dan dampak tertulis ganda unsur magnesium adalah Kelas XII, Intan
dampak, dan yang Terdapat terdapatnya unsur- unsur-unsur (se- .... Pariwara, hala-
proses pem- di Alam unsur periode tiga perti Al, S) serta a. sebagai zat pe- man 163194
buatan unsur- di alam. senyawanya dalam madam kebakaran 2. Buku PR Kimia
unsur dan se- kehidupan sehari- b. sebagai desinfektan Kelas XII, Intan

Kimia Kelas XII


nyawanya hari dalam industri. pada air PDAM dan Pariwara, hala-
dalam kehidup- kolam renang man 101122
an sehari-hari.

15
Penilaian

16
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

c. bahan pembeku

Silabus
dalam industri peng-
olahan makanan
d. untuk memberikan
rasa asam pada indus-
tri minuman ringan
e. bahan untuk membuat
kembang api dan
lampu penerang pada
fotografi
2. Menjelaskan proses Menjelaskan Tes Pilihan Pengolahan aluminium
pembuatan unsur- pembuatan unsur tertulis ganda secara industri dilakukan
unsur periode ketiga dan senyawanya dengan cara elektrolisis
seperti S dan Al. di laboratorium lelehan Al2O3 dalam kriolit
dan industri (misal menggunakan elektrode
H2SO4, Al). grafit (karbon). Kriolit
berfungsi menurunkan
titik leleh Al 2 O 3 dari
2.000C menjadi 1.000C
melalui reaksi berikut.

Nama proses pembuat-


an atau pengolahan
aluminium tersebut adalah
....
a. kamar timbal
b. kontak
c. Haber-Bosch
d. tanur tinggi
e. Hall
3. Menginformasikan Menyebutkan ke- Tes Pilihan Manfaat sulfat yang dapat
tentang manfaat gunaan senyawa tertulis ganda digunakan untuk me-
unsur-unsur atau sulfat. nyambung tulang patah
senyawanya yang atau retak adalah . . .
dibuat di industri. (*) a. NaHSO 4
b. CaSO4 2H2O
c. Na2SO4
d. FeSO4 7H2O
e. CuSO4 5H2O
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

3.4 Mendeskripsi- Zat Radioaktif Pendidikan 1. Mengkaji penemuan Mendeskripsikan Tes Uraian Jelaskan penemuan 6 jp 1. Buku PG Kimia
kan unsur- dan Peluruhan karakter unsur-unsur radio- penemuan sinar tertulis sinar , , dan ! Kelas XII, Intan
unsur radioaktif Radioaktif (*) P e d u l i aktif melalui literatur. radioaktif. Pariwara, hala-
dari segi sifat- Lingkung- man 195228
sifat fisik dan an 2. Diskusi informasi Mengidentifikasi Tes Tanya Bagaimanakah sifat sinar 2. Buku PR Kimia
sifat-sifat mengenai jenis-jenis sifat-sifat sinar lisan jawab radioaktif menurut hasil Kelas XII, Intan
kimia, keguna- Ekonomi sinar radiasi ber- radioaktif. percobaan Becquerel? Pariwara, hala-
annya, dan kreatif dasarkan percobaan Jelaskan! man 123144
bahayanya. () B e k e r j a Becquerel.
Keras
3. Menginformasikan Menyebutkan sifat- Tes Uraian Sebutkan sifat-sifat sinar
kepada siswa sifat sinar radio- tertulis radioaktif!
tentang sifat-sifat aktif.
sinar radioaktif.

4. Menjelaskan tentang Mengklarifikasikan Tes Pilihan Diketahui dua nuklida


struktur inti untuk suatu nuklida ke tertulis ganda 40 40
20 Ca dan 18 Ar. Kedua
mengelompokkan dalam isotop, isoton, nuklida tersebut merupa-
suatu nuklida ke dan isobar. kan . . . .
dalam isotop, isoton, a. isotop
dan isobar. b. isobar
c. isomer
d. isoton
e. isoelektron

5. Menentukan letak Menentukan pita Tes Uraian Manakah yang lebih


isotop pada grafik kestabilan inti. tertulis stabil antara karbon 126C
pita kestabilan inti. dan 146C?

6. Menentukan jenis Menuliskan per- Tes Pilihan Diketahui persamaan


partikel yang di- samaan reaksi inti. tertulis ganda peluruhan:
238
tembakkan atau 92
U 234
90
Th + X
234 234
yang dipancarkan 90
Th 91
Pa + Y
atau jenis isotop X dan Y dalam kedua
yang digunakan reaksi tersebut berturut-
pada persamaan turut adalah . . . .
transmutasi inti. () a. sinar alfa dan sinar
beta
b. elektron dan sinar alfa

Kimia Kelas XII


c. elektron dan positron
d. elektron dan proton
e. neutron dan positron

17
Penilaian

18
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

7. Menugasi siswa Mendeskripsikan Tes Pilihan Radioisotop yang di-

Silabus
untuk mencari infor- kegunaan unsur- tertulis ganda gunakan untuk sterilisasi
masi tentang man- unsur radioaktif. alat-alat kedokteran
faat unsur-unsur adalah . . . .
radioaktif pada pem- a. Xe-133 d. Ca-47
bangkit listrik tenaga b. I-131 e. Na-24
nuklir. c. Co-60

8. Mengkaji literatur Mendeskripsikan Tes Pilihan Salah satu dampak negatif


untuk mengetahui bahaya unsur-unsur tertulis ganda radioisotop adalah . . . .
dampak negatif radioaktif. a. memperpanjang umur
unsur-unsur radio- manusia
aktif. (*) b. melemahkan mikro-
organisme yang me-
rugikan
c. menyembuhkan tumor
kulit setelah diiradiasi
d. menghilangkan ke-
lainan pada kulit
dengan iradiasi
e. terjadi kerontokan
rambut kepala setelah
diiradiasi
Silabus

Sekolah : ....
Kelas/Semester : XII/2
: Kimia
Standar Kompetensi : 4. Memahami senyawa organik dan reaksinya, benzena dan turunannya, dan makromolekul.

Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

4.1 Mendeskripsi- Gugus Fungsi, Pendidikan 1. Mengidentifikasi Mengidentifikasi Tes Pilihan Alkohol mempunyai 10 jp 1. Buku PG Kimia
kan struktur, Tata Nama, Iso- karakter gugus fungsi yang gugus fungsi tertulis ganda gugus fungsi . . . . Kelas XII, Intan
cara penulisan, mer, Sifat-Sifat, (*) R a s a terdapat dalam suatu senyawa karbon. a. Pariwara, hala-
tata nama, sifat, Pembuatan, Ingin Tahu senyawa karbon. man 239276
kegunaan, dan dan Kegunaan (**) Komuni- 2. Buku PR Kimia
identifikasi Berbagai Se- katif b. Kelas XII, Intan
senyawa karbon nyawa Turunan Pariwara, hala-
(halo alkana, Alkana Ekonomi man 149172
alkanol, alkoksi c.
kreatif
alkana, alkanal, () Kreatif
alkanon, alkanoat, d.
dan alkil alkanoat).

e.

2. Menuliskan rumus Menuliskan struktur Tes Pilihan Nama kimia untuk


struktur suatu se- dan nama se- tertulis ganda senyawa:
nyawa turunan al- nyawa karbon ber- CH 3
kana dan memberi dasarkan gugus I
nama senyawa fungsinya. H C CH2 C CH3
tersebut. | ||
CH 3 O
adalah . . . .
a. 1,1 - dimetil - 3 - butanon
b. 2 - metil - 4 - pentanon
c. 4,4 - dimetil - 2 - butanon
d. isopropil metil keton
e. 4-metil - 2 - pentanon

Kimia Kelas XII


19
Penilaian

20
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

3. Mendeskripsikan Menentukan Tes Pilihan Asam butanoat berisomer

Silabus
berbagai isomer isomer-isomer tertulis ganda dengan . . . .
yang terjadi dalam senyawa karbon. a. etil asetat
senyawa karbon b. metil etil keton
dan menentukan c. 2-metil propanal
jenis isomernya. d. dietil eter
e. isobutil alkohol

4. Berdasarkan lite- Menjelaskan sifat Tes Pilihan Suatu senyawa mem-


ratur siswa me- fisik senyawa tertulis ganda punyai sifat sebagai
nuliskan sifat-sifat karbon. (*) berikut.
fisik dari senyawa 1) Mempunyai titik didih
turunan alkana yang relatif tinggi.
meliputi alkohol, eter 2) Bereaksi dengan
aldehid, keton, asam natrium membebas-
karboksilat, dan kan H2.
eter, serta menjelas- 3) Larut dalam air
kan perbedaan titik dalam semua per-
didih yang terjadi bandingan.
pada senyawa yang 4) Bereaksi dengan
berisomer fungsi se- HBr menghasilkan
perti alkohol dengan senyawa yang me-
eter. ngandung brom.
5) Pada oksidasi dengan
asam dikromat meng-
hasilkan asam karbok-
silat.
Senyawa tersebut mem-
punyai gugus fungsi . . . .
a. O
b. OH
c. CO
d. CHO
e. COOH

5. Menjelaskan ber- Mendeskripsikan Tes Uraian Zat apakah yang di-


bagai kegunaan kegunaan senyawa tertulis hasilkan dari adisi H 2
senyawa turunan karbon. () terhadap:
alkana. a. propanon;
b. butanon; dan
c. 3-pentanon.
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

4.2 Mendeskripsi- Benzena dan Pendidikan 1. Menentukan struk- Menuliskan struk- Tes Pilihan Turunan benzena berikut 4 jp 1. Buku PG Kimia
kan struktur, turunannya karakter tur dan nama se- tur dan nama tertulis ganda ini yang disebut orto Kelas XII, Intan
cara penulisan, (*) G e m a r nyawa benzena dan senyawa benzena nitro toluena adalah . . . . Pariwara, hala-
tatanama, sifat, Membaca turunan melalui dan turunannya. CH3 NO2
a. NO2 d. man 277300
dan kegunaan diskusi. 2. Buku PR Kimia
CH3
benzena dan Ekonomi Kelas XII, Intan
NO2 NH2
turunannya. kreatif b. OH
e. Pariwara, hala-
() Pantang man 173190
NO2
Menyerah CH3
c.

NO2

2. Menuliskan reaksi Menjelaskan Tes Pilihan Berikut merupakan per-


substitusi atom H reaksi substitusi tertulis ganda samaan reaksi pembuatan
pada cincin atom H pada turunan benzena.
benzena. cincin benzena.  
+ CH 3 Cl
CH3
+ HCl
Jenis reaksi tersebut
adalah . . . .
a. sulfonasi
b. adisi
c. alkilasi
d. halogenasi
e. oksidasi

3. M e n d i s k u s i k a n Menjelaskan Tes Pilihan Posisi atom bromin relatif


posisi substituen pengertian orto, tertulis ganda terhadap gugus metil
yang terikat pada meta, dan para. dalam senyawa 3-bromo
cincin benzena, toluena yaitu . . . .
yang meliputi orto, a. trans d. meta
meta, dan para. b. orto e. simetri
c. para

4. Mengkaji literatur Mendeskripsikan Tes Pilihan Suatu senyawa memiliki


untuk mengetahui sifat fisik dan sifat tertulis ganda sifat-sifat sebagai berikut.
sifat fisik dan kimia kimia benzena 1) Tidak dapat dioksidasi
benzena dan dan turunannya. 2) Larutannya dalam air

Kimia Kelas XII


turunannya. bersifat asam
3) Bereaksi dengan
asam tetapi tidak

21
menghasilkan ester
Penilaian

22
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

4) Bereaksi dengan

Silabus
NaOH menghasilkan
Na-fenolat
Senyawa yang mem-
punyai ciri-ciri seperti di
atas adalah . . . .
a. alkohol
b. fenil alkohol
c. amino benzena
d. benzil alkohol
e. nitro benzena

5. Melakukan diskusi Mendeskripsikan Tes Pilihan Derivat benzena yang


untuk menyebut- kegunaan dan tertulis ganda banyak digunakan se-
kan kegunaan dan bahaya senyawa bagai parfum pada sabun
bahaya senyawa benzena dan adalah . . . .
benzena dan turunan- turunannya dalam a. 1,3,5-trinitro benzena
nya dalam kehidupan kehidupan sehari- b. asam benzena sul-
sehari-hari. (*) hari seperti fenol, fonat
anilin, butil hidroksi c. nitro benzena
toluena (BHA), d. asetil salisilat
TNT, aspirin, dan e. amino benzena
zat warna (azo)
dan lain-lain.

4.3 Mendeskripsi- Penggolongan, Pendidikan 1. Mengamati dan Mengidentifikasi Portofolio Dokumen Amatilah benda-benda 4 jp 1. Buku PG Kimia
kan struktur, Sifat, Reaksi, karakter menentukan jenis polimer alam dan pekerja- yang terbuat dari plastik Kelas XII, Intan
tata nama, peng- dan Kegunaan (*) P e d u l i polimer (polimer polimer sintetis an di sekitar Anda! Ber- Pariwara, hala-
golongan, sifat, Polimer Lingkung- alam atau polimer (karet, karbo- dasarkan buku referensi, man 301322
dan kegunaan an sintetis) melalui hidrat, protein, tentukan nama polimer 2. Buku PR Kimia
makromolekul diskusi. plastik). yang terkandung di dalam Kelas XII, Intan
(polimer, kar- Ekonomi benda tersebut! Tentukan Pariwara, hala-
bohidrat, dan kreatif pula jenis polimernya man 191204
protein). () Kreatif (polimer alam atau
polimer sintetis) serta
sifat fisik dan sifat
kimianya! Masukkan
hasilnya ke dalam tabel!

2. Menyebutkan sifat Menjelaskan sifat Tes Pilihan Diketahui beberapa sifat


fisik dan sifat kimia fisik dan sifat kimia tertulis ganda polimer berikut.
polimer. polimer. 1) Semakin panjang
rantai polimer maka
semakin tinggi titik
lelehnya.
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

2) Rantai polimer yang


bercabang banyak
mempunyai daya
tegang rendah.
3) Ikatan silang antar-
rantai polimer meng-
akibatkan terbentuk-
nya bahan yang keras.
4) Polimer yang mem-
punyai struktur tidak
teratur mempunyai
kristalinitas rendah.
5) Polimer tahan ter-
hadap korosi.
Sifat kimia polimer di-
tunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1) d. 4)
b. 2) e. 5)
c. 3)

3. Menuliskan pem- Menuliskan reaksi Tes Pilihan The following compounds


bentukan polimer pembentukan tertulis ganda that can form a polymer
(adisi dan konden- polimer (adisi dan through addition polymer-
sasi) dari monomer- kondensasi) dari ization is . . . .
nya. () monomernya. a. C6 H5CHO
b. CH3CH 3
c. CH3CH2Cl
d. CH2CHC6H5
e. CH 3CHNH 2COOH

4. Menyebutkan ke- Mendeskripsikan Tes Uraian Monomer dari polimer


gunaan polimer dan kegunaan polimer tertulis adisi mempunyai rumus
dampaknya ter- dan mewaspadai empiris yang sama.
hadap lingkungan. (*) dampaknya ter- Mengapa pernyataan ini
hadap lingkungan. tidak berlaku pada polimer
kondensasi? Jelaskan!

Penggolongan, Pendidikan 5. Menentukan golong- Menggolongkan Tes Uraian Berdasarkan gugus fung- 4 jp 1. Buku PG Kimia
Sifat, dan Uji karakter an monosakarida monos a k a r i d a tertulis sional yang dikandungnya, Kelas XII, Intan
Karbohidrat (*) R a s a menjadi aldosa dan menjadi aldosa monosakarida digolongkan Pariwara, hala-

Kimia Kelas XII


Ingin Tahu ketosa. () dan ketosa. menjadi aldosa dan ketosa. man 335352
Apakah yang dimaksud 2. Buku PR Kimia
Ekonomi dengan aldosa dan ketosa? Kelas XII, Intan
kreatif Berikan contohnya! Pariwara, hala-

23
() Kreatif man 211222
Penilaian

24
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

6. Menuliskan reaksi Menjelaskan re- Tes Pilihan Polimer dengan gugus

Silabus
hidrolisis disakarida aksi hidrolisis di- tertulis ganda ulang:
dan polisakarida sakarida dan poli- ( CH2 CHCl CH2 CH
dengan bantuan sakarida dengan = CH CH2 )
enzim. bantuan enzim. dapat terbentuk dari
campuran monomer . . . .
a. CH 3CCl = CH 2 dan
CH3CH = CH2
b. CH3 CH2Cl dan
CH3 CH = CH CH3
c. CH2 = CHCl dan
CH2 = CH2
d. CH2 = CHCl dan CH2
= CH CH = CH2
e. CH 2 = CCl CH =
CH2 dan CH2 = CH2

7. Melakukan uji cermin Mengidentifikasi Tes Uji petik Buatlah pereaksi Tollens
perak (Tollens) me- karbohidrat unjuk kerja dengan mencampurkan
lalui percobaan untuk dengan reagen. kerja prosedur larutan AgNO3, NH3, dan
membandingkan KOH! Reaksikan glukosa
sifat glukosa dan dengan pereaksi Tollens
sukrosa. (*) dalam labu alas bulat!
Pasang sumbat pada
mulut labu lalu kocok isi
labu secara perlahan!
Amati apakah terbentuk
cermin di dasar labu!
Ulangi langkah tersebut
pada larutan sukrosa!
Bandingkan kedua hasil
pengamatan!

Protein Pendidikan 8. Mengkaji literatur Menuliskan rumus Tes Pilihan Asam amino yang 4 jp 1. Buku PG Kimia
karakter tentang rumus struk- struktur asam tertulis ganda mengandung cincin Kelas XII, Intan
(*) R a s a tur asam amino amino esensial. aromatik adalah . . . . Pariwara, hala-
Ingin Tahu esensial. a. serin d. sistein man 353374
b. glisin e. tirosin 2. Buku PR Kimia
Ekonomi c. prolin Kelas XII, Intan
kreatif Pariwara, hala-
() P a n t a n g 9. Mengkaji literatur Menentukan Tes Pilihan Dari uji bahan makanan man 223234
Menyerah tentang gugus gugus peptida tertulis ganda menggunakan pereaksi 3. Seperangkat
peptida pada pro- pada protein. (*) Biuret diperoleh data alat dan bahan
tein. sebagai berikut. percobaan uji
protein
Penilaian
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

Nomor Bahan Perubahan


Percoba- Makan- Warna
an an

1 K Ungu
2 L Biru muda
3 M Ungu
4 N Biru muda
5 O Ungu

Bahan makanan yang


mengandung ikatan
peptida adalah . . . .
a. K dan L
b. L dan M
c. L dan N
d. M dan O
e. N dan O

10. Melakukan per- Menentukan gugus Tes Uji petik Lakukan percobaan uji
cobaan untuk meng- peptida pada pro- unjuk kerja Biuret (menambahkan
identifikasi adanya tein. kerja prosedur larutan tembaga(II) sulfat
protein dalam putih dan larutan NaOH) serta
telur. () uji Xantoprotein (me-
nambahkan larutan
asam nitrat, memanaskan,
dan menambah larutan
NaOH) pada larutan sari
kedelai untuk menguji
adanya ikatan peptida dan
cincin benzena!

4.4 Mendeskripsi- Lipid Pendidikan 1. Mengkaji literatur Menuliskan rumus Tes Pilihan Rumus senyawa dari 1. Buku PG Kimia
4 jp
kan struktur, karakter tentang struktur struktur dan nama tertulis ganda asam stearat adalah . . . . Kelas XII, Intan
tata nama, peng- (*) G e m a r dan tata nama lemak dan minyak. a. CH 3 COOH Pariwara, hala-
golongan, sifat, Membaca lemak dan minyak. b. CH 3(CH 2) 16COOH man 375394
dan kegunaan c. CH 3(CH 2 ) 2COOH 2. Buku PR Kimia
lemak. Ekonomi d. CH 3(CH 2 ) 4COOH Kelas XII, Intan
kreatif e. CH 3(CH 2 ) 6COOH Pariwara, hala-
() R a s a 2. Mengkaji literatur Menggolongkan Tes Pilihan Contoh asam lemak man 235248
Ingin Tahu tentang penggolong- lemak berdasarkan tertulis ganda tidak jenuh adalah . . . .

Kimia Kelas XII


an lemak. () kejenuhan ikatan- a. asam asetat
nya. b. asam kaproat
c. asam laurat
d. asam oleat

25
e. asam stearat
Penilaian

26
Kompetensi Materi Pokok/ Nilai dan Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Alat dan Sumber
Dasar Pembelajaran Materi yang Pembelajaran Kompetensi Bentuk Waktu Belajar
Diintegrasikan Teknik Contoh Instrumen
Instrumen

3. Menugasi siswa Mengamati dan Portofolio Dokumen Sediakan margarin dan

Silabus
untuk melakukan menguraikan sifat pekerjaan minyak kelapa sawit!
pengamatan ter- fisik dan sifat Amati perbedaan sifat
hadap perbedaan kimia lemak dan margarin dan minyak
sifat lemak dan minyak. kelapa sawit tersebut!
minyak. Tulislah hasil pengamatan
Anda dan uraikan dalam
bentuk laporan singkat!

4. Mengkaji literatur Mendeskripsikan Tes Pilihan Berikut ini adalah fungsi


tentang kegunaan fungsi dan peran tertulis ganda lipid dalam tubuh manusia,
lipid. lemak dan kecuali . . . .
minyak dalam a. sebagai unsur pem-
kehidupan. bangun membran sel
b. sebagai insulator listrik
c. sebagai sumber energi
d. untuk menjaga tubuh
dari pengaruh luar
e. sebagai biokatalis re-
aksi senyawa organik
di dalam sel
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Bab III Elektrolisis
Sekolah : ..........
Kelas/Semester : XII/1
Mata Pelajaran : Kimia
Alokasi Waktu : 14 45 menit (8 pertemuan)

Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan
kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar : 2.2 Menjelaskan reaksi oksidasi-reduksi dalam sel elektrolisis.


2.3 Menerapkan hukum Faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit.

Indikator Pencapaian Kompetensi


Mengamati reaksi yang terjadi di anode dan katode pada reaksi elektrolisis melalui percobaan.
Menuliskan reaksi yang terjadi di anode dan katode pada larutan atau cairan dengan elektrode aktif ataupun
elektrode inert.
Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya korosi melalui percobaan.
Menjelaskan beberapa cara untuk mencegah terjadinya korosi.
Menerapkan konsep hukum Faraday dalam perhitungan sel elektrolisis.
Menuliskan reaksi elektrolisis pada penyepuhan dan pemurnian suatu logam.

Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
1. melakukan percobaan untuk mengamati reaksi yang terjadi di anode dan katode pada reaksi elektrolisis
larutan kalium iodida;
2. menuliskan persamaan reaksi yang terjadi di anode dan katode pada larutan atau cairan dengan elektrode
aktif ataupun elektrode inert;
3. melakukan percobaan untuk menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya korosi (karat) pada
besi;
4. menyebutkan beberapa cara untuk mencegah terjadinya korosi;
5. melakukan perhitungan sel elektrolisis dengan menerapkan konsep hukum Faraday;
6. melakukan percobaan untuk menyepuh besi dengan tembaga melalui reaksi elektrolisis; serta
7. menyebutkan aplikasi sel elektrolisis dalam proses penyepuhan dan pemurnian logam di industri.

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan:


1. Pendidikan karakter: Rasa Ingin Tahu dan Peduli Lingkungan.
2. Ekonomi kreatif: Kreatif.

Materi Pembelajaran
1. Reaksi Elektrolisis
2. Korosi
3. Hukum Faraday

Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran
a. Cooperative Learning (CL)
b. Direct Instruction (DI)
2. Metode
a. Tanya jawab
b. Diskusi
c. Praktikum

Kimia Kelas XII 27


Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa tentang benda-benda di sekitar yang dihasilkan dari proses penyepuhan.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui tentang pengertian larutan elektrolit dan elektrode.
2. Kegiatan Inti (2 40 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang pengertian reaksi elektrolisis yang terjadi di anode dan katode.
Guru menjelaskan alat-alat yang digunakan dalam reaksi elektrolisis dan cara merangkai alat-alat
tersebut.
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok praktikum dengan jumlah siswa 45 untuk setiap
kelompok.
b. Elaborasi
Siswa merancang dan melakukan praktikum reaksi elektrolisis untuk mengamati reaksi yang terjadi di
anode dan katode.(*)
(*) Pendidikan karakter (Rasa Ingin Tahu).
c. Konfirmasi
Guru meminta siswa membaca literatur mengenai reaksi elektrolisis dan membandingkannya dengan
hasil praktikum.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa membuat laporan sementara dari hasil praktikumnya.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kembali kepada siswa mengenai hasil praktikumnya tentang reaksi elektrolisis.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa telah mempelajari beberapa literatur tentang reaksi elektrolisis dan membandingkannya dengan
hasil praktikum.
2. Kegiatan Inti (1 35 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang reaksi yang terjadi di anode dan katode ketika melakukan percobaan
reaksi elektrolisis.
Guru meminta siswa menyiapkan laporan hasil praktikum reaksi elektrolisis yang telah dibuat oleh
setiap kelompok.
b. Elaborasi
Setiap kelompok praktikum diwakili oleh seorang siswa untuk membacakan hasil praktikum.
Guru bersama siswa membahas hasil praktikum.
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan dari praktikum tentang reaksi elektrolisis.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa mempelajari reaksi elektrolisis untuk larutan atau cairan dengan elektrode aktif maupun
elektrode inert.

Pertemuan Ketiga
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa tentang rangkaian sel elektrolisis.

28 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui ciri-ciri sel elektrolisis.
2. Kegiatan Inti (2 40 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang rangkaian sel elektrolisis.
Guru menuliskan reaksi yang terjadi di anode dan katode pada larutan atau cairan dengan elektrode
aktif ataupun elektrode inert.
Guru meminta siswa berlatih mengerjakan soal-soal untuk menuliskan reaksi elektrolisis pada larutan
atau cairan dengan elektrode aktif ataupun elektrode inert.
b. Elaborasi
Siswa berlatih mengerjakan soal-soal untuk menuliskan reaksi elektrolisis pada larutan atau cairan
dengan elektrode aktif ataupun elektrode inert yang diberikan oleh guru.
Beberapa siswa mengerjakan soal di papan tulis.
Guru bersama siswa membahas soal-soal.
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan dari pembahasan soal-soal mengenai reaksi elektrolisis.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa mengerjakan soal-soal tentang reaksi elektrolisis yang terdapat di dalam buku.

Pertemuan Keempat
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa tentang benda-benda di sekitar yang mudah mengalami korosi.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui pengertian korosi.
2. Kegiatan Inti (2 40 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang faktor-faktor yang memengaruhi korosi.
Guru menjelaskan alat-alat yang digunakan dalam praktikum yang bertujuan untuk mengidentifikasi
faktor-faktor yang memengaruhi korosi.
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok praktikum dengan jumlah siswa 45 untuk setiap
kelompok.
b. Elaborasi
Siswa merancang alat dan melakukan praktikum untuk menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi
terjadinya korosi (karat) besi.
Guru bersama siswa membahas hasil praktikum.
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan dari praktikum tentang faktor-faktor yang memengaruhi korosi.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa mengumpulkan laporan sementara hasil praktikumnya.

Pertemuan Kelima
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa tentang cara yang biasa dilakukan untuk mencegah korosi benda logam.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui tentang faktor-faktor yang memengaruhi timbulnya korosi.
2. Kegiatan Inti (2 40 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang cara-cara pencegahan terhadap korosi besi.
Guru menjelaskan tentang cara-cara pencegahan terhadap korosi aluminium.

Kimia Kelas XII 29


b. Elaborasi
Siswa mengerjakan soal-soal tentang faktor-faktor yang memengaruhi korosi dan cara pencegahan
terhadap korosi. (**)
Guru bersama siswa membahas soal-soal.
(**) Pendidikan karakter (Peduli Lingkungan).
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan tentang cara-cara pencegahan terhadap korosi.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa mempelajari materi hukum Faraday.

Pertemuan Keenam
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa tentang ilmuwan Michael faraday.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa telah membaca dan mengetahui tentang hukum Faraday.
2. Kegiatan Inti (2 40 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang perumusan hukum Faraday I dan hukum Faraday II.
Guru meminta siswa mengerjakan soal-soal tentang hukum Faraday.
b. Elaborasi
Siswa mengerjakan soal-soal perhitungan elektrolisis dengan menerapkan konsep hukum Faraday.
Guru bersama siswa membahas soal-soal.
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan tentang konsep hukum Faraday yang diterapkan dalam perhitungan sel
elektrolisis.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa mengerjakan soal-soal tentang hukum Faraday sebagai pekerjaan rumah.

Pertemuan Ketujuh
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa tentang pengalamannya mengamati proses penyepuhan.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui pengertian penyepuhan.
2. Kegiatan Inti (2 40 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang pengertian penyepuhan logam besi.
Guru menjelaskan alat-alat yang digunakan dalam praktikum penyepuhan logam besi.
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok praktikum dengan jumlah siswa 45 untuk setiap
kelompok.
b. Elaborasi
Siswa merancang alat dan melakukan percobaan untuk menyepuh besi dengan tembaga melalui
reaksi elektrolisis. ()
Guru bersama siswa membahas hasil praktikum.
() Ekonomi kreatif (Kreatif).
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan dari praktikum tentang penyepuhan logam besi.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa mengumpulkan laporan sementara hasil praktikumnya.

30 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Pertemuan Kedelapan
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa tentang pengalamannya mengunjungi industri penyepuhan atau pemurnian
logam.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui pengertian penyepuhan dan pemurnian logam.
2. Kegiatan Inti (1 35 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan perbedaan pengertian penyepuhan dan pemurnian logam.
Guru menjelaskan tentang aplikasi sel elektrolisis dalam proses penyepuhan dan pemurnian logam
tertentu di industri.
b. Elaborasi
Siswa mengerjakan soal-soal tentang proses penyepuhan dan pemurnian logam yang diberikan
oleh guru.
Guru bersama siswa membahas soal-soal.
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan tentang aplikasi sel elektrolisis dalam proses penyepuhan dan pemurnian
logam tertentu di industri.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa memperdalam materi elektrolisis melalui berbagai literatur.

Alat Sumber Belajar


1. Buku PG Kimia Kelas XII, Intan Pariwara, 2012
2. Buku PR Kimia Kelas XII, Intan Pariwara, 2012
3. Seperangkat alat dan bahan percobaan reaksi elektrolisis
4. Seperangkat alat dan bahan percobaan faktor-faktor yang memengaruhi korosi
5. Seperangkat alat dan bahan percobaan penyepuhan logam besi.

Penilaian Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
a. Teknik Penilaian
1) Tes tertulis
2) Tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen
1) Pilihan Ganda
2) Uraian
3) Uji petik kerja prosedur
2. Contoh Instrumen
a. Pilihan Ganda
Proses korosi besi merupakan peristiwa elektrokimia karena . . . .
a. terjadi reaksi redoks
b. menghasilkan Fe2O3
c. reaksi di katode: Fe Fe2+ + 2e
d. reaksi oksidasi: 2H2O + 2e H2 + 2OH
e. terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia
b. Uraian
Elektrolisis air akan menghasilkan gas hidrogen dan gas oksigen dengan perbandingan 2 : 1. Elektrolisis
larutan MgSO4 juga menghasilkan gas hidrogen di katode dan gas oksigen di anode dengan perbandingan
2 : 1. Mengapa pada kedua elektrolisis tersebut menghasilkan zat yang sama? Jelaskan!

Kimia Kelas XII 31


c. Uji Petik Kerja Prosedur
Lakukan elektrolisis larutan KI pada pipa U menggunakan elektrode karbon dan batu baterai 6 V! Uji
larutan hasil elektrolisis dengan kertas lakmus merah dan biru pada bagian katode, serta dengan larutan
amilum pada bagian anode!
Rubrik:
No. Aspek Skor Maksimum Skor Perolehan Siswa
1. Kesesuaian kegiatan dengan prosedur 15
2. Perolehan data 15
3. Pembahasan pertanyaan 15
4. Kesimpulan 5

Total 50



 
Nilai akhir = 
 
100

________, ______________

Mengetahui,
Kepala SMA ______________ Guru Mata Pelajaran

........................ ........................
___________________________ ___________________________
NIP _______________________ NIP _______________________

32 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Bab XII Protein
Sekolah : ..........
Kelas/Semester : XII/2
Mata Pelajaran : Kimia
Alokasi Waktu : 3 45 menit (2 pertemuan)

Standar Kompetensi : 4. Memahami senyawa organik dan reaksinya, benzena dan turunannya, dan
makromolekul.
Kompetensi Dasar : 4.3 Mendeskripsikan struktur, tata nama, penggolongan, sifat, dan kegunaan
makromolekul (polimer, karbohidrat, dan protein).
Indikator Pencapaian Kompetensi
Menuliskan rumus struktur asam amino esensial.
Menentukan gugus peptida pada protein.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
1. menuliskan rumus struktur asam amino esensial;
2. menentukan gugus peptida yang terdapat pada protein; serta
3. melakukan percobaan untuk mengidentifikasi adanya protein dalam putih telur.
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan:
1. Pendidikan karakter: Rasa Ingin Tahu.
2. Ekonomi kreatif: Pantang Menyerah.
Materi Pembelajaran
1. Asam Amino
2. Protein
Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran
a. Cooperative Learning (CL)
b. Direct Instruction (DI)
2. Metode
a. Tanya jawab
b. Diskusi
c. Praktikum
Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa tentang salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh berupa asam amino.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui tentang pengertian asam amino.
2. Kegiatan Inti (1 35 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang sifat-sifat asam amino.
Guru menjelaskan tentang pengelompokan asam amino.
b. Elaborasi
Siswa mengerjakan soal-soal tentang asam amino.
Guru bersama siswa membahas soal-soal tentang asam amino.
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan dari pembahasan soal-soal mengenai asam amino.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa mempelajari materi tentang protein.

Kimia Kelas XII 33


Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
a. Motivasi
Menanyakan kepada siswa mengenai anggota tubuh yang mengandung protein.
b. Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui tentang pengertian protein.
2. Kegiatan Inti (2 40 menit)
a. Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang pengertian, sifat-sifat, pengelompokan, identifikasi, dan denaturasi protein. (*)
Guru menjelaskan alat-alat yang digunakan dalam uji protein dengan uji Biuret dan uji Xantoprotein.
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok praktikum dengan jumlah siswa 45 untuk setiap
kelompok.
(*) Pendidikan karakter (Rasa Ingin Tahu).
b. Elaborasi
Siswa melakukan percobaan untuk mengidentifikasi adanya protein dalam putih telur dengan uji
Biuret dan uji Xantoprotein. ()
Guru bersama siswa membahas hasil praktikum.
() Ekonomi kreatif (Pantang Menyerah).
c. Konfirmasi
Guru menanyakan kesimpulan dari praktikum tentang uji protein.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
Guru meminta siswa membuat laporan sementara dari hasil praktikumnya.

Alat Sumber Belajar


1. Buku PG Kimia Kelas XII, Intan Pariwara, 2012
2. Buku PR Kimia Kelas XII, Intan Pariwara, 2012
3. Seperangkat alat dan bahan percobaan uji protein

Penilaian Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
a. Teknik Penilaian
1) Tes tertulis
2) Tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen
1) Pilihan ganda
2) Uraian
3) Uji petik kerja prosedur
2. Contoh Instrumen
a. Pilihan Ganda
Protein dapat terbentuk dari asam a-amino dengan membentuk ikatan peptida sebagai berikut.

Adanya ikatan peptida ditunjukkan oleh . . . .


a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

34 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


b. Uraian
Sebutkan macam-macam protein berdasarkan fungsinya! Berilah masing-masing contohnya!
c. Uji Petik Kerja Prosedur
Ujilah keberadaan ikatan peptida dan cincin benzena dalam sari kedelai dengan uji Biuret dan
Xantroprotein. Uji Biuret dilakukan dengan cara menambahkan larutan tembaga(II) sulfat dan larutan
NaOH ke dalam sampel. Uji positif jika sampel memberikan warna ungu. Uji Xantoprotein dilakukan
dengan menambahkan larutan asam nitrat ke dalam sampel, memanaskan sampel, dan menambahkan
larutan NaOH ke dalam sampel. Uji positif jika sampel memberikan warna jingga.
Rubrik:
No. Aspek Skor Maksimum Skor Perolehan Siswa
1. Kesesuaian kegiatan dengan prosedur 15
2. Perolehan data 15
3. Pembahasan pertanyaan 15
4. Kesimpulan 5

Total 50



 
Nilai akhir = 
 
100

________, ______________

Mengetahui,
Kepala SMA ________________ Guru Mata Pelajaran

........................ ........................
___________________________ ___________________________
NIP _______________________ NIP _______________________

Kimia Kelas XII 35


Bab I Kesetimbangan Kimia Rumus alkana: CnH2n + 2
CnH2n + 2 = 72
n(Ar C) + {(2n + 2)(Ar H)} = 72
12n + {(2n + 2)(1)} = 72
12n + 2n + 2 = 72
A. Pilihan ganda 14n = 70
n=5
1. Jawaban: d Jadi, rumus molekul gas alkana tersebut C5H12.
Adanya zat terlarut nonvolatil dalam suatu pelarut
cair mengakibatkan penurunan tekanan uap jenuh. 5. Jawaban: c
Semakin besar konsentrasi zat terlarut nonvolatil 
yang ditambahkan, semakin besar penurunan Xmetanol =  + 
tekanan uap jenuh yang teramati atau semakin
kecil tekanan uap jenuh. Jadi, urutan larutan yang 
=  + 
mempunyai tekanan uap dari yang paling kecil
hingga paling besar yaitu R, Q, T, P, dan S. = 0,64
2. Jawaban: c Jadi, berat metanol = 0,64 100% = 64%.
Rumus kenaikan titik didih pada penurunan titik
beku sebagai berikut. 6. Jawaban: a
Diketahui: = 2 atm
Tb = m Kb Tf = m Kf
T = (32 + 273) = 305 K
Tb = m Kb Tf = m Kf volume larutan = 500 ml
0,13 = m 0,52 = 0,25 1,86 Mr C6H12O6 = 180
 Fruktosa termasuk zat nonelektrolit, jadi:
m =  = 0,465C
= M R T
Titik beku larutan = titik beku pelarut (air) Tf 2 = M 0,082 305
= (0 0,465)C
 
= 0,465C M =   =  mol/L
Jadi, larutan tersebut akan membeku pada suhu
0,465C. 
 
M =    
3. Jawaban: e

  
 
  
 =  
m=
=   = 0,1 m 

 
4. Jawaban: b = 

Massa = volume = 2,53 g/L 0,2 L = 0,506 gram
= 720 mmHg = 0,947 atm 25,01 2 g = 2 180
T = 55C + 273 = 328 K  
=MRT g =   = 7,2 gram
 
 Jadi, massa fruktosa yang terlarut (g) = 7,2 gram.
=      R T
7. Jawaban: c
 
 Penurunan tekanan uap (P)
0,947 = 0,082 328
   = tekanan uap pelarut (P) tekanan uap larutan (P)
Mr alkana = 71,8 = 72

36 Kunci Jawaban dan Pembahasan



P = XZt P = P   

 +  0,7872 =  0,082 3.000


 Mr = 250
3,18 = 31,8

+
 
Jadi, massa molar senyawa tersebut adalah 250.
 

  12. Jawaban: c
0,1(  + 26) = 
"  

Tb = Kb benzena
!  " 

= 2,6  

1,25 =  2,53
x = 179 gram
 
8. Jawaban: d p =  1.000 2,53  atau
=MRT
 
 = 4,5 103  
=  
RT
13. Jawaban: b
Larutan yang memiliki tekanan osmotik paling
Adanya zat terlarut pada suatu larutan

besar yaitu larutan yang perbandingan   memengaruhi titik didih larutan, yaitu mengakibatkan
paling besar. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut
murninya.
 

Larutan 1;   = 0,1  = 0,5 Pelarut murni

I H
 
 1 atm F
E
Larutan 2;   = 0,1  = 0,25
Tekanan (atm)

Cair
Larutan
 

Larutan 3;   = 0,2  = 0,67
Padat L
 

Larutan 4;  
= 0,2 
= 0,8
Gas
K
 

Larutan 5;   = 0,2  = 0,4 T 1 T 2
Suhu
0C 100C
Jadi, tekanan osmotik paling besar dimiliki oleh (C)
larutan 4. Titik beku Titik beku Titik Titik didih
larutan air didih air larutan
9. Jawaban: e
Besarnya kenaikan titik didih larutan sebanding 14. Jawaban: b
dengan konsentrasi molal (m) sehingga dalam Tb = Tb larutan Tb pelarut
pelarut yang sama, semakin tinggi konsentrasi = 102,08C 100C
molalnya maka titik didih larutan itu juga semakin = 2,08C
tinggi. Dengan demikian, larutan sukrosa 0,5 m
 

mempunyai titik didih paling tinggi. Tb =
Kb

10. Jawaban: a  

air = 1 g/ml 2,08 =  0,52
Jika volume air = 1 L, massa air = 1.000 gram p = 750 gram
" 
 Pelarut ditambah 250 gram
Tb =
Kb
 " p = (750 + 250) gram
= 1.000 gram
 

0,15 =  
 Kb  

Tb =  
 0,52
Kb = 0,22C/m
= 1,56C
Jadi, besarnya Kb sukrosa 0,22C/m.
Tb larutan = Tb pelarut + Tb
11. Jawaban: d = 100C + 1,56C
=MRT = 101,56C
 

=    R T

Kimia Kelas XII 37


Jika larutan ditambah pelarut maka titik didih  
larutan mengalami penurunan. 32,8 =  R T


15. Jawaban: e
 
Tekanan osmotik () untuk zat nonelektrolit 32,8 =  0,082 300

dirumuskan sebagai berikut.
=MRT Mr = 72
Jadi, massa molekul relatif zat tersebut 72 g mol1.

 
= 
RT
   
4. np (mol pelarut, H2O) =    = 5,56 mol

 
4,92 =  0,082 300 Mr = 342  

nt (mol terlarut formamid) = #  $&  


B. Uraian 
= #  $& mol

1. a. Tekanan osmotik dalam sel darah merah.
Sel darah merah manusia mempunyai tekanan P = P P = Xt P
osmotik yang sama dengan larutan NaCl    '  '
Xt = 
=  '
0,9% (isotonik dengan larutan NaCl 0,9%).
Jika sel darah merah dilarutkan dalam larutan
NaCl 0,9%, tidak akan terjadi aliran air bersih = 1,9 102
melalui dinding sel darah merah.
b. Tekanan osmotik terjadi pada peristiwa Xt =

mengalirnya air dan larutan lain dari dalam  + 
tanah ke pucuk pepohonan yang tinggi melalui Untuk larutan encer, harga n t sangat kecil
sel-sel tumbuhan. dibandingkan np. Oleh karena itu, harga nt + np
c. Tekanan osmotik terjadi pada peristiwa masuk-
dapat dianggap sama dengan np saja sehingga
nya larutan infus ke dalam tubuh melalui pem-
buluh darah. Tekanan osmotik larutan infus 
Xt = .
harus sama dengan sel-sel darah (isotonik). 

2. Tb = (100,65 100)C = 0,65C 



 #  $&
Misal kadar gula dalam larutan = a% dalam 1,9 102 =
 
100 gram larutan:
  
Gula =  100 gram = a gram Mr formamid = =  = 45,45
 !   
Air = (100 a) gram Berat molekul formamid = 45,45 mol1.
 

Tb =
Kb 5. C = 42,68%; H = 2,38%; N = 16,67%

O = 100% (42,68% + 2,38% + 16,67%)
 

0,65 =    0,52 = 38,27%
Tb = Tb larutan Tb pelarut

0,4275 =   = 80,5C 80,2C
= 0,3C
42,75 0,4275a = a
 

1,4275a = 42,75 Tb = Kb
 *<
a = 29,95 = 30
Jadi, kadar gula dalam larutan 30%.  

0,3 =  2,52
3. g (massa zat terlarut) = 24 gram  *<
V (volume air) = 250 ml = 0,25 L Mr senyawa = 168
T = 27 + 273 = 300 K mol C : mol H : mol N : mol O
= 32,8 atm
     > >
R = 0,082 L atm/mol K = : : :
   
= M R T = 3,5 : 2,38 : 1,19 : 2,39
=3:2:1:2

38 Kunci Jawaban dan Pembahasan


Rumus empiris = C3H2NO2 K 2 SO 4 termasuk elektrolit kuat (terionisasi
Massa rumus (C3H2NO2)n = 168 sempurna, = 1), jadi:
84n = 168 K2SO4 2K+SO42 jadi n = 3
n=2 i = {1 + (3 1)1}
Jadi, rumus molekul senyawa organik i=3
tersebut adalah C6H4N2O4. Tb = m Kb i

 >
= (  > ) 0,52 3
= 0,624C
5. Jawaban: c
A. Pilihan ganda Larutan yang isotonik berarti larutan yang
mempunyai tekanan osmotik sama. Tekanan
1. Jawaban: d osmotik () dirumuskan sebagai berikut.
K2SO4(aq) 2K+(aq) + SO42(aq)

 
n=3 =MRTi= 
RTi

K2SO4 terionisasi sempurna, berarti = 1.
Untuk elektrolit kuat = 1 sehingga i = n.
Tb = i(m Kb)
= {1 + (n 1)}(m Kb) a. KBr
= (0,3) RT (2) = 0,6RT
= {1 + (3 1)1} 0,1 m 0,52C m1 b. Na2SO4
= 0,156C = (0,3) RT (3) = 0,9RT
Titik didih larutan = (100 + 0,156)C c. (NH4)SO4
= 100,156C = (0,1) RT (3) = 0,3RT
2. Jawaban: a d. K2CrO4
NaCl Na+ + Cl = (0,2) RT (3) = 0,6RT
n = 2, valensi 1, m = 0,4 m e. Glukosa
Tf = m Kf {1 + (n 1)} = (0,5) RT (1) = 0,5RT (nonelektrolit)
1,488= 0,4 1,86 {1 + (2 1)} f. H2SO4

=  = 1 = (0,1) RT (3) = 0,3RT
Jadi, larutan isotonik dengan larutan KBr 0,3 M
Jadi, derajat ionisasi NaCl adalah 1. adalah larutan kalium kromat 0,2 M.
3. Jawaban: c 6. Jawaban: a
Tb = 100,175 100 Isotonik darah = NaCl
= 0,175
"?@
 
 7,626 = 0,082 310 {1 + (2 1)1}
Tb = {1 + (n 1)} Kb 

mol NaCl = 0,15
  

0,175 = {1 + (2 1)  } 0,5 Massa NaCl = mol NaCl Mr NaCl
 

= 0,15 58,5
0,175 = 1,75 5 0,5 = 8,775 gram

Jadi, massa NaCl yang harus dilarutkan sebesar
>  
Mr = = 100 8,775 g.
>
7. Jawaban: a
4. Jawaban: d p = 400 ml 1 g/ml = 400 gram
17,4 gram K2SO4 dilarutkan ke dalam 250 CH3COOH n = 2
gram air (Kb air = 0,52C/molal) Mr CH3COOH = 60
Untuk larutan elektrolit berlaku rumus:
"@'@WW' 

Tf = Kf {1 + (n 1)}
Tb = m Kb i  "@'@WW'

i = {1 + (n 1))  

5,69 =   1,86 {1 + (2 1)}
m = konsentrasi molal (1 + ) = 1,748 1,75
= derajat disosiasi
= 0,75
i = faktor Vant Hoff
Jadi, derajat ionisasi asam asetat sebesar 0,75.

Kimia Kelas XII 39


8. Jawaban: a = {(mol KCl iKCl) + (mol CaCl2 iCaCl )}
2
KCl K+ + Cl 

n KCl = 2
Kb
Mr KCl = 39 + 35,5 = 74,5 >

Tb = >  +    0,5


a. Tb = n m Kb

> 
 = 2,5C
= 2 >  0,52
Titik didih larutan = 100C + 2,5C = 102,5C
= 0,52C
Titik didih = 100 + 0,52 = 100,52C. 12. Jawaban: d
Untuk 100 gram larutan:
b. Tf = n m Kf

> 
 Massa NaOH =  100 = 4 gram
=2 >

1,86
Massa air = 100 4 = 96 gram
= 1,86C NaOH n = 2
Titik beku = 0 1,86 = 1,86C.
 

9. Jawaban: a Tf =
Kf {1 + (n 1)}

Tf = 0 (9,3)C = 9,3C
 

 
 =  ! 1,86 {1 + (2 1)1}
Tf = 
1,86 {1 + (2 1)}

= 3,88C
 
 Tf = 0 3,88 = 3,88C
9,3 = 1,86 {1 + (2 1) 0,5}
 
13. Jawaban: c
!   NaCl Na+ + Cl
g= 
  
= 40
n=2
Jadi, massa CH3COOH yang harus dilarutkan = 80% = 0,8
sebanyak 40 gram. g = 12 gram
10. Jawaban: e Mr NaCl = 23 + 35,5 = 58,5
Isotonik berarti memiliki tekanan osmotik sama. V = 600 ml = 0,6 L
Ba(OH) = urea T = 27C = 300 K
2  
MRTi=MRT = {1 + (n 1)}  R T

Mi=M  

 = {1 + (2 1)0,8}   0,082 300
0,2 i = 
 = 15,14 atm
0,2i = 0,25
i = 1,25 14. Jawaban: c
Jika ke dalam suatu pelarut dilarutkan suatu zat
n dari Ba(OH)2 = 3
terlarut maka titik didih larutan yang terbentuk akan
{1 + (n 1)} = 1,25
lebih tinggi daripada titik didih pelarut murni. Hal
(3 1) = 1,25 1
ini disebut kenaikan titik didih (Tb). Untuk zat
2 = 0,25
terlarut elektrolit besar kenaikan titik didih dapat
= 0,125
dihitung sebagai berikut.
Jadi, besar derajat ionisasi Ba(OH)2 = 0,125.
11. Jawaban: b Tb = Kb m i
iKCl = {1 + (2 1)1} = 2
dimana: i = {1 + (n 1)}
iCaCl = {1 + (3 1)1} = 3 n = jumlah ion
= derajat ionisasi
2
air = 1 g/ml massa air = 500 gram
Untuk elektrolit biner:
Tb = {
"Y@



Kb i KCl } n = 2; konsentrasi larutan = 0,5 m; Tb = 1,55C
 "Y@
1,55 = 1,86 0,5 {1 + (2 1)}
"@@
+{


Kb iCaCl } = 0,66
 "@@ 2

40 Kunci Jawaban dan Pembahasan


15. Jawaban: b 

4. Tb = {(i mol KCl) + (i mol CaCl2)
Kb
NaOH adalah elektrolit kuat ( = 1) dengan jumlah
  

ion n = 2. Jadi, i = n. = {(2 > ) + (3  )} 0,5

 

Tb = Kb
{1 + (n 1)} = 1,5
 Titik didih larutan = 100 + 1,5 = 101,5C.
 

100,2 100 = 0,5   2 5. P = P X{1 + (n 1)}
   
0,2 = 0,5  4 P = 93   +  ' W {1 +  (2 1)}


x =  = 4 gram  
= 93   {1 +  (2 1)}
+ 
 
B. Uraian
 
1. Elektrolit biner tersebut mempunyai n = 2 = 93   = 3 mmHg

Tf = (0 (0,1))C
Tekanan larutan = tekanan uap air selisih tekanan
= 0,1C
uap
 

Tf = 
Kf i = (93 3) mmHg = 90 mmHg

Jadi, larutan tersebut mempunyai tekanan sebesar


0,1 = 0,05  1,86 (1 + (2 1) ) 90 mmHg.
(1 + ) = 0,22
= 0,12
Jadi, derajat ionisasi larutan sebesar 0,12.
2. NaCl Na+ + Cl; n = 2
 
= {1 + (n 1)}  RT A. Pilihan ganda

  1. Jawaban: d
17,28 = {1 + (2 1)0,8} 
 0,082 300
Derajat keasaman merupakan tingkat keasaman

17,28 = (1,8)  2 24,6 suatu larutan yang disimbolkan dengan pH. Derajat
keasaman bukan merupakan sifat koligatif larutan.
> 
g =    = 11,4 gram Sifat-sifat koligatif larutan meliputi kenaikan titik
Jadi, massa NaCl yang dilarutkan sebanyak didih, penurunan titik beku, penurunan tekanan uap
11,4 gram. jenuh, dan tekanan osmotik.


2. Jawaban: c
3. senyawa elektrolit =  CaBr Faktor-faktor yang memengaruhi besar kenaikan
2
 titik didih larutan yaitu konsentrasi molal larutan
MRTi=  MRTi dan jenis larutan (elektrolit atau nonelektrolit).
 
 Semakin tinggi konsentrasi molalnya, maka titik


{1 + (n 1)0,8} =
didihnya semakin tinggi pula. Larutan elektrolit
  

(  {1 + (3 1)1} memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada larutan
 

nonelektrolit. Larutan glukosa termasuk larutan
1,538{1 + (n 1)0,8} = 
12 nonelektrolit sehingga memiliki titik didih terendah.
1,538{1 + (n 1)0,8} = 4 3. Jawaban: b
{1 + (n 1)0,8} = 2,6 Sifat koligatif larutan merupakan sifat fisik larutan
0,8n 0,8 = 2,6 1 yang tergantung dari banyak zat terlarut yang ada
0,8n = 1,6 + 0,8 dalam larutan (molalitas), tetapi tidak tergantung
0,8n = 2,4 pada jenis zat yang dilarutkan.
n=3
Jadi, harga valensi (n) senyawa elektrolit tersebut 4. Jawaban: d
sebesar 3. Pelarut murni merupakan pelarut yang belum
dicampur dengan zat terlarut. Suatu pelarut murni
mempunyai tekanan uap jenuh lebih tinggi dari
larutannya pada suhu yang sama.

Kimia Kelas XII 41


5. Jawaban: d T = (25 + 273) K = 298 K
35% massa etanol berarti 35 gram etanol dan 65 !>
= 92,72 mmHg = atm = 0,122 atm
gram air. > 

m=


= 
 

= 11,7 V = n R T
 
 
6. Jawaban: b (0,122)(0,5) = \ 0,082 298

K L: perubahan titik beku larutan
K R: proses mencair larutan   !
Mr X =  
T M: proses menguap pelarut
M N: perubahan titik uap larutan Mr X = 180 g mol1
T R: perubahan titik tripel larutan 11. Jawaban: b
7. Jawaban: c Tb = (102,6 100)C = 2,6C
Mr glukosa = 180 g/mol Mr Ca(OH)2 = 74
Mr H2O = 18 g/mol  


Tb = 
Kb {1 + (n 1)}
n glukosa = 
= 0,1 mol = nt
> 

2,6 = >  0,52 {1 + (3 1)}
!
n H2O = 
= 5 mol = np
2,6 = 1,04 {1 + 2}
 2,6 = 1,04 + 2,08
Xglukosa =
 + 

=

=

= 0,2 =  = 0,75
 +  
XH = 1 0,2 = 0,8 % = 0,75 100% = 75%
2O
Jadi, derajat ionisasi basa (Ca(OH)2) sebesar 75%.
8. Jawaban: e
P = P P = (20 18) mmHg = 2 mmHg 12. Jawaban: a
air = 1 g/ml Massa benzena = 0,72 gram/ml 1.000 ml
Jika volume air = 810 ml maka massa air = 810 g = 720 gram
P = P XA Tb = titik didih larutan titik didih benzena
 = 81,06C 81C = 0,06C
2 = 20 


Tb = m Kb

+ 
 

 0,06 = > 1,44
   "]

= 
+  Mr zat = 210

=MRT
 

+ 90 =   

=   0,082 300 = 2,46 atm
2a + 5.400 = 20a
18a = 5.400 13. Jawaban: e
a = 300 gram Larutan tersebut diukur pada keadaan yang sama
9. Jawaban: e saat 6 gram zat X dilarutkan dalam 12 liter gas
Tekanan uap pelarut dipengaruhi oleh fraksi mol etana pada tekanan 38 cmHg. Suhu etana:
zat terlarut dan zat pelarut. Semakin besar = M R T (etana)
konsentrasi zat terlarut yang ditambahkan ke 38 cmHg = 380 mmHg = 0,5 atm
dalam zat pelarut, semakin kecil tekanan uap. 
0,5 =   0,082 T
Urutan tekanan uap larutan dari kecil ke besar yaitu
O < M < L < K < N. Jadi, tekanan uap larutan yang T = 365,85 K
paling kecil terdapat pada larutan yang jumlah zat Mr zat X: = M R T (zat X)
terlarutnya terbesar, yaitu larutan O. 19 cmHg = 190 mmHg = 0,25 atm
10. Jawaban: e  

0,25 = 
 0,082 365,85
 \
 
n = \ mol Mr zat x = 95,9 96

V = 500 ml = 0,5 L Jadi, Mr zat X adalah 96 gram/mol.

42 Kunci Jawaban dan Pembahasan


14. Jawaban: d 
Tb = m Kb m i = 
 ]  
m i = 0,25
 ]    
Tb = Kb Tb = Kb (m i)
 
= 0,52 0,25

= 0,13C
  
0,48 = Kb Jadi, besar kenaikan titik didih larutan elektrolit =
 
0,13C.
@     
Kb = 19. Jawaban: d
 
Tekanan osmotik dirumuskan dengan = M R T,
= 3,84C kg mol1  
 
Jadi, tetapan titik didih molal kloroform Kb = 3,84C di mana M = 
atau M =  , V dalam

kg mol1. liter. Jika R = 0,082 L atm mol1 K1 dan T =
15. Jawaban: d 
tetap maka =   .
Tekanan osmotik () dihitung dengan rumus:

=M

RT a. =  = 0,5 atm

Jika volume semua larutan sama, misal dianggap 
b. =  = 1 atm
1 liter dan suhu perhitungan adalah tetap maka
tekanan osmotik berbanding lurus dengan jumlah 
c. =  = 0,67 atm
mol zat terlarut. Semakin besar mol zat terlarut,
tekanan osmotik semakin besar. Jadi, tekanan 
d. =  = 2 atm
osmotik yang paling rendah terdapat pada gambar
larutan S. 
e. =  = 0,4 atm
16. Jawaban: e Jadi, tekanan osmotik terbesar terdapat pada
Mr NaOH = 23 + 16 + 1 = 40 larutan 4, yaitu sebesar 2 atm.

mol NaOH =  = 0,75 20. Jawaban: b
  
mol air =  = 1 = 28,044 mmHg >  ' = 36,9 atm
 ?W' >
XNaOH =   =  + > = 0,4 Larutan elektrolit tersier n = 3
Terionisasi sempurna = 1
n NaOH = 2, = 1
T = 27C = 300 K
P = XNaOH P {1 + (n 1)}
=MRTi
= 0,4 32 {1 + (2 1)1} = 25,6
P = P p  

36,9 =  ]  0,082 300 {1 + (3 1)1}
= 32 25,6 = 6,4 mmHg
Jadi, tekanan uap larutan NaOH sebesar 6,4 mmHg. Mr zat = 174
Dari pilihan di atas, zat yang mempunyai Mr = 174
17. Jawaban: d
adalah K2SO4.
Tekanan uap larutan diperoleh dari rumus
P = P P. Semakin besar jumlah partikel zat 21. Jawaban: d
terlarut dalam jumlah mol pelarut yang sama, CH3COOH H+ + CH3COO
tekanan uap larutannya semakin kecil. Di antara n=2
pilihan jawaban tersebut larutan yang memiliki Tf = 0 (9,3) = 9,3C
jumlah partikel zat terlarut terbanyak adalah gambar  

Tf = 1,86 {1 + (n 1)}
1 sehingga tekanan uap larutan terkecil terdapat 
pada larutan nomor 1. Urutan tekanan uap larutan  

dari yang kecil ke yang besar yaitu 1 < 3 < 2 < 5 < 9,3 = 1,86 {1 + (2 1)}
 
4. Jadi, tekanan uap larutan terbesar terdapat pada 9,3 = 6,2 + 6,2
larutan nomor 4. 3,1 = 6,2
18. Jawaban: c 
= = 0,5
Tf = Kf m i 
0,45 = 1,8 m i Jadi, derajat ionisasi CH3COOH sebesar 0,5.

Kimia Kelas XII 43


22. Jawaban: d 27. Jawaban: a
Jika ke dalam suatu pelarut dilarutkan suatu zat i = 1 + (n 1)
terlarut, maka titik didih larutan yang terbentuk akan 3 = 1 + (n 1) 1
lebih tinggi daripada titik didih pelarut murni. Hal n1=2
ini disebut kenaikan titik didih (Tb). Untuk zat n=3
terlarut elektrolit besar kenaikan titik didih dapat Tb = (101,5 100)C = 1,5C
dihitung sebagai berikut.  

Tb = 
Kb i



Tb = Kb m i = Kb 
 i  

1,5 = 
0,52 3

di mana: i = {1 + (n 1)} Mr = 97,76 98
n = jumlah ion Jadi, senyawa tersebut mempunyai n = 3 dan
= derajat ionisasi Mr = 98.
Untuk Fe2(SO4)3: H2SO4; n = 3 dan Mr = 98
n = 5, Mr = 400, dan diketahui = 0,8
HNO3; n = 2 dan Mr = 63

 
Tb = 0,52   {1 + (5 1)0,8} NaOH; n = 2 dan Mr = 40
= 0,437C CaCl2; n = 3 dan Mr = 111
Ba(OH)2; n = 3 dan Mr = 171
23. Jawaban: a
Tb = m Kb 28. Jawaban: b
Jadi, kenaikan titik didih larutan (Tb) = Kb apabila Diketahui 17,1 gram sukrosa dilarutkan dalam air
m (molalitas larutan) = 1 molal. sampai volumenya 500 ml, T = 27C, R = 0,082.
Untuk larutan nonelektrolit berlaku rumus:
24. Jawaban: a
P = Xzt P =MRT

] = tekanan osmosis


= P
] +  M = konsentrasi molar
 R = tetapan gas = 0,082

=  >
20,1 T = suhu (derajat Kelvin)
+ 

T = 27 + 273 = 300

=  20,1 = 0,49 cmHg 
 
=( )RT
   
25. Jawaban: a

 >
Larutan 1) dan 2) mempunyai titik beku yang sama = (   ) 0,082 300
karena kedua larutan merupakan larutan elektrolit
= 2,46 atm
yang molalitasnya sama.
29. Jawaban: c
26. Jawaban: c
Meskipun kedua larutan mempunyai molalitas
Tf = 1,55C
yang sama, tetapi penurunan titik beku dan
Tf = (0 (1,55))C = 1,55C kenaikan titik didih larutan garam lebih besar
 
 daripada larutan gula. Hal ini karena larutan garam
Tf = Kf merupakan larutan elektrolit kuat yang dapat

terionisasi menjadi ion Na+ dan ion Cl.
1,55 =  
 Kf NaCl(s) Na+(aq) + Cl(aq)
 !
K f = 1,86 Dengan demikian, dalam larutan garam terdapat
 1 mol ion Na+ dan 1 mol ion Cl atau 2 mol garam.
Untuk memperoleh Tf =  1,55 maka massa
Adapun dalam larutan gula (nonelektrolit) tidak
zat yang harus dilarutkan sebagai berikut. dapat terionisasi.
 

Tf = 
Kf C12H22O11(s) C12H22O11(aq)

 
 Dengan demikian, dalam larutan gula hanya
1,55 =  1,86
  
> terdapat 1 mol gula.
g = 45 gram
Jadi, massa yang harus dilarutkan 45 gram.

44 Kunci Jawaban dan Pembahasan


30. Jawaban: e 4. Tf = 0 (1,86)C = 1,86C
Untuk larutan NaCl (elektrolit) akan terurai menurut  

reaksi: Tf = 

Kf {1 + (n 1)}
NaCl Na+ + Cl (n = 2)
 

Penurunan titik beku: 1,86 = 
 1,86 {1 + (2 1)1}
Tf = m Kf {1 + (n 1)}
1,488 = 0,4 1,86{1 + (2 1)}  
  
Mr =
 
=1
= 40
B. Uraian Jadi, massa molekul relatif asam tersebut sebesar
40.
1. V air = 200 ml, Kf air = 1,86
n glukosa = 0,4 mol, Kb air = 0,52 5. Tb = (100,416 100)C = 0,416C
a. Tf = m Kf Misal: massa glukosa = x gram


= mol Kf massa urea = (27 x) gram

  

= 0,4


1,86 Tb = {  

Kb}

= 3,72C   

Jadi, penurunan titik beku larutan sebesar +{  

Kb}
3,72C.
 >  

b. Tb = m Kf 0,416 = {(  ) + (  )}  0,52


= mol
Kb  +  
0,416 = 
2,08


= 0,4 
0,52 74,88 = 4,16x + 168,48
4,16x = 93,6
= 1,04C
x = 22,5 gram
Jadi, kenaikan titik didih larutan sebesar
Massa glukosa = x = 22,5 gram
1,04C.
Massa urea = (27 x)
 
 = 27 22,5
2. Tb = Kb
 = 4,5 gram


Jadi, perbandingan massa glukosa : urea
1 =  Kb = 22,5 : 4,5 = 5 : 1.
 
Kb = 1,22 C/m 6. Larutan hipotonik merupakan larutan yang memiliki
tekanan osmotik lebih rendah.
3. massa sukrosa = 6,84 gram
Larutan H2SO4 0,3 M
Mr sukrosa = 342
= 0,3 R T i
R = 0,082 L atm mol1K1 = 0,3 R T {1 + (3 1)1}
Vlarutan = 2 L = 0,9 R T
Tlarutan = 25 + 273 = 298 K Larutan hipotonik berarti larutan yang memiliki
tekanan osmotik kurang dari 0,9 RT.
=MRT
a. Glukosa 0,9 M nonelektrolit
=



RT = 0,9R T (isotonik)
 
b. KNO3 0,6 M n = 2
 = 0,6 R T {1 + (2 1)1}
=  0,082 298 = 1,2R T (hipertonik)
 

= 0,24 atm c. urea 0,3 M nonelektrolit


Jadi, tekanan osmotik larutan glukosa sebesar = 0,3R T (hipotonik)
0,24 atm. d. Na2SO4 0,2 M n = 3
= 0,2 R T {1 + (3 1)1}
= 0,6R T (hipotonik)

Kimia Kelas XII 45


Jadi, larutan yang bersifat hipotonik terhadap 10. Mr sulfanilamid = 6(12) + 8(1) + 2(16) + 2(14) + 1(32)
larutan H2SO4 0,3 M yaitu urea 0,3 M dan Na2SO4 = 172
0,2 M. 
mol dalam 1 g sulfanilamid = >  

7. =  m = V = 1 kg/L 12 L
= 5,81 103 mol
= 12 kg = 12.000 g  
100 g aseton = = 0,172 mol
 
   
Tf = 
Kf

Fraksi mol aseton (sebagai pelarut):


= 
 1,86 
 

Xp =  + 
= 12,5C 

Jadi, titik beku mengalami penurunan sebesar > 


12,5C atau titik bekunya menjadi 12,5C. = >  +    
Jika zat yang ditambahkan berupa zerone
= 0,967
(methyl alcohol, CH3OH) maka untuk menghasil-
Dengan menggunakan hukum Raoult,
kan produk yang titik bekunya sama dibutuhkan
P = Xp P.
massa zerone sebagai berikut.
 

P = 0,967 (4,00 102 mmHg)
Tf = 
Kf = 3,87 102 mmHg



12,5 =  1,86
 

g = 2.580,6 g Bab II Redoks dan Penerapannya
= 2,58 g
8. =MRT
0,738 = M 0,082 (27 + 273)
0,738 = M 0,082 300
M = 0,03 M A. Pilihan ganda
1. Jawaban: b
=  Bilangan oksidasi untuk oksigen dalam ion
poliatom seperti NO3, S2O32, atau Cr2O72, selalu

1,22 g/L =  2.
Jika m = 1,22 gram, maka volume larutannya 2. Jawaban: a
adalah 1 L. CuS + NO3 Cu2+ + S + NO
+2 2 +5 6 2+ 0 +2 2
  ^
M =   =  
Bilangan oksidasi N berubah dari +5 menjadi +2
 ^  sehingga perubahan bilangan oksidasi pada N
0,03 =  sebesar 3.
Mr = 44 3. Jawaban: b
Senyawa hidrokarbon yang memiliki Mr sebesar MnO2 + 4HCl MnCl2 + 2H2O + Cl2
44 adalah C3H8. +4 4 +4 4 +2 2 +4 4 0
9. Larutan glukosa isotonik dengan darah reduksi
darah = glukosa oksidasi
7,65 = M R T Reduktor mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi.
^  Jadi, yang bertindak sebagai reduktor adalah HCl.
7,65 = RT
  4. Jawaban: b
^ Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan reaksi
7,65 = 0,082 (37 + 273)
 oksidasi. Pada reaksi (b) tidak terjadi reduksi
g = 108,3 gram maupun oksidasi.
Jadi, massa glukosa yang harus dilarutkan sebesar
108,3 gram. soa

46 Kunci Jawaban dan Pembahasan


5. Jawaban: c 10. Jawaban: b
CuO + H2 Cu + H2O Setengah reaksi reduksi:
+2 0 0
oksidasi
+2
Cr2O72 + 14H+ + 6e 2Cr3+ + 7H2O
reduksi Jadi, reaksi tersebut disertai dengan penangkapan
Zat yang bertindak sebagai oksidator (yang 6 elektron.
mengalami reduksi) adalah CuO.
B. Uraian
6. Jawaban: b
2NaCl + 2H2O H2 + Cl2 + 2NaOH 1. a. CrO42
1 +1 0 0 (1 biloks Cr) + (4 biloks O) = 2
oksidasi
biloks Cr + (4 (2)) = 2
reduksi biloks Cr = +6
Oksidator = H2O b. Fe(CN)63
Reduktor = NaCl (1 biloks Fe) + (6 biloks CN) = 3
biloks Fe + (6 (1)) = 3
7. Jawaban: e biloks Fe = +3
Pada reaksi redoks harus ada zat-zat yang
c. MnO4
mengalami perubahan bilangan oksidasi (ada yang
(1 biloks Mn) + (4 biloks O) = 1
turun dan ada yang naik). Apabila pada reaksi
biloks Mn + (8) = 1
redoks terdapat unsur (baik monoatomik, diatomik,
biloks Mn = +7
ataupun poliatomik) maka dapat dipastikan reaksi
d. Cr2O72
tersebut adalah reaksi redoks. Pada pilihan e
terdapat unsur Cl2 (diatomik) maka reaksi tersebut (2 biloks Cr) + (7 biloks O) = 2
dapat dipastikan sebagai reaksi redoks. 2 biloks Cr + (14) = 2
biloks Cr = +6
8. Jawaban: e
Cl2 + OH Cl + ClO3 + H2O e. SbO43
Reduksi : Cl2 + 2e 2Cl 10 (1 biloks Sb) + (4 biloks O) = 3
Oksidasi : Cl2 + 6H2O 2ClO3 + 12H+ + 10e 2 biloks Sb + (8) = 3
biloks Sb = +5
12Cl2 + 12H2O 20Cl + 4ClO3 + 24H+ Jadi, logam yang mempunyai bilangan oksidasi
Persamaan reaksi tersebut disederhanakan dengan +5 adalah Sb pada ion SbO43 .
cara dibagi menjadi 4:
3Cl2 + 3H2O 5Cl + ClO3 + 6H+ 2. a. CuO + H2 Cu + H2O
+2 0 0 +2
Adanya OH (reaksi pada soal) menunjukkan Bilangan oksidasi Cu berubah dari +2 menjadi 0.
bahwa reaksi dalam suasana basa, sehingga untuk Bilangan oksidasi H2 berubah dari 0 menjadi +2.
menyetarakan jumlah muatan ditambahkan OH b. Zat yang bertindak sebagai reduktor adalah
pada kedua ruas sebanyak H+. zat mengalami oksidasi atau kenaikan
3Cl2 + 3H2O + 6OH 5Cl + ClO3 + 6H+ + 6OH bilangan oksidasi, yaitu H2.
Reaksi akhirnya sebagai berikut. 3. a. NaI + HOCl NaIO3 + HCl
3Cl2 + 6OH 5Cl + ClO3 + 3H2O 1 +1 +5 1
Jadi, koefisien reaksi a, b, c, d, dan e berturut-
oksidasi (+6e)
turut 3, 6, 5, 1, 3. reduksi (2e)
9. Jawaban: b Setelah disilangkan, diperoleh:
Reduksi : MnO4 Mn2+ 2NaI + 6HOCl 2NaIO3 + 6HCl
Oksidasi : Fe2+ F3+
b. H2SO4 + Al Al2(SO4)3 + SO2 + H2O
MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O 1 +6 0 +3 +4
Fe2+ Fe3+ + e 5 reduksi (2e)
MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O oksidasi (+3e)
5Fe2+ 5Fe3+ + 5e Setelah disilangkan, diperoleh:
+
5Fe2+ + MnO4 + 8H+ 5Fe3+ + Mn2+ + 4H2O 3H2SO4 + 2Al Al2(SO4)3 + SO2 + H2O
Jadi, perbandingan mol Fe2+ : MnO4 = 5 : 1. Koefisien disetarakan:
6H2SO4 + 2Al Al2(SO4)3 + 3SO2 + 6H2O

Kimia Kelas XII 47


4. Penyetaraan reaksi redoks dengan metode 2. Jawaban: d
setengah reaksi. Esel = EAg+/Ag EAg2+/Fe
a. Reduksi : MnO4 Mn2+ 1,24 = (0,80) (EAg2+)
Oksidasi : H2C2O4 CO2
EAg2+ = 0,80 1,24
b. Penyetaraan jumlah atom dan jumlah muatan.
EAg2+ = 0,44 V
MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O 2
H2C2O4 2CO2 + 2H+ + 2e 5 3. Jawaban: a
Urutan logam-logam tersebut dalam deret volta:
c. Jumlah kedua setengah reaksi: Mg Fe Ni Sn Pb Cu. Logam pelindung
2MnO4 + 16H+ + 10e 2Mn2+ + 8H2O harus mempunyai E lebih kecil dari E besi.
5H2C2O4 10CO2 + 10H+ + 10e Mg terletak di sebelah kiri Fe sehingga EMg < EFe
sehingga Mg mampu melindungi besi dari korosi.
2MnO4 + 6H++ 5H2C2O4 2Mn2+ + 8H2O + 10CO2
4. Jawaban: b
Jadi, nilai a, c, e, dan f berturut-turut yaitu 2,
Logam yang terletak di sebelah kiri deret volta lebih
5, 8, dan 10.
bersifat reduktor maka logam di kiri deret volta
5. Persamaan reaksi redoks: dapat mereduksi ion logam di kanannya. Pada soal,
Fe2+ + Cr2O72 Fe3+ + 2Cr3+ kata mereduksi sering diganti dengan kata-kata
+2 +12 +3 +6 bereaksi, membebaskan, mengusir, mengendap-
kan, mendesak, dan sebagainya.
Logam Zn bereaksi (mereduksi) dengan ion Cu2+
Ion Fe2+ menjadi Fe3+ selisih 1 ion, sehingga dan Pb2+ maka Zn terletak di kiri Cu dan Pb. Logam
dikalikan 6. Sementara itu, ion Cr2O72 menjadi Pb bereaksi (mereduksi) dengan ion Cu2+ maka
Cr3+ selisih 6 ion sehingga dikalikan 1. Persamaan Pb terletak kiri Cu. Dalam deret volta semakin ke
reaksi setara: kiri sifat reduktor semakin kuat maka urutan
6Fe2+ + Cr2O72 6Fe3+ + 2Cr3+ reduktor yang menurun ialah: Zn Pb Cu.
Dengan demikian, banyaknya ion Fe3+ yang dapat 5. Jawaban: a
dioksidasi oleh 1 mol Cr2O72 sebanyak 6 mol. Hal Sifat oksidator (daya pengoksidasi) semakin besar
ini sesuai perbandingan koefisien. jika harga potensial elektrodenya semakin positif
atau semakin besar. Harga potensial elektrode
Na > K > Li. Oleh karena itu, urutan daya peng-
oksidasi dari yang kecil yaitu Li, K, dan Na.
6. Jawaban: e
Dalam deret Volta, logam Zn berada di sebelah kiri
A. Pilihan ganda
logam Ag. Oleh karena itu, Zn bertindak sebagai
1. Jawaban: e reduktor sehingga mengalami oksidasi di anode.
E Ag+ | Ag = +0,80 volt Sementara itu, Ag berada di sebelah kanan Zn
E Zn2+ | Zn = 0,76 volt sehingga Ag bertindak sebagai oksidator sehingga
Reaksi: mengalami reaksi reduksi. Reaksi yang terjadi di
elektrode sebagai berikut.
Katode (reduksi) : Ag+ + e Ag
2Ag+ + 2e 2Ag E = +0,80
E = +0,80 volt
Zn Zn2+ + 2e E = +0,76
Anode (oksidasi) : Zn Zn2+ + 2e +
E = +0,76 volt Zn + 2Ag+ Zn2+ + 2Ag E = +1,56 V
Reaksi tersebut disetarakan agar muatannya sama. 7. Jawaban: b
Katode (reduksi) : 2Ag+ + 2e 2Ag Reaksi:
E = +0,80 volt Katode (reduksi) : Ag+ + e Ag E = 0,80 volt 2
Anode (oksidasi) : Zn Zn2+ + 2e E = 0,76 volt 1
Anode (oksidasi) : Zn Zn2+ + 2e +
E = +0,76 volt Reaksi sel (redoks): 2Ag+ + Zn 2Ag + Zn2+ E = 1,56 volt
+
Reaksi sel (redoks) : 2Ag+ + Zn Diagram sel: Zn | Zn2+ || Ag+ | Ag
2Ag + Zn2+ E = +1,56 volt 8. Jawaban: b
Elektron mengalir dari anode (seng) ke katode E sel = E reaksi:
(perak). Diagram sel dari reaksi tersebut yaitu (Zn2+ + 2e Zn) (Ca2+ + 2e Ca)
Zn | Zn2+ || Ag+ | Ag = (0,76 (2,84)
= 2.08 volt

48 Kunci Jawaban dan Pembahasan


9. Jawaban: b c. Mn | Mn2+ || Mg2+ | Mg
Diagram (lambang) sel dituliskan berdasarkan Reaksi yang terjadi di elektrode
notasi berikut. Mn Mn2+ + 2e E = +1,20 V
Anode () | ion anoda || ion katoda | katoda (+) Mg2+ + 2e Mg E = 2,37 V
+
Dengan demikian diagram/lambang untuk sel Mn + Mg2+ Mn2+ + Mg E = 1,17 V
Daniel/Galvani di atas adalah
Zn(s) | Zn2+(aq) || Cu2+(aq) | Cu(s) d. Ag | Ag+ || In3+ | In
Reaksi yang terjadi di elektrode
10. Jawaban: c Ag Ag+ + e E = 0,80 V 3
Dari nilai E dapat ditentukan letak ketiga logam In3+ + 3e In E = 0,34 V 1
tersebut dalam deret Volta: Mg Pb Cu. +
Karena logam yang di sebelah kiri deret volta 3Ag + In3+ 3Ag+ + In E = 1,14 V
merupakan reduktor maka logam akan mengalami e. Mg | Mg2+ || Ag+ | Ag
oksidasi, sehingga logam yang di sebelah kiri harus Reaksi yang terjadi di elektrode
berbentuk unsur (bukan ion). Mg Mg2+ + 2e E = +2,37 V 1
(1) Logam di sebelah kiri deret Volta adalah Mg, Ag+ + e Ag E = +0,80 V 2
maka Mg harus berbentuk unsur (bukan ion), +
maka reaksi tidak dapat berlangsung. Mg + 2Ag+ Mg2+ + 2Ag E = +3,17 V
(2) Logam di sebelah kiri deret Volta adalah Pb, Jadi, diagram sel yang mempunyai perbedaan
maka Pb harus berbentuk unsur (bukan ion), elektrode sebesar +1,14 adalah In | In3+ || Ag+ | Ag.
maka reaksi dapat berlangsung.
(3) Logam di sebelah kiri deret Volta adalah Mg, 3. Pada gambar elektrode yang digunakan adalah Zn
maka Mg harus berbentuk unsur (bukan ion), dan Cu. Karena logam Zn dalam deret Volta berada
maka reaksi tidak dapat berlangsung. di sebelah kiri logam Cu maka Zn dapat mereduksi
(4) Logam di sebelah kiri deret Volta adalah Mg, Cu, sehingga Cu mengalami reaksi reduksi. Reaksi
maka Mg harus berbentuk unsur (bukan ion), yang terjadi pada kedua elektrode sebagai berikut.
maka reaksi dapat berlangsung. Katode (reduksi) : Cu2+ + 2e Cu
Anode (oksidasi) : Zn Zn2+ + 2e
B. Uraian +
Redoks : Zn + Cu2+ Zn2+ + Cu
1. Ni2+ + 2e Ni E = 0,25 volt Berdasarkan persamaan reaksi tersebut maka dia-
Pb2+ + 2e Pb E = 0,13 volt gram selnya dapat dituliskan Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu.
Agar reaksi dapat berlangsung, maka potensial
standar sel volta (Esel) harus berharga positif. Oleh 4. Cr2+ + 2e Cr E = 0,91 volt
karena itu, reaksi selnya menjadi seperti berikut. Mn2+ + 2e Mn E = 1,03 volt
Reaksi selnya:
Ni Ni2+ + 2e E = +0,25 volt
Mn Mn2+ + 2e E = +1,03 volt
Pb2+ + 2e Pb E = 0,13 volt Cr2+ + 2e Cr E = 0,91 volt
+ +
Ni + Pb2+ Ni2+ + Pb E sel = +0,12 V Mn + Cr2+ Mn2+ + Cr E = 0,12 volt
Jadi, harga potensial sel volta untuk elektrode Ni Jadi, potensial sel standar = 0,12 volt.
dan Pb sebesar 0,12 V.
5. Reaksi di anode mengalami oksidasi dan di katode
2. a. Ag | Ag+ || Mn2+ | Mn mengalami reduksi.
Reaksi yang terjadi di elektrode: E sel = ECu EZn
Ag Ag+ + e E = 0,80 V 2 = +0,34 (0,76) = +1,10 volt
Mn2+ + 2e Mn E = 1,20 V 1 E sel bernilai positif sehingga reaksi berlangsung
+
2Ag + Mn2+ 2Ag+ + Mn E = 2,00 V spontan.

b. In | In3+ || Ag+ | Ag
Reaksi yang terjadi di elektrode
In In3+ + 3e E = +0,34 V 1
Ag+ + e Ag E = +0,80 V 3
+
In + 3Ag+ In3+ + 3Ag E = +1,14 V

Kimia Kelas XII 49


2) Biloks Cl dalam HCl: H + Cl = 0 (+1) + Cl
= 0 Cl = 1
Biloks Cl dalam Cl2 = 0 (biloks atom-atom
dalam unsur = 0).
A. Pilihlah jawaban yang tepat! 7. Jawaban: b
Penyetaraan reaksi redoks dengan menggunakan
1. Jawaban: a metode PBO (Perubahan Bilangan Oksidasi):
MnO2 K2MnO4 +3 +4
+6 +8
+4 4 +2 +6 8 +3 (2) 3 oksidasi +4

Cr2O72+ + C2O42 + H+ 2Cr3+ + 2CO2 + H2O


2. Jawaban: a
Reaksi redoks ditandai dengan reaksi reduksi dan (6) 1 reduksi
oksidasi.
+6 +3
2Fe(CN)64 + Cl2 2Cl + 2Fe(CN)63 +12 +6
+6 +3
+2 oksidasi +3
Angka pengali 1 merupakan koefisien untuk Cr2O72
0 reduksi 1 dan Cr3+, sedangkan angka pengali 3 merupakan
3. Jawaban: e koefisien untuk C2O42 dan CO2 sehingga persama-
1) Bilangan oksidasi minimal Cl = 1, maka klor an reaksi menjadi:
dengan biloks 1 tidak dapat direduksi lagi Cr2O72+ + 3C2O42 + H+ 2Cr3+ + 6CO2 + H2O
(biloks tidak bisa turun lagi).
2) Bilangan oksidasi maksimal Cl = +7, maka 8 +6
klor dengan biloks +7 tidak dapat dioksidasi Karena jumlah muatan di ruas kiri (tanpa H+) lebih
lagi (biloks tidak bisa naik lagi). negatif dibandingkan dengan jumlah muatan di ruas
3) Suatu zat dapat mengalami autoredoks jika kanan (tanpa H2O) maka untuk menyamakan
dapat mengalami reduksi sekaligus oksidasi, jumlah muatan di ruas kiri ditambah 2H+. Reaksi
dengan demikian klor dengan biloks maksimal menjadi:
(+7) dan minimal (1) tidak akan dapat Cr2O72+(aq) + 3C 2O42(aq) + 2H+ 2Cr 3+(aq)
mengalami reaksi autoredoks. + 6CO2(g) + H2O( )
Pasangan spesi Cl (biloks minimal) dan
8. Jawaban: c
NaClO 4 (biloks maksimal) tidak dapat
Reaksi redoks
mengalami reaksi autoredoks.
aK2Cr2O7 + 14HCl 2KCl + bCrCl3 + cCl2 + dH2O
4. Jawaban: b

Cr2O72 + aFe2+ + H+ bCr3+ + cFe3+ + 7H2O H = 14 = 2d d =  = 7

Cr2O72 + 14H+ + 6e 2Cr3+ + 7H2O 1 K = 2a = 2 a =  = 1




Fe Fe + e
2+ 3+ 6 Cr = 2a = b

21=b
Cr2O72 + 6Fe2+ + 14H+ 2Cr3+ + 6Fe3+ + 7H2O b=2
5. Jawaban: c Cl = 14 = 2 + 3b + 2c
NO32 NO = 2 + 3 2 + 2c
+4 +2
= 2 + 6 + 2c = 8 + 2c
berkurang 2 2c = 14 8 = 6

6. Jawaban: a c=  =3
K2Cr2O7(s) + 14HCl(aq) 2KCl(aq) + 2CrCl3(aq) Jadi, koefisien a, b, c, dan d, berturut-turut adalah
+ 3Cl2(g) + 7H2O( ) 1, 2, 3, dan 7.
Unsur yang mengalami perubahan bilangan Cara lain:
oksidasi adalah: Cr dan Cl. Untuk menyetarakan reaksi, masukkan angka
1) Biloks Cr dalam K2Cr2O7: 2(K) + 2(Cr) + 7(O) (koefisien) dengan coba-coba di depan zat kimia
= 0 2(+1) + 2(Cr) + 7(2) = 0 Cr = +6 tersebut sampai reaksi setara. Misalkan: masukkan
Biloks Cr dalam CrCl3: Cr + 3(Cl) = 0 Cr angka 1 mengganti a sehingga jumlah Cr dan O
+ 3(1) = 0 Cr = +3 bisa diketahui.

50 Kunci Jawaban dan Pembahasan


Angka 2 bisa didapat untuk mengganti b, dan = 0,77 1,36
angka 7 mengganti d, serta angka 3 bisa didapat = 0,59 (tidak dapat berlangsung)
untuk mengganti c. 
2) Fe3+(aq) + F(aq) Fe2+(aq) +  F2(g)
9. Jawaban: b
0 +5 Esel = Ered Eoks
aBr2(aq) + bOH(aq) cBrO3(aq) + dBr(aq) + eH2O( ) = 0,77 2,87
51 = 2,1 (tidak dapat berlangsung)

15 3) Fe3+(aq) + I(aq) Fe2+(aq) +  I2(s)
Br2(aq) + bOH(aq) BrO3(aq) + 5Br(aq) + eH2O( )
Esel = Ered Eoks
3Br2 + bOH BrO3 + 5Br + eH2O( ) = 0,77 0,54
3Br2 + 6OH BrO3 + 5Br + eH2O( ) = +0,23 (dapat berlangsung)
3Br2 + 6OH BrO3 + 5Br + 3H2O( ) 
Persamaan reaksi setara: (a = 3; b = 6; c = 1; 4) Fe3+(aq) + Br(aq) Fe2+(aq) +  Br2( )
d = 5; e = 3).
Esel = Ered Eoks
10. Jawaban: a = 0,77 1,07
Persamaan reaksi redoks yang terjadi adalah: = 0,3 (tidak dapat berlangsung)
Oksidasi: C2O42 2CO2 + 2e 5) Fe3+(aq) + 2Cl(aq) Fe3+(aq) + Cl2(g)
Reduksi : MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O Esel = Ered Eoks
Dari reaksi oksidasi di atas 1 mol C2O42 (H2C2O4) = 0,77 2,72
melepaskan 2 elektron. = 1,95 (tidak dapat berlangsung)
Jadi, reaksi yang dapat berlangsung adalah reaksi
11. Jawaban: a
yang hanya potensial selnya positif.
MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O
16. Jawaban: d
12. Jawaban: a
Penyetaraan dilakukan dengan metode setengah Esel = Ereduksi Eoksidasi
reaksi, maka:
Jika harga potensial sel bertanda positif maka
7 + 14H + 6e 2Cr3 + 7H2O
Cr2O2 + + 1 reaksi dapat berlangsung spontan, sedangkan jika
AsO33 + H2O AsO43 + 2H+ + 2e 3 harga potensial sel negatif reaksi tidak dapat
berlangsung.
7 + 3AsO3 + 8H 2Cr3 + 3AsO4 + 4H2O
Cr2O2 3 + + 3
1) Zn dioksidasi; Mn2+ direduksi
Setelah setara perbandingan mol ion Cr2O72 dengan Esel = 1,20 (0,76) = 0,44 volt
AsO43 = 1 : 3. 2) Ag dioksidasi; In3+ direduksi
13. Jawaban: a Esel = 0,34 (0,80) = 1,14 volt
Persamaan reaksi yang sudah setara: 3) In dioksidasi; Mn2+ direduksi
H2SO4 + 8HI H2S + 4I2 + 4H2O Esel = 1,20 (0,34) = 0,86 volt
Dengan demikian: 4) Zn dioksidasi; In3+ direduksi
Bila H2SO4 = 1,5 mol, maka HI yang dapat dioksidsi
Esel = 0,34 (0,76) = +0,42 volt
 5) Ag dioksidasi; Mn2+ direduksi
=  1,5 = 12 mol.
Esel = 1,20 (0,80) = 2 volt
14. Jawaban: e Jadi, reaksi yang dapat berlangsung spontan
Reaksi yang terjadi pada penggunaan aki sebagai adalah 3Zn(s) + 2In3+(aq) 3Zn2+(aq) + 2In(s).
berikut.
Katode : PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42(aq) + 2e PbSO4(s) 17. Jawaban: c
+ 2H2O( ) 2Al(aq) + 3Fe2+(aq) 2Al3+(aq) + 3Fe(s)
Anode : Pb(s) + SO42(aq) PbSO4(s) + 2e
Esel = Ereduksi Eoksidasi = EFe EAl
Jadi, Pb dan PbO2 berubah menjadi PbSO4.
Esel = 0,44 (1,66) = +1,22 volt
15. Jawaban: c

1) Fe3+(aq) + Cl(aq) Fe2+(aq) +  Cl2(g)
Esel = Ered Eoks

Kimia Kelas XII 51


18. Jawaban: d 24. Jawaban: c
Reaksi yang terjadi pada sel Volta: Esel = Ereduksi Eoksidasi
Katode : Al3+(aq) + 3e Al(s) 2 1) Esel = EBr EFe = +1,07 (+0,77) = +0,3 volt
Anode : Cu(s) Cu2+(aq) + 2e 3 2) Esel = EFe EBr = +0,77 (+1,07) = 0,3 volt
+
2Al3+(aq) + 3Cu(s) 2Al(s) + 3Cu2+ 3) Esel = EFe EI = +0,77 (+0,54) = +0,23 volt
Notasi sel : Anode | ion || ion | katode 4) Esel = EBr EI = +1,07 (+0,54) = +0,53 volt
: Cu(s) | Cu2+(aq) || Al3+(aq) | Al(s) 5) Esel = Ecu EZn = +0,34 (0,76) = +1,10 volt
19. Jawaban: b Reaksi pada pilihan b menghasilkan Esel yang
Pada gambar sel Volta tersebut terjadi reaksi: negatif. Hal ini berarti reaksi tidak berlangsung dan
Katode : Cu2+(aq) + 2e Cu(s) tidak menghasilkan potensial sel. Dengan demikian,
Anode : Zn(s) Zn2+(aq) + 2e reaksi yang menghasilkan potensial sel terkecil
+ adalah reaksi pada pilihan c.
Cu2+(aq) + Zn(s) Cu(s) + Zn2+(aq) 25. Jawaban: a
Penulisan diagram sel: Cu2+ + 2e Cu E = +0,34 volt
Zn(s) | Zn2+(aq) || Cu2+(aq) | Cu(s) 2I I2 + 2e E = 0,54 volt
20. Jawaban: c +
Cu2+ + 2I Cu + I2 Esel = 0,20 volt
Ni2+ + 2e Ni E = 0,25 V
Karena nilai potensial sel hasilnya negatif berarti
Pb + 2e Pb
2+ E = 0,13 V
reaksi redoks tersebut tidak berlangsung.
Agar reaksi berlangsung, potensial standar sel
volta (Esel) harus berharga positif, sehingga 26. Jawaban: a
reaksinya: Esel = Ereduksi Eoksidasi
Ni Ni2+ + 2e E = +0,25 V Pada reaksi: F2(g) + 2I(aq) I2(s) + 2F(aq)
Pb2+ + 2e Pb E = 0,13 V F : mengalami reaksi reduksi
+
Ni + Pb2+ Ni2+ + Pb Esel = +0,12 V I : mengalami reaksi oksidasi
Esel = Ered Eoks
21. Jawaban: b
a. Katode berupa Ag2O dan anode berupa Zn = 2,87 0,54 = 2,33 V
digunakan pada sel perak oksida. 27. Jawaban: d
b. Katode berupa PbO2 dan anode berupa Pb Reaksi dapat berlangsung jika Esel berharga
digunakan pada sel aki timbal asam. positif.
c. Katode berupa MnO 2 dan NH 4 Cl serta Anode : Zn Zn2+ + 2e E = +0,76 volt
anode berupa Zn digunakan pada sel kering Katode: Pb2+ + 2e Pb E = 0,13 volt
karbon seng. +
d. Katode berupa NiO2 dan anode berupa Cd di- Zn + Pb Zn + Pb Esel = +0,63 vol
2+ 2+

gunakan pada sel nikel basa atau baterai nikad. 28. Jawaban: d
e. Katode berupa O2 dan anode berupa H2 di- Reaksi yang terjadi:
gunakan pada sel bahan bakar. Anode : Ni Ni2+ + 2e 1
22. Jawaban: d Katode : Ag+ + e Ag 2
+
Anode () : Mg(s) Mg2+(aq) + 2e Ni + 2Ag+ Ni2+ + 2Ag
Katode (+) : Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
Mg(s) + Cu2+(aq) Mg2+(aq) + Cu(s) Diagram sel: Ni | Ni2+ || Ag+ | Ag
Diagram sel: 29. Jawaban: a
Mg | Mg2+ || Cu2+ | Cu Anode () : Al Al3+ + 3e 2
23. Jawaban: a Katode (+) : Ni2+ + 2e Ni 3

Berdasarkan gambar sel Volta diperoleh data: Redoks : 2Al + 3Ni2+ 2Al3+ + 3Ni
Anode (): Cu Cu2+ + 2e 1 (oksidasi) Diagram sel : Al | Al3+ || Ni2+ | Ni
Katode (+): Ag+ + e Ag 2 (reduksi)
30. Jawaban: b
Cu + 2Ag+ Cu2+ + 2Ag Anode (): Ni Ni2+ + 2e (oksidasi)
Esel = Ereduksi Eoksidasi Katode (+): Ag+ + e Ag (reduksi)

= +0,80 (+0,34) = +0,46 V Redoks: Ni + 2Ag+ Ni2+ + 2Ag
Diagram sel: Ni | Ni2+ || Ag+ | Ag

52 Kunci Jawaban dan Pembahasan


B. Uraian d=8
2a = d
1. a. Amonium klorida (NH4Cl)
2a = 8
N + 4H + Cl = 0
a=4
N+41 =0
N = 3 Jumlah muatan di kiri = di kanan = 8, sehingga
b=6
b. Dinitrogen trioksida (N2O3)
b = 2c
2N + 3O = 0
6 = 2c
2N 6 = 0
c=3
2N = +6
N = +3 Jadi, a = 4, b = 6, c = 3, dan d = 8.
c. Kalium nitrat (KNO3) 4. a. Cara bilangan oksidasi:
K + N + 3O = 0 Cu + HNO3 Cu2+ + NO
1+N6 =0 melepas 2e
N = +5 0 +2
d. Asam nitrat (HNO3) +5 mengikat 3e +2
H + N + 3O = 0
3Cu + 2HNO3 3Cu2+ + 2NO
1+N6 =0
N = +5 0 +6
e. Urea (CO(NH2)2) Reaksi akhir:
CO(NH2)2 CO2+ + NH2 3Cu + 2HNO3 + 6H+ 3Cu2+ + 2NO + 4H2O
N + 2H = 1 Cara setengah reaksi:
N + 2 = 1 Oksidasi : Cu Cu2+ + 2e 3
Reduksi : HNO3 + 3H+ + 3e NO + 2H2O 2
N = 3 +
Jadi, senyawa yang unsur nitrogennya mempunyai 3Cu + 2HNO3 + 6H+ 3Cu2+ + 2NO + 4H2O
bilangan oksidsi 3 adalah amonium klorida dan urea. b. Cara bilangan oksidasi:
2. Bilangan oksidasi Cr pada Na2Cr2O7. Cr2O72 + C2O42 2Cr3+ + 2CO2
a. Na2Cr2O7 = 0 mengikat 3e
(2 biloks Na) + (2 biloks Cr) + (7 biloks O) = 0 +6 +3
+3 melepas 1e +2
(+2) + (2 biloks Cr) + (14) = 0
biloks Cr = +6 Cr2O72 + 3C2O42 2Cr3+ + 2CO2
b. 2CrCl3 = 0 8 +6
(2 biloks Cr) + (6 biloks Cl) = 0
Cr2O72 + 3C2O42 + 14H+ 2Cr3+ + 6CO2 + 7H2O
(2 biloks Cr) + (6) = 0
biloks Cr = +3 Jadi, persamaan reaksi akhir:
K2Cr2O7 + 3H2C2O4 + 4H2SO4 Cr2(SO4)3 +
Jadi, bilangan oksidasi Cr berubah dari +6 ke +3.
K2SO4 + 6CO2 + 7H2O
3. Ruas kiri = ruas kanan Cara setengah reaksi:
Jumlah atom H Oksidasi : C2O42 2CO2 + 2e 3
2a = d . . . (1) Reduksi : Cr2O72+ 14H+ + 6e 2Cr3+ + 7H2O 1
+
Jumlah atom O 3C2O42 + Cr2O72 + 14H+ 6CO2 + 2Cr3+ + 7H2O
a+8 =4+d
Masukkan kation dan anionnya hingga diper-
a = 4 + d . . . (2)
oleh persamaan reaksi akhir berikut.
Jumlah atom Cl 3H2C2O4 + K2Cr2O7 + 4H2SO4 6CO2 +
b = 2c . . . (3)
Cr2(SO4)3 + 7H2O + K2SO4
Persamaan (1) dan (2)
2a = d 1 5. Dalam deret volta, semakin ke kiri letak suatu
a = 4 + d 2 logam, semakin kuat sifat reduktornya. Berdasar-
Persamaan reaksi menjadi: kan kekuatan sifat reduktor dalam deret volta,
2a = d reaksi yang dapat berlangsung adalah reaksi a, c,
2a = 8 + 2d d, dan f.

0 = d + 8 2d

Kimia Kelas XII 53


6. Pada sel volta terjadi reaksi redoks, yaitu di katode Bab III Elektrolisis
(kutub +) terjadi reaksi reduksi, sedangkan di anode
(kutub ) terjadi reaksi oksidasi. Logam Zn terletak
di sebelah kiri logam Ag sehingga logam Zn mampu
mereduksi ion Ag+ menjadi Ag. Reaksi yang terjadi
sebagai berikut.
Katode (reduksi) : Ag+ + e Ag 2 A. Pilihan ganda
Anode (oksidasi) : Zn Zn2+ + 2e 1 1. Jawaban: e
+
Redoks 2Ag+ + Zn 2Ag + Zn2+ Di antara bahan dan alat tersebut yang merupakan
elektrolit adalah asam sulfat encer. Seng dan
Penulisan diagram sel berdasarkan reaksi reduksi
tembaga merupakan elektrode. Kabel dan baterai
oksidasi sebagai berikut.
digunakan untuk menghantarkan dan memberikan
Z(s) || Zn2+(aq) || Ag+(aq) | Ag(s) arus listrik.
7. Mg | Mg2+ || Ag+ | Ag 2. Jawaban: a
Anode (oksidasi) : Mg Mg2+ + 2e 1 E = +2,36 volt Pada elektrolisis leburan NaCl, di katode diperoleh
Katode (reduksi) : Ag+ + e Ag 2 E = +0,80 volt logam Na dan di anode diperoleh gas Cl2.
+
Mg + 2Ag+ Mg2+ + 2Ag Esel = 3,16 volt
3. Jawaban: b
Jadi, potensial sel yang dihasilkan sebesar Katode : 2H2O + 2e H2 + 2OH
3,16 volt.
Anode : 2Cl Cl2 + 2e
8. Diketahui:
4. Jawaban: b
Cr2++ 2e Cr E = 0,91 volt
Mn2+ + 2e Mn E = 1,03 volt Elektrolisis larutan NiSO4 dengan elektrode Ag
Reaksi selnya: NiSO4 Ni2+ + SO42
Mn Mn2+ + 2e E = +1,03 volt Katode : Ni2+ + 2e Ni
Cr2++ 2e Cr E = 0,91 volt Anode : Ag Ag+ + e (elektrode Ag tidak inert
sehingga akan mengalami oksidasi)
Mn + Cr2+ Mn2++ Cr E = 0,12 volt
Jadi, potensial sel standar = 0,12 volt. 5. Jawaban: b
Reaksi elektrolisis larutan MgCl2 sebagai berikut.
9. a. Esel = (E 2Ag + 2e 2Ag) (E Mg Mg2+ + 2e)
MgCl2(aq) Mg2+(aq) + 2Cl(aq)
= +0,79 (2,34)
= +0,79 + 2,34 = +3,13 volt Katode : 2H2O + 2e 2OH(aq) + H2(g)
b. Reaksi selnya: Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e
Katode (reduksi) : 2Ag+(aq) + 2e 2Ag(s) E = +0,79 volt Jadi, di katode dihasilkan ion hidroksida dan gas
Anode (oksidasi) : Mg(s) Mg2+(aq) + 2e E = +2,34 volt hidrogen, sedangkan di anode dihasilkan gas klorin.

Mg(s) + 2Ag+(aq) Mg2+(aq) + 2Ag(s) E = +3,13 volt 6. Jawaban: c
CuSO4 Cu2+ + SO42
10. Esel =   Katode (): Cu2+ + 2e Cu
q` ~ q ` ~ 
Anode (+) : Cu2+ Cu2+ + 2e
1,24 = (0,80 V) (  ` )
 ~ 
 = 0,80 V (1,24 V) 7. Jawaban: d
` Elektrode inert merupakan elektrode yang tidak
= 0,44 V
terlibat dalam reaksi (tidak aktif).
Elektrode inert yang sering digunakan yaitu platina
dan grafit.
8. Jawaban: c
1) Larutan NaCl dengan elektrode platina
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl(aq)
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e
+
Reaksi sel : 2H2O( ) + 2Cl(aq) 2OH(aq) + H2(g) + Cl2(g)

Elektrolisis tersebut menghasilkan gas H2 dan


Cl2.

54 Kunci Jawaban dan Pembahasan


2) Larutan KBr dengan elektrode karbon daripada logam-logam tersebut. Ion-ion logam
KBr(aq) K+(aq) + Br (aq) tersebut akan mengalami reduksi jika dalam bentuk
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) lelehan atau leburan. Pada anode, terbentuk H+ dan
Anode : 2Br (aq) Br2(g) + 2e
+ gas O2.
Reaksi sel : 2H2O( ) + 2Br (aq) 2OH(aq) + H2(g) +
Br 2(g)
12. Jawaban: b
(1) Elektrolisis larutan NaCl dengan elektrode C
Elektrolisis tersebut menghasilkan gas H2 dan NaCl(aq) Na+(aq) + Cl(aq)
Br2. Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
3) Larutan KCl dengan elektrode platina Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e
KCl( ) K+( ) + Cl( ) Gas hidrogen terbentuk di katode.
Katode : K+( ) + e K(s) 2 (2) Elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektrode Cu
Anode : 2Cl( ) Cl2(g) + 2e 1 CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq)
+
Reaksi sel : 2K+( ) + 2Cl( ) 2K(s) + Cl2(g) Katode : Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
Anode : Cu(s) Cu2+(aq) + 2e
Elektrolisis tersebut menghasilkan logam
alkali kalium dan gas Cl2. Gas hidrogen tidak terbentuk.
(3) Elektrolisis larutan BaCl2 dengan elektrode Pt
4) Leburan CaCl2 dengan elektrode karbon
BaCl2(aq) Ba2+(aq) + 2Cl(aq)
CaCl2( ) Ca2+( ) + 2Cl( )
Katode : Ca2+( ) + 2e Ca(s) Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
Anode : 2Cl( ) Cl2(g) + 2e Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e
+ Gas hidrogen terbentuk di katode.
Reaksi sel : Ca2+( ) + 2Cl( ) Ca(s) + Cl2(g)
(4) Elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektrode Ag
Elektrolisis tersebut menghasilkan logam AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
alkali tanah kalsium dan gas Cl2.
Katode : Ag+(aq) + e Ag(s)
5) Larutan KCl dengan elektrode emas Anode : Ag(s) Ag+(aq) + e
KCl(aq) K+(aq) + Cl(aq) Gas hidrogen tidak terbentuk.
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
Jadi, gas hidrogen dapat terbentuk pada sel elektro-
Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e
+
lisis 1) dan 3).
Reaksi sel : 2H2O( ) + 2Cl(aq) 2OH(aq) + H2(g) + 13. Jawaban: a
Cl2(g)
Al2O3( ) 2Al3+( ) + 3O2( )
Elektrolisis tersebut menghasilkan gas H2 dan Cl2.
Katode : Al3+( ) + 3e Al(s)
9. Jawaban: a Anode : 2O2( ) O2(g) + 4e
Elektrolisis larutan K2SO4 dengan elektroda Pt X merupakan anode (kutub positif) sehingga reaksi
akan menghasilkan gas H2 pada katode dan gas yang terjadi berupa 2O2( ) O2(g) + 4e
O2 pada anode. Karena yang bereaksi adalah
14. Jawaban: a
airnya (H2O). 1) KBr(aq) K+(aq) + Br(aq)
Reaksi: Katode: 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
Katode (): 2H2O + 2e H2 + 2OH
Anode : 2Br(aq) Br2(g) + 2e
Anode (+) : 2H2O O2 + 4 H + 4e
Gas H2 dihasilkan di katode dan gas Br2
10. Jawaban: d dihasilkan di anode.
Pada elektrolisis larutan NaCl, di katode diperoleh 2) CuCl2(aq) Cu2+(aq) +2Cl(aq)
NaOH dan gas H2, sedangkan di anode diperoleh Katode: Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
gas Cl2. Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e
Gas Cl2 dihasilkan di anode.
11. Jawaban: b
3) K2SO4(aq) 2K+(aq) + SO42(aq)
Elektrolisis larutan klorida dari logam alkali dan
Katode: 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
alkali tanah menggunakan elektrode Pt tidak akan
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e
berhasil membentuk logam alkali dan alkali tanah.
Gas H2 dihasilkan di katode dan gas O2
Hal ini karena zat yang mengalami reduksi yaitu
dihasilkan di anode.
H2O. H2O akan mengalami reduksi menjadi H2 dan 4) AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
OH karena potensial reduksi H2O lebih besar
Katode: Ag+(aq) + e Ag(s)

Kimia Kelas XII 55


Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e Reaksi yang terjadi:
Gas O2 dihasilkan di anode. Katode : 2H2O( ) O2(g) + 4H+(aq) + 4e
5) CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq) Anode : 2 H2O( ) + 2e(aq) H2(g) + 2 OH(aq) 2
+
Katode: Cu2+(aq) + 2e Cu(s) 6H2O( ) O2(g) + 2H2(g) + 4H+(aq) + 4OH(aq)
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e 2H2O( ) O2(g) + 2H2(g)
Gas O2 dihasilkan di anode. anode katode
Jadi, larutan yang menghasilkan gas di anode dan
2. Elektrolisis lelehan MgCl2 dengan elektroda grafit.
katode yaitu KBr dan K2SO4.
MgCl3( ) Mg2+( ) + 2Cl(aq)
15. Jawaban: d Pada elektrolisis lelehan senyawa ion dengan
Gambar 1 elektrode inert maka kation direduksi di katode
NaCl( ) Na+( ) + Cl( ) sedangkan anion dioksidasi di anode.
Katode : Na+( ) + e Na( ) Katode : Mg2+( ) + 2e (aq) Mg(s)
Anode : 2Cl( ) Cl2(g) + 2e Anode : 2Cl( ) Cl2(g) + 2e
Gas Cl2 terbentuk di anode. +
Reaksi sel : Mg2+( ) + 2Cl( ) Mg(s) + Cl2(g)
Gambar 2
3. Ba(OH)2(aq) Ba2+(aq) + 2OH(aq)
AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) 2
Katode : Ag+(aq) + e Ag(s)
Anode : 4OH(aq) 2H2O( ) + 4e + O2(g) 1
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e +
Gas O2 terbentuk di anode. Reaksi sel : 4H2O( ) + 4OH(aq) 4OH(aq) + 2H2(g) +
2H2O( ) + O2(g)
Gambar 3 : 2H2O( ) 2H2(g) + O2(g)
MgSO4(aq) Mg2+(aq) + SO2 4 (aq) Jadi, hasil reaksi elektrolisis tersebut berupa gas
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) H2 dan O2.
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e
4. Reaksi pengendapan unsur Y pada katode:
Gas H2 terbentuk di katode dan gas O2 terbentuk Yn+ + ne Y
di anode.
$ 
Gambar 4 mol e = F = !

CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq)

Katode : Cu2+(aq) + 2e Cu(s) = !

Anode : Cu(s) Cu2+(aq) + 2e
!

Gas tidak terbentuk di katode maupun anode. = !

Gambar 5 = 0,1 mol
KNO3(aq) K+(aq) + NO3(aq)
 ! 
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) mol unsur Y = = ! ^ 
q
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e
= 0,1 mol
Gas H2 terbentuk di katode dan gas O2 terbentuk Perbandingan mol e dengan mol unsur Y
di anode. = n : 1 = 0,1 : 0,1 = 1 : 1
Jadi, peristiwa elektrolisis yang menghasilkan gas Jadi, ion dari unsur Y adalah Y+.
pada suhu kamar di kedua elektrodenya yaitu
gambar 3 dan 5. 5. Gambar rangkaian percobaan elektrolisis larutan
NiCl2 dengan katode logam besi dan anode logam
B. Uraian nikel sebagai berikut.

1. Elektroda Pt tidak dapat teroksidasi. Dalam sel


elektrolisis ini, zat-zat yang dapat mengalami
redoks adalah K+(aq), NO3(aq), dan H2O. K+ sukar
tereduksi, sedangkan NO3 tidak dapat dioksidasi
karena nitrogen berada pada bilangan oksidasi Anode Katode
tertinggi (+5). nikel besi
Larutan NiCl2

56 Kunci Jawaban dan Pembahasan


7. Jawaban: b
Magnesium digunakan sebagai logam pelindung
yang ditanam di dalam tanah untuk mencegah
korosi pada pipa air, menara raksasa, dan baling-
A. Pilihan ganda baling kapal laut. Sel Volta raksasa akan terbentuk
dengan logam Mg sebagai anode.
1. Jawaban: b
Pada peristiwa korosi, logam akan mengalami 8. Jawaban: b
oksidasi, sedangkan oksigen akan mengalami Pencegahan terhadap korosi dapat dilakukan
reduksi. Karat logam umumnya berupa oksida atau dengan cara mekanis dan elektrokimia. Cara
karbonat. Rumus karat besi adalah Fe2O3.xH2O. mekanis dapat dilakukan dengan cara pengecatan
dan penyepuhan, sedangkan cara elektrokimia
2. Jawaban: b dapat dilakukan dengan menghubungkan dengan
Mudah dan tidaknya logam berkarat tergantung lempengan magnesium. Magnesium mempunyai
pada keaktifan logam. Semakin aktif logam, E0 lebih kecil dari besi sehingga mampu melindungi
semakin negatif harga potensial elektrodenya besi dari korosi.
sehingga semakin mudah berkarat. Mudah dan
tidaknya logam berkarat tidak tergantung pada 9. Jawaban: b
banyaknya air, banyaknya oksigen, suhu lingkungan, Logam yang dapat mencegah terjadinya korosi
maupun tingkat kebasaan. pada besi adalah logam yang harga E0 < E0 besi,
karena logam tersebut potensial elektrodenya lebih
3. Jawaban: a negatif. Jadi, besi tetap terlindungi karena dijadikan
Proses korosi besi merupakan peristiwa elektrokimia
katode.
yang menghasilkan karat besi (Fe2O3 xH2O)
karena terjadi reaksi redoks. Reaksinya sebagai 10. Jawaban: d
berikut. Perlindungan katodik adalah perlindungan dari
Anode (oksidasi) : Fe(s) Fe2+ + 2e perkaratan dengan cara besi dihubungkan dengan
Katode (reduksi) : O2 + 4H+ + 4e 2H2O logam lain yang lebih aktif (lebih mudah
teroksidasi), seperti logam magnesium. Logam
4. Jawaban: e
pelindung yang mempunyai Eo lebih kecil akan
Korosi besi terjadi saat logam besi bereaksi dengan
bertindak sebagai anode, sedangkan besi akan
oksigen di udara dan uap air. Korosi besi
bertindak sebagai katode.
mempunyai rumus kimia Fe2O3.xH2O.
5. Jawaban: c B. Uraian
Korosi besi dipengaruhi oleh uap air atau air, oksigen,
larutan elektrolit, permukaan logam yang tidak rata, 1. Aluminium yang berkarat akan membentuk
serta zat terlarut yang dapat membentuk asam. Uap aluminium oksida (Al2O3) dengan cepat. Setelah
air atau air saja dan oksigen saja tidak dapat terbentuk lapisan oksida yang tipis perkaratan akan
mengakibatkan korosi. Pada percobaan pertama dan segera terhenti. Lapisan tersebut melekat kuat pada
kedua terbentuk karat karena ada oksigen dan air. permukaan logam sehingga melindungi logam di
Pada percobaan kedua, karat dapat lebih cepat bawahnya dari perkaratan lebih lanjut.
terbentuk karena adanya asam. Pada percobaan 2. Proses terjadinya korosi pada sebatang besi
ketiga tidak terbentuk karat karena tidak ada uap sebagai berikut. Logam besi tersebut mempunyai
air atau air (udara kering). Pada percobaan keempat permukaan besi yang berbeda kereaktifannya.
tidak terbentuk karat karena air yang sudah
Pada bagian yang lebih reaktif, besi (Fe) teroksidasi
dididihkan akan kehilangan oksigen terlarut (tidak
menghasilkan ion Fe2+ dan elektron (di anode).
ada oksigen).
Elektron tersebut akan bergerak ke bagian logam
6. Jawaban: b yang kurang reaktif. Di tempat ini elektron akan
Besi akan berkarat jika teroksidasi. Agar besi tidak dilingkupi oleh gas oksigen dan ion H+ dari udara
teroksidasi besi dapat dilapisi dengan bahan yang sehingga menghasilkan air. Air yang terbentuk
lebih mudah teroksidasi daripada besi. Bahan yang dengan oksigen dari udara akan kembali menyerap
dimaksud adalah Mg karena Mg memiliki potensial elektron (reaksi reduksi di katode) dan membentuk
reduksi standar yang paling negatif sehingga ion OH. Ion Fe2+ akan bergabung dengan ion OH
paling mudah teroksidasi. membentuk Fe(OH)2. Selanjutnya, Fe(OH)2 yang
terbentuk bergabung dengan gas oksigen dan air
membentuk karat besi (Fe2O3.xH2O).

Kimia Kelas XII 57


3. Aluminium merupakan bahan yang sangat baik 
 ! 
untuk kemasan makanan. Hal ini karena aluminium = 
= 3,1585
!

tahan korosi. Aluminium dapat terhindar dari proses
korosi lebih lanjut karena saat terjadi korosi dapat = 3,16 gram
segera membentuk lapisan oksida di permukaan- 3. Jawaban: e
nya. Lapisan oksida ini mampu menghentikan
!  
proses korosi lebih lanjut. mol e = !
 @ ^ 
4. Air yang mendidih akan kehilangan oksigen terlarut. = 0,01 mol
Oksigen dan air akan mempercepat proses korosi. Reaksi elektrolisis larutan NaOH
Dengan demikian, paku yang dimasukkan ke NaOH(aq) Na+(aq) + OH(aq)
dalam air mendidih lebih sulit mengalami korosi
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
daripada dimasukkan ke dalam air yang tidak
dididihkan. Anode : 4OH(aq) 2H2O( ) + 4e + O2(g)

5. Paduan logam (aloi) adalah campuran logam yang mol OH=  mol e
terbentuk karena pelelehan bersama komponen-
komponennya. Campuran logam tersebut dapat 
=  0,01 mol
berupa larutan padat atau campuran tidak saling
larut. Contoh stainless steel, yaitu campuran dari = 0,01 mol
18% nikel, 8% krom, dan sisanya besi.  
[OH] = = 0,005 M = 5 103 M
 $
pOH = log 5 103
= 3 log 5
pH = 14 pOH
= 14 (3 log 5)
A. Pilihan ganda = 11 + log 5
1. Jawaban: b 4. Jawaban: c

W = $ mol Ni2+ mula-mula = 
 L 1,0 M = 0,5 mol
!
  $ 
W=
i = kuat arus = 5 ampere !

t = waktu = 30 menit = 1.800 detik q
$ 
$
q mol Ar =
!

e =  $
   
Katode : Cu2+(aq) + 2e Cu(s) mol = = 0,11 mol
 !

Elektron yang terlibat adalah 2, jadi:
Ni2+(aq) + 2e Ni(s)

eCu = 
Mula-mula : 0,5 mol
= 31,75 Reaksi : 0,11 mol 0,22 mol 0,11 mol

>  
 
> Setimbang : 0,39 mol 0,22 mol 0,11 mol
WCu = !

= !

 

= 2,96 gram MNi2+ =   =  L 0,39 mol = 0,78 M

2. Jawaban: c 5. Jawaban: b
CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq) 
mol F2 =  ^ 
Katode : Cu2+(aq) + 2e Ca(s)
= 0,67 mol
Wcu =  $ 
!
 Reaksi elektrolisis sebagai berikut.
i = kuat arus = 10 ampere 
t = waktu = 16 60 = 960 detik HF2 HF +  F2 + e
e = mol ekuivalen 
q @
mol e =  mol F2
=  $


 =  0,67 mol
= 


= 1,34 mol

58 Kunci Jawaban dan Pembahasan


mol e = faraday 
=  6,25 103 mol
$ 
mol e = !
 = 2,5 102 mol
  mol e =F
1,34 = !
 $ 
mol e = !

t = 6.465,5 detik
 

  2,5 102 = !

= 
 jam
t = 1.930 sekon
= 1,8 jam
9. Jawaban: d
6. Jawaban: a
Arus listrik yang dialirkan sama maka:
MSO4(aq) M2+(aq) + SO42(aq)
Katode : M2+(aq) + 2e M(s) 2
WAg : WCu : WAu = eAg : eCu : eAu
Anode : 2H2O( ) O2(g) + 4H+(aq) + 4e 1 (mol Ag Ar Ag) : (mol Cu Ar Cu) : (mol Au : Ar Au)
q "q q "@ q "q

Reaksi sel : 2M2+(aq) + 2H2O( ) 2M(s) + O2(g) + 4H+(aq) = $"q 
: $"@ 
: $"q
  (mol Ag Ar Ag) : (mol Cu Ar Cu)
mol M = q q "q
  q "@
Pada proses penetralan: = $"q : $"@
mol H+ = mol OH q "q
"q" "q "q $"q
  "@" "q "@
= q "@
mol H+ = 

mol $"@

= 0,01 mol "q $"@


"@
= $"q
mol M = 0,005 mol
"q 
" = 
Ar M = "
" 
mol Ag = 0,20 mol

=  "q $"@
"@
= $"q
= 24 "q 
= 
" 
7. Jawaban: e
WAg : WX = eAg : eX mol Au = 0,067 mol
Jadi, mol Ag = 0,20 mol dan mol Au = 0,067 mol.
 q q  q \
WAg : WX = $ q
: $ \ 10. Jawaban: d
 q \ AgNO3(aq) Ag +(aq) + NO3(aq)
0,54 : 0,1 = : Katode : Ag +(aq) + e Ag(aq) 4
 
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e 1

5,4 = q \
+
4Ag+(aq) + 2H2O( ) 4Ag +(s) + 4H+(aq) + O2(g)
Ar X = 40
Jadi, logam X adalah Ca yang mempunyai massa $
W = e F = !

atom relatif = 40.

8. Jawaban: a e =  = 108
Reaksi elektrolisis larutan H2SO4 sebagai berikut.

!
H2SO4(aq) 2H+(aq) + SO42(aq) F = !
 = 0,02 Faraday
Katode : 2H+(aq) + 2e H2(g)
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g) W = e F = 108 0,02 = 2,16 gram

mol O2 =   W 11. Jawaban: c


 &  ^ 
$
  &  W = !
 e
mol O2 =  &  ^ 
 !  
= 6,25 103 mol = !
 

mol e =  mol O2 = 3,175

Kimia Kelas XII 59


12. Jawaban: e  
Gas oksigen dibebaskan di anode menurut reaksi: *
= 
2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e  
= 
$  *
Jumlah mol elektron = !

mol

= 
 ! 
= !

= 0,1 mol Jadi, perbandingan massa atom relatif X dan Y
 adalah 1 : 2.
Jumlah mol oksigen =  0,1 mol = 0,025 mol
Volume oksigen = 0,025 22,4 = 0,56 liter B. Uraian
13. Jawaban: c 1. Jumlah muatan listrik yang dilewatkan pada sel
$  = (5 ampere)(1,5 60 60 detik)
W= = 2,7 104 ampere detik
!

!
 = 2,7 104 C
t= Karena 1 faraday (1F) terdapat 9,65 104 C, arus
$
 !

listrik yang dialirkan adalah:
= 
>  @
 = = 0,28 F
  !
 !   @ 
= detik

a. Reaksi di katode
14. Jawaban: e Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
CuSO4 Cu2+ +SO42 1 mol ~ 2F ~ 1 mol
Katode (): Cu2+ + 2e Cu 2F atau 2 mol elektron dapat menghasilkan 1
Anode (+): 2H2O 4H+ + O2 + 4e mol Cu, maka 0,18 F dapat menghasilkan Cu
> 
Katode : Cu =  = 0,2 mol sebanyak = 
63,5 = 8,9 gram.
Elektron = 2 0,2 = 0,4 F b. Reaksi di anode
2H2O( ) O2(g) + 4H+(aq) + 4e
15. Jawaban: b
Reaksi elektrolisis XSO4 dan Y2SO4 di katode 2 mol ~ 1 mol ~ 4F
sebagai berikut. Satu mol O2 dihasilkan jika ke dalam sel
XSO4 X2+ + SO42 dilirkan muatan listrik sebanyak 4F (atau
Katode : X2+ + 2e X 4 mol e).
0,28 F dapat menghasilkan gas O2 sebanyak
Y2SO4 2Y+ + SO42 
Katode : Y+ + e Y = 
32,0 gram = 2,2 gram
Misal: Mr X = x Massa X = 1 gram Gas oksigen yang dihasilkan diukur pada 0C
Mr Y = y Massa Y = 4 gram dan tekanan 1 atm.
 \
mol X =  
q \ nO2 =   

= = 0,06875 mol
  ^ 
 Volume O2 = 0,06875 mol 22,4 L mol1
=  mol = 1,54 L
 2. a. Persamaan reaksi elektrolisis sel 2 sebagai
mol e =  mol X
berikut.
  CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq)
=   mol
Katode : Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
 Anode : Cu(s) Cu2+(aq) + 2e
= mol
 Reaksi sel : Cu(s) Cu(s)

mol Y =  mol e b. Persamaan reaksi elektrolisis sel 3 sebagai
berikut.
  
q =   mol AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
Katode : Ag+(aq) + e Ag(s)
  
=  mol Anode : Ag(s) Ag+(aq) + e
*  ^ 

60 Kunci Jawaban dan Pembahasan


WAg = 10,8 gram 5. Gambar penyepuhan logam besi dengan perak
q q sebagai berikut.
eAg =
$ q e + e


= 
= 108
Anode + Katode
q @ 
eCu = =  = 31,75
$ @
NO3
Wag : WCu = eAg : eCu Ag +
Logam Ag
10,8 : WCu = 108 : 31,75 e Logam
Ag +
 > besi
WCu = Ag +
 Ag+

= 3,175 gram NO3

3. MNi = 1,18 gram Pada penyepuhan logam besi oleh perak, besi ber-
q @ tindak sebagai katode, sedangkan perak bertindak
eCu =
$ @ sebagai anode. Larutan elektrolit yang digunakan
 berupa larutan AgNO3. Prinsip kerja penyepuhan
=  yaitu mengendapkan logam perak (Ag) pada besi
q ?$ dalam larutan AgNO3. Pada saat arus listrik searah
eNi = $ ?$ (DC) bertegangan rendah dialirkan ke sistem seperti
! gambar, maka logam perak akan melepaskan
= 
elektron dan mengalir melalui larutan AgNO3
Menurut rumus: menjadi ion Ag+. Ion Ag+ ditarik ke katode dan
MNi : MCu = eNi : eCu mengikat elektron sehingga menjadi logam Ag.
!  Logam Ag ini melapisi logam besi. Pada
1,18 : MCu =  :  anode, ion NO3 tidak akan dioksidasi dan oksidasi
  air juga lebih sukar daripada oksidasi Ag. Oleh
MCu =
! karenanya, pada anode terjadi oksidasi Ag.
= 1,27 gram Reaksinya sebagai berikut.
4. Volume Al2O3 yang dihasilkan Anode (oksidasi) : Ag(s) Ag+(aq) + e
= luas permukaan tebal Katode (reduksi) : Ag+(aq) + e Ag(s)
= 5,0 102 1,0 103 cm3 +
= 5,0 101 cm3 Reaksi sel : Ag(s) Ag(s)
massa Al2O3 = V
= 4,0 5,0 101
= 2 gram

mol O2 =  mol Al2O3
A. Pilihan ganda
  qW
= 
 qW 1. Jawaban: c
Logam natrium merupakan golongan IA. Ion-ion
  logam golongan IA, IIA, Al3+, dan Mn2+ hanya
=   mol
mengalami reduksi menjadi logam jika dalam
= 0,03 mol bentuk lelehan atau leburan garamnya tanpa ada
air.

mol e =  mol O2 2. Jawaban: e
Di katode akan terjadi persaingan antara kation

=  0,03 mol dengan pelarut (molekul air) untuk mengalami
= 0,12 mol reduksi (menangkap elektron). Oleh karena kation
= 0,12 F pada NaCl merupakan yang kation golongan IA
Coulomb = F 96.500 maka yang mengalami reduksi dari larutannya
= 0,12 96.500 C adalah H2O. Nilai E0 untuk H2O adalah 0,83 volt.
= 11.580 C Sementara itu, di anode terjadi reaksi oksidasi ion
= 1,16 104 C Cl.

Kimia Kelas XII 61


3. Jawaban: d volume Cl2 yang terbentuk
Elektrolisis leburan PbI2 = 0,25 mol 22,4 L/mol
PbI2( ) Pb2+( ) + 2I( ) = 5,6 L
Katode : Pb2+( ) + 2e Pb(s) Jadi, Na mengendap pada elektrode negatif
Anode : 2I( ) I2(g) + 2e (katode).

4. Jawaban: b 8. Jawaban: e
Sel 1 Reaksi yang terjadi di katode:
AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq) 2H2O + 2e 2OH + H2
Katode (B) : Ag+(aq) + e Ag(s) $  ! 
F = !
 = !
 = 0,01 0,01 mol e
Anode (A) : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g)
 
Sel 2 OH =  0,01 = 0,01 mol [OH] =  = 102
CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq) M
Katode (D) : Cu2+(aq) + 2e Cu(s) pOH = 2 pH = 14 2 = 12
Anode (C) : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g)
9. Jawaban: a
Sel 3 Katode : Cd2+ + 2e Cd
NiSO4(aq) Ni2+(aq) + SO42(aq) Anode : 2H2O O2 + 4H+ + 4e
Katode (F) : Ni2+(aq) + 2e Ni(s)  
Anode (E) : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g) Cd =  =  mol
Jadi, elektrode logam inert yang menghasilkan gas   
e =   =  mol (lihat reaksi di katode)
adalah A, C, dan E.
  
5. Jawaban: c O2 =   =  mol (lihat reaksi di anode)
Di katode yang direduksi bukan Na+ melainkan H2O

menghasilkan gas H2 sesuai reaksi berikut: e =  22,4 = 0,2 liter
2H2O + 2e H2 + 2OH
10. Jawaban: d

H =  = 0,5 mol e =  0,5 = 1 mol (lihat
 Katode : L2+ + 2e L
Anode : 2H2O O2 + 4H+ + 4e
perbandingan koefisien) 1 mol e 1 F.
Netral berarti: mol H+ = mol OH = 50 0,2 1
6. Jawaban: c = 10 mmol (dari KOH)
Reaksi yang terjadi di anode (elektrode Cu tidak e = 10 mmol (reaksi di anode)
inert sehingga mengalami oksidasi): 
L =  10 = 5 mmol (reaksi katode)
Cu Cu2+ + 2e
$     !
F = !
 = = 0,5 0,5 F 0,5 mol Ar L =  =   = 59
!


e 11. Jawaban: b
Ni2+ + 2e Ni . . . (1)
Cu =

0,5 = 0,25 mol Cr3+ + 3e Cr . . . (2)

>>
massa Cu = 0,25 63,5 16,0 gram Ni = ! = 0,3 mol
7. Jawaban: d e = 2 0,3 mol = 0,6 mol (lihat pers. 1)
NaCl( ) Na+( ) + Cl( ) 
Cr =  0,6 = 0,2 mol (lihat pers. 2)
Katode (reduksi) : Na+( )+ e Na(s) 2
Anode (oksidasi) : 2Cl( ) Cl2(g) + 2e 1
= 0,2 52 = 10,4 gram
+ 12. Jawaban: a
Reaksi sel : 2Na+( ) + 2Cl( ) 2Na(s) + Cl2(g) MSO4(aq) M2+(aq) + SO2 4 (aq)
 ?  Katode : M + 2e M(s)
2+
mol Na = q ? =  ^  = 0,5 mol
M1 V1 = M1 V1
 mol1 = 0,2 M 0,05 L
mol e =  mol Na = 0,5 mol = 0,01 mol
  
mol Cl2 =  mol e = 0,25 mol Mr M = 
=  = 28

62 Kunci Jawaban dan Pembahasan


13. Jawaban: b 18. Jawaban: c
Pada proses perkaratan besi, salah satu bagian Muatan listrik 1 faraday = muatan listrik 1 mol
permukaan besi akan bertindak sebagai anode atau elektron.
mengalami oksidasi menurut reaksi: Reaksi yang terjadi di katode: Ag+ + e Ag
Fe(s) Fe2+(aq) + 2e $   ! 
Elektron akan mengalir ke bagian permukaan besi F = !
 : !
 = 0,2 F 0,1 mol elektron
yang bertindak sebagai katode. Ag = 0,1 mol (lihat perbandingan koefisien Ag
O2 akan mengalami reduksi menurut reaksi: dan e) = 0,1 108 = 10,8 gram
O2(g) + 4H+(aq) + 4e 2H2O( )
19. Jawaban: c
O2(g) + 2H2O( ) + 4e 4OH(aq)
Reaksi yang terjadi di katode: Cu2+ + 2e Cu
Dengan demikian, H+ (asam) atau H2O diperlukan
 
dalam perkaratan untuk mereduksi O2 pada katode. Cu =  = 0,1 mol e =  0,1 = 0,2 mol 0,2 F
14. Jawaban: e $ 
Korosi dapat terjadi karena adanya uap air atau air F = !
 = !
 0,2 = !
 t = 9.650 detik
dengan oksigen. Adanya larutan elektrolit seperti
20. Jawaban: d
larutan garam dapur akan lebih mempercepat
korosi. i = 865 mA = 0,865 A
t = 5 menit = 300 detik
15. Jawaban: c
2H+ + 2e H2
Pada proses pelapisan besi dengan seng, besi (Fe)
$   
bertindak sebagai katode, sedangkan seng (Zn) mol e = !
 = = 0,0027 mol
!

bertindak sebagai anode. Zn akan mengalami
oksidasi terlebih dahulu karena harga E-nya lebih mol H2 =  mol e

kecil daripada Fe. Hal ini dapat mencegah korosi
elektrolitik. Jika larutan elektrolitnya berupa ZnCl2, 
= 0,0027 mol = 0,00135 mol

reaksinya sebagai berikut.
Anode () : Zn(s) Zn2+(aq) + 2e 21. Jawaban: e
Katode (+) : Zn2+(aq) + 2e Zn(s) Reaksi elektrolisis di katode CuCl2 dan CrCl3
Dengan demikian, Fe tidak mengalami oksidasi sebagai berikut.
karena terlindungi oleh Zn. CuCl2(aq) Cu2+(aq) + 2Cl(aq)
Katode : Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
16. Jawaban: d
Korosi besi dapat dicegah dengan menghubung- CrCl3(aq) Cr3+(aq) + 3Cl(aq)
kannya dengan logam yang lebih mudah Katode : Cr3+(aq) + 3e Cr(s)
teroksidasi, yaitu logam yang mempunyai E lebih WCu : WCr = eCu : eCr
kecil daripada E besi.  q @ q @

WCu : 1,40 = $ @
:
17. Jawaban: a $ @
Ag+(aq) + e Ag(s)  
WCu : 1,40 = : 
1 mol ~ 1 mol ~ 1 mol 
WCu : 1,40 = 31,75 : 17,33
q q 
eAg = = = 108 WCu = 2,56 gram
 
22. Jawaban: a
Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
1 mol ~ 2 mol ~ 1 mol MgCl2(aq) Mg2+(aq) + 2Cl(aq)
q @ 
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
eCu = = = 31,75 Anode : 2Cl Cl2 + 2e

Karena jumlah listrik yang digunakan sama menurut Pada katode terdapat ion Mg 2+ golongan IIA
hukum Faraday: sehingga yang mengalami reduksi berupa air
massa Ag : massa Cu = eAg : eCu menghasilkan gas H2. Reaksi berlangsung dalam
10,8 : massa Cu = 108 : 31,75 suasana basa.
 > 23. Jawaban: d
massa Cu = = 3,175 gram
 WZn= 13 gram
Jadi, massa tembaga yang terbentuk = 3,175 gram. q "

eZn = $"

Kimia Kelas XII 63


 $ 
=  = 32,5 mol = $ !

q "

eSn = $"   
=  !

!
=  = 29,75 = 0,043 mol
Sn2+ + 2e Sn
WZn : WSn = eZn : eSn mula-mula : 0,3 mol
13 : WSn = 32,5 : 29,75 reaksi : 0,043 mol 0,086 mol 0,043 mol
 !>
WSn =  sisa : 0,257 mol 0,086 mol 0, 043 mol
= 11,9 gram  >
MSn2+ = = = 0,514 M
  
24. Jawaban: b
Ketika larutan Al2O3 dielektrolisis, gas oksigen 28. Jawaban: b
dibebaskan di anode. AuNO3(aq) Au+(aq) + NO3(aq)
Al2O3 2Al3+ + 3O2 Katode : Au+ + e Au
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e
Anode : 6O2(aq) 3O2(g) + 12e
$ 
Berdasarkan reaksi elektrolisis tersebut, ion oksida W = !

kehilangan elektron di anode.
!>
 q   & $
25. Jawaban: c = 
!

WAg : WCu : WAu = eAg : eCu : eAu
= 1,84 gram
(mol Ag Ar Ag) : (mol Cu Ar Cu) : (mol Au Ar Au) =
29. Jawaban: d
q "q q "@ q "q
: : i = 1,2 A
$"q $"@ $"q
t = 20 menit = 1.200 detik
mol Ag : mol Cu : mol Au W = 0,179 gram
   $ 
= $"q : $"@ : $"q W = !

    
=  :  :  =1:  :   q $ $ 
0,179 = $ !

Jadi, mol Ag > mol Cu > mol Au
nAg > nCu > nAu   

0,179 = $ !

26. Jawaban: b
!

Au3+(aq) + Fe(s) Au+(aq) + Fe2+(aq) Valensi = >
> = 4
Katode : Au3+(aq) + 2e Au+(aq)
Anode : Fe(s) Fe2+(aq) + 2e 30. Jawaban: e
Zat yang dihasilkan pada anode dengan arus 3A Jika garam dari logam golongan IA dalam larutan
selama 1 jam yaitu: dielektrolisis, gas hidrogen akan diperoleh di katode.
1 jam = 3.600 detik Logam bebas tidak diperoleh di katode karena air
q 
$  $
$  lebih mudah direduksi daripada ion logam golongan
W= =
!
 !
 IA dalam larutan.


 

= B. Uraian
!

= 3,13 gram 1. Persamaan elektrode pada sel Volta dan sel elektro-
lisis yaitu katode merupakan tempat reaksi reduksi
27. Jawaban: d
dan anode merupakan tempat reaksi oksidasi.
SnSO4 Sn2+ + SO42
Perbedaan elektrode pada sel Volta dan sel
Katode : Sn2+ + 2e Sn
elektrolisis sebagai berikut. Pada sel Volta, katode
Anode : 2H2O 4H+ + O2 + 4e
merupakan kutub positif dan anode merupakan
mol mula-mula Sn2+ = 0,5 L 0,6 M = 0,3 mol
kutub negatif. Sementara itu, pada sel elektrolisis,
$  katode merupakan kutub negatif dan anode
W = !

merupakan kutub positif.

64 Kunci Jawaban dan Pembahasan


2. a. Larutan HCl Katode : 2H+(aq) + 2e H2(g)
HCl(aq) H+(aq) + Cl(aq) mol e = 1,6 mol
HCl merupakan asam sehingga yang direduksi 
mol H2 =  mol e
adalah H+. Ion Cl merupakan ion halida
sehingga akan dioksidasi menjadi gas Cl2. 
=  1,6 mol = 0,8 mol
Katode : 2H+(aq) + 2e H2(g)
Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e volume H2 (STP) = mol H2 22,4 L/mol
+ = 0,8 mol 22,4 L/mol
2HCl(aq) H2(g) + Cl2(g) = 17,92 liter
Jadi, volume gas H2 yang dibebaskan adalah 17,92
b. Larutan AgNO3
liter.
AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
Ion Ag mempunyai E0 > 0,83 sehingga akan 5. Prosedur kerja elektrolisis larutan garam dapur
direduksi menjadi logam-logamnya. Ion NO3 sebagai berikut.
bukan merupakan ion halida sehingga yang a. Memasukkan dua buah pensil ke dalam
akan dioksidasi adalah H2O. masing-masing lubang kertas karton.
Katode : Ag+(aq) + e Ag(s) 4 b. Memasukkan kedua pensil pada lubang kertas
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e 1 karton ke dalam larutan garam dapur. Dengan
+ demikian, kertas karton menutup bibir gelas
4Ag+(aq) + 2H2O( ) 4Ag(s) + 4H+(aq) + O2(g) dan dapat menahan kedua pensil tetap tegak
3. Elektrolisis air berdiri. Pensil-pensil tersebut tidak boleh saling
Katode : 2H2O( ) + 2e H2(g) + 2OH(aq) 2 bersentuhan.
Anode : 2H2O( ) O2(g) + 4H+(aq) + 4e 1 c. Memasang dua kabel listrik dengan ujung
+ penjepit pada masing-masing pensil. Penjepit
Reaksi sel : 6H2O( ) 2H2(g) + 4OH (aq) + ditempelkan pada ujung-ujung pensil yang
O2(g) + 4H+(aq) berupa grafit bukan pada bagian pensil yang
Perbandingan H2 : O2 = 2 : 1 berkayu. Sementara itu, ujung kabel listrik
Elektrolisis larutan MgSO4 lainnya dihubungkan dengan baterai 9 volt.
MgSO4(aq) Mg2+(aq) + SO42(aq) d. Setelah proses elektrolisis terjadi, akan ter-
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) 2 bentuk gelembung-gelembung di sekitar ujung-
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g) 1 ujung pensil yang ada di dasar larutan garam
+ dapur. Gelembung-gelembung hidrogen akan
Reaksi sel : 6H2O( ) 4OH(aq) + 2H2(g) + terbentuk pada elektrode negatif.
4H+(aq) + O2(g) Reaksinya sebagai berikut.
Perbandingan H2 : O2 = 2 : 1 2NaCl(aq) 2Na+(aq) + 2Cl(aq)
Kedua elektrolisis tersebut menghasilkan zat yang Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
sama. Hal ini karena pada elektrolisis MgSO4 yang Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + e
dielektrolisis berupa larutannya, sehingga yang +
mengalami reduksi berupa air bukan ion Mg2+. Reaksi sel : 2H2O( ) + 2Cl(aq) 2OH(aq) +
Sementara itu, ion SO42 merupakan ion sisa asam H2(g) + Cl2(g)
oksi sehingga yang mengalami oksidasi berupa Hasil reaksi berupa larutan NaOH, gas H2, dan gas
air (H2O). Oleh karena itu, reaksi elektrolisis air Cl2. NaOH terbentuk dari reaksi antara 2OH
dan larutan MgSO4 menghasilkan zat yang sama. dengan 2Na+.
4. Reaksi elektrolisis CuSO4 6. Usaha untuk mengendalikan korosi peralatan
CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq) elektronik sebagai berikut.
Katode = Cu2+(aq) + 2e Cu(s) a. Menyimpan bahan-bahan yang bersifat korosif
 @ sebaik mungkin sehingga terjadinya
mol Cu = q @ kebocoran, penguapan, dan pelepasan ke
 lingkungan dapat dihindari. Pengecekan bejana
= 
= 0,8 mol
penyimpan bahan kimia yang bersifat korosif
 dan mudah menguap harus dilakukan secara
mol e = 
mol Cu
periodik sehingga jika terjadi kebocoran dapat

=  0,8 mol = 1,6 mol dikenali dan segera dilakukan tindakan agar
Reaksi elektrolisis H2SO4 tidak meluas. Tindakan ini dapat mengaman-
kan peralatan elektronik dari korosi.
H2SO4(aq) 2H+(aq) + SO42(aq)

Kimia Kelas XII 65


b. Menjaga kebersihan alat-alat elektronik. massa O2 = mol O2 Mr O2
c. Menutup alat-alat elektronik sewaktu tidak = 0,0075 mol 32 gram/mol
digunakan agar debu tidak masuk. Debu dapat = 0,24 gram
membawa polutan korosif. Jika debu Jadi, massa gas O2 yang terbentuk di anode adalah
menempel pada benda elektronik, korosi dapat 0,24 gram.
terjadi.
d. Pengoperasian alat dehumidifier yaitu alat 10. m = 30 gram
untuk menyingkirkan uap air dari udara. Alat i = 2,4 ampere
ini dapat mengurangi kelembapan udara  q
eSm = 
ruangan yang ada benda elektroniknya.
e. Menyimpan alat-alat elektronik di ruang 
tertutup yang jauh dari pencemaran udara dan = 
terlepasnya bahan-bahan korosif.
t = 24.125 detik
7. a. CuSO4 Cu2+(aq) + SO42   

Anode (+) : 2H2O 4H+ + O2 + 4e 1 M= !

Katode () : Cu2+ + 2e Cu 2 
+  

30 = 
2H2O + 2Cu2+ 2Cu + 4H+ + O2 !


b.

Cu yang terbentuk =  = 0,1 mol 96.500 =   


 !

O2 yang terbentuk =  0,1 mol = 0,05 mol n= !

=3
Volume O2 yang terbentuk = 0,05 mol 22,4 Jadi, muatan Sm = 3+ dan simbol Sm adalah
L = 1,12 L Sm3+.

8. Reaksi elektrolisis larutanCuCl dan CrCl3 dengan


elektrode inert.
Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
Latihan Ulangan Tengah Semester 1
Cr3+(aq) + 3e Cr(s)
@ @ A. Pilihan ganda
@
= @
WCu = 0,64 gram 1. Jawaban: b
Mr urea = 60

eCu =  = 32 P = 250 gram
Tf = 0,248

eCr =  = 14 Tf =




Kf

@ @  

WCr = @
0,248 = 1,86
 
g = 2 gram
=    = 0,28 gram
 2. Jawaban: b
$    
m sukrosa = 6,84 gram
9. F = !
 = Mr sukrosa = 342
!

= 0,03 F V larutan = 2L
mol e = F T larutan = 17C = 290 K
mol e = 0,03 mol R = 0,082 L atm mol1 K1
 
Reaksi elektrolisis NaNO3 dengan elektrode grafit. = 
RT
NaNO3(aq) Na+(aq) + NO3(aq) 

Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) =  0,082 290 = 0,2378
 
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g)
Jadi, tekanan osmotik sukrosa tersebut sebesar
 0,2378 atm.
mol O2 =  mol e
3. Jawaban: c
 
=  0,03 mol 
Xmetanol =  + 
= = 0,64
 ` 
= 0,0075 mol Jadi, berat metanol 0,64 100% = 64%.

66 Kunci Jawaban dan Pembahasan


4. Jawaban: d b) CH3COOH 0,5 M n = 2
Fraksi mol NaOH = 0,05. = 0,5 2 R T = 1RT
Fraksi mol H2O = 1 0,05 = 0,95. c) glukosa 0,8 M (nonelektrolit)
Mr air = 18. = 0,8 R T = 0,8RT
 ?W' d) Mg(NO3)2 0,2 M n = 3
Fraksimo NaOH =
  = 0,2 3 R T = 0,6RT
0,05 =
 ?W' e) CuSO4 0,2 M n = 2
 = 0,2 2 R T = 0,4RT
mol NaOH = 0,05 Jadi, tekanan osmotik paling tinggi dimiliki oleh
 $ CH3COOH 0,5 M.
Fraksi mol air =
  8. Jawaban: d
 $ P = 105 mmHg
0,95 =
 NaOH 10% = 10 gram/100 gram larutan
mol air = 0,95 mol
massa air = (100 10) gram = 90 gram


Molalitas (m) = mol NaOH P = P XA i
 $
 ?W'

 = 105  ?W' +  $ (1 + (2 1) 1)
= mol NaOH  $  $

 
 
= = 105 2
!  
+ 
!


= 2,92 
=  = 10 mmHg
5. Jawaban: c P = P P
Tf = Tf air Tf larutan = (105 10) mmHg
= (0 ( 0,11165))C = 95 mmHg
= 0,11165C 9. Jawaban: e
nCaCl2 = 3 Tekanan uap larutan paling besar diperoleh jika
CaCl2 = 1 jumlah mol partikel zat terlarutnya paling kecil.
massa air = . . . ? Berdasarkan perhitungan di atas maka tekanan uap
larutan paling besar terdapat pada larutan V.
Tf = m Kf i
"@@
10. Jawaban: b


Tf =  "@@
Kf {1 + (3 1)1} Tf = 0C (2,43C) = 2,43C


H2C2O4 n = 3, = 0,4


0,11165 =  1,86 3 Tf = m Kf i

p = 500 gram > 

2,43 =  1,8 {1 + (3 1)0,4}
Jadi, massa air dalam larutan sebesar 500 g.  "$
>
6. Jawaban: b 2,43 = 1,25 1,8 1,8
 "$
Elektrolit terner mempunyai n = 3.
Mr kristal = 126
Jika terionisasi sempurna maka = 1.
H2C2O4 XH2O = 126
Penurunan tekanan uap larutan:
P = P Xterlarut i (2 Ar H) + (2 Ar C) + (4 Ar O) + X{(2 Ar H) + Ar O}
= 126

= P "`" {1 + (3 1)1} (2 1) + (2 12) + (4 16) + X{(2 1) + 16} = 126
  X(18) = 126 90
= P  3 =  p = > p 
X =  = 2
7. Jawaban: b Jadi, rumus kristal asam oksalat: H2C2O4 2H2O
= M R T (nonelektrolit)
= M R T i (elektrolit) 11. Jawaban: c
Jika R dan T tetap, maka harga tergantung pada P = 18 mmHg
M (jika nonelektrolit) dan i (jika elektrolit). nA = 0,75 mol
a) Na2CO3 0,3 M n = 3 nB = 0,25 mol
= 0,3 3 R T = 0,9RT P = XB P

Kimia Kelas XII 67


  2.066,4 x = 21.465,6
P = P = 18 mmHg x = 10,4 gram
q +  > + 
= 4,5 mmHg 
% massa CO (NH2)2 adalah = 100% = 10%
Jadi, penurunan tekanan uap jenuh larutan pada 
suhu 20C tersebut sebesar 4,5 mmHg. 17. Jawaban: c
12. Jawaban: d Mr HCl = 36,5 g/mol
Tekanan uap larutan (P) = P P massa larutan = 1.000 ml 1,1 gram/ml
= P (P XA) = 1.100 gram
Tekanan uap larutan dipengaruhi oleh jumlah mol massa HCl =

1.100 gram
zat terlarut nonvolatil. Semakin besar jumlah mol 
zat terlarut nonvolatil, maka tekanan uap larutan = 200,75 gram
semakin kecil. Sebaliknya semakin kecil jumlah massa H2O = (1.100 200,75) gram
mol zat terlarut nonvolatil, maka tekanan uap = 889,25 gram
larutan semakin besar. Jadi, larutan yang n HCl =
>
= 5,50 mol
mempunyai tekanan uap paling besar adalah S.  
!
13. Jawaban: c n H2O = = 49,96 mol

P benzena = 100 gram

Tb = 0,54C x HCl =
 + !!
= 0,1
Massa zat X = 3 gram
x H2O = 1 0,1 = 0,9
Kb benzena = 2,7
18. Jawaban: b
 

Tb = 
Kb Untuk 100 gram larutan:

 
 
0,54 = 2,7 a. massa NaOH = 100 = 4 gram
  
Mr = 150 b. massa air = 100 4 = 96 gram
14. Jawaban: e NaOH n = 2
Urea, glukosa, dan sukrosa adalah zat nonelektrolit  

Tf = 
Kf {1 + (n 1) }
(n = 1), NaCl adalah zat elektrolit (n = 2), Na2SO4
adalah zat elektrolit (n = 3). Oleh karena 

konsentrasi semua larutan sama, titik didih =  1,86 {1 + (2 1) 1}
 !
tertinggi dimiliki larutan elektrolit dengan n terbesar = 3,88C
yaitu Na2SO4. Tf = 0 3,88 = 3,88C
15. Jawaban: e 19. Jawaban: e
Tf = titik beku pelarut murni (air) titik beku Larutan NaCl (elektrolit) akan terurai menurut
larutan reaksi:
= 0 (0,344) NaCl Na+ + Cl (n = 2)
= 0,344C
Penurunan titik beku:
n NaCl = 2
Tf = m Kf {1 + (n 1) }
Tf = i (m Kf)
1,488 = 0,4 1,86 {1 + (2 1) }
0,344C = i (0,1 m 1,86C m1)
=1

i =   = 1,85 20. Jawaban: a
Pada reaksi tersebut:
i = {1 + (n 1) }
Al + 3Ag+ Al3+ + 3Ag
1,85 = {1 + (2 1) )
0 +1 +3 0
= 0,85 = 85%
oksidasi
16. Jawaban: b reduksi
 

Tf = 
Kf a. atom Al mengalami oksidasi



b. atom Al sebagai reduktor
0 (3,44C) =  1,86C c. ion Ag+ mengalami reduksi
  "
= 3,44C d. ion Ag+ sebagai oksidator
1.860x = 21.456,6 206,4x

68 Kunci Jawaban dan Pembahasan


21. Jawaban: a Esel = Ered Eoks
SnCl2 + 2HgCl2 SnCl4 + 2 HgCl Esel = E Cu2+ / Cu E Al3+ / Al
+2 +2 +4 +1 = 0,34 (1,66)
reduksi = +2,00 volt
oksidasi 26. Pada elektrolisis CuCl2 (Ar Cu = 63,5) dengan
elektrode C menggunakan arus sebesar 5
Zat yang bertindak sebagai reduktor (yang ampere selama 30 menit menghasilkan endapan
mengalami oksidasi) adalah SnCl2. C di katode sebanyak . . . gram.
a. 1,48d. 29,6
22. Jawaban: a
b. 2,96e. 59,2
Jumlah atom S : d = a + b . . . (1)
c. 5,92
H :b=c . . . (2)
Jawaban: b
O : c = 2a . . . (3)

Misalkan a = 1 e Cu = = 31,75

maka c = 2a = 2 . . . (3)
i = 5 ampere
b=c=2 . . . (2)
t = 30 menit = 30 60 = 1.800 detik
d=a+b=3 . . . (1)
$  >  

persamaan reaksi menjadi: MCu = !
 = = 2,96 gram
!

SO2(g) + 2H2S(g) 2H2O( ) + 3S(s)
Jadi, nilai a = 1, b = 2, c = 2, dan d = 3. 27. Jawaban: d
Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai dengan
23. Jawaban: b perubahan bilangan oksidasi (terjadi peristiwa
a. SO2 + H2O H2SO3 (bukan redoks) reduksi dan oksidasi).
+44 +22 +2+46 Fe2O3 + 2Al Al2O3 + 2Fe
b. SO2 + 2H2S 2H2O + 3S (reaksi reduksi) +3 0
+44 +22 +22 0 reduksi

reduksi oksidasi
0 +3
c. SO2 + 2NaOH Na2SO3 + H2O (bukan redoks)
+44 +12+1 +2 +46 +2 2 28. Jawaban: d
d. 2SO2 + O2 2SO3 (bukan redoks) Cr2O72 + H+ + Cl Cr3+ + H2O + Cl2
+44 0 +44 Reduksi : Cr2O72 + 14H+ + 6e 2Cr3+ + 7H2O 2
e. SO2 + OH HSO3 (reaksi oksidasi) Oksidasi : 2Cl Cl2 + 2e 6

+44 2+1 +1+56

oksidasi 2Cr2O72 + 28H+ + 12Cl 4Cr3+ + 14H2O + 6Cl2
Zat yang bertindak sebagai pengoksidasi juga Persamaan reaksi disederhanakan:
disebut oksidator. Oksidator mengakibatkan reaksi Cr2O72 + 14H+ + 6Cl 2Cr3+ + 7H2O + 3Cl2
reduksi. Jadi, SO 2 yang bertindak sebagai
pengoksidasi terdapat pada reaksi b. 29. Jawaban: b
Pada sel Galvani (sel volta) terjadi perubahan energi
24. Jawaban: c kimia menjadi energi listrik.
Ni Ni2+ + 2e E = +0,25 V
30. Jawaban: c
Pb2+ + 2e Pb E = 0,13 V
Agar reaksi berlangsung, potensial standar sel CuS + NO32 Cu2 + S + NO
volta (E sel) harus berharga +, sehingga reaksinya: +4 +2
berkurang 2
Ni Ni2+ + 2e E = +0,25 V
Pb + 2e Pb
2+ E = 0,13 V 31. Jawaban: d
+
Ni + Pb2+ Ni2+ + Pb E sel = +0,12 V KBr + KMnO4 + H2SO4 Br2 + MnSO4 + K2SO4 + H2O
Reduksi : MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O 2
25. Jawaban: a Oksidasi : 2Br Br2 + 2e 5
Esel berharga positif = reaksi dapat berlangsung.
Esel berharga negatif = reaksi tidak dapat 2MnO4 + 16H+ + 10Br 2Mn2+ + 8H2O + 5Br2
berlangsung.

Kimia Kelas XII 69


Persamaan reaksi setelah disetarakan: 37. Jawaban: e
10KBr + 2KMnO4 + 8H2SO4 5Br2 + 2MnSO4 + Reaksi elektrolisis leburan ZnCl2 sebagai berikut.
6K2SO4 + 8H2O ZnCl2( ) Zn2+( ) + 2Cl( )
Jadi, harga a, b, c, dan d berturut-turut adalah 10, Katode (y) : Zn2+( ) + 2e Zn(s)
8, 5, dan 6. Anode (x) : 2Cl( ) Cl2(g) + 2e
32. Jawaban: d Kation (ion positif) akan mengalami reaksi reduksi
Berdasarkan gambar rangkaian tersebut maka di katode dengan menangkap elektron, sedang-
elektron mengalir dari Mg (anode) ke Cu (katode). kan anion (ion negatif) akan mengalami reaksi
Penulisan diagram sel dengan cara sebagai berikut. oksidasi di anode dengan melepaskan elektron.
Kation akan bergerak menuju ke katode dan anion
anode / ion // ion / katode akan bergerak menuju ke anode.
Jadi, diagram sel yang tepat untuk rangkaian 38. Jawaban: d
tersebut: Mg / Mg2+ // Cu2+ // Cu. W = 0,225 gram
33. Jawaban: b $ 
W = !

Mg(NO3)2 terion menjadi Mg2+. Ion NO3 tidak
mengalami reduksi dan oksidasi, yang mengalami q q $ 
0,225 = 
!

reduksi dan roksidasi adalah air (H2O).
Katode () : 2H2O + 2e H2 + 2OH > $ 
0,225 =  !

Anode (+) : 2H2O 4H+(aq) + O2(g) + 4e
!
 
34. Jawaban: b it= !
Harga EFe < EPb sehingga Fe cenderung meng- = 2.412,5 coulomb
alami oksidasi dan Pb2+ cenderung mengalami
reduksi. 39. Jawaban: b
Reaksinya sebagai berikut. $ 

$ 

Katode (reduksi) : Pb2+(aq) + 2e Pb(s) W = !
 =
!

Anode (oksidasi) : Fe(s) Fe2+(aq) + 2e
+ $ 
mol =  !

Reaksi sel : Pb2+(aq) + Fe(s) Pb(s) + Fe2+(aq)
Jadi, reaksi menghasilkan Fe2+ dan Pb. $ 
!
0,1 =  !

35. Jawaban: c   !

Elektrolisis air garam (larutan garam dapur) i= 
!
= 10 ampere
sebagai berikut.
40. Jawaban: b
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl(aq) Besi akan berkarat jika teroksidasi. Agar besi tidak
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) teroksidasi dapat dilapisi dengan bahan yang lebih
Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e mudah teroksidasi daripada besi. Bahan yang
Jadi, gas yang dihasilkan di katode adalah H2 dimaksud adalah Mg. Mg memiliki potensial reduksi
(hidrogen), sedangkan di anode adalah Cl2 (klorin). standar yang paling negatif sehingga paling mudah
teroksidasi.
36. Jawaban: b
Elektrolisis larutan tembaga(II) sulfat dengan B. Uraian
elektrode karbon sebagai berikut.
1. a. Tb = m Kb
CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq)
 `  
Katode : Cu2+(aq) + 2e Cu(s) Tb = Kb
 
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g)
! 
Tumpukan warna kemerahan yang terbentuk pada  `  
= 
0,51C kg mol1
salah satu elektrode (katode) adalah tembaga(I)   `  
oksida (Cu2O). Tembaga(I) oksida terbentuk jika Titik didih larutan
endapan tembaga telah teroksidasi. = titik didih pelarut murni (air) + Tb
= (100 + 0,14)C
= 100,14C

70 Kunci Jawaban dan Pembahasan


b. Tf = m Kf 5. Reaksi di anode (mengalami oksidasi)
Zn2+(aq) + 2e Zn(s) E = 0,76 V
 `  
Tf =  
Kf Reaksi di katode (mengalami reduksi)
Cu2+(aq) + 2e Cu(s) E = +0,34 V
! 
 `   E sel = E Cu E Zn
= 
1,86C kg mol1
  `   = +0,34 (0,76)
= 0,51C = +0,34 + 0,76
Titik beku larutan E sel = +1,10 volt
= titik beku pelarut murni (air) Tf E sel bernilai positif sehingga reaksi berlangsung
= (0 0,51)C spontan.
= 0,51C 6. Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
2. K2SO4(aq) 2K+(aq) + SO42(aq) Cu3+(aq) + 3e Cr(s)
n=3 @ @
=
K2SO4 terionisasi sempurna berarti = 1. @ @

Tb = i (m Kb) WCu = 0,64 gram


= {1 + (n 1) } (m Kb) 
eCu =  = 32
= {1 + (3 1) 1} 0,1 m 0,52C m1
= 0,156C 
eCr =  = 14
Titik didih larutan = (100 + 0,156)C
= 100,156C. WCr = 0,28 gram

3. V = 200 ml = 0,2 liter 7. a. larutan NaCl


T = 27C = 27 + 273 K = 300 K NaCl(aq) Na+(aq) + Cl+(aq)
Na merupakan logam alkali sehingga yang

=   RT direduksi adalah H2O.
Ion Cl merupakan ion halida sehingga akan

=   (0,082) (300) atm = 2,46 atm dioksidasi menjadi gas Cl2.
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
4. Tf = Tf Tf Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e
pelarut larutan

= (5,51 2,81)C
2H2O( ) + 2Cl(aq) 2OH(aq) + H2(g) + Cl2(g)
= 2,7C
Tf = m Kf b. larutan AgNO3
2,7 = m 5,12 AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
m = 0,527 molal Ion Ag mempunyai E > 0,83 sehingga akan
Molalitas larutan merupakan penjumlahan direduksi menjadi logam-logamnya. Ion NO3
molalitas masing-masing penyusunnya sehingga bukan merupakan ion halida sehingga yang
diperoleh: akan dioksidasi adalah H2O.
m = mnaftalena + mantrasena Katode : Ag+(aq) + e Ag(s) 4
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + O2(g) + 4e 1
Misal: massa naftalena = x gram
massa antrasena = (1,6 x) gram 4H+(aq) + 2H2O( ) 4Ag(s) + 4H+(aq) + O2(g)
Mr naftalena = 128
8. Reduksi : Cr2O72 + 14H+ + 6e 2Cr3 + 7H2O 2
Mr antrasena = 178
Oksidasi : AsO33 + H2O AsO43 + 2H+ + 2e 6
  

m =

+ 
 +
  >  2Cr2O72 + 28H+ 4Cr3+ + 14H2O
0,527 = 0,391x + (0,281(16 x)) 6AsO33 + 6H2O 6AsO43 + 12H+

0,527 = 0,391x + 0,4496 0,281x 2Cr2O72 + 6AsO33 + 16H+ 4Cr3+ + 8H2O +
0,11x = 0,0774 6AsO43
x = 0,704 gram
Perbandingan mol ion Cr 2O72 : ion AsO 43 =
Massa naftalena = x = 0,704 gram
perbandingan koefisiennya = 2 : 6 = 1 : 3.
Massa antrasena = 1,6 0,704 = 0,896 gram
> 9. i = 20 A
% naptalena =  100% = 44% t = 2 jam = 2 3.600 detik
% antrasena = (100 44)% = 56% q q 
e = =
$ 

Kimia Kelas XII 71


2) adanya nyala dan letupan disebabkan logam
  


 $   Na bersifat reaktif; dan
W = = = 80,58 gram
!
 !

3) perubahan warna air menjadi merah disebab-
Jadi, massa perak yang digunakan untuk melapisi kan tetesan fenolftalein yang berfungsi
sendok sebanyak 80,58 g. sebagai indikator basa karena air berubah
10. Misal: mol e = 1 mol menjadi NaOH setelah bereaksi dengan Na.
Reaksi sel I 3. Jawaban: c
NaOH(aq) Na+(aq) + OH(aq) Hasil reaksi antara logam alkali dengan air berupa
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) basa kuat dan gas hidrogen, basa kuat yang
Anode : 4OH(aq) 2H2O( ) + 4e + O2(g) dimaksud adalah KOH. Oleh karena itu, persamaan
reaksi antara logam kalium dengan air:
 
mol H2 =  mol e =  mol 2K(s) + 2H2O( ) 2KOH(aq) + H2(g)
Reaksi sel II
4. Jawaban: a
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl(aq)
Golongan utama terdiri atas 8 golongan, yaitu: IA,
Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g) IIA, IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA. Barium
Anode : 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e dan magnesium termasuk golongan IIA. Natrium
 
dan hidrogen termasuk golongan IA. Arsen
mol Cl2 =  mol e =  mol termasuk golongan VA. Ni, Fe, dan Co termasuk
Reaksi sel III golongan VIIIB. Oksigen termasuk golongan VIA.
AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq) 5. Jawaban: a
Katode : Ag+(aq) + e Ag(s) Semakin ke bawah, sifat basa unsur alkali semakin
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g) kuat. Dengan demikian urutan basa alkali yang
 
makin kuat adalah: NaOH KOH RbOH CsOH.
mol O2 =  mol e =  mol
6. Jawaban: a
Jadi, perbandingan mol Garam-garam alkali tanah dapat memancarkan
= mol H2 (sel I) : mol Cl2 (sel II) : mol O2 (sel III) spektrum emisi jika dibakar pada nyala api
   Bunsen. Logam Sr apabila dibakar akan memberi-
=  :  :  = 2: 2:1 kan warna nyala merah tua. Sementara itu, jika
dibakar logam Mg memberikan warna putih
keperakan, logam Ba memberikan warna hijau,
Bab IV Unsur-Unsur Golongan logam Ca memberikan warna merah oranye, dan
logam Be tidak memberikan warna.
Utama
7. Jawaban: c
Unsur halogen mempunyai keelektronegatifan
besar, mudah menangkap elektron sehingga
mudah menjadi ion negatif, mudah berikatan
dengan ion H+ membentuk asam kuat (khususnya
Cl), dan berupa unsur-unsur nonlogam.
A. Pilihan ganda
8. Jawaban: d
1. Jawaban: a Kereaktifan unsur-unsur gas mulia rendah karena
Satu-satunya logam alkali tanah yang memiliki sifat semua unsur gas mulia mempunyai konfigurasi
amfoter adalah berilium (Be). Berilium dapat elektron stabil yaitu konfigurasi elektron sesuai
bereaksi dengan asam kuat maupun basa kuat. aturan oktet kecuali He.
Sementara itu, logam alkali tanah yang lain (Mg,
Ca, Sr, dan Ba) dapat bereaksi dengan asam kuat 9. Jawaban: e
menghasilkan garam dan gas hidrogen. Warna nyala ion Na+ kuning, K+ ungu, Ba2+ hijau,
Sr2+ merah.
2. Jawaban: d
10. Jawaban: c
Reaksi logam Na dengan air sebagai berikut.
Unsur gas mulia sangat sukar bereaksi dengan
Na(s) + H2O( ) NaOH(aq) + H2(g) unsur lain karena jumlah elektron terluarnya selalu
Pada reaksi tersebut: 8 kecuali He.
1) menghasilkan larutan NaOH dan gas H2;

72 Kunci Jawaban dan Pembahasan


11. Jawaban: b 3) Titik didih unsur rendah, hanya beberapa
1) Ba (alkali tanah) kurang reaktif dibanding Cs derajat di atas titik cairnya.
(alkali). 4) Kr dan Xe sudah dapat disintesis senyawa.
2) Ca (alkali tanah) lebih elektronegatif daripada 5) Argon merupakan gas mulia terbanyak di
K (alkali). atmosfer.
3) Jari-jari atom Na (alkali) lebih besar daripada
16. Jawaban: b
Mg (alkali tanah).
Reaksi aluminium oksida dengan asam sebagai
4) Energi ionisasi Be (alkali tanah) lebih besar
berikut.
daripada Li (alkali).
Al2O3(s) + 6H+(aq) 2Al3+(aq) + 3H2O( )
5) Sifat reduktor Sr (alkali tanah) lebih kecil
daripada Rb (Alkali). Jika aluminium oksida direaksikan dengan larutan
HCl yaitu:
12. Jawaban: a Al2O3(s) + 6HCl(aq) 2AlCl3(aq) + 3H2O( )
Sifat unsur golongan alkali di antaranya sebagai
berikut. 17. Jawaban: c
1) Pada umumnya bereaksi hebat dengan air Karbon mempunyai dua allotrop utama, yaitu grafit
membentuk basa dan gas hidrogen. dan intan. Intan merupakan senyawa yang sangat
Persamaan reaksinya sebagai berikut. keras dan tidak diketahui bahan lain yang mem-
punyai kekerasan melebihi intan. Galena merupa-
2M(s) + 2H2O( ) 2M+(aq) + 2OH(aq) + H2(g)
kan nama lain senyawa timbal(II) sulfida (PbS).
M = logam alkali Cassitente merupakan nama lain senyawa
2) Dapat bereaksi dengan gas hidrogen timah(IV) oksida (SnO 2 ). Mika merupakan
membentuk hidrida. Persamaan reaksinya senyawa silikon yang mempunyai rumus molekul
sebagai berikut. K2O.3Al2O3.6SiO2.2H2O.
2M(s) + H2(g) 2MH(s) 18. Jawaban: b
3) Terbakar dengan oksigen membentuk oksida, Reaksi pembakaran silikon yaitu:
peroksida, atau superoksida. Si + O2 SiO2
Persamaan reaksinya sebagai berikut. (silikon dioksida)

3M(s) +

O (g) M2O(s) + MO2(s) 19. Jawaban: e
 2 Gas mulia mempunyai konfigurasi elektron yang
M = K, Rb, dan Cs sangat stabil (subkulit s maupun p pada kulit
5M(s) +

O (g) M2O(s) + MO2(s) + M2O2(s) paling luar terisi penuh) sehingga sukar untuk
 2 melepas elektron (energi ionisasi sangat besar)
M = Li dan Na ataupun menangkap elektron (keelektronegatifan
4) Keelektronegatifannya kecil. = 0). Maka tidak heran apabila gas mulia di alam
5) Energi ionisasinya kecil. ditemukan dalam keadaan bebas.
13. Jawaban: d 20. Jawaban: d
Halogen yang berwujud cair pada T kamar harus Nitrogen berwujud gas, sedangkan bismut,
mempunyai Tl < Tkamar < TD. Di mana suhu kamar antimoni, arsenik, dan fosfor berwujud padat.
= 25C. 21. Jawaban: b
14. Jawaban: e Senyawa superoksida merupakan senyawa yang
Dari berilium ke barium, sifat basanya semakin mengandung oksigen dengan bilangan oksida
kuat dan kelarutan garam hidroksidanya semakin 
 . Pada senyawa KO2, bilangan oksida K = +1
besar (semakin mudah larut). Jadi, yang paling

mudah larut dan mempunyai sifat basa kuat adalah dan O =  .
Ba(OH)2.
22. Jawaban: a
15. Jawaban: a Unsur-unsur halogen merupakan oksidator kuat
Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan gas sehingga mudah direduksi atau mengalami reduksi.
mulia. Dalam tabel periodik unsur, dari atas ke bawah
1) Harga energi ionisasi tinggi menunjukkan sifat oksidator unsur halogen melemah. X2 yang
kestabilan gas mulia. di atas mampu mengoksidasi (mengalami reduksi)
2) Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi X yang di bawahnya. Dengan demikian, fluorin
8, kecuali He = 2. merupakan unsur yang paling mudah direduksi.

Kimia Kelas XII 73


23. Jawaban: e 5. Jari-jari atom pada golongan halogen dari atas ke
Jumlah elektron unsur He = 2 sehingga konfigurasi bawah semakin besar, akibatnya afinitas elektron
elektron unsur He mengikuti kaidah duplet. berkurang. Afinitas elektron adalah energi yang
menyertai penyerapan satu elektron oleh suatu
24. Jawaban: b
atom netral dalam wujud gas sehingga terbentuk
Golongan alkali tanah adalah golongan IIA.
ion bermuatan 1. Semakin negatif nilai afinitas,
Golongan suatu unsur dapat diketahui dengan
semakin besar kecenderungan menyerap elektron
melihat elektron valensinya.
sehingga suatu unsur semakin reaktif.
Konfigurasi unsur:
Magnesium (12Mg) = 2 . 8 . 2. 6. Karena unsur-unsur halogen mudah menangkap
Stronsium (38Sr) = 2 . 8. 18 . 8 . 2. elektron sehingga mudah mengalami reaksi reduksi
Unsur Mg dan Sr mempunyai elektron valensi 2 dan mudah mengoksidasi unsur lain.
sehingga termasuk dalam golongan IIA. 7. Gas mulia mempunyai konfigurasi elektron yang
25. Jawaban: c stabil. Hal ini mengakibatkan gas mulia sukar
Harga kerapatan (kg/m3) dari unsur golongan gas bereaksi dengan unsur lain sehingga gas mulia di
mulia yaitu: alam tidak dijumpai dalam bentuk senyawa atau
He = 0,18 Kr = 3,75 molekul diatomik.
Ne = 0,9 Xe = 5,8 8. Perbedaan sifat fosfor putih dan fosfor merah
Ar = 1,8 Rn = 10,00 sebagai berikut.

B. Uraian Fosfor Putih Fosfor Merah

1. Sifat logam alkali berdasarkan kenaikan nomor 1. Melebur pada suhu 1. Melebur pada suhu
atomnya: 44C 59C
a. kereaktifan semakin bertambah; 2. Terbakar dengan 2. Terbakar dengan
b. jari-jari atomnya semakin besar; sendirinya pada titik sendirinya pada suhu
leburnya di atas 200C
c. energi ionisasinya semakin kecil; dan 3. Bersinar di udara 3. Tidak bersinar di
d. titik didihnya semakin rendah. udara
4. Bersifat racun 4. Tidak bersifat racun
2. Senyawa sulfat, karbonat, kromat, oksalat, dari 5. Larut dalam CS2 5. Tidak larut dalam CS2
logam alkali tanah dari atas ke bawah semakin
sukar larut atau kelarutannya semakin kecil.
Sementara untuk senyawa hidroksida dengan 9. Reaksi dekomposisi hidrogen peroksida dapat
logam alkali tanah dari atas ke bawah semakin dipercepat dengan adanya cahaya, panas, atau
mudah larut atau kelarutannya makin besar. katalis. Oleh karena itu, hidrogen peroksida dijual
dalam wadah botol berwarna gelap agar tidak
3. F2 merupakan oksidator terkuat. Semakin besar langsung menyerap cahaya.
harga E artinya semakin mudah tereduksi atau
mengalami reduksi. Semakin mudah tereduksi 10. Unsur-unsur golongan halogen mudah bereaksi
berarti merupakan oksidator kuat. dengan unsur golongan alkali tanah karena unsur-
Jika dibandingkan MnO4 (MnO4 Mn2+ E = unsur halogen mudah menangkap satu elektron di
+1,5 volt) atau PbO2 (PbO2 Pb2+ E = 1,46 volt), kulit terluarnya sehingga unsur-unsur halogen
berubah menjadi ion negatif satu. Sementara itu,
F2 lebih bersifat oksidator. Oleh karena itu, F2 tidak
unsur-unsur alkali tanah mudah melepas dua
dapat dioksidasi oleh oksidator mana pun.
elektron di kulit terluarnya sehingga unsur-unsur
4. Unsur halogen mempunyai 7 elektron valensi. Agar alkali tanah berubah menjadi ion positif dua.
mempunyai konfigurasi elektron stabil, seperti yang Elektron dari unsur-unsur alkali tanah ditangkap
dimiliki oleh golongan gas mulia, unsur-unsur oleh dua ion halogen sehingga terbentuk senyawa
halogen mudah sekali menangkap satu elektron. ionik dengan rumus malekul AX2.
Oleh karena itu, di alam unsur-unsur halogen tidak A = alkali tanah
ditemukan dalam keadaan bebas tetapi dalam X = halogen
bentuk molekul diatomik ataupun dalam bentuk
senyawa.

74 Kunci Jawaban dan Pembahasan


(CaSO42H2O). Senyawa ini mengandung unsur
kalsium. Ion yang dapat mengakibatkan air bersifat
sadah berupa ion Ca2+ dan Mg2+. Jadi, unsur yang
dimaksud berupa kalsium yang terdapat pula dalam
A. Pilihan ganda CaSO4 (kalsium fosfat).
1. Jawaban: c 8. Jawaban: e
Logam alkali dapat diperoleh dengan cara sintesis Unsur silikon dihasilkan dari kuarsa atau pasir silika
dengan reaksi tertentu atau elektrolisis leburan (SiO2) yang direduksi dengan cara mereaksikan-
garam kloridanya. Misal Na diperoleh dari nya dengan coke (jelaga atau C) pada pemanas
elektrolisis NaCl cair pada suhu 600C dengan listrik atau tanur listrik pada suhu sekitar 3.000C.
elektrode besi. Sementara itu, kalium diperoleh Reaksinya sebagai berikut.
dengan cara mengalirkan uap natrium dalam SiO2( ) + 2C(s) Si( ) + 2CO(g)
lelehan KCl. Rb dan Cs diperoleh dengan prinsip

sama seperti cara memperoleh kalium, dengan 9. Jawaban: e


logam Ca sebagai agen pereduksi. Pernyataan yang benar mengenai magnesium
2. Jawaban: d sebagai berikut.
Soda api mempunyai nama dagang natrium 1) Magnesium tampak bercahaya ketika dibakar
hidroksida. Sementara itu, natrium karbonat dan di udara.
natrium sulfat tidak mempunyai nama dagang. 2) Magnesium membentuk paduan logam
Natrium bikarbonat mempunyai nama dagang soda dengan aluminium yang berguna sebagai
kue. Natrium klorida mempunyai nama dagang bahan konstruksi pesawat terbang dan mobil.
garam dapur. 3) Magnesium membentuk magnesium oksida
ketika dibakar di udara. Reaksinya sebagai
3. Jawaban: b berikut.
Campuran logam litium, magnesium, dan alu-
2Mg(s) + O2(g) 2MgO(s)
minium digunakan untuk membuat komponen
pesawat terbang. Sementara itu, elektrode dibuat 4) Magnesium membentuk ion positif Mg 2+
dari logam litium, pembuatan pupuk dengan KCl karena kehilangan dua elektron.
dan K2SO4, pembuatan peralatan gelas mengguna- 5) Magnesium menempati posisi golongan IIA
kan LiCO 3 , sedangkan pembuatan mesiu (bukan IA) pada tabel periodik unsur.
menggunakan KNO3. 10. Jawaban: c
4. Jawaban: d Proses Downs merupakan proses pembuatan
Pembuatan logam alkali secara elektrolisis terjadi klorin melalui elektrolisis leburan NaCl.
reaksi sebagai berikut. 11. Jawaban: c
Katode : M+( ) + e M( ) Unsur-unsur kimia:
Anode : 2Cl( ) Cl2(g) + 2e
No. Mineral Unsur
Berdasarkan reaksi di atas maka:
1) logam alkali dibuat dari elektrolisis lelehan 1. Sendawa Chili (NaNO3) Na
garam kloridanya; 2. Hematit (Fe2O3) Fe
2) terjadi reaksi reduksi pada ion logam alkali di 3. Kuarsa (SiO2) Si
katode; 4. Kalkopirit (CuFeS2) Cu
3) logam alkali padat terbentuk di katode. 5. Bauksit (Al2O3nH2O) Al

5. Jawaban: a 12. Jawaban: a


Hidrogen fluorida (HF) merupakan asam halida Proses Hall-Herault digunakan untuk pengolahan
yang digunakan untuk mengukir kaca. logam aluminium. Proses Frasch digunakan untuk
6. Jawaban: a membuat belerang. Proses Haber-Bosh digunakan
Senyawa Mg(OH)2 yang bersifat basa digunakan untuk membuat amonia. Proses Oswalt digunakan
dalam tablet obat mag untuk menetralkan untuk membuat asam nitrat. Proses kontak
kelebihan asam lambung (HCl). digunakan untuk membuat asam sulfat dengan
katalis V2O5.
7. Jawaban: d
Senyawa yang digunakan untuk membuat cetakan
gigi dan pembalut patah tulang berupa gips

Kimia Kelas XII 75


13. Jawaban: e c. Perak iodida (AgI) bersamaan AgBr untuk
Unsur Al dapat bersenyawa dengan senyawa sulfat keperluan fotografi.
membentuk tawas (AlK(SO4)212H2O). Senyawa d. Larutan iodin dalam alkohol (tinktur iodin)
ini digunakan untuk mengendapkan kotoran pada digunakan untuk antiseptik pada luka.
proses penjernihan air.
2. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kembang
14. Jawaban: c api adalah senyawa alkali tanah. Senyawa alkali
Unsur yang digunakan untuk membuat tabung tanah dapat memancarkan spektrum emisi jika
elektron adalah xenon (Xe). dibakar pada nyala api. Oleh karena itu, kembang
15. Jawaban: d api dapat menghasilkan berbagai warna saat
Senyawa yang digunakan sebagai pemutih adalah dibakar.
senyawa klorin. 3. Logam alkali tanah memiliki harga potensial reduksi
16. Jawaban: b yang lebih negatif daripada air. Oleh karena itu,
Senyawa halogen yang digunakan untuk obat bius jika larutan garam alkali tanah dielektrolisis maka
dan pelarut adalah kloroform. Rumus kimia yang akan tereduksi adalah air, bukan logam al-
kloroform adalah CHCl 3 . Dengan demikian, kali tanahnya. Hal ini bisa dihindari jika yang
kloroform mengandung unsur halogen Cl. dielektrolisis adalah lelehan garamnya.

17. Jawaban: d 4. Dampak negatif unsur karbon yaitu mudah terbakar


CFC (kloro fluoro karbon) secara kimia tidak reaktif. serta beracun jika terisap dalam bentuk debu atau
Sifatnya yang lembam, CFC dapat naik ke serbuk halus. Dampak negatif senyawa karbon
stratosfer lalu melapuk dan melepaskan atom sebagai berikut.
klorin. Atom klorin bereaksi dengan ozon meng- a. Karbon tetraklorida (CCl4) mempunyai dampak
hasilkan sebuah molekul oksigen dan ion hipoklorit. beracun apabila tertelan, terisap, atau terserap
Ion hipoklorit bereaksi dengan atom oksigen dan kulit. CCl4 juga memicu timbulnya kanker.
menghasilkan klorin bebas yang dapat bereaksi b. Karbon disulfida (CS2) mempunyai dampak
dan merusak molekul ozon lainnya. beracun apabila terserap kulit serta mudah ter-
bakar dan meledak, terutama jika mengalami
18. Jawaban: b gesekan.
1) Iodoform (CHl3) digunakan sebagai desinfektan
untuk mengobati borok. 5. Elektrolisis lelehan NaCl:
2) Kloroform atau trikloro metana (CHCl3) di- NaCl Na+ + Cl
gunakan sebagai pelarut dan obat bius pada Katode: Na+ + e Na 2
pembedahan. Anode: 2Cl Cl2 + 2e 1
3) Asam fluorida (HF) digunakan untuk meng- +
Reaksi sel: 2Na+ + 2Cl 2Na + Cl2
ukir (mengetsa) kaca karena dapat bereaksi 
dengan kaca. mol Na: = 
= 0,1 mol = mol e
4) Dibromo etana (C2H4Br2) digunakan sebagai  
zat untuk memperbaiki mutu bensin, yaitu untuk Jumlah mol Cl2 = mol e =  0,1 mol

menghindari pengendapan Pb pada silinder. = 0,05 mol
5) Natrium bromida (NaBr) digunakan sebagai Volume Cl2 (STP) = 0,05 22,4 = 1,12 liter.
obat penenang saraf.
19. Jawaban: d
Helium digunakan sebagai pengganti hidrogen
dalam pengisian balon karena helium mempunyai
kerapatan paling rendah setelah hidrogen dan tidak
dapat terbakar. A. Pilihan ganda
20. Jawaban: a 1. Jawaban: d
Campuran 80% helium dan 20% oksigen diguna- Unsur halogen pada keadaan bebas bersifat racun.
kan sebagai pengganti udara untuk pernapasan Unsur halogen mempunyai keelektronegatifan yang
penyelam. sangat besar sehingga sangat reaktif (mudah
bereaksi dengan unsur lain), sehingga di alam
B. Uraian ditemukan sebagai senyawanya. Senyawa halo-
1. a. Natrium iodida (NaI) untuk mencegah penyakit gen pada umumnya berwarna putih atau tidak
gondok. berwarna. Unsur halogen jika direaksikan dengan
b. Iodoform (CHl3) sebagai antiseptik. basa kuat dapat mengalami reaksi autoredoks.

76 Kunci Jawaban dan Pembahasan


2. Jawaban: b b. Dibandingkan logam alkali, logam alkali tanah
1) Unsur alkali mempunyai 1 elektron valensi, mempunyai titik leleh relatif lebih besar karena
energi ionisasi kecil, mudah melepas satu ikatan logam antara atom-atomnya lebih kuat.
elektron, mudah mengalami oksidasi, reduktor c. Semakin ke bawah massa atom, sifat basa,
kuat (E kecil), sangat reaktif (dapat bereaksi sifat reduktor, dan kereaktifan semakin
dengan air), di alam tidak ditemukan dalam bertambah besar.
keadaan bebas (selalu bersenyawa).
9. Jawaban: e
2) Dibuat melalui elektrolisis leburan (lelehan)
Unsur gas mulia elektron valensinya mengikuti
garam halidanya.
kaidah duplet dan oktet sehingga semua elektron-
3) Semua senyawa alkali larut baik dalam air.
nya sudah berpasangan. Oleh karena itu, gas mulia
3. Jawaban: c bersifat inert (sukar bereaksi).
Harga ionisasi unsur-unsur logam dari atas ke
10. Jawaban: e
bawah semakin kecil. Urutan unsur-unsur logam
Al2O3 = aluminium oksidasi
alkali dari atas ke bawah yaitu Li, Na, K, Rb, dan
Cs. Urutan harga ionisasinya 510, 498, 421, 402, Na3AlF6 = kriolit
dan 374. Jadi, harga ionisasi kalium adalah 421 KAlSi3O8 = ortoklase
kJ/mol. Na4Al3Si3O12Cl = sodalit
K2SO4Al2(SO4)3.24H2O = tawas
4. Jawaban: a
Senyawa hidroksida alkali tanah semakin ke bawah 11. Jawaban: c
semakin mudah larut. Dengan demikian, senyawa 1) Kaporit (Ca(OCl)2) berfungsi untuk membunuh
hidroksida alkali tanah yang paling sukar larut kuman dan zat pengelantang.
adalah yang paling atas, Be(OH)2. 2) Freon (CF2 CF2) berfungsi sebagai zat
5. Jawaban: d pendingin pada kulkas dan AC.
Obat pencahar yang digunakan untuk mencuci 3) Garam Inggris (MgSO4) berfungsi sebagai obat
perut adalah MgSO4.7H2O (garam epsom atau pencahar atau pencuci perut.
garam inggris). KNO3 digunakan sebagai bahan 4) Antasida (Mg(OH)2) berfungsi sebagai obat
peledak. NaHCO3 (soda kue) digunakan sebagai mag (menetralkan asam lambung).
pengembang adonan kue dan untuk pemadam 5) Natrium benzoat (C6H5COONa) berfungsi
kebakaran. Na2CO3 digunakan untuk membuat sebagai pengawet.
senyawa natrium lain seperti NaOH, kaca, sabun, 6) Karbol (Fenol, C6H5OOH) berfungsi sebagai
pulp, dan kertas serta melunakkan air sadah. pembersih.
CaSO4. 2H2O (gips) digunakan untuk membuat 12. Jawaban: a
cetakan gigi dan pembalut patah tulang. Desinfektan pada kolam renang dan air PAM
6. Jawaban: c menggunakan kaporit. Rumus kimia kaporit adalah
Jari-jari atom logam alkali tanah dari berilium ke Ca(OCl2).
barium semakin besar sehingga energi ionisasi dan
13. Jawaban: d
keelektronegatifannya semakin berkurang
Unsur halogen yang berwujud cair pada suhu
sedangkan kereaktifannya semakin meningkat. kamar adalah bromin. Bromin memiliki titik didih
7. Jawaban: b berharga positif dan titik leleh rendah (berharga
Persamaan reaksi logam alkali tanah sebagai negatif). Bromin ditunjukkan oleh huruf B.
berikut.
M(s) + 2H2O( ) M(OH)2(aq) + H2(g) 14. Jawaban: c
M = Ca, Sr, dan Ba Bismut dihasilkan dari bijih bismutinit (Bi2S3) dan
Berilium tidak bereaksi dengan air. Reaksi Mg bismit (Bi2O3). Kedua jenis bijih tersebut banyak
dengan air dingin atau air pada suhu kamar berjalan terdapat di Peru, Jepang, Bolivia, dan Kanada.
lambat. Reaksi tersebut akan berjalan lebih cepat 15. Jawaban: d
jika menggunakan air panas atau air mendidih. Logam alkali tanah pada umumnya diperoleh
8. Jawaban: a dengan mengelektrolisis lelehan garam kloridanya.
a. Logam alkali dan alkali tanah bereaksi dengan
air oleh karena itu disebut logam aktif. Reaksi
logam alkali dengan air berlangsung sangat
cepat (eksplosif) sedangkan alkali tanah relatif
lebih lambat.

Kimia Kelas XII 77


16. Jawaban: e 22. Jawaban: b
Urutan kekuatan basa dari logam alkali tanah dapat Unsur golongan IVA yang bersifat toksik yaitu
dilihat dari kelarutannya dalam air. Semakin mudah karbon (C), germanium (Ge), dan timbal (Pb). Di
larut dalam air, berarti senyawa hidroksida tersebut antara unsur tersebut yang akan mengendap di
semakin kuat sifat basanya. Senyawa hidroksida mesin kendaraan bermotor sebagai sisa
dari logam alkali yang memiliki sifat basa yang pembakaran yaitu timbal. Timbal ini berasal dari
paling lemah bersifat amfoter. TEL (tetra ethyl lead) atau Pb(C 2 H 5 ) 4 yang
ditambahkan pada bensin.
17. Jawaban: a
Unsur yang mudah mengalami oksidasi artinya 23. Jawaban: c
mempunyai sifat reduktor kuat. Reduktor kuat Senyawa golongan IIIA yang mengandung unsur
dalam tabel periodik jika terletak di sebelah kiri natrium yang berguna sebagai pengawet kayu
dan sebelah bawah yaitu K (golongan IA dan serta sering disalahgunakan untuk campuran
periode 4). pembuatan bakso dan tahu yaitu boraks
(Na 2B4O7.10H 2O). Formalin atau formaldehid
18. Jawaban: b
(CH2O) berguna sebagai pengawet mayat. Karbit
Sifat halogen:
atau kalsium karbida (CaC2) digunakan untuk
1) daya oksidasi : F2 > Cl2 > Br2 > I2;
pematangan buah. Kaporit (Ca(OCl)2) digunakan
2) daya reduksi : I > Br > Cl > F ; sebagai desinfektan (pembunuh kuman) pada air
3) I = reduktor terkuat; PAM dan kolam renang.
4) F2 = oksidator paling kuat; dan Tawas (K2SO4Al2(SO4)3.24H2O) digunakan untuk
5) F2 dapat mengoksidasi Cl menjadi Cl2. menjernihkan air.
19. Jawaban: c 24. Jawaban: b
Unsur halogen dalam sistem periodik terletak pada Etilen dibromida merupakan senyawa bromin yang
golongan VIIA. Kulit elektron valensi adalah s2p5 ditambahkan dalam bensin bertimbal untuk
sehingga mempunyai elektron valensi 7. Unsur- mengikat timbal sehingga tidak melekat pada
unsur pada golongan ini bereaksi dengan logam silinder. Sementara itu, TEL adalah zat aditif yang
dari golongan IIA membentuk garam, contoh: ditambahkan pada bensin untuk menaikkan
2Na + Br2 2NaCl bilangan oktan. Natrium iodida ditambahkan ke
Unsur halogen dengan basa kuat dapat dalam garam dapur untuk mencegah penyakit
membentuk reaksi autoredoks dan memiliki gondok. Natrium bromida digunakan sebagai obat
bilangan oksidasi antara 1 sampai +7. penenang di bidang kesehatan. Metil bromida
digunakan sebagai pemadam kebakaran.
20. Jawaban: e
Reaksi antara gas klor dengan larutan KOH panas 25. Jawaban: c
sebagai berikut. Unsur yang dicampur dalam pembuatan pewter
yaitu timah (Sn), tembaga (Cu), bismut (Bi), dan
3Cl2(g) + 6KOH(aq) 5KCl(aq) + KClO3(aq) +
antimoni (Sb). Bismut dan antimoni merupakan
3H2O( )
unsur golongan VA. Timah merupakan unsur
Pada reaksi tersebut dihasilkan KCl, KClO3, dan golongan IVA. Tembaga merupakan unsur golongan
H2O. IB.
21. Jawaban: c 26. Jawaban: b
Oksigen secara sempurna dihidrolisis dalam air Berdasarkan pengetahuan tentang sifat-sifat unsur
membentuk OH dan kelimpahannya di dalam air halogen, dapat diramalkan bahwa astatin bersifat
5%. Di dalam tabel periodik, oksigen terletak di sebagai berikut.
sebelah kanan sehingga harga keelektro- 1) Berwujud padat (At2) seperti I2, sedangkan F2
negatifannya besar. Oksigen merupakan oksidator dan Cl2 berwujud gas, dan Br2 berwujud cair.
yang dapat mengoksidasi logam maupun 2) Berbentuk molekul beratom dua.
nonlogam karena sifatnya sebagai pengoksidasi 3) At mempunyai keelektronegatifan terkecil
yang sangat baik. Gas oksigen merupakan gas dibanding unsur-unsur halogen lainnya.
yang tidak berbau, tidak berwarna (oksigen padat 4) At mempunyai jari-jari atom paling besar
atau cair atau lapisan tebal oksigen berwarna biru dibanding unsur-unsur halogen lainnya.
muda), dan tidak berasa.

78 Kunci Jawaban dan Pembahasan


27. Jawaban: c 33. Jawaban: e
Karena halogen yang terletak di atas lebih bersifat Klorin digunakan untuk keperluan rumah tangga
oksidator, maka X2 yang di atas dapat meng- (garam dapur atau NaCl), membuat DDT, dan PVC
oksidasi (bereaksi) dengan X yang di bawahnya. (industri plastik). Kalsium digunakan dalam industri
Pada pilihan (C) Cl (letaknya lebih atas) sehingga besi, baja, air minum, dan gula. Kalium digunakan
tidak akan bereaksi dengan Br2 (letaknya lebih sebagai pupuk dan pembuatan masker gas.
bawah). Belerang digunakan untuk membuat asam sulfat,
vulkanisasi karet, dan membasmi penyakit
28. Jawaban: a
tanaman. Fosforus merah digunakan dalam
Makin ke atas halogen makin bersifat oksidator,
pembuatan korek api.
maka halogen yang paling mudah direduksi
(oksidator paling kuat) adalah fluorin (F2). 34. Jawaban: d
Larutan 1 : mengandung Sr 2+ (garam SrCl 2)
29. Jawaban: d
karena dengan karbonat mengendap,
Dalam satu golongan makin ke atas sifat oksidator
dengan NaOH tidak mengendap
makin besar (makin mudah direduksi) nilai E
(larut), dengan sulfat sedikit
makin ke atas makin besar.
mengendap, dengan oksalat
30. Jawaban: b mengendap, dan dengan kromat
HF memiliki titik didih paling tinggi meskipun menjadi keruh.
Mr-nya paling kecil. Hal ini karena HF mempunyai Larutan 2 : mengandung Mg2+ (garam MgCl2)
ikatan hidrogen antara partikelnya yang lebih kuat karena dengan karbonat mengendap,
daripada gaya Van der Waals. dengan NaOH mengendap (Mg(OH)2
31. Jawaban: c sukar larut), sedangkan dengan
Nitrogen merupakan unsur yang stabil dan sulit sulfat, oksalat, dan kromat larut.
bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Hal Larutan 3 : mengandung Ba2+ (garam BaCl2)
ini karena diperlukan energi yang tinggi untuk karena dengan karbonat mengendap,
memutuskan ikatan N2. Potensial ionisasi atom dengan NaOH (Ba(OH) 2 ) larut,
nitrogen paling tinggi dibandingkan atom lainnya sedangkan dengan sulfat, oksalat,
dalam satu golongan sehingga sulit melepas dan kromat mengendap.
elektron. Keelektronegatifan nitrogen paling besar Larutan 4 : mengandung Ca2+ (garam CaCl2)
dibandingkan atom lainnya dalam satu golongan karena dengan karbonat mengendap,
dan jari-jarinya paling kecil sehingga sulit untuk dengan NaOH (Ca(OH) 2 ) larut,
berikatan dengan unsur lain. Molekul nitrogen tidak dengan sulfat dan kromat juga larut,
mempunyai pasangan elektron bebas karena terdiri sedangkan dengan oksalat meng-
atas atom sejenis sehingga ikatan tidak bersifat endap.
polar (nonpolar). Pada suhu kamar, nitrogen berupa
gas diatomik (N2). 35. Jawaban: d
Reaksi kalium dengan air sebagai berikut.
32. Jawaban: b
2K(s) + 2H2O( ) 2K+(aq) + 2OH(aq) + H2(g)
XeF2 + OH Xe + F + O2(g)
+2 2 0 0 2K(s) + 2H2O( ) 2KOH(aq) + H2(g)
36. Jawaban: d
reduksi
Bilangan oksidasi Xe dalam XeO4 adalah +8.
oksidasi
37. Jawaban: a
Katode (reduksi) : Xe2+ + 2e Xe 2 Boron bersifat metaloid, sedangkan talium,
Anode (oksidasi) : 4OH O2(g) + 2H2O + 4e 1
indium, galium, dan aluminium bersifat logam.
2Xe2+ + 4OH 2Xe + O2(g) + 2H2O
2XeF2 + 4OH 2Xe + 4F + O2 + 2H2O
38. Jawaban: e
Titik leleh dan titik didih berhubungan dengan gaya
Jadi, reaksi tersebut menjadi setara jika di sebelah antarmolekul/atom yang terjadi dalam suatu zat.
kanan ditambah 2H2O. Gas mulia mempunyai gaya antaraksi (gaya tarik)
yang sangat lemah antaratom-atomnya sehingga
titik lelehnya hanya terpaut beberapa derajat di
bawah titik didihnya.

Kimia Kelas XII 79


39. Jawaban: c Proses tersebut menghasilkan asam sulfat dengan
Warna nyala biru menunjukkan adanya kandungan kadar 80% berat.
kation cesium. Warna nyala merah oranye
menunjukkan adanya kandungan kation kalsium. 5. Pertambahan jari-jari atom mengakibatkan daya
Natrium memberikan warna kuning. Kalium tarik inti terhadap elektron di kulit terluar berkurang
memberikan warna lembayung. Barium mem- sehingga elektronnya semakin mudah ditarik oleh
berikan warna hijau. Stronsium memberikan warna atom lain. Unsur gas mulia hanya dapat berikatan
merah tua. dengan unsur yang sangat elektronegatif seperti
fluorin dan oksigen.
40. Jawaban: d
Pada pembuatan besi dan bijih besi digunakan 6. Solder merupakan paduan logam antara timbal (Pb)
unsur karbon sebagai reduktor. Persamaan dan timah (Sn). Timbal dan timah termasuk unsur
reaksinya sebagai berikut. golongan IVA. Solder digunakan untuk mengikat
2Fe2O3 + 3C 4Fe + 3CO2 dua permukaan logam.
Karbon akan mengalami oksidasi, sedangkan ion 7. Senyawa-senyawa dari natrium:
besi akan mengalami reduksi. a. natron (Na2CO3.10H2O);
b. kriolit (Na3AlF6);
B. Uraian c. sendawa chili (NaNO3);
1. a. Reaksi karbon dengan halogen: d. albit (Na2O.Al2O3.3SiO2); dan
C + 2F2 CF4 e. boraks (Na2B4O7.10H2O).
b. Reaksi karbon dengan oksigen: Senyawa-senyawa dari kalium:
C + O2 CO2 a. silvit (KCl);
CO + H O H CO b. karnalit (KCl.MgCl2.6H2O);
2 2 2 3
c. sendawa (KNO3); dan

H2CO3 + H2O H O+ + HCO
3 3 d. feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2)

HCO + H O H O + CO
+ 2
3 2 3 3 8. a. NaHCO3 dibuat melalui proses Solvay. Selain
2. Kegunaan senyawa natrium klorida di antaranya itu, NaHCO3 dapat dibuat dengan mereaksi-
sebagai berikut. kan larutan Na2CO3, H2O, dan CO2 sehingga
a. Bahan baku pembuatan natrium, klorin, dan menghasilkan NaHCO3.
senyawa-senyawa natrium lain seperti NaOH Reaksinya:
dan Na2CO3. Na2CO3 + H2O + CO2 2NaHCO3
b. Sebagai bumbu penyedap makanan. b. NaOH dibuat secara besar-besaran dalam
c. Sebagai bahan pencair salju. industri dengan cara elektrolisis larutan garam
Sementara itu, kegunaan dari natrium bikarbonat dapur dengan diafragma. Katode yang
adalah sebagai bahan bakar pengembang kue dan digunakan berupa baja yang berlubang-lubang.
pemadam kebakaran. Anode yang digunakan berupa grafit.
3. Senyawa-senyawa unsur kalium beserta kegunaan- Reaksinya:
nya sebagai berikut. 2NaCl 2Na+ + 2Cl
a. KCl dan K2SO4, digunakan sebagai pupuk. K () : 2H2O + 2e H2 + 2OH
b. K2O, digunakan sebagai topeng/masker gas. A (+) : 2Cl Cl2 + 2e
c. KNO3, digunakan untuk membuat mesiu.
4. Pembuatan asam sulfat dengan kamar timbal 2NaCl + 2H2O 2NaOH + H2 + Cl2
merupakan cara yang pertama kali dilakukan. Pada
proses ini, campuran antara gas SO2 dan udara NaOH yang terbentuk berada di sekitar
dialirkan ke dalam bilik yang dilapisi timbal (Pb) katode, sedangkan gas klorin berada di sekitar
dengan menggunakan katalis NO dan NO2. Pada anode. Diafragma berfungsi untuk memisah-
campuran gas-gas ini dialirkan uap air. kan gas klorin yang terbentuk agar tidak
Reaksi yang terjadi sebagai berikut. bersinggungan dengan NaOH. Di dalam
laboratorium, NaOH dapat dibuat dengan
2SO2(g) + O2(g) + NO(g) + NO2(g) + H2O( )
mereaksikan natrium karbonat dan kalsium
2HNOSO4(aq) hidroksida. Reaksinya:
asam nitrosil Na2CO3(aq) + Ca(OH)2(aq) 2NaOH(aq) +
2HNOSO4(aq) + H2O( ) 2H2SO4(aq) + NO(g) CaCO3(s)
+ NO2(g)

80 Kunci Jawaban dan Pembahasan


9. a. Magnesium: magnesit (MgCO 3), dolomit 5. Jawaban: c
(CaCO3.MgCO3), epsomit (MgSO4.7H2O), Konfigurasi Co2+ = [Ar] 3d7 hj hj h h h
silikat, air laut, dan air asin. 3d7
b. Kalsium: dolomit (CaCO3.MgCO3), arogonit
Jumlah elektron tidak berpasangan = 3.
marbel, batu kapur (CaCO3), dan silikat.
6. Jawaban: b
10. Gas oksigen lebih reaktif daripada gas nitrogen
Semua unsur transisi bersifat logam karena memiliki
karena unsur oksigen lebih elektronegatif daripada
lebih banyak elektron yang tidak berpasangan.
unsur nitrogen (dalam tabel periodik unsur, oksigen
Akibatnya, elektron-elektronnya dapat bergerak
terletak di sebelah kanan nitrogen). Selain itu, ikatan
bebas pada kisi kristalnya sehingga dapat
rangkap tiga pada gas nitrogen (N N) lebih kuat
membentuk ikatan logam yang kuat.
daripada ikatan rangkap dua pada gas oksigen (O
= O). 7. Jawaban: c
Senyawa NiCl3, CuSO4, Na2Cr2O7, FePO4, dan
Co(CN)2 terbentuk dari ion Ni3+, Cu2+, Cr6+, Fe3+,
Bab V Unsur-Unsur Golongan dan Co2+ sehingga warna yang terjadi merah biru
jinggajinggamerah muda.
Transisi Periode Empat
8. Jawaban: e
Mangan [Ar] 4s23d5 memiliki nomor atom = 18 + 2
+ 5 = 25. Berdasarkan grafik tersebut, unsur Mn
dengan nomor atom 25 memiliki bilangan oksidasi
+2, +3, +4, +6, dan +7.
A. Pilihan ganda
9. Jawaban: b
1. Jawaban: d 1)  berwarna merah
Sifat-sifat logam transisi periode keempat: 2)   berwarna kuning
1) memiliki beberapa bilangan oksidasi
3)
 berwarna cokelat-ungu
2) mempunyai titik lebur tinggi
3) paramagnetik 4) CO2+ berwarna merah muda
4) membentuk ion kompleks 5) Zn2+ tidak berwarna
5) senyawanya berwarna 10. Jawaban: c
2. Jawaban: b Ion-ion berwarna terjadi jika subkulit 3d belum terisi
Unsur transisi pada umumnya mempunyai elektron penuh sehingga elektron-elektron pada subkulit 3d
tidak berpasangan baik pada subkulit d atau s. dapat menyerap energi cahaya. Akibatnya, saat
Karena tidak berpasangan maka elektron tersebut elektron-elektron tersebut berpindah ke tingkat
dapat bebas bergerak yang mengakibatkan sifat energi yang lebih tinggi dan kembali ke keadaan
paramagnetik. Semakin banyak elektron yang tidak dasar akan memancarkan energi yang sesuai
berpasangan, semakin kuat sifat paramagnetiknya. dengan panjang gelombang cahayanya.
3. Jawaban: b 11. Jawaban: c
Unsur transisi periode keempat akan mempunyai : [Ar] 4s2 3d7 hj hj hj h h h
27Co
konfigurasi elektron yang berakhir dengan:
ns(n 1)d 4s 3d Terdapatnya 3 elektron tidak berpasangan pada
Angka 4 menunjukkan periode 4 (nomor kulit orbital 3d mengakibatkan unsur Co bersifat
terbesar), sedangkan subkulit d menunjukkan feromagnetik (dapat ditarik oleh medan magnet
bahwa unsur transisi elektron terakhirnya akan dengan sangat kuat).
berakhir pada subkulit d blok d. Sementara itu, unsur yang lain hanya memiliki
Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3 sedikit elektron tidak berpasangan dibanding unsur
memenuhi: ns(n 1) d yaitu: 4s2 3d3. Co. Oleh karena itu, sifat unsur yang lain bukan
feromagnetik.
4. Jawaban: c
2 1
21Sc : [Ar] 4s 3d : hj h 21Sc : [Ar] 4s2 3d1 hj h
4s 2 3d1 Sc hanya memiliki satu elektron tidak berpasang-
Sc3+ artinya skandium melepas 2 elektron pada an pada orbital 3d sehingga bersifat paramagnetik
orbital 4s dan 1 elektron pada orbital 3d. (sedikit ditarik medan magnet).

22Ti : [Ar] 4s2 3d2 hj h h

Kimia Kelas XII 81


Ti hanya memiliki dua elektron tidak berpasangan B. Uraian
pada orbital 3d sehingga bersifat paramagnetik.
1. Warna dari beberapa senyawa unsur transisi
1 10
29Cu : [Ar] 4s 3d h hj hj hj hj hj periode keempat disebabkan karena ion-ion unsur
transisi periode keempat mampu menimbulkan
Cu hanya memiliki satu elektron tidak berpasang- warna. Hal ini disebabkan tingkat energi elektron
an pada orbital 4s sehingga bersifat paramagnetik. pada unsur-unsur tersebut hampir sama sehingga
hj hj hj hj hj hj elektron-elektron dapat bergerak ke tingkat yang
30Zn : [Ar] 4s2 3d10
lebih tinggi dengan mengabsorpsi sinar tampak.
Zn merupakan satu-satunya unsur transisi periode Sc3+ dan Ti4+ tidak berwarna karena orbital d-nya
empat yang bersifat diamagnetik (menolak medan kosong atau terisi penuh.
magnet). Hal ini karena seluruh elektron pada orbital
unsur Zn telah berpasangan. 2. Unsur transisi mengandung lebih banyak elektron
tidak berpasangan yang bergerak bebas pada kisi
12. Jawaban: b kristalnya daripada unsur golongan utama. Hal ini
Senyawa kompleks K[Co(NH3)4(S2O3)2] berarti bahwa ikatan logam unsur transisi lebih kuat
1) Kompleks bermuatan negatif, maka atom sehingga sifatnya lebih keras, kerapatannya lebih
pusat bernama kobaltat. besar, serta titik didih dan titik lelehnya lebih tinggi
2) Ligan-ligannya adalah amin sebanyak 4 (tetra) daripada unsur golongan utama.
dan tiosulfato sebanyak 2 (di).
3. Semua unsur transisi bersifat logam karena unsur
3) Biloks atom pusat dapat dihitung sebagai
transisi memiliki lebih banyak elektron yang tidak
berikut.
berpasangan. Akibatnya, elektron-elektron tersebut
K + Co + 4NH3 + 2S2O32 = 0 (+1) + Co +
dapat bergerak bebas pada kisi kristalnya sehingga
4(0) + 2(2) = 0 Co = +3 dapat membentuk ikatan logam yang lebih kuat
Nama senyawa kompleks tersebut: dibandingkan dengan unsur utama.
kalium tetraamin ditiosulfato kobaltat(III).
4. Unsur krom memiliki jumlah elektron tidak ber-
13. Jawaban: d pasangan yang banyak, sedangkan seng tidak
Cara penulisan rumus senyawa kompleks atau ion memiliki elektron tidak berpasangan. Semakin
kompleks: dimulai dari ion pusat, kemudian ligan banyak elektron yang tidak berpasangan dalam
netral diikuti dengan ligan yang bermuatan (ligan orbital, semakin kuat ikatan logamnya. Hal ini
negatif). karena elektron-elektron tidak berpasangan dalam
Cr3+ ion pusat, biloks = +3 unsur krom akan bergerak bebas pada kisi
H2O ligan netral kristalnya sehingga membentuk ikatan logam yang
Cl ligan negatif sangat kuat dibandingkan dengan unsur seng.
Dengan demikian, semakin kuat ikatan logam,
[Cr(H2O)5 Cl]Cl2 semakin tinggi titik lelehnya.

14. Jawaban: d 5. a. [Fe(CN)6]4 = ion heksasiano ferat(II)


b. [Fe(NH3)6]3+ = ion heksaamin ferat(III)
Atom pusat Cr3+, ligan: 4 ion SCN dan 2 molekul
NH3. c. [Ag(NH3)2] Cl = diamin perak(I) klorida
Muatan kompleks = muatan atom pusat + d. K[Ag(CN)2] = kalium disiano argentat(I)
muatan ligan
= +3 + 4(1) + 2(0) = 1
15. Jawaban: c
Senyawa kompleks [Co(NH3)4Cl2] Cl
1) Kompleks bermuatan positif, maka atom pusat
bernama kobalt. A. Pilihan ganda
2) Ligan-ligannya adalah amin sebanyak 4 (tetra)
1. Jawaban: a
dan kloro sebanyak 2 (di).
Besi banyak digunakan sebagai baja pada alat-
3) Biloks atom pusat dapat dihitung sebagai
alat industri karena sifatnya yang sangat keras dan
berikut.
kuat.
Co + 4NH3 + 2Cl + Cl = 0 Co + 4(0) + 2(
2) + (1) = 0 Co = +3 2. Jawaban: c
Nama senyawa kompleks tersebut: Rutil = TiO2; pirolusit = MnO2; hematit = Fe2O3;
tetraamin dikloro kobalt(III) klorida milerit = NiS.

82 Kunci Jawaban dan Pembahasan


3. Jawaban: e 13. Jawaban: b
Proses di atas dikenal dengan sebutan proses Prinsip kerja pembuatan baja yaitu dengan
tanur tinggi, karena dilakukan pada suatu tanur pengurangan kadar karbon dalam besi tuang. Besi
dengan suhu tinggi (sekitar 2.000C). Sementara kasar diproduksi menggunakan dapur bijih besi yang
itu, proses Frasch untuk memperoleh belerang, berisi kokas pada lapisan paling bawah, lalu batu
proses kontak adalah nama proses pembuatan kapur, dan bijih besi. Kokas terbakar dan meng-
asam sulfat, dan Hall-Herault adalah nama proses hasilkan gas CO yang naik ke atas sambil mereduksi
pengolahan logam aluminium. oksida besi. Besi yang telah tereduksi melebur dan
terkumpul di bawah tanur menjadi besi kasar yang
4. Jawaban: a
biasanya mengandung C, Si, Mn, P, dan S. Leburan
Pengolahan bijih tembaga melalui urutan proses
besi selanjutnya dipindahkan ke tungku lain
reduksi, pemekatan, pemanggangan, dan elektrolisis.
(converter) dan diembuskan gas oksigen untuk
5. Jawaban: d mengurangi kandungan karbon. Dengan cara tersebut
Unsur transisi berbentuk sulfida atau oksida dalam dapat dihasilkan baja dari besi kasar.
bijihnya karena sangat mudah teroksidasi dan
14. Jawaban: e
mempunyai afinitas yang cukup besar terhadap
oksigen dan belerang. Selain itu, oksigen dan Pembuatan logam seng dilakukan dengan
belerang termasuk unsur yang sangat reaktif pemanggangan seng sulfida (ZnS).
terhadap logam transisi. 2ZnS(s) + 3O2(g) 2ZnO(s) + 2SO2(g)
Selanjutnya, seng oksida direduksi dengan karbon
6. Jawaban: d pijar.
Proses pemurnian logam mangan secara alumino
ZnO(s) + C(s) Zn(g) + CO(g)
thermi dilakukan dengan mereduksi bijih mangan
Senyawa ZnO tidak dipanggang, tetapi direduksi.
dengan logam aluminium seperti pembuatan logam
Senyawa yang dipanggang dalam proses
krom. Reaksi tahap keduanya:
pembuatan seng adalah senyawa ZnS.
3Mn3O4(g) + 8Al(s) 9Mn(s) + 4Al2O3(s)
15. Jawaban: a
7. Jawaban: e Pirit dan siderit mengandung besi.
Mineral pirit (FeS2) mengandung besi (Fe). Kalkosit mengandung tembaga.
8. Jawaban: a Pirolusit mengandung mangan.
Pada bagian atas tanur Fe2O3 direduksi menjadi Sphalerite mengandung seng.
Fe3O4 pada suhu 500C. Smaltit mengandung kobalt.

3Fe2O3(s) + CO(g) 2Fe3O4(s) + CO2(g)
B. Uraian
9. Jawaban: b
1. Mineral-mineral dari:
Batu kapur (CaCO3) yang dapat terurai menjadi
CaO akan bereaksi dengan pengotor sehingga a. Titanium = rutil (TiO2), ilmenit (FeTiO3)
pengotor dapat terpisah dari bijih besi. b. Vanadium = vanadit (Pb3(VO4)2)
c. Kromium = kromit (FeCr2O4)
10. Jawaban: b
Proses elektrolisis pada pembuatan tembaga d. Mangan = pirolusit (MnO2)
bertujuan untuk menghasilkan tembaga yang lebih e. Besi = hematit (FeO3), magnetit (Fe3O4),
murni. limonit (Fe2O3 H2O), siderit (FeCO3), dan pirit
11. Jawaban: a (FeS2)
Pada pengolahan tembaga, kalkopirit (CuFeS2) f. Kobalt = kobaltit (CoAsS), smaltit (CoAs2)
dipanggang. Selanjutnya, hasil pemanggangan g. Nikel = pentlandite ((FeNi)S) dan garnerit
dioksidasi dengan oksigen. Reaksinya: (H2(NiMg)SiO4 2H2O)
4CuFeS2(s) + 9O2(g) 2Cu2S(s) + 2Fe2O3(s) h. Tembaga = kalkopirit (CuFeS2), malachit
+ 6SO2(s) (Cu2(OH)2)CO3), dan kalkosit (Cu2S)
2Cu2S(s) + 3O2(g) 2Cu2O(s) + 2SO2(g) i. Seng = seng blende/sphalerite (ZnS) dan ca-
2Cu2O(s) + Cu2S(s) 6Cu(s) + SO2(g) lamine (ZnCO3).
12. Jawaban: c 2. Unsur transisi dalam bijihnya terdapat dalam bentuk
Nikrom (stainless steel) merupakan perpaduan oksida atau sulfida karena unsur-unsur tersebut
dari 18% kromium (Cr), 8% nikel (Ni), dan 74% memiliki afinitas yang cukup besar terhadap
besi (Fe). oksigen dan belerang. Di samping itu, oksigen dan

Kimia Kelas XII 83


belerang merupakan unsur yang sangat reaktif
terhadap logam.
3. Bahan-bahan yang dimasukkan ke dalam tanur
melalui puncak tanur sebagai berikut.
a. Bahan utama terdiri atas bijih besi hematit A. Pilihan ganda
(Fe2O3) dicampur dengan pasir (SiO2) dan 1. Jawaban: d
oksida-oksida asam lain. Bahan ini akan Komponen untuk lampu berintensitas tinggi
direduksi. menggunakan skandium, bukan vanadium.
b. Bahan pereduksi, yaitu kokas (karbon).
2. Jawaban: c
c. Bahan tambahan, yaitu batu kapur (CaCO3)
21Sc [Ar] 3d 4s Sc
1 2 3+ : [Ar]
yang berfungsi untuk mengikat zat-zat
22Ti [Ar] 3d 4s Ti
2 2 4+ : [Ar]
pengotor.
Warna senyawa dari unsur transisi berkaitan dengan
4. Besi tuang bersifat keras dan rapuh. Kandungan
adanya subkulit d yang terisi tidak penuh. Senyawa
karbonnya lebih besar daripada besi tempa. Besi
dari Sc3+ dan Ti4+ tidak berwarna karena subkulit
tuang tidak dapat lunak jika dipanaskan sehingga
3d-nya kosong.
sukar dibentuk. Sementara itu, besi tempa akan
lunak terlebih dahulu sebelum mencair meskipun 3. Jawaban: b
mempunyai titik lebur lebih tinggi daripada besi Berdasarkan asas Aufbau, pada unsur transisi
tuang. Oleh karena itu, besi tempa dapat dibentuk periode keempat terdapat penyimpangan
dalam keadaan pijar sehingga digunakan untuk konfigurasi elektron dari asas Aufbau pada unsur
membuat berbagai peralatan seperti cangkul. kromium (Cr) dan tembaga (Cu). Konfigurasi elektron
Cr : [Ar] 3d5 4s1 dan Cu : [Ar] 3d10 4s1. Pada kedua
5. Reaksi dalam proses pembuatan besi murni
unsur tersebut subkulit 4s-nya belum terisi penuh
sebagai berikut.
elektron seperti halnya unsur-unsur lainnya.
3Fe2O3 + CO 2Fe3O4 + CO2 . . . (1)
Fe3O4 + CO 3FeO + CO2 . . . (2) 4. Jawaban: d
Na2CrO4 mengandung ion CrO42 yang memiliki
FeO + CO Fe + CO2 . . . (3)
konfigurasi 4s 0 3d 0 dan berwarna kuning.
Fe yang dihasilkan Sementara itu, MnO 4 2 dan VO 2+ memiliki
  konfigurasi 4s 0 3d 1, sedangkan Ti4+ memiliki
= 10 kg =   = 0,18 kmol
konfigurasi 4s0 3d0 tetapi tidak berwarna. Zn2+
FeO yang dibutuhkan (reaksi 3) mempunyai konfigurasi 4s0 3d10 sehingga tidak
berwarna.

=  0,18 kmol = 0,18 kmol 5. Jawaban: e
Umumnya unsur transisi memiliki sifat-sifat kimia
Fe3O4 yang dibutuhkan (reaksi 2)
yaitu kurang reaktif sehingga tahan terhadap
 korosi. Selain itu, unsur transisi larut dalam asam
=  0,18 kmol = 0,06 kmol
mineral encer.
Fe2O3 yang dibutuhkan (reaksi 1) 6. Jawaban: b
 Semakin banyak elektron yang tidak berpasangan
= 0,06 kmol = 0,09 kmol
 dalam orbital berakibat semakin kuatnya ikatan
Berat Fe2O3 yang dibutuhkan logam yang terbentuk dan semakin tinggi titik
leburnya.
= 0,09 ((2 56) + (3 16)) = 14,4 kg
Bijih besi yang dibutuhkan 7. Jawaban: a
Unsur seng (Zn) memiliki elektron-elektron yang

=  14,4 kg = 16 kg semuanya berpasangan dalam orbitalnya.
Akibatnya, unsur tersebut tidak memiliki sifat-sifat
Jadi, bijih besi yang dibutuhkan sebesar 16 kg. yang dimiliki oleh unsur-unsur transisi periode
keempat yang lain. Perbedaan sifat unsur tersebut
adalah memiliki titik leleh yang cukup rendah, tidak
bersifat paramagnetik, dan tidak membentuk ion
berwarna. Hanya saja seng (Zn) masih memiliki
sifat mampu membentuk ion-ion kompleks.

84 Kunci Jawaban dan Pembahasan


8. Jawaban: b 14. Jawaban: b
Muatan ion kompleks = {muatan atom pusat Muatan ion kompleks
+ 4 (muatan ligan)} = muatan atom pusat + muatan ligan
Muatan ion kompleks = {2 + 4(1)} = (+3) + (4 0) + (2 (1))
= 2 = +1
Jadi, muatan ion kompleks yang terjadi 2
15. Jawaban: b
sehingga rumus ion kompleksnya [Ni(CN)4]2.
Senyawa kompleks dengan nama diamin tetrakloro
9. Jawaban: d kobaltat(III) adalah [Co(NH3)2Cl4]
amonium heptafluoro zirkonat(IV). muatan ion = muatan Co + (2 muatan NH3) +
zirkonat IV : atom pusat Zr4+. (4 muatan Cl) = 1
heptofluoro : ligan F sebanyak 7. = (+3) + (2 0) + (4 (1)) = (1)
Karena nama senyawa kompleks tersebut sesuai/cocok
berakhiran -at dan diakhiri angka Romawi berarti
ion kompleks dalam senyawa tersebut bertindak 16. Jawaban: d
sebagai anion yaitu [ZrF7]3. Pada senyawa kompleks [Cr(H2O)5Cl]Cl2 ion
Muatan ion kompleks 3 diperoleh dari kompleksnya [Cr(H2O)5Cl]2+
penambahan muatan atom pusat dengan muatan muatan atom Cr + (5 muatan H2O) + muatan
semua ligan. Muatan atom pusat 4+, sedangkan Cl = + 2
muatan ligan F sebanyak 1. = (+3) + (5 0) + (1) = +2
[ZrF7] = 3 = +2 = +2 (ruas kanan = ruas kiri)
4 + (1) 7 = 3 17. Jawaban: e
Amonium bertindak sebagai kation NH4+. 1) Skandium digunakan sebagai komponen pada
Dengan demikian, NH 4+ + [ZrF 7 ] 3 menjadi lampu berintensitas tinggi.
(NH4)3 [ZrF7]. 2) Besi digunakan dalam industri perangkat
elektronik.
10. Jawaban: d 3) Seng digunakan sebagai logam pelapis besi
Bilangan koordinasi Cr3+ = 2 biloks atom pusat agar tahan karat.
= 2 3 = 6. 4) Titanium digunakan dalam industri pesawat
Muatan ion kompleks = biloks atom pusat + terbang.
muatan ligan. 5) Tembaga digunakan dalam paduan logam.
11. Jawaban: a 18. Jawaban: e
Kekerasan baja terletak pada kadar karbon yang Titanium bersifat amfoter, inert, putih cerah, tidak
dikandungnya. Semakin kecil kadar karbon, baja tembus cahaya, dan tidak beracun. Oleh karena
semakin kuat. Oleh karena itu, prinsip kerja dalam itu, titanium digunakan sebagai bahan pemutih dan
pembuatan baja terletak pada proses pengurangan pengilap.
kadar karbon dalam besi tuang.
19. Jawaban: e
12. Jawaban: b Bubur bordeaux merupakan campuran Cu(OH)2 dan
Senyawa kompleks [Cr(NH3)4Cl2]Cl. CaSO4. Bahan ini dibuat dari CuSO4 dan Ca(OH)2.
1) Kompleks bermuatan positif, maka atom pusat CaCO 3 merupakan gamping. CaSO 4 berupa
bernama krom. padatan putih digunakan untuk membuat cat,
2) Ligan-ligannya adalah amin sebanyak 4 (tetra) keramik, dan kertas.
dan kloro sebanyak 2 (di).
20. Jawaban: e
3) Biloks atom pusat dapat dihitung sebagai
Semua unsur transisi periode empat memiliki
berikut.
elektron terakhir pada orbital 3d. Sesuai dengan
Cr + 4NH3 + 2Cl + Cl = 0 Cr + 4(0)
aturan Aufbau, pengisian elektron ke dalam orbital
+ 2(1) + (1) = 0 Cr = +3
dimulai dari orbital dengan tingkat energi rendah
Nama kompleks tersebut:
ke orbital dengan tingkat energi tinggi. Orbital 4s
tetraamin dikloro krom(III) klorida
merupakan orbital dengan tingkat energi yang lebih
13. Jawaban: b rendah daripada orbital 3d. Dengan demikian,
Muatan ion kompleks = muatan logam + ligan orbital 4s telah terisi terlebih dahulu daripada
= +3 + 4(1) = 1 orbital 3d. Berdasarkan keterangan tersebut,
Jadi, rumusnya = [Fe(CN4)] diketahui bahwa kulit valensi yang ditempati
elektron valensi terdapat pada orbital 4s dan 3d.

Kimia Kelas XII 85


21. Jawaban: a 28. Jawaban: c
Garnerit memiliki rumus kimia Pada proses pengolahan besi digunakan kokas
H2(NiMg)SiO42H2O atau karbon (C) yang berfungsi sebagai reduktor.
Unsur transisi periode empat yang terdapat dalam 29. Jawaban: c
senyawa tersebut adalah nikel (Ni). Sifat paramagnetik dari unsur-unsur transisi
Mineral garnerit banyak terdapat di Sulawesi ditentukan oleh elektron tidak berpasangan
Tenggara. (tunggal) pada orbital s dan d. Hampir semua unsur
transisi periode 4 memiliki sifat paramagnetik,
22. Jawaban: a kecuali Zn (diamagnetik) serta Fe, Co, dan Ni
Senyawa seng memiliki subkulit 3d yang terisi (feromagnetik).
elektron penuh. Dengan demikian, ion-ionnya tidak
berwarna. Elektron-elektron pada subkulit 3d tidak 30. Jawaban: e
dapat menyerap energi cahaya. Elektron-elektron Ligan NH3 memiliki muatan 0.
yang telah terisi penuh tidak dapat mengalami Ligan Cl memiliki muatan 1.
eksitasi sehingga tidak memancarkan energi sesuai Jika atom pusat Rh 3+, rumus kimia ion kompleks
dengan panjang gelombang cahayanya.
[Rh(NH3)4Cl2]+.
23. Jawaban: a
Titik didih unsur-unsur transisi tinggi. Tidak semua B. Kerjakan soal-soal berikut!
unsur transisi dapat membentuk senyawa berwarna.
1. Keanekaragaman bilangan oksidasi unsur-unsur
Senyawa yang terbentuk dari unsur Sc3+, Ti4+, Cu+,
transisi disebabkan tingkat energi elektron pada
dan Zn2+ tidak berwarna. Unsur-unsur transisi dapat
subkulit 4s dan 3d hanya berbeda sedikit sehingga
membentuk oksida dengan rumus L2O3, contoh
dapat digunakan bersama-sama.
Cr2O3 dan Fe2O3. Potensial reduksi standar dari
unsur-unsur transisi sangat rendah sehingga mudah 2. a. Logam nikel bersifat dapat menghantarkan
teroksidasi. Unsur-unsur transisi memiliki beberapa panas atau listrik yang baik (konduktor).
bilangan oksidasi karena memiliki perbedaan energi Pergerakan elektron-elektron yang tidak
elektron pada subkulit 4s dan 3d yang cukup kecil. berpasangan pada kisi kristal nikel yang
Hal ini mengakibatkan elektron pada subkulit 3d juga mengakibatkan logam tersebut bersifat
terlepas ketika ionisasi terjadi pada elektron dalam konduktor. Jika logam nikel diberikan panas,
subkulit 4s. energi kinetik elektron akan meningkat.
Elektron memindahkan energinya ke elektron
24. Jawaban: e
lain sehingga panas merambat ke seluruh
Reaksi dalam proses pembuatan besi murni
bagian logam nikel. Selain itu, nikel
sebagai berikut.
merupakan logam yang mengilap sehingga
3Fe2O3 + CO 2Fe3O4 + CO2 . . . (1) digunakan untuk melapisi logam dengan tujuan
Fe3O4 + CO 3FeO + CO2 . . . (2) untuk mendapatkan warna yang menarik.
FeO + CO Fe + CO2 . . . (3) b. Monel merupakan paduan logam 60% Ni, 40%
Cu, dan sedikit Fe, Mn, Si, serta C.
25. Jawaban: c
Proses elektrolisis pada pembuatan tembaga 3. Keberadaan seng dalam suatu senyawa dapat
dilakukan dengan menempatkan tembaga kokas di diidentifikasi dengan mengalirkan gas H2S ke
anode dan menggunakan CuSO4 sebagai larutan dalam larutan yang diselidiki. Apabila terbentuk
elektrolit sehingga diperoleh tembaga murni di katode. endapan putih, dapat disimpulkan bahwa larutan
Jadi, proses elektrolisis tersebut bertujuan untuk tersebut mengandung seng. Endapan putih yang
menghasilkan tembaga yang lebih murni. terbentuk adalah senyawa ZnS. Reaksi yang terjadi
pada proses identifikasi seng sebagai berikut.
26. Jawaban: a
Tembaga (Cu) merupakan bahan untuk membuat Zn2+(aq) + H2S(g) ZnS(s) + 2H+(aq)
endapan
kabel listrik.
putih
27. Jawaban: d 4. Konfigurasi elektron unsur kromium (Cr) dan
Fungsi CaCO3 adalah untuk mengikat kotoran yang tembaga (Cu) elektronnya menyimpang dari asas
bersifat asam seperti SiO2, P4O10, atau oksida Aufbau. Unsur kromium mempunyai konfigurasi
amfoter seperti Al2O3. elektron 3d5 4s1 (bukan 3d4 4s2) dan unsur tembaga

86 Kunci Jawaban dan Pembahasan


mempunyai konfigurasi elektron 3d10 4s1 (bukan b. platinum(IV) : atom pusat Pt4+
3d9 4s2). Hal ini terjadi karena elektron-elektron tetraamin : 4 ligan NH3 muatan 0
dalam orbital-orbital cenderung untuk berada dalam dikloro : 2 ligan Cl muatan 2(1)
keadaan yang penuh atau setengah penuh karena muatan ion kompleks = 4 + 0 + 2(1)
orbital penuh atau setengah penuh lebih stabil. = 2+
Namun, aturan ini hanya berlaku untuk unsur
Rumus kimia: [Pt(NH3)4Cl2]2+
golongan transisi sedangkan unsur-unsur golongan
utama tidak berlaku. c. ferrat(III) : atom pusat Fe3+
heksasiano : 6 ligan CN muatan 6(1)
5. Semua unsur transisi periode empat mempunyai
muatan ion kompleks = 3 + 6(1)
sifat logam. Adanya sifat logam pada unsur transisi
= 3
ini mengakibatkan unsur-unsur tersebut memiliki
daya hantar listrik dan daya hantar panas yang baik. Rumus kimia: [Fe(CN)6]3
d. aurum(III) : atom pusat Au3+
6. Semakin banyak elektron yang tidak berpasangan
dalam orbital, berakibat semakin kuatnya ikatan tetrapiridin : 4 ligan py muatan 0
logam yang terbentuk dan semakin tinggi titik muatan ion kompleks = 3 + 0
leburnya. Pada unsur-unsur transisi periode empat = 3+
jumlah elektron tidak berpasangan mengalami Rumus kimia: [Au(py)4]3+
ketidakteraturan sehingga titik lebur yang
dimilikinya juga beragam dan tidak teratur.
7. a. Dikloro bis(etilendiamin) kobalt(II) monohidrat Bab VI Unsur-Unsur Periode Ketiga
bilangan oksidasi atom Co = 2+.
b. Triamin monobromo platinum(II) nitrit
bilangan oksidasi atom Pt = 2+.
c. Kalium monokarbonil pentasiano ferrat (II)
bilangan oksidasi atom Fe = 2+.
A. Pilihan ganda
8. Ferovanadium dibuat dengan mereduksi V2O5
dengan campuran silikon dan besi. 1. Jawaban: d
Reaksinya: Pada periode ketiga semakin ke kanan sifat asam
2V2O5(s) + 5Si(s) + Fe(s) 4V(+Fe)(s) + 5SiO2(s) semakin kuat. Dengan demikian, hidroksida unsur
ferovanadium yang paling kanan akan bersifat asam paling kuat.
Sementara itu, feromangan dibuat dengan Dalam hal ini adalah SO2(OH)2.
mereduksi MnO2 dengan campuran besi oksida 2. Jawaban: b
dan karbon. Aluminium mempunyai sifat mirip dengan berilium.
Reaksinya: Keduanya bersifat amfoter.
MnO2(s) + Fe2O3(s) + 5C(s) 2Fe(s) + Mn(s)
+ 5CO(s) feromangan 3. Jawaban: e
Unsur yang terdapat bebas di alam adalah argon
9. Logam skandium sangat sulit dipisahkan dari (Ar) dan belerang (S8).
mineralnya. Bahkan, kandungan unsur ini dalam
mineral hanya 5 sampai 30 ppm saja. Oleh karena 4. Jawaban: b
itu, logam skandium sangat jarang ditemukan. Beberapa sifat unsur-unsur periode ketiga dari
Logam skandium dibuat dengan elektrolisis cairan natrium ke klorin sebagai berikut.
ScCl3 yang dicampurkan dengan klorida-klorida 1) Sifat logam berkurang dan sifat bukan logam
lain. bertambah.
2) Sifat pereduksi (reduktor) berkurang dan sifat
10. a. aluminat(III) : atom pusat Al3+ pengoksidasi (oksidator) bertambah.
diakuo : 2 ligan H2O muatan 0 3) Sifat basa berkurang dan sifat asam
tetrahidrokso : 4 ligan OH muatan 4(1) bertambah.
muatan ion kompleks = 3 + 0 + 4(1) 5. Jawaban: c
= 1 Grafik antara titik didih unsur periode tiga dengan
Rumus kimia: [Al(H2O)2(OH)4] nomor atomnya digambarkan seperti grafik c.
Sementara itu, grafik a menggambarkan jari-jari

Kimia Kelas XII 87


atom, grafik b menggambarkan titik leleh, grafik d Si(OH)4 H2SiO3 + H2O
menggambarkan daya hantar listrik unsur-unsur Asam silikat
periode tiga, dan grafik e menggambarkan energi P(OH)3 H3PO3
ionisasi unsur-unsur periode tiga. Asam fosfit

6. Jawaban: a P(OH)5 H3PO4 + H2O


Oksida unsur-unsur periode tiga dari kiri ke kanan Asam fosfat
bersifat basaamfoterasam. Dengan demikian, S(OH)4 H2SO3 + H2O
jika oksida X bersifat asam maka unsur X dalam Asam sulfit
tabel periodik terletak paling kanan. Sementara itu, S(OH)6 H2SO4 + H2O
oksida Y bersifat basa sehingga Y dalam tabel Asam sulfat
periodik terletak paling kiri, sedangkan Z karena ClOH HClO
oksidanya bersifat amfoter maka Z dalam tabel Asam hipoklorit
periodik terletak di antara X dan Y. Jadi, urutan Cl(OH)3 HClO2 + H2O
letak unsur X, Y, dan Z berdasarkan oksidanya Asam klorit
adalah Y, Z, dan X. Cl(OH)5 HClO3 + 2H2O
7. Jawaban: a Asam klorat
Pengolahan aluminium dengan katode Al dengan 2. 2,55 kg bauksit = 2.550 gram bauksit
cara mengelektrolisis leburan aluminium seperti

pada reaksi di atas dinamakan proses Hall-Herault. mol bauksit (Al2O3) =


Proses ini ditemukan oleh Charles Martin Hall.
!! 
8. Jawaban: e =
  +  
Unsur Al dapat dipadukan dengan unsur Mg
membentuk paduan logam magnalium, yaitu 
=  
paduan logam yang terdiri atas 90% Al dan 10%
Mg. Kegunaan paduan logam ini untuk membuat = 25 mol
pesawat terbang karena bersifat kuat, keras, dan mol aluminium yang dihasilkan = 2 mol bauksit
tahan karat. = 2 25 mol
9. Jawaban: e = 50 mol
Senyawa di alam yang mengandung aluminium massa aluminium yang dihasilkan
adalah bauksit (Al2O3 2H2O), kriolit (Na3AlF6), = 50 mol 27 gr/mol
dan feldsfar (K2O Al2O3 3SiO2) = 1.350 gram
= 1,35 kg
10. Jawaban: e
Massa logam aluminium dalam zamrut (Al2F2SiO4) 3. Pembuatan logam aluminium pada tahap
  
elektrolisis merupakan kelanjutan dari tahap I yang
= 920 gram menghasilkan Al2O3. Pada tahap elektrolisis, Al2O3


dicampur dengan Na3AlF6 kemudian dilelehkan.
  Fungsi Na3AlF6 adalah untuk menurunkan titik
= 920 gram
  +   +  +   leleh Al2O3 dan sebagai pelarut lelehan campuran.
= 270 gram Selanjutnya, larutan Al 2 O 3 dalam kriolit
dielektrolisis menggunakan bejana dari besi yang
B. Uraian dilapisi karbon. Dinding bejana bertindak sebagai
katode, sedangkan anodenya berupa batang
1. a. Sifat basa unsur-unsur periode tiga dari
karbon yag dicelupkan ke dalam campuran.
natrium ke klorin semakin berkurang dan sifat
Persamaan reaksinya sebagai berikut.
asamnya semakin bertambah.
b. Senyawa-senyawa hidroksida dari unsur-unsur Katode = 2Al3+(aq) + 6e 2Al(s)
periode tiga: 
Anode = 3O22(aq)  O2(g) + 6e
NaOH Natrium hidroksida
+
Mg(OH)2 Magnesium hidroksida 
Al(OH)3 Aluminium hidroksida Al2O3(aq) 2Al(s) +  O2(g)
Al(OH)3 HAlO2 + H2O
Asam aluminat

88 Kunci Jawaban dan Pembahasan


4. Titik didih dan titik lebur mulai dari Na naik terus 5. Pasangan unsur berikut dalam tabel periodik unsur
sampai Si kemudian turun secara drastis pada terdapat dalam periode 3. Pasangan unsur yang
fosfor dan belerang karena perbedaan struktur mempunyai perbedaan titik didih paling besar yaitu
kristal zat-zat tersebut. Pada unsur natrium, mag- ....
nesium, dan aluminium, atom-atom saling a. silikon dan aluminium
berikatan dengan ikatan logam yang semakin kuat b. natrium dan aluminium
dengan bertambahnya jumlah elektron valensi. c. silikon dan fosfor
Unsur silikon tidak tersusun oleh ikatan logam, d. aluminium dan fosfor
tetapi atom-atom silikon ini saling berikatan dengan e. fosfor dan belerang
menggunakan empat buah ikatan kovalen tunggal Jawaban: c
sehingga membentuk suatu struktur yang kokoh. Unsur silikon dengan fosfor memiliki perbedaan
Untuk memutuskan ikatan ini diperlukan energi titik didih sangat besar karena atom-atom silikon
yang cukup besar sehingga titik didih atau titik lebur terikat melalui 4 ikatan kovalen dan membentuk
mulai dari Na naik terus sampai Si. Unsur-unsur struktur kovalen raksasa. Sementara itu, unsur
fosfor, belerang, dan klor adalah unsur-unsur fosfor terbentuk dari 4 atom fosfor melalui ikatan
nonlogam yang sangat mudah menangkap elektron Van der Waals. Oleh karena itu, titik didih silikon
membentuk ion negatif. jauh lebih tinggi dibanding fosfor.
5. Wohler mengenalkan metode untuk memperoleh 6. Jawaban: b
fosfor putih, yaitu dengan cara mereduksi kalsium Urutan logam berdasarkan kenaikan nomor atom
fosfat, pasir, dan batang karbon pada suhu 1.300C adalah KML. Unsur-unsur logam dari kiri ke
dalam tungku listrik. Fosfor yang diperoleh dari kanan semakin naik nomor atomnya tetapi
proses ini kemudian didistilasi dan diembunkan sifat logam berkurang. Sifat basa berkurang, sifat
dalam air agar terbentuk molekul P4. Kristal fosfor asam bertambah, serta potensial reduksi dan
putih murni dapat diperoleh jika uap molekul P4 keelektronegatifan juga bertambah.
hasil distilasi dikondensasikan kembali.
7. Jawaban: e
Proses di atas dikenal dengan sebuah proses Hall,
karena proses pengolahan logam aluminium
tersebut ditemukan oleh HallHerault. Sementara
itu, proses kamar timbal dan proses kontak adalah
nama proses pembuatan asam sulfat. Haber-Bosch
A. Pilihan ganda adalah nama proses pembuatan amonia. Proses
tanur tinggi adalah proses pembuatan atau
1. Jawaban: e
pengolahan logam besi.
Sifat asam unsur periode ketiga dari natrium ke
klorin (Na Mg Al Si P S Cl) semakin 8. Jawaban: b
kuat. Kriolit : Na3AlF6
2. Jawaban: a Bauksit : Al2O3 xH2O
Unsur-unsur periode ketiga dari natrium ke klor Kaporit : Ca(OCl)2
memiliki sifat basa yang berkurang dan sifat asam Kaolin : Al2Si2O5(OH)4
yang bertambah. Dengan demikian, Mg(OH)2 Kalkopirit : CuFeS2
bersifat basa yang lebih kuat daripada Si(OH)2.
9. Jawaban: d
3. Jawaban: d Magnesium sulfat banyak dipakai dalam farmasi,
Senyawa yang mengandung aluminium adalah misal sebagai obat pembersih perut yang dikenal
bauksit (Al2O3 2H2O), kriolit (Na3AlF6), dan dengan nama garam inggris (MgSO4 7H2O). KCl
feldsfar (K2O.Al2O3 3SiO2). digunakan untuk pupuk. NaHSO 4 digunakan
sebagai pembersih kamar mandi untuk melarutkan
4. Jawaban: e
endapan dari air sadah. Na2CO3 digunakan untuk
Energi ionisasi unsur-unsur ditentukan oleh struktur
membuat NaOH, kaca, sabun, pulp, dan kertas.
elektron, selain ditentukan oleh jari-jari atom.
CaSO4 2H2O (gips) digunakan untuk membuat
Dalam hal ini energi ionisasi Mg lebih besar
cetakan gigi dan pembalut patah tulang.
daripada Al, dan energi ionisasi P lebih besar
daripada S. Penyimpangan ini disebabkan atom
Mg memiliki orbital 3s penuh dan atom P memiliki
orbital 3p setengah penuh sehingga Mg dan P
sukar melepaskan elektron.

Kimia Kelas XII 89


10. Jawaban: d membuat magnet yang sangat kuat. Sementara
Logam golongan IA (Li Na K Rb Cs) dan itu, duralumin merupakan logam campuran yang
golongan IIA (Be Mg Ca Sr Ba) dibuat terdiri atas Al dan Cu merupakan logam yang
melalui elektrolisis lelehan garam halidanya. Misal sangat tahan karat, magnalium merupakan logam
lelehan MgCl2. campuran yang terdiri atas Al dan Mg digunakan
untuk membuat badan pesawat terbang, termit
11. Jawaban: a
merupakan campuran antara serbuk aluminium
Unsur-unsur periode ketiga meliputi: Na Mg Al
dengan oksida besi digunakan untuk mengelas baja,
Si P S Cl Ar. Sifat pereduksi (reduktor)
dan kriolit merupakan mineral yang mengandung
semakin ke kiri semakin kuat. Dengan demikian,
aluminium dan natrium.
unsur periode ketiga dengan sifat reduktor terkuat
adalah: Natrium (Na). 17. Senyawa sulfat yang dapat digunakan untuk
menyambung tulang patah atau retak adalah . . . .
12. Jawaban: e
Unsur-unsur periode ketiga meliputi: Na Mg Al a. NaHSO4
Si P S Cl Ar. Argon (Ar) sangat tidak b. CaSO4 2H2O
reaktif sehingga di alam ditemukan selalu dalam c. Na2SO4
keadaan bebas. Belerang (S) dapat ditemukan d. FeSO4 7H2O
dalam keadaan bebas di alam, meskipun sebagian e. CuSO4 5H2O
ditemukan dalam keadaan bersenyawa. Jawaban: b
13. Jawaban: e CaSO4 2H2O disebut gips. Gips merupakan
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan oleh senyawa sulfat yang digunakan untuk menyambung
suatu atom untuk melepaskan elektron. Semakin tulang patah atau retak. Sementara itu, NaHSO4
sulit melepaskan elektron maka semakin besar digunakan untuk bahan pembersih kamar mandi,
energi ionisasi yang dibutuhkan. Semakin mudah Na2SO4 sebagai obat pencahar, FeSO4 7H2O
melepaskan elektron maka semakin kecil energi sebagai bahan pemutih tinta, dan CuSO4 5H2O
ionisasi yang dibutuhkan. sebagai fungisida.
Jadi, unsur yang harga energi ionisasinya paling
18. Jawaban: a
kecil adalah yang paling mudah melepaskan
Pada pembuatan asam sulfat melalui proses
elektron sehingga cenderung lebih elektropositif
kontak terjadi kesetimbangan:
dan sifat logamnya semakin kuat. Unsur tersebut
adalah T. 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)

14. Jawaban: b Produk SO3 akan cepat terbentuk apabila dalam


Al dapat diperoleh dari Al2O3 melalui elektrolisis kesetimbangan tersebut diberi katalis V 2O 5
lelehan (Al2O3 cair) dalam Na3AlF6 (kriolit) dengan (vanadium(V) oksida). Oleh karena kesetimbang-
elektrode grafit (C) yang disebut proses Hall. an cepat tercapai, maka produk juga cepat
Reaksinya: terbentuk. Sementara itu, pembuatan asam sulfat
2Al2O3( ) 2Al3+( ) + 3O2( ) yang menggunakan uap nitrosa terjadi pada proses
bilik timbal.
Katode : 2Al3+( ) + 6e 2Al( )
 19. Jawaban: b
Anode : 3O2( )  O2(g) + 6e
a. Unsur A dengan air bereaksi menghasilkan

 gas hidrogen. Jadi, kemungkinan unsur A
Sel : 3O2( ) + 2Al3+( ) 2Al( ) +  O2(g) adalah Na atau Mg.
Jadi, sebagai bahan utama: Al2O3 cair, bahan b. Oksida unsur B dalam air mempunyai pH lebih
tambahan: Na3AlF6, dan elektrode: karbon. kecil dari 7 atau bersifat asam sehingga
kemungkinan unsur B adalah Si, P, S, atau Cl.
15. Jawaban: a c. Unsur C dapat bereaksi dengan asam maupun
Pada periode ketiga (Na Mg Al Si P S basa sehingga kemungkinan unsur C adalah
Cl Ar) semakin ke kanan sifat daya pereduksi Al.
(reduktor) semakin lemah. Dengan demikian, Jadi, susunan unsur-unsur tersebut dalam
urutan unsur dengan daya pereduksi yang semakin sistem periodik unsur dari kiri ke kanan adalah
lemah adalah Na Mg Al. A, C, dan B.
16. Jawaban: a 20. Jawaban: e
Alnico merupakan logam campuran yang terdiri Senyawa asam dapat dinetralkan oleh basa.
atas Fe, Ni, Al, dan Co dapat digunakan untuk

90 Kunci Jawaban dan Pembahasan


Demikian juga sebaliknya, senyawa basa dapat 28. Jawaban: b
dinetralkan oleh asam. Dengan demikian, kelebihan Asam sulfat dibuat dari belerang dioksida dengan
asam lambung dapat dinetralkan oleh magnesium katalis V2O5 melalui proses kontak, menghasilkan
hidroksida yang bersifat basa. belerang trioksida yang diabsorpsikan ke dalam
H2SO4. Hasil absorpsi ini berupa asam pirosulfat
21. Jawaban: e
(H 2 S 2 O 7 ), yang jika dilarutkan dalam air
Dalam satu periode, unsur-unsur periode ketiga
menghasilkan H2SO4.
(Na Mg Al Si P S Cl) harga potensial
elektrode standarnya semakin bertambah (dari kiri 29. Jawaban: d
ke kanan). Semakin mudah direduksi maka sifat H2SO4 merupakan bahan baku pembuatan pupuk
oksidatornya semakin kuat dan daya pereduksinya superfosfat dan amonium sulfat. Pupuk ini dikenal
semakin lemah. Jadi, urutan daya pereduksi unsur dengan nama ZA (zwavelzuur ammonia).
periode ketiga dari yang lemah ke yang kuat adalah 30. Jawaban: d
Al Mg Na. Mr kuarsa (SiO2) = Ar Si + 2 Ar O
22. Jawaban: a = 28 + (2 16)
Kriolit mempunyai rumus molekul Na3AlFe. Dengan = 60
demikian, unsur yang terkandung dalam senyawa 30 kg = 30.000 g
kriolit adalah Na dan Al.  
mol SiO2 = 
= 500 mol
23. Jawaban: c
Silikon (Si) merupakan unsur periode ke-3 yang Persamaan reaksi:
bersifat semilogam. SiO2(g) + 2C(s) Si(s) + 2CO(g)
mol Si : mol SiO2 = 1 : 1
24. Jawaban: b mol Si = mol SiO2 = 500 mol
Proses Down merupakan proses yang digunakan massa Si = 500 28 = 14.000 gram = 14 kg
untuk menghasilkan logam magnesium. Proses ini
melibatkan grafit sebagai anode dan tabung baja B. Uraian
sebagai katode. Proses Deacon merupakan proses
yang digunakan untuk membuat klorin dengan 1. Grafik hubungan antara nomor atom unsur periode
mengoksidasi hidrogen klorida di udara pada suhu ketiga dengan energi ionisasinya sebagai berikut.
450C menggunakan katalis tembaga klorida.
Proses kontak digunakan untuk membuat asam
sulfat dengan katalis V2O5. Proses bilik timbal Ar
digunakan untuk membuat asam sulfat dengan
Energi Ionisasi

Cl
katalis gas NO dan NO2. Proses Frasch digunakan
untuk membuat belerang. P

25. Jawaban: e Mg S
Si
Magnesium merupakan unsur pada periode ketiga
yang menghasilkan warna-warna terang saat Al
dibakar. Oleh karena itu, magnesium digunakan
Na
untuk membuat kembang api dan lampu blitz pada
fotografi. 11 12 13 14 15 16 17 18
Nomor Atom
26. Jawaban: b
Tanah liat (Al 2Si 2O 7.2H 2O) digunakan untuk Penyimpangan besarnya energi ionisasi unsur-
membuat semen, dengan cara dicampur bersama unsur periode ketiga dapat dijelaskan berdasarkan
batu kapur (CaCO3) pada suhu 1.500C. konfigurasi elektron valensi yang dimiliki oleh tiap-
tiap unsur. Unsur yang memiliki elektron valensi
27. Jawaban: e yang mengisi orbital secara penuh atau setengah
No. Mineral Kandungan Unsur penuh akan bersifat lebih stabil (elektronnya lebih
1. Ortoklase silikon
sukar dilepas) sehingga memiliki energi ionisasi
2. Karnalit magnesium yang lebih tinggi daripada unsur yang elektron
3. Kriolit aluminium valensinya mengisi orbital belum secara penuh
4. Apatit fosfor atau setengah penuh.
5. Pirit belerang

Kimia Kelas XII 91


2. Unsur-unsur periode ketiga dari natrium ke klorin 6. Mineral-mineral fosfat yang menjadi sumber fosfor
memiliki harga potensial reduksi standar yang adalah fosforit atau kalsium fosfat (Ca3(PO4)2) yang
semakin positif. Hal ini berarti bahwa natrium ke banyak terdapat dalam tulang manusia atau hewan,
klorin semakin mudah mengalami reaksi reduksi, dan apatit (CaF2, Ca3(PO4)2) yang terdapat dalam
atau sifat pengoksidasinya bertambah kuat. batu karang fosfat.
Dengan demikian juga dapat dipastikan bahwa Cara ekstraksi fosfor dari senyawanya sebagai
natrium ke klorin sulit mengalami reaksi oksidasi berikut.
atau sifat pereduksinya semakin lemah. Pembuatan fosfor didasarkan pada proses Wohler
yaitu dengan cara memanaskan campuran fosforit,
3. Urutan sifat logam ditentukan oleh nilai energi
pasir, dan karbon dalam tanur listrik ( 1.300C).
ionisasi. Semakin kecil energi ionisasi, semakin
Persamaan reaksinya:
bersifat logam. Dengan demikian, urutan sifat
logam adalah: 2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) 6CaSiO3(s) + P4O10(s)
Na > Mg > Al > Si. P4O10(s) + 10C(s) P4(g) + 10CO(g)
Urutan sifat nonlogam berlawanan dengan sifat
Uap fosfor yang terbentuk kemudian didinginkan
logam, sehingga urutan sifat nonlogam adalah:
dalam alat pengembun. Selanjutnya, fosfor cair
Cl > S > P
yang terbentuk disaring dan disimpan di dalam air
Secara umum, dari kiri ke kanan sifat logam
karena fosfor jika berada di udara mudah terbakar
berkurang dan sifat asam bertambah.
(akan terbakar dengan sendirinya) pada titik
4. Sifat basa unsur-unsur periode ketiga dari natrium leburnya ( 44C).
ke klor semakin berkurang dan sifat asamnya Dua bentuk alotropi dari fosfor yaitu fosfor merah
semakin bertambah. dan fosfor putih. Perbedaan antara kedua jenis
Senyawa-senyawa hidroksida dari unsur-unsur alotropi tersebut sebagai berikut.
periode ketiga sebagai berikut. Fosfor Putih Fosfor Merah
NaOH = natrium hidroksida Mudah meleleh Sukar meleleh
Mg(OH)2 = magnesium hidroksida Bersinar dalam gelap Tidak bersinar
Al(OH)3 = aluminium hidroksida Bersifat racun Tidak beracun
Al(OH)3 HAlO2 + H2O Larut dalam CS2 Tidak larut dalam CS2
asam aluminat Reaktif Kurang reaktif
Si(OH)4 H2SiO3 + H2O Kerapatan 1,8 g/cm3 Kerapatan 2,3 g/cm3
asam silikat
7. a. Sumber alam yang mengandung silikon berupa
P(OH)3 H3PO3 senyawa-senyawa silikat seperti silikon
asam fosfit
dioksida (SiO2) atau yang dikenal sebagai
P(OH)5 H3PO4 + H2O pasir atau kuarsa, tanah liat (Al2Si2O7 2H2O),
asam fosfat
asbes, dan mika.
S(OH)4 H2SO3 + H2O b. Cara pengolahan silikon:
asam sulfit Silikon dibuat dengan cara mereduksi SiO2
S(OH)6 H2SO4 + H2O dengan karbon dalam tanur listrik. Reaksinya:
asam sulfat SiO2(s) + 2C(s) Si(s) + 2CO(g)
ClOH HClO Silikon yang dihasilkan pada proses ini belum
asam hipoklorit murni. Pemurnian dilakukan dengan
menambahkan gas klorin. Reaksinya:
Cl(OH)3 HClO2 + H2O
asam klorit
Si(s) + 2Cl2(g) SiCl4(g)
Selanjutnya, gas hasil reaksi direduksi dengan
Cl(OH)5 HClO3 + H2O gas hidrogen pada suhu tinggi sehingga
asam klorat
diperoleh silikon yang benar-benar murni.
5. Sifat-sifat kimia logam natrium sebagai berikut. Reaksinya:
a. Merupakan reduktor kuat. SiCl4(g) + 2H2(g) Si(s) + 4HCl(g)
b. Dapat membentuk natrium amalgam saat
dilarutkan dalam air raksa. 8. Logam magnesium dapat diperoleh dengan cara
c. Mudah teroksidasi oleh oksigen membentuk mengelektrolisis lelehan MgCl2 menggunakan
Na2O. elektrode karbon. Reaksi yang terjadi sebagai
d. Mudah bereaksi dengan air membentuk berikut.
NaOH. MgCl2( ) Mg2+(aq) + 2Cl(aq)

92 Kunci Jawaban dan Pembahasan


Katode : Mg2+(aq) + 2e Mg(s) 234
91Pa + 1
234 Th 0
90
Anode : 2Cl(aq) Cl2(g)
4. Jawaban: e
+
239 U 207 Pb + x(4 ) + y( 0)
MgCl2( ) Mg(s) + Cl2(g) 92 82 2 1
  
9. a. Al2(SO4)3 dikenal dengan nama tawas yang x= =8

digunakan untuk menjernihkan air.
92 = 82 + 8 2 y
b. (NH4)2SO4 dikenal sebagai pupuk ZA (zwavel y = 98 92 = 6
amonium) digunakan sebagai pupuk tanaman.
Menjadi:
c. CaSO 4 yang disebut dengan gips untuk 239 U 207 Pb + 8 4 + 6 0
menyambung tulang yang patah. 92 82 2 1

10. Reaksi reduksi dalam tanur listrik sebagai berikut. 5. Jawaban: a


234 Th A X + 7 4 + 6 0
SiO2(s) + 2C(s) Si(s) + 2CO(g) 90 Z 2 1

a. Mr SiO2 = 28 + 16(2) = 60 Pada reaksi inti:


Berat SiO2 = 5 ton = 5 106 gram jumlah nomor massa (A) ruas kiri = jumlah
nomor massa (A) ruas kanan,
  jumlah nomor atom (Z) ruas kiri = jumlah
Mol SiO2 = = 8,33 104
 nomor atom (Z) ruas kanan,
Berat Si = 1,96 106 Dengan demikian:
234 = A + 7(4) + 6(0) A = 206
  
Mol Si =

= 7 104 mol 90 = Z + 7(2) + 6(1) Z = 82
  Maka isotop stabil tersebut adalah 206
82Pb.
Kadar SiO2 =   100%
6. Jawaban: b
   241 Pu 8 4 + X
=   
100% 94 2

X 5 10 + Y
= 84,03%
Nilai X dihitung sebagai berikut.
b. Untuk mereduksi SiO2 diperlukan karbon:
nomor massa Pu = 8 (nomor massa ) + nomor
2 7 104 12 = 1,68 106 gram
massa X
= 1,68 ton
nomor massa X = 241 8(4) = 209
nomor atom X = 94 8(2) = 78

Bab VII Unsur-Unsur Radioaktif Jadi, unsur X adalah 209


78X.
209 X
78 5 10 + Y
Nilai Y dihitung sebagai berikut.
nomor massa Y = 209 0 = 209
nomor atom Y = 78 5(1) = 83
A. Pilihan ganda Jadi, unsur terakhir yang terbentuk = 209
83Y.
1. Jawaban: b Pada pilihan, unsur tersebut adalah 209
83Bi.
Antara nuklida 40 40
20Ca dan 18Ar mempunyai nomor
massa (A) sama, tetapi nomor atom berbeda. 7. Jawaban: b
Dengan demikian, kedua isotop tersebut merupakan Pada peluruhan 55 55
27Co menjadi 26Fe, nomor atom
isobar. (Z) Co berkurang satu, sedangkan nomor massa
2. Jawaban: b (A) tetap.
55 Co 55 Fe + 0e
Nuklida 137N memiliki jumlah proton = 7 dan jumlah 27 26 +1
neutron = 13 7 = 6. Perbandingan n : p = 6 : 7 Jadi, partikel yang dipancarkan adalah positron.
= 0,85 : 1. Jadi, perbandingan n : p 1 : 1 sehingga
8. Jawaban: c
nuklida tersebut terletak di bawah pita kestabilan
14 C 0 + b X
(jumlah n < jumlah p). 6 1 a
b + 0 = 14 a1=6
3. Jawaban: a b = 14 a=7
234 Jadi, 147X = 147N.
90Th + 2
238 U 4
92

Kimia Kelas XII 93


9. Jawaban: d 3. a. Unsur P terletak di dalam pita kestabilan inti.
Nt = 15,2 Jumlah neutron P = 30 15 = 15 sama dengan
N0 = 11,6 jumlah proton P. Dengan demikian, unsur P
"  = 5.715 stabil (bukan unsur radioaktif).
 b. Unsur O memiliki jumlah neutron = 18 8 = 10.
"
#"  "  Jumlah proton unsur O = 8. Jumlah n > jumlah p.
= Dengan demikian, unsur tersebut terletak di
# 
atas pita kestabilan inti. Unsur 188O termasuk
"

#" unsur radioaktif.
=  log # c. Unsur Sc memiliki jumlah neutron =
"

 
40 21 = 19. Jumlah proton unsur Sc = 21.
" 
=  Jumlah n < jumlah p. Dengan demikian, unsur

   tersebut terletak di bawah pita kestabilan inti.
"  Unsur 4021Sc termasuk unsur radioaktif.
=
   
d. Unsur Np memiliki jumlah proton = 93. Jumlah
t = (0,3899)(5.715) = 2.228,5 tahun proton tersebut > 83 sehingga unsur Np
10. Jawaban: a terletak di tepi atas kanan pita kestabilan inti.
Diketahui: massa awal (No) = 10 gram Semua unsur yang memiliki proton > 83
"  = 40 hari termasuk unsur radioaktif. Unsur 236 93 Np
 termasuk unsur radioaktif.
t = 120 hari
"
4. a. Pemancaran
#"
=
 "  Partikel tersusun dari 2 proton dan

# 2 neutron. Nuklida radioaktif yang melakukan

#"   peluruhan akan kehilangan 2 proton dan 2
= neutron, serta membentuk nuklida baru.
 


 b. Pemancaran
Nt = 10 = 10 = 1,25 gram Partikel tidak bermassa dan bermuatan
 
1. Nuklida radioaktif yang meluruh dengan
B. Uraian memancarkan partikel , nomor atom nuklida
yang baru akan bertambah 1, sementara
1. Isotop 126C
Mempunyai jumlah neutron (N) = 12 6 = 6 dan nomor massanya tetap.
jumlah proton (Z) = 6. c. Pemancaran partikel
Partikel tidak mempunyai massa dan tidak
# 
Sifat kestabilan: = = 1 (stabil) bermuatan. Oleh karena itu, nuklida radioaktif
$ 
yang memancarkan partikel nomor massa
Isotop 146C dan nomor atomnya tidak berubah.
Mempunyai jumlah neutron (N) = 14 6 = 8 dan
jumlah proton (Z) = 6. 5. Reaksi penembakan dengan partikel ringan
dilakukan menggunakan partikel alfa, proton,
# 
Sifat kestabilan: = > 1 (tidak stabil) neutron, dan deuteron.
$ 
Jadi, isotop yang lebih stabil adalah 126C. Contoh:
27 Al + 42He 30 P + 10n
2. 13 15
Reaksi Fusi Reaksi Fisi
Hasil stabil. Hasil bersifat radioaktif. Reaksi penembakan dengan partikel berat
Energi yang dihasilkan Energi yang dihasilkan dilakukan menggunakan karbon-12 ( 12 C),
jauh lebih besar. cukup besar. nitrogen-14 (14N), dan oksigen-16 (16O).
Merupakan reaksi Merupakan reaksi
penggabungan. pembelahan. Contoh:
Mengakibatkan pen- Mengakibatkan pen-
cemaran radioaktif dan cemaran radioaktif dan
197 Au
79 + 126C 204 At
85 + 510n
radiasi kecil. radiasi besar.
Contoh: Contoh:
2H + 3H 4H + 1n + e 235 U + 1 n 90 Kr + 144 Ba
1 1 2 0 92 0 36 56
+ 210n + e

94 Kunci Jawaban dan Pembahasan


d. Penggunaan radioisotop dalam bidang ke-
dokteran:
1) mengukur laju pembentukan sel darah
merah;
A. Pilihan ganda 2) mendeteksi kerangka tulang manusia.
7. Jawaban: c
1. Jawaban: d
Co-60 adalah sumber radiasi gamma, sehingga
Radioisotop dapat digunakan untuk pembuatan
dapat digunakan untuk terapi tumor dan kanker.
unsur-unsur baru (transuran). Ilmuwan pertama
Hal ini dikarenakan radiasi gamma mempunyai
yang berhasil membuat transuran adalah Ferunl
daya tembus sangat besar sehingga dapat
yaitu dengan cara menembaki inti atom 238
92U. membunuh sel-sel kanker.
2. Jawaban: a 8. Jawaban: a
Dalam bidang industri, radioisotop digunakan untuk Perunut adalah alat untuk menentukan jejak. Jadi,
mengawetkan makanan dan pengolahan lateks. radioisotop yang digunakan sebagai perunut adalah
Sementara itu, menentukan kebocoran bendungan isotop 24Na dan 56Fe.
digunakan dalam bidang hidrologi, sedangkan
9. Jawaban: a
mutasi gen digunakan dalam bidang biologi. 192Ir digunakan untuk menyelidiki arah pergerakan

3. Jawaban: c sedimen pada bidang hidrologi. 131I digunakan


Xe-133 untuk mendeteksi penyakit paru-paru. untuk mengetahui debit air sungai, 59Fe untuk
Ca-47 untuk pengobatan kanker tulang. I-131 untuk mengukur laju pembentukan sel darah merah, 99Tc
mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok. Co- untuk mendeteksi kerangka tulang manusia, dan
60Co untuk penyamakan kulit.
60 untuk pengobatan kanker dan sterilisasi alat-
alat kedokteran. Na-24 untuk mendeteksi gangguan 10. Jawaban: e
peredaran darah. Kerontokan rambut kepala yang telah diiradiasi
4. Jawaban: d termasuk dampak negatif radioisotop. Radiasi zat
P-32 untuk mendeteksi penyakit mata. Na-24 radioaktif dapat mengakibatkan kerusakan sel
mempelajari kecepatan aliran air sungai atau untuk somatis berbentuk lokal. Sementara itu, pilihan a,
mendeteksi kebocoran pipa air. Co-60 untuk terapi b, c, dan d termasuk manfaat zat radioaktif.
tumor atau kanker. I-131 untuk diagnosis fungsi
kelenjar gondok. Cs-137 untuk sterilisasi alat-alat B. Uraian
kedokteran.
1. Mekanisme reaksi oksidasi propena dengan
5. Jawaban: b menggunakan KMnO4 dalam suasana asam dan
Radioisotop O-18 digunakan untuk menentukan basa. Salah satu atom C yang berikatan rangkap
mekanisme reaksi esterifikasi. Oksigen yang digunakan isotop 14C yang memancarkan sinar
terdapat pada gugus OH dalam senyawa alkohol beta. Dengan penelusuran dapat diketahui isotop
diberi tanda R *OH kemudian direaksikan 14C berada pada CH COOH atau pada CO .
3 2
dengan asam karboksilat. Jika hasil reaksi yang Reaksi:
diperiksa merupakan ester yang bersifat radioaktif, CH3 C = *CH2 + [O] CH3COOH + *CO2(basa)
berarti atom oksigen yang membentuk air berasal
dari asam karboksilat. CH3 C = *CH2 + [O] CH3COOH + *CO2(asam)
O O
B H+ B 2. Radioisotop memiliki sifat kimia yang hampir sama
RC + R *OH R C +H O dengan isotop stabil, sehingga reaksi kimia dari
Z Z*OR 2
OH radioisotop hampir sama pula dengan reaksi kimia
6. Jawaban: a dari isotop stabilnya. Dengan demikian, radioisotop
a. Penggunaan radioisotop dalam bidang biologi: dapat diikuti geraknya karena sinar-sinar yang
mengetahui ATP sebagai penyimpanan energi dipancarkan dapat ditangkap oleh alat-alat
dalam tubuh. detektor. Oleh karena itu, radioisotop dapat
b. Penggunaan radioisotop dalam bidang kimia: digunakan sebagai perunut.
menentukan kadar suatu zat terlarut dalam 3. a. Mempelajari efisiensi pemanfaatan pakan
suatu larutan dengan menambahkan larutan untuk produksi ternak.
yang mengandung zat radioaktif. b. 32P dan 35S untuk pengukuran jumlah dan laju
c. Penggunaan radioisotop dalam bidang sintesis protein di dalam usus besar hewan
hidrologi: ternak.
menyelidiki arah pergerakan sedimen.

Kimia Kelas XII 95


c. 14C dan 3H untuk pengukuran produksi dan 5. Jawaban: d
proporsi asam lemak mudah menguap di dalam Nt = 8 gram
usus besar hewan ternak. t = 2.610 tahun
4. Radioisotop 60Co dapat memperbaiki kualitas "  = 870 tahun
penyamakan kulit karena dapat menghasilkan kulit 
"
dengan daya rentang yang lebih baik jika #"
=   
"
dibandingkan dengan kulit yang disamak dengan #

cara biasa. #
"  #"
5. Zat radioaktif dapat mengakibatkan dampak negatif =

sebagai berikut. "  


a. Umur manusia menjadi lebih pendek karena  #




rusaknya jaringan sel tubuh dan menurunnya =

  
kekebalan tubuh.
b. Penyakit leukemia karena mengakibatkan     
log # =
pembelahan sel darah putih. 
c. Kemandulan dan mutasi genetik pada keturun- = 0,903
annya, apabila mengenai kelenjar kelamin. 
d. Kerusakan somatis berbentuk lokal dengan 10log = 10log 100,903
#
tanda kerusakan kulit, kerusakan sel pem- 
bentuk sel darah, kerusakan sistem saraf, # = 0,125
ataupun kerontokan rambut.
N0 = 63,9 64
6. Jawaban: b
27 Al
13 + 42 30 P
15 + 10n
Pilihan yang lain seharusnya:
9 Be + 4 12 C + 1 n
A. Pilihan ganda 4 2 6 0
9 Be (, n) 12 C
1. Jawaban: b 4 6
Pada tahun 1898 suami istri Piere dan Marie Curie 24 Mg
12 + 42 27 Si
14 + 10n
berhasil mengisolasi unsur baru yang terbentuk dari
24 Mg (, n) 27
peluruhan unsur radioaktif uranium. Kedua unsur 12 14Si
tersebut adalah polonium dan radium. 10 B + 42 13 N + 10n
5 7
2. Jawaban: a 10 B (, n) 137N
5
Sinar gamma mempunyai daya tembus terbesar
dan daya pengion yang paling lemah di antara 14 N
7 + 42 17 O
9 + 10n
partikel-partikel yang dihasilkan oleh zat radioaktif. 14 N (, n) 17 O
7 9
3. Jawaban: b 7. Jawaban: b
Reaksi pada bom hidrogen adalah reaksi fusi. Dianggap massa awal radioaktif = 100%.
Reaksi fusi yaitu reaksi penggabungan inti ringan "  
yang menghasilkan inti yang lebih berat disertai  "    
Nt = N0   = 100%  = 100%  = 100% 
dengan sejumlah energi yang berat.
Reaksi yang terjadi: Jadi, sisa unsur radioaktif tersebut sebesar 0,0625
2 H + 3 H 4 He + 1 n + energi atau 6,25%.
1 1 2 0

4. Jawaban: d 8. Jawaban: d
& Persamaan reaksi transmutasi inti:
 & 239 Pu + 4 yAm + 1 p + 21 n
Nt = N0 94 2 x 1 0


y = nomor massa reaktan nomor massa produk
 = (239 + 4) (1 + 2) = 240
= N0
 x = nomor atom reaktan nomor atom produk
=

N = (94 + 2) (1 + 0) = 95
 0
Notasi Am = 24095Am
Jadi, harga y = 240 dan harga x = 95.

96 Kunci Jawaban dan Pembahasan


9. Jawaban: d 15. Jawaban: d
Jika dihasilkan inti helium maka bilangan massa 31 P + 1 n 32 P
15 0 15
berkurang 4 dan nomor atom berkurang 2. Inti P bertambah 1 neutron
230 Th
90 226 Ra
88 + 24 32 P 32 S + 0
15 16 1

10. Jawaban: b Bandingkan 15P dengan 3215P

19K + bX 18Ar
Untuk reaksi 40 a 40 Pada P, proton = 15 neutron = 16
40 + a = 40 Pada S, proton = 16 neutron = 16
a = 40 40 Jadi, proton bertambah satu.
a=0 16. Jawaban: e
"
19 + b = 18  "
b = 18 19 Nt = N0  

"
b = 1  
bX = 10X
a 0,25 = 1 

"
Jadi, X adalah partikel elektron (10e). 

 
 = 

90Th 88Ra + bY
Untuk reaksi 230 226 a

230 = 226 + a "



=2
a = 230 226
a=4 t = 11.460 tahun
90 = 88 + b 17. Jawaban: b
b = 90 88 232 Th 208 Pb + n 4 + m 0
90 82 2 1
b=2 208 + 4n = 232
abY = 24Y 4n = 24
Jadi, Y adalah partikel alfa (24). n=6
82 + 2n m = 90
11. Jawaban: c 82 + 12 m = 90
Nomor atom Sc adalah 21, dengan demikian reaksi m=4
inti yang terjadi adalah: Jumlah partikel alfa dan beta yang dipancarkan =
44 Ca + 1 p 1 n + 44 Sc
20 1 0 21 6 dan 4.
maka x adalah proton. 18. Jawaban: a
12. Jawaban: e Isotop merupakan nuklida dengan jumlah proton
136 Br 136 I + 19 0e positron (nomor atom) sama, tetapi jumlah neutron (nomor
54 35 1
massa) berbeda.
14 C
6 14 N
7 + 10 partikel Contoh:
16O, 17 O, 18O
31 P
15 30 Si
14 + 11p proton 8 8 8

40 K 40 Ca + 10 partikel 19. Jawaban: d


19 20 "
 "
235 U
92 231 Th
90 + 42 partikel Nt = N0  


13. Jawaban: b
 "
Apabila perbandingan jumlah neutron dan proton, 2 = 16  

n : p = 1 : 1, inti atom tersebut stabil. Pada proton

yang berjumlah lebih besar dengan perbandingan n   "
: p hingga 1,5 : 1 juga dikatakan stabil. =  

14. Jawaban: c 

"   "
 " =  
Nt = N0   

   
     3=
Nt =  =   = 0,125 "
 

Jadi, % Nt setelah 2 tahun sebesar 12,5%. 


" = 
= 20 hari


Kimia Kelas XII 97


20. Jawaban: d 26. Jawaban: c
Reaksi fisi adalah reaksi inti yang bersifat #" 
pemecahan sebuah inti berat menjadi dua atau #
= 
lebih inti yang lebih ringan disertai pemancaran
energi dan partikel elementer. "  = 10 tahun

"
21. Jawaban: d #"  " 
# = 
"
 " "
Nt = N0    

= 
" 

0,01 = 0,02 
"  


" = 
    
= 
 " 
=
"   
= 1 t = 5 hari
t = 33,22 33 tahun

22. Jawaban: a 27. Jawaban: a


N0 = 25 gram Radioisotop digunakan di bidang biologi untuk
meneliti gerakan air di dalam batang, mengetahui
"  = 20 tahun ATP sebagai penyimpan energi dalam tubuh, dan

t = 60 tahun menentukan kecepatan pembentukan senyawa
" pada proses fotosintesis. Sementara itu,
 " mengamati pertumbuhan dan perkembangan
Nt = N0  
tanaman digunakan dalam bidang pertanian,

  menentukan mekanisme reaksi esterifikasi
= N0  digunakan dalam bidang kimia.


 28. Jawaban: c
= 25 = 3,125 gram
 Isotop yang digunakan dalam bidang kedokteran
23. Jawaban: d untuk pengobatan kanker adalah Co-60. Sementara
C-14 digunakan untuk menentukan umur benda- itu isotop Na-24 dan I-131 digunakan untuk
benda purbakala. Radioisotop ini merupakan mengetahui debit air sungai, C-13 untuk
pemancar sinar beta dengan waktu paruh sekitar menentukan umur dan asal air tanah, sedangkan
5.730 tahun. Pengukuran umur benda purbakala U-238 digunakan untuk reaktor nuklir.
dengan membandingkan secara langsung aktivitas 29. Jawaban: e
C-14 dari sampel yang diukur dengan aktivitas Kecepatan pembentukan senyawa pada proses
equilibrium C-14 di atmosfer. Dengan demikian, fotosintesis dapat dirunut dengan 14C. Sementara
umur sampel dapat ditentukan menggunakan umur itu, 37C digunakan untuk mengetahui tempat
paruh C-14. pemupukan yang tepat, 45Ca dan 35S digunakan
untuk mengamati pertumbuhan dan perkembang-
24. Jawaban: c
an tanaman, sedangkan 3H digunakan untuk
Sinar gamma mempunyai daya tembus sangat kuat mengukur produksi asam lemak dalam usus besar.
sehingga mampu membunuh kuman-kuman yang ada
dalam alat-alat kedokteran atau suatu bahan 30. Jawaban: c
sehingga bahan-bahan dan peralatan kedokteran Radioisotop yang dihasilkan oleh reaktor Trigamark
menjadi steril. antara lain 131I, 99mTc, 32P, 42K, 24Na, 82Br, dan
32S.
25. Jawaban: d
Sinar radiasi dapat digunakan sebagai sumber B. Uraian
radiasi. Radiasi ini bersifat merusak sehingga dapat
1. Pita kestabilan adalah tempat kedudukan isotop-
menimbulkan perubahan metabolisme sel.
isotop stabil dalam peta isotop.
Cara isotop radioaktif berikut ini menuju ke pita
kestabilan:

98 Kunci Jawaban dan Pembahasan


a. isotop radioaktif yang terletak di tepi atas 20 Na
11 16 F
9 + 24
kanan pita kestabilan mencapai keadaan stabil
dengan memancarkan sinar alfa; c. Isotop 55
27Co mempunyai 27 proton dan 28
b. isotop radioaktif yang terletak di atas pita elektron

kestabilan (mempunyai harga ' lebih besar


55 Co
27 55 X
26 + +10e
dari isotop stabilnya) mencapai keadaan stabil
55 Co
27 55 Fe + 0e
26 +1
dengan memancarkan sinar beta; serta 4. Deret peluruhan radioaktif terbagi atas 4 macam
c. isotop radioaktif yang terletak di bawah pita sebagai berikut.

kestabilan (mempunyai harga ' lebih kecil a. Deret Torium
dari isotop stabilnya) mencapai keadaan stabil Deret ini diawali dari 23290 Th dan berakhir
dengan memancarkan positron. dengan 208
82Pb. Kelipatan nomor massa unsur
yang terbentuk A = 4n.
2. a. 27 Al + 42 abX + 10n
13 b. Deret Uranium
27 + 4 = a + 1 Deret tersebut dimulai dari 238
92U dan berakhir
a = 30 dengan 206
82 Pb. Kelipatan nomor massa unsur
13 + 2 = b + 0 yang terbentuk A = 4n + 2.
b = 15 c. Deret Aktinium
X = 3015X Deret ini diawali dari 23592 Ac dan berakhir
Jadi, unsur tersebut adalah 30 dengan 207 Pb. Kelipatan nomor massa unsur
15P. 82
yang terbentuk A = 4n + 3.
b. 9 Be
4 + 42 abX + 10n + E
d. Deret Neptunium
9+4=a+1 Deret ini diawali dari 23793Np dan berakhir
a = 12 dengan 209
83Bi. Kelipatan nomor massa unsur
4+2=b+0 yang terbentuk A = 4n + 1
b=6

X = 126X 5. "  =

Jadi, unsur tersebut adalah 126C. 
=  ?@? !
c. 2H
1 + 31H abX + 10n + E
= 6,9 1012 s
2+3=a+1
a=4 Dalam satuan tahun menjadi 2,2 105 tahun.
1+1=b+0 6. Nt = 12,50% = 0,125
b=2 N0 = 100% = 1
X = 42X "
 "
Jadi, partikel tersebut adalah alfa. Nt = N0  

d. 230 Th
90 + 2 10n 226 Ra
88 + 2 abX 
 "
0,125 = 1  
230 + 2 = 226 + 2a
a=3 

  "
90 + 0 = 88 + 2b  =  

b=1
X = 31X 3=

"
Jadi, partikel tersebut adalah triton. 

"  = 120
3. a. Isotop 219F mempunyai 9 proton dan 12 neutron 
Jadi, waktu paruh unsur radioaktif tersebut adalah
21 F
9 21 X
10 + 10 120 hari.
21 F
9 21 Ne
10 + 10 7. Teknik gauging merupakan pemanfaatan radiasi
20 Na untuk memantau kualitas produk industri secara
b. Isotop 11 mempunyai 11 proton dan
terus-menerus, cepat, dan tepat. Teknik ini
9 neutron
diterapkan untuk mendeteksi isi cairan dalam
20 Na
11 16 X
9 + 24 kemasan kaleng minuman. Melalui teknik ini

Kimia Kelas XII 99


diperoleh volume kaleng yang seragam pada setiap tinggi. Hal ini berarti semakin besar pula
kemasan secara tepat, akurat, dan cepat sehingga konsentrasi molal larutan.
tidak terjadi pemborosan.
3. Jawaban: b
8. a. Reaktor tenaga, yaitu reaktor yang digunakan Mula-mula dicari titik didih larutan.
sebagai sumber tenaga penggerak generator. Tb = 100,026C 100C
Reaktor ini berfungsi untuk mengubah tenaga = 0,026C
nuklir menjadi tenaga listrik.  
b. Reaktor penelitian, yaitu reaktor yang Tb = Kb
'
digunakan untuk memproduksi neutron
sehingga dihasilkan radioisotop.  
0,026 = 0,52

c. Reaktor pengubah, yaitu reaktor yang
digunakan untuk mengubah isotop-isotop alam Mr = 342 J/mol
menjadi bahan bakar reaktor lain.
4. Jawaban: c
9. Pemberantasan hama dengan cara radiasi yaitu Tb = 100,13C 100C
dengan memandulkan serangga jantan, kemudian = 0,13C
dilepas lagi ke habitatnya. Perkembangbiakan Tb = m Kb
serangga akan terganggu karena serangga jantan 0,13 = m 0,52
infertil sehingga populasi hama serangga tidak 
m =  
akan bertambah.
10. a. Menentukan kecepatan pembentukan = 0,25 m
senyawa pada proses fotosintesis dengan Tf = m Kf
radioisotop C14.
= 0,25 1,86
b. Meneliti gerakan air dalam batang tanaman.
= 0,46
c. Mengetahui ATP sebagai penyimpan energi
Jadi, larutan tersebut membeku pada suhu
dalam tubuh dengan 38F.
= (0 0,46)C = 0,46C.
5. Jawaban: e
Latihan Ulangan Akhir Semester MgCl2; n = 3
Tf = (0 (0,558))C
= 0,558C
A. Pilihan ganda
 
Tf = Kf i
1. Jawaban: c
'
Q!  
Xglukosa = 0,558 =  1,86 {1 + (3 1)}
 + Q! 

1 + 2 = 1,2



Q! 2 = 0,2
= = 0,1
 



+



 Q! 6. Jawaban: b

=
( ) 

T = (25 + 273) K = 298 K
=MRT
( )+( )




?

?
  =

RT
= +  = 

  ?@?  
P = 0
Xt P = 30,6 = 0,6 =


0,082 298 = 0,27 atm

Plarutan = P0 P 7. Jawaban: b
= 30,6 0,6 Ketika seng dioksidasi, seng akan melepaskan dua
= 30 mmHg elektron. Seng yang dioksidasi akan mengalami
kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2.
2. Jawaban: e
Besarnya kenaikan titik didih larutan sebanding 8. Jawaban: d
dengan konsentrasi molal (m) sehingga dalam Reduksi terjadi pada Zn2+(aq) Zn(s). Zn2+
pelarut yang sama, semakin tinggi kenaikan titik mengalami penurunan bilangan oksidasi dari +2
didihnya maka titik didih larutan itu juga semakin menjadi 0. Jadi, Zn2+ mengalami reduksi.

100 Kunci Jawaban dan Pembahasan


9. Jawaban: c 2MnO2(s) + 2NH4+(aq) + 2e Mn2O3(s) +
Ketika gas klorin dimasukkan ke dalam larutan KI 2NH3(aq) + H2O( )
maka akan dibebaskan gas iodin berwarna cokelat,
13. Jawaban: c
KI mengalami oksidasi dan klorin mengalami
Reaksi elektrolisis larutan KNO3 dengan elektrode
reduksi sehingga bertindak sebagai oksidator.
karbon sebagai berikut.
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
KNO3(aq) K+(aq) + NO3(aq)
2KI(aq) + Cl2(g) 2KCl(aq) + I2(g)
+11 0 +11 0 Katode : 2H2O( ) + 2e 2OH(aq) + H2(g)
Anode : 2H2O( ) 4H+(aq) + 4e + O2(g)
oksidasi
Jadi, pada katode terbentuk gas hidrogen dan pada
reduksi
anode terbentuk gas oksigen.
10. Jawaban: a
14. Jawaban: b
Reaksi a bukan merupakan reaksi redoks karena
Misal rumus garam: MnxOy
pada reaksi tersebut tidak terjadi perubahan
Reaksi elektrolisis MnxOy menghasilkan mangan
bilangan oksidasi.
di katode sehingga ion mangan tidak mungkin
2NaOH + H2SO4 Na2SO4 + 2H2O
Mn2+. Hal ini karena reaksi elektrolisis larutan yang
+12+1 +2+68 +2 +68 +22
mengandung Mn2+ pada katode yang mengalami
Sementara itu, pada reaksi yang lain mengalami reduksi berupa air.
perubahan bilangan oksidasi. 2H2O + 2e 2OH + H2
2Mg + O2 2MgO Jadi, garam mangan tidak mungkin MnCl2 atau
0 0 +2 2 MnO.
oksidasi MnOy(aq) xMny+(aq) + yOx(aq)
reduksi Katode: Mny+(aq) + ye Mn(s)
0,06 mol 0,02 mol
Zn + 2HCl ZnCl2 + H2
0 +11 +2 2 0 Perbandingan mol e : mol Mn = 0,06 : 0,02
oksidasi = 3 : 1
reduksi 3+
Jadi, y = 3(Mn )
Cu + 2H2SO4 CuSO4 + SO2 + 2H2O Garam yang mengandung Mn3+ adalah MnCl3.
0 +2+68 +2+68 +44 +2 2 Garam MnO2 mengandung ion Mn4+, sedangkan
KMnO4 mengandung ion Mn7+.
oksidasi
reduksi 15. Jawaban: a
2H2S + SO2 2H2O + 3S E sel = E Cu2+ | Cu E Al3+ | Al
+2 2 +44 +2 2 0 = 0,34 (1,66)
= 2,00 volt
oksidasi
reduksi 16. Jawaban: b
11. Jawaban: b 
eZn =  = 32,5
Reaksi tersebut terbentuk dari persamaan redoks
berikut. I = 5 ampere
Mg Mg2+ + 2e t = 10 menit = 600 detik
2H+ + 2e H2
=   = 1,01 gram
\"
+ wZn =
 
Mg + 2H+ Mg2+ + H2
Berdasarkan persamaan reaksi tersebut, Mg 17. Jawaban: b
mengalami oksidasi karena melepaskan dua Reduksi : MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O 1
elektron. Oksidasi : Fe2+ Fe 3+ + e 5

12. Jawaban: d MnO4 + 8H+ + 5Fe2+ Mn2+ + 4H2O + 5Fe3+
Dalam sel kering: 18. Jawaban: d
a. Zn di katode mengalami oksidasi menjadi ion Logam dapat mendesak logam lain berarti logam
Zn2+ dengan melepas 2 elektron. Reaksinya: tersebut mempunyai harga potensial reduksi lebih
Zn(s) Zn2+(aq) + 2e kecil. Jadi, urutan potensial reduksi dari yang
b. Amonium klorida tereduksi menjadi amonia paling besar ke kecil adalah B > C > A.
dan air di katode. Reaksi yang terjadi:

Kimia Kelas XII 101


19. Jawaban: c Jadi, pernyataan yang tepat adalah sebagai
AgNO3 Ag+ + NO3 berikut.
Katode : Ag+ + e Ag 1) Logam alkali dibuat dari elektrolisis lelehan
Anode : 2H2O 4H+ + O2 + 4e atau leburan garam kloridanya.
2) Terjadi reaksi reduksi pada ion logam alkali di
20. Jawaban: d
katode.
^Q_ 
F =  =  = 0,1 Faraday 3) Logam alkali padat terbentuk di katode.
Reaksi elektrolisis: 26. Jawaban: e
AgNO3 Ag+ + NO3 Bilangan oksidasi (x) halogen dalam senyawa-
Katode : Ag+ + e Ag senyawa berikut.
Anode : 2H2O 4H+ + 4e + O2 HClO4 (+1) + (x) + 4(2) = 0 x = +7
 HBrO3 (+1) + (x) + 3(2) = 0 x = +5
H+ =  0,1 mol = 0,1 mol HClO2 (+1) + (x) + 2(2) = 0 x = +3

[H+] = `
= 0,1 M 27. Jawaban: c
pH = log [H+] Proses Downs merupakan proses pembuatan
= log 101 klorin melalui elektrolisis leburan NaCl.
=1 28. Jawaban: a
21. Jawaban: e Unsur-unsur dalam golongan IA dari atas ke bawah
Sel elektrolisis digunakan untuk penyepuhan semakin reaktif dengan air, jari-jari atom semakin
(elektroplating), pemurnian logam, serta pembuatan besar, keelektronegatifan semakin kecil, dan titik
gas oksigen dan magnesium. Pembuatan baterai leleh semakin rendah. Logam Li hingga Rb berwujud
menggunakan sel volta (sel elektrokimia). padat, sedangkan Cs berwujud cair, tetapi massa
jenisnya dari atas ke bawah semakin besar.
22. Jawaban: c
Dalam sel volta: 29. Jawaban: c
1) Logam yang memiliki E lebih kecil (lebih Sifat-sifat unsur dalam golongan halogen sebagai
negatif) berfungsi sebagai anode Zn sebagai berikut.
anode dan Ag sebagai katode. (1) Semua senyawa garamnya larut dalam air.
2) E sel = E katode E anode (2) Semua unsurnya berwujud gas.
= +0,80 (0,74) = 1,54 volt (3) Dari atas ke bawah titik leleh dan titik didihnya
3) Reaksinya: semakin besar.
2Ag+(aq) + Zn(s) Zn2+(aq) + 2Ag(s) (4) Bereaksi dengan hidrogen menghasilkan
larutan bersifat asam atau pH < 7.
23. Jawaban: d (5) Reaksi klorin dengan serat besi menghasil-
Logam alkali dari litium ke sesium memiliki jari- kan besi(II) klorida
jari atom yang semakin besar. Jadi, logam alkali
Cl2 + Fe FeCl2
yang memiliki jari-jari atom terbesar adalah
sesium (Cs). (6) Dari atas ke bawah sifat oksidator semakin
lemah.
24. Jawaban: d
Reaksi logam Na dengan air sebagai berikut. 30. Jawaban: d
Na(s) + H2O( ) NaOH(aq) + H2(g) Klorin, dalam suhu kamar berwujud gas, bereaksi
dengan air membentuk larutan bersifat asam,
Reaksi di atas menghasilkan larutan NaOH. keelektronegatifan Cl lebih kecil dari fluorin tetapi
1) Gas yang ditimbulkan adalah gas H2. lebih tinggi dari bromin dan iodin, bereaksi dengan
2) Adanya nyala dan letupan disebabkan logam serat besi membentuk FeCl2 sesuai reaksi:
Na bersifat reaktif.
3) Perubahan warna air menjadi merah disebab- Fe + Cl2 FeCl2
kan tetesan phenolphtalein yang berfungsi Bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk
sebagai indikator. garam natrium klorida (NaCl) dan garam natrium
klorat(I) atau NaClO.
25. Jawaban: c
Pembuatan logam alkali secara elektrolisis: Cl2 + 2NaOH 2NaCl + NaOCl + H2O
MCl( ) M+( ) + Cl( )
Katode : M+( ) + e M( )
Anode : 2Cl( ) Cl2(g) + 2e

102 Kunci Jawaban dan Pembahasan


31. Jawaban: c 39. Jawaban: b
Sifat paramagnetik dimiliki oleh atom yang Warna ion-ion logam transisi sebagai berikut.
mempunyai elektron yang tidak berpasangan pada Fe2+ : hijau
orbitalnya. Jadi, sifat paramagnetik ditentukan oleh Cr2O72 : jingga
jumlah elektron yang tidak berpasangan (elektron
MnO4 : ungu
tunggal). Pada unsur transisi jumlah elektron
tunggalnya dapat dilihat pada orbital d-nya. Co2+ : merah muda
40. Jawaban: a
32. Jawaban: d
Unsur X memiliki dua jenis bilangan oksidasi yaitu
Pada umumnya unsur-unsur transisi mempunyai
+1 dan +2. Unsur X dengan bilangan oksidasi +1
beragam bilangan oksidasi, kecuali Zn yang hanya
terdapat dalam senyawa X2O, sedangkan unsur X
mempunyai satu macam bilangan oksidasi.
dengan bilangan oksidasi +2 terdapat dalam
33. Jawaban: b senyawa XO. Unsur-unsur yang memiliki jenis
Muatan ion kompleks bilangan oksidasi lebih dari satu merupakan salah
= muatan atom pusat + muatan ligan satu ciri unsur transisi. Dengan demikian unsur X
= (+3) + (4 0) + (2 (1)) = +1 termasuk unsur transisi.
34. Jawaban: e
B. Uraian
Senyawa kompleks jika dilarutkan dalam air maka
ion kompleks akan tetap berupa satu spesies ion. 1. P = 80 cmHg = 1,05 atm
PV=nRT
Na3[Cr(NO2)6] 3Na+ + [Cr(NO2)6]3
1,05 19 = 1 0,082 T
35. Jawaban: d T = 243,9 K
Jumlah proton menunjukkan nomor atom. Unsur- Morfin termasuk nonelektrolit, sehingga:
unsur F, G, H menggambarkan unsur-unsur dalam =MRT
periode 3, karena nomor atomnya 11, 13, dan 16.  
Unsur-unsur dalam periode mempunyai sifat-sifat =   0,082 243,9 = 1 atm
sebagai berikut. Jadi, tekanan osmotik larutan tersebut 1 atm.
(1) Jari-jari atom menurun dari F, G, ke H.
2. NaOH adalah elektrolit kuat ( = 1) dengan jumlah
(2) Keelektronegatifan meningkat dari F, G, ke H.
ion n = 2, jadi i = n.
(3) Massa jenis meningkat dari F ke G, kemudian
 
ke H menurun. Tb = Kb
'
(1 + (n 1))
(4) Titik didih G > F > H.
~ 
(5) Oksida H bersifat asam, oksida G bersifat 100,2 100 = 0,5  2
amfoter, dan oksida F bersifat asam. ~
0,2 = 0,5  4
36. Jawaban: c

Pembuatan asam sulfat dengan katalis uap nitroso, x =  = 4 gram
yaitu campuran gas NO dan NO2 berlangsung dalam
bilik timbal, yaitu suatu tempat reaksi yang dilapisi 3. Penyetaraan redoks dengan metode setengah
timbal. Oleh karena itu, proses pembuatan H2SO4 reaksi.
ini dinamakan proses bilik timbal. 1) Oksidasi:
H2C2O4 CO2 (jumlah atom C disamakan)
37. Jawaban: b
H2SO4 adalah senyawa yang bersifat elektrolit H2C2O4 2CO2
kuat, karena dapat menghantarkan arus listrik. Reduksi:
Hantaran arus listrik ini terjadi karena H2SO4 dapat MnO4 Mn2+ (kanan kurang 4 atom O)
terionisasi sempurna menjadi ion-ion penyusunnya. 2) Oksidasi:
Oleh karena sifatnya ini, H2SO4 digunakan sebagai H2C2O4 2CO2 + 2H+ (kanan ditambah 2H+)
bahan pengisi aki sehingga aki dapat berfungsi Reduksi:
sebagai konduktor listrik. MnO4 + 8H+ Mn2+ + 4H2O (kanan ditambah
38. Jawaban: d 4H2O, kiri ditambah 8H+)
Logam transisi dapat membentuk senyawa 3) Oksidasi:
berwarna, bertindak sebagai katalis, mempunyai H 2 C 2 O 4 2CO 2 + 2H + + 2e (muatan
biloks lebih dari satu, dan membentuk ion-ion disamakan)
kompleks.

Kimia Kelas XII 103


Reduksi: 6. Afinitas elektron adalah energi yang menyertai
MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O penyerapan satu elektron oleh suatu atom netral
4) Oksidasi: dalam wujud gas sehingga terbentuk ion bermuatan
5H2C2O4 10CO2 + 10H+ + 10e (elektron negatif satu. Semakin negatif nilai afinitas, semakin
disamakan) besar kecenderungan menyerap elektron, yang
Reduksi: berarti kereaktifan bertambah.
2MnO4 + 16H+ + 10e 2Mn2+ + 8H2O 7. Sifat-sifat keperiodikan unsur-unsur periode tiga
yaitu:
Redoks:
a. Jari-jari atom, dari kiri ke kanan semakin kecil,
2MnO4 + 6H+ + 5H2C2O4 2Mn2+ + 8H2O + 10CO2
meskipun kulit elektron sama-sama tiga.
Nilai a, b, c, d, e, dan f berturut-turut yaitu 2, 6, 5, 2, b. Energi ionisasi, dari kiri ke kanan semakin
8, dan 10. besar.
4. E sel = E Pb2+/Pb E Ni2+/Ni c. Keelektronegatifan, dari kiri ke kanan semakin
= 0,13 (0,25) besar.
d. Titik didih dan titik leleh silikon paling tinggi di
= +0,12 V
antara unsur-unsur pada periode tiga karena
E sel = E Ni/Ni2+ + E Pb2+/Pb atom-atom Si mampu membentuk jaringan
= +0,25 V + (0,13 V) tiga dimensi menggunakan empat buah ikatan
= +0,12 V kovalen.
Titik leleh fosfor paling rendah karena atom-
5. Reaksi I : Al + Ni2+ Al3+ + Ni
atom P tersusun secara molekular.
Katode (reduksi) : Ni2+ + 2e Ni E = x V 3
Anode (oksidasi) : Al Al3+ + 3e E = y V 2 8. a. [Fe(CN)6]4 = ion heksasiano ferat(II)
+
Reaksi sel : 3Ni2+ + 2Al 3Ni + 2Al 3+ E = +1,41 V b. [Fe(NH3)6]3+ = ion heksaamin ferat(III)
Persamaan I = x + y c. [Ag(NH3)2] Cl = diamin perak(I) klorida
= 1,41 d. K[Ag(CN)2] = kalium disiano argentat(I)
"
Reaksi II : Ni + Br2 Ni2+ + Br  "
Katode (reduksi) : Br2 + 2e 2Br E = z V 9. Nt = N0  

Anode (oksidasi) : Ni Ni2+ + 2e E = x V "
+ #"  "
Reaksi sel : Br2 + Ni 2Br + Ni2+ E = +1,32 V # =  

Persamaan II = z x = 1,32 "
  "
Reaksi III : Al + Br2 Al3+ + Br 1  = 

Katode (reduksi) : Br2 + 2e 2Br E = z V 3 "

Anode (oksidasi) : Al Al3+ + 3e E = y V 2   
 = 
+
Reaksi sel : 3Br2 + 2Al 6Br + 2Al3+ E = (z + y) V t = 3 8 = 24 tahun
Persamaan I 10. Sterilisasi dingin adalah sterilisasi dengan cara
x + z = 1,41 radiasi. Sterilisasi dengan cara ini tidak meng-
y = 1,41 x akibatkan perubahan suhu yang berarti. Selain itu,
Persamaan II diperoleh beberapa keuntungan yaitu:
z x = 1,32 a. pelaksanaan dan pengawasannya mudah;
z = 1,32 + x b. hemat energi;
c. alat atau bahan yang peka terhadap
z + y = (1, 32 + x) + (1,41 x) pemanasan dapat disterilkan dengan aman;
= 1,32 + 1,41 d. alat atau bahan dalam kemasan dapat
= 2,73 volt disterilkan tanpa membuka kemasan; dan
Jadi, potensial elektrode untuk rangkaian e. alat atau bahan tidak terkontaminasi dengan
Al | Al3+ || Br2 | Br yaitu 2,73 volt. zat-zat radioaktif.

104 Kunci Jawaban dan Pembahasan


Bab VIII Berbagai Senyawa Turunan 2) Alkohol bereaksi dengan logam natrium
menghasilkan natrium alkanolat dan gas H2.
Alkena 3) Alkohol mudah larut dalam air dalam semua
perbandingan.
4) Alkohol bereaksi dengan hidrogen halida,
seperti HBr dan menghasilkan senyawa
haloalkana (mengandung halogen, misal
brom) dan air.
A. Pilihan ganda 5) Pada reaksi oksidasi alkohol primer akan
terbentuk aldehid dan selanjutnya terbentuk
1. Jawaban: c asam karboksilat.
Alkohol mempunyai gugus fungsi OH.
O merupakan gugus fungsi eter. 4. Jawaban: c
1-butanol: CH3 CH2 CH2 CH2 OH alkohol
mengandung gugus fungsi OH. Gugus OH
merupakan gugus fungsi asam
berisomer fungsi dengan eter (O). Isomer yang
karboksilat. mungkin: CH3 CH2 O OH2 CH3 atau dietil
eter.
merupakan gugus fungsi keton.
5. Jawaban: b
O CH3 CH O CH2 CH3
C merupakan gugus fungsi aldehid. |
H CH3
2. Jawaban: e Nama struktur di atas adalah 2-etoksi-propana
Alkohol tersier, gugus fungsi OH terikat pada atom (IUPAC) atau etil isopropil eter (Trivial) karena
C tersier. rantai induk mengandung gugus O sehingga
3-pentanol: CH3 CH2 CH CH2 CH3 merupakan senyawa eter (alkoksi alkana). Pada
(alkohol l senyawa tersebut terdapat dua jenis alkana, yaitu
sekunder) OH etana dan propana. Etana mengikat gugus O di
atom C nomor 2 sehingga dinamakan 2-etoksi. Jadi,
OH nama struktur tersebut 2-etoksi propana.
l
1,2,3,-propanatriol: CH CH CH 6. Jawaban: e
(poli alkohol) l l Senyawa tersebut termasuk alkanon atau keton.
OH OH Rantai terpanjang terdiri atas 5 atom karbon
dengan posisi gugus keton ada pada atom C
1-propanol: CH3 CH2 CH2 OH nomor 2 (2-pentanon) dan terdapat satu gugus
(alkohol primer) CH3 (metil) pada atom C nomor 4. Dengan
2-propanol: CH3 CH CH3 demikian, nama senyawa tersebut adalah 4-metil-
(alkohol l 2-pentanon (nama lain: isobutil metil keton).
sekunder) OH 7. Jawaban: e
OH Senyawa tersebut termasuk alkanal. Rantai
l terpanjang terdiri atas 4 atom karbon (butanal).
2-metil-2-propanol: CH3 C CH3 Terdapat dua gugus CH3 (metil) pada atom C
(alkohol tersier) l nomor 2 dan 3. Dengan demikian, nama senyawa
CH3 tersebut adalah 2,3-dimetil butanal.

3. Jawaban: b 8. Jawaban: d
Senyawa tersebut merupakan alkohol yang Struktur 1), 2), dan 3) berisomer posisi. Demikian
mempunyai gugus fungsi OH. Sifat-sifat alkohol pula struktur 4) dan 5). Sementara itu, struktur 1),
sebagai berikut. 2), dan 3) dengan struktur 4) dan 5) berisomer
1) Alkohol mempunyai titik didih relatif tinggi dan kerangka. Jadi, yang menunjukkan isomer
lebih tinggi daripada eter karena adanya ikatan kerangka adalah nomor 3) dan 4).
hidrogen.

Kimia Kelas XII 105


9. Jawaban: a f. dietil ester
Senyawa karbon C2H6O mempunyai rumus umum O
CnH2n + 2O. Rumus ini dimiliki oleh alkohol atau B
CH3 CH2 C
eter. Senyawa yang dapat bereaksi dengan Na dan V
PCl3 adalah golongan alkohol (R O H). OCH2 CH3

10. Jawaban: a 3. a. C2H5


Senyawa haloalkana yang pernah digunakan |
sebagai pemadam kebakaran adalah CCl4. CCl4 CH3 CH CH CH CH2 CH3
sulit bereaksi dengan gas oksigen dan dapat | |
berubah menjadi uap yang dapat memadamkan C2H5 OH
api. Akan tetapi, CCl4 pada suhu tinggi diketahui = 3 - etil - 5 - metil - 4 - heptanol
dapat bereaksi dengan uap air menghasilkan gas
b. CH3 CH CH2 CH O C2H5
fosgen yang beracun. Dengan demikian, | |
penggunaan CCl4 untuk pemadam kebakaran CH3 C2H5
dilarang. Reaksi pembentukan gas fosgen sebagai = 3 - etoksi - 5 - metil heksana
berikut.
CCl4 + H2O COCl2 + 2HCl c. O
B
CCl 4 akhirnya diganti CBr 2 ClF yang aman CH3 CH2 CH2 CH C
digunakan. CH3Cl atau klorometana digunakan | V
H
sebagai bahan pendingin, pembuatan silikon, dan CH CH3
zat warna. CHCl3 atau kloroform digunakan sebagai |
pelarut dan anestesi tetapi diketahui tidak aman CH3
karena dapat merusak hati, ginjal, dan jantung. = 2 - isopropil pentanal
C2H3Cl atau vinil klorida merupakan monomen
d. O
dalam pembuatan PVC atau plastik. C2H5Cl atau
||
kloroetana digunakan untuk anestesi lokal atau
CH3 CH C CH CH3
membuat TEL.
| |
C2H5 CH3
B. Uraian
= 2,4 - dimetil - 3 - heksanon
1. a. Alkohol dan eter.
b. Aldehid dan keton. e. CH3 CH2 CH CH COOH
c. Asam karboksilat dan ester. | |
CH3 OH
2. a. butil propil keton
O = 2 - hidroksi - 3 - metil pentanoat
|| f. O
CH3 CH2 CH2 CH2 C CH2 CH2 CH3 ||
b. propil alkohol CH3 CH2 CH2 C O CH3
CH3 CH2 CH2 OH = metil butanoat
c. etil isopropil eter
4. CH3 CH2 CH2 OH
!!
CH3 CH2 CH == O
CH3 CH O CH2 CH3
1-propanol propanal
|
CH3 OH O
| ||
CH3 CH CH3 CH3 C CH3
!!
d. asetaldehid
O 2-propanol propanon
|| OH
CH3 C H |
CH3 C CH3 tidak bereaksi
!!

e. asam valerat |
CH3 CH2 CH2 CH2 COOH CH3
2-metil-2-propanol

106 Kunci Jawaban dan Pembahasan


5. Metanal banyak digunakan sebagai bahan baku 5. Jawaban: e
pembuatan damar buatan, zat warna, plastik, CH3 O
insektisida, germisida, dan pengawet spesimen | ||
biologi (dalam bentuk formalin). Asetaldehid H C CH2 C CH3
banyak digunakan sebagai bahan pembuatan zat |
pewarna, damar, karet sintetis, asam cuka, aseton, CH3
dan etil asetat.
4-metil-2-pentanon

6. Jawaban: b
a. CH3 CH2 CH2 OH = 1-propanol
isomer
CH3 CH CH3 = 2-propanol posisi
|
A. Pilihan ganda OH
1. Jawaban: d O
B
Golongan yang mempunyai rumus molekul sama b. CH3 CH2 CH2 C = butanal
berarti merupakan pasangan isomer fungsi, yaitu V
H
alkanol dan alkoksialkana. O
2. Jawaban: a ||
CH3 O CH3 CH2 C CH3 = butanon V
5 4| 3 2 1B Isomer fungsi dengan rumus senyawa C4H8O
H3C C CH CH C
| | | V O
H
H3C CH3 CH2 ll
| Gugus aldehida
c. CH3 C CH3 = propanon
CH3 O bukan
2-etil-3,4,4-trimetil pentanal B isomer
CH3 CH2 C = asam propanoat
3. Jawaban: d V
Alkohol primer adalah alkohol yang gugus OH-nya OH
terikat pada atom C primer.
Contoh: C C C C OH d. CH3 CH2 O CH3 = metoksi
Alkohol sekunder adalah alkohol yang gugus OH- etana bukan
O
nya terikat pada atom C sekunder. ll isomer
Contoh: C C C C CH3 C OCH3 = metil etanoat
|
OH O
Alkohol tersier adalah alkohol yang gugus OH-nya B
terikat pada atom C tersier. e. CH3 CH2 CH2 C = asam butanoat
V
Contoh: OH
C
|
CCC O
| B
CH3 CH C = asam 2-metil propanoat
OH l V
Jadi, alkohol primer ditunjukkan oleh rumus struktur V
CH3 OH
nomor 1), 3), dan 5). Sementara itu, rumus struktur
isomer kerangka
nomor 2) dan 4) merupakan alkohol sekunder.
4. Jawaban: c 7. Jawaban: e
Rumus struktur 2-etoksi propana sebagai berikut. Kedua senyawa tersebut mempunyai rumus umum
H3C CH O CH2 CH3 C4H10O. Keduanya merupakan alkohol, tetapi
| posisi gugus OH berbeda, yaitu terikat pada atom
CH3
C primer dan C sekunder. Jadi, kedua struktur
Sementara itu, struktur a bernama 2-etoksi butana,
senyawa tersebut berisomer posisi.
struktur b bernama 2-etoksi isobutana, struktur d
bernama 2-etoksi butana, dan struktur e bernama
2-etoksi etana.

Kimia Kelas XII 107


8. Jawaban: e Mr asam butanoat (C4H8O2) = 88
Asam 2,2-dimetil propanoat merupakan isomer dari Mr asam pentanoat (C5H10O2) = 102
pentanoat karena memiliki Mr yang sama. Mr asam heksanoat (C6H12O2) = 116
9. Jawaban: b 14. Jawaban: c
Alkanon (keton) berisomer fungsi dengan aldehida Isopropil etanoat merupakan senyawa ester
(alkanal). O
sehingga gugus fungsinya C .
10. Jawaban: d O
C4H8O2 15. Jawaban: b
Sebagai asam karboksilat: Atom C kuarterner adalah atom C yang mengikat
asam butanoat 4 atom C lainnya.
asam 2-metil propanoat
Sebagai ester: CH3
atom C kuarterner
metil propanoat |
etil etanoat CH3 C CH2 CH3
propil metanoat |
isopropil metanoat CH3
11. Jawaban: d H atom C sekunder (mengikat 2 atom C lainnya)
Alkohol berisomer fungsi dengan eter. Aldehid |
berisomer fungsi dengan keton. Asam karboksilat H C CH2 CH2 CH3
berisomer fungsi dengan ester. Oleh karena |
CH3CH2OCH2CH2CH3 yang mempunyai CH3
rumus molekul C5H12O merupakan eter maka akan
berisomer fungsi dengan alkohol: CH3
atom C tersier (mengikat 3 atom
CH3 CH(CH3) CH(OH) CH3. Rumus molekul | C lainnya)
C5H12O. CH3 CH2 C CH3
12. Jawaban: a |
H
Isomer posisi adalah isomer zat-zat yang
segolongan, tetapi letak gugus fungsinya berbeda. H atom C sekunder (mengikat 2 atom C
Isomer posisi dari 1-butanol adalah 2-butanol. | lainnya)
Rumus strukturnya sebagai berikut. CH3 C CH == CH CH3
CH3 CH2 CH2 CH2OH |
1-butanol H
menjadi
CH3 C == CH CH3
CH3 CH2 CH CH3 |
| atom C tersier (mengikat 3 atom C lainnya)
OH H C H dengan satu ikatan berupa ikatan rangkap
2-butanol | dua
H
13. Jawaban: b
16. Jawaban: d
RCOOH + NaOH RCOONa + H2O
mol NaOH = volume NaOH M NaOH H
l
 a. H C OH
=  L 0,50 M l
C3H7
= 0,05 mol
mol RCOOH = mol NaOH b. CH3 CH CH2 OH
mol RCOOH = 0,05 mol l
CH3
!! 
Mr RCOOH =   CH3
l
  c. CH3 C OH
=   l
= 74 CH3
Asam tersebut adalah asam propanoat (C3H6O2). d. CH3 CH OH
Mr asam asetat (C2H4O2) = 60 l
CH2 CH3

108 Kunci Jawaban dan Pembahasan


e. H3C CH OH 19. Jawaban: d
l
Isomer geometris meliputi dua bentuk, yaitu cis
CH3
dan trans. Senyawa yang mempunyai unsur cis-
Pada sek-butil alkohol, gugus fungsi OH terikat trans adalah senyawa yang mempunyai ikatan
pada atom C sekunder, yaitu atom C yang rangkap pada atom C-nya. Senyawa tersebut
mengikat dua atom C lain. Pada posisi ini, adalah 1,2-dikloro etena.
kedudukan atom C sekunder menjadi optis aktif HC = CH
(kiral) karena mengikat empat gugus atau atom l l isomer geometrisnya:
yang berbeda. Cl Cl
H
l H H H Cl
H3C C OH GC = CH GC = CH
l Cl Cl Cl H
C2H5 cis 1,2-dikloro trans 1,2-dikloro
17. Jawaban: e etena etena
H 20. Jawaban: b
l Rumus molekul: C5H10O
CH3 C COOH Aldehid
l a. O
OH B
merupakan senyawa yang mempunyai isomer CH3 CH2 CH2 CH2 C
V
optis karena mempunyai atom C asimetris. Atom H
C asimetris adalah atom C yang mengikat empat Nama: pentanal
gugus yang berbeda. Atom C primer adalah atom b. O
C yang mengikat satu atom C lainnya. Atom C B
sekunder adalah atom C yang mengikat dua atom CH3 CH2 CH C
l V
C lainnya. Atom C tersier adalah atom C yang CH3 H
mengikat tiga atom C lainnya. Atom C kuarterner Nama: 2-metil butanal
adalah atom C yang mengikat empat atom C
lainnya. Atom C primer, sekunder, tersier, dan c. O
B
kuarterner belum tentu empat gugus yang diikatnya CH3 CH CH2 C
berbeda-beda. l V
CH3 H
18. Jawaban: c Nama: 3-metil butanal
Diagram tersebut menunjukkan perubahan glukosa
d. CH3 O
menjadi senyawa X dan kemudian menjadi l B
senyawa Y. Pasangan senyawa yang mungkin CH3 C C
untuk senyawa X dan senyawa Y adalah etanol l V
dan asam etanoat. Glukosa jika difermentasi akan CH3 H
berubah menjadi etanol menurut reaksi berikut. Nama: 2,2-dimetil propanal
Jumlah isomer aldehid = 4.
C6H12O6(aq) 2C2H5OH(aq) + 2CO2(g)

Keton
glukosa etanol a. O
ll
Etanol yang berupa alkohol primer jika dioksidasi CH3 CH2 C CH2 CH3
akan menghasilkan aldehid dan asam karboksilat. Nama: 3-pentanon
O
ll b. O
CH3 CH2 OH CH3 C H
 
ll
CH3 C CH2 CH2 CH3
etanol etanal
Nama: 2-pentanon
O O
ll ll
CH3 C OH c. CH3 C CH CH3
asam etanoat l
CH3
Ragi berfungsi membantu proses fermentasi.
Nama: 3-metil-2-butanon
Jumlah isomer keton = 3.

Kimia Kelas XII 109


21. Jawaban: c 27. Jawaban: b
Apabila suatu ester lemak direaksikan dengan K2Cr2O7 merupakan senyawa pengoksidasi. Jadi,
basa maka akan diperoleh suatu garam lemak reaksi dengan K2Cr2O7 merupakan reaksi oksidasi.
(sabun) dan gliserol. 2-butanol merupakan alkohol sekunder jika
gliserida + NaOH garam lemak (sabun) + gliserol dioksidasi akan menghasilkan metil etil keton.
22. Jawaban: a 28. Jawaban: a
Senyawa dengan rumus C3H8O dapat berupa Reaksi antara asam etanoat dengan metanol
alkohol atau eter. Dari hasil reaksinya dengan suatu menghasilkan ester dan air. Oleh karenanya reaksi
asam karboksilat yang menghasilkan senyawa tersebut merupakan reaksi esterifikasi.
ester (suatu senyawa beraroma buah-buahan)
29. Jawaban: e
maka dapat disimpulkan bahwa senyawa tersebut
Esterifikasi antara asam etanoat dengan metanol
adalah alkohol. Reaksi yang terjadi dikenal dengan
persamaan reaksinya:
reaksi esterifikasi.
O O
23. Jawaban: d ll ll
CH3 C OH + CH3OH    '
Suatu ester jika mengalami reaksi hidrolisis akan CH2 C OCH3 + H2O
menghasilkan suatu asam karboksilat dan alkohol. metil etanoat
Metil etanoat + H2O asam etanoat (asam asetat) 30. Jawaban: c
+ metanol Salah satu cara pembuatan keton dengan
mengoksidasi alkohol sekunder. Alkohol sekunder
24. Jawaban: a
terdapat pada CH3CHOHCH3.
Senyawa dengan rumus molekul C 3 H 8 =
CnH2n + 2O dapat berupa alkohol atau eter. Apabila CH3CH2OH alkohol 1
kedua senyawa tersebut ditambahkan logam Na CH3CH2CH2OH alkohol 1
maka alkohol akan bereaksi menghasilkan gas H2, CH3OH alkohol 1
sedangkan eter tidak bereaksi. Senyawa eter jika CH3C(CH3)OHCH3 alkohol 3
direaksikan dengan asam halida (misal asam
iodida, HI) akan membentuk alkil halida dan 31. Jawaban: a
alkohol, sesuai reaksi berikut. Haloalkana yang digunakan dalam bidang
R O R + HI RI + ROH kedokteran sebagai antiseptik pada luka adalah
Seperti terlihat dalam reaksi di atas, eter CHI3 (iodoform). Iodoform merupakan kristal padat
mempunyai gugus fungsi ( O ). berwarna kuning dan berbau khas. CCl4 (karbon
tetraklorida) digunakan untuk menghilangkan noda-
25. Jawaban: c noda minyak atau lemak di pakaian, serta pelarut
Reaksi antara amil alkohol dengan asam etanoat lemak, lilin, damar, dan protein. CHCl3 (kloroform)
memakai katalis H+ termasuk reaksi esterifikasi. digunakan sebagai obat bius. C2H5Cl (kloroetana)
O O digunakan untu anestesi lokal dan membuat TEL.
B B CCl2F2 (freon) digunakan sebagai pelarut lemak,
R OH + R C OH R C OR + H2O
CH3 (CH2)4 OH + CH3COOH minyak, dan damar, pendingin pada freezer dan
amil alkohol asam asetat AC, serta aerosol pada hair spray dan body spray.
CH3COO(CH2)4CH3 Akan tetapi, penggunaan freon dibatasi karena
dapat merusak lapisan ozon.
26. Jawaban: b
32. Jawaban: b
Alkohol primer (CH2 OH)
!!
aldehid Reaksi antara asam butanoat dengan etanol dalam
( CHO)
!!
asam karboksilat ( COOH)
H2SO 4 menghasilkan etil butirat yang dapat
digunakan sebagai pemberi aroma buah stroberi.
Alkohol sekunder ( CH OH)
!!
keton
33. Jawaban: c
( CO ). Adanya aldehid atau alkanal dapat diidentifikasi
Alkohol tersier ( C OH)
" '" !!
dengan uji Tollens membentuk cermin perak
Pilihan a dan e alkohol sekunder, gugus OH terikat (endapan Ag) menurut persamaan reaksi:
pada CH . Pilihan b alkohol primer, gugus OH O O
B B
terikat pada CH2 . Pilihan c dan d alkohol tersier, R C + 2Ag(NH3)2OH R C + 2Ag(s) + 4NH3 + H2O
gugus OH terikat pada C . V V
H H

110 Kunci Jawaban dan Pembahasan


34. Jawaban: e CH2 OH
l
Asam karboksilat teridentifikasi dengan
CH2 OH
membentuk ester jika direaksikan dengan alkohol.
O O CH3 OH = metanol
B B CH3 CH2 OH = etanol
R C OH + R OH R C OR + H2O
CH3
35. Jawaban: d l
Oksidasi alkohol sekunder menghasilkan keton CH3 C CH3 = 2-metil-2-propanol
oksidasi 2-propanol membentuk aseton. l
H OH
| CH2 OH
2CH3 C CH3 l
CH OH = gliserol (1,2,3-propanatriol)
| l
OH CH2 OH
2-propanol
39. Jawaban: e
O
B metanol: CH3 OH adalah alkohol 1, dioksidasi
CH3 C CH3 menghasilkan aldehid.
(2-propanon) aseton OH
l
36. Jawaban: a 2-propanol: CH3 CH CH2 adalah alkohol 2,
Rumus struktur dietil eter atau etoksi etana adalah dioksidasi menghasilkan keton.
sebagai berikut.
CH3
H H H H l
| | | |
2-metil-1-propanol: H3C CH CH2 OH adalah
HCCOCCH
| | | | alkohol 1, dioksidasi meng-
H H H H hasilkan aldehid.
atau
CH3 CH2 O CH2 CH3 formaldehid: , dioksidasi dengan pereaksi
Dietil eter mempunyai gugus fungsi O .
Fehling menghasilkan asam
37. Jawaban: c karboksilat dan endapan merah bata,
Endapan iodoform (CHI3) akan terbentuk jika I2 dan dengan pereaksi Tollens meng-
NaOH ditambahkan ke dalam senyawa yang hasilkan asam karboksilat dan cermin
perak.
aseton: CH3 C CH3, tidak dapat dioksidasi.
mempunyai gugus (keton) atau OH ll
(alkohol). Keton dengan pereaksi Fehling tidak O
bereaksi (tidak terbentuk endapan Cu 2 O),
40. Jawaban: e
sedangkan aldehid dengan pereaksi Fehling
Pereaksi Lucas adalah larutan ZnCl2 dalam HCl
menghasilkan endapan merah Cu2O.
pekat. Tes Lucas didasarkan pada reaksi alkohol
Jadi, zat tersebut adalah propanon (keton). Etanal
dengan HCl membentuk alkil halida dengan
dan propanal merupakan aldehid. Asam propanoat
katalisator ZnCl2. Alkohol primer tidak bereaksi,
merupakan asam karboksilat. Metil etanoat
alkohol tersier bereaksi dengan cepat, dan alkohol
merupakan ester.
sekunder bereaksi setelah 5 menit. Alkohol primer
38. Jawaban: d dioksidasi menghasilkan aldehid. Alkohol dengan
Senyawa alkohol yang berwujud cair, tidak eter dibedakan dengan berdasarkan reaksinya
berwarna, kental, berasa manis, mudah larut dalam terhadap logam natrium dan fosfor pentaklorida.
air, titik didih relatif tinggi (197C), dan titik beku Aldehid dan keton dibedakan dengan reaksi
rendah (11,5C) merupakan senyawa glikol (etilen Fehling dan Tollens. Alkohol sekunder dioksidasi
glikol). Nama IUPAC-nya adalah 1,2-etanadiol. Di akan menghasilkan keton.
daerah bermusim dingin glikol digunakan sebagai
bahan antibeku pada radiator mobil. Rumus
strukturnya sebagai berikut.

Kimia Kelas XII 111


B. Uraian 4. Senyawa yang dihasilkan berupa garam natrium
propanoat. Reaksinya sebagai berikut.
1. a. metil propil keton
O
O B
|| CH3 CH2 C + NaOH
H3C C CH2 CH2 CH3 V
OH
b. 3-metil-2-butanon O
O CH3 B
|| | CH3 CH2 C + H2O
H3C C HC CH3 V
Na
c. metil isopropil eter
5. a. Reaksi adisi propanon dengan H2
H3C O CH CH3
| O H
CH3 || |
CH3 C CH3 + H2 CH3 C CH3
2. a. Rumus struktur senyawa: |
O OH
B 2-propanol
CH3 CH2 CH2 C
V b. Reaksi adisi butanon dengan H2
H O H
nama: butanal || |
CH3 C CH2 CH3 + H2 CH3 C CH2 CH3
b. Rumus struktur salah satu isomernya: |
O OH
B 2-butanol
CH3 CH2 C
l V c. Reaksi adisi 3-pentanon dengan H2
CH H
3 O
nama: 2-metil propanal ||
CH3 CH2 C CH2 CH3 + H2
c. Persamaan reaksi hidrogenasi sebagai berikut.
O H
B |
CH3 CH2 CH2 C + H2O
#  "
V CH3 CH2 C CH2 CH3
H |
H OH
l 3-pentanol
CH3 CH2 CH2 C OH
l 6. a. Reaksi tersebut merupakan hidrolisis ester
H dengan basa yang menghasilkan garam dan
alkohol. Nama reaksinya adalah reaksi
3. Ester dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam penyabunan. Nama zat yang direaksikan
karboksilat dengan alkohol memakai katalisator adalah etil etanoat atau etil asetat.
asam sulfat. Reaksi ini sering disebut esterifikasi.
b. Rumus senyawa etil asetat: CH3COOC2H5
Contoh:
mol CH3COOC2H5
a. Etil format dari asam format (asam metanoat)
!!?
dengan etanol. =

O O
|| ||   
H C OH + C2H5OH H C OC2H5 + H2O =  @    @    @    
b. Metil asetat dari asam asetat dengan metanol   
O O =  @   @   @   
B B
CH3 C OH + CH3OH CH3 C + H2O   
V =     
OCH3
  
=    = 0,1 mol

112 Kunci Jawaban dan Pembahasan


 b. Mempunyai titik didih relatif lebih tinggi
mol CH3COONa =  mol CH3COOC2H5 daripada senyawa nonpolar.
 c. Jika dioksidasi akan menghasilkan asam-
=  0,1 mol asam karboksilat.
= 0,1 mol 10. a. Asam metanoat berguna untuk meng-
Massa CH3COONa gumpalkan lateks, penyamakan kulit, dan
= mol CH3COONa Mr CH3COONa bahan industri kosmetik.
= 0,1 mol ((2 Ar C) + (3 Ar H) b. Asam etanoat berguna untuk pembuatan
+ (2 Ar O) + (1 Ar Na)) gram/mol rayon, parfum, cat, obat-obatan, dan fotografi.
= 0,1 mol ((2 12) + (3 1) c. Asam stearat berguna untuk pembuatan lilin.
+ (2 16) + (1 23)) gram/mol
= 0,1 mol 82 gram/mol
= 8,2 gram Bab IX Benzena dan Senyawa
Jadi, massa garam natrium asetat yang Turunannya
dihasilkan adalah 8,2 gram.
7. Pereaksi Fehling merupakan larutan kompleks yang
terdiri atas Fehling A dan Fehling B. Larutan
Fehling A merupakan larutan CuSO4, sedangkan
larutan Fehling B adalah kalium natrium tartrat
dalam NaOH. Pereaksi Fehling digunakan untuk A. Pilihan ganda
menguji aldehid. Uji positif ditandai dengan 1. Jawaban: b
terbentuknya endapan merah bata dari Cu2O. Kestabilan struktur cincin benzena disebabkan oleh
8. Etanol (alkohol) dan metoksi metana (eter) delokalisasi pasangan-pasangan elektron pada
mempunyai rumus molekul yang sama, yaitu ikatan rangkap.
C2H6O. Cara membedakannya yaitu dengan 2. Jawaban: c
mereaksikannya dengan logam natrium dan fosfor Benzena tidak dapat diadisi oleh Br2. Benzena
pentaklorida (PCl5). bersifat toksik. Jika dibakar sempurna (reaksi
a. Reaksi dengan logam natrium oksidasi), benzena dapat menghasilkan gas CO2
CH3 CH2 OH + Na CH3 CH2 ONa + H2(g) dan H2O. Senyawa turunan benzena, seperti
CH3 O CH3 + Na / toluena dapat dioksidasi dengan oksidator kuat,
Jadi, reaksi dengan logam natrium dapat seperti KMnO 4 . Reaksi halogenasi dapat
membedakan etanol dengan metoksi metana. mensubstitusi salah satu atom H dengan gas klor
Pada etanol terbentuk gelembung gas, membentuk senyawa benzena.
sedangkan pada eter tidak terjadi perubahan.
3. Jawaban: a
b. Reaksi dengan PCl5 Atom-atom H pada molekul benzena mudah
CH3 CH2 OH + PCl5 menghasilkan disubstitusi oleh atom lain sehingga benzena
gas HCl dapat diubah menjadi berbagai senyawa turunan
CH3 O CH3 + PCl5 t i d a k m e n g - benzena.
hasilkan gas HCl
4. Jawaban: b
Jadi, reaksi dengan fosfor pentaklorida dapat
Stirena (vinil benzena), toluena, pirena, dan
membedakan etanol dengan metoksi metana.
antrasena merupakan senyawa-senyawa turunan
Pada etanol terbentuk gelembung gas, sedang-
benzena. Asetilena bukan merupakan senyawa
kan pada eter tidak terbentuk gelembung gas.
turunan benzena melainkan senyawa alkuna.
Selain itu, kelarutan etanol dalam air lebih
besar daripada metoksi metana. 5. Jawaban: b
Toluena merupakan nama trivial dari metil benzena.
9. a. Keton suku pertama sampai kelima pada suhu
Metil benzena terbentuk ketika gugus metil
kamar berwujud cair, tidak berwarna, berbau
menggantikan satu atom H pada benzena. Dengan
harum, dan mudah larut dalam air. Adapun
suku-suku yang lebih tinggi berupa zat cair demikian, rumus struktur toluena adalah
yang sukar larut dalam air dan yang lebih tinggi CH3.
lagi berupa zat padat yang sukar larut dalam
air.

Kimia Kelas XII 113


6. Jawaban: d B. Uraian
Senyawa turunan benzena dengan satu substituen
1. Sifat-sifat kimia benzena sebagai berikut.
OH mempunyai nama fenol atau sering pula disebut
a. mudah terbakar di udara menghasilkan gas
sebagai karbol yang digunakan sebagai zat
CO2 dan H2O;
antiseptik (pembunuh kuman).
b. tidak dapat dioksidasi oleh Br2, H2O, dan
7. Jawaban: d KMnO4;
CH3
c. dapat diadisi oleh H2 dan Cl2 dengan katalis
Ni atau sinar matahari; dan
adalah metil benzena atau toluena. Toluena d. mudah disubstitusi dengan atom lain.
2. a. Pemanasan kalsium benzoat dengan kalsium
digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bahan
hidroksida. Persamaan reaksi:
peledak, bahan peningkat bilangan oktan pada
Ca(C6H5COO)2 + Ca(OH)2 2C6H6 + 2CaCO3
bahan bakar pesawat terbang, bahan dasar
pembuatan asam benzoat, dan pelarut senyawa- b. Pemanasan etuna dalam pipa pijar dengan
senyawa karbon. Sementara itu, pembunuh kuman katalis nikel. Persamaan reaksi:
OH
3C2H2
#

atau desinfektan menggunakan fenol ( ). c. Hidrolisis benzena sulfonat dengan katalis


HCl, melalui pemanasan. Persamaan reaksi:
8. Jawaban: a SO2H
+ H2O

Toluena dapat diperoleh melalui sintesis Friedel- 
+ H2SO4
Crafts, reaksi Fittig, dan distilasi ter batu bara.
Reduksi nitrobenzena, hidrolisis senyawa 3. Rumus molekul benzena: C6H6
diazonium, dan pemanasan campuran benzena
sulfonat dengan NaOH merupakan cara fenol. CH
Pengaliran gas klorin ke dalam toluena mendidih HC CH
Rumus struktur benzena:
merupakan cara memperoleh asam benzoat. HC CH
9. Jawaban: e CH
Trinitro toluena (TNT) dibuat dari toluena dengan Senyawa ini cukup stabil karena adanya
mengganti H pada inti benzena secara bertahap delokalisasi dari muatan elektron pada ikatan
dan digunakan sebagai bahan peledak. rangkapnya. Delokalisasi yang dimaksud adalah
resonansi yang terus-menerus.
CH3
e e
NO2 e
NO2
e
e e

NO2 O
C OH
10. Jawaban: a 4. a. Asam benzoat:
adalah asam benzoat, diguna-
O
|| kan sebagai pengawet makan- Bentuk garamnya (natrium benzoat) banyak
C OH an. Sementara itu, desinfektan digunakan sebagai bahan pengawet makanan.
menggunakan fenol,
antioksidan menggunakan vi- OH
tamin C, obat-obatan b. Asam salisilat: O
menggunakan asam salisilat, C
OH
dan minyak wangi meng-
gunakan senyawa ester. 1) Dengan metanol menghasilkan metil
salisilat untuk bahan minyak gondopuro.
2) Dengan asam asetat menghasilkan asetil
salisilat (aspirin atau asetosal) untuk obat
bius.

114 Kunci Jawaban dan Pembahasan


3) Larutan asam salisilat dalam alkohol pada atom C nomor 4. Oleh karena itu, senyawa
disebut salisil spiritus untuk obat panu. turunan benzena ini dinamakan 4-kloro-3,5-dimetil
c. Asam benzena sulfonat. fenol.
SO2NH2 4. Jawaban: d
1) Benzena sulfonamid: Benzena bersifat toksik (beracun) dan dapat
memicu kanker (karsinogenik) sehingga
banyak digunakan dalam pembuatan penggunaannya dibatasi.
obat-obatan sulfat, misalnya sulfa-
guanidin (SG), sulfadiazin (SD), dan 5. Jawaban: d
sulfanilamid. 3-bromo toluena mempunyai rumus struktur
CH3
O
C
2) Sakarin: NH
SO2 Br .

Banyak digunakan sebagai pengganti Bromin terikat pada atom C nomor 3 sehingga
gula pada penderita diabetes. menempati posisi meta.

5. a. toluena 6. Jawaban: b
b. nitro benzena Benzena dengan monosubstituen COOH
c. asam benzoat bernama asam benzoat.
NH2
d. stirena
e. naftalena Anilin: Toluena:

OH
OH
Fenol: Asam salisilat: O
C
OH
7. Jawaban: e
A. Pilihan ganda
Senyawa trinitrotoluena (TNT) adalah senyawa
1. Jawaban: c turunan benzena dengan satu substituen CH3 dan
Persamaan reaksi antara benzena dengan asam tiga substituen NO2. Ketiga substituen nitro
nitrat sebagai berikut. terletak pada nomor 2, 4, dan 6 (posisi nomor 1
ditempati oleh substituen metil). TNT digunakan
NO2 sebagai bahan peledak dinamit.
+ HNO3
  
+ H2O
8. Jawaban: e
OH
Reaksi tersebut menghasilkan senyawa nitro
benzena. Fenol apabila mengikat dua atom klorin
2. Jawaban: a Cl Cl
Toluena diperoleh dari sintesis senyawa benzena
dengan kedudukan maka atom Cl
dengan cara Friedel-Crafts. Reaksi yang terjadi:
OH
CH3
diberi nomor lebih tinggi daripada gugus OH.
+ CH3Cl

+ HCl
Gugus OH diberi nomor 1 sehingga penamaannya
benzena toluena 3,5-dikloro fenol.
3. Jawaban: b 9. Jawaban: c
OH CH3
Rumus struktur dapat dituliskan
CH3
H H
Senyawa turunan benzena H3C CH3 C C
HC C CH3
Cl dengan: .
HC C CH3
berantai induk fenol. Fenol mengikat dua gugus C C
H H
CH3 pada atom C nomor 3 dan 5, serta gugus Cl

Kimia Kelas XII 115


Pada struktur tersebut diketahui jumlah atom C Senyawa ini berfungsi sebagai analgesik, yaitu
= 12 dan jumlah atom H = 12. Jadi, rumus molekul penghilang atau pereda rasa sakit.
senyawa tersebut C12H12.
16. Jawaban: b
10. Jawaban: c Senyawa benzena yang bersifat asam adalah
Ikatan rangkap pada benzena selalu berputar sehingga OH
benzena sukar mengalami reaksi adisi. Reaksi-reaksi fenol, dengan rumus molekul . Keasaman
pada benzena umumnya adalah substitusi terhadap
fenol merupakan asam lemah.
atom-atom H tanpa mengganggu cincin aromatik.
Substitusi atom H pada benzena oleh gugus alkil 17. Jawaban: d
disebut sebagai reaksi alkilasi. Metil salisilat diperoleh dengan cara esterifikasi
asam salisilat dengan alkohol. Persamaan reaksi
11. Jawaban: a
yang terjadi sebagai berikut.
Orto nitro toluena adalah senyawa turunan benzena
OH OH
dengan dua gugus substituen nitro dan metil pada
C --- OH + CH3OH C --- OCH3 + H2O
posisi orto.
O O
CH3 Sementara itu, reduksi nitro benzena, hidrolisis
NO2 senyawa diazonium, penyulingan bertingkat ter
batu bara, dan pemanasan campuran benzena
sulfonat dengan NaOH kering merupakan reaksi
yang digunakan untuk memperoleh fenol.
12. Jawaban: c
18. Jawaban: b
Frederich August Kekule adalah seorang ilmuwan
Senyawa yang mempunyai ciri-ciri tersebut adalah
yang mengusulkan struktur molekul benzena.
fenol. Fenol adalah nama lain dari fenil alkohol.
13. Jawaban: a
19. Jawaban: b
Benzena mempunyai rumus molekul C6H6. Banyak
Asam nitro benzoat adalah senyawa turunan
senyawa turunan benzena yang berguna baik
benzena dengan dua gugus substituen. Jika
dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
benzena dengan dua gugus substituen tersebut
industri. Beberapa di antaranya sebagai berikut.
disubstitusi akan mempunyai 3 isomer yaitu
1) C6H5OH (fenol) digunakan sebagai bahan
orto (o), meta (m), dan para (p).
antiseptik yang disebut karbol.
2) C6H5CH3 (toluena) sebagai bahan dasar asam COOH
benzoat dalam industri.
3) C6H5NH2 (anilina) sebagai bahan dasar untuk
pembuatan zat-zat warna. NO2
4) C6H5COOH (asam benzoat) untuk bahan Asam-m-nitro benzoat
pengawet makanan.
20. Jawaban: c
5) C6H5CHO (benzaldehid) untuk minyak angin
Senyawa nitrofenol adalah senyawa turunan
dan bahan farmasi, serta pelarut resin dan
benzena dengan dua substituen OH dan NO2.
turunan selulosa.
Pada isomer para, letak dua substituen terhalang
14. Jawaban: c oleh dua karbon.
OH
21. Jawaban: d
Senyawa dengan rumus adalah fenol. Fenol Ciri khas senyawa aromatik atau benzena, di
antaranya sebagai berikut.
banyak digunakan dalam pembuatan pewarna,
1) Memiliki ikatan rangkap yang sulit untuk
resin, obat-obatan serta antiseptik, terutama
diadisi.
sebagai desinfektan.
2) Sudut antar-C-nya sebesar 120C.
15. Jawaban: d 3) Atom H yang menempel pada rantai karbon
O dapat disubstitusi dengan gugus lain.
C --- O --- CH3 Dari pilihan senyawa-senyawa di atas, siklo-
heksana tidak memiliki ciri khas senyawa aromatik.
OH adalah metil salisilat. Metil salisilat

merupakan senyawa turunan asam salisilat.

116 Kunci Jawaban dan Pembahasan


22. Jawaban: b 27. Jawaban: d
Turunan benzena yang dapat bereaksi dengan
basa membentuk garam adalah fenol. Reaksi yang
Fenantrena berstruktur , sedangkan terjadi:

+ Na OH + H2O

OH ONa
pirena berstruktur . Sementara itu,
(fenol) (garam)
Fenol terbentuk saat atom H pada inti benzena
tersubstitusi oleh gugus OH. Oleh karena itu, fenol
merupakan struktur dari naftalena, dan disebut juga fenil alkohol.
28. Jawaban: a
merupakan struktur dari Zat yang dapat mengawetkan makanan yaitu asam
antrasena. COOH
23. Jawaban: c benzoat, . Asam benzoat diperoleh
Hasil reaksi pada persamaan reaksi:
dengan cara mengoksidasi toluena dengan
H oksidator KMnO4 dalam suasana asam
+ CH3Cl berupa alkil benzena. Karena COOH
CH3
+ 2MnO4 + 6H+ + 2Mn2+ + 4H2O
alkil halida yang direaksikan berupa metil klorida,
alkil benzena yang dihasilkan adalah metil benzena 29. Jawaban: c
Nitro benzena mempunyai bau harum buah-buahan
CH3
sehingga nitro benzena digunakan sebagai
dengan rumus struktur dan senyawa pengharum sabun.
asam klorida (HCl). 30. Jawaban: e
Alkena jika direaksikan dengan bromin akan
24. Jawaban: c mengalami reaksi adisi membentuk alkana.
Asam asetil salisilat merupakan turunan benzena
yang diperoleh dari reaksi antara asam salisilat CH2 CH2
dengan asam asetat. Asam asetil salisilat yang Misal: CH2 CH2 + Br2
Br Br
O
Etena Dikloro etana
C OH Sementara itu, benzena jika direaksikan dengan
mempunyai struktur berfungsi
O C CH3
bromin akan tersubstitusi.
O Br
+ Br2 + HBr
sebagai penghilang rasa sakit dan penurun panas
(antipiretik). Senyawa ini dikenal dengan nama
aspirin.
B. Uraian
25. Jawaban: e
Aspirin mempunyai rumus molekul C9H8O4. Nama 1. Apabila inti benzena mengikat tiga substituen,
yang sesuai IUPAC adalah asam 2-asetil benzoat. akan terbentuk tiga macam isomer atau tiga posisi
Jadi, rumus strukturnya sebagai berikut. substituen. Ketiga substituen tersebut sebagai
berikut.
COOH O
O C x x x
CH3
x x

26. Jawaban: b x x x
Senyawa anisol atau metoxybenzene mempunyai x
rumus struktur OCH3 . visinal (v) asimetri (a) simetri (s)

Kimia Kelas XII 117


2. a. Adisi benzena oleh klorin: 6. a. Fenol digunakan sebagai antiseptik karena
dapat membunuh bakteri.
Cl
b. Toluena digunakan sebagai pelarut dan
Cl Cl sebagai bahan dasar untuk membuat trinitro
+ 3Cl2 toluena.
Cl Cl c. Trinitro toluena digunakan sebagai bahan
Cl peledak (dinamit).
Heksakloro sikloheksana d. Asam benzoat atau garam natriumnya
b. Sulfonasi pada benzena: digunakan sebagai pengawet pada berbagai
makanan olahan.
HO O
S 7. a. Orto-dimetil benzena atau orto-xilena
+ H2SO4 O +H O b. 1,3,5-triamina benzena atau simetri-triamina
2
benzena
Benzena sulfonat
c. Asam benzena sulfonat
d. Asam asetil salisilat
c. Alkilasi pada benzena:
8. Cara membedakan fenol dengan alkohol adalah
CH3 dengan mereaksikan keduanya dengan NaOH. Jika
+ CH3Cl 
' ! + HCl tidak terjadi reaksi berarti larutan tersebut adalah
alkohol. Namun, jika terjadi reaksi maka larutan
Metil benzena tersebut adalah fenol.
3. a. 9. Jika ikatan-ikatan tedelokalisasi akan terjadi
CH CH3 4 isomer, tetapi isomer yang sebenarnya hanya
ada 3.
CH3
Cl Cl Cl Cl
2-fenil propana Cl Cl

b. Cl
CH CH2 Cl
Br a b c d

1-bromo-1,2-difenil etana Isomer a dan b adalah identik.


O 10. Senyawa turunan benzena tersebut adalah asam
c. tereftalat. Asam tereftalat dibuat dengan cara
O C CH3 oksidasi orto-xilena. Reaksinya seperti di bawah
ini.
fenil asetat
4. Senyawa benzena bersifat stabil karena adanya O
CH3 C
delokalisasi dari muatan elektron pada ikatan OH

 
  
rangkapnya. Ikatan rangkap selalu berpindah    O
CH3 C
tempat sehingga tidak dapat diadisi oleh larutan
OH
bromin.
o-xilena Asam tereftalat

5. a. Naftalena:

b. Antrasena:

c. Pirena:

118 Kunci Jawaban dan Pembahasan


Bab X Polimer H|
C CH
| |
H n

A. Pilihan ganda 7. Jawaban: a


Akrilat merupakan suatu polimer adisi, monomer-
1. Jawaban: e nya mirip dengan satuan ulangan tetapi mempunyai
Data polimer yang benar sebagai berikut. suatu ikatan rangkap.
No. Polimer Monomer Polimerisasi
8. Jawaban: e
1. Karet alam Isoprena Adisi Sifat kimia polimer meliputi tahan terhadap korosi
2. Protein Asam amino Kondensasi (tidak mudah teroksidasi) dan tahan terhadap
3. PVC Vinil klorida Adisi kerusakan akibat kondisi lingkungan yang ekstrim.
4. Selulosa Glukosa Kondensasi
5. Polistirena Stirena Adisi Opsi 1), 2), 3), dan 4) merupakan sifat fisik polimer.
9. Jawaban: a
2. Jawaban: c Polikondensasi meliputi protein, polisakarida
Karet alam merupakan polimer yang terbentuk dari (amilum, selulosa), poliester, dan poliamida.
monomer isoprena atau 2-metil-1,3-butadiena. 10. Jawaban: d
CH3 CH3 Polimerisasi kondensasi terbentuk jika dua lebih
| | monomer sejenis atau berbeda jenis bergabung
nH2C = C CH = CH2 (H2C = C CH = CH2)n membentuk molekul besar dengan melepaskan air.
isoprena poliisoprena
Berdasarkan reaksi kondensasi amida maka reaksi
(2-metil-1,3-butadiena) (karet alam)
pembentukan poliamida terbentuk dari dua mono-
3. Jawaban: d mer yang berbeda dengan melepaskan air (H2O).
Polimer yang terbentuk dari polimerisasi adisi Dengan demikian, kedua monomer yang dapat mem-
sintetis di antaranya polifenil etena dari stirena. bentuk poliamida seperti gambar tersebut yaitu:
Sementara itu, selulosa dan amilum dari glukosa O O H H
serta protein dari asam amino terbentuk melalui \\ // \ /
polimerisasi kondensasi alami. Bakelit terbentuk
C C dan N N
dari fenol dan metanal melalui polimerisasi
/ \ / \
kondensasi sintetis.
HO OH H H
4. Jawaban: c O
Polimer meliputi polimer alam dan polimer sintetis. //
1) Polimer alam: selulosa, poliisoprena, protein, Gugus OH dari C berikatan dengan 1 atom H
amilum, dan DNA. \
2) Polimer sintetis: polivinil klorida, polietena, OH
polivinil asetat, poliester, dan polistiren.
dari gugus amino NH2 membentuk 1 molekul air,
5. Jawaban: c (H2O) sehingga terjadi reaksi polimerisasi sebagai
Seluloid merupakan polimer yang dapat dicetak berikut.
ulang dengan cara dipanaskan. Polimer ini O O O O
digolongkan sebagai polimer termoplastik. ll ll ll ll
Kebalikannya adalah polimer termoseting, yaitu C CN NC CN N
l l l l
polimer yang tidak dapat dilunakkan kembali
meskipun dengan pemanasan. Contoh poliester, H H H H n
formika, epoksi, dan uretana.
B. Uraian
6. Jawaban: d
CH2CHC6H5 merupakan monomer dari polistirena. 1. Polimer adalah senyawa besar yang terbentuk dari
Monomer tersebut dapat membentuk polimer hasil penggabungan sejumlah unit molekul kecil
melalui polimerisasi adisi sebagai berikut. (monomer).
a. Polimer alam adalah polimer yang terdapat di
alam dan berasal dari makhluk hidup.

Kimia Kelas XII 119


Contoh: pati, selulosa, protein, karet alam, dan
asam nukleat.
b. Polimer sintetis atau polimer buatan adalah
polimer yang tidak terdapat di alam dan harus
dibuat manusia. A. Pilihan ganda
Contoh: pipa PVC, teflon, dan nilon.
1. Jawaban: a
2. Polietilena dibentuk oleh monomer-monomer etena. Reaksi kondensasi adalah reaksi penggabungan
Pembentukan polimer ini dapat digambarkan rantai karbon untuk membentuk rantai yang lebih
sebagai berikut. panjang. Contoh dari polimerisasi kondensasi di
antaranya nilon dan dakron (poliester/polietilena
CH2 = CH2 + CH2 = CH2 tereftatlat).
2 molekul monomer
2. Jawaban: b
CH2 CH2 CH2 CH2 Poliisoprena (karet alam), polisakarida, protein, dan
dimer
DNA termasuk polimer alami.
(CH2 CH2)n 3. Jawaban: a
polimer
Glukosa merupakan monomer dari selulosa dan
3. Sifat-sifat fisik polimer ditentukan oleh hal-hal amilum. Oleh karena itu, molekul glukosa tidak
berikut. berupa molekul raksasa. Sementara itu, karet, PVC,
a. Panjang rantai polimer teflon, dan nilon merupakan polimer yang terbentuk
Semakin panjang rantai polimer, titik leleh melalui reaksi polimerisasi sehingga berupa
polimer semakin tinggi. molekul raksasa.
b. Percabangan rantai polimer
Rantai polimer dengan banyak cabang lebih 4. Jawaban: d
mudah meleleh karena daya tegangnya rendah. 1) Polimer alam: polimer yang terdapat di alam.
c. Sifat kristalinitas rantai polimer Contoh: protein, amilum, selulosa, asam
Polimer dengan struktur tidak teratur akan me- nukleat (DNA), dan karet alam.
miliki kristalinitas rendah dan bersifat amorf. 2) Polimer sintetis: polimer yang dibuat di pabrik
d. Ikatan silang antarrantai polimer dan tidak terdapat di alam.
Adanya ikatan silang antarrantai polimer Contoh: polietilena, PVC, nilon, polipropilena,
mengakibatkan terbentuknya jaringan yang dan teflon.
kaku dan membentuk bahan yang keras. 5. Jawaban: c
4. Pada polimer adisi, polimer dibentuk melalui reaksi Monomer dari karet alam adalah isoprena,
adisi pada ikatan rangkap monomer-monomernya sedangkan monomer dari selulosa adalah glukosa.
sehingga banyak atom yang terikat tidak berkurang. Sementara itu, asam amino merupakan monomer
Jadi, rumus molekul monomer sama dengan dari protein.
rumus empiris molekul tersebut. Pada polimer 6. Jawaban: a
kondensasi, monomer bergabung membentuk Polimerisasi adisi yaitu reaksi pembentukan
suatu polimer dan melepaskan molekul sederhana, polimer dari monomer-monomer yang berikatan
misalnya air. Jadi, banyak atom yang terikat ber- rangkap menjadi ikatan tunggal.
kurang. Oleh karena itu, rumus molekul monomer n [CH2 = CH2] [ CH2 CH2 ] n
tidak sama dengan rumus molekul polimer. etena polietena
5. CH2 = CH CH3)n CH2 CH 7. Jawaban: b
|
CH3 n Pembentukan protein dari asam amino dan amilum
dari glukosa melalui proses polimerisasi
Rangkaian molekul polipropilena:
kondensasi. Sementara itu, pembentukan PVC dari
CH2 CH CH2 CH CH2 CH
vinilklorida, teflon dari tetrafluoroetena, dan karet
| | |
CH3 C3 CH3 alam dari isoprena melalui proses polimerisasi adisi.
8. Jawaban: e
Contoh polimer jenis kopolimer yaitu tetoron, nilon,
bakelit, urea metanal, dan polietilena tereftalat.
Sementara itu, karet alam, selulosa, PVC, dan
protein termasuk polimer jenis homopolimer.

120 Kunci Jawaban dan Pembahasan


9. Jawaban: d 15. Jawaban: d
Polimerisasi adisi terjadi pada senyawa yang Karet alam terbentuk dari isoprena melalui proses
monomernya mempunyai ikatan rangkap pada adisi, protein terbentuk dari asam amino melalui
atom C rantai induk, seperti pada struktur pilihan proses kondensasi, PVC terbentuk dari vinil klorida
jawaban d. Sementara itu, pada pilihan jawaban b, melalui proses adisi, polistirena terbentuk dari
c, dan e, ikatan rangkap terjadi pada gugus stirena melalui proses adisi, dan selulosa terbentuk
C = O, sehingga tidak mengalami polimerisasi dari glukosa melalui proses kondensasi.
adisi.
16. Jawaban: b
10. Jawaban: b PVC (polivinil klorida) merupakan polimer yang ter-
Proses adisi terjadi pada polimerisasi PVC dari bentuk dari monomer vinilklorida (H2C = CHCl).
vinilklorida, polistirena dari stirena, dan polietilena
17. Jawaban: d
dari etena. Sementara itu, polimerisasi protein dari
Polimer dengan gugus ulang
asam amino dan amilum dari glukosa merupakan
proses kondensasi. ( CH2 CHCl CH2 CH = CH CH2 )
dapat terbentuk dari monomer CH2 = CHCl dan
11. Jawaban: d CH2 = CH CH = CH2.
Protein merupakan polimer yang tersusun dari
asam amino, sedangkan pati/amilum, selulosa, dan 18. Jawaban: d
glikogen tersusun dari glukosa. 1) Pada polimerisasi adisi monomer-monomernya
harus mempunyai ikatan rangkap. Contoh
12. Jawaban: a polimer adisi sebagai berikut.
Polimer yang dapat menjadi lunak jika dikenai a) PVC dengan monomernya vinilklorida
panas dan menjadi keras kembali jika didinginkan (kloroetena).
merupakan polimer jenis termoplastik. Elastomer b) Karet alam dengan monomernya isoprena
merupakan polimer yang elastik atau dapat mulur (2-metil-1,3-butadiena).
jika ditarik, tetapi kembali ke awal jika gaya tarik c) Teflon dengan monomernya tetrafluoro-
ditiadakan. Terrmosetting yaitu polimer yang etena.
bersifat kenyal atau liat jika dipanaskan dan dapat d) Polietena dengan monomernya etena.
dibentuk menurut pola yang diinginkan. Kopolimer 2) Pada polimerisasi kondensasi monomer-
yaitu polimer yang tersusun dari monomer-monomer monomernya harus mempunyai gugus fungsi,
yang berlainan jenis. Homopolimer adalah polimer misalnya COOH, NH2, atau OH. Contoh
yang tersusun dari monomer-monomer yang sama polimer kondensasi antara lain selulosa, asam
atau sejenis. amino, nilon, dan tetoron.
13. Jawaban: c 19. Jawaban: c
Polimer termosetting adalah polimer yang tidak Etilen glikol dapat berpolimerisasi kondensasi
melunak jika dipanaskan. Polimer jenis ini tidak dengan asam tereftalat membentuk poli (etilena
dapat dibentuk ulang, contoh bakelit. tereftalat).
14. Jawaban: b HO CH2CH2 OH + HOOCC6H4COOH
etilen glikol asam tereftalat
Monomer yang membentuk polistirena dengan rumus:
O O
CH H C6H5 H C6H5 H
l6 5 l || ||
C C C C Cl Cl
l l ( C C OCH2CH2 O )n + H2O
l l l l l l
poli (etilena tereftalat)
n 20. Jawaban: d
H H H H H H
melalui reaksi polimerisasi adisi adalah Polimer yang terbentuk melalui reaksi polimerisasi
kondensasi yaitu amilum, nilon, protein, dan
C6H5 H
selulosa. Sementara itu, teflon terbentuk melalui
\ /
polimerisasi adisi.
C = C . Monomer ini mengalami polimerisasi
/ \ 21. Jawaban: d
H H Nilon merupakan polimer. Jika rumus struktur nilon
adisi sehingga ikatan rangkap pada GC = CH O O O O
ll ll ll ll
berubah menjadi ikatan tunggal dengan mengikat C CN NC CN N
monomer yang lain. l l l l
H H H H

Kimia Kelas XII 121


maka rumus struktur sederhana (monomer) nilon 28. Jawaban: c
adalah Styrofoam atau plastik busa bersifat tahan terhadap
O O tekanan tinggi sehingga biasa digunakan sebagai
ll ll pengemas makanan. Styrofoam terbuat dari polimer
N NC C polistirena atau polifenil etena.
l l 29. Jawaban: e
H H Rayon viskosa dihasilkan dari melarutkan selulosa
22. Jawaban: d ke dalam natrium hidroksida (NaOH).
Monomer berikatan tunggal dapat membentuk 30. Jawaban: a
polimer melalui reaksi polimerisasi kondensasi. n monomer 1 polimer + (n 1)H2O
Pada proses ini, akan dihasilkan senyawa- n alanin 1 polipeptida + (n 1)H2O
senyawa kecil seperti H2O. Oleh karena itu, 1 atom 89n = 1.580 + (n 1)18
H dari monomer akan berikatan dengan 1 gugus 89n 18n = 1.580 18
OH dari monomer lain sehingga pada rumus 71n = 1.562
struktur polimernya tidak lagi mengandung gugus

OH. Sementara itu, monomer berikatan rangkap n= = 16

dapat membentuk polimer melalui reaksi adisi
Jadi, ada 16 monomer alanin yang berkondensasi
sehingga struktur polimernya tidak lagi
jadi polimer.
mengandung ikatan rangkap. Jadi, pasangan
monomer dengan polimer yang tepat adalah
B. Uraian
H H H H H H H
l l l l l l l 1. a. Monomer teflon = CF2 = CF2
C=C dan C C C C C b. Monomer polistirena = CH = CH2
l l l l l l l
Cl H Cl H Cl H Cl
2. Nilon-66 terbentuk melalui reaksi kondensasi dari
23. Jawaban: d dua jenis monomer, yaitu asam adipat (asam
No. Polimer Monomer Proses Pembentukan 1,6-heksanadiot) dan heksametilen-diamina
(1,6-diamino heksana). Kondensasi terjadi dengan
1) Protein Asam amino Kondensasi melepas molekul air yang berasal dari atom H dari
2) Karet alam Isoprena Adisi
3) Selulosa Glukosa Kondensasi
gugus amino dan gugus OH karboksilat.
4) PVC Vinil klorida Adisi O O H N
5) Nilon Asam adipat Kondensasi || || | |
dan heksa- nHO C (CH2)4 C OH + nH N (CH2)6 N H
metilendiamin asam adipat heksa metilen-diamina

24. Jawaban: c O O H N
|| || | |
Polimerisasi adisi terjadi pada monomer yang
( C (CH2)4 C N (CH2)6 N ) n + nH2O
mempunyai ikatan rangkap. nilon-66
25. Jawaban: b 3. Polimer kopolimer yaitu polimer yang tersusun dari
CH = CH 2 merupakan monomer dari monomer-monomer yang berlainan jenis, tersusun
polistirena. secara bergantian, blok, bercabang, dan tidak
beraturan.
26. Jawaban: a Contoh kopolimer bergantian:
Apabila struktur suatu polimer tidak teratur, M1 M2 M1 M2 M1
kemampuannya untuk bergabung rendah sehingga Contoh kopolimer blok:
tidak kuat dan tidak tahan terhadap bahan-bahan M1 M1 M2 M2 M1 M1 M2 M2
kimia.
Contoh kopolimer bercabang:
27. Jawaban: e M1 M1 M1 M1 M1 M1
Nilon, polistirena, polietilen, dan PVC termasuk l l l l l l
polimer sintetis. M2 M2 M2 M2 M2 M2
l l l
M2 M2 M2
l
M2

122 Kunci Jawaban dan Pembahasan


Contoh kopolimer tidak beraturan: 7. a. Polimer semikristal yaitu polimer yang mem-
M1 M2 M1 M1 M2 M2 M1 M2 M1 punyai sifat kristal dan amorf, misalnya kaca.
M1 b. Polimer amorf yaitu polimer yang tidak mem-
punyai bentuk tertentu, misalnya polipropilena,
4. a. Dampak negatif penggunaan polimer adalah
karbohidrat, PVC, protein, dan polietena.
timbulnya masalah pencemaran lingkungan dan
c. Polimer kristalin yaitu polimer yang mem-
gangguan kesehatan. Kebanyakan jenis
punyai bentuk kristal tertentu, misalnya teflon.
polimer tidak bisa diuraikan oleh mikro-
organisme tanah sehingga dapat mencemari 8. Reaksi pembuatan tetoron adalah reaksi poli-
lingkungan. Selain itu, sebagian gugus atom merisasi dari asam tereftalat dan 1,2-etanadiol.
pada polimer terlarut dalam makanan yang O O
bersifat karsinogen akan masuk ke dalam || ||
n HO C C OH + n[HO CH2 CH2 OH]
tubuh manusia sehingga memicu timbulnya
asam tereftalat 1,2-etanadiol
penyakit kanker. O O
b. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi || ||
dampak negatif penggunaan polimer sebagai OC C O CH2 CH2 n + (n 1) H2O
berikut. tetoron
1) Mengurangi pemakaian polimer plastik.
Tetoron digunakan untuk bahan tekstil.
2) Tidak membuang plastik di sembarang
tempat. 9. Rayon dibedakan menjadi dua, yaitu rayon viskosa
3) Mencari alternatif pemakaian alat-alat dan rayon kupromonium.
yang lebih mudah diuraikan. Rayon viskosa dihasilkan dengan penambahan
4) Mengumpulkan plastik-plastik bekas alkali seperti NaOH dan karbon disulfida pada
untuk didaur ulang. selulosa. Rayon kupromonium dihasilkan dengan
cara melarutkan selulosa ke dalam larutan
5. Macam-macam polimer berdasarkan bentuk
senyawa kompleks Cu(NH3)4(OH)2.
susunan rantainya sebagai berikut.
a. Polimer linear 10. Apabila diperhatikan keberulangan polimer di atas,
Polimer linear yaitu polimer yang tersusun dari polimer tersebut selalu mengulang senyawa:
unit ulang yang berikatan satu sama lainnya H2C CH berarti monomernya H2C = CH
membentuk rantai polimer. | |
b. Polimer bercabang Cl Cl
Polimer bercabang yaitu polimer yang
terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk
cabang pada rantai utama. Latihan Ulangan Tengah Semester 2
c. Polimer berikatan silang
Polimer berikatan silang yaitu polimer yang ter-
bentuk karena beberapa rantai polimer saling A. Pilihan ganda
berikatan satu sama lain pada rantai utamanya. 1. Jawaban: b
6. Protein terbentuk dari asam amino melalui reaksi CH3 Br
polimerisasi kondensasi. Pada reaksi pembentuk- 1 2 3 4 5

an protein ini dibebaskan molekul H2O. Rumus H3C C CH CH CH3


struktur monomer protein: Cl C2H5
NH2 CH COH
| || 4-bromo-2-kloro-3-etil-2-metil pentana
R O 2. Jawaban: d
Setelah mengalami reaksi polimerisasi terbentuk Senyawa yang dapat digunakan sebagai bahan
suatu protein dengan struktur sebagai berikut. pendingin pada freezer dan AC adalah Freon-12
H H (CCl 2 F 2 ). Namun, penggunaan freon yang
| | berlebihan dapat merusak lapisan ozon. CHI3
N CH C N CH C + (n 1) H2O (iodoform) digunakan sebagai antiseptik. CCl4
| || | || (karbon tetraklorida) digunakan untuk meng-
R O R O n hilangkan noda-noda minyak atau lemak di
pakaian. CHCl3 (kloroform) digunakan untuk obat
bius. CF2 = CF2 (tetrafluoro etana) digunakan untuk
membuat teflon.

Kimia Kelas XII 123


3. Jawaban: c pada keton tidak terdapat atom H yang terikat pada
Reaksi fermentasi glukosa dengan bantuan ragi gugus karbonil, sehingga keton tidak mempunyai
akan menghasilkan etanol dan karbon dioksida. sifat reduktif terhadap pereaksi dan tidak dapat
Persamaan reaksinya sebagai berikut. berpolimerisasi.
ragi
C6H12O6(aq) 2C2H5OH(aq) + 2CO2(g) 9. Jawaban: e
glukosa etanol karbon CH3 O
dioksida | //
H C CH2 C CH3
4. Jawaban: b 4
|
3 2 1

a. alkohol: R OH 5
CH3
b. aldehid: R CHO
c. asam karboksilat: R COOH 4-metil-2-pentanon
d. eter: R O R 10. Jawaban: c
O Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus
//
e. keton: R C R COOH disebut asam alkanadioat.
O 1 2 3 4 O
5. Jawaban: e C CH2 CH2 C
Alkohol sekunder adalah alkohol yang gugus OH HO OH
nya terletak pada atom C sekunder. asam 1,4-butanadioat
OH 11. Jawaban: e
|
CH3 CH2 C CH2 CH3 Asam karboksilat teridentifikasi dengan membentuk
| ester apabila direaksikan dengan alkohol.
CH3 O O
3-metil-3-pentanol merupakan alkohol tersier karena R C OH + R OH R C OR + H2O
gugus OH terletak pada atom C tersier. 12. Jawaban: d
6. Jawaban: c Rumus umum asam karboksilat adalah CnH2nO2.
Senyawa tersebut merupakan ester. Ester dapat Misal n = 2 maka rumus asam karboksilat menjadi
terbentuk melalui reaksi antara asam karboksilat C 2 H 4 O 2 . Rumus yang sama dengan rumus
dan alkohol. Reaksi pembentukan ester tersebut tersebut dapat ditentukan dengan cara berikut.
sebagai berikut. a. CH2COOH C2H3O2
H H O H b. CH2COOH C2H3O2
| | // | c. CH4COOH C2H5O2
H C C C + HO C H
| | \ |
d. CH3COOH C2H4O2
H H OH H e. CH4COOH C2H5O2
asam propanoat metanol 13. Jawaban: c
H H O H Rumus struktur senyawa:
| | || | O
H C C C O C H + H2O //
CH3 C = CH CH2 CH2 C = CH C
| | | | | \
H H H CH3 CH3 H
7. Jawaban: c Nama: 3,7-dimetil-2,6-oktadienal
Hasil oksidasi alkohol primer adalah alkanal/aldehid.
Pada reaksi di atas aldehid yang dihasilkan adalah 14. Jawaban: b
propanal. Propanal (aldehid) berisomer fungsional Rumus struktur asam propanoat sebagai berikut.
dengan 2-propanon (keton). O
8. Jawaban: b CH3 CH2 C
OH
Aldehid lebih reaktif dibanding keton. Pada aldehid
terdapat atom H yang terikat pada gugus karbonil, Asam propanoat merupakan asam karboksilat
sehingga aldehid mempunyai sifat reduktif terhadap yang akan berisomer fungsi dengan ester. Rumus
pereaksi dan dapat berpolimerisasi. Sementara itu, struktur ester yang berisomer fungsi dengan asam
propanoat sebagai berikut.

124 Kunci Jawaban dan Pembahasan


O 21. Jawaban: c
CH3 C Alkohol yang dapat menghasilkan keton jika
OCH3 dioksidasi adalah alkohol sekunder (atom C yang
mengikat gugus OH, mengikat 2 atom C lainnya).
nama: metil etanoat
Misal
CH3 CH CH3 dipropanol CH3 CH CH3
| | 2-propanol
OH OH
O
CH3 C CH3 CH2 CH2 OH 1-propanadiol (alkohol
OCH2 CH3 etil etanoat primer
HOCH2CH2CH2OH 1,3-propanadiol
O OH
HO CH2 CH2 C |
3-hidroksi propanal
H CH3 C CH3 2-metil-2-propanol
| (alkohol tersier)
CH3
CH3 C CH3 propanon
|| OH fenol (senyawa turunan benzena)
O
15. Jawaban: c 22. Jawaban: c
[O]
Alkohol sekunder alkanon + H2O Ozon (O3) dapat bereaksi dengan atom klorin, yang
O berasal dari penguraian freon (Cl2CF2). Semakin
[O]
CH3 C CH3 CH3 C CH3 + H2O banyak penggunaan freon, semakin banyak pula
| atom klorin yang akan bereaksi dengan ozon.
OH
23. Jawaban: c
propanon
Rumus struktur butil etanoat sebagai berikut.
16. Jawaban: d O
Eter berisomer fungsi dengan alkohol karena CH3 C
keduanya mempunyai rumus molekul sama, tetapi OC4H9
gugus fungsinya berbeda. Rumus struktur yang
Mr CH3COOC4H9
termasuk alkohol adalah: OH
= (6 Ar C) + (12 Ar H) + (2 Ar O)
CH3 C CH3 = (6 12) + (12 1) + )2 16)
= 72 + 12 + 32
H
17. Jawaban: a = 116 g/mol
Reaksi sintesis Williamson sebagai berikut. I. Massa butil etanoat
R X + R ONa R O R + NaX = mol butil etanoat Mr butil etanoat
= 0,05 mol 116 g/mol
18. Jawaban: e = 5,8 gram
Aldehid memiliki rumus molekul yang sama II. Rumus molekul = C6H12O2
dengan keton yaitu CnH2nO.
Rumus empiris (dibagi 2) menjadi C3H6O.
19. Jawaban: b III. Butil etanoat merupakan ester. Ester dapat
Persamaan reaksi: diperoleh melalui reaksi antara asam
O Pt/Ni karboksilat dan alkohol.
R C + H2 R CH2OH O O
H // //
Jadi, aldehid dapat membentuk alkohol primer jika CH3 C + C4H9OH R CH3 C
bereaksi dengan H2 (hidrogen). \ \
OH OC4H9
20. Jawaban: e
Formaldehid merupakan bahan pembuatan formalin, Butil etanoat dibuat dari reaksi antara asam
yaitu bahan yang digunakan untuk mengawetkan etanoat dengan butanol.
preparat biologi.

Kimia Kelas XII 125


IV. Jumlah molekul butil etanoat OH adalah rumus struktur fenol.
= mol butil etanoat L


  
=     L 29. Jawaban: a
  Anilin digunakan untuk industri zat warna, sedang-
=     6 1023 mol1 kan fenol digunakan sebagai antiseptik.
= 1,2 1022 30. Jawaban: b
Jadi, pernyataan yang benar adalah I, II, dan IV Senyawa pada soal mempunyai nama dikloro difenil
saja. trikloro etana (DDT). DDT digunakan sebagai insek-
24. Jawaban: b tisida atau pembasmi serangga. Namun, saat ini
Reaksi antara senyawa alkanoat dengan senyawa penggunaan DDT dilarang karena DDT tidak dapat
alkanol akan menghasilkan senyawa ester atau diuraikan sehingga dapat terakumulasi dalam tubuh.
alkil alkanoat. 31. Jawaban: a
O Anggota senyawa yang paling sering digunakan
CH3 CH2 C OH + CH3 CH2 OH sebagai bahan pemberi aroma adalah ester. Hal ini
asam propionat etanol karena pada suhu kamar, ester berupa zat cair yang
mudah menguap dan mempunyai aroma yang sedap.
O Ester juga merupakan senyawa yang menghasilkan
CH3 CH2 C O CH2 CH3 + H2O aroma khas pada buah-buahan. Sementara itu, eter,
ester keton, alkohol, dan asam karboksilat tidak


C2H5COOC 2H5 menghasilkan aroma sedap.


32. Jawaban: b
25. Jawaban: a Benzena mengikat dua substituen yaitu nitro (NO2)
Etil metanoat merupakan isomer dari metil etanoat dan bromo (Br). Atom C benzena yang mengikat
karena memiliki rumus molekul yang sama yaitu nitro diberi nomor 1 sedangkan atom C yang
C3H6O2. mengikat substituen bromo diberi nomor 3 atau
26. Jawaban: d kedua substituen menempati posisi meta. Dengan
Asam asetat dan metanol bereaksi membentuk demikian nama senyawa tersebut adalah meta
metil asetat. bromo nitro benzena.
O O 33. Jawaban: c
CH 3 C OH + CH3OH R CH3 C OCH 3 + H2O Asam benzoat dibuat dengan cara mengoksidasi
asam asetat metanol metil asetat
toluena atau CH3 dengan oksidator KMnO4
27. Jawaban: c
Ester mudah terhidrolisis oleh air dalam suasana
dalam suasana asam.
asam menjadi asam karboksilat dan alkohol
menurut reaksi kesetimbangan berikut. CH3 + 2MnO4 + 6H+
O H2SO4 O
R C + H2
R C + R OH O
OR OH C
OH + 2Mn2+ + 4H2O
ester asam karboksilat alkohol

28. Jawaban: e 34. Jawaban: a


Anilin memiliki rumus struktur NH2. Karbol terbentuk dari fenol (C6H5OH).
35. Jawaban: d
NO2 adalah rumus struktur nitrobenzena.
OH merupakan rumus dari fenol yang banyak

CH3 adalah rumus struktur toluena. dipakai sebagai desinfektan atau antiseptik.
36. Jawaban: a
Cl adalah rumus struktur anil klorida. Posisi berseberangan antargugus disebut p-(para).
Gugus OH lebih prioritas sehingga nama utama-
nya fenol. Jadi, nama dari struktur senyawa
tersebut adalah p-metil fenol.

126 Kunci Jawaban dan Pembahasan


37. Jawaban: a 44. Jawaban: c
Polietena untuk pembungkus makanan, teflon
= naftalena
untuk pelapis permukaan penggorengan, nilon
= antrasena untuk membuat parasut dan layar perahu, PVC
untuk penyekat kabel listrik, sedangkan bakelit
untuk membuat sakelar.
= fenantrena
45. Jawaban: e
Nilon-6,6 terbentuk dari reaksi polimerisasi
= pirena
kondensasi antara 1,6 heksanadiamin dengan
asam 1,6-heksanadioat
38. Jawaban: c
Reaksinya sebagai berikut.
Rumus struktur aspirin atau asam asetil salisilat
nH N (CH2)6 N H + nHO C (CH2)4 C OH
adalah: | | || ||
COOH H H O O
O C CH3 1,6-heksanadiamin asam 1,6-heksanadioat
|| ( N (CH2)6 N C (CH2)4 C )n + nH2O
O | | || ||
H H O O
Jadi, X adalah COOH dan Y adalah CH3.
nilon-6,6
39. Jawaban: a Jadi, senyawa yang digunakan untuk membentuk
PVC adalah polivinil klorida yaitu polimer dari vinil nilon-6,6 selain 1,6-heksanadiamin adalah asam
klorida (CH2 = CHCl). Protein merupakan polimer 1,6-heksanadioat dengan struktur:
dari asam amino.
HO C (CH2)4 C OH
40. Jawaban: d || ||
Polimer sintesis (buatan) adalah polimer yang tidak O O
terdapat di alam tetapi disintesis dari monomer- 46. Jawaban: e
monomernya. Contoh nilon dan PVC. Serat sintetis yang diproduksi dari polimerisasi
41. Jawaban: b kondensasi adalah poliester. Poliester terbentuk dari
Monomer dari polietena adalah etena (CH2 = CH2). monomer asam 1,4-benzena dikarbosilat dan 1,2-
Etana mempunyai rumus struktur CH3 CH3. etanadiol. Reaksinya sebagai berikut.
Etanol mempunyai rumus struktur CH3 CH2 OH. nH OCH2CH2O H + nHO C C OH
Propana mempunyai rumus struktur CH3 CH2 CH3. || ||
Etana, etanol, dan propana tidak digunakan untuk O O
pembentukan polimer. Propena atau propilena O O
mempunyai rumus struktur CH3 CH = CH2 dan || ||
digunakan untuk membuat polimer polipropilena. (OCH2CH2 O C C )n + nH2O

42. Jawaban: a Jadi, senyawa yang dimaksud adalah


n monomer 1 polimer + (n 1) H2O 1,2-etanadiol atau HO(CH2)2OH.
n alanin 1 polipeptida + (n 1) H2O 47. Jawaban: c
n 89 = 1.580 + (n 1)18 Polimer kondensasi terbentuk dari monomer-mono-
89n 18n = 1.580 18 mer sejenis atau berbeda jenis yang bergabung
71n = 1.562 membentuk molekul besar dengan melepas
 molekul kecil seperti H2O. Misal seperti reaksi
n= = 16
 berikut.
Jadi, ada 16 monomer alanin yang berkondensasi COOH(CH2)5COOH + H2N(CH2)5NH2
menjadi polimer. (asam dikarboksilat) (diamina)
43. Jawaban: e O O H H
Polimerisasi kondensasi adalah reaksi pem- || || | |
bentukan polimer dari dua atau lebih monomer (C (CH2)5C N (CH2)5N )n + H2O
sejenis atau berbeda bergabung membentuk poliamida
molekul besar sambil melepaskan molekul
sederhana. Contoh pembentukan dakron, nilon,
tetoron, protein,selulosa, dan amilum.

Kimia Kelas XII 127


48. Jawaban: d 2. a. CH3
Pasangan polimer dan unit pengulangannya yang 5 4 3 2 1 O
benar sebagai berikut. H3C C CH CH C
H
Polimer Unit Pengulangan CH3 CH3 CH2

a. polipropena CH CH2 CH3


|
CH3 2-etil-3,4,4-trimetil pentanal
b. polistirena CH2 CH O CH3
| || |
C6H5 b. H3C C HC CH3
c. nilon-6,6 H H O O 1 2 3 4
| | || || 3-metil-2-butanon
N (CH2)6 C C (CH2)4 C
d. poliester O CH2 CH2 OCO C6H4 CO O
||
e. polikloroetena CH2 CH c. H3C C CH2 CH2 CH3
(PVC) | 


Cl metil propil

49. Jawaban: b metil propil keton


Polimer dengan struktur CH 2 C(CH 3 ) 2  O
CH 2 C(CH 3 ) 2 CH 2 C(CH 3 ) 2 terbentuk melalui 3. a. CH3 CH2 OH + O CH3 C
 2
+ H2O
H
polimerisasi adisi sehingga monomernya mem-
O  O
punyai ikatan rangkap. Monomer dari polimer CH3 C + O CH3 C
tersebut: (CH3)2C = CH2 atau CH2 = C CH2  2
H OH
| (asam etanoat)
CH3
O
50. Jawaban: b ||
Karet sintetis dengan monomer b. CO2 + CH3 MgCl CH3 C OMgCl + H2O
CH2 = CH C(Cl) = CH2 mempunyai rumus struktur
O
polimer: CH3 C + MgOHCl
H OH
| (asam etanoat)
[ CH2 = CH C CH2 ]n atau
| c. C2H5Cl + KCN C2H5 CN + KCl
Cl
C2H5 CN + 2H2O
[CH2 = CH CHClCH2 ]n O
C2H5 C + NH3
OH
B. Uraian (asam propanoat)

1. O 4. Isomer ruang merupakan keadaan senyawa yang


|| mempunyai rumus molekul sama, urutan sama,
a. CH3 C CH2 CH3 tetapi menunjukkan ruang yang berbeda.
1 2 3 4
Isomer ruang dibedakan menjadi dua, yaitu cis dan
2-butanon
6 7 trans. Isomer cis terjadi apabila gugus yang diikat
O H2C CH3 atom C berada pada ruang sama. Sementara iso-
|| | mer trans gugus yang diikat berbeda ruang. Contoh:
b. CH3 C CH CH2 CH CH3 C2H2Br2.
1 2 |3 4 5
CH2 CH2 CH3 H H H Br
\ / \ /
5-metil-3-propil-2-heptanon C=C C=C
2 1 / \ / \
c. CH3 O CH CH3 Br Br Br H
3
| cis 1,2-dibromo etena trans1,2-dibromo etena
CH3
2-metoksi propana

128 Kunci Jawaban dan Pembahasan


5. Cara membedakan propanol dengan propanon NO2
sebagai berikut. NO2
Jika propanol dan propanon ditambahkan secara f.
terpisah dengan 2,4-dinitrofenilhidrazin pada suhu
ruang, propanon akan memberikan endapan kuning- NO2
oranye sedangkan propanol tidak menunjukkan
I
perubahan yang tampak.
I
O g.
|| O2N
I
CH3 C CH3 + H2N N NO2
| 8. Benzena sulit diadisi karena kumpulan elektron
H pada ikatan rangkapnya dapat berpindah
CH3 (beresonansi) ke ikatan tunggal sehingga ikatan
\ O2N
tunggalnya berubah menjadi ikatan rangkap dan
C=NN NO2 + H2O hal ini berlangsung secara terus-menerus.
/ |
CH3 H e e
2,4-dinitrofenilhidrazin digunakan untuk mem- e e
buktikan adanya aldehid dan keton. e e
6. Cara untuk membuat metil etanoat dari metanol
sebagai berikut. 9. Polimer komersial merupakan polimer yang
a. Esterifikasi menggunakan asam etanoat dan disintesis dengan biaya murah dan diproduksi
metanol. secara besar-besaran. Contoh polietilena dan
Reaksinya sebagai berikut. polipropilena. Sebaliknya, polimer teknik
merupakan polimer yang mempunyai sifat unggul
CH3COOH + CH3OH CH 3 COOCH 3
H 2 SO 4 p e k a t dan harganya mahal. Contoh poliamida dan
+ H2O polikarbonat.
b. Asilasi menggunakan etanoil klorida. 10. Karet sintesis digunakan sebagai bahan pem-
Reaksinya sebagai berikut. buatan ban mobil karena bersifat keras dan kuat.
CH3COCl + CH3OH CH3COOCH3 + HCl Proses yang digunakan dalam pembuatan ban
mobil tersebut berupa proses vulkanisir yaitu
7. a. NO2 terbentuknya ikatan silang antara rantai polimer
SBR (stirena dan 1,3-butadiena) dengan atom
belerang.

b. Cl
Bab XI Karbohidrat
c. CH = CH2

Br
Br
d.
A. Pilihan ganda

OH 1. Jawaban: e
Jenis monosakarida meliputi glukosa, fruktosa,
e. galaktosa, dan pentosa. Sementara itu, maltosa,
laktosa, dan sukrosa tergolong oligosakarida.
NO2 Selulosa termasuk polisakarida.
2. Jawaban: a
Karbohidrat yang tidak mengalami hidrolisis adalah
golongan monosakarida yang meliputi glukosa,
galaktosa, dan fruktosa.

Kimia Kelas XII 129


3. Jawaban: a 10. Jawaban: e
Ribosa merupakan monosakarida dengan lima Dari kelima pilihan karbohidrat, yang memberikan
atom karbon. Ribosa memiliki rumus molekul: endapan merah bata dengan pereaksi Fehling
O adalah maltosa (glukosaglukosa) dan laktosa
// (glukosagalaktosa). Jika dihidrolisis akan
CH menghasilkan karbohidrat (monosakarida) yang
| berlainan. Dengan demikian, karbohidrat
H C OH (disakarida) tersebut adalah laktosa karena
| terbentuk dari glukosa dan galaktosa.
H C OH
| B. Uraian
H C OH
| 1. Aldosa yaitu suatu monosakarida yang mempunyai
CH2OH gugus fungsi aldehid. Misalnya glukosa dan
D-ribosa galaktosa.
Ketosa yaitu suatu monosakarida yang mempunyai
4. Jawaban: b gugus fungsi keton. Misalnya fruktosa.
Maltosa mudah larut dalam air dan mempunyai rasa
2. Sifat-sifat glikogen sebagai berikut.
lebih manis daripada laktosa, tetapi kurang manis
a. Mudah larut dalam air panas.
daripada sukrosa. Maltosa terdapat secara alami
b. Larutannya dapat mereduksi larutan Fehling.
di dalam tepung terigu (pati). Buah-buahan dan tebu
c. Bersifat optis aktif ke kanan.
mengandung banyak sukrosa. Susu mengandung
d. Hidrolisis dengan asam-asam encer
laktosa. Adapun telur mengandung protein dan
menghasilkan glukosa.
lemak.
e. Hidrolisis dengan amilosa menghasilkan
5. Jawaban: c maltosa.
Suatu karbohidrat akan mengalami dehidrasi atau 3. a. Reaksi hidrolisis amilum
kehilangan air jika dipirolisis dengan panas atau
2(C6H10O5)n + nH2O nC12H22O11

dengan asam sehingga terbentuk arang atau 

karbon dan uap air. maltosa

6. Jawaban: d Reaksi ini berlanjut ke reaksi berikutnya,


Hidrolisis sempurna maltosa menghasilkan sebagai berikut.
glukosa dan glukosa (2 molekul glukosa).
C12H22O11 + H2O 2C6H12O6

 

7. Jawaban: e glukosa
Pereaksi Seliwanoff merupakan campuran antara
b. Reaksi hidrolisis sukrosa
1,3-dihidroksi benzena (resorsinol) dengan HCl
Reaksi ini berlangsung dalam suasana asam
encer. Uji ini memberikan hasil positif jika warna
encer.
campuran berubah menjadi merah. Uji ini digunakan
C12H22O11 + H2O C6H12O6

untuk mengidentifikasi adanya fruktosa.  

glukosa
8. Jawaban: b
+ C6H12O6
Glukosa merupakan suatu aldoheksosa dan sering
fruktosa
disebut dekstrosa karena mempunyai sifat
memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Glukosa 4. Pembentukan osazon digunakan untuk meng-
merupakan gula pereduksi. identifikasi karbohidrat karena gugus aldehid atau
9. Jawaban: e keton pada karbohidrat akan membentuk osazon
Glikogen dalam tubuh berfungsi sebagai cadangan jika dipanaskan bersama fenilhidrazin terlebih
energi yang pembentukannya diatur oleh hormon dahulu. Selain itu, pembentukan osazon juga
insulin. Di dalam tubuh glikogen disimpan di sel- digunakan untuk membedakan beberapa
sel hati dan jaringan otot. monosakarida. Misal, glukosa dan galaktosa yang
terdapat dalam urine wanita yang sedang dalam
masa menyusui. Reaksi antara glukosa dengan
fenilhidrazin akan membentuk D-glukosa fenil-
hidrazon dan berlanjut membentuk D-glukosazon.

130 Kunci Jawaban dan Pembahasan


HCO HC = NNHC6H6 CH2OH
HCOH HCOH H O
H
H
HOCH + C6H5NHNH2 HOCH +
OH H
HCOH HCOH OH mengarah ke bawah
HO
HCOH HCOH H OH

CH2OH CH2OH 3. Jawaban: a


D-glukosa D-glukosafenilhidrazon
Sifat-sifat fisik karbohidrat sebagai berikut.
1) Pada suhu kamar, karbohidrat dapat berupa
HC = NNHC6H5 zat padat, hablur tidak berwarna (misal
sukrosa dan glukosa), zat padat amorf (misal
C = NNHC6H5 pati), dan basa serat (misal selulosa).
HOCH 2) Sebagian besar karbohidrat bersifat dapat
memutar bidang polarisasi cahaya.
2C6H5NHNH2 + H2O HCOH
4. Jawaban: b
HCOH
Ketosa adalah monosakarida yang mempunyai
CH2OH gugus fungsi keton, contoh fruktosa.
+ C6H5NH2 + NH3 + 2H2O 5. Jawaban: b
5. Uji Molisch merupakan cara paling umum untuk Semua karbohidrat yang dikonsumsi manusia akan
menunjukkan adanya senyawa karbohidrat dalam dihidrolisis dan diubah menjadi glukosa. Apabila
suatu sampel. Cincin berwarna ungu menunjukkan kadar glukosa dalam darah meningkat maka akan
bahwa sampel larutan mengandung karbohidrat. diubah menjadi glikogen. Sebaliknya, apabila kadar
Pereaksi Fehling digunakan untuk menguji sifat glukosa dalam darah menurun maka glikogen akan
karbohidrat sebagai gula pereduksi. Uji ini positif diuraikan kembali menjadi glukosa.
jika terbentuk endapan merah bata. Oleh karena itu, 6. Jawaban: b
kemungkinan sampel larutan mengandung Disakarida yang terbentuk dari glukosa dan
monosakarida (glukosa, fruktosa, atau galaktosa), fruktosa yaitu sukrosa. Jika dihidrolisis, sukrosa
maltosa, dan laktosa. akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan
Pereaksi Seliwanoff merupakan uji khusus fruktosa. fruktosa. Laktosa terbentuk dari galaktosa dan
Pengujian yang dilakukan terhadap sampel larutan glukosa. Selulosa merupakan polisakarida. Maltosa
menghasilkan warna merah. Hal ini menunjukkan terbentuk dari dua molekul glukosa. Galaktosa
bahwa sampel tersebut merupakan fruktosa. merupakan monosakarida.
7. Jawaban: d
Glukosa tergolong gula yang mengandung gugus
O
//
aldehid (C ). Adanya gugus aldehid ini, meng-
\
A. Pilihan ganda H
akibatkan glukosa dapat mereduksi dan meng-
1. Jawaban: e hasilkan warna merah bata dari Cu2O
Hidrolisis laktosa dilakukan dengan bantuan asam
O O
atau enzim. Hidrolisis sempurna dari laktosa // //

menghasilkan glukosa dan galaktosa. C + 2CuO C + Cu2O


\ \
2. Jawaban: b H OH
Menurut rumus Haworth, struktur karbohidrat 8. Jawaban: d
dituliskan dalam bentuk cincin furan atau piran. Larutan iodin (I 2 ) digunakan untuk menguji
Jika senyawa berbentuk , posisi gugus OH pada polisakarida dalam suatu sampel. Misal amilum.
atom C nomor 1 mengarah ke bawah. Dengan Amilum terdapat dalam pati. Molekul amilum terdiri
demikian, penulisan struktur -D-glukosa sebagai atas dua komponen, yaitu amilosa dan amilopektin.
berikut. Penambahan iodin ke dalam amilum mengakibatkan
terbentuknya senyawa kompleks dengan amilosa
(bagian dari amilum yang larut dalam air) sehingga
terbentuk warna biru.

Kimia Kelas XII 131


9. Jawaban: c
Polisakarida digolongkan menjadi dua jenis, yaitu CHO
homopolisakarida dan heteropolisakarida.
H C OH
Homopolisakarida mengandung satu jenis = D-eritrosa
monomer, contohnya adalah pati (amilum), H C OH
glikogen, dan selulosa. Sedangkan hetero-
polisakarida mengundang dua jenis atau lebih CH2OH
monomer, contohnya adalah kitin.
10. Jawaban: e CHO
Suatu senyawa membentuk endapan cermin perak.
H C OH
Saat bereaksi dengan pereaksi Tollens, artinya
senyawa tersebut mungkin monosakarida HO C H = L-eritrosa
(glukosa, fruktosa, dan galaktosa), maltosa, dan
laktosa. Jika dihidrolisis, senyawa menghasilkan CH2OH
dua macam karbohidrat yang berlainan, maka
senyawa tersebut merupakan disakarida yaitu CHO
laktosa.
HO C H
11. Jawaban: b
Struktur galaktosa mirip dengan glukosa. H C OH = D-treosa
Perbedaan keduanya terdapat pada letak gugus
OH pada atom karbon nomor 4. Gugus OH CH2OH
senyawa galaktosa terletak di sebelah kiri,
sedangkan gugus OH senyawa glukosa terletak 16. Jawaban: b
di sebelah kanan. Sifat-sifat glikogen sebagai berikut.
12. Jawaban: c 1) Dalam larutannya dapat mereduksi Fehling.
Hidrolisis maltosa menghasilkan dua molekul 2) Pada hidrolisis dengan asam encer, glikogen
glukosa. Uji maltosa dengan larutan Fehling membentuk glukosa.
menghasilkan endapan merah bata, sedangkan uji 3) Mudah larut di dalam air panas.
dengan larutan iodin tidak menghasilkan warna biru. 17. Jawaban: c
13. Jawaban: c Laktosa dihidrolisis menghasilkan glukosa +
Sukrosa merupakan disakarida yang terbentuk dari galaktosa.
glukosa dan fruktosa. Dengan demikian, apabila 18. Jawaban: c
mengalami hidrolisis akan membentuk kembali Amilum mengandung dua senyawa yang
monosakarida-monosakarida pembentuknya. merupakan polimer dari glukosa, yaitu amilosa dan
14. Jawaban: d amilopektin. Amilosa dapat larut di dalam air
O panas, sedangkan amilopektin tidak larut di dalam
// air panas. Oleh karenanya, tepung yang dicampur
Fruktosa tidak memiliki gugus C sehingga tidak
\ dengan air panas akan membentuk koloid.
H
19. Jawaban: d
dapat mereduksi Fehling. Oleh karena itu, fruktosa
Belalang memiliki rangka luar berupa hetero-
tidak menghasilkan endapan merah bata Cu2O dan
polisakarida yaitu kitin.
tidak dapat dihidrolisis.
20. Jawaban: d
15. Jawaban: a
Di dalam tubuh, karbohidrat akan dihidrolisis menjadi
Pada atom C asimetris nomor 2, gugus OH berada
glukosa. Kelebihan glukosa dalam tubuh diubah
di posisi kanan dan gugus H berada di posisi kiri.
menjadi glikogen. Hormon insulin sangat diperlukan
Dengan demikian, senyawa tersebut berbentuk D
untuk mengubah kelebihan glukosa dalam tubuh
dengan nama D-gliseraldehid.
menjadi glikogen. Pada penderita penyakit diabe-
CHO tes, jumlah hormon insulin sangatlah kurang
sehingga kadar glukosa dalam darah akan
HO C H = L-gliseraldehid berlebihan karena tidak diubah menjadi glikogen.
CH2OH

132 Kunci Jawaban dan Pembahasan


B. Uraian c. Tidak mengalami fermentasi.
d. Dapat mereduksi larutan Fehling.
1. Glukosa sering disebut sebagai dekstrosa karena
di dalam air glukosa akan memutar bidang 6. Struktur pentosa
polarisasi ke arah kanan. O O
2. Reaksi peragian pati sebagai berikut. C C
H H
2(C6H10O5) + nH2O nC12H22O11


 H C OH HO C H
maltosa H C OH dan H C OH
C12H22O11 + H2O C6H12O6 + C6H12O6
H C OH H C OH
maltosa glukosa glukosa
CH2OH CH2OH
C6H12O6 2C2H5OH + CO2



etanol Reaksi positif terhadap Tollens dan Fehling


CHO O O
C C
C O H
AgO/Tollens
Ag(s) OH
endapan perak
H C OH + H C OH
HO C H
H C OH H C OH
H C OH
3. H C OH

CuO/Fehling
Cu2O(s) H C OH
H C OH endapan merah
bata
CH2OH CH2OH
CH2OH
D-fruktosa