Anda di halaman 1dari 3

JUDUL SPO SEPSIS PUERPERALIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan :


RUMAH SAKIT UMUM
10 November Direktur
BUNDA
2016
PURWOKERTO

PROSEDUR TETAP
Dr. dr. I Gede Arinton, Sp.PD-KGEH, M.MR
NIK. 19620208 198901 1 001
Infeksi nifas adalah keadaan yang mencakup semua peradangan
PENGERTIAN alat-alat genitalia dalam masa nifas.

Mengenai tanda-tanda sepsis puerperalis dan mengambil


TUJUAN tindakan yang tepat.

KEBIJAKAN

1. Prinsip-prinsip pengelolaan sepsis nifas adalah: kecepatan,


keterampilan dan prioritas.Penekanan terletak pada
pentingnya bekerja dengan cepat dan menurut. Prioritas
dalam mengelola sepsis nifas adalah2,5:
a. menilai kondisi pasien
b. memulihkan pasien
c. mengisolasi sesegera mungkin pasien yang diduga infeksi
d. mengambil spesimen untuk menyelidiki organisme
kausatif dan mengkonfirmasikan diagnosis
e. memulai terapi antibiotik yang sesuai prioritas, ini berarti
PROSEDUR
harus dilakukan pertama atau sebelum hal lainnya.
2. Manajemen Umum Sepsis Puerperalis
a. Mengisolasi pasien yang diduga terkena sepsis
puerpuralis dalam pemberian pelayanan kebidanan.
Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran infeksi
pada pasien lain dan bayinya.
b. Pemberian antibiotik
Kombinasi antibiotik diberikan sampai pasien bebas
demam selama 48 jam, dan kombinasi antibiotik berikut
ini dapat diberikan :
1) ampisilin 2 g IV setiap 6 jam, dan
2) gentamisin 5 mg / kg berat badan IV setiap 24
jam, dan
3) metronidazol 500 mg IV setiap 8 jam.
4) Jika demam masih ada 72 jam setelah pemberian
antibiotik di atas, dokter akan mengevaluasi dan
rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat yang lebih
tinggi mungkin diperlukan. Antibiotik oral tidak
diperlukan jika telah diberikan antibiotik IV.Jika
ada kemungkinan pasien terkena tetanus dan ada
ketidakpastian tentang sejarah vaksinasi dirinya,
perlu diberikan tetanus toksoid.
c. Memberikan banyak cairan
Tujuannya adalah untuk memperbaiki atau mencegah
dehidrasi, membantu menurunkan demam dan
mengobati shock. Pada kasus yang parah, maka perlu
diberikan cairan infus. Jika pasien sadar bisa diberikan
cairan oral.
d. Mengesampingkan fragmen plasenta yang tertahan
Fragmen plasenta yang tersisa dapat menjadi
penyebab sepsis nifas. Pada rahim, jika terdapat lokhia
berlebihan,berbau busuk dan mengandung gumpalan
darah, eksplorasi rahim untuk mengeluarkan
gumpalan dan potongan besar jaringan plasenta akan
diperlukan. Tang Ovum dapat digunakan, jika
diperlukan.
e. Keterampilan dalam perawatan kebidanan
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan
pasien dan untuk membantu penyembuhannya.
Berikut aspek perawatan yang penting:
Istirahat
standar kebersihan yang tinggi, terutama
perawatan perineum dan vulva
antipiretik dan / atau spon hangat mungkin
diperlukan jika demam sangat tinggi
monitor tanda-tanda vital, lokhia, kontraksi
rahim, involusi, urin output, dan mengukur
asupan dan keluaran
membuat catatan akurat
mencegah penyebaran infeksi dan infeksi
silang.

UNIT TERKAIT