Anda di halaman 1dari 13

Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Di

Salah Satu Rumah Sakit Di Kota Bandung


M LUTHFI RANDIAN
21121160

PembimbingUtama Deni Iskandar, MPH.,Apt.


PembimbingSerta Dra. Ida Lisni, M.Si.,Apt.

S E KOLAH T I NGGI FARMASI B ANDUNG P ROGRAM S T UDI FARMASI


B ANDUNG
LATAR BELAKANG
RUMAH SAKIT WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP

Institusi pelayanan kesehatan yang Menurut SK Menkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008


menyelenggarakan pelayanan kesehatan tentang Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit,
perorangan secara paripurna yang menyediakan waktu tunggu pelayanan resep terbagi menjadi dua
pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat yaitu:
darurat (Permenkes No. 58/2014/pasal 1 ayat 1).
waktu tunggu pelayanan resep obat jadi
waktu tunggu pelayanan resep racikan
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi waktu
tunggu pelayanan resep di salah satu instalasi farmasi rumah
sakit, mengacu pada standar pelayanan minimal rumah sakit.
TINJAUAN PUSTAKA
Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS)

IFRS adalah bagian dari suatu rumah sakit dibawah pimpinan seorang apoteker dan dibantu oleh

beberapa orang apoteker yang memenuhi persyaratan perundang-undangan, dan kompeten

secara professional sebagai fasilitas penyelenggaraan yang bertanggung jawab atas seluruh

pekerjaan serta pelayanan kefarmasian.


Pelayanan Farmasi Klinik dan Non Klinik
FUNGSI NON KLINIK FUNGSI KLINIK
Pelayanan tidak langsung sebagai bagian terpadu Pelayanan farmasi klinik diberikan secara langsung
dari pelayanan pasien dan umumnya apoteker sebagai bagian dari pelayanan pasien dan
adalah penanggung jawab tunggal, biasanya tidak memerlukan interaksi dengan pasien dan atau
memerlukan interaksi langsung dengan pasien profesional kesehatan lain yang terlibat dalam
dan profesional kesehatan lain namun disetujui perawatan pasien (Siregar dan Kumolosasi, 2004).
oleh staf medis melalui panitia farmasi dan
terapi.
RESEP
RESEP PELAYANAN RESEP
Permintaan tertulis dari seorang dokter yang Pelayanan resep dimulai dari:
diberi izin berdasarkan peraturan perundang- Penerimaan
undangan yang berlaku kepada Apoteker
Pengelola Apotek (APA) untuk menyiapkan dan Pemeriksaan
atau membuat, meracik serta menyerahkan Ketersediaan
obat kepada pasien. Pengkajian resep
Penyiapan pembekalan farmasi termasuk
peracikan obat
Pemeriksaan
Penyerahan disertai, pemberian informasi.
Kajian Resep
Pengkajian dan Pelayanan Resep (IAI dan Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes,
2011).
Pelayanan resep
Persyaratan administrasi
Persyaratan farmaseutik
Persyaratan klinis

Dispensing Sediaan Khusus


Pencampuran Obat Suntik
Penyiapan Nutrisi Parenteral
Penanganan Sediaan Sitotoksik
Faktor yang Mempengaruhi Waktu
Tunggu Pelayanan Resep
Mempunyai system yang mampu mendukung berjalannya kegiatan yang cepat, tepat dana
aman.
Sebaiknya mendistribusikan pelayanan di beberapa loket untuk mempermudah pasien.
Mampu membuat system inventory yangdapat menurunkan penggunaan modal kerja.
Mampu menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh unit kerja rumah sakit.
Memiliki karyawan yang handal dan terlatih.
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
Pengaturan Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit bertujuan untuk:
Meningkatkan mutu Pelayanan Kefarmasian
Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian; dan
Melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat yang tidak rasional dalam rangka
keselamatan pasien (patient safety).

Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit meliputi standar:


Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan Medis habis pakai dan pelayanan
farmasi klinik.
METODELOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian yang akan digunakan dalam penelitan mengenai evaluasi


waktu tunggu adalah dengan melakukan observasi partisipasi pasif,
mengumpulkan data dari sumber primer berapa waktu tunggu pelayanan resep
pada setiap periode waktu di instalasi farmasi rawat jalan di rumah sakit. Data
yang di peroleh kemudian di analisis untuk mengevaluasi waktu tunggu
mengacu pada standar pelayanan minimal rumah sakit.
DE SAIN PE NE LITIAN

POPULASI DAN
SAMPEL

PENGUMPULAN
DATA

PENGAMBILAN
DATA

PENGOLAHAN
DATA
DAF TAR PUSTAKA

Aditama, Tjandra Yog. 2006, Manajemen Administrasi RumahSakit. UniversitasIndonesia (UI press). Jakarta Hal 102-
103.
Bustami, 2011. penjaminanmutupelayanankesehatan danakseptailitasnya. PenerbitErlanggaJakarta. Hal 80-82.
Depkes RI SK Menkes RI No. 129/ Menkes/SK/II/2008 tentangstandarPelayaanMinimal Rumah SakitHal 38
Ikatan Apoteker Indonesia dan Pemerintah DirektoratJenderalBina Kefarmasian dan AlatKesehatanKementerian
Kesehatan 2011. Cara Pelayanan Farmasi yang Baik (Good Pharmacy Practice). Hal 20
Siregar, Charles J.P , dan Lia, A 2004 Farmasi RumahSakit; Teoridan PenerapanPenerbitBuku Kedokteran EGC .
Jakarta Hal 25,3Metode PenelitianKuant3-34.
Siregar, Charles J.P , dan Lia, A 2004 Farmasi RumahSakit; Teoridan PenerapanPenerbitBuku Kedokteran EGC .
Jakarta Hal 35
Sugiyono, 2012. MetodePenelitian Kuantitatifdan R&D PenerbitAlfabeta. Bandung Hal 7, 218-219, 224-227.
THANK YOU